CIREBON, FC - Olimpiade Agama, Sains dan Riset (OASE) II yang digelar di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dibuka langsung oleh Dr. KH. Yaqut Cholil Qoumas (Menteri Agama RI) didampingi Dr. H. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si (Wakil Menag RI), Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP, MT (Direktur Jenderal Pendidikan Islam ), Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D. (Rektor UIN Jakarta), Drs. H. Benyamin Davnie (Bupati Tangerang Selatan). Kegiatan tersebut dihadiri oleh peserta OASE yang masuk Bapak Final yang berasal dari PTKI Se-Indonesia beserta Pimpinan PTKI, Tim Offisial, dan Humas termasuk perwakilan IAIN Syekh Nurjati Cirebo, Rabu (14/06/2023)
This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Rabu, 14 Juni 2023
OASE Menjadi Ajang Meningkatkan Kreatifitas Mahasiswa Bukan Hanya Dibidang Ilmu Agama Tetapi Juga Bidang Sains dan Teknologi
CIREBON, FC - Olimpiade Agama, Sains dan Riset (OASE) II yang digelar di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dibuka langsung oleh Dr. KH. Yaqut Cholil Qoumas (Menteri Agama RI) didampingi Dr. H. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si (Wakil Menag RI), Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP, MT (Direktur Jenderal Pendidikan Islam ), Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D. (Rektor UIN Jakarta), Drs. H. Benyamin Davnie (Bupati Tangerang Selatan). Kegiatan tersebut dihadiri oleh peserta OASE yang masuk Bapak Final yang berasal dari PTKI Se-Indonesia beserta Pimpinan PTKI, Tim Offisial, dan Humas termasuk perwakilan IAIN Syekh Nurjati Cirebo, Rabu (14/06/2023)
Menag : Ajang OASE Membuktikan Mahasiswa PTKI Tidak Hanya Ahli di Bidang Agama Tapi Juga di Bidang Sains dan Teknologi
JAKARTA, FC - Menteri Agama, Dr. KH. Yaqut Cholil Qoumas menyambut baik digelarnya Olimpiade Agama, Sains, Riset (OASE) di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI). Menag menilai, OASE kedua yang digelar di kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menjadi ajang strategis untuk menunjukkan bahwa mahasiswa PTKI tak hanya ahli di bidang keilmuan agama, namun juga bisa menguasai sains atau teknologi.
Final OASE PTKI II se-Indonesia berlangsung mulai Rabu-Jumat (14-17/6/2023). Lomba dalam olimpiade ini antara lain matematika, kimia, fisika, biologi, literasi dan inovasi teknologi, nanoteknologi dan kesehatan, produk halal dan ketahanan pangan, serta iklim, limbah, lingkungan dan sumber daya terbarukan.
Lomba lainnya adalah sosial keagamaan, media pembelajaran, desain dan arsitektur Islam, astronomi, debat bahasa Inggris, Arab, dai, qiraatul kutub dan fahmil Qur’an. Rabu (14/6/2023).
Dalam sambutannya Menag menyampaikan bahwa ajang OASE Se-Indonesia dapat menghasilkan sumber daya manusia di bidang akademik saja tapi juga mencetak kader intelektual, ilmuwan, dan ilmu non agama seperti STEM (science, technology, engineering and math).
“Penyelenggaraan OASE ini semakin memperkuat bukti bahwa PTKI bukanlah sekadar tempat mencetak sarjana agama saja, melainkan juga tempat mencetak kader intelektual, ilmuwan, dan sarjana rumpun ilmu non agama seperti STEM" terangnya.
Menag menilai, kegiatan OASE sudah on the right track sebagai ajang pesta prestasi mahasiswa PTKI dalam bidang akademik. Dengan dasar itu, dia meminta kepada segenap jajaran Direktorat Jenderal Pendidikan Islam untuk terus melakukan evaluasi komprehensif terhadap pelaksanaan kegiatan yang bergengsi ini. Dengan evaluasi yang komprehensif juga akan semakin meningkatkan kualitas OASE di masa mendatang.
Menag juga mendorong agar hasil atau outcome dari penyelenggaraan OASE ini mendapat pengakuan (recognition) dari asosiasi keilmuan terkait, baik yang ada di tingkat nasional maupun di dunia Internasional. Hal ini penting agar kegiatan OASE kedua yang bertajuk.
“Generasi Inovatif dan Moderat Bergerak Bersama Mewujudkan SDGs” ini tidak hanya bermakna gebyar dan syiar namun betul-betul dapat menjadi ajang bergensi dan kompetitif yang berkualitas dan diakui masyarakat," paparnya.
Menurutnya, gelaran OASE ini mempunyai peran sangat strategis dalam meneguhkan fungsi perguruan tinggi tidak hanya sebagai fungsi pendidikan dan pengajaran, melainkan juga sebagai fungsi penelitian dan pengembangan.
"Saya yakin jika semua mengikuti dengan totalitas maka rekognisi itu akan mudah kita dapatkan. Saya juga yakin OASE ini melahirkan mahasiswa yang hebat-hebat," katanya.
Kepada para peserta OASE, Menag berpesan agar semua mengikuti jalannya kompetisi dengan sportif. Menurut Menag, sejatinya seluruh peserta OASE adalah pemenang. Namun karena sebuah kompetisi maka tentu akan melahirkan pemenang nantinya. Di sisi lain, bagi peserta yang belum memang untuk tidak berkecil hati.
Sementara itu, Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP, MT (Direktur Jenderal Pendidikan Islam ) mengharapkan ajang OASE PTKI Se-Indonesia bisa menghasilkan generasi muda muslim yang hebat dalam bidang sains, riset, teknologi dan keagamaan.
“Semoga dengan OASE, kita akan melahirkan generasi muda muslim yang hebat dalam bidang sains, riset dan keagamaan," pungkasnya. (din)
Selasa, 13 Juni 2023
Entaskan Stunting Perlu Campur Tangan Pihak Lain
KABUPATEN CIREBON -- Dalam rangka menguatkan dan percepatan penurunan stunting di Jawa Barat, Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Uu Ruzhanul Ulum memonitoring sekaligus evaluasi aksi stunting di Balaikota Cirebon, Selasa (13/6/2023).
Menurut Uu, kehadiran Pemprov Jabar di saat ini menunjukkan bahwa Pemprov Jabar bekerjasama dengan kepala daerah dan wakil kepala daerah, masih fokus terhadap penurunan stunting di Jawa Barat.
Hal ini bertujuan untuk memperbaharui kembali gerakan penurunan stunting.
Uu mengapresiasi, bukan hanya birokrasi, namun perguruan tinggi dan swasta hadir, artinya SK Gubernur tentang TPPS terlaksana dengan baik, sehingga diharapkan dalam pertemuan ini lahirlah ide-ide yang hebat untuk mempercepat penurunan stunting.
"Kenapa stunting menjadi perhatian bersama, karena dampak stunting kalau dibiarkan akan berbahaya untuk kemajuan bangsa dan negara," kata Uu.
"Kalau generasi muda rata-ratanya di bawah, ini yang dikhawatirkan untuk kemajuan bangsa dan negara, maka kami generasi tua menyiapkan mereka para generasi muda, untuk menjadi generasi yang hebat supaya dapat bersaing," sambungnya.
Menurutnya, penurunan stunting bukan hanya dalam segi kesehatan saja, namun beberapa elemen lainnya yang difokuskan, diantaranya pendidikan, ekonomi, dan lainnya.
"Kalau mengandalkan anggaran pemerintah daerah saja pasti terbatas, berharap pengusaha dengan CSR nya dapat membantu penurunan stunting," ujar Uu.
Sementara itu, Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, SE., M.Si menyatakan, di Kabupaten Cirebon angka stunting mengalami penurunan. Bahkan, penurunannya signifikan, yaitu sekitar 1 persen. Diharapkan setiap tahun di wilayahnya turun 3 persen.
"Kita berharap zero stunting dan kita sudah melakukan beberapa upaya, diantaranya monitoring di desa dan kecamatan," harap Ayu, sapaan akrabnya.
Jumlah kasus stunting di Kabupaten Cirebon awalnya tidak kurang dari 15.900 an anak, dan saat ini sejumlah 14.014 anak, artinya ada penurunan.
"Yang kami inginkan hanya meminta intervensi kasus, letak kesalahan darimana anak itu terkena stunting, contohnya pola asuh. Makanya, biar tahu sasaran, kita intervensi di daerah itu secara terus menerus," lanjut Ayu.
Berbicara anggaran, memang anggaran pemerintah tidak akan cukup untuk mengentaskan angka stunting, maka diperlukan kerjasama dengan pihak-pihak lain.
"CSR di Kabupaten Cirebon ini banyak, seharusnya bisa berkolaborasi terkait penanganan stunting ini," harap Ayu.
"Jangan memberikan hanya kepada wilayah yang terdampak saja, tetapi juga harus berkoordinasi dengan Pemkab Cirebon dalam perencanaan penganggaran terkait penanganan stunting," pungkasnya. (din)
Senin, 12 Juni 2023
UIN Jakarta Tuan Rumah Final Olimpiade Agama, Sains dan Riset PTKI 2023
JAKARTA, FC - Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta akan menjadi tuan rumah Olimpiade Agama, Sains dan Riset (OASE) PTKI II se-Indonesia tahun 2023. Babak final akan digelar secara luring pada 14 - 17 Juni 2023.
Sebelumnya, telah digelar babak penyisihan via daring pada 22-26 Mei 2023. “Kegiatan OASE ini merupakan kali kedua yang kita selenggarakan. Untuk itu, kesuksesan semua hal dalam penyelenggaraan agar dapat benar-benar dimaksimalkan," terang Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Kementerian Agama Ahmad Zainul Hamdi di Jakarta, Senin (12/6/2023).
Untuk memastikan kesiapan event event bergengsi kelas nasional ini, pada Kamis (8/6/2023) telah digelar rapat koordinasi persiapan OASE PTKI II di Tangerang. Prof Inung, sapaan akrab Ahmad Zainul Hamdi, mengharapkan, pelaksanaan acara mulai pembukaan, hingga penutupan dan pengumuman pemenang dapat berjalan dengan baik.
Untuk perbaikan ke depan, Inung menggagas pembentukan Komite OASE. Dia berharap, keberadaan Komite akan dapat menangani OASE dengan lebih baik dan lebih fokus. Sehingga, pelaksananya tidak amatir dan temporer serta memiliki struktur yang ditetapkan melalui sebuah Surat Keputusan (SK).
"Kita juga akan bersinergi dengan Pusat Prestasi Nasional, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI sebagai asosiasi yang melakukan penilaian," ungkap Prof Inung.
Hal senada disampaikan Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Sarana Prasana dan Kemahasiswaan, Zulpan Syarif Supriadi Hasibuan. Menurutnya, sebelum hari pelaksanaan OASE PTKI II, pihaknya akan memastikan segala hal berjalan dengan baik. "Itu guna meminimalisir hal yang tidak kita harapkan dan memitigasi risiko untuk menghasilkan solusi terbaik,” ujarnya.
Zulfan mengakui adanya ketidakpuasan beberapa pihak terkait hasil pengumuman babak final. Menurutnya itu sebagai hal biasa dalam sebuah kompetisi. Pihaknya memastikan semua sudah berjalan sesuai Juklak dan Juknis yang ditetapkan.
"Kritik dan saran yang disampaikan baik secara langsung ataupun melalui media sosial, kita berterima kasih dan menjadi motivasi kita untuk menjadi semakin lebih baik dalam hal penyelenggaraan OASE ke depan," tutur Zulfan.
Mewakili tuan rumah, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Jakarta Ali Munhanif yang juga ketua panitia menilai penyelenggaraan OASE PTKI II sudah berjalan dengan baik mulai dari pendaftaran hingga babak final.
“Kesuksesan suatu even akan sangat dinilai dan terlihat saat gelaran grand final. Dengan bantuan semua pihak kita bersama mengupayakan yang terbaik,” katanya. (rl/din)
Jelang PPDB, Komisi III DPRD Kota Cirebon Meminta Disdik Pastikan Kesiapan Sistem Aplikasi dan Data Domisili
Hal itu dimaksudkan agar penyelenggaraan PPDB di Kota Cirebon terlaksana secara transparan, efektif, akuntabel dan kompetitif.
Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon, Benny Sujarwo menjelaskan, mengingat sistem pendaftaran masih belum siap, maka komisi III meminta Disdik segera bertemu dengan pihak Telkom selaku penyedia jasa layanan PPDB online. Dia berharap, pendaftaraan PPDB online dan verifikasi tahap I sudah mulai diakses pada tanggal 19 Juni.
“Kesiapan PPDB SMP tahun ini, sistem dan data penunjang kependudukan yang belum siap, maka kami meminta Disdik segera menemui pihak Telkom,” ujar Benny usai rapat di ruang rapat DPRD, Senin (12/6/2023).
Benny memastikan, Disdik akan bertemu dengan pihak Telkom untuk tes kesiapan sistem dan jaringan mengingat mekanisme PPDB berbasis online. Di samping itu, Benny pun meminta kepada Disdik untuk meminta data kependudukan dari Disdukcapil guna menghindari penyalahgunaan data domisili Calon Peserta Didik Baru (CPDB) pada jalur zonasi.
Diketahui, penyelanggaraan PPDB di Kota Cirebon terbagi menjadi dua tahap. PPDB tahap I, akan dimulai tanggal 19-24 Juni yaitu pendaftaraan dan verifikasi berkas, tanggal 26 Juni pengumuman hasil seleksi. Sementara pada tanggal 27-30 Juni untuk daftar ulang atau registrasi.
Untuk tahap II, dimulai pada tanggal 5-11 Juli untuk pendaftaraan dan verifikasi berkas tahap 2, tanggal 12 Juli pengumuman hasil seleksi, sampai 13-15 Juli untuk daftar ulang atau registrasi.
Benny yakin, pelaksanaan PPBD tahun ini jauh lebih baik dari tahun sebelumnya. Sebab, fokus Disdik saat ini fokus pada keterisian jumlah siswa di sekolah negeri. Karena itu, Disdik menghindari adanya siswa yang menumpuk di sejumlah sekolah yang dianggap favorit.
“Saya yakin tahun ini akan jauh lebih baik lagi. Peserta didik tidak akan menumpuk di satu sekolah yang dianggap favorit. Jumlah sekolah negeri bisa dan cukup menampung peserta didik dari jumlah sekolah dasar di Kota Cirebon,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdik Kota Cirebon, Ade Cahyaningsih MPd mengatakan, pihaknya akan segera bertemu dengan Telkom Jakarta selaku penyedia jasa layanan sistem pendaftaran PPDB online. Sehingga, pada tanggal 19 Juni nanti, aplikasi PPDB bisa diakses secara aman dan lancar.
“Biasanya kami akan melakukan uji fungsi internal sistem ini, agar bisa dipastikan aplikasi PPDB online ini bisa diakses secara aman, lancar dan tidak down,” katanya.
Setelah dipastikan aman dan lancar, Disdik akan meluncurkan aplikasi kepada CPDB untuk melakukan uji coba penggunaan sistem aplikasi PPDB online. Dia pun memastikan sudah berkomunikasi dengan Disdukcapil, terkait pemadanan data CPDB yang berdomisili di Kota Cirebon.
“Kerja sama data kependudukan sudah sejak Februari, cuma karena username dan password belum diterima oleh Capil jadi belum bisa diakses. Insya Allah, hari ini bisa diterima,” katanya.
Sebagai informasi, kuota jalur PPDB Kota Cirebon pada tahun ini menyedikan terdiri dari 50 persen jalur zonasi, 20 persen jalur prestasi akademik dan non akademik, 10 persen
jalur prestasi nilai rapor, 15 persen jalur afirmasi, dan 5 persen jalur kepindahan tempat kerja orang tua.
Saat rapat berlangsung turut pula dihadiri Sekretaris Komisi III DPRD Kota Cirebon, Dian Novitasari SKom, dan Anggota Komisi III lainnya yaitu, Fitrah Malik, Cicip Awaludin SH, Ana Susanti ME, Hendi Nurhudaya SH, Cicih Sukaesih, Hj Neneng Sri Daiyah SE dan Anita Tri Handayani. (din)













