Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 19 November 2021

Kolaborasi Polres Cirebon dan Pemkot Luncurkan Program "Dekat Bersahabat"

Kapolres Cirebon Kota, AKBP Fahri Siregar S.H., S.I.K., M.H.


CIREBON, FC – Polres Cirebon Kota bersinergi dan kolaborasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon meluncurkan program “Dekat Bersahabat”. Program ini berisi sejumlah inovasi pelayanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Kapolres Cirebon Kota, AKBP Fahri Siregar S.H., S.I.K., M.H. mengatakan, program yang bersinergi dengan Pemda Kota Cirebon antara lain, Cirebon Patroli Religi (Cipali), Empati Kepada Yatim Piatu dan Lansia (Empal), serta Bermoderasi dan Beragama (Bergema).

“Program tersebut nanti berada di Satuan Samapta dan Satuan Binmas Polres Cirebon Kota,” kata Fahri, usai apel besar di halaman Balai Kota Cirebon, Jumat (19/11/2021).

Fahri menjelaskan, Program Cipali nantinya petugas yang berpatroli saat waktu salat singgah ke masjid dan salat berjemaah. Usai salat, anggota Samapta memberikan edukasi, pembinaan dan berdialog dengan para jemaah.

Sedangkan Program Empal, Satuan Binmas memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya lansia dan yatim piatu.

Sementara untuk Program Bergema, Satuan Samapta bekerjasama dengan salah satu institut menyasar generasi muda agar memiliki jiwa toleransi sehingga terwujudnya Kamtibmas.

“Pada pelaksanaannya, kami akan bekerjasama dengan Pemda Kota Cirebon,” ujarnya.

Fahri menambahkan, pihaknya melibatkan 500 personel yang terbagi sesuai dengan tupoksinya. Bukan hanya itu, Satuan Binmas juga diminta membuat jaringan di masyarakat agar program bisa berjalan efektif.

Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Drs Agus Mulyadi MSi, mendukung inovasi yang digagas oleh Polres Cirebon Kota. Terlebih program bersentuhan langsung dengan masyarakat Kota Cirebon.

“Akronimnya mudah diingat dan langsung turun ke masyarakat. Kami sangat mendukung inovasi dari Polres Cirebon Kota,” ujarnya.

Diakuinya, Pemda Kota Cirebon sangat membutuhkan program yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Upaya ini akan memberi kemudahan pemda dalam mengendalikan kasus Covid-19, termasuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat jelang Natal dan tahun baru.

“Masyarakat diingatkan untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan (prokes) dan menjaga keamanan di wilayahnya,” tambahnya.

Pemda Kota Cirebon, lanjut dia, akan menerjunkan Satgas Covid-19, Dinas Kesatuan, Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) membantu program ini. (Nur)

Bupati Cirebon Buka Cirebon Creative Festival


KABUPATEN CIREBON - Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag membuka acara Cirebon Creative Festival (CCF) 2021 di Cirebon Super Block (CSB), Jalan Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon, Jumat (19/11/2021). 

Acara yang diselenggarakan oleh  Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Cirebon ini, berlangsung mulai 19-24 November 2021.

Bupati Cirebon mengatakan, selama hampir dua tahun, sektor perekonomian dunia termasuk Kabupaten Cirebon terpuruk akibat pandemi covid-19. Beberapa pengusaha mengalami stagnan  dan gulung tikar.

Pada situasi saat ini, kata Imron, masyarakat dituntut untuk melakukan sejumlah inovasi. Hal tersebut dilakukan agar pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Cirebon bisa kembali menggeliat. 

"Acara yang diselenggarakan oleh Disperdagin Kabupaten Cirebon ini, bisa menggali potensi pelaku industri kreatif," kata Imron.

Bupati Cirebon mengungkapkan, kalau para pelaku ekonomi tidak mampu melahirkan inovasi, dikhawatirkan sektor perekonomian di Kabupaten Cirebon tidak akan berkembang.

Ditambahkan bupati, kondisi melandainya penyebaran kasus Covid-19 di Indonesia dinilai memberikan keuntungan untuk semua pelaku ekonomi, lantaran pemerintah melonggarkan beberapa kebijakan.

"Mudah-mudahan akhir tahun ini tidak terjadi penambahan kasus," kata Imron. (din)

Kamis, 18 November 2021

Wakil Wali Kota Cirebon Apresiasi Dinas Olah Raga, Dinas Baru Ini Sudah Memiliki Banyak Program

FOKUS CIREBON - Wakil Wali Kota meminta anak-anak dikenalkan dengan olahraga tradisional. Olahraga tradisional dapat meningkatkan kebahagiaan dan kegembiraan. 

Hal tersebut diungkapkan Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati saat membuka pelatihan instruktur olahraga tradisional tingkat Kota Cirebon, Rabu (17/11/2021).

“Olahraga tradisional dapat meningkatkan kebahagiaan. Anak anak akan bergembira saat melakukannya,” tutur Eti. 

Tidak hanya itu, olahraga tradisional juga mudah dan dapat dilakukan oleh siapa pun. 

Untuk itu melalui pelatihan yang diberikan kepada instruktur hari ini, olahraga tradisional dapat diperkenalkan kepada anak anak dan masyarakat luas.

“Saya juga apresiasi Dinas Olahraga yang sekalipun baru dibentuk namun sudah memiliki banyak kegiatan yang bermanfaat untuk majunya olahraga di Kota Cirebon,” tutur Eti. 

Sementara itu Kepala Dinas Olahraga Kota Cirebon, Sutikno, menjelaskan melalui pelatihan yang diberikan kepada pelatih olahraga tradisional diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan pengetahuan mereka.

“Sehingga pelatih yang tersebar di setiap kecamatan dan satuan pendidikan dapat menjadi agen informasi terkait penyebaran olahraga tradisional,” tutur Sutikno. 

Selain itu, melalui pelatihan ini diharapkan pula dapat melestarikan budaya warisan nenek moyang.”Dengan olahraga tradisional kita juga dapat mengalihkan anak anak dari ketergantungan terhadap gadget,” tutur Sutikno.

Pelatihan untuk pelatih ini dilakukan selama dua hari. Untuk hari pertama diberikan sejumlah teori yang dapat meningkatkan pengetahuan pelatih. Sedangkan hari kedua dilakukan praktek. (din)

Selasa, 16 November 2021

Naiknya Sejumlah Bahan Pokok, Pemda Bantu Masyarakat Lewat Gelar Bazar Murah


KABUPATEN CIREBON - Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon terus berupaya membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sejumlah bahan pokok sehari-hari. Mengingat, akhir-akhir ini sejumlah bahan pokok mengalami kenaikan yang cukup signifikan. 

Oleh karena itu, Pemda Cirebon melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan  (Disperdagin) menggelar Bazar Murah di Halaman GOR Ranggajati Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon, Selasa (16/11/2021). 

Kegiatan Bazar murah tersebut dibuka Wakil Bupati Cirebon Hj. Wahyu Tjiptaningsih, SE, M.Si dan dihadiri Sekda Drs. H. Rahmat Sutrisno, M.Si, perwakilan Forkopimda dan OPD, serta para camat. 

Dalam sambutannya, Wabup Ayu sapaan akrabnya mengatakan, kegiatan Bazar Murah ini merupakan wujud dan tanggung jawab Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon untuk memberikan  harga kebutuhan pokok kepada masyarakat dengan harga terjangkau. Sebab, selama ini ada sejumlah kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan. 

"Kami berupaya agar masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran. Sehingga melalui penyediaan, pemenuhan dan pengaturan distribusi barang kebutuhan pokok masyarakat hingga di tangan konsumen dengan harga yang terjangkau," kata Wabup Ayu. 

Ayu mengungkapkan, pihaknya merasa bangga karena selama kegiatan bazar ini selalu mendapatkan perhatian dan respon begitu besar dari masyarakat. 

"Ini dibuktikan dengan jumlah pengunjung dan peserta bazar yang terus mengalami peningkatan. Karena kegiatan Bazar Murah dinanti nanti oleh pelaku usaha dan masyarakat. Sebab, di masa pandemi Covid-19 yang sudah hampir dua tahun, bukan saja berdampak pada Indonesia tetapi juga dunia, maka kegiatan bazar tidak bisa dilaksanakan saat itu. Sehingga, pada bazar sekarang antusiasme warga sangat tinggi," katanya. 

Ayu menjelaskan, selama ini ada sejumlah kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan. Sehingga, apabila dibiarkan dalam jangka waktu panjang maka akan memicu terjadinya inflasi. 

"Tugas pemerintah sekarang adalah menjaga agar kenaikan tersebut secara wajar sehingga tetap terjangkau oleh masyarakat dan tidak merugikan para konsumen serta para pelaku pasar lainnya," ucapnya. 

Ayu berharap, dengan adanya Bazar Murah bisa membangun masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari.

Sementara itu, Kepala Disperdagin Kabupaten Cirebon, Dadang Suhendra mengatakan, Bazar Murah ini merupakan rangkaian Peringatan HUT-50 Korpri tingkat Kabupaten Cirebon tahun 2021. 

"Jumlah peserta Bazar Murah ini mencapai 100 persen. Ini hanya 50 persennya saja karena mengingat masih pandemi Covid-19," katanya. 

Dadang menjelaskan, tujuan diadakannya acara Bazar Murah ini untuk meningkatkan kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat pada momentum naiknya harga kebutuhan pokok. 

"Dalam kegiatan ini kami menyediakan kebutuhan pokok masyarakat dengan harga yang lebih murah dan terjangkau dari harga pasar pada umumnya," katanya. 

Selain itu, Bazar Murah ini juga untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berbelanja barang-barang kebutuhan dengan harga yang terjangkau. 

"Bazar ini dilaksanakan selama dua hari dari tanggal 16 sampai 17 November 2021 dengan berbagai kebutuhan pokok, sandang dan sebagainya dengan harga yang tejangkau," kata Dadang. 

Dadang menjelaskan, program Bazar Murah ini bisanya dilakukan dua kali dalam satu tahun. Namun dengan adanya pandemi Covid-19 semuanya tidak bisa dilaksanakan. 

"Selama dua tahun lebih, baru sekarang Bazar Murah kembali dibuka ini juga bertepatan HUT ke-50 Korpri tingkat Kabupaten Cirebon sekaligus pemulihan ekonomi masyarakat," katanya. (Bam)

Senin, 15 November 2021

Pemkab Cirebon Terus Tekan Ledakan Penduduk Melalui Program KB

KABUPATEN CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A), berupaya terus menekan ledakan penduduk dengan program keluarga berencana.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cirebon Rahmat Sutrisno mengatakan, ledakan penduduk berkaitan erat dengan peningkatan jumlah kemiskinan, pengangguran, dan berbagai permasalahan lainnya.

Ledakan jumlah penduduk, kata Rahmat, bakal menyebabkan kurang optimalnya pelayanan pemerintah kepada masyarakat.

"Saya minta dinas terkait untuk mampu mengendalikan supaya pertumbuhan masih dalam batas normal," kata Rahmat saat rapat bersama DPPKBP3A di Jalan Sultan Ageng Tirtayasa, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Senin (15/11/2021).

Kepala DPPKBP3A Kabupaten Cirebon Eni Suhaeni mengatakan, pihaknya mendorong 12 rumah sakit di kabupaten tersebut untuk turut andil dalam menyukseskan program keluarga berencana.

Pihak unit layanan kesehatan yang sudah menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU), baru Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC).

"Selanjutnya, Rumah Sakit Paru Sidawangi dan Rumah Sakit Sumber Waras yang siap untuk bekerja sama dengan kami. Kami harapkan 12 rumah sakit bisa kerjasama juga," katanya.

Eni mengatakan, hadirnya rumah sakit dalam program keluarga berencana ini, diharapkan masyarakat yang ingin mengatahui program tersebut atau yang membutuhkan alat kontrasepsi akan lebih mudah.

"Saya khawatir kalau pemahaman masyarakat kurang soal keluarga berencana, 5 sampai 10 tahun mendatang akan terjadi ledakan penduduk," kata Eni.

Dalam rapat tersebut, hadir pula Pelaksana Tugas Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon dr. Bambang Sumardi dan inspektur dari Inspektorat Iyan Ediyana. (din)

Penanganan Kemiskinan Butuh Kerjasama Semua Pihak


KABUPATEN CIREBON.- Penanganan Kemiskinan di Kabupaten Cirebon tidak bisa dilakukan sendiri. Tetapi dibutuhkan kerjasama semua pihak dalam menanganinya. 

Hal tersebut disampaikan Sekda Kabupaten Cirebon, Drs. H. Rahmat Sutrisno, M.Si saat acara Bimbingan Teknis Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) di Kawasan Gronggong Kecamatan Beber, Senin (15/11/2021). 

Rahmat mengajak semua pihak untuk ikut serta dalam penanganan kemiskinan di Kabupaten Cirebon. Sebab, dengan jumlah 2,2 juta lebih penduduk Kabupaten Cirebon, sekitar 1,9 jutanya masuk kategori kemiskinan berdasarkan data dari Kementerian Sosial. 

Namun, setelah didata ulang ternyata ada 1,7 juta warga Kabupaten Cirebon yang miskin. 

"Dari 1,7 juta tersebut setelah dicek rupanya ada warga yang seharusnya tidak masuk kategori miskin tetapi tercatat di DTKS, sehingga angka tersebut menjadi fokus kita bersama," kata Rahmat. 

Rahmat menjelaskan, Kementerian Sosial mempunyai indikator untuk kategori kemiskinan. Bahkan, itu merupakan landasan untuk mengetahui masyarakat yang mana kategori miskin maupun yang rentan miskin. 

"Para kuwu dan lurah harus bisa menerapkan indikator dari Kementerian Sosial, sehingga bisa melihat warga mana yang memang masuk kategori miskin dan yang rentan miskin. Nanti datanya akan menjadi valid," ujarnya. 

Ia mengungkapkan, di wilayah timur Kabupaten Cirebon sekarang sedang banyak pembangunan industri. Bahkan, tidak menutup kemungkinan dibutuhkan banyak pekerjaan. 

"Infonya ada 50 ribu lowongan pekerjaan di sana. Kalau DTKS ini selesai di desa, keluarga yang tidak mampu yang perlu pekerjaan bisa  disalurkan ke industri yang membutuhan. Minimal, satu keluarga satu orang yang bekerja sehingga mendapatkan UMR. Dan ke depan akan meningkatkan daya beli dan mempunyai kesejahteraan bagi warga miskin itu sendiri," kata Rahmat. 

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Cirebon, Iis Krisnandar mengatakan, SLRT merupakan sistem layanan yang mengidentifikasi kebutuhan dan keluhan fakir miskin dan orang tidak mampu. 

"Selain itu, SLRT melaksanakan rujukan kepada pengelola program fakir miskin dan orang tidak mampu baik di pusat maupun daerah. SLRT juga membantu keluhan masyarakat, terutama masyarakat miskin dan rentan miskin," kata Iis. 

Dalam acara Bimtek tersebut dihadiri para kuwu dan lurah se-Kabupaten Cirebon. (Nur)

Gusmen: Pramuka Kader Perubahan Masa Depan Indonesia


Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas saat membuka secara resmi Perkemahan Wirakarya Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan XV, Jakabaring Sport City Palembang.


PALEMBANG, FC – Ditandai dengan menyalakan api unggun virtual, Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas secara resmi membuka Perkemahan Wirakarya Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan (PWN-PTK) XV Tahun 2021 di Jakabaring Sport City Palembang.

 
Dalam sambutannya, Gus Men menyampaikan Pramuka adalah sarana pembinaan generasi muda, “Gerakan Pramuka sudah mengakar secara Historis di seluruh Nusantara sebagai Wadah pembinaan generasi muda, Paramuka menciptakan Kader perubahan” paparnya

Menteri juga mengatakan, bahwa “Pramuka Masa depan Indonesia,Indonesia Masa Depan Pramuka, Pramuka harus menjadi rumah bersama bagi sekumpulan generasi muda yang ingin Berkembang berkarya dan menempa diri” terangnya

Ia juga berharap nilai-nilai pramuka bisa ditransformasikan kepada mahasiswa dan juga memiliki pemahaman keagamaan yang Rahmatan Lil Alamin. 

“Nilai-Nilai kepramukaan; Kemandirian gotong royong perjuangan hidup keberanian dan kepekaan sosial harus bisa mampu ditrasformasikan kepada Mahasiswa,” tegasnya.

“PTK harus menyiapkan dan mencetak generasi muda Indonesia yang memiliki pemahaman dan kapasitas keagamaan yang Rahmatan Lil Alamin pemahaman keagamaan yang inklusif toleran dan damai menjadi keniscayaan ditengah-tengah plural  kebangsaan,” harapnya.

Sebelumnya Ketua Panitia Dirjen Pendis Muhammad Ali Ramdhani menyampaikan bahwa kegiatan PWN-PTK XV  tahun 2021 ini berlangsung mulai dari 9 hingga 14 Nopember 2021 di area Jakabaring Sport City Palembang dan diikuti 1176 orang peserta secara  daring dan luring dari 58 PTK, dengan tema “Konsistensi dalam Moderasi Beragama, Berkarya untuk Bangsa”

Wakil Gubernur Sumatera Selatan Mawardi Yahya menyambut baik kegiatan PWN-PTK XV ini. Dalam sambutannya beliau memberikan apresiasi yang tinggi untuk Kementerian Agama atas dipilihnya Sumatera Selatan/UIN Raden Fatah Palembang menjadi Tuan Rumah.

Sedangkan menurut Rektor IAIN Padangsidimpuan Ibrahim Siregar Perkemahan Wirakarya Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan PWN-PTK XV Tahun 2021 dengan tema “Konsistensi dalam Moderasi Beragama, Berkarya untuk Bangsa” menyampaikan kepada Humas IAIN Padangsidimpuan. 

“Nilai-nilai yang termuat dalam tema tersebut tentu merupakan sesuatu yang sangat amat penting sekali untuk di internalisasi oleh seluruh peserta pramuka sebagai generasi bangsa dan bernegara NKRI yang tercinta dengan keragaman dalam banyak aspek seperti agama, suku, bahasa, daerah dan lainnya”.tuturnya

“Keragaman tersebut dapat eksis dalam satu napas kebangsaan yang solid dan kesatuan bernegara Republik Indonesia. Untuk kontinuitas dan sustainabilitas Kondisi kebangsaan dan kenegaraan yang unsur-unsurnya sangat beragam tersebut niscaya semua individu dan elemen masyarakat harus menghayati nilai Unity in Diversity, Bhinneka Tunggal Ika”. pungkasnya lagi. (din)