Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 04 November 2021

DPRD Kota Cirebon Mendorong Kantor Perwakilan BI Cirebon Jangkau UMKM


CIREBON – DPRD Kota Cirebon terus bekerja untuk membangun kesejahteraan warga Kota Cirebon di sektor ekonomi, pendidikan maupun sekotor lainnya bisa segera terwujud. Salah satunya DPRD mendorong Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Cirebon menjangkau UMKM yang ada di Kota Cirebon. 

Demikian pernyataan Ana Susanto SE, salah seorang anggota DPRD disampaikan saat KPw BI Cirebon menggelar acara Ciayumajakuning Entrepreuner Festival (CEF) ke-6 seri 3 2021 di Hotel Prima Kota Cirebon, Kamis (4/11/2021).

Anggota DPRD Kota Cirebon, Ana Susanti SE mendukung upaya KPw BI Cirebon mendongkrak kesejahteraan UMKM melalui CEF.

Ana juga mendorong agar KPw BI Cirebon lebih banyak menjangkau UMKM yang ada di Kota Cirebon. “Tadi saya lihat UMKM dari Kota Cirebon masih sedikit. Sudah bagus. Karena ini pelaku usaha se-Ciayumajakuning,” kata Ana usai menghadiri CEF ke-6 seri 3 2021.

Ana juga menginginkan KPw BI Cirebon memberikan porsi lebih terkait pembinaan bagi usaha kecil. Sebab, lanjut Ana, tak sedikit pelaku usaha kecil yang terjerat koperasi ilegal.

“Ya banyak simpan pinjam ilegal, termasuk pinjaman online (pinjol) ilegal. Harus kita dorong ke sana. Agar mereka bisa terbebas dari jeratan itu,” kata anggota Fraksi Partai Golkar itu.

Sementara itu, Kepala KPw BI Cirebon Bakti Artanta mengatakan, tema CEF tahun ini mengusung sinergi dan kolaborasi untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi. Ia berharap pelaku usaha kembali bangkit di tengah pandemi Covid-19.

“Kita juga berupaya mempromosikan produk UMKM agar bisa bersaing di luar negeri. Ini upaya untuk meningkatkan perekonomian,” kata Bakti Artanta. (din)

Senada disampaikan Wakil Walikota Cirebon Dra Hj Eti Herawati. Eti berharap produk UMKM di wilayah Ciayumajakuning bisa membantu pemulihan ekonomi di Jawa Barat. (din)

“Pemerintah saat ini memerhatikan perkembangan UMKM. Kita mendorong pemanfaatan teknologi untuk kegiatan UMKM. Sehingga para pelaku UMKM dapat dengan mudah memasarkan produknya,” kata Eti. (din)

Dirjen Pendis Meminta Humas Perguruan Tinggi Gandeng Media Untuk Tingkatkan PTKI di Ruang Publik

Kasubag Humas IAIN Syekh Nurjati Cirebon, H M. Arifin M.Pd.I (tengah) dalam kegiatan rapat koordinasi kehumasan di lingkungan PTKI Se-Indonesia bersama Dirjen Pendis RI, di Jakarta.


JAKARTA, FC- Dalam rapat koordinasi kehumasan di lingkungan Perguruan tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Se indonesia, Direktorat Jendral (Dirjen) Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama (Kemenag) RI meminta agar Humas PTKI menggandeng media untuk tingkatkan Perguruan Tinggi di ruang publik, Kamis (4/11/2021).

Direktur Jendral Pendis Kemenag RI, Prof Dr H Muhammad Ali Ramdani STP MT mengatakan, untuk menyebarkan informasi kepada masyarakat terkait eksistensi PTKI diperlukan peran strategis humas yang kokoh. Hal itu sangat diperlukan untuk meningkatkan eksistensi PTKI di ruang publik.
 
“Kita berharap ke depan fungsi humas menjadi kokoh. Hasil dari forum ini saya minta resumenya, masalahnya apa, mitigasinya seperti apa, nanti disampaikan ke saya,” kata dia saat membuka kegiatan tersebut.

Pasalnya, menurut Prof Ali, saat ini masih ada masyarakat yang belum mengetahui keberadaan dan eksistensi kampus PTKI. Padahal, selama ini PTKI telah memberi warna positif bagi pembangunan bangsa.

“Saya minta humas PTKI se-Indonesia terus membangun komunikasi dan berkolaborasi dengan pemerintah, media, dan stakeholder lainnya,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Koordinator Humas Ditjen Pendis Kemenag RI, Solla Taufiq menyebutkan, rakor kehumasan bertujuan untuk menguatkan jejaring, desiminasi dan menyatukan narasi secara masif yang bermuara pada terciptanya pembangunan citra lembaga yang positif.

Sementara itu, Kasubag Humas dan Publikasi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, H Mohamad Arifin M.Pd.I yang hadir dalam kegiatan tersebut menerangkan, melalui media, reputasi lembaga terbangun. Support dan jaringan bagi lembaga juga terbangun. 

"Ketika hubungan media terjalin dengan baik, maka kepercayaan public terhadap lembaga juga pastinya akan semakin kuat, sebab pesan yang disampaikan oleh media diterima oleh public dengan baik pula," paparnya 

Karena, lanjut Arifin, media adalah sarana publikasi, dimana segala informasi tentang perguruan tinggi disalurkan. Selain itu media juga merupakan sarana untuk membangun reputasi. 

Saat ini media merupakan acuan publik untuk bergerak dan bertindak, publik seolah digiring oleh media untuk berperilaku sesuai dengan isu yang ada. Pasalnya Jika media menggiring publik ke arah yang negatif maka hal ini akan membawa dampak yang kurang menguntungkan bagi lembaga karena dapat mempengaruhi reputasi perguruan tinggi (lembaga).

"Jika media menggiring kearah yang positif maka ini akan meningkatkan reputasi lembaga. Sehingga penting sekali bagi kehumasan untuk menjalin hubungan baik dengan media," jelasnya.

Apalagi, lanjut Arifin, kampus keagamaan Islam negeri satu-satunya di wilayah III Cirebon, adalah IAIN Syekh Nurjati Cirebon, tentu sangat strategis jika membangun kerjasama dengan media. 

Untuk itu, kata Arifin, pihaknya sudah menjalin kerja sama tersebut dengan sejumlah media, baik cetak maupun online. Hal ini untuk penyebaran informasi dan memperkuat eksistensi lembaga di mata publik, yakni terciptanya citra perguruan tinggi yang baik.

Selain itu, tambah Arifin, penyebaran informasi yang masif dengan tujuan terciptanya citra lembaga pendidikan di bawah naungan Kemenag yang positif, akan terus dilakukan sebagai salah satu peran dan fungsi pihaknya. 

Terlebih, IAIN Syekh Nurjati Cirebon dalam waktu dekat akan bertransformasi dari IAIN menjadi Universitas Islam Siber Syekh Nurjati Indonesia (UISSI), maka peran media sangat penting dan strategis.

“Semua kegiatan yang dilaksanakan IAIN Syekh Nurjati Cirebon terus kita publikasikan secara masif. Terutama program dan rencana besar kampus agar dapat diketahui masyarakat secara luas. Apalagi kampus kami akan bertransformasi menjadi UISSI, itu harus terus dipublikasikan secara masif,” terangnya.

Kenapa, tentu agar UISSI ter-branding dengan baik yang dapat menggambarkan kampus di bawah naungan Kemenag ini adalah kampus masa depan dengan berbagai kecanggihan teknologinya.

“Ini juga untuk mengangkat citra lembaga pendidikan di bawah naungan Kemenag agar lebih meningkat lagi. Karena, sebagus dan sebaik apapun pembangunan yang ada di kampus kalau tidak dipublikasikan, siapa yang akan tahu itu,” tukasnya.

Demikian juga humas dan publikasi, kata Arifin, merupakan wajah branding suatu lembaga. Karena, melalui bidang tersebut semua narasi yang akan disampaikan, diolah terlebih dahulu sebelum dipublikasikan.

Untuk itu, lanjut Arifin, bagian humas perlu dilibatkan dalam semua kegiatan yang ada di lembaga. Hal itu bertujuan agar humas dapat mengetahui hal-hal apa saja yang harus dipublikasikan untuk meningkatkan citra lembaga dan mendapat branding yang positif.

“Membangun branding itu tidak sebentar, membutuhkan konsistensi dan dukungan juga. Kenapa brand-brand besar tetap memasang iklan dan melakukan publikasi? Itu untuk mempertahankan branding dan mempertahankan pasar. Begitupun lembaga, harus secara masif melakukan publikasi agar eksistensi dan perkembangannya dapat diketahui masyarakat,” tuturnya.
 
Namun, diakui Arifin, terkait publikasi ada beberapa kendala yang dihadapi. Karena disebabkan masih banyak yang belum menyadari pentingnya hal tersebut. Padahal, kata dia, jika publikasi yang masif dapat dibarengi dengan pembangunan lembaga yang maksimal, hal ini tentu dapat menciptakan branding yang positif terhadap lembaga tersebut.

“Jika itu bisa berjalan selaras dan terus berdampingan, branding lembaga tersebut pasti dahsyat sekali. Kendala pasti ada, tapi peran humas dan publikasi IAIN Syekh Nurjati Cirebon saya rasa sudah cukup baik. Tinggal penyamaan persepsi saja untuk sama-sama mendukung demi kemajuan lembaga,” pungkasnya. (din)

Tindak Lanjut MoU, Dekan FITK UIN Tulungagung Bersama Rombongan Bertemu Jajaran FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Kerjasama FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan FITK UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Kamis (4/11/2021) di Gedung baru FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Lantai 5.


FOKUS CIREBON - Jajaran akademisi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) IAIN Syekh Nurjati Cirebon menerima kunjungan kerja Dekan FITK Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung di kampus IAIN Cirebon, dalam rangka tindak lanjut MoU, Kamis, (4/11/2021).

Kunjungan kerja rombongan FITK UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, sebagai balasan kunjungan yang sebelumnya dilakukan pihak FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang datang berkunjung ke kampus Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.

Dalam pembukaan pertemuan tersebut, Wakil Dekan I, FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Suteja M.Ag sedikit mengupas sejarah kelahiran IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

Suteja juga menjelaskan terkait perkuliahan di IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang masih daring, di karenakan masih dalam situasi pandemi Covid 19. Termasuk menceritakan tentang kegiatan vaksin yang sudah dilaksanakan di kampus IAIN Cirebon baik mandiri maupun hasil kolaborasi (kerjasama) dengan pihak lain.

Selain itu, Ma'had yang berada di lingkungan kampus IAIN Cirebon juga disentuh dalam isi sambutannya. Menurutnya Ma'had tersebut merupakan tempat tarbiyah, baik sebagai pusat praktek ibadah, Qur'an dan pesantren.

"Jadi di Ma'had ini ada tahfidz ada juga ngaji kitab kuning. Jadi satu tahun mahasiswa harus mengalami pesantren di Ma'had," terangnya.

Demikian juga di Jurusan PAI, lanjut Suteja, sudah terakreditasi A dan dikaruniai Prodi PPG. Namun untuk Prodi Kimia dan Psikologi belum terkabulkan. "Mudah mudahan sebelum berakhirnya kepemimpinan Dekan FITK ini, semua sudah terkabul," harapnya.

Dekan FITK UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Prof Dr Hj Binti Maemunah, M.Pd.I pada acara tindaklanjut MoU bersama FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon.


Sementara itu, sambutan Dekan FITK UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Prof Dr Hj Binti Maemunah M.Pd.I menyatakan, tujuan kedatangan pihaknya ke kampus FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon adalah untuk bersilaturrahmi sekaligus menindaklanjuti MoU.

Soal MoU ini, kata Prof Binti Maemunah, menyangkut soal-soal prodi dan jurnal-jurnal. Dan jurnal baru ada di Pascasarjana dan di beberapa jurusan saja. "Ya, di kami belum semua jurusan punya jurnal," paparnya.


Dalam pertemuan ini, kita juga bisa saling memberikan informasi, baik terkait soal adminitrasi dan lainnya. "Saya berharap tindaklanjut MoU ini ada tidak hanya berhenti di sini, tapi ke depannya terus berkelanjutan," tandasnya.

Sementara pada pertemuan tersebut, juga dihadiri oleh para Wakil Dekan, Ketua Jurusan, Ketua Prodi dan sejumlah pejabat serta dosen di lingkungan kedua FITK.  (din)


Bupati Cirebon : Peran TNI Sangat Besar Terhadap Pembangunan di Kabupaten Cirebon

KABUPATEN CIREBON - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag menghadiri acara penutupan kegiatan Bhakti Siliwangi Manunggal Satata Sariksa (BSMSS) di Desa Semplo Kecamatan Palimanan Kabupaten Cirebon, Kamis (4/11/2021). 

Acara tersebut merupakan kegiatan dari Kodim 0620/Kabupaten Cirebon bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk melakukan pembangunan di tingkat desa. 

Imron mengucapkan banyak terima kasih kepada Kodim 0620 yang sudah mengadakan acara Kegiatan BSMSS. 

Menurutnya, peran TNI sangatlah besar dalam pembangunan di Kabupaten Cirebon. "Kegiatan BSMSS bukti nyata wujud kepedulian TNI dan pemerintah daerah dalam menyejahterakan masyarakat desa," kata Bupati Imron.

Imron menjelaskan, Program BSMSS merupakan salah satu metode untuk mengoptimalisasi untuk menumbuhkembangkan partisipasi masyarakat untuk membangun wilayahnya. Sehingga mampu mendorong gerak maju akselerasi pembangunan di desa. 

"Kegiatan ini sebagai salah satu pengetasan kemiskinan. Serta memelihara ikatan batin kemanunggalan antara TNI dan Rakyat yang nantinya terciptanya kesatuan dan persatuan yang kokoh dan Kabupaten Cirebon bisa sejahtera," ujarnya.

Ia mengungkapkan, kemiskinan tidak bisa diatasi oleh program semata. Bahkan, dibutuhkan program yang lebih terpadu agar berkesinambungan serta bisa terarah dan mengena pada sasaran. 

Selain itu, kata Imron, adanya program ini merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jabar. Bahkan, Pemkab Cirebon dan jajaran TNI serta pihak swasta agar bersama-sama memberikan pelayanan masyarakat. 

"Program BSMSS ini meliputi bangunan fisik dan no fisik yang berupa  aspal jalan, rutilahu, rehab musolah pembuatan poskamling dan lainnya," katanya.

Sementara itu, Dandim 0620/Kabupaten Cirebon, Letkol Inf Sugir, S.I.P., M. Tr.(Han) melalui Kasdim, Mayor Inf Rochmani Nurbisntoro mengatakan, kegiatan BSMSS dilakukan selama satu bulan di Desa Semplo, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon. 

Menurutnya, tujuan BSMSS  pada dasarnya memberikan motivasi kepada masyarakat yang ada di pedesaan. 

"Karena dengan kegiatan ini diharapkan menimbulkan stimulant kesadaran masyarakat agar mampu memanfaatkan potensi sumber daya yang dimiliki masyarakat dan lingkungan," katanya. 

Rochmani menjelaskan, BSMSS ini adalah Bhakti TNI yang bekerja sama dengan pemerintah daerah didukung partisipatif masyarakat untuk membantu untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui pembangunan.

"Ini merupakan kontribusi semua unsur dalam gotong royong sebagai cerminan  terciptanya kemanunggalan, rasa saling memiliki dan kebersamaan antara Kodim 0620, unsur pemerintah daerah dan warga di desa Semplo  Kecamatan Palimanan, " ujarnya. 

"Saya yakin dan percaya harapan kemandirian akan bisa diraih seluruh masyarakat desa. Karena potensi sudah dimiliki dan diwujudkan pada kegiatan Bhakti manunggal ini," tambahnya.

Ia mengajak kepada masyarakat Desa Semplo untuk bisa menjaga apa yang sudah diberikan selama ini. 

"Sarana yang sudah terbangun supaya  tetap dijaga dengan baik dan dimanfaatkan semaksimal mungkin  demi kepentingan masyarakat," harap Rochmani. (din)

Rabu, 03 November 2021

LP2M Gelar Kegiatan Workshop Tentang Pengembangan Kapasitas Dosen dalam Pengabdian Masyarakat


FOKUS CIREBON - IAIN Syekh Nurjati Cirebon melalui Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) menyelenggarakan kegiatan Workshop Pengembangan Kapasitas Dosen dalam Pengabdian kepada Masyarakat. 

Kegiatan yang berlangsung di Aula Hotel Tryas Kota Cirebon ini, dibuka oleh Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag, Rabu (3/11/2021).

Dalam kegiatan tersebut LP2M menghadirkan pemateri Dr. Sofyan Sjaf, S.Pt., M.Si dari LP2M IPB Bogor dengan peserta dari perwakilan dosen program studi yang ada di IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Menurut Ketua LP2M IAIN Cirebon, Dr. Ahmad Yani dalam sambutannya mengatakan, bahwa kegiatan workshop ini merupakan rangkaian kegiatan yang diinisiasi oleh LP2M sebagai bentuk pembekalan ilmu pada peserta (dosen) yang sejatinya memiliki kewajiban pengabdian kepada masyarakat. 

"Tujuan utama diselenggarakannya workshop ini untuk memberikan pengetahuan tentang pengabdian kepada masyarakat, baik secara teoritis maupun praktis" ujar Yani.

Demikian juga kata Yani, sejauh ini LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon telah bekerjasama dengan berbagai mitra dan telah mendorong mitra tersebut ikut aktif berpartisipasi dalam program-program yang diselenggarakan secara berkelanjutan.

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Sumanta, M.Ag menyampaikan, bahwa kegiatan ini patut diapresiasi karena pengabdian merupakan salah satu bagian dari tridharma perguruan tinggi yang menjadi tanggung jawab akademisi dalam mengimplementasikan ilmunya serta harus berdampak pada masyarakat luas. 

Menurut Sumanta, kegiatan yang digagas oleh LP2M ini harus didukung dalam rangka menjawab persoalan-persoalan yang ada di masyarakat. 

"Melalui kegiatan workshop ini, para peserta diharapkan menghasilkan luaran berupa proposal pengabdian sebagai bentuk tindak lanjut kegiatan. Momen ini juga diharapkan mendorong semangat para peserta untuk menghasilkan gagasan-gagasan brilian terhadap kewajibannya yaitu melaksanakan pengabdian kepada masyarakat," harapnya.

Sementara itu, Dr Sofyan Sjaf dalam pemaparannya menjelaskan tentang pengalaman proses kerja di LP2M Institut Pertanian Bogor, pengenalan metodologi, dan penyusunan proposal. 

Dalam pengalamannya, LP2M selaku “motor” penelitian dan pengabdian harus bisa menggerakkan dosen dalam berinovasi demi membantu persoalan-persoalan di tingkat masyarakat, serta menggandeng mitra untuk mendukung pendanaan pada kegiatan-kegiatan di LP2M. 

Menurutnya, tingkat keberhasilan pengabdian masyarakat adalah sejauh mana keberlanjutan program yang dilaksanakan oleh dosen.

“Jangan berharap program pengabdian bisa berhasil dalam kunjungan satu atau dua kali. Pengabdian itu berhasil karena ada keberlanjutannya,” tegasnya.

Selain itu, persoalan lain yang biasa dihadapi dalam pengabdian adalah masalah data. 

"Selama ini data-data statistik yang beredar tidak selalu akurat. Hal itu bisa menyebabkan proses dan pengambilan keputusan juga tidak tepat," jelasnya.

Dr Sofyan Sjaf berharap, bangunlah pengabdian kepada masyarakat dimulai dari data yang akurat dan gagasan yang inovatif. 

"Sebagai institusi berbasis keagamaan, tentu tidak selalu harus melaksanakan pengabdian bertema keagamaan, tapi juga menyentuh dimensi-dimensi lain seperti pengabdian berbasis desa, lingkungan, atau pendidikan. Artinya, ada dampak berkelanjutan yang dihasilkan dari proses pengabdian tersebut," jelasnya.

Usai pemaparan materi, proses kegiatan workshop ini mendapatkan respon positif dari peserta yang mengemuka dalam sesi tanya jawab. 

Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan menyentuh aspek strategi pengumpulan dana pengabdian di luar kampus, penyusunan proposal pengabdian yang menarik dan inovatif, serta pentingnya kerjasama tim dalam proses pengabdian. 

Partisipasi para peserta juga dibuktikan dengan keaktifannya dalam mengemukakan pendapat terutama ketika membagikan pengalaman pribadinya dalam melakukan pengabdian kepada masyarakat. (din)


Sejumlah Perusahaan PMA dan PMDN Peroleh Penghargaan, Bupati Cirebon : Itu Sebagai Bentuk Apresiasi Pemkab

Bupati Cirebon, Drs H Imron M.Ag


KABUPATEN CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPMPTSP), memberikan penghargaan sejumlah perusahaan penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA) di Hotel Apita, Kecamatan Kedawung, Rabu (3/11/2021).

Penghargaan tersebut diberikan kepada perusahaan yang patuh tepat waktu melaporkan laporan kegiatan penanaman modal (LKPM) 2021 secara tepat waktu.

Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag mengatakan, penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi pemerintah daerah kepada yang secara tepat waktu melaporkan LKPM. Selain itu, menjadi bahan evaluasi perusahaan selama melakukan kegiatan investasi.

"Berdasarkan data, LKPM yang dilaporkan secara online sebanyak 896 perusahaan per proyek. Dari jumlah tersebut, terdiri dari 440 perusahaan per proyek PMDN dan 456 perusahaan per proyek PMA," kata Bupati Imron.

Imron berharap, kepatuhan dari perusahaan untuk memberikan LKPM dapat meningkatkan ekosistem investasi di Kabupaten Cirebon.

Belum lama ini, lanjut Imron, Kabupaten Cirebon membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Investasi. Tim tersebut dibentuk untuk membuktikan bahwa kabupaten ini merupakan salah satu daerah yang ramah kepada para investor.

Minggu kemarin, pihaknya membentuk satgas percepatan investasi. Kabupaten Cirebon adalah daerah yang Ramah Investasi, dan pihaknya juga siap membantu semua yang ingin berinvestasi.

"Kehadiran investor ini membantu pemerintah dalam pembangunan. Saya ingatkan perusahaan tidak melupakan CSR, karena kalau pembangunan menggunakan anggaran daerah itu prosesnya lama," katanya.

Kepala DPMPTSP Kabupaten Cirebon Sugeng Darsono mengatakan, LKPM dari perusahaan PMDN/PMA yang diterima oleh pihaknya itu periode hingga September 2021.

Sejumlah perusahaan yang mendapatkan penghargaan tersebut di antaranya, PT Indofood CBP Sukses Makmur, PT Vincent Sheppard Indonesia, dan PT Daiwaboo Industrial Fabrics, PT Ayam Unggul, PT Embe Plumbon Textile, PT Sinar Grandia Jaya, dan PT Garam Nusantara

"Aspek yang dinilai adalah administrasi (perizinan, ketepatan waktu laporan, substansi), kegiatan usaha, kontribusi pembangunan daerah terutama UMKM, serta CSR. Tim penilai semuanya independen," kata Sugeng.

Sekretaris DPMPTSP Jabar Eka Hendrawan mengatakan, Kabupaten Cirebon hingga September 2021 ini berkontribusi terhadap realisasi investasi di Jawa Barat sebesar 4,15 persen atau Rp 4,4 triliun.

Diharapkan, kata Eka, Kabupaten Cirebon bisa terus meningkatkan nilai investasi. "Kabupaten Cirebon itu masuk ke dalam Kawasan Metropolitan Rebana, mohon dimanfaatkan peluang ini," katanya. (din)

7 Qori Terbaik IAIN Syekh Nurjati Cirebon Gemparkan Keraton Kanoman

 


FOKUS CIREBON - Puncak rangkaian Dies Natalis IAIN SNJ Cirebon yang digelar di Keraton Kasultanan Kanoman Cirebon digemparkan dengan kehadiran 7 Qori terbaik IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Hal itu diketahui saat Fokus Cirebon membuka chanel You Tube milik Humas IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang dikirim ke Fokus Cirebon. 

Dalam isi YouTube tersebut memperlihatkan bagaimana indahnya suara 7 Qori tersebut mengumandangkan adzan serta melantunkan ayat-ayat suci Al Quran.  

Tentu saja, suasana di Bangsal Keraton Kasultanan Kanoman Cirebon tiba-tiba menggema saat lantunan indah keluar dari suara 7 Qori terbaik di IAIN Syekh Nurjati.

H Muhamad Arifin M.PdI, Humas IAIN Syekh Nurjati Cirebon menyatakan, keterlibatan 7 Qori tersebut merupakan merupakan sesi acara dari rangkaian kegiatan Diesnatalis IAIN Cirebon yang digelar di Keraton Kasultanan Kanoman. 

"Alhamdulillah, seluruh kegiatan berjalan lancar, baik seminar, ziarah maupun peran 7 Qori di Keraton tersebut. Semua ini tentu berkat kerjasama yang baik dan tentu kami sangat berterimakasih kepada pihak Keraton Kanoman yang sudah menyediakan tempat serta bekerjasama dengan IAIN Syekh Nurjati dalam sejumlah kegiatan kemarin," paparnya. (din) 

FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon Bekerjasama LPLM FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Menggelar Kegiatan Leadership Akademik

FITK IAIN SNJ Cirebon Hadiri Kegiatan Leadership Akademik hasil kerjasama dengan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.


FOKUS CIREBON - Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon bekerjasama degan Lembaga Pengembangan Leadership Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Sunan Kalijaga Yogyakarta menggelar kegiatan Leadership Akademi, bertempat di UIN Kalijaga Yogyakarta.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 4 hari sejak 30 Oktober hingga 2 November 2021 ini, dihadiri langsung oleh Dr. Saifudin, M.Ag, Wakil Dekan III FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Dalam kegiatan ini, Dr Saifudin M.Ag  menyampaikan, bahwa tujuan program ini adalah mengapresiasi mahasiswa yang telah menorehkan prestasi bagi FITK baik ditingkat nasional serta internasional, dengan dibekali program lanjutan untuk meningkatkan keterampilan mereka dalam mengembangkan diri secara kompetitif,  disamping menjadi inspirasi bagi mahasiswa yang lain untuk selalu mengembangkan bakat dan talenta serta percaya diri mendemontrasikannya dalam berbagai kompetisi.

"Lebih kurang  25 mahasiswa FITK yang memiliki prestasi serta dilibatkan sebagai peserta aktif dalam program ini," katanya.

Menurutnya, program yang menjadi piloting Dekan FITK ini akan dirancang berkelanjutan serta diharapkan menstimulasi prestasi kompetitif dan yang masif pada mahasiswa FITK. (din)

Dekan FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon Hadiri Acara Forum Dekan Ushuludin Se Indonesia

Forum Dekan Ushuludin Se Indonesia di Semarang, Jawa Tengah.


FOKUS COREBON - Dekan FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr Hajam M.Ag bersama Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Arief Rachman, M.Si selama tiga hari, 22-24 Oktober 2021, mengikuti kegiatan Forum Dekan Ushuludin Se-Indonesia di Hotel Santika Premiere, Semarang. 

Kegiatan yang seyogyanya dilaksanakan pada tahun 2020 tahun lalu, dan baru dilaksanakan tahun 2021 ini, karena  masih dalam suasana Covid-19, sehingga kegiatan tersebut tertunda.

Pada kegiatan ini, UIN Walisongo sebagai tuan rumah dan mengundang seluruh dekan di lingkungan fakultas Ushuluddin di seluruh Indonesa. 

Kegiatan ini mendapat tanggapan yang baik, sehingga tidak kurang dari 30 dekan berkumpul selama tiga hari membahas berbagai hal terkait dengan fakultas Ushuluddin.

Rektor UIN Walisongo dalam sambutan pembukaannya menyambut baik kegiatan tersebut, serta mendukung penuh kegiatan yang bertemakan “Mewujudkan Kampus Merdeka dan Akreditasi Unggul di Program Studi Fakultas Ushuluddin” sebagai sebuah kegiatan yang mencoba untuk bersama-sama membahas implementasi Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MBKM) serta untuk mendapatkan akreditasi unggul di semua prodi atau jurusan di lingkungan fakultas Ushuluddin.

"Dalam kegiatan ini, para dekan membahas berbagai masalah terkait dengan upaya peningkatan kinerja Fakultas Ushuluddin," terang Rektor UIN Walisongo.

Rektor juga menjelaskan, ada sejumlah  materi pembahasan pada pertemuan tersebut, di antaranya membahas  Internasionalisasi dan Akreditasi Unggul, Implementasi MBKM dan Kurikulum MBKM, Profesorisasi dan Transformasi Tigas Akhir ke Artikel serta pemilihan dan Penetapan Pengurus Forum Dekan Fakultas Ushuluddin dan kegiatan ini ditutup dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Terpadu oleh para Dekan di Fakultas Ushuluddin seluruh Indonesia.

Dari hasil.pembahasan tersebut, lanjutnya, ada beberapa hal yang bisa ditindaklanjuti sebagai hasil dari Forum dekan tahun ini, antara lain bahwa kegiatan yang bersifat internasional dapat dilakukan secara bersama-sama antara beberapa kampus. Sehingga kegiatan ini selain untuk mendapatkan ilmu dan pengetahuan terkini serta sebagai implementasi dari MOU yang ditandatangani. 

Adapun untuk kegiatan Akreditasi agar mendapatkan nilai Unggul, maka seluruh stakeholder harus berkomitmen untuk melaksanakan kegiatan akreditasi tersebut. 

"Kebijakan MBKM, baik implementasi serta kurikulumnya, perlu duduk bersama membahas hal tersebut sehingga ada kesepakatan serta kesepahaman terkait pelaksanaannya," ujarnya.

Sedangkan proses pencapaian jabatan fungsional tertinggi, yaitu guru besar, perlu memperhatikan hal-hal yang terkait dengan persyaratan utama dan nilai KUm yang harus dipenuhi oleh dosen yang bersangkutan. Sebuah penawaran menarik dari UIN bandung terkait dengan penawaran penulisan artikel yang dimuat di jurnal bereputasi sebagai pengganti skripsi.

Dekan FUAD IAIN SNJ Cirebon pada acara Forum Dekan Ushuludin Se Indonesia di salah satu hotel di Semarang, Jawa Tengah.


Dalam pemilihan dan penyusunan Pengurus Forum Dekan Ushuluddin, terpilih Dr. Yusuf  Rahman, M,A. (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) didampingi Wakil ketua Umum, Dr. Inayah Rohmaniyah, S.Ag., M.Hum (UIN Kalijaga Yogyakarta) serta Dr. H. Hasyim Muhammad, M.Ag (UIN Walisonggo, Semarang) sebagai Sekretaris Jenderal. (din)

Pertemuan Virtual Pemkab Cirebon dengan Kemendagri Bahas Percepatan Pengentasan Kemiskinan

KABUPATEN CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon menghadiri pertemuan secara virtual dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Kantor Bappelitbangda Kabupaten Cirebon, Rabu (3/11/2021). Pertemuan tersebut membahas upaya percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrem.

Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Cirebon diwakili oleh Wakil Bupati Cirebon Wahyu Tjiptaningsih dan Sekretaris Daerah Rahmat Sutrisno.

Berdasarkan pemaparan Plt. DirekturJenderal Bina Pembangunan Dalam Negeri Kemendagri Dr. Sugeng Hariyono, jumlah warga miskin di Indonesia per Maret 2021 mencapai angka 27.542.770 jiwa atau 10,14 dari total penduduk.

Sesuai arahan Presiden Joko Widodo pada 2 Juli 2021, upaya pemerintah dalam menangani kemiskinan ekstrem tidak boleh berhenti meskipun di tengah masa pandemi Covid-19. Hal itu dilakukan agar angka kemiskinan mencapai 0 persen pada 2024.

Percepatan penanganan kemiskinan ekstrem harus dilaksanakan secara terintegrasi melalui kolaborasi intervensi. Juga memastikan intervensi di sektor pendidikan, kesehatan, dan air bersih dapat diterima. "Pertajam juga basis data untuk ketepatan target dan upaya percepatan," kata Hariyono.

Dalam upaya penanganan kemiskinan ini pemerintah harus melibatkan sektor swasta untuk berperan sebagai off taker produk kelompok miskin esktrem, sehingga dapat meningkatkan pendapatan.

Dari program tersebut, pemerintah telah menetapkan tujuh provinsi dan 35 kabupaten sebagai lokasi prioritas penanggulangan kemiskinan ekstrem tahun 2021. Sementara, pada tahun 2022 di 25 Provinsi dan 212 kabupaten/kota.

Hariyono mengatakan, tugas dari pemerintah daerah yakni, menjadi koordinator pelaksanaan program pengentasan kemiskinan ekstrem agar pelaksanaan program antar OPD tidak tumpang tindih dan lebih tepat.

Kemudian, menjembatani koordinasi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program lintas OPD dan lintas kementerian termasuk kepada pihak swasta,masyarakat, dan perguruan tinggi.

"Lalu harus memastikan ketersediaan anggaran program pengentasan kemiskinan dan memastikan program tersebut tertuang dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah melalui sumber-sumber pendanaan yang sah (CSR, BUMD, NGO dan sebagainya)," katanya. (din)

Selasa, 02 November 2021

IAIN Syekh Nurjati dan Pemda Kota Cirebon Deklarasi dan Lounching Gerakan Maghrib Mengaji

Wali Kota Cirebon, Drs H Nashrudin Azis SH bersama Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag dan Ketua LP2M IAIN Cirebon Dr H Ahmad Yani M.Ag pada acara deklarasi dan Lounching Gerakan Maghrib Mengaji Se-Kota Cirebon, Selasa (2/11/2011).


FOKUS CIREBON - CIREBON – Gerakan Magrib Mengaji bertujuan untuk membina anak-anak agar memiliki akhlakul karimah. Magrib mengaji juga merupakan aktivitas ibadah yang sangat lekat dengan masyarakat muslim di Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Cirebon, Dra. H. Nashrudin Azis, S.H., saat deklarasi dan peluncuran Gerakan Masyarakat Magrib Mengaji se Kota Cirebon serta lokakarya dan penutupan kuliah kerja nyata (KKN) gemar mengaji tingkat Kota Cirebon yang digelar oleh LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

“Melalui KKN gerakan masyarakat magrib mengaji, kita kembali menyadari bahwa mengaji merupakan salah satu aktivitas ibadah yang sangat lekat dengan masyarakat muslim Indonesia,” tutur Azis, Selasa (2/11/2021).

Masjid, surau, langgar dan musala senantiasa ramai karena aktivitas anak-anak yang mengaji usai shalat ashar dan magrib. “Mengaji di tempat tersebut telah menjadi lembaga pendidikan keagamaan non formal bagi anak-anak Indonesia,” tutur Azis. 

Sejak dini, anak-anak sudah diperkenalkan baca tulis Al Quran dan mengaji. Mereka juga mendapatkan pendidikan agama yang cukup di tempat tersebut.

Namun arus modernisasi saat ini telah menggeser nilai, budaya dan tradisi masyarakat. Tidak hanya masyarakat perkotaan, namun juga pedesaan. Sehingga terjadi perubahan sosial yang cukup signifikan di tengah-tengah masyarakat. 

“Tradisi baik yang telah tertanam mulai tergerus, salah satunya budaya mengaji di waktu magrib,” tutur Azis. Karenanya Azis menyambut baik terhadap kegiatan mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang telah menggiatkan kembali gerakan magrib mengaji. 

“Tidak berlebihan apabila saya mengatakan bahwa rekan-rekan mahasiswa telah berkontribusi dalam upaya pencegahan perubahan dan pergeseran sosial yang kini terjadi,” tutur Azis.

Dijelaskan Azis, mahasiswa IAIN Syekh Nurjati telah melakukan upaya dan langkah konstruktif untuk menghidupkan dan mengembalikan kembali tradisi baik yang telah mengakar. “Yaitu memakmurkan musala, langgar dan masjid dengan aktivitas mengaji,” tutur Azis. 

Azis juga berterima kasih karena di masa pandemi Covid-19 yang penuh keterbatasan, mahasiswa mampu membuat banyak terobosan dan menyesuaikan kegiatan dengan kebijakan pemerintah terkait pembatasan kegiatan masyarakat.


Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H. Sumanta Hasyim M.Ag mengatakan, deklarasi dan launching ini merupakan kerjasama yang sinergis antara Pemda Kota Cirebon dan IAIN Syekh Nurjati Cirebon untuk bisa menumbuhkan budaya leluhur, yakni budaya mengaji. Menurut Sumanta, budaya Kota Cirebon adalah budaya yang dipenuhi nilai- nilai agamis sehingga Kota Cirebon disebut sebagai Kota Wali.

"Salah satu indikator budaya agamis, masyarakat Kota Cirebon menjadikan waktu antara maghrib sampai isya untuk mengaji di mushala atau masjid," kata Sumanta.

Menurutnya, banyak masyarakat yang menitipkan anak- anaknya untuk menjadi santri mushala untuk membaca, menulis dan bahkan bisa memahami isi Alquran. Sumanta berharap cita- cita bersama dan visi Kota Cirebon bisa terwujud.

"Alhamdulilah IAIN hadir bersama masyarakat untuk menumbuhkan kembali budaya yang sangat mulia ini. Ada tanggung jawab pribadi menjadikan anak- anak bisa membaca dan menulis serta memahami isi kandungan Alquran, karena Alquran adalah sumber kehidupan dalam agama," tuturnya.

Sumanta menambahkan, IAIN Syekh Nurjati Cirebon merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Kota Cirebon. Sebab menurutnya IAIN lahir di Kota Cirebon.


"Sebagaimana tadi telah disampaikan panitia, dulu mahasiswa IAIN itu kuliah pertama kali di Cirebon dan di Masjid Attqwa serta beberapa tempat yang difasilitasi tokoh di Kota Cirebon," ungkapnya. (din)


Senin, 01 November 2021

Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Menggelar Kegiatan Maulid Nabi Bersama Alumni PMII Lintas Generasi


FOKUS CIREBON - Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cirebon belum lama ini menggelar Peringatan Maulid Nabi bersama Alumni PMII Lintas Generasi.

Acara yang berlangsung di sekretariat PMII Cirebon itu diisi dengan pembacaan Barzanji dan ramah tamah antar alumni. Minggu, (31/10/2021).

Salah satu Alumni PMII Cirebon, Dr. H Ilman Nafi’an, M.Ag mengucapkan terima kasih kepada segenap panitia yang sudah memfasilitasi acara Maulid Nabi ini.

“Mudah-mudahan apa yang telah dilakukan oleh segenap panitia menjadi amal jariyah,” ujar Pembina PMII Cirebon itu.

Dalam kesempatannya itu, Ilman menegaskan bahwa gedung skretariat PMII Cirebon merupakan milik bersama alumni PMII Cirebon.

"Jadi, jika ada yang kangen dengan suasana di Cirebon, para Alumni silahkan untuk menginap di sini,” katanya.


Sementara itu, Ketua PC PMII Cirebon, Alisa Riska Maulidiya mengatakan, Maulid Nabi Muhammad SAW diselenggarakan atas dasar rasa cinta kepada Nabi.

“Sebagai umat Islam yang mengamalkan ajaran Islam Ahlussunah Waljama'ah Annahdiyah, sudah sepatutnya melakukan pujian dan menyambut dengan bahagia atas hari kelahiran manusia termulia yang membawa risalah Ajaran Islam bagi seluruh mahluk dialam semesta ini,” ujarnya.

Ia mengaku, Tujuan terselenggaranya peringatan Maulid Nabi ini untuk meningkatkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW, sehingga dapat menambahkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

“Selain itu, juga untuk  mengamalkan Amaliyah menjaga tradisi Islam ala Ahlussunah Waljama'ah Annahdiyah karena PMII sebagai organisasi Kaderisasi menanamkan akidah itu kepada anggota dan kader nya untuk siap meneruskan tongkat estafet dan perjuangan para alim ulama untuk menyebarkan nilai-nilai dan ajaran paham Ahlussunah Waljama'ah Annahdiyah di bumi Indonesia dan Dunia,” imbuhnya.


Ia berharap, kelak diakui sebagai umatnya Nabi yang meneruskan risalah ajaran Islam Rahmatan Lil 'alamiin, sehingga mendapatkan syafa'atnya Nabi Muhammad SAW. 

“Tidak hanya memperingati Maulid Nabi, pertemuan ini juga sebagai penguatan Ukhuwah Islamiyyah serta menyambungkan silaturahim para anggota kader dan alumni PMII Cabang Cirebon lintas generasi,” tandasnya. (din)

Bangun Kerjasama dengan Keraton Kanoman, FSEI IAIN Syekh Nurjati Gagas Pariwisata Menjadi Ikon Cirebon

Sesi foto bersama : Para akademisi IAIN Syekh Nurjati Cirebon bersama pihak Keraton Kesultanan Kanoman usia kegiatan seminar di bangsal Keraton Kesultanan Kanoman, Senin (01/11/2021).


FOKUS CIREBON - Puncak Diesnatalis IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Fakultas Syari'ah dan Ekonomi Islam (FSEI) menggelar Seminar Peningkatan dan Pengembangan Paradigma Keagamaan di Bangsal Keraton Kesultanan Kanoman Cirebon, Senin (1/11/2021).

Kegiatan hasil kerjasama FSEI IAIN Cirebon bersama Keraton Kesultanan Kanoman ini disertai penandatanganan MoU terkait program wisata syariah.

Dalam kegiatan seminar ini, ratusan mahasiswa dan dosen FSEI ikut larut membahas materi pelestarian cagar budaya dan wisata syariah yang diprogram untuk menjadi ikon Cirebon.

Sementara tiga pemateri pada kegiatan seminar tersebut, di antaranya Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag, Dekan FSEI, Dr H Aan Jaelani M.Ag dan Ratu Mawar Kartina, SH MH dari pihak Keraton Kesultanan Kanoman.

Ratu Mawar Kartina kepada Fokus Cirebon menyatakan, pihaknya sangat mengapresiasi atas kegiatan yang digagas IAIN Syekh Nurjati Cirebon terkait penggerak paradigma Keagamaan. 

Menurut Ratu Mawar, memang pada dasarnya Cirebon ini merupakan syiar Islam yang tentunya harus diperkuat dan hal ini sudah dilakukan oleh IAIN Syekh Nurjati sebagai akademisi.

Tentu juga sangat diperlukan dalam proses perjalanannya untuk membuka bagi semua lapisan masyarakat untuk melakukan penelitian terkait dengan sejarah, budaya dan adat yang ada di Cirebon ini.

Ratu Mawar juga menjelaskan bahwa berkaitan dengan Keraton Kanoman  sebagai salah satu destinasi wisata religi atau wisata syariah, sebenarnya sudah berlangsung lama. Namun dengan adanya kegiatan yang digagas IAIN Syekh Nurjati ini, maka tentu wisata syariah yang ada, kita ingin kembali ditingkatkan dan lebih dioptimalkan karena Cirebon memiliki potensi itu.

"Ya, Cirebon itu memiliki potensi wisata syariah yang luar biasa, dan saya berharap dengan riset yang nanti akan dilakukan pihak IAIN Syekh Nurjati dapat menggali titik titik wisata tersebut dan kemudian bisa menjadi ikon Cirebon untuk menjadi pariwisata syariah," terangnya.

Kendati demikian, Ratu Mawar berharap, dalam penggalian titik-titik wisata syariah tersebut, tentu juga perlunya faktor-faktor pendukung, artinya, potensi-potensi yang ada di lingkungan wisata  dikembangkan. Sehingga kata Ratu Mawar, dengan meningkatnya wisata syariah, maka juga akan meningkatnya perekonomian masyarakat di sekitar tempat wisata tersebut.

"Ya, tentu saja kami ada harapan, karena di IAIN Syekh Nurjati itu ada Jurusan Pariwisata Syariah Islam, sehingga sangat memungkinkan sekali dengan kerjasama ini wisata syariah bisa berjalan lebih baik dan optimal. Apalagi pada kegiatan seminar dan kerjasama ini, baik pihak IAIN Syekh Nurjati maupun Keraton Kanoman bersama-sama mengimplementasikan gagasan-gagasan untuk meningkatkan pariwisata syariah di Cirebon," paparnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Syari'ah dan Ekonomi Islam (FSEI), IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Aan Jaelani M.Ag menyatakan, seminar ini salah satunya bertujuan untuk pengembangan pariwisata halal atau pariwisata syariah di Cirebon. 

Pihaknya menyambut gembira, sebagimana disampaikan juga oleh Rektor IAIN Syekh Nurjati,  bahwa pengembangan seluruh program kegiatan dengan stakeholder dalam hal.ini pengembangan pariwisata syariah dengan pihak Keraton Kanoman ini diharapkan bisa menjadi awal untuk pengembangan ilmu-ilmu keislaman di bidang pariwisata juga berkontribusi dalam beragam program pemerintah daerah di bidang pariwisata.

IAIN Syekh Nurjati Cirebon melalui Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam memiliki agenda bahwa Keraton Kanoman ini mitra penting dan bukan hanya untuk pengembangan kompetensi mahasiswa atau capaian pengembangan lulusan mahasiswa tapi juga menjadi media pelatihan, pengembangan, dan inovasi terutama bagi mahasiswa dalam pengembangan pariwisata syariah yang berbasis tradisi atau ekonomi lokal.

"Kita berharap bahwa kerjasama ini akan ditindaklanjuti peningkatan kompetensi mahasiswa atau capaian lulusan mahasiswa juga dalam bidang kurikulum pariwisata syariah yang berorientasi pada pengembangan dan inovasi pada produk pariwisata lokal. Kemudian juga sebagai pengembangan riset di bidang pariwisata syariah sehingga inovasi ya g dihasilkan dalam riset tentang pariwisata ini menjadi bagian dari ikhtiar kita turut berkontribusi dalam pembangunan dan keberlanjutan peninggalan-peninggalan sejarah dan budaya di Cirebon," jelas Aan.

Selain itu, kata Aan juga untuk pengembangan program pengabdian kepada masyarakat. Maka tentu saja ke depan diharapkan para mahasiswa dan dosen bisa menjadi pengabdi di bidang pariwisata untuk turut serta terlibat aktif dalam.pengembangan, dalam merumuskan gagasan atau memberikan saran-saran yang konstruktif untuk pengembangan pariwisata syariah di Cirebon.

Kendati begitu, lanjut Aan, memang ada sejumlah kendala-kendala dalam pengembangan pariwisata syariah. Pertama program dan agenda yang terencana dan simultan, ini harus diperkuat dengan pengelolan yang baik, yang good governance, dan yang bisa secara inovasi membangun kota Cirebon sebagai ikon kota pariwisata.

Kemudian juga kolaborasi dan kemitraan dari beragam pihak dalam mengembangkan destinasi wisata penting sekali melibatkan banyak unsur, seperti pemerintah daerah, perguruan tinggi, juga pihak-pihak pengelola destinasi wisata, seperti Keraton atau pengelola tempat wisata yang lain. 

"Dalam kerangka kemitraan ini, agenda dan program bersama bisa dijalankan dengan optimal, dan secara obyektif kami optimis bahwa Cirebon bisa menjadi ikon pariwisata. Hal ini bisa ditandai dengan peninggalan sejarah dan budaya yang secara otomatis menjadi ikon Cirebon. Tinggal bagaimana melakukan pengelolaan dan pemasaran yang inovatif berbasis media digital sehingga masyarakat dunia atau para wisatawan ini bisa mengetahui informasi awal tentang pariwisata di Cirebon," jelasnya.

Karena itu, tambah Aan, fasilitas juga harus lebih baik, salah satunya adalah transportasi. Karena salah satu daerah yang maju itu ditandai dengan adanya fasilitas transportasi yang baik dan dikontrol dengan teknologi yang canggih, kemudian kesadaran bersama dari pengguna lalu lintas dan juga penataan jalan yang rapih dan tertib.  

"Jika semua ini bisa terwujud baik, maka optimis Cirebon bisa menjadi ikon pariwisata di masa mendatang, jadi saya sangat optimis," tandas Dekan FSEI mengakhiri perbincangan dengan Fokus Cirebon. (din)








Tanamkan Kepedulian Sosial, Lembaga Dakwah Mahasiswa IAIN Cirebon Gelar Baksos di Panti Beringin Bhakti Cirebon


FOKUS CIREBON - Upaya memanusiakan manusia serta menjalin silaturrahmi dengan masyarakat luas, UKM Lembaga Dakwah Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati melalui dua departemennya yakni Departemen Ekonomi Keumatan dan Departemen Kemuslimahan mengadakan bakti sosial dengan membagikan sembako di Jl Pangeran Cakrabuana, Desa Kecomberan, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, tepatnya di Yayasan Beringin Bhakti, Minggu (1/11/2021).

Selain penyaluran sembako, mahasiswa melalui Lembaga Dakwah ini juga menggelar berbagai kegiatan lainnya, seperti mengajar sambil bernyanyi, game dan lainnya. Hal ini sesuai dengan sangat yang tercantum pada tema kegiatan yakni “Berdedikasi dengan Aksi Berkiprah dengan Hati”.

Kendati begitu, kegiatan penyaluran sembako ini dilakukan dengan tetap menerapkan protocol distancing. Sedang isi sembako di antaranya masker medis, hand sanitaizer, beras karungan, gula, minyak, mie instan goreng, telor, susu kalengan, sarden maya, snack, air mineral, Al Qur’an dan ATK lainnya. 

Ketua Umum Lembaga Dakwah Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Kadadi, menyatakan rasa terimakasihnya kepada semua pihak yang menjadi  sponsor pada kegiatan ini. Baik kepada Yaum Cirebon, Rumah Amal Salman Cirebon, HMI Cirebon, Emina Cirebon, Layla Store, UKM Mart Bekasi, Fatimah Hijab dan jualanku store serta media patner yang telah membantu mensyiarkan acara kami ke platfrom media sosial.

"Kepada semua sponsor yang telah membantu mensukseskan kegiatan ini kami ucapkan banyak terimakasih," katanya.

Dia juga menjelaskan bahwa target kegiatan ini dibatasi oleh pihak panti Beringin Bhakti sebanyak 50 orang,  tetapi yang hadir pada acara tersebut ada sebanyak 30 orang.

"Acara bakti sosial yang diadakan Lembaga Dakwah Mahasiswa ini sangatlah menginspirasi remaja dan dewasa. Para mahasiswa mahasiswi di Lembaga Dakwah Mahasiswa ini juga sangatlah ikhlas dan sepenuh hati dalam menjalankan kegiatan ini. Semoga ini menginspirasi dan bermanfaat," ujarnya lagi.

Ketua Departemen Kemuslimahan, Atikah dan Depertemen Ekonomi Keumatan, Alwi, Lembaga Dakwah menjelaskan, bahwa hidup itu bukan hanya memikirkan diri sendiri, tetapi juga harus perduli dengan lingkungan dan orang lain. "Ketika kita membantu urusan orang lain, maka Allah dan masyarakat akan membantu dan memudahkan urusan kita," terang keduanya.


Sementara itu, dalam kegiatan baksos ini pihak Panti Beringin Bhakti menyambut positif, mengingat kegiatan tersebut sangat memanusiakan manusia. Antara satu dan lainnya menghilangkan perbedaan dan saling menghormati serta menyayangi. 

Sikap-sikap ini ditunjukan langsung oleh para mahasiswa yang tergabung di Lembaga Dakwah Mahasiswa, mereka dengan sikap santun, lembut dan penuh kasih sayang berbaur dengan para anak anak panti.

Kepedulian mahasiswa IAIN Cirebon ini sebagai bukti bahwa setiap manusia adalah sama derajatnya dihadapan Allah SWT, sehingga para mahasiswa ini  mengajak kepada semua masyarakat peduli dan harus melek atas kepedulian dengan sesama. (din)

Jumat, 29 Oktober 2021

BI Cirebon Ajak Dukung Belanja Produk UMKM secara Online


KABUPATEN CIREBON - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon menggelar acara Edukasi dan Sosialisasi tentang, Cinta, Bangga dan Paham Rupiah di Hotel Patra Cirebon Kecamatan Kedawung Kabupaten Cirebon, Jumat (29/10/2021) malam. 

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka Peringatan Hari ke-93 Sumpah Pemuda tahun 2021 dan diikuti Anggota DPR RI, H. Satori, S.Pdi, M.M dan  Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam Kabupaten Cirebon, Kabul Setiawan, SH.M.Si dan sejumlah undangan. 

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Bakti Artanta mengatakan, ini merupakan kegiatan rutin dalam edukasi dan Sosialisasi tentang Cinta, Bangga dan Paham terhadap Rupiah. Bahkan, acara ini juga sekaligus dalam rangka Peringatan Hari ke-93 Sumpah Pemuda. 

"Sebagai bentuk untuk peringatan Sumpah Pemuda, kami juga mengajak kaum muda untuk mencintai rupiah," katanya. 

Bakti menjelaskan, rupiah merupakan alat pembayaran yang sah di Indonesia. Bahkan, ini menjadi kedaulatan bangsa. 

"Sekarang ini selain rupiah ada pembayaran non tunai. Tapi bukan berarti itu bukan rupiah. Jadi, ada rupiah yang bertransformasi dan sekarang berbentuk pembayaran non tunai," katanya. 

Ia mengatakan, pihaknya berjanji akan mengadakan kegiatan hari belanja online. 

Menurutnya, dengan gerakan belanja online, pihaknya mengajak semua lapisan masyarakat untuk ikut belanja secara online. 

"Mari kita dukung bersama-sama UMKM dengan belanja secara online. Karena setidaknya kita turut serta dalam membangkitkan ekonomi di masa oandemi ini," kata Bakti. 

Sementara itu, Anggota DPR RI, H. Satori, S.Pdi, M.M mengatakan, di peringatan Hari Sumpah Pemuda ini, pemuda sebagai tonggak penting bangsa Indonesia. Pasalnya, pemuda bisa berkontribusi membantu perekonomian di masa pandemi ini. 

"Pemuda Indonesia harus terus mencintai rupiah. Karena rupiah merupakan satu satunya alat pembayaran yang sah di wilayah NKRI, dan merupakan simbol kedaulatan negara," katanya 

Satori berpesan kepada pemuda dan masyarakat agar selalu mencintai, bangga dan paham terhadap rupiah. 

"Dengan bertransaksi melalui rupiah, maka setiap transaksi berarti kita turut membantu menjaga kestabilan rupiah yang merupakan salah satu kedaulatan negara. Dan sangat besar manfaatnya karena kita sudah ikut melakukan pemulihan ekonomi secara nasional," ujarnya. 

Ia menjelaskan, hingga saat ini, pandemi Covid-19 masih melanda seluruh dunia. Bahkan, pandemi ini sudah melumpuhkan semua sektor, khususnya sektor ekonomi.

"Kegiatan ini merupakan wadah dan edukasi masyrakat untuk mencintai bangga dan paham terhadap rupiah. Dan mari kita bersama-sama ikut dalam pemulihan ekonomi dengan belanja produk UMKM kita," katanya. (din)