Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 12 September 2020

Wakil Walikota Cirebon Hadiri Pemasangan Granit Masjid Subulussalaam

CIREBON, FC - Wakil Walikota Cirebon Dra. Hj. Eti Herawati secara simbolis memasangkan granit sebagai simbolb di mulai nya lanjutan rangkaian Renovasi Masjid Subulussalaam RW 14 Permata Harjamukti Utara Kelurahan Kalijaga Kecamatan Harjamukti, akhir pekan kemarin ( 12/9 ).

Dalam kesempatan tersebut Wakil Walikota Cirebon mengatakan, " selain untuk syi'ar Islam, masjid harus menjadi percontohan dalam pengelolaan yang profesional. Sejak zaman Rasulullah SAW, masjid bukan sekedar sebagai tempat untuk melaksanakan ibadah ritual semata, namun sebagai madrasah bagi orang-orang muslim untuk melakukan pembelajaran tentang Islam dan berbagai persoalan nya.

Karena itu dirinya berharap  dengan renovasi masjid Subulussalaam agar kedepannya lebih Dimakmurkan dengan berbagai kegiatan, sehingga keberadaannya dapat memberikan dampak yang positif bagi perkembangan kehidupan masyarakat setempat, tentunya juga kegiatan renovasi Masjid Subulussalaam juga sejalan dengan visi misi Sehati, yakni mewujudkan Kota Cirebon yang Agamis, tandas Wakil Walikota Cirebon.

Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Renovasi Masjid Subulussalaam, Didi Sunardi SE dalam laporannya mengatakan bahwa kegiatan Renovasi ini melanjutkan kegiatan renovasi yang telah dilakukan sebelumnya yaitu Pembuatan Gate dan memolo depan, jendela kaca pintu, mihrab depan, toilet, tempat wudhu putra putri, dan Auning bagian serambi.

Pemasangan Granit Masjid Subulussalaam dengan Program nya " Wakaf Granit " di mulai dari awal Bulan Agustus hingga dilaksanakannya Pemasangan Granit dimulai telah terkumpul sebanyak 78 juta 100 ribu rupiah yang berasal dari 101 donatur.


Alhamdulillah kami ucapkan banyak terimakasih kepada para donatur yang telah menyumbangkan Infaq Shodaqoh nya yang berasal dari berbagai daerah di Ciayumajakuning, Jakarta, Depok, Bandung bahkan donatur dari Arab Saudi.

Oleh karena itu jelas Didi apabila ada yang ingin memberikan Infaq Shodaqoh dalam Program Wakaf Granit Masjid Subulussalaam dapat disalurkan melalui Bank Syariah Mandiri Cirebon Atas Nama Masjid Subulussalaam Nomor Rekening 7771113348, tandas Didi kepada Rakcer Cirebon

Sementara Ketua DKM Subulussalaam Naim Abdurachman menjelaskan bahwa sejak dirinya dilantik 19 Juni lalu dirinya bersama Pengurus DKM Subulussalaam bergerak cepat dalam melaksanakan program kerja dalam memakmurkan Masjid Subulussalaam. 

"Karena hanya mereka yang memakmurkan masjid masjid Allah-lah orang orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan Sholat, menunaikan zakat, dan tidak takut (kepada siapapun selain Allah, maka merekalah orang-orang yang di harapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk," ujarnya yang mengutip Surat At Taubah ayat 18

Menurut Naim, Pengurus DKM Subulussalaam dalam mengembangkan pemberdayaan masjid melalui Pola IDAROH (Pengelolaan Administrasi dan Organisasi ), IMAROH ( Pengelolaan Program Kerja ) dan RI'AYAH (Pengelolaan Sarana Prasarana dan Fisik Bangunan Masjid )

Dalam kegiatan tersebut juga di bagikan Santunan Sosial untuk anak anak yatim-piatu dan tidak mampu untuk masyarakat di sekitar Masjid Subulussalaam sebanyak 50 PAKET SANTUNAN SOSIAL, yang di serahkan langsung oleh Ibu Wakil Walikota Cirebon.

Hadir dalam kesempatan tersebut Camat Harjamukti Rd. Yuki Maulana, DANRAMIL 1402 Kapten Armed Toto sekaligus mewakili DANDIM 0614, Kapolsek Seltim yang di wakili Babinkamtibmas, Ketua RW 14, Ketua DKM dan RW se Kelurahan Kalijaga dan tokoh masyarakat setempat. (di)

Jumat, 11 September 2020

Ketua RW Sampiran, Bambang HS, Terus Berupaya Majukan Desa

CIREBON, FC - Siapa yang tak mengenal sosok yang satu ini, selain lincah dan gesit, juga aktivis di berbagai organisasi sosial dan kemasyarakatan. Dia adalah Bambang HS, Ketau RW di Blok Sampiran, Desa Sampiran, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon.

Bambang HS dalam kesehariannya selalu berhubungan dengan masyarakat. Waktunya dipergunakan untuk melayani warga, baik pernikahan, pembuatan Kartu Keluarga, KTP maupun pelayanan lainnya.

Sebagai tokoh masyarakat, Bambang HS selalu mengedepankan rasa tanggungjawab. Bahkan dalam banyak keinginannya, dirinya ingin selalu mendedikasikan bagi kemajuan desanya.

Kendati demikian, Bambang HS bukanlah sosok yang sulit ditemui, apalagi cuek terhadap persoalan warga. Dengan segudang pengalamannya, Bambang HS justru dicurahkan bagi kemaslahatan orang banyak.

Banyak warga yang salut dengan kepribadiannya, tapi bambang bukan sosok bertipe haus pujian dan jabatan. Seluruhnya Ia dedikasikan untuk masyarakat, termasuk kemajuan di daerah Sampiran. (Nur)

Kamis, 10 September 2020

Sejumlah Orang Tua Khawatir, Semakin Panjang Diliburkan, Anak Bisa Malas Belajar

CIREBON, FC - Sudah sekian bulan, pandemi covid 19 belum juga ada tanda-tanda akan berakhir, malah di sejumlah daerah di Indonesia termasuk Jakarta, data yang terkonfirmasi virus covid 19 malah terus bertambah, membuat seluruh tingkatan sekolah semakin panjang diliburkan.

Orang tua siswa Sekolah Dasar (SD) di Kota Cirebon justru mengeluhkan, pasalnya, pendidikan sistem darring (online) dari semua tingkatan bikin anak malah malas belajar.

Apalagi yang baru sekolah dasar, setingkat SMP dan SMA aja, anak kian jauh dari buku, apalagi belajar. Anak hanya belajar jika ada tugas, itu pun terbatas pada soal soal latihan, di luar itu, belajar dan membaca serta latihan yang setiap hari dilakukan di rumah, malah lebih banyak untuk mainan handpone dan bermain di luar rumah.

"Kami bukan guru, kami hanya orang tua yang pasti memiliki banyak keterbatasan, tapi kalau soal disiplin dan moralitas anak, mungkin masih bisa kami lakukan, berbeda dengan ilmu pengetahuan dan pendidikan, tentu keberadaan sekolah dan pendidikan tatap muka sangat berpengaruh besar kepada paikologi dan kemampuan intelektual anak," kata Yuli, ibu rumah tangga beranak tiga.

Hal senada juga disampaian ibu rumah tangga lainnya, Nurhasanah, bahwa belajar sistem online penjelasannya terbatas, anak lebih dikuasai oleh emosional untuk bermain, sebab pada sistem ini tidak terdapat ikatan disiplin belajar sebagaimana saat berada di ruang/kelas belajar.

"Ya, guru harus maklum, karena memang secara psikologi, belajar di rumah dengan belajar di sekolah sangat jauh berbeda dan anak cenderung lebih bebas dan penyampaian pengetahuan orang tua berbeda-beda tergantung pada kemampuan pengetahuan, sehingga guru harus lebih sabar dan memahami kondisi anak dan lingkungan rumah," ujarnya.

Selain itu, Ani juga berharap semua menjalankan protokol kesehatan agar covid segera bisa selesai, karena pendidikan lewat online kurang mencerdaskan, sebab porsi orang tua akan lebih besar ketimbang gurunya sendiri. 

Ani juga meminta agar dinas pendidikan memperhatikan dampak baik dan buruknya belajar di rumah, terutama menyangkut semangat anak anak untuk belajar dan berprestasi. (Bam)

Rabu, 09 September 2020

Bangun Kenyamanan Kerja, Kantor Desa Cirebon Girang Direhab



CIREBON, FC - Ada yang berbeda saat anda memasuki Kantor Desa Cirebon Girang, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon. Saat ini anda akan semakin dimanjakan dengan suasana ruangan yang bersih dan nyaman. 

Pasalnya, desa yang berada di lingkungan kerja Kecamatan Talun, saat ini ruangan, pintu kusen dan jendela tengah direhab.

Perbaikan ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja aparatur desa,  juga memberi rasa nyaman dalam pelayanan.

Lalu siapa yang mendorong dan berinisiatif perubahan suasana di kantor desa tersebut, tentu saja semua hasil inisiatif Kuwu Desa Cirebon Girang. Hingga desain/arsitektur bangunan dirancang sendiri oleh Kuwu Ruslani Abdullah, SE.

Atas kondisi ini, masyarakat Desa Cirebon Girang mengapresiasi langkah dan inisiatif kuwunya. Warga senang, karena saat ini akan memiliki kantor desa yang asri, nyaman dalam pelayanan.

"Ya, kami senang dan bangga memiliki kuwu yang penuh anggungjawab dan selalu ingin melayani warganya. Ini bukti pak kuwu sangat mencintai tugas dan selalu siap melayani warga," ujar warga setempat. (Bambang HS)

Usai Presentasi Di Jakarta, Perubahan Status IAIN Ke UIN Tinggal Menunggu Kepres

CIREBON, FC- Kabar gembira datang dari civitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon, dimana sejumlah pejabat yang dipimpin langsung Rektor IAIN melakukan presentasi penguatan transformasi kelembagaan dihadapan para panelis.

Usai dari Jakarta, perubahan status kelembagaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) semakin dekat terwujud.

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg memang bersama rombongan berangkat ke Jakarta untuk menjalani Penguatan Transformasi Kelembagaan dan Asessment Perubahan Bentuk PTKIN IAIN Menjadi UIN Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Republik Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut, Dr Sumanta mempresentasikan keunggulan kampus yang dipimpinnya ini dari sisi kualitas dan kuantitas kepada para panelis. 

Ia menjelaskan, untuk kuantitas, seperti jumlah mahasiswa, profesor, rasio dosen, dan kepemilikan lahan. Sedangkan terkait kualitas, yaitu akreditasi prodi, jumlah prodi, dan sejumlah hal lainnya.

“Ini adalah proses presentasi transformasi kelembagaan dari IAIN menjadi UIN. Kita sudah melangkah presentasi di depan para penelis dan menilai proposal kita dalam transformasi kelembagaan. Intinya IAIN Syekh Nurjati Cirebon siap menjadi UIN,” ujar Dr Sumanta, Rabu (9/9/2020).

Bahkan, menurut dia, jika melihat Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 15 Tahun 2014 tentang Perubahan Bentuk Perguruan Tinggi Keagamaan, IAIN Syekh Nurjati Cirebon telah memenuhi persyaratan.

“Dari sisi kualitas dan kuantitas kita sudah memenuhi persyaratan. Untuk S1 kita punya 24 prodi dan 5 sudah terakreditasi A, S2 ada 4 prodi, dan S3 ada 1 prodi. Penerimaan mahasiswa baru kita juga peringkat 4 terbanyak, SINTA menduduki urutan kedua se-Indonesia, rasio dosen, professor, kepemilikan lahan, dan masih banyak sekali. Sehingga IAIN Syekh Nurjati Cirebon ini memang layak untuk segera menjadi UIN,” paparnya.

Setelah presentasi ini, imbuh Dr Sumanta, ada sejumlah tahapan lagi yang harus dilalui. Seperti visitasi, sidang pleno, proses di Kemenpan, presiden, dan kemudian ditetapkan sebagai UIN melalui keputusan presiden (kepres).

“Setelah sidang ini ada visitasi. Yaitu ada kunjungan tim asesor ke lembaga kita. Yaitu mengecek benar gak sih luas lahannya, fakultas representatif, laboratotium teradu. Setelah itu ada sidang pleno, hasilnya diserahkan ke Kemenpan, kemudian ke presiden, dan di-SK-kan melalui kepres. Kira-kira tahapannya seperti itu. Semoga prosesnya dapat segera berjalan dalam waktu dekat. Karena, semakin cepat tahapan itu dilaksanakan, maka semakin cepat ke presiden, dan semakin cepat turun SK-nya,” terangnya.

Dalam upaya perubahan status ini, kata Dr Sumanta, pihaknya ingin memenuhi ekspektasi masyarakat dalam perluasan akses pendidikan. 

Pasalnya, jika IAIN Syekh Nurjati Cirebon telah berubah menjadi UIN, maka program studi di kampus ini tidak hanya terkait keagamaan, namun juga terdapat prodi umum.

“Harapan kita sekiranya bisa memuhi ekspektasi dari masyarakat, yaitu perluasan akses pendidikan. Ibarat rumah itu kita sudah besar, bukan saja prodi keagamaan, tapi prodi umum, seperti sains, kedokteran, dan sejumlah prodi lainnya. Sebagai kampus negeri, biaya pendidikan di kita juga murah yang bisa menyentuh kalangan menengah ke bawah. Murah juga tetap berkualitas, karena akreditasi lembaga kita adalah A,” ucapnya.


Dalam kesempatan ini, Dr Sumanta juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh civitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang telah memberikan support dan doa dalam mengemban amanah untuk presentasi transformasi kelembagaan menjadi UIN," ucapanya. (nur)


Selasa, 08 September 2020

Mulai 8 September 2020, Seluruh Kantor Damri Wajib Memiliki Hasil Rapid Test

JAKARTA, FC - Damri mewajibkan seluruh tamu atau pengunjung gedung, baik kantor pusat maupun cabang untuk membawa dan menunjukkan surat keterangan non-reaktif Covid-19 hasil pemeriksaan rapid test, kebijakan ini berlaku mulai Selasa, (8/9).

Hal ini dilakukan mengingat kasus positif Covid-19 di tanah air terus meningkat beberapa waktu terakhir. Hasil rapid test harus berlaku maksimal 7 hari. Sedangkan PCR test yang berlaku maksimal 14 hari. 

Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan Damri, Nico R. Saputra menegaskan bahwa pengunjung yang tidak membawa surat keterangan bebas Covid-19 tidak diperkenankan untuk masuk ke lingkungan Damri. 

"Manajemen Damri menghimbau agar seluruh masyarakat dapat mematuhi aturan ini dengan tujuan memutus rantai penyebaran virus dan tetap menerapkan 3M (Menggunakan Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak) di area kantor pusat maupun kantor cabang," ujarnya.

Kendati demikian, area lingkungan Damri sudah dilengkapi dengan protokol kesehatan yakni pengecekan suhu tubuh sebelum masuk, penerapan jaga jarak termasuk di dalam lift, penggunaan wajib masker serta fasilitas cuci tangan dan hand sanitizer di setiap titik. (dade)

Pengusaha Kapal Perikanan Serahkan 250 Paket Bantuan Sembako

JAKARTA, FC - Kegiatan sosial digelar di kawasan Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Muara Baru, Jakarta Utara. Kegiatan ini berupa penyerahan bantuan paket sembako kepada orang-orang yang membutuhkan di lingkungan Pelabuhan, seperti Anak Buah Kapal (ABK), petugas kebersihan, dan lainnya. 

Donasi ini digelar oleh pengusaha kapal perikanan bernama Budi Xiao Zhi Ming, yang didukung Polsek Kawasan Muara Baru, pihak Pelabuhan, Perum Perindo dan pihak lainnya. 

"Setiap ada rejeki kita selalu berusaha bantu warga," kata Budi, Selasa (8/9), saat acara penyerahan bantuan.

Total 250 paket bantuan diserahkan. Paket berisi beras 5 kg, gula 2 kg dan mi instan satu dus. Sebelumnya, bantuan beras 5 ton telah dibagikan kepada warga di luar Pelabuhan. "Sejak 2019 awal kita bagikan nasi untuk orang-orang yang membutuhkan seperti di depan vihara, gereja, masjid. Sejak 2006 kita juga biasa berkunjung ke panti jompo untuk membantu mereka," ujarnya. 

Sementara itu, Kapolsek Kawasan Muara Baru, AKP Seto Handoko Putra, S.I.Kom, S.I.K, mengapresiasi aksi sosial ini. "Ini kegiatan yang harus ditiru, diikuti, karena masih bisa menyisihkan hartanya di tengah pandemi Covid-19," kata Seto. 

Ia berharap seluruh pemangku kepentingan di kawasan Pelabuhan, bisa menggelar kegiatan serupa. Agar, semakin banyak masyarakat yang terdampak wabah virus corona, terbantu.

"Jika ada pihak-pihak lainnya yang ingin berderma lagi, kita siap memfasilitasi," ungkapnya.

Senada, Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Muara Baru, Rahmat Irawan juga memuji apa yang dilakukan Budi. Ia pun berharap agar niat baik ini tak berhenti sampai di sini. 

"Mudah-mudahan apabila ada rencana lagi nanti bisa dilanjutkan. Semoga kegiatan ini sedikit-banyak bisa membantu saudara kita yang terkena pandemi Covid-19," imbuhnya. 

Sementara, Hasan, penjaga kapal salah seorang penerima bantuan, mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan Budi.

Turut hadir dalam kesempatan itu Vice President Perum Perindo Pusat Laksamana Drie Suatmajhi, dan Kepala Perum Perindo cabang Jakarta, Arief.

"Semoga Pak Budi sukses. Mudah-mudahan banyak rejeki, lancar usahanya," tandasnya. (Dade)

Sabet Juara III, Sri Tanjung Mahasiswa Semester III Jurusan SKI IAIN SNJ Cirebon Bawa Harum Lembaga

CIREBON, FC- Sri Tanjung Sugiarti Tarka, mahasiswa semester III Jurusan Sejarah Kebudayaan Islam ((SKI), IAIN SNJ Cirebon berhasil menyabet juara III dalam kegiatan Bibliobattle dan Kegemaran Budaya Membaca Perpustakaan Badan Litbang dan Diklat Kementrian Agama RI yang diselenggarakan pada Rabu, 12 Agustus 2020 lalu.

Kegiatan yang diselenggarakan secara daring melalui aplikasi Zoom, telah menghantarkan nama baik IAIN SNJ Cirebon setelah Sri Tanjung Sugiarti Tarka dinobatkan sebagaai juara III dalam kegiatan tersebut. 

Sri mengaku tidak menyangka bisa menjadi juara III, karena pesertanya itu sarjana dan pegawai, sedangkan dirinya  masih mahasiswa semester III, Selasa (8/9/2020).

Terkait kegiatan ini, kata Sri, itu terkait kegemaran membaca. Apa yang saya baca kemudian saya paparkan kepada para peserta dan direview kembali. Dan saya juga kenalkan bukunya kepada para peserta.

Sri mengungkapkan, naskah-naskah tauhidsaat ini kurang dilirik kaum milenial, karena salah satunya adalah dianggap mistis. 

"Padahal, naskah itu kaya akan informasi yang salah satunya tentang para ulama yang ada di Indonesia," kata Sri bangga. (din)

HMJ Ilmu Quran dan Tafsir IAIN SNJ Cirebon Gelar Pelatihan Dakwah Digital

CIREBON, FC - Era industri 4.0 menuntut penguasaan digitalisasi sebagai jawaban perubahan jaman. Hal yang sama dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQTAF) Institut Agama Islam Negeri Cirebon. 

Maka untuk melahirkan para pendakwah yang produktif, dinamis dan mampu memenuhi kebutuhan jaman, HMJ IFTAQ menggelar Pelatihan Dakwah Digital.

Acara yang berlangsung Via Zoom Cloud Meeting itu bertemakan “Strategi Dakwah di Media Sosial” Selasa, (8/9/2020).

Menurut ketua pelaksana, Ida Safitri mengatakan, selain merupakan salah satu program kerja di divisi Komunikasi dan Informasi, kegiatan ini merupakan media edukasi bagi warga dunia maya.

“Inti dari kegiatan ini memang untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait konten yang positif di media sosial, terutama konten yang berbau dakwah,” kata Ida.

Bahkan, menurut Ketua HMJ-IQTAF, Fasfah Sofhal Jamil, tujuan adanya webinar ini sekaligus membekali mahasiswa-mahasiswa khususnya mahasiswa Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir untuk edukasi terkait dunia dakwah, dalam hal ini di dunia digital.

“Dengan digelarnya kegiatan seperti ini, diharapkan materi yang disampaikan oleh narasumber mampu memotivasi atau bahkan sebagai bekal bagi mahasiswa untuk kedepannya” ujarnya.

Ia melanjutkan, sekiranya mahasiswa Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir menjadi pendakwah di media sosial  yang moderat dan bisa menginspirasi masyarakat.

H. Muhammad Maimun, MA, MSI, selaku ketua jurusan, menyampaikan, kegiatan ini harus ditanamkan kepada mahasiswa begitupun masyarakat untuk lebih baik lagi dalam menggunakan media sosial. 

“Karena, banyak sekali perkembangan yang sangat ironis di media sosial menjadi ajang ejek mengejek, membullly, sehingga hal tersebut tidak layak untuk diikuti mahasiswa Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir,” kata Maimun.

Dekan Fakultas Ushuluddin  Adab dan Dakwah, Hajam, M.Ag mengatakan, tema ini sangat menrik, meskipun bukan dari jurusan dakwah, bagian dari dari Al-Qur’an.

“Dakwah merupakan  bagian yang tak terpisahkan dari Al-Qur'an, meskipun tidak ada mata kuliah tentang dakwah , tetapi jika menafsirkan tentang dakwah yang salah maka berdakwah juga akan salah,” ujarnya.

Ia mengaskan bahwa suhu dakwah itu dari tafsir, jika tafsir tentang dakwah salah maka dakwahnya bpun akan salah. 

“Maka dari itu perlu yang namanya  filosofi dakwah. Al-Qur,an mengajarkan dakwah amar makruf nahi munkar, tentunya dengan hikmah, bil mauidhotul hasanah, dan berdialektika yang positif, jangan keluar dari koridor dari Al-Qur’an,” tandasnya.

Hikmah itu dakwah penuh kebijaksanaan, lanjut dia, bukan kebijaksinian, atau dakwah yang memberikan otoritas kebenaran secara pribadi, maka sekarang muncul pengkafiran terhadap orang yang tidak sepaham.

Dalam pemaparannya, Habib Ja'far Al Hadar, menegaskan bahwa memang seharusnya jurusan Ilmu Al- Qur'an dan Tafsir itu berdakwah, karena berdakwah itu harus di dasari dengan Al Qur'an dan hadis.

“Banyak sekali diluar sana yang berdakwah dengan cara tidak moderat, tidak sesuai dengan apa yang diajarkan Nabi, yang membicarakan hadis tapi mereka tidak belajar hadis,” ujar aktivis gerakan cinta itu.

Karenanya,  Teman-teman mahasiswa jurusan Ilmu Al Qur'an dan Tafsir sudah seharusnya hadir di media sosial untuk mendakwahkan Al-Qur'an dan Sunnah.

“Tidak harus menjadi mufassir untuk terjun ke dunia dakwah  dunia digital untuk membuat konten tentang tafsir Al-Qur'an, bisa dimulai dari sekarang, tepatnya setelah pelatihan ini selesai,” tandasnya. (Fas)