Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 05 Mei 2020

Cegah Penyebaran Virus Covid-19, Damri Mulai Memberhentikan Operasi Bus


JAKARTA, FC- Menindaklanjuti Peraturan Menteri Perhubungan No. 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri Tahun 1441 Hijriah Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Virus Corona (Covid-19), Damri mulai memberhentikan operasional bus dengan tujuan keluar dan/atau masuk wilayah yang ditetapkan PSBB mulai 24 April sampai dengan waktu yang tidak ditentukan.

Namun, sebagai perusahaan yang bergerak dibidang transportasi darat dengan angkutan penumpang dan barang, Damri mulai mengembangkan salah satu segmen usahanya yakni layanan operasional logistik melalui bus atau yang dikenal dengan angkutan barang.

"Dengan tetap berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat untuk mendapatkan rekomendasi pengakutan barang tersebut," kata Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan Damri, Nico R. Saputra, Selasa (5/4), di Jakarta.

Nico, mengungkapkan selama pandemic Covid-19, Bus Damri akan tetap beroperasi, namun tidak membawa penumpang hanya membawa paket barang. Layanan logistik ini dalam rangka mendukung program Pemerintah guna memutus rantai penyebaran Covid-19.

"Dengan adanya inovasi layanan ditengah wabah Covid-19 diharapkan dapat membantu masyarakat dan memberikan solusi untuk memudahkan pengiriman barang tanpa harus mengantar ke alamat tujuan. Kami mengajak masyarakat untuk dapat memanfaatkan kemudahan layanan kami dalam menunjang distribusi kebutuhan logistik,” ujarnya. (dade)

Lembaga Zakat Community Development Tebar 2 Ton Bibit Kering


JAKARTA, FC -- Dalam upaya meningkatkan perekonomian selama berlangsungnya krisis Covid-19, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui lembaga Zakat Community Development bersama kelompok Mustahik binaan Al Barokah Tambaksari melakukan kegiatan tebar bibit kerang di Dusun Pandansari, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Kegiatan tebar bibit kerang ini menjadi salah satu kegiatan BAZNAS untuk menjaga ketahanan pangan di desa, dengan penambahan modal untuk budidaya kerang. Sebanyak 2 ton bibit kerang yang didatangkan dari daerah Tuban dengan harga Rp3.800 per kilogram, disebar di lahan seluas 3 hektare. Nantinya akan menyusul sebanyak 30 ton bibit kerang untuk 5 kelompok binaan nelayan yang ada di Desa Bedono.

Kepala Lembaga Program ZCD Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Tatiek Kancaniati mengatakan kegiatan ini awalnya ditargetkan rampung sebelum bulan Ramadhan, namun harus tertunda akibat wabah Covid-19.

“Melihat kondisi Desa Bedono yang sebagian besar masyarakatnya terdampak abrasi air laut membuat sulitnya kehidupan di sana dalam mencari mata pencaharian. Ditambah kondisi pandemi Covid-19 membuat ekonomi menjadi semakin serba sulit. Kehadiran bantuan BAZNAS dengan penebaran bibit kerang ini untuk meningkatkan pendapatan dengan membangun sistem mata pencaharian masyarakat yang berkelanjutan," kata Tatiek, Selasa (5/5).

Lebih lanjut, Tatiek mengungkapkan sudah ada dua kelompok kerang dara yang berhasil dan menjadi mandiri dalam membudidayakan kerang. Adapun di tahun ini akan ada kelompok baru yang akan diberdayakan membudidayakan kerang dengan target penerimaan manfaat sebanyak 220 Kepala Keluarga (KK).

“Kegiatan ini tak hanya sekadar memberikan bantuan bibit kerang, namun melalui program ini juga diharapkan dapat menggerakkan warga desa setempat untuk bangkit dalam situasi pandemi Covid-19 ini yang sangat berdampak terhadap perekonomian. Saat ini diperlukan kontribusi BAZNAS dalam langkah-langkah upaya percepatan, utamanya untuk menjaga perekonomian di desa, agar tidak semakin terpuruk," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Pendayagunaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Randi Swandaru menyebut BAZNAS telah menjalankan berbagai program untuk memberdayakan masyarakat yang perekonomiannya terdampak akibat pandemi Covid-19 .

"Dalam kondisi pandemi ini, BAZNAS berkomitmen untuk terus memberikan dukungan bagi masyarakat yang terdampak agar mampu bertahan di tengah himpitan ekonomi. Pemberdayaan menjadi salah satu jalan untuk membantu mereka tetap produktif dan mandiri dalam menopang perekonomian keluarganya,” ungkap Randi.

Desa Bedono merupakan salah satu desa di Jawa tengah yang lahan desanya menjadi tidak produktif karena abrasi. Banyak masyarakat yang kehilangan mata pencaharian dan mengalami kemiskinan karena masalah ini. Diharapkan dengan adanya budidaya kerang ini masyarakat bisa kembali produktif dan mampu terangkat perekonomiannya dan berdaya dalam menghadapi kondisi pandemi Covid-19. (dade)

Cilegon Diguyur Hujan, Empat Kecamatan Terendam Banjir


CILEGON, FC - Di tengah warga menjalani stay at home, hujan terus mengguyur di Kota Cilegon. Akibatnya banjir meluas di 4 Kecamatan di Kota Cilegon, Senin (4/5/2020). 

Informasi yang berhasil dihimpun, banjir paling parah terjadi di Kelurahan Gerem. Sejumlah komplek perumahan seperti Puri Kratau Hijau, Arga Baja Pura terendam dengan ketinggian air sekitar 40 sentimeter.

Selain Kelurahan Gerem, banjir parah juga terjadi di Kelurahan Citangkil Kecamatan Citangkil. Dimana, ketinggian air sampai dengan pinggang orang dewasa atau sekitar 100 cm. 

" Ya, banjir bandang menerjang sejumlah kawasan di wilayah Cilegon Barat, Banten yang terjadi pada Senin," kata warga yang berdoa banjir bisa segera surut.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon Erwin Harahap mengungkapkan, banjir yang melanda wilayah Cilegon Barat disebabkan oleh tingginya curah hujan yang terjadi pada Senin dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB.

Selain itu, Erwin juga menduga salah satu penyebab banjir tersebut adalah terdapat curahan air yang cukup deras dari atas wilayah perbuktikan.

“Banjir ini menyebabkan Cilegon Barat lumpuh, Masigit, Grogol, Cibeber. Kemudian yang longsor di daerah Gerem Atas,” paparnya.
Erwin berharap, banjir di Cilegon Barat bisa segera surut dan pihaknya bisa segera mengatasi,  karena sejauh ini telah mengganggu situasi dan kondisi masyarakat yang sedang diimbau berdiam diri di rumah. (Roy)

Senin, 04 Mei 2020

Kasus ODP, PDP Di Bekasi Mulai Menurun


BEKASI - Kabar menggembirakan datang dari Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Ada angka tren kemajuan baik ODP, PDP maupun yang terkonfirmasi positif. Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, terus bekerja.

Setelah mengalami kenaikan pada akhir April 2020 lalu, jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Bekasi sejak empat hari terakhir kembali mendatar. Tercatat sejak tanggal 1-4 Mei 2020 tidak ada penambahan kasus baru.
Menurut laman resmi pikokabsi.bekasikab.go.id, mencatat kasus baru positif Covid-19 pernah stabil selama 5 hari dari 21-25 April 2020 dengan jumlah kasus bertahan di angka 63. Namun setelah itu angka terkonfirmasi positif terus bergerak hingga menyentuh angka 88 kasus.
Meski demikian, yang cukup melegakan, pada angka 88 tersebut kasus positif Covid-19 kembali stabil dan tidak mengalami kenaikan selama empat hari. Sampai Senin (04/05/20) jam 08.00 WIB jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Bekasi masih bertahan di angka 88 kasus.
“Alhamdulillah, kasus positif, ODP dan PDP cukup landai. Semoga awal Mei ini jadi kulminasi dan selanjutnya terus turun,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bekasi, dr. Alamsyah, Minggu (04/05/20).
Selain itu kasus ODP dan PDP di Kabupaten Bekasi juga mengalami penurunan. Per tanggal 4 Mei 2020, kasus ODP turun dari 491 menjadi 425 kasus atau berkurang sebanyak 66 kasus. Kemudian untuk PDP juga turun dari 119 ke 101 kasus atau berkurang sebanyak 18 kasus.
Pihaknya menyebutkan, pemeriksaan dan pelacakan kasus Covid-19 pada April 2020 gencar dilakukan, tapi kasus positif, ODP dan PDP menunjukkan grafik yang landai.
“Kasus ODP dan PDP terus turun. Hari Senin (04/05) Bapelkes sudah mulai meluluskan ODP yang diisolasi selama 14 hari. Semoga ini menambah energi kita bersama untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 di Kabupaten Bekasi,” harapnya.
Saat ini prosentase ODP yang  masih dalam pemantauan hanya 15 persen, sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) hanya 13 persen.  Sedangkan tingkat prosentase kesembuhan dalam tiga hari terakhir lebih besar daripada yang dirawat maupun yang meninggal yaitu 48 persen sembuh, 41 persen masih dirawat dan 11 persen meninggal.
Kabar baik selanjutnya adalah pasien positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh juga terus menunjukkan trend kenaikan. Pada 1 Mei 2020 jumlah pasien sembuh tercatat sebanyak 35 orang. Kemudian pada 2 Mei 2020 bertambah 4 menjadi 39 dan pada 3 Mei 2020 kembali bertambah 3 menjadi 42 serta pada Senin kembali bertambah 1 orang, sehingga total warga Kabupaten Bekasi yang sembuh sampai Senin (04/05/20) mencapai 43 orang. (*)

Tertahan Pulang Kampung Di Tengah Wabah Corona, Ormawa IAIN Cirebon Berikan Bantuan Kepada Mahasiswa

CIREBON, FC - Sejak mewabahnya virus Covid 19 pada Maret 2020, sejumlah mahasiswa IAIN Cirebon tertahan untuk pulang kampung. Kondisi ini membuat Organisasi mahasiswa (Ormawa) IAIN Syekh Nurjati Cirebon memberikan bantuan kepada mahasiswa kampus.
Presiden Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Jajang Kartawijaya mengatakan, ada puluhan mahasiswa yang hingga kini belum bisa pulang ke rumah masing-masing, dan masih tinggal di tempat kost yang berada di sekitar kampus.
“Ada mahasiswa yang belum bisa masuk ke kampung halamannya dikarenakan memang tempat tinggal mereka berada di zona merah dan sudah memberlakukan PSBB (Pembatasan sosial berskala besar), di antaranya Jakarta dan Banten,” ujar Jajang, Senin (4/5/2020).
Ada juga mahasiswa yang berasal dari luar Pulau Jawa, di antaranya dari Pulau Sumatera.
“Cukup sulit untuk mengakses daerah mereka saat ini. Sehingga mahasiswa lebih memilih bertahan di sekitar kampus. Mahasiswa yang masih bertahan di Cirebon dan sekitar kampus ini di kisaran 60-80 orang,” tuturnya.
Oleh karena itu, menurutnya, Ormawa tergerak untuk membantu mahasiswa tersebut dengan cara memfasilitasi makanan.
“Suatu kegiatan yang kita rancang di tengah pandemi ini yaitu bakti sosial mahasiswa terdampak Covid-19, yaitu kita rancang agar mahasiswa yang berasal dari luar cirebon yang tidak bisa pulang kampung dan masih berada di Cirebon khususnya di sekitar kampus, kita dari Ormawa memfasilitasi makanan untuk mereka,” tambah Jajang.
Ia juga mengatakan,  selain niat untuk membantu sesama, pihaknya juga ingin mengharapkan berkah Ramadhan.
“Kita berharap mereka bisa terbantu dari adanya bakti sosial ini. Terlebih ini adalah bulan Ramadhan, bulan penuh berkah,” ujarnya. (nur)

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Teluk Bayur Gelar Kegiatan Rapid Test



TELUK BAYUR, FC -  Sebagai salah satu wujud keseriusan perusahaan dalam rangka turut memutus mata rantai persebaran Corona Virus Disease (Covid-19), PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Teluk Bayur/IPC Teluk Bayur melaksanakan kegiatan rapid test kepada seluruh unsur manajemen dan pekerja perusahaan,

Kegiatan yang digelar, Senin (4/5), bertempat di Ruang Baruna Sasana Karya Kantor IPC Teluk Bayur, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan sebagaimana yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Pelaksanaan kegiatan rapid tes ini dapat terlaksana berkat adanya dukungan penuh dari Direksi PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) serta dukungan dari pihak PT Rumah Sakit Pelabuhan Jakarta, salah satu anak perusahaan IPC bidang kesehatan yang tergabung di dalam IPC Group, khususnya dalam hal dukungan teknis berupa penyediaan alat tes dan juga tenaga kesehatan yang membantu pada saat pelaksaan tes.

Sebanyak 123 pekerja IPC Teluk Bayur terlihat sangat antusias mengikuti rapid test tahap pertama tersebut, mulai dari unsur manajemen hinga seluruh pekerja perusahaan termasuk pekerja non organik. Tes ini juga diikuti oleh seluruh pekerja dari Anak Perusahaan yang ada di Pelabuhan Teluk Bayur lainnya yakni dari PT IPC Terminal Petikemas dan PT PTP Multipurpose.

"Kegiatan rapid test ini kami selenggarakan sebagai bentuk keseriusan perusahaan dalam upaya memutus mata rantai persebaran Covid 19 yang saat ini sudah ditetapkan sebagai pendemi global oleh organisasi kesehatan dunia (WHO) beberapa waktu lalu. Tes ini sendiri akan dilakukan sebanyak 2 kali dengan jeda waktu tes berikutnya sekitar 7 sampai 10 hari ke depan," kata General Manager IPC Teluk Bayur, Wardoyo.

Dengan semakin meningkatnya jumlah pasien positif Covid 19 di Provinsi Sumatera Barat, khususnya di Kota Padang, maka upaya rapid test ini perlu dilakukan mengingat pelabuhan merupakan salah satu area pelayanan publik tempat keluar masuknya kapal, manusia dan barang dari dan menuju Provinsi Sumatera Barat baik dari dalam maupun luar negeri.

Sementara itu, IPC Teluk Bayur bersama dengan pihak Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Teluk Bayur juga terus mendukung upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kota Padang yang saat ini sedang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) khususnya di lingkungan Pelabuhan Teluk Bayur. Beberapa kebijakan yang telah diterapkan diantaranya adalah adanya pelarangan bagi seluruh crew (awak) kapal untuk turun dari kapal selama kapal sedang melaksanakan kegiatan bongkar muat barang dan juga adanya larangan sementara waktu bagi seluruh kapal penumpang untuk membawa atau mengangkut penumpang dan hanya diijinkan membawa muatan barang (kargo). Kebijakan pelarangan ini berlaku untuk seluruh kapal dengan rute pelayaran domestik maupun rute luar negeri.

"Pada prinsipnya IPC Teluk Bayur bersama dengan pihak KSOP Teluk Bayur selaku regulator pelabuhan Teluk Bayur senantiasa mendukung kebijakan Bapak Gubernur Sumatera Barat dan Bapak Walikota Padang dalam penerapan pemberlakuan PSBB yang telah diterapkan sejak tanggal 22 April 2020 lalu. Hal ini juga sebagai salah satu upaya kami dari unsur maritim dalam memutus rantai persebaran Covid-19 di Provinsi Sumatera Barat dan Kota Padang Khususnya melaui jalur transportasi laut," ujarnya.

Di tengah kondisi wabah Covid 19, kinerja IPC Teluk Bayur sepanjang periode Triwulan I (Januari s.d Maret) tahun 2020 relatif berjalan stabil. Hal ini dapat dilihat dari capaian kinerja arus kunjungan kapal teralisasi sebesar 2,87 juta GT (Gross Tonage) atau 4,31 persen di atas realisasi Triwulan I tahun 2019. Sementara untuk realisasi trafik bongkar muat petikemas tercatat sebesar 19.899 TEUs atau 1,30 persen diatas realisasi periode Triwulan I 2019.

Sedangkan untuk trafik bongkar muat non petikemas terelisasi sebesar 963.396 ton atau 7,37 persen dibawah realisasi Triwulan I 2019, diakibatkan menurunnya kegiatan bongkar muat komoditi curah kering diantaranya bungkil yang diakibatkan menurunnya permintaan atas komoditas tersebut dengan tujuan New Zealand dan komoditi Gypsum dari Oman yang disebabkan menurunnya permintaan dari PT Semen Padang.

Sedangkan untuk trafik penumpang terealisasi sebesar 25.182 orang atau 1,95 persen dibawah realisasi periode yang sama di Triwulan I 2019. Hal ini disebabkan karena menurunnya jumlah penumpang yang menggunakan layanan kapal penyeberangan Mentawai Fast khususnya untuk wisatawan yang berlibur ke Kepulauan Mentawai melalui Pelabuhan Muara Padang pasca adanya wabah Covid 19.

"Di tengah situasi wabah pandemi Covid 19 ini kami terus berupaya memberikan pelayanan prima dan menjamin berjalannya kegiatan ekspor berbagai komoditi unggulan yang dimiliki oleh Provinsi Sumatera Barat, termasuk menjaga kelancaran pasokan logistik di Provinsi Sumatera Barat dengan tetap memberikan pelayananan operasional pelabuhan selama 24 jam dalam sepekan," ungka Wardoyo. (dade)



Jelang PSBB, Lima Kepala Daerah Melakukan Pertemuan Di Pemkab Majalengka



MAJALENGKA, FC - Terkait persiapan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tingkat Provinsi Jawa Barat, lima kepala daerah di wilayah Ciayumajakuning melakukan pertemuan di Pemkab Majalengka.

Kelima daerah itu yakni Bupati Kabupaten Majalengka Karna Sobahi, Bupati Kabupaten Cirebon, Imron, Bupati Kabupaten Kuningan Acep Purnama, Plt Bupati Kabupaten Indramayu Taufik Hidayat, dan Walikota Cirebon Nasrudin Azis.

Dalam pertemuan tersebut  disepakati beberapa hal oleh kelima kepala daerah.

Bupati Majalengka H Karna Sobahi menyampaikan, pertemuan lima kepala daerah ini disepakati mengenai pelaksanaan PSBB yang akan dilaksanakan pada Rabu 6 Mei 2020 mendatang. Kesepakatan sendiri fokus pada mobilitas daerah perbatasan dan kebijakan umum lainnya.

"Kami berlima (kepala daerah) sepakat, akan menentukan siapa-siapa saja orang yang boleh melakukan mobilitas ke luar wilayah di kawasan Ciayumajakuning,"kata Bupati Karna saat menggelar jumpa pers bersama awak media di pendopo setempat, Minggu (3/5/2020).

Orang yang diperbolehkan melakukan mobilitas, lanjut mantan wakil Bupati Majalengka dua periode ini, yakni Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tengah melakukan tugas negara, pekerja atau buruh serta para petani.

Kemudian, lanjut Karna, kendaraan yang mengangkut sembako dan ambulance diperbolehkan keluar masuk daerah perbatasan. Ketika PSBB diberlakukan juga, para pemudik yang keluar masuk, akan benar-benar diperiksa oleh petugas di posko perbatasan.

"Berkaca pada kasus positif Covid-19 di Majalengka itu penyebabnya adalah imforted case. Jadi, kita semua tidak ingin kasus ini terulang kembali dan ini perlu dicegah sejak dini,"ucapnya.

Mengenai keberadaan pasar tradisional kebijakannya diserahkan kepada kota dan kabupaten masing-masing. Mengingat setiap pasar berbeda-beda jam usahanya.

"Kalau alfamart/indomart, mall itu dibuka pukul 08.00 sampai dengan 18.00 WIB. Ini berlaku se-Ciayumajakuning,"katanya.

Berkaitan dengan agenda ibadah, lanjut dia, pada bulan suci Ramadhan mengacu pada himbauan Kementrian Agama RI. Sedangkan shalat Jum'at diganti dengan shalat dzuhur. Termasuk shalat Idul-Fitri dan ziarah kubur juga ditiadakan. Karena ini sangat rentan dan beresiko.

"Mengenai teknis di lapangannya yang bertindak nanti, tim Gugus Tugas, para Kapolres, para Dandim, dan para OPD di Ciayumajakuning yang akan menindaklanjutinya lebih jauh,"ucapnya.

Dari kesepakatan ini, pihaknya berharap pelaksanaan PSBB dapat berjalan efektif, terkendali, dan membuahkan hasil.

"Kebijakan ini dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang dampaknya sangat luar biasa. Semoga wabah ini segera berakhir," tuturnya. 

(Humas Covid-19).

Minggu, 03 Mei 2020

Lakalantas, Truk Vs Mobil Tanki, 1 Orang Kritis, 2 Lainnya Luka-Luka


CIREBON, FC - Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) terjadi di jalur Gegesik Jayapura, Kabupaten Cirebon, antara truk bermuatan dedek dengan kendaraan tanki, Minggu, (3/5/2020) sekitar pukul 20.10 WIB. 

Dilaporkan dakam kecelakaan tersebut 1 orang kritis dan 2 orang lainnya luka-luka, seluruh korban langsung dilarikan ke RS Arjawinangun, Kabupaten Cirebon.

Berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan, kecelakaan yang melibatkan kedua kendaraan roda empat ini sempat memacetkan laju lalu lintas di jalur TKP. 

Bahkan warga yang mendengar suara keras benturan kendaraan tersebut langsung berhamburan ke luar rumah, dan banyak warga yang hilir mudik di jaur tersebut berhenti untuk melihat dari dekat peristiwa lakalantas tersebut.

Belum diperoleh keterangan pasti dari erkait penyebab terjadinya kecelakaan tersebut. (bambang)

PT Pelabuhan Indonesia II Siapkan 30.000 Lebih Paket Sembako Dalam Bentuk E-Voucher


JAKARTA, FC - PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC menyiapkan 30.000 lebih paket sembako dalam bentuk e-voucher bagi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) dan masyarakat di sekitar pelabuhan. Sembako pertama kali dibagikan kepada 1.073 penerima berupa e-voucher.    

"Selanjutnya sepanjang Mei 2020 ini, perusahaan akan membagikan voucher elektronik itu untuk TKBM dalam wilayah kerja IPC maupun masyarakat sekitar pelabuhan. Pembagian paket sembako yang dilakukan secara bertahap ini, disebutkan sebagai bentuk tanda cinta IPC kepada TKBM di cabang-cabang area kerja perusahaan," kata Direktur Utama IPC, Arif Suhartono, Sabtu (2/5), di Jakarta. 

Niat kami adalah untuk memberikan bantuan untuk para TKBM, yang terus berperan penting dalam menjaga kelancaran pelayanan arus logistik di Pelabuhan terutama pada masa pandemi ini. 

Menghindari kerumunan atau pengumpulan massa, sekaligus sebagai upaya untuk mencegah penyebaran Covid–19, maka pembagian paket dalam bentuk e-voucher menjadi pilihan perusahaan.

Lebih lanjut, Arif mengungkapkan E-voucher ini dapat ditukarkan sembako ke mini market terdekat. Sementara untuk menentukan TKBM penerima, maka perusahaan mengirimkan pesan singkat (SMS) ke telepon genggam masing-masing penerima atau keluarga," ujarnya.

Data telepon genggam diperoleh setelah sebelumnya IPC melakukan pendataan TKBM dari masing-masing cabang pelabuhan. Pembagian paket tahap I ini dilakukan di 5 (lima) cabang pelabuhan wilayah kerja IPC yaitu Panjang, Palembang, Bengkulu, Jambi dan Pangkalbalam. 

"Kegiatan ini IPC lakukan juga sebagai bentuk apresiasi IPC serta wujud nyata kepedulian kepada TKBM di hari buruh ini,” ungkap Arif. 
                                                     Sebelumnya, IPC juga membagikan lebih dari 40.000 masker kain kepada masyarakat termasuk TKBM yang beraktivitas di wilayah kerja Pelabuhan IPC dan Anak Perusahaannya. (dade)

Sabtu, 02 Mei 2020

Kemenkes Setujui PSBB Untuk Wilayah Jawa Barat, Gubernur Jabar : 6 Mei 2020 Sudah Dimulai

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil

CIREBON, FC
 - Gubernur Jawa Barat, Ridwal Kamil menggelar konferensi pers pada Sabtu, (2/5/2020). Dalam siaranya itu, Kemenkes sudah menyetujui Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk wilayah provinsi Jawa Barat.

Ridwan Kamil menyebut pemberlakuan PSBB di Provinsi Jabar akan dimulai pekan depan, yakni pada 6-19 Mei 2020.

Dengan adanya keputusan tersebut, maka akan ada penambahan 17 kabupaten/kota di Jabar yang akan menerapkan PSBB. 

"17 kota/kabupaten di Jabar akan melaksanakan PSBB yang disetujui oleh Menteri Kesehatan dan akan dimulai pada Rabu, 6 Mei 2020," ujarnya.

Dalam penerapannya, kata Gubernur akan ada pembatasan dalam pergerakan masyarakat serta pintu-pintu di 27 daerah tersebut.

Ridwan Kamil menyebut penerapan PSBB ini dapat dibilang efektif dalam menekan angka penyebaran Covid-19.

"Kami mendapati kajian sebelum dan setelah PSBB itu perbedaannya luar biasa. Pergerakan masyarakat selama PSBB masih 50 persen walaupun idealnya menurut teori kita sedang menuju 30 persen," ujarnya.

"Jadi kalau PSBB di Jawa Barat ini bisa menjaga pergerakan hanya sampai 30 persen maka itu lebih efektif, dan beberapa wilayah yang menerapkan PSBB penyebaran virusnya cenderung menurun," kata Ridwan Kamil. (*)

Jumat, 01 Mei 2020

Polsek Kawasan Muara Baru Bersama Serikat Buruh Gelar Bakti Sosial, Peringati Hari Buruh Sedunia


JAKARTA - Kegiatan Bakti Sosial yang di laksanakan, Jum'at (1/5) hasil kerjasama Polsek Kawasan Muara Baru dengan serikat buruh/pekerja dari PT. Frist Marine Sefood dan PT. Indomaguro tunas unggul Muara Baru yang tergabung dalam FSB Kamiparho DKI Jakarta.

Kegiatan ini dalam rangka Empathy Building and Social Bonding serta memperingati May Day atau Hari Buruh Sedunia Tahun 2020 dengan Motto Indahnya Berbagi di Bulan Yang Suci yang dilaksanakan di Jln. Hiu Raya Depan Polsek Kawasan Muara Baru.

Pembagian 150 Masker, 150 Handsanitezer dan 150 Nasi bungkus serta Aqua dikemas di dalam tas dan dibagikan kepada buruh perikanan, pengendara sepeda motor, bajaj dan angkutan ikan yg melintas di Jalan Hiu Raya Pelabuhan Muara Baru.

Dalam pelaksanaan kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolsek Kawasan Muara Baru AKP Slamet Riyanto SH., SIK., MSI., didampingi Kanit Intelkam Ipda Aji Mulyanto SH. dan Ketua Serikat Buruh PT. First Marine Seafood Ibu Suparti, Ketua Serikat Pekerja PT. Indomaguro Tunas Unggul Rismanto serta Ketua DPC FSB DKI Jakarta Alson Naibaho sera 10 orang Pengurus FSB Kamiparho DKI Jakarta.

Serikat buruh/pekerja mengucapkan terimakasih kepada Kapolsek atas kerjasamanya memberikan bantuan berupa nasi bungkus sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat.

Selain itu Kapolsek berpesan agar mari sama-sama tetap menjaga keamanan dan ketertiban khususnya di Wilayah Pelabuhan Muara Baru.

Selama kegiatan bakti sosial berlangsung hingga selesai mendapat pengamanan dari Personil Polsek Kawasan Muara Baru dan dapat berjalan aman dan kondusif. (dade)

Kamis, 30 April 2020

Peran Polri Kawal PSBB dan Cegah Mudik Upaya Memutus Penyebaran Covid 19 di Masyarakat


JAKARTA - Selain menjaga keamanan, peran komunikasi Polri juga diperlukan dalam mensosialisasikan kebijakan penanganan wabah virus corona pemerintah kepada masyarakat. Seperti kebijakan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan pelarangan mudik.

Sebab, Kepolisian bersentuhan langsung dengan masyarakat dan masyarakat cenderung lebih patuh terhadap sebuah aturan atau kebijakan apabila aparat keamanan atau penegak hukum yang menyampaikan.

"PSBB tidak efektif ketika Polri tidak melakukan komunikasi sosial kepada masyarakat. Oleh karena itu perlu sekali strategi komunikasi yang profesional yang efektif yang dapat diterima masyarakat," kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Mohammad Iqbal, Kamis (30/4), dalam webinar atau seminar virtual bertajuk 'Peran Komunikasi Massa dalam Pengendalian Gelombang Mudik sebagai upaya Mencegah Persebaran Covid-19' yang digelar Divisi Humas Polri, Hotel Ambhara, Jakarta Selatan.

Menurut Iqbal, aparat kepolisian di segala tingkatan termasuk di Divisi Humas, telah melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang kebijakan pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran covid-19. Upaya ini dilakukan baik secara langsung ke masyarakat, maupun melalui berbagai medium lainnya seperti media sosial.

Polri juga mengajak para tokoh masyarakat atau orang-orang yang memiliki pengaruh, bersama-sama menjalankan peran tersebut. Seluruh langkah ini, menurutnya merupakan perintah Kapolri Jenderal Idham Azis.

"Bapak Kapolri meminta agar Polri menggandeng seluruh masyarakat agar tugas Polri lebih optimal dan efisien," ujar Iqbal.

Iqbal menilai, komunikasi intensif dan peran penindakan Polri di tengah masa pandemi covid-19 seperti saat ini harus dijalankan. Mengingat, selain dampak kesehatan, wabah corona juga membawa risiko keamanan.

"Pandemi ini membawa domino effect yang berimbas kepada kondisi ekonomi. Oleh karena itu Polri ditugaskan menjaga agar masyarakat tidak panik agar situasi tetap kondusif," ungkap Iqbal.

Sementara, dosen sekaligus sosiolog Universitas Nasional, Erna Ermawati Chotim, menyebut peran seluruh stakeholder termasuk Polri, penting dalam menyukseskan kebijakan penanganan corona pemerintah.

"Negara tidak mungkin melakukan ini sendiri, sehingga kemudian di sinilah peran para stakeholder membuat kebijakan yang sudah diambil pemerintah menjadi efektif," katanya.

Ia menyarankan agar para komunikator pemerintah ini, selain menyampaikan fakta, juga data-data terkait mengapa kebijakan tertentu diambil pemerintah.

"Sehingga tercipta kesepakatan secara rasional," ucap Erna.

Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi, Arif Budimanta, memandang mengkomunikasikan kebijakan penanggulangan covid-19 pemerintah dengan baik ke masyarakat, sangat relevan dengan kebutuhan kondisi saat ini. Mengingat, kini penyebaran corona di seluruh dunia, bukan hanya Indonesia, semakin meluas dan masif.

"Ini merupakan tema yang penting dan relevan untuk dibahas terkait dengan komunikasi, mudik, covid-19, dan pengendalian transportasi. Covid-19 ini dilihat dari data terakhir yang positif di seluruh dunia sudah lebih dari 3 juta, negara yang terpapar sudah lebih dari 200 negara," jelasnya.

"WHO menyatakan suasana ini sudah menjadi suatu pandemi, artinya suatu kasus terhadap wabah yang telah mengakibatkan implikasi/dampak yang sangat luas dan lama bersifat antar negara, karena ini memiliki implikasi terhadap kesehatan," imbuhnya.

Sedangkan Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Benyamin, mengatakan, di samping melakukan penjagaan dan penindakan, edukasi kepada masyarakat senantiasa pihaknya lakukan agar kebijakan pemerintah seperti larangan mudik dan PSBB bisa berjalan efektif.

"Kemudian kontrolnya untuk Lalu Lintas (Korps Lalu Lintas Polri) berada di jalanan, melakukan pengecekan satu persatu, menyampaikan untuk tidak berangkat mudik. Serta tidak henti-hentinya memberikan himbauan kepada masyarakat," paparnya.

"Dan untuk yang tidak mengerti (tidak patuh) dilakukan penyekatan (dihadang)," sambung Benyamin. (Bambang)

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Mencatat Kenaikan Laba Bersih Perseroan Tahun 2019 Sebesar Rp.2,503 Triliun


JAKARTA FC - PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC mencatat kenaikan laba bersih perseroan tahun 2019 sebesar Rp.2,503 triliun. 

Angka ini naik Rp. 73,1 miliar atau 3 persen dibandingkan perolehan tahun 2018, yang mencapai Rp. 2,43 triliun rupiah. Pendapatan usaha mencapai Rp.11,14 Triliun, atau turun 2,5 persen dibandingkan pendapatan usaha 2018 sebesar Rp.11,43 triliun.                          

Direktur Utama IPC, Arif Suhartono mengatakan terhadap kewajiban penyetoran pajak kepada negara, IPC mencatatkan nilai sebesar Rp1,172 triliun atau naik Rp8 miliar dari tahun sebelumnya.

"Sedangkan deviden yang disetorkan ke negara mencapai Rp832,7 miliar atau naik sebesar Rp178,8 miliar dibandingkan tahun 2018," kata Arif, Kamis (30/4), di Jakarta.

Di tengah melambatnya arus ekspor/impor di tahun 2019, IPC berhasil melampaui perolehan laba bersih tahun 2018. "Ke depan, kami akan terus melakukan inovasi untuk menjaga tren positif perolehan laba bersih perseroan. Sepanjang tahun 2019, IPC juga berhasil membukukan peningkatan nilai aset korporasi sebesar Rp.608 miliar, dari Rp.51,4 triliun menjadi Rp52,04 triliun," terangnya.

Lebih lanjut, Arif mengungkapkan perolehan pendapatan perusahaan memang sangat berkaitan dengan trafik keluar masuk (throughput) peti kemas. Tahun 2019, trafik arus peti kemas berhasil dipertahankan di angka 7,6 juta TEUs. 

“Figur ini cukup positif dengan adanya tantangan perlambatan perekonomian dunia,” ujarnya.

Sepanjang 2019, kata Arif terus menambah kedatangan kapal-kapal besar. Saat ini, dalam sebulan minimal terdapat 8 kapal raksasa (mother vessel) berkapasitas di atas 10 ribu TEUs yang berlabuh di Tanjung Priok. 

Untuk menjaga trafik peti kemas, IPC juga terus memperbanyak rute-rute pelayaran langsung (direct call) ke berbagai benua. 

“Saat ini Tanjung Priok sudah melayani direct call dengan rute ke Amerika, Eropa, Australia dan China," ungkap Arif.

Meskipun tren kenaikan laba bersih korporasi berhasil dipertahankan, Arif mengakui ada beberapa catatan untuk perbaikan kinerja perusahaan ke depan. 

Apalagi tahun ini IPC dihadapkan pada situasi yang penuh tantangan, di mana pandemic Corona (Covid-19) sangat berpengaruh pada trafik peti kemas. Kondisi ini terjadi di hampir semua pelabuhan dunia. Namun kami akan tetap berupaya agar kinerja perusahaan terjaga.

"Pada periode Januari-Februari 2020, terjadi penurunan throughput peti kemas sebesar 5,13 persen. Penurunan itu merupakan dampak langsung dari pandemic Covid-19, yang penyebarannya dimulai di Wuhan, China, sejak Desember 2019. Namun penurunan arus peti kemas di dua bulan pertama 2020 bisa sedikit tertahan pada periode Maret. Kita berharap pandemic global Covid-19 segera berlalu, dan aktivitas produksi, ekspor maupun impor bisa bergerak naik,” katanya.

IPC sendiri sejak kuartal pertama 2020 sudah merespons pelambatan ekonomi global dengan melakukan pengaturan pelayanan yang efektif, dengan tetap mengutamakan kualitas pelayanan dan operasional. Arif mencontohkan operasional pelayanan kepelabuhanan di Terminal terus berjalan dengan pengaturan deployment yang diperhitungkan sesuai dengan jadwal kedatangan kapal sehingga dapat tetap terlayani dengan baik di tengah pembatasan aktivitas masyarakat secara umum, katanya lagi. (dade)