Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 21 Januari 2025

Pemkab Cirebon Terus Upayakan Penanganan Dampak Banjir

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon terus mengintensifkan upaya penanganan pascabanjir yang menggenangi enam kecamatan dan 15 desa, yang berdampak terhadap 2.921 rumah, lima fasilitas pendidikan, sembilan tempat ibadah, empat jembatan, serta 357 hektare lahan persawahan.

Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya, menjelaskan bahwa banjir tersebut berdampak pada 3.125 kepala keluarga (KK) dengan total 10.820 jiwa. Sebanyak 136 warga sempat mengungsi, namun kini telah kembali ke rumah masing-masing.

“Kami bersama TNI, Polri, DPRD, serta instansi pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten terus menangani dampak bencana banjir ini,” kata Wahyu usai rapat pimpinan (rapim) di Ruang Nyi Mas Gandasari Setda Kabupaten Cirebon, Senin (20/1/2025).

“Penanganan meliputi distribusi makanan, layanan kesehatan, hingga pembersihan area terdampak yang melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan BPBD,” ungkapnya.

Perbaikan mendesak, seperti pegangan jembatan yang sempat rusak akibat banjir, sudah diselesaikan, sehingga akses masyarakat kembali normal.

Meski demikian, ia menyampaikan untuk dampak besar lainnya, Pemkab Cirebon masih perlu melakukan pembahasan lebih lanjut dengan Forkopimda serta pihak pemerintah pusat dan provinsi.

“Kami akan melanjutkan rapat teknis untuk membahas perbaikan item-item penting, seperti Bendung Canggung, Jembatan Sumber, dan tembok penahan tanah (TPT) yang jebol. Anggaran untuk penanganan ini juga akan dibahas dalam rapat tersebut,” ujar Wahyu.

Wahyu mengungkapkan, bahwa pihaknya masih menganalisis kemungkinan untuk menetapkan status tanggap darurat. Keputusan tersebut akan berdasarkan fakta-fakta di lapangan dan pembahasan lebih lanjut dengan berbagai pihak terkait.

Saat ini, upaya penanganan dilakukan menggunakan anggaran yang tersedia, termasuk bantuan dari Kementerian Sosial dan Dinas Sosial.

Ia juga menambahkan, bahwa kebutuhan anggaran untuk pemulihan serta langkah antisipasi ke depan akan dihitung secara teknis.

Untuk rumah yang rusak, pemerintah akan memanfaatkan program rumah tidak layak huni (Rutilahu), agar masyarakat terdampak dapat segera mendapatkan bantuan perbaikan. (Nisa)

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cirebon Tanggap Persoalan Lingkungan dan Sosial Kemasyarakatan

Kepala Dinas LH Kota Cirebon, bersama staf dan pegawai di lingkungan kantor DLH.


CIREBON, FC  – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon menunjukkan komitmen nyata dalam menangani persoalan lingkungan sekaligus memberikan perhatian khusus terhadap isu sosial yang berhubungan dengan kelestarian lingkungan. 

Peran aktif ini tercermin dari berbagai langkah yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan lingkungan, termasuk mendukung masyarakat dan komunitas yang peduli terhadap lingkungan.

Kepala DLH Kota Cirebon tidak hanya fokus pada kebijakan internal, tetapi juga turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi lingkungan dan mencari solusi atas masalah yang ada. Salah satu bentuk dukungan konkret adalah pemberian bantuan dana kepada masyarakat dan komunitas yang aktif bergerak di bidang pelestarian lingkungan. Langkah ini diharapkan mampu memberikan dorongan lebih besar bagi masyarakat untuk terus terlibat dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan.

Selain itu, Kepala DLH juga menekankan pentingnya peran bersama dari seluruh elemen masyarakat. Ia mengimbau agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai, yang dapat mengakibatkan berbagai dampak lingkungan seperti banjir dan pencemaran. Menurutnya, menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari tindakan kecil namun konsisten.

"Kami sangat berharap kepada semua pihak untuk ikut berperan aktif dalam menjaga dan melestarikan lingkungan. Jangan lagi membuang sampah ke sungai, mari kita jaga bersama demi keselamatan dan keberlangsungan hidup kita semua," ujar Kepala DLH Kota Cirebon.


Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan komunitas lingkungan, Kota Cirebon diharapkan dapat menjadi wilayah yang lebih hijau dan bebas dari permasalahan lingkungan yang dapat merugikan generasi mendatang. "Lingkungan adalah aset bersama, dan hanya dengan kebersamaan kita bisa melestarikannya," tutupnya. (din)

Senin, 20 Januari 2025

Estriana Arifah Mahfud, Pemimpin Inspiratif di Ajang IYEC#9 2025

 

CIREBON, FC – Nama Estriana Arifah Mahfud kembali mencuat di kancah internasional. Sebagai lulusan baru dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Estriana berhasil menjadi favorite delegate dan memimpin tim higher education meraih penghargaan Best Team dalam Internasional Youth Exchange Conference (IYEC) yang berlangsung di Singapura, Malaysia, dan Thailand pada 14-19 Januari 2025.

Dipercaya sebagai leader favorit, Estriana bersama timnya, yang terdiri dari Rusmita Sari (Medan), Femi C.E. Pakpahan (Tarutung), Kareena Ayudya Maheswari (Jakarta), Gisthia Shifwa Fatiya (Sumedang), dan Nasywa Az-Zayan Hanani (Purwakarta), berhasil menciptakan inovasi melalui program Strategi KP4 (Kolaborasi Pemuda dan Pemerintah Peduli Pendidikan). Program ini berfokus pada pengembangan pendidikan di wilayah Raja Ampat dan daerah 3T lainnya, yang juga direncanakan untuk didokumentasikan dalam karya ilmiah.

Selain kesuksesan di IYEC, Estriana tetap aktif membawa nama baik Kota Cirebon dan Provinsi Jawa Barat sebagai Rara Kota Cirebon dan Duta Pendidikan Intelegensia Provinsi Jawa Barat. “Meskipun sudah lulus, saya ingin menunjukkan bahwa kontribusi dan prestasi bisa terus dilakukan melalui berbagai ajang, baik nasional maupun internasional,” ujar Estriana.

Estriana juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada NGO Indonesia Youth Action yang sudah memberikan 2 kali kesempatan berharga yaitu yang pertama sebagai delegasi fully funded action youth di Bromo dan juga penghargaan di IYEC#9 3 Negara ini, tidak lupa tentunya terimakasih dan rasa bangga kepada timnya atas kerja sama yang solid. (Nisa)


 Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berkarya dan berprestasi.

Hari Dharma Samudera, Perkuat Kesadaran Sejarah dan Kesejahteraan Masyarakat

CIREBON, FC – Pemerintah Kota Cirebon, dalam kolaborasi dengan TNI Angkatan Laut (AL) menggelar rangkaian acara memperingati Hari Dharma Samudera, Senin (20/1/2025). 

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksdya TNI Erwin S Aldedharma SE MM MSc beserta jajaran TNI AL.

Hari Dharma Samudera merupakan peringatan atas peristiwa bersejarah yang terjadi pada 15 Januari 1962, ketika Komodor Yos Sudarso dan prajurit TNI AL lainnya berjuang di Laut Aru. Peringatan ini menjadi momen untuk mengenang pengorbanan para pahlawan yang telah memberikan jiwa dan raga mereka demi mempertahankan kedaulatan dan keutuhan negara.

Rangkaian acara dimulai dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat dan personel TNI AL. Salah satunya adalah penyematan Brevet Selam kepada anggota TNI AL sebagai simbol pengakuan atas dedikasi mereka dalam menjaga perairan Indonesia. Selain itu, dilaksanakan pula pelepasan Joy Sailing dan Tim Penyelam RI Gajah Mada, yang menunjukkan semangat kebersamaan antara TNI AL dan masyarakat.

Peringatan ini juga diwarnai dengan pemberian tali asih kepada ahli waris pertempuran laut Cirebon, sebagai bentuk penghormatan kepada mereka yang telah gugur dalam perjuangan mempertahankan tanah air. 

TNI AL tidak hanya fokus pada kegiatan militer, tetapi juga peduli terhadap kesejahteraan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), pembagian sembako, baksos kesehatan berupa pemeriksaan umum, gigi, dan khitan, serta penyediaan makan bergizi gratis.

Wakasal Laksdya TNI Erwin S Aldedharma dalam sambutannya mengungkapkan pentingnya pemahaman sejarah, terutama mengenai peran laut dalam memperkuat persatuan bangsa.

“Sejak proklamasi kemerdekaan, para pendiri bangsa sudah menyadari bahwa laut adalah pemersatu wilayah kepulauan Indonesia. Laut adalah sumber kehidupan yang sangat penting bagi kesejahteraan bangsa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wakasal menyampaikan bahwa Cirebon memiliki peran strategis dalam sejarah kejayaan laut Indonesia. Pada masa perjuangan, ALRI (Angkatan Laut Republik Indonesia) Cirebon memainkan peran kunci dalam membangun skader kapal-kapal ringan yang turut menjaga kedaulatan Indonesia di perairan.

Tidak hanya itu, Cirebon juga mencatat sejarah dengan menjadi tempat awal penomoran dan penamaan kapal perang, termasuk KRI Gajah Mada, yang menjadi simbol kebanggaan TNI AL.

Sementara itu, Pj Wali Kota Cirebon, Dr (c) Drs H Agus Mulyadi MSi, dalam sambutannya mengungkapkan rasa bangga atas peran TNI AL di tengah masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kota Cirebon dan seluruh masyarakat, kami menyampaikan ucapan selamat datang kepada Wakasal beserta seluruh jajaran TNI AL yang hadir dalam kegiatan ini. Suatu kehormatan dan kebanggaan bagi masyarakat Cirebon,” ujarnya.

Program bedah rumah juga dilaksanakan dalam rangkaian Hari Dharma Samudera untuk membantu keluarga-keluarga yang kurang mampu, dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Kesejahteraan rakyat adalah fondasi utama dari kekuatan sebuah bangsa. Kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada TNI AL atas segala bantuan dan kepeduliannya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Cirebon,” lanjut Pj Wali Kota.

Peringatan Hari Dharma Samudera ini juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta memupuk rasa kebangsaan. Sebagai negara maritim, Indonesia membutuhkan stabilitas di wilayah perairan untuk menjaga jalur perdagangan dan perekonomian nasional. Oleh karena itu, peran TNI AL dalam menjaga keamanan dan kelancaran aktivitas maritim di Indonesia sangat vital.

Pj Wali Kota menyampaikan bahwa Hari Dharma Samudera mengingatkan pertempuran di Teluk Cirebon adalah sebuah peristiwa heroik yang sangat penting dalam sejarah, dan berharap bisa memberikan legacy yang berharga dari peristiwa tersebut. Hal ini bertujuan agar generasi penerus bisa mengenal dan menghargai perjuangan para pahlawan.

Menurutnya, bukan hanya Hari Dharma Samudera yang menjadi momen untuk mengingat jasa-jasa para pahlawan, tetapi juga pertempuran heroik yang dipimpin oleh Kapten Samadikun sebelum itu.

“Peristiwa-peristiwa tersebut seharusnya menjadi rujukan yang dapat terus disampaikan kepada generasi kita, sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan dan untuk menanamkan semangat nasionalisme,” tutupnya. (Olan)

Minggu, 19 Januari 2025

Pj Wali Kota Pimpin Rapat Penanganan Bencana Alam, Tingkatkan Koordinasi dan Kesiapsiagaan

CIREBON – Pj Wali Kota Cirebon, Dr (c ) Drs H Agus Mulyadi MSi, memimpin rapat penanganan bencana alam di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cirebon pada Sabtu malam (18/1/2025). Rapat tersebut bertujuan untuk memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana alam yang dapat terjadi di wilayah Kota Cirebon.

Dalam kesempatan tersebut, Pj Wali Kota memberikan apresiasi kepada perangkat daerah terkait yang telah bergerak cepat dalam merespons ancaman bencana.

“Saya mengapresiasi seluruh perangkat daerah yang telah menunjukkan kecepatan dalam bergerak. Ini penting untuk menjaga kesiapsiagaan kita,” ujarnya.

Ia juga menegaskan perlunya peningkatan koordinasi antar instansi terkait dalam penanggulangan bencana, agar penanganan dapat dilakukan secara efektif dan efisien.

Pj Wali Kota menambahkan, saat ini Kota Cirebon telah memiliki tim reaksi cepat yang siap dikerahkan apabila terjadi bencana. Selain itu, ia menyebutkan bahwa ada empat tahap dalam penanganan bencana yang harus diperhatikan, yaitu mitigasi, tanggap darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi.

“Kita harus siap dalam setiap tahapannya. Tim reaksi cepat sudah ada, dan kita terus tingkatkan kemampuannya,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Pj Wali Kota juga menyampaikan bahwa ke depan akan dibuka posko penanganan bencana di beberapa titik strategis.

“Potensi bencana bisa terjadi hingga bulan Juni, sehingga kami akan memastikan posko-posko tetap berfungsi dengan baik. Fungsi komunikasi juga sangat penting, harus ada satu komando dalam setiap aksi,” tambahnya.

Dalam hal ini, Pj Wali Kota juga menekankan pentingnya menjaga sarana dan prasarana yang ada, serta ketersediaan personil yang siap sedia. Ia juga mengingatkan pentingnya kesadaran bersama dalam menghadapi bencana. Pj Wali Kota mengajak seluruh elemen masyarakat untuk selalu waspada dan tidak lengah.

“Meskipun kita berharap tidak ada bencana, tetapi kita harus selalu siap menghadapi berbagai kemungkinan. Pemerintah akan terus melakukan langkah-langkah preventif, namun peran masyarakat juga sangat penting,” tambahnya.

Sementara itu, Pj Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Dr H Iing Daiman SIP MSi, turut memberikan informasi terkait layanan darurat bagi masyarakat. Ia menjelaskan bahwa masyarakat dapat menghubungi layanan Cirebon Siaga 112, yang merupakan saluran komunikasi darurat yang dapat diakses tanpa biaya pulsa.

Layanan ini terintegrasi dengan seluruh perangkat daerah, sehingga masyarakat bisa mendapatkan bantuan dengan cepat.

“Layanan ini sangat penting untuk memastikan bahwa setiap laporan darurat dapat segera ditindaklanjuti oleh tim terkait,” ujar Pj Sekda.

Lebih lanjut, Pj Sekda menjelaskan bahwa kecepatan dalam penanganan bencana sangat bergantung pada kemampuan komunikasi dan koordinasi antar instansi yang terlibat.

“Melalui sistem komunikasi yang terintegrasi ini, kita bisa memantau situasi dengan lebih baik dan memberikan respons yang cepat kepada masyarakat,” imbuhnya. (din)

Sabtu, 18 Januari 2025

Pemkab Cirebon Gerak Cepat Atasi Banjir Semalam

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon tengah menyiapkan langkah konkret untuk menangani dampak banjir yang melanda di lima kecamatan dan delapan desa.

Salah satunya dengan melakukan penanganan infrastruktur serta distribusi bantuan kepada warga terdampak.

Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya, menyampaikan hal tersebut saat meninjau Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khairiyah di Kelurahan Watubelah, Kecamatan Sumber, yang terdampak banjir bandang pada Jumat (17/1/2025) malam.

“Banjir ini berdampak pada lima kecamatan, yaitu Beber, Sumber, Weru, Tengah Tani, dan Talun, meliputi delapan desa dengan 2.430 jiwa terdampak dan 666 rumah yang terendam,” kata Wahyu, Sabtu (18/1/2025).

Ia menjelaskan, bahwa air di sejumlah titik sudah mulai surut, seperti di Desa Dawuan. Namun, ada satu perumahan yang masih tergenang, sehingga dilakukan upaya penyedotan air.

“Insya Allah, setelah debit air sungai menurun, kami akan menuntaskan penanganan di area tersebut,” ujarnya.

Pemkab Cirebon juga telah mendistribusikan bantuan berupa makanan, air bersih, serta alat kebersihan kepada warga terdampak.

Selain itu, petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dikerahkan untuk membersihkan area banjir.

“Pembersihan di beberapa titik sudah melibatkan Damkar, sementara DLH menangani pengangkutan sampah. Alat kebersihan juga kami bagikan kepada masyarakat untuk membantu proses ini,” jelas Wahyu.

Di Ponpes Al-Khairiyah, banjir menyebabkan kerusakan pada pagar, kaca, dan tanggul penahan tanah (TPT) di tepi sungai.

Wahyu mengungkapkan, kerusakan TPT menjadi perhatian utama, karena berisiko bagi rumah di sekitarnya jika banjir kembali terjadi.

Selain itu, tercatat satu korban luka akibat terkena benda tajam saat membantu evakuasi. “Korban sudah mendapatkan perawatan dan kondisinya berangsur membaik,” tambahnya.

Pemkab Cirebon juga akan bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan pemerintah provinsi untuk menyelesaikan masalah banjir secara menyeluruh.

“Kami akan berkoordinasi sesuai kewenangan masing-masing untuk menangani titik-titik yang membutuhkan perhatian,” tegasnya.

Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Sophi Zulfia, mengapresiasi langkah cepat Pemkab Cirebon dalam menangani banjir.

Ia juga mendorong koordinasi lebih lanjut dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk solusi jangka panjang.

“Ke depan, kami akan mencoba komunikasi lanjutan dengan pihak terkait untuk memperkuat upaya penanganan,” ujar Sophi. (Ara)

Pj Wali Kota Tinjau Lokasi Banjir dan Siapkan Langkah Antisipasi Lebih Lanjut

CIREBON – Pj Wali Kota Cirebon, Dr (c) Drs H Agus Mulyadi MSi, yang didampingi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Cirebon (BPBD), Andi Wibowo SSos MSi, serta kepala perangkat daerah terkait meninjau ke lokasi yang terdampak banjir di beberapa wilayah Kota Cirebon, Jumat (17/1/2025) malam. Hadir juga sejumlah unsur Forkopimda, termasuk Kalpores, Dandim, dan Danlanal.

Kunjungan ini dilakukan sebagai langkah untuk memantau kondisi sekaligus memastikan bahwa penanganan bencana berjalan dengan baik. Dalam kunjungan tersebut, Pj Wali Kota bersama pihak terkait melakukan asesmen langsung terhadap wilayah yang terdampak banjir, baik di kawasan perumahan maupun fasilitas publik.

Dari hasil asesmen yang dilaporkan, ditemukan bahwa empat kecamatan di Kota Cirebon mengalami dampak signifikan dari banjir kali ini. Keempat kecamatan tersebut adalah Harjamukti, Kesambi, Pekalipan, dan Lemahwungkuk.

Selain itu, terdapat enam kelurahan yang juga terdampak, dengan beberapa wilayah mengalami genangan air yang cukup tinggi.

“Beberapa titik terendam karena hujan deras yang berlangsung di wilayah hulu dan di hilir juga terjadi pasang,” ujar Pj Wali Kota.

Sebagai upaya untuk membantu warga yang terdampak, Pj Wali Kota menyatakan bahwa pihaknya sudah menyiapkan beberapa titik evakuasi di berbagai tempat yang lebih aman, seperti Baperkam, masjid, dan musola. Fasilitas-fasilitas ini akan dijadikan tempat penampungan sementara bagi warga yang perlu dievakuasi.

“Kami memastikan bahwa fasilitas-fasilitas ini siap digunakan untuk membantu warga yang membutuhkan tempat aman. Selain itu, kami juga terus berkoordinasi dengan Forkopimda dan BBWS untuk memastikan bantuan dapat segera disalurkan,” lanjut Pj Wali Kota.

Dalam situasi darurat ini, kolaborasi antara pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait sangat penting. Pj Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan bantuan, baik dalam bentuk tim evakuasi maupun tim medis.

“Terima kasih kepada Forkopimda, BBWS, dan semua pihak yang telah memberikan bantuan langsung. Tim medis dan evakuasi sudah dikerahkan untuk membantu warga yang terdampak. Kami juga akan segera mendistribusikan makanan cepat saji serta life saving kit untuk kebutuhan dasar warga yang membutuhkan,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Pj Wali Kota juga mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap perkembangan situasi. Mengingat hujan masih terus turun di beberapa wilayah hulu, dia berharap warga selalu memantau kondisi cuaca dan mengikuti arahan dari pemerintah serta petugas di lapangan.

“Kami minta warga untuk tetap mengikuti informasi terbaru dari pemerintah dan petugas, serta mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan terburuk,” ujarnya.

Pj Wali Kota menambahkan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan secara intensif, baik terhadap cuaca maupun kondisi di lapangan. Sebuah posko penanganan bencana juga akan didirikan di Kelurahan Pegambiran, yang akan menjadi pusat koordinasi dan distribusi bantuan untuk membantu warga yang terdampak banjir.

“Posko ini akan menjadi pusat informasi dan distribusi bantuan, serta tempat bagi warga untuk mendapatkan bantuan medis dan kebutuhan lainnya,” kata Pj Wali Kota.

Pemerintah Kota Cirebon berkomitmen untuk memberikan perhatian serius terhadap penanganan bencana ini. Pj Wali Kota menegaskan bahwa seluruh jajaran pemerintah akan terus berupaya seoptimal mungkin untuk membantu warga, baik dalam penanganan darurat maupun pemulihan pasca-bencana.

“Kami akan terus bekerja keras untuk memastikan warga yang terdampak bisa mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan, dan kita akan segera melakukan langkah-langkah pemulihan pasca-banjir,” tutup Pj Wali Kota. (din)