This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Senin, 24 Oktober 2022
Jadi Tuan Rumah ICON UCE 2022, Dirjen Pendis Apresiasi IAIN Cirebon
Menteri Agama RI Dijadwalkan Membuka Kegiatan ICON UCE 2022 di Kampus IAIN Cirebon
Buya Syakur : Santri Bisa Berkiprah Di Bidang Apapun
CIREBON - Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) pada 22 Oktober 2022 disambut gembira para santri di Indonesia. Tak terkecuali para santri di Ponpes Cadangpinggan, Kabupaten Indramayu.
Pengasuh Pondok Pesantren Cadangpinggan, KH Abdul Syakur Yasin MA menerangkan, HSN adalah bentuk pengakuan pemerintah terhadap kiprah para santri dalam memperjuangan kemerdekaan dan menjaga kedaulatan NKRI.
"Pertama kita harus benar-benar dengan mensukuri bahwa santri menjadi satu bagian penting bagi negara ini. Dirayakan hari santri itu artinya bahwa kaum santri mendapat penghargaan yang setinggi-tingginya dari pemerintahan Jokowi," ujar ulama yang akrab disapa Buya Syakur.
Dalam konteks ke-Indonesia-an, menurut Buya Syakur, santri berperan besar sebagai penjaga moral bangsa saat ini. Sebab, pendidikan yang ditempuh santri di pesantren banyak berkaitan dengan moralitas agama dan kemanusiaan.
"Sudah barang tentu, peran penting santri sebagai garda bangsa untuk membangun moral bangsa. Sebab moral itu landasan bagi segala apapun. Tanpa moral yang benar pasti akan runtuh. Moral yang dibangun itu basis kemanusiaan. Tanpa moral nggak mungkin kita bersahabat seperti ini," katanya.
Sejak dulu, lanjut Buya Syakur, salah satu aqidah santri ialah cinta tanah air bagian dari keimanan. Hingga saat ini, semangat bela negara para santri masih tetap sama. Meski peran secara teknisnya bisa berubah.
Sebab, pada era saat ini, santri tak melulu harus menjadi pemuka agama. Melainkan dapat pula berkiprah pada bidang lain. Menjadi praktisi kesehatan, praktisi hukum, wirausaha maupun akademisi.
"Cinta tanah air adalah bagian dari keimanan mereka. Sudah barang tentu pasti akan Membela tanah air, tapi saya tidak akan membandingkan dengan agama lain mereka juga sama," ujar Buya Syakur. (din)
Bertemu di Acara Ramah Tamah, Bupati Imron Bernostalgia Bersama Jajaran Kemenag RI
FOKUS CIREBON, FC - Bupati Cirebon, Drs H Imron M.Ag menerima rombongan Kementerian Agama RI dan Rektor IAIN Cirebon bersama jajarannya di Pendopo, rumah dinasnya, Senin, (24/10/2022).
Asah Skill Digitalisasi di Kalangan Santri, HMJ IQTAF Adakan DIGITAF
FOKUS CIREBON - Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (HMJ IQTAF) IAIN Syekh Nurjati Cirebon mengadakan acara Seminar dan Pelatihan Digital Iqtaf (Digitaf) pada Sabtu-Minggu, 22-23 Oktober 2022.
Acara tersebut mengusung tema 'Implementasi Peran Santri dalam Mewujudkan Dunia Digitalisasi' dengan materi pertama membahas mengenai 'Sistematika Berdakwah di Era Digital' yang dibawakan oleh Dr. Didi Junaedi, M.A. dan 'Konten Narasi Islami' yang dibawakan oleh Masyhari, Lc., M.H.I.
Disambung materi hari kedua ialah teori-praktik (pelatihan) 'Santri Cakap Jurnalistik' yang dibawakan oleh M. Alif Santosa selaku Pimpinan Redaksi kabarcirebon.com dan 'Santri Melek Digital Melalui Desain Grafis' yang dibawakan oleh Rendi Saiful Azid selaku Relawan TIK Kota Cirebon.
Acara tersebut resmi dibuka oleh Ketua Umum HMJ IQTAF pada Sabtu, 22 Oktober 2022.
Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana, Faisal Makarim Zuhdi mengatakan bahwa pentingnya keahlian digitalisasi untuk bisa bersaing di era digital yang kian menduduki eksistensi dunia.
"Belajar digitalisasi itu penting bagi dunia, sama halnya belajar agama untuk akhirat. Kita harus siap menatap dunia baru dengan teknologi, misalnya dengan bermodalkan skill (keahlian) seperti desain grafis, dan lain sebagainya," ucap Faisal.
"Semoga karib-karib mahasiswa baru bisa istiqomah untuk mengikuti acara-acara di HMJ. Akhir kata, jadikan semua hal sebagai pelajaran, pengalaman, dan perbaikan," tambahnya.
Tidak jauh berbeda, Ketua Umum HMJ IQTAF, Alfath Pangestu Danar menyampaikan pentingnya acara tersebut demi mengasah skill peserta dalam menyambut dan berperan untuk masa depan yang lebih canggih.
"Dalam acara ini, pelatihan digitalisasi itu penting untuk menyambut masa depan. Misalnya karib-karib akan mengasah keahlian jurnalistik, dakwah digital, konten narasi islami, dan desain grafis yang akan dipelajari di sini," ujar Alfath.
Di samping itu, Alfath menyampaikan latar belakang terbentuknya acara tersebut yakni sebagai peringatan Hari Santri Nasional 2022 yang bertepatan pada tanggal 22 Oktober, dengan tujuan santri cakap digital dan bisa bersaing di era baru.
Selanjutnya, kata Al-Fath, kita laksanakan seminar dan pelatihan digitalisasi dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional.
Menurut Dr. K.H. Abun Bunyamin, M.A selaku Rois Syuriah PWNU Jawa Barat, mendefinisikan santri dalam empat artian dan mencakup dari kata santri itu sendiri.
"Sin itu sabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan), nun itu naibul 'ulama (pengganti/regerenasi para ulama), ta itu tarkul ma'ashi (meninggalkan maksiat), dan ra itu ridhallahi (diridhai Allah), dan keempat-empatnya mencakup hal-hal sebagai tujuan dalam acara tersebut," pungkasnya. (Dila)
Sabtu, 22 Oktober 2022
Jama'ah Padati Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kediaman Bambang HS
CIREBON, FC - Suara lantunan Hadroh dengan vokal yang merdu membuka kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW di kediaman Bambang HS sekeluarga di Blok Sampiran, Desa Sampiran, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Sabtu, (22/10/2022).
Hari Santri, Makam Kiai Abbas jadi Jujugan Peziarah
CIREBON - Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh pada 22 Oktober 2022, diselenggarakan dengan sejumlah kegiatan. Selain upacara dan kirab, perayaan HSN juga dilakukan dengan melaksanakan ziarah kubur ke makam para kiai.
Salah satu makam kiai yang banyak dikunjungi oleh sejumlah kalangan saat peringatan HSN, adalah makam KH. Abbas Abdul Jamil. Kiai Abbas merupakan salah satu kiai yang ikut menginisiasi dan menggerakan fatwa resolusi jihad.
Beberapa rombongan yang secara khusus melaksankan ziarah ke Makam Kiai Abbas dalam rangka hari santri, yaitu Pengurus Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang, Pengurus PWNU Jawa Barat, Pengurus PCNU Kabupaten Cirebon, Pemda dan jajaran Kemenag Kabupaten Cirebon dan sejumlah instansi lainnya.
"Hari ini, ada ribuan santri buntet juga yang melakukan ziarah ke Makam Kiai Abbas," ujar KH. Salman Al-Farisi, Ketua Yayasan Lembaga Pendidikan Islam Pondok Buntet Pesantren, Sabtu 22 Oktober 2022.
Salah satu bukti dari sentralnya peran Kiai Abbas dalam menggelorakan fatwa resolusi jihad, yaitu dipilih oleh KH. Hasyim Asy'ari untuk memimpin perang 10 November.
Perang yang saat ini momentnya diabadikan sebagai hari pahlawan itu, merupakan puncak dari perlawan para ulama dan santri, yang merupakan realisasi dari fatwa resolusi jihad.
"Kiai Abbas menjadi penggerak resolusi jihad, salah satunya dibuktikan dengan kepemimpinannya saat perang 10 November," ujar Salman.
Sejarawan pesantren, Akhmad Rofahan juga menuturkan, bahwa perang 10 November yang sebelumnya diminta dimulai lebih awal oleh Bung Tomo, dicegah oleh Kiai Hasyim Asy'ari.
Ditolaknya permintaan Bung Tomo itu bukan tanpa alasan. Karena saat itu, Kiai Hasyim Asy'ari tidak mau memulai perang 10 November, sebelum macan dari Cirebon tiba di Surabaya.
"Macan dari Cirebon yang dimaksud, yaitu Kiai Abbas," ujar Magister Islam Nusantara Unusia Jakarta ini.
Saat perang 10 November, Kiai Abbas tidak sendirian. Sejumlah ulama dan santri dari berbagai daerah, juga ikut terlibat dalam perang besar pasca kemerdekaan itu.
Bahkan, salah satu saksi mengatakan, Kiai Abbas juga ikut andil dalam menggerakan ribuan santri dari Cianjur untuk bisa ikut berperang di Surabaya.
"Banyak daerah yang merasa dibantu oleh Kiai Abbas dalam melawan penjajah, Bukan hanya Cirebon dan Surabaya saja, tapi juga Cianjur, Pati dan wilayah lainnya," ujar Rofahan. (Yarfa)
Pemkab Cirebon - PT PLN (Persero) Buka Kerjasama Pengembangan Prasarana dan Sarana Ketenagalistrikan
KABUPATEN CIREBON -- Pemerintah Kabupaten Cirebon menandatangani MoU dengan PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero), bertempat di Kantor PLN Pusat Jakarta Selatan, Jum’at (21/10/2022).
Selain dihadiri Executive Vice President Pelayanan Pelanggan Korporat dan Institusi Besar PT. PLN (Persero) beserta jajaran, hadir pula dinas-dinas terkait dari Pemkab Cirebon, seperti Diskominfo, PUTR, Bappelitbangda, Dishub, DPMD, Disdagin, serta Pemerintahan.
Bupati Cirebon Drs. H. Imron M.Ag mengatakan bahwa Penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Pemkab Cirebon dengan PT. PLN (Persero) ini tentang Sinergi Pengembangan Prasarana dan Sarana Ketenagalistrikan di Wilayah Kerja Pemerintah Kabupaten Cirebon.
Dirinya menyambut baik dan mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini. “Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Cirebon mengucapkan terima kasih kepada PT. PLN beserta jajaran, dan menyambut baik atas terselenggaranya acara ini untuk mewujudkan Cirebon Terang Cirebon Cerdas, sesuai jargon Cirebon Katon,” tutur Imron.
Sesuai dengan amanat pasal 363 ayat (1) Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Pemerintah Daerah, menyebutkan bahwa dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat, pemerintah daerah dapat mengadakan kerja sama yang didasarkan pada pertimbangan efisiensi dan efektivitas pelayanan publik, serta saling menguntungkan.
Imron menambahkan, Pemkab Cirebon menyadari bahwa dalam situasi dan kondisi massa pandemi Covid-19 yang belum berakhir ini, banyak hal yang perlu dibenahi. Salah satunya adalah terkait dengan perekonomian masyarakat dan pembangunan Kabupaten Cirebon. Selain menjadi solusi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat disektor usaha mikro maupun makro dengan tersedianya pasokan listrik yang stabil bagi pelaku usaha, maupun masyarakat pada umumnya.
“Kerja sama ini bisa menjadi momentum untuk mendorong kemajuan daerah dengan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang salah satunya melalui penerimaan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) dan adanya legalisasi terhadap pengelolaan Penerangan Jalan Umum (PJU),” ungkapnya.
Pemkab Cirebon telah berkomitmen untuk terus berinovasi dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik. “Saya menilai PT. PLN (Persero) memiliki kapasitas yang dibutuhkan dalam mewujudkan kerja sama yang sinergi,” lanjut Imron.
Diakhir sambutannya, Imron menyampaikan harapannya agar setelah penandatanganan kesepakatan bersama ini ada tindak lanjut signifikan antar pihak-pihak terkait, serta dapat merumuskan formula kerja sama yang tepat dengan PT. PLN (Persero) ini. (Hafid)
Jumat, 21 Oktober 2022
Jabar Juara Umum TTGN XXIII, Lampung Didaulat Tuan Rumah 2023 Mendatang
CIREBON – Tuntas sudah perhelatan Gelar TTG Nusantara ke-XXIII Tahun 2022. Penampilan seni tari Closing Ceremony menandakan gelaran ini ditutup secara resmi pada Jumat (21/10/2022) di Ballroom Aston Cirebon Hotel.
Sebelum acara penutupan, Kepala Pusat Pengembangan Daya Saing Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Helmiati M,.Si memimpin rapat koordinasi teknis dimana salah satu hasilnya adalah menetapkan tuan rumah penyelenggara Gelar TTG tahun berikutnya.
Alhasil berdasarkan kesepakatan rakornis, Gelar TTG Nusantara ke-XXIV dan XXV secara berurutan akan diselenggarakan di Provinsi Lampung pada Juni 2023 mendatang, dan tahun 2024 di Provinsi Jatim.
"Syukur Alhamdulilah Lampung mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah Gelar TTG Nusantara ke-XXIV," ujar Kepala Dinas PMDT Prov. Lampung, Dr. Zaidirina MSi. Menurutnya, Gubernur Lampung sangat peduli terhadap alat teknologi tepat guna, khususnya yang berkaitan dengan bidang pertanian, perikanan, dan peternakan.
Usai Lampung ditetapkan sebagai tuan rumah Gelar TTG Nusantara ke-XXIV, diadakan prosesi penyerahan bendera pataka Gelar TTG kepada Lampung yang diterima Dr. Zaidirina MSi.
Sementara itu Kepala DPMD Jabar, Dicky Saromi menjelaskan pemilihan Cirebon sebagai lokasi Gelar TTG Nusantara ke-XXIII. "Selain Cirebon sebagai tanah para wali, juga sebagai miniatur Indonesia karena berbagai suku ada disini," tuturnya.
Dan melengkapi suksesnya penyelenggaraan Gelar TTG Nusantara ke-XXIII, Jabar kembali meraih Juara I untuk kategori Stand Terbaik. Kemudian disusul Lampung di peringkat kedua dan Bali berada diurutan ketiga. Tidak hanya itu, Jabar pun menjadi Juara Umum Gelar TTG Nusantara ke-XXIII.
Di penghujung acara, Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Dr. Ivanovich Agusta, SP., M.Si mengatakan bahwa seluruh alat TTG yang dipamerkan pada Gelar TTG akan didata dan didaftarkan untuk mendapat hak paten.
Acara penutupan Gelar TTG Nusantara ke-XXIII juga dihadiri Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, SE., MSi, Sekretaris Badan Pengembangan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Ir. Razali, Kepala DPMD Provinsi Jawa Barat, Dr. Ir. H. Dicky Saromi, M.Sc, Kepala DPMD Kabupaten Cirebon, Erus Rusmana M.Si dan sejumlah pejabat lainnya. (Nisa)
Kamis, 20 Oktober 2022
Jadi Penghulu Nikah Massal, Bupati Cirebon Buka Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2022
KABUPATEN CIREBON - Sejumlah pasangan pengantin mengikuti nikah massal, yang menjadi salah satu dari rangkaian kegiatan Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2022 Tingkat Kabupaten Cirebon.
Dalam kesempatan itu, Bupati Cirebon Drs. H. Imron M.Ag yang didampingi Wakil Bupati Cirebon Hj. Wahyu Tjiptaningsih SE M.Si didaulat menjadi penghulu untuk menikahkan salah satu pasangan pengantin.
Hadir pula unsur Forkopimda, seperti Kapolresta, Ketua DPRD, Kepala Kejaksaan, Kepala Pengadilan, Kepala Kemenag yang turut serta menjadi saksi pada kegiatan yang berlangsung di Masjid Agung Sumber, Kamis (20/10/2022).
Dalam sambutannya, Imron berpesan bagi semua pasangan pengantin yang sudah resmi menikah agar tetap menjaga keharmonisan rumah tangga setelahnya.
"Semoga para pasangan pengantin selalu bahagia hingga akhir hayat. Di momentum Hari Santri Nasional ini, kita semua menjadi penerus para pejuang terdahulu dalam mengisi kemerdekaan. Perjuangan kita saat ini, yakni melawan kebodohan dan kemiskinan," ungkapnya.
Imron juga berpesan kepada masyarakat, khususnya para santri dalam momentum HSN ini agar selalu menjaga dan menanamkan akhlak mulia di kehidupan sehari-hari seperti yang dicontohkan Baginda Rasulullah SAW sebagai suri tauladan yang memiliki akhlakul karimah.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Kegiatan HSN 2022 yang juga sebagai Asisten Daerah Bidang Kesejahteraan Rakyat Pemkab Cirebon, Syafrudin menambahkan bahwa nikah massal ini diikuti pasangan pengantin dari beberapa wilayah kecamatan di Kabupaten Cirebon.
"Untuk pernikahan massal kali ini, diikuti 6 pasangan pengantin dari berbagai wilayah kecamatan. Seperti dari Kecamatan Sumber 3 pasangan, dari Kecamatan Weru 2 pasangan dan Kecamatan Talun 1 pasang. Sedangkan untuk khitanan massal, diikuti oleh 40 kecamatan yang ada di Kabupaten Cirebon,” jelas Syafrudin.
Selain mengadakan nikah massal dan sunatan massal di kantor Bupati, peringatan HSN Tahun 2022 ini juga akan menggelar Musabaqah Hifdzil/Hafalan Qur’an (MHQ), Musabaqah Kaligrafi Qur’an (MKQ) yang bertempat di kantor Kemenag Kabupaten Cirebon, bazzar di halaman Masjid Agung Sumber, serta ziarah ke makam sesepuh tokoh Cirebon Makbaroh Buntet Pesantren Astanajapura. (Anisa)
Rabu, 19 Oktober 2022
Milad PGMI Ke 13, Kajur Harapkan Dukungan Fakultas dan Rektorat
FOKUS CIREBON, FC - Jurusan Pendidikan Guru Madrasayah Ibtidaiyah (PGMI), IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar berbagai kegiatan festival dan Hybrid Nasional. Kegiatan ini dalam rangka memperingati hari lahir PGMI Ke 13.
Nazma Amelia, Mahasiswa semester 5 Jurusan PGMI menyatakan, Festival PGMI ini merupakan kegiatan tahunan pasca pandemi covid 19.
"Alhamdulillah, tahun ini kami bisa melaksanakan lagi festival PGMI secara offline untuk kategori Ciayumajakuning dan juga hybrid nasional," ujar Nazma, Ketua Penyelenggara Kegiatan, Rabu, (19/10/2022).
Menurutnya, dengan tema "Ekspresikan Seni, Lestarikan Tradisi dan Torehkan Prestasi", pihaknya berhasil menghadirkan 250 peserta dari wilayah Ciayumajakuning.
Jumlah peserta ini datang dari 36 sekolah di antaranya MI, SD dan SDIT dan peserta dari Tanggerang dan lainnya.
Masih kata Nazma, festival dan lomba-lomba yang digelar, di antaranya lomba seni, lomba vokal, menyanyi lagu daerah, lomba puisi dan lomba menggambar serta mewarnai dan juga lomba tari kreasi.
Sedangkan lomba islaminya, lanjut Nazma, seperti lomba Pildacil, lomba Tahfid juga lomba Murrotal dan kemudian lomba cerita rakyat.
Hal senada disampaikan Syibli Maufur, M.Pd, Kajur PGMI, bahwa kegiatan tersebut dalam rangka milad PGMI yang ke 13. "Ini sangat menggembirakan, karena kita sudah 2 tahun fakum, dan terakhir kegiatan offline festival PGMI ini dilaksanakan pada tahun 2019.
"Alhamdulillah, peserta pada tahun ini cukup baik dan meningkat, diikuti oleh 36 MI, SD dan SDIT SE wilayah III Cirebon. Semoga ini menjadi gairah dan semangat anak-anak kita yang sudah dua tahun terpendam," katanya.
Maka dengan kegiatan ini, kita tingkatkan dan mengeksplorasi semua bakat anak anak kita yang selama ini tidak bisa tercurahkan dengan baik.
Kendati demikian, Syibli Maufur berharap, ke depan kegiatan PGMI yang secara rutin setiap tahun bisa terus dilaksanakan.
"Semoga di tahun yang akan datang pesertanya lebih banyak lagi dan untuk kampus diharapakan pada kegiatan ini memberikan dukungan penuh, bukan hanya di jurusan, tapi juga di fakultas dan rektorat," tandasnya. (din)
Selasa, 18 Oktober 2022
Desa di Jabar Berkembang dan Maju, Pemprov Diganjar Penghargaan Dari Kemendes PDTT
CIREBON - Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum menerima penghargaan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.
Uu menerima penghargaan mewakili Gubernur Jawa Barat yang berhalangan hadir saat penyerahan penghargaan oleh Gus Menteri di Pendopo Rumah Dinas Bupati Cirebon, Selasa (18/10).
Penghargaan tersebut diberikan atas komitmen dan kerja kerasnya dalam mendorong percepatan pembangunan desa sehingga seluruh desa di Jawa Barat mencapai status berkembang, mandiri dan maju.
"Selamat untuk Jawa Barat yang saat ini sudah tidak ada lagi desa tertinggal,"ujar Menteri PDTT, Abdul Halim Iskandar.
Ditambahkan Gus Menteri, program yang digagas pada prinsipnya mengusung pembanguan di level desa agar menjadi desa mandiri. Menurutnya, meskipun sasaran dari capaian Desa Mandiri yang menjadi garapan bukan pada barang konkrit namun lebih ke peningkatan ekosistem terkecil yakni keluarga.
"Karena upaya mengoptimalisasi desa mandiri dimulai dari amannya ekonomi keluarga, kesejahteraan. Oleh karenanya, Desa Mandiri pendulumnya ada pada pemberdayaan kepada masyarakat," katanya.
Pihaknya pun mengungkapkan terima kasih kepada kepada warga Jawa Barat, dan pimpinan dari mulai kepala desa, Bupati hingga gubernur yang terus bisa membawa masyarakatnya bisa mandiri.
"Kemendes memberikan apresiasi status bakti desa utama yang pertama yang masuk kategori desa mandiri dan ada di Jawa Barat. Sebagai apresiasi dan penghargaan, kami berikan juga lencana kepada kepala desa sebagai bukti kepada masyarakat. Lencana desa mandiri bisa dilihat langsung oleh masyarakat sebagai bukti nyata membawa desanya menjadi mandiri," ungkapnya
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, mengaku bangga atas dihelatnya kegiatan Teknologi Tepat Guna Nusantara (TTGN) ke XXIII yang berlangsung di Jawa Barat, tepatnya di Kabupaten Cirebon. Menurut dia, Program dari Kementerian Desa, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi tersebut sejalan dengan apa yang menjadi rintisan pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam upaya terus membangun desa. Hal itu menjadi momentum untuk bisa lebih mengenalkan wilayah Jawa Barat di kancah nasional dari sisi pembangunan berbasis desa yang mengakselerasikan kemajuan teknologi.
"Kami atas nama pemerintah Provinsi Jawa Barat menghaturkan banyak terima kasih kepada pak Menteri yang mempercayai Jabar menjadi tuan rumah kegiatan TTGN tahun 2022 ini. Ini menjadi momentum Jawa Barat untuk bisa lebih mengenalkan potensi desa yang sudah menyelaraskan pembangunan berbasis teknologi di kancah nasional," beber Wagub Uu, dalam sambutannya yang mewakili Gubernur Jabar Ridwan Kamil.
Wagub Uu menjelaskan, saat ini Pemprov Jabar tengah fokus dalam melaksanakan pembangunan yang dimulai dari desa. Salah satunya rintisan satu desa satu produk menjadi andalan dalam program membangun desa.
Dijelaskannya, pembangunan di tingkat desa menjadi kunci utama dalam meningkatkan masyarakat. Sehingga jika desa maju maka otomatis kabupaten bisa maju dan tentunya provinsi pun menjadi maju.
"Ini inovasi pak Gubernur yang berupaya membangun dari mulai level desa. Dengan cara ini, tujuan utama dalam mewujudkan Jabar Juara yang akan mudah dicapai. Meskipun kendala saat Pandemi Covid-19 Jabar juga sama dengan daerah lain, namun secara perlahan pembangunan mulai bisa kembali bangkit," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Wagub pun tidak lupa mengapresiasi kepada seluruh Bupati/Walikota di Jawa Barat yang bisa mengawal program provinsi.
Sehingga apapun hambatan pembangunan di tingkat desa bisa dituntaskan secara perlahan. Hal itu terbukti, di Jawa Barat sendiri sudah tidak ada lagi desa tertinggal bahkan sangat minim dan ada daerah yang menjadi desa mandiri pertama di Indonesia.
"Ini berkat dukungan para Bupati yang hebat yang terus mengawal program provinsi menjadi Jabar Juara. Termasuk kepada seluruh kepala desa yang bisa membina warganya untuk bisa lebih maju menuju desa mandiri," ungkapnya.
Diketahui, TTGN XXIII Tahun 2022 akan berlangsung selama empat hari sejak 18 hingga 21 Oktober di hotel Aston, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon. Kegiatan akan diisi pameran teknologi terbarukan dari tiap daerah dan hiburan lainnya. (Nisa)























