Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 03 Januari 2025

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Teguhkan Komitmen untuk Indonesia Emas

CIREBON – Civitas akademika Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang juga dikenal sebagai Cyber Islamic University (CIU), menggelar upacara peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-79 Kementerian Agama Republik Indonesia di kampus utama pada Jumat pagi. 

Acara ini merupakan bagian dari pelaksanaan Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI Nomor 36 Tahun 2024, yang menjadi pedoman dalam memperingati momen bersejarah ini. Jum’at, (03/01/2025).

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., bertindak sebagai pembina upacara dan membacakan sambutan resmi Menteri Agama. Upacara ini dihadiri oleh pejabat struktural, pejabat fungsional, dosen, karyawan, dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama khususnya Satuan Kerja UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Dalam sambutannya, Prof. Aan mengajak seluruh peserta untuk merefleksikan makna HAB yang menandai berdirinya Kementerian Agama pada 3 Januari 1946. "Hari Amal Bhakti adalah simbol pengabdian tulus dan dedikasi para pendahulu kita dalam membangun harmoni antarumat beragama," ucapnya.

Tema HAB tahun ini, "Umat Rukun Menuju Indonesia Emas," selaras dengan visi besar Asta Cita Pemerintahan Prabowo-Gibran. Tema tersebut menegaskan pentingnya kerukunan dan toleransi dalam membangun masyarakat Indonesia yang adil, makmur, dan harmonis.

Prof. Aan juga menekankan peran strategis Kementerian Agama dalam menjaga keseimbangan antara kehidupan beragama dan kenegaraan. "Indonesia bukan negara agama, bukan pula negara sekuler, tetapi negara yang menghormati dan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," jelasnya.

Dalam sambutan Menteri Agama yang dibacakan oleh Rektor, ditegaskan pula bahwa pendidikan agama dan keagamaan menjadi pilar penting untuk mencetak generasi unggul. Program makan bergizi gratis di lembaga pendidikan binaan Kementerian Agama menjadi salah satu langkah nyata mendukung kualitas generasi penerus.

Selain itu, isu lingkungan dan perubahan iklim juga menjadi perhatian utama. Kementerian Agama didorong untuk memperkuat kampanye penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, sejalan dengan Deklarasi Istiqlal 2024 yang mendukung toleransi dan pelestarian alam.

Sementara itu, Prof. Aan mengapresiasi berbagai penghargaan yang diraih Kementerian Agama selama 2024, seperti Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Pelayanan Publik Inklusif Terbaik. 

Dalam acara tersebut, Prof. Aan turut mengapresiasi penghargaan yang diraih Kementerian Agama pada 2024, seperti Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Pelayanan Publik Inklusif Terbaik. "Prestasi ini menjadi bukti nyata komitmen kita bersama dalam reformasi birokrasi dan pelayanan prima," ujarnya.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada tenaga PPPK yang baru dinyatakan lulus di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan rasa syukur atas diterbitkannya PMA Nomor 31 Tahun 2024 tentang Ortaker dan Statuta UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. “Ini adalah tonggak penting dalam perjalanan transformasi UIN Siber menuju masa depan yang lebih gemilang,” tegasnya.

Upacara ditutup dengan doa bersama, yang dipimpin oleh Dr. H. Faqiuddin Abdul Kodir, MA, salam doanya memohon keberkahan dan kesuksesan bagi Kementerian Agama, khususnya UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam menjalankan tugas mulianya. Semangat toleransi dan harmoni yang digaungkan dalam peringatan ini diharapkan mampu menginspirasi seluruh masyarakat Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. (Nur)

Lepas 610 Mahasiswa FEBI, UIN Siber Cirebon Mantapkan Langkah Menuju Generasi Emas di Dunia Kerja

CIREBON, FC – Dalam semangat Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, atau dikenal sebagai Cyber Islamic University (CIU), resmi melepas 610 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Perbankan Islam (FEBI) untuk menjalani program magang selama enam bulan. 

Acara pelepasan yang berlangsung meriah ini dihadiri oleh para peserta magang, Dekan FEBI, dan Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Jum’at, (03/01/2025).

Mahasiswa dari empat jurusan, yaitu Perbankan Syariah, Akuntansi Syariah, Ekonomi Syariah, dan Pariwisata Syariah, akan mengikuti program ini mulai Januari hingga Juni 2025. Program magang ini bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa di dunia kerja, baik di sektor usaha maupun industri, sebagai bagian integral dari kurikulum FEBI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Dr. H. Didi Sukardi, Dekan Fakultas Ekonomi dan Perbankan Islam, dalam sambutannya menyampaikan optimisme terhadap program ini. 

“Kami berharap program magang ini menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang telah mereka peroleh di kampus. Selain itu, ini adalah kesempatan emas bagi mereka untuk mengembangkan soft skills dan hard skills yang relevan di dunia kerja, serta memperluas jaringan profesional,” ujarnya.

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag, turut memberikan motivasi kepada para mahasiswa peserta magang. “Ini adalah langkah nyata kami dalam mempersiapkan lulusan yang unggul dan kompetitif. Magang ini akan menjadi pengalaman tak ternilai yang mempersiapkan kalian untuk menghadapi tantangan dunia kerja,” tegasnya.

Rektor juga berpesan agar para mahasiswa menjaga sikap profesional, berdisiplin, dan membawa nama baik almamater. “Ingat, keberhasilan kalian di tempat magang tidak hanya mencerminkan kualitas diri, tetapi juga membawa citra positif bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon,” tambahnya.

Program magang ini menempatkan mahasiswa di berbagai perusahaan dan lembaga sesuai dengan bidang studinya. Dengan pengalaman praktis ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berharap dapat menghasilkan lulusan yang lebih siap kerja dan memiliki daya saing global.

Para mahasiswa, dengan semangat tinggi, menyatakan kesiapan mereka untuk terjun langsung ke dunia kerja. Program ini juga diharapkan dapat memperkuat hubungan antara UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dengan dunia usaha dan industri, menciptakan sinergi yang saling menguntungkan.

Melalui program ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus membuktikan komitmennya untuk memberikan pendidikan yang berorientasi pada kebutuhan dunia kerja, sesuai dengan visi Merdeka Belajar Kampus Merdeka. (Aida)

DPRD Kota Cirebon Tegas, PT Bhirawa Harus Penuhi Hak Pekerja

 

CIREBON, FC – DPRD Kota Cirebon menegaskan bahwa PT Bhirawa wajib memenuhi seluruh hak para pekerja, khususnya para sopir yang sebelumnya dimutasi ke luar kota tanpa mendapatkan upah.

Hal ini disampaikan dalam rapat audiensi yang digelar di Griya Sawala pada Jumat (3/1/2025). Rapat yang difasilitasi DPRD Kota Cirebon ini melibatkan Dinas Ketenagakerjaan, Dishub, PT Comfeed, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait lainnya.

Wakil Ketua II DPRD Kota Cirebon, Fitrah Malik SH, menyatakan bahwa PT Bhirawa harus segera menindaklanjuti tuntutan pekerja, termasuk memberikan kejelasan status mereka sebagai sopir angkutan perusahaan.

"Alhamdulillah, hari ini PT Bhirawa telah bersedia menerima kembali empat pekerja tanpa mutasi. Hak ketenagakerjaan mereka, termasuk jaminan sosial, juga harus dipenuhi. Jika tidak dipekerjakan, hak pesangon wajib diberikan," ungkap Fitrah usai rapat.

Sekretaris Komisi II DPRD, Subagja, menyebutkan bahwa konflik ini terjadi akibat kesalahpahaman terkait mekanisme tenaga kerja di PT Bhirawa. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

"Di tahun 2025 yang baru ini, tidak boleh lagi ada kasus penindasan tenaga kerja, terutama di Kota Cirebon," tegas Subagja.

Kepala personalia PT Bhirawa menjelaskan bahwa hubungan kerja dengan para sopir sebelumnya bersifat kemitraan dengan sistem bagi hasil. Namun, pihaknya berkomitmen memenuhi tuntutan pekerja agar kembali dipekerjakan dan mendapatkan hak-hak mereka.

"Ada empat pekerja yang bermasalah, tiga sudah mundur. Sisanya akan kami pekerjakan kembali sesuai permintaan, dengan jaminan yang telah disepakati," ujarnya.

Ketua Paguyuban Supir Angkutan Cirebon, Tryas, mengapresiasi kesepakatan yang dicapai dan berharap perusahaan memperbaiki mekanisme kerja agar kasus serupa tidak terjadi lagi.

"Alhamdulillah, hasil pertemuan ini memberikan jawaban yang memuaskan," kata Tryas.

Rapat tersebut turut dihadiri oleh sejumlah anggota DPRD Kota Cirebon, Kepala Dishub, Kepala Disnaker, UPTD Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah III Cirebon, serta kuasa hukum para pekerja.

DPRD Kota Cirebon berharap hasil rapat ini menjadi langkah awal untuk menciptakan hubungan kerja yang lebih harmonis dan adil di Kota Cirebon. (Nur)

Kamis, 02 Januari 2025

Komisi I DPRD Kota Cirebon Soroti Tata Kelola Retribusi Parkir dan Operasional BRT

CIREBON – Komisi I DPRD Kota Cirebon menyoroti pengelolaan retribusi parkir yang dinilai belum maksimal. Potensi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor ini perlu ditingkatkan, mengingat Kota Cirebon memiliki mobilitas kendaraan yang tinggi.

Hal ini disampaikan dalam rapat kerja antara Komisi I DPRD dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon di Griya Sawala, Kamis (2/1/2025). 

Ketua Komisi I DPRD Kota Cirebon, Agung Supirno SH, meminta Dishub untuk memanfaatkan potensi retribusi dari kantong-kantong parkir guna mencapai target PAD secara optimal.

“Pada tahun 2024, dari target Rp4,6 miliar, realisasi hanya Rp2,7 miliar. Bahkan, ini belum ada peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp2,6 miliar,” ungkap Agung.

Ia mendesak Dishub untuk memetakan potensi kantong parkir di zona parkir, non-zona parkir, dan kawasan parkir khusus. Komisi I DPRD meminta Dishub menyajikan data terbaru bulan depan terkait potensi parkir, jumlah juru parkir (jukir), serta database SDM Dishub yang bertugas di bidang penagihan retribusi.

Agung juga menyoroti minimnya sumber daya Dishub yang menyebabkan penarikan retribusi tidak maksimal. 

"Dishub perlu membenahi tata kelola penarikan retribusi, baik dari administrasi maupun pengelolaan juru parkir," tegasnya.

Sekretaris Komisi I, Aldyan Fauzan Sumarna, turut menyoroti operasional Bus Rapid Transport (BRT) di Kota Cirebon. Saat ini, hanya tiga dari sepuluh armada yang beroperasi. 

Aldyan menekankan pentingnya efisiensi anggaran dan sosialisasi penggunaan transportasi publik agar masyarakat lebih tertarik menggunakan BRT.

Di sisi lain, Kepala Dishub Kota Cirebon, Andi Armawan MSi, menyatakan komitmennya untuk membenahi manajemen parkir. Ia mengakui pengawasan zona parkir belum maksimal karena jumlah juru parkir yang terlalu banyak. 

Kota Cirebon memiliki tiga kategori parkir, yaitu 50 titik parkir non-zona, 12 zona parkir, dan dua parkir zona khusus di kawasan Bima dan Alun-Alun Kejaksan.

“Ke depan, kami berencana menerapkan sistem parkir berlangganan untuk meningkatkan pendapatan parkir,” ujar Andi. Terkait operasional BRT, ia menjelaskan keterbatasan anggaran pemeliharaan menjadi alasan hanya tiga hingga empat armada yang beroperasi.

Turut hadir dalam rapat tersebut, anggota Komisi I DPRD Kota Cirebon, Cicih Sukaesih, Ruri Tri Lesmana, dan Imam Yahya Sfil MSi. (din)

Rabu, 01 Januari 2025

Tahun 2025, DPRD Kota Cirebon Perkuat Sinergitas Dengan Media

DPRD Kota Cirebon menggelar kegiatan silaturrahmi dengan para awak media 


CIREBON, FC - DPRD Kota Cirebon menggelar kegiatan silaturahmi dengan insan pers. Dalam kegiatan ini, DPRD Kota Cirebon menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan media sebagai mitra strategis. 

Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua I Harry Saputra Gani, Wakil Ketua II Fitra Malik, Anggota Komisi III Sarifudin, dan R. Endah Arisyanasakanti. 

Sedang dari jajaran Sekretariat DPRD, hadir Sekretaris Dewan Siti Solecha (Bu Ela), Kabag Persidangan dan Perundang-undangan Ateng Rojudin, serta Kasubag Pelayanan dan Aspirasi Masyarakat Vera Harmiantis.

Wakil Ketua I Harry Saputra Gani menyampaikan salam dan apresiasi dari Ketua DPRD Kota Cirebon, Andire Sulistio, yang berhalangan hadir karena agenda dinas. 

Dalam sambutannya, Harry menegaskan pentingnya masukan, saran, dan kritik konstruktif dari rekan-rekan media untuk meningkatkan kinerja DPRD.

Sementara itu, Wakil Ketua II Fitra Malik menyampaikan bahwa DPRD Kota Cirebon, khususnya melalui Sekretariat DPRD, merupakan satuan kerja yang bermitra dengan media terbanyak di Kota Cirebon.

“Ada sekitar 59 media yang bermitra dengan kami. Hal ini menunjukkan pentingnya sinergi antara legislatif dan media sebagai salah satu pilar demokrasi,” ujar Fitra.

Ia berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat terus diperkuat, sehingga fungsi DPRD sebagai penyambung aspirasi rakyat dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat.

Sekretaris DPRD, Siti Solecha, juga mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran kerja sama dengan media sepanjang tahun anggaran ini. 

Menurutnya, pola komunikasi dan koordinasi yang dibangun telah berjalan dengan baik, terutama dalam penyampaian informasi melalui agenda-agenda besar seperti Rapat Paripurna.

“Kami berterima kasih atas dukungan rekan-rekan media yang telah membantu mempublikasikan kegiatan DPRD dengan baik,” tuturnya.

Menutup acara, Siti Solecha juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama ini. Silaturahmi yang berlangsung hangat tersebut ditutup dengan sesi diskusi dan ramah tamah, menjelang pergantian tahun yang bertepatan dengan 1 Rajab 1446 H. (din)

Pelantikan Kuwu Antar Waktu, Pj Bupati Cirebon Tekankan Pembangunan Desa Makin Optimal

KABUPATEN CIREBON — Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya, menghadiri acara pengucapan sumpah dan pelantikan kuwu antar waktu secara serentak di Kabupaten Cirebon.

Acara yang berlangsung pada Selasa (31/12/2024) ini diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Cirebon di Hotel Apita Cirebon.

Dalam sambutannya, Wahyu Mijaya menjelaskan bahwa pelantikan ini mencakup tujuh desa di Kabupaten Cirebon.

“Ada enam desa, yang kuwu sebelumnya meninggal dunia, dan satu desa lainnya, karena kuwunya mengundurkan diri untuk mencalonkan diri di legislatif,” ujar Wahyu.

Proses pemilihan kuwu antar waktu telah dilaksanakan pada 1 Desember 2024. Wahyu menegaskan, bahwa pemilihan ini dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Pemilihannya melibatkan RT, RW, dan BPD di masing-masing desa. Alhamdulillah, prosesnya berjalan lancar, dan hari ini kita lakukan pelantikan,” katanya.

Wahyu menjelaskan, masa jabatan kuwu yang dilantik bervariasi, tergantung periode sisa masa jabatan sebelumnya.

“Ada yang menjabat hingga 28 Desember 2027, ada juga yang sampai akhir 2029,” tambahnya.

Wahyu memberikan pesan khusus kepada para kuwu terkait pengelolaan anggaran desa. Ia menekankan pentingnya alokasi anggaran yang diterima, baik dari desa sendiri, kabupaten, provinsi, maupun pusat, agar dikelola dengan sebaik-baiknya.

“Tidak hanya soal pengelolaan, tetapi juga bagaimana pembangunan yang dilakukan benar-benar optimal. Jangan sampai ada sesuatu yang dibangun, tetapi tidak dimanfaatkan dengan baik,” tukasnya.

Wahyu juga memberikan perhatian khusus pada pengelolaan sampah di tingkat desa. Ia mengingatkan bahwa penanganan sampah harus dilakukan secara kolektif oleh pemerintah desa dan masyarakat.

“Ini menjadi tanggung jawab bersama. Saya harap para kuwu dapat mengingatkan masyarakat untuk lebih peduli dalam mengelola lingkungan desa, terutama dalam hal sampah,” pesan Wahyu.

Pelantikan ini menjadi momen penting bagi para kuwu yang baru dilantik untuk melanjutkan program pembangunan desa dan memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal. (din)

Himpunan Mahasiswa MPI dan PSGA UIN Siber Cirebon Gelar Seminar Edukasi Penanganan Pelecehan Verbal dan Non-Verbal


CIREBON, FC – Himpunan Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam (MPI) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon bekerja sama dengan Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Syekh Nurjati Cirebon sukses mengadakan seminar bertajuk "Pendekatan Holistik dalam Memahami Pelecehan Verbal dan Non-Verbal". 

Acara yang berlangsung di Gedung Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan dan penanganan pelecehan verbal maupun non-verbal.

Seminar ini menghadirkan dua narasumber inspiratif, yaitu Imelda Triadhari, Ketua Relawan PSGA, dan Fania Rahmawati, Pengurus Divisi Pelayanan, Pendidikan, dan Advokasi PSGA. Diskusi dipandu oleh Najwa Fauriah, anggota aktif Departemen Pusat Studi Gender Himpunan Mahasiswa MPI.

Dalam presentasinya, Imelda Triadhari menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam menangani pelecehan. “Pelecehan verbal dan non-verbal bukan hanya sekadar tindakan fisik, tetapi memiliki dampak psikologis yang mendalam. 

Upaya pencegahan, pendampingan korban, dan penegakan hukum harus berjalan beriringan. Pendidikan berbasis kesadaran gender menjadi kunci dalam menciptakan masyarakat yang lebih adil,” jelas Imelda.

Sementara itu, Fania Rahmawati menyoroti peran strategis lembaga pendidikan dalam menciptakan lingkungan aman. “Institusi pendidikan harus berada di garis depan dalam upaya pencegahan pelecehan. Kebijakan anti-pelecehan, sosialisasi, serta layanan konseling harus diimplementasikan secara efektif,” ungkapnya.

Dr. Masriah, M.Ag., Kepala PSGA UIN Syekh Nurjati Cirebon, menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi ini. “Seminar ini merupakan langkah penting dalam mengedukasi masyarakat tentang dampak serius pelecehan verbal dan non-verbal. 

PSGA berkomitmen terus mendorong upaya pencegahan dan memberikan pendampingan bagi korban. Kolaborasi semua pihak sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif,” tegasnya.

Acara yang berlangsung selama dua jam ini diikuti puluhan peserta dari berbagai kalangan, dengan antusiasme yang tinggi. Para peserta aktif berpartisipasi dalam sesi diskusi dan memberikan tanggapan positif terhadap materi yang disampaikan. Setiap peserta juga menerima e-sertifikat sebagai bentuk apresiasi atas keikutsertaan mereka.

Seminar ini ditutup dengan ajakan dari para narasumber agar masyarakat terus menggalakkan edukasi dan berperan aktif dalam pencegahan pelecehan. 

PSGA UIN Syekh Nurjati Cirebon berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan untuk mendukung terciptanya masyarakat yang lebih adil dan berkeadilan gender. (Ara)