Wali Kota Resmikan Layanan Pembayaran Zakat 2026, Ajak ASN dan Masyarakat Berbagi Melalui BAZNAS

CIREBON - Pemerintah Kota Cirebon bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) resmi membuka layanan pembayaran zakat terpadu dengan mengusung tema besar "Zakat Menguatkan Indonesia". Agenda rutin tahunan ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali persaudaraan sekaligus memastikan distribusi keadilan ekonomi bagi masyarakat yang membutuhkan.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menekankan bahwa gerakan ini bukan sekadar rutinitas formalitas. Baginya, zakat adalah instrumen paling konkret dalam membangun rasa kebersamaan. Ia pun mengapresiasi kedisiplinan para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Cirebon yang selama ini konsisten menyalurkan zakatnya melalui lembaga resmi.

"Kegiatan hari ini merupakan sinergi Pemkot Cirebon bersama BAZNAS untuk memfasilitasi zakat. Kalau untuk ASN, alhamdulillah semuanya sudah tersalurkan secara rutin ke BAZNAS. Namun, hari ini kami membuka pintu lebih lebar lagi bagi seluruh lapisan masyarakat Kota Cirebon yang ingin menyalurkan zakatnya. Melalui BAZNAS, penyalurannya tentu akan jauh lebih tepat sasaran dan dikelola secara profesional," ujar Wali Kota di Balai Kota Cirebon, Senin (16/3/2026).

Wali Kota juga menyoroti lima program unggulan BAZNAS yang selama ini telah banyak membantu program-program kemanusiaan di Kota Cirebon. 

Menurutnya, hasil zakat yang terkumpul akan dikembalikan kepada masyarakat dalam berbagai bentuk bantuan yang manfaatnya langsung terasa. Ia mengajak seluruh warga untuk menjadikan zakat sebagai gaya hidup dalam berbagi dan peduli terhadap sesama.

"Ayo kita membangun rasa kebersamaan dan kepedulian melalui zakat. Harapan kami, melalui zakat ini, cita-cita Kota Cirebon yang lebih sejahtera dan inklusif bisa terwujud sesuai dengan apa yang kita harapkan bersama," tambah Wali Kota dengan nada optimis.

Di lokasi yang sama, Ketua BAZNAS Kota Cirebon, H. Hamdan, memberikan paparan menarik mengenai filosofi "kena tular" yang dialami instansinya. Menurutnya, semangat berbagi ini menular dari teladan yang diberikan oleh pimpinan tertinggi negara, mulai dari Presiden dan Wakil Presiden, hingga turun ke level provinsi dan kabupaten/kota, termasuk dukungan penuh dari Wali Kota Cirebon.

"BAZNAS Kota Cirebon ibaratnya 'kena tular' hal positif. Kami terinspirasi dari suri teladan yang diberikan Bapak Presiden dan para Menteri minggu lalu. Hari ini, para pejabat di Kota Cirebon juga memberikan teladan serupa bagi masyarakat. Dukungan penuh dari Bapak Wali Kota membuat langkah kami dalam mengelola zakat menjadi lebih kuat dan terarah," ungkap H. Hamdan.

Hamdan juga mengingatkan kembali tentang hakikat zakat fitrah sebagai media pembersihan jiwa dan raga. "Untuk zakat badan setahun sekali hanya sekitar 45 ribu, atau kita genapkan 50 ribu dengan infaknya. Kami berharap teladan ini bisa membantu memutus rantai kemiskinan dan memperkuat struktur ekonomi di Kota Cirebon," jelasnya.

Hamdan memastikan bahwa BAZNAS berupaya untuk terus melayani dengan prinsip transparansi dan kemudahan. Ia menegaskan bahwa setiap rupiah yang masuk telah melalui proses audit yang ketat agar pertanggungjawabannya jelas, baik secara administratif maupun syariat.

"Kami melayani semua, namun tentu dengan tanggung jawab yang besar karena ini adalah dana umat. Kami berpegang teguh pada prinsip amanah, syar'i, dan tetap dalam koridor NKRI. Laporan kami pun sudah diaudit secara profesional oleh pusat," tegas Hamdan.

Menutup rangkaian acara, BAZNAS Kota Cirebon secara resmi membuka loket pembayaran bagi seluruh undangan dan masyarakat umum. Diharapkan dengan adanya layanan yang semakin mudah diakses ini, angka partisipasi zakat di Kota Cirebon dapat meningkat signifikan, sehingga dampak sosialnya dapat dirasakan lebih luas oleh warga yang berhak menerima (mustahik).