Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 15 Juli 2020

KPRI Harapan Sejahtera IAIN Cirebon Peringati Hari Koperasi ke-73 Dan Lounching HS Coop Mobile


CIREBON, FC -Mewujudkan ekonomi rakyat yang berdaulat bersama anggota yang sehat dan koperasi yang kuat, menjadi tema kegiatan pada peringatan hari Koperasi ke 73 dan UMKM ke 5 IAIN SNJ Cirebon tahun 2020, Rabu (15/7/20).

Pada kegiatan tersebut melibatkan seluruh anggota koperasi juga dilangsungkannya lounching HS COOP Mobile dengan jargon HS COOP bangga buatan Indonesia bersama dengan pendidikan anggota KPRI Harapan Sejahtera IAIN SNJ Cirebon.

Kegiatan ini bertujuan untuk
memberikan pemahaman pada anggota baru tentang ruang linkup
kaperasi akad pembagian syariah dan literasi keuangan serta memperkenalkan aplikasi digital HS Coop Mobile bertempat di Aula
Gedung Rektorat Lantai 3.

Ketua KPRI IAIN SNJ Edi Chandra MSi mengatakan, jika kegiatan ini tidak hanya sebatas memperingati hari jadi Koperasi, tetapi juga menjelaskan tentang motivasi, hak dan kewajiban anggota serta manfaat dan tujuan koperasi itu sendiri.

Kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon Dr H Sumanta MAg, dan Kepala Biro AUAK Drs Subarja MPd dengan pemateri Toto Suharto MSi, Dr Sri Rokhlinasari MSi, H Ilham Bustomi MAg, Dr H Ayus A Yusuf dan Moh Ghazali.


"Kegiatan ini dilaksanakan dengan memperhatikan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di masa pandemi Covid-19, peserta mengikuti arahan panitia dengan memakai masker, memperhatikan jarak peserta, dan memperhatikan 
peraturan dimasa pandemi Covid-19," tandas Ketua KPRI IAIN SNJ Edi Chandra MSi. (din)

Jurusan KPI, Fakultas pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi komunikasi dan informasi

FOKUS CIREBON - Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Syekh Nurjati Cirebon mengadakan seminar online nasional yang mengusung tema ‘Membumikan Komunikasi Islam di Indonesia:Solusi Strategis Menuju Peradaban Baru di Era New Normal’, pada Rabu, (15/07/2020).
Karena masih dalam masa pandemi Covid-19, maka acara dilakukan secara online melalui aplikasi zoom dan ditayangkan secara langsung (live) pada channel youtube KPI SNJ Cirebon.
Seminar tersebut diisi oleh tiga narasumber yang sangat kompeten di bidang komunikasi Islam, di antaranya adalah Andi faisal Bakti, Harjani Hefni dan Mohamad Zamroni.
H.Aan Mohammad Burhanudin selaku ketua Jurusan KPI berharap dengan adanya seminar online nasional ini dapat menciptakan informasi serta memenuhi tuntutan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi komunikasi dan informasi, serta sosial budaya untuk pengembangan komunikasi Islam di Indonesia.
“Perkembangan komunikasi di tengah pandemi Covid-19 sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia yang memiliki tantangan baru. Tentunya dalam mempersiapkan diri untuk menghadapi era new normal seperti sekarang ini diperlukan ilmu tambahan sebagai gambaran ke depan akan seperti apa dan langkah apa saja yang harus diambil,” tutur Aan.
Salah satu narasumber, Harjani Hefni, mengatakan, komunikasi Islam dapat memberikan solusi di masa yang akan datang.
“Menaruh harapan dan memberikan solusi dalam komunikasi Islam, serta kontribusi besar di masa yang akan datang dan prospeknya yang sangat baik dapat memberikan manfaat untuk masyarakat,” ujarnya.
Narasumber lainnya, Mohammad Zamroni memaparkan, eksistensi komunikasi Islam dari sisi upaya untuk merebut dominasi komunikasi dan penyiaran media massa yang dikuasai oleh Barat.
“Komunikasi Islam mampu mengolah pesan sesuai dengan konteks yang tepat sehingga Islam akan mampu tetap relevan dalam kehidupan masyarakat,” ujarnya. (Agus)

Selasa, 14 Juli 2020

Menteri Agama RI Resmi Meluncurkan Rumah Moderasi Beragama (RMB) IAIN SNj Cirebon


CIREBON, FC - Rumah Moderasi Beragama (RMB) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati resmi diluncurkan oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Jend (Purn) Fachrul Razi dalam kegiatan International Online Seminar for Moderation in Islam Seri I.

Acara yang berlangsung via Zoom Meeteng itu merupakan hasil kerjasama antara Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah dengan Lembaga Penjamin Mutu (LPM) IAIN SNJ Cirebon, dengan mengusung tema “Moderation Perspectitve in Understanding the Religious Texts and Social Practices,”. Selasa, (14/7/2020).

Webinar yang disertai dengan Peluncuran Rumah Moderasi Beragama (RMB) IAIN Syekh Nurjati tersebut diikuti oleh lebih kurang seribu peserta dari dalam dan luar negeri.

Menteri Agama RI, Jend (Purn) Ir. H. Fachrul Razi yang berkesempatan hadir dalam acara itu menguraikan, bahwa inisiasi lahirnya konsep teoretis hingga praksis moderasi beragama yang digagas oleh Kementerian Agama menjadi kebutuhan yang mendesak.

“Beberapa kajian dan penelitian menunjukkan data yang signifikan mengenai kecenderungan ekspresi keberagamaan yang sempit dan ekslusif,” katanya.

Ia mengilustrasikan, hasil penelitian yang dilakukan oleh Center for the Study of Religion and Culture (CSRC) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta pada tahun 2018 di 18 kota/ kabupaten di Indonesia menunjukkan bahwa ancaman radikalisme-ekstremisme di kalangan kaum muda berusia 15-24 sangat mengkhawatirkan, meskipun sikap moderat masih cukup mewarnai.

Hal ini dikuatkan oleh Rektor IAIN Syekh Nurjati, Dr. Sumanta Hasyim, M.Ag, dalam sambutannya. menurutnya, tren konservatisme dengan ciri scriptural plus komunal juga menguat.

“Fakta lapangan menunjukkan bahwa pola tersebut muncul saat kaum muda menggunakan dalil Al-Qur’an dan Hadis dengan pemahaman yang literal. Namun pada saat yang bersamaan tidak diikuti dengan kontekstualisasi makna teks sesuai dengan sebab munculnya ayat atau hadis tersebut,” kata Sumanta.

Sehingga, lanjut dia, RMB IAIN Syekh Nurjati mengambil peran untuk turut serta mengurai problematika keagamaan di Indonesia, melalui pengkajian, penelitian dan pendampingan kepada masyarakat secara intensif. (Jam)

Mantan Menteri Agama Lukman Hakim, Ingatkan Kondisi Faktual Keberagamaan Di Indonesia


CIREBON, FC - Lukman Hakim Saifuddin, selaku narasumber pertama mengatakan, kondisi faktual keberagamaan kita saat ini berada pada dua titik ekstrem, sehingga perlu ada pemahaman dan upaya untuk memoderasi cara beragamanya, bukan agamanya. 

“Mengutip data penelitian yang dilakukan oleh Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. tentang literatur keislaman Generasi milenial, hasilnya menunjukkan bahwa generasi milenial sangat memiliki minat untuk untuk melakukan akses terhadap literatur keagamaan,” ujar Menteri Agama Periode 2014-2019 itu.

Ia menegaskan, letak masalahnya adalah pada pilihan topik, di mana jihad dan khilafah paling banyak diminati. Sehingga pemahaman agama dengan cinta dan kasih sayang harus ditanamkan pada setiap generasi muslim.

Senior Lecturer in the Study of Islam and Society, Griffith University, Australia, Adis Dudireja yang hadir sebagai narasumber kedua menyampaikan perlunya filtrasi paham dan ekspresi keberagamaan dengan cinta dan wawasan yang baik. Sehingga generasi muslim tidak terjebak dalam pemahaman keagamaan yang ekslusif dan ekstrem. 

Lebih lanjut, menurut Mohammad Sobri, selaku narasumber ketiga mengungkapkan, Indonesia sesungguhnya memiliki perangkat yang ideal untuk mewujudkan kehidupan keberagamaan yang tengah-tengah, yaitu dengan Pancasila. 

“Pancasila sangat relevan dengan ajaran Islam, sehingga menjadi muslim sekaligus bagian dari warga negara adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan.

Menutup sesi diskusi, Alissa Wahid selaku narasumber keempat  menekankan pentingnya pengarusutamaan moderasi beragama di Indonesia. Melalui Komitmen kebangsaan, Toleransi antar kelompok, Anti kekerasan, dan penerimaan terhadap tradisi dan adat istiadat. 

“Signifikansi pengarusutamaan ini paling tidak dilandasi oleh tiga alasan. Pertama, kehadiran agama untuk menjaga martabat manusia dengan pesan utama rahmah (kasih-sayang). Kedua, pemikiran keagamaan bersifat historis, sementara realitas terus bergerak secara dinamis. Ketiga, Negara Kesatuan Republik Indonesia harus dirawat melalui strategi kebudayaan,” ujar puteri Gus Dur dan Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian itu.

Dr. Faqihudin Abdul Kadir, dosen senior IAIN Syekh Nurjati mempertegas bahwa perspektif moderasi dalam pemahaman teks-teks keagamaan dan kehidupan praksis sosial sangat penting untuk dilakukan. 

Ia melanjutkan, bagaimana perspektif moderasi dalam pemahaman teks-teks keagamaan ini bukan hanya menjadi standar operasional dalam kajian tetapi juga merasuk  dan membudaya dalam kehidupan praksis sosial. 

“Tantangan lain yang lebih nyata adalah bagaimana perspektif moderasi dalam pemahaman teks-teks keagamaan dan kehidupan praksis sosial ini menjadi life style bagi kalangan milenial yang tengah lelap dengan pola kehidupan disruptif,” ujarnya.

Ia berharap, dengan menghadirkan unsur pembuat kebijakan, akademisi, dan kalangan muda milenial pada kegatan hari ini dapat mengahsilkan rekomendasi-rekomendasi yang cerdas dan membumi dalam upaya pengarusutamaan moderasi beragama dalam menyongsong kehidupan masyarakat yang lebih damai, aman, dan sentosa. (Fal)

Rumah Moderasi Beragama Dan FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon Bedah Radikalisme Melalui Seminar Webinar


CIREBON, FC - Seminar webinar yang diselenggarakan oleh Rumah Moderasi Beragama & FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon membedah radikalisme dan intoleransi, Selasa (14/2), di kampus setempat.

Dalam seminar webinar tersebut, atau International Online Seminar for Moderation in Islam I, dengan tema Moderation Perspectitve in Understanding the Religious Texts and Social Practices diikuti oleh hampir seluruh PTKIN di indonesia.

Dalam.seminar internasional ini, sebagai Opening Speech yakni Dr.H.Sumanta, M.Ag Rector of IAIN Syekh Nurjati dan 
Keynote Speaker, Jenderal (Purn) Fachrul Razi, Minister of Religious Affair RI.

Turut hadir sebagai Speakers dalam kegiatan seminar Zoom tersebut, diantaranya Lukman Hakim Saifuddin (Minister of Religious Affair, 2014-2019), Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, MA, Ph.D. (Head of BPIP RI), dan Adis Duderija, Ph.D. (Senior Lecturer In the Study of Islam and Society at Griffith University, Australia), serta Alissa Qotrunnada Wahid (National Coordinator Gusdurian, Indonesia), dengan moderator Mamay Mudjahid, M.Hum dan Host H. Debi Fajrin Habibi, M.Pd.

Rektor IAIN SNJ Cirebin, Dr H Sumanta Hasyim MAg mengatakan, bahwa ancaman radikalisme bagi usia muda itu, berdasarkan hasil penelitian UIN Jogyakarta dan UIN Jakarta, kerawanan berada di antara usia 15 sampai 24 tahun dan usia 16 sampai 18 tahun. Tentu ini sangat mengkhawatirkan, meskipun sikap moderat masih mewarnai mereka.

Kata Sumanta, usia 15 tahun masih sangat memiliki akses terhadap literatur keagamaan linier, persoalannya justru terletak pada pemilihan topik yakni jihad dan khilafah, dua tema ini yang cenderung paling banyak diminati, dan ini adalah dari hasil penelitian UIN Jakarta dari 16 sampai 18 kota di Indonesia. 

Untuk itu, IAIN SNJ Cirebon ikut mengambil peran untuk bagaimana mewujudkan moderasi beragama, baik dalam kontek agama maupun.pengamalannya, sehingga dilaksanakanlah kegiatan seminar International Moderation in Islam seri 1.

Sementara itu, Menteri Agama RI, Jendral (Purn) Ir Fachru Rozi menyatakan bahwa merujuk hasi riset baik dari lembaga penelitan kampus dan juga kementerian agama yang tengah marak tentang sikap intolerasi ancaman radikalisme serta etnimisme pada remaja usia 15 hingga usia 24 tahun.

Pada kondisi tersebut, dimungkinkan mereka sangat mudah dipengaruhi oleh yang memiliki ilmu agama yang tinggi, tetapi radikal. Maka, untuk itu kondisi ini jika tanpa diimbangi dengan ilmu agama yang mendalam, mereka di usia yang dimaksud sangat mudah dipengaruhi oleh sikap radikal.

Untuk itu dunia pendidikan harus dapat mengajarkan dan menekankan pentingnya aspek moderasi beragama tidak secara formalistik dan tekstual. 

Dipenguhujung seminar internasional webiner ini, Menteri Agama secara resmi meluncurkan Rumah Moderasi Beragama IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Sementara Mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan bahwa yang penting dan perlu di moderasi adalah cara beragama. Terkadang masih salah persepsi, jadi bukan agama tetapi yang di moderasi itu adalah cara beragama.

Untuk itu nenjadi penting untuk kita memahami nilai nilai esensial kedalam agama itu sendiri dan kenudian mewujud kepada prilaku, kepada tindakan dan amalan-amalan dari nilai yang kita pahami itu.

Ini yang harus senantiasa dijaga agar tidak terjerumus pada pemahaman dan tidakan yang berlebih-lebihan yang extrim.

"Jadi moderasi agama sesungguhnya adalah ikhtiar dan upaya kita bersama untuk senantiasa menjaga dan pengamalan keagamaan," katanya.  (din)







Senin, 13 Juli 2020

Melalui Webiner, SPK Bekerjasama IAIN Cirebon Angkat Tema 'Literasi Untuk Mengabdi Dan Mengabadi'


CIREBON, FC - Dr. Haidar Bagir, yang hadir selaku narasumber menyampaikan, Menulis bersifat eksistensial,  hidup kita bermakna bila menulis.  

Ia menegaskan dengan mengutip dari Pramoedya Ananta Toer, bahwa orang boleh pandai setinggi langit tapi selama tak menulis akan hilang di dalam masyarakat dan sejarah.

“Mengutip juga dari cucu Rasulullah,  seorang ulama besar yaitu Imam Ja'far al-Shadiq bahwa, ikatlah ilmu dengan menulisnya,” ujar direktur Mizan itu.

Bahkan, lanjut dia, Sejarah Islam adalah sejarah literasi. Al-Farabi jika tidak salah, selama 20 tahun menacari buku karya Aristoteles dan beliau baru menemukannya di pasar Bagdad.  Sejak saat itu, begitu dahsyatnya para pemikir Islam untuk menulis karya.

Narasumber lainnya, Habiburrahman El-Shirazy, juga menyampaikan, Menulis itu wajib dengan makna seluas-luasnya. Al- Imam Asy-Syuyuti telah menulis 600 judul buku lebih yang satu bukunya saja berjilid-jilid.  

Menurutnya, Menulis bisa wajib karena bila seseorang yang memiliki ilmu bila tidak ditulis akan hilang seiring meninggalnya orang tersebut . 

“Wahyu Al-Qur’an yang pertama turun juga merupakan penekanan terhadap membaca dan menulis.  Allah mengajarkan manusia apa yang tidak diketahui manusia,” Ujar pria yang juga novelis itu 

Ia menegaskan, Banyak peristiwa besar yang terjadi yang dimulai dari goresan pena.  Seperti yang terdapat pada QS. An-Naml,  mengisahkan Nabi Sulaiman yang mengirim surat kepada Ratu Balqis, sehingga negeri yang dipimpin Ratu Balqis masuk islam. 

“Banyak juga pemimpin-pemimpin besar yang merupakan seorang penulis ulung. Seperti Ir. Soekarno, Bung Hatta,  Pak Nasir, KH.  Hasyim Asyari,  KH. Sholeh Darat.  Merupakan tokoh-tokoh yang bisa kita teladani dalam hal keseriusan mereka dalam berliterasi,” tandasnya 

Sementara itu, dalam sesi lounching buku, Prof. Dr M.  Chirzin, M. Ag, mengatakan, Mengapa perlu menulis buku?,  karena buku merupakan barometer zaman,  penggerak sebuah perubahan.  Tulisan adalah warisan peradaban yang tidak akan akan mati. (Jamil)

Melalui BPTJ, Damri - Kemenhub Bekerjasama Melayani Bus Bantuan Dari Bogor


JAKARTA - Damri bekerjasama dengan Kementerian Perhubungan melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) untuk melayani Bus Bantuan dari Bogor (Botani Square) menuju Jakarta (Stasiun Juanda & Dukuh Atas).

Kegiatan monitoring Bus Bantuan diadakan di dua tempat, yaitu di Stasiun Bogor dan Botani Square.

Hadir pada kegiatan tersebut Direktur Komersial & Pengembangan Usaha, Sandry Pasambuna, Kepala BPTJ, Polana Pramesti, Direktur Angkutan Jalan, Ahmad Yani, Sekretaris BPTJ, Rosita Sinaga, Direktur Utama PPD, Pande Putu Yasa, serta Wali Kota Bogor, Bima Arya. 
Sedangkan di Botani Square juga dihadiri oleh Direktur Utama Damri, Setia N. Milatia Moemin, Direktur Komersil & Pengembangan Usaha DAMRI, Sandry Pasambuna, Kepala BPTJ, Polana Pramesti, serta Direktur Angkutan Jalan, Ahmad Yani. 

"Damri menyediakan 10 armada Bus Bantuan yang dilengkapi dengan protokol COVID-19. Dlengan jadwal keberangkatan mulai jam 05.00 WIB sampai dengan jam 09.00 WIB dari Botani Square, yang selanjutnya akan di berangkatkan setiap 15 menit sekali. Layanan tersebut dapat dinikmati pelanggan selama satu hari penuh," kata Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan Damri, Nico R Saputra, Senin (13/7).

Dengan adanya Bus Bantuan Damri, diharapkan dapat mengurangi kemacetan jalan serta mengurai kepadatan penumpang yang kerap terjadi setiap Senin pagi, terutama kepadatan di stasiun kereta yang dibatasi jumlah penumpangnya. 

"Lebih lanjut, kata Nico mengungkapkan 
Damri menghimbau untuk tetap mematuhi ketentuan perjalanan yang sesuai dengan Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Nomor 9 Tahun 2020, yakni pelanggan yang memiliki suhu < 37,3 derajat celcius, penerapan physical distancing, penggunaan masker sebelum perjalanan, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, serta hindari berbicara saat di dalam bus. (dade)

Konstrad Terus Mendukung Gugus Tugas Percepatan Penaganganan Covid-19


JAKARTA - Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) terus mendukung Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menahan penyebaran wabah virus corona. Salah satunya dengan melaksanakan uji usap (swab test) bagi prajurit dan PNS Markas Kostrad Senin (13/7), di Markas Kostrad, bertempat dilapangan Markas Kostrad, Gambir, Jakarta Pusat. 

Dalam kesempatan tersebut, Kesehatan Kostrad bekerja sama dengan Rumah Sakit Ridwan Meuraksa. Langkah ini merupakan bagian dari program mewujudkan Kostrad yang terbebas dari virus corona.

Kepala kesehatan (Kakes Kostrad) Kolonel Ckm dr. Masri Sihombing, Sp.OT., M.Kes., menyampaikan bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai salah satu bentuk kepedulian pimpinan TNI AD kepada anggota dalam membantu Pemerintah memerangi Pandemi Covid-19.

 "Menilai kegiatan yang dilakukan ini sangat baik dan sangat berguna dalam memerangi pandemi covid-19 dan berharap seluruh Prajurit dan PNS  bisa melakukan Test Swab Covid-19 sehingga penyebaran covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin," kata Masri.

Pelaksanaan Test Swab Covid-19 yang dilaksanakan bagi prajurit dan PNS Markas Kostrad, agar dalam melaksanakan tugas dapat terlaksana dengan baik dan terbebas dari virus covid 19.

Kakes Kostrad berpesan agar seluruh prajurit dan PNS lebih disiplin mematuhi anjuran pemerintah khususnya pendisiplinan protokol kesehatan dengan menerapkan sosial dan physical distancing maupun pola hidup sehat untuk selalu gunakan masker, jaga jarak, jaga kebersihan diri dengan rajin mencuci tangan. (dade)

Aplikasi E-Learning Managemen Sistem Tingkatkan Mutu Pembelajaran Daring Di IAIN Cireb

FOKUS CIREBON - Sistem pembelajaran daring sudah menjadi kebutuhan yang penting di tengah pandemi covid 19. Padahal program tersebut sebenarnya jauh srbelu terjadi pandemi covid 19 yang diprogram. Namun, Covid 19 keburu datang dan ini bisa juga menjadi salah satu pembelajaran yang efektif.
Untuk itu, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon bersinergi dengan Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD) kampus setempat melakukan inovasi pembalajaran daring.
Ketua LPM IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr Kartimi MPd menjelaskan, inovasi tersebut berdasarkan hasil survei yang dilakukan pihaknya terkait media yang digunakan dalam pembelajaran daring.
Survei LPM itu banyak dosen di IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang menggunakan WA (WhatsApp), jumlahnya sekitar 90 persen,” katanya, Senin (13/7/2020).
Menurut dia, banyak mahasiswa yang memang menyukai pembelajaran daring ini melalui WA, karena lebih hemat kuota. Namun, kekurangan dalam penggunaan aplikasi ini adalah kurang interaktif. 
Untuk itu, pihaknya mencoba melakukan inovasi dengan membuat aplikasi bernama e-Learning Managemen Sistem (LMS) untuk meningkatkan mutu pembelajaran daring di IAIN Syekh Nurjati Cirebon.
IAIN (Cirebon) berusaha mengembangkan pembelajaran menggunakan daring dan yang mengembangkan adalah PTIPD dengan membuat aplikasi LMS,” jelas Kartimi.
Sebenarnya, lanjut Kartimi, penggunaan daring di IAIN Syekh Nurjati Cirebon tidak menggunakan WA, tapi juga ada aplikasi lainnya. Seperti Google Classroom, Zoom, Youtube, dan sejumlah aplikasi lainnya. Namun, dia mengungkapkan, mutu pembelajaran daring menggunakan aplikasi tersebut kurang terkontrol.
Tapi media yang dirancang ini (LMS) bisa terkontrol mutu pembelajarannya, dosennya bisa diawasi dan di-monev. Bahkan sudah di-sinkronisasi rancangan pembelajaran yang disusun TPIPD dengan LPM melalui SOP dan panduannya,” ungkapnya.
Selanjutnya, papar Kartimi, pihaknya telah meminta kepada setiap jurusan di kampus setempat mengirimkan perwakilan dosen untuk menjadi pengelola LMS dengan didampingi LPM. Sehingga, pelaksanaannya dapat terpantau.
“Pengelola ini akan dilatih oleh PTIPD. Kemudian dosen tersebut nantinya akan mentrailer dosen-dosen lainnya di jurusannya masing-masing,” terangnya.
Kartimi memaparkan, sebenarnya program pembuatan aplikasi ini sudah direncanakan sebelum pandemi Covid-19 ini merebak. Dan aplikasi ini, tidak hanya digunakan dalam situasi pandemi seperti ini, namun juga dapat dilakukan di masa normal.
“Ini sudah lama dirancang, launchingnya pas sekarang (Senin, 13/7/2020). Penerapannya pada semester genap yang akan datang harus sudah ada. Dengan adanya aplikasi LMS ini semoga kulitas pembelajaran di IAIN Cirebon semakin meningka dan penggunaan IT berkembang. Karena kompetensi dosen juga berkaitan dengan media pembelajaran yang digunakan. Dosen yang mampu menggunakan IT, outputnya pun lebih baik,” tandasnya. (din

Sabtu, 11 Juli 2020

SPK Bersama IAIN SNJ Cirebon Menggelar Webiner Literasi Dan Lounching Buku


CIREBON, FC - Komunitas Sahabat Pena Kita (SPK) bekerjasama dengan kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menggelar Webinar Literasi dan Kopdar V sekaligus Lounching Buku.

Acara yang berlangsung via Zoom Meeting itu mengusung tema “Literasi Untuk Mengabdi dan Mengabadi”. Sabtu, (11/7/2020).

Ketua Pelaksana, Dr. Didi Junaedi, MA, mengatakan, kegiatan ini merupakan kerjasama antara Sahabat Pena Kita dan Kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

“Saya berharap semoga kegiatan webinar literasi ini mampu menggugah kesedaran kita semua untuk tetap dan terus berbagi ilmu dan pengetahuan yang kita miliki dengan mengabadikannya melalui tulisan, melalui karya, sebagai warisan intelektual untuk generasi mendatang,” katanya.

Dr. M. Arfan Mu'ammar, M. Pd. I, selaku ketua Sahabat Pena Kita mengungkapkan  bahwa SPK ini dibentuk sejak 23 Juli 2018 dan baru resmi sebagai yayasan berbadan hukum 2019.

“SPK ini telah menerbitkan buku sekita 14 buku.  Setiap bulan bagi anggota SPK wajib mengirim sebuat tulisan,  dan 6 bulan sekali mengadakan kopdar dan melaunching buku,”. Ujar pria yang juga Wakil Direktur Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surabaya itu

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr. H. Sumanta Hasyim, M.Ag, menyampaikan pada sambutannya, Webinar ini merupakan sebuah momen sangat penting bagi kita untuk menggugah kesadaran berliterasi, yakni menggali ilmu pengetahuan melalui aktivitas membaca dan menulis.

“Kita tidak bisa membayangkan, seandainya para ulama, ilmuwan masa lalu tidak mengabadikan ilmu pengetahuan yang mereka miliki dengan menuliskannya dalam sejumlah karya. Pasti Ilmu pengetahuan itu akan sirna ditelan zaman,” ujarnya.



Ia melanjutkan, masa depan peradaban manusia pasti akan jatuh di titik nadir yang paling rendah. Dunia akan mengalami gulita pengetahuan. Walhasil, kehidupan pun akan menemui kegelapan. "Karena itu, saya sangat menyambut dengan antusias perhelatan ini," kata Rektor IAIN SNJ Cirebon. (Jamil)

Kamis, 09 Juli 2020

TNI Korps Marinir Berikan Penyuluhan Dan Bakti Sosial Di Cianjur


CIANJUR-- Tentara Nasional Indonesia (TNI) Korps Marinir melaksanakan penyuluhan dan bakti sosial ke ratusan warga yang ada di wilayah Kecamatan Pacet, Sukaresmi, dan Cipanas, Kamis (9/7), di Gedung Sukanagalih, Cianjur.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Asisten Potensi Maritim Komandan Korps Marinir (Aspotmar Dankormar) Kolonel Marinir Raja E. Girsang, Dandim 0608 Cianjur, Letkol Inf. Rendra Dwi Andhani, Danyon Yonarmed 5/105 Tarik, Letnan Kolonel Arm Krisrantau Hermawan, Polres serta Forkompimda dan Forkompimcam di wilayah setempat.

Asisten Potensi Maritim Komandan Korps Marinir (Aspotmar Dankormar) Kolonel Marinir Raja E. Girsang mengatakan, serbuan teritorial TNI Korps Marinir tahun 2020 yang mengambil di wilayah Kodim Cianjur ini adalah bakti sosial meliputi penyuluhan pertanian, perikanan, dan profit margin dengan penanaman jenis holtikultura dan bibit ikan.

"Kita rencanakan penanaman jagung dan beberapa jenis hortikultura sayuran lainnya," katanya.

Program kedepan, kata Kolonel Raja, Marinir juga akan menyentuh ke wilayah pesisir selatan. Termasuk pembinaan terhadap nelayan, dan masyarakat pesisir.

"Jadi bagaimana kita melakukan pembinaan, pembibitan, ataupun kegiatan nelayan yang bersifat meningkatkan ekonomi dengan baik untuk menjadi mata pencaharian dan mencukupi kebutuhan gizi masyarakat Cianjur," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Cianjur, sekaligus mewakili Plt Bupati Cianjur, Winny mengatakan, sangat mengapresiasi sekali adanya program yang diselenggarakan oleh TNI khususnya Marinir kepada para petani dan nelayan.

"Kami berterima kasih adanya bantuan ini, semoga bermanfaat bagi warga Cianjur khususnya terhadap petani dan nelayan," ungkap Winny.

Dandim 0608 Cianjur, Letkol Inf. Rendra Dwi Andhani mengatakan, pelaksanakan sosialisasi dan penyuluhan ini dalam rangka serbuan TNI yang diprakarsai oleh Korps Marinir Mabes TNI, dengan harapan bisa membantu perbaikan ekonomi masyarakat khususnya di Kecamatan Sukaresmi, Pacet, dan Cipanas, Kabupaten Cianjur.

"Mudah-mudahan dengan program ini kami selaku aparat TNI bisa menjangkau wilayah dan bekerjasama berkoordinasi secara intens. Sehingga sama-sama memajukan masyarakat dan memberikan kemandirian bagi warga," kata Rendra. (dade)