Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 17 Juni 2022

Hadirkan Narasumber dari IPB, LP2M IAIN Cirebon Gelar Workshop Penguatan DPL KKN Tematik Berbasis Masjid

Dr H Ahmad Yani, M.Ag saat memberikan materi pada kegiatan Workshop DPL dan KKN - TBM Tahun 2022.


FOKUS CIREBON, FC - Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menggelar acara Workshop Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Berbasis Masjid (TBM) Tahun 2022. 

Workshop ini diikuti seluruh Dosen Pembimbing Lapangan di Lingkungan IAIN Syekh Nurjati Cirebon, dan digelar secara virtual. Kamis-Jum’at, (16-17 Juni 2022)

Hadir dalam workshop virtual ini, di antaranya Dr. Ahmad Yani, M.Ag (Ketua LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon), Mahbub Nuyadien, M.Ag (Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat IAIN Syekh Nurjati Cirebon), Ery Khaeriyah, S.Ag, M.A (Sekretaris LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon), dan Dr. Alfian Helmi, M.A (Narasumber/Institut Pertanian Bogor).

Mewakili Rektor IAIN Cirebon, Ahmad Yani saat membuka kegiatan menyatakan, anggaran KKN pada tahun ini masih disesuaikan dengan anggaran saat pandemi, namun hal yang paling penting adalah menjadikan pembimbingan KKN sebagai angka kredit pengabdian dan amal jariyah bagi DPL. Maka dosen pembimbing harus mampu memotivasi agar lebih semangat dalam melaksanakan pendampingan KKN. 

Yani juga menegaskan bahwa Workshop dilakukan sebagai pedoman kepada Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) sebelum membimbing mahasiswa terjun ke tempat Kuliah Kerja Nyata (KKN) harus memiliki mindset bahwa sebuah pengabdian kepada masyarakat harus berbasis riset. Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Mahasiswa dan Masyarakat dapat berkolaborasi menghasilkan sebuah karya ilmiah sekaligus naskah akademik. 

Dr. Alfian Helmi, M.A, selaku narasumber hari pertama dalam paparannya menyebutkan, ada tiga hal, di mana DPL harus mampu membangun sikap mental yang perlu disiapkan oleh peserta KKN.

Tiga hal tersebut di antaranya, pertama Agility yakni Sikap pejuang peserta KKN dalam mengikuti program yang akan diikuti, lalu kedua Innovation yakni memilki jiwa Ide-ide segar,dan kreatif untuk menghadapi tantangan yang semakin komplek. Juga melakukan kegiatan yang out of the box sehingga bisa mengikuti perkembangan yang ada. Manusia yang bisa bertahan adalah manusia yang responsif terhadap perubahan yang ada. Lalu yang ketiga adalah Experimential yaitu selalu mencoba sesatu atau hal-hal yang baru.

Sementara itu di hari kedua, kegiatan diisi oleh beberapa materi yang berkaitan dengan proses pelaksanaan KKN TBM tahun 2022.

Ada 3 (tiga) narasumber pada kegiatan ini, antara lain H.Mabub Nuruadien, M.Ag membawakan materi tentang Program dan Kegiatan KKN TBM. Kemudian Dr Budi Manfaat, M.Si dengan materi Pelaporan dan Penilaian DPL dalam KKN TBM_l dan pemateri yang ketiga adalah Drs H Ibnu Sina, M.Si dengan materi Teknis dan Proses Kegiatan KKN TBM melalui Akmal Sejati. (din)

Rabu, 15 Juni 2022

Pemkab Berikan Apresiasi Kepada Wajib Pajak Teladan

CIREBON - Penerimaan pajak daerah selama ini masih menjadi tulang punggung pendapatan asli daerah yang digunakan untuk pembiayaan pembangunan. Setiap pajak yang diterima, akan dimanfaatkan sebaik mungkin demi berkelanjutan pembangunan masyarakat. 

Atas dasar itulah, Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) memberikan penghargaan dan apresiasi kepada wajib pajak teladan tahun 2021, pada hari Rabu tanggal 15 Juni 2022 di Hotel Aston Kedawung Kabupaten Cirebon. Penyerahan penghargaan dilakukan langsung oleh Bupati Cirebon, Drs. H. Imron M.Ag didampingi Kepala Bapenda Kabupaten Cirebon, H. Deni Agustin SE. 

Dalam sambutannya, bupati memberikan apresiasi kepada seluruh wajib pajak yang telah berkontribusi terhadap pembangunan daerah melalui pembayaran pajak daerah. Bupati menyebut, pembangunan bisa berlanjut dengan besarnya pajak yang disetorkan oleh WP. 

"Pandemi yang terjadi beberapa waktu terakhir sangat mempengaruhi pembangunan yang kita lakukan. Saya bersyukur wajib pajak disini masih konsisten dalam melaksanakan kewajibannya, sehingga kita bisa terus memberikan layanan melalui pembangunan kepada masyarakat," ujar Imron. 

Di samping itu, bupati mengucapkan terima kasih kepada seluruh wajib pajak yang masih patuh dan taat.  Secara pribadi maupun atas nama pemerintah daerah, bupati mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh wajib pajak yang ada di wilayah Kabupaten Cirebon. 

"Saya pastikan, pengelolaan pajak yang kita lakukan sebaik mungkin dan penerimaan pajak akan dimanfaatkan semaksimal mungkin bagi kesejahteraan masyarakat," tambahnya. 

Dalam kesempatan yang sama, Bapenda Kabupaten Cirebon meluncurkan layanan aplikasi Akang Surja. Dijelaskan Kepala Bapenda Kabupaten Cirebon, aplikasi Akang Surja ini memuat beberapa layanan untuk mempermudah masyarakat dalam membayar pajak. 

"Ada beberapa kemudahan yang terdapat dalam aplikasi Akang Surja ini, seperti informasi Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT), informasi pajak daerah termasuk tata cara pembayarannya, serta tanya Bapenda untuk wajib pajak memberikan saran maupun konfirmasi pembayaran pajak," ujar Deni Agustin. 

Diharapkan, dengan adanya aplikasi Akang Surja ini, masyarakat tidak kesulitan dalam menyetorkan pajaknya kepada pemerintah, khususnya 11 jenis pajak daerah. Terlebih, dengan perkembangan teknologi saat ini, maka sangat tepat digunakan, karena mempermudah wajib pajak membayarkan pajaknya di mana pun. 

"Komitmen Bapenda untuk mempermudah layanan kepada masyarakat guna meningkatkan pendapatan asli daerah. Tak lupa, kita juga ucapkan terima kasih kepada wajib pajak yang selama ini sudah melaksanakan kewajibannya," tutup Deni. (din)

IAIN Cirebon Lakukan Studi Banding Ke UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Dalam rangka "Patok Bandung" IAIN Syekh Nurjati Cirebon Kunjungi UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.


BUKITTINGGI, FC - Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek mendapat kunjungan istimewa dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka “Patok Banding” yang dilakukan IAIN Cirebon mengenai pengimplementasin BLU (Badan Layanan Umum) yang telah berjalan di UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. 

Sebagaimana diketahui, UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi menjadi institusi pertama yang berstatus BLU saat masih menjadi IAIN.

Wakil Rektor II IAIN Cirebon Dr. Kartimi, M.Pd menyatakan pihaknya secara khusus datang untuk mempelajari bagaimana tatacara pengelolaan BLU. Studi Banding untuk mendapatkan referensi yang berguna bagi pengimplementasian BLU di IAIN Cirebon. 

Tim terpilih yang hadir juga berasal dari Tim Penyusun BLU sebanyak 4 orang, agar patok banding ini secara sempurna dapat diserap oleh pihak yang memang akan terjun dalam pengaplikasian BLU.

Rektor Prof. Dr. Ridha Ahida, M.Hum sangat menyambut dengan tangan terbuka mengenai kunjungan ini. Beliau berharap, setiap presentasi – presentasi dan panduan yang telah dipaparkan mampu menjadi referensi yang bermanfaat bagi IAIN Cirebon. Wakil Rektor II Dr. Novi Hendri, M.Ag turut menambahkan bahwa pengelolaan BLU di UIN Sjech M. Djamil Djambek sejatinya masih belum maksimal. Namun, upaya untuk meningkatkan pengelolaan secara optimal berangsur – angsur telah dijalankan. 

Dalam pengelolaan ini tidak ada kata instan, butuh upaya dan ketelatenan yang terus menerus, agar kekurangan dalam pengelolaan dapat diminimalisir.

Di samping itu, beliau juga menambahkan tentang sisi positif status BLU. BLU diberikan kewenangan untuk melakukan pengelolaan kas, investasi, pengelolaan barang, surplus dan defisit, serta remunerasi. 

Mekanisme pengadaan barang/jasa pun menjadi lebih longgar pada BLU dengan pendelegasian pengaturannya kepada pemimpin BLU. 

Beberapa fleksibilitas tersebut ditujukan agar pemberian layanan pada BLU dapat segesit sebagaimana layanan serupa yang dilakukan oleh badan usaha pada umumnya. 

Pemberian fleksibilitas diharapkan mampu membuat BLU dapat terus memberikan layanan prima tanpa terkendala oleh hambatan yang biasanya terjadi pada satker pemerintah pada umumnya.

Acara “Patok Banding” ditutup dengan penyerahan cenderamata dari masing – masing Instansi serta dilanjutkan dengan acara foto bersama. (din)

Kenalkan Hukum Sejak Dini Kepada Siswa, Pemda dan Kejaksaan Negeri Lounching JSS

CIREBON, FC – Pemerintah Daerah (Pemda) dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Cirebon launching program Jaksa Sahabat Sekolah (JSS). Program tersebut guna memperkenalkan hukum sejak dini kepada peserta didik.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Drs. H. Agus Mulyadi, M.Si., saat menghadiri Launching Jaksa Sahabat Sekolah (JSS) di Sekolah Pelita Bangsa, Jalan Terusan Cipto, Selasa (14/6/2022), menjelaskan jaksa masuk sekolah sebenarnya merupakan program dari Kejaksaan Agung Republik Indonesia.

Program ini kemudian diterapkan di Kota Cirebon dalam bentuk Jaksa Sahabat Sekolah (JSS) yang merupakan kolaborasi antara Pemda dan Kejari Kota Cirebon.

“Program ini bertujuan untuk memperkenalkan dan melakukan pembinaan hukum sejak dini di lingkungan sekolah,” tutur Agus. 

Sasarannya seluruh civitas akademik di lingkungan sekolah. Mulai dari peserta didik, guru, kepala sekolah, orangtua peserta didik dan komite sekolah.

Dengan memberikan pemahaman mengenai hukum sejak dini diharapkan peserta didik di Kota Cirebon terhindar dan tidak melakukan pelanggaran hukum.

Adapun penyuluhan dalam program JSS ini meliputi pencegahan narkoba dan NAPZA, perdagangan anak (trafficking), pencegahan bullying dan kenakalan remaja.

Selanjutnya, Agus meminta seluruh civitas akademika di sekolah untuk turut serta dan menyukseskan program JSS ini. “Saya harap semua bisa mendukung program ini dengan optimal untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kota Cirebon,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Cirebon, Umaryadi, SH., M.H., menjelaskan, launching JSS ini bertujuan agar Kejaksaan menjadi lebih dekat dan dikenal oleh sekolah.

“Kami berupaya memberikan pemahaman dan pengertian terkait hukum secara umum,” kata Umaryadi. Sehingga seluruh civitas akademika di sekolah dapat  terhindar dari pelanggaran hukum.

Pada kesempatan itu, Umaryadi juga menegaskan bahwa salah satu tugas Kejaksaan yaitu memberikan pendampingan kepada masyarakat yang membutuhkan analisis dan tindakan terkait hukum.

Untuk itu Umaryadi meminta mereka tidak sungkan untuk datang ke kantor Kejaksaan Negeri Kota Cirebon untuk melakukan konsultasi hukum. “Bisa juga melalui media sosial kami,” katanya. (din)

Selasa, 14 Juni 2022

Pemkab Cirebon Dukung dan Fasilitasi Kebutuhan Penyelenggaraan Pemilu

CIREBON - Bupati Cirebon, Imron menyatakan Pemkab Cirebon mendukung dan memfasilitasi kebutuhan penyelenggaraan Pemilu. Pernyataan tersebut disampaikan saat rapat koordinasi persiapan dan kesiapan tahapan Pemilu serentak tahun 2024, Selasa (14/6/2022),  bertempat di Hotel Apita Cirebon. 

Menurut Imron, inventaris masalah harus dilakukan, supaya permasalahan dan hambatan dapat diantisipasi sejak dini. 

"Pemkab Cirebon berharap, tingkat partisipasi masyarakat pada Pemilu serentak 2024 dapat meningkat secara signifikan. Ini sebagai salah satu indikator suksesnya penyelenggaraan demokrasi di Kabupaten Cirebon," kata Imron.

Imron juga meminta, aparat keamanan dan penegak hukum dapat mengawal pelaksanaan Pemilu serentak 2024. Pihaknya ingin, Pemilu berjalan aman, kondusif dan tanpa ekses. Imron juga berharap, penyelenggara dan calon peserta Pemilu dapat mengikuti dan melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Dalam pelaksanaan Pemilu diperlukan dukungan dari seluruh stakeholder Pemilu, yaitu pemerintah pusat, pemerintah daerah dan aparat.  Tentunya, semua itu perlu ada kesiapan dan persiapan dari seluruh stakeholder dalam rangka mensukseskan Pemilu serentak tahun 2024," papar bupati.

Menurutnya, Pemilu adalah sarana kedaulatan rakyat.  Mereka nanti memilih anggota DPR dan DPRD, serta memilih Presiden dan Wakil Presiden. Pelaksanaannya juga dilakukan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.

"Pemilu itu wadah demokrasi masyarakat. Prinsip penyelenggaraannya mandiri, jujur, adil, berkepastian hukum, tertib, terbuka, proporsional, profesional, akuntabel, efektif dan efisien. Mari saat Pemilu nanti, kita bersama-sama menciptakan hal tersebut," papar bupati.

Hal senada dikatakan Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, M. Luthfi. Dirinya berharap, tanggal 14 Februari 2024, Pemilu akan bisa terselenggara dengan lancar dan tanpa gangguan. Untuk menunjang hal tersebut, saat ini harus dirumuskan hal-hal penting apa saja yang perlu diperhatikan agar Pemilu nanti bisa sukses.

"Kita ingin Kabupaten Cirebon bisa memastikan pelaksanaan Pemilu dengan baik. Saya juga berharap, Pemilu ini akan menghasilkan pemimpin dan politisi yang bisa memajukan Kabupaten Cirebon," ucapnya.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Cirebon, Sopidi saat memberikan sambutan sempat memberikan sindiran. Menurutnya, politik itu mahal, meskipun untuk kalah sekalipun pasti mengeluarkan ongkos yang besar. 

"Sedangkan salah satu alasan masyarakat tidak tertarik politik, karena kebenaran bukan menjadi tujuan dari politisi, karena tujuannya adalah kekuasaan," paparnya.

Sopidi menambahkan, semoga nanti pelaksanaan Pemilu di Kabupaten Cirebon akan berjalan lancar. Masalahnya, penyelesaian politisi menjalankan programnya menjadi tolak ukur sukses tidaknya penyelenggaraan Pemilu.

"Intinya, kehadiran pemerintah daerah, kehadiran peserta politik dan pemilih, nantinya akan menjadi penentu kualitas kepemimpinan yang ada di Kabupaten Cirebon," tukasnya. (Bam)

Tim Monev Nasional Apresiasi Pelaksanaan UMPTKIN 2022 di Kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag beserta Tim Monev Nasional UMPTKIN 2022 dan Kepala PTIPD, Dr H Darwam M.Kom.


FOKUS CIREBON, FC - Pelaksanaan UMPTKIN 2022 yang dilaksanakan secara online di lantai 2, gedung M, kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon mendapat apresiasi dari tim Monev Nasional, Selasa, (14/6/2022).

Astri Amanati, MM, SSE-UMPTKIN 2022 menyatakan, bahwa dirinya berdua ditugaskan dari panitia nasional untuk memonev pelaksanaan kegiatan UMPTKIN di kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

Menurut Astri, selain dirinya, satu orang tim Monev lainnya adalah Muhamad Makmum dari Kesekretariatan. Sementara Astri dari Pokja Kehumasan.

Astri juga menjelaskan, tujuan monev ini untuk perbaikan pelaksanaan ke depan, yakni pelaksanaan UMPTKIN yang lebih baik lagi.

"Menurut saya pelaksanaan UMPTKIN di kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon cukup baik,  persiapan pelaksanaannya sudah maksimal," terangnya.

Kendati demikian, Astri berharap, kemajuan tetap harus dilakukan, agar pelaksanaannya bisa lebih ditingkatkan, dengan pengertian agar pelaksanannya lebih memudahkan peserta, agar ketika peserta ada masalah bisa cepat ada solusi. 

Sementara itu, di gedung M lantai 2, tim Monev Nasional terus memantau pelaksanaan UMPTKIN di kampus IAIN Cirebon. Mereka keduanya didampingi Warek 1, Dr H Saefudin Juhri, M.Ag dan Dr. H. Darwan, M.Kom Kepala PTIPD.

Di ruang Studio 3 Pangeran Girilaya, tim Monev Nasional dan panitia lokal (Panlok) UMPTKIN 2022 IAIN Syekh Nurjati Cirebon, mendengarkan langsung sambutan atau orasi UMPTKIN 2022 yang disampaikan oleh Menteri Agama RI, H.Yaqut Cholil Qoumas melalui zoom. 

Dalam pesannya, Menteri Agama RI menekankan agar panitia uMPTKIN 2022 lebih memudahkan peserta. (din)

Bangkitkan 'Speak Up' Mahasiswa, PSGA Bedah Implementasi UU TPKS Lewat Seminar Nasional

SEMINAR NASIONAL : PSGA IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar seminar nasional tentang UU TPKS. Seluruh peserta sangat antusias dengan seminar tersebut. 



FOKUS CIREBON, FC - Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan kegiatan Seminar Nasional Perlindungan Anak dan Remaja dengan tema "Mengukur Implementasi dan UU TPKS di Kampus", Selasa, (14/6/2022).

Kegiatan hasil besutan PSGA dengan jargon 'Mencerahkan  dan Memberdayakan' ini menghadirkan dua narasumber yakni Hj Selly Andriany Gantina, Komisi VIII DPR RI dan Wakhit Hasim, M.Hum dari Dewan Etik PPKS IAIN Syekh Nurjati.

Seminar Nasional tersebut membedah materi Undang Undang No 12 Tahu 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dan ini dipastikan akan hangat, terutama menyangkut teknis perlindungan, pelaporan dan penindakan. 

Kepala PSGA IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Naila Farah M.Ag kepada fokus cirebon menjelaskan, seminar ini untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa bahwa UU TPKS sudah disahkan negara. 

Maka pengesahan UU ini menjadi angin segar bagi kita semua dan kampus sebagai tempat belajar akan memberikan ketenangan, sehingga dalam tugas belajar mahasiswa bisa berinteraksi dengan siapapun dengan nyaman.

Naila juga menjelaskan bahwa PSGA di kampus IAIN Cirebon sebagai leading sektor Pencegahan dan penanggulangan Kekerasan Seksual (P2KS). Ini adalah instruksi dari Dit.Kemenag RI, Jakarta.

Dengan disahkannya UU TPKS ini, maka mahasiswa dan seluruh civitas akademika itu berani untuk speak up (angkat bicara) ketika mereka menjadi korban, atau menyaksikan, atau mendengar adanya tindakan kekerasan seksual di lingkungan kampus. 

Artinya, mereka tidak perlu takut lagi karena negera sudah melindungi mereka dengan adanya UU TPKS ini. 

Untuk menindaklanjuti UU tersebut, PSGA melakukan sosialisasi dan rekruitmen di kalangan mahasiswa atau dosen untuk melakukan sosialisasi UU TPKS ini.

Jika ditemukan kasus, maka PSGA hanya sebagai awal pintu masuk saja dari laporan dan laporan tersebut kemudian diserahkan kepada Rektor dan dari Rektor diserahkan kepada Dewan Etik. 

"Dewan Etik inilah ya g melakukan investigasi dan pendalaman kasus tersebut, kemudian setelah melakukan investigasi dengan data-data yang mereka peroleh lalu Dewan Etik menjauhkan sanksi kepada pelaku, baik kategori ringan, sedang atau berat dan kemudian baru di SK kan oleh Rektor," paparnya. 

Kendati demikian, kata Naila, PSGA lebih fokus kepada pendampingan kepada korban. "Jadi nanti kalau korban itu trauma, atau butuh konseling maka PSGA menyediakannya," tutur Naila.

Untuk itu, Naila berharap, pada seminar nasional tentang UU TPKS ini, bisa memberikan pencerahan baru sehingga mahasiswa semakin berani untuk speak up tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual yang terjadi di kampus, karena negara sudah melindungi mereka.

"Jadi harapan kami adalah bagaimana kampus IAIN Syekh Nurjati ini menjadi kampus ruang aman bagi semuanya, khususnya bagi civitas akademika," tandasnya. 

Hal senada disampaikan aktivis LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr Eri khaeriyah. Menurutnya terkait TPKS ini, LP2M pada tahun 2019 baru menyusun draf pencegahan seksual, kemudian draft tersebut disusun pada tahun 2000 dan tahun 2021 IAIN Cirebon sudah melakukan pencegahan kekerasan seksual.

"Ya kita cegah segala bentuk kekerasan seksual, apalagi di kampus kita sudah memiliki dewan etik sebanyak 5 orang, ini bentuk keseriusan kampus untuk memberikan kenyamanan saat  berinteraksi dengan siapapun," katanya.

Maka Eri pun meminta agar PSGA terus melakukan upaya-upaya sosialisasi terkait pencegahan kekerasan seksual di kampus.

Eri juga berharap, pada seminar nasional ini, mahasiswa bisa membedahnya agar menjadi pengetahuan dan pencegahan dari tindak kekerasan seksual. 

Sementara itu, seminar nasional yang dihadiri peserta dari para mahasiswa juga utusan DEMA dan SEMA ini, berlangsung hangat di Aula FUAD lantai 4. 


Dalam seminar ini, moderator membaginya kedalam 4 bagian, pertama sesi paparan, kedua sesi tanggapan dan ketiga sesi tanya jawab. 

Peserta pun sangat antusias mendengarkan pemaparan Selly Andriany Gantina dan Wakhit Hasim, sehingga seminar tersebut benar-benar hidup dan berjalan sukses hingga akhir kegiatan. (Udin)


 

Sukseskan UMPTKIN 2022, IAIN Cirebon Siapkan Petugas Sambut Tim Monev Nasional

Persiapan penyambutan tim Monev UMPTKIN 2022 di kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon.


FOKUS CIREBON, FC - Sejak Pukul 07.00 WIB pagi, Satuan pengamanan (Satpam) kampus IAIN Cirebon beserta petugas lainnya, bersiaga di sejumlah titik startegis yang akan dilalui Stafsus Kementerian Agama RI dan Pokja Panitia Nasional UMPTKIN 2022.

Penjagaan ini dalam rangka menyambut kedatangan para tamu utama yang akan melakukan Monev UMPTKIN di kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

Kabarnya, setting tempat ini merupakan ide dan kerja keras H.M.Arifin M.Pd agar kampus terlihat lebih Asri dan nyaman. Sehingga sejumlah kendaraan yang memasuki kawasan Blok M, di mana sebagai tempat dilangsungkannya UMPTKIN, harus dialihkan ke sejumlah titik parkir kendaraan yang sudah disiapkan.

Edi Karmadi beserta petugas parkir kendaraan, dan Satpam lainnya terus memantau keluar masuknya kendaraan di kawasan ini, Selasa, (14/6/2022). 

Saat dihubungi via telepon selulernya, Arifin, yang juga Pejabat Kehumasan IAIN Syekh Nurjati Cirebon menyatakan, Panitia Nasional Monev UMPTKIN diperkirakan akan datang tepat pada pukul 09.00 WIB. 

"Semua harus terlihat rapih dan bersih, karena ini untuk kenyamanan semua. Sehingga pelaksanaan UMPTKIN 2022 beserta kegiatan Monev bisa berjalan sukses dan lancar," tandasnya. (din)

Menteri Agama RI : Ke Depan SSE-UMPTKIN Bisa Berikan Langkah Mudah Bagi Calon Calon Mahasiswa PTKIN


Panitia Lokal (Panlok) UMPTKIN 2022 di kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon saat menjalankan tugasnya, UMPTKIN Online ini berjalan lancar. 


FOKUS CIREBON, FC - Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UMPTKIN) di kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon berjalan lancar. Namun peserta UMPTKIN 2022 ini harus berjalan online. Selasa, (14/6/2022). 

Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, berdasarkan arahan dari satgas Covid bahwa Covid-19 belum sepenuhnya hilang sehingga pelaksanaan UM-PTKIN tahun ini masih dilaksanakan secara online.

Oleh sebab itu, PTKIN tidak boleh teledor dan diminta tetap waspada dengan menjaga prokes.

Demikian juga Yaqut nyatakan, bahwa Pemerintah pusat melalui Kementerian Agama menyampaikan terima kasih kepada para rektor dan panitia atas suksesnya penyelenggaraan seleksi nasional jalur UM-PTKIN ini.

Ia berharap, ke depan SSE-UMPTKIN ini bisa memberikan langkah mudah bagi calon mahasiswa PTKIN dalam menentukan pilihannya. Kita harapkan ini bisa menjadi best smart, karena kita tahu bahwa kemajuan teknologi seperti ini tidak bisa ditolak, dan di tahun kita akan tetap menggunakan sistem seleksi seperti ini.

Selain itu, Yaqut meminta panitia UM-PTKIN melakukan evaluasi dan perbaikan mekanisme dan sistem UM-PTKIN, sehingga seleksi jalur ini bisa menyerap lulusan Madrasah Aliyah dan pesentren dengan maksimal, termasuk lulusan dari SMA dan SMK. 

"Semoga ke depan PTKIN tidak dijadikan pilihan alternatif bagi lulusan MA dan pesantren. Akan tetapi, menjadi pilihan utama bagi kalangan pelajar SMA dan SMK untuk bisa masuk ke PTKIN,” harapnya.

Sementara menurut Pokja Humas Panitia Nasional, Astri Amanati, S.Sos, MM, pihaknya bersatu satu orang panitia Monobe Nasional berada di kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon dalam rangka untuk melihat langsung pelaksanaan UMPTKIN di kampus setempat.

"Monev ini kami lakukan untuk perbaikan pada pelaksanaan UMPTKIN ke depan, dan pelaksanaan UMPTKIN di Cirebon sudah sangat baik," katanya.

Sementara itu, Warek 1 IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Saefudin Juhri M.Ag menyatakan, bahwa UMPTKIN 2022 ini merupakan tahun ketiga bagi IAIN Cirebon dan diikuti oleh 2.046 peserta. SSE-UMPTKIN ini akan berlangsung dari tanggal 14 hingga 17 Juni 2022 mendatang. 

"Peserta yang mengikuti SSE UMPTKIN di IAIN Cirebon sebanyak 2.046 orang. Pada ujian tersebut ada delapan sesi yang harus diikuti seluruh peserta," ujarnya.

Saefudin Zuhri juga menyatakan, selain pelaksanaannya di tahun ini berjalan lancar, UMPTKIN tahun ini juga diharapkan bisa menghasilkan calon-calon mahasiswa yang berkualitas. (din)

Senin, 13 Juni 2022

Mahasiswa IAIN Cirebon Dinobatkan Juara 2 Pada Lomba Political Event 2.0 - Lomba Debat & Media Propaganda tingkat Mahasiswa Se-Indonesia

JUARA 2 : Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon kembali mengharumkan nama baik kampusnya, setelah dinobatkan Juara 2 pada lomba Political Event 2.0 - Lomba Debat & Media Propaganda tingkat Mahasiswa/i se-Indonesia.


FOKUS CIREBON, FC - Lagi-lagi mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon menorehkan prestasi nasional. Kali ini prestasi tersebut diraih oleh Agung Ahdiansyah, mahasiswa Jurusan Tadris Bahasa Inggris, FITK IAIN Cirebon. 

Pada lomba ini, Agung Ahdiansyah, ikut dalam ajang Political Event 2.0 - Lomba Debat & Media Propaganda tingkat Mahasiswa/i se-Indonesia yang diselenggarakan oleh BEM FMIPA Universitas Negeri Semarang, dengan tema  "Aktualisasi Nalar Kritis Generasi Millenial dalam Merefleksikan Isu-isu Nasional di Tengah Dinamika Politik Kebangsaan".

Lomba tersebut digelar pada 5-7 Juni 2022,  melalui media daring Zoom Meeting untuk kategori Debat, dan media sosial Instagram untuk kategori Media Propaganda.

Mengenai peserta, kata Agung, mereka datang dari sejumlah perguruan tinggi ternama dan universitas lainnya. Di antaranya Universitas Putra Indonesia "YPTK" Padang, Universitas Muslim Indonesia, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Negeri Jember, IPB University, Universitas Muhammadiyah Malang, IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Kemudian Universitas Negeri Semarang, Universitas Padjadjaran, Universitas Jenderal Ahmad Yani, Polines STIE AMA Salatiga, Poltekkes Kemenkes Surakarta, Poltekkes Jakarta, Universitas Samudra, Universitas Islam Lamongan, Universitas Negeri Yogyakarta.

Agung juga menjelaskan, bahwa seluruh peserta terlihat begitu siap, sehingga dirinya sebelum lomba, mempersiapkan diri dengan terus mencari referensi, juga sumber informasi yang terpercaya, agar informasi yang akan disampaikan dalam bentuk desain infografis dapat dipastikan kebenarannya dan tidak menyebarluaskan informasi palsu. 

Lalu terkait grand desain dibawakan, Agung pun mencari dan melihat-lihat referensi desain yang relevan di tahun 2022, dengan tujuan agar mudah dibaca, menarik, dan mempunyai tingkat estetika yang tinggi.a

"Saat pertandingan saya membuat karya dalam bentuk media, yaitu flyer atau pamflet infografis dengan bahan-bahan yang sudah saya persiapkan, lalu tersebut dikirimkan kepada panitia lomba, dan juga di posting di akun media sosial saya sendiri untuk proses penjurian," terang Agung kepada fokus cirebon.

Agung mengaku, pada lomba ini dirinya banyak mendapat dukungan dari kalangan pra mahasiswa kampus.

Mereka memberikan semangat untuk berani dan percaya diri dalam bersaing di lomba tingkat nasional ini. Begitu juga dari pihak Dekanat FITK yang selalu mendorong, mendukung, dan memberi kesempatan kepada mahasiswanya untuk dapat mengukir prestasi di kancah nasional dan internasional.

Agung berpesan kepada para mahasiswa agar selalu kritis juga berani dalam berkarya. Jangan takut untuk tampil, karena di era yang menginjak 5.0 atau disebut Society Era ini membutuhkan orang-orang yang secara kualitas mampu bersaing di masa depan.

Untuk itu, kata Agung, IAIN Syekh Nurjati Cirebon harus dapat mewadahi dan selalu mendukung mahasiswanya untuk berkarya, baik dalam bentuk akademik maupun non-akademik, juga memberi dukungan materil maupun non materil. (din)

Pasca Pandemi, Investasi di Kota Cirebon Cenderung Kian Membaik

CIREBON, FC – Pandemi Covid-19 sempat berdampak signifikan terhadap iklim investasi di Kota Cirebon. Namun setelah dua tahun kasus Covid-19 semakin berkurang, investasi di Kota Cirebon semakin membaik dan cenderung meningkat.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cirebon, Drs. Sosroharsono S. menjelaskan, iklim investasi di Kota Cirebon sejak 2021 semakin membaik. Bahkan pada 2021 lalu mampu melebihi target.

Pada 2021 lalu, kata Sosro, target investasi yang masuk mencapai Rp1,8 triliun dan terealisasi Rp2,1 triliun. Padahal pada 2020 hanya terealisasi Rp454 miliar dari target Rp500 miliar.

“Di tahun 2022, sejak Januari hingga Maret jumlah investor terus bertambah. Pada Januari jumlah yang masuk sebanyak 227 investor, Februari 838 investor dan pada Maret sebanyak 1.342 investor,” jelasnya, Senin (13/2022) pagi, di ruang kerjanya.

Bertambahnya investor, lanjut Sosro, nilai investasi juga turut naik. Pada Januari 2022 nilai investasi yang masuk lebih dari Rp196 miliar. Februari 2022 melebihi Rp365 miliar dan Maret 2022 mencapai Rp358 miliar.

“Data tersebut diambil melalui sistem Online Single Submission (OSS) pada 5 April 2022. Karena semua data sudah terpusat di tingkat pemerintah pusat,” ujarnya.

Sosro menambahkan, bahwa seluruh investasi yang masuk itu terbagi atas empat jenis investasi, yakni investasi resiko rendah, resiko menengah rendah, resiko menengah tinggi dan resiko tinggi.

“Investasi resiko rendah menjadi yang paling banyak meningkat, misalnya toko kelontong dan UMKM. Kalau resiko menengah rendah itu investasi yang membutuhkan keahlian, misalnya bengkel,” jelasnya.

Kemudian, lanjut Sosro, untuk investasi resiko menengah tinggi harus mendapatkan pengawasan dari dinas teknis. Contohnya seperti penjualan alat kesehatan.

“Sedangkan untuk investasi resiko tinggi, memiliki kesamaan dengan menengah karena perlu pengawasan dari dinas teknis. Contohnya seperti industri, apotek, hotel hingga mal,” terangnya.

Perihal pencatatan investasi, Sosro mengungkapkan, setiap pelaku usaha membuat laporan kegiatan penanaman modal (LKPM) yang disampaikan secara berjenjang kepada pemerintah daerah.

“Untuk investasi rendah menyampaikan LKPM setiap enam bulan. Sedangkan resiko menengah rendah sampai tinggi, laporan disampaikan setiap tiga bulan,” tutur Sosro.

Pihaknya juga mengakui, untuk meningkatkan nilai investasi, DPMPTSP memiliki tim investasi yang berkeliling ke setiap pelaku usaha guna memberi bimbingan teknis tata cara pembuatan LKPM.

“Kita lakukan itu, karena selama ini banyak pelaku usaha yang membuat LKPM menggunakan jasa konsultan yang terikat kontrak. Setelah kontrak habis, pelaku usaha tidak bisa menyusun LKPM. Makanya kita bimbing,” tuturnya.

Upaya lain untuk meningkatkan investasi, masih kata Sosro, pemerintah daerah mengikuti pameran investasi. Pihaknya menilai ada empat kawasan yang memiliki potensi besar.

“Ada empat yang memiliki potensi, yakni kawasan Kesenden, Kejawanan, Pelabuhan dan Argasunya. Rencananya kami ikut pameran investasi di Blitar bulan ini,” katanya. (Indah)

Besok, UM-PTKIN 2022 Digelar, Pokja Humas Panitia Nasional SPAN-UMPTKIN Monev Ke Cirebon

Kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon


FOKUS CIREBON, (FC) - Pokja Humas Panitia Nasional SPAN-UMPTKIN 2022 dipastikan besok, (14/6/2022), akan datang untuk memonev Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri bersama Staf Khusus (Stafsus) dari Kementerian Agama RI, Jakarta.

Astri Amanati Budiningtyas, S.Sos, MM,
Subkoordinator Humas UIN Walisongo dan Anggota Pokja Humas Panitia Nasional SPAN-UMPTKIN kepada fokuscirebon.com menyatakan, Monev tersebut untuk melihat pelaksanaan UM PTKIN di IAIN Cirebon, seperti persiapan panitia dan kelancaran pelaksanaan ujian. 

Menurut Astri, selain monev ke IAIN Cirebon, ada 11 lokasi lainnya di seluruh indonesia. "Ya, besok kami Monev UMPTKIN ke Cirebon," ujar Astri, Senin, (13/6/2022).

Astri juga menegaskan kegiatan Monev ini berlangsung dari tanggal 14 hingga 16 Juni 2022.

dijelaskan, Monev ini Intinya adalah untuk bahan evaluasi pelaksanaan UMPTKIN tahun yang akan datang agar bisa lebih baik lagi. 

Astri berharap, pada kegiatan UMPTKIN ini berjalan lancar, dan ke depan dapat lebih baik lagi dalam pelaksanaannya, serta lebih memudahkan peserta dalam mengikuti ujian. (din)

Soal Bangunan Tak Berijin, DPRD Tegas Minta Pemkot Segera Tertibkan

CIREBON – Komisi I dan II DPRD mendesak kepada Pemerintah Kota Cirebon untuk segera menertibkan dan menata aset milik daerah. Sebab, sejauh ini banyak sekali aset tanah yang dikuasai perorangan atau kelompok.

Sekretaris Komisi I DPRD Kota Cirebon, Tunggal Dewananto mengatakan, persolaan penguasaan lahan milik pemerintah sudah berlarut-larut. Seperti, bangunan liar di komplek pemakaman Kutiong dan Sentiong, Kecamatan Harjamukti, lapak PKL di sepanjang bantaran Kali Sukalila, termasuk di kawasan olahraga Bima.

Dalam rapat kerja bersama sejumlah dinas teknis, seperti BPKPD, DPMPTSP, Satpol PP, dan asisten daerah daerah tersebut, dewan meminta pemkot mengaktifkan kembali tim percepatan penertiban dan pengendalian aset yang sempat dibentuk pada 2017 lalu.

“Salah satu rekomendasi rapat ini yaitu, Pemerintah Kota Cirebon harus segera membuat tim. Tapi, katanya sudah ada. Maka, tinggal diaktivasi kembali saja,” ujar Dewa usai rapat di ruang Griya Sawala gedung DPRD, Senin (13/6/20).

Dewa menegaskan, tindak lanjut dari rapat kerja komisi I dan II ini, DPRD akan menginventarisir bangunan tak berizin untuk segera diselesaikan secara bertahap.

“Mana dulu prioritas yang akan diselesaikan. Apakah masalah di Kutiong Sentiong dulu, atau yang lain dulu.Akan tetapi yang pasti kami akan membuat list berdasarkan skala prioritas,” tuturnya.

Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon, Ir Watid Sahriar MBA menjelaskan, tidak semua bangunan liar berdiri di atas lahan milik Pemerintah Kota Cirebon. Seperti lapak pedagang di sepanjang Sungai Sukalila.

Hanya saja, masalahnya, bangunan tak berizin tersebut merusak pemandangan kota serta berdampak kemacetan lalu lintas kendaraan. Watid mengaku keberatan jika dinas teknis enggan menertibkan bangunan liar, hanya karena bukan aset pemkot dan takut berbenturan dengan masyarakat.

“Semakin lama masyarakat mendirikan bangunan, semakin merasa memiliki. Ini yang akan repot nantinya. Kalau itu aset BBWS, lantas jangan berpangku tangan. Eksekutif bisa menyurati pemilik asetnya untuk menertibkan itu, nanti bersama-sama Satpol PP atau dinas teknis lainnya,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Sosroharsono SSos mengaku jika Pemkot Cirebon sudah pernah membentuk tim penertiban aset pada Februari 2020 lalu. Tim tersebut dibentuk sebagai pengendalian dan pengawasan bangunan tak berizin di atas lahan milik negara.

“Namun, waktu itu terjadi pandemi. Rencananya sudah disusun, tapi belum sempat berjalan. Anggaran kegiatannya pun di-refocusing. Kami juga meminta dukungan dewan untuk mengaktifkan kembali dan didukung anggaran," tandasnya. (Ind)

Sabtu, 11 Juni 2022

Mendorong Karya Artikel Jurnal Di Setiap Jurusan, DEMA FUAD IAIN Cirebon Gelar Jurnal Training

FOKUS CIREBON, FC - Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Sabtu 11 Juni 2022 menggelar kegiatan JALANIN (Jurnal Training) bagi mahasiswa Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah.

Diharapkan pada kegiatan tersebut menjadi jalan bagi mahasiswa FUAD untuk melahirkan artikel jurnal di setiap jurusan.

Ketua Pelaksana Dinar Dwie Astika Sosiawan menjelaskan, Jurnal Training online ini dilaksanakan selama dua hari melalui aplikasi zoom meeting dan terbagi menjadi tiga sesi pemaparan materi. 

Pada sesi pertama, kita mengundang Wiwi Fauziah (founder dari platform bimbingan dan konsultasi perkuliahan @ngatasi.id). Pada sesi kedua menghadirkan Dr. H. Mohamad Yahya, S.Th.I, M.Hum (Dosen IAIN Syekh Nurjati Cirebon) juga (Koordinator Divisi Penelitian dan Publikasi Ilmiah Rumah Moderasi Beragama SEJATI). Sedangkan pada sesi ketiga, menghadirkan Dr. Budi Manfaat, M.Si. (Kepala pusat penelitian dan penerbitan, LP2M, IAIN Syekh Nurjati Cirebon).

menurut Dinar, kegiatan JALANIN ini berawal dari sebuah kegelisahan bahwa selain untuk memenuhi tugas perkuliahan ternyata masih sangat sedikit mahasiswa yang memiliki ketertarikan untuk membuat karya tulis.

“Jurnal training ini berangkat dari sebuah kegelisahan bahwa ternyata masih sangat sedikit mahasiswa yang mau menyumbangkan karya tulisnya terutama artikel jurnal,” kata Dinar pada pembukaan Training Jurnal tersebut.

Sementara itu, pada sesi pemaparan, Dr. Budi Manfaat, M.Si mengatakan, bahwa dunia karya tulis adalah jalan yang sunyi, karena sangat sedikit orang yang mau berada di jalan tersebut, sedangkan jalan yang ramai adalah jalan yang dipenuhi hal-hal yang menyenangkan. 

Budi Manfaat berpesan kepada seluruh ormawa FUAD untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa terutama kemampuan membuat Jurnal.

Selain itu kegiatan jurnal training ini juga didasari oleh pesan yang disampaikan Dr. Anwar Sanusi, M.Ag saat pelantikan ormawa FUAD pada Januari lalu. 

“Mahasiswa belum benar-benar dikatakan lulus sebelum menyumbangkan karya tulisnya. Tantangannya adalah bagaimana caranya supaya mahasiswa FUAD mau dan mampu untuk membuat karya tulis. Minimal-minimalnya ada karya mahasiswa FUAD yang diterbitkan di jurnal Sinta 3,2,1 dan kalau bisa diterbitkan di jurnal-jurnal Internasional,” kata Wakil Dekan III Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah saat pelantikan Ormawa FUAD.

Wakil Ketua Umum DEMA FUAD Ariq Rifqi Mustofa mengaku bahwa Jurnal Training ini pertama kalinya yang diadakan oleh DEMA FUAD. (Red/Eva)

Pemkab Targetkan MPP Beroperasi Akhir Tahun

CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon memastikan Mal Pelayanan Publik (MPP) akan terealisasi pada akhir 2022. Mal Pelayanan Publik ini nantinya akan membantu masyarakat saat melakukan segala sesuatu yang menyangkut dengan kebutuhan masyarakat terkait pelayanan. 

Bupati Cirebon, Drs. H. Imron M.Ag mengatakan, dengan adanya Mal Pelayanan Publik  (MPP) ini bisa membantu masyarakat untuk mengurus segala sesuatu dengan satu pintu. Menurutnya, di era modernisasi ini, pemerintah harus mengikuti jaman. Dimana semua bisa dilakukan dengan cepat. 

"Pemerintah ingin melayani masyarakat dengan satu pintu. Agar mereka yang akan  melakukan segala sesuatunya bisa terlayani dengan maksimal, tanpa harus mondar-mandir kesana kemari, semuanya ada di Mal Pelayanan Publik," kata Imron usai membuka acara Forum Konsultasi Publik Penyelenggaraan Mal Pelayanan Publik Kabupaten Cirebon tahun 2022 di Kecamatan Beber Kabupaten Cirebon, Jumat (10/6/2022). 

Imron menjelaskan, Mal Pelayanan Publik tersebut sudah dicanangkan pada tahun sebelumnya. Namun karena tidak adanya anggaran dan masih terkena recofucing Covid-19 sehingga tertunda. 

"Saya ingin Mal Pelayanan Publik akhir tahun 2022 ini bisa beroperasi, walau belum 100 persen. Karena kalau nunggu 100 persen bisa lama, jadi sambil berjalan kekurangannya nanti kita akan lengkapi," katanya.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kabupaten Cirebon, H. Sugeng Darsono SH mengatakan, untuk tempat Mal Pelayanan Publik sendiri akan bertempat di kantor DPMPTSP. Menurutnya, semua persiapan sudah dilakukan agar MPP ini bisa beroperasi pada akhir tahun. 

"Mudah-mudahan akhir tahun 2022 bisa beroperasi dan bisa diresmikan," ungkapnya. 

Sugeng menjelaskan, untuk anggaran MPP sendiri mengunakan anggaran murni APBD Kabupaten Cirebon. Bahkan kini sudah masuk tahap lelang. 

"Kita anggarkan Rp 3miliar lebih itu untuk renovasi gedung, sarana prasarana dan sistem, karena kita menggunakan gedung yang ada," ujarnya. 

Ia pun mengungkapkan, nantinya MPP ini akan diisi 45 outlet dari 35 instansi vertikal, seperti pemerintah daerah, BUMN, BUMD dan instansi yang berkaitan dengan layanan publik yang ada di Kabupaten Cirebon. Sehingga pelayanan kedepan bisa maksimal dan masyarakat bisa terbantu. 

"Didalamnya nanti ada SKPD yang memang punya pelayanan publik, seperti Dinkes, Disdukcapil, Dinsos dan lainnya. Bahkan pelayanan SIM, serta Pojok Nikah dari Pengadilan Agama juga ada di Mal Pelayanan Publik ini," ungkapnya. (Indah)

Pemkab Cirebon Sudah Penuhi Hak-Hak Anak

CIREBON - Pemkab Cirebon sudah memenuhi hak-hak anak. Hal itu telah dibuktikan dengan memenuhi beberapa fasilitas pada ruang-ruang publik, untuk hak-hak anak. Pemkab sudah memiliki fasilitas ruang bermain ramah anak, baik di desa maupun kelurahan. Ada juga puskesmas ramah anak, sekolah ramah anak dan beberapa pemenuhan hak-hak anak.

Demikian dikatakan Wabup Cirebon, Wahyu Tjiptaningsih (Ayu) saat melakukan Verifikasi Lapangan Hibryd (VLH) Evaluasi Kabupaten Cirebon Layak Anak secara virtual di Kantor Bappelitbangda, Jumat kemarin (10/6/2022). Ayu menyebutkan, meskipun belum maksimal, namun Pemkab terus berupaya  memenuhi hak-hak anak, di manapun mereka berada.

Ayu menjelaskan, pelaksanaan evaluasi Kabupaten Cirebon layak anak adalah moment penting dalam melakukan program Kabupaten Cirebon Layak Anak (KLA). Saat ini, Pemkab Cirebon sudah mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas. Untuk mewujudkan itu, perlu menyamakan persepsi dan langkah kongkretnya.

"Kalau semua sudah bersinergi, maka program yang sudah disusun dengan sendirinya akan berjalan," ungkap Ayu.

Ayu menyebut, untuk lebih menguatkan implementasi Kabupaten Cirebon Layak Anak, saat ini semua stakeholder perlu melakukan evaluasi mendalam untuk menjawab dinamika yang terjadi. Khususnya, pada indikator Kabupaten Cirebon Layak Anak, hasil masukan para pelaksana di lapangan.

"Pengembangan KLA nantinya menjadi sebuah sistem pemenuhan hak-hak anak yang aktual dan konseptual dengan isu dan potensi lokal. Indikator KLA sangat banyak, ya ada 26 indikator yang didasarkan pada subtansi hak-hak anak," ucapnya.

Menurut Wabup, ada lima klaster substansi pemenuhan hak anak. Subtansi tersebut adalah hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan pemanfaatan waktu luang dan kegiatan seni budaya, serta perlindungan khusus.

"Saya berharap indikator-indikator KLA ini bisa menjadi acuan kita untuk memenuhi hak-hak anak. Walau masih dalam masa pandemi, tapi anggota gugus tugas harus menjadi responden aktif dan memberikan penjelasan detail mengenai kegiatan yang sudah dilakukan," pinta Ayu.

Ayu menambahkan, Kabupaten Cirebon sudah mengikuti KLA dari tahun 2015, namun sampai tahun 2021 masih mendapatkan predikat Pratama. Dirinya berharap, tahun sekarang Kabupaten Cirebon bisa meraih KLA untuk tingkat Madya. 

"Dalam mewujudkan KLA, kami menyadari masih banyak kelemahan dan kekurangannya. Oleh karena itu, kami meminta saran dan masukan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan," tukas Ayu.

Sementara itu, Kepala Bappelitbangda Kabupaten Cirebon, Suhartono mengatakan, sejak tahun 2015 sampai tahun 2021 sudah menerbitkan beberapa regulasi terkait perlindungan anak. Dari beberapa regulasi tersebut, pihaknya sudah membuat kesepakatan dengan seluruh stakeholder yang ada. Baik gerakan ketahanan keluarga, maupun ketahanan menuju keluarga sejahtera. (Indah)