CIREBON, FC - Kepedulian sosok Hj Eti Herawati kepada kehidupan anak-anak di Kota Cirebon, membawa dirinya untuk menerima penghargaan yang tidak mudah didapatkan, kecuali dengan kepedulian yang tinggi, keikhlasan, kesabaran dan penuh perhatian.
This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Selasa, 06 Oktober 2020
Wakil Walikota Cirebon Mendapat Penghargaan Dari Komnas Perlindungan Anak
Wali Kota Cirebon Mendukung Transformasi IAIN Menjadi UIN Cirebon
CIREBON, FC- Dukungan transformasi IAIN Cirebon ke UIN kian kuat. Berbagai tokoh mulai lintas Perguruan Tinggi, ORMAS hingga para aktivis politik dan sosial sudah mulai angka bicara. Bahkan Wali Kota Cirebon sendiri, Drs H Nasrudin Azis langsung memberikan dukungannya, Selasa (6/10/2020).
Dalam pernyataanya, Azis mengatakan, sepanjang transformasi tersebut dapat memberikan kontribusi positif untuk masyarakat Kota Cirebon, tentu pemerintah daerah setempat pun akan mendukungnya.
“Sepanjang itu menguntungkan untuk perguruan tinggi tersebut dan memberikan kebaikan untuk mahasiswanya serta membawa kebaikan untuk masyarakat Kota Cirebon.” kata Walikota Cirebon.
Azis juga menyatakan, jika keberadaan IAIN Syekh Nurjati ini berdomisili di Kota Cirebon. Sehingga, tentu pemerintah daerah akan mendukung transformasi IAIN Cirebon ini menjadi UIN.
Kendati begitu, Azis berharap, dengan transformasi tersebut, IAIN Syekh Nurjati Cirebon dapat menjadi bagian untuk meningkatkan sumber daya di Kota Cirebon.
Tentunya, harap Azis, IAIN Cirebon menjadi bagian dari dan untuk meningkatkan sumber daya di Kota Cirebon itu yang paling utama.
"Jadi kualitas individu masyarakat di Kota Cirebon dapat lebih meningkat dengan adanya transformasi tersebut,” ucapnya. (din)
Walikota Cirebon : Ulama Sebagai Perekat Umat
CIREBON - Ulama memiliki peran sebagai perekat umat. Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon selalu berupaya untuk mendukung kegiatan yang dilakukan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH, saat Pembukaan Musda VII MUI Kota Cirebon tahun 2020 di Islamic Center Kota Cirebon, Selasa, 6 Oktober 2020.
“Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Cirebon memiliki tugas strategis untuk membangun kemaslahatan dan memperkokoh ukhuwah islamiah,” ungkap Azis.
Untuk itu Pemda Kota Cirebon menurut Azis akan senantiasa mendukung sejumlah program yang dilakukan oleh MUI.
Terlebih ke depannya Azis meyakini tantangan MUI semakin berat dan kompleks dengan beragamnya dinamika yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.
Selanjutnya Azis juga meminta doa dari seluruh anggota MUI untuk bisa bersama-sama mendoakan agar pandemi Covid-19 segera berakhir, tidak hanya di Kota Cirebon namun juga di berbagai belahan dunia lainnya.
“Pandemi Covid-19 ini menjadi keprihatinan dan ujian yang berat untuk kita semua,” paparny.
Azis juga menekankan bahwa Pemda Kota Cirebon dengan dukungan seluruh komponen masyarakat akan bekerja maksimal untuk memutus penyebaran Covid-19 di Kota Cirebon.
Pada kesempatan itu, Azis juga meminta kepada seluruh peserta Musda VII MUI Kota Cirebon untuk tetap menaati protokol kesehatan.
“Dengan kerendahan hati kami juga memohon doa dari seluruh ulama agar kondisi negara segera membaik dan pandemi Covid-19 segera berakhir,” tandas Azis. (Lan)
Ketua HMJ KPI : Diksar ini Untuk Memperkenalkan Jurusan KPI dan Prospek Kerja Kedepannya
CIREBON - Mutualime tidak selalu harus berkuantitas, tetapi kuantitas harus bermutu. Untuk itu,Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menggelar pendidikan dasar (diksar) ke 7 bagi mahasiswa baru (maba) tahun akademik 2020/2021, Selasa (5/10/2020).
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, khusus untuk tahun ini kegaiatan diksar yang berlangsung di Aula Gedung Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) kampus setempat ini dilaksanakan secara online.
Ketua pelaksana, Hanif menjelaskan, diksar ini diselenggarakan setiap tahun oleh jurusan KPI untuk mahasiswa baru sebagai bekal dan informasi mengenai jurusan tersebut. Namun, untuk pelaksanaan tahun ini memang berbeda karena dalam situasi pandemi. Akan tetapi, hal itu tidak menurunkan semangat para peserta.
“Konsep kita online, karena kita tidak mengadakan acara tatap muka langsung, teknisnya kita melalui live streaming siaran langsung di aplikasi Zoom, Google Meet, sama Youtube,” jelasnya.
Sementara Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), Deni Auli menuturkan, kegiatan diksar ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa baru untuk mengetahui dan memperkenalkan prospek kerja ke depannya.
“Pada intinya diksar ini untuk memperkenalkan jurusan KPI dan juga prospek kerja ke depannya. Nanti akan dijelaskan divisi-divisi yang ada di jurusan KPI ini. Ada 5 Divisi di KPI, yaitu sosial dakwah, cinema, fotography, radio, dan jurnalistik,” tutur Deni.
Sebanyak 5 divisi tersebut, imbuh Deni, dapat dimanfaatkan para mahasiswa untuk meningkat kemampun yang dapat diterapkan di dunia kerja ke depan. Pasalnya, kata dia, jurusan KPI pasti tidak jauh prospeknya terhadap 5 divisi tersebut. (Nur)
Senin, 05 Oktober 2020
HIMA-ILHA Gelar Kajian Bahasa Bertajuk 'Urgensi Bahasa Arab dalam Membina Umat Islam’
CIREBON - Himpunan Mahasiwa Jurusan Ilmu Hadis (HIMA-ILHA) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Syekh Nurjati Cirebon melaksanakan kajian bahasa, Senin (5/10/20).Kajian tersebut bertemakan ‘Urgensi Bahasa Arab dalam Membina Umat Islam’.
“Bahwasanya bahasa Arab adalah bahasa legendaris, bahasa kebanggaan umat Islam, yang mana nabipun berdakwah menggunakan bahasa Arab, bahkan kitab suci umat Islampun berbahasa arab”, tutur Rizki selaku Ketua Umum HIMA ILHA.
Menurutnya, bahasa Arab adalah bahasa satu-satunya yang dipakai oleh Khoirul Anam, Sayyidul Arabi wal Ajami Muhammad Rasulullah SAW.
Sementara itu, Raden Miqdad selaku pemateri menyampaikan, bahasa Arab berubah menjadi bahasa persatuan keilmuan yang membimbing dan membina umat Islam menuju peradaban yang sangat berharga dan bernilai.
“Salah satu contoh kecilnya yaitu kitab Al Qanun fi Ath Thibb karya Ibnu Sina, kitab berbahasa Arab yang menjelaskan hukum-hukum dalam kedokteran,” papar Miqdad.
Ia menambahkan, karya tersebut yang dijadikan sebagai rujukan utama pertama bagi umat manusia dalam dunia medis.
“Bahasa Arab merupakan kehidupan spritual kaum muslimin mulai dari syahadat, shalat, zakat, puasa dan haji,” ujarnya.
Maka, menurutnya, tidak berlebihan ketika dikatakan bahwa bahasa Arab adalah kunci pertama di dalam memahami seluruh aset keilmuan Islam yang kaya.
“Bahasa Arab adalah bahasa yang disahkan Allah untuk digunakan sebagai wasilah pengantar ibadah mahdhoh”, kata Miqdad. (Nur)
Putus Matarantai Penyebaran Virus Covid 19, Walikota Cirebon Berencana Membatasi Tatap Muka di Tempat Usaha
CIREBON, FC - Keseriusan Pemkot memutus mata rantai penyebaran virus Covid 19 melalui protokol kesehatan kian gencar dilakukan. Dimana Wali Kota Cirebon Drs. H. Nashrudin Azis, SH, berencana membatasi kegiatan tatap muka khsususnya di tempat usaha hingga pukul 18.00 WIB. Hal itu dilakukan untuk pencegahan penularan virus Covid-19.
Alasan memilih rencana tersebut karena berdasarkan pantauan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di sejumlah tempat usaha yang tidak menerapkan protokol kesehatan dengan baik.
“Kami sering mendapati restoran yang tidak menerapkan physical distancing dengan baik,” katanya Senin (05/10/2020) usai menghadiri rapat bersama Satuan Tugas Penangan Covid-19 Kota Cirebon.
Azis menuturkan permintaan Pemda Kota Cirebon kepada tempat usaha untuk membatasi pengunjungnya sebanyak 50 persen dari total kapasitas juga tidak dilaksanakan oleh pemilik usaha. “Teknis pembatasannya seperti apa akan kami bahas lebih lanjut, yang jelas aktivitas tatap muka akan dibatasi hingga pukul 18.00 WIB,” tuturnya.
Azis mengungkapkan tempat usaha yang tidak dibatasi adalah tempat usaha yang memiliki layanan online, untuk usaha jenis ini diizinkan tetap beroperasi hingga pukul 21.00 WIB. “Rancangan pembatasan sudah dirancang sejak lama, tapi belum kami sahkan, dan sekarang kami pertimbangkan untuk mengambil langkah itu,” ujarnya.
Pada saat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, dr. H Edy Sugiarto M. Kes., memaparkan pada pekan-pekan ini jumlah positif Covid-19 di Kota Cirebon terus mengalami peningkatan dan didominasi oleh Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 85 persen, dan sisanya terpapar virus dengan gejala.
“Kami minta masyarakat terus waspada, sebab rumah sakit mulai penuh. Meskipun ada hotel yang dijadikan tempat karantina, kami berharap jumlah kasusnya tidak bertambah,” pungkasnya. (Lan)
Disporbudpar Kota Cirebon Gelar Kegiatan Sosialiasi dan Edukasi di Pasar Kramat
CIREBON, FC - Sejumlah petugas dari Dinas Pendidikan Olahraga, Budaya dan Pariwisata Kota Cirebon mengelar kegiatan sosialisasi dan edukasi protokol kesehatan di Pasar Kramat Kota Cirebon, Senin (5/10/2020).
Gubernur Jabar Gencar Sosialisasikan 36 Cara Baru Menangani Covid 19
BANDUNG - Gubernur Jabar Ridwan Kamil atau Kang Emil mengungkapkan bahwa dirinya sedang gencar mensosialisasikan 36 cara baru menanggulangi covid 19 di Jabar.
Tanpa merinci ke-36 indikator itu, Kang Emil menyebutkan bahwa semuanya dilakukan berlandaskan ilmiah.
"Keberadaan Saya di Kota Depok dalam minggu-minggu ini di antaranya untuk mensosialisasikan 36 indikator cara baru penanganan covid itu seperti 3 M, 3 T dan lain-lain" katanya, dalam jumpa pers perkembangan penanganan Covid 19, di Gedung Sate Kota Bandung, Senin (5/10/2020).
Terkait update informasi penanganan covid 19 di Jabar, Kang Emil menyebutkan bahwa minggu lalu sudah ada penurunan kasus sebesar 28% dibanding minggu-minggu sebelumnya.
"Meskipun kasusnya masih terbilang tinggi dan naik turun, namun tercatat minggu lalu ada penurunan kasus sebesar 28 persen. Wilayah Bodebek masih penyumbang tertinggi sebasar 73 persen" katanya.
Terhitung masih ada 10 Desa dan Kelurahan yang masuk zona merah atau resiko tinggi minggu lalu, dan 8 diantaranya berada di wilayah Depok.
Sedangkan Kabupaten Kota yang masuk zona merah berdasarkan catatan minggu lalu ada 5 daerah.
"Kelima daerah itu adalah Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung dan Kota Bogor. Saya meminta kepada kepada 5 daerah itu untuk meningkatkan kewaspadaan" ungkapnya.
Selain itu Kang Emil juga menyampaikan bahwa fokus penanganan covid di Jabar minggu ini adalah klaster pesantren, terkait kasus pesantren di Kuningan dan Tasikmalaya. Kemudian masalah kewaspadaan gelaran Pilkada di 8 daerah.
"Selain kita fokus pada protokol kesehatan saat Pilkada, dampaknya juga kita harus mengatur ulang penyaluran bansos tahap ke empat yang akan diserahkan setelah 9 Desember atau setelah Pilkada berlangsung" jelasnya.
Menurut Kang Emil, pengaturan ulang jadwal penyaluran bansos tahap ke-4 itu dilakukan untuk menghindari kesalah pahaman, jangan sampai bansos dikaitkan dengan Pilkada. (fc)
Berikan Pembekalan Mengenai Informasi Jurusan, KPI IAIN SNJ Cirebon Gelar Diksar Ke 7
CIREBON, FC - Pendidikan Dasar (Diksar) yang digagas setiap tahunnya oleh jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon merupakan yang ke 7 bagi para mahasiswa baru. Kegiatan tersebut sebagai bekal dan informasi mengenai jurusan, Selasa (5/10/2020).
Untuk tahun ini, kegiatan diksar yang berlangsung di Aula Gedung Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) kampus setempat ini dilaksanakan secara online.
Ketua pelaksana, Hanif menjelaskan, diksar ini diselenggarakan setiap tahun oleh jurusan KPI untuk mahasiswa baru sebagai bekal dan informasi mengenai jurusan tersebut. Namun, untuk pelaksanaan tahun ini memang berbeda karena dalam situasi pandemi. Akan tetapi, hal itu tidak menurunkan semangat para peserta.
“Konsep kita online, karena kita tidak mengadakan acara tatap muka langsung, teknisnya kita melalui live streaming siaran langsung di aplikasi Zoom, Google Meet, sama Youtube,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), Deni Auli menuturkan, kegiatan diksar ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa baru untuk mengetahui dan memperkenalkan prospek kerja ke depannya.
“Pada intinya diksar ini untuk memperkenalkan jurusan KPI dan juga prospek kerja ke depannya. Nanti akan dijelaskan divisi-divisi yang ada di jurusan KPI ini. Ada 5 Divisi di KPI, yaitu sosial dakwah, cinema, fotography, radio, dan jurnalistik,” tutur Deni.
Sebanyak 5 divisi tersebut, imbuh Deni, dapat dimanfaatkan para mahasiswa untuk meningkat kemampun yang dapat diterapkan di dunia kerja ke depan. Pasalnya, kata dia, jurusan KPI pasti tidak jauh prospeknya terhadap 5 divisi tersebut.
“Saya berharap agar temen-temen mahasiswa baru ini lebih tahu dulu apa sih jurusan KPI ini, di dalamnya ada apa saja, dan prospeknya apa, karena maba ini ketika masuk, KPI itu apa, terus ke depannya apa, nanti kerjanya apa dan bidang apa,” paparnya.
Deni juga menjelaskan, untuk kegiatan diksar ke 7 tahun 2020 ini diadakan selama 2 hari, yaitu Senin sampai Selasa, ( 5-6/10/2020).
Dalam agendanya diksar ini dihadiri oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan FUAD Dr Anwar Sanusi MAg, Ketua Jurusan KPI H Aan Moh Burhanudin MA, serta Sekertaris Jurusan KPI Asriyanti Rosmalina MAg.
“Ada beberapa pemateri untuk mengisi kegiatan diksar ini, salah satunya dari Doktor Komunikasi KPI yaitu Dr Arief Rachman MSi selaku Dosen Komunikasi di jurusan KPI serta para alumni yang sudah sukses dengan pekerjanya masing-masing,” jela Deni.
Sementara itu, Ketua Jurusan KPI, H Aan Moh Burhanudin MA menurutkan, peserta diksar tahun 2020 ini mencapai sekitar 200 mahasiswa yang sudah terdaftar di sistem kampus. Untuk itu, melalui kegiatan ini diharapkan, para mahasiswa dapat belajar serta kuliah dengan rajin dan mengikuti kegiatan ini dengan serius.
“Kegiatan Diksar ini sangat penting bagi mahasiswa baru, untuk mengetahui deskripsi singkat tentang prosfek atau kiprah jurusan KPI ini untuk jurusannya, dengan mengetahui hal itu mahasiswa menjadi rajin kuliah rajin belajar,” tandasnya (Agus)
Jumat, 02 Oktober 2020
Pertemuan Direktur PD-Pontren Dengan Rektor IAIN Cirebon Bahas Penguatan Ma'had
FOKUS CIREBON, FC - Jajaran Pimpinan di IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Jum'at,(02/0/2020) menerima kunjungan kerja (Kunker) Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Kementerian Agama RI, Dr H Waryono MAg.
Kunjungan kerja ke kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon ini dalam rangka sharring program yang bisa disinergikan dengan PTKIN.
ASN dan Pegawai BUMD Yang WFH Ikut Sosialisasikan Protokol Kesehatan
CIREBON, FC - Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai BUMD di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon yang tidak melaksanakan tugas atau tengah Work From Home (WFH) diwajibkan untuk memberikan sosialisasi dan edukasi penerapan protokol kesehatan kepada masyarakat.
Aturan tersebut tertuang dalam petunjuk pelaksanaan surat Wali Kota Cirebon Nomor 443/1438-Adm. PemUm tentang Petunjuk Pelaksanaan Kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Penerapan Protokol Kesehatan oleh ASN dan pegawai BUMD di Kota Cirebon.
Surat yang ditandatangani langsung oleh Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH., tersebut meminta kepada pimpinan perangkat daerah dan pimpinan BUMD untuk mengatur, menugaskan dan mengendalikan ASN dan pegawai BUMD yang tidak sedang melaksanakan tugas atau bekerja di kantor (work from office) untuk ikut serta melakukan kegiatan sosialisasi dan edukasi penerapan protokol kesehatan di lingkungan masyarakat dan pusat keramaian.
“Banyak yang WFH ini dianggapnya libur. Malah keluar kota terus ketularan, balik ke Cirebon,” ungkap Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH., usai memberikan arahan kepada ASN di ruang Adipura Kencana Balaikota Cirebon, Kamis, 1 Oktober 2020.
Untuk itu, Azis meminta kepada semua ASN di Kota Cirebon untuk bersama-swab untuk membantu pencegahan penyebaran covid-19. Yaitu dengan menjadi agen dan motivator untuk memberikan edukasi kepada masyarakat di Kota Cirebon. “Karena kita ini orang yang ditugasi untuk mengurus masyarakat Kota Cirebon,” ungkap Azis.
Nantinya, ASN dan pegawai BUMD yang tengah WFH dibentuk dalam kelompok-kelompok kecil dan akan bertugas berkeliling kota. Mulai dari ruas jalan hingga sejumlah pasar tradisional yang ada di Kota Cirebon. “Tapi saya minta ASN yang ditugasi memberikan sosialisasi juga dibekali dengan perlengkapan keselamatan,” ungkap Azis. Seperti disediakan masker dan face shield serta diminta untuk menggunakan lengan panjang.
Pada kesempatan itu Azis meminta kepada Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan Pengembangan Pelatihan Daerah (BP4D) Kota Cirebon, Drs. Anwar Sanusi, M.Si., untuk menjadi koordinator dan memonitor ASN mana saja yang tidak menjalankan tugas mereka.
“ASN yang sedang WFH dan tidak menjalankan tugas dengan baik, apalagi hare-hare tolong dicatat,” ungkap Azis. Jika tetap tidak menunjukkan kepedulian, bisa diberikan sanksi administrasi. Bila perlu, penundaan kenaikan pangkat. “Ini penting agar ASN kita memiliki kepedulian,” ungkap Azis.
Dengan ASN yang turun langsung mengedukasi masyarakat secara terus menerus setiap hari, Azis berharap tingkat kedisiplinan masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan di Kota Cirebon semakin meningkat.
“Semoga dengan ini masyarakat bisa sadar dan peduli bahwa ia bisa tertular dan menularkan covid-19 sehingga akan disiplin menjalankan protokol kesehatan,” ungkap Azis.
Bantu Pemerintah, Hotel Langensari Digunakan Untuk Isolasi Pasien Terpapar Covid 19
CIREBON, FC -Hotel Langensari sudah mulai digunakan untuk isolasi pasien yang terpapar Covid-19. Pasien yang rata-rata Orang Tanpa Gejala (OTG) juga tidak diperbolehkan untuk keluar dari area hotel.
Kamis, 01 Oktober 2020
Wakil Walikota Cirebon Turut Berduka Atas Wafatnya Jurnalis Senior dan Pemerhati Budaya Cirebon Nurdin M.Noer
FOKUS CIREBON, FC - Atas nama pribadi, keluarga dan Pemerintah Daerah Kota Cirebon turut berduka atas wafatnya Jurnalis Senior dan Pemerhati Budaya Cirebon, Nurdin M Noer, Kamis, (01/10/2020) karena sakit.
Panglima Laskar Agung Macam Ali, Dukung Penuh Transformasi IAIN Menjadi UIN Cirebon
Selain memberikan dukungan, Prabu Diaz juga minta pihak pemerintah daerah ikut mendukung bersama dari transformasi lembaga ini, termasuk pemerintah pusat RI di Jakarta.
Prabu Diaz juga memandang sangat tepat kampus UIN berada di Jalan Perjuangan Cirebon, karena bisa menjadi kebanggaan daerah memiliki satu-satunya Perguruan Tinggi Negeri dan Cirebon bisa menjadi daerah pendidikan.
"Setelah menjadi UIN Cirebon, akan banyak yang bisa dikerjasamakan," ucap Panglima Laskar Agung Macan Ali.
Prabu Diaz menyampaikan, sebagai masyarakat Cirebon dukungan ini diberikan secera penuh dan pihaknya akan mengajak institusi lain untuk ikut mendukung transformasi ini.
Panglima Prabu Diaz juga siap memfasilitasi jika ada kendala-kendala teknis dalam pengurusan, tapi tentunya dengan cara-cara legal dan bermartabat.
"Kami meminta dukungan pemerintah daerah agar segera membantu apakah dalam bentuk rekomendasi maupun bentuk-bentuk lainnya," kata Prabu Diaz.
Selain dukungan, Panglima Laskar Agung Macan Ali juga mengingatkan bahwa peguruan tinggi terbesar di Indonesia adalah IAIN, apalagi perguruan tinggi ini di antaranya memakai nama Sunan Gunungjati.
"Sebagai masyarakat Cirebon, apalagi Cirebon sebagai pusatnya bumi dan tempatnya para wali, maka saya sangat mensuport transformasi IAIN ke UIN," tandasnya.
Di akhir unjungan tersebut, Diaz juga menyampaikan bahwa saat ini keanggotan Laskar Agung Macan Ali di Indonesia dan di Asia seluruhnya ada 980 ribuan. (din)
Wakil Walikota Cirebon Menerima Kunjungan Staf Ahli Kemenko Pulhukam
FOKUS CIREBON, FC - Pemerintah Daerah melalui Wakil Walikota Cirebon, Hj Eti Herawati menerima kunjungan kerja rombongan Staf Ahli Kementerian Koordinator Politik, Hukum, Keamanan Republik Indonesia di Ruang Adipura, Balaikota.
Innalillahi Wainnailahi Rojiun, Hari Ini Pakar Budaya Cirebon Nurdin M.Noor Tutup Usia
DEMA-SEMA FUAD IAIN SNJ Cirebon Dorong Mahasiawa Aktif Berorganisasi
FOKUS CIREBON, FC - Senat Mahasiswa (SEMA), Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon dan Senat Mahasiswa (SEMA), Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Syekh Nurjati Cirebon mengadakan kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Online Jilid II. Kamis, (01/10/2020).
Kegiatan ini diisi oleh SEMA, DEMA Institut, SEMA, DEMA Fakultas dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) yang ada di FUAD.
Ketua Umum SEMA Institut, Rohmawan menjelaskan SEMA itu organisasi kemahasiswaan yang tataran nya tertinggi di kampus.
"Sema itu lembaga normatif atau legislatif, senat sendiri memiliki fungsi legislasi, seperti yang kita pahami bersama, senat adalah tugasnya membuat aturan, aturan organisasi kemahasiswaan, AD/ART, rapat-rapat kebutuhan Organisasi Mahasiswa di tingkat isntitut," paparnya.
Rohmawan mengatakan, SEMA Institut berfungsi sebagai pengawas yang membawahi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Unit Kegiatan Khusus (UKK).
"UKM dan UKK itu adanya di ormawa tingkat institut, kita membawahi sekaligus mengawasi. Jadi, untuk garis kordinasi dan instruksi kita ada pada UKM, UKK dan DEMA,"jelasnya.
Ketua Umum DEMA FUAD, Anton Ahyari mengatakan bahwa sebenarnya yang membedakan SEMA, DEMA Institut dan SEMA, DEMA Fakultas itu hanya ruang lingkup nya saja.
"SEMA, DEMA Institut itu jalur kordinasi nya ke UKM, UKK dan Fakultas. Kalau di Fakultas sendiri jalur kordinasi nya ya ke ormawa yang ruang lingkupnya di FUAD, seperti HMJ-HMJ yang ada di FUAD. Mungkin perbedaan nya ya ruang lingkup atau jalur kordinasi," ucapnya.
Ia juga mengatakan bahwa dalam waktu dekat ini DEMA FUAD akan menyelenggarakan seminar beasiswa.
"Di akhir bulan ini, kita akan menyelenggarakan seminar beasiswa yang insyaAllah kita akan mendatangkan pemateri dari Staf Khusus ke-Presidenan, tapi seminar ini ruang lingkupnya hanya untuk mahasiswa Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah saja," jelasnya. (Cholis)
Menteri Agama RI, Sambut Baik PBAK Wabinar Gelombang II 2020 Fakultas UAD IAIN Cirebon Dalam Wujudkan Generasi Unggul
FOKUS CIREBON, FC - Kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Gelombang II, Fakultas Ushuludin, Adab dan Dakwah IAIN SNJ Cirebon mengusung tema "Mewujudkan Generasi Unggul" disambut baik oleh Menteri Agama Republik Indonesia bersama jajaranya, Kamis, (01/10/2020), di ruang Auditorium FUAD, lantai 4, kampus setempat.
Selamat Jalan Abah Nurdin M. Noor Sang Inspirator
FOKUS CIREBON, FC - Innalilahi wa Inna ilaihi rojiun. Telah berpulang ke Rahmatullah, Rabu 30 September 2020 Tokoh Cirebon, Budayawan, Sastrawan, Wartawan Senior dan guru kami Abah Nurdin M. Noor.
Semoga Husnul Khatimah, diterima seluruh amaliah beliau, diampuni segala dosanya serta kepada keluarga diberikan kes abaran dan ketabahan.
Pengabdian dan karya-karya beliau di bidang sastra Cirebon, jurnalisme dan kebudayaan, semoga menjadi amal jariyah beliau.
"Sosok yang tak tergantikan, semoga kita semua diberi kekuatan untuk dapat memanjangkan amal jariyah dan perjuangan beliau. Aamiin ya robbal aalamiin," ucap M.Joharudin, akademisi dan juga Ketua Bawaslu Kota Cirebon.
Rabu, 30 September 2020
Kota Cirebon Kembali Mendapat Penghargaan Swasti Saba Wistara
Gencar Perangi Covid 19, Jam Malam Di Kota Cirebon Rencana Siap Diberlakukan
CIREBON, FC – Belum puas dengan gerakan penggunaan masker, dan penegakkan protokol kesehatan, Walikota Cirebon bersama jajarannya juga merencanakan untuk memberlakukan jam malam.
Semua ini dilakukan dalam rangka mengurangi dan memutus mata rantai Covid 19 di masyarakat.
Pasangan walikota ini ingin daerah yang dipimpinnya benar-benar keluar dari pandemi Covid 19, sehingga berbagai cara harus dilakukan.
Terlebih lonjakan kasus positif corona, kian membuat Walikota dan jajaranya semakin sedih, sehingga Pemerintah Kota Cirebon , memang harus mengambil ancang-ancang untuk pemberlakuan jam malam. Dan saat ini, keputusannya tinggal menunggu tanda tangan walikota.
E.dati Wakil Walikota Cirebon Dra Hj Eti Herawati sendiri mengaku belum menerima draf surat edaran pemberlakuan pembatasan jam malam tersebut.
"Memang ada rencana ke situ. Tapi ketentuan rincinya saya belum lihat seperti apa. Yang jelas, pembatasan-pembatasan ini dibuat dalam rangka terus menekan angka penularan virus corona di Kota Cirebon,” kata Eti kepada wartawan.
Hal yang sama dinyatakan Sekretaris Daerah Kota Cirebon Drs H Agus Mulyadi MSi, bahwa rencana pembatasan jam malam di Kota Cirebon, masih dalam kajian.
"Rencananya, seluruh aktivitas masyarakat di tingkat lingkungan RT dan RW, tidak boleh lebih dari pukul 21.00 WIB, kecuali kegiatan siskamling", papar Sekda. (Nur)
Rendahnya Konsumen dan Pelaku Usaha Terhadap UU.No 8/1999, Ini Arah Kebijakan BPKN Dalam Tiga Tahun Kedepan
FOKUS CIREBON – Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Rizal E Halim mengatakan, kurangnya sosialisasi dan edukasi tentang perlindungan konsumen menyebabkan tingkat kesadaran dan pemahaman konsumen dan pelaku usaha di daerah terhadap UU 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen (UUPK), yaitu untuk mengkonsumsi produk yang memenuhi aspek keamanan, kesehatan, keselamatan dan lingkungan (K3L) masih rendah, sehingga upaya media komunikasi untuk membangun jejaring informasi dan kerjasama dengan para pihak yang terkait dengan perlindungan konsumenpun diperlukan.
Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) merupakan Badan yang dibentuk sesuai dengan amanah UU 8/1999 mempunyai fungsi memberikan saran dan pertimbangan kepada pemerintah dalam upaya mengembangkan perlindungan konsumen di Indonesia.
Sejalan dengan fungsi tersebut, BPKN mempunyai sejumlah tugas yang salah satu diantaranya untuk memasyarakatkan sikap keberpihakan kepada konsumen, menyebarkan informasi mengenai perlindungan konsumen dan menerima pengaduan. Arah kebijakan BPKN akan menitik beratkan pada tiga isu fundamental dalam tiga tahun kedepan.
"Pertama penguatan kelembagaan, kedua, edukasi dan sosialisasi perlindungan konsumen secara massif dan intensif dan ketiga, sinkronisasi regulasi dan kebijakan perlindungan konsumen yang tersebar di sejumlah sektor dan daerah," ujar Rizal, saat ditemui di Kota Cirebon, Rabu (30/9)
Saat ini tren kasus Covid-19 semakin hari kian bertambah, salah satunya di kota Cirebon, sejak Pemprov Jabar menetapkan status kewaspadaan Kota Cirebon sebagai zona merah penyebaran Covid-19 karena ada sebagian yang terpapar menjalani perawatan di beberapa rumah sakit dan ada juga yang melakukan isolasi mandiri dengan indikasi tanpa gejala klinis.
Hal lain juga yang merugikan konsumen seperti kasus-kasus leasing, bank maupun non bank terkait relaksasi kredit (penundaan hutang) dan rekturisasi (pengurangan bunga) dan BPKN
meluncurkan rekomendasi soal relaksasi kredit yang harus disampaikan dengan jelas secara defisit karena banyak kesimpangsiuran mengenai hal ini, dan permasalahan properti masih saja terus bergulir, dari permasalahan mengenai fasos-fasus, sertifikat, IMB, AJB dan masih banyak permasalahan lainnya.
Ketua Komisi I BPKN di Bidang Penelitian dan Pengembangan, Arief Safari menjelaskan, agar masyrakat bisa mengetahui dan mengadukan keluhannya terkait hak-hal Perlindungan Konsumen (PK), maka hal ini merupakan tanggung jawab bersama semua pemangku kepentingan.
"Oleh karena itu hal-hal yang telah kami upayakan agar masyarakat paham dan tahu tempat mengadukan masalah-masalah terkait hak-hak perlindungan konsumen, BPKN sering mengadapak kuliah umum dan MoU di beberapa Universitas. Di Cirebon sendiri BPKN telah mengadakan MoU dengan Universitas Muhammadiyah Cirebon dengan membuka klinik pengaduan konsumen," jelas Arief.
Ketua Komisi II BPKN, di Bidang Komunikasi dan Edukasi, Johan Efendi, berharap, Lembaga Perlindungan Konsumen di Indonesia bukan hanya BPKN tetapi juga LPKSM, BPSK dan Pemerintah agar terus berkolaborasi berupaya melakukan Perlindungan Konsumen di Indonesia sehingga ke depan insiden perlindungan konsumen bisa kita tekan dan kurangi. Apabila itu terjadi negara hadir memberikan perlindungan kepada konsumen.
"Tujuan dari kegiatan Sosialiasi terpadu ini adalah sebagai sarana penyebaran informasi terkait perlindungan konsumen. Mensosialisasikan pemahaman akan hak dan kewajiban masyarakat terkait perlindungan konsumen. Juga mensosialisasikan kepada masyarakat luas terutama mahasiswa mengenai kelembagaan BPKN dan kegiatannya. Serta meningkatkan Indeks Keberdayaan Konsumen (IKK)," lanjut Johan.
Selain itu, BPKN bertujuan untuk membangun kerjasama yang baik dengan masyarakat dan lembaga terkait dalam menyuarakan perlindungan kepada konsumen di indonesia dan sikap keberpihakan kepada konsumen. Sehingga terciptanya regenerasi partisipasi masyarakat dan terbentuk kelompok konsumen yang dapat menjadi penggerak upaya perlindungan konsumen di wilayahnya. (Indah)
Satpol PP Provinsi Jabar Nilai Kepatuhan Masyarakat Menerapkan Protokol Kesehatan Cukup Baik
CIREBON, FC — Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Provinsi Jawa Barat, Guntur Santoso S. STP, M. Si., mengatakan tingkat kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan di Kota Cirebon cukup baik.
Hal itu diungkapkan Guntur saat menggelar sosialisasi kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan di Kota Cirebon bersama Satpol PP Kota Cirebon, Selasa (29/09/2020).
“Protokol kesehatan sudah diterapkan di banyak tempat akan tetapi masih ada beberapa yang tidak patuh,” katanya.
Guntur menuturkan dari hasil sosisalisasi yang dilakukan Satpol PP Jabar dan Satpol PP Kota Cirebon di lingkungan perumahan (Perumnas), Pasar Perumnas dan lingkungan masyarakat sekitarnya, protokol kesehatan sudah banyak diterapkan.
“Adapun yang melanggar tetap ada dan yang tidak patuh ini menjadi target penindakan Satpol PP,” tuturnya.
Pada saat yang sama, Plt. Kasatpol PP Kota Cirebon, Drs. Buntoro mengungkapkan dari kegiatan bersama ini yang menjadi target adalah pengelola tempat usaha dan jasa serta perorangan yang melintas di rute yang petugas lalui.
“Para pelanggar diberikan peringatan dan penertiban berupa sanksi sosial,” ujarnya.
Buntoro menambahkan bagi pelaku dunia usaha diimbau untuk memasang berbagai informasi dan ajakan agar konsumen atau pengunjungnya menerapkan protokol kesehatan.
Pelaku usaha juga kami minta bantuannya agar mendorong tingkat kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan,” pungkasnya. (Nur)









































