Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 08 Agustus 2020

PTP Multipurpose Cabang Pangkal Balam Pelabuhan Kawasan Belinyu Layani Muat Ekspor Cangkang Sawit

JAKARTA -  Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) Multipurpose Cabang Pangkal Balam Pelabuhan Kawasan Belinyu, layani muat ekspor cangkang sawit keluar negeri yakni Negara Jepang sebanyak 10.000 Ton, Jumat (7/8) kemarin. 

Acara pelepasannya langsung dipimpin oleh Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yaitu Erzaldi Rosman, pasalnya ini merupakan kegiatan ekspor perdana cangkang sawit ke jepang.

Peran PTP Multipurpose Cabang Pangkal Balam dalam melayani kegiatan muat cangkang sawit tersebut, dilakukan secara truck losing di dermaga, dimuat ke atas tongkang dan selanjutnya dimuat ke mothervessel secara ship to ship (STS).

"Tentunya pada pelaksanaan kegiatan muat tersebut tetap mengikuti aturan dan ketentuan berlaku terkait protokol kesehatan Covid-19," kata Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha yaitu Yossianis Marciano, Sabtu (8/8).

Kami sebagai Profesional terminal multipurpose akan terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik guna mendukung peningkatan nilai tambah produk Indonesia serta meningkatkan devisa khususnya di wilayah Bangka Belitung dari kegiatan ekspor. (dade)

Kamis, 06 Agustus 2020

UIN Bandung Lakukan Studi Banding Prodi Bahasa Arab Ke IAIN Cirebon

FOKUS CIREBON - IAIN Syekh Nurjati Cirebon mendapat kunjungan studi banding dari Univeritas Islam Negeri (UIN) Bandung, Kamis (6/8/2020).  Kunjungan tersebut merupakan langkah lanjutan dari MoU sebelumnya antara IAIN Cirebon dengan UIN Bandung.

Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Arab, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, UIN Bandung, Dr Dedih Wahyudin MAg, mengatakan bersama Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa, FTK UIN Bandung, Dr Nanang Kosim MAg, bahwa kegiatan ini, selain silaturrahmi juga sedang mengadakan review kurikulum pendidikan bahasa arab.

"Jadi maksud kedatangan kesini itu di antaranya bertukar pikiran dari distingsi kurikulum dari setiap prodi. Prodi kami distingsinya apa, Prodi PBA di IAIN Syekh Nurjati ini distingsinya apa, ini akan jadi kajian bersama untuk mendapatkan hasil kurikulum yang baik," ujarnya kepada fokuscirebon.com

Berikutnya kata Dedih, kita membicarakan kerjasama dalam bentuk penelitian dalam bentuk jurnal, seminar atau segala macamnya.

"Tadi kita sudah bicara banyak terkait kerjasama dalam hal publikasi jurnal, terutama nanti bertukar artikel, penulis, bertukar reviewer atau nanti berbagai narasumber atau segala macam dalam seminar nasional maupun internasional. Ini yang akan menjadi fokus antara UIN bandung dengan IAIN Syekh Nurjati Cirebon, dalam hal ini Prodi Bahasa Arab," katanya.

Dedih juga menjelaskan tentang manfaat dari kegiatan ini, terutama dalam meningkatkan nilai akreditasi. Dan itu bisa meningkatkan nilai akreditasi jurnal maupun prodi itu sendiri. Sebab itu dapat terakreditasi dengan baik, maka publikasi dari setiap dosennya itu harus tinggi dan publikasi itu kalau bisa di tempat yang lain. 

"Kita punya jurnal, tapi tidak mungkin penulisnya orang dalam, itu harus ada orang luar. Dengan begitu nilai akreditasi jurnal kita akan naik. Kemudian reviewer juga begitu, tidak mungkin reviewernya itu orang dalam, harus melibatkan orang luar, itu akreditasinya akan naik," terangnya.

Untuk itu, tandas Dedih, jika publikasi dosen itu sudah baik, maka hal itu akan berdampak pada akreditasi prodi. "Jadi manfaat yang diterima ini secara institusi dapat meningkatkan akreditasi prodi, untuk dosen meningkatkan jumlah publikasi dan untuk mahasiswa pun banyak, seperti seminar dan lainnya yang dapat meningkatkan wawasan dan ilmu pengetahuan," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Jurusan PBA, FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr Masyriah MAg menerangkan, bahwa ini merupakan kunjungan yang kesekian kalinya, baik dari UIN Bandung ke IAIN Cirebon maupun sebaliknya. 

Kegiatan ini merupakan eksyen dari MoU yang dibuat pada tahun 2019 sebelum Covid 19. Kita sepakat untuk bertukar naskah jurnal, bertukar reviewer dan kerjasama seminar dan kerjasama ini sudah mulai berjalan.

"Semoga kerjasama ini terus terjalin untuk sama-sama mengawal demi meningkatkan kualitas, baik itu SDM seperti untuk dosen dan mahasiswa. Apalagi ke depan ada konsep kampus merdeka belajar, itu kan bisa kerjasama dosen IAIN mengajar di UIN Bandung dan dosen UIN ngajar di IAIN, dan dalam waktu dekat semuanya bisa dilaksanakan.

"Jadi ya, ini merupakan tindaklanjut dari MoU tahun 2019 di UNPAD. Dan kita akan bertukar dalam hal pertukaran jurnal, bidang reviewernya atau materi jurnalnya. Kemudian sharing kurikulum antara PBA di IAIN Cirebon dan UIN Bandung," ulasnya.

Kedepannya, lanjut Masriyah, kita akan ada kerjasama dalam berbagai hal, terutama pengajaran, pengabdian, dan penelitian. Mudah-mudahan kerjasama ini tetap langgeng sebagai tugas akademisi di bidang-bidang tersebut sesuai Tri Dharma Perguruan Tinggi dan melalui kerjasama ini, dari MoU ini benar-benar dilaksanakan," tandasnya. (nurudin)

Letkol Kav Ricky Arinuryadi Resmi Jabat Dandim 0608/Cianjur

CIANJUR-- Acara tradisi lepas sambut Dandim 0608/Cianjur dari Letkol Inf Rendra Dwi Ardhani, SE,. M. Han ke Letkol Kav Ricky Arinuryadi S.H., M. M, digelar sederhana, Kamis (6/8).

Lepas sambut orang nomor satu di lingkungan Kodim 0608/Cianjur itu digelar di Halaman Makodim 0608, Jalan Siliwangi, Cianjur, setelah sebelumnya melakukan Sertijab di Makorem 061/SK pada Rabu (5/8) kemarin.
 
Diketahui, Letkol Kav Ricky Arinuriyadi sebelumnya menjabat sebagai Danronkapser Paspampres. Sedangkan Letkol Inf Rendra Dwi Ardhani akan mengemban jabatan baru sebagai Paban III Latgab SOPS Mabes AD.

Letkol Rendra Dwi Ardhani, mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh elemen masyarakat yang telah bekerjasama dan sama-sama bekerja dalam membangun dan menjaga Kabupaten Cianjur selama dirinya menjabat dandim lebih kurang satu tahun enam bulan.

“Terimakasih banyak, bangga pernah menjadi bagian dari Kabupaten Cianjur. Saya serahkan prajurit Kodim 0608 kepada Letkol Ricky. Tolong dijaga saja,” kata Rendra.

Sementara itu, Dandim 0608/Cianjur Letkol Kav Ricky Arinuryadi, mengungkapkan sangat bangga dengan penerimaan masyarakat Cianjur.

Selain itu, lanjut Ricky, akan melanjutkan kepemimpinan yang telah dirintis pejabat dandim sebelumnya yang sudah cukup baik.

“Kami mempunyai niat tulus dalam mengemban amanah yang diberikan pimpinan atas dan tentunya kami juga akan memberikan yang terbaik bagi Cianjur,” tandas Ricky.

Ricky juga berharap bisa solid dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Cianjur dengan baik. Ia bertekad mewujudkan pengabdian kepada bangsa dan negara.

“Fokusnya, nanti saya akan program teritorial, kemarin sempat ada covid jadi ada beberapa yang tertunda nanti akan dilanjutkan. Termasuk Percepatan penanganan covid ini,” katanya.

Menurutnya, penanganan Covid-19 di Cianjur sangat baik. Diharapkan bisa mewujudkan percepatan penanganan Covid-19 bersama masyarakat Cianjur.

“Percuma masyarakat tanpa disiplin dan menjaga kesehatan, tidak akan terwujud. Kedepan kami akan buat program untuk masyarakat.” imbuhnya. (dade)

Rabu, 05 Agustus 2020

Gubernur Jawa Barat Meminta Daerah Galakan Penggunaan Masker

FOKUS CIREBON - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, saat melakukan rapat dengan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kota dan Kabupaten Cirebon menjelaskan jika perang mereka menghadapi Covid-19 masih lama. 

Untuk itu, Gubernur Jawa Barat, mengingatkan kepada kepala daerah yang ada di wilayahnya untuk senantiasa menjaga semangat dan kekompakan. Termasuk perekonomian untuk diperkuat kembali. 

“Forkopimda harus kompak dan saling mengingatkan. Jaga kesehatan mental dan fisik. Vaksin saat ini akan diuji coba, namun kemungkinan baru bisa digunakan seluruh masyarakat sekitar 6 hingga 7 bulan lagi,"   ungkap Ridwan Kamil. 

Ridwan Kamil juga mengingatkan agar pemerintah daerah semakin menggalakkan penggunaan makser.  

“Hasil penelitian, menggunakan masker itu sama dengan melakukan lockdown,” ujarnya. 

Bedanya, kalau lockdown menimbulkan beragam dampak, hingga resesi ekonomi, sedangkan jika menggunakan masker, orang tetap bisa beraktivitas.

Panduan untuk menggunakan masker juga ada, yaitu Peraturan Gubernur yang juga mengatur sanksi. Sanksi disesuaikan dengan kondisi yang terjadi di lapangan, bisa sanksi sosial maupun sanksi berupa denda. 

Dalam masa adaptasi kebiasaan baru, Emil juga meminta kepada pemerintah daerah untuk kembali menguatkan ekonomi berdasarkan ciri khasnya masing-masing. Untuk Kota Cirebon diminta memperkuat sektor pariwisata.

Bahkan Emil yakin pariwisata di Kota Cirebon bisa lebih cepat pulih dibandingkan Bali. 

“Tarik wisatawan lokal dengan sebanyak-banyaknya,” ungkap Emil. 

Sedangkan di Bali sangat bergantung dengan wisatawan dari luar negeri. Sedangkan untuk Kabupaten Cirebon diminta untuk memperkuat sektor pertanian. 

“Di masa pandemi, sektor pertanian paling bisa bertahan terhadap krisis,” ungkap Emil.

Namun Emil meminta pertanian yang berbasis 4.0, menggunakan teknologi dalam pengolahan hingga distribusinya.

Kepada pemerintah Kota dan Kabupaten Cirebon Emil juga meminta untuk memaksimalkan penyerapan belanja pemerintah. 

Ekonomi jalan karena 4 faktor, yaitu karena adanya ekspor, investasi, daya beli serta belanja pemerintah. Tiga faktor pertama menurut Emil hancur karena adanya Covid-19, yang tertinggal yaitu belanja pemerintah.

Untuk itu, kepada pemerintah daerah diminta untuk memaksimalkan penyerapan anggaran dan mereka juga telah mendapatkan pinjaman dari pemerintah pusat untuk melaksanakan sejumlah program padat karya untuk masyarakat. 

Emil meminta dana yang ada dimanfaatkan untuk memutar roda perekonomian masyarakat.

Sementara itu Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, mengungkapkan jika adanya dana pinjaman untuk melaksanakan pembangunan merupakan kabar baik yang mereka terima. 

“Karena sejumlah dana pada APBD 2020 telah kena refocusing,” ungkap Azis. 

Dana tersebut bisa digunakan untuk meningkatkan perekonomian yang sudah hilang yang dipacu melalui belanja pemerintah daerah.

Untuk penggunaan masker, jajaran Pemda Kota Cirebon juga akan semakin menggencarkan razia. 

“Apalagi penggunaan masker sama dengan melakukan lockdown,” ungkap Azis. 

Yang berbeda selama menggunakan masker orang bisa tetap produktif, sehingga roda perekonomian bisa berjalan. 

Sedangkan lockdown justru berdampak buruk bagi perekonomian. “razia berkala akan kita gencarkan,” ungkap Azis.

Aturannya sudah ada, yaitu Peraturan Gubernur yang juga mengatur sanksi baik berupa sanksi sosial maupun sanksi denda. 

Pemda Kota Cirebon menurut Azis, bahkan siap untuk menerapkan sanksi berupa denda dengan melihat situasi di lapangan. (Yono)

DPRD Kota Cirebon Hadiri Rapat Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Bersama Gubernur Jabar

FOKUS CIREBON - Ketua DPRD Kota Cirebon, Affiati SPd menghadiri rapat tugas percepatan penanganan Covid-19 bersama Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil di Hotel Prima, Jalan Siliwangi Kota Cirebon, Rabu (5/8).

Affiati mengingatkan kepada masyarakat, khususnya warga Kota Cirebon agar mewajibkan diri menggunakan masker. Sebab, pencegahan wabah Covid-19 itu sebenarnya bergantung pada diri masing-masing sejauh mana bisa melindungi diri dengan cara menerapkan protokol kesehatan. 

Dia juga berharap antar Forkopimda Kota Cirebon bisa saling berkerjasama dan saling mendukung dalam upaya-upaya pencegahan Covid-19. (din)

Ngaji Online Bersama Pakar Dan Dekan FUAD, Wakil Walikota Menerima Buku "Rukun Kebahagiaan"

FOKUS CIREBON - Wakil Walikota Cirebon, Eti Herawati mengaku banyak menimba ilmu dan nasehat usai mengikuti ngaji online bersama KH Buya Syakur Yasin dan Dr Hajam MAg, Dekan FUAD IAIN SNJ Cirebon, Rabu (5/8/2020).

"Alhamdulillaah semalam ngaji online bersama Bapak KH Buya Syakur Yasin dan Bapak Dr Hazam berjalan lancar. Banyak sekali ilmu dan nasihat yang saya dapatkan dari orang-orang hebat. Saya juga diberi oleh-oleh sebuah buku berjudul "Rukun Kebahagiaan" karya Buya Syakur," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Buya juga mengutarakan "Irama Cinta" dengan untaian
kata yang indah dan sangat menginspirasi para pendengarnya. "Terimakasih Buya," kata Eti Herawati lagi.

Tema kegiatan yang dilakukan secara online ini, mengusung soal feminisme dan dibahas dalam ngaji online.

"Saya sepakat apa yang disampaikan Buya Syakur, bahwa kesetaraan itu sudah hadir sejak di dalam rumah. Peran perempuan dalam kehidupan menjadi sebuah tantangan. Baik di rumah maupun di ranah publik," kata Eti.

Eti juga menjelaskan banyak ruang bagi para perempuan untuk mengabdi dan berkiprah, apapun bidangnya.

Untuk itu, sebagai perempuan, mari kita berikan kontribusi yang positif baik dari segi prilaku, tenaga dan pemikiran untuk keluarga serta masyarakat. (din)

Soal Rotasi dan Promosi, DPRD Tekankan Penempatan Yang Proporsional

 

FOKUS CIREBON - Peran dan tugas pokok (tupoksi) DPRD dijalankan dengan penuh tanggungjawab. Para politisi di gedung putih ini, tidak ingin melewatkan begitu saja momentum dan program penting bagi perubahan di Kota Cirebon.

Seperti soal rotasi, mutasi dan promosi bagi eselon III dan IV yang akan digelar oleh Pemerintah Kota Cirebon pada  bulan Agustus ini. 

Gedung putih ingin penempatan ASN di tempatkan pada keahliannya. Hal inilah yang menjadi sorotan Anggota Komisi I DPRD Kota Cirebon.

Sekretaris Komisi I DPRD Kota Cirebon, menegaskan bahwa fungsi pengawasan DPRD bisa diperhatikan, kalaupun ada rotasi, mutasi dan promosi harus sesuai dengan keahlian bagi ASN.

"ASN di bidang kesehatan agar ditempatkan di kesehatan, bidang pemerintahan ditempatkan di pemerintahan, bidang pendidikan di pendidikan dan selanjutnya seperti itu,“ kata Dewa.

Sebab jika salah penempatan, resikonya adalah bisa membuat kerjanya kurang maksimal. Maka rotasi harus menjadi suatu kebaikan bagi Pemkot Cirebon. 

Dalam hal ini, DPRD harus dilibatkan, karena keterkaitan dengan pengawasan, meskipun hak prerogatif ada di walikota. 

“Ini tugas kami yang juga bisa memberikan masukan ke Pemkot Cirebon, agar penempatan itu proporsional jangan sampai, sarjana pendidikan ditempatkan di pekerjaan umum, sarjana kesehatan ditempatkan di pendidikan, atau pun sarjana hukum ditempatkan di kesehatan," ujarnya.

Jadi proporsional itu, tandasnya, harus sesuai keahliannya, sehingga kerja bisa maksimal demi kemajuan Kota Cirebon. (Agus)

Selasa, 04 Agustus 2020

HUT RI Ke 75 dan Hari Jadi Kota Cirebon ke 651 Tetap Digelar

FOKUS CIREBON - Di masa pandemi, Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke 75 yang dirangkai dengan Hari Jadi Kota Cirebon ke 651 tetap digelar. 

Perayaan lebih sederhana, namun tetap khidmat serta memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi yang sudah maju.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon yang juga ketua panitia HUT RI ke 75 dan Hari Jadi Kota Cirebon ke 651, Ma’ruf Nuryasa, AP, menjelaskan bahwa tema yang diangkat pada peringatan HUT RI ke 75 yaitu Indonesia Maju. 

“Sedangkan tema HUT Kota Cirebon ke 651 tahun ini mengambil tema semangat membangun bersama,” ungkap Ma’ruf. 

Tema tersebut tercermin dari logo HUT ke 651 yang dipilih tahun ini.

Logo HUT Kota Cirebon tahun ini memperlihatkan api yang berkobar namun dengan angka 651. Angka 6 berwarna biru, sekaligus merefleksikan gambar udang. 

“Kota Cirebon dikenal sebagai kota udang,” jelasnya. 

Sedangkan angka 5 berwarna merah menggambarkan kepala burung garuda dengan tatapan mata yang tajam sebagai akulturasi semangat peringatan hari jadi Kota Cirebon yang berbarengan dengan HUT RI, Cirebon untuk Indonesia. 

“Sedangkan angka satu yang bewarna hijau sebagai penutup angka sekaligus menjadi simbol kesatuan,” papar Ma’ruf.

Tagline Hari Jadi Kota Cirebon ke 651 yaitu Memayu Charuban Jati yang berarti mempercantik dan memperindah. 

Melalui tema dan tagline di hari jadi ke 651 Pemda Kota Cirebon mengajak kepada seluruh masyarakatnya bersama-sama membangun, mempercantik dan memperindah sebagai upaya melindungi Cirebon baik lahir maupun batin.

Untuk perayaan HUT Kemerdekaan RI, agendanya telah ditetapkan oleh sekretariat negara. Sejumlah acara ada yang dihilangkan namun ada pula yang tetap digelar. Seperti pengibaran bendera pusakan yang pesertanya dibatasi. Begitu juga dengan paskibraka yang pesertanya juga dibatasi.

 “Untuk acara veteran tetap ada, tapi ada yang berubah tahun ini,” ucap Ma’ruf. 

Yaitu bukan para veteran yang datang dan berkumpul ke Balaikota Cirebon, namun Pemerintah daerah (Pemda) Kota Cirebon yang mendatangi mereka.

“Dilakukan tanggal 14 Agustus 2020 usai sidang paripurna DPRD Kota Cirebon,” ungkap Ma’ruf. 

Nantinya Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), bersama dengan DPRD serta Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang ada di Kota Cirebon akan dibagi-bagi menuju rumah veteran. 

“Jadi sekarang, kita yang mendatangi mereka,” tutunya lagi. 

Saat ini sudah ada 75 veteran yang tercatat untuk didatangi di peringatan HUT RI ke 75.

Sedangkan untuk hari jadi Kota Cirebon ke 651 sejumlah agenda juga akan digelar. Diantaranya Gerakan Cirebon Bermasker yang digelar di sejumlah titik untuk mencegah kerumunan orang. 

“Ada 7 ribu masker yang siap dibagikan sekaligus gerakan sosialisasi bahwa pandemi Covid-19 masih ada,” pungkas Ma’ruf. 

Juga diagendakan bebersih tajug dan tempat ibadah yang ada di Kota Cirebon mulai 5 Agustus mendatang. Targetnya 300 lokasi.

Pada 20 Agustus 2020, Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, akan mencanangkan dibukanya Wi-fi yang ada di setiap kantor pemerintahan, bahkan hingga tingkat kelurahan, untuk siswa yang saat ini tengah belajar daring. Juga disiapkan aplikasi yang akan dijalankan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon. 

“Aplikasi ini bisa digunakan untuk anak-anak sekolah yang saat ini tengah belajar daring,” kata Ma’ruf.

Pada 20 Agustus, kita akan lakukan streaming selama 651 menit mulai dari jam 8 pagi. “kita lakukan city branding,” jelasnya. 

Berbagai segmen akan digelar, seperti budaya serta berbagai potensi yang dimiliki Kota Cirebon. Juga akan diberikan giveaway atau hadiah untuk masyarakat Kota Cirebon dengan hadiah-hadiah yang menarik. 

“Sebelumnya, 15 Agustus, ada festival tari topeng di 6 lokasi, 5 tarian secara serempak,” tandas Ma’ruf. 

Semua kegiatan, katanya, dirancang dengan tetap meminimalkan kerumunan orang dan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi saat ini. (cpi)

Bekerjasama BRI, Damri Luncurkan E-ticketing Brizzi Damri


JAKARTA - Untuk memudahkan pelanggan dalam membeli tiket, Damri bekerja sama dengan Bank BRI meluncurkan tiket elektronik (e-ticketing), yaitu kartu Brizzi Damri edisi khusus.

Dengan menggunakan kartu Brizzi Damri edisi khusus, pelanggan Damri bisa mendapatkan tarif rute Jakarta (Kalibata City) - Bandung,(Festival Citylink & Kebon Kawung) hanya dengan membayar sebesar Rp. 100.000 dari harga normal Rp.120.000.

Harga ini berlaku mulai 1 Agustus sampai dengan 31 Agustus 2020 dengan jadwal keberangkatan dari Jakarta (Kalibata City)-Bandung (Festival Citylink dan Kebon Kawung) pukul 06.30 dan 16.30 WIB.

"Kartu Brizzi Damri edisi khusus ini dapat di beli di sales counter Damri Kalibata City, Jakarta," kata Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan Damri, Nico R. Saputra, Selasa (4/8/2020).

Demikian juga dijelaskan, jika Damri hadir untuk memberikan kenyamanan armada bus sehat yang dilengkapi dengan protokol kesehatan. Terutama masyarakat daerah Bogor yang setiap pagi hari harus melakukan perjalanan ke Jakarta untuk berkerja. 

"Sehingga lebih aman dan sehat ketika berpergian menggunakan Damri. Selain itu, Damri juga turut mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional," tandasnya. (dade)

Melalui Penyertaan Lunas PBB, Pemdes Kertawinangun Genjot Pajak



FOKUS CIREBON - Membangun kesadaran masyarakat dalam membayar pajak harus terus ditingkatkan. 

Untuk mewujudkannya, Pemerintah desa Kertawinangun, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, mewajibkan setiap warganya dalam pengurusan pelayanan publik dengan menyertakan surat lunas Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). 

Kuwu Kertawinangun Dedi menuturkan, dalam menumbuhkan kesadaran  masyarakat dalam membayar PBB, diperlukan peran aktif semua pihak, termasuk upaya yang tengah dilakukan pihak desa.

Kata Dedi, dengan mewajibkan masyarakat menyertakan bukti lunas PBB dalam mengurus berbagai pelayanan, seperti administrasi pembuatan KTP dan lainnya, bisa meningkatkan kesadaran masyarakat itu sendiri.

"Meski masih dalam suasana pandemi Covid-19, Pemdes tetap memberikan pelayanan, sekaligus penyuluhan dan pemahaman kepada warga agar taat membayar PBB," ungkap Dedi, Selasa (4/8/2020).

Dijelaskan, pencapaian PBB pada Agustus nanti, pihaknya telah menargetkan 60 persen tercapai.

"Ini adalah cara memotivasi warga agar tumbuh kesadaran dan kepedulian," ujar Dedi. (im)

Lewat Seminar, Direktur Diktis Bedah Akselerasi Guru Besar dan Transformasi IAIN Menuju UIN


FOKUS CIREBON - Prof Dr M Arskal Salim GP, M.Ag, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag RI, dalam seminar mengungkapkan bahwa IAIN Cirebon dengan segala fasilitas yang sudah dimiliki termasuk SDM yang ada memungkinkan pada percepatan transformasi dari IAIN ke UIN.

Hanya memang, lanjut Arskal Salim, ada sejumlah persyaratan yang musti ditempuh pada transformasi tersebut dengan minimal memiliki 10 persen guru besar dan 5 Fakultas. 

"Saya melihat IAIN Cirebon sudah memiliki semuanya. Sebagai perguruan tinggi tentu IAIN Cirebon sangat mudah diakses karena memiliki Bandara Kertajati, Kereta Api, Terminal Bus, dan transportasi lainnya. Tinggal bagimana kesiapannya saja," ujarnya, Selasa (4/8/2020).

Arskal Salim juga menegaskan bahwa yang terpenting bukan soal mengejar universitasnya tetapi adalah bagaimana pada kesiapan pasca transformasi tersebut, baik adminitrasinya, SDM yang dimiliki maupun teknis lannya.

"Memang IAIN Cirebon sangat prospektif menjadi universitas mengingat letaknya yang strategis dan terdukung dengan sejumlah fasilitas yang dimiliki," katanya.

Terkait transformasi tersebut, jelas Arskal Salim, saat ini untuk menjadi UIN harus memiliki guru besar yang cukup. Untuk itu, diharapkan IAIN Cirebon bisa ikut masuk dalam transformasi ini. Tinggal bagaimana kesiapan-kesiapan dan langkah-langkahnya, termasuk prodi-prodinya.

"Dulu pada tahun 2002, UIN Jakarta usai diresmikan memiliki rekomendasi yang diperluas, yakni membuka prodi-prodi umum, yakni kedokteran dan kesehatan," ucapnya.

Namun demikian, Arskal Salim sepakat bahwa tumbuhnya UIN-UIN di Indonesia harus tetap mempertahankan akar sejah dan pendiriannya, yakni memperbanyak prodi-prodi keislamannya, agar identitas Universitas Islam tidak malah tercerabut dan yang dikenal malah prodi umumnya.

Arskal Salim juga memberikan informasi bahwa berdasarkan arahan Dirjen, pada bulan Agustus 2020 ini, asesment dilakukan dan visitasi yang diperlukan juga akan dilakukan.

"Ini sesuai arahan Pak Dirjen, kemudian tahun ini sebenarnya sudah mulai mereview kenaikan pangkat lektor dan guru besar, dan aplikasinya sedang kami siapkan, mudah-mudahan pada tahun 2021 nanti sudah bisa terwujud," jelasnya.

Demikian juga terkait dengan renstra, di mana renstra 2020-2024, renstra yang ditarget adalah 1000 guru besar. "Inilah akselesarasi guru besar. Sedangkan soal transformasi, target kita di tahun 2024 ada penambahan 30 PTKIN," katanya.

Sementara itu, kegiatan yang digelar di ruang Auditorium FITK tersebut dihadiri para pimpinan dan dosen civitas akademika IAIN SNJ Cirebon ddenga tetap menjalankan protokol kkesehatan.

Selain dibuka sasson dialog, Arskal Salim dalam seminar tersebut didampingi Dr H Saefudin Juhri MAg, Warek I, yang juga moderator. 


Seminar Akselerasi Guru Besar dan Transformasi IAIN Menuju UIN sendri mengambil tema "Kebijakan Akselerasi Lektor Kepala dan Guru Besar dalam Mempersiapkan Transformasi IAIN Menuju UIN" yang langsung dihadiri oleh Direktur Diktis Kemenag RI. 

Sementara itu, Wakil Rektor I IAIN Syekh Nurjati Cirebon Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Dr Saefudin Zuhri MAg mengungkapkan, kemajuan sumber daya manusia dosen di suatu kampus ditandai dengan semakin banyaknya guru besar yang berkompeten di bidangnya.

Kata dia, guru besar tersebut bertugas untuk menjaga “gawang” keilmuan di kampus setempat.
Guru besar merupakan jabatan puncak akademik, setelah itu tidak ada lagi dan saat ini IAIN Syekh Nurjati Cirebon sudah memiliki 10 guru besar. 

"Mudah-mudahan dengan kedatangan Pak Direktur bisa memberikan motvasi dan kejelasan kepada teman-teman yang lain agar bersemangat meraih dan memenuhi kualifikasi jenjang akademik itu," tuturnya. 

Demikian juga pimpinan akan memberi pendampingan dan penguatan, seperti pendampingan memberi pendampingan penulisan jurnal internasional.

"Terkait alih status dari IAIN ke UIN, kami telah mengirimkan proposal perubahan status tersebut ke Kementerian Agama. Saat ini, kami masih menunggu proses selanjutnya, yaitu visitasi yang dilakukan oleh tim asesor," terang Saefudin.

Visitasi ini, lanjutnya, dilakukan oleh tim asesor untuk mencocokan data dan persyaratan alih status dari IAIN menjadi UIN. (din)

Direktur Diktis RI Apresiasi Pelaksanaan UM-PTKIN di IAIN Cirebon



FOKUS CIREBON - Direktur Diktis, Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof Dr M.Arskal Salim GP, M.Ag bangga dengan pelaksanaan kegiatan Ujian Masuk PTKIN yang di selenggarakan kampus di IAIN SNJ Cirebon, Selasa (4/8/2020).

Saat tiba di kampus IAIN, M.Arskal Salim pun langsung menuju gedung M, dan meninjau para peserta tes Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN).

Tidak sampai disitu, M.Arskal Salim pun melakukan teleconference dengan panitia lokal di 8 PTKIN dengan mengucapkan rasa kebanggaan dan kesalutannya atas apa yang sudah dilakukan pihak panitia dalam penyelenggaraan UM-PTKIN serentak se Indonesia di 8 PTKIN.

"Saya bangga dan salut, dan saya apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia pusat di UIN Bandung, karena ini adalah terobosan yang baik dan juga apresiasi kepada seluruh panitia lokal di 8 tempat," ucapnya.

M.Arskal Salim mengaku jika hal ini tidak terbayangkan, di mana di tengah pandemi covid 19, kegiatan berjalan baik. Tapi tentu saja, kata M.Arskal Salim, pada pelaksanaan ini pasti ada keluhan, tapi ini adalah proses, karena memang baru pertama dilakukan secara online.

Kendati begitu, kata Direktur Diktis, subtansi pelaksanaan masuk ujian ini harus dipertahankan.

"Juga diharapkan melalui seleksi PTKIN berbasis elektronik ini dapat meningkatkan mutu dan input-input dari calon mahasiswa berbakat dan kecakapan mengikuti kuliah dengan baik," harapnya.

Direktur Diktis juga berencana akan meneruskan ujian masuk online ini, mengingat pelaksanaan saat ini ternyata bisa berjalan sangat maksimal dan baik. 


"Ya, intinya saya bangga dan salut dengan panitia lokal UMPTKIN di Cirebon. Sebab bisa menghandel bagi peserta yang terkendala soal sinyal, dan saya lihat Cirebon sangat siap hingga berjalan maksimal," ungkapnya. (din)

Undang 4 Negara, FUAD IAIN Cirebon Kaji Masyarakat Dunia Dalam Menyikapi Pandemi Covid 19

FOKUS CIREBON - Jurusan Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Syekh Nurjati Cirebon, menyelenggarakan seminar Internasional secara daring, Rabu (05/8/2020).

Dalam.kegiatan terebut, tema “Sunnah Nabi SAW dan perilaku Masyarakat Dunia dalam Menyikapi Pandemi Covid-19” diisi oleh empat orang narasumber yang berasal dari empat negara,  

Yaitu, Prof Dr. Hashim Hassan  Osman, MA dari Sudan, Prof. Muhammad Ali, M.Sc. Ph.D dari Amerika Serikat, Dr Norsaleha Mohd Salleh dari Malaysia dan Dr. H. Faqihuddin Abdul Kodir, MA dari Indonesia. 

Acara tersebut diselenggarakan Jurusan Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang dipimpin Hj Anisatun Muthi’ah, M.Ag yang bekerjasama dengan  Asosiasi Ilmu Hadis Indonesia (ASILHA). 

Tujuan utama dari acara seminar ini untuk memaparkan Sunnah Nabi SAW dan perilaku masyarakat Dunia dalam menyikapi pandemi Covid-19. 

Di samping itu untuk menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga Internasional. Seminar Internasional ini menjadi sangat istimewa karena membahas Sunah Nabi yang dipahami kemudian berdampak pada perilaku masyarakat di berbagai benua, di antaranya benua Afrika, Amerika dan Asia dari aspek sejauh mana tingkat pengetahuan, respon dan tindakan mereka dalam rangka mencegah penyebaran virus Covid-19. 

Prof. Muhammad Ali, M.Sc. Ph.D memaparkan bahwa masyarakat Amerika Serikat menyikapi Covid-19 dengan melakukan penelitian oleh para akademisi dan kebijakan pemerintah menerapkan karantina, social distancing, isolasi, memakai masker, cuci tangan, gaya hidup sehat dan berdoa kepada tuhan. 

Dr Norsaleha Mohd Salleh menguraikan bahwa ahli Hadis sebagai perintis sumber berita yang benar, dan perilaku masyarakat Malaysia ketika Pandemi Covid-19 menghadapi berita hoax, pro kontra larangan shalat berjamaah di masjid. 

Dr. H. Faqihuddin Abdul Kodir, MA menguraikan bahwa Hadis sebagai konsep pedoman yang dimaknai secara kontekstual, karena dalam istilah hadis menggunakan kata tha’un bukan virus corona. Pandemi Covid-19 sebagai ujian kesabaran, keimanan akhlak dan tantangan bagi Negara untuk mengeluarkan kebijakan. 

Prof Dr. Hashim Hassan  Osman, MA menjelaskan pengertian wabah dalam tradisi Islam, menjelaskan Sunnah Nabi SAW dalam menghadapi wabah, dan perilaku masyarakat Afrika dalam menghadapi Pandemi yang terkesan santai.

Dr. Hartati Thalib, MA selaku ketua panitia memaparkan bahwa acara seminar internasional ini mendapat respon yang sangat baik dari berbagai kalangan terbukti jumlah peserta yang registrasi mencapai 600 orang yang berasal dari berbagai Negara seperti Indonesia, Malaysia, Amerika Serikat, Republik Arab Mesir, Maroko dan lain-lain.

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon Dr. H. Sumanta Hasyim, M.Ag dalam sambutannya menyambut baik atas terselenggaranya acara ini, dan mengatakan bahwa acara ini merupakan salah satu acara yang bertaraf internasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah. 

Sedangkan ketua Asosiasi Ilmu Hadis Indonesia (ASILHA) Dr, M. Alfatih Suryadilaga, M.Ag dalam sambutannya memotivasi para peserta untuk menulis artikel di jurnal Studi Hadis Nusantara (JSHN) Jurusan Ilmu Hadis IAN Syekh Nurajati Cirebon. 

Acara Seminar ini berlangsung dengan lancar dan menghasilkan beberapa rekomendasi sesuai dengan tema yang diusung untuk mengedukasi masyarakat dalam menghadapi Pandemi Covid-19. 

Seminar Internasional ini diakhiri dengan pengumuman nominasi artikel terbaik Jurnal Studi Hadis Nusantara (JSHN) Jurusan Ilmu Hadis IAIN Syekh Nurjati Cirebon. (din)

Senin, 03 Agustus 2020

Melalui Khatmil Quran dan Tasyakur Idul Adha, IAIN Cirebon Tingkatkan Pembinaan Kepada Para Pegawai


FOKUS CIREBON - IAIN Syekh Nurjati Cirebon terus berupaya meningkatkan kinerja para pegawainya, baik itu kepada tenaga pendidik maupun kependidikan. 

Dalam segala hal, seluruhnya ditekankan lebih profesional, guna mempersiapkan diri dalam transformasi IAIN ke Universitas Islam Negeri (UIN) Cirebon.

Maka dengan kegiatan Khatmil Quran dan Tasyakur Idul Adha 1441 H ini, Institut Agama Islam Negeri Syekh Nurjati Cirebon melakukan pembinaan terhadap pegawai di gedung Mahad Al-Jamiah kampus setempat, Senin (3/8/2020).

Kegiatan bertema “Kita Tingkatkan Kebersamaan Menuju UIN Syekh Nurjati Cirebon” ini, dihadiri oleh seluruh unsur pimpinan dan para dosen serta staf di lingkungan IAIN SNJ Cirebon.

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg mengatakan, nilai-nilai pengorbanan harus muncul dalam setiap diri pegawai. 

Apalagi ini bertepatan dengan hari raya kurban, tentu saja harus dimaknai sebagai bentuk pengorbanan. Di mana kita harus mendahulukan kepentingan orang lain dan meningkatkan dedikasi melalui pengabdian yang total, sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik.

Khatmil quran ini adalah bagaimana mencerahkan nilai spiritual. Maka melalui khatmil quran, tentu bagaiamana pegawai ini harus ikhlas. 

"Dalam kegiatan ini ada motivasi kepada pegawai agar terus semangat menjalakan pekerjaannya," kata H Sumanta.

Sumanta juga menegaskan, tanpa kebersamaan maka akan sulit mewujudkan kebersamaan dan kebersamaan itu tersebut harus terbangun. 


"Kebersamaan yang harus terbangun adalah terkait upaya dan kinerja dalam visi dan misi yang sudah dibangu, dan melalui kebersamaan setiap program dapat terlaksana. (din)

IAIN Syekh Nurjati Cirebon Mulai Melaksanakan Ujian Masuk PTKIN


FOKUS CIREBON - Institut Agama Islam Negeri Syekh Nurjati Cirebon selama 4 hari, mulai Senin sampai dengan Kamis (3-6/8/2020), mulai melaksanakan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) secara online.

Ujian masuk PTKIN ini dibuka secara nasional dengan tujuan kampus yang berbeda-beda dan UM-PTKIN tersebut diikuti sebanyak 3.065 peserta.

"Ada sebanyak 3.065 peserta yang mengikuti ujian tersebut. UM-PTKIN ini dibuka secara nasional. Mereka yang melakukan ujian di IAIN Syekh Nurjati Cirebon, belum tentu kampus tujuan mereka di kampus ini," terang Kabag Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Kamalul Iman Billah SAg MA.

Kamal menerangkan, mereka yang mendaftar di jalur ini, akan melalui proses seleksi yang ketat. Mereka juga bisa memilih tujuan kampus PTKIN di seluruh Indonesia, baik fakultasnya maupun jurusannya.

"Jadi mereka bisa memilih tes nya di mana, tergantung kemauannya. Nanti ada pilihan, contohnya ketika mereka rumah di Cirebon, tapi dengan tujuan kampus Bandung, maka dia bisa mengikuti tes di Cirebon. Itu untuk mempermudah. Jadi mereka bebas akan mengikuti tes dimana saja,” katanya.

Biasanya, lanjut Kamal, jika situasi normal, maka mereka akan mengikuti proses ujian di kampus yang telah mereka pilih sesuai jadwal yang telah ditentukan. Namun, karena saat ini dalam kondisi pandemi Covid-19, maka panitia pusat di UIN Sunan Gunung Jati Bandung menetapkan UM-PTKIN dilaksanakan secara online.

“Sama seperti offline, dalam pelaksanaan online ini juga para peserta diberikan jadwal, yaitu hari, tanggal, dan sesinya. Namun pelaksanaannya di rumah masing-masing dengan persyaratan yang sangat ketat," ujarnya.

Ketatnya UM-PTKIN ini, kata Kamal, mereka diawasi, bahkan jika tidak mematuhi dan tiga kali mendapat teguran, maka.akan diblok. 

Kamal juga mencontohkan, ketatnya ujian tersebut bisa dilihat dari pertama.proses memulai ujian, yakni duduk dengan menggunakan HP atau laptop dan di sekelilingnya dalam radius 3 meter tidak boleh ada orang lain.

Jika ada orang asing datang ke tempat peserta ini, kata Kamal lagi, maka yang bersangkutan akan mendapat teguran. Bahkan, jika sampai 3 kali yang bersangkutan tetap melakukan hal tersebut, maka peserta tersebut akan di blok oleh pantia.

Selain itu, Kamal juga menjelaskan, ujian ini terbagi menjadi dua jurusan, yaitu IPA dengan 243 peserta dan IPS 2.822 peserta. (din)


Rayakan Idul Adha, FUAD IAIN SNJ Cirebon Berbagi Daging Hewan Qurban



FOKUS CIREBON - Sambut Idul Adha, Fakultas Ushuludin, Adab dan Dakwah (FUAD), IAIN Syekh Nurjati Cirebon berbagi daging hewan qurban bersama para pendidikan dan kependiidkan FUAD, serta warga sekitar kampus, Senin (3/8/2020).

Dr H Anwar Sanusi MAg, Wakil Dekan III didampingi Ketua Panitia Drs Anisul Fuad MSi dan Penasehat H Muzaki mengatakan, FUAD IAIN SNJ Cirebon pada Idul Adha tahun ini memotong 1 ekor sapi. Hewan qurban ini merupakan tahun ke empat, dengan sistem arisan. 

"Ya, hewan qurban ini hasil dari 21 orang di internal Fakultas Ushuludin, Adab dan Dakwah (FUAD) dengan sistem arisan di mana satu orang dikenakan Rp 1.250.000 dan daging qurban tersebut kita bagikan kepada yang berhak," jelasnya.

Dijelaskan, ada sekitar 150 kantong daging qurban yang dibagikan kepada warga sekitar kampus. Sisanya dibagikan untuk para Satpam, Anak Yatim Piatu dan lainnya.

"Ini sebagai bentuk pengabdian dan kepedulian kepada masyarakat di lingkungan kampus dan juga sebagai bentuk amal sholeh," jelas Anwar.

Sementara itu, Dekan FUAD IAIN SNJ Cirebon, Dr H Hajam MAg menjelaskan, bahwa qurban ini harus dimaknai sebagai bentuk rasa syukur. 

Selain itu, untuk memupuk rasa persaudaraan dan saling mengasihi antar sesama. "Inilah bentuk pengabdian yang selalu kita tanamkan dan kita jalankan," kata Hajam.

Demikian juga pada qurban tahun ini, seperti tahun-tahun sebelumnya, qurban tersebut bukan melihat jumlah dagingnya tetapi sebagai sarana untuk meningkan kekeluargaan di lingkungan FUAD. 


"Kalau dagingnya mah gak seberapa ya, tapi kita ingin meningkatkan kekompakan di Cvitas Akademika di Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah. Untuk meningkatkan kinerja juga, karena kita mempunyai rasa persaudaraan dan rasa tanggung jawab bersama," tandad Hajam. (din)

PPM-F FUAD IAIN SNJ Cirebon, Gelar Sosialisasi Grand Desain dan Persyaratan Calon SEMA dan DEMA


FOKUS CIREBON - Panitia Pemilihan Mahasiswa Fakultas (PPM-F) Ushuluddin Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menggelar sosialisasi grand desain dan persyaratan calon Senat Mahasisswa (SEMA) dan Dewan Mahasiswa (DEMA) periode 2020-2021

Acara yang bertempat di ruang auditorium Fakultas UAD itu mengusung tema "Bersama Ormawa FUAD Menegakkan Demokrasi Yang Adil Untuk Menentukan Pemimpin Yang Terampil". Senin, (3/8/2020)

Ketua Pelaksana, Dedes Baehaqi Ramdhani mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya memberikan informasi kepada Himpunan Mahasisaa Jurusan (HMJ) agar terus dapat bekerjasama.

"Dengan diusungnya tema tersebut harapannya yakni HMJ yang ada di Fakultas UAD  bisa bekerjasama membangun Fakultas UAD yang lebih baik," katanya.

Ia melanjutkan, dengan sosialisasi ini tentu harapannya kedepan dapat menciptakan pemimpin yang terampil dan lebih baik dari sebelumnya.

Sementara itu, Arif Rahman, M.S.i selaku Wakil Dekan I menyampaikan, cita-cita besar memang tercerminkan dari tema, yakni dapat menciptakan pemimpin yang adil dan kreatif

"Sosialisasi ini memang perlu dilakukan, karena sekarang lebih senang dengan dunia maya, sehingga lupa dengan kegiatan mahasiswa secara nyata," ucapnya.

Lebih lanjut, kata Arif, jika mengabdi di Fakultas UAD, maka tidak hanya HMJ sendirinya saja, namun harus mengayomi seluruh HMJ yang ada di Fakuktas UAD

"Sosialisasi ini merupakan langkah awal yang baik, dan semoga kelak akan mendapatkan pengalaman yang luar biasa," tandasnya. (Fal)

Serius Tangani Penyebaran Covid 19, Walikota Cirebon Gencar Sosialisaikan Penggunaan Masker


FOKUS CIREBON - Walikota Cirebon H Nasrudin Azis SH sangat serius dalam penanganan pandemi covid 19 di Kota Cirebon. Dirinya bersama Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Cirebon terus berupaya melalui sejumlah program dan sosialisasi.


Bahkan bersama unsur Forkopimda, tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 melakukan monitoring, edukasi, sekaligus penindakan terhadap masyarakat yang kedapatan tidak mengenakan masker di tempat umum.

"Penyediaan fasilitas untuk penerapan protokol kesehatan juga kami cek Iangsung. Misalnya di pusat perbelanjaan maupun pasar," ucap Nasrudin Azis. 

Langkah ini, kata Azis, dianggap penting, karena penggunaan masker di tempat umum juga teramat penting.
"Ini sebagai salah satu upaya pencegahan penyebaran Covid-19," ujarnya.

Azis juga mengingatkan, penerapan adaptasi kebiasaan baru (AKB) bukan berarti kita bebas. Tapi harus tetap taat protokol kesehatan. 


"Semoga kita semua senantiasa terlindungi dan pandemi Covid-19 segera berlalu," tandas Azis Nasrudin. (din)



Arus Balik Idul Adha, Tol Cipali Padat Merayap


FOKUS CIREBON - Arus balik Idul Adha pada tahun 2020 ini terlihat padat merayap. Tol Cipali yang semula lenggang, hingga tadi malam, Minggi (2/8/2020), terlihat dipadati berbagai kendaraan roda empat.

Kendaraan yang datang dari arah jawa dengan berbagai tujuan ini mulai memadati Tol Cipali sejak siang hari.

Laju kendaraan pun kian merayap hingga malam hari. Tampak deretan kendaraan dengan tertib terus merayap agar tidak menimbulkan kemacetan.

Pihak Jasa Marga maupun pihak Kepolisian ikut mengatur lajunya kendaraan agar tidak menumpuk pada satu titik dan tidak menimbulkan kemacetan panjang. Satu-satu kendaraan diurainya, hingga kendaraan lain tetap berjalan lancar, walau laju kendaraan berjalan merayap. (Yono)


Sambut Idul Adha, IAIN Cirebon Potong 1 Ekor Sapi Dan 6 Ekor Kambing


FOKUS CIREBON - Merayakan Idul Adha 1441 H, protokol kesehatan tetap dijalankan dengan ketat. Hal ini yang dilakukan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, saat menyambut Idul Adha dengan memotong 7 hewan kurban, terdiri dari 1 ekor sapi dan 6 ekor kambing.

H Elon Suklani menjelaskan, hewan kurban tersebut merupakan pemberian dari sejumlah pihak, seperti 1 kambing dari Dharma Wanita IAIN Syekh Nurjati Cirebon, 1 kambing dari Bank BRI, 4 kambing dari Bank CIMB Niaga Syariah, dan 1 sapi dari Bank Syariah Mandiri (BSM).

“Insya Allah biasanya ada yang titip lagi dari masyarakat sekitar mas,” kata H Elon Suklani, panitia pemotongan hewan kurban IAIN Syekh Nurjati Cirebon,  Kamis (30/7/2020).

H Elon juga menerangkan jika pemotongan hewan qurban tersebut akan dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama yaitu 5 kambing yang akan dilaksanakan di masjid kampus setempat pada hari Jumat (31/7/2020). Sedangkan gelombang kedua, pemotongan 1 kambing dan 1 sapi di Mahad IAIN Syekh Nurjati Cirebon pada hari Sabtu (1/8/2020).

"Daging kurban tersebut akan dibagikan ke masyarakat di sekitar lingkungan kampus yang berhak untuk menerimanya,” ujarnya.

Untuk itu, dia berharap, dalam pelaksanaan pemotongan nanti dapat berjalan dengan baik dan lancar serta dapat disalurkan sebagaimana mestinya sesuai amanah yang menitipkan.

H Elon juga menegaskan, dalam penyelenggaraan pemotongan hewan kurban, pihaknya menerapkan protokol kesehatan sesuai yang dianjurkan pemerintah. (Agus)