Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 15 November 2021

Pemkab Cirebon Terus Tekan Ledakan Penduduk Melalui Program KB

KABUPATEN CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A), berupaya terus menekan ledakan penduduk dengan program keluarga berencana.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cirebon Rahmat Sutrisno mengatakan, ledakan penduduk berkaitan erat dengan peningkatan jumlah kemiskinan, pengangguran, dan berbagai permasalahan lainnya.

Ledakan jumlah penduduk, kata Rahmat, bakal menyebabkan kurang optimalnya pelayanan pemerintah kepada masyarakat.

"Saya minta dinas terkait untuk mampu mengendalikan supaya pertumbuhan masih dalam batas normal," kata Rahmat saat rapat bersama DPPKBP3A di Jalan Sultan Ageng Tirtayasa, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Senin (15/11/2021).

Kepala DPPKBP3A Kabupaten Cirebon Eni Suhaeni mengatakan, pihaknya mendorong 12 rumah sakit di kabupaten tersebut untuk turut andil dalam menyukseskan program keluarga berencana.

Pihak unit layanan kesehatan yang sudah menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU), baru Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC).

"Selanjutnya, Rumah Sakit Paru Sidawangi dan Rumah Sakit Sumber Waras yang siap untuk bekerja sama dengan kami. Kami harapkan 12 rumah sakit bisa kerjasama juga," katanya.

Eni mengatakan, hadirnya rumah sakit dalam program keluarga berencana ini, diharapkan masyarakat yang ingin mengatahui program tersebut atau yang membutuhkan alat kontrasepsi akan lebih mudah.

"Saya khawatir kalau pemahaman masyarakat kurang soal keluarga berencana, 5 sampai 10 tahun mendatang akan terjadi ledakan penduduk," kata Eni.

Dalam rapat tersebut, hadir pula Pelaksana Tugas Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon dr. Bambang Sumardi dan inspektur dari Inspektorat Iyan Ediyana. (din)

Penanganan Kemiskinan Butuh Kerjasama Semua Pihak


KABUPATEN CIREBON.- Penanganan Kemiskinan di Kabupaten Cirebon tidak bisa dilakukan sendiri. Tetapi dibutuhkan kerjasama semua pihak dalam menanganinya. 

Hal tersebut disampaikan Sekda Kabupaten Cirebon, Drs. H. Rahmat Sutrisno, M.Si saat acara Bimbingan Teknis Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) di Kawasan Gronggong Kecamatan Beber, Senin (15/11/2021). 

Rahmat mengajak semua pihak untuk ikut serta dalam penanganan kemiskinan di Kabupaten Cirebon. Sebab, dengan jumlah 2,2 juta lebih penduduk Kabupaten Cirebon, sekitar 1,9 jutanya masuk kategori kemiskinan berdasarkan data dari Kementerian Sosial. 

Namun, setelah didata ulang ternyata ada 1,7 juta warga Kabupaten Cirebon yang miskin. 

"Dari 1,7 juta tersebut setelah dicek rupanya ada warga yang seharusnya tidak masuk kategori miskin tetapi tercatat di DTKS, sehingga angka tersebut menjadi fokus kita bersama," kata Rahmat. 

Rahmat menjelaskan, Kementerian Sosial mempunyai indikator untuk kategori kemiskinan. Bahkan, itu merupakan landasan untuk mengetahui masyarakat yang mana kategori miskin maupun yang rentan miskin. 

"Para kuwu dan lurah harus bisa menerapkan indikator dari Kementerian Sosial, sehingga bisa melihat warga mana yang memang masuk kategori miskin dan yang rentan miskin. Nanti datanya akan menjadi valid," ujarnya. 

Ia mengungkapkan, di wilayah timur Kabupaten Cirebon sekarang sedang banyak pembangunan industri. Bahkan, tidak menutup kemungkinan dibutuhkan banyak pekerjaan. 

"Infonya ada 50 ribu lowongan pekerjaan di sana. Kalau DTKS ini selesai di desa, keluarga yang tidak mampu yang perlu pekerjaan bisa  disalurkan ke industri yang membutuhan. Minimal, satu keluarga satu orang yang bekerja sehingga mendapatkan UMR. Dan ke depan akan meningkatkan daya beli dan mempunyai kesejahteraan bagi warga miskin itu sendiri," kata Rahmat. 

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Cirebon, Iis Krisnandar mengatakan, SLRT merupakan sistem layanan yang mengidentifikasi kebutuhan dan keluhan fakir miskin dan orang tidak mampu. 

"Selain itu, SLRT melaksanakan rujukan kepada pengelola program fakir miskin dan orang tidak mampu baik di pusat maupun daerah. SLRT juga membantu keluhan masyarakat, terutama masyarakat miskin dan rentan miskin," kata Iis. 

Dalam acara Bimtek tersebut dihadiri para kuwu dan lurah se-Kabupaten Cirebon. (Nur)

Gusmen: Pramuka Kader Perubahan Masa Depan Indonesia


Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas saat membuka secara resmi Perkemahan Wirakarya Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan XV, Jakabaring Sport City Palembang.


PALEMBANG, FC – Ditandai dengan menyalakan api unggun virtual, Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas secara resmi membuka Perkemahan Wirakarya Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan (PWN-PTK) XV Tahun 2021 di Jakabaring Sport City Palembang.

 
Dalam sambutannya, Gus Men menyampaikan Pramuka adalah sarana pembinaan generasi muda, “Gerakan Pramuka sudah mengakar secara Historis di seluruh Nusantara sebagai Wadah pembinaan generasi muda, Paramuka menciptakan Kader perubahan” paparnya

Menteri juga mengatakan, bahwa “Pramuka Masa depan Indonesia,Indonesia Masa Depan Pramuka, Pramuka harus menjadi rumah bersama bagi sekumpulan generasi muda yang ingin Berkembang berkarya dan menempa diri” terangnya

Ia juga berharap nilai-nilai pramuka bisa ditransformasikan kepada mahasiswa dan juga memiliki pemahaman keagamaan yang Rahmatan Lil Alamin. 

“Nilai-Nilai kepramukaan; Kemandirian gotong royong perjuangan hidup keberanian dan kepekaan sosial harus bisa mampu ditrasformasikan kepada Mahasiswa,” tegasnya.

“PTK harus menyiapkan dan mencetak generasi muda Indonesia yang memiliki pemahaman dan kapasitas keagamaan yang Rahmatan Lil Alamin pemahaman keagamaan yang inklusif toleran dan damai menjadi keniscayaan ditengah-tengah plural  kebangsaan,” harapnya.

Sebelumnya Ketua Panitia Dirjen Pendis Muhammad Ali Ramdhani menyampaikan bahwa kegiatan PWN-PTK XV  tahun 2021 ini berlangsung mulai dari 9 hingga 14 Nopember 2021 di area Jakabaring Sport City Palembang dan diikuti 1176 orang peserta secara  daring dan luring dari 58 PTK, dengan tema “Konsistensi dalam Moderasi Beragama, Berkarya untuk Bangsa”

Wakil Gubernur Sumatera Selatan Mawardi Yahya menyambut baik kegiatan PWN-PTK XV ini. Dalam sambutannya beliau memberikan apresiasi yang tinggi untuk Kementerian Agama atas dipilihnya Sumatera Selatan/UIN Raden Fatah Palembang menjadi Tuan Rumah.

Sedangkan menurut Rektor IAIN Padangsidimpuan Ibrahim Siregar Perkemahan Wirakarya Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan PWN-PTK XV Tahun 2021 dengan tema “Konsistensi dalam Moderasi Beragama, Berkarya untuk Bangsa” menyampaikan kepada Humas IAIN Padangsidimpuan. 

“Nilai-nilai yang termuat dalam tema tersebut tentu merupakan sesuatu yang sangat amat penting sekali untuk di internalisasi oleh seluruh peserta pramuka sebagai generasi bangsa dan bernegara NKRI yang tercinta dengan keragaman dalam banyak aspek seperti agama, suku, bahasa, daerah dan lainnya”.tuturnya

“Keragaman tersebut dapat eksis dalam satu napas kebangsaan yang solid dan kesatuan bernegara Republik Indonesia. Untuk kontinuitas dan sustainabilitas Kondisi kebangsaan dan kenegaraan yang unsur-unsurnya sangat beragam tersebut niscaya semua individu dan elemen masyarakat harus menghayati nilai Unity in Diversity, Bhinneka Tunggal Ika”. pungkasnya lagi. (din)

Jumat, 12 November 2021

Raperda Penyertaan Modal BJB Finalisasi, Menunggu Rapat Paripurna DPRD


CIREBON – Raperda tentang Penyertaan Modal Pemerintah Daerah Kota Cirebon kepada PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB) sudah tahap finalisasi pembahasan. Artinya, raperda tersebut tinggal mendapat kesepakatan pimpinan dan mendapat persetujuan dalam rapat paripurna DPRD Kota Cirebon.

Ketua Pansus Raperda Penyertaan Modal BJB, Dani Mardani SH MH mengatakan, pembahasan di internal pansus maupun dengan Tim Asistensi Pemda Kota Cirebon sudah selesai. Termasuk sudah difasilitasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Raperda Penyertaan Modal BJB sudah rampung. Ini adalah final. Pansus dan Tim Asistensi setuju hasil rapat finalisasi dibawa ke rapat paripurna untuk mendapat persetujuan,” ujarnya saat rapat berlangsung di ruang rapat gedung DPRD, Jumat (12/11/2021).

Dani menjelaskan, setelah mendapat arahan dari pimpinan, baru kemudian menentukan tanggal persetujuan agenda rapat paripurna. Pansus sendiri mengusulkan rapat paripurna dilaksanakan pada Senin (15/11/2021).

Mengingat, sesuai Permendagri Nomor 80/2016 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah, berkaitan dengan penyertaan modal harus sudah ditetapkan sebelum persetujuan APBD tahun berikutnya.

Penyertaan modal kepada BJB pada tahun 2022, Pemda Kota Cirebon memberikan sebesar sekitar Rp 1,6 miliar. Sementara pada tahun 2023, Pemda Kota Cirebon juga akan menyertakan modal sekitar Rp 4 miliar. Sehingga, total yang diberikan oleh Pemkot Cirebon yaitu Rp 5,7 miliar kepada BJB.

“Direncanakan, dari 2006 hingga 2023 nanti, pemerintah daerah akan menargetkan penyertaan modal kepada BJB sebesar Rp 11,5 miliar lebih. Urgensi dari penyertaan modal ini adalah mempertahankan kepemilikan nilai saham Pemda Kota Cirebon yang lebih kuat,” terang Dani.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan Bidang Kesejahteraan Masyarakat Setda Kota Cirebon, Drs Sutisna M.Si mengatakan, penambahan modal kepada BJB tersebut sebagai upaya penyesuaian berdasarkan Pasal 56 Ayat (2) Permendagri Nomor 13/2016 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Hal itu dilakukan agar dapat melakukan investasi dalam bentuk penyertaan modal pada BUMD.

“Penyertaan kepada BJB ini untuk mempertahankan kepemilikan saham Pemerintah Daerah Kota Cirebon. Serta mendorong laju pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya. (din)

Dorong Perempuan di Kabupaten Cirebon Mandiri, Wabup Ayu Bertemu Komnas Perempuan

Wakil Bupati Cirebon, Wahyu Tjiptaningsih pada acara pertemuan dengan Komisi Nasional (Komnas) Perempuan. 


KABUPATEN CIREBON - Wakil Bupati Cirebon Wahyu Tjiptaningsih, menerima kedatangan Komisi Nasional (Komnas) Perempuan di Ruang Paseban, Gedung Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Cirebon, Kecamatan Sumber, Kamis (11/11/2021).

Dalam pertemuan tersebut, wakil bupati yang akrab disapa Bunda Ayu ini mendorong perempuan di Kabupaten Cirebon agar bisa mandiri. Berbagai pemberdayaan pun sudah digulirkan oleh dinas terkait.

"Ibu-ibu (perempuan) merupakan guru madrasah awal pendidikan anak-anak. Maka dari itu, kita dorong perempuan menjadi lebih baik agar menghasilkan anak-anak yang cerdas untuk menjadi penerus generasi bangsa, khususnya di Kabupaten Cirebon," kata Ayu.

Ayu mengatakan, perempuan pun kerap menjadi sasaran dalam praktik kekerasan fisik hingga seksual. Pihaknya mendorong agar korban mau melaporkan kejadian tersebut kepada pihak yang berwajib.

"Penyelesaian secara damai ini yang sangat disayangkan, karena tidak adanya efek jera terhadap pelaku, kami inginkan korban jangan sampai diam agar memutus mata rantai kejahatan," katanya.

Sementara Wakil Ketua Komnas Perempuan Olivia Chadidjah Salampessy mengatakan, Komnas Perempuan dibentuk pada tahun 1998 oleh presiden ketiga Republik Indonesia BJ Habibie.

Pembentukan tersebut terjadi karena pada saat itu, banyak praktik kekerasan terhadap perempuan, terutama menimpa kepada kaum Tionghoa.

"Kerja kami salah satunya menyebarkan pemahaman untuk pencegahan dan penanganan segala bentuk kekerasan kepada perempuan," katanya.

Selain itu, Komnas Perempuan juga melakukan pemantauan dan pencarian fakta kekerasan terhadap perempuan. 

Olivia mengatakan, kekerasan terhadap perempuan di daerah lain, termasuk Kabupaten Cirebon masih cukup tinggi. Sepanjang 2021, kasus kekerasan terhadap perempuan di Indonesia hingga 471.000 lebih.

Akibat pandemi ini, lanjut Olivia, korban mengalami kebingungan untuk melapor lantaran adanya pembatasan kegiatan masyarakat untuk mencegah penyebaran wabah.

"Kekerasan berbasis Siber melonjak tinggi sampai 300 persen dari tahun 2019. Kasus kekerasan berbasis siber ini, dimungkinkan terjadi karena masyarakat banyak menghabiskan waktu di dunia maya," katanya.

Dalam pertemuan antara Pemerintah Kabupaten Cirebon dan Komnas Perempuan, dihadiri pula Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni dan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Iis Krisnandar, Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) dr. Edi Susanto dan Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Cirebon Dr. H. Mashuri. (din)

Kamis, 11 November 2021

Di Ultah Yang Ke 6, Jurusan Bahasa Indonesia IAIN Cirebon Mendapat Ucapan 'Selamat' dari Budayawan Kondang Indonesia, Sujiwo Tejo

Budayawan Indonesia, Sujiwo Tejo Berikan Ucapan Selamat kepada HIMABI IAIN Cirebon di Ultah yang ke 6 tahun.


FOKUS CIREBON - Jurusan Bahasa Indonesia, IAIN Syekh Nurjati Cirebon di hari ulang tahunnya yang ke 6 tahun mendapat ucapan 'selamat' dari tokoh budayawan ternama, Agus Hadi Sudjiwo atau yang lebih dikenal dengan Sujiwo Tejo, seorang aktor, pemusik, penulis dan budayawan Indonesia, Kamis (11/11/2021).

Sujiwo Tejo melalui chanel video pribadinya mengucapkan selamat ulang tahun yang ke 6 kepada mahasiswa Bahasa Indonesia yang ke enam, IAIN Syekh Nurjati Cirebon, semoga kalian masih bisa menjadikan Bahasa Indonesia bukan saja sebagai alat komunikasi tetapi juga sebagai alat untuk berekspresi.

"Bangkit, jangan menyerah, jangan terserah, sampai jumpa dengan aku," kata Sujiwo Tejo.

Demikian juga menurut Ketua Jurusan Bahasa Indonesia, Dr Hj Tati Sri Uswati, bahwa dalam menyambut momentum hari ulang tahun jurusan Bahasa Indonesia, pihaknya menggelar sejumlah ajang perlombaan, seperti pidato, cipta puisi, membaca puisi, dan menulis esai.

Kegiatan tersebut diikuti oleh berbagai tingkatan pendidikan, baik SMP, SMA sederajat hingga tingkat mahasiswa se-Jawa Barat, yang diadakan di Auditorium FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon lantai 5 dan via daring dengan menggunakan media Zoom Meeting.

Demikian juga dengan kegiatan Webinar Nasional yang diisi oleh budayawan nasional Sujiwo Tejo, membuat seluruh peserta baik siswa, mahasiswa, dosen dan masyarakat umum konsen menyimak pemaparan budayawan kondang tersebut. 

"Kegiatan ini, selain memperingati bulan bahasa, acara ini juga sekaligus merayakan Harlah ke-6 Himpunan Mahasiswa Bahasa Indonesia (HIMABI), dan dari pemateri Sujiwo Tejo, kita bisa memetik ilmu dari materi yang disampaikan," tutur Ketua Jurusan Bahasa Indonesia IAIN Syekh Nurjati, kepada Fokus Cirebon.

Dijelaskan, tujuan kegiatan ini untuk memperkenalkan HIMABI dan Jurusan Tadris Bahasa Indonesia diranah regional jawa barat bahkan nasional dengan tema "Bangkitkan Kecintaan Berbahasa Melalui Sastra dan Budaya". 

Perlombaan-perlombaan yang digelar, lanjut Tati Sri Uswati, sebagai ranah mengembangkan kreatifitas siswa dan mahasiswa di bidang sastra.   

Ke depan, kata Tati Sri Uswati, HIMABI punya cita dan harapan besar yakni akan terus meningkatan prestasi, kreativitas, serta berbenah diri menjadi organisasi yang mandiri, profesional dan terus mengembangkan ide dan inovasi.

Masih menurut Tati Sri Uswati, bahwa Himpunan Mahasiswa Bahasa Indonesia IAIN Syekh Nurjati Cirebon, harus menjadi pionir atau acuan bagi himpunan lainya. 

"Walau pun usianya masih seumur jagung, Jurusan Bahasa Indonesia sudah banyak mengukir prestasi di kancah internal kampus, regional dan nasional, tentunya dengan harapan terus melaju sampai Internasional," katanya.

Kendati demikian, Tati Sri Uswati berharap, HIMABI dapat lebih bersinergi dengan jurusan untuk mewujudkan visi misi jurusan secara bertahap sehingga kegiatan-kegiatan HIMABI dapat lebih mengeksplorasi kemampuan mahasiswa terkait kemampuan berbahasa dan bersastra secara  lebih terarah, kreatif dan inovatif, serta berdaya saing global dengan tetap menjunjung nilai-nilai keislaman yang moderat dan berpijak pada nilai-nilai kearifan lokal," pungkasnya. (din)

Pemkab Cirebon dan Pemkab Kuningan MoU Pengelolaan Sumber Daya Air

KABUPATEN CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon dan Pemerintah Kabupaten Kuningan, menandatangani naskah perjanjian terkait pengelolaan sumber daya air (SDA) di Kabupaten Kuningan untuk keperluan masyarakat di Kabupaten Cirebon yang dikelola Perumda Air Minum Tirtajati.

Penandatanganan naskah tersebut, dilakukan Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag dan Bupati Kuningan H. Acep Purnama, S.H., M.H di Hotel Patra, Jalan Tuparev, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Rabu (10/11/2021) malam.

Imron mengatakan, Berdasarkan Undang-Undang (UU) No 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, disebutkan setiap pemerintah daerah memiliki kewenangan untuk kerjasama dengan daerah lainnya.

Menurut Imron, kerjasama antara Kabupaten Cirebon dengan Kabupaten Kuningan ini dilakukan saling menguntungkan, lantaran bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

"Kebutuhan air untuk Kabupaten Cirebon ini tidak lepas dari suplai Kabupaten Kuningan. Air dari Kuningan sangat bersih dan disukai sekali masyarakat," kata Bupati Imron.

Imron mengatakan, kerjasama yang dilakukan kedua pemerintahan ini sebelumnya pernah dilakukan. Diharapkan, kerjasama ini bisa terus berlanjut.

Senada dengan Bupati Cirebon, Bupati Kuningan, H. Acep Purnama, S.H., M.H   mengaku sangat antusias dengan kerjasama ini. Menurutnya, kalau sudah berhubungan dengan kepentingan masyarakat itu artinya pemerintah harus bertanggung jawab.

Acep menambahkan, pihaknya bakal terus menjaga ketersediaan air baku, baik secara kualitas maupun kuantitas. Hal tersebut dilakukan agar suplai ke Kabupaten Cirebon tidak terhambat. (din)

Rabu, 10 November 2021

Maknai Hari Pahlawan, DPRD Kota Cirebon Harap Lahir Generasi Unggul

CIREBON – Ketua DPRD Kota Cirebon, Affiati SPd memaknai Hari Pahlawan dengan penuh harapan tinggi untuk masyarakat. Khususnya semangat juang para pahlawan yang harus di teruskan oleh masyarakat, meskipun semangat juang pada era dahulu dan modern sangat berbeda.

Affiati mengatakan, melalui tema ‘Pahlawanku Inspirasiku’ ini dapat diambil makna yang mendalam. Utamanya semangat perjuangan yang perlu ditularkan dan diaplikasikan oleh generasi muda.

“Kalau kemarin perjuangan masyarakat melawan penjajah. Namun berbeda di era sekarang, yakni berjuang melawan kemiskinan, kebodohan serta melahirkan generasi muda yang lebih baik,” kata Affiati usai mengikuti upacara peringatan Hari Pahlawan, Rabu (10/11/2021) di halaman gedung Setda Kota Cirebon.

Affiati menambahkan, dengan generasi yang lebih baik diharapakan akan menjadikan Indonesia semakin kuat dan unggul.

“Generasi yang berkualitas maka akan menjadikan negara kita semakin baik,” ungkapnya.

Menurutnya, peran DPRD dalam melahirkan generasi yang unggul, yakni dengan mendukung program kerja pemerintah daerah dan pusat.

“Peran DPRD akan mendukung program pemerintah, baik yang ada di daerah maupun program yang selaras dengan pemerintah pusat,” kata dia.

Politisi Partai Gerindra itu juga mengingatkan, bahwa semangat gotong royong yang dilakukan oleh para pejuang di era dahulu perlu diteruskan oleh generasi muda.

“Kita juga perlu menunjukkan bahwa semangat gotong royong atau saling membantu sesama harus terus dilakukan. Terlebih di masa pandemi Covid-19,” katanya. (din)

Layanan Cirebon Siaga 112 Raih Terbaik Pertama Pada Ajang IdenTIK 2021

CIREBON – Layanan Cirebon Siaga 112 meraih terbaik pertama dalam ajang Indonesia Entrepreneur TIK (IdenTIK) 2021 sekaligus akan mewakili Indonesia dalam kompetisi ASEAN ICT Awards (AICTA) 2022.

Di balik penghargaan tersebut, ada peran operator telepon (call taker) yang melayani pengaduan dari masyarakat 24 jam non stop. Mereka siaga menjadi penerima aduan.

Salah seorang call taker Cirebon Siaga 112, Yuli Yanti, S.Pd., menceritakan, dalam sehari ia bisa menerima 3 sampai 5 pengaduan dari masyarakat. Pengaduan yang masuk sebagian besar keluhan terhadap layanan publik dan keadaan darurat.

“Tidak tentu sih jumlahnya. Tapi ada saja yang menelepon layanan Cirebon Siaga 112 setiap harinya,” ungkap Yuli, Rabu (10/11/2021).

Cirebon Siaga 112 Beri Layanan 24 Jam, akan Wakili Indonesia di ASEAN ICT Awards 2022

Setiap pengaduan yang masuk akan diteruskan ke instansi terkait. Yuli memperkirakan, butuh waktu 15 menit untuk instansi merespons setiap pengaduan kedaruratan seperti kecelakaan, kebakaran hingga bencana alam.

“Misalnya kalau kebakaran, kami teruskan ke Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), kalau pertolongan pertama diteruskan ke Public Safety Center (PSC) 119, kalau ada pohon tumbang dan musibah akibat bencana kami teruskan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cirebon,” papar Yanti.

Saat pandemi Covid-19, pihaknya menerima pengaduan seputar vaksinasi, dari tempat sampai cara mencetak kartu vaksin. Tak jarang juga, pengaduan datang dari masyarakat yang berada di luar Kota Cirebon.

Cirebon Siaga 112 Beri Layanan 24 Jam, akan Wakili Indonesia di ASEAN ICT Awards 2022

“Kami tetap terima dan jelaskan fungsi dari Cirebon Siaga 112,” kata Yanti yang telah bertugas sejak Cirebon Siaga 112 berdiri.

Dia menilai, layanan Cirebon Siaga 112 sangat efektif menjadi layanan pengaduan masyarakat Kota Cirebon. Terlebih masyarakat tidak memerlukan pulsa untuk menghubungi layanan 112.

“Layanan 112 gratis tanpa dikenakan kuota, bahkan tanpa kartu perdana,” katanya.

Dia tidak menyangka, Cirebon Siaga 112 mendapat penghargaan terbaik pertama dalam ajang Indonesia Entrepreneur TIK (IdenTIK) 2021. Penghargaan ini menjadi motivasi ke depan agar lebih baik dalam melayani masyarakat Kota Cirebon.

“Tidak menyangka, perjuangan kami diganjar penghargaan. Ini jadi motivasi kami untuk terus berusaha memberikan yang terbaik,” katanya. (din)

Walikota Cirebon Mengapresiasi Atlit Kota Cirebon Mewakili Jabar di PON XX Papua

CIREBON – Wali Kota Cirebon apresiasi atlet berprestasi dari Kota Cirebon yang mewakili  Provinsi Jabar di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua.

Apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya diungkapkan Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, S.H., saat penyambutan atlet dan pelatih berprestasi Kota Cirebon pada kontingen Jawa Barat yang berlaga di PON XX 2021 di ruang Adipura Kencana, Balai Kota Cirebon. 

“Prestasi yang diberikan oleh atlet asal Kota Cirebon tentu sangat membanggakan,” tegas Azis, Rabu (10/11/2021).  

Prestasi yang mereka torehkan selain membawa harum nama Provinsi Jawa Barat juga membawa harum nama Kota Cirebon.

Sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan, lanjut Azis, Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon akan memberikan apresiasi kepada mereka. 

“Mereka telah mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jabar dan Pemda Kota Cirebon juga akan memberikan kadeudeuh kepada mereka,” tutur Azis. 

 tersebut  dialokasikan pada tahun anggaran 2022. “Secepatnya. Triwulan pertama kita harapkan sudah dicairkan,” tutur Azis.

Apresiasi diberikan baik kepada atlet maupun pelatih yang berprestasi sesuai dengan porsinya. Dengan apresiasi yang diberikan Azis berharap prestasi yang diraih atlet-atlet asal Kota Cirebon dapat dipertahankan, bahkan lebih ditingkatkan.

Sebanyak 17 atlet asal Kota Cirebon turut serta mewakili Provinsi Jabar di ajang PON XX di Papua. Mereka menyumbangkan 8 medali terdiri dari 2 emas, 3 perak dan 3 perunggu.

Sementara itu Ketua KONI Kota Cirebon, Wati Musilawati, mengaku sangat bersyukur karena atlet dan pelatih yang berlaga di PON XX Papua dapat diterima dengan baik oleh Wali Kota dan perangkat daerah di Kota Cirebon. 

“Ini apresiasi dan kebanggan terhadap atlet kita yang berangkat ke PON,” tutur Wati. 

Wati juga berharap apresiasi yang akan diterima oleh para atlet dapat diterima dengan baik dan menjadi pemicu untuk berprestasi lebih baik lagi. (din)

 

Pemprov Jabar Gelar Sosialisasi Kerukunan Umat Beragama

Kegiatan Sosialiasi Kerukunan Antar Umat Beragama, Besutan Pemprov Jabar melalui Biro Kesra di salah satu hotel di Cirebon, (10/11/2021).


CIREBON, FC - Pemerintah Daerah  Provinsi Jawa Barat melalui Biro Kesejahteraan Rakyat menyelenggarakan Sosialisasi Kerukunan Umat Beragama dengan Tema Meneguhkan Jawa Barat Sebagai Rumah Bersama Semua Umat Beragama disalah satu hotel berbintang di kawasan Jalan Siliwangi Kota Cirebon  (10/11). 

Menurut Ketua Panitia H. Mamat Rahmat dalam laporannya mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan indeks kerukunan umat beragama, mempublikasikan bahwa Jawa Barat Juara Lahir dan Batin dalam kerukunan hidup beragama, bersilaturahmi dan komunikasi dengan sesama umat dan umat lainnya dengan penuh kerukunan, kedamaian dan persaudaraan, ujar H. Mamat Rahmat yang juga sebagai Kasubag Kelembagaan Biro Kesra Setda Pemprov Jawa Barat.

Menurut H. Mamat Rahmat kegiatan tersebut berlangsung selama 3 hari  sejak tanggal 10 hingga 12 Nopember dan diikuti oleh 120 peserta,  dan  para peserta akan menerima materi dari Kepala Kanwil Kemenag Jabar, Kapolda Jabar, Pangdam III/SLW,  UIN  SGJ  BDG,  Pemprov Jabar, Praktisi dan Ulama Jabar,  ujarnya.

Sementara itu Kepala Biro Kesra Setda Pemprov Jawa Barat, Drs. H. Barnas Adjidin saat membuka acara tersebut mengatakan,  bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam suasana Hari Pahlawan  sehingga dapat membangkitkan semangat kita semua sebagai penerus cita cita para pahlawan kusuma bangsa. 

Selain itu juga kegiatan ini sejalan dengan Visi Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat yakni Jawa Barat Lahir dan Batin, Jabar  lahir dalam pengertian harus sehat, berpendidikan, bekerja, bersosialisasi dan Jabar Batin dalam pengertian agama dan religius dengan hidup rukun dan berdampingan dengan semua agama tentunya dengan toleransi saling menghargai yang kuat sebagai pondasi kebersamaan dan kerukunan  umat beragama di Jawa Barat. 

Hadir dalam acara Pembukaan perwakilan  Kepala Kantor Kemenag Kota/Kab Cirebon, Sekretaris MUI Kota Cirebon, Sekretaris PD DMI Kota Cirebon dan Ormas Islam Kota/Kab. Cirebon lainnya. (Didi)

IAIN Cirebon Menjadi Peserta Perkemahan Wirakarya Nasional di Palembang

PALEMBANG, FC - IAIN Syekh Nurjati Cirebon bersama 57 perwakilan dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKIN) Se Indonesia mengikuti kegiatan Perkemahan Wirakarya Nasional (PWN) di Lapangan Utama Jakabaring, Palembang, Rabu (10/11/2021).

Pada kegiatan tersebut, seluruh perwakilan PTKIN disambut dengan Upacara adat pramuka di hari pertama Perkemahan Wirakarya Nasional.

Kegiatan tersebut juga dari lintas agama serta bertepatan dengan Hari Pahlawan, upacara adat tersebut bertema “Bhineka Tunggal Ika”.

Warna-warni busana adat yang dikenakan peserta menambah semarak kegiatan tersebut. Beraneka macam warna busana tersebut mempresentasikan suku dan asal daerah masing-masing peserta.

Bahkan ketika hujan mengguyur lapangan utama di mana kegiatan berlangsung, peserta tetap khidmat mengikuti seluruh kegiatan sekalipun pakaian mereka basah. Sehingga suasana kebangsaan dan persatuan mereka sangat terlihat kompak.

Berdasarkan laporan yang diterima Fokus Cirebon, kegiatan ini bertujuan untuk mempererat silaturrahim antar anak bangsa. "Inilah bukti kebangsaan yang mempererat persatuan, tak ada lagi perbedaan dan mereka sangat menjunjung tinggi "Bhineka Tinggal Ika".

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag foto bersama di kegiatan PWN Palembang

Sementara itu, 58 yang menjadi peserta pada kegiatan ini, dan sebagai bentuk informasi, bahwa acara adat ini merupakan ceremony yang menjadi tata nilai dan harus ditaati. Karena, acara tersebut diciptakan oleh satuan pramuka dalam setiap kegiatan. (din)

Sekda Kabupaten Cirebon Meminta Dinsos Segera Benahi Data Kemiskinan


SUMBER, FC - Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, SE, M.Si bersama Sekda Drs. H. Rahmat Sutrisno, M.Si, dan anggota DPRD mengikuti Rakor Kuota Kepesertaan PBI JK APBN Kabupaten Cirebon di Dinas Sosial, Rabu (10/11/2021).

Dalam paparannya, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Cirebon, Dr. Iis Krisnandar, SH, CN mengatakan, jumlah Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di Kabupaten Cirebon pada 8 Oktober 2021 mencapai 1.063.563. Bahkan, yang masih aktif mencapai 939.011 orang yang terdiri dari PBI DTKS, Non DTKS. 

"Dari kuota 939.011 ini semuanya PBI Jaminan Kesehatan APBD, dengan PBI DTKS 807.461, Non DTKS 131.540, jadi sisa kuota 119.507 sedangkan yang di Non-aktifkan mencapai 114.850 orang," katanya.

Selain itu, kata Iis, pada tanggal 26 Oktober 2021 ada sedikit perubahan data pada PBI Jaminan Kesehatan untuk masyarakat Kabupaten Cirebon. 

"Kuota 945.599 dan Aktif 945.599 terdiri dari PBI DTKS 837.043, PBI Non DTKS 108.555. Sedangkan yang di Non aktif 139.475 itu juga terdiri dari yang meninggal dunia, pindah segmen, ganda, NIK tidak ditemukan, serta tambahan non aktif 25.356 orang," ujarnya. 

Iis mengatakan, pihaknya setiap bulan melakukan verval untuk memastikan jumlah yang benar-benar valid di Kabupaten Cirebon. 

Menurutnya, penetapan dari Kementerian Sosial, jumlah warga miskin di Kabupaten Cirebon mencapai 1,9 juta

"Karena pada saat itu tahun 2020 ada Covid-19 dan juga ada BST, sehingga yang perlu kami padankan ada dua hal yaitu pertama mengenai pemadanan administratif, kedua subtantif. Administratif aja kami belum beres apalagi subtantif, tetapi kami lakukan sambil berjalan. Ke depan kalau ditemukan di administratif maka subtantifnya kami hapus," kata Iis.

Iis menjelaskan, beban anggaran Kabupaten Cirebon untuk PBI yang sesuai dengan DTKS mencapai Rp 5 miliar lebih.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, SE, M.Si mengatakan, dirinya kaget saat mendapatkan laporan kalau angka kemiskinan di Kabupaten Cirebon mencapai 71 persen. Bahkan tidak dipungkiri di era pandemi Covid-19 banyak yang terdampak. 

"Mungkin jumlah UMKM di Kabupaten Cirebon ada 35 ribu, lalu pada era pandemi menjadi bertambah, saya pikir masuk akal juga kalau ada 71 persen angka kemiskinan, karena adanya pandemi," katanya. 

Ayu menjelaskan, di masa pandemi Covid-19 banyak warga Kabupaten Cirebon yang terdampak, baik dari segi ekonomi dan sosialnya. 

"Saya dapat laporan dari Disnaker, ada 120 ribu orang yang terkena PHK selama pandemi Covid-19, sehingga angka kemiskinan di Kabupaten menjadi naik," kata Ayu.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Cirebon, Drs. H. Rahmat Sutrisno, M.Si mengatakan, pihaknya meminta Dinas Sosial agar melakukan prioritas sebaik mungkin antara data dan fakta. 

"Datanya dibenahi, jangan sampai datanya ada dan faktanya enggak ada yang miskin. Itulah pentingnya verval," katanya.

Selain itu, kata Rahmat, sementara ini belum ada anggaran dari tahun 2020 sampai 2021 ke dinsos untuk melakukan verval. 

"Saya ucapkan banyak terimakasih kepada jajaran Dinsos, meskipun anggaran buat melakukan verval DTKS belum ada, mereka tetap berjalan," ucapnya. (din)

Selasa, 09 November 2021

LP2M Adakan Pelatihan Manajemen Masjid Se Kecamatan Losari Brebes, Jawa Tengah


LOSARI, FC - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Syekh Nurjati Cirebon mengadakan pelatihan peningkatan kapasitas pengurus DKM Se-Kecamatan Losari, Brebes, Jawa Tengah, Selasa (09/11/2021).

Kegiatan yang dilaksanakan di Masjid Al Mabrur, Desa Karangdempel, Kecamatan Losari Kabupaten Brebes ini, diikuti oleh 42 peserta. Mereka terdiri dari Pengurus Masjid se-Kecamatan Losari.

Sambutan pembukaan oleh Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang disampaikan oleh Sekretaris LP2M, Hj. Ery Khaeriyah, S.Ag, MA menjelaskan, bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni Pengabdian Masyarakat. 

“Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka berbagi pengalaman, dan wawasan terkait dengan manajemen kemasjidan, yakni bagaimana mengelola masjid sehingga fungsi masjid bisa maksimal dan tidak hanya untuk kepentingan ibadah saja, karena pada dasarnya Masjid memiliki potensi ekonomi, sosial, dan budaya sebagaimana zaman Nabi Muhammad SAW," ujarnya.

Dalam pelatihan ini terdiri dari dua sesi materi. Materi yang pertama disampaikan oleh Dr. H. Ahmad Yani, M.Ag selaku Ketua DKM At-Taqwa Kota Cirebon sekaligus Pengurus DMI Jawa Barat. 

Dalam pemaparannya, Dr H Ahmad Yani M.Ag pemateri pertama menegaskan bahwa Pengurus DKM Masjid itu merupakan amanah yang sangat mulia, karena kita mengurus rumah Allah, mengurus tempat ibadah.

“Mengurus masjid walaupun bukan seperti institusi atau lembaga layaknya lembaga formal lainnya, tetap harus menggunakan prinsip manajemen yang baik sehingga bisa maksimal, diantaranya langka awal dengan menentukan Visi, Misi, dan tujuan bersama oleh Pengurus DKM tersebut,” papar Yani.

Dari materi dari Kang Yani ini, kemudian  dilanjut dengan unjuk kerja dengan memberikan lembar kerja yang berisi form Visi dan Misi, Tujuan, Strategi kegiatan untuk memakmurkan masjid.

Lembar kerja tersebut dibagikan kepada seluruh peserta yang terdiri dari 11 pengurus DKM yang berkumpul bersama di masing-masing Masjid.


"Setelah dibagikan, peserta diberi waktu sekitar 10 menit untuk berdiskusi kelompok mengisi lembar kerja tersebut dan kemudian dipresentasikan di depan forum," jelasnya.

Sedang pemateri kedua, Drs. H. Usmani Hs, M.HI, juga Sekretaris At-Taqwa Centre menyatakan, masjid sejak zaman Rasulullah SAW menjadi pusat kegiatan masyarakat, tidak hanya menjadi tempat ibadah.

Usmani juga mengawali materinya dengan membedah soal kendala-kendala masjid, di antaranya tidak bisa berkembang atau berdaya. Hal ini diakibatkan kepengurusan yang tidak satu visi.

"Sebagai solusinya adalah dengan menyamakan persepsi jajaran pengurus dalam mengemban amanah. Kemudian  juga lebih memprioritaskan bangunan fisik, tetapi kurang memperhatikan terkait dengan kemakmuran masjid, hal itu bisa dilihat dari sisi kegiatan, jamaah, pengajian, dan sebagainya”, ujar beliau.

Sementara sambutan penutup disampaikan oleh Drs. H. Mahbub Nuryadien, M.Ag. Di mana Nuryadien menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak, khususnya tuan rumah DKM Masjid Al Mabrur yang sudah menyediakan tempat untuk kegiatan pelatihan ini.

"Terima kasih juga disampaikan kepada seluruh jajaran pengurus DKM yang sudah ikut hadir bersama untuk berbagi ilmu, pengalaman, dan wawasan tentang manajemen dan pengelolaan Masjid," terangnya.

Nuryadien menegaskan bahwa kegiatan ini bisa menambah semangat kita dalam berkhidmat mengelola Rumah Allah dan menambah ilmu bermanfaat serta ada tindak lanjutnya. 

“Harapan kami kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bisa berlanjut, melalui pelatihan atau workshop dengan materi lain yang dibutuhkan oleh para pengurus DKM se-Kecamatan Losari”, ungkap beliau," pungkasnya. (din)

Wali Kota Cirebon Raih Penghargaan Sebagai Tokoh Penggerak Inklusi Keuangan 2021

CIREBON – Penghargaan tokoh penggerak inklusi keuangan 2021 yang dinobatkan kepada Wali Kota Cirebon,  menjadi pelecut bagi Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon untuk selalu memberikan terobosan dalam meningkatkan inklusi keuangan bagi masyarakat. 

Penghargaan sebagai Tokoh Penggerak Inklusi Keuangan 2021 diberikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kepada Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, S.H., Selasa (9/11/2021). 

Penghargaan diberikan atas peran Wali Kota Cirebon dalam berbagai bidang keuangan. Seperti pembentukan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) pertama di wilayah 3 Cirebon, penerbitan Surat Edaran (SE) Satu Rekening Satu Pelajar untuk mendorong pelajar di Kota Cirebon memiliki rekening, serta mendukung program TPAKD 2021 melalui kelas inklusi keuangan yang melibatkan total 462 UMKM dari Kota Cirebon untuk mendapatkan peningkatan kapasitas dan pengetahuan keuangan.

“Semoga apresiasi ini dapat menjadi pelecut semangat saya pribadi dan Pemda Kota Cirebon untuk senantiasa memberikan berbagai terobosan  kepada masyarakat,” tutur Azis di kantor OJK Kota Cirebon. 

Khususnya, lanjut Azis, terobosan yang dapat meningkatkan inklusi keuangan bagi masyarakat Kota Cirebon. 

Sehingga masyarakat semakin mudah mendapatkan akses ke berbagai lembaga, produk dan layanan jasa keuangan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. “Muaranya tentu untuk peningkatan kesejahteraan,” tutur Azis.

Selain membentuk TPAKD dan mendorong pelajar untuk memiliki rekening di perbankan, Pemda Kota Cirebon juga berkomitmen agar masyarakat dengan kapasitas lebih dapat memiliki produk dan layanan keuangan lainnya. seperti asuransi, pembiayaan, program pensiun, dan investasi yang dapat menunjang taraf hidup menjadi lebih baik.

“Di tengah situasi pandemi yang telah memporakporandakan perekonomian masyarakat dilaksanakannya Bulan Inklusi Keuangan (BIK) merupakan jawaban atas persoalan yang dihadapi masyarakat,” tutur Azis.

 Saat ini banyak masyarakat kesulitan mencari cara cepat untuk mengatasinya, di antaranya dengan meminjam uang dari pinjaman online (pinjol) ilegal. 

Melalui BIK ini diharapkan dapat memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat sebagai bentuk perlawanan nyata terhadap pinjol ilegal. Sekaligus mendekatkan masyarakat terhadap fasilitas jasa keuangan.

Melalui Surat Edaran (SE) Satu Rekening Satu Pelajar, sebanyak 2.241 pelajar di SMA Negeri 7 dan SMP Negeri 6 Kota Cirebon telah memiliki rekening sendiri. 

Melalui upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi jumlah masyarakat yang belum memiliki rekening bank. Ini dikarenakan rekening atau tabungan merupakan hak dasar bagi seluruh masyarakat. 

Sementara itu Kepala OJK Cirebon, Mohammad Fredly Nasution, menjelaskan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2021 dilaksanakan satu bulan penuh pada Oktober 2021. 

BIK berhasil melakukan 24 kegiatan dengan total peserta sebanyak 3.900 mencakup kegiatan sosialisasi tatap muka maupun virtual (webinar), kompetisi dan lomba kreatif, pembukaan rekening, penyaluran kredit dan pembiayaan mikro, business matching serta publikasi program literasi dan inklusi keuangan secara masif. 

“BIK mengambil tema inklusi keuangan untuk semua, bangkitkan ekonomi bangsa,” tutur Fredly.

Melalui BIK diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan penggunaan masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan. Sehingga dapat mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (din)

Sektor Pertanian Mampu Bertahan di Pandemi Covid 19


CIREBON - Bupati Cirebon Drs.H. Imron, M.Ag, mendorong generasi milenial di Kabupaten Cirebon, memiliki minat menjadi petani. Hal tersebut lantaran sektor pertanian terbukti tidak terpuruk akibat pandemi Corona virus disease 2019 (Covid-19).

Imron mengatakan, Kabupaten Cirebon awalnya merupakan salah satu lumbung padi di Jawa Barat. Namun, seiring waktu berjalan, regenerasi petani di wilayahnya itu tidak berjalan dan menyisakan petani berusia 40 tahun ke atas.

"Saya adalah keluarga petani, terbiasa bertani dan waktu itu petani muda sangat banyak. Tetapi, bergulirnya zaman, profesi petani mulai ditinggalkan anak muda karena dianggap kurang menjanjikan," kata Imron saat Sosialisasi Petani Milenial di Ruang Paseban, Setda Kabupaten Cirebon, Selasa, (9/11/2021).

Imron mengatakan, regenarasi petani perlu dilakukan lantaran kebutuhan pangan bakal terus meningkat. Bila proses regenerasi tidak berjalan, dikhawatirkan bakal terjadi krisis pangan.

"Kalau generasi milenial tidak tertarik, nanti akan membeli kebutuhan pangan dimana," katanya.

Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jabar Benny Bachtiar mengatakan, saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat memiliki program Petani Milenial. Sektor Pertanian, merupakan salah satu kekuatan perekonomian.

Program Petani Milenial digulirkan untuk mendorong regenerasi tenaga kerja di sektor pertanian Jawa Barat yang memiliki inovasi, gagasan, dan kreativitas.

Melalui pemanfaatan teknologi digital, petani milenial akan menggerakkan kewirausahaan bidang agrikultur yang menjadikan wajah pertanian menjadi lebih segar dan atraktif untuk bisa berkelanjutan di Jawa Barat.

"Kalau tidak ada upaya regenerasi, dikhawatirkan 10 tahun ke depan terjadi krisis pangan. Apalagi, Jawa Barat ini memiliki jumlah penduduk sebanyak 48,2 juta jiwa," ujarnya.

Benny mengatakan, jumlah petani di Jawa Barat saat ini mencapai angka 3.665.050. Dari jumlah tersebut, hanya 11,11 persen berusia di bawah 30 tahun. Jumlah itu, menurutnya masih relatif kecil.

Program Petani Milenial diharapkan dapat menyelesaikan masalah keterbatasan tenaga kerja sehingga bisa meningkatkan produktivitas dan mencapai swasembada pangan.

"Seperti kata Pak Gubernur Jawa Barat, tinggal di desa, rejeki kota, bisnis mendunia," katanya. (din)