Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 03 Februari 2024

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon Dorong Peran Agama dalam Mengatasi Krisis Kemanusiaan Global di AICIS 2024

CIREBON, FC - Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag berkomitmen untuk mendukung agenda perdamaian yang diusung oleh Direktur Jendral Pendidikan Islam Kementerian Agama dalam bingkai acara AICIS ke-23 tahun 2024 melalui berbagai program dan kegiatan di UIN Walisongo Semarang pada 1-4 Februari 2024.

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag, hadir dalam acara pembukaan AICIS 2024 ini dan menyampaikan bahwa forum yang dibentuk ini merupakan sarana yang strategis untuk membahas peran empiris agama dalam mengatasi krisis kemanusiaan.

“Bagaimana agama dapat berkontribusi dalam membangun perdamaian dan keadilan di era globalisasi? Sebagai akademisi, saya meyakini bahwa agama dapat menjadi kekuatan positif dalam membangun perdamaian global. AICIS  merupakan momentum penting untuk merumuskan kembali peran agama dalam menangani berbagai tantangan global,” ungkap Prof Aan.

Pada AICIS ke-23 tahun 2024 di UIN Walisongo Semarang pada 1-4 Februari 2024. Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag mengikutsertakan Prof Dr H Jamali, M.Ag (Warek I), Prof Dr H Ilman Nafi’a, M.Ag (Warek II), Prof Dr Hajam, M.Ag (Warek III), Drs. Khoirudin, M.Pd (Kepala Biro AUAK), kemudian Dr H Saifudin, M.Ag (Dekan FITK), Dr H Didi Sukardi,M.H (Dekan FEBI), Dr Anwar Sanusi, M. Ag (Dekan FUA), Dr Siti Fatimah, M.Hum (Dekan FDKI), Prof Dr H Suteja, M.Ag (Direktur Pasasarjana) dan perwakilan guru besar dari masing-masing fakultas yakni, Prof Dr H Adang Djumhur, M.Ag, Prof Dr H Sugianto, MH, Prof Dr Hj Ety, M.Pd, Prof Dr H Didin Nurul Rosyidin, PhD, Prof Dr H Farihin, M.Pd, Prof Dr H Asmuni, MA, Prof Dr Hj Huriyah, M.Pd, Prof Dr Yayat Suryatna, M.Ag, dan Prof Dr Kartimi, M.Pd. Juga tim expo yang dipimpin Dr Moh. Ali, M.Pd.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Prof. Dr. Muhammad Ali Ramdhani mengungkapkan harapannya saat sambutan agar AICIS dapat menghasilkan kesepakatan bersama untuk mengatasi permasalahan kemanusiaan global. Hal tersebut diungkapkannya pada seremoni pembukaan AICIS ke-23 di UIN Walisongo, Semarang pada (1/2/2024) malam.

“AICIS bukan hanya sebagai forum akademik yang eksklusif dan teoretik, tetapi sebagai forum akademik yang sekaligus memberikan tawaran solusi berbagai krisis global,” kata sosok yang akrab disapa Kang Dhani ini.

Harapan tersebut dilatarbelakangi oleh semakin memburuknya kondisi perdamaian dunia di berbagai belahan dunia. Peperangan di kawasan Timur Tengah yang tak kunjung usai dan merenggut puluhan ribu nyawa. Demikian juga kondisi konflik Rusia-Ukraina yang belum menunjukkan tanda peperangan akan berakhir. Termasuk kondisi memprihatinkan Rohingya yang menimbulkan banyak pengungsi.

“Fenomena di atas menyebabkan krisis kemanusiaan global karena hilangnya moralitas agama yang selama ini menjadi kendali bagi sikap dan tindakan yang dilakukan oleh manusia,” ujarnya.

Dalam konteks inilah, AICIS 2024 yang mengusung tema: Redefining the Roles of Religion in Addressing Human Crisis: Encountering Peace, Justice, and Human Right Issues menjadi sangat strategis dilaksanakan untuk merespons krisis kemanusiaan global. Didukung dengan kenyataan bahwa AICIS merupakan konferensi keislaman terbesar di Indonesia, bahkan di wilayah Asia Tenggara.

Menurutnya, AICIS dilaksanakan sebagai wadah para pakar dan akademisi untuk berdiskusi secara intensif dengan tidak hanya berbasis pengetahuan akademik semata, namun juga berangkat dari kasus-kasus nyata secara global yang memerlukan sumbangsih pemikiran sebagai solusi bersama.

Dhani mengungkapkan, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, AICIS 2024 diselenggarakan dengan empat distingsi (hal yang berbeda).

Pertama, pemilihan Redefining the Roles of Religion in Addressing Human Crisis: Encountering Peace, Justice, and Human Right Issues sebagai tema utama merupakan respons atas fenomena krisis kemanusiaan global di beberapa belahan dunia, seperti Palestina, Ukraina, dan belahan dunia lain yang sangat mempihatinkan.

Kedua, diselenggarakannya Religious Leaders Summit sebagai bagian dari rangkaian perehelatan AICIS. Religious Leaders Summit merupakan sebuah ajang yang menghadirkan para tokoh agama dari berbagai negara di ASEAN untuk menyampaikan pengalaman dan gagasan peran agama dalam mengatasi krisis global.

Ketiga, penyelenggaraan AICIS 2024 ini juga berkolaborasi dengan 20 Jurnal PTKI terindeks scopus untuk mempublikasikan 80 makalah dan 100 makalah pada Jurnal terindeks SINTA 2. Artinya, terdapat 180 papers yang nantinya akan dipublikasikan di Jurnal terindeks nasional maupun internasional sebagai tindak lanjut setelah dipresentasikan dalam Parallel Session.

Keempat, diselenggarakan setidaknya lima Side Event pada AICIS 2024. Kelima Side Event tersebut, yaitu: Islamic Culture and Civilization Expo; Islamic Higher Education Expo and Journal Clinique; Heritage And Cultural Trip; Declaration of Semarang Charter; Semarang Halal Food Festival yang akan membagikan kepada peserta sebanyak 500 buah durian setiap hari. (din)

Forhumas PTKIN Bersama Kasubtin Humas Pendis Pimpin Rapat Startegi SPAN UM-PTKIN

SEMARANG, FC - Ketua Forum Humas Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (Forhumas PTKIN), Hayatul Islam, bersama Kasubtim Humas Pendis Khaerul Umam, memimpin rapat strategis SPAN-UM PTKIN dalam upaya meningkatkan sosialisasi dan brand image PTKIN. Rapat ini berlangsung di sela-sela kegiatan AICIS 2024 di UIN Walisongo Semarang pada Sabtu, (03/02/2024).

Mohamad Arifin Pranata Humas Ahli Muda IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Arifin menuturkan dalam rapat tersebut, berbagai perwakilan PTKIN turut hadir untuk membahas langkah-langkah strategis guna meningkatkan efektivitas sosialisasi SPAN-UM PTKIN. 

Beberapa poin utama yang dibahas mencakup saran dan masukan strategis dari perwakilan PTKIN:

Pembentukan kanal khusus humas PTKIN untuk sosialisasi SPAN-UM, dengan sinergi antara admisi dan humas serta komitmen pimpinan untuk pengembangan kelembagaan.

Rakor teknis SPAN-UM PTKIN dengan bahan dan metode yang siap digunakan, termasuk komunikasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi, launching di kabupaten, dan undangan kepada calon mahasiswa.

Rencana bimbingan teknis untuk TIK/Humas sebagai jembatan pendaftaran SPAN-UM PTKIN.

Mendorong kreativitas anak-anak muda di PTKIN dalam menjaring calon mahasiswa.

Menyoroti masalah operator sekolah yang lupa, mengakibatkan pengurangan registrasi.

Kendala sosialisasi karena baru terbentuk Pusat Mutu Akademik. Kendala sosialisasi kepada alumni pondok pesantren karena keterbatasan akses informasi.

Mendorong kerjasama dengan MGBK (Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling) untuk lebih berorientasi pada prodi umum.

Menekankan bahwa sosialisasi dan branding PTKIN membutuhkan dukungan dari stakeholder dan kolaborasi antar institusi dengan media partner. jelas Arifin.

Sementara itu, Hayatul Islam Ketua Forhumas PTKIN, menekankan beberapa faktor pendukung kesuksesan SPAN-UM PTKIN 2024, antara lain dominannya peran Humas, kerjasama dengan Admisi dan bagian Akademik, mengikuti arahan Pokja SPAN sebagai koordinator, serta fokus pada sosialisasi dan rebranding kampus.

Senada dengan itu, Kasubtim Humas Pendis Khaerul Umam menambahkan strategi, termasuk pembagian ruang untuk mengetahui sasaran yang tepat, dukungan anggaran yang sesuai, penggunaan sumber daya tanpa ego sektoral, dan strategi serempak di lapangan.

Kang Hayat, panggilan akrab Hayatul Islam, menyimpulkan rapat ini sebagai langkah awal strategis dalam meningkatkan efektivitas sosialisasi SPAN-UM PTKIN, dengan harapan dapat menjadikan PTKIN lebih dikenal dan diminati oleh calon mahasiswa. (Ara)

DLH Kota Cirebon Angkut Ribuan Ton Sampah Malam Pergantian Tahun 2024

 

CIREBON, FC - Upaya menjaga Kota Cirebon tetap bersih dan masyarakat nyaman dengan soal lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon mengangkut sampah sebanyak 1.156 ton pada malam pergantian tahun 2024.

Kepala UPT Pengelolaan Sampah, Dinas Lingkungan Hidup Kota Cirebon, Rezki Prima Barian, Rabu (3/1/2024), menyampaikan bahwa pada malam pergantian tahun 2024, petugas mengangkut sebanyak 1.156 ton sampah se-Kota Cirebon. 

"Sampah paling banyak di angkut dari Alun-alun Kejaksan dengan mengerahkan 2 mobil truk sampah," terang Rezki, Rabu, 3 Januari 2024.

Rezki juga menjelaskan, pada malam pergantian tahun 2024 jumlah sampah meningkat dibandingkan dengan hari biasanya, yakni sebesar 780 ton sampah perhari se-Kota Cirebon. 

"Pada malam pergantian tahun 2024 naik sebesar 373 ton sampah. Kenaikan sampah itu sudah terjadi sejak tanggal 30 Desember 2023 sampai 1 Januari 2024. Sampah pada malam tahun baru 2024 ini juga mengalami kenaikan dibandingkan dengan pada tahun 2022 lalu,” ujarnya.

Untuk antisipasi sampah ini, kata Rezki, pihak DLH Kita Cirebon mengerahkan sebanyak 16 mobil pengangkut sampah. Mobil-mobil truk sampah tersebut tersebar di beberapa titik di Kota Cirebon pada H-2 sampai dengan H+1 pergantian tahun.

Dari 16 mobil truk sampah yang kita  dikerahkan, kata Rezki, itu terbagi menjadi dua shift, Pertama pengangkutan sampah pada pagi hari dan shift kedua dari sore sampai malam hari. 

"Sampah-sampah yang kita angkut  langsung dibuang di TPA Kopiluhur,” tandasnya. (din)

Partisipasi PJJ PAI FITK dalam AICIS 2024: Mendukung Transformasi Menuju UIN SSC di Era Digital

SEMARANG, FC - Dalam rangkaian kegiatan Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) 2024 yang berlangsung di UIN Walisongo pada tanggal 1-4 Pebruari, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon memeriahkan acara dengan membuka stand dalam expo. Stand ini diwakili oleh Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Pendidikan Agama Islam (PAI). Sabtu, (03/02/2024).

Dr H Saifudin, M.Ag, Dekan FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon, dengan antusias menyampaikan tentang keberadaan PJJ PAI sebagai implementasi dari transformasi lembaga, yang sebelumnya IAIN kini menjadi UIN SSC. “Kehadiran PJJ PAI ini mencerminkan komitmen kita dalam menjawab tantangan pendidikan di era digital,” ujar Dr. Saifudin.

PJJ PAI FITK menjadi salah satu bagian penting dalam transformasi lembaga pendidikan ke arah UIN SSC, menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan tuntutan zaman. Dalam stand yang dibuka di expo AICIS 2024, tim PJJ PAI memamerkan program-program unggulan serta inovasi dalam pendidikan jarak jauh.

Dr. Saifudin berharap bahwa melalui kehadiran stand ini, masyarakat dapat lebih memahami peran PJJ PAI FITK sebagai bagian integral dari UIN SSC yang siap menjawab kebutuhan pendidikan di era digital. “Kami ingin lebih mensosialisasikan dan memperluas pemahaman tentang keberadaan lembaga kami yang memiliki potensi besar dalam menjawab tantangan pendidikan masa kini,” tambahnya.

Dengan konsep pameran yang interaktif, pengunjung stand dapat menggali informasi lebih lanjut tentang kurikulum, teknologi pembelajaran, dan manfaat dari pendidikan jarak jauh di bidang PAI. Diharapkan, keberadaan PJJ PAI FITK dapat memberikan kontribusi positif dalam menjawab tantangan pendidikan di era digital dan mempersiapkan generasi yang tangguh dan berkompeten. (din)

Kamis, 01 Februari 2024

AICIS 2024 Bahas Peran Strategis Indonesia Atasi Konflik Gaza


SEMARANG, FC - Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) ke-23 akan digelar mulai hari ini, Kamis (1/2/2024) di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Kota Semarang, Jawa Tengah. Ketua Steering Committee (SC) AICIS 2024 Prof Mukhsin Jamil menyampaikan, di forum AICIS 2024 ini, salah satu panelnya akan membahas dan merumuskan solusi atas konflik di Gaza dari berbagai perspektif.

Menurut Mukhsin, konflik antara Israel-Palestina sampai detik ini masih menjadi titik fokus perhatian global. “Isu konflik Israel-Palestina ini akan berlangsung pada Jumat (2/2/2024) dengan tema besar Islamic Diplomacy: Towards Peace and Equality in Israel-Palestine Conflict,” katanya.

Dalam konflik Israel-Palestina yang belum juga usai ini, upaya mencapai perdamaian menjadi isu penting. Ahmad Rahmatullah, dkk, melalui artikelnya berjudul ‘Promoting islamic Teaching in Encouraging Philanthropy during Israel and Palestine Conflict in Digital Era’, menggarisbawahi urgensi meringankan penderitaan di tengah ketegangan agama dan penyebaran informasi digital.

Selain itu, peran Indonesia dalam konflik Hamas-Israel, khususnya pasca 7 Oktober 2023, juga menjadi perhatian dunia internasional. Khaidir Hasram, dalam artikelnya ‘Assertive, Yet Powerless? berusaha mengkaji sekaligus mempertanyakan upaya Indonesia dalam konflik tersebut, apakah dapat menciptakan perdamaian assertif, atau justru menunjukkan kelemahan diplomasi internasional.

Mukhsin mengatakan, salah satu bahasan terkait konflik Israel-Palestina ini adalah memotret dari dampak sisi ekonomi. Selain aspek ekonomi, dampak konflik Israel-Palestina pun juga meluas ke ranah digital. Ini seperti akan dipaparkan Wawaysadhaya dalam artikelnya berjudul ‘Navigating Loss and Existential Anguish in Social Media’, di mana platform media sosial berfungsi sebagai arena publik untuk menghadapi penderitaan eksistensial pasca-konflik: kehilangan, perselisihan, dan kesedihan.

Berikut para panelis AICIS pada isu konflik Israel-Palestina, Jumat (2/2/2024):

1. Munawar Ahmad (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)

2. Muhamad Bisri Mustofa (UIN Raden Intan Lampung)

3 Muhammad Ash-Shiddiqy (UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri)

4. Mawar Ardiansyah (IAIN Palangka Raya).

Adapun AICIS 2024 akan berlangsung selama 4 hari, pada 1-4 Februari 2024. Selian isu konflik Israel-Palestina, isu besar lainnya yang dibahas di konferensi internasional ini yaitu soal Rohingya, gender, Isu solusi atas krisis kemanusiaan, dan perdamaian global. Forum-forum pertemuan ratusan akademisi internasional ini juga akan disiarkan secara langsung lewat channel youtube Kemenag RI. (din)

Mohamad Arifin Pranata Humas Ahli Muda Ikuti Materi Strategi Humas dari Dirjen Pendis di Rakornas 2024

SEMARANG, FC - Dalam suasana penuh semangat pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2024 di UIN Walisongo Semarang, Mohamad Arifin Pranata, Humas Ahli Muda dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon, mendapatkan wawasan berharga dalam materi yang disampaikan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Pendis), Muhammad Ali Ramdhani. Kamis, (01/02/2024).

Dalam rangkaian menghadiri The 23rd Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) 2024, para perwakilan Humas dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia mengikuti paparan Dirjen Pendis yang membahas strategi dan trik dalam membangun citra positif untuk PTKIN masing-masing.

Salah satu poin menarik yang disampaikan adalah penggunaan trik penjenamaan seperti dalam iklan rokok, yang dapat mempengaruhi persepsi seseorang untuk beralih merek. Dirjen Pendis menekankan bahwa strategi ini dapat diaplikasikan dalam Humas PTKIN, dengan cara mengenalkan keunggulan-keunggulan dan kekhasan PTKIN melalui narasi yang menarik.

“Bagaimana cara agar masyarakat mengetahui bahwa di PTKIN juga memiliki banyak keunggulan dibanding perguruan tinggi umum lainnya,” ujar M. Ali Ramdhani, menegaskan pentingnya promosi positif untuk memperkuat citra PTKIN di mata masyarakat.

Dirjen Pendis juga menyampaikan bahwa fungsi Humas memiliki peran strategis dalam menunjang program Kementerian Agama, seperti membina hubungan yang harmonis dengan masyarakat, mengidentifikasi opini, persepsi, dan tanggapan masyarakat, serta menciptakan komunikasi timbal balik.

Para peserta Rakornas juga dibekali dengan pemahaman mendalam tentang peran, tugas, dan fungsi Humas, termasuk publication, event, news, community involvement, identity media, lobbying, dan social investment. Dirjen Pendis menekankan pentingnya Humas dalam membangun hubungan baik, memelihara jalur komunikasi, serta mengidentifikasi dan menanggapi opini publik.

Dengan menyajikan materi yang komprehensif, Dirjen Pendis memberikan pedoman kepada Humas PTKIN untuk memaksimalkan peran mereka dalam memperkuat citra PTKIN dan menyosialisasikan AICIS serta SPMB PTKIN di media masing-masing. Tujuannya adalah agar PTKIN bisa semakin dikenal luas dan setara dengan perguruan tinggi di tingkat Asia.

Rabu, 31 Januari 2024

AICIS 2024 dan Potret Sejumlah Inisiatif Membangun Perdamaian

SEMARANG, FC - Konflik dan perselisihan terus saja terjadi dengan beragam sebab dan intensitasnya. Namun, usaha merancang peacebuilding juga tak pernah hilang, bahkan oleh mereka yang saat ini menjadi korban konflik.

Inisiatif publik membangun perdamaian menjadi salah satu isu yang akan dibahas dalam Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) 2024. Forum ini akan berlangsung di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, 1 – 4 Februari 2024.

Direktur Perguruan Tinggi Agama Islam Ahmad Zainul Hamdi mengatakan AICIS ke-23 ini mengusung tema ‘Redefining The Roles of Religion in Addressing Human Crisis: Encountering Peace, Justice, and Human Rights Issues’. Ada tujuh sub tema yang akan dibahas, salah satunya Fiqih Siyasah tentang Perang dan Damai: Pasca Kolonial.

Menurut Ahmad Inung, panggilan akrabnya, subtema Fiqih Siyasah tentang Perang dan Damai: Pasca Kolonial berfokus pada bagaimana yurisprudensi politik Islam merespons isu-isu perang dan perdamaian pasca-kolonialisme. 

Hal ini masih menjadi isu penting kemanusiaan karena fakta perang dan konflik juga masih terus terjadi.

“Interpretasi fiqh siyasah tentang perang dan perdamaian memang berbeda-beda di antara para sarjana. Perbedaan itu dipengaruhi oleh latar belakang, konteks historis, sosial-politik dan kebudayaan para akademisi di berbagai negara. Karenanya, penting untuk mendiskusikan di ranah akademik,” sebut Ahmad Inung di Semarang, Rabu (31/1/2024).

Sejumlah isu yang akan dibahas antara lain prinsip-prinsip fiqh siyasah merespons problem kedaulatan dan independensi negara bangsa (sovereignty and independence), pertahanan diri kolektif sebuah negara (collective self defense), resistensi terhadap kolonialisme baru (resistance to new colonialism), resolusi konflik dan membangun perdamaian (conflict resolution and peacebuilding), hubungan internasional antar negara (international relation) yang menekankan prinsip keadilan, saling memahami dan menjaga perdamaian antar negara, partisipasi negara-negara muslim dalam organisasi dan perjanjian internasional (international organization), serta isu bagaimana sebuah bangsa seharusnya dikelola (state governance).

Terpisah, Ketua Steering Committee (SC) AICIS 2024 Prof Mukhsin Jamil mengatakan, sejumlah hasil riset akan dipaparkan dan dibahas dalam sesi panel untuk subtema ‘Fiqih Siyasah tentang Perang dan Damai: Pasca Kolonial’, salah satunya yang ditulis Asfa Widiyanto dalam Religious Minority and Peaceful Coexistence.

Asfa Widiyanto dalam tulisannya memperlihatkan begitu problematiknya status minoritas yang mereka pikul sambil berjuang untuk hidup berdampingan secara damai di tengah-tengah lanskap sosial yang beragam.

Demikian pula, inisiatif modal sosial dan rekonsiliasi konflik, yang dicontohkan komunitas Syiah Sunni Sampang Madura, yang ditulis Maskuri dalam Social Capital and Conflict Reconciliation for Peace.

Maskuri menggarisbawahi pentingnya jaringan komunal dalam membina perdamaian dan rekonsiliasi sekalipun dirinya sedang berada di bawah bayang-bayang kekerasan agama.

Bhirawa Anoraga dalam Crowdfunding for Inter-Faith Peace juga mengupas munculnya inisiatif perdamaian dari gerakan akar-rumput di berbagai wilayah. Dia mencontohkan kegiatan filantropi yang diinisiasi para pemuda dan LSM di Indonesia. 

Di level akademik, Mardi Lestari dalam Internalizing an Islamic Culture of Inner and Social Peace, mencontohkan bagaimana usaha perdamaian dilakukan di level pendidikan tinggi melalui internalisasi budaya Islam yang mengajarkan kedamaian batin dan sosial.

Sementara Adnan, melalui riset bertajuk Fiqh Siyasah on War And Peace in The Post-Colonial Era, berusaha mengeksplorasi bagaimana perang dan perdamaian di wilayah Sulawesi, menawarkan wawasan regional tentang persinggungan doktrin agama dan realitas politik dalam penyelesaian konflik.

Di level negara ASEAN, Ridwan dalam artikelnya ‘Politics of Interfaith Dialogue in Indonesia’ mencontohkan bahwa politik dialog antaragama, mulai dari Forum Perdamaian Dunia hingga Religion Twenty (R20) menjadi suatu keniscayaan yang harus dirawat untuk mengatasi ketegangan agama dan mendorong dialog sebagai jalan menuju perdamaian.

Beragam studi yang dilakukan para sarjana ini secara kolektif menjelaskan bahwa pembangunan perdamaian yang berasal dari banyak sudut pandang, mulai dari inisiatif akar rumput hingga studi regional dan dialog global, terus dilakukan dan patut dikembangkan. 

Dengan memanfaatkan jaringan komunal, memberdayakan suara-suara marginal, dan mendorong literasi agama, masyarakat dapat membangun jalan menuju perdamaian dan harmoni yang berkelanjutan di dunia yang semakin beragam dan saling terhubung.

Secara lebih mendalam, inisiatif-inisiatif ini akan dipaparkan dan dibahas oleh para panelis dalam AICIS ke-23 di UIN Walisongo Semarang, 1 – 4 Februari 2024.