Kelurahan Kalijaga Mulai Mendata Rawan Kemiskinan Bagi Warga Terdampak Covid 19

Lurah Kalijaga, Dewi R, S.SPT saat memberikan keterangan tentang pemetaan dan pendataan warga rawan miskin terdampak covid 19 di Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.
CIREBON -  Akibat newabahnya Virus Covid 19 di Indonesia dan pemerintah sibuk melakukan penanganan dan pencegahan, membuat pemerintah memberlakukan social distancing dan stay at home

Akibatnya, banyak pekerja harian dan buruh lapangan terdampak dari Covid 19 ini. Mereka yang setiap harinya harus menghidupi keluarganya dari penghasilan yang didapat, terpaksa tak bisa lagi bekerja maksimal, sementara kebutuhan sehari-hari tak bisa ditundanya.

Terkait ini, Lurah Kalijaga, Dewi R. S.STP saat dihubungi mengatakan, pihaknya mengaku tengah membantu pihak Dinas Sosial Kota Cirebon dalam pendataan penduduk rawan miskin.

Melalui 11 RW dan 112 RT, di Kelurahan Kalijaga, pihaknya melakukan pemetaan data bagi 4000 lebih warganya yang dimungkinkan di antaranya terdampak Covid 19.

"Sosial Distancing dan Stay at Home ini dimungkinkan membawa dampak kepada pekerjaan dan penghasilan keluarga. Sehingga kami membantu Dinsos Kota untuk melakukan pendataan penduduk  rawan miskin untuk menerima bantuan," katanya, Rabu (07/04/2020) di kantornya.

Namun Dewi belum bisa menyebut berapa besaran nominal bantuan bagi penduduk rawan miskin, yang dananya akan dilokasikan ke masyarakat tersebut.

Dewi juga memperbandingkan, bahwa tentu ada perbandingan antara pendapatan, saat penghasilan sebelum ada covid 19 dengan saat Covid 19 datang atau berlangsung, artinya banyak masyarakat pekerja harian, seperti Ojol, Angkot, buruh dan lain-lain yang terdampak oleh kondisi ini. 

Maka bantuan ini rencananya akan disalurkan bagi warga yang terdampak Covid 19.

"Saat ini kami baru mendata dan masih berjalan, tentang seberapa banyak warga yang terdampak, kami.masih belum mengetahuinya. Sebab data tersebut nanti dikirim dari RT kepada RW, kemudian dari RW ke Kelurahan dan dari kelurahan data diberikan ke pihak Kecamatan lalu Kecamatan ke Dinas Sosial, jadi kami tugasnya hanya pendataan saja," ujarnya. 

Kendati demikian, Dewi mengaku bahwa setiap harinya dari pukul 10.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB pihaknya bersama Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas juga melakukan imbauan dan sosialisasi kepada warga dengan cara berkeliling kampung. 

Tujuannya agar warga mematuhi imbauan pemerintah tentang Sosial Distancing dan Stay at Home serta menggunakan masker dan hidup bersih. (din)




Terkini