Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 01 Juli 2022

Para Kiyai dan Budayawan Apresiasi Progam Penerjamahan Alqur'an Basa Cirebon

FOKUS CIREBON, FC - Para Kiyai Pondok Pesantren, budayawan dan para ahli bahasa Cirebon mengapresiasi langkah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan Puslitbang LKKMO Balitbang Diklat Kemenag RI melakukan penerjemahan Al Qur'an dalam bahasa Cirebon. 

Hal ini nampak dari antusiasme mereka dalam kegiatan Validasi Al Qur'an Bahasa Cirebon yang berlangsung selama 3 hari dari 28 sampai dengan 30 Juni 2022 di Grage Sangkan Hotel Kabupaten Kuningan. 

"Kegiatan validasi adalah tahapan kedua yang dilakukan setelah tahapan pertama selesai dilakukan, yakni proses penerjemahan (alih bahasa) yang dilakukan selama 2 tahun dari tahun 2020 hingga 2022," ungkap kang Yani, sapaan akrab Ahmad Yani, selaku ketua Pelaksana Program yang juga Ketua LP2M disela-sela kegiatan validasi berlangsung. 

Sementara itu, dukungan para Kiyai Pondok Pesantren, budayawan dan akademisi nampak dalam keikutsertaan mereka dalam kegiatan validasi ini, antara lain: KH. Wawan Arwani, KH. Yahya Abdullah (Buntet Pesantren), KH. Abdul Basith (Ponpes Susukan), KH. Zamzami dan KH. Lukmanul Hakim (Ponpes Babakan Ciwaringin) dan Nyai Hj. Nihayatul Muhtaj (Ponpes Gedongan).

Sementara yang mewakili budayawan dan Lembaga Bahasa Cirebon antara lain drh. H. Bambang Irianto, M. Muchtar Zaedin, Akbar Sucipto, Dody Yulianto, Supali Kasim, Sapta Guna, Yatna Supriatna serta Dr. H. Casta, M. Pd selaku narasumber. 

KH. Zamzami mengungkapkan dirinya bangga dengan program Penerjemahan Al Qur'an Bahasa Cirebon, bahasa Cirebon diambang kepunahan, selama ini mayoritas pesantren yang masih menggunakan bahasa Cirebon yakni pada kajian kitab kuning.

"Saya yakin nanti bila terjemahan ini sudah selesai bahasa Cirebon akan mendunia, bahkan dirinya mengaku belum tidur karena semalaman membaca dan ikut melakukan validasi terjemahan tersebut, dan saya siap untuk memfasilitasi  kegiatan Validasi Juz berikutnya di Pondok Pesantren yang saya kelola," ungkap KH Zamzani penuh antusias. 

Hal senada diungkapkan KH. Yahya Abdullah dari Buntet Pesantren, ketika dirinya mendapatkan undangan kegiatan validasi, yang ada adalah semangat, semangat untuk hadir dan belajar lagi tentang bahasa Cirebon, dan dirinya merasa bangga dan mengapresiasi langkah LP2M dan Puslitbang LKKMO Kemenag. 

Sementara dari kalangan budayawan kang Made Casta yang juga menjadi narasumber  mengungkapkan bahwa dirinya bangga dengan program ini, karena hal ini akan mengangkat derajat Bahasa Cirebon dalam kancah kehidupan beragama. 

Adapun yang menjadi latar belakang kegiatan penerjemahan Al Qur'an Bahasa Cirebon ini menurut Kang Yani didampingi Tim penerjemah (M. Muchtar Zaedin, Dr. Hj. Eva Nur Arah, M. Hum dan drh. Bambang Irianto,  dkk) adalah dalam upaya melakukan konservasi terhadap Bahasa Cirebon juga memperkenalkan Bahasa Cirebon dalam ragam bahasa dakwah kepada masyarakat Wilayah Cirebon. 

Sejak tahun 2019 rintisan penerjemahan Bahasa Cirebon telah dimulai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang disambut baik oleh Puslitbang LKKMO Balai Diklat Kemenag RI.

Ketua Tim Pelaksana program, Ahmad Yani mengatakan bahwa program ini dimulai pada tahun 2020, diawali tahapan persiapan dengan melakukan kajian dan FGD dengan para akademisi, ulama, budayawan dan pakar Bahasa Cirebon, yang membahas tentang urgensi, tujuan, sasaran strategi pelaksanaannya. 

Pada tahun 2020-2021 dimulai proses alih Bahasa. Masih menurut Kang Yani sapaan akrab Ahmad Yani, bahwa dirinya akan mengawal proses ini sampai dengan tuntas, ia merasa bangga dengan kegiatan ini. Karena akan bermanfaat untuk merawat dan melestarikan bahasa Cirebon serta mengembangkan dakwah  qur'an dalam ragam bahasa daerah. 

Kang Yani  mengaku dirinya didampingi Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon Dr. H. Sumanta, M. Ag telah menghadap Bupati Cirebon, Drs. H. Imron Rosyadi, M.Ag untuk meminta dukungan agar hasil terjemahan Alquran basa Cirebon ini dapat diterbitkan dan disebarluaskan kepada masyarakat, sekolah-sekolah, madrasah yang ada di Wilayah Cirebon. 

Sementara itu, Kapuslitbang LKKMO Balitbangdiklat Kemenag RI Prof. Dr. M. Arskal Salim GP, M. Ag mengatakan bahwa Puslit sangat konsen mendorong dan memfasilitasi Kegiatan Penerjemahan Alquran ke dalam bahasa Daerah, dengan tujuan untuk melakukan konservasi bahasa daerah dan membumikan Al Qur'an dengan pendekatan Kearifan lokal.

Arskal menegaskan bahwa dirinya sangat konsen mengawal proses penerjemahan ini, menurutnya sampai saat ini Puslitbang LKKMO sudah memfasilitasi 24 terjemahan Al Qur'an ke dalam bahasa daerah, di antaranya Bahasa Aceh, Minangkabau, Madura, Banyumasan, Sunda, dll. termasuk Bahasa Cirebon. (din).

Kamis, 30 Juni 2022

Kunker DKP Jatim Ke UPTD Perikanan Air Payau di Karawang Jawa barat

FOKUS CIREBON, FC - Kunjungan kerja Dinas kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur ke UPTD Perikanan Air Payau dan Laut Wilayah Utara.(30/6/22)

Dipimpin langsung oleh Ibu. Dr. Ir. Dyah Wahyu Ermawati, MA. Selaku Kadis DKP Prov Jatim, dan diterima langsung oleh Kepala UPTD PAPLWU Bapak. Abdul Aziz, A.Pi. M.P.

Dalam rangka kegiatan Alih Teknologi Budidaya tambak tradisional dan intensif di Wilayah Jawa Barat, lokasi kunjungan di UPTD PAPLWU Karawang.

"Yakni di Tambak intensif Mina Mekar Sejahtera Bapak. Muhammad ihsan dan tambak tradisional kelompok Pembudidaya "Windu Bakti" bapak. Amir, berlokasi di Pantai Mekar Kecamatan Muara Gembong Kabupaten Bekasi," terangnya.

Semoga dengan adanya kegiatan kunjungan lapanga Alih Teknologi Budidaya ini dapat menjalin kerjasama dan kolaborasi yang lebih baik untuk kemajuan para pembudidaya ikan/udang baik di Jawa timur dan di Jawa Barat. (Sugeng)

Wakil walikota Cirebon Membuka Kegiatan Seminar Advokasi Bangga Kencana

Wakil Walikota Cirebon, Dra Hj Eti Herawati saat membuka kegiatan seminar Advokasi Bangga Kencana.


FOKUS CIREBON, FC - Wakil Walikota Cirebon, Dra Hj Eti Herawati Membuka seminar Advokasi Bangga Kencana dengan tema sinergitas dalam percepatan stunting, Kamis (30/6). 

"Harus ada komitmen bersama antar stakeholder dan instansi terkait agar program berjalan efektif. Sehingga angka stunting di Kota Cirebon turun," kata Eti.

Eti juga mengucapkan terimakasih kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPPAPPKB) yang sudah gencar sosialisasi. 

Tak hanya sosialisasi, upaya yang dilakukan yakni penguatan perencanaan dan penganggaran, peningkatan kualitas perencanaan dan peningkatan kualitas pemantauan, evaluasi dan pelaporan serta peningkatan SDM. (Indah)



Suksesi BIAN, Pemkab Cirebon Gandeng Semua Unsur

KABUPATEN CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Kesehatan, menargetkan pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) Tingkat Kabupaten  Cirebon berjalan maksimal. Oleh sebab itu, diperlukan kerja sama semua pihak, guna mensukseskan program yang ditujukan bagi anak ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, dr. Hj. Neneng Hasanah menjelaskan, target anak yang akan mengikuti imunisasi ini sebanyak 85ribu. Dengan demikian, seluruh puskesmas dan layanan kesehatan lainnya di Kabupaten Cirebon akan serentak menggelar BIAN.

"Semua puskesmas kita kerahkan, termasuk desa-desa juga nanti dilibatkan. Kita ingin target itu bisa tercapai. Pelaksanaan BIAN sendiri dimulai pada bulan Agustus dan September. Tetapi, mulai bulan Juli kita sudah persiapkan," jelas Neneng usai pembukaan Koordinasi Lintas Sektoral dalam rangka Pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) Tingkat Kabupaten Cirebon Tahun 2022, Kamis (30/6/2022) di Apita Hotel Cirebon.

Dikatakan Kadinkes, selama dua tahun terakhir, ada penurunan jumlah anak yang mengikuti imunisasi. Pasalnya, pandemi Covid-19 yang melanda membuat terbatasnya pergerakan masyarakat.

"Oleh karena itu, kita ingin pelaksanaan BIAN tahun ini maksimal, karena tidak ada lagi pembatasan pergerakan masyarakat. Target kita sebesar 80persen. Kenapa tidak 100persen, karena kita akan melihat juga kondisi anak apakah siap atau tidak ikut imunisasi. Kondisi kesehatan anak itu berbeda dan itu yang membuat targetnya tidak penuh," tambah Neneng.

Dalam kesempatan ini juga, Neneng meminta kepada seluruh masyarakat, khususnya yang memiliki anak untuk tidak khawatir mengikuti BIAN. Neneng menegaskan, imunisasi merupakan sebuah usaha untuk mencegah suatu penyakit pada anak.

"Seperti Campak dan Rubella itu bisa dicegah dengan imunisasi. Termasuk kanker Serviks juga bisa dicegah dengan imunisasi HPV. Kita juga gandeng tokoh agama, tokoh masyarakat untuk ikut serta mengedukasi masyarakat tentang pentingnya imunisasi. Mari kita sukseskan BIAN, guna mencetak generasi unggul tahun 2045," ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih SE M.Si sebut BIAN merupakan kerja bareng semua unsur, mulai dari pemerintah pusat hingga tingkatan desa, guna menghasilkan generasi penerus bangsa yang sehat dan kuat. 

"Kita inginkan dari pelaksanaan BIAN ini dapat mencetak anak yang sehat secara fisik, sosial, dan menjadi generasi penerus bangsa yang memiliki kreatifitas dan inovatif. BIAN tahun ini sangat penting, karena selama kurun waktu tahun 2020 dan 2021 terpengaruh pandemi," singkatnya. (din) 

Senin, 27 Juni 2022

Sembilan Fraksi di DPRD Kota Cirebon Sampaikan Pemandangan Umum Atas Perda PP APBD 2021dan Perda Penyertaan Modal


CIREBON, FC – Fraksi-fraksi di DPRD Kota Cirebon menyampaikan pemandangan umum atas Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan (PP) APBD tahun 2021 dan Raperda tentang Penambahan Penyertaan Modal Pemda Kota Cirebon pada Perumda Farmasi Ciremai.

Pemandangan umum dari sembilan fraksi ini disampaikan melalui rapat paripurna yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon, Fitria Pamungkaswati, di Griya Sawala gedung DPRD, Senin (27/6/2022).

Saat rapat, Fitria menyampaikan, agenda rapat paripurna ini terdiri dari pemandangan umum fraksi atas kedua raperda tersebut.

Pemandangan umum dari fraksi-fraksi DPRD Kota Cirebon ini, sambung Fitria, sehubungan dengan penyampaian dua raperda tersebut oleh walikota Cirebon pada rapat paripurna yang diselenggarakan tanggal 20 Juni 2022 lalu.

“Rapat paripurna hari ini dilanjutkan dengan tanggapan atau jawaban walikota terhadap pemandangan umum fraksi-fraksi di DPRD,” kata Fitria saat memimpin rapat.

Melalui pemandangan umum yang disampaikan, semua fraksi sepakat dan menyetujui Raperda tentang PP APBD 2021 dan Raperda tentang Penambahan Penyertaan Modal Pemda Kota Cirebon pada Perusahaan Daerah Farmasi Kota Cirebon untuk dibahas lebih lanjut.

Fraksi-fraksi di DPRD Kota Cirebon juga mengapresiasi keberhasilan Pemda Kota Cirebon meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk keenam kali berturut-turut dari BPK RI Perwakilan Jawa Barat.

Selain pemandangan umum dari fraksi-fraksi atas dua raperda tersebut, dalam rapat paripurna juga berlangsung penyampaian empat raperda usulan DPRD.

Keempat raperda itu yakni, Raperda tentang Pencegahan, Penanggulangan Bencana Kebakaran dan Penyelamatan di Kota Cirebon, Raperda tentang Perlindungan, Pemberdayaan Nelayan, Pembudi Daya Ikan dan Petambak Garam, Raperda tentang Penyelenggaraan Cirebon Satu Data, serta Raperda tentang Penyelenggaraan Olahraga di Kota Cirebon.

Keempat raperda itu disampaikan dan dijelaskan secara langsung saat rapat paripurna oleh anggota DPRD Kota Cirebon. “Demikian gambaran mengenai urgensi dari rapat paripurna hari ini,” kata Fitria.

Menanggapi pemandangan umum dari fraksi-fraksi di DPRD, Walikota Cirebon, Drs H Nashrudin Azis SH menyampaikan, pencapaian yang diraih oleh Pemda Kota Cirebon selama ini tidak lepas dari sikap tegas dan kritik dari DPRD. Sehingga, pihaknya terus berupaya melaksanakan tata kelola pemerintahan dan keuangan dengan maksimal.

“Kritikan dan sikap-sikap tegas dari DPRD Kota Cirebon, membuat kami semakin dewasa serta membuat kami tahu harus berbuat apa untuk masyarakat Kota Cirebon,” tutur Azis.

Sesuai dengan pemandangan umum dari fraksi-fraksi di DPRD, sambung Azis, pihaknya berkomitmen untuk melakukan langkah-langkah inovatif, guna menggali potensi pendapatan asli daerah (PAD). Khususnya pasca kondisi pandemi Covid-19 yang sudah bisa dikendalikan secara bertahap.

Supaya hal itu bisa terlaksana, Azis minta kerja sama dari semua pihak termasuk DPRD Kota Cirebon sebagai fungsi kontrol dalam penyusunan APBD.

“Alokasi belanja yang diprioritaskan untuk kesejahteraan masyarakat, kami jadikan sebagai pelecut semangat untuk lebih baik lagi dalam pengelolaan APBD,” katanya. (din)

Pemkot Cirebon Tetapkan 5 Kelurahan Menjadi Pilot Project BERSINAR

FOKUS CIREBON, FC - Pemerintah Daerah Kota Cirebon menetapkan 5 kelurahan menjadi pilot project program bersih narkoba (Bersinar) dalam perayaan Hari Anti Narkoba Internasional, Senin (27/6).

Kelima kelurahan tersebut, di antaranya Kelurahan Pulasaren, Kelurahan Pegambiran, Kelurahan Karyamulya, Kelurahan Kesenden dan Kelurahan Larangan.

Program Bersinar merupakan kerjasama antara Pemda Kota Cirebon dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cirebon. Terutama dalam hal pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkotika.

"Semoga lima kelurahan yang ditetapkan bisa membuktikan secara nyata dalam pelaksanaan pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkotika," kata Eti. (din)

Jumat, 24 Juni 2022

Panen Jagung, Upaya Pemanfaatan Lahan Tidur Menjadi Produkstif

Wakil Walikota Cirebon, Drs Hj Eti Herawati

FOKUS CIREBON, FC - Panen jagung perdana Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Argasunya, Jumat (24/6). 

Ini merupakan pilot project dalam pemanfaatan lahan tidur menjadi lebih produktif. 

Limbah jagung bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak. Upaya ini, untuk mengurangi sampah pertanian. Sehingga tidak ada limbah yang terbuang. 

"Kami tentu mendorong Gapoktan mengembangkan bercocok tanam lainnya seperti singkong dan padi. Teknik yang dilakukan sangat menghemat biaya produksi, kemudian pengelolaan bisa dilakukan bersama-sama," kata Eti Hetawati.  (din)