Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 11 Agustus 2021

Serap Aspirasi Warga, Ketua RW 05 Sumber Asri, Didi Canangkan Program Sampah

Berjabat Tangan, Kuwu Desa Kecomberan, Mastur memberikan ucapan selamat kepada Ketua RW baru Sumber Asri, Didi Supriyadi, pasca terpilih secara aklamasi.


CIREBON, FC - Pasca pemilihan Ketua RW 05 Sumber Asri, Didi bersama berbincang bersama warga di kolam pemancingan. Didi sepakat program kedepan dicanangkan penanganan sampah, Rabu (11/8/2021).

Ketua RW 05 baru, Sumber Asri ini berharap, sampah yang setiap hari volumenya terus meningkat, akan segera diprogramkan penanganannya. 

"Selama ini sampah selalu menjadi masalah warga. Selain volumenya terus meningkat, pemandangan di bak pembuangan sementara dan  bau sampah sangat mengganggu warga," katanya.

Hal senada disampaikan H Agus, bahwa sampah memang terus menjadi problem warga. Namun Ketua RW 05 baru tidak menaikan iuran bulanan sampah warga, karena kondisi masih pandemik.

"Warga pasti ikut mensukseskan program ke RW an, tetapi pengurus RW yang baru juga harus melihat dan mendengar aspirasi warga. Agar semua program dapat berjalan, maka rapat pertama nanti sampah harus menjadi prioritas," tandasnya. (din)



Selasa, 10 Agustus 2021

Hari Jadi Cirebon Ke 652 Penuh Doa dan Pengharapan

KOTA CIREBON, FC - Hari Jadi Cirebon ke-652 tahun ini memang berbeda dengan tahun-baru sebelumnya, sekalipun tak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, di mana Indonesia masuk di tahun pertama Pandemi Covid 19, namun tahun ini Hari Jadi Cirebon ke-652 penuh semangat dan pengharapan. 

Yakni, pengharapan agar seluruh masyarakat Kota Cirebon selalu sehat, kuat, dan bahagia, serta pandemi Covid-19 segera berakhir.

Demikian dikatakan oleh Walikota Cirebon, Drs H Nashrudin Azis SH usai apel dalam rangka Hari Jadi Cirebon ke-652 di halaman Balaikota Cirebon yang dilanjutkan dengan Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kota Cirebon, Selasa (10/8/2021) yang bertepatan dengan 1 Muharram 1443 Hijriah.

Azis menjelaskan, kondisi saat ini masih tidak sehat. Merebaknya Covid-19 hingga dijadikan sebagai pandemi di hampir seluruh belahan dunia sangat mempengaruhi seluruh sendi kehidupan manusia. 

Sehingga peringatan Hari Jadi Cirebon ke-652 tahun ini mengambil tema Cirebon Rahayu Kalis Saking Pancabaya. Tema tersebut sekaligus sebagai doa dan pengharapan agar masyarakat Kota Cirebon selamat dari halangan, rintangan, marabahaya, dan bencana.

Azis juga meminta kepada seluruh warga Kota Cirebon untuk memiliki hati yang kuat, sehat, dan bahagia di masa pandemi Covid-19 ini."Insya Allah, bersama-sama kita bisa menghadapi dan keluar dari pandemi Covid-19 ini,” ujarnya. (Heri) 

Pemkot Cirebon Berupaya Produk UMKM dan IKM Bisa Mendunia

CIREBON, FC – Wali Kota minta pelaku UMKM dan IKM di Kota Cirebon pantang menyerah. Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon senantiasa berupaya agar produk-produk UMKM dan IKM dari Kota Cirebon dapat mendunia.

Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, S.H., saat meresmikan Galeri UMKM di gedung Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DPKUKM), Selasa, 10 Agustus 2021. 

“Saya berpesan kepada pelaku UMKM dan IKM di Kota Cirebon, jangan pernah menyerah,” tegas Azis. 

Pelaku UMKM dan IKM diminta senantiasa berkarya untuk menghasilkan produk-produk yang berkualitas.

Pelaku UMKM dan IKM telah membuktikan kemampuannya. Yaitu tetap bertahan sekalipun di masa krisis.  Termasuk pelaku UMKM dan IKM di Kota Cirebon.

“Mereka telah menghasilkan berbagai produk yang berkualitas,” tegas. Bahkan kemasannya pun sangat menarik dilihat.

Pemda Kota Cirebon, lanjut Azis, juga senantiasa mendorong agar produk-produk yang dihasilkan UMKM dan IKM di Kota Cirebon bisa go internasional. 

“Masyarakat Kota Cirebon juga saya minta untuk turut mendukung UMKM dan IKM di Kota Cirebon,” harap Azis. 

Caranya, dengan membeli produk-produk yang dihasilkan serta mengajak kerabat dan saudara untuk turut membeli produk yang mereka hasilkan. 

“Untuk ASN saya minta juga senantiasa membeli produk-produk yang dihasilkan UMKM kita,” ungkap Azis.

Galeri UMKM dan IKM terletak di lantai pertama gedung DPUKM Kota Cirebon. Gedung bertingkat 4 yang baru dibangun dan representatif digunakan tidak hanya untuk kegiatan perkantoran namun juga berbagai kegiatan lainnya. 

Dengan telah digunakannya gedung baru tersebut Azis berharap dapat memberikan semangat baru dan meningkatkan kinerja bagi ASN yang berdinas di DPUKM Kota Cirebon.

Sementara itu, Kepala DPUKM Kota Cirebon, drh. Maharani Dewi, menjelaskan galeri ini ditempati oleh 98 perajin dengan 400 produk. “Mulai dari craft, fashion, kuliner dan lainnya,” ungkap Maharani. Semuanya berasal dari pelaku UMKM dan IKM di Kota Cirebon.

Semua pelaku UMKM di Kota Cirebon dapat memamerkan produk yang dihasilkan di galeri tersebut. Syaratnya menurut Maharani juga mudah, yaitu hanya memiliki KTP Kota Cirebon, memiliki produk sendiri dan memiliki izin usaha. (Bam)

Jumat, 06 Agustus 2021

Pascasarjana IAIN Cirebon Menjadi Tempat Ujian Kompetensi dan Penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan Profesi


FOKUS CIREBON, FC - Wujud penjabaran visi misi Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati yang terus dikembangkan mendapat tempat di hati masyarakat. Selain itu eksistensinya banyak dijadikan sebagai rujukan dalam studi banding kampus lain, Pascasarjana Juga kini terus  meningkatkan kiprah dan perannya sebagai center of exellence dengan melakukan berbagai kerjasama. 

Terakhir, kerjasama tersebut dilakukan dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Hukum Kontrak Indonesia (LSP HKI) pimpinan Sabela Gayo, SH, MH, Ph.D, CPL, CPCLE, ACIArb, CPM, CPrM. 

Hal itu ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding atau MOU) dan Perjanjian Kerjasama antara Direktur Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati dengan Ketua LSP HKI pada hari Jum"at, 6 Agustus 2021 bertempat di Ruang Rapat Direktur Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

Acara tersebut dihadiri oleh H. Didin Nurul Rosidin, MA, Ph.D, wakil Direktur Pascasarjana, Prof Dr. H. Sugianto, SH, MH, ketua Prodi S2 dan S3 HKI dan Drs. H. Ikhwan Fauzi, M.Si, Kasubag TU Pascasarjana dari pihak Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

Sementara dari pihak LSP HKI  selain Sabela Gayo juga Muhammad Alfarabi dan dua dari DPC PERKAHFI Cirebon Raya. 

Dalam sambutannya, Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. H. Dedi Djubaedi, M.Ag, menyambut baik Kerjasama ini sekaligus menekankan ambisi Pascasarjana untuk berperan lebih maksimal baik dalam peningkatan mutu akademik tapi juga dalam bidang lainnya. 

Apalagi jika dikaitkan dengan rencana IAIN Syekh Nurjati menjadi BLU sekaligus a full fledged University. 

Sementara itu, ketua LSP HKI, Sabela Gayo, Ph.D, sangat bahagia bisa bekerjasama dengan lebih banyak lagi Perguruan Tinggi termasuk Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati dalam peningkatan kompetensi profesi yang sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi di era yang semakin kompetitif ini. 


Dalam kesempatan itu juga, Sabela Gayo yang menjadi Pimpinan Dewan Sengketa Nasional menjelaskan bahwa berdasarkan MOU ini, Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon akan memiliki dua peran penting yaitu Tempat Ujian Kompetensi (TUK) dan Penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan Profesi yang nantinya akan diresmikan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). 

Dengan status tersebut, Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon bisa berperan meningkatkan mutu SDM berbagai profesi baik di wilayah Cirebon maupun lainnya. (din)

Agustuas 2021, Pengerjaan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Kawasan Panjunan Dimulai

CIREBON, FC – Ini menjadi kabar gembira, semula kawasan pesisir yang umumnya dipandang kumuh, kedepan akan menjadi kota cantik dan memiliki daya tarik bagi wisatawan ke Kota Cirebon.

Keseriusan Pemkot Cirebon ini ditandai dengan dimulainya pengerjaan peningkatan kualitas permukiman kumuh kawasan Panjunan, Kota Cirebon. 

Pengerjaan ini akan menata kawasan yang semula kumuh menjadi rapi dan tertata baik. Sementara sosialisasi Pekerjaan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Kawasan Panjunan, Kota Cirebon hari ini, Jumat, 6 Agustus 2021 digelar di aula Kantor Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon. 

Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati berharap pengerjaan ini nantinya tidak menemukan kendala. "Kalau masyarakat sudah beres,” ungkap Eti. 

Ditambahkan Eti, penataan kawasan kumuh yang masuk dalam program Kotaku diharapkan dapat mengubah wajah pesisir Kota Cirebon.

“Ya, menjadi kawasan pesisir yang cantik serta dapat menjadi daya tarik baru wisatawan berkunjung ke Kota Cirebon,” tuturnya.

Eti juga meminta kepada semua pihak untuk dapat membantu terwujudnya program ini. Termasuk meminta peran serta dari BBWS Cimanuk-Cisanggarung untuk bisa mengeruk sungai di kawasan Panjunan. 

“Hari ini saya akan kejar CSR Pelindo. Sehingga pembangunannya bisa dilakukan serempak,” ucap Eti.

Untuk diketahui, bahwa pengentasan kawasan kumuh di Panjunan, Kota Cirebon merupakan bagian dari program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku). 

Penataan Kotaku dilakukan di RW 01 dan RW 10 Kelurahan Panjunan dengan anggaran sekitar Rp 11 miliar secara multi years. Pengerjaan Kotaku dilakukan Agustus 2021 hingga Maret 2022.

Ada pun penataan yang dilakukan diantaranya peningkatan drainase, peningkatan jembatan, pembuatan TPS 3R, pembuatan IPAL  komunal, pedestrian, ruang terbuka publik, pekerjaan proteksi kebakaran dan lainnya.

Program ini merupakan upaya strategis yang dilakukan Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR. 

Tujuannya untuk mempercepat penanganan permukiman kumuh di Indonesia. Program Kotaku dilaksanakan di 34 provinsi yang tersebar di 269 kabupaten/kota pada 11.067  desa/kelurahan dengan sasaran penanganan seluas 23.656 hektar.


Sementara itu, Indra Gunawan, Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Permukiman Wilayah II Provinsi Jawa Barat, menjelaskan kegiatan sosialisasi yang digelar hari ini dengan maksud meminta izin jika program ini segera dilakukan. “Kita kulonuwun,” ungkap Indra.

Selanjutnya pengerjaan peningkatan kualitas permukiman kumuh kawasan Panjunan yang telah kontrak sejak seminggu lalu akan dimulai Agustus 2021 dan berakhir Maret 2022. (Heri)

Kamis, 05 Agustus 2021

Anggota Komisi I DPRD Kota Cirebon Soroti Rotasi, Mutasi dan Promosi Yang Akan Digelar Pemerintah Kota Cirebon

Anggota Komisi I DPRD Kota Cirebon, Tunggal Dewananto saat memberikan tanggapan atas rencana Pemkot Cirebon yang akan menggelar rotasi, mutasi dan promosi.

CIREBON – Kabar akan digelarnya rotasi, mutasi dan promosi bagi eselon III dan IV oleh Pemerintah Kota Cirebon bulan Agustus 2021, mendapat sorotan Anggota Komisi 1 DPRD Kota Cirebon, Tunggal Dewananto, Rabu (5/8).

Menurut Tunggal Dewananto, bahwa penempatan ASN pada keahliannya saat rotasi harus benar-benar diperhatikan pihak Pemerintah daerah.

“Fungsi pengawasan DPRD bisa diperhatikan, kalaupun ada rotasi, mutasi dan promosi harus sesuai dengan keahlian bagi ASN yang terkena itu,” kata Dewa.

Dewa mengungkapkan, ASN di bidang kesehatan agar ditempatkan di kesehatan, bidang pemerintahan ditempatkan di pemerintahan, bidang pendidikan di pendidikan dan selanjutnya seperti itu.

“Jangan sampai salah penempatan yang akan membuat kerjanya kurang maksimal,” ungkapnya.

Dewa berharap rotasi menjadi suatu kebaikan bagi Pemkot Cirebon. Kemudian, kata dia, DPRD pun agar bisa dilibatkan karena keterkaitan dengan pengawasan, meskipun hak prerogatif ada di walikota.

“Misalnya, ASN A pindah ke sini dan lainnya, kami pun bisa memberikan masukan ke Pemkot Cirebon,” ujarnya.

Jangan sampai, kata Dewa, sarjana pendidikan ditempatkan di pekerjaan umum, sarjana kesehatan ditempatkan di pendidikan, atau pun sarjana hukum ditempatkan di kesehatan.

“Harus proporsional sesuai keahliannya, sehingga kerja bisa maksimal demi kemajuan Kota Cirebon,” pungkasnya. (Nur)

Melalui BSI Payment Point, IAIN Cirebon Bangun Pelayanan Terbaik

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon saat melakukan kegiatan gunting pita gerai BSI.


FOKUS CIREBON, FC - IAIN Syekh Nurjati berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik, khususnya bagi mahasiswa. Rektor IAIN SNJ Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag berharap dengan adanya payment point BSI dapat memberikan kemudahan bertransaksi. 

Selain itu, kata Sumanta, transformasi kelembagaan IAIN Syekh Nurjati Cirebon juga membutuhkan fasilitas yang menunjang, dan BSI payment point merupakan usaha konkret untuk menunjang kebutuhan IAIN Syekh Nurjati kedepan. 


"Semoga kerjasama antara IAIN Syekh Nurjati dengan Bank Syariah Indonesia dapat berjalan berkesinambungan dan dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak," ujar Rektor Sumanta. (din)

Wali Kota Cirebon Apresiasi KKN Gemmar Mengaji

Pelepasan Peserta KKN Gemmar Mengaji yang dilaksanakan secara virtual zoom meeting dan via youtube channel LP2M menara Perti, Kamis, (5/8/2021).


FOKUS CIREBON - LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon mengadakan acara pelepasan peserta kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), Gerakan Masyarakat Maghrib  (Gemmar) Mengaji, kegiatan ini dilaksanakan secara virtual zoom meeting dan via youtube channel LP2M menara Perti, Kamis, (5/8/2021).

Hadir dalam acara pelepasan ini Rektor IAIN beserta jajaran Pimpinan IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Wali Kota Cirebon yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Kota Cirebon, Camat dan Lurah se-Kota Cirebon, Dosen Pembimbing Lapangan, dan 364 Peserta KKN.

Rektor IAIN SNJ Cirebon, Dr. H. Sumanta, M.Ag secara resmi melepas 364 mahasiswa peserta KKN Gemmar Mengaji untuk selanjutnya melaksanakan kegiatan sesuai dengan pedoman dan Juknis yang sudah mereka dapatkan dalam pembekalan.

Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Cirebon, dalam hal ini diwakili oleh Drs. Sutisna, M.Si Asisten Pemerintahan dan Kesra Kota Cirebon.

“Kami sangat berterima kasih dan merasa bangga bisa bersinergi dalam rangka kemajuan dan pengembangan lembaga, diantaranya dengan berkontribusi untuk masyarakat Kota Cirebon baik secara langsung maupun tidak, ditambah secara geografis berlokasi di Kota Cirebon”, tandas Sumanta. 

Sumanta juga berpesan kepada para peserta KKN Gemmar Mengaji, bahwa di tengah situasi yang masih pandemik, dengan pembatasan kegiatan dan gerakan sosial, maka harus pandai menyesuaikan, menempatkan dan memposisikan diri sehingga hadirnya kegiatan KKN Gemmar Mengaji ini menunjang Program Kota Cirebon, begitu juga menunjang kebijakan nasional.

Ketua LP2M, Dr. H. Ahmad Yani, M.Ag menyatakan, hal yang melatarbelakangi kegiatan KKN Gemmar Mengaji ini adalah karena kita sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam mempunyai tanggung jawab moral mewujudkan amanah pengabdian kepada masyarakat, di antaranya bagaimana mewujudkan kehidupan agama dan keberagamaan di masyarakat menjadi lebih baik, menyebarkan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamien. 

Hal ini, kata Yani, sesuai dengan salah satu Visi SEHATI Kota Cirebon, yakni mewujudkan masyarakat Agamis. 

“Tantangan modernitas dan metropolis, serta kemajuan teknologi di era globalisasi ini telah mengikis nilai-nilai agama, di antaranya hilangnya tradisi Maghrib Mengaji, ini menjadi latar belakang kami berkomitmen melaksanakan kegiatan ini, dan kegiatan ini didesain dengan kolaborasi dan sinergi antar kampus, Pemda Kota Cirebon, Kemenag Kota Cirebon, Lembaga Pengembangan Tilawah Al-Quran, Attaqwa Center. Kampus punya SDM berupa para Dosen Pembimbing dan para mahasiswa”, ujar Yani.
 
Kang Yani, sapaan akrab Ketua lP2M IAIN Cirebon menjelaskan, kegiatan KKN Gemmar Mengaji ini diikuti oleh 364 mahasiswa, mereka diterjunkan di  lokasi 22 Masjid Jami’ se-Kota Cirebon. Sementara kriteria masjid lokasi KKN Gemmar Mengaji ini adalah belum ada kegiatan Maghrib mengaji. 

"Kegiatan ini akan berlangsung selama tiga bulan, mulai 05 Agustus sampai dengan 31 Oktober 2021. Kehadiran Mahasiswa IAIN di masyarakat Kota Cirebon, jangan dipandang sebagai masalah. Namun justru bagaimana mahasiswa hadir di masyarakat menjadi instrumen, bagian pencerah spiritualitas masyarakat yang sedang risau dalam menghadapi pandemi, mahasiswa dapat mengambil peran sebagai konselor tentang pola Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menjadi sukarelawan pihak kelurahan dalam aksi-aksi penanggulangan dampak pandemi covid-19 di Kota Cirebon," ujar Yani.

Drs. Sutisna, M.Si Asisten Pemerintahan dan Kesra Kota Cirebon, dalam sambutan Wali Kota Cirebon menyampaikan,  Wali Kota Cirebon mengapresiasi kegiatan KKN Gemmar Mengaji ini. 

Wali Kota Cirebon berharap terlaksananya kegiatan ini dapat kembali memakmurkan masjid, menghidupkan kembali tradisi maghrib mengaji.

“Memang kondisi saat ini di tengah pandemik, tidak mudah melaksanakan kegiatan apapun. Namun dengan keyakinan, dukungan, dan sinergi seluruh komponen, kami yakin kegiatan ini akan berjalan lancar dan akan bisa membawa kontribusi banyak bagi masyarakat Kota Cirebon, dengan bacaan Bismillahirrohmanirrohim kami terima Peserta KKN Gemmar Mengaji ini”, tandas beliau menutup sambutan. (din)