Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 13 Maret 2021

Pemilihan Ketua Divisi KPI Kompak Mengenakan Seragam Batik, HMJ KPI Gebyarkan Budaya Batik

HMJ KPI IAIN Syekh Nurjati Cirebon pada sebuah kegiatan mengenakan pakain batik, ayo budayakan !!

FOKUS CIREBON, FC - Panitia pemilihan ketua divisi kompak kenakan baju batik dalam rangka pemilihan ketua divisi Komunikasi dan Penyiaran Islam periode 2021-2022 Sabtu, (13/3/2021).

Dalam rangka memenuhi salah satu program kerja bidang kajian dan keilmuan yaitu Pemilihan Ketua Divisi Serentak. Panitia menyepakati menggunakan pakaian batik sebagai dresscode-nya.

Awalnya, beberapa panitia tidak setuju dengan pengenaan dresscode ini, karena dianggap seperti menghadiri acara hajatan.

Namun salah satu panitia bernama Bintang mengatakan bahwa batik itu warisan budaya, bukan warisan orang hajatan, jika perihal batik masih dianggap hajatan, bagaimana warisan budaya akan berkembang?

Mendengar hal tersebut, panitia pun menyetujui dengan penggunaan pakaian batik sebagai dresscode di acara ini.

Menanggapi hal tersebut salah satu panitia pun ikut menambahkan argumennya “Baju batik yang bukan hanya sekadar warisan budaya, tetapi juga dapat dijadikan fashion yang tak kalah keren jika kita sandingkan dengan zaman modern pada saat ini. 

"Tentunya kita sebagai generasi muda mempunyai peran utama dalam perkembangan segala warisan budaya nenek moyang kita,” ujar Sherly saat rapat panitia berlangsung.

Usulan tersebut menjadikan pola pikir baru bagi kita semua bahwa batik dapat bersanding dengan kehidupan kita di zaman yang serba modern ini, tanpa menunggu adanya acara tertentu. (Eva)

Jumat, 12 Maret 2021

Penyandang Tuna Netra, Carlan Berhasil Menyelesaikan Jenjang Pendidikan S3 di IAIN SNJ Cirebon



FOKUS CIREBON, FC- Carlan, seorang penyandang tunanetra berhasil menyelesaikan jenjang pendidikan S3-nya di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon. Calon doktor pertama jebolan kampus setempat ini pun telah menjalani sidang terbuka, Jumat (12/3/2021).

Program studi yang diambil Carlan untuk menyelesaikan S3-nya, yakni Pendidikan Agama Islam. Carlan dicecar pertanyaan dan sanggahan atas presentasinya oleh 9 penguji. Di antaranya, Prof Dr H Abdurrachman Mas’ud MA dan Prof Dr H A Aziz Fachrurrozi MA yang bertindak sebagai penguji II.

Sebelumnya, Carlan menjalani sidang tertutup pada Senin (25/3/2021) lalu. Dalam kesempatan itu, Carlan diuji oleh penguji internal, yaitu Prof Dr H Adang Djumhur MAg dan Prof Dr H Jamali, serta diuji oleh penguji eksternal, yaitu Prof Dr H Abdurrahman Mas’ud MA melalui zoom.

Saat sidang tertutup itu, disaksikan oleh Ketua Sidang, Prof Dr H Dedi Djubaedi MAg dan Sekretaris Sidang, H Didin Nurul Rosidin MA PhD.

Pembimbing utama dalam disertasi yang digarap Carlan yaitu Prof Dr H Cecep Sumarna MAg, Prof Dr H Dedi Djubaedi MAg (Direktur Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon) sebagai Pembimbing 1 dan Dr Siti Fatimah MHum sebagai pembimbing 2.

Dia memulai bimbingan sejak semester 1 secara informal. Hasil bimbingan itu dia rekam dalam memori kemudian ditulis ulang oleh orang dekatnya.

Disertasi Carlan mengangkat tema keberagaman dengan judul “Implementasi Model Pendidikan Nilai Multikultural dalam Membentuk Sikap Keberagaman Masyarakat (Studi Kasus di Cigugur Kabupaten Kuningan Jawa Barat). (Nur)

Empat Tenaga Pendidik Di Lingkungan IAIN Cirebon Dilantik Menempati Jabatan JFT



FOKUS CIREBON, FC- IAIN Syekh Nurjati Cirebon kembali melantik 4 tenaga pendidiknya untuk menempati Jabatan Fungsional Tertentu (JFT), Jumat (5/3/2021).

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg mengungkapkan, dilantikn Jabatan KFTya 4 pejabat tersebut diharapkan dapat menjadi energi baru dalam proses transformasi dari IAIN menjadi Universitas Islam Negeri (UIN).

“Saya ucapkan selamat. Namun amanah ini tentu akan semakin berat dari tugas sebelumnya, karena kita sudah menaiki tangga,” ujarnya Sumanta.

Di sisin lain, lanjut Rektor Sumanta, harus tetap bersyukur karena selama ini telah diberikan kekuatan fisik maupun mental. Serta, dari sisi waktu pun harus bersabar hingga kesempatan ini datang.

“Pengabdian yang panjang ini merupakan usaha kita bersama dan semoga dapat terus melaju sampai ke tahap berikutnya,” katanya.

Dia berpesan, kepada para pejabat yang dilantik tersebut agar dapat melaksanakan tugas dengan rasa tanggung jawab sebagaimana yang telah diucapkan saat pelantikan.

“Tanggung jawab tersebut untuk melayani kepada mahasiswa dan memberikan pembelajaran atau transfer of knowlage kepada peserta didik,” jelasnya.

Selain itu, imbuh Sumanta, mereka pun harus dapat melayani mahasiswa secara administrasi. Sehingga, proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan bisa melahirkan generasi baru penerus bangsa ini.

“Pendidik itu harus berorientasi pada yang sebelumnya tidak ada menjadi ada, yang tidak baik menjadi baik, yang belum unggul menjadi unggul. Itulah tugas kita yang tentunya harus dilaksanakan sesuai regulasi yang ada,” tandasnya. (Nur)

Kamis, 11 Maret 2021

"Smart Campus” Ikut Mendorong Percepatan Transformasi Kelembagaan IAIN Cirebon Menjadi Kampus Siber


FOKUS CIREBON, FC- Proses transformasi kelembagaan Intitut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menjadi Universitas Islam Siber Syekh Nurjati Indonesia memang membutuhkan banyak hal perubahan yang harus dilakukan pihak kampus. 


Berbeda dengan IAIN Cirebon, kampus yang berada di Jalan Perjuangan, Kota Cirebon ini sudah sejak tahun 2015 lalu memersiapkan diri melakukan berbagai pembenahan. Hal itu ditandai dengan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan mutu akademik melalui program “Smart Campus”.

Perubahan juga diikuti secara berkelanjutan pada aspek  manajemen, program doktoral, lektor, fasilitas belajar, mutu akademik, guru besar, peningkatan akreditasi, juga penyediaan lokasi yang akan dibangun sejumlah prodi dan fakultas untuk pengembangan kampus.

Hal ini dinyatakan Dekan Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr Hajam MAg seputar keberadaan “Smart Campus” yang sudah berjalan sejak tahun 2015. Bahkan, saat ini proses pembelajaran di Prodi Bahasa dan Sastra Arab fakultas tersebut telah diperkuat dengan penggunaan aplikasi e-Learning Managemen System (LMS) yang sudah berjalan 1 tahun, tepatnya sejak tahun 2020.

Menurut Hajam, pembuatan aplikasi LMS ini tidak dapat meninggalkan jejak awal yang merupakan rintisan Ketua LPM IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr Kartimi MPd yang telah menyadari penggunaan teknologi dalam peningkatan kualitas pendidikan di masa yang akan datang.

Namun, lanjut dia, secara kebetulan pada tahun 2020 terjadi pandemi Covid-19 yang mengharuskan kegiatan perkuliahan secara daring. Sehingga, aplikasi LMS ini sangat tepat untuk menyiasati proses perkuliahan di masa tersebut.

Hajam memaparkan, ada sejumlah tahapan yang dibangun melalui proses peningkatan mutu yang berkelanjutan. Proses tersebut diawali dengan visitasi ISO. Pada konteks ini, Tim Asesor ISO merekomendasikan adanya suatu aplikasi yang dapat menunjang kegiatan perkuliahan.

Diungkapkan, rekomendasi tersebut kemudian segera ditindaklanjuti oleh kampus dengan meluncurkan LMS yang dikoordinasikan Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD). Hal itu seperti gayung bersambut, LMS pun berjalan dengan dinahkodai oleh Program Studi (Prodi) Bahasa dan Sastra Arab (BSA). 

“LMS sudah berjalan baik di BSA, baik itu untuk perkuliahan maupun info-info lainnya. LMS juga sangat mendukung dengan bertepatannya IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi Universitas Islam Siber Syekh Nurjati Indonesia dan ini pertama di Indonesia. Apalagi SDM yang kami miliki, baik tenaga IT maupun SDM sudah sangat mumpuni, sehingga program Smart Campus sudah sangat siap termasuk menjadi kampus islam siber,” terang Hajam.

Kendati demikian, kata Hajam, masih ada sejumlah kendala yang membutuhkan dukungan untuk peningkatan pelayanan. Seperti terkendalanya server yang masih satu pintu. 

Pasalnya, ungkap dia, idealnya setiap fakultas harus suah memiliki server masing-masing, sehingga program LMS dapat berjalan dengan lebih baik. 

“Saat ini server yang ada di PTIPD merupakan sarana lama yang pengadaannya dilakukan pada tahun 2011 sehingga perlu dilakukan peremajaan. Bisa kita bayangkan, server pengadaan tahun 2011 harus digunakan secara berkelanjutan untuk menopang semua kebutuhan lembaga, ditambah dengan perubahan status kelembagaan IAIN Cirebon menjadi kampus islam siber, tentu ini bisa menjadi pekerjaan rumah tersendiri,” paparnya.

Hajam menegaskan, persoalan ini penting untuk segera dicarikan jalan keluar oleh lembaga. Pasalnya, jika melihat SDM dan tenaga IT yang dimiliki IAIN Syekh Nurjati tidak ada persoalan, semuanya sudah sangat baik dan mumpuni. Bahkan, yang dapat menerapkan LMS ini pun adalah prodi yang harus terakreditasi A.

Selanjutnya, papar dia, kendala lainnya adalah perlu adanya sosialisasi dan pelatihan serta pembinaan kepada mahasiswa. Bahkan, kata Hajam, juga kepada tenaga pengelola di masing-masing jurusan.

“Pada perkembangan berikutnya, kita inginkan kampus siber yang saat ini menjadi pilot project-nya adalah Prodi PAI, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK). Ke depan dengan tenaga IT dan SDM yang kita miliki bisa merata ke semua fakultas dan prodi-prodi yang ada di Universitas Islam Siber Syekh Nurjati Indonesia,” tandasnya. (din)

Dr H Saefudin Zuhri M.Ag : Pasca Visitasi Ini Transformasi UISSI Sudah Dekat

Wakil Rektor I, Bidang Akademik, Dr H Saefudin Zuhri M.Ag


FOKUS CIREBON, FC - Tim Asesor Kemenag RI yang datang ke kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon dalam rangka visitasi disambut hangat dan gembira oleh para unsur pimpinan, Selasa (9/3/2021).

Wakil Rektor I, Bidang Akademik, Dr H Saefudin Zuhri M.Ag bahwa sejak presentasi proposoal perubahan kelembagaan itu, dan setelah dinyatakan bahwa kita sudah memenuhi persyaratan administrasi akademik dan kelengkapan yang lainnya di Jakarta tahun 2020, maka sejak itu langkah selanjutnya adalah visitasi.

Menurutnya, bahwa ini merupakan visitasi yang pertama oleh Assesor dan kemudian disusul visitasi kedia dari PAN-RB dan visitasi ketiga nanti dari Setneg RI. Karena nanti perubahan lembaga itu ujungnya adalah dalam bentuk Peraturan Presiden, perubahan dari IAIN menjadi Universitas.

"Saat ini kita sudah siapkan semuanya, karena visitasi ini kan mengecek kesesuaian dokumen dengan di lapangan. Contohnya jumlah guru besar, kemudian jumlah Prodi A, jumlah Prodi, jumlah mahasiswa, jumlah luas tanah, jumlah Doktor, jumlah Lektor, kemudian kelengkapan dan fasilitas lainnya," jelasnya.

Saefudin Zuhri juga menjelaskan bahwa transformasinya langsung tidak menjadi UIN tapi menjadi Univeritas Islam Siber Syekh Nurjati Indonesia, satu-satunya di Indonesia.

"Jadi kita punya dua mandat, satu Universitas dan yang kedua adalah melaksanakan sistem akademik, sistem kuliah perguruan tinggi berbasis siber," tuturnya.

Warek 1 ini juga meyakini bahwa konversi IAIN ke UIN atau UISSI akan membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat Jawa Barat. Mengingat UIN Syekh Nurjati akan memiliki kampus di Kabupaten Cirebon dan Indramayu, selain yang saat ini di Kota Cirebon.

Selain itu hadirnya beberapa Fakultas dan Program Studi baru mampu menjawab kebutuhan masyarakat dengan diferensiasi bakat dan kecenderungan.

“Beberapa Fakultas dan Program Studi baru yang akan diluncurkan berbasis pada bidang keilmuan sains dan teknologi, ilmu sosial humaniora, psikologi dan kesehatan, komunikasi, kelautan dan perhutanan,” tambah Saefudin. 

Maka demikian, kata Saefudin, harapan pasca kedatangan tim asesor ini, jelasnya, dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi kami untuk senantiasa meningkatkan dan mengembangkan mutu akademik dan kelembagaan agar kemudian bisa sesuai dengan nama besar yang diusung lembaga ini, yakni Syekh Nurjati Cirebon. (din)

Rabu, 10 Maret 2021

Tingkatkan PAD, DPRD dan Pengusaha Sepakati Raperda Retribusi Jasa Usaha Berdasarkan Nominal

Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon, Ir H Watid Sahriar MBA


FOKUS CIREBON, FC - Upaya meningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), anggota DPRD terus membuka terobosan-terobosan kualitatif melalui kinerja.

Seperti yang dilakukan Komisi II DPRD, bersama Tim Asistensi Pemerintah Kota Cirebon langsung menggandeng pemilik kapal di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan menyepakati tarif retribusi dalam Raperda tentang Retribusi Jasa Usaha berdasarkan nominal, bukan menggunakan persentase.

Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon, Ir H Watid Sahriar MBA menyatakan, semua sudah sepakat terkait tarif retribusi dalam Raperda tentang Retribusi Jasa Usaha berdasarkan nominal, bukan menggunakan persentase.

"TPI Kejawanan ini kan lelangnya tertutup, tarifnya satu persen. Kita hanya mengubah persentase jadi nominal. Hasilnya (tarif yang dikenakan) sama, tidak jauh dari satu persen,” kata Watid seusai rapat di Griya Sawala DPRD, Rabu (10/3/2021).

Watid menjelaskan, perubahan tarif berdasarkan persentase menjadi nominal merupakan hasil dari evaluasi Pemprov Jawa Barat. Sebelumnya tarif retribusi untuk pelelangan ikan di TPI PPN Kejawanan menggunakan persentase, yakni satu persen dari harga pelelangan.

"Dalam Raperda Tentang Retribusi Jasa Usaha itu tercantum tabel tarif retribusi yang harus dibayar pengusaha atau pemilik kapal. Semisal, harga ikan yang dilelang per kilogramnya Rp10 ribu, maka tarif retibusinya Rp100," jelasnya.

Untuk rentang harga ikan Rp10 ribu hingga lebih Rp20 ribu per kilogramnya, katanya, maka tarif retribusinya menggunakan harga tertinggi, yakni Rp200. Begitu pun selanjutnya. Perubahan tarif retribusi itu dilakukan dalam rentang harga Rp10 ribu per kilogramnya.

“Untuk harga ikan mengacu pada data yang ada di PPN Kejawanan. Kami percaya betul PPN setiap hari melaporkan hasil pelelangan ikan ke pusat,” jelasnya.

Dijelaskan, agar kas daerah yang masuk lebih tertib, maka proses pembayaran retribusi disetorkan langsung oleh pengusaha ke kas daerah. Pihak eksekutif akan membuat rekening pembayaran khusus retribusi pelelangan ikan di TPI PPN Kejawanan.

Sementara itu, perwakilan pemilik kapal, Ramlan Pandopotan mengatakan, pengusaha menyepakati Raperda Tentang Retribusi Jasa Usaha. Ia berharap dengan adanya perda tersebut bisa meningkatkan pendapat asli daerah (PAD).

“Akhirnya ada kesepakatan. Tentu kita ingin melakukan aktivitas usaha yang sesuai aturan hukum. Supaya kami tenang. Soal sinkronisasi harga ikan yang digunakan perlu ada kepastian lagi. Selama ini kita menggunakan yang ada di PPN,” kata Ramlan Pandopotan.

Sementara itu, Kepala PPN Kejawanan, Bagus Oktori Sutrisno mengatakan, pihaknya akan mendukung Pemkot Cirebon untuk meningkatkan PAD. Ia menjamin akan menyuplai data-data yang dibutuhkan Pemkot Cirebon, salah satunya soal harga ikan.

“Setiap hari kami melaporkan produksi, harga ikan, dan lainnya ke pusat. Dokumen yang kami punya, saya jamin dokumen valid,” kata Bagus. (din)

Selasa, 09 Maret 2021

Belum UIN, IAIN Cirebon Sudah Punya Mahad

Ma'jad Al Jami'ah milik IAIN Syekh Nurjati Cirebon


FOKUS CIREBON, FC- IAIN Syekh Nurjati Cirebon tengah berproses dalam transformasi kelembagaan memuju  Universitas Islam Negeri (UIN). Kendati begitu, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Cirebon sudah memiliki ma’had al-jami’ah.

Sejarah berdirinya ma’had al-jami’ah di kampus negeri Islam ini sudah ada sejak masih berstatus Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Cirebon, yaitu tepatnya pada tahun 2007 dan 2008. Gedung mahad tersebut didapat dari program Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) RI dua tahun berturut-turut.

Program unggulan di Ma’had Al-Jami’ah IAIN Syekh Nurjati Cirebon ini, salah satunya yaitu menerapkan pembelajaran secara online yang bernama santri virtual. Proses pembelajarannya melalui rekaman, video call, zoom meeting, dan lainnya, termasuk ujian dengan memanfaatkan tekonologi komunikasi yang terus berkembang.

Direktur Ma’had Al-Jami’ah IAIN Syekh Nurjati Cirebon, H Amir MAg menjelaskan, dalam pelaksanaan program tersebut, ma’had al-jami’ah kampus ini telah dilengkapi berbagai fasilitas, baik jaringan internet dan tenaga pengajar yang memadai serta sejumlah fasilitas lainnya.

“Kalau fasilitas kita sudah dilengkapi dengan wifi yang memadai. Namun memang kita agak sedikit terkendala dengan jumlah komputer yang masih terbatas. Untuk itu, kita berharap ada peningkatan jumlah perangkat computer demi mengoptimalkan pembelajaran santri virtual tersebut,” paparnya, Selasa (9/3/2021).

Dia memaparkan, pembelajaran yang dilaksanakan di  Ma’had Al-Jami’ah IAIN Syekh Nurjati Cirebon ini tidak hanya melalui virtual, tapi juga ada yang pembelajarannya secara tatap muka langsung di mahad maupun di pondok-pondok pesantren yang ada di wilayah Cirebon. Hal itu mengingat kapasitas gedung Ma’had Al-Jami’ah IAIN Syekh Nurjati Cirebon terbatas, hanya mampu menampung sekitar 20 persen saja dari jumlah mahasiswa baru.

Untuk itu, kata Amir, pihaknya pun menjalin kemitraan dengan pondok-pondok pesantren untuk mengakomodir mahasiswa yang tidak tertampung di gedung Ma’had Al-Jami’ah IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Dengan cara seperti itu, lanjut dia, selain dapat mengakomodir seluruh mahasiswa untuk mendapat pendidikan agama secara maksimal, juga dapat meningkatkan jumlah santri di pesantren-pesantren di wilayah Cirebon.

“Walaupun mereka mendapatkan pendidikan di pesantren yang berada di luar kampus, namun persyaratan dan standar kelulusan, yaitu baik dari nilai minimum dan syarat-syarat lainnya itu harus sesuai dengan standar yang ada di Ma’had Al-Jami’ah IAIN Syekh Nurjati Cirebon,” paparnya.

Karena, ungkap Amir, pihaknya ingin menciptakan mahasiswa lulusan IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang spesial, yaitu tidak hanya matang secara keilmuan atau keagamaan saja, tetapi juga gabungan dari keduanya sehingga dapat menciptakan muslim yang spesial.

“Keilmuan yang ada di ma’had (IAIN Syekh Nurjati Cirebon) pun memang diciptakan untuk menciptakan alumni yang profesional di bidangnya masing-masing dengan mengintegrasikan keilmuan mereka sesuai jurusannya masing-masing,” tutur Amir.

Saat ini, terang dia, kegiatan pembelajaran di Ma’had Al-Jami’ah IAIN Syekh Nurjati Cirebon dilaksanakan selama dua semester. Namun dia menginginkan pembelajaran di mahad tersebut dapat dilaksanakan selama mahasiswa tersebut tercatat sebagai mahasiswa di kampus ini.

“Jadi metodenya begini, kalau untuk semester satu sampai dua itu namanya intensif. Namun untuk semester tiga sampai lulus itu namanya pengayaan. Kalau semester satu sampai semester dua itu wajib, tapi kalau semester tiga sampai lulus itu sifatnya pilihan,” terangnya.

Dengan berbagai program yang telah dicanangkan demi peningkatan kualitas lulusan IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang spesial tersebut, Amir mengaku masih mengalami sejumlah kendala, seperti anggaran, infrastruktur, dan tenaga pengajar di mahad.

“Kalau anggaran untuk mahasiswa semester satu sampai semester dua sudah dianggarkan, tapi kalau semester 3 sampai lulus itu belum. Kapasitas gedung juga memang belum bisa menampung seluruh mahasiswa baru. Kemudian kondisi gedung sudah mengalami sejumlah kerusakan, terutama di bagian atas, kalau hujan bocor, dan kalau panas kepanasan. Sumber air yang ada di gedung kita juga belum maksimal yang sering menyulitkan mahasiswa,” pungkasnya. (din)

Watimpres Agung Laksono Apresiasi Proses Vaksinasi di Kabupaten Cirebon

Dewan Pertimbangan Presiden RI, Agung Laksono bersama Bupati Cirebon, H Imron M.Ag dalam pelaksanaan vaksinasi unruk pelayanan publik yang dilakukan Pemkab Cirebon, Selasa (9/3/2021).

FOKUS CIREBON, FC - Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) Agung Laksono mengapresiasi pelaksanaan vaksinasi untuk pelayanan publik yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Cirebon.  

Menurutnya, pelaksanaan vaksinasi tersebut sudah mematuhi protokol kesehatan Covid-19 yang telah ditentukan. 

"Tadi saya lihat proses cukup tertib mulai dari antrean, pendaftaran, skrining, tempat vaksinasi dan obeservasi sudah sesuai. Ini sudah cukup bagus," kata Agung di sela-sela kunjungannya di GOR Sumber Kabupaten Cirebon, Selasa (9/3/2021).

Agung mengatakan, vaksinasi ini merupakan program pemerintah untuk menyelamatkan dan membentengi masyarakat Indonesia dari bahaya Covid-19. 

"Jadi pemerintah memberikan vaksinasi untuk  seluruh masyarakat Indonesia untuk 190 juta orang sehingga ada total kurang lebih 380 juta vaksin yang harus di berikan kepada masyarakat," kata politisi senior Partai Golkar, Agung Laksono. 

Ia pun mengungkapkan, Pemerintah RI melalui Presiden Joko Widodo menargetkan, penyuntikan Vaksinasi untuk masyarakat Indonesia 1 juta vaksin setiap harinya. 

"Karena dengan keterbatasan vaksin per hari hanya kurang lebih 200 ribu vaksin yang sudah diberikan kepada masyarakat Indonesia," kata Agung. 

Selain itu, kata Agung, di Kabupaten Cirebon sendiri rata-rata pemberian vaksinasi antara 1.000 sampai 1.500 setiap harinya. 

"Ke depan kalau vaksinnya ada dan nakesnya cukup bisa ditingkatkan 3.000 smapai 5.000 vaksin tiap hari, karena lebih cepat lebih baik," tambahnya. 

Disinggung tentang masalah perekonomian di masa pandemi Covid-19 ini, Agung mengatakan, optimistis perekonomian kembali bangkit. Bahkan, menurutnya Indonesia lebih baik dari negara-negara asia tenggara. 

"Untuk pemulihan perekonomian negara kebetulan penanggungjawabnya Pak Erlangga, kami sering berdiskusi. Beliau optimistis perekonomian kita akan berkembang di masa pendemi ini. Hanya saja ada minusnya kita hanya 2 persen dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia, Singapura sampai 12 persen, sehingga kita lebih baik," katanya.

Sementara itu, Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag mengatakan, kedatangan Watimpres ini untuk mengetahui bagaimana proses vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat di Kabupaten Cirebon. 

"Alhamdulillah proses vaksinasi ini berjalan dengan baik, dan sesuai prosuder yang ada" katanya. 

Imron menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Cirebon telah mendapatkan tambahan vaksinasi untuk tingkat kecamatan. 

"Semalam ada 24 ribu vaksin sudah datang dan itu dialokasikan untuk masyarakat tingkat kecamatan," katanya. 

Imron menuturkan, pihaknya meminta Dinas Kesehatan untuk mendata lokasi yang akan dijadikan tempat vaksinasi di tingkat kecamatan. 

"Saya menginginkan lokasi vaksinasi tingkat kecamatan lokasinya besar seperti GOR, sekolah dan lainnya sehingga untuk meminimalisir adanya kerumunan," katanya. (din)

Menuju UISSI, Tim Asesor Visitasi Kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Tim Asesor Visitasi Transformasi Kelembagaan Kemenag RI bersama Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan para Warek serta Pimpinan PT IAIN Cirebon lainnya, dalam acara Pembukaan kegiatan visitasi, Selasa (9/3/2021), di Ruang Rektorat, kampus setempat. (din)


FOKUS CIREBON, (FC) -
Proses transformasi kelembagaan dari  IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi Universitas Islam berbasis siber mulai berjalan. Hal itu ditandai dengan dimulainya visitasi yang dilakukan tim asesor yang berkunjung ke kampus IAIN Cirebon, Selasa, (9/3/2021).

Tim Asesor Visitasi Transformasi Kelembagaan, Prof Dr H Dede Rosada MA dan Dr H Nur Arifin M.Pd disambut para pimpinan, mulai dari Rektor IAIN Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim M.Ag,  para Wakil Rektor, Kabiro AUAK, serta sejumlah pejabat tinggi lainnya di Ruang Rektorat IAIN SNJ Cirebon, Lantai 2, kampus setempat.

Tim Asesor Visitasi Transformasi Kelembagaan Kemenag RI, Prof Dr H Dede Rosada MA kepada fokuscirebon.com mengatakan, bahwa kunjungan tim asesor ini untuk melihat dan mengakses tentang kesiapan IAIN Syekh Nurjati Cirebon untuk menjadi UIN.


Dalam kunjungan ini, tentu ada sejumlah agenda yang akan kita akses dan lihat penyesuaiannya, termasuk cek   lapangan, intinya semua aspek tentang universitas.

"Ya, seperti kesiapan infrastruktur, ketersediaan lahan, SDM, manajemen, akses mahasiswa, dan trend pendaftar mahasiswa setiap tahun perkembangannya seperti apa, intinya semua aspek tentang universitas," terangnya.

Prof Dr H Dede Rosada MA juga menegaskan bahwa kedepan semua ini prosesnya akan lebih berkembang  setelah menjadi UIN. Sehingga diharapkan nanti ada kemajuan yang lebih pesat, dan dengan adanya visitasi ini, lanjutnya, menjadi daya dorong dalam percepatan transformasi kelembagaan tersebut.

"Ya, dengan kedatangan tim asesor ini, pihak IAIN Cirebon sudah menunjukkan data statistik yang benar, tinggal nanti kita lihat lapangannya seperti apa," katanya, yang akan berada di IAIN Cirebon untuk kegiatan visitasi selama tiga hari kedepan.

Sementara itu, Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr Hj Kartimi M.Pd, mengucapkan rasa syukurnya bahwa IAIN Syekh Nurjati Cirebon dari tanggal 9 hingga 11 Maret 2021 itu dilakukan visitasi transformasi kelembagaan dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi UIN.

Menurut Kartimi, tim asesor sudah ada di Cirebon dan agendanya adalah dari jam 10.00 sampai dengan jam 12.00 WIB adalah acara pembukaan, kemudian pasca duhur dilakukan pengecekan fisik di lapangan, lalu pada tanggal 10 Maret 2021 melakukan review dokumen dan pada hari terakhir nanti penyusun dokumen hasil-hasilnya laporannya. Pihaknya jyga sudah menyiapkan seluruh visitasi ini, baik dari pimpinan maupun civitas akademika.

Dijelaskan, agenda penting visitasi ini adalah memverifikasi laporan dengan keadaan yang sesungguhnya. Jadi apakah yang diusulkan dalam proposal itu sesuai tidak dengan kondisi yang sesungguhnya.

"Alhamdulillah, IAIN Cirebon sudah mempersiapkan semuanya, karena secara penilaian itu sudah lolos menjadi UIN, karena kita baik dari jumlah Profesor, jumlah mahasiswa, kemudian sarana prasana, baik tanah dan faslitas lainnya sudah sangat memenuhi," jelasnya.

Sementara untuk penilaian pertama akan dilakukan di kampus satu, yakni di jalan Perjuangan, di sini akan dilihat pertama adalah PTIPD nya karena kita akan menuju kampus islam berbasis siber, kemudian laboratoriumnya, terus gedung SBSN, ada FITK, ada FUAD, kemudian ada Mahad, terus Pasca Sarjana dan juga ada gedung lab terpadu. Kemudian akan mengecek juga kampus II dan lainnya.

"Harapan dari visitasi ini adalah terwujudnya perubahan IAIN Cirebon menjadi Universitas dan turunnya SK perubahan kelembagaan tersebut, yakni menjadi Universitas, dan hasil rapat kemarin nama yang diusung adalah Universitas Islam Siber Syekh Nurjati Indonesia," paparnya.

Demikian juga dinyatakan Wakil Rektor 1, Bidang Akademik, Dr H Saefudin Zuhri M.Ag bahwa sejak presentasi proposoal perubahan kelembagaan itu, dan setelah dinyatakan bahwa kita sudah memenuhi persyaratan administrasi akademik san kelengkapan yang lainnya di Jakarta tahun 2020, maka sejak itu langkah selanjutnya adalah visitasi.

Menurutnya, bahwa ini merupakan visitasi yang pertama oleh Assesor dan kemudian disusul visitasi kedia dari PAN-RB dan visitasi ketiga nanti dari Setneg RI. Karena nanti perubahan lembaga itu ujungnya adalah dalam bentuk Peraturan Presiden, perubahan dari IAIN menjadi Universitas.

"Saat ini kita sudah siapkan semuanya, karena visitasi ini kan mengecek kesesuaian dokumen dengan di lapangan. Contohnya jumlah guru besar, kemudian jumlah Prodi A, jumlah Prodi, jumlah mahasiswa, jumlah luas tanah, jumlah Doktor, jumlah Lektor, kemudian kelengkapan dan fasilitas lainnya," jelasnya.


Wakil Rektor 1 ini juga menjelaskan bahwa transformasinya langsung tidak menjadi UIN tapi menjadi Univeritas Islam Siber Syekh Nurjati Indonesia, satu-satunya di Indonesia.

"Jadi kita punya dua mandat, satu Universitas dan yang kedua adalah melaksanakan sistem akademik, sistem  kuliah perguruan tinggi berbasis siber. Maka harapan pasca kedatangan tim asesor ini dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi kami untuk senantiasa meningkatkan dan mengembangkan mutu akademik dan kelembagaan agar kemudian bisa sesuai dengan nama besar yang diusung lembaga ini, yakni Syekh Nurjati Cirebon," pungkasnya. (Nurudin)

Ajak Siswa Cintai Lingkungan, Wakil Walikota Canangkan Gerakan Sekolah Indah di Taman Sehati

Wakil Walikota Cirebon, Kadisdik Kota Cirebon dan Kepala Sekolah SMPN 7 betsama unsur pendidikan.


FOKUS CIREBON, FC - Canangkan gerakan Sekolah Indah di Taman Sehati, Wakil Wali Kota Cirebon ajak sekolah dan siswa untuk bersama-sama mencintai lingkungan.

“Ini sekolah luar biasa,” ungkap Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj Eti Herawati saat meninjau SMP Negeri 7 Kota Cirebon sekaligus menandatangani prasasti sekolah Indah di Taman Sehati. Bahan-bahan tak terpakai disulap menjadi indah dan dijadikan media tanam. 

Beragam tanaman, termasuk tanaman hidroponik, jamur merang hingga hutan sekolah membuat SMP Negeri 7 Kota Cirebon menjadi lebih hijau. 

Ditambah bunyi gemericik air dari kolam ikan membuat suasana sekolah menjadi lebih nyaman. Keberadaan tempat duduk di tengah-tengah taman yang terbuat dari ban tak terpakai membuat siapa pun betah untuk duduk berlama-lama di tempat tersebut.

“Saya tidak bisa berkata-kata. The best SMP 7,” ungkap Eti.

Di masa pandemi Covid-19 ini Eti meminta agar sekolah maupun siswa tetap bersemangat menjaga lingkungan. 

“Target kita sebenarnya agar anak-anak mencintai lingkungan serta senantiasa menjaga kebersihan,” ungkap Eti. 

Kalaupun setelah itu penghargaan berhasil diraih, maka itu merupakan bonus yang membanggakan.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon, Drs. Irawan Wahyono, S.Pd., M.Pd., menjelaskan pencanangan Sekolah Indah di Taman Sehati memiliki sejumlah dimensi. Yaitu sekolah ramah lingkungan, sekolah berbudaya lingkungan, sekolah ramah anak, sekolah yang menyenangkan, sekolah yang aktif, kreatif dan inovatif. 

“Itu yang merupakan dimensi-dimensi sekolah indah di taman sehati,” ungkap Irawan.

Pencanangan tersebut dilakukan di SMP Negeri 7 Kota Cirebon yang sudah mendapatkan penghargaan Adiwiyata tingkat Provinsi Jabar. 

Pihaknya, lanjut Irawan, akan terus mendorong agar sekolah-sekolah di Kota Cirebon bisa menerapkan Sekolah Indah di Taman Sehati. Sehingga nantinya akan ada pemerataan baik secara kualitas maupun kuantitas. 

“Nantinya anak bisa mendaftar ke sekolah di mana pun. Tidak ada istilah difavoritkan,” ungkap Irawan.

Sementara itu Kepala SMP Negeri 7 Kota Cirebon, Dra. Euis Sulastri, M.Pd., menjelaskan bahwa sekolah yang bersih, indah dan tertata rapi merupakan suatu keharusan. 

“Arahnya untuk memberi pelayanan kepada anak didik agar mereka nyaman dan betah di sekolah,” ungkap Euis. Tidak hanya itu, sekolah juga menjadi nyaman dan indah.

SMP Negeri 7 Kota Cirebon juga telah mendapatkan penghargaan sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Jabar. 

"Sekarang kami mendapatkan lagi kehormatan sebagai sekolah indah di taman sehati. Ini hal luar biasa,” ungkap Euis. 

Selanjutnya Euis berharap SMP Negeri 7 Kota Cirebon bisa menjadi sekolah Adiwiyata tingkat nasional membawa nama Kota Cirebon dan Provinsi Jawa Barat.

Selain mencanangkan Sekolah Indah di Taman Sehati, Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati juga mencoba video conference yang baru diberikan di SD Negeri Pegajahan 1. 

Wakil Wali Kota sempat juga berdialog dengan anak-anak melalui video conference. Video conference merupakan smart class room yang digunakan untuk pembelajaran jarak jauh. Sehingga di masa pandemi Covid-19 ini anak-anak dan guru bisa berinteraksi dan berkomunikasi secara virtual. (din)

Belum UISSI, IAIN SNJ Cirebon Sudah Smart Campus


F
OKUS CIREBON, FC- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon semakin dekat bertransformasi menjadi Universitas Islam Negeri (UIN). Bahkan, terkait transformasi tersebut, kampus keagamaan Islam negeri satu-satunya di wilayah III Cirebon ini pun tengah menjalani proses visitasi, yaitu Selasa-Kamis (9-11/3/2021).

Menariknya, salah satu asesor visitasi tersebut, Prof Dr H Dede Rosyada MAg mengungkapkan, transformasi IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi UIN ini unik. Pasalnya, kata dia, transformasi tersebut tidaknya hanya UIN, tapi juga berbasis siber.

“Memang ada beberapa penilaian terkait kesiapan untuk menjadi UIN, seperti SDM yang kita awasi betul, sistem managemen keuangan, mutu yang khas, dan beberapa aspek lainnya,” kata Prof Dede.

Untuk diketahui, IAIN Syekh Nurjati Cirebon dipercaya oleh Kementerian Agama untuk menjadi Universitas Islam Siber Syekh Nurjati Indonesia (UISSI). Sehingga, proses transformasi di kampus ini tidak saja terkait UIN tetapi juga kampus yang berbasis siber.

Bahkan, sebelum ditunjuknya IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi UISSI, tepatnya sejak tahun 2015 lalu, kampus ini telah menerapkan Smart Campus. Sehingga, berbagai kegiatan yang dilaksanakan di kampus ini, baik pembelajaran maupun aktivitas administrasi lainnya telah menggunakan teknologi informasi.

Pasalnya, sejak saat itu, kampus ini memang telah menyadari penggunaan teknologi di masa yang akan datang akan terus berkembang. Sehingga, IAIN Syekh Nurjati Cirebon pun melakukan inovasi yang memanfaatkan teknologi komunikasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di kampus setempat.

Hal itu pun tentu diikuti dengan perubahan lainnya, seperti aspek manajemen, fasilitas belajar, mutu akademik, peningkatan akreditasi, dan perubahan-perubahan lainnya yang berkelanjutan ke arah yang lebih baik.

Salah satu terobosan yang menarik dari Smart Campus IAIN Syekh Nurjati Cirebon ini yaitu lahirnya aplikasi e-Learning Managemen System (LMS). Aplikasi ini dikembangkan secara khusus untuk mengelola kelas online, mendistribusikan materi pelajaran dan memungkinkan kolaborasi antara mahasiswa dan dosen. LMS IAIN Syekh Nurjati Cirebon berbasis platform Moodle yang dapat memudahkan proses pembelajaran.

Namun, secara kebetulan pada tahun 2020 terjadi pandemi Covid-19 yang mengharuskan kegiatan perkuliahan secara daring. Sehingga, aplikasi LMS ini lahir di saat yang tepat dan IAIN Syekh Nurjati Cirebon telah memiliki perangkat untuk menerapkan perkuliahan di masa pandemi secara virtual.

Bahkan, Dekan Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr Hajam MAg memaparkan, LSM ini pun telah digunakan oleh Prodi Bahasa dan Sastra Arab di fakultas setempat. Hal itu dilakukan dengan melalui sejumlah tahapan yang dibangun untuk peningkatan mutu yang berkelanjutan.

Terkait ini, lanjut Hajam, diawali dengan visitasi ISO. Saat itu, Tim Asesor ISO merekomendasikan adanya suatu aplikasi yang dapat menunjang kegiatan perkuliahan. 

Untuk itu, rekomendasi tersebut kemudian segera dijawab oleh kampus dengan meluncurkan LMS yang dikoordinasikan Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD). Hal itu seperti gayung bersambut, LMS pun berjalan dengan dinahkodai oleh Program Studi (Prodi) Bahasa dan Sastra Arab (BSA).

“LMS sudah berjalan baik di BSA, baik itu untuk perkuliahan maupun info-info lainnya. LMS juga sangat mendukung dengan bertepatannya IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi Universitas Islam Siber Syekh Nurjati Indonesia dan ini pertama di Indonesia. Apalagi SDM yang kami miliki, baik tenaga IT maupun SDM sudah sangat mumpuni, sehingga program Smart Campus sudah sangat siap termasuk menjadi kampus islam siber,” terang Hajam.

Kendati demikian, Hajam menjelaskan, masih ada sejumlah kendala yang membutuhkan dukungan untuk peningkatan pelayanan. Seperti terkendalanya server yang masih satu pintu. Pasalnya, ungkap dia, idealnya setiap fakultas harus suah memiliki server masing-masing, sehingga program LMS dapat berjalan dengan lebih baik.

“Saat ini server yang ada di PTIPD merupakan sarana lama yang pengadaannya dilakukan pada tahun 2011 sehingga perlu dilakukan peremajaan. Bisa kita bayangkan, server pengadaan tahun 2011 harus digunakan secara berkelanjutan untuk menopang semua kebutuhan lembaga, ditambah dengan perubahan status kelembagaan IAIN Cirebon menjadi kampus islam siber, tentu ini bisa menjadi pekerjaan rumah tersendiri,” paparnya.

Hajam menegaskan, persoalan ini penting untuk segera dicarikan jalan keluar oleh lembaga. Pasalnya, jika melihat SDM dan tenaga IT yang dimiliki IAIN Syekh Nurjati tidak ada persoalan, semuanya sudah sangat baik dan mumpuni. Bahkan, yang dapat menerapkan LMS ini pun adalah prodi yang harus terakreditasi A.

Selanjutnya, papar dia, kendala lainnya adalah perlu adanya sosialisasi dan pelatihan serta pembinaan kepada mahasiswa. Bahkan, kata Hajam, juga kepada tenaga pengelola di masing-masing jurusan. (Nur)