Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 28 Mei 2024

SPBE Wujudkan Pelayanan Masyarakat Berbasis Elektronik Guna Penuhi Kebutuhan Pemerintah dan Masyarakat

KABUPATEN CIREBON — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cirebon, Dr. H. Hilmy Riva’i, M.Pd beserta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Cirebon, Bambang Sudaryanto, SH., MH menghadiri rapat pendampingan evaluasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) se-Jawa Barat, di Hotel Grand Mercure Setiabudi, Bandung, Selasa (28/5/2024).

Acara tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Drs. Herman Suryatman, M.Si. Acara tersebut bertujuan untuk memberikan bimbingan kepada Kabupaten/Kota demi meningkatkan kematangan SPBE di Jawa Barat.

Sekda Herman menjelaskan, pendampingan evaluasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik ini adalah proses penilaian dan bantuan ahli terhadap teknologi yang digunakan pemerintah.

“Ini termasuk memeriksa kinerja. Memberikan saran perbaikan dan mendukung implementasi untuk memastikan sistem itu apakah sudah efisien, aman, dan memenuhi kebutuhan pemerintah dan masyarakat,” kata Herman.

Herman mengharapkan, kerjasama yang sinergis demi tercapainya pelayanan masyarakat berbasis elektronik yang maksimal terus terjalin, umumnya pada pemerintahan Provinsi Jawa Barat dan khususnya Pemerintahan Kabupaten Cirebon.

Menurutnya, pemantauan dan evaluasi SPBE ini untuk dapat memastikan pertumbuhan penerapan SPBE pada Pemerintah Provinsi Jawa Barat, tentunya dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Evaluasi SPBE diharapkan menghasilkan indeks yang diperoleh secara inkremental, yakni akan terus dilakukan pemutakhiran dari proses peningkatan hasil penilaian dan populasi dalam pelaksanaannya, sehingga memastikan progres kemajuan penerapan SPBE,” tandasnya.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Cirebon, Dr. H. Hilmy Riva’i, M.Pd menargetkan serta meningkatkan nilai SPBE Kabupaten Cirebon dan tentunya dapat mencapai cluster yang lebih baik dari tahun sebelumnya.

Kata Hilmy, untuk itu diharapkan Laporan Hasil Evaluasi (LHE) SPBE Pemerintah Kabupaten Cirebon dapat digunakan dalam menentukan strategi tindak lanjut yang harus dilakukan dalam mendorong peningkatan penerapan SPBE secara menyeluruh di masa mendatang.

“Itu semua akhirnya adalah, dalam rangka meningkatkan kualitas layanan pemerintah kepada masyarakat dan terwujudnya digitalisasi pemerintah dalam kerangka reformasi birokrasi,” jelas Hilmy. (din)

Senin, 27 Mei 2024

Syaikh Yousse Dari Maroko Terkesan Dengan Peserta 'Arabic Camp' di Cirebon

CIREBON, FC - Pusat Pengembangan Bahasa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan Dauroh Al Muaskar Al Arabi (Arabic Camp) selama dua hari (26-27 Mei 2024). 

Acara ini menghadirkan seorang tokoh dari Maroko, Syaikh Youssef Faiz, dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan kemampuan berbahasa Arab para peserta serta memperkuat syiar dakwah dan moderasi beragama, Senin, (27/05/2024).

Syaikh Youssef Faiz, ulama dan pakar bahasa Arab, memberikan berbagai materi dan pelatihan intensif selama acara tersebut. 

Dalam sambutannya, Syaikh Youssef menekankan pentingnya penguasaan bahasa Arab sebagai kunci untuk memahami sumber-sumber utama ajaran Islam, seperti Al-Quran dan Hadis. 

Ia juga mengajak peserta untuk mengembangkan kemampuan berbahasa Arab mereka sebagai sarana untuk mempererat hubungan dengan sesama Muslim di seluruh dunia.

Kegiatan Arabic Camp ini diikuti oleh lebih dari 30 mahasiswa dan mahasiswi yang tergabung dalam Kelas Unggulan Bahasa Arab (KUBA) serta beberapa tutor. Peserta mendapatkan kesempatan untuk mengikuti berbagai sesi pelatihan, diskusi, dan praktek langsung berbahasa Arab dalam situasi sehari-hari. 

Syaikh Youssef Faiz juga memberikan ceramah tentang urgensi dan motivasi belajar bahasa Arab serta metode mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. 

Ia menekankan nilai-nilai toleransi, kedamaian, dan persatuan di tengah keberagaman.

Dalam wawancaranya, Syaikh Youssef Faiz menyatakan apresiasinya terhadap antusiasme peserta dan penyelenggara kegiatan. 

“Saya sangat terkesan dengan semangat belajar dan keinginan kuat para peserta untuk memahami bahasa Arab dengan lebih mendalam. Ini adalah langkah yang sangat baik dalam memperkuat hubungan kita dengan ajaran Islam dan memperluas wawasan kita tentang dunia Islam,” ujarnya.

Kepala Pusat Pengembangan Bahasa, Dra. Hj. Darrojatul Jannah, M.Ag, menyampaikan bahwa kehadiran Syaikh Youssef Faiz diharapkan dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi para peserta untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan mereka. 

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi seluruh peserta, tidak hanya dalam hal penguasaan bahasa Arab, tetapi juga dalam memperkuat nilai-nilai moderasi dan toleransi dalam kehidupan beragama sehari-hari,” katanya.

Hadir juga dalam kesempatan ini Buya Bisri Imam, Kepala Pengembangan Bahasa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon pertama, yang memberikan motivasi dan berbagi pengalaman belajar yang lebih kaya dan bermakna bagi seluruh peserta.

Dauroh Al Muaskar Al Arabi ini merupakan bagian dari program rutin Pusat Pengembangan Bahasa yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan bahasa Arab di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. 

Kegiatan lain dalam acara ini juga diisi dengan tes TOAFL (Test of Arabic as a Foreign Language), Ansyitah Lughowiyah, dan pemberian piagam penghargaan bagi pemenang lomba bahasa Arab, termasuk lomba pidato bahasa Arab, insya, dan cerdas cermat yang sebelumnya sudah dilaksanakan.

Dengan suksesnya acara ini, diharapkan para peserta dapat lebih termotivasi untuk mengembangkan kemampuan bahasa Arab mereka, serta mampu menerapkan nilai-nilai moderasi dan toleransi dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat.

Komisi II Rekomendasikan Kerjasama PT TSU dan PD Pembangunan Berlanjut

Rapat dengar pendapat Komisi II DPRD Kota Cirebon mengenai pengelolaan aset.


CIREBON – Rapat dengar pendapat Komisi II DPRD bersama PT Toba Sakti Utama (TSU) dan PD Pembangunan masih terjadi perbedaan kesepahaman antar kedua belah pihak aset berupa bidang tanah, Selasa (21/5/2024) di Griya Sawala.

Atas dasar itu, Wakil Ketua Komisi II M Noupel SH MH menilai, kedua pihak perlu menyepakati pengelolaan aset dengan memperhatikan aspek-aspek persetujuan prinsip kerjasama.

“Dalam hal ini, kami ingin PT PSU dan PD Pembangunan, bisa mengomunikasikan satu sama lain perihal persetujuan kerjasama yang dijalin sebelumnya hingga saat ini,” kata Noupel.

Di tempat sama, Ketua Komisi II H Karso SIP menerangkan bahwa antara PT TSU dan PD Pembangunan telah menjalin kerjasama untuk mengelola dua bidang tanah di Kota Cirebon, yakni di blok Sigombol dan Sibau Tengah.

“Namun, kedua belah pihak mengklaim, masih adanya prosedur kerjasama yang belum dipenuhi, yang mengakibatkan kerjasama dapat terputus dengan sendirinya,” kata Karso.

Mengatasi hal tersebut, Komisi II menyarankan untuk mencari jalan tengah untuk kedua belah pihak, yakni kerjasama yang telah dijalin terus dilaksanakan, mengingat keduanya sama-sama merupakan lembaga usaha atau profit oriented.

“Sehingga, bagi kedua belah pihak bisa sama-sama mendapat manfaat, bagi PDP memberikan keuntungan berupa PAD, kemudian PT TSU otomatis akan mendapat keuntungan pula,” tambahnya.

Di tempat sama, Direktur Utama PD Pembangunan Dr R Pandji Amiarsa SH MH, menyampaikan bahwa keberlanjutan kerjasama antara PT TSU dan PDP atas bidang tanah di blok Sigombol terus berlanjut berdasarkan persetujuan tertulis Walikota tahun 2010.

“Sedangkan untuk objek di Sibau Tengah, belum ditingkatkan pada suatu perikatan, dan belum terjadi periktan sejak 2010, sehingga dapat dianggatp tidak ada lagi dasar terbangunnya perikatan” katanya.

Maka, menurut Pandji, atas dasar tersebut PD Pembangunan mendayagunakan langsung bidang tanah di Sibau Tengah berdasrkan persetujuan Walikota pada tahun 2018.

“Untuk objek sibau tengah atau kayuwalang, PDP mendayagunakan atau mendevelop sendiri atas dasar persetujuan walikota tahun 2018,” ujarnya.

Sementara itu, penasehat hukum PT TSU Dr Eka A. Surya Atmaja SH MH menekankan, berkaitan dengan persoalan prinsip kerjasama antara PT TSU dan PDP, perlu adanya kejelasan atas kepastian hukum tentang aset di Kota Cirebon.

“Oleh karena itu kami meminta adanya perda pengaturan assetsebab ini juga dapat menambah PAD di Kota Cirebon. Serta adanya pengawasan, adanya kepada para investor yang mau menanamkan sahamnya di Cirebon,” ujarnya.

Turut hadir Sekretaris Komisi II DPRD Kota Cirebon dr H Doddy Ariyanto MM, serta anggota Komisi II DPRD Ir Watid Sahriar MBA, dan Syarif Maulana. (Ara)

Turunnya Perpres RI No 60 Tahun 2024, IAIN Cirebon Resmi Menjadi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Kabar Gembira, IAIN Cirebon Resmi Jadi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon


Transformasi Kelembagaan

KABAR GEMBIRA !!..  IAIN Cirebon kini  resmi menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon. Hal itu didasarkan pada Peraturan Presiden RI Nomor 60 Tahun 2024 yang ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 21 Mei 2024.

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof Dr H Aan Jaelani MAg menjelaskan, perubahan kelembagaan ini menjadi langkah maju untuk memposisikan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) ini menjadi satu-satunya Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) berbasis siber di Indonesia.

Awalnya, Prof Aan memaparkan, UIN Siber ini bernama Universitas Islam Siber Syekh Nurjati Indonesia (UISSI) yang diinisiasi oleh Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas, untuk menjawab tantangan PTKI.

Saat itu, terang Prof Aan, Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Muhammad Ali Ramdhani menetapkan Surat Keputusan Nomor 1175 tahun 2021 tentang IAIN Cirebon sebagai pilot project PTKI berbasis siber atau Islamic Cyber University.

Transformasi kelembagaan ini, lanjut Prof Aan, ditandai dengan soft launching Program Studi Pendidikan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Pendidikan Agama Islam secara daring dan luring oleh Yaqut Cholil Qoumas di kampus IAIN Cirebon pada Selasa, 14 Desember 2021 lalu.

“UIN Siber ini menjadi pilot project Kementerian Agama sesuai Keputusan Menteri Agama RI Nomor 860 Tahun 2022,” jelas Prof Aan dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 25 Mei 2024.

Dikatakan Prof Aan, transformasi pendidikan tinggi berbasis teknologi informasi atau digitalisasi pada UIN Siber ini sebagai salah satu program prioritas Kementerian Agama.

Melalui transformasi ini, kata Prof Aan, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas berharap UIN Siber menjadi rujukan dan terdepan dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi Islam berbasis digital yang mendunia.

“Hal ini sebagai upaya pemerintah melalui Kementerian Agama dalam menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia yang terkendala mendapat akses pendidikan, khususnya para guru madrasah karena keterbatasan akses jarak dan biaya,” katanya.

Tranformasi ini pun, sambung Prof Aan, untuk menjawab hasil pemetaan Pendis Kemenag tentang 86 persen guru madrasah yang belum memenuhi kualifikasi pendidikan S1.

Sehingga, kehadiran UIN Siber tersebut diharapkan dapat memenuhi kualifikasi dan kompetensi guru madrasah melalui pemenuhan kualifikasi pendidikan S1 yang berimplikasi bagi kesejahteraan guru.

“Juga  dapat menghadirkan model pendidikan kekinian yang modern dengan aspek knowledge, attitude, dan skill,” ujarnya.

Dijelaskan, Prof Aan, kehadiran Program Studi PJJ PAI menjadi fase awal penggunaan teknologi virtual pada  perkuliahan melalui Learning Management System (LMS), sekaligus memiliki efisiensi pembiayaan dan efektifitas proses pembelajaran.

Pada launching PJJ PAI tahun 2021, IAIN Cirebon dipimpin Rektor Dr H Sumanta Hasyim MAg.

Saat itu, Rektor Sumanta menegaskan, PJJ PAI sebagai embrio lahirnya UISSI (sekarang bernama UIN SSC) yang mengantisipasi tantangan dan kebutuhan perkuliahan di era digital dengan memanfaatkan penyelenggaraan pembelajaran melalui media internet.



“Implementasi proses pendidikan bukan hanya dipindahkan ke ruang maya, namun juga mengaktualisasikan pendidikan jarak jauh dengan basis pengetahuan yang kompetitif, ketersediaan teknologi pembelajaran, kualitas materi ajar, dosen/tutor, mahasiswa, metode pedagogi, interaksi yang dapat diakomodir, dan sistem pendukung lainnya,” jelasnya.

Makna “Siber” dan Fungsi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menjadi satu-satunya PTKN berbasis siber dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi keagamaan Islam di Indonesia. Status “Siber” ini menjadi distingsi juga brand bagi UIN Siber sekarang dan masa depan.

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof Dr H Aan Jaelani MAg mengatakan, dirinya menyepakati analisis Hasanuddin Ali dalam “UIN: Beyond Islamic University”, bahwa UIN adalah bentuk transformasi kelembagaan dari asalnya IAIN agar ada lompatan kualitas pendidikan tinggi keagamaan.

Menurut Prof Aan, hal tersebut merupakan kritik halus yang mendalam. Pasalnya, UIN memiliki program studi “keagamaan” juga program studi “umum”, meskipun belum menjadi rujukan masyarakat untuk memilih kuliah.

Terlebih, harapan besar masyarakat luas atas kiprah dan prospek alumni dari UIN tersebut dihadapkan dengan perkembangan teknologi digital yang sangat cepat sekarang ini.

Untuk menjawab harapan besar itu, Prof Aan menegaskan, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memiliki kualifikasi dan identitas yang khas dengan platform siber.

Hal tersebut berdasarkan Keputusan Menteri Agama (KMA) RI Nomor 860 Tahun 2022 tentang Penetapan IAIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai Pilot Project Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Berbasis Siber dan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 1175 Tahun 2021 tentang Penetapan IAIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai Pilot Project PTKI Berbasis Siber (Digital University).

Dijelaskan Prof Aan, pengembangan PTKI berbasis masa depan diperlukan PTKI berbasis siber atau digital university. Sehingga, UIN Siber akan mengisi ruang-ruang “kosong” digital pada PTKN lain, dari mulai bangunan keilmuan Cyber Islamic University (CIU), distingsi keilmuan dan kurikulum program studi, pengembangan teknologi pembelajaran, pembelajaran berbasis virtual melalui LMS, bahan ajar dalam bentuk modul pembelajaran, video pembelajaran, tata kelola dan layanan digital perguruan tinggi, sistem penjaminan mutu perguruan tinggi digital, kompetensi digital dosen, serta mahasiswa dan lulusan yang disiapkan memiliki kompetensi digital pada seluruh program studi.

“UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon akan menjadi lembaga yang mewakili dari sekian banyak PTKI yang ada sebagai role model dalam men-deliver proses pembelajaran sesuai konteks dan tantangan zamannya,” ujarnya.

Karena itu, Prof Aan memaparkan, ada tiga fungsi utama pada UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Pertama, menyelenggarakan program pendidikan berbasis siber sebagai frontier advokasi Gerakan Open Islamic Education Resources (OIER) atau menyediakan Sumber Daya Pendidikan Islam Terbuka.

Kedua, proses belajar mengajar berbasis Digital Multimedia University (DMU) dalam mengembangkan PTKI sebagai knowledge creation and transmission, atau menyediakan bahan ajar yang diproduksi dan dikembangkan dalam bentuk multimedia digital.

Dan ketiga, menyelenggarakan pendidikan jarak jauh berbasis teknologi atau siber yang networked, digital, dan virtual pada jenis pendidikan akademik, vokasi, dan profesi. 

Capaian Out-Put Digitalisasi Tata Kelola dan Kompetensi Digital SDM

Prof Aan memaparkan, untuk menunjang tata kelola UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, kampus ini telah ditunjang tenaga-tenaga profesional yang memiliki kompetensi digital.

Sampai Mei 2024 ini tercatat, capaian out-put kompetensi digital pada SDM dosen, UIN Siber telah memiliki 90 dosen yang telah dilatih melalui bimbingan teknis “content creator” dan penyusunan “modul pembelajaran digital” atau “pembuatan video pembelajaran” melalui Telkom University dan Universitas Terbuka, dan 100 orang ketua/kepala lembaga, unit, jurusan/program studi akan mengikuti bimbingan teknis dan uji kompetensi “digital marketing dan social media marketing” melalui BSNP.

Bahkan, lanjut Prof Aan, sebanyak 100 staf akademik pada fakultas, jurusan, dan unit lainnya di UIN Siber pun akan dilatih melalui bimbingan teknis “social media marketing, content creative, dan web developer” dan uji kompetensi melalui BSNP pada Juli 2024 mendatang.

“Untuk menunjang percepatan capaian out-put pada kompetensi digital dosen dan tenaga kependidikan, UIN Siber memiliki 15 dosen pada Pusat Inovasi Pembelajaran Digital (PIPD) yang mengelola 8 studio pembelajaran canggih pada Gedung Siber 1,” katanya.

Prof Aan mengungkapkan, sampai Mei 2024 ini tercatat, PIPD telah menghasilkan 170 video pembelajaran yang ditargetkan 500 video pembelajaran di akhir tahun 2024 mendatang.

Kemudian, sambung Prof Aan, untuk pengembangan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), sampai Mei 2024 akan dibuka jenjang pendidikan akademik untuk 7 Program Studi PJJ. Untuk S1 Program Studi PJJ PAI telah dibuka sejak tahun 2022 yang saat ini telah memiliki mahasiswa sebanyak 3.339 orang.

Bahkan, Prof Aan menjelaskan, pada tahun 2024 ini telah dibuka pendaftaran mahasiswa baru untuk S1 PJJ PGMI, S1 PJJ PBA, dan S2 PJJ PAI. Untuk S1 Program Studi PJJ HKI dan PJJ SPI telah lolos akreditasi minimum BAN PT dan masih proses SK Dirjen Pendis, sedangkan S1 Program Studi PJJ AFI masih proses penilaian BAN PT.

Sedangkan untuk PJJ pada pendidikan vokasi dan profesi, serta PJJ bidang ilmu non-keagamaan atau umum akan dibuka pada tahun 2025 mendatang.

“Dengan kehadiran Gedung SBSN Siber/PJJ akhir tahun 2023 dengan kapasitas IT yang canggih diharapkan seluruh program transformasi digital baik tata kelola maupun transformasi pembelajaran digital secara bertahap dan berkelanjutan dapat diwujudkan secara maksimal,” ujar Prof Aan.

Prof Aan juga menerangkan, tata kelola berbasis digital masih berproses dengan mengikuti road-map atau peta jalan transformasi digital kelembagaan sejak tahun 2023.

Kendati demikian, beberapa unit atau lembaga di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sudah memiliki aplikasi digital dan pengembangan fitur untuk percepatan layanan administrasi, akademik, kepegawaian, dan keuangan.

Prof Aan menegaskan, percepatan digitalisasi layanan dan terwujudnya satu data ditargetkan tercapai pada Desember 2024 mendatang.

“Digitalisasi tata kelola kampus diharapkan dapat memenuhi target transformasi kelembagaan pada UIN Siber: layanan tangkas, mudah, dan cepat, serta efisiensi dan efektivitas pengelolaan anggaran pada program prioritas yang disusun secara tematik,” tegasnya.


Tindak-Lanjut Rakernas Kementerian Agama RI 2024

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof Dr H Aan Jaelani MAg menjelaskan, pada Buku Outlook Kementerian Agama RI 2024 diuraikan tentang proyeksi dan preskripsi terkait strategi penguatan digitalisasi layanan yang mencakup ekosistem moderasi beragama yang ekspansif, memenangkan pertarungan digital, dan mengusung layanan pendidikan yang inovatif dan transformatif.

“Sedangkan Rencana Aksi Nasional Outlook Kementerian Agama 2024 meliputi, ekosistem moderasi beragama yang ekspansif, meneguhkan politik kebangsaan, memenangkan pertarungan digital, menyajikan layanan keagamaan yang premium, tapi terjangkau, mengusung layanan pendidikan yang inovatif dan transformatif, smart ASN menjawab kebutuhan era digital, dan mengoptimalkan dana umat untuk pengentasan dan pemberdayaan,” paparnya.

Secara khusus, Prof Aan memaparkan, pengembangan program Cyber Islamic University (CIU) pada bab III Nomor 2, bagian "Mengusung Layanan Pendidikan yang Inovatif dan Transformatif“.

Bagian ini, kata dia, ditindaklanjuti dengan menetapkan secara tematik 7 Program Prioritas Tahun 2024 pada UIN Siber yang mencakup:

1) Internasionalisasi kampus dan akreditasi unggul (target 18 program studi dan APT unggul)

2) Digitalisasi keuangan dan pengembangan unit bisnis (BLU)

3) Pengembangan karir dan penempatan kerja alumni

4) Memenangkan media sosial untuk pemasaran dan branding kampus

5) Kerjasama dan kemitraan kampus dengan dunia industri/dunia kerja (pendidikan, riset, dan PkM).

6) Gov-tech dan digitalisasi layanan menuju satu data

7) Inovasi kurikulum dan pembelajaran digital.

Tujuh program prioritas pada UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon ini, kata Prof Aan, menjadi bagian transformasi kelembagaan dengan tetap menargetkan keunggulan kampus berupa capaian akreditasi unggul pada program studi dan universitas.

Menurut Prof Aan, hal ini cukup sulit dan membutuhkan kerja serius, kolaboratif, dan didukung desain program yang tepat pada seluruh pengelola atau pelaksana program dalam bentuk mewujudkan “cyber culture” untuk program prioritas siber.

“Maka upaya percepatan digitalisasi pada seluruh layanan kampus menjadi strategi yang tepat untuk memenuhi capaian atau target yang sudah disusun sesuai peta jalan dan program yang ditetapkan,” katanya.

Prof Aan pun berharap, digitalisasi tata kelola untuk percepatan layanan administrasi, akademik, dan keuangan pada seluruh unit atau lembaga pada UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon ini menjadi fokus utama yang dapat memenuhi target pada pengembangan CIU.


Karena, Prof Aan menegaskan, pada akhirnya digitalisasi ini akan mempercepat dalam mencapai program yang ditetapkan dan efisiensi anggaran, sehingga secara khusus untuk biaya UKT dari mahasiswa lebih murah dan terjangkau.

“Demikian sekilas transformasi kelembagaan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Kehadiran universitas siber atau universitas digital ini menjadi harapan bersama dalam memenuhi proyeksi pemerataan pendidikan tinggi, optimalisasi dan efisiensi anggaran, dan tentunya, menghadirkan inovasi pembelajaran digital yang memudahkan dan mempercepat pemenuhan target layanan pendidikan inovatif dan transformatif untuk kemajuan PTKN dan berdampak mashlahah bagi masyarakat,” pungkasnya. (Udin/)

Sabtu, 25 Mei 2024

Menuju Indonesia Emas 2045, Anak-Anak Kabupaten Cirebon Harus Sehat



KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Kesehatan melakukan Gerakan Bersama Literasi Stunting, Imunisasi, Pencegahan DBD, Penanggulangan TBC (Geber Si Jumo) dan Jaga Ibu Hamil serta Lingkungan Bersih dan Sehat dengan PHBS di Hotel Apita, Kabupaten Cirebon, Rabu (22/5/2024).

Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Drs. H. Wahyu Mijaya, SH., M.Si melalui Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat, Drs. H. Mochamad Syafrudin dalam sambutannya mengungkapkan, ada beberapa hal yang perlu ditekankan, yakni pertama fokus stunting, TBC maupun DBD. Pasalnya fluktuatif naik turunnya, hanya stunting yang selalu jadi trending topik.

“Fokus yang akan kita kejar, yang pertama peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan stunting, imunisasi kepada anak, pencegahan DBD, serta obati sampai sembuh untuk TBC,” kata Syafrudin.

Syafrudin mengingatkan kepada para orangtua, agar dapat memilah makanan yang akan dikonsumsi anaknya, semisal jajanan yang ada di sekolah, harus dipastikan memiliki nilai gizi. Selain itu, orangtua juga harus memahami betul pola perilaku hidup bersih dan sehat.

“Berkaitan dengan imunisasi terhadap anak. Saya yakin, ibu kader tentu sudah bekerja maksimal agar bayi-bayi di Kabupaten Cirebon ini terimunisasi secara lengkap. Tahun lalu kejar imunisasi, mudah-mudahan sudah selesai yang belum lengkapnya,” lanjutnya.

Kemudian, pencegahan penyakit demam berdarah. Penyakit DBD dapat dicegah dengan cara selalu 3M Plus. Selain itu, tuberkulosis (TBC). Kata dia, Kabupaten Cirebon ini terletak di pantai utara (Pantura), perilaku masyarakatnya perlu dirubah.

“Kenapa perlu dirubah, karena ketika sudah agak enakan, obatnya berhenti. Maka saya mengimbau, agar para kader ini mengingatkan untuk mengobati sampai sembuh dan meningkatkan pengawasan untuk orang yang mengalami TB,” imbaunya.

Pihaknya mengajak seluruh lapisan masyarakat, pihak swasta untuk bersama-sama membantu pemerintah dalam pencegahan berbagai penyakit di atas.

“Bangun jejaring berbagai pihak untuk bersama-sama menurunkan angka stunting, meningkatkan cakupan imunisasi, cegah DBD dan TBC. Ini tidak bisa hanya oleh Dinas Kesehatan saja, namun pihak lain juga, termasuk pihak swasta, kuwu, camat dan sebagainya,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, dr. Hj. Neneng Hasanah, MM berharap dalam pertemuan ini, upaya target imunisasi bisa tercapai, pencegahan stunting, DBD dan TBC bisa terlaksana.

“Sebenarnya bisa dilakukan secara bersama, sehingga balita kita tidak menderita kasus-kasus, mulai dari TB, DBD maupun stunting. Diharapkan 2045 adalah generasi emas, generasi cerdas dan sehat,” ujar Neneng.

Kamis, 23 Mei 2024

DPKPP Imbau Pengembang Perumahan Segera Serahkan PSU Ke Pemkab Cirebon

KABUPATEN CIREBON — Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Cirebon mengimbau pengembang perumahan segera menyerahkan Prasarana Sarana Utilitas (PSU) yang ditelantarkan ke Pemerintah Kabupaten Cirebon.

Hal tersebut berdasarkan pada Pasal 49 ayat (9) dan pasal 52 ayat (1) Peraturan Bupati Cirebon nomor 189 Tahun 2022 tentang Prosedur Penyediaan dan Penyerahan Prasarana Sarana dan Utilitas Perumahan dari Pengembang Kepada Pemerintah Kabupaten Cirebon.

Kepala Bidang Perumahan DPKPP Kabupaten Cirebon, Yayan Suratman mengungkap, ada dua pengembang dari dua perumahan berbeda yang belum menyerahkan PSU yang ditelantarkan.

Dua pengembang tersebut adalah PT. Cahaya Gumelar selaku Pengembang Perumahan Cahaya Permai Tahap 1 dan PT. Cipta Persada Propertindo selaku Pengembang Perumahan Panorama Bukit Halimpu 1.

Sebelumnya, DPKPP mendapat laporan dari warga Perumahan Cahaya Permai Tahap 1 melalui Surat Permohonan Serah Terima dengan Nomor : 03/Rt.01/Rt.02/IV/2024 dan warga Perumahan Panorama Bukit Halimpu dengan nomor : 03/RT/II/2024.

Sebelum diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Cirebon, DPKPP akan melakukan peninjauan PSU ke lapangan.

“Nantinya akan ditinjau lebih dulu, apakah sesuai atau tidak antara yang dilaporkan warga dengan yang ada di lapangan. Kalau sesuai, nanti kita buatkan Berita Acara Serah Terima (BAST), agar nantinya bisa diserahkan ke Pemda,” jelas Yayan. (din)

Selasa, 21 Mei 2024

Dua Mahasiswa IAIN Cirebon Raih Juara Essay dan Pidato

CIREBON, FC - Ai Nur Azizah dan Dita Aulia Nisa, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, mengukir prestasi gemilang dalam ajang lomba essay dan pidato tingkat internasional di UIN Mataram. 

Ai Nur Azizah berhasil meraih juara tiga dalam lomba essay, sementara Dita Aulia Nisa mendapatkan juara harapan satu dalam lomba pidato.

Kompetisi ini diselenggarakan oleh HMJ PBA FTK UIN Mataram dari tanggal 24 April hingga 08 Mei 2024, dengan pengumuman pemenang dilaksanakan pada tanggal 11 Mei 2024. Meskipun harus bersaing ketat dengan perguruan tinggi ternama seperti UIN Mataram, Universitas Udayana, dan UIN Ar-Raniry Banda Aceh, semangat serta dedikasi mahasiswa Prodi PBA berhasil membawa warna tersendiri di kancah internasional.

Nanin Sumiarni, M.Ag, Ketua Prodi PBA, menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah hasil dari dukungan dan pembinaan yang terus diberikan kepada setiap mahasiswa. Program strategis Prodi PBA dalam meningkatkan kualitas lulusan, baik secara nasional maupun internasional, telah membuktikan kesuksesannya.

Dr. H. Saifuddin, MAg., Dekan FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon, menyambut baik prestasi gemilang ini. 

Dirinya menegaskan pentingnya kaderisasi mahasiswa ke depan dalam berbagai cabang lomba ke bahasa araban. Upaya sistematis, terstruktur, dan konsisten dalam membentuk mahasiswa PBA yang kompeten menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai kompetisi baik di tingkat nasional maupun internasional.

Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi IAIN Syekh Nurjati Cirebon semata, namun juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Dengan semangat juang yang sama, diharapkan prestasi yang lebih gemilang lagi dapat diraih di masa depan.