Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 23 April 2021

Wakil Gubernur Jabar Bersama Wakil Walikota Cirebon Lakukan Safari Ramadhan Ke Masjid Al Hikmah Nuansa Majasem

Wakil Gubernur Jabar, H. Uu Ruzhanul Ulum, saat melakukan safari Ramadhan 1442 H/2021 didampingi Wakil Wali Kota Cirebon, Hj Eti Herawati di Masjid Al Hikmah RW 15 Nuansa Majasem, Kota Cirebon.

CIREBON, FC – Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) mengajak kepada warga Kota Cirebon untuk kembali berikhtiar, menggerakkan roda-roda perekonomian. 

Hal tersebut diungkapkan Wakil Gubernur Jabar, H. Uu Ruzhanul Ulum, saat melakukan safari Ramadhan 1442 H/2021 yang didampingi oleh Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati di Masjid Al Hikmah RW 15 Nuansa Majasem, Kelurahan Karyamulya, Kecamatan Kesambi, Jumat, 23 April 2021.

“Kehadiran kami disini menunjukkan kebersamaan antara Pemerintah Provinsi Jabar dan Pemerintah Kota Cirebon,” ungkap Uu. 

Kebersamaan tersebut merupakan kekuatan, terutama kekuatan untuk memulihkan perekonomian di Jabar karena terkena dampak pandemi Covid-19. 

Karenanya pada kesempatan itu Uu mengajak kepada seluruh masyarakat Kota Cirebon untuk kembali berikhtiar dengan bekerja di bidangnya masing-masing. “Sehingga roda perekonomian di Jabar bisa kembali bangkit,” harap Uu. 

Uu juga mengaku bersyukur karena penanganan Covid-19 di Kota Cirebon sudah berlangsung dengan baik, sehingga tidak ada lagi zona merah dan oranye di Kota Cirebon. 

Kondisi ini menurut Uu merupakan modal bagi Kota Cirebon untuk kembali bekerja dan berikhtiar untuk menggerakkan roda perekonomian.  

Pada kesempatan yang sama, Uu juga kembali meminta kepada masyarakat untuk mengikuti anjuran pemerintah pusat untuk tidak mudik dulu tahun ini. 

“Pemerintah Provinsi Jabar akan mengikuti arahan dari pemerintah pusat dengan cara membangun 133 posko penyekatan di perbatasan,” ungkap Uu. 

Larangan mudik pada lebaran 2021  memiliki tujuan yang baik, yaitu mencegah penyebaran Covid-19 di Indonesia, termasuk di Jawa Barat. 

Sementara itu, Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati, menghaturkan terima kasih kepada Pemprov Jabar yang memiliki perhatian khusus kepada Pemda Kota Cirebon.

“Sebelumnya Pak Wagub sudah datang, kita sama-sama berkunjung ke pesantren di Argasunya,” ungkap Eti.

Beberapa hari lalu, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, juga datang untuk meresmikan Alun-alun Kejaksan dan Creative Center. 

“Ini menunjukkan perhatian yang luar biasa dari Pemprov Jabar kepada Kota Cirebon,” ungkap Eti. 

Pada kesempatan itu, Eti juga menyatakan bahwa Pemda Kota Cirebon bertekad untuk menyukseskan program Jabar Juara. 


“Pembangunan yang dilakukan di Kota Cirebon juga bertujuan untuk membahagiakan warga kami,” ungkap Eti. 

Dengan warga yang bahagia, maka pembangunan juga bisa berjalan dengan baik.

Creative Center Dapat Memacu Pelaku industri Kreatif di Kota Cirebon


CIREBON, FC– Revitalisasi alun-alun dan pembangunan Creative Center merupakan cara Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil untuk menaikkan kualitas peradaban. 


Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon juga berkomitmen menjadikan industri kreatif sebagai salah satu daya tarik wisatawan berkunjung. 

“Saya memang jor-jor an membangun dua hal, alun-alun dan creative center,” ungkap Gubernur Jabar, H. Mochamad Ridwan Kamil, ST., MUD. 

Bagi Kang Emil, panggilan akrab Ridwan Kamil, pembangunan kedua tempat tersebut merupakan cara untuk menaikkan kualitas peradaban bangsa Indonesia. 

Alun-alun, lanjut Kang Emil, bisa menjadi ruang demokrasi, yang kaya dan miskin bisa datang ke tempat yang sama, tempat menyampaikan pendapat, kesenian, ekonomi dan lainnya. 

“Masyarakat yang sebelumnya tidak datang menjadi datang, yang dulunya diam menjadi terinspirasi,” ungkap Kang Emil. 

Sedangkan gedung Creative Center merupakan wadah bagi anak-anak muda di Ciayumajakuning untuk berekspresi. 

“Kalau ingin menghancurkan sebuah bangsa, hancurkan pemudanya dengan narkoba, berita hoax dan konten negatif ,” ungkap Kang Emil. 

Untuk itu gedung Creative Center sangat dibutuhkan sebagai sarana berekspresi anak-anak muda untuk menghasilkan industri kreatif di wilayah Ciayumajakuning. 

“Perjuangan untuk sampai dengan hari ini tidaklah mudah,” ungkap Kang Emil.

Seiring dengan ketiadaan fungsi  Bakorwil, gedung negara menjadi sepi. Tak ingin terbengkalai, setelah melakukan istikharah, maka gedung negara harus dimanfaatkan untuk warga Ciayumajakuning. 

Kang Emil juga mengungkapkan keharuannya karena yang menjadi arsitek  Creative Center merupakan guru dan seniornya, Ahmad Djuhara, yang telah meninggal karena terpapar Covid-19 di awal April tahun lalu. 

“Untuk itu saya akan memberi nama ruang kreatif Ahmad Djuhara,” ungkap Kang Emil. 

Ahmad Djuhara merupakan orang yang kreatif dan Kang Emil berharap bisa menularkan semangat kreativitas generasi muda di Ciayumajakuning. 

“Saran saya, berikan juga tempat untuk selfi di sini. Halaman belakang masih luas,” ungkap Kang Emil. 

Sementara itu Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH., menjelaskan pandemi Covid-19 telah berdampak pada semua sektor kehidupan. “Termasuk sektor pariwisata,” ungkap Azis.

Banyak pelaku industri pariwisata yang harus gulung tikar karena tidak mampu bertahan. 

Selain itu, banyak pula SDM pada bidang industri pariwisata yang harus kehilangan pekerjaan karena tempat bekerjanya berhenti beroperasi. 

“Karenanya, kami merasa sangat terhormat  dan sangat berterima kasih saat kota kami dipilih menjadi salah satu kota di Jabar yang mendapatkan pembangunan creative center dari Pemprov Jabar,” ungkap Azis. 

Keberadaannya diyakini Azis mampu mengakselerasi pengembangan industri kreatif di Kota Cirebon. 

Pemda Kota Cirebon juga berkomitmen untuk memfungsikan Creative Center ini semaksimal mungkin. Sehingga Kota Cirebon dapat menjadi kota yang kreatif dan menjadikan industri kreatif sebagai salah satu daya tarik wisatawan berkunjung ke Kota Cirebon. 

“Besar harapan saya, peresmian Creative Center dapat memacu pelaku industri kreatif di Kota Cirebon untuk terus mengembangkan kreativitas mereka,” harap Azis. 

Sehingga pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Kota Cirebon bisa meningkat. Ini juga selaras dengan visi dan misi Pemda Kota Cirebon, yaitu menjadikan Kota Cirebon sebagai kota kreatif berbasis budaya dan sejarah. 

Sementara itu Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jabar, Boy Iman Nugraha, ST.menjelaskan pembangunan creative center selama dua tahun yaitu 2019 dan 2020 sebenarnya dianggarkan Rp16 miliar.

“Namun baru terlaksana Rp5,2 miliar,” ungkap Boy.

Pembangunan Creative Center juga merupakan program strategis dari Gubernur Jabar, Ridwan Kamil dengan tujuan untuk meningkatkan nilai kreativitas di wilayah Ciayumajakuning. 

Yaitu dengan menyediakan ruang workshop, galeri, ruang pamer, studio dan ruang interaksi serta kolaborasi pelaku kegiatan dan industri kreatif di wilayah Ciayumajakuning. 

“Sehingga diharapkan menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi di wilayah Ciayumajakuning,” ungkap Boy. (Agus)

Kamis, 22 April 2021

Berdoa Keselamatan, IAIN Syekh Nurjati Cirebon Gelar Istighosah Virtual


CIREBON, FC - Upaya pencegahan sekaligus dijauhkan dari virus Covid 19, IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Kamis malam (22/4/2021), menggelar kegiatan istighosah secara virtual.

Istighosah ini digelar sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT yang dilakukan melalui doa dan zikir, dengan tujuan agar seluruh pimpinan, dosen dan karyawan mendapat perlindungan sekaligus dijauhkan dari bahaya pandemi virus corona.

"Ya, ini untuk mendoakan  kesembuhan pimpinan, dosen dan karyawan dari virus Covid 19 dan kita semua selalu mendapat perlindungan dari Allah SWT," ujar Paranata Humas IAIN Syekh Nurjati Cirebon, H Muhamad Arifin M.PdI.

Sementara terkait istighosah, terang Arifin, kegiatannya langsung dipandu oleh Drs KH Amir M.Ag, Direktur Ma'had Al Jami'ah IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan Dr KH Slamet Firdaus MA, Dosen FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan pengantar Dr H Ahmad Yani M.Ag selaku Ketua Satgas Covid 19 IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Arifin juga mengatakan, Istighosah ini dilakukan sebagai wujud ketaqwaan kita kepada Allah SWT, untuk meminta keselamatan dari virus Covid 19.

"Pendemi Covid 19 masih harus terus diwaspadai. Selain penyebarannya sangat signifikan, virus yang tak bisa dilihat mata telanjang ini mampu menyerang siap saja. Maka dengan Istighosah ini diharapakan doa yang kita munajatkan dikabul oleh Allah SWT," kata Arifin.

Arifin juga menjelaskan, Istighosah yang digelar bertepatan dengan malam Jum'at dan masuk di 10 hari kedua di bulan ramadhan, kegiatannya dilaksanakan pada pukul 20.30 WIB usai shalat tarawih. 

Sementara dalam rangkaian istighosah tersebut, kata Arifin, diisi dengan membaca surah yasin, membaca hijb masker rabany serta zikir dan doa.

"Menurut hemat saya sebagai umat beragama, berdoa menjadi bagian yang sangat penting bagi kehidupan kita dan bangsa Indonesia, temasuk bagi keselamatan dan perlindungan keluarga besar di lingkungan IAIN Syekh Nurjati Cirebon," tuturnya.

Sebab berdoa, kata Arifin, sama dengan merupakan ikhtiar batin untuk memohon pertolongan kepada Allah SWT agar kita semua diberikan kekuatan, kesehatan dan keselamatan dalam menerima ujian, cobaan, musibah dan marabahaya termasuk pandemi virus Corona.

Sementara itu, Istighosah yang diikuti oleh seluruh unsur di lingkungan kampus IAIN Cirebon, selain dilakukan secara virtual juga tetap menjalankan protokol kesehatan.


Sementara itu, Ketua Satgas Covid 19 IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr  H Ahmad Yani M.Ag mengucapkan rasa terimakasinya atas partisipasi seluruh keluarga besar IAIN Cirebon hingga terselenggaranya istighosah dengan harapan doa yang dimunajatkan terkabul oleh Allah SWT.

"Kami haturkan kepada segenap Bapak/Ibu Dosen dan Karyawan IAIN Syekh Nurjati Cirebon atas partisipasinya dalam Kegiatan Istighosah Virtual malam ini Untuk kesembuhan Pimpinan dan Keluarga Besar IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang sedang diuji Covid-19. Semoga Allah SWT segera mengangkat wabah Covid-19 dari Pimpinan dan Saudara-saudara kita, dan kita semua terbebas dari wabah ini," harapnya. (din)

Gubernur Jawa Barat Resmikan Alun-alun Kejaksan Kota Cirebon

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil resmikan Alun-alun Kejaksan, Kota Cirebon.

CIREBON, FC – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil resmikan alun-alun Kejaksan, Kota Cirebon. Gubernur juga berpesan agar pemimpin senantiasa membahagiakan warganya. 

“Alun-alun ini sangat istimewa,” ungkap Gubernur Jabar, H. Mochamad Ridwan Kamil, ST, MUD, usai meresmikan Alun-alun Kejaksan. 

Keistimewaan tersebut diantaranya keberadaan Alun-alun Kejaksan bisa menyelesaikan permasalah kemacetan di Kota Cirebon dengan adanya basement atau ruang bawah tanah yang digunakan untuk parkir. Basement Alun-alun Kejaksan mampu menampung sekitar 70 mobil dan 120 motor.

Tidak hanya basement saja, alun-alun Kejaksan juga memiliki dimensi sejarah yang sangat diperhatikan dalam pembangunannya. 

“Termasuk adanya tugu proklamasi ini,” ungkap Kang Emil, begitu biasa gubernur Jabar disapa.

Selanjutnya Kang Emil mempersilahkan kepada warga untuk memanfaatkan Alun-alun Kejaksan dengan baik. “Saya titip jaga kebersihan,” ungkap Kang Emil. 

Selain itu kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cirebon Kang Emil juga berpesan untuk memanjakan tamu yang datang dan gembirakan warganya. 

“Manjakan tamu yang datang dengan fasilitas yang nyaman, manjakan warganya dengan jalan yang lancar, kota yang bersih, jalan kaki yang nyaman, tidak banjir,” ungkap Emil. 

Pada kesempatan yang sama Kang Emil juga mengungkapkan tahun ini revitalisasi alun-alun Kasepuhan juga akan dilakukan. Seiring dengan adanya tol Cipali, pariwisata di Kota Cirebon bisa menyaingi Kota Bandung. 

“Khusus Cirebon kita akan perbanyak hibah bus pariwisata, seperti bandros,” ungkap Emil.

Sementara itu Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH, berharap kedepannya alun-alun Kejaksan sebagai ruang terbuka publik dapat difungsikan sebagai tempat edukasi, interaksi, sosial, berdiskusi dan refreshing.

“Sehingga indeks kebahagiaan warga Kota Cirebon akan meningkat,” ungkap Azis. 

Azis juga mengungkapkan saat perencanaan, terdapat banyak saran yang diantaranya agar alun-alun tetap memiliki fungsi tempat salat id dan menampilkan harmoni antara unsur tradisional dan modern.

“Hingga jadilah alun-alun seperti yang sekarang ini,” ungkap Azis. 

Alun-alun Kejaksan, Kota Cirebon dilengkapi fasilitas lapangan utama dan paviliun upacara sehingga dapat digunakan untuk upacara hari besar nasional dan tempat olahraga, taman yang berisikan tanaman hias dan pohon-pohon tinggi, serta shelter untuk pedagang kaki lima (PKL). 

Selain itu, alun-alun Kejaksan juga memiliki bangunan-bangunan lain untuk menambah fungsi yang telah ada. Seperti gerbang masjid yang menjadikan alun-alun Kejaksan menyatu dengan masjid raya At Taqwa, basement yang berfungsi sebagai tempat parkir, gerbang utama yang berbentuk candi Bentar dengan tinggi sekitar 9 meter serta Plaza Memorial.

“Pada Plaza Memorial yang didalamnya terdapat memorial sejarah tugu proklamasi yang ada di Kota Cirebon,” ungkap Azis. 

Selain itu masih ada pula microlibrary yang berfungsi sebagai taman baca dan playground atau tempat bermain anak. 

Sedangkan Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jabar, Boy Iman Nugraha, ST, menjelaskan alun-alun Kejaksan, Kota Cirebon merupakan salah satu program strategis Pemprov Jabar di bawah kepemimpinan Gubernur Ridwan Kamil.

“Dibangun dengan total dana sekitar Rp44 miliar selama dua tahun anggaran yaitu 2019-2020,” ungkap Boy. (Olan)

BRT Trans Cirebon Menjadi Kendaraan Umum Modern Dengan Fasilitas Full AC dan Wi-fi Gratis

Bus Rapid Transit (BRT) Trans Cirebon, menjadi pilihan transportasi baru warga Cirebon (Kota dan Kabupaten Cirebon).


CIREBON, FC –  Bus Rapid Transit (BRT) Trans Cirebon, mulai resmi beroperasi usai dilaunching oleh Wakil Wali Kota Cirebon, Dra Hj. Eti Herawati pada Senin (12/4/2021) lalu.

Sejak itu, Trans Cirebon melayani warga yang ingin merasakan naik kendaraan umum modern tersebut. Dapat disebut modern karena bus ini dilengkapi fasilitas terkini, seperti Wi-Fi gratis dan kamera pemantau (CCTV) serta full AC.

Bahkan, yang lebih menarik minat masyarakat untuk naik bus berwarna biru tersebut, tidak dikenakan tarif sejak hari pertama launching sampai tanggal 25 April 2021 mendatang.

Dilihat dari unggahan media sosial resmi milik pengelola BRT Trans Cirebon @brttranscirebon, antusiasme masyarakat cukup tinggi untuk memanfaatkan transportasi ini. Terlebih di Bulan Ramadan ini, banyak warga yang mengisi waktu menunggu berbuka puasa dengan berkeliling Cirebon naik BRT.

Salah seorang warga yang ditemui saat menikmati perjalanan keliling Cirebon dengan naik BRT, Saeful (28) mengungkapkan, bus ini cukup nyaman, selain fasilitas yang ada di dalam bus, semua yang sudah terjadwal pun berjalan sesuai. 

“Saya naik bus ini dari Halte Kecamatan Kejaksan tepat di jam pemberangkatan 16.01 WIB, saya datang beberapa menit sebelumnya, dan benar bus datang tepat waktu,” ungkapnya.

Diungkapkan Saeful, fasilitas yang tersedia khususnya Wi-Fi gratis sangat bermanfaat untuk mengisi waktu sampai dirinya tiba di tempat tujuan. 

Menurutnya, kecepatan WiFi di BRT terbilang cepat, terlihat dari banyaknya anak-anak yang bermain game online saat naik bus ini dan tidak ada satupun yang mengalami loading. 

“Naik BRT Trans Cirebon di masa pandemi Covid-19 ini, protokol kesehatan juga diterapkan, sebelum naik saya dicek suhu tubuh dan disediakan hand sanitizer di pintu masuk,” katanya.

Terkait masih gratis naik BRT sampai 25 April 2021, Saeful mengungkapkan, di dalam bus petugas pun memberi penjelasan cara pembayaran non tunai apabila masa gratis tersebut selesai. 

“Saya dicontohkan membayar tiket dengan cara non-tunai, harga tiketnya sendiri itu Rp 5000 untuk umum dan Rp 3500 untuk pelajar,” ucapnya.

Tidak hanya pembayaran non-tunai seperti menggunakan OVO, Gopay, Shopee Pay dan sejenisnya melalui QRIS. Naik Trans Cirebon juga bisa bayar tunai.

Terkait kapasitas, di dalam bus keluaran Isuzu ini, bisa masuk 30 orang penumpang untuk sekali jalan, akan tetapi mengingat saat ini masih masa pandemi Covid-19, jadi hanya 50 persen dari jumlah tersebut

Sementara, Sopir BRT yang saat itu bertugas, Robi mengungkapkan, membawa bus ini tidak bisa sembarang menaikkan dan menurunkan penumpang, semua harus di halte yang sudah disediakan.

“Kami ada jadwal tiba di halte, jadi kami tidak bisa naik turunkan penumpang selain di halte,” ungkap pria yang sebelumnya berprofesi sebagai sopir angkutan ekspedisi tersebut.

Menurutnya, bus ini pun berhenti sekitar 1-2 menit di setiap halte, baik ada penumpang yang menunggu ataupun tidak, kecuali di Halte Dukuh Semar, bus berhenti sedikit lama sekitar 15 menit. “Kecepatan pun tidak melebihi 40 km/jam,” ujarnya.

Selain di Kecamatan Kejaksan, halte juga ada di Balai Kelautan, Yos Sudarso, Karang Anom, Dukuh Semar, SMPN 8 dan Monumen Juang.

Saat ini, koridor yang beroperasi yakni koridor satu jalurnya dari Terminal Dukuh Semar – Jalan Pesantren – Jalan Ahmad Yani – Jalan Brigjend Dharsono – Jalan Kedawung – Jalan Pilang Raya – Jalan Slamet Riyadi – Jalan Diponegoro – Jalan Samadikun – Jalan Sisingamangaraja – Jalan Benteng – Jalan Yos Sudarso – Jalan Kesunean – Jalan Kalijaga – Jalan Ahmad Yani (Via bawah) – Jalan Pesantren.

Untuk koridor berikutnya nanti akan ada halte melewati Kabupaten Cirebon, pengelola masih mempersiapkannya.

Diketahui, Wali Kota Cirebon, Drs H. Nashrudin Azis SH mengungkapkan, sudah dua tahun BRT diterima Pemda Kota Cirebon, namun tak kunjung dioperasionalkan.

Bahkan ada sejumlah pihak yang akhirnya menyarankan agar BRT itu dikembalikan lagi. “Tapi masa kita yang minta lalu kita yang mengembalikan,” ungkap Azis. 

Untuk itu pihaknya berupaya dengan segala potensi yang dimiliki agar BRT Trans Cirebon ini bisa beroperasi. 

“Alhamdulillah akhirnya kerjasama hari ini bisa terwujud. Sehingga bisa mengoptimalkan pemanfaatan BRT Trans Cirebon untuk kepentingan masyarakat,” ungkap Azis.

Keberadaan BRT Trans Cirebon diyakini akan membuat Cirebon menjadi kota yang semakin maju. 

“Salah satu ciri kota yang maju yaitu adanya angkutan umum massal seperti bus,” ungkap Azis. 

Selanjutnya jika dalam pengoperasian BRT Trans Cirebon ini ada sejumlah kendala, Azis meminta dinas terkait dan pengelolanya untuk tidak patah semangat. 

“Yang membuat saya bahagia, BRT Trans Cirebon mengoptimalkan pembayaran secara digital dengan melibatkan Bank Indonesia dan BJB,” ungkap Azis. (Nur)

Rabu, 21 April 2021

IAIN Cirebon Ikut Kompetisi IPPBMM Ke VIII di IAIN Sunan Kalijaga Jogyakarta

IAIN Syekh Nurjati Cirebon dalam kanal youtube dalam rangka kompetisi IPPBMM Ke VIII tahun 2021 di IAIN Sunan Kalijaga, Jogyakarta.


CIREBON, FC - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon akan berpartisipasi dalam ajang Invitasi Pekan Pengembangan Bakat dan Minat Mahasiswa (IPPBMM) VIII PTKIN yang akan berlangsung di IAIN Sunan Kalijaga, Jogyakarta, Jawa Tengah.

Pranata Humas IAIN Syekh Nurjati Cirebon, H Muhamad Arifin M.PdI menyatakan bertanding dengan semangat fair play adalah komitmen IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

Menurutnya, pihaknya sudah melakukan seleksi yang ketat, training center, sekaligus pembinaan mental. "Pada prinsipnya persiapan kami sudah maksimal,” ujar Arifin.


Arifin juga menyebut bahwa IAIN Syekh Nurjati Cirebon dalam IPPBMM VIII kali ini bisa berjalan baik dan maksimal. "Ya, kami sudah siap, semoga semua berjalan baik dan maksimal," harapnya.

Terkait kesiapan para kontingen, Arifin menandaskan bahwa para kontingennya sudah diberikan pembekalan mental. Dan Arifin sudah memprediksi bahwa tahun ini, pertandingan antar PTKIN akan berlangsung makin ketat.

"Pada ajang unjuk kebolehan dalam bidang olahraga dan seni tahun ini, IAIN Syekh Nurjati Cirebon  mendelegasikan mahasiswa terbaiknya untuk berpartisipasi dalam event tersebut. Dan kami berharap semoga kita sukses dalam ajang bergengsi ini," paparnya.

Sementara itu, dalam kanal youtube IAIN Syekh Nurjati Cirebon di https://youtube/uYLE5gCqpuI IAIN Cirebon berpartisipasi ikut dalam kompetisi IPPBMM yang ke-8 tahun 2021 di UIN Sunan Kalijaga.


"Kami kontingen IAIN Syekh Nurjati Cirebon cabang VLOG berharap mendapat doa dan support, baik like, komen maupun subscribe pada video tersebut," ujar Arifin. (din)

Sabtu, 17 April 2021

Saling Berbagi di Momen Ramadhan 2021, Disdik Jabar Canangkan Program Rantang Siswa

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dedi Supandi


BANDUNG, FC - Siswa didik di Jabar, baik itu SMA, SMK dan SLB diajak untuk dapat saling berbagi di momen Ramadan 2021 ini. Hal tersebut seiring dengan hadirnya  program 'Rantang Siswa' yang diinisiasi Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar.

Melalui program ini, setiap siswa maupun siswi akan memberikan satu porsi makanan untuk tetangga atau warga yang membutuhkan. 

"Makanan itu bisa buatan rumah atau masakan yang mereka buat sendiri untuk disampaikan kepada tetangga, kolega, teman, anak yatim lansia dan sebagainya. Lalu mereka foto dan kirim ke #rantangsiswa di Instagram," ujar Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dedi Supandi, Sabtu (17/4/2021).

Dedi mengaku, ditargetkan ada 50 ribu rantang yang dapat dibagikan hingga Sabtu 24 April 2021 nanti. Namun dia optimis dapat melebihi angka tersebut bilamana satu sekolah terdapat 100 siswa yang turut serta menjalani kegiatan ini. 

"Sekarang yang sudah konfirmasi di SMA ada 25.500, SMK 14.400 dan SLB 2.100, jadi baru 42.500.  Nah, target yang ditetapkan oleh panitia 50 ribu. Tapi pada tanggal 24 (April) saya punya keyakinan itu bisa mencapai 80 ribu. Itu tersebar di 27 kabupaten/kota," paparnya. 

Dedi menyampaikan, Rantang Siswa ini merupakan kepanjangan dari Program Milenial Smart Tren Ramadan Virtual yang diluncurkan, Jumat (16/4/2021). Gagasan yang melibatkan Kemenag dan Ikatan Remaja Mesjid ini diharapkan bisa menumbuhkan budi pekerti guna membentuk siswa yang mutakin. 

"Menjadi mutakin harus memiliki 3T, yakni taklim (pembelajar), ta'dib (pembiasaan), dan takzim (santun)," ucapnya. 

Selain Rantang Siswa, Dedi menambahkan, dalam Program Milenial Smart Tren Ramadan juga terdapat sejumlah kegiatan yang dapat diikuti oleh siswa maupun siswi.

Program yang dilaksanakan mulai 16 April hingga 11 Mei 2021 ini akan diisi berbagai kegiatan, mulai dari Ngobrol Pendidikan Islam (Ngopi), Kajian Islam di Sekolah (KIDS), menulis mushaf Al-Qur'an hingga Buka Bersama On The Screen (BUBOS). 

"Untuk penulisan mushaf di tanggal 17 Ramadan, ada 165 sekolah yang terlibat dan ada 9.965 siswa akan menulis mushaf," katanya. 

Selain untuk siswa, rangkaian kegiatan ini juga diperuntukkan bagi guru melalui program "Sapa Bataru". Nantinya, seluruh guru di perumahan Bataru akan mengadakan buka bersama di halaman rumah dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

"Kita dari Disdik akan melihat melalui drone dan menyapa langsung dari sini," ucap dia. 

Dedi menegaskan, sejumlah kegiatan dalam Milenial Smart Tren Ramadan dikemas agar pelaku pendidikan dapat membiasakan diri dalam menyikapi adaptasi kebiasaan baru. Terlebih untuk para anak didik, di mana selama satu tahun mengalami pandemi Covid-19 mempengaruhi psikologis mereka. 

"Terlebih, nanti mulai Juli kita akan mulai menyelenggarakan pembelajaran tatap muka. Karena itu ini menjadi salah satu persiapan kami di Jawa Barat," pungkasnya. (Sugeng)

Atalia Praratya Ridwan Kamil Positif Terpapar Covid 19

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dan Ketua TP PKK Jabar, Atalia Praratya Ridwan Kamil.


BANDUNG, FC - Pergerakan Virus Covid 19 masih harus terus diwaspadai. Selain yang terpapar jumlahnya cukup signifikan, imbauan pemerintah dengan tetap melakukan Prokes pada setiap aktivitas, bisa menjadi salah satu kunci dalam pencegahan. Karena virus covid 19 bisa menyerang siapa saja.

Di tempat terpisah, tersiar kabar jika Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Barat (Jabar) Atalia Praratya Ridwan Kamil positif Covid-19.

Hal itu disampaikan langsung Atalia melalui akun resmi instagramnya.

“Hari pertama masih kaget baru dikabari. Bingung ketularan di mana karena memang saya ketemu banyak sekali orang dan masyarakat,” kata Atalia dalam video yang ia unggah pada Sabtu (17/4/2021).

“Saya berharap teman-teman dan juga orang-orang dekat dengan saya tidak ada satupun yang tertular,” imbuh Atalia.

Atalia menuturkan, protokol kesehatan diterapkan dengan ketat dalam setiap kegiatannya, terutama memakai masker.

Ia pun selalu membawa dan menggunakanhand sanitizer.

“Saya termasuk orang yang apik sekali menggunakan masker. Ke mana-mana juga suka diingatkan hand sanitizer, tetapi kehendak Allah SWT seperti itu, dan agak kaget. Mohon doa dari semuanya,” ucap Atalia.

Meski terkonfirmasi positif Covid-19, Atalia mengaku kondisinya saat ini baik-baik saja. “Tidak terasa apa-apa, penciuman normal, hanya kemarin, kepala sedikit pening. Saya pikir karena kehujanan,” katanya.

Atalia meminta kepada orang-orang yang pernah berkontak dengannya untuk memeriksa dan memantau kesehatannya.

“Keluarga besar Pakuan (rumah dinas) alhamdulillah, termasuk Pak Gubernur, Arka, Adc, Walpri, dan lain-lain nonreaktif semua,” kata Atalia.

“Kepada yang merasa ada kontak erat dengan saya, mohon sekali untuk segera melakukan pemeriksaan,” harap Ketua Tim TP PKK Provinsi Jabar Atalia Praratya Ridwan Kamil. 

Sumber: Humas Provinsi Jabar (Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika
Provinsi Jabar Setiaji)