This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Selasa, 22 Juni 2021
Berebut Medali, Kontingen Cabang Musikaliasi IAIN Cirebon Sabet Juara II di IPPBMM VIII Yogyakarta
Perhelatan IPPBMM VIII Yogyakarta, Kontingen IAIN Cirebon Targetkan Pulang Bawa Medali
Warek III, Warek II dan Kabiro AUAK IAIN Cirebon Hadiri Pembukaan dan Perhelatan IPPBMM VIII di Jogyakarta
Suport Para Kontingen, Dekan FITK IAIN Cirebon Harapkan IPPBMM IX Bisa Diselenggarakan di Cirebon
Senin, 21 Juni 2021
Lewat Kanal Zoom, Kontingen IAIN Cirebon Bersama 18 Kontingen Se-Jawa Madura Ikuti Pembukaan IPPBBMM VIII
Bersama Kadisdik, Sekda Kota Cirebon Tinjau Kesiapan Belajar Tatap Muka
FOKUS CIREBON, FC – Pastikan Pertemuan Tatap Muka (PTM) sesuai protokol kesehatan (prokes), Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon tinjau langsung simulasi di dua sekolah.
Sekda Kota Cirebon, Drs. H. Agus Mulyadi, M.Si., hari ini, Senin, 21 Juni 2021, meninjau pelaksanaan simulasi di SMP Negeri 5 dan Kinderfield Primary School.
Satu persatu Sekda melihat sarana dan prasarana yang disiapkan dua sekolah tersebut untuk mencegah penyebaran Covid-19. Mulai dari pengukur suhu, sarana cuci tangan, dan lainnya.
Memasuki ruang kelas, sejumlah guru yang berperan sebagai siswa terlihat duduk berjarak. Di SMP Negeri 5 terlihat tiga buah meja diletakkan berdempetan namun hanya diisi oleh satu orang siswa.
Sedangkan di Kinderderfield Primary School terlihat meja dan kursi diletakkan dalam kotak-kotak yang saling berjarak. Semuanya berjarak sekitar 1 meter.
“Kami dari Satgas Penanganan Covid-19 Kota Cirebon hari ini meninjau secara langsung pelaksanaan simulasi PTM,” ungkap Agus.
Diharapkan tahun ajaran baru ini, PTM bisa digelar di Kota Cirebon. Untuk memastikan PTM aman digelar, simulasi digelar hari ini dengan mengambil sampel satu SMP Negeri dan satu SMP swasta di Kota Cirebon. “Hasil dari simulasi hari ini akan kita evaluasi,” paparnya.
Selanjutnya mereka juga akan mendengarkan dulu paparan dari Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon mengenai kesiapan PTM di setiap sekolah di Kota Cirebon, terutama mengenai kelengkapan sarana dan prasarana untuk menjalankan protokol kesehatan (prokes) di setiap sekolah.
“Baru setelah itu simulasi dengan siswa secara terbatas sambil menunggu regulasi dari pemerintah pusat,” ujar Agus.
Namun yang terpenting dilakukan yaitu mengendalikan penyebaran Covid-19 sehingga jumlah yang terpapar bisa menurun.
Sementara itu, catatan yang diberikan oleh Sekda Kota Cirebon, Drs. H. Agus Mulyadi, M.Si., saat pelaksanaan simulasi hari ini di antaranya setiap kelas nantinya hanya diisi oleh 25 persen siswa dan penempatan ruang isolasi di setiap sekolah. Ruang isolasi harus ditempatkan di ruang yang mudah dijangkau oleh kendaraan.
Selain itu, dalam pelaksanaan PTM tidak menghilangkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Sehingga kombinasi pembelajaran tatap muka dan online akan dilakukan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon, Dr. H. Irawan Wahyono, menjelaskan pelaksanaan prokes saat PTM merupakan hal utama yang harus dilakukan.
“Simulasi melibatkan siswa baru akan kita gelar setelah ada evaluasi dari simulasi yang kita gelar hari ini,” ucap Irawan.
Dari hasil simulasi PTM hari ini Irawan mengakui ada beberapa hal yang harus diperbaiki, namun perbaikan segera dilakukan sehingga saat PTM prokes bisa berjalan dengan baik. (Indah)
Sabtu, 19 Juni 2021
Banjir Langganan di MTs Negeri 1 Kota Cirebon Diduga Akibat Buruknya Drainase
Jumat, 18 Juni 2021
Menuju UISSI, Kehumasan IAIN SNJ Cirebon Siap Sukseskan Program Yang Dicanangkan Pimpinan
Hijaukan Kawasan Bima, Pemkot Cirebon Tanam 1000 Pohon
FOKUS CIREBON, FC- Dukung Kota Cirebon hijau dan bersih, kawasan Bima kembali diperhijau. Target penanaman 1000 pohon tercapai tahun ini.
“Kawasan Bima merupakan tempat pelayanan publik yang bisa diakses masyarakat secara langsung dan cuma-cuma,” ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Drs. H. Agus Mulyadi, M.Si., dalam kegiatan kerja bakti dan penanaman pohon di Kawasan Bima, Jumat, 18 Juni 2021.
Untuk itu, kawasan ini harus dijaga kebersihannya dan lebih dihijaukan dengan penanaman pohon yang dilakukan hari ini.
Penanaman pohon yang digelar di beberapa titik dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia untuk mendukung visi dan misi Kota Cirebon yang hijau dan bersih.
“Kami berterima kasih kepada semua stakeholder terkait yang telah turut serta dalam kegiatan hari ini,” ungkap Agus.
Selain melakukan penanaman pohon juga dilakukan kerja bakti massal berupa bersih-bersih kawasan Bima.
Dengan kegiatan bersih-bersih ini diharapkan bisa mendorong masyarakat, termasuk pedagang kaki lima (PKL) untuk turut bersama-sama menjaga kebersihan di kawasan Bima.
“Dengan menjaga kebersihan, kita bisa menjaga kesehatan. Kesehatan itu modal penting kita saat ini di masa pandemi Covid-19,” ungkap Agus.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon, Kadini, S.Sos., menjelaskan pohon yang ditanam hari ini di kawasan Bima ada 35.
“Sebanyak 1000 pohon yang ditargetkan ditanam tahun ini di Kota Cirebon sudah tercapai,” ungkap Kadini.
Ada pun pohon yang ditanam hari ini yaitu pohon trembesi dan mahoni.
Sedangkan untuk pasca penanaman, Kadini menjelaskan mereka akan tetap mengawasi dan mengontrol.
“Terutama untuk selalu melakukan penyiraman. Apalagi saat musim kemarau,” ungkap Kadini.
Sehingga pohon tetap bisa hidup dan tumbuh untuk lebih menghijaukan kawasan Bima sebagai salah satu ruang terbuka hijau di Kota Cirebon. (din)
Kamis, 17 Juni 2021
Ketua Baznas Kota Cirebon Bakal Canangkan Program Layanan Kesehatan Warga
Rabu, 16 Juni 2021
Direktorat Jenderal Pendis Kementerian Agama RI Targetkan UISSI SNJ Cirebon Tahun 2021
FOKUS CIREBON, FC - Kabar gembira, Universitas Islam Siber Syekh Nurjati Cirebon (UISSI) saat ini tengah dipersiapkan pendiriannya oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI sebagai program strategis.
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Prof. Dr. Suyitno, M.Ag berharap agar Tim Taskforce UISSI harus melakukan langkah-langkah kongkrit, terukur dan sistematris berapa dosen yang telah dilatih, modul yang dikembangkan dan infra struktur teknologi informasi yang ada.
Guru Besar UIN Raden Fatah Palembang optimis tahun ini UISSI sudah membuka pembelajaran perdana untuk Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI).
“Dalam DIPA IAIN Cirebon sudah harus disiapkan anggarannya, jika diperlukan revisi anggaran penyelenggaraan PJJ PAI di tahun 2021”, kata Suyitno.
Bagi Suyitno pendirian PJJ PAI ini bukan sesuatu yang baru, karena kita sudah mempunyai pengalaman menjalankan pendidikan daring dalam program Pendidikan Profesi Guru (PPG), sejak tahun 2018.
“Pengalaman menjalankan PPG saya kira menjadi sesuatu yang berharga untuk modal menyiapkan PJJ PAI”, terang Mantan Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan.
Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Sesditjen Pendis) Dr. Rohmat Mulyana, M.Pd mendukung inisiasi Diktis melakukan pendirian UISSI untuk optimalisasi peningkatan akses pendidikan bagi anak bangsa.
Rohmat Mulayana menambahkan harus dipikirkan skema pengelolaan pendanaan terbaik untuk penyelenggaraan UISSI, karena membentuk lembaga baru di lingkungan Kementerian Agama.
“Anggaran Diktis yang ada harus diefisiensikan, kalau perlu dialokasikan dengan lintas direktorat karena telah menjadi program langsung dari Bapak Menteri Agama”, katanya.
Selain itu lanjut Rohmat, perlunya sumber daya manusia (SDM) agar lebih familier dengan teknologi informasi sebagai basis dari layanan cyber university. “perlu dibangun akademik cultur yang bagus, sehingga mempunyai accsesibilitas untuk pendidikan jarak jauh”, katanya.
Rohmat berharap agar kepada civitas akademika IAIN Cirebon dan Tim Taskforce UISSI Ditjen Pendidikan terus semangat untuk mewujudkan UISSI menjadi central of excellence. “UISSI menjadi distingtif yang unik diantara 59 PTKIN yang saat ini Kementerian Agama miliki”, harap Plt. Direktur PAI ini.
Rohmat memaparkan bahwa jumlah Guru PAI dan Madrasah yang belum memiliki ijazah S1 mencapai 61.295 orang dan sebagian besarnya atau 61%-nya adalah guru di sekolah dan madrasah di Jawa dan Bali. Ini menjelaskan bahwa ketimpangan mutu guru PAI dan madrasah massif terjadi, bahkan dominan di Jawa dan Bali.
Worshop Persiapan Statuta dan Ortaker UISSI didahului dengan benchmarking ke Universitas Cyber Asia di Pasar Minggu (14/6).
Hadir dalam kegiatan, Kasubdit Sarpras dan Kemahasiswaan Ruchman Basori, Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama M. Adib Abdushomad, Kasubbag Tata Usaha M. Aziz Hakim, Tim Taskforce UISSI Ditjen Pendidikan Islam Mahrus El Mawa (Ketua), Syaifudin Zuhri (Anggota), Dian Sa’adillah dan Cepy Slamet (Tim IT), Rektor IAIN Cirebon Dr. Sumanta, M.Ag, Wakil Rektor I Saifuddin Zuhri, Wakil Rektor II Kartimi, Direktur Pascasarjana Dedi Djubaidi, para Dekan, Ketua Lembaga dan sejumlah civitas akademika lainnya.(din)
Prodi KPI Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah IAIN Cirebon 'Ngobrol Sukses' Bareng Alumni
Di antara pembicara tersebut yakni, Didin Fahrudin, S.Sos.I, M.Pd.I (Alumni KPI, PNS Kemenag), Harbayanti Abdi, S.Sos.I.,M.Pd.I (Alumni KPI, PNS Kemenag), Muhammad Shofi,S.Sos (Alumni KPI, PNS Kemenkumham) dan Endang Maryana, S.Sos.I (Alumni KPI, Motivator dari Coach Public Speaking Academy).
Kegiatan Ngobrol Sukses bersama alumni ini dibuka langsung oleh Dr Hajam M.Ag, Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Syekh Nurjati Cirebon.
Dalam sambutan singkatnya, Dr Hajam M.Ag mengatakan, bahwa peranan alumni sangat strategis bagi pengembangan akademik atau lembaga Pergurun Tinggi, maka paling tidak ada 4 point yang penting pada kegiatan ini.
Pertama, kata Hajam, adalah masuknya era globalisasi, di mana kondisi ini menuntut kontribusi pemikiran seluruh stakeholder dalam rangka pengembangan kemajuan pendidikan. "Inilah peranan penting alumni kita ikut serta memberikan konstribusi pemikiran," ujarnya.
Lalu yang kedua, konstribusi moral, yang tentu saja berkaitan dengan pendekatan kepedulian alumni terhadap kesuksesan akreditasi dan kesuksesan para alumni KPI berikutnya.
Ketiga dukungan emosional, hal ini tidak bisa dipisahkan dari pengembangan PT, dan para alumni tentu diharapkan ada rasa memiliki terhadap almamaternya. "Inilah yang kita sebut simbiosis mutualisme," katanya.
Kemudian yang ke empat adalah peran alumni dalam konstribusi finansial. Dalam konteks ini bukan saja soal keuangan, tetapi bisa dalam bentuk lain, bisa seperti bantuan laptop atau pun alat- alat penunjang lainnya.
Sementara itu, sambutan Ketua Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr. H.Aan Mohamad Burhanudin, MA mengatakan, jika kegiatan webinar dengan mengundang para alumni ini, merupakan kegiatan yang kedua, setelah yang pertama sukses digelar. Dan webinar ini mempunyai tujuan dalam konteks simbiosis mutualisme.
Selain itu, pada kegiatan ini ada tujuan agar mahasiswa KPI bisa mengikuti jejak alumni yang sukses. Selain juga untuk mendata alumni yang sukses bekerja.
"Tetapi yang lebih penting lagi, kami memberikan ruang kepada alumni untuk memberikan konstribusinya bagi kemajuan Perguruan Tinggi (almamaternya).
Aan juga menjelaskan, pentingnya peranan alumni bagi kemajuan pendidikan harus menjadi perhatian institusi Perguruan Tinggi. Karena banyak juga yang tidak dilakukan pihak perguruan tinggi terhadap keberadaan dan peranan para alumninya.
"Ya, webinar ini kita ngobrol sukses dengan para alumni PNS. Dan diharapkan kesuksesan mereka bisa ikut andil dalam pengembangan kampus yang bisa para alumni promosikan kepada masyarakat luas. Inilah symbiosis mutualisme dan kita bisa saling membuka interaksi dan komunikasi," ucap Aan.
Maka sudah barang tentu, kata Aan, perguruan tinggi dapat memfasilitasi alumninya yang akan mempromosikan perguruan tinggi. Termasuk membuka sumbangan pemikiran, sehingga dapat membantu akselerasi Kemajuan perguruan tinggi, khususnya Prodi KPI.
Untuk itu, kata Aan, besar harapan kegiatan ini menjadi jembatan, serta dapat menjadian perguruan tinggi exellen dan mampu bersaing dengan PT lain. (din)


























