Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 25 Agustus 2022

Bupati Sebut Koperasi Bisa Perkuat Ekonomi Masyarakat

KABUPATEN CIREBON - Bupati Cirebon, Drs H Imron MAg menghadiri Pembukaan Semarak Hari Koperasi ke-75 Tahun Tingkat Kabupaten Cirebon, Kamis (25/8/2022). Dengan tema "Transformasi Digital sebagai Gerakan Milenial Menuju Kemandirian Koperasi", kegiatan ini berlangsung selama tiga hari dari tanggal 25 s/d 27 Agustus 2022. Rangkaian acaranya yaitu Santunan Anak Yatim, Bazzar, Seminar Perkoperasian, Donor Darah, dan Jalan Sehat.

Kepada wartawan, Imron menyebut Dinas Koperasi dan UMKM sebagai kepanjangtanganan Pemkab Cirebon, harus ikut berperan aktif dalam menumbuhkembangkan perkoperasian. Pasalnya, Imron menegaskan koperasi merupakan salah satu pilar ekonomi masyarakat.

"Dengan menguatnya ekonomi masyarakat dibawah, maka ekonomi negara juga ikut kuat. Koperasi harus tumbuh dan Dinas Koperasi juga harus membantunya," ujar Imron.

Melihat tema transformasi digital, Imron juga menyebut koperasi harus bisa menuju arah digitalisasi. Artinya, masyarakat harus bisa lebih mudah dalam menjangkau layanan yang diberikan oleh koperasi melalui digitalisasi.

"Nanti Dinas Koperasi juga akan mengadakan pelatihan, pembinaan maupun seminar agar pengurus koperasi bisa lebih memahami digitalisasi," katanya.

Sementara itu, Ketua Dekopinda Kabupaten Cirebon, Pandi SE membenarkan saat ini belum banyak koperasi yang memanfaatkan layanan digital. Padahal, dirinya menyebut sudah ada aplikasi tidak berbayar yang disediakan.

"Saat ini baru sekitar 10persen dari jumlah keseluruhan koperasi yang menggunakan aplikasi keuangan digital. Kita sebetulnya sudah menyediakan aplikasi tanpa bayar. Jika dahulu koperasi harus membayar sekitar Rp25 juta untuk aplikasi, sekarang gratis pemasangannya dan hanya dikenakan biaya pemeliharaan," terang Pandi.

Oleh karena itu, Pandi menyambut baik rencana digelarnya seminar maupun kegiatan serupa pelatihan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Cirebon. Menurutnya, langkah itu dapat menambah wawasan pengelola koperasi.

"Peningkatan mutu SDM koperasi tentu akan terjadi dan nantinya berdampak pada keikutsertaan koperasi di era 4.0 seperti sekarang. Tugas kami juga agar koperasi yang selama ini tidak berkembang, bisa merubah pola, sehingga tujuan utama pada peningkatan ekonomi masyarakat melalui koperasi bisa terlaksana," tutupnya. (Nisa)

Harapan Camat Talun : KKN GM IAIN Cirebon Harus Mampu Melahirkan Identitas Desa Mengaji

Lokakarya dan Penutupan KKN GM IAIN Syekh Nurjati Cirebon di Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Kamis, (25/8/2022). 


FOKUS CIREBON, FC - Mahasiswa KKN GEMAR (Gerakan Masyarakat) Mengaji di wilayah 3 Cirebon, yakni Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Kuningan, resmi ditutup, Kamis, (25/8/2022).

Penutupan tersebut digelar di sejumlah tempat dan berlangsung bersama dengan kegiatan Lokakarya, guna menganalisis kegiatan KKN Selama 40 hari kemarin.

Salah satu tempat penutupan yang berhasil diliput fokuscirebon.com adalah di Kecamatan Talun. Penutupan dilakukan di GOR Desa Sampiran dan dihadiri oleh 10 kelompok KKN yang tersebar di 10 desa di wilayah Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon.

Ketua Panitia, Miko Wijanarko, mahasiswa semester 7, Jurusan SKI, Fakultas FUAD, IAIN Cirebon menjelaskan, pada penutupan KKN GM di Kecamatan Talun ini, dilangsungkan dengan kegiatan Lokakarya 

"Lokakarya ini bertujuan untuk menyampaikan apa saja yang menjadi  kekurangan, hambatan dan keberhasilan  yang sudah dilakukan para mahasiswa KKN selama 40 hari di masing-masing tempatnya. Jadi intinya kayak presentasi gitu," kata Miko.

Miko juga menjelaskan terkait masa pengabdian 40 hari di KKN GM, yakni setiap kelompok harus mampu menghidupkan masjid atau mushola dengan berbagai kegiatan keagamaan, seperti Maghrib mengaji.

"Ya, setiap kelompok punya tanggungjawab masing-masing, dan setiap kelompok berisikan 14 sampai 15 orang. Dan di Kecamatan Talun ini ada 10 kelompok, karena di Kecamatan Talun terdapat 10 desa," terangnya.

Sedangkan misi utama KKN GM ini, kata Miko, agar masjid dan mushola yang semakin tergerus oleh kekuatan globalisasi teknologi, kembali ramai oleh berbagai kegiatan keagamaan, agar masjid dan mushola tidak tergerus oleh zaman.

Kendati demikian, Miko punya harapan, agar apa ya g sudah dilakukan para mahasiswa KKN GM, tidak terputus pada kegiatan 40 hari saja, diharapkan masih ada kelanjutan dari kegiatan tersebut, agar masyarakat tetap bisa terus meramaikan masjid dan mushola dengan berbagai kegiatan-kegiatan.

Demikian juga dinyatakan oleh Wahyono, M.Pd, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) juga sekaligus sebagai Koordinator Kecamatan. 

Menurut Wahyono, kerja KKN 40 hari ini memang masih kurang dari ideal untuk membangun kemajuan-kemajuan desa di segala bidang, terutama di bidang keagamaan. 

Namun 40 hari masih bisa dijadikan sebagai titik awal bagi para mahasiswa dalam pengabdiannya dan bisa langsung berbaur dengan masyarakat melalui program-program KKN GM yang dilakukan mahasiswa di lokasinya masing-masing.

"Kontribusi meramaikan Talun, memang kurang waktu untuk KKN dengan masa waktu hanya 40 hari, tetapi ini bisa menjadi pembelajaran bagi mahasiswa dalam pengabdiannya di masyarakat. Untuk itu saya ucapkan banyak terimakasih kepada seluruh masyarakat, stakeholder dan aparatur desa maupun kecamatan yang sudah membantu mensukseskan kegiatan KKN GM ini," katanya.

Hal sama dinyatakan H Mahmud dari perwakilan LP2M IAIN Cirebon. Menurutnya, KKN GM ini paling tidak untuk mengetahui kinerja mahasiswa dalam pengabdian ke masyarakat selama 40 hari. 

Seperti diungkapkan Wahyono, Mahmud juga beranggapan bahwa 40 hari bagi mahasiswa melaksanakan KKN, tentu belumlah ideal atau cukup untuk berpartisipasi dalam ikut membangun kemajuan yang signifikan di masyarakat.

Tetapi, peran aktif mahasiswa di 40 hari KKN GM tersebut, paling tidak sudah memberikan sedikit warna positif bagi masyarakat dalam bidang keagamaan. Karena memang disinilah mahasiswa  dituntut untuk mampu menggulirkan program-programnya kepada masyarakat.

Mungkin nanti jika Belajar Kampus Merdeka (BKM) sudah berjalan, maka KKN bukan lagi berjalan hanya 40 hari, dengan 20 SKS ini, KKN bisa dilaksanakan selama 6 bulan.

Mahmud juga memberikan informasi sekaligus sosialisasi terkait keberadaan perkuliahan PJJ yang hanya ada di PTKIN IAIN Cirebon.

Perkuliahan Jarak Jauh (PJJ) ini, kata Mahmud, di Indonesia baru ada cuma di IAIN Cirebon. Sehingga apabila ada guru, Aliyah, SLTA ataupu. Guru yang sederajat lainnya, bisa bekerja (mengajar) sambil mengambil kuliah PJJ di IAIN Cirebon.

Sementara itu, Camat Talun, Drs H Abadi, M.Si, nampak dengan semangat memberikan orasi sambutannya di hadapan para mahasiswa KKN GM IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Abadi dengan lugasnya mengajak para mahasiswa KKN untuk terus berkelanjutan dalam menggulirkan program keagamaan di masyarakat.

Abadi juga berterimakasih kepada pihak IAIN Cirebon yang sudah mempercayakan Kecamatan Talun sebagai lokasi atau tempat pelaksanaan KKN GM. 

"Mudah-mudahan, setiap tahunnya KKN GM ini terus bergulir atau berlanjut di Kecamatan Talun. Hal ini untuk terus berkesinambungan dari program yang sudah di gulirkan dengan program berikutnya. Sehingga tidak berhenti sampai disini saja," katanya. 

Kendati begitu, Abadi berharap agar ke depan pihak kampus atau kelompok KKN memiliki konsep-konsep membangun dan bertanggungjawab terhadap konsep itu sendiri. 

Dirinya mencontohkan, sebagai Camat tentu  dirinya harus membuat konsep untuk membangun kemajuan di Kecamatan Talun, dan harus bertanggungjawab terhadap konsep tersebut.

"Ini yang saya lakukan untuk Kecamatan Talun, semoga ini juga dilakukan pihak lain yang ingin ikut memajukan pembangunan, agar nanti kita punya nama sendiri seperti desa-desa lain," ungkapnya.

Salah satunya, kata abadi, dibuatnya konsep Desa Mengaji, karena ini belum ada dan IAIN Cirebon bisa membuatnya. Identitas ini, akan menjadi tempat yang tidak bisa dilupakan, dan setiap identitas memiliki keunggulannya, seperti ada Desa Wisata, Desa Budaya, Desa Kuliner dan lainnya. "Kita ingin ada Desa Mengajinya," pintanya.

Dalam penutupan ini, Abadi juga mengucapkan rasa terimakasihnya kepada pihak IAIN Cirebon dan seluruh mahasiswa KKN. Karena Kecamatan Talun sebagai salah satu tempat KKN. Namun diharapkan ada kelanjutan seterusnya, jangan terputus, sehingga bisa meningkatkan kualitas keagamaan di desa-desa. 

Sementara di lokasi kegiatan, tampak hadir Camat Talun, Sekdes dari 10 desa bersama aparatur lain, koordinator lapangan dan Karang Taruna Desa dan Kecamatan, serta tokoh agama dan masyarakat. (Nurdin)


Selasa, 23 Agustus 2022

Pelayanan di PKB Dishub kota Cirebon Puaskan konsumen

Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Disub Kota Cirebon yang bersih dan asri, bikin pelayanan pada konsumen kian nyaman. 


CIREBON, FC – Dinas Perhubungan melalui UPT Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) KIR Kota Cirebon terus melakukan pembenahan guna memaksimalkan pelayanan. Bahkan kini masyarakat sudah bisa menikmati pelayanan di pengujian dengan cepat.

Kendati demikian, pengguna jasa di Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB), KIR Kota Cirebon, tidak akan dilayani jika kendaraan tidak datang sendiri ke kantor PKB.

Hal itu diungkapkan salah seorang pengujian di kantor UPT PKB Dishub Kota Cirebon, saat dikunjungi di kantornya.

Menurutnya, kegiatan PKB dilakukan sejak pukul 08.00 pagi hingga pukul 15.00 WIB. Sedangkan dari pukul 15.00 hingga menjelang pulang kantor, dipergunakan untuk merapihkan adminitrasi dan upacara jam pulang kerja. Semua dilakukan setiap hari dengan penuh semangat dan dedikasi yang tinggi.

“Jika konsumen datang dengan kendaraannya maka dengan cepat kami berikan pelayanan kepada mereka, dan saat proses pelayanan berjalan, mereka sudah disediakan tempat menunggu yang nyaman,” jelasnya.

Diakuinya, bahwa Dishub Kota Cirebon terus berbenah diri. Berbagai kebutuhan konsumen sudah disediakan di kantor UPTD ini. Konsumen yang datang dari mulai masuknya kendaraan, area parkir yang luar, pengaturan kendaraan saat memasuki gedung uji, termasuk ketatnya pemeriksaan, sebagai bentuk kecepatan dan kepuasan pelayanan.

“Kami ingin konsumen puas dan nyaman. ini prinsip kami, di mana kami harus profesional memperlakukan konsumen, hal itu juga sudah berdasarkan aturan yang ada, sehingga kepuasaan, ketepatan dan kecepatan menjadi prinsip kerja kami, inilah profesionalisme para kru dan penguji saat melayani para konsumen di UPTD PKB Dishub Kota Cirebon,” jelasnya.

Sebab yang terpenting dari pelayanan adalah memberikan rasa puas bagi seluruh pengguna jasa KIR atau PKB di Dishub Kota Cirebon.

“Semua kami layani dengan sama, yang penting kendaraannya dibawa ke pengujian. Dan kami akan utamakan mereka yang cinta ketertiban dan cinta aturan. Jika semua bisa dilaksanakan maka pelayanan lebih memuaskan mereka,” ujarnya. (din)

Senin, 22 Agustus 2022

Baru Pertama Kali IAIN Cirebon Menyelenggarakan Akreditasi PBA 2022 Via LAMDIK

IAIN Cirebon melalui LPM tengah mengadakan kegiatan memverifikasi instrumen akreditasi PBA via LAMDIK.


FOKUS CIREBON, FC - Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) IAIN Syekh Nurjati Cirebon mengadakan kegiatan verifikasi instrumen akreditasi PBA via LAMDIK, Senin, (22/8/2022).

Kegiatan ini dilaksankan di ruang rapat LPM dengan mengundang Tim Akreditasi PBA 2022 untuk mempresentasikan hasil penyusunan Instrumen Akreditasi yang sedianya akan diupload ke LAMDIK pada 25 Agustus Mendatang.

Akreditasi PBA 2022 via LAMDIK ini adalah untuk pertama kalinya dalam sejarah IAIN Syekh Nurjati Cirebon, karena sebelumnya proses Akreditasi selalu dilakukan via Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). 

Kini, mulai tahun 2022 ini, akreditasi akan dilakukan via LAM atau Lembaga Akreditasi Mandiri yang di dalamnya terdapat beberapa kelompok keilmuan akreditasi.

Sebagaimana diamanatkan di dalam Undang-Undang Nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, Akreditasi Program Studi (APS) dilaksanakan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM).

Sementara untuk Jurusan PBA IAIN SNJ Cirebon, karena memang jurusan pendidikan, maka mengajukan akreditasinya adalah via LAMDIK atau LAM Kependidikan.

Instrumen Akreditasi Program Studi pada Program Sarjana Lingkup Kependidikan sesuai dengan Peraturan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Nomor 10 Tahun 2021 Tentang Instrumen Akreditasi Program Studi Pada Program Sarjana Lingkup Kependidikan adalah sebagai berikut:

Naskah Akademik, Laporan Evaluasi Diri, Panduan Penyusunan Laporan Evaluasi Diri, Panduan dan Matriks Penilaian, dan Prosedur Akreditasi.

Yang perlu diupload oleh PBA sebagai pihak yang diakreditasi adalah pertama Naskah Akademik baik dalam bentuk Excel maupun PDF, dan Laporan Evaluasi Diri atau LED. Dalam kesempatan ini TIM PBA dibagi dalam beberapa kelompok, yakni Tim penyusun naskah akademik berbentuk EXCEL yang berisi tentang 9 kriteria instrumen akreditasi.

Tim Penyusun Naskah Akademik Berbentuk PDF yang berupa deskripsi dari Naskah Akademik Berbentuk EXCEL.

Mengenai Tim Penyusun LED (Laporan Evaluasi Diri), maka dalam kesempatan ini LPM Memverifikasi Instrumen Akreditasi PBA 2022 via LAMDIK, mencakup seluruh instruman dari 3 instrumen di atas, dan semua kriteria dari 9 kriteria akreditasi. (din)

Bangun Kepercayaan Masyarakat, Lilik Kepsek SMPN 1 Cirebon Selalu Utamakan Pelayanan

Keoala Sekolah SMPN 1 Cirebon, H Lilik Darmawan


FOKUS CIREBON, FC - Jabatan Kepala Sekolah itu sesungguhnya tak seindah bayangan mata dan pikiran kita dengan melihat segudang fasilitas yang dimiliki. Kepala sekolah harus memiliki intuisi sebagai top leader melalui penjewantahan manajemen. Profil ini, dimiliki oleh H Lilik Darmawan, Kepala Sekolah SMPN 1 Kota Cirebon.

Lilik dengan kemampuan manajerialnya mampu membawa SMPN 1 semakin diburu dan dicintai masyarakat. Banyak hal yang sudah dilakukan sosok satu ini, baik pada sisi mutu pendidikan, kualitas belajar maupun fasilitas yang dibutuhkan sekolah.

Lilik dengan sosok yang low profilnya terus membangun dan memajukan pendidikan. Tak sedikit penghargaan diraihnya, termasuk prestasi siswa baik di bidang akademik maupun di bidang olah raga.

Lilik juga selalu mengevaluasi berbagi program dan kegiatan yang dicanangkan, baik yang bersifat akademik maupun administrasi. Hal itu dilakukan untuk menjauhkan dari kesalahan.

Lilik, hanya berharap dalam kepemimpinannya itu, SMPN 1 tetap menjalankan pelayanan yang terbaik, pelayanan bagi masyarakat, agar masyarakat tetap mendukung dan mensuport apa yang tengah dilakukan SMPN 1 untuk kemajuan pendidikan.

Soal lingkungan, Lilik juga sangat perhatian, penataan lingkungan sekolah terus dilakukan, termasuk peningkatan SDM, kedisplinan dan juga kebersihan lingkungan.

Kendati demikian, Lilik berharap dukungan dari semua pihak, termasuk para orang tua siswa untuk turut serta aktif membantu sekolah, terutama dalam mendorong prestasi putra-putrinya di sekolah. (din)

Sekdes Kubang Sosok Pekerja dan Selalu Utamakan Pelayanan

Rahman, Sekdes Desa Kubang yang low profil dan selalu utamakan pelayanan.


FOKUS CIREBON, FC - Sekretaris Desa (Sekdes), Rahman, setiap harinya selalu bergelut dengan pelayanan. Baginya, waktu adalah pengabdian, sehingga kerja cepat, tepat dan berhati-hati selalu menjadi prinsipnya dalam menjalankan tugas keseharian sebagai aparatur desa.

Selain bekerja dengan penuh tanggungjawab, Rahman juga selalu mengedepankan sisi humanis sebagai aparatur desa. Sehingga banyak warga yang menyukai kinerjanya.

Demikian juga soal pelayanan, sosok yang satu ini, tak pernah menunda-nundanya. Selagi masih bisa dikerjakan, maka saat itu langsung dikerjakan. Karena pelayanan bagi Rahman menjadi prioritas dalam kinerjanya.

Untuk diketahui, bahwa Desa Kubang, merupakan sebuah desa yang menjadi daerah perbatasan antara Kabupaten Cirebon dengan Kabupaten Kuningan. Desa Kubang berada di Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon. 

Warganya sangat guyub dan selalu bergotongroyong dalam hal kerjasama di bidang kebersihan. Sehingga Desa Kubang sangat terlihat asri dan nyaman saat disinggahi.

Itulah peran sosok Rahman, yang selalu bersama warga setempat membangkitkan kebersamaan, baik pemuda maupun para tokoh masyarakatnya. 

Termasuk saat menangani kesulitan warga di bidang ekonomi, pembangunan maupun kesehatan, karena itu, desa melalui peran Sekdes terus memberikan pelayanan. (din)

Minggu, 21 Agustus 2022

Wagub Jabar : Tidak Ada Desa Tertinggal di Kabupaten Cirebon

KABUPATEN CIREBON - Sejauh ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyambut baik perkembangan di wilayah Kabupaten Cirebon. Menurut data yang dimiliki Pemprov Jabar, sudah tidak ada lagi Desa Tertinggal di Kabupaten Cirebon.

Hal tersebut dikatakan Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum usai membuka Gebyar Desa dalam rangka "Barikan Akbar Gegesik" di Alun-alun Kecamatan Gegesik, Sabtu (20/8/2022).

Dijelaskan Wagub, semua perkembangan dan juga kemajuan suatu daerah ditentukan oleh pemimpin daerah itu sendiri. Disamping itu, kerja sama antara pemerintah dan juga masyarakat menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan program.

"Berarti (kemajuan daerah) ini berkat kemajuan pimpinan daerah dan juga seluruh masyarakat. Kalau Cirebon maju, Jabar ikut maju karena Cirebon ini bagian dari Jawa Barat," ujarnya.

Dijelaskan Wagub, sudah seharusnya kepala daerah tingkat kabupaten dan kota membuat program yang sejalan dengan pemerintah diatasnya. Alasannya, Wagub menyebut adanya keselarasan tersebut mempermudah pencapaian kesejahteraan masyarakat.

"Misalkan Pemprov memiliki kekuatan anggaran 30persen dan kabupaten/kota punya 70persen, maka kolaborasi akan berjalan dengan baik. Contohnya sekarang untuk program Desa Tertinggal, berkat kolaborasi Pemprov Jabar dan Pemkab Cirebon yang nyambung akhirnya hilanglah Desa Tertinggal," tambahnya.

Mengenai pagelaran budaya di Gegesik, Wagub juga sangat mengapresiasi. Menurutnya, di wilayah Jawa Barat khususnya Gegesik ini sangat banyak kesenian yang perlu dilestarikan.

"Kita harapkan pelestarian budaya ini bukan hanya sekadar jadi hiburan yang dinikmati, tetapi yang jauh lebih penting adalah kesenian dan budaya asli ini bisa dijadikan pilar untuk mencegah budaya asing yang tidak sesuai dengan adat kita," ungkapnya.

Disinggung bantuan untuk wilayah Kabupaten Cirebon khususnya Gegesik ini, Wagub menegaskan dirinya akan segera memberikan laporan kepada Gubernur. Namun, dirinya juga sudah membuat catatan, yang nantinya bisa ditindaklanjuti oleh dinas terkait di Pemprov Jabar.

"Untuk Dinas Pendidikan ini nanti akan kita minta agar di wilayah Gegesik ada muatan lokal (mulok) kesenian. Dinas Pertanian nanti akan membuat irigasi desa, Dinas Pariwisata untuk eksistensi kesenian dan juga BJB agar bisa memberikan bantuan bagi UMKM disini melalui Kredit Mesra," tutupnya.

Sementara itu, Bupati Cirebon, Drs H Imron MAg mengatakan di wilayah Gegesik ini banyak sekali potensi kesenian yang bisa digali untuk pariwisata. Oleh karena itu, dirinya berharap pagelaran maupun tampilan kesenian bisa terus dilaksanakan secara berkala.

"Selain melestarikan budaya, kita juga ingin agar kesenian dan budaya, khususnya di Gegesik ini bisa diketahui oleh masyarakat luas," singkatnya.

Di samping itu, Imron juga mengakui masih butuh bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk beberapa sektor pembangunan. Terutama untuk kemajuan desa, dirinya berharap adanya sokongan dari Pemprov.

"Kita tentunya akan terus melakukan komunikasi dengan Pemprov dan juga melalui anggota DPRD Provinsi dari dapil kita. Semoga bantuan itu bisa kita peroleh dan untuk tahun 2023 kita belum mengetahui dapat berapa," ungkapnya. (din)

Pahlawan Timnas U16 Pulang ke Cirebon, Langsung Bertemu Bupati

CIREBON -  Rizdjar Nurviat, salah satu pahlawan kemenangan Timnas U16 dalam final piala AFF beberapa waktu lalu, pulang kampung ke Cirebon. 

Rizdjar menjadi pahlawan pada pertandingan tersebut, saat berhasil memberikan umpan kepada Kafiatur, yang bisa dijadikan sebagai gol kemenangan. 

Bergabungnya Rizdjar Nurviat menjadi salah satu bagian dari Timnas U16, menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Cirebon. Rizdjar Nurviat merupakan pemain kelahiran 2 Januari 2006, putra dari Subagja Suihan yang merupakan CEO Bina Sentra Cirebon, sang penemu bakat sekaligus pemandu karir pesepakbola dan legenda Timnas Indonesia, Egy Maulana Vikri dan Firman Utina.

Hal tersebut disampaikan Bupati Cirebon, Drs H Imron, M.Ag, usai menemui Rizdjar di Pendopo Bupati Cirebon, Minggu (21/08/2022). 

Imron menuturkan, bahwa Rizdjar adalah warga Desa Kertawinangun Kecamatan Kedawung Kabupaten Cirebon. Ia menjadi bagian dari tim inti Timnas U16, yang berhasil menjuarai Piala AFF U16 beberapa waktu lalu. 

"Kami sangat bangga dan mendukung, terhadap prestasi yang berhasil didapatkan oleh Rizdjar," ujar Imron. 

Imron juga menuturkan, bahwa pihaknya akan berupaya untuk mengembangkan olahraga sepakbola di Kabupaten Cirebon. Menurutnya, ada beberapa langkah yang harus dilakukan, salah satunya adalah pembinaan. 

Ia mengaku sudah berbincang dengan orang tua Rizdjar, yang juga merupakan salah satu profesional dalam pengembangan bakat sepak bola. 

Salah satu langkah yang akan diupayakan, yaitu menggelar pertandingan dengan sistem segmentasi umur. Karena menurutnya saat ini, pertandingan sepakbola di Kabupaten Cirebon, lebih banyak antar klub dan antar kampung. 

"Nanti akan kami bicarakan, salah satunya menggelar turnamen berdasarkan umur," kata Imron. 

Rizdjar sendiri mengaku bangga bisa masuk menjadi bagian Timnas U16. Apalagi, dirinya juga selalu menjadi bagian tim utama. 

Ia mengatakan, salah satu kunci suksesnya untuk bisa masuk dalam skuad Timnas, yaitu dengan terus berlatih, tetap beribadah dan meminta restu kepada orang tua. 

"Jangan gampang putus asa dan terus berlatih," kata Rizdjar. (din)

Jumat, 19 Agustus 2022

Mahasiswa IAIN Cirebon Unjukrasa Tuntut Pencairan Dana PBAK 2022

Para mahasiswa tengah berdialog bersama Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, dengan membawa 5 tuntutan ORMAWA untuk segera diselesaikan kampus IAIN.


FOKUS CIREBON, FC - Melalui bakar ban dan penyandraan kampus yang tertulis dalam isi pamflet yang mereka bawa, mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar aksi unjukrasa, Jum'at (19/8/2022).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk keprihatinan mahasiswa terhadap lembaga yang terkesan cuek terhadap keberadaan Ormawa. Salah satunya menuntut transparansi anggaran bagi persiapan pelaksanaan PBAK 2022. 

"Aksi ini kami lakukan untuk menuntut adanya pencairan dana kegiatan PBAK dan kontribusi dari pihak lembaga, karena sepanjang Juli 2022 proposal kegiatan yang kami ajukan masih tertahan dan tidak ada kejelasannya," terang Fatihul Fauzi Ketua Dema Institut.

Dalam aksi ini, lanjut Fauzi, Ormawa membawa lima tuntutan yang harus diselesaikan pihak kampus. Lima tuntutan tersebut sebagai bentuk koreksi dalam rangka ikut memajukan lembaga.  

Fauzi mengakui bahwa aksi yang digagas Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) IAIN Syekh Nurjati Cirebon ini melibatkan seluruh Ormawa di lingkungan kampus IAIN. Berikut Point tuntutan yang kita tuntut :

Pertama, meminta kejelasan waktu terkait perpindahan Satker PNBP ke BLU yang menghambat pengunduhan dana DIPA setiap kegiatan.

Kedua, kontribusi dan kepedulian dari pihak lembaga untuk pelaksaanaan PBAK 2022

Ketiga. SPMB gelombang 2 yang terkesan tidak siap sehingga menghambat persiapan PBAK

Keempat. Audiensi terbuka dengan mahasiswa terkait tuntutan

Kelima. Perbaiki segala akses yang menghambat. 

Sementara itu, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr. H.Sumanta M.Ag didampingi Prof Dr H Dedi Djunaedi M.Ag, Direktur Pascasarjana, Warek 2, Dr Kartimi M.Pd dan Wakil Dekan Dr Anwar M.Pd serta Kasubag Humas H M.Arifin, menemui mahasiswa di lantai 2, gedung rektorat. 

Dalam pertemuan tersebut, Sumanta mengungkapkan, pihaknya akan memanggil Warek II, Kasubag Kemahasiswaan dan Perencanaan, Kepala Biro dan Warek III untuk duduk bersama. 

"Nanti saya minta juga perwakilan dari mahasiswa untuk bisa memberikan masukan secara kongkrit, karena hal semacam ini perlu tahu pimpinan-pimpinan kita bahwa mahasiswa dengan program yang sudah dicanangkan berani melakukan pengorbanan sampai ke finansial.” ungkapnya. (Rs/Dea)