Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 08 November 2021

Komisi III DPRD Rapat Bersama Bahas R-APBD Disdik Kota Cirebon Tahun 2022 Disdik

CIREBON – Komisi III DPRD melaksanakan rapat bersama Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon di ruang Griya Sawala, Senin (8/11/2021). Rapat tersebut membahas tentang Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) Disdik Kota Cirebon 2022.

Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon, dr Tresnawaty SpB mengatakan, DPRD sejatinya ingin mengetahui kejelasan tentang R-APBD 2021 Disdik Kota Cirebon. “Rapat ini agar kita tahu rencana pendapat dan belanja Disdik. Supaya anggaran yang digunakan bisa efektif dan efisien,” kata Tresnawaty usai rapat.

Tresnawaty mengaku telah mengevaluasi rincian R-APBD yang sudah disampaikan Disdik Kota Cirebon. “Nanti ada rapat lagi. Kita juga akan panggil per bidangnya, yakni GTK (guru dan tenaga kependidikan), Paud dan Pendidikan Non Formal, dan Pembindaan Pendidikan Dasar (Dikdas),” tuturnya.

Tresnawaty mendorong agar pembahasan rapat dan evaluasi tak terfokus pada anggaran. Sehingga, rapat bersama tiga bidang yang ada di Disdik perlu dilakukan untuk mengevaluasi program-program yang direncanakan.

Sementara itu, Kepala Disdik Kota Cirebon, Irawan Wahono SPd MPd mengaku siap mengevaluasi perincian perencanaan anggaran yang telah disusun. Saat ini anggaran dari APBD masih terbatas.

Dalam rapat tersebut, Disdik juga mnyampaikan pagu anggaran 2022. Disdik telah menyusun R-APBD 2022, totalnya sebesar Rp 340.659.751.860. Total besaran R-APBD tersebut merupakan hasil penjumlahan antara Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) yang besarannya mencapai Rp 290.616.678.027, dan dana transfer pusat yang mencapai Rp 158.666.398.000.

“Dari APBD murni kita fokus alokasikan ke BOS daerah. Sebelum pandemi, BOS daerah itu Rp 300 ribu per siswa. Sekarang Rp 50 ribu per siswa. Inginnya kita bisa dikembalikan lagi (Rp 300 ribu per siswa),” kata Irawan. (din)

Sabtu, 06 November 2021

Bupati Imron : Keberadaan Jurnalis Jadi Bagian dari Tolok Ukur Kemajuan Daerah

Bupati Cirebon, Drs H Imron M.Ag


KABUPATEN CIREBON - Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag membuka pelaksanaan Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) di Hotel Aston, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Sabtu (6/11/2021).

Pelaksanaan UKJ tersebut, diikuti puluhan jurnalis yang bertugas di wilayah Cirebon Raya sekitarnya. Para jurnalis itu, nantinya diuji tim asesor dari Dewan Pers dan perwakilan IJTI pusat.

Imron mengatakan, UKJ ini merupakan salah satu standar untuk mengukur kemampuan seseorang dalam profesinya. Hal itu berlaku pula bagi profesi lainnya, termasuk aparatur sipil negara (ASN).

Menurut Imron, wartawan itu memiliki tugas mulia. Namun, kalau tidak disertai kompetensi maka tidak akan memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Harus mampu memberikan informasi kepada masyarakat. Tetapi, kalau kemampuannya tidak mumpuni, itu tidak efektif. Saya harap semua yang ikut tes dinyatakan kompeten," kata Imron.

Imron mengatakan, saat ini pemerintah daerah sudah membentuk Satgas Percepatan Investigasi. Hal tersebut dilakukan pemerintah daerah untuk 'menjemput' investor agar melakukan ekspansi ke Kabupaten Cirebon.

Keberadaan para jurnalis, lanjut Imron, menjadi salah satu tolok ukur kemajuan daerah. "Beberapa kebijakan dari pemerintah pusat, sebagiannya saya dapatkan dari teman-teman jurnalis. Jelas ini sangat membantu," katanya.

Ketua Umum IJTI Herik Kurniawan mengatakan, UKJ yang dilaksanakan di Cirebon ini merupakan rangkaian terakhir pada 2021. Diharapkan, tahun selanjutnya bisa diikuti lebih banyak peserta.

Menurut Herik, ini merupakan salah satu cara menciptakan pola kerja jurnalis agar dapat bekerja dengan baik. Semua orang bisa menjadi wartawan, namun tidak semuanya berkompeten.

"UKJ untuk mencegah terjadinya malpraktik profesi. Ini bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi tolok ukur keprofesionalitasan wartawan," katanya. (din)

Layanan Cirebon Siaga 112 Wakili Indonesia di Kompetisi ASEAN ICT Award

 


CIREBON – Cirebon Siaga 112 meraih terbaik pertama dalam ajang Indonesia Enterpreneur TIK (IdenTIK) 2021 sekaligus akan mewakili Indonesia dalam kompetisi ASEAN ICT Awards (AICTA) 2022. Sejumlah prestasi lainnya juga berhasil diraih oleh Pemda Kota Cirebon jelang akhir tahun.


Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon, Ma’ruf Nuryasa, AP, menjelaskan IdenTIK merupakan transformasi dari program INAICTA serta ID.UP yaitu sebuah ajang kompetisi yang ditujukan untuk menggali produk Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) karya anak bangsa terbaik yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

Harapannya agar produk TIK karya anak bangsa tersebut dapat bersaing di tingkat regional, bahkan internasional. “Pemda Kota Cirebon mengikuti kategori public sector dengan mengajukan dua layanan yaitu Cirebon Siaga 112 dan Wistakon,” tutur Ma’ruf, Sabtu (6/11/2021).

Ma’ruf bersyukur, kedua layanan  yang diajukan berhasil masuk lima besar kategori public sector. Bahkan Cirebon Siaga 112 meraih peringkat pertama di kategori tersebut. 

“Selanjutnya Cirebon Siaga 112  akan diikutsertakan mewakili Indonesia dalam kompetisi ASEAN ICT Award 2022,” tutur Ma’ruf.

Sejumlah penilaian melatarbelakangi hingga Cirebon Siaga 112 terpilih menjadi juara satu kategori public sector. Di antaranya layanan Cirebon Siaga 112 terasa sekali manfaatnya oleh masyarakat. Dapat menelpon melalui telepon genggam sekalipun tidak memiliki pulsa.

“Layanan Cirebon Siaga 112 merupakan inovasi yang dilakukan dengan kolaborasi dengan banyak pihak,” tutur Ma’ruf. Sehingga masyarakat cukup mengingat satu nomor yaitu 112 untuk semua layanan kedaruratan.

Penghargaan ini, lanjut Ma’ruf merupakan kado bagi layanan Cirebon Siaga 112 yang 29 Oktober lalu baru berulang tahun yang ketiga. Ke depannya layanan satu nomor kedaruratan ini akan terus diperbaiki dan ditingkatkan sehingga akan semakin banyak manfaat yang dirasakan oleh masyarakat.

Selain itu, media sosial (medsos) milik Pemda Kota Cirebon juga menjadi nominator pada Anugerah Media Humas (AMH) 2021. Sekalipun belum meraih juara, Pemda Kota Cirebon masuk 6 (enam) terbaik nasional Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota. 

Nominasi ini menjadi motivasi Pemda Kota Cirebon untuk meningkatkan citra positif Pemda dan memberikan informasi terbaik seluas-luasnya kepada masyarakat Kota Cirebon melalui media sosial dan website.

Bahkan tahun ini, lanjut Ma’ruf, mereka telah menandatangani perjanjian kerjasama dengan UGJ untuk sinergitas program merdeka belajar kampus merdeka. 

“Setiap tahun selama 6 bulan mahasiswa fikom belajar di kita,” tutur Ma’ruf.  Setelah dibekali dengan sejumlah keterampilan, mereka akan disebar di 9 SKPD untuk membantu pengelolaan website dan medsos.

“Di era yang serba digital ini, Pemda Kota Cirebon ingin informasi yang disampaikan disalurkan mengikuti perkembangan masyarakat. salah satunya dengan menggunakan medsos,” tutur Ma’ruf. (din)

Jumat, 05 November 2021

LPM Bawa Kampus IAIN Cirebon Ke Posisi Unggul Setara Kampus Ternama di Indonesia

Kegiatan Efektifitas dan Efesiensi Pelaksanaan Audit Muti Internal (AMI) oleh LPM IAIN Syekh Nurjati Cirebon di salah satu hotel di Kota Cirebon, Jum'at (5/11/2021).


FOKUS CIREBON - Lembaga Penjamin Mutu (LPM) IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar kegiatan Efektifitas dan Efesiensi Pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI) melalui Aplikasi IT. Kegiatan tersebut berlangsung di salah satu hotel di Kota Cirebon dan dibuka langsung oleh Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag, Jum'at (5/11/2021).

Dihadapan Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Ketua LPM IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H. Ayus Ahmad Yusuf M.Si melaporkan bahwa kegiatan yang sudah berlangsung tiga minggu, dan minggu ke 4 masuk pada tahap penyelesaian ini, dilaporkan berjalan sukses.

Ayus menyampaikan, kegiatan ini dalam rangka penilaian akhir hasil audit internal sehingga nanti berikutnya akan dilaksanakan kegiatan peninjauan manajemen. 

Selain itu, kegiatan ini juga sifatnya menyamakan persepsi hasil proses penilaian para auditor yang dilaksanakan kurang lebih 3 minggu kemarin. 

Ayus menjelaskan, bahwa selama tiga bulan itu, pihaknya melaksanakan auditor ini ke semua fakultas, ke semua program studi, ke semua pusat dan ke semua lembaga. Termasuk LPM juga di audit oleh para auditor. 

Kemudian, audit ini diikuti oleh 22 auditor dan kegiatan ini dilaporkan menggunakan dua aplikasi yaitu Aplikasi Si Borang dan Aplikasi E-Sandi. 

"Alhamdulillah selama proses 3 bulan, LPM bekerjasama dengan Tim PTIPD menyusun aplikasi ini dan ketika lounching pada saat itu, erornya tidak terlalu banyak, sekitar 2 persenan dan itu hanya karena pemahaman saja terhadap implementasinya. Jadi Alhamdulillah 2 aplikasi ini benar-benar bisa dilaksanakan," terangnya.

Selain itu, para auditor ini melakukan de evaluasi nya dengan aplikasi. Jadi para auditi mengisi data-data dan mengupload datanya dan para auditor melakukan proses audit dengan melihat aplikasi itu. 

"Alhamdulilah dengan menggunakan 2 aplikasi ini para auditor merasa terbantu dan disitu bisa tergambarkan kondisi existing dari masing-masing auditi itu," jelasnya.

Ketua LPM juga menjelaskan dengan menggunakan 2 aplikasi tersebut, IAIN Syekh Nurjati Cirebon tidak ketinggalan dengan perguruan tinggi lain dan mulai menyamai sejumlah UIN ternama di Indonesia. 

"Nanti di tahun 2022, LPM akan menyusun lagi yakni audit manajemen resiko," tambahnya.

Mengenai audit manajemen resiko ini, kata Ayus, contohnya jika ada dosen yang tidak menyerahkan LPS maka apa resikonya bagi mahasiswa dan apa dampaknya bagi mahasiswa dan ini kita sedang bekerjasama dengan SPI dan sedang menyusun pedomannya, standarnya, manualnya dan juga membuat aplikasinya. Termasuk juga kita akan melakukan audit Web.

Sementara menurut Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag sebagaimana laporan Ketua LPM maka tentunya kita sambut baik dan bersama-sama bisa lakukan sosialisasi, kemudian memberikan citra yang baik bagi lembaga kita. 

"Saya berkali-kali memberikan suatu hasil audit kinerja kemarin dari Inspektorat Jenderal bahwa ada satu kelemahan di dalam tubuh kita, baik dari tenaga pendidik maupun kependidikan dan secara umum civitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon, kelemahan itu adalah kita kurang melakukan upaya image buliding. Yakni bagaimana mencitrakan Perguruan Tinggi kita dan ini mendapatkan perguruan tinggi yang mendapatkan recovisi dari masyarakat. 
Jadi, seperti apa yang dilakukan oleh LPM mustinya kita sambut bersama dan kita suarakan melalui media yang kita miliki," pintanya.

Sehingga lanjur rektor, rasa kepemilikan kita terhadap lembaga itu harus dibesar-besarkan lagi volumenya. Jadi kita punya prestasi tapi kita diam, bahkan menutup prestasi itu dan itu sebagai bagian masa lalu. Itu yang tidak boleh terjadi pada diri kita.

Sumanta juga mencontohkan, bahwa UISSI itu melaju ke ranah internasional, hal itu ditandai dari ketika membuka technical meeting PJJ yang diikuti oleh peserta se nusantara. "Ini kan jelas bisa dilihat sebagai sebuah pengakuan, bahkan ada sejumlah kampus ingin belajar ke IAIN Cirebon terkait program PJJ ini," jelasnya.

Sehingga yang patut kita lakukan sekarang ada evaluasi dan kita juga harus bisa membranding program-program kita ke luar dan mengapa itu harus kita lakukan, karena kerja keras yang kita lakukan ini tentu saja harus bisa menampilkan diri dalam posisi mutu tapi pada siang hari kita harus terdengar keluar. Sehingga tras yang diberikan kepada kita pemerintah itu kita bisa mampu menampilkan sesuatu yang menjadi ekspetasi pemerintah untuk pilot projec PJJ PAI.


"Nah ini kan menurut kita prestasi ya, karena bisa sampai dalam tataran implemtasi. Kita di diberi proyek, kita menjalankan proyek, dan kita melaksanakan dari mulai perencanaan, sampai kita sudah dalam tataran implementasi pelaksanaan. Kita sudah melaksanakan teknikal meeting, kemudian nanti kita buka kelas itu, dan dikuti oleh peserta dari seluruh Indonesia," tandasnya. 

Jadi catatan dari Inspektorat Jenderal kita, mari kita tindaklanjuti bersama dan ini bukan ditujukkan kepada rektor saja, tapi kepada seluruh civitas akademika. Bagaimana bisa membranding, bagaimana bisa melakukan image building kepada publik. (din)


Jurusan IAT IAIN Syekh Nurjati Jalin Kerjasama PKM di Asy-Syafi'iyah dan Ormas NU Indramayu

INDRAMAYU, FC - Jurusan Ilmu Al Qur'an dan Tafsir (IAT) IAIN Syekh Nurjati Cirebon, bekerjasama dengan Yayasan Asy-Syafi’iyah, TK al-Quran dan ormas NU mengadakan kegiatan Pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut, berupa kegiatan bakti sosial dan khitanan masal, bertempat di Yayasan Asy-Syafiiyyah, Desa Pawidean, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu. Yakni pada momentum Dzikir & Ijazah Hadiyu dan Tabligh Akbar dalam rangka Haul al-Magfurlah KH. Masduki.

H. Moh Imron, S.Sos Selaku Ketua KBIHU NU Cabang Jatibarang dan Sekaligus Ketua Tanfidziyah MWC NU Jatibarang menyatakan, bahwa kegiatan ini terselenggara atas kerjasama Jurusan IAT IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan Jurusan PMI STIDKI NU dengan keluarga besar Yayasan Asy-Syafi’iyah, TK al-Quran, ormas NU, dan masyarakat. 

H.Moh Imron menjelaskan, bahwa partisipasi dan kontribusi masyarakat Kecamatan Jatibarang sangat besar dalam pelaksanaan praktik keagamaan. 

Hal ini juga yang menjadi daya tarik untuk bekerjasama karena kampus tidak hanya berada di menara gading, tetapi kampus ikut partisipasi dalam menghidupkan suasana masyarakat dengan nilai-nilai Qurani.

“Kami sering menggelar kegiatan bersama IAIN Syekh Nurjati Cirebon, yaitu ketika pelaksanaan manasik haji. Pak H. Maimun sebagai narasumber dan pembimbing KBIHU NU Cabang Jatibarang Indramayu dan begitu juga dengan praktik manasik kami sangat terbantu oleh dosen-dosen IAIN," paparnya.

Selain itu kerjasama selanjutnya yaitu pelaksanaan Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji. Untuk itu dirinya berharap, kerjasama ini terus menerus dilakukan untuk syiar Islam dan menebarkan islam moderat, islam wasathiyah, dan Islam rahmatan lil alamin.

Sobani, M.H.I. Ketua Yayasan Yayasan Asy-Syafiiyyah Desa Pawidean Kecamatan Jatibarang Kabupaten Indramayu sekaligus dosen Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam STIDKI NU Indramayu menyatakan, bahwa pengabdian kepada masyarakat ini menjadi salah satu bagian dari tri dharma perguruan tinggi. Pengabdian kepada masyarkat juga sebagai upaya kampus memiliki kontribusi dalam pengembangan dan pemberdayaan masyarakat. 

Dijelaskan, Kegiatan ini berawal dari keluarga untuk mendoakan orang tua kami dan guru kami yaitu pelaksanaan Haul pada malam hari dengan Dzikir dan Ijazah Hadiyu dan Tabligh Akbar, serta bhakti sosial dan khitanan masal.

"Alhamdulilah Kegiatan ini hasil kerjasama dengan MWC NU, banom dan lembaga-lembaga, serta perguruan tinggi seperti Jurusan IAT IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan Jurusan PMI STIDKI NU Indramayu," terangnya .

Sedangkan menurut Muhammad Maimun, M.A., M.S.I, Ketua Jurusan Ilmu al-Quran dan Tafsir IAIN Syekh Nurjati Cirebon, menjelaskan bahwa dalam kesempatan ini, kegiatan pengabdian masyarakat Jurusan IAT melibatkan dosen dan mahasiswa.

Menurutnya, kolaborasi mahasiswa dan dosen bagian dari proses integrasi Tri Dharma Perguruan Tinggi pada  pembelajaran dan pengabdian berbasis riset.

Karenanya, praktik amaliyah umat Islam sangat menarik untuk diteliti dengan pendekatan PAR, dan memperkenalkan Jurusan IAT pada masyarakat, jika ini kuliah, maka pilih jurusan Ilmu al-Quran dan Tafsir IAIN Syekh Nurjati Cirebon karena memiliki ciri khas pendidikan al-Quran dan Kajian al-Quran berbasis Teknologi dan Informasi.

Muhammad Maemun juga menjelaskan, jika tujuan pengabdian masyarakat Jurusan IAT dilakukan untuk dapat membantu masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial keagamaan dan tanpa mengharapkan atau memberikan sesuatu. 

"Kerjasama ini sangat penting bagi kampus untuk berbaur dan hidup bersama masyarakat dan sekaligus sarana media promosi penerimaan mahasiswa Jurusan Ilmu al-Quran dan Tafsir," katanya.

Hal senada juga diungkapkan Dr. Didi Junaedi, M.A. bahwa dengan melalui doa yang kita panjatkan, kegiatan ini menjadi berkah dan anak-anak yang dikhitan menjadi anak yang sholeh dan berbakti kepada orang tua.

Didi juga berharap kegiatan ini semakin meneguhkan sinergitas kampus dengan seluruh komponen baik dengan masyarakat maupun dengan ormas NU, Muhammadiyah, dan berbagai pihak untuk membumikan Islam ramah.

"Jurusan IAT dengan khas pendidikan al-Quran dan Kajian al-Quran berbasis Teknologi dan Informasi dapat bersinergi dengan TK al-Quran Asy-Syafiiyyah," ucapnya.
 
Sedang menurut Hj. Tsamrotul Fikriyyah, S.H.I, bahwa TK al-Quran Asy-Syafiiyyah ini mengembangkan pendidikan dengan student center, pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.

Harapan lainnya, tambah Tsamrotul Fikriyyah, bahwa di era sekarang ini,  penting untuk meningkatkan literasi digital dengan nilai-nilai al-Quran.

"Ini jadi landasan kerjasama antara TK al-Quran Asy-Syafiiyyah dengan Jurusan IAT IAIN Syekh Nurjati Cirebon," tuturnya. 

Hal senada disampaikan Ir. H. Abdul Ghofur, jika dalam kegiatan ini, Jurusan Ilmu al-Quran dan Tafsir bekerja sama dengan UPZNU LAZISNU Jatibarang untuk mengajak masyarakat dalam zakat, infak, dan sedekah.

"Kerjasama ini sangat baik dan perlu terus dijalin, kami berharap IAIN Syekh Nurjati Cirebon, diharapakan bersama-sama dapat menggaungkan praktik berzakat, infak dan shodaqoh," pintanya 

Ini dilakukan, kata Abdul Gofur, sebagai supaya kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat meningkat. "Alhamdulillah, kami sudah memiliki Mobil Ambulan yang bisa digunakan oleh masyarakat juga," jelasnya.

Demikian juga disampaikan Hisam, Ketua HMJ IQTAF. Kata Hisam, HMJ IQTAF yang berkolaborasi dengan dosen dalam acara kerjasama ini, merupakan wujud implementasi kegiatan Pengabdian Masyarakat dan tentunya perlu ditindak lanjuti secara berkesinambungan.

"Kami sangat berterimakasih kasih kepada dosen jurusan IAT yang telah melibatkan dalam acara ini, karna ikut terlibat pengabdian kepada masyarakat ini, menjadi bagian dari penyelenggaraan Tri Darma Perguruan Tinggi, Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan, Pengabdian Kepada Masyarakat sehingga mahasiswa dapat belajar bersama masyarakat.

Harapan kedepannya semoga mahasiswa selalu diikutsertakan dalam acara-acara yang selalu diadakan oleh Jurusan IAT, dan dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat ini mahasiswa dapat mengaktualisasikan apa yang didapatkan dalam perkuliahan. (din)

IAIN Cirebon dan UIN Raden Intan Lampung Teken Kerjasama MBKM Bersama 57 PTKIN di Indonesia

Wakil Rektor 1, Dr H Saefudin Juhri M.Ag bersama para Wakil Rektor 1 PTKIN se-Indonesia dalam acara penandatangan kerjasama MBKM, Jum'at (5/11/2021).  


FOKUS CIREBON - Wakil Rektor 1, IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Saefudin Juhri M.Ag bersama 57 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia menjalin kerjasama Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM), Jum'at (5/11/2021).

Penandatanganan kerjasama tersebut, untuk mengimplementasikan konsep Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM). 

"Ya, IAIN Cirebon dan UIN Raden Intan Lampung bersama 57 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) lainnya telah melakukan penandatanganan Surat Perjanjian Kerja sama (SPK/MoA). Kerja sama ini ditandatangani oleh para Wakil Rektor 1 dan Wakil Ketua (WK) I di NTB," jelasnya.

Wakil Rektor I, UIN RIL, Prof Dr Alamsyah MAg mengatakan, penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (MoA) ini direncanakan akan diperluas dengan perguruan tinggi umum lainnya.

Alamsyah menyampaikan, ada sembilan bidang MBKM yang disepakati dan akan dilaksanakan. 

Sembilan bidang itu, yakni pertukaran mahasiswa, magang/praktik kerja, mengajar di sekolah, penelitian/riset, proyek kemanusiaan, kegiatan wirausaha, studi proyek independen, pengabdian kepada masyarakat, dan bela negara.

“Dengan MBKM ini maka perguruan tinggi akan semakin berkembang maju, terbuka di dalam dan luar negeri. Kemudian saling mendukung dan berkontribusi, memiliki visi dan misi yang ril, menjadikan dosen dan mahasiswa sebagai subyek pro aktif dalam pendidikan, bukan obyek yang terkungkung dalam kurikulum yang kaku, serta lulusan memiliki peluang masa depan lebih cerah,” tandas Wakil Rektor 1, Alamsyah. (din)




Kamis, 04 November 2021

DPRD Kota Cirebon Mendorong Kantor Perwakilan BI Cirebon Jangkau UMKM


CIREBON – DPRD Kota Cirebon terus bekerja untuk membangun kesejahteraan warga Kota Cirebon di sektor ekonomi, pendidikan maupun sekotor lainnya bisa segera terwujud. Salah satunya DPRD mendorong Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Cirebon menjangkau UMKM yang ada di Kota Cirebon. 

Demikian pernyataan Ana Susanto SE, salah seorang anggota DPRD disampaikan saat KPw BI Cirebon menggelar acara Ciayumajakuning Entrepreuner Festival (CEF) ke-6 seri 3 2021 di Hotel Prima Kota Cirebon, Kamis (4/11/2021).

Anggota DPRD Kota Cirebon, Ana Susanti SE mendukung upaya KPw BI Cirebon mendongkrak kesejahteraan UMKM melalui CEF.

Ana juga mendorong agar KPw BI Cirebon lebih banyak menjangkau UMKM yang ada di Kota Cirebon. “Tadi saya lihat UMKM dari Kota Cirebon masih sedikit. Sudah bagus. Karena ini pelaku usaha se-Ciayumajakuning,” kata Ana usai menghadiri CEF ke-6 seri 3 2021.

Ana juga menginginkan KPw BI Cirebon memberikan porsi lebih terkait pembinaan bagi usaha kecil. Sebab, lanjut Ana, tak sedikit pelaku usaha kecil yang terjerat koperasi ilegal.

“Ya banyak simpan pinjam ilegal, termasuk pinjaman online (pinjol) ilegal. Harus kita dorong ke sana. Agar mereka bisa terbebas dari jeratan itu,” kata anggota Fraksi Partai Golkar itu.

Sementara itu, Kepala KPw BI Cirebon Bakti Artanta mengatakan, tema CEF tahun ini mengusung sinergi dan kolaborasi untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi. Ia berharap pelaku usaha kembali bangkit di tengah pandemi Covid-19.

“Kita juga berupaya mempromosikan produk UMKM agar bisa bersaing di luar negeri. Ini upaya untuk meningkatkan perekonomian,” kata Bakti Artanta. (din)

Senada disampaikan Wakil Walikota Cirebon Dra Hj Eti Herawati. Eti berharap produk UMKM di wilayah Ciayumajakuning bisa membantu pemulihan ekonomi di Jawa Barat. (din)

“Pemerintah saat ini memerhatikan perkembangan UMKM. Kita mendorong pemanfaatan teknologi untuk kegiatan UMKM. Sehingga para pelaku UMKM dapat dengan mudah memasarkan produknya,” kata Eti. (din)

Dirjen Pendis Meminta Humas Perguruan Tinggi Gandeng Media Untuk Tingkatkan PTKI di Ruang Publik

Kasubag Humas IAIN Syekh Nurjati Cirebon, H M. Arifin M.Pd.I (tengah) dalam kegiatan rapat koordinasi kehumasan di lingkungan PTKI Se-Indonesia bersama Dirjen Pendis RI, di Jakarta.


JAKARTA, FC- Dalam rapat koordinasi kehumasan di lingkungan Perguruan tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Se indonesia, Direktorat Jendral (Dirjen) Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama (Kemenag) RI meminta agar Humas PTKI menggandeng media untuk tingkatkan Perguruan Tinggi di ruang publik, Kamis (4/11/2021).

Direktur Jendral Pendis Kemenag RI, Prof Dr H Muhammad Ali Ramdani STP MT mengatakan, untuk menyebarkan informasi kepada masyarakat terkait eksistensi PTKI diperlukan peran strategis humas yang kokoh. Hal itu sangat diperlukan untuk meningkatkan eksistensi PTKI di ruang publik.
 
“Kita berharap ke depan fungsi humas menjadi kokoh. Hasil dari forum ini saya minta resumenya, masalahnya apa, mitigasinya seperti apa, nanti disampaikan ke saya,” kata dia saat membuka kegiatan tersebut.

Pasalnya, menurut Prof Ali, saat ini masih ada masyarakat yang belum mengetahui keberadaan dan eksistensi kampus PTKI. Padahal, selama ini PTKI telah memberi warna positif bagi pembangunan bangsa.

“Saya minta humas PTKI se-Indonesia terus membangun komunikasi dan berkolaborasi dengan pemerintah, media, dan stakeholder lainnya,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Koordinator Humas Ditjen Pendis Kemenag RI, Solla Taufiq menyebutkan, rakor kehumasan bertujuan untuk menguatkan jejaring, desiminasi dan menyatukan narasi secara masif yang bermuara pada terciptanya pembangunan citra lembaga yang positif.

Sementara itu, Kasubag Humas dan Publikasi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, H Mohamad Arifin M.Pd.I yang hadir dalam kegiatan tersebut menerangkan, melalui media, reputasi lembaga terbangun. Support dan jaringan bagi lembaga juga terbangun. 

"Ketika hubungan media terjalin dengan baik, maka kepercayaan public terhadap lembaga juga pastinya akan semakin kuat, sebab pesan yang disampaikan oleh media diterima oleh public dengan baik pula," paparnya 

Karena, lanjut Arifin, media adalah sarana publikasi, dimana segala informasi tentang perguruan tinggi disalurkan. Selain itu media juga merupakan sarana untuk membangun reputasi. 

Saat ini media merupakan acuan publik untuk bergerak dan bertindak, publik seolah digiring oleh media untuk berperilaku sesuai dengan isu yang ada. Pasalnya Jika media menggiring publik ke arah yang negatif maka hal ini akan membawa dampak yang kurang menguntungkan bagi lembaga karena dapat mempengaruhi reputasi perguruan tinggi (lembaga).

"Jika media menggiring kearah yang positif maka ini akan meningkatkan reputasi lembaga. Sehingga penting sekali bagi kehumasan untuk menjalin hubungan baik dengan media," jelasnya.

Apalagi, lanjut Arifin, kampus keagamaan Islam negeri satu-satunya di wilayah III Cirebon, adalah IAIN Syekh Nurjati Cirebon, tentu sangat strategis jika membangun kerjasama dengan media. 

Untuk itu, kata Arifin, pihaknya sudah menjalin kerja sama tersebut dengan sejumlah media, baik cetak maupun online. Hal ini untuk penyebaran informasi dan memperkuat eksistensi lembaga di mata publik, yakni terciptanya citra perguruan tinggi yang baik.

Selain itu, tambah Arifin, penyebaran informasi yang masif dengan tujuan terciptanya citra lembaga pendidikan di bawah naungan Kemenag yang positif, akan terus dilakukan sebagai salah satu peran dan fungsi pihaknya. 

Terlebih, IAIN Syekh Nurjati Cirebon dalam waktu dekat akan bertransformasi dari IAIN menjadi Universitas Islam Siber Syekh Nurjati Indonesia (UISSI), maka peran media sangat penting dan strategis.

“Semua kegiatan yang dilaksanakan IAIN Syekh Nurjati Cirebon terus kita publikasikan secara masif. Terutama program dan rencana besar kampus agar dapat diketahui masyarakat secara luas. Apalagi kampus kami akan bertransformasi menjadi UISSI, itu harus terus dipublikasikan secara masif,” terangnya.

Kenapa, tentu agar UISSI ter-branding dengan baik yang dapat menggambarkan kampus di bawah naungan Kemenag ini adalah kampus masa depan dengan berbagai kecanggihan teknologinya.

“Ini juga untuk mengangkat citra lembaga pendidikan di bawah naungan Kemenag agar lebih meningkat lagi. Karena, sebagus dan sebaik apapun pembangunan yang ada di kampus kalau tidak dipublikasikan, siapa yang akan tahu itu,” tukasnya.

Demikian juga humas dan publikasi, kata Arifin, merupakan wajah branding suatu lembaga. Karena, melalui bidang tersebut semua narasi yang akan disampaikan, diolah terlebih dahulu sebelum dipublikasikan.

Untuk itu, lanjut Arifin, bagian humas perlu dilibatkan dalam semua kegiatan yang ada di lembaga. Hal itu bertujuan agar humas dapat mengetahui hal-hal apa saja yang harus dipublikasikan untuk meningkatkan citra lembaga dan mendapat branding yang positif.

“Membangun branding itu tidak sebentar, membutuhkan konsistensi dan dukungan juga. Kenapa brand-brand besar tetap memasang iklan dan melakukan publikasi? Itu untuk mempertahankan branding dan mempertahankan pasar. Begitupun lembaga, harus secara masif melakukan publikasi agar eksistensi dan perkembangannya dapat diketahui masyarakat,” tuturnya.
 
Namun, diakui Arifin, terkait publikasi ada beberapa kendala yang dihadapi. Karena disebabkan masih banyak yang belum menyadari pentingnya hal tersebut. Padahal, kata dia, jika publikasi yang masif dapat dibarengi dengan pembangunan lembaga yang maksimal, hal ini tentu dapat menciptakan branding yang positif terhadap lembaga tersebut.

“Jika itu bisa berjalan selaras dan terus berdampingan, branding lembaga tersebut pasti dahsyat sekali. Kendala pasti ada, tapi peran humas dan publikasi IAIN Syekh Nurjati Cirebon saya rasa sudah cukup baik. Tinggal penyamaan persepsi saja untuk sama-sama mendukung demi kemajuan lembaga,” pungkasnya. (din)

Tindak Lanjut MoU, Dekan FITK UIN Tulungagung Bersama Rombongan Bertemu Jajaran FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Kerjasama FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan FITK UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Kamis (4/11/2021) di Gedung baru FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Lantai 5.


FOKUS CIREBON - Jajaran akademisi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) IAIN Syekh Nurjati Cirebon menerima kunjungan kerja Dekan FITK Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung di kampus IAIN Cirebon, dalam rangka tindak lanjut MoU, Kamis, (4/11/2021).

Kunjungan kerja rombongan FITK UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, sebagai balasan kunjungan yang sebelumnya dilakukan pihak FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang datang berkunjung ke kampus Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.

Dalam pembukaan pertemuan tersebut, Wakil Dekan I, FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Suteja M.Ag sedikit mengupas sejarah kelahiran IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

Suteja juga menjelaskan terkait perkuliahan di IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang masih daring, di karenakan masih dalam situasi pandemi Covid 19. Termasuk menceritakan tentang kegiatan vaksin yang sudah dilaksanakan di kampus IAIN Cirebon baik mandiri maupun hasil kolaborasi (kerjasama) dengan pihak lain.

Selain itu, Ma'had yang berada di lingkungan kampus IAIN Cirebon juga disentuh dalam isi sambutannya. Menurutnya Ma'had tersebut merupakan tempat tarbiyah, baik sebagai pusat praktek ibadah, Qur'an dan pesantren.

"Jadi di Ma'had ini ada tahfidz ada juga ngaji kitab kuning. Jadi satu tahun mahasiswa harus mengalami pesantren di Ma'had," terangnya.

Demikian juga di Jurusan PAI, lanjut Suteja, sudah terakreditasi A dan dikaruniai Prodi PPG. Namun untuk Prodi Kimia dan Psikologi belum terkabulkan. "Mudah mudahan sebelum berakhirnya kepemimpinan Dekan FITK ini, semua sudah terkabul," harapnya.

Dekan FITK UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Prof Dr Hj Binti Maemunah, M.Pd.I pada acara tindaklanjut MoU bersama FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon.


Sementara itu, sambutan Dekan FITK UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Prof Dr Hj Binti Maemunah M.Pd.I menyatakan, tujuan kedatangan pihaknya ke kampus FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon adalah untuk bersilaturrahmi sekaligus menindaklanjuti MoU.

Soal MoU ini, kata Prof Binti Maemunah, menyangkut soal-soal prodi dan jurnal-jurnal. Dan jurnal baru ada di Pascasarjana dan di beberapa jurusan saja. "Ya, di kami belum semua jurusan punya jurnal," paparnya.


Dalam pertemuan ini, kita juga bisa saling memberikan informasi, baik terkait soal adminitrasi dan lainnya. "Saya berharap tindaklanjut MoU ini ada tidak hanya berhenti di sini, tapi ke depannya terus berkelanjutan," tandasnya.

Sementara pada pertemuan tersebut, juga dihadiri oleh para Wakil Dekan, Ketua Jurusan, Ketua Prodi dan sejumlah pejabat serta dosen di lingkungan kedua FITK.  (din)


Bupati Cirebon : Peran TNI Sangat Besar Terhadap Pembangunan di Kabupaten Cirebon

KABUPATEN CIREBON - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag menghadiri acara penutupan kegiatan Bhakti Siliwangi Manunggal Satata Sariksa (BSMSS) di Desa Semplo Kecamatan Palimanan Kabupaten Cirebon, Kamis (4/11/2021). 

Acara tersebut merupakan kegiatan dari Kodim 0620/Kabupaten Cirebon bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk melakukan pembangunan di tingkat desa. 

Imron mengucapkan banyak terima kasih kepada Kodim 0620 yang sudah mengadakan acara Kegiatan BSMSS. 

Menurutnya, peran TNI sangatlah besar dalam pembangunan di Kabupaten Cirebon. "Kegiatan BSMSS bukti nyata wujud kepedulian TNI dan pemerintah daerah dalam menyejahterakan masyarakat desa," kata Bupati Imron.

Imron menjelaskan, Program BSMSS merupakan salah satu metode untuk mengoptimalisasi untuk menumbuhkembangkan partisipasi masyarakat untuk membangun wilayahnya. Sehingga mampu mendorong gerak maju akselerasi pembangunan di desa. 

"Kegiatan ini sebagai salah satu pengetasan kemiskinan. Serta memelihara ikatan batin kemanunggalan antara TNI dan Rakyat yang nantinya terciptanya kesatuan dan persatuan yang kokoh dan Kabupaten Cirebon bisa sejahtera," ujarnya.

Ia mengungkapkan, kemiskinan tidak bisa diatasi oleh program semata. Bahkan, dibutuhkan program yang lebih terpadu agar berkesinambungan serta bisa terarah dan mengena pada sasaran. 

Selain itu, kata Imron, adanya program ini merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jabar. Bahkan, Pemkab Cirebon dan jajaran TNI serta pihak swasta agar bersama-sama memberikan pelayanan masyarakat. 

"Program BSMSS ini meliputi bangunan fisik dan no fisik yang berupa  aspal jalan, rutilahu, rehab musolah pembuatan poskamling dan lainnya," katanya.

Sementara itu, Dandim 0620/Kabupaten Cirebon, Letkol Inf Sugir, S.I.P., M. Tr.(Han) melalui Kasdim, Mayor Inf Rochmani Nurbisntoro mengatakan, kegiatan BSMSS dilakukan selama satu bulan di Desa Semplo, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon. 

Menurutnya, tujuan BSMSS  pada dasarnya memberikan motivasi kepada masyarakat yang ada di pedesaan. 

"Karena dengan kegiatan ini diharapkan menimbulkan stimulant kesadaran masyarakat agar mampu memanfaatkan potensi sumber daya yang dimiliki masyarakat dan lingkungan," katanya. 

Rochmani menjelaskan, BSMSS ini adalah Bhakti TNI yang bekerja sama dengan pemerintah daerah didukung partisipatif masyarakat untuk membantu untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui pembangunan.

"Ini merupakan kontribusi semua unsur dalam gotong royong sebagai cerminan  terciptanya kemanunggalan, rasa saling memiliki dan kebersamaan antara Kodim 0620, unsur pemerintah daerah dan warga di desa Semplo  Kecamatan Palimanan, " ujarnya. 

"Saya yakin dan percaya harapan kemandirian akan bisa diraih seluruh masyarakat desa. Karena potensi sudah dimiliki dan diwujudkan pada kegiatan Bhakti manunggal ini," tambahnya.

Ia mengajak kepada masyarakat Desa Semplo untuk bisa menjaga apa yang sudah diberikan selama ini. 

"Sarana yang sudah terbangun supaya  tetap dijaga dengan baik dan dimanfaatkan semaksimal mungkin  demi kepentingan masyarakat," harap Rochmani. (din)

Rabu, 03 November 2021

LP2M Gelar Kegiatan Workshop Tentang Pengembangan Kapasitas Dosen dalam Pengabdian Masyarakat


FOKUS CIREBON - IAIN Syekh Nurjati Cirebon melalui Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) menyelenggarakan kegiatan Workshop Pengembangan Kapasitas Dosen dalam Pengabdian kepada Masyarakat. 

Kegiatan yang berlangsung di Aula Hotel Tryas Kota Cirebon ini, dibuka oleh Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag, Rabu (3/11/2021).

Dalam kegiatan tersebut LP2M menghadirkan pemateri Dr. Sofyan Sjaf, S.Pt., M.Si dari LP2M IPB Bogor dengan peserta dari perwakilan dosen program studi yang ada di IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Menurut Ketua LP2M IAIN Cirebon, Dr. Ahmad Yani dalam sambutannya mengatakan, bahwa kegiatan workshop ini merupakan rangkaian kegiatan yang diinisiasi oleh LP2M sebagai bentuk pembekalan ilmu pada peserta (dosen) yang sejatinya memiliki kewajiban pengabdian kepada masyarakat. 

"Tujuan utama diselenggarakannya workshop ini untuk memberikan pengetahuan tentang pengabdian kepada masyarakat, baik secara teoritis maupun praktis" ujar Yani.

Demikian juga kata Yani, sejauh ini LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon telah bekerjasama dengan berbagai mitra dan telah mendorong mitra tersebut ikut aktif berpartisipasi dalam program-program yang diselenggarakan secara berkelanjutan.

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Sumanta, M.Ag menyampaikan, bahwa kegiatan ini patut diapresiasi karena pengabdian merupakan salah satu bagian dari tridharma perguruan tinggi yang menjadi tanggung jawab akademisi dalam mengimplementasikan ilmunya serta harus berdampak pada masyarakat luas. 

Menurut Sumanta, kegiatan yang digagas oleh LP2M ini harus didukung dalam rangka menjawab persoalan-persoalan yang ada di masyarakat. 

"Melalui kegiatan workshop ini, para peserta diharapkan menghasilkan luaran berupa proposal pengabdian sebagai bentuk tindak lanjut kegiatan. Momen ini juga diharapkan mendorong semangat para peserta untuk menghasilkan gagasan-gagasan brilian terhadap kewajibannya yaitu melaksanakan pengabdian kepada masyarakat," harapnya.

Sementara itu, Dr Sofyan Sjaf dalam pemaparannya menjelaskan tentang pengalaman proses kerja di LP2M Institut Pertanian Bogor, pengenalan metodologi, dan penyusunan proposal. 

Dalam pengalamannya, LP2M selaku “motor” penelitian dan pengabdian harus bisa menggerakkan dosen dalam berinovasi demi membantu persoalan-persoalan di tingkat masyarakat, serta menggandeng mitra untuk mendukung pendanaan pada kegiatan-kegiatan di LP2M. 

Menurutnya, tingkat keberhasilan pengabdian masyarakat adalah sejauh mana keberlanjutan program yang dilaksanakan oleh dosen.

“Jangan berharap program pengabdian bisa berhasil dalam kunjungan satu atau dua kali. Pengabdian itu berhasil karena ada keberlanjutannya,” tegasnya.

Selain itu, persoalan lain yang biasa dihadapi dalam pengabdian adalah masalah data. 

"Selama ini data-data statistik yang beredar tidak selalu akurat. Hal itu bisa menyebabkan proses dan pengambilan keputusan juga tidak tepat," jelasnya.

Dr Sofyan Sjaf berharap, bangunlah pengabdian kepada masyarakat dimulai dari data yang akurat dan gagasan yang inovatif. 

"Sebagai institusi berbasis keagamaan, tentu tidak selalu harus melaksanakan pengabdian bertema keagamaan, tapi juga menyentuh dimensi-dimensi lain seperti pengabdian berbasis desa, lingkungan, atau pendidikan. Artinya, ada dampak berkelanjutan yang dihasilkan dari proses pengabdian tersebut," jelasnya.

Usai pemaparan materi, proses kegiatan workshop ini mendapatkan respon positif dari peserta yang mengemuka dalam sesi tanya jawab. 

Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan menyentuh aspek strategi pengumpulan dana pengabdian di luar kampus, penyusunan proposal pengabdian yang menarik dan inovatif, serta pentingnya kerjasama tim dalam proses pengabdian. 

Partisipasi para peserta juga dibuktikan dengan keaktifannya dalam mengemukakan pendapat terutama ketika membagikan pengalaman pribadinya dalam melakukan pengabdian kepada masyarakat. (din)


Sejumlah Perusahaan PMA dan PMDN Peroleh Penghargaan, Bupati Cirebon : Itu Sebagai Bentuk Apresiasi Pemkab

Bupati Cirebon, Drs H Imron M.Ag


KABUPATEN CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPMPTSP), memberikan penghargaan sejumlah perusahaan penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA) di Hotel Apita, Kecamatan Kedawung, Rabu (3/11/2021).

Penghargaan tersebut diberikan kepada perusahaan yang patuh tepat waktu melaporkan laporan kegiatan penanaman modal (LKPM) 2021 secara tepat waktu.

Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag mengatakan, penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi pemerintah daerah kepada yang secara tepat waktu melaporkan LKPM. Selain itu, menjadi bahan evaluasi perusahaan selama melakukan kegiatan investasi.

"Berdasarkan data, LKPM yang dilaporkan secara online sebanyak 896 perusahaan per proyek. Dari jumlah tersebut, terdiri dari 440 perusahaan per proyek PMDN dan 456 perusahaan per proyek PMA," kata Bupati Imron.

Imron berharap, kepatuhan dari perusahaan untuk memberikan LKPM dapat meningkatkan ekosistem investasi di Kabupaten Cirebon.

Belum lama ini, lanjut Imron, Kabupaten Cirebon membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Investasi. Tim tersebut dibentuk untuk membuktikan bahwa kabupaten ini merupakan salah satu daerah yang ramah kepada para investor.

Minggu kemarin, pihaknya membentuk satgas percepatan investasi. Kabupaten Cirebon adalah daerah yang Ramah Investasi, dan pihaknya juga siap membantu semua yang ingin berinvestasi.

"Kehadiran investor ini membantu pemerintah dalam pembangunan. Saya ingatkan perusahaan tidak melupakan CSR, karena kalau pembangunan menggunakan anggaran daerah itu prosesnya lama," katanya.

Kepala DPMPTSP Kabupaten Cirebon Sugeng Darsono mengatakan, LKPM dari perusahaan PMDN/PMA yang diterima oleh pihaknya itu periode hingga September 2021.

Sejumlah perusahaan yang mendapatkan penghargaan tersebut di antaranya, PT Indofood CBP Sukses Makmur, PT Vincent Sheppard Indonesia, dan PT Daiwaboo Industrial Fabrics, PT Ayam Unggul, PT Embe Plumbon Textile, PT Sinar Grandia Jaya, dan PT Garam Nusantara

"Aspek yang dinilai adalah administrasi (perizinan, ketepatan waktu laporan, substansi), kegiatan usaha, kontribusi pembangunan daerah terutama UMKM, serta CSR. Tim penilai semuanya independen," kata Sugeng.

Sekretaris DPMPTSP Jabar Eka Hendrawan mengatakan, Kabupaten Cirebon hingga September 2021 ini berkontribusi terhadap realisasi investasi di Jawa Barat sebesar 4,15 persen atau Rp 4,4 triliun.

Diharapkan, kata Eka, Kabupaten Cirebon bisa terus meningkatkan nilai investasi. "Kabupaten Cirebon itu masuk ke dalam Kawasan Metropolitan Rebana, mohon dimanfaatkan peluang ini," katanya. (din)

7 Qori Terbaik IAIN Syekh Nurjati Cirebon Gemparkan Keraton Kanoman

 


FOKUS CIREBON - Puncak rangkaian Dies Natalis IAIN SNJ Cirebon yang digelar di Keraton Kasultanan Kanoman Cirebon digemparkan dengan kehadiran 7 Qori terbaik IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Hal itu diketahui saat Fokus Cirebon membuka chanel You Tube milik Humas IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang dikirim ke Fokus Cirebon. 

Dalam isi YouTube tersebut memperlihatkan bagaimana indahnya suara 7 Qori tersebut mengumandangkan adzan serta melantunkan ayat-ayat suci Al Quran.  

Tentu saja, suasana di Bangsal Keraton Kasultanan Kanoman Cirebon tiba-tiba menggema saat lantunan indah keluar dari suara 7 Qori terbaik di IAIN Syekh Nurjati.

H Muhamad Arifin M.PdI, Humas IAIN Syekh Nurjati Cirebon menyatakan, keterlibatan 7 Qori tersebut merupakan merupakan sesi acara dari rangkaian kegiatan Diesnatalis IAIN Cirebon yang digelar di Keraton Kasultanan Kanoman. 

"Alhamdulillah, seluruh kegiatan berjalan lancar, baik seminar, ziarah maupun peran 7 Qori di Keraton tersebut. Semua ini tentu berkat kerjasama yang baik dan tentu kami sangat berterimakasih kepada pihak Keraton Kanoman yang sudah menyediakan tempat serta bekerjasama dengan IAIN Syekh Nurjati dalam sejumlah kegiatan kemarin," paparnya. (din) 

FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon Bekerjasama LPLM FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Menggelar Kegiatan Leadership Akademik

FITK IAIN SNJ Cirebon Hadiri Kegiatan Leadership Akademik hasil kerjasama dengan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.


FOKUS CIREBON - Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon bekerjasama degan Lembaga Pengembangan Leadership Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Sunan Kalijaga Yogyakarta menggelar kegiatan Leadership Akademi, bertempat di UIN Kalijaga Yogyakarta.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 4 hari sejak 30 Oktober hingga 2 November 2021 ini, dihadiri langsung oleh Dr. Saifudin, M.Ag, Wakil Dekan III FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Dalam kegiatan ini, Dr Saifudin M.Ag  menyampaikan, bahwa tujuan program ini adalah mengapresiasi mahasiswa yang telah menorehkan prestasi bagi FITK baik ditingkat nasional serta internasional, dengan dibekali program lanjutan untuk meningkatkan keterampilan mereka dalam mengembangkan diri secara kompetitif,  disamping menjadi inspirasi bagi mahasiswa yang lain untuk selalu mengembangkan bakat dan talenta serta percaya diri mendemontrasikannya dalam berbagai kompetisi.

"Lebih kurang  25 mahasiswa FITK yang memiliki prestasi serta dilibatkan sebagai peserta aktif dalam program ini," katanya.

Menurutnya, program yang menjadi piloting Dekan FITK ini akan dirancang berkelanjutan serta diharapkan menstimulasi prestasi kompetitif dan yang masif pada mahasiswa FITK. (din)

Dekan FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon Hadiri Acara Forum Dekan Ushuludin Se Indonesia

Forum Dekan Ushuludin Se Indonesia di Semarang, Jawa Tengah.


FOKUS COREBON - Dekan FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr Hajam M.Ag bersama Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Arief Rachman, M.Si selama tiga hari, 22-24 Oktober 2021, mengikuti kegiatan Forum Dekan Ushuludin Se-Indonesia di Hotel Santika Premiere, Semarang. 

Kegiatan yang seyogyanya dilaksanakan pada tahun 2020 tahun lalu, dan baru dilaksanakan tahun 2021 ini, karena  masih dalam suasana Covid-19, sehingga kegiatan tersebut tertunda.

Pada kegiatan ini, UIN Walisongo sebagai tuan rumah dan mengundang seluruh dekan di lingkungan fakultas Ushuluddin di seluruh Indonesa. 

Kegiatan ini mendapat tanggapan yang baik, sehingga tidak kurang dari 30 dekan berkumpul selama tiga hari membahas berbagai hal terkait dengan fakultas Ushuluddin.

Rektor UIN Walisongo dalam sambutan pembukaannya menyambut baik kegiatan tersebut, serta mendukung penuh kegiatan yang bertemakan “Mewujudkan Kampus Merdeka dan Akreditasi Unggul di Program Studi Fakultas Ushuluddin” sebagai sebuah kegiatan yang mencoba untuk bersama-sama membahas implementasi Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MBKM) serta untuk mendapatkan akreditasi unggul di semua prodi atau jurusan di lingkungan fakultas Ushuluddin.

"Dalam kegiatan ini, para dekan membahas berbagai masalah terkait dengan upaya peningkatan kinerja Fakultas Ushuluddin," terang Rektor UIN Walisongo.

Rektor juga menjelaskan, ada sejumlah  materi pembahasan pada pertemuan tersebut, di antaranya membahas  Internasionalisasi dan Akreditasi Unggul, Implementasi MBKM dan Kurikulum MBKM, Profesorisasi dan Transformasi Tigas Akhir ke Artikel serta pemilihan dan Penetapan Pengurus Forum Dekan Fakultas Ushuluddin dan kegiatan ini ditutup dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Terpadu oleh para Dekan di Fakultas Ushuluddin seluruh Indonesia.

Dari hasil.pembahasan tersebut, lanjutnya, ada beberapa hal yang bisa ditindaklanjuti sebagai hasil dari Forum dekan tahun ini, antara lain bahwa kegiatan yang bersifat internasional dapat dilakukan secara bersama-sama antara beberapa kampus. Sehingga kegiatan ini selain untuk mendapatkan ilmu dan pengetahuan terkini serta sebagai implementasi dari MOU yang ditandatangani. 

Adapun untuk kegiatan Akreditasi agar mendapatkan nilai Unggul, maka seluruh stakeholder harus berkomitmen untuk melaksanakan kegiatan akreditasi tersebut. 

"Kebijakan MBKM, baik implementasi serta kurikulumnya, perlu duduk bersama membahas hal tersebut sehingga ada kesepakatan serta kesepahaman terkait pelaksanaannya," ujarnya.

Sedangkan proses pencapaian jabatan fungsional tertinggi, yaitu guru besar, perlu memperhatikan hal-hal yang terkait dengan persyaratan utama dan nilai KUm yang harus dipenuhi oleh dosen yang bersangkutan. Sebuah penawaran menarik dari UIN bandung terkait dengan penawaran penulisan artikel yang dimuat di jurnal bereputasi sebagai pengganti skripsi.

Dekan FUAD IAIN SNJ Cirebon pada acara Forum Dekan Ushuludin Se Indonesia di salah satu hotel di Semarang, Jawa Tengah.


Dalam pemilihan dan penyusunan Pengurus Forum Dekan Ushuluddin, terpilih Dr. Yusuf  Rahman, M,A. (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) didampingi Wakil ketua Umum, Dr. Inayah Rohmaniyah, S.Ag., M.Hum (UIN Kalijaga Yogyakarta) serta Dr. H. Hasyim Muhammad, M.Ag (UIN Walisonggo, Semarang) sebagai Sekretaris Jenderal. (din)

Pertemuan Virtual Pemkab Cirebon dengan Kemendagri Bahas Percepatan Pengentasan Kemiskinan

KABUPATEN CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon menghadiri pertemuan secara virtual dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Kantor Bappelitbangda Kabupaten Cirebon, Rabu (3/11/2021). Pertemuan tersebut membahas upaya percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrem.

Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Cirebon diwakili oleh Wakil Bupati Cirebon Wahyu Tjiptaningsih dan Sekretaris Daerah Rahmat Sutrisno.

Berdasarkan pemaparan Plt. DirekturJenderal Bina Pembangunan Dalam Negeri Kemendagri Dr. Sugeng Hariyono, jumlah warga miskin di Indonesia per Maret 2021 mencapai angka 27.542.770 jiwa atau 10,14 dari total penduduk.

Sesuai arahan Presiden Joko Widodo pada 2 Juli 2021, upaya pemerintah dalam menangani kemiskinan ekstrem tidak boleh berhenti meskipun di tengah masa pandemi Covid-19. Hal itu dilakukan agar angka kemiskinan mencapai 0 persen pada 2024.

Percepatan penanganan kemiskinan ekstrem harus dilaksanakan secara terintegrasi melalui kolaborasi intervensi. Juga memastikan intervensi di sektor pendidikan, kesehatan, dan air bersih dapat diterima. "Pertajam juga basis data untuk ketepatan target dan upaya percepatan," kata Hariyono.

Dalam upaya penanganan kemiskinan ini pemerintah harus melibatkan sektor swasta untuk berperan sebagai off taker produk kelompok miskin esktrem, sehingga dapat meningkatkan pendapatan.

Dari program tersebut, pemerintah telah menetapkan tujuh provinsi dan 35 kabupaten sebagai lokasi prioritas penanggulangan kemiskinan ekstrem tahun 2021. Sementara, pada tahun 2022 di 25 Provinsi dan 212 kabupaten/kota.

Hariyono mengatakan, tugas dari pemerintah daerah yakni, menjadi koordinator pelaksanaan program pengentasan kemiskinan ekstrem agar pelaksanaan program antar OPD tidak tumpang tindih dan lebih tepat.

Kemudian, menjembatani koordinasi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program lintas OPD dan lintas kementerian termasuk kepada pihak swasta,masyarakat, dan perguruan tinggi.

"Lalu harus memastikan ketersediaan anggaran program pengentasan kemiskinan dan memastikan program tersebut tertuang dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah melalui sumber-sumber pendanaan yang sah (CSR, BUMD, NGO dan sebagainya)," katanya. (din)

Selasa, 02 November 2021

IAIN Syekh Nurjati dan Pemda Kota Cirebon Deklarasi dan Lounching Gerakan Maghrib Mengaji

Wali Kota Cirebon, Drs H Nashrudin Azis SH bersama Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag dan Ketua LP2M IAIN Cirebon Dr H Ahmad Yani M.Ag pada acara deklarasi dan Lounching Gerakan Maghrib Mengaji Se-Kota Cirebon, Selasa (2/11/2011).


FOKUS CIREBON - CIREBON – Gerakan Magrib Mengaji bertujuan untuk membina anak-anak agar memiliki akhlakul karimah. Magrib mengaji juga merupakan aktivitas ibadah yang sangat lekat dengan masyarakat muslim di Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Cirebon, Dra. H. Nashrudin Azis, S.H., saat deklarasi dan peluncuran Gerakan Masyarakat Magrib Mengaji se Kota Cirebon serta lokakarya dan penutupan kuliah kerja nyata (KKN) gemar mengaji tingkat Kota Cirebon yang digelar oleh LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

“Melalui KKN gerakan masyarakat magrib mengaji, kita kembali menyadari bahwa mengaji merupakan salah satu aktivitas ibadah yang sangat lekat dengan masyarakat muslim Indonesia,” tutur Azis, Selasa (2/11/2021).

Masjid, surau, langgar dan musala senantiasa ramai karena aktivitas anak-anak yang mengaji usai shalat ashar dan magrib. “Mengaji di tempat tersebut telah menjadi lembaga pendidikan keagamaan non formal bagi anak-anak Indonesia,” tutur Azis. 

Sejak dini, anak-anak sudah diperkenalkan baca tulis Al Quran dan mengaji. Mereka juga mendapatkan pendidikan agama yang cukup di tempat tersebut.

Namun arus modernisasi saat ini telah menggeser nilai, budaya dan tradisi masyarakat. Tidak hanya masyarakat perkotaan, namun juga pedesaan. Sehingga terjadi perubahan sosial yang cukup signifikan di tengah-tengah masyarakat. 

“Tradisi baik yang telah tertanam mulai tergerus, salah satunya budaya mengaji di waktu magrib,” tutur Azis. Karenanya Azis menyambut baik terhadap kegiatan mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang telah menggiatkan kembali gerakan magrib mengaji. 

“Tidak berlebihan apabila saya mengatakan bahwa rekan-rekan mahasiswa telah berkontribusi dalam upaya pencegahan perubahan dan pergeseran sosial yang kini terjadi,” tutur Azis.

Dijelaskan Azis, mahasiswa IAIN Syekh Nurjati telah melakukan upaya dan langkah konstruktif untuk menghidupkan dan mengembalikan kembali tradisi baik yang telah mengakar. “Yaitu memakmurkan musala, langgar dan masjid dengan aktivitas mengaji,” tutur Azis. 

Azis juga berterima kasih karena di masa pandemi Covid-19 yang penuh keterbatasan, mahasiswa mampu membuat banyak terobosan dan menyesuaikan kegiatan dengan kebijakan pemerintah terkait pembatasan kegiatan masyarakat.


Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H. Sumanta Hasyim M.Ag mengatakan, deklarasi dan launching ini merupakan kerjasama yang sinergis antara Pemda Kota Cirebon dan IAIN Syekh Nurjati Cirebon untuk bisa menumbuhkan budaya leluhur, yakni budaya mengaji. Menurut Sumanta, budaya Kota Cirebon adalah budaya yang dipenuhi nilai- nilai agamis sehingga Kota Cirebon disebut sebagai Kota Wali.

"Salah satu indikator budaya agamis, masyarakat Kota Cirebon menjadikan waktu antara maghrib sampai isya untuk mengaji di mushala atau masjid," kata Sumanta.

Menurutnya, banyak masyarakat yang menitipkan anak- anaknya untuk menjadi santri mushala untuk membaca, menulis dan bahkan bisa memahami isi Alquran. Sumanta berharap cita- cita bersama dan visi Kota Cirebon bisa terwujud.

"Alhamdulilah IAIN hadir bersama masyarakat untuk menumbuhkan kembali budaya yang sangat mulia ini. Ada tanggung jawab pribadi menjadikan anak- anak bisa membaca dan menulis serta memahami isi kandungan Alquran, karena Alquran adalah sumber kehidupan dalam agama," tuturnya.

Sumanta menambahkan, IAIN Syekh Nurjati Cirebon merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Kota Cirebon. Sebab menurutnya IAIN lahir di Kota Cirebon.


"Sebagaimana tadi telah disampaikan panitia, dulu mahasiswa IAIN itu kuliah pertama kali di Cirebon dan di Masjid Attqwa serta beberapa tempat yang difasilitasi tokoh di Kota Cirebon," ungkapnya. (din)