Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 17 November 2023

Kabupaten Cirebon Gelar Aksi Solidaritas untuk Palestina, Bupati Imron: Mari Peduli Sesama

KABUPATEN CIREBON -- Aksi solidaritas Kabupaten Cirebon untuk Palestina dipimpin langsung oleh Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag, dan bertempat di Masjid Agung Sumber, Jum'at (17/11/2023).

Bupati Imron mengatakan, kegiatan aksi solidaritas untuk Palestina ini dimulai sejak pelaksanaan sholat Jum'at di Masjid Agung Sumber, yaitu dibacakan qunut nazilah. Hal tersebut dilakukan, kata Imron, untuk mendoakan saudara-saudara kita di Palestina.

"Mari, masyarakat Kabupaten Cirebon untuk peduli kepada saudara-saudara kita di Palestina," ajak Imron.

Setelah itu, lanjut Imron, kegiatan dilanjutkan dengan penggalangan dana untuk Palestina. Hal tersebut dilakukan untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita di Palestina disana. 

"Mari kita bantu saudara-saudara kita di Palestina. Dengan donasi yang kita berikan, semoga dapat membantu meringankan beban masyarakat disana," tutur Imron.

Ia juga berharap, saudara-saudara kita di Palestina bisa segera merasakan kemerdekaan yang sebenarnya, dan bisa mendapatkan hak atas wilayahnya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cirebon, KH. Zamzami Amin mengatakan, banyak cara yang bisa dilakukan oleh masyarakat Indonesia untuk membantu warga Palestina merdeka. 

Lanjutnya, negara Indonesia sudah merdeka 78 tahun silam, sedangkan masyarakat Palestina ingin merasakan hal yang sama, yaitu kemerdekaan.

"Selain doa dan donasi yang kita kumpulkan sebagai aksi kemanusiaan untuk warga Palestina, langkah lainnya, yaitu boikot produk-produk Israel," kata KH. Zamzami.

Menurutnya, dengan membeli produk-produk yang mendukung gerakan zionis dalam penyerangan di Palestina, itu artinya sama saja memberikan dukungan untuk membunuh masyarakat di Palestina.

"Maka dari itu, produk-produk yang membantu Israel, wajib kita boikot. Lebih baik kita membeli dan mengkonsumsi  produk lokal saja," pungkasnya. (din)

Kamis, 16 November 2023

Dosen PGMI IAIN Syekh Nurjati Cirebon Laksanakan PKM Kolaborasi Internasional di Jeddah, Saudi Arabia

 

Jeddah, FC Dosen Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Syekh Nurjati Cirebon melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di Sekolah Indonesia Jeddah, Saudi Arabia. 

Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat yang diketuai oleh Dr. Atikah Syamsi, M.Pd.I yang sekaligus sebagai Wakil Dekan 1 FITK ini merupakan program pengabdian kepada Masyarakat di kancah internasional dari Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia.

Dalam pelaksanaan PKM Kolaborasi Internasional tersebut, Dr. Atikah Syamsi, M.Pd.I, Misbah Binasdevi, M.Pd., dan Suci Ramdaeni, M.Pd mengusung tema “Assistance of Learning Innovation Kurikulum Merdeka for Teachers to Improve the Education Quality of Children Indonesian Migrant Workers in Indonesian Schools Jeddah,”. 

Pemilihan tema tersebut dilatarbelakangi oleh perubahan kurikulum terbaru yaitu Kurikulum Merdeka Belajar yang tentunya memerlukan berbagai inovasi pembelajaran yang sesuai sehingga menunjang keberhasilan pembelajaran.

 “Memang tema ini kami anggap penting sebagai respon nyata dari adanya perubahan kurikulum baru “Merdeka Belajar” sehingga kami, tim Abdimas ini membawa misi untuk memperkenalkan lebih dalam terkait Kurikulum Merdeka tersebut di Sekolah Dasar serta berbagai inovasi pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru dalam proses kegiatan belajar mengajar di sekolah,” ungkap Dr. Atikah Syamsi, M.Pd.I selaku ketua tim.

Pemilihan lokasi pengabdian kepada masyarakat kolaborasi internasional di Jeddah ini berdasarkan kesesuaian target objek tema pengabdian yang telah di tentukan dimana banyak pekerja imigran Indonesia yang bekerja di Arab Saudi dan tentunya ada sekolah perlindungan bagi anak-anak Indonesia di Jeddah. 

“Ada tiga sekolah perlindungan bagi anak-anak Indonesia di Arab Saudi salah satunya Sekolah Indonesia Jeddah. Kami memilih Sekolah Indonesia Jeddah karena merupakan sekolah perlindungan Indonesia tertua di Arab Saudi,” terang Dr. Atikah Syamsi, M.Pd,I Senin (6/11) di Jeddah.

Kegiatan pengabdian ini disambut hangat oleh kepala Sekolah Indonesia Jeddah, Sutikno, M.Pd.. Beliau menyatakan sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan tiga dosen IAIN Syekh Nurjati tersebut dan berharap ke depannya kegiatan seperti ini terus berlanjut dan berkembang sehingga pembelajaran di sekolah dapat di kemas dengan efektif, interaktif dan menyenangkan. 

“kami ucapkan terimakasih kepada tim dosen dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang inisitaif memberikan program ini. Kami sangat menerima dan sangat bersyukur atas kehadiran bapak/ibu dosen dan berharap kegiatan seperti ini dapat terus berkembang,” Ujar Sutikno di SIJ, pada selasa (7/11)

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan secara blended learning, dimulai pada tanggal 4 s.d 13 November 2023 dilaksanakan sesi luring, dan 14 s.d 23 November sesi daring. Inovasi pembelajaran yang disampaikan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat kolaborasi internasional di Sekolah Indonesia Jeddah, Arab Saudi ini berkaitan dengan penggunaan aplikasi canva for augmented reality dan augmented reality with assemblr, dua tools yang mampu membawa pengalaman belajar siswa menjadi lebih interaktif dan menarik.

Ketua Jurusan PGMI Ahmad Arifuddin, M.Pd. sangat mendukung dan mengapresiasi yang tinggi kepada Tim Abdimas yang melaksanakan kegiatan pengabdian kepada Masyarakat di Jeddah, Saudi Arabia. 

“saya sangat mendukung dan mengapresiasi yang tinggi kepada Ibu Dr. Atikah Syamsi, M.Pd.I beserta tim, semoga kegiatan PKM di Jeddah Saudi Arabia tersebut berjalan lancar dan sukses,” imbuhnya.

Disela kegiatan PKM Internasional di Sekolah Indonesia Jeddah, juga dilaksanakan kegiatan MoU untuk pelaksanaan PLP Internasional FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon tahun 2024 mendatang yang dilakukan oleh Dekan FITK Dr. H. Saifuddin, M.Ag didampingi Wakil Dekan Akademik Dr. Atikah Syamsi, M.Pd.I (Selaku ketua tim PKM Internasional) melakukan penandatanganan nota kesepahaman bersama kepala sekolah SIJ dan PLH SIM (Sekolah Indonesia Mekkah) Sutikno, M.Pd ungkap Atikah.

Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan ke depan akan ada transformasi pembelajaran yang lebih dinamis, interaktif, dan menarik yang tidak hanya meningkatkan pengetahuan tetapi juga menginspirasi siswa untuk terus belajar dan berkembang dalam segala aspek kehidupan. (din)

Terapkan Kurikulum Merdeka, Tiga Dosen IAIN Cirebon Dampingi 24 Guru SD di Sekolah Indonesia Jeddah Saudi Arabia

CIREBON, FC - Tiga dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, dampingi 24 guru sekolah dasar di Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ), Saudi Arabia menerapkan Kurikulum Merdeka. Melalui program “Pendampingan Inovasi Pembelajaran Kurikulum Merdeka”, para guru diberikan bimbingan dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran, pada 7 sampai dengan 9 November 2023

Kepala Sekolah Indonesia Jeddah, Sutikno, mengapresiasi tim dosen IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang telah memberikan pengabdian kepada masyarakat tanpa mengganggu waktu Kegiatan Belajar Mengajar. 

“Kami ucapkan terimakasih kepada tim dosen dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang inisiatif memberikan program ini. Kami sangat menerima dan sangat bersyukur atas kehadiran Bapak serta Ibu dosen,” ujar Sutikno di SIJ, pada Selasa (7/11/2023).

Sutikno menyatakan, kegiatan ini mencerminkan komitmen kuat dalam peningkatan mutu pendidikan, khususnya bagi anak-anak Pekerja Migran Indonesia yang memerlukan perhatian khusus untuk dapat bersaing dalam kancah global.

“Program pendampingan ini tidak hanya menambah keterampilan guru dalam memanfaatkan alat pembelajaran digital, tetapi juga memperkuat fondasi pendidikan yang dapat mendukung pertumbuhan intelektual dan kreativitas siswa,” tuturnya.

Kedepannya, lanjut Sutikno, program seperti ini diharapkan dapat terus berkembang dan diadopsi oleh jenjang lain, sehingga dapat membuka peluang lebih luas bagi generasi penerus bangsa agar mendapatkan pendidikan berkualitas tinggi.

“Keberhasilan pelatihan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara akademisi dan praktisi pendidikan merupakan kunci penting dalam menghadapi tantangan pendidikan masa kini dan mendatang,” ungkapnya.

Tiga dosen tersebut adalah Atikah Syamsi, Suci Ramdaeni, dan Misbah Binasdevi. Selama tiga hari pelatihan, para guru diperkenalkan dengan teknologi Canva for Augmented Reality dan Augmented Reality with Assemblr, dua alat yang mampu membawa pengalaman belajar menjadi lebih interaktif dan menarik.

Ketua Tim, Atikah Syamsi, menyatakan kegembiraannya bisa berbagi ilmu dengan guru-guru di SIJ. Menurutnya, kesempatan ini memberikan wawasan baru mengenai realitas pendidikan di sekolah-sekolah Indonesia yang berada di luar negeri. “Kami lihat, para guru SIJ masih berupaya meningkatkan kompetensi mereka dan tidak ketinggalan dalam perkembangan teknologi pendidikan,” ungkap Atikah.

Pendampingan dibagi menjadi 2 sesi, dimulai tanggal 4 s.d 13 November sesi luring, sementara tanggal 14 s,d 23 November sesi asinkronus (sesi daring). 

Di sela kegiatan PKM Internasional di Sekolah Indonesia Jeddah, juga ada kegiatan MoU untuk pelaksanaan PLP Internasional FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon tahun 2024 mendatang yg dilakukan oleh Dekan FITK Dr. H.Saifuddin, M.Ag didampingi Wakil Dekan Akademik Dr.Atikah Syamsi (selaku ketua Tim PKM Internasional) melakukan penandatanganan nota kesepahaman bersama Kepala Sekolah SIJ dan PLH SIM (Sekolah Indonesia Mekkah) Sutikno, M.Pd. pungkas Atikah.

Salah satu guru SIJ, Dian, sangat antusias mengikuti pelatihan ini. “Ternyata masih banyak media pembelajaran yang masih dapat dieksplorasi untuk meningkatkan prestasi siswa,” ujar guru kelas dua ini.

Kegiatan pelatihan juga menjadi sorotan positif bagi Sekolah Indonesia Jeddah yang telah aktif mendukung program pembelajaran inovatif, sekaligus menjadi contoh bagi institusi pendidikan lain dalam menerapkan pendekatan pembelajaran yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan siswa di era digital.

Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan akan ada transformasi pembelajaran yang lebih dinamis, interaktif, dan menarik yang tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga menginspirasi siswa untuk terus belajar dan berkembang dalam segala aspek kehidupan.

Oleh karena itu kunjungan pun diperluas ke SIM yang diterima oleh Wakil Kepala Sekolah, Mubarok, S.H.I.,Lc. yang memberikan saran untuk mengadakan kegiatan lanjutan dalam bentuk KKN-PLP terintegrasi agar RPL mahasiswa bisa direkognisi lebih optimal. (din)

Rabu, 15 November 2023

Perpustakaan IAIN Cirebon Gelar Seminar Literasi "Kekayaan Naskah Kuno Cirebon; Menelusuri Harta Karun Sejarah dan Budaya"

CIREBON, FC - Perpustakaan IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar seminar literasi yang menggugah keingintahuan terhadap harta karun bersejarah dan budaya dengan tema “Menelusuri Harta Karun Sejarah dan Budaya”. Rabu, (15/11/2023).

Wakil Rektor II, Prof. Dr. H. Jamali, M. Ag, dalam sambutannya menyampaikan, naskah kuno merupakan jendela yang membuka pandangan kita terhadap warisan budaya yang kaya akan nilai-nilai sejarah dan kearifan lokal. 

Sebagai penjaga kearifan nenek moyang, kita memiliki tanggung jawab untuk memelihara, menghormati, dan menjaga warisan ini agar tidak hanya bertahan, tetapi juga dapat diakses dengan mudah oleh generasi mendatang.” tutur Prof Jamali.

Digitalisasi naskah kuno menjadi langkah strategis dalam menjaga keberlangsungan dan aksesibilitas informasi yang terkandung di dalamnya. Hal ini bukan sekadar menghadirkan naskah kuno ke dalam era digital, tetapi juga merupakan wujud nyata komitmen kita untuk melestarikan harta karun budaya ini agar tetap relevan dan bermanfaat dalam perkembangan zaman. ujarnya.

Sultan Kacirebonan Pangeran Raja Abdul Gani, SE, menjadi salah satu narasumber utama, beliau menyajikan wawasan mendalam yang diperolehnya dari perjalanan panjangnya dalam menjelajahi warisan budaya Cirebon. 

Dengan kebijaksanaan yang dimilikinya, ia memberikan wawasan berharga tentang bagaimana kekayaan sejarah bisa diadaptasi dengan baik ke dalam era digital.

Sementara itu, Penggiat Aksara Cirebon, Doddie Yulianto, SF, tampil dengan semangat penggiat aksara Cirebon yang luar biasa. Dengan latar belakang sebagai penggiat aksara, ia menghadirkan gagasan kreatif tentang bagaimana teknologi dapat menjadi jembatan untuk memperkenalkan kekayaan aksara Cirebon kepada khalayak yang lebih luas di era digital ini.

Doddie membawa nuansa kekaguman terhadap keberagaman aksara Cirebon yang menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya yang ada.

Syibli Maugfur, Kepala Perpustakaan IAIN Syekh Nurjati Cirebon, bertindak sebagai ketua panitia seminar literasi. Di hadapan para peserta, narasumber yang dihadirkan pada acara ini menuturkan. 

Kita menyadari bahwa naskah kuno rentan terhadap kerusakan fisik dan bisa hilang dalam rentang waktu. Oleh karena itu, melalui digitalisasi, kita memberikan kesempatan bagi naskah kuno ini untuk tetap hidup, dijelajahi, dan dipelajari oleh siapa pun di berbagai penjuru dunia. tutur Syibli.

“Saya mengajak kita semua untuk bersama-sama menjaga semangat dan semakin mendukung upaya-upaya digitalisasi ini sebagai bentuk nyata cinta kita terhadap warisan budaya. 

Dengan demikian, kita memberikan sumbangsih berharga bagi peningkatan pengetahuan, pemahaman, dan apresiasi terhadap nilai-nilai luhur yang terkandung dalam naskah kuno Cirebon. Mari kita bersama-sama menjaga harta karun ini agar tetap berkilau dalam cakrawala pengetahuan kita. Terima kasih,” tegas Syibli.

Kehadiran kedua pembicara ini memberikan dimensi yang berbeda namun saling melengkapi, menghadirkan wawasan dan pengalaman yang berharga dalam upaya melestarikan dan memperkenalkan warisan naskah kuno Cirebon di tengah arus perkembangan teknologi. 

”Ini adalah langkah yang signifikan dalam menyatukan budaya dan inovasi dalam pembaharuan warisan masa lalu untuk masa depan yang lebih cerah," pungkasnya.

Seminar literasi ini diharapkan bukan hanya menjadi panggung diskusi, namun juga membangkitkan semangat dan rasa kebersamaan dalam menjaga serta menggali lebih dalam harta karun sejarah dan budaya yang tersimpan dalam naskah kuno Cirebon. Acara ini menjadi tonggak awal untuk semakin mencintai dan melestarikan warisan berharga bagi generasi masa depan. (din)

Melalui Seminar Nasional, Pemkab Cirebon Usulkan KH. Abbas Abdul Jamil Sebagai Pahlawan Nasional

KABUPATEN CIREBON - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag menghadiri Seminar Nasional Pengusulan Pahlawan Nasional KH. Abbas Abdul Jamil di Hall A Hotel Apita Cirebon, Rabu (15/11/2023).

Imron mengucapkan selamat kepada keluarga besar KH. Abdul Chalim dari Leuwimunding, Majalengka, yang telah dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Republik Indonesia, yang penyerahannya pada tanggal 10 November yang lalu. 

Menurut Imron, KH. Abdul Chalim bersama dengan KH. Abbas dan beberapa kyai lainnya, tak kenal lelah membangun masyarakat Cirebon, diantaranya melalui penguatan lembaga Nahdlatul Ulama (NU), yang merupakan salah satu ormas terbesar di Indonesia. 

Selain itu, kata Imron, Kyai Abbas Abdul Jamil juga merupakan sosok paling penting. Perannya tidak saja dalam membangun pesantren dan masyarakat Cirebon, melainkan juga peran yang berskala nasional bahkan internasional. 

"Peran skala nasional dari Kyai Abbas Abdul Jamil, dalam peristiwa Surabaya pada tanggal 10 November 1945. Kyai Abbas dengan rombongan para kyai dan santri dari pesantren-pesantren yang ada di Cirebon, rela berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia," lanjutnya.

Ia menjelaskan, Kyai Abbas merupakan panglima hizbullah Jawa Barat yang juga mendidik para laskar-laskar untuk berjuang membela negara dan bangsa Indonesia. 

"Buntet Pesantren adalah central dari perjuangan kemerdekaan di Cirebon, selain sebagai tempat berkumpulnya para laskar hizbullah untuk menerima arahan dari Kyai Abbas," katanya.

Bukan sesuatu yang mudah bagi masyarakat, karena pengusulan pahlawan nasional ini membutuhkan penelitian, mencari dokumen-dokumen yang menyebut Kyai Abbas. Walaupun secara pengakuan non-formal dari masyarakat, Kyai Abbas sudah menjadi pahlawan. 

"Proses pengusulan gelar Pahlawan Nasional adalah proses akademik yang panjang dan tidak mudah. Tim peneliti sudah melakukan penelitian yang sungguh-sungguh terhadap Kyai Abbas dan peran-perannya," jelas Imron.

Tentunya, ia mengapresiasi peneliti dan pengkaji gelar daerah, baik dari provinsi maupun dari Kabupaten Cirebon.

Ia pun mengapresiasi upaya dari Dinas Sosial yang tanggap terhadap keinginan yang berkembang di masyarakat, untuk menjadikan Kyai Abbas sebagai Pahlawan Nasional.

"Upaya ini adalah yang pertama bagi Pemerintah Kabupaten Cirebon. Tentu, masih banyak kekurangan dalam proses usulan calon Pahlawan Nasional KH. Abbas Abdul Jamil ini," tambahnya.

"Semoga kedepan, ada banyak lagi tokoh-tokoh Cirebon yang menjadi Pahlawan Nasional. Perlu adanya sinergi yang terus diperkuat antara masyarakat, pemerintah daerah dan pemerintah pusat, sehingga semuanya menjadi lebih mudah," pungkasnya. (din)

PGMI FITK IAIN Cirebon Gelar Kolaborasi Kegiatan Dengan PGMI IAIN Ponorogo

CIREBON, FC - Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar acara “Guest Lecture Collaboration” secara daring melalui platform Zoom Meeting. 

Acara ini merupakan hasil dari kerjasama antara Jurusan PGMI IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan PGMI IAIN Ponorogo di bidang Pendidikan dan Pengajaran. Rabu (15/11/2023).

Dengan tema yang menarik, “Strategi Pembelajaran Inovatif di Era Society 5.0”, acara ini dihadiri oleh dua narasumber ahli, yaitu Restu Yulia Hidayatul Ummah, M.Pd. dari IAIN Ponorogo, dan Dadan Setiawan, M.Pd. dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Ketua Jurusan PGMI IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Ahmad Arifuddin, M.Pd. dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kolaborasi seperti ini. 

“Kegiatan Guest Lecture Collaboration ini merupakan langkah awal dari kerjasama antara kedua institusi dalam bidang Pendidikan dan Pengajaran. Kami berharap, ke depan, akan ada lebih banyak kegiatan kolaboratif di bidang Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Pak Arif, panggilan akrab Ahmad Arifuddin, juga menekankan harapannya agar kegiatan ini menjadi wadah yang produktif bagi para dosen PGMI dan mahasiswa di kedua institusi. 

“Semoga acara ini menjadi tempat diskusi yang bermanfaat serta berbagi pengetahuan bagi para dosen dan mahasiswa PGMI di IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan IAIN Ponorogo. Tujuannya agar mahasiswa semakin terbuka dan mendapatkan peningkatan wawasan serta pengetahuan,” tambahnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi tonggak awal dari kerjasama yang lebih erat antara IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan IAIN Ponorogo, membuka peluang bagi pertukaran ilmu, pengalaman, dan ide-ide inovatif dalam dunia Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. (din)

Warga Kabupaten Cirebon Terkena Cacar Monyet, Dikes Ajak Masyarakat Hidup Sehat

KABUPATEN CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Kesehatan menyatakan bahwa pihaknya telah menemukan kasus pertama “Monkeypox” atau cacar monyet yang menimpa warganya.

Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan telah menyampaikan himbauan peningkatan kewaspadaan terhadap penyakit menular Monkeypox atau cacar monyet kepada seluruh masyarakat sejak penemuan kasus pertama pada tanggal 13 Oktober 2023 di Jakarta.

“Perkembangan kasus Monkeypox atau cacar monyet di Indonesia saat ini total sebanyak 44 kasus yang tersebar di Jakarta, Banten, Kepulauan Riau dan Jawa Barat,” kata Kadinkes Kabupaten Cirebon, dr. Hj. Neneng Hasanah.

Neneng menjelaskan, Monkeypox adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Monkeypox. Pada asalnya, penyakit ini adalah penyakit zoonosis, yang berarti ditularkan dari hewan ke manusia.

“Penyakit ini juga dapat menyebar dari manusia ke manusia melalui kontak erat dengan cairan tubuh atau lesi kulit orang yang terinfeksi, kontak tidak langsung pada benda yang terkontaminasi, atau droplet (dan potensi penularan aerosol dalam jarak dekat pada kontak erat dalam waktu yang lama), dan termasuk kontak seksual,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, orang yang terkena cacar monyet memiliki gejala demam, sakit kepala hebat, nyeri otot, sakit punggung, lemas, pembengkakan kelenjar getah bening (di leher, ketiak atau selangkangan) dan ruam atau lesi kulit.

“Ruam biasanya dimulai dalam satu sampai tiga hari sejak demam. Ruam atau lesi pada kulit ini, berkembang mulai dari bintik merah seperti cacar, lepuh berisi cairan bening, lepuh berisi nanah, kemudian mengeras atau keropeng lalu rontok,” ungkapnya.

Selain itu, kata Neneng, ruam cenderung terkonsentrasi pada wajah, telapak tangan dan telapak kaki. Bahkan ruam juga dapat ditemukan di mulut, alat kelamin, dan mata.

Sedangkan penemuan kasus Monkeypox pertama di Kabupaten Cirebon, terdeteksi berkat kegiatan surveilans aktif rumah sakit dan komunitas (Puskesmas).

“Untuk itu, kami mengapresiasi respon cepat dari tim kesehatan kami, sehingga dapat menemukan kasus ini secara dini dan cepat merespon upaya penanggulangannya,” kata Neneng.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, saat ini pasien Monkeypox sedang dalam pemantauan medis intensif dan telah diisolasi (isolasi mandiri) untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.

“Kami sedang telusuri asal penularan dan pemantuan terhadap kontak eratnya pasien dengan orang terdekat,” ujarnya.

Ia menghimbau kepada masyarakat, untuk tetap tenang dan mengikuti informasi serta anjuran tim kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon.

Pihaknya juga menyarankan, agar masyarakat bisa meningkatkan perilaku bersih dan sehat; menjaga kebersihan tangan dan etika batuk; menghindari kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi dan bisa menjadi vektor penyakit, seperti tikus dan primata; menghindari kontak dekat dengan individu yang menunjukkan gejala mirip cacar.

“Bagi yang mengalami tanda dan gejala Monkeypox atau cacar monyet, segera memeriksakan diri ke puskesmas terdekat untuk pemeriksaan dan pengobatan lebih lanjut, serta lakukan isolasi untuk mencegah penularan,” himbaunya. (din)