-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tradisi Nyekar Usai Shalat Idul Fitri, Warga Ziarah dan Doakan Leluhur

Senin, 23 Maret 2026 | Maret 23, 2026 WIB Last Updated 2026-03-23T00:05:44Z

 

CIREBON, FC - Suasana khidmat Idul Fitri 1 Syawal 1448 H tidak hanya terasa saat pelaksanaan shalat ied, tetapi juga berlanjut di area pemakaman umum. Usai menunaikan shalat Idul Fitri, warga berbondong-bondong mendatangi makam keluarga untuk melaksanakan tradisi nyekar, sebuah kebiasaan turun-temurun yang sarat makna spiritual dan kekeluargaan.


Dengan membawa bunga tabur dan air doa, warga tampak khusyuk memanjatkan doa di pusara orang-orang tercinta. Tradisi ini menjadi momentum penting untuk mengenang sekaligus mendoakan arwah keluarga yang telah berpulang, terlebih di hari kemenangan yang penuh ampunan.


“Nyekar ini bukan sekadar tradisi, tapi bentuk bakti dan doa kita kepada orang tua dan keluarga yang sudah tiada,” ujar salah satu warga, Rudi warga Kabupaten Bogor. 

Ia menambahkan bahwa momen Idul Fitri menjadi waktu yang tepat karena seluruh anggota keluarga biasanya berkumpul.


Di antara deretan makam, terlihat keluarga duduk bersila, melantunkan doa dan ayat suci Al-Qur’an. Karangan bunga yang dibawa kemudian ditaburkan di atas pusara, disusul dengan penyiraman air doa sebagai simbol penghormatan dan harapan akan ketenangan bagi almarhum.


Tradisi nyekar juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antaranggota keluarga. Setelah saling bermaafan di rumah, ziarah kubur menjadi pelengkap rangkaian ibadah Idul Fitri yang tidak hanya menyucikan diri, tetapi juga mengingatkan akan hakikat kehidupan.


Dengan suasana yang penuh haru dan kehangatan, tradisi ini terus dijaga oleh masyarakat sebagai wujud cinta, doa, dan penghormatan kepada para leluhur.

×
Berita Terbaru Update