Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 16 November 2023

Terapkan Kurikulum Merdeka, Tiga Dosen IAIN Cirebon Dampingi 24 Guru SD di Sekolah Indonesia Jeddah Saudi Arabia

CIREBON, FC - Tiga dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, dampingi 24 guru sekolah dasar di Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ), Saudi Arabia menerapkan Kurikulum Merdeka. Melalui program “Pendampingan Inovasi Pembelajaran Kurikulum Merdeka”, para guru diberikan bimbingan dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran, pada 7 sampai dengan 9 November 2023

Kepala Sekolah Indonesia Jeddah, Sutikno, mengapresiasi tim dosen IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang telah memberikan pengabdian kepada masyarakat tanpa mengganggu waktu Kegiatan Belajar Mengajar. 

“Kami ucapkan terimakasih kepada tim dosen dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang inisiatif memberikan program ini. Kami sangat menerima dan sangat bersyukur atas kehadiran Bapak serta Ibu dosen,” ujar Sutikno di SIJ, pada Selasa (7/11/2023).

Sutikno menyatakan, kegiatan ini mencerminkan komitmen kuat dalam peningkatan mutu pendidikan, khususnya bagi anak-anak Pekerja Migran Indonesia yang memerlukan perhatian khusus untuk dapat bersaing dalam kancah global.

“Program pendampingan ini tidak hanya menambah keterampilan guru dalam memanfaatkan alat pembelajaran digital, tetapi juga memperkuat fondasi pendidikan yang dapat mendukung pertumbuhan intelektual dan kreativitas siswa,” tuturnya.

Kedepannya, lanjut Sutikno, program seperti ini diharapkan dapat terus berkembang dan diadopsi oleh jenjang lain, sehingga dapat membuka peluang lebih luas bagi generasi penerus bangsa agar mendapatkan pendidikan berkualitas tinggi.

“Keberhasilan pelatihan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara akademisi dan praktisi pendidikan merupakan kunci penting dalam menghadapi tantangan pendidikan masa kini dan mendatang,” ungkapnya.

Tiga dosen tersebut adalah Atikah Syamsi, Suci Ramdaeni, dan Misbah Binasdevi. Selama tiga hari pelatihan, para guru diperkenalkan dengan teknologi Canva for Augmented Reality dan Augmented Reality with Assemblr, dua alat yang mampu membawa pengalaman belajar menjadi lebih interaktif dan menarik.

Ketua Tim, Atikah Syamsi, menyatakan kegembiraannya bisa berbagi ilmu dengan guru-guru di SIJ. Menurutnya, kesempatan ini memberikan wawasan baru mengenai realitas pendidikan di sekolah-sekolah Indonesia yang berada di luar negeri. “Kami lihat, para guru SIJ masih berupaya meningkatkan kompetensi mereka dan tidak ketinggalan dalam perkembangan teknologi pendidikan,” ungkap Atikah.

Pendampingan dibagi menjadi 2 sesi, dimulai tanggal 4 s.d 13 November sesi luring, sementara tanggal 14 s,d 23 November sesi asinkronus (sesi daring). 

Di sela kegiatan PKM Internasional di Sekolah Indonesia Jeddah, juga ada kegiatan MoU untuk pelaksanaan PLP Internasional FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon tahun 2024 mendatang yg dilakukan oleh Dekan FITK Dr. H.Saifuddin, M.Ag didampingi Wakil Dekan Akademik Dr.Atikah Syamsi (selaku ketua Tim PKM Internasional) melakukan penandatanganan nota kesepahaman bersama Kepala Sekolah SIJ dan PLH SIM (Sekolah Indonesia Mekkah) Sutikno, M.Pd. pungkas Atikah.

Salah satu guru SIJ, Dian, sangat antusias mengikuti pelatihan ini. “Ternyata masih banyak media pembelajaran yang masih dapat dieksplorasi untuk meningkatkan prestasi siswa,” ujar guru kelas dua ini.

Kegiatan pelatihan juga menjadi sorotan positif bagi Sekolah Indonesia Jeddah yang telah aktif mendukung program pembelajaran inovatif, sekaligus menjadi contoh bagi institusi pendidikan lain dalam menerapkan pendekatan pembelajaran yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan siswa di era digital.

Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan akan ada transformasi pembelajaran yang lebih dinamis, interaktif, dan menarik yang tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga menginspirasi siswa untuk terus belajar dan berkembang dalam segala aspek kehidupan.

Oleh karena itu kunjungan pun diperluas ke SIM yang diterima oleh Wakil Kepala Sekolah, Mubarok, S.H.I.,Lc. yang memberikan saran untuk mengadakan kegiatan lanjutan dalam bentuk KKN-PLP terintegrasi agar RPL mahasiswa bisa direkognisi lebih optimal. (din)

Rabu, 15 November 2023

Perpustakaan IAIN Cirebon Gelar Seminar Literasi "Kekayaan Naskah Kuno Cirebon; Menelusuri Harta Karun Sejarah dan Budaya"

CIREBON, FC - Perpustakaan IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar seminar literasi yang menggugah keingintahuan terhadap harta karun bersejarah dan budaya dengan tema “Menelusuri Harta Karun Sejarah dan Budaya”. Rabu, (15/11/2023).

Wakil Rektor II, Prof. Dr. H. Jamali, M. Ag, dalam sambutannya menyampaikan, naskah kuno merupakan jendela yang membuka pandangan kita terhadap warisan budaya yang kaya akan nilai-nilai sejarah dan kearifan lokal. 

Sebagai penjaga kearifan nenek moyang, kita memiliki tanggung jawab untuk memelihara, menghormati, dan menjaga warisan ini agar tidak hanya bertahan, tetapi juga dapat diakses dengan mudah oleh generasi mendatang.” tutur Prof Jamali.

Digitalisasi naskah kuno menjadi langkah strategis dalam menjaga keberlangsungan dan aksesibilitas informasi yang terkandung di dalamnya. Hal ini bukan sekadar menghadirkan naskah kuno ke dalam era digital, tetapi juga merupakan wujud nyata komitmen kita untuk melestarikan harta karun budaya ini agar tetap relevan dan bermanfaat dalam perkembangan zaman. ujarnya.

Sultan Kacirebonan Pangeran Raja Abdul Gani, SE, menjadi salah satu narasumber utama, beliau menyajikan wawasan mendalam yang diperolehnya dari perjalanan panjangnya dalam menjelajahi warisan budaya Cirebon. 

Dengan kebijaksanaan yang dimilikinya, ia memberikan wawasan berharga tentang bagaimana kekayaan sejarah bisa diadaptasi dengan baik ke dalam era digital.

Sementara itu, Penggiat Aksara Cirebon, Doddie Yulianto, SF, tampil dengan semangat penggiat aksara Cirebon yang luar biasa. Dengan latar belakang sebagai penggiat aksara, ia menghadirkan gagasan kreatif tentang bagaimana teknologi dapat menjadi jembatan untuk memperkenalkan kekayaan aksara Cirebon kepada khalayak yang lebih luas di era digital ini.

Doddie membawa nuansa kekaguman terhadap keberagaman aksara Cirebon yang menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya yang ada.

Syibli Maugfur, Kepala Perpustakaan IAIN Syekh Nurjati Cirebon, bertindak sebagai ketua panitia seminar literasi. Di hadapan para peserta, narasumber yang dihadirkan pada acara ini menuturkan. 

Kita menyadari bahwa naskah kuno rentan terhadap kerusakan fisik dan bisa hilang dalam rentang waktu. Oleh karena itu, melalui digitalisasi, kita memberikan kesempatan bagi naskah kuno ini untuk tetap hidup, dijelajahi, dan dipelajari oleh siapa pun di berbagai penjuru dunia. tutur Syibli.

“Saya mengajak kita semua untuk bersama-sama menjaga semangat dan semakin mendukung upaya-upaya digitalisasi ini sebagai bentuk nyata cinta kita terhadap warisan budaya. 

Dengan demikian, kita memberikan sumbangsih berharga bagi peningkatan pengetahuan, pemahaman, dan apresiasi terhadap nilai-nilai luhur yang terkandung dalam naskah kuno Cirebon. Mari kita bersama-sama menjaga harta karun ini agar tetap berkilau dalam cakrawala pengetahuan kita. Terima kasih,” tegas Syibli.

Kehadiran kedua pembicara ini memberikan dimensi yang berbeda namun saling melengkapi, menghadirkan wawasan dan pengalaman yang berharga dalam upaya melestarikan dan memperkenalkan warisan naskah kuno Cirebon di tengah arus perkembangan teknologi. 

”Ini adalah langkah yang signifikan dalam menyatukan budaya dan inovasi dalam pembaharuan warisan masa lalu untuk masa depan yang lebih cerah," pungkasnya.

Seminar literasi ini diharapkan bukan hanya menjadi panggung diskusi, namun juga membangkitkan semangat dan rasa kebersamaan dalam menjaga serta menggali lebih dalam harta karun sejarah dan budaya yang tersimpan dalam naskah kuno Cirebon. Acara ini menjadi tonggak awal untuk semakin mencintai dan melestarikan warisan berharga bagi generasi masa depan. (din)

Melalui Seminar Nasional, Pemkab Cirebon Usulkan KH. Abbas Abdul Jamil Sebagai Pahlawan Nasional

KABUPATEN CIREBON - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag menghadiri Seminar Nasional Pengusulan Pahlawan Nasional KH. Abbas Abdul Jamil di Hall A Hotel Apita Cirebon, Rabu (15/11/2023).

Imron mengucapkan selamat kepada keluarga besar KH. Abdul Chalim dari Leuwimunding, Majalengka, yang telah dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Republik Indonesia, yang penyerahannya pada tanggal 10 November yang lalu. 

Menurut Imron, KH. Abdul Chalim bersama dengan KH. Abbas dan beberapa kyai lainnya, tak kenal lelah membangun masyarakat Cirebon, diantaranya melalui penguatan lembaga Nahdlatul Ulama (NU), yang merupakan salah satu ormas terbesar di Indonesia. 

Selain itu, kata Imron, Kyai Abbas Abdul Jamil juga merupakan sosok paling penting. Perannya tidak saja dalam membangun pesantren dan masyarakat Cirebon, melainkan juga peran yang berskala nasional bahkan internasional. 

"Peran skala nasional dari Kyai Abbas Abdul Jamil, dalam peristiwa Surabaya pada tanggal 10 November 1945. Kyai Abbas dengan rombongan para kyai dan santri dari pesantren-pesantren yang ada di Cirebon, rela berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia," lanjutnya.

Ia menjelaskan, Kyai Abbas merupakan panglima hizbullah Jawa Barat yang juga mendidik para laskar-laskar untuk berjuang membela negara dan bangsa Indonesia. 

"Buntet Pesantren adalah central dari perjuangan kemerdekaan di Cirebon, selain sebagai tempat berkumpulnya para laskar hizbullah untuk menerima arahan dari Kyai Abbas," katanya.

Bukan sesuatu yang mudah bagi masyarakat, karena pengusulan pahlawan nasional ini membutuhkan penelitian, mencari dokumen-dokumen yang menyebut Kyai Abbas. Walaupun secara pengakuan non-formal dari masyarakat, Kyai Abbas sudah menjadi pahlawan. 

"Proses pengusulan gelar Pahlawan Nasional adalah proses akademik yang panjang dan tidak mudah. Tim peneliti sudah melakukan penelitian yang sungguh-sungguh terhadap Kyai Abbas dan peran-perannya," jelas Imron.

Tentunya, ia mengapresiasi peneliti dan pengkaji gelar daerah, baik dari provinsi maupun dari Kabupaten Cirebon.

Ia pun mengapresiasi upaya dari Dinas Sosial yang tanggap terhadap keinginan yang berkembang di masyarakat, untuk menjadikan Kyai Abbas sebagai Pahlawan Nasional.

"Upaya ini adalah yang pertama bagi Pemerintah Kabupaten Cirebon. Tentu, masih banyak kekurangan dalam proses usulan calon Pahlawan Nasional KH. Abbas Abdul Jamil ini," tambahnya.

"Semoga kedepan, ada banyak lagi tokoh-tokoh Cirebon yang menjadi Pahlawan Nasional. Perlu adanya sinergi yang terus diperkuat antara masyarakat, pemerintah daerah dan pemerintah pusat, sehingga semuanya menjadi lebih mudah," pungkasnya. (din)

PGMI FITK IAIN Cirebon Gelar Kolaborasi Kegiatan Dengan PGMI IAIN Ponorogo

CIREBON, FC - Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar acara “Guest Lecture Collaboration” secara daring melalui platform Zoom Meeting. 

Acara ini merupakan hasil dari kerjasama antara Jurusan PGMI IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan PGMI IAIN Ponorogo di bidang Pendidikan dan Pengajaran. Rabu (15/11/2023).

Dengan tema yang menarik, “Strategi Pembelajaran Inovatif di Era Society 5.0”, acara ini dihadiri oleh dua narasumber ahli, yaitu Restu Yulia Hidayatul Ummah, M.Pd. dari IAIN Ponorogo, dan Dadan Setiawan, M.Pd. dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Ketua Jurusan PGMI IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Ahmad Arifuddin, M.Pd. dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kolaborasi seperti ini. 

“Kegiatan Guest Lecture Collaboration ini merupakan langkah awal dari kerjasama antara kedua institusi dalam bidang Pendidikan dan Pengajaran. Kami berharap, ke depan, akan ada lebih banyak kegiatan kolaboratif di bidang Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Pak Arif, panggilan akrab Ahmad Arifuddin, juga menekankan harapannya agar kegiatan ini menjadi wadah yang produktif bagi para dosen PGMI dan mahasiswa di kedua institusi. 

“Semoga acara ini menjadi tempat diskusi yang bermanfaat serta berbagi pengetahuan bagi para dosen dan mahasiswa PGMI di IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan IAIN Ponorogo. Tujuannya agar mahasiswa semakin terbuka dan mendapatkan peningkatan wawasan serta pengetahuan,” tambahnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi tonggak awal dari kerjasama yang lebih erat antara IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan IAIN Ponorogo, membuka peluang bagi pertukaran ilmu, pengalaman, dan ide-ide inovatif dalam dunia Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. (din)

Warga Kabupaten Cirebon Terkena Cacar Monyet, Dikes Ajak Masyarakat Hidup Sehat

KABUPATEN CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Kesehatan menyatakan bahwa pihaknya telah menemukan kasus pertama “Monkeypox” atau cacar monyet yang menimpa warganya.

Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan telah menyampaikan himbauan peningkatan kewaspadaan terhadap penyakit menular Monkeypox atau cacar monyet kepada seluruh masyarakat sejak penemuan kasus pertama pada tanggal 13 Oktober 2023 di Jakarta.

“Perkembangan kasus Monkeypox atau cacar monyet di Indonesia saat ini total sebanyak 44 kasus yang tersebar di Jakarta, Banten, Kepulauan Riau dan Jawa Barat,” kata Kadinkes Kabupaten Cirebon, dr. Hj. Neneng Hasanah.

Neneng menjelaskan, Monkeypox adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Monkeypox. Pada asalnya, penyakit ini adalah penyakit zoonosis, yang berarti ditularkan dari hewan ke manusia.

“Penyakit ini juga dapat menyebar dari manusia ke manusia melalui kontak erat dengan cairan tubuh atau lesi kulit orang yang terinfeksi, kontak tidak langsung pada benda yang terkontaminasi, atau droplet (dan potensi penularan aerosol dalam jarak dekat pada kontak erat dalam waktu yang lama), dan termasuk kontak seksual,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, orang yang terkena cacar monyet memiliki gejala demam, sakit kepala hebat, nyeri otot, sakit punggung, lemas, pembengkakan kelenjar getah bening (di leher, ketiak atau selangkangan) dan ruam atau lesi kulit.

“Ruam biasanya dimulai dalam satu sampai tiga hari sejak demam. Ruam atau lesi pada kulit ini, berkembang mulai dari bintik merah seperti cacar, lepuh berisi cairan bening, lepuh berisi nanah, kemudian mengeras atau keropeng lalu rontok,” ungkapnya.

Selain itu, kata Neneng, ruam cenderung terkonsentrasi pada wajah, telapak tangan dan telapak kaki. Bahkan ruam juga dapat ditemukan di mulut, alat kelamin, dan mata.

Sedangkan penemuan kasus Monkeypox pertama di Kabupaten Cirebon, terdeteksi berkat kegiatan surveilans aktif rumah sakit dan komunitas (Puskesmas).

“Untuk itu, kami mengapresiasi respon cepat dari tim kesehatan kami, sehingga dapat menemukan kasus ini secara dini dan cepat merespon upaya penanggulangannya,” kata Neneng.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, saat ini pasien Monkeypox sedang dalam pemantauan medis intensif dan telah diisolasi (isolasi mandiri) untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.

“Kami sedang telusuri asal penularan dan pemantuan terhadap kontak eratnya pasien dengan orang terdekat,” ujarnya.

Ia menghimbau kepada masyarakat, untuk tetap tenang dan mengikuti informasi serta anjuran tim kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon.

Pihaknya juga menyarankan, agar masyarakat bisa meningkatkan perilaku bersih dan sehat; menjaga kebersihan tangan dan etika batuk; menghindari kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi dan bisa menjadi vektor penyakit, seperti tikus dan primata; menghindari kontak dekat dengan individu yang menunjukkan gejala mirip cacar.

“Bagi yang mengalami tanda dan gejala Monkeypox atau cacar monyet, segera memeriksakan diri ke puskesmas terdekat untuk pemeriksaan dan pengobatan lebih lanjut, serta lakukan isolasi untuk mencegah penularan,” himbaunya. (din)

Selasa, 14 November 2023

Anugrah Lomba Inovasi Daerah, Pemkab Cirebon Berikan Penghargaan kepada Belasan Inovator

KABUPATEN CIREBON -- Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) memberikan penghargaan kepada 12 inovator yang menjuarai Lomba Inovasi Daerah 2023.

Dalam lomba tersebut, 12 inovator tersebut menyabet tiga kategori, yakni inovasi teknologi, inovasi non teknologi, dan inovasi favorit. 

Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag mengapresiasi kepada seluruh warga maupun perangkat daerah di Kabupaten Cirebon, yang sudah menciptakan berbagai inovasi. Hal tersebut merupakan bagian dari upaya memajukan Kabupaten Cirebon.

“Kabupaten Cirebon memiliki banyak potensi. Siapapun yang mau menggali dan melahirkan inovasi, maka daerah ini pasti maju,” kata Imron, saat memberikan penghargaan kepada juara lomba inovasi daerah 2023 di Hotel Apita Cirebon, Selasa (14/11/2023).

Kepala Bappelitbangda Kabupaten Cirebon, Dangi, S.Si, M.Sc., MT mengatakan, sampai saat ini jumlah inovasi daerah Kabupaten Cirebon yang masuk ke dalam Sistem Informasi Innovative Government Award (IGA) sebanyak 46.

Menurut Dangi, target pencapaian indeks inovasi daerah Kabupaten Cirebon pada 2023 ini sebesar 57,21. Sementara tahun lalu, indeks tersebut masih bertengger di angka 55,27.

“Kabupaten Cirebon berada di urutan ke-82 kabupaten se-Indonesia dan urutan ke-5 di Jawa Barat,” ujar Dangi.

Meskipun begitu, pencapaian tersebut dirasa belum optimal dan perlu pengembangan lebih lanjut untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Cirebon. 

Disebutkan Dangi, tujuan dari inovasi daerah adalah untuk meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah dengan berpedoman pada prinsip peningkatan efisiensi. 

“Semestinya, pembangunan di daerah, pemberdayaan maupun dalam tata kelola pemerintahan atau pelayanan publik itu harus ada inovasi,” lanjut Dangi.

“Kita semua harus keluar dari zona nyaman, kita harus melakukan inovasi yang kreatif supaya ada perubahan,” sambungnya.

Melalui lomba tersebut, diharapkan menjadi satu momen pemicu semangat untuk terus berkarya dan berinovasi menyelesaikan segala macam hambatan yang dihadapi Kabupaten Cirebon. (din)

Senin, 13 November 2023

Peringati HKN ke-59, Wabup Ayu: Enam Pilar Tansformasi Sistem Kesehatan Indonesia Harus Kita Bangun Bersama

 

CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon menggelar upacara peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-59 tingkat Kabupaten Cirebon di halaman Kantor Bupati Cirebon, Senin (13/11/2023).

Menurut amanat Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, yang dibacakan Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, SE., MSi menyampaikan, Indonesia tengah mengalami periode bonus demografi yang hanya terjadi satu kali dalam peradaban sebuah negara. 

"Kita, bangsa Indonesia, harus bekerja keras memanfaatkan peluang ini sebagai momentum Indonesia lolos dari "middle-income trap," menjadi negara berpendapatan tinggi, serta mencapai visi Indonesia Emas 2045," kata Ayu--sapaan akrabnya.

Manusia Indonesia yang sehat dan cerdas adalah kunci mencapai masa keemasan itu. Karenanya, tema Hari Kesehatan Nasional ke-59 tahun 2023, yaitu "Transformasi Kesehatan untuk Indonesia Maju" mutlak dilaksanakan.

Setiap orang berhak memperoleh pelayanan kesehatan dan negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan yang layak, sebagaimana amanat UUD 1945. 

"Berdasar mandat itulah, enam pilar transformasi kesehatan penopang sistem kesehatan Indonesia, harus kita bangun bersama dengan serius dan terus menerus," ujar Ayu, mengutip sambutan Menkes.

Pilar pertama, kata Ayu, transformasi layanan primer. Dari fokus mengobati, menjadi mencegah. 

Pilar kedua, transformasi layanan rujukan. Dari akses layanan kesehatan yang susah, menjadi mudah. Penguatan pelayanan kesehatan rujukan dilakukan melalui pemenuhan infrastruktur, SDM, sarana prasarana, pemanfaatan telemedisin, pengembangan jejaring pengampuan layanan prioritas, dan pelayanan unggulan berstandar internasional.

Pilar ketiga, transformasi sistem ketahanan kesehatan. Dari industri kesehatan yang bergantung ke luar negeri, menjadi mandiri di dalam negeri. Penguatan ketahanan kefarmasian dan alat kesehatan harus dilakukan mulai dari rantai pasok di hulu hingga ke hilir. 

Pilar keempat, transformasi pembiayaan kesehatan, dari pembiayaan yang tidak efisien, menjadi transparan dan efektif.

"Dengan disahkannya UU No. 17 tahun 2023 tentang Kesehatan, Pemerintah akan menerapkan penganggaran berbasis kinerja, dengan mengacu pada Rencana Induk Bidang Kesehatan (RIBK)," tambahnya.

Pilar kelima, lanjut Ayu, transformasi SDM Kesehatan. Secara khusus, pemerintah tengah mengakselerasi produksi dan pemerataan jumlah dokter spesialis, melalui penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis berbasis kolegium dan rumah sakit.

Dan pilar keenam, transformasi teknologi kesehatan. Dari sistem informasi yang terfragmentasi, menjadi terintegrasi. Dari teknologi kesehatan yang tertinggal, menjadi terdepan. 

"Sediakan perangkat jaringan dan SDM yang memadai, agar digitalisasi data kesehatan dapat terlaksana," sambungnya.

Di akhir sambutannya, Ayu turut mengajak seluruh masyarakat untuk ikut berperan membangun kesehatan, dimulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar.

"Mari kita bangun bersama tubuh dan jiwa yang sehat dan kuat, demi Indonesia Emas 2045. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa meridhoi ikhtiar kita dan memberkati kita semua dengan kesehatan dan kesuksesan," pungkasnya. (din)