This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Minggu, 10 Juli 2022
Berbagi di Hari Raya Idul Adha, Masjid Al Muhajirin Sumber Asri Bagikan Daging Kurban Kepada Ratusan Warga
Bupati Cirebon Sebut Idul Adha Sebagai Perwujudan Kebermanfaatan
KABUPATEN CIREBON - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron M.Ag sebut peringatan Hari Raya Idul Adha memiliki makna sangat besar bagi umat manusia. Salah satunya adalah menghilangkan sifat buruk laiknya hewan yang ada didalam hati seseorang.
Dijelaskan Imron, dalam Agama Islam diwajibkan bagi seluruh umat yang mampu untuk melaksanakan kurban. Menurutnya, banyak manfaat yang bisa diambil dari pelaksanaan kurban itu sendiri.
"Terpenting itu adalah daging kurban itu bisa bermanfaat bagi warga yang membutuhkan. Apalagi, kurban itu juga sebagai simbol bahwa manusia harus ikut membunuh sifat-sifat hewan, agar tidak berkembang dalam jiwanya," ujar Imron usai penyembelihan hewan kurban, Minggu (10/7/2022) di Masjid Agung Sumber, Kabupaten Cirebon.
Diungkapkan Imron juga, pelaksanaan kurban ini bisa mempererat silaturahmi antar warga. Di samping, merupakan langkah guna meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan.
"Hubungan antar manusia atau Hablumminannas, dan hubungan dengan Tuhan atau Hablumminnallah ini akan lebih baik dengan berkurban. Kurban ini kan tidak seperti haji yang hanya satu kali diwajibkan. Kurban ini wajib hukumnya bagi yang mampu setiap tahunnya," terangnya.
Mengenai kondisi hewan kurban miliknya, Imron memastikan dalam kondisi sehat. Pasalnya, Imron mengaku sebelum disembelih, sudah ada petugas dari Dinas Pertanian yang memeriksa.
"Sudah dinyatakan sehat oleh petugas dari Dinas Pertanian. Insya Allah aman untuk dikurbankan," tutupnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pertanian, drh. Encus Suswaningsih melihat langsung kondisi sapi kurban milik bupati yang hendak dipotong. Dirinya menyebut, tidak ada gejala Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) pada hewan kurban tersebut.
"Sebetulnya sapi kurban milik Pak Bupati ini sudah diperiksa oleh Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Tengah Tani dan dinyatakan sehat. Tadi juga sebelum disembelih, saya lihat langsung kalau tidak ada gejala PMK. Artinya, sapi kurban Pak Bupati aman dan sehat," singkatnya. (Indah)
Jumat, 08 Juli 2022
IAIN Cirebon Tuan Rumah Dialog Kebangsaan PTKIN Se-Indonesia
FOKUS CIREBON, FC - Kegiatan melibatkan PTKIN Se-Indonesia menjadi momen penting bagi para mahasiswa yang tergabung dalam Senat Mahasiswa (SEMA). Di mana SEMA IAIN Cirebo.ln dipercaya sebagai tuan rumah pada kegiatan dialog kebangsaan yang melibatkan PTKIN Wilayah-II, Selasa (08/07/22).
Kamis, 07 Juli 2022
Wabup Tinjau Kandang, Pastikan Hewan Kurban Bebas PMK
KABUPATEN CIREBON - Merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak, khususnya sapi dan domba membuat masyarakat khawatir. Terlebih, menjelang Hari Raya Idul Adha, tidak sedikit warga yang ragu akan kualitas hewan yang akan dikurbankan.
Berbagai langkah telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Cirebon. Diantaranya adalah, memberikan sosialisasi pelaksanaan Qurban ditengah wabah PMK, dan juga memeriksa langsung kondisi hewan kurban di kandang.
Seperti yang dilakukan Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih SE M.Si, Kamis (7/7/2022) saat mengunjungi salah satu kandang milik Kelompok Tani Ternak Sapi (KTTS) Pengguyangan Desa Jatimerta, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon. Sidak ini juga sekaligus memastikan kondisi hewan ternak di dalam kandang tersebut dalam keadaan sehat dari PMK maupun penyakit lainnya.
Dijelaskan Ayu, sapaan akrab Wabup, tercatat ada 53 desa dari 23 kecamatan yang terdampak PMK. Untuk jumlah hewan ternaknya sendiri, Ayu sebut mencapai ribuan.
"Ada sekitar 1500 ekor ternak yang terkena PMK. Sudah 500 ekor dinyatakan sembuh. Artinya, hingga saat ini ada peningkatan kesembuhan hewan yang terkena PMK," kata Ayu.
Diungkapkan Ayu, Pemkab Cirebon kesulitan dalam melakukan penanganan terhadap wabah PMK ini. Pasalnya, tidak sedikit anggaran yang dibutuhkan dalam memberikan pengobatan maupun pencegahan hewan ternak terhadap PMK.
"Bantuan biaya tak terduga (BTT), baik dari pemerintah derah, provinsi sudah ada, tetapi Pemkab juga menerima bantuan CSR untuk penanganan seperti pembelian obat dan vaksin. (Bantuan CSR) ini jelas membantu, karena anggaran kita tidak memungkinkan," katanya.
Di samping itu, Ayu juga merasa senang dengan langkah yang dilakukan peternak dalam menghadapi wabah PMK. Khususnya di lokasi yang didatangi, Ayu sebut para peternak sudah lebih paham cara mencegah maupun mengobati PMK.
"Mereka para peternak menggunakan jamu untuk menjaga kesehatan sapi, sehingga sekarang kondisi sapi di Jatimerta dalam keadaan fit dan siap untuk kurban. Kalau ada sapi yang terkena PMK mereka tidak menjualnya," ujarnya.
Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, drh. Encus Suswaningsih mengatakan kebutuhan hewan kurban di Kabupaten Cirebon sendiri mencapai belasan ribu ekor. Dengan adanya wabah PMK, Encus meyakini ada penurunan jumlah.
"Kalau domba biasa kisarannya 13 sampai 15 ribu ekor. Sedangkan sapi mencapai 15 ribu ekor yang buat kurban. Akan tetapi, tahun sekarang kemungkinan berkurang akibat PMK. Untuk data pasti kita belum bisa sebut, karena biasanya satu sampai dua minggu setelah hari Tasrik. Data nantinya kita kalkulasikan terlebih dahulu," ujarnya.
Disinggung jumlah kebutuhan keseluruhan tanpa terpengaruh Idul Adha, ia menyebut kebutuhan sapi jenis pedaging yang masuk Kabupaten Cirebon mencapai 18 ribu ekor per tahunnya. "90 persen sapi di Kabupaten Cirebon didapatkan dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Namun, sapi impor lebih dominan dari sapi lokal," katanya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Ternak Sapi Desa Jatimerta, Jumadi mengatakan ada 203 sapi yang ada di kelompok. Namun ada sebagian yang mati akibat PMK.
"Ada 11 ekor sapi yang dijagal paksa dan empat mati akibat PMK. Sapi yang mati langsung dikubur," katanya.
Jumadi menjelaskan, sebelumnya ada beberapa sapi milik kelompoknya yang terkena PMK. "Awal PMK ada tujuh sapi yang kena, itu tertular dari ternak sebelah. Namun kami langsung tangani dan sekarang sudah sembuh semua" ujarnya. (Indah)
Dua Jurusan di Fakultas UAD IAIN Cirebon Raih Predikat Unggul
FOKUS CIREBON, FC - Kabar gembira datang dari Jurusan Sejarah Peradaban Islam (SPI), di mana jurusan ini mendapat predikat unggul. Berarti tahun 2022 ini, ada dua jurusan di Fakultas Ushuludin, Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang mendapat predikat unggul.
"Alhamdulillah, di tahun 2022 ini ada dua jurusan di FUAD yang mendapat predikat unggul, pertama Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam (AFI) dan Jurusan Sejarah Peradaban Islam (SPI), dan tentu sebagai Dekan FUAD kami sangat bersyukur dengan raihan predikat unggul ini," ungkap Dekan FUAD, Dr Hajam, M.Ag kepada fokuscirebon.com, Kamis, (7/7/2022).
Selain ungkapan rasa syukur, kata Hajam, Ini juga merupakan satu kegembiraan, baik kegembiraan secara akademik maupun kegembiraan civitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon, karena pencapaian ini merupakan bentuk perjuangan yang luar biasa dengan berbagi macam tahapan-tahapan dalam mencapai nilai SK tersebut.
Wakil Walikota Cirebon Pimpin Rapat Kerja IPHI dan Hasilkan Tiga Point
FOKUS CIREBON, FC - Wakil Walikota Cirebon, Dra Hj Eti Herawati menghadiri rapat kerja daerah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kota Cirebon, Kamis (7/7).
Sebagai Ketua IPHI Kota Cirebon, Eti Herawati memimpin rapat kerja dan menghasilkan 3 poin utama. Di antaranya susunan kaderisasi, dakwah IPHI dan pembinaan UMKM.
"Semoga bersama IPHI Kota Cirebon kita bisa maju bersama, menjaga kemabruran haji dan memberikan manfaat untuk masyarakat," terang Eti.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Walikota Cirebon juga mengukuhkan pengurus Majelis Taklim Perempuan IPHI Kota Cirebon. (Heri)
DKP Jabar Melalui UPTD PSDKP WS Melakukan Kunjungan dan Monitoring ke lokasi Balai Benih Ikan (BBI) Tonjong Sukabumi
FOKUS SUKABUMI - Untuk mendukung ketertiban dan kesesuaian proses pembudidayaannya, DKP Jabar melalui UPTD PSDKP WS melakukan kunjungan dan monitoring ke lokasi Balai Benih Ikan (BBI) Tonjong yang berlokasi di Kecamatan Pelabuhanratu Kab.Sukabumi. (6/7/22)
Kabupaten Sukabumi merupakan daerah penghasil benih sidat dari tangkapan alam yang tidak hanya menunjang usaha budidaya lokal, namun turut juga menunjang bisnis budidaya sidat di seluruh Indonesia.
Saat ini tingkat kelangsungan bibit sidat sangat rendah, oleh sebab itu Food and Agriculture Organization (FAO-IFish) bersama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Pemda Kab.Sukabumi melalui proyek penelitian yang bertempat di BBI Tonjong Sukabumi berupaya untuk meningkatkan survival rate sidat dari fase benih ke anakan. (Sugeng)
Rabu, 06 Juli 2022
Bupati Ajak Warga Jaga Pola Hidup Sehat
KABUPATEN CIREBON - Kasus Covid-19 di wilayah Kabupaten Cirebon saat ini terus melandai. Hanya saja, kewaspadaan masyarakat terhadap serangan penyakit tetap harus terjaga dan tidak boleh lengah.
Hal tersebut dikatakan Bupati Cirebon, Drs. H. Imron M.Ag saat membuka kegiatan Sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan Vaksinasi Covid-19, Rabu (6/7/2022) di Pondok Pesantren Darul Al Tauhid, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon.
Dijelaskan Imron, saat pandemi Covid-19, tingkat fatalitas paling tinggi yang memiliki riwayat penyakit bawaan atau komorbid. Dengan demikian, yang perlu diwaspadai pasca pandemi ini adalah kenaikan jumlah penderita penyakit tidak menular seperti Jantung, Diabetes Militus dan lainnya.
"Dengan menggelorakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), saya yakin penderita penyakit bisa diminimalisir. Ditambah juga vaksinasi Covid, masyarakat bisa lebih terlindungi dari virus Corona," ujar Imron.
Dalam kesempatan ini juga, Imron meminta kepada masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan, serta tidak sembarangan dalam menjalankan pola hidup.
"Jangan lengah, karena Covid masih ada dan juga penyakit lainnya bisa dicegah dengan pola hidup sehat, seperti gemar olahraga, memakan makanan yang bergizi, dan menjaga pola istirahat. Kita harus optimis, pandemi ini segera berakhir dan masyarakat bisa selalu sehat," ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, dr. Edi Susanto menyebut permasalahan Covid dan Germas ini adalah persoalan generasi. Maksudnya, kata dia, Covid dan juga Penyakit Tidak Menular (PTM) lainnya bisa mempengaruhi generasi kedepannya.
"Jika Covid dan PTM tidak diminimalisir, maka kondisi generasi kedepan juga akan terganggu, karena banyak yang sakit. Sesuai dengan pernyataan Pak Bupati, Germas dan Vaksinasi Covid menjadi hal penting dalam kondisi seperti ini," ujar Edi.
Mengenai capaian vaksinasi, Edi menyebut hingga saat ini jumlah vaksin dosis 1 dan 2 sudah melampaui target. Namun, untuk booster atau dosis ketiga masih terus dikejar.
"Untuk dosis 1 sudah 92,3persen, dosis 2 mencapai 83,2persen. Nah, untuk dosis ketiga ini masih berkisar di 35persen dari target 50persen. Memang ada beberapa kendala yang dihadapi, seperti kondisi kesehatan penerima vaksin. Dengan demikian, kembali lagi, Germas akan terus kita sosialisasikan agar masyarakat bisa mendapatkan vaksinasi Covid," tutupnya. (din)
LP2M Gelar Pelepasan Peserta KKN TBM Tahun 2022
FOKUS CIREBON, FC - LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar kegiatan Pelepasan Peserta KKN Tematik Berbasis Masjid (TBM). Sebanyak 2.348 mahasiswa peserta KKN resmi dilepas oleh Wakil Rektor Bagian Akademik, Dr. H. Saefudin Zuhri, M.Ag mewakili Rektor yang sedang melaksanakan ibadah haji.
Kegiatan pelepasan ini dilaksanakan secara hibrid, yakni perpaduan luring dan daring melalui Virtual zoom meeting. Dengan resmi digelarnya kegiatan pelepasan ini, maka kegiatan KKN TBM ini siap dilaksanakan oleh para peserta.
Ketua Pelaksana KKN TBM, H Mahbub Nuryadien, M.Ag yang juga sebagai Kepala Pusat PkM, menyampaikan bahwa pada tahun 2022 ini ada sekitar tiga ribu mahasiswa yang mendaftar sebagai peserta KKN.
Dijelaskan, bahwa model KKN tahun 2022 ini dibagi menjadi tiga, yakni KKN Tematik Berbasis Masjid yang diikuti oleh 2.348 peserta, KKN Gemar Mengaji yang diikuti oleh 586 peserta, dan KKN Nusantara yang dilaksanakan mulai tanggal 15 Juli 2022 di Papua dan diikuti oleh dua peserta melalui seleksi.
“Tahun 2022 ini merupakan tahun peralihan pasca Pandemi Covid-19, sehingga penentuan anggaran pelaksanaan direncanakan secara daring, namun pada tahun ini menuntut untuk pelaksanaan full luring selama 40 hari. Sehingga bisa dikatakan anggaran KKN masih daring, namun pelaksanaan secara luring,” paparnya.
Sementara ucapan terimakasih langsung disampaikan Ketua LP2M, Dr. H. Ahmad Yani, M.Ag yang juga mengapresiasi setinggi-tingginya kepada para pimpinan yang selalu mensupport, sehingga LP2M tetap konsisten dengan tugas sebagai pengelola dua dharma Perguruan Tinggi, yakni Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat.
“KKN adalah kewajiban individu setiap mahasiswa, sebagai program intrakurikuler yang harus ditunaikan mahasiswa pada semester enam dengan pendekatan Lintas Keilmuan dan lintas sektoral," terang Yani.
Yani menjelaskan, Peserta KKN harus bisa cepat beradaptasi dengan internal kelompoknya yang terdiri dari berbagai Prodi dan latar belakang, kemudian setelah itu peserta KKN juga harus bisa cepat beradaptasi dengan masyarakat yang menjadi lokasi.
Ini merupakan kunci awal keberhasilan KKN yang dilaksanakan oleh mahasiswa. Inti dari Pengabdian, bagaimana kita mampu belajar bersama masyarakat, kita belajar dari masyarakat.
Cara komunikasi masuk ke masyarakat yang tepat ini menjadi kunci sukses kegiatan KKN yang dilaksanakan, maka sangat penting LP2M membekali dengan kemampuan sosial mapping, bagaimana membaca, membangun komunikasi dan berkolaborasi dengan masyarakat yang beragam lintas keilmuan dan lintas sektoral.
Wakil Rektor Bagian Akademik, Dr. H. Saefudin Zuhri, M.Ag menyampaikan, KKN sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi tidak akan berjalan baik jika tidak ada kerjasama dan komunikasi serta koordinasi antar peserta, DPL, dan LP2M, serta bersinergi dengan masyarakat dan juga juga tokoh agama ataupun tokoh masyarakat.
“Mari kita niatkan dengan sepenuh hati untuk melaksanakan kegiatan KKN ini, agar pelaksanaan KKN bisa berjalan dengan baik, dan mendapatkan hasil maksimal” ujarnya.
Saefudin Zuhri yang saat ini menjadi Pelaksana Harian (Plh) Rektor, resmi melepas peserta KKN secara simbolik dengan memakaikan jas almamater kepada dua perwakilan peserta KKN TBM tahun 2022. (din)
Selasa, 05 Juli 2022
Rembug Stunting, Wabup Sebut Tim Terus Lacak Kasus
KABUPATEN CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Tim Pengendalian Percepatan Penurunan Stunting (TPPPS), terus melakukan pengumpulan data di sejumlah kecamatan yang terindikasi terdapat kasus stunting tinggi.
Hal tersebut dikatakan Wakil Bupati Cirebon yang juga merupakan Ketua TPPPS Kabupaten Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih SE M.Si saat membuka Rempug Stunting Tahun 2022 Dalam Rangka Upaya Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Cirebon, Selasa (5/7/2022) di Patra Hotel Cirebon.
Dijelaskan Ayu, sapaan akrab Wabup, pihaknya setidaknya sudah melakukan kunjungan di enam kecamatan yang memiliki angka stunting cukup tinggi. Langkah itu dilakukan tim, guna menemukan titik terang penyebab utama dari kasus stunting itu.
"Kita terus mencari solusi tepat, agar kasus stunting ini bisa segera diatasi. Ada beberapa hal penyebab kasus ini masih terjadi dimasyarakat," ujar Ayu.
Disebutkan Ayu, kasus utama penyebab stunting ini adalah kemiskinan. Pasalnya, Ayu mengatakan, penderita stunting ini merupakan anak yang bergizi buruk yang akhirnya berdampak pada perkembangan tubuhnya.
"Berawal dari gizi yang kurang baik, akhirnya penderita ini pertumbuhannya lambat. Faktor kemiskinan ini juga tidak bisa hanya diselesaikan dari satu aspek saja, melainkan semua aspek yang saling berkaitan," tambahnya.
Oleh karena itu, Ayu meminta kepada semua pihak untuk bisa bekerjasama dalam menuntaskan kasus stunting ini. Bukan hanya kesehatan, segi ekonomi dan sosial juga sangat berperan penting dalam mengurangi jumlah stunting.
"Dengan rempug stunting ini, kita berharap semua elemen mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga pemerintah desa dan dibantu warga bergandengan untuk menuntaskan kasus stunting. Tanpa kerja sama semua pihak, saya yakin kasus stunting ini sulit diselesaikan," tutupnya.
Sementara itu, Panitia Penyelenggara Rempug Stunting yang berasal dari Dinas Kesehatan, dr. Sudiono membenarkan kegiatan rempug stunting ini, dimaksudkan untuk menyamakan persepsi semua pihak termasuk instansi di Pemerintah Kabupaten Cirebon. Dengan adanya satu pemahaman dan juga komitmen bersama, dirinya optimis permasalahan stunting akan bisa lebih cepat terselesaikan. (Indah)
100 Purna PMI Kabupaten Cirebon Dilatih Wirausaha
KABUPATEN CIREBON - Sebanyak 100 purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Cirebon, mendapatkan pelatihan life skill untuk membuat wirausaha.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Cirebon ini, bertujuan untuk mengarahkan PMI Purna, untuk bisa memiliki usaha.
Bupati Cirebon, Drs. H. Imron M.Ag mengatakan, banyak sekali permasalahan yang timbul pasca kepulangan PMI usai bekerja di luar negeri.
Menurut Imron, tidak sedikit uang hasil jerih payah para PMI di luar negeri, habis tidak terarah. Sehingga, hal tersebut membuat ekonomi purna PMI kembali bermasalah.
"Sehingga kita arahkan, jika pulang dari luar negeri, uangnya digunakan sebagai modal untuk usaha," kata Imron, Selasa (5/7/2022) di Hotel Aston.
Dalam pelatihan life skill tahap pertama ini, ada sebanyak 100 purna PMI, yang akan diajarkan untuk membuat usaha panganan olahan dengan sistem home industri.
Sehingga dengan adanya usaha yang dimiliki oleh para purna PMI ini, diharapkan kondisi ekonomi dan kesejahteraan keluarganya menjadi stabi. "Diharapkan, usahanya ini bisa menopang kebutuhan keluarga," kata Imron.
Imron menyebutkan, bahwa Kabupaten Cirebon masuk dalam wilayah pengirim PMI terbesar di Jawa Barat. Oleh karena itu, pihaknya juga cukup memberikan perhatian dalam hal ini.
Ia juga meminta kepada warga Kabupaten Cirebon yang hendak bekerja di luar negeri, untuk bisa berkoordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan. Karena menurut Imron, banyaknya PMI yang bermasalah, dikarenakan jalurnya yang tidak prosedural.
"Sehingga jangan mudah tergiur dengan tawaran. Tapi berkoordinasi juga dengan Disnaker," ujar Imron. (Indah)
Senin, 04 Juli 2022
Komisi III Fasilitasi Pertemuan Ikatan Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia Dengan Direksi RS Gunung Jati
Pertemuan ini guna membahas upah tenaga perawat yang berlaku di RSDGJ. Hadir dalam pertemuan ini direksi RSDGJ dan jajarannya untuk memberikan penjelasan kepada mahasiswa.
Ketua Komisi III DPRD, dr Tresnawaty SpB menjelaskan, pihaknya hanya membantu mahasiswa yang ingin mengetahui besaran upah tenaga keperawatan yang ada di RSDGJ. Apakah sudah sesuai dengan ketentuan pemerintah atau bahkan masih di bawah upah minimum regional (UMR).
“Mereka juga ingin upah tenaga keperawatan di instansi kesehatan bisa naik tiga kali lipat dari UMR Jawa Barat. Karena menurut mereka beban kerja perawat dinilai berat,” kata Tresnawaty.
Setelah menerima penjelasan dari pihak RSDGJ, kata dr Tresnawaty, mahasiswa puas karena upah yang ditetapkan sudah di atas UMR. Bahkan upah yang diterima juga sudah memenuhi UMK.
“Mereka puas karena RSDGJ sudah menghargai tenaga keperawatan dengan baik. Semoga pertemuan ini juga bisa membuka wawasan dan pengetahuan mereka tentang upah,” tuturnya.
Pihaknya hanya menitipkan kepada para mahasiswa, agar RSDGJ menjadi tolok ukur. Sebab, instansi kesehatan tidak hanya rumah sakit milik pemerintah, melainkan ada rumah sakit swasta, kemudian masih ada puskesmas.
“Selain itu, mereka juga harus mengetahui di tempat lain. Katanya mereka juga ingin ke puskesmas. Komisi III akan mengantarkan kemanapun mereka inginkan,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur RSDGJ, dr Katibi MKM mengaku berterimakasih kepada mahasiswa yang sudah datang dan peduli terhadap profesi keperawatan agar lebih baik. Pihaknya menegaskan, bahwa upah perawat di RSDGJ sudah melebihi UMR dan memenuhi UMK.
“Upah perawat mengacu pada UMR dan UMK, kita sudah melebihi itu hingga insentif atau jasa pelayanan juga kita berikan. Namun prinsipnya, kita akan memuaskan seluruh SDM agar mereka juga bisa memuaskan layanan kepada masyarakat sebagai pasien,” tuturnya.
Sedangkan salah satu mahasiswa, Herlina berterimakasih kepada RSDGJ karena sudah memberikan penjelasan, termasuk kepada Komisi III DPRD Kota Cirebon yang sudah memfasilitasi.
“Untuk upahnya sudah memenuhi UMK berikut insentifnya. Sekarang kami akan keliling lagi untuk mengetahui upah perawat yang ada di puskesmas, termasuk rumah sakit swasta,” katanya. (din)
Temani Ketua DPR RI, Bupati Cirebon Siap Sukseskan Program Pusat
KABUPATEN CIREBON - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron M.Ag menemani kunjungan Ketua DPR RI, Dr. (HC) Puan Maharani di wilayah Kabupaten Cirebon, Senin (4/7/2022). Selain bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Buntet, Puan Maharani juga mendatangi petani tebu di Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon.
Dihadapan Ketua DPR RI, Bupati Imron menyampaikan bahwa Kabupaten Cirebon berdasarkan data statistik tahun 2021 memiliki areal lahan perkebunan tebu dengan luas 3.670,71 hektar. Produksi tebu mencapai 211.847,95 ton dan produksi gula mencapai 15.266,25 ton.
"Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Ketua DPR RI, Ibu Puan Maharani yang sudah menyalurkan bantuan kepada petani tebu di Kabupaten Cirebon. Program Rawat Ratoon seluas 50 Ha, berbentuk paket bantuan berupa Pupuk Majemuk/NPK sebanyak 20 ton atau setara dengan 400 Kg/Ha, Pembenah Tanah sebanyak 650 liter atau setara dengan 13 liter/Hadan Herbisida sebanyak 150 liter atau setara dengan 3 liter/Ha. Bantuan ini berasal dari Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Bantuan lain yang juga diberikan untuk petani tebu di Kabupaten Cirebon, yakni berupa 30 unit hand sprayer dan 10 unit pompa air yang berasal dari Direktorat Sarana dan Prasarana Kementerian Pertanian Republik Indonesia," ujar Imron.
Melalui Kunjungan Kerja Ketua DPR RI di Kabupaten Cirebon ini, lanjut Bupati Imron, diharapkan menjadi momentum dan merupakan salah satu upaya untuk mengaktifkan kembali Pabrik Gula Sindanglaut dalam menyambut musim giling tebu tahun 2023, sehingga tanaman tebu kembali menjadi salah satu komoditas unggulan, untuk tercapainya arah pembangunan perkebunan dan swasembada gula.
"Kami Pemerintah Kabupaten Cirebon siap mensukseskan program tersebut. Termasuk penyediaan lahan tebu yang dibutuhkan, agar pabrik gula bisa diaktifkan kembali. Kita akan langsung berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan desa, agar tanah bengkok milik desa bisa disewakan untuk dijadikan lahan tebu," tutupnya.
Sementara itu, Ketua DPR RI, Puan Maharani mengaku pihaknya saat ini membawa sejumlah anggota DPR RI dari Fraksi PDIP. Dirinya menegaskan, keluhan dari petani tebu akan segera ditindaklanjuti.
"Tadi sudah dijelaskan tentang pupuk subsidi dan pabrik gula disini kenapa tidak aktif. Kita ingin semuanya segera dicari solusinya, dan saya juga kalau perlu akan langsung menemui Presiden untuk membahas masalah ini," singkatnya. (din)
Tata Kelola Keuangan IAIN Syekh Nurjati Cirebon Resmi Berstatus BLU
FOKUS CIREBON, FC - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon berubah status dari Satuan Kerja (Satker) Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) menjadi satuan kerja (Satker) Badan Layanan Umum (BLU) dengan keluarnya surat keputusan Kementerian Keuangan pada tanggal 20 Juni 2022, dengan SK. No. 252/KMK. 05/2022.
Pelaksana Harian (Plh) Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Saefudin Zuhri M.Ag menyatakan, dengan turunnya SK Menteri Keuangan tersebut, tata kelola keuangan di IAIN Syekh Nurjati Cirebon resmi berubah dari Satuan Kerja (Satker) Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) menjadi Badan Layanan Umum (BLU).
Menurut Saefudin Zuhri, beralih statusnya IAIN Syekh Nurjati Cirebon ke Satker Badan Layanan Umum (BLU), IAIN Cirebon diberi keleluasaan oleh negara untuk mengelola keuangannya sendiri. Hal ini mendorong IAIN Cirebon bisa lebih mandiri.
Maka dengan perubahan satker ini, kata Saefudin, seluruh dosen dan karyawan IAIN Cirebon, baik PNS maupun non PNS dituntut lebih profesional dalam pelayanan di bidang akademik maupun non akademik maupun dalam pengelolaan aset dan keuangan.
"Kita telah merancang pengimplementasian BLU dan tahapannya mengacu pada peraturan yang telah dibuat Kementerian Keuangan. Insya Allah kita siap, karena ini sudah kita rancang jauh-jauh hari sebelumnya,” kata Saefudin, Senin (4/7/2022).
Saefudin juga menegaskan, dengan BLU, pihaknya dapat membuat badan-badan usaha atau unit bisnis sebagai sumber pendapatan kampus. Kendati demikian, kata Saefudin, tidak serta merta yang dikejar adalah hanya keuntungan, tetapi juga dalam rangka peningkatan pelayanan akademik.
Sehingga perubahan tata kelola keuangan ini akan berdampak pada lulusan yang semakin berkualitas. Karena, kebutuhan operasional untuk peningkatkan pelayanan ini dapat terpenuhi dengan dukungan sumber-sumber finansial dari unit-unit usaha tersebut.
“Yang paling penting dari perubahan ke BLU ini adalah untuk peningkatan kualitas pelayanan di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Sebab kita diberi kewenangan untuk mencari sumber-sumber pendanaan yang tidak hanya fokus pada Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa,” tuturnya.
Jadi, kata Saefudin, jika ada yang beranggapan bahwa BLU akan menaikan UKT, itu merupakan hal yang salah. Karena, untuk besaran UKT ada peraturan tersendiri yang mengaturnya.
“Itu ada regulasinya tersendiri, mau BLU atau tidak itu ada regulasi yang lain, yaitu ada PMA (Peraturan Menteri Agama) tentang UKT. Jadi dengan BLU ini, kampus dituntut untuk mencari sumber-sumber yang lain,” jelasnya.
Hal senada diungkapkan, Wakil Rektor II IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr Kartimi M.Pd bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan tindak lanjut instruksi dari Kementerian Keuangan terkait perubahan tata kelola keuangan tersebut.
“Ada 12 poin yang sedang kita tindak lanjuti, di antaranya meminta ijin dan membuka rekening BLU ke KPPN, menyusun atau menyempurnakan standard operating procedure, menyusun rencana bisnis anggaran tahun 2022 dan 2023, dan sejumlah poin lainnya,” jelas Kartimi.
Pihaknya saat ini tengah menginventarisir sejumlah kegiatan yang telah dilaksanakan sebelum SK perubahan tata kelola keuangan tersebut dikeluarkan.
Setelah menginventarisasi tersebut selesai, kata Kartimi, maka pihaknya dapat menentukan waktu cut off Satker PNBP dan tata kelola keuangan BLU dijalankan.
Kendati demikian, jelas Kartimi, seluruh PNBP yang diperoleh sejak tanggal ditetapkan BLU dapat langsung digunakan tanpa harus disetorkan ke kas negara. Namun, pendapatan yang didapat sebelum ditetapkan, maka harus disetorkan ke kas negara sesuai ketentuan PNBP.
Demikian juga dinyatakan Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik, dan Kemahasiswaan (AUAK) IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Ir Sunarini M.Kom bahwa dengan berubahnya tata kelola keuangan menjadi BLU, maka pihaknya dapat lebih leluasa memanfaatkan pendapatan untuk peningkatan pelayanan di kampus setempat. Karena dengan BLU, pendapatan yang diterima tersebut bisa langsung dikelola dan prosesnya pun bisa lebih cepat.
Jadi sangat jelas perbedaan pada Satker PNBP dengan Satker BLU dan BLU bisa memberikan pelayanan lebih baik dan cepat. Kita pun diberikan kewenangan memanfaatkan aset untuk dijadikan unit bisnis dan meningkatkan pendapat untuk peningkatan layanan.
Sunarini menargetkan, tahun 2022 ini IAIN Syekh Nurjati Cirebon mendapat penerimaan sebesar Rp. 74 miliar yang bersumber dari sejumlah unit bisnis, UKT, dan sumber-sumber yang lainnya.
"Targetnya harus tercapai, kita harus melakukan perencanaan dengan baik dan kita pun harus semakin mandiri dengan merubah pola kerja dan mindset,” pintanya. (din)

























