Rakerpim IAIN Syekh Nurjati Cirebon Persiapkan Agenda Menyongsong Universitas Digital

CIREBON, FC - Jajaran pimpinan di rektorat  bersama Kabiro AUAK, dekan, Kajur, LPM dan tim serta Ketua senat IAIN Cirebon, Wakil rektor 1,2 dan 3, Kepala Biro Keuangan, Dekan, Wakil Dekan, Ketua Jurusan dan Ketua Senat IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan tim menggelar rapat kerja pimpinan (rakerpim) guna membahas sejumlah agenda persiapan Universitas Syber selama 3 hari di sebuah hotel di Cirebon. 

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag menyatakan, bahwa kegiatan ini untuk bermusyarawah dalam rangka untuk menghasilkan masa depan IAIN Cirebon di tahun 2024.

Aan juga mengingatkan jika di tahun 2023 ini, kegiatan dan anggaran sudah leading, dan hal-hal teknis yang berubah nanti tinggal dimusyawarahkan, karena tahun 2023 ini tahun awal rapat kerja pimpinan untuk merencanakan hal hal yang besar untuk tahun yang akan datang. 

"Karena itu kita lebih banyak fokus pada enam tema terutama dalam tantangan dan hal hal yang nanti kita menjadi prioritas utama untuk program di tahun 2024," pintanya, Minggu, (11/6/2023).

Terkait pembahasan agenda besar ini, Aan menjelaskan, bahwa Sumber Islamic University dalam banyak literatur itu kita kenal dengan Universitas Digital, ini tentu bukan hanya akan merubah cara pandang persepektif kita melihat kampus tetapi tentu juga kita semua akan melaksanakan banyak hal yang bersifat digital dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

"Hal itu tentu tema-tema besar yang kita sampaikan itu saya kira bukan sekedar tema tapi kita sudah siapkan, mungkin sekitar dua Minggu dengan banyak literatur. Kita juga siapkan barangkali butuh buku ada sekitar 30 buku yang sudah disiapkan (download), juga untuk program program riset kerjasama industri juga kita siapkan beberapa Web, sehingga ini menandai bahwa kita ini serius untuk berubah menjadi kampus digital," kata Aan.

Aan menegaskan, bahwa selama ini perubahan-perubahan itu baru dalam angan-angan kita, ternyata itu tidak mungkin, kecuali kita harus belajar banyak dari para ahli dan dari para akademisi dan dari banyak praktek baik yang dilakukan oleh banyak kampus, karena ini menjadi awal kita untuk melakukan perubahan-perubahan di masa mendatang.

Kemudian berikutnya dari kampus digital ini yang kita tangkap adalah konten dan subtansinya, dan dua hari ini kita sudah harus merencanakan dan melaksanakan apa yang disebut dengan universitas digital.

 "Selanjutnya kita tunggu Perpres dari Pak Presiden tentang universitas syber ini, dan bidang garapan kita saat ini adalah konten dan subtansinya," tandas Aan. (din)

Terkini