Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 05 Maret 2021

Memasuki Masa Pensiun, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon Melepas 4 Pegawainya

FOKUS CIREBON, FC- IAIN Syekh Nurjati Cirebon melepas 4 pegawai dari tenaga pendidik dan kependidikan, Jumat (5/3/2021), di Ruang Auditorium Lantai 3, Rektorat kampus setempat.

Keempat pegawai tersebut masing-masing, Dr Hj Latifah MA, Dr H D Suryatman MSi, Hj Herry Puji Siswati SAg, dan Hendrawan Iskandar SPd MSi. Keempat pegawai tersebut telah memasuki masa pensiun. 

Pelepasan sendiri langsung dilakukan oleh Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg.

"Saya ucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada bapak ibu yang sudah berkhidmah dengan mengabdikan diri untuk bangsa dan negara dengan mencerdaskan anak bangsa,” ujar Rektor Sumanta saat memberikan sambutan.

Curahan keilmuan yang telah diberikan kepada mahasiswa, kata dia, merupakan pengorbanan dan pengabdian yang tidak dapat terlepas dari proses pembelajaran. Hal ini tentu telah memberikan manfaat bagi anak bangsa.

“Ini semua merupakan pengorbanan yang sangat luar bisa. Begitu telatennya melayani dengan baik dan prima. Ini kontribusi yang luar biasa kepada IAIN Syekh Nurjati Cirebon,” ucapnya.

Rektor Sumanta juga memaparkan, kampus keagamaan Islam negeri satu-satunya di wilayah III Cirebon ini telah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Hal itu dapat dilihat dari berbagai prestasi yang telah diraih kampus ini.

"Alhamdulillah saat ini dari hardware dan software telah mengalami peningkatan yang sangat luar biasa. Seperti dapat kita lihat catatatan barang milik negara atau infrastruktur yang menunjang proses pembelajaran terus meningkat,” paparnya.

Bahkan, lanjut dia, IAIN Syekh Nurjati Cirebon pun sudah memiliki 3 gedung yang representatif untuk proses peekuliahan yang diperuntukan bagi Fakultas Ilmu Tarniyah dan Keguruan (FITK), Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah (FUAD), serta Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam kampus setempat.

“Serta indikator lain yang menunjukan ada progres peningkatan pendidikan, yaitu dari sisi substansi program proses pembelajaran kita sudah masuk dalam urutan kedua secara nasional. Begitu juga dari mutu kita sudah ada 8 prodi yang terakreditasi A dan Insya Allah akan menyusul prodi-prodi yang lain untuk berubah dari B ke A,” tandasnya. (din)

Kamis, 04 Maret 2021

Tangani 10 Ribu Lebih Rutilahu, Bupati Cirebon Ajak Warga Bantu Pemda dengan Menitipkan Zakatnya di Baznas

Bupati Cirebon, Drs H Imron M.Ag meresmikan rumah tidak layak huni di Desa Lungbenda, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon.


FOKUS CIREBON, FC - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag bersama Baznas Cirebon meninjau sekaligus meresmikan rumah tidak layak huni di Desa Lungbenda, Kecamatan Palimanan, Kamis (4/3/2021).

Rumah tidak layak huni tersebut milik Asmadi yang dibangun Baznas Kabupaten Cirebon.

“Pada bulan ini Baznas Kabupaten Cirebon membangun lima unit rumah dari awal sampai jadi. Salah satunya rumah milik Asmadi warga  Desa Lungbenda Kecamatan Palimanan,” kata Imron.

Di Kabupaten Cirebon jumlah rumah tidak layak huni mencapai 10 ribu lebih. Menurutnya, dengan angka tersebut semuanya tidak bisa tertangani Pemkab Cirebon.

“Kami mengajak kepada masyarakat Kabupaten Cirebon yang kaya untuk membantu pemerintah daerah dengan cara menitipkan zakatnya di Baznas. Nanti zakat tersebut dikelola Baznas, salah satunya untuk perbaikan rutilahu,” ajaknya.

Ia mengungkapkan, Pemda Kabupaten Cirebon bersama Baznas sudah mendata rutilahu dan memang harus segera diberikan bantuan.

“Baru ada 500 lebih rutilahu yang namanya sudah terdata untuk mendapatkan bantuan. Ini merupakan keterbatasan Pemda Kabupaten Cirebon karena dibandingkan 10 ribu lebihnya kita masih kekurangan dana,” terang Imron.

Namun demikian, kata Imron, selain bantuan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon, bantuan untuk Rutilahu sendiri bisa didapat dari pemerintah desa.

“Bantuan rutilahu bisa dari pemdes dengan menggunakan Dana Desa. Akan tetapi pemerintah desa harus melakukan koordinasi atau musyawarah desa bahwa anggaran desa dipakai untuk membangun rumah yang tidak layak huni,” ungkap Imron.

Imron mengatakan, ada dua desa di Kecamatan Pasaleman dan Ciledug yang mengajukan untuk rehab masjid.

“Untuk rehab masjid, Pemkab Cirebon  menyetujui untuk memberikan bantuan. Saya berharap dana tersebut harus dipakai untuk kepentingan masyarakat tetapi dengan cara musyawarah desa dan lapor ke pak camat terlebih dahulu,” ujarnya.

Sementara itu, kepala Desa Lungbenda Kecamatan Palimanan, Saleh mengucapkan banyak terimakasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon dan Baznas yang telah membantu membangun rumah milik warganya.

“Terimakasih Pak Bupati Imron dan Kepala Baznas yang sudah meresmikan rumah tidak layak huni milik warga kami. Rumah ini dibangun dari mulai awal sampai jadi oleh Pemda Kabupaten Cirebon dan Baznas,” katanya. (Nur)

Kepsek SMPN 2, Dr Hj Ani Rusnaneni MPd Gagas Sekolah Berbasis Akhlakul Karimah

TANAMKAN AKHLAK : Kepsek SMPN 2 Kota Cirebon mengagas SMP Negeri 2 menjadi sekolah berbasis akhlakul karimah dan siswa siswi yang berprestasi.

FOKUS CIREBON, FC -  Sosok Dr Hj  Ani Rusnaneni MPd, Kepala SMPN 2 Kota Cirebon, dalam kesehariannya memang berbeda dengan kebanyakan Kepala Sekolah lainnya di Kota Cirebon. 

Sikapnya yang  santun dan berpengetahuan luas, membuat Dr Hj Ani Rusnaneni MPd  akrab dengan seluruh komponen di lingkungan pegiat pendidikan dan banyak memiliki teman. 

Ide cemerlangnya selalu ditunggu banyak pihak, terutama dalam kaitan dengan aspek kemajuan pendidikan. Dalam prinsip pengabdiannya sebagai ASN, bekerja baginya adalah tugas, dan tugas adalah amanah.

Jika pekerjaan belum selesai, dirinya tak pernah meninggalkannya. Sebab, katanya bekerja di bagian pengawasan dan pembinaan sangat membutuhkan kedisiplinan kerja yang tinggi serta pelayanan menjadi prioritas utama.

“Sama seperti sekolah lainnya, tetapi bekerja optimal menjadi prinsip kami, khususnya dalam memberikan pelayanan yang terbaik. Dan saya selalu berprinsip, bekerja harus disiplin, dan disiplin dalam bekerja harus menjadi prioritas utama,” ujarnya saat berbincang di kantornya.

Hj Ani sapaan akrab sehari-hari, saat bekerja selalu menggunakan prinsip kehati-hatian, maksudnya dalam setiap pekerjaan selalu kembali diteliti. Tujuannya adalah agar tidak ada kesalahan dalam bekerja.

Sementara itu, sebagai bentuk pelayanan terhadap masyarakat, Hj Ani tak bisa tinggal diam, berbagai kesempatan selalu diambil dan dimanfaatkannya, sebab melayani harus total dan harus memiliki manfaat bagi orang banyak. 

"Inilah pendidikan, maka cermin kemajuan harus dimulai dari niat yang baik, bekerja dengan baik dan melayani sepenuh hati," katanya.

Dirinya menegaskan, bekerja itu prinsipnya harus saling bergotong rotong dan saling percaya, baik antar guru, staff TU maupun komponen lainnya di sekolah ini.

Hal itu dibutuhkan, untuk mendorong kinerja yang baik dan  upaya menuju sekolah berprestasi. "Bekerja itu prinsipnya totalitas, dan di mana pun kita di tempatkan, visi pendidikan harus terus berjalan, sehingga harapan pemerintah dan masyarakat, terwujud dari cara kita mengabdi dan bekerja di pedidikan. Inilah prinsip itu, cerdas, lugas dan berprestasi," katanya.

Diakui Hj Ani, keberhasilan memang selalu membuat semua bangga, tetapi dengan prestasi yang sudah diraih tidak cukup dengan rasa bangga saja, justru harus lebih digiatkan lagi, agar kemajuan pendidikan manfaatnya bisa dirasakan oleh semua.

Hj Ani juga mengajak, semua komponen yang ada di lingkungan di mana dirinya mengabdi, harus terus bekerja dan berjuang untuk kemajuan pendidikan. Karena untuk membangun kemajuan tidak harus puas dengan sejumlah keberhasilan yang sudah diraih.

"Bekerja dan melayani harus terus dilakukan, Khususnya pendidikan di SMPN 2 Kota Cirebon, agar terus maju dan berprestasi," tandas Hj Ani yang sudah berhasil membangun perubahan dan kemajuan di SMPN 7 tempat bekerja sebelumnya. (din)

Rabu, 03 Maret 2021

Kabupaten Cirebon Zona Hijau, Siap Percepat Pemulihan Ekonomi

Bupati Cirebon, Drs H Imron M.Ag


FOKUS CIREBON, FC - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon melakukan rapat evaluasi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon, Rabu (3/3/2021).

Dalam hasil rapat evaluasi tersebut, Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag menyebutkan, di wilayah Jawa Barat saat ini tidak lagi menyisakan zona merah. Kabupaten Cirebon pun kini masuk ke dalam zona hijau (aman) penyebaran Covid-19.

Meskipun dalam zona hijau, satu wilayah di Kabupaten Cirebon yaitu Kelurahan Tukmudal, masih berada di zona risiko tinggi penyebaran wabah corona. 

"Adanya level ini berharap, kepada seluruh masyarakat harus tetap mempertahankan kedisiplinan, jangan sampai naik kembali," kata Imron. 

Meskipun Kelurahan Tukmudal masih berada di zona merah, aktivitas seluruh warga di wilayah tersebut tidak dibatasi secara ketat, namun sebatas level rukun warga (RW) warga terkonfirmasi positif Covid-19. 

Imron mengatakan, perubahan level tersebut diharapkan mampu memacu semangat masyarakat untuk melakukan pemulihan ekonomi, namun tetap menerapkan protokol kesehatan. 

"Kepada warga kami minta untuk cinta terhadap produk daerah. Hal ini supaya kehidupan ekonomi masyarakat berjalan, dan pendatang pun bisa menikmati produk khas dari Cirebon," katanya. 


Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon Eni Suhaeni mengatakan, tiga kecamatan yaitu Sumber, Talun, dan Kedawung, masih berada di zona merah penyebaran. Ketiga kecamatan tersebut bertahan sejak beberapa pekan lalu. 

Pada pelaksanaan PPKM periode 15 sampai 21 Februari, jumlah warga terkonfirmasi positif sebanyak 204. Kemudian periode 22 sampai 28 Februari ada 222 kasus. "Protokol kesehatan harus tetap dijaga," kata Eni. (din)

Bupati Bareng Forkopimda Lakukan Monitoring Vaksinasi Covid-19

Bupati Cirebon, Drs H Imron M.Ag bersama Forkopimda monitoring pelaksanaan vaksinasi Covid 19.


FOKUS CIREBON.- Bupati Cirebon Drs. H. Imron M.Ag bersama unsur forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda), melakukan monitoring pelaksanaan vaksinasi ke sejumlah instansi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Kabupaten Cirebon, Rabu (3/3/2021). 

Pada monitoring tersebut, Imron mengawali pemantauan ke Mapolresta Cirebon, Makodim 0620 Cirebon, dan dilanjut ke Mako Brimbob Den C Cirebon. 

Dalam pemantauan itu pun, Bupati Cirebon didampingi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon Mohamad Luthfi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon Eni Suhaeni, dan sejumlah pejabat lainnya. 

Imron mengatakan, pada tahap dua pelaksanaan vaksinasi ini, yang disasar petugas kesehatan salah satunya yakni anggota TNI-Polri.

Seluruh anggota TNI-Polri, kata Imron, setiap harinya berkontak langsung dengan banyak orang. Beberapa di antaranya, membantu pemerintah melakukan percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Cirebon. 

"Dalam hasil monitoring tadi, pelaksanaan pun sudah berjalan lancar," kata Imron. 

Ia mengatakan, mulai April 2021 vaksinasi Covid-19 akan menyasar warga sipil. Penyuntikan vaksin kepada anggota TNI-Polri pun dipastikan selesai pada pekan ini. 

"Kalau di Polres besok sudah beres, 1.400 sudah disuntik dan di Kodim juga hari ini beres," katanya. 


Komandan Kodim 0620 Kabupaten Cirebon, Letkol Inf Sugir mengatakan, jumlah anggota dari Kodim 0620 sebanyak 595 orang. Jumlah tersebut terdiri dari anggota TNI serta pegawai negeri sipil (PNS). 

Namun, lanjut Sugir, anggota dari Kodim 0620 yang mendapatkan vaksin Covid-19 hanya 450 orang, sebagian anggota lainnya tengah menjalankan tugas di luar Kabupaten Cirebon. 

"Untuk anggota yang saat ini tengah menjadi Satgas Citarum Harum akan dipanggil untuk vaksin sebanyak 32 orang," katanya. (din)

Selasa, 02 Maret 2021

Wakil Walikota Cirebon : Masjid Kuno di Kota Cirebon Bisa Menjadi Tempat Wisata

Wakil Walikota Cirebon, Dra Hj Eti Herawati

FOKUS CIREBON, FC -Selain sebagai tempat ibadah, masjid-masjid kuno di Kota Cirebon juga bisa menjadi daya tarik wisata. Sinergitas dibutuhkan untuk penguatan potensi masjid-masjid kuno tersebut.

Dalam Focus Group Discussion (FGD) on The Bus untuk akselerasi pemulihan ekonomi melalui sinergi kebijakan pemberdayaan UMKM, perkembangan pariwisata dan pengembangan ekonomi syariah, Selasa, 2 Maret 2021, Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati, menjelaskan bahwa Kota Cirebon memiliki potensi yang luar biasa untuk melakukan wisata religi.


“Masjid-masjid kuno yang ada di Kota Cirebon bisa menjadi daya tarik untuk wisatawan berkunjung ke Kota Cirebon,” ungkap Eti.

Untuk itu, penguatan potensi masjid-masjid kuno tersebut perlu dilakukan. “Dengan sinergi, baik antara Pemda, At Taqwa Center dan Bank Indonesia, penguatan potensi masjid-masjid kuno ini diharapkan bisa dilakukan,” ungkap Eti.


Penguatan potensi masjid-masjid kuno diperlukan karena setiap masjid memiliki ciri dan keunikannya masing-masing. Ciri dan keunikan itu yang perlu diperkuat sehingga menjadi daya tarik wisatawan untuk melakukan wisata religi ke Kota Cirebon.


Sementara itu Kepala Kantor Perwakilan (KPW) Bank Indonesia (BI) Cirebon, Bakti Artanta, menjelaskan dari hasil mapping dengan melihat langsung masjid-masjid kuno yang ada di Kota Cirebon dirinya menilai perlu dilakukan penguatan sejarah dari masing-masing masjid kuno.


“Kalau tidak dilakukan penguatan sejarah, mungkin wisatawan datang, tapi sekali dan tidak berlanjut,” ungkap Bakti.


Dengan penguatan sejarah serta ciri dan keunikan dari masing-masing masjid kuno diharapkan wisatawan bisa datang tidak hanya sekali, tapi berkali-kali.

Ketua At Taqwa Center, Ahmad Yani, menjelaskan melalui kegiatan ini akan dikuatkan wawasan masyarakat mengenai sejarah masjid kuno. “Masing-masing masjid kuno yang ada di Kota Cirebon memiliki keunikan,” ungkap Yani.


Selain itu, adanya masjid-masjid kuno tersebut menunjukkan betapa kuatnya nilai religiusitas di masa lalu. Namun sayangnya, masjid-masjid kuno yang memiliki nilai religius yang tinggi tersebut kondisinya saat ini kurang terawat sehingga tidak menarik untuk dikunjungi.



“Melalui program ini, masing-masing stakeholder bisa memiliki kesamaan visi untuk merawat dan memberikan penguatan fasilitas di masjid-masjid kuno tersebut,” ungkap Yani.

Sejumlah masjid kuno yang dikunjungi untuk eksplorasi wisata religi di Kota Cirebon yaitu Tajug Abang Panjunan, Tajug Jagabayan, Tajug Agung Pakungwati, Tajug Pejlagrahan dan Tajug Agung Pangeran Kejaksan. (din)