Blogger templates

random/hot-posts

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Minggu, 15 Februari 2026

Dua Perguruan Tinggi Buntet Pesantren Siap Bertransformasi Menjadi Institut

CIREBON, FC – Dua perguruan tinggi di lingkungan Buntet Pesantren menyatakan kesiapan untuk bertransformasi menjadi institut. Komitmen tersebut disampaikan oleh Dr. Mariyah Ulfah, M.E.Sy selaku Ketua Bidang I yang membawahi Pendidikan Tinggi, Riset, Pengembangan, Badan Harian Pembina Perguruan Tinggi, dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) YLPI Buntet Pesantren, saat membuka kegiatan Ngaji Bareng Gen-Z: Perempuan dalam Fiqh Islam: Dimuliakan Martabatnya, Diberi Ruang Perannya” yang diselenggarakan oleh BEM PTNU se-Nusantara di Akper Buntet Pesantren (15/2/2026).

Dalam sambutannya, Mariyah Ulfah menegaskan bahwa transformasi kelembagaan menjadi institut merupakan langkah strategis untuk memperkuat tata kelola, memperluas cakupan keilmuan, serta meningkatkan daya saing lulusan di tingkat nasional dan global.

Dua perguruan tinggi yang dimaksud adalah STIT Buntet Pesantren dan AKPER Buntet Pesantren, yang selama ini telah berkontribusi dalam pengembangan pendidikan tinggi berbasis nilai-nilai pesantren.

“Transformasi ini bukan sekadar perubahan nama, tetapi perubahan paradigma menuju institusi yang lebih integratif, adaptif, dan responsif terhadap perkembangan zaman. Kami ingin memperluas rumpun keilmuan tanpa meninggalkan khazanah turats dan tradisi pesantren,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa proses menuju institut telah dipersiapkan melalui penguatan sumber daya manusia, peningkatan kualitas riset dan publikasi ilmiah, pengembangan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), serta optimalisasi kerjasama dan jejaring luar negeri.

Lebih lanjut beliau menyatakan bahwa tahapan pengusulan alih bentuk sudah dilakukan dan sedang tahap evaluasi di tingkat kementerian dan badan terkait.

Momentum penyampaian komitmen tersebut dinilai sangat relevan dengan tema kegiatan yang mengangkat peran perempuan dalam fiqh Islam. Menurut Mariyah, perguruan tinggi pesantren harus menjadi ruang yang inklusif, memberikan kesempatan setara bagi perempuan untuk berkembang dalam bidang akademik, kepemimpinan, maupun pengabdian masyarakat.

Kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa BEM PTNU se-Nusantara tersebut berlangsung dengan penuh antusiasme. Diskusi yang mengangkat isu-isu keislaman kontemporer sekaligus menjadi ruang refleksi bagi generasi muda dalam memaknai peran strategis perempuan dalam perspektif fiqh dan sosial kemasyarakatan.

Dengan semangat transformasi ini, Buntet Pesantren diharapkan semakin mengukuhkan diri sebagai pusat pendidikan tinggi Islam yang berakar pada tradisi, namun mampu menjawab tantangan modernitas. Perubahan menuju institut diyakini akan memperluas kontribusi akademik dan sosial, sekaligus memperkuat posisi Buntet Pesantren dalam peta pendidikan tinggi keislaman di Indonesia. (din)

BEM PTNU Se-Nusantara Gelar “Ngaji Bareng Gen-Z: Perempuan dalam Fiqh Islam di Buntet Pesantren

 

CIREBON, FC Lembaga Studi Gender dan Fiqh Perempuan BEM PTNU se-Nusantara menyelenggarakan kegiatan bertajuk Ngaji Bareng Gen-Z: Perempuan dalam Fiqh Islam: Dimuliakan Martabatnya, Diberi Ruang Perannya. Kegiatan ini menjadi ruang dialog ilmiah bagi mahasiswa PTNU dari berbagai daerah untuk mengkaji isu perempuan dalam perspektif fiqh Islam secara komprehensif dan kontekstual.

Acara secara resmi dibuka oleh Dr. Mariyah Ulfah, M.E.Sy Ketua Bidang I yang membawahi Pendidikan Tinggi, Riset, Pengembangan, Badan Pembina Harian Perguruan Tinggi, dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) YLPI Buntet Pesantren memberikan sambutan sekaligus secara resmi membuka kegiatan "Ngaji Bareng Gen-Z: Perempuan dalam Fiqh Islam: Dimuliakan Martabatnya, Diberi Ruang Perannya*

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Lembaga Studi Gender dan Fiqh Perempuan BEM PTNU se-Nusantara dan bertempat di Aula AKPER Buntet Pesantren pada Minggu (15/2/2026). 

Acara tersebut dihadiri oleh mahasiswa PTNU dari berbagai daerah, akademisi, Direktur AKPER Buntet Pesantren selaku tuan rumah,  perwakilan Bupati Cirebon, Kapolres Kabupaten Cirebon, Kapolresta Cirebon Kota, Komisi Pemilihan Umum, serta pegiat kajian gender dan fiqh perempuan, dan masyarakat umum.

Dalam sambutannya, Dr. Mariyah Ulfah menegaskan pentingnya ruang dialog keislaman yang inklusif dan kontekstual bagi generasi Z, khususnya dalam memahami posisi perempuan dalam fiqh Islam. Menurutnya, Islam telah meletakkan fondasi kemuliaan perempuan, namun perlu terus dikaji dan diaktualisasikan agar selaras dengan dinamika zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai syariah.

“Perempuan dalam Islam bukan hanya dimuliakan martabatnya, tetapi juga diberi ruang peran strategis dalam pendidikan, sosial, ekonomi, dan kepemimpinan. Tugas kita adalah memastikan ruang itu benar-benar terwujud melalui pendidikan dan penguatan literasi keislaman,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, beliau juga memohon doa dari seluruh hadirin untuk kesembuhan sesepuh Pondok Buntet Pesantren, KH. Adib Rofiuddin Izza, yang saat ini tengah menjalani pemulihan di salah satu rumah sakit di Jakarta. Doa bersama pun dipanjatkan agar beliau segera diberikan kesehatan dan dapat kembali membimbing umat.

Selain itu, Dr. Mariyah Ulfah menyampaikan amanah salam dan apresiasi setinggi-tingginya dari KH. Aris Ni'matulloh selaku Ketua Umum YLPI Buntet Pesantren kepada seluruh panitia dan peserta. Pada waktu yang sama, beliau harus bertolak ke Jakarta untuk menjalankan agenda penting lainnya.

Dalam pemaparannya, Dr. Mariyah Ulfah juga menyampaikan progres perkembangan perguruan tinggi di lingkungan Buntet Pesantren. Saat ini terdapat dua perguruan tinggi yang terus menunjukkan kemajuan signifikan, yaitu AKPER Buntet Pesantren dan STIT Buntet Pesantren.

Keduanya tengah berproses menuju transformasi kelembagaan menjadi institut sebagai bagian dari penguatan tata kelola, peningkatan mutu akademik, serta perluasan kontribusi keilmuan di tingkat nasional dan global.

Transformasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat posisi Buntet Pesantren sebagai pusat pendidikan pesantren yang adaptif terhadap perkembangan zaman, tetapi juga sebagai episentrum pengembangan keilmuan Islam yang responsif terhadap isu-isu strategis, termasuk penguatan peran perempuan dalam perspektif fiqh dan keadilan sosial.

Kegiatan ini dibuka dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Dr. Mariyah Ulfah dan diserahkan kepada Achmad Baha'ur Rifqi selaku Presidium BEM-PTNU Se-Nusantara. 

Menghadirkan narasumber Maimunah, M.Hum selaku aktivis dan peneliti gender dalam Islam dan Ivana Amelia selaku content creator yang memberikan informasi keadilan gender.

Kegiatan “Ngaji Bareng Gen-Z” berlangsung dengan penuh antusiasme dan diskusi interaktif, mencerminkan semangat generasi muda dalam menggali khazanah keislaman yang rahmatan lil ‘alamin sekaligus relevan dengan tantangan kontemporer. (din)

Sabtu, 14 Februari 2026

Bupati Imron Pantau Harga, Siapkan Operasi Pasar

 

KABUPATEN CIREBON — Bupati Cirebon Imron memastikan pemerintah daerah bersama jajaran kepolisian, terus memantau perkembangan harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan 1447 Hijriah guna menjaga stabilitas dan daya beli masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Bupati Imron usai peninjauan di Pasar Sumber dan Pasalaran, Kabupaten Cirebon, Jumat (13/2/2026).

Imron mengatakan sejumlah komoditas mulai mengalami kenaikan harga, di antaranya telur ayam, daging ayam, dan cabai, terutama cabai rawit atau yang dikenal sebagai cabai setan.

“Beberapa kebutuhan pokok memang ada kenaikan, seperti telur, ayam, dan cabai. Yang paling tinggi itu cabai setan,” katanya.

Ia menyebutkan kenaikan harga saat ini masih dalam batas kewajaran, berkisar antara Rp1.000 hingga Rp2.000 per kilogram untuk sejumlah komoditas.

Meski demikian, Pemkab Cirebon bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) akan terus melakukan pengawasan agar lonjakan harga tidak terlalu tinggi menjelang bulan puasa.

Imron menegaskan, apabila terjadi kenaikan signifikan yang memberatkan masyarakat, pemerintah daerah siap menggelar operasi pasar sebagai langkah intervensi.

“Kalau memang nanti terlalu tinggi, kami bersama Pak Kapolres akan mengadakan operasi pasar,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemantauan dilakukan secara berkala untuk memastikan kondisi harga tetap stabil dan tidak terjadi gejolak yang berlebihan di tingkat pedagang.

Sementara itu, Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Imara Utama mengatakan, pihaknya melakukan monitoring menyeluruh terhadap distribusi bahan pokok, mulai dari supplier hingga petani dan peternak.

“Kami memantau perkembangan ke supplier, petani, dan peternak ayam maupun telur, sehingga bisa ditemukan harga terbaik untuk masyarakat,” kata Imara.

Menurut dia, kenaikan harga menjelang Ramadan merupakan pola tahunan. Biasanya harga akan kembali stabil atau menurun setelah bulan puasa berjalan, sebelum kembali berpotensi naik menjelang Idulfitri.

Imara memastikan jajarannya juga mengantisipasi kemungkinan penimbunan barang dengan mengerahkan tim untuk melakukan pengawasan di lapangan.

“Sejauh ini belum ditemukan adanya penimbunan. Namun jika ada informasi dari masyarakat, silakan disampaikan dan akan kami tindak lanjuti,” pungkasnya. (dim)










Jumat, 13 Februari 2026

Belajar dari Kabupaten Madiun, Pemkot Cirebon Adopsi Skema KPBU untuk Penerangan Jalan

MADIUN – Pemerintah Kota Cirebon melakukan kunjungan kerja strategis ke Kabupaten Madiun pada Kamis (12/2/2026). Dipimpin langsung Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, kunjungan kerja ini untuk mendalami skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dalam pengadaan Alat Penerangan Jalan (APJ), sebuah terobosan yang dinilai sukses menjadikan Madiun sebagai pelopor penerangan jalan efisien di Indonesia.

Wali Kota menyatakan bahwa langkah studi tiru ini merupakan upaya serius pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan warga. Menurutnya, keterbatasan APBD tidak boleh menjadi penghambat bagi pelayanan publik. Dengan mempelajari keberhasilan Madiun yang telah memulai skema KPBU sejak September 2022, Kota Cirebon optimistis bisa menghadirkan cahaya di setiap sudut jalan tanpa membebani keuangan daerah secara drastis.

“Kami datang ke sini untuk belajar, Kabupaten Madiun adalah yang pertama di Indonesia yang sukses mengeksekusi proses KPBU APJ ini. Semangatnya adalah kolaborasi, sebagaimana arahan Bapak Presiden agar kepala daerah saling bahu-membahu dan menolong dalam membangun wilayahnya,” ujar Wali Kota

Wali Kota memboyong jajaran lengkap jajaran perangkat daerah, mulai dari Pj Sekda, Dishub, Bappelitbangda, hingga unsur Inspektorat. Hal ini dilakukan agar pemahaman mengenai aspek hukum, keuangan, dan teknis infrastruktur dapat diserap secara menyeluruh oleh seluruh pemangku kepentingan.

Selain masalah lampu jalan, Pemkot Cirebon juga menunjukkan ketertarikan untuk mengadopsi sistem serupa pada sektor pengelolaan sampah dan infrastruktur lainnya. Wali Kota berharap, sinergi antara eksekutif dan legislatif setelah dari Madiun dapat segera membuahkan progres nyata. “Matur suwun atas sambutan hangat Bapak Bupati Madiun. Kami ingin apa yang dihasilkan dari sini segera dieksekusi, kalau bisa tahun ini juga sudah ada progres signifikan untuk Kota Cirebon,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menyambut baik niat tulus jajaran Pemerintah Kota Cirebon. Ia memaparkan bahwa hingga saat ini, kolaborasi dengan badan usaha telah mencakup 7.459 titik lampu. Hasilnya pun sangat terasa pada efisiensi anggaran, biaya operasional listrik yang semula mencapai Rp13–14 miliar per tahun, kini terpangkas hingga 50 persen menjadi hanya Rp6–7 miliar berkat penggunaan teknologi LED.

“Selain efisiensi fiskal, skema ini memberikan jaminan kualitas layanan selama 10 tahun. Pihak swasta wajib memastikan lampu menyala, dan jika ada kerusakan, harus diperbaiki maksimal dalam waktu 24 jam. Ini adalah bentuk kepastian layanan bagi masyarakat,” jelas Hari.

Lebih lanjut, Hari menekankan bahwa dampak dari jalanan yang terang benderang merembet ke sektor ekonomi dan keamanan. Ia menceritakan bagaimana geliat ekonomi malam hari meningkat karena pedagang merasa aman berjualan hingga pukul 21.00 WIB, yang sebelumnya hanya sampai sore hari. Kondisi wilayah yang terang dan kondusif secara otomatis meningkatkan daya tarik bagi para investor.

“Investor itu butuh keamanan. Murah saja tidak cukup kalau tidak aman. Dengan terciptanya kondisi wilayah yang terang benderang, risiko gangguan keamanan berkurang dan iklim investasi pun tumbuh positif. Inilah yang kami tawarkan melalui komitmen pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat,” tegas Bupati Madiun.

Untuk diketahui, Proyek KPBU APJ Kabupaten Madiun telah diakui secara nasional dengan meraih berbagai penghargaan dari Kementerian Perhubungan, Bappenas, hingga Kementerian PUPR, menjadikannya model percontohan nasional bagi daerah lain yang ingin melakukan percepatan pembangunan infrastruktur secara mandiri dan berkelanjutan. (din)



Tingkatkan Kemampuan Membaca, Pemkab Cirebon dan INOVASI Gelar Lokakarya untuk Guru SD

 

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Pendidikan bersama INOVASI kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan literasi dasar dengan menyelenggarakan Lokakarya Praktik Perencanaan Pembelajaran Berdiferensiasi dan Teaching at the Right Level (TaRL) untuk Kemampuan Membaca bagi guru Sekolah Dasar. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Batiqa Cirebon, Kamis (12/2/2026).

Lokakarya diikuti oleh 24 peserta yang terdiri dari perwakilan guru kelas 1, 2, dan 3 serta Ketua Kelompok Kerja Guru (KKG) dari enam kecamatan, yakni Astanajapura, Gegesik, Losari, Pabedilan, Panguragan, dan Mundu.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh hasil asesmen kemampuan membaca siswa di enam kecamatan tersebut yang menunjukkan adanya variasi tingkat kemampuan dalam satu kelas, mulai dari level pengenalan huruf, suku kata, kata, paragraf, hingga cerita.

Kondisi ini menuntut guru untuk mampu merancang pembelajaran yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan belajar setiap siswa.

Melalui pendekatan Pembelajaran Berdiferensiasi, guru didorong untuk menyesuaikan strategi, proses, serta asesmen pembelajaran berdasarkan karakteristik dan tingkat kemampuan siswa.

Peserta juga diperkenalkan dengan pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL), yaitu strategi intervensi pembelajaran membaca yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan aktual siswa, termasuk pemberian dukungan tambahan di luar jam pembelajaran reguler.

Koordinator Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Nano Sutarno, menegaskan pentingnya kolaborasi tersebut dalam memperkuat kapasitas guru.

“Dinas Pendidikan memandang kemitraan bersama INOVASI ini sebagai langkah krusial dalam meningkatkan kompetensi guru sekaligus menguatkan ekosistem pendidikan di Kabupaten Cirebon,” ujar Nano.

Ia berharap para peserta dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh secara konsisten di sekolah masing-masing untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas awal.

Selain itu, peserta juga diharapkan menjadi agen perubahan dengan mendiseminasikan praktik baik kepada rekan sejawat di tingkat sekolah maupun kecamatan.

Lokakarya dirancang secara aplikatif dan berbasis praktik. Peserta melakukan analisis dan revisi RPP, menyusun skenario pembelajaran yang berfokus pada peningkatan kemampuan membaca, hingga melakukan simulasi peer teaching.

Pada sesi penguatan, fasilitator memperkenalkan strategi TaRL berdasarkan level membaca siswa yang dipadukan dengan pemanfaatan Alat Peraga Edukatif (APE) hasil pengembangan masing-masing KKG dari pelatihan sebelumnya.

Karno, guru SD Negeri 2 Panggangsari, Kecamatan Losari, menyampaikan harapannya agar pelatihan ini memberikan dampak nyata di sekolah.

“Harapannya ke depan, pelatihan atau workshop seperti ini dapat terus dilakukan untuk meningkatkan kompetensi guru, khususnya dalam membekali kapasitas guru meningkatkan kemampuan membaca murid,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, setiap KKG menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) untuk mendiseminasikan praktik baik di tingkat kecamatan serta menyusun mekanisme pencatatan peningkatan kemampuan membaca siswa secara berkala.

Langkah ini diharapkan dapat memastikan pendampingan belajar dilakukan secara berkelanjutan.

Melalui lokakarya ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon dan INOVASI berharap para guru semakin percaya diri dan terampil dalam meningkatkan keterampilan dasar membaca siswa.

Upaya ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem pendidikan di bidang literasi, agar setiap anak memperoleh kesempatan belajar sesuai dengan kebutuhan dan tingkat kemampuannya. (Ara)

Disperdagin Kabupaten Cirebon Gelar Bazar Murah Jelang Ramadan 2026

 

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) menggelar bazar murah menjelang Ramadan 2026.

Kegiatan ini digelar di depan kantor Disperdagin, Jalan Sunan Kalijaga, Kecamatan Sumber, Kamis (12/2/2026).

Bazar murah ini menyediakan berbagai kebutuhan pokok masyarakat dengan harga di bawah pasaran. Warga memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memenuhi kebutuhan menjelang bulan suci.

Kepala Disperdagin Kabupaten Cirebon, Dadang Raiman mengatakan, bazar murah digelar sebagai upaya membantu masyarakat menyambut Ramadan.

“Bazar ini menjual kebutuhan pokok masyarakat yang memang harganya di bawah harga pasaran. Mudah-mudahan ini bermanfaat untuk warga masyarakat,” ujar Dadang.

Ia menjelaskan, pelaksanaan bazar di halaman kantor Disperdagin diharapkan memberi kemudahan akses bagi warga di Kecamatan Sumber dan sekitarnya.

“Karena ini dilaksanakan di kantor Disperdagin, mudah-mudahan masyarakat di Kecamatan Sumber dan sekitarnya merasakan manfaatnya dan masyarakat siap menyambut bulan suci Ramadan,” katanya.

Dadang menambahkan, untuk sementara kegiatan bazar murah baru dijadwalkan satu kali pada awal Ramadan. Namun, pihaknya berencana kembali menggelar kegiatan serupa menjelang Lebaran.

“Tempatnya (lokus) masih kita komunikasikan. Tentunya lokus bazar murah ini disesuaikan dengan kebutuhan,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pelaku usaha yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, harga sembako yang dijual dalam bazar mengikuti harga dari distributor. (din)

Munggahan Penuh Kehangatan, Warga RW 05 Kecomberan Sambut Ramadan dengan Silaturahmi

Habib Ahmad Zaki bin Seggaf AlKaff


KAB CIREBON, FC — Suasana khidmat dan penuh kehangatan menyelimuti Masjid Al Muhajirin, Sumber Asri RW 05, Desa Kecomberan, Kabupaten Cirebon, Jumat (13/2/2026).

Usai menunaikan shalat Jumat, jamaah dan warga sekitar tampak antusias mengikuti kegiatan Munggahan sebagai penanda menyambut datangnya bulan suci Ramadan.

Sejak siang hari, masjid dipenuhi oleh jamaah dari berbagai kalangan. Senyum, sapa, dan saling berjabat tangan menjadi pemandangan yang menghangatkan hati. Tradisi Munggahan yang digelar rutin ini terasa semakin bermakna karena menjadi ruang berkumpul, berbagi, dan saling memaafkan sebelum memasuki bulan penuh ampunan.

Ketua DKM Al Muhajirin, Ustadz Gaos Asyari, menegaskan bahwa Munggahan bukan sekadar seremonial. “Kegiatan ini bertujuan menyambut bulan suci Ramadan, merawat tradisi yang baik, mempererat silaturahmi, serta membuka pintu saling memaafkan antarsesama,” ujarnya.

Ia berharap kebersamaan ini menjadi bekal spiritual bagi jamaah dalam menjalani ibadah Ramadan dengan hati yang bersih. Rangkaian Munggahan semakin khusyuk dengan tausyiah yang disampaikan oleh Habib Ahmad Zaki bin Seggaf Al Kaff. 

Dalam pesannya, Habib Ahmad Zaki mengajak jamaah menyiapkan diri lahir dan batin, memperbanyak amal kebaikan, serta menjaga persaudaraan agar Ramadan menjadi momentum perubahan menuju pribadi yang lebih baik. Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah sederhana.

Kebersamaan yang terjalin mencerminkan kuatnya nilai gotong royong dan kekeluargaan warga RW 05. Munggahan di Masjid Al Muhajirin pun menjadi pengingat bahwa menyambut Ramadan bukan hanya tentang persiapan ibadah, tetapi juga merawat persaudaraan dan menebar kebaikan.

Hal senada disampaikan Ketua RW 05 Sumber Asri, Didi Supariyadi bahwa kegiatan Munggahan ini sebagai wujud syukur atas limpahan keberkahan, baik umur, kesehatan maupun rizki yang Allah limpahkan kepada kita semua.

Termasuk kegiatan ini, lanjut Didi, untuk merawat ukhuwah di antara kita, serta menyambung dan mengikat tali silaturrahmi dengan para warga dan jamaah masjid serta untuk saling bermaafan maafkan, mengingat pintu Rahmat akan dibuka untuk kita semua apabila kita bisa saling bermaafan sebelum ramadhan tiba.  

Ketua RW 05 juga mengucapkan terimakasih kepada ibu ibu dan seluruh warga yang sudah menghadiri dan mensukseskan acara Munggahan ini. (din)