Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 24 September 2020

Rahman Haru Dan Gembira Ikuti Prosesi Wisuda Online Di Tengah Masa Pandemi Covid 19

FOKUS CIREBON, FC - Rahman, wisudawan IAIN SNJ Cirebon menyatakan rasa harunya sekaligus gembira bisa mewisuda dirinya bersama mahasiswa lain, walau harus dilakukan secara online, Kamis (24/9/2020).

Pria berkacamata ini, hanya bisa mengikuti aturan kampus, karena memang kampus pun mengikuti anjuran pemerintah lantaran masih dalam masa pandemi covid 19.

"Ya pasti haru mas, karena ini masa di mana kami harus mengikuti wisuda secara online, karena prosesinya harus berjauhan dan semua harus mengikuti protokol kesehatan karena masih dalam masa pandemi covid 19," paparnya.

Sementara itu, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg, menyatakan bahwa prosesi wisuda online ini baru pertama bagi IAIN Cirebon karena di tengah masa pandemi covid 19. 

Kendati demikian, ini tidak mengurangi kegembiraan para wisudawan, yang sudah mampu menyelesaikan program studinya.

Sumanta juga menjelaskan, bahw diusianya yang ke-55 tahun, IAIN Syekh Nurjati telah mampu mendapatkan beragam prestasi yang membanggakan. Segenap civitas akademika senantiasa berupaya untuk mengukuhkan IAIN Syekh Nurjati sebagai Universitas  yang Unggul dan Terkemuka dalam Pengembangan integrasi keilmuan berbasis kearifan lokal. 

Beberapa capaian yang membanggakan IAIN Syekh Nurjati pada tahun 2020 antara lain; Peringkat 102 nasional PT se Indonesia, peringkat 9 PTKIN dan peringkat 2 level IAIN dalam indeksasi Webometrics. 

Peringkat 4 IAIN yang paling diminati di Indonesia dengan pendaftar SPAN-UMPTKIN tahun 2020 sebanyak 6458 mahasiswa baru. 

Kemudian peringkat 2 level IAIN dalam indeksasi SINTA sebagai perguruan tinggi paling produktif dalam karya penelitian. Selain capaian transformasi kelembagaan dari IAIN menjadi UIN Syekh Nurjati pada tahun 2021 mendatang.

"Tentu kita patut bersyukur dan berbangga karena mampu menjadi lulusan perguruan tinggi negeri dengan sederetan prestasi. Hal ini tentu tidak dapat diraih tanpa adanya perjuangan dari berbagai pihak," terangnya. 

Sumanta juga menjelaskan, wisuda virtual ini adalah bagian dari pelayanan yang diberikan IAIN Syekh Nurjati, ini tidak lain adalah upaya untuk tetap menjaga esensi sebuah kelulusan dan membuat momen wisuda menjadi hal yang istimewa dan bermakna.

Demikian juga bahwa IAIN Syekh Nurjati tidak pasif dalam memberikan pelayan terbaik pada masa pandemi, sesungguhnya keinginan kita bersama wisuda offline, dengan menumpahkan ekspresi kebahagiaan bersama orang tua, handaitolan, para undangan dan seluruh sivitas akademika sebagai tahadduts binni’mah, akan tetapi kata pepatah maksud hati memeluk gunung apadaya tangan tak sampai. 

"Kita mengedepankan sebuah kaidah “mencegah kemudorotan lebih dikedepankan dari pada mencari kemaslahatan” katanya 

Terkait transpormasi kelembagaan, Sumanta menyampaikan, bahwa pada tanggal 9 September 2020 kita telah melakukan presentasi proposal alih status menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Nurjati. 

Assesment yang dilakukan berdasarkan ketentuan PMA Nomor 20 tahun 2020 menempatkan kita pada tingkat kelayakan untuk bertransformasi dan InshaAllah dengan doa kita bersama pada tahun 2021 kita akan resmi beralih status.

Untuk memberikan pelayanan prima kepada sivitas akademika dan masyarakat, perubahan tata kelola kelembagaan Satker PNBP menjadi BLU pun dilakukan. Untuk mewujudkan invensi, kreativitas, inovasi dan kemandirian lembaga. 

Namun pada sisi yang lain, alumni IAIN Syekh Nurjati juga merupakan agen perdamaian dan islam yang menyejukkan. Wawasan moderasi beragama yang dipelajari perlu terus disebarkan kepada setiap lapisan masyarakat. 

Signifikansi ini paling tidak dilandasi oleh tiga tujuan mewujudkan Islam yang Rahmatan Lil Alamin. Pertama, kehadiran agama untuk menjaga martabat manusia dengan pesan utama rahmah (kasih-sayang). Kedua, pemahaman bahwa pemikiran keagamaan bersifat historis, sementara realitas terus bergerak secara dinamis, sehingga kontekstualisasi adalah keniscayaan, tidak justru terjebak pada teks yang melahirkan cara beragama yang ekslusif. Ketiga, tanggung jawab kita untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dari siapa saja yang ingin merongrong kehormatanya.

"Ini merupakan tantangan kita bersama bagaimana perspektif moderasi dalam pemahaman teks-teks keagamaan dan kehidupan praksis sosial ini menjadi life style bagi masyarakat khususnya generasi milenial yang tengah lelap dengan pola kehidupan disruptif," kata Sumanta. (nur)

Rektor IAIN Cirebon Berpesan, Seluruh Wisudawan Ke XXI Harus Mampu Berkontestasi Dalam Persaingan Global

FOKUS CIREBON, FC - Masih di masa pandemi Covid 19, Wisuda Sarjana dan Magister IAIN Syekh Nurjati (SNJ) Cirebon ke XXI terpkasa harus dilakukan secara daring. Rektor IAIN SNJ Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg menegaskan bahwa ini menjadi sejarah baru, karena tidak diselenggarakan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Wisuda sendiri diselenggarakan di ruang Auditorium gedung baru FITK, lantai 5 IAIN SNJ Cirebon, dengan tetap menjalankan protokol kesehatan, Kamis, (24/9/2020).

Menurut Sumanta, kegiatan wisuda ini diikuti sebanyak 892 mahasiswa yang telah mampu menyelesaikan tanggungjawab akademiknya dengan baik, dan semuanya hadir secara virtual melalui platform digital Zoom Meeting dan Live Streaming Youtube. 

"Momentum wisuda kali ini tentu menjadi renungan bagi kita bersama terkait dengan masalah pandemi Covid-19 yang belum juga usai. Bahkan data terbaru tanggal 23 September 2020 menunjukkan jumlah kasus terkonfirmasi positif yang cukup signifikan mencapai 252.923, sembuh 184.298, dan meninggal mencapai 9.837," paparnya. 

Hal ini tentu menjadi keprihatinan dan perhatian kita bersama untuk tetap senantiasa menjaga diri dan sesama, dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan.

"Alhamdulillah, respon cepat juga dilakukan oleh IAIN Syekh Nurjati untuk turut andil menyelesaikan problematika Covid-19 ini. Kami membentuk Satgas Covid-19 IAIN Syekh Nurjati sebagai upaya merealisasikan program-program pencegahan, penanganan hingga pemberian bantuan kepada masyarakat," kata Sumanta.

Pada aspek pembelajaran dan pelayanan, lanjut Sumanta, pihaknya  menyelenggarakan pola Online Services and Blended Learning Method, sehingga mahasiswa tetap dapat belajar dengan baik. 

"Sekaligus sudah kami luncurkan dan kembangkan platform pembelajaran daring bernama IAIN Syekh Nurjati Learning Management System. Hal ini sebagai bukti kepedulian dan kesiapan IAIN Syekh Nurjati merespon kondisi saat ini, dengan optimisme dan komitmen yang mumpuni," ucapnya. 

Sumanta juga mengungkapkan, bahwa keadaan yang demikian telah memaksa kita untuk melakukan akselerasi pemahaman dan penguasaan terhadap teknologi. 

"Keniscayaan Revolusi Industri 4.0 (four point zero) dan Society 5.0 (five point zero) benar-benar kita rasakan lebih cepat dan butuh proses adaptasi yang juga cepat. Skill abad 21 yang menghendaki kita untuk memiliki wawasan literasi digital sudah hari-hari ini kita lakukan.," terangnya.

Sementara itu, wisuda dengan tema "Mewujudkan Transformasi Kelembagaan dalam Meneguhkan Islam Rahmatan Lil Alamin". IAIN Syekh Nurjati terus berupaya melakukan transformasi sebagai respon perubahan dan laju perkembangan zaman yang kian melesat. 

Dipaparkan, transformasi kelembagaan baik akademik maupun non akademik terus diupayakan untuk menghasilkan generasi unggul dan berdaya saing global.

Transformasi tersebut menjadi kebanggaan bagi kita bersama, khususnya wisudawan-wisudawati yang akan menjadi alumni. 

Lulusan IAIN Syekh Nurjati harus mampu berkontestasi dalam persaingan global yang kian terbuka dan kompetitif. Lulusan yang mapan dengan Futere Skill (Keterampilan Masa Depan) antara lain; Cognitive Flexibility, Digital Literacy and Computational Thinking, Creative and Innovative Mindset, Emotional and Social Intelligence, yang terus-menerus telah diasah selama proses belajar di kampus harus mampu ditunjukkan pada jenjang berikutnya.

Namun pada sisi yang lain, alumni IAIN Syekh Nurjati juga merupakan agen perdamaian dan islam yang menyejukkan. Wawasan moderasi beragama yang dipelajari perlu terus disebarkan kepada setiap lapisan masyarakat. 

"Seluruh jajaran pimpinan IAIN Syekh Nurjati mengucapkan selamat dan sukses atas paripurnanya proses belajar di IAIN Syekh Nurjati dan raihan gelar akademik saudara-saudara. Sepatutnya anugerah Allah ini kita syukuri dan jangan lupa berterimakasihlah kepada orang tua kita semuanya, kepada para pimpinan, para dosen dan tenaga pendidik yang menjadi jalan lahirnya sukses kita pada hari ini," ucap Sumanta diakhir sambutanya. (din)

Putus Mata Rantai Covid 19 di Kota Cirebon, Walikota Cirebon Pimpin Aksi Demo "Gunakan Masker"

CIREBON, FC - Perjuangan Drs H Nasrudin Azis SH, Wali Kota Cirebon untuk melawan virus Covid 19 tak pernah pudar. Ia berharap daerah bisa bebas dari pandemi Covid 19. Maka gerakan menggunakan masker dan menjalankan protokol kesehatan dalam.setiap kegiatan menjadi utama dan penting untjk terus dilakukan.  

Atas keninginan pembebasan daerah dari penyebaran Covid 19, membuat teriknya sinar matahari tak menghalangi Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH., memimpin aksi “demo”. 

Bersama dengan sejumlah ASN dan anggota DPRD Kota Cirebon, Azis menyusuri ruas Jalan Siliwangi hingga Pasar Kanoman Cirebon.

Seperti layaknya sebuah demo, alat peraga dan poster yang berisi seruan memakai masker dan menjalankan protokol kesehatan juga dibawa. 

Di sejumlah perempatan, rombongan berhenti. Secara bergantian Azis dan anggota DPRD Kota Cirebon menyerukan kepada masyarakat untuk senantiasa mematuhi protokol kesehatan.

Saat ada warga yang tidak menggunakan masker, Azis langsung mendatangi dan memberikan masker kepada warga tersebut. Tak lupa, sejumlah nasehat juga diberikan kepada warga Kota Cirebon yang dicintainya agar senantiasa mematuhi protokol kesehatan. 

“Sekarang ini sudah ada klaster keluarga, jadi mohon patuhi protokol kesehatan,” ungkap Azis di depan warga.

Azis juga mendatangi sejumlah toko yang ada di sepanjang jalan yang dilewati dan meminta kepada mereka untuk senantiasa mengingatkan kepada pengunjungnya untuk menggunakan masker. 

“Patuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19,” ungkap Azis.

Perlahan tapi pasti, ditopang dengan tongkatnya, tak kenal lelah Azis menyusuri jalan dan meminta warga mematuhi protokol kesehatan.

“Aksi ini bentuk curhat kami,” tegas Azis. Curhat kepada warga Kota Cirebon agar mereka peduli terhadap kesehatannya dan keluarga. Untuk memotong penyebaran Covid-19 menurut Azis tidak bisa dilakukan hanya oleh jajaran pemerintah saja. 


Namun juga dengan dukungan semua warga Kota Cirebon. Apalagi saat ini Kota Cirebon masuk zona merah, kota yang beresiko tinggi dalam penyebaran Covid-19.

Tidak hanya melakukan ‘demo’ disertai dengan sosialisasi, pencegahan penyebaran Covid-19 juga akan dilakukan di tingkat RT dan RW, yaitu dengan melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM). 

Dengan begitu, warga bersama-sama mengawasi jika ada orang baru yang masuk ke lingkungan mereka. Jika semua dilaksanakan, Azis yakin penyebaran Covid-19 bisa dikendalikan di Kota Cirebon. (din)

Mantapkan Wisuda Sarjana Dan Magister XXI Online, Panitia Senat Terbuka IAIN SNJ Cirebon Gelar Gladiresik

FOKUS CIREBON, (FC) - Masih dalam masa pandemi Covid 19, Wisuda Sarjana dan Magister XXI terpaksa harus dilakukan secara daring (online). Hal ini untuk mengikuti peraturan pemerintah terkait distancing sosial dan protokol kesehatan.

Panitia pelaksana Sidang Senat Terbuka Online Wisuda Sarjana pun terus memastikan kegiatan tersebut agar mantap dan bisa berjalan lancar. 

Sehingga kepastian kelancaran kegiatan tersebut kembali dimantapkan dengan melakukan gladiresik. 

Ini memang pertama bagi IAIN Syekh Nurjati Cirebon, dalam melaksanakan Wisuda Sarjana dan Magister XXI tahun akademik 2020/2021 yang dilaksanakan secara online. 

Wisuda Sarjana dan Magister Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon Ke XXI dengan tema ”Mewujudkan Sarjana Transformasi Kelembagaan Dalam Meneguhkan Islam Rahmatan Lil' Alamin“, yang  dilaksanakan seara online di Ruang Auditorium Lantai 5 Gedung Baru FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebbon, Kamis, (25/9/2020), diipastikan berjalan baik. (din)


Selasa, 22 September 2020

Selamatkan Warga Di Masa Pandemi Covid 19, Muludan di Tahun ini Ditiadakan

CIREBON - Menjadi salah satu daerah di Jawa Barat, Kota Cirebon masih menjadi daerah yang rentan dengan kondisi ini. Membuat Walikota dan jajaranya terus bekerja keras merazia masker di titik-titik keramaian.

Rupanya protokol kesehatan menjadi kesadaran penting di masyarakat. Sehingga Walikota Cirebon gencar mengajak masyarakat ikut melawan Covid 19 dengan hidup sehat dan bersih.

Tak hanya itu, masyarakat juga dimintai kesadaran dan pengertiannya atas kondisi pandemi Covid di Kota Cirebon, sehingga langkah cepat dan strategis terus dilakukan.

Salah satunya adalah sikap dan komitmen yang dilakukan Gugus Tugas  Percepatan dan Penganan Covid-19, yang  mengeluarkan surat rekomendasi acara muludan tahun 1442 Hijriah/2020 di Kota Cirebon. 

Surat rekomendasi acara muludan tahun 1442 H/2020 M dengan nomor 450/1381-Adm.Pem.Um tertanggal 22 September 2020 merupakan jawaban atas surat dari Sultan Sepuh XV Nomor 001/SU/SSXV/IX/2020 tanggal 1 September 2020 mengenai pemberitahuan rangkaian acara Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H (tahun 2020 Masehi).

Surat rekomendasi yang ditandatangani langsung oleh Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH tersebut berisi rekomendasi acara muludan tahun 1442 H/2020 M. 

“Dengan tidak mengurangi rasa khidmat dan menjunjung nilai-nilai luhur budaya, kegiatan muludan yang dilakukan rutin setiap tahunnya ditiadakan pada masa pandemi Covid-19,” ungkap Azis dalam surat tersebut.

Alasannya tidak lain untuk menjaga keselamatan dan kesehatan masyarakat. Sedangkan untuk pelaksanaan kegiatan ritual keraton, bisa dilakukan namun hanya bersifat internal keluarga dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Ditambahkan Azis, perkembangan penyebaran Coronavirus Disease -19 (Covid-19) di Kota Cirebon berdasarkan angka pertambahan kasus (reproduction number) dan angka pertambahan kasus yang terjadi di lapangan setelah mendapatkan intervensi reprodution efective (Rt) masih tinggi.

“Laju terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Cirebon setiap hari juga menunjukkan trend semakin naik dan bertambah,” ungkap Azis.

Ini menunjukkan bahwa potensi penyebaran dan penularan Covid-19 di Kota Cirebon semakin tinggi, lanjutnya lagi.

Karenanya, lanjut Azis, akan sangat ironis jika mereka sudah mewajibkan masyarakat untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan namun kegiatan muludan tetap digelar. 

Ini dikarenakan tidak ada satu pun yang bisa menjamin jika protokol kesehatan bisa dijalankan dengan ketat dan disiplin saat muludan digelar.

Peniadaan kegiatan muludan tahun ini menurut Azis juga berlaku untuk seluruh keraton yang ada di Kota Cirebon. (Agus)

Selamat Datang Mahasiswa Fakultas UAD IAIN SNJ Cirebon Di PBAK Daring Tahun 2020

FOKUS CIREBON - Dekan Fakultas Ushuludin, Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr Hajam MAg menyambut hangat seluruh mahasiswa dalam kegiatan PBAK Fakultas UAD yang digelar secara daring di ruang Auditorium fakultas setempat di lantai 4, Selasa, (22/9/2020).

Hajam juga mengucapkan selamat datang mahasiswa dan jadikanlah PBAK ini sebagai wahana untuk lebih mengetahui keberadaan Fakultas UAD secara luas dan mendalam, agar lahir rasa memiliki dan belajar secara sungguh-sungguh.

Selain itu, Hajam juga ikut menyakinkan kepada seluruh mahasiswa bahwa sangat tepat memilih FUAD sebagai tempat belajar, menimba ilmu dan  pengetahuan, karena Fakultas UAD IAIN SNJ Cirebon ingin mencetak ulama yang intelektual dan bercorak spiritual.


"Jadi anda harus bangga menjadi mahasiswa di fakultas UAD, karena selain ingin mencetak ulama yang intelektual dan bercorak spiritual juga FUAD bergerak dalam keilmuan, keislaman dan kenusantaraan," papar Hajam saat membuka PBAK FUAD IAIN SNJ Cirebon. (din)

Ajak Mahasiswa Berorganisasi, DEMA FUAD IAIN SNJ Cirebon Turut Meriahkan PBAK Online

FOKUS CIREBON - Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon hadir memeriahkan kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) online. Selasa, (22/09/2020).

Kegiatan ini diisi dengan pengenalan Sema, Dema dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) yang berada di Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah.

Ketua Umum Dema Fuad, Anton Ahyari, dalam talk show nya memaparkan, selayang pandang DEMA FUAD.

"Disini DEMA itu merupakan lembaga eksekutif, peran fungsi DEMA itu lebih ke eksekutor nya," katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa, DEMA lebih eksekutor ke HMJ.

"Berhubung DEMA kita ini di Fakultas, jadi kita lebih eksekutor nya ke HMJ-HMJ," ucapnya.

Menurut nya, DEMA ini memiliki dua fungsi.F Fungsipertama itu intruksi dan fungsi yang kedua yaitu eksekutor.

"Nah fungsi intruksi ini atau fungsi eksekutor ini bisa kita pahami sebagai jalur kordinasi melalui HMJ-HMJ," tndasnya.

Kegiatan ini di hadiri oleh ketua-ketua mahasiswa jurusan, yakni, Akidah Filsafat Islam (AFI), Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IAT), Sejarah Kebudayaan Islam (SPI), Ilmu Hadits (ILHA), Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), Bimbingan Konseling Islam (BKI) dan Bahasa Sastra Arab (BSA). (Nu'man)

Senin, 21 September 2020

Rektor IAIN SNJ Cirebon : Tahun 2030 -2034 IAIN Cirebon Siap Melahirkan Universitas Yang Berfase Teaching Dan Risert

FOKUS CIREBON - Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg di kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2020 menyatakan, untuk menuju generasi unggul sudah dilakukan sejak periode pertama kepemimpinannya hingga nanti masuk pada fase penguatan daya saing global, yakni pada tahun 2030-2034, di mana UIN Cirebon nanti menjadi destinsasi keislaman dunia.

Kegiatan PBAK yang digelar secara online di ruang Auditorium FITK IAIN SNJ Cirebon di lantai 5, juga diikuti bersama sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian Agama RI juga bersama Menteri Agama RI Fachrul Ramzi.

Dalam sambutannya, Sumanta mengawali dengan mengucapkan selamat dan mengapresiasi yang setinggi tingginya kepada seluruh staekholder yang telah memberikan kepercayaan dan ikut mendukung terhadap keberlanjutan pendidikan di kampus IAIN Syekh Nurjati  Cirebon. 

Rektor juga mengucapkan terimakasih kepada selsuruh civitas akademika atas  berbagai dukungan hingga kegiatan ini terwujud.

Kendati demikian, Sumanta turut merasa prihatin dengan pelaksanaan PBAK tahun ini yang dilaksanakan tidak sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.

Di mana pada tahun sebelumnya, bisa kita rasakan bagaimana ta'aruf, bagaimana kegiatan itu bisa dilaksanakan dengan terbuka dan bertatap muka yang berbeda dengan tahun sekarang.

Terkait soal generasi unggul, Sumanta berpandangan, bahwa dalam mewujudkan generasi unggul, itu terbagi menjadi dua, yakni unggul dalam bidang keilmuan dan unggul dalam bidang keislaman. 

"Dalam hal ini, mahasiswa tidak hanya dituntut, hanya untuk di bidang keilmuan saja  tetapi juga pada bagian akhlakul karimah," ucapanya.

Sumanta juga menjelaskan dalam mewujudkan generasi unggul, pihaknya sudah memulai dari sisi pengembangan, yakni dimulai dari fase sebelumnya adalah periode kepemimpinan pertama yang mengambil penguatan internal lembaga,  yakni pada sisi akademik dan sisi daya dukung akademik.

Kemudiian pada tahun 2020/2004, lanjut Sumanta, mengambil sisi penjaminan mutu. Kemudian pada tahun 2025/2029 penguatan regional, dan pada tahun 2030 hingga 2034 masuk pada penguatan daya saing global, yakni untuk melahirkan universitas yang berfase teaching and risert.

Diakhiir sambutannya, Sumanta mengajak kepaada seluruh mahasiswa yang mengikuti PBAK untuk mengikuti perkuliahan-perkuliahan reguler, termasuk organisasi intra kampus.

"Tentu ini untuk mengasah dan memberikan kontribusi bagi wawasan, baik melalui Dema, Sema dan organiasi intra lainnya," ucapnya saat menutup pembukaan kegiatan PBAK tahun 2020, Senin, (21/9/2020).



Usai sambutan Rektor IAIN SNJ Cirebon, acara kemudian dilanjutkan dengan orasi kemahasiswaan. 

Jajang Kartawijaya, Ketua DEMA IAIN SNJ Cirebon dengan semangat tinggi menyampaikan bahwa eksistensi mahasiswa sangat ditentukan oleh bagaimana mahasiswa itu mampu menemukan identitas dan jati dirinya. 

Fase-fase ini akan berkembang sejalan dengan perkembangannya di kampus nanti. "Ya, kualitas mahasiswa itu sangat ditentukan oleh identitas dirinya, hingga pengetahuan, belajar dan berirganisasii mampu menjadikan identitas itu menjadi jatidiri mahasiswa, tentunya mahasiswa yang unggul," paparnya. (din)


Minggu, 20 September 2020

Gubernur Jawa Barat Meminta Masyarakat Tidak Lelah Menjalankan 3M

CIREBON, FC - Di masa pandemi Covid-19, perekonomian tetap diminta untuk berjalan, namun gerakan 3M yaitu menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak tetap dilakukan. Masyarakat juga diminta tidak lelah jalankan 3M.


Hal tersebut diungkapkan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, pada kegiatan Bakti Sosial Gubernur Jawa Barat Bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jabar di alun-alun Keraton Kasepuhan Cirebon, Minggu, (20/9/2020). 

“Ekonomi boleh buka, asal 3M. Ekonomi akan ditutup kalau terjadi pelanggaran 3M,” ungkap Kang Emil, panggilan akrab Gubernur Jabar, Ridwan Kamil.

Untuk itu Emil menitipkan pesan agar perekonomian bisa terus berjalan di masa pandemi Covid-19, protokol kesehatan berupa 3M yaitu menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak tetap dilakukan. 

“Kecuali pendidikan,” ungkap Emil. Pendidikan baru bisa dijalankan jika suatu daerah betul-betul sudah zona hijau, gurunya juga sudah diswab dan internet sudah berjalan dengan baik.

Pada kesempatan itu Emil juga mengungkapkan bahwa masyarakat yang terdampak ekonomi akibat pandemi Covid-19 di Jabar tetap menjadi prioritas mereka. 

“Hatur nuhun ke DPRD Provinsi Jabar yang sudah bersama-sama membereskan anggaran. Komitmen tetap, kita akan kasih ke warga Jabar bantuan,” ungkap Emil. Bantuan yang diberikan yaitu tahap 3 dan 4 yang secara simbolis diberikan pada hari ini.

Emil juga menitipkan pesan kepada kepala daerah di wilayah Ciayumajakuning untuk tidak melonggarkan ronda. 

“Saya titip untuk tidak mengendorkan ronda,” ungkap Emil. Bahkan ronda harus dijalankan 24 jam, jangan sampai lelah. “Sekali lelah, maling masuk. Nah Covid-19 seperti itu,” ungkap Emil.

Saat lelah melakukan pengetesan, saat lelah disiplin menjalankan 3M, Covid-19 akan masuk ke tubuh manusia. Kondisi ini diakui Emil memang membosankan, tapi hanya itu yang bisa dilakukan sambil menunggu vaksin. “Kalau bikin judul kaos, mari disiplin sambil menunggu vaksin,” ungkap Emil.

Sementara itu Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH., berterima kasih atas kunjungan dari Gubernur Jawa Barat dan rombongan di Kota Cirebon. 

“Insya Allah kunjungan ini akan menjadi sebuah energi bagi kami untuk melakukan perlawanan terhadap pandemi Covid-19,” ungkap Azis.

Azis juga mengungkapkan dalam penanggulangan pandemi Covid-19 kekompakan antar Forkopimda seperti yang sudah terlihat di Jabar juga telah dilakukan di Kota Cirebon. 

Sejak Maret lalu, Pemda Kota Cirebon selalu bahu membahu bersama dengan Forkompimda dan instansi vertikal lainnya untuk mengatasi dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Sungguh kami merasakan sekali kebersamaan yang didukung oleh TNI dan Polri untuk penanggulangan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ungkap Azis. 

Pada kesempatan yang sama Azis juga menekankan kepada warga Kota Cirebon untuk tidak boleh lengah dan lelah menjalankan protokol kesehatan berupa 3M.

Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) juga tidak boleh dilonggarkan, terlebih saat ini Jakarta tengah melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang memungkinkan Kota Cirebon dijadikan tempat berkunjung warga dari daerah tersebut. 

Setiap RT dan RW diminta untuk mengetahui dan mendata siapa saja pendatang yang masuk ke lingkungan mereka. (nur)

Jumat, 18 September 2020

Warga Kota Cirebon Yang Terdampak Covid 19 Tetap Mendapat Bantuan Dari Pemkot

CIREBON, FC - Sejumlah kebijakan diambil dalam penyusunan perubahan Kebijakan Umum Anggaran- Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran (TA) 2020. Warga Kota Cirebon yang terdampak Covid-19 juga tetap mendapat bantuan dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon.

“Sejumlah kebijakan pembiayaan daerah diambil dalam penetapan KUA-PPAS tahun 2020,” ungkap Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH., saat rapat paripurna penandatanganan KUA-PPAS Tahun anggaran 2020 di gedung DPRD Kota Cirebon, Jumat, 18 September 2020.

Diantaranya, penyertaan modal pada perumda air minum Tirta Giri Nata yang direfocusing untuk penggunaan dana penanggulangan Covid-19. Juga dilakukan pula pencatatan pembayaran atau hutang BLUD RSD Gunung Jati sesuai dengan rekomendasi dari BPK RI.

Selain itu, lanjut Azis, dilakukan pula efisiensi anggaran dari pembayaran hutang kepada pihak ketiga untuk pembayaran kegiatan yang dibiayai dari kegiatan daerah yang belum memiliki hukum tetap serta penyesuaian sisa lebih pembiayaan tahun anggaran sebelumnya, 2019 seperti hasil audit dari BPK RI.

Sebagai dampak dari pandemi Covid-19, kebijakan lainnya, yaitu kebijakan pendapatan juga diambil dalam penetapan KUA-PPAS tahun anggaran 2020. Yaitu pengurangan pajak daerah dan penghapusan sanksi administrasi denda pajak daerah.

“Ini juga sebagai bentuk tanggapan atas kondisi perekonomian yang terjadi saat ini,” ungkap Azis. Selanjutnya juga dilakukan koordinasi secara intensif dengan perangkat daerah pengelolaan pendapatan baik pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.

“Ada pun pendapatan kita diproyeksikan sebesar Rp 1,6 triliun lebih atau turun sebesar Rp 80 miliar atau 4,56 persen dari APBD murni sebesar Rp 1,7 triliun lebih,” ungkap Azis.

Selanjutnya Azis juga mengungkapkan bahwa kebijakan belanja dalam KUA PPAS tahun anggaran 2020 juga memprioritaskan pada pelaksanaan program dan kegiatan penanganan pencegahan covid-19 serta pelaksanaan program dan kegiatan yang mendukung pencapaian visi dan misi RPJMD 2018-2023.

Ditambahkan Azis, untuk anggaran perubahan tahun ini pihaknya tetap memprioritaskan penanganan sebagai dampak dari pandemi covid-19 yang saat ini tengah terjadi.

“Sejumlah proyek fisik kita dorong untuk diselesaikan namun prioritas tetap untuk penanganan warga yang terdampak covid-19,” ungkap Azis. Terlebih belum diketahui sampai kapan pandemi ini akan berakhir. (nur)