Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 01 Maret 2023

Prof Dr H Aan Jaelani M.Ag Resmi Dilantik Sebagai Rektor IAIN Cirebon

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas resmi melantik Guru Besar Bidang Ilmu Ekonomi Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof Dr H Aan Jaelani M.Ag menjadi Rektor IAIN Cirebon Periode 2023-2026


FOKUS CIREBON, FC - Dilantiknya Prof Dr H Aan Jaelani M.Ag, sebagai Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon oleh Menteri Agama RI, menjadi terang benderang siapa pengganti Rektor Dr H Sumanta M.Ag sebelumnya. 

Pelantikan berlangsung di Kantor Kementerian Agama RI, Lapangan Banteng, Jakarta, pukul 13.00 WIB, Rabu, (1/3/2023). 

Dengan dilantiknya Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag sebagai Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, periode 2023-2026, menjawab sudah teka teki siapa rektor pengganti Dr H Sumanta, M.Ag.

Kasubag Humas IAIN Syekh Nurjati Cirebon, H Arifin M.PdI turut serta menyaksikan prosesi pelantikan tersebut, bersama sejumlah pejabat rektorat IAIN Cirebon. (din)

Isi Kekosongan Jabatan Kabag Umum dan Pelayanan Akademik, IAIN Cirebon Gelar Uji Kompetensi

FOKUS CIREBON, FC - Guna menentukan pegawai yang memiliki kualifikasi untuk menduduki jabatan tertentu, IAIN Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan kegiatan uji kompetensi.  

Uji kompetensi ini menurut Dr Asro'i, M.Pd,  Ketua Tim Bagian Assement dan Pengembangan Pegawai di Biro Kepegawaian Sekertaris Jenderal Kementerian Agama adalah bagian dari upaya Kementerian Agama tentang merit sistem. 

Merit sistem itu bahwa rotasi mutasi dan promosi pegawai didasarkan pada tiga aspek, pertama adalah kualifikasi, ini tentu dilihat dari jenjang pendidikan. "Pimpinan di sini tentu tahulah siapa yang memiliki kualifikasi atau tidak" katanya.

Kedua adalah kompetensi dan kompetensi ini harus diukur. Maka untuk mengukurnya itu harus menunjukkan kompetensi yang memang harus dilakukan atau dilaksanakan secara obyektif. "Nah hari ini adalah untuk memenuhi aspek yang kedua ini untuk bisa melihat bagaimana sih profil kompetensi pegawai yang akan didudukan ini," terangnya.

Lalu yang ketiga adalah kinerja. Pada kinerja ini yang g lebih tahu juga adalah para pimpinan di sini. Yakni bagaimana yang bersangkutan dalam melaksanakan proses kerja yang disusun, seperti perencanaan di awal tahun dan nilai di akhir tahun. 

Ketiga aspek ini menjadi pertimbangan bahwa yang bersangkutan itu layak diangkat atau tidak , layak didudukan atau tidak pada jabatan tertentu. 

Jika pada salah satu aspek ini tidak, maka tidak bisa didudukan, tetapi kala layak maka bisa didudukan. Oleh karena itu, jika sudah melalui uji kompetensi dan kinerjanya juga bagus, kualifikasi memenuhi maka yang bersangkutan bisa diusulkan untuk ditetapkan. "Siapapun yang ditetapkan itu adalah mereka yang memang memiliki kesesuaian memenuhi persyaratan dari tiga aspek itu," paparnya.

Sementara untuk SK, misalkan eselon 3 maka dari pihak IAIN memproses, pertama kualifikasi kompetensi, dilihat kinerjanya kemudian dirapatkan Baperjakat oleh pimpinan yang diketuai oleh Warek 2, Sekretarisnya Kepala Biro AUAK, anggotanya para dekan dan hasilnya diusulkan ke pusat yakni ke Biro Kepegawaian, Sekretaris Jenderal, dan SK nya akan ditetapkan dari tiga itu 1 akan di SK kan diambil sebagai Kepala Bagian sebagai pejabat administrator yang ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI. 

Harapannya tentu ke depan pemetaan kompetensi di IAIN ini tidak terbatas jumlahnya. "Ya sebaiknya memang agak luas lagi, besar lagi sehingga nanti selain yang 4 orang ini, IAIN atau lembaga punya tabungan, punya bank data. Suatu ketika pensiun, suatu ketika yang bersangkutan dimutasi atau tidak lagi menduduki jabatan itu sudah punya profil pegawai calon penggantinya. Itu jika memungkinkan diperluas uji kompetensinya sehingga nanti selain untuk kebutuhan rotasi promosi pimpinan juga mengetahui profil pegawai untuk didudukan, ditempatkan pada tempatnya Yang sesuai," tandasnya Dr Asro'i M.Pd 

Sementara menurut Kepala Biro AUAK IAIN Cirebon, Ir Hj Sunarini, M.Kom ini adalah kegiatan Assessment bagi calon peserta untuk menduduki  jabatan administrator yaitu Kabag Umum dan Layanan Akademik. 

"Jadi ini memang satu tahapan yang harus dilalui kalau kita mau mengisi kekosongan jabatan untuk administrator, dan nanti ini akan kita kirimkan hasilnya ke Sekretaris Jenderal sebelumnya kita rapatkan di internal yaitu lewat Baperjakat. Siapa 3 orang dari 4 orang yang ikut seleksi ini yang akan kita kirimkan ke sana. Nanti ditetapkan oleh Pak Sekjen," terangnya. (din)

Selasa, 28 Februari 2023

Dekan FUA Berikan Penghargaan Empat Mahasiswa Tercepat Tuntas Penulisan Artikel Ilmiah

 

FOKUS CIREBON, FC - Fakultas Ushuluddin dan Adab IAIN Syekh Nurjati Cirebon memiliki komitmen untuk meningkatkan kapasitas keterampilan academic writing di lingkungan mahasiswa.

 Dr. Anwar Sanusi, M.Ag., Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab IAIN Syekh Nurjati Cirebon mengawal langsung kegiatan academic writing. 

“Kemampuan keterampilan academic writing menjadi tantangan akademisi termasuk mahasiswa. Ananda para mahasiswa utusan masing-masing program studi diharapkan memiliki pengalaman publikasi artikel di jurnal ilmiah,” ungkapnya.

Anwar Sanusi selaku dekan Fakultas Ushuluddin bahkan langsung memberikan penghargaan pada 4 mahasiswa tercepat tuntas penulisan artikel ilmiah pada kegiatan Academic Writing Fakultas Ushuluddin dan Adab IAIN Syekh Nurjati Cirebon berupa buku Pemikiran Politik Islam karya Dekan FUA.

Empat Mahasiswa tersebut yakni Raka Ramandita Jurusan Bahasa dan Sastra Arab, Khilda Minhatul Maula Jurusan Ilmu Hadis, Muhammad Ali Jurusan Sejarah Peradaban Islam dan Abdul Hamid Mahasiswa Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir.

Kegiatan Academik Writing dilaksanakan dengan menghadirkan Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung beserta teh Fikra, teh Fitri dan Vera. 

“Kami sangat senang dapat melaksanakan tindak lanjut kerja sama,” tutur Dr. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag., Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Materi kegiatan meliputi latihan penulisan artikel ilmiah tahap demi tahap pada 25-26 Februari 2023. Sebelumnya pada 13-24 Februari penyampaian materi kerapian dalam penulisan artikel ilmiah, tutorial penggunaan manajemen Mendeley, dan penyusunan topik-topik penelitian. Sedangkan materi pasca latihan mencakup peninjauan naskah artikel melibatkan ahli bidang ilmu dan pengiriman naskah ke jurnal untuk kepentingan publikasi ilmiah.

Peserta sebanyak 30 mahasiswa yang merupakan delegasi atau utusan masing-masing program studi. 

Adapun nama-nama peserta kegiatan Academic Writing Fakultas Ushuluddin dan Adab IAIN Syekh Nurjati Cirebon yaitu: Muhammad Ali (Sejarah Peradaban Islam); Hapiz Ilham Maulana (Ilmu Hadis); Mia Rahmayanti (Ilmu Hadis); Rofingatun Nguluwiyah (Sejarah Peradaban Islam); Tiara citra anggraini (Bahasa dan Sastra Arab); Pasya Komala Hizriastuti (Tasawuf dan Psikoterapi); Raihan Athaya Mustafa (Aqidah dan Filsafat Islam); Dea Mumtazah Anggraeni (Bahasa dan Sastra Arab); Rizqi Alfarel (Aqidah dan Filsafat Islam); Nurlelah (Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir); Raka Ramandita (Bahasa dan Sastra Arab); Aminaturrahma (Bahasa dan Sastra Arab); Melly Wahyuni (Tasawuf dan Psikoterapi); Ummu Aiman (Bahasa dan Sastra Arab); Imas Dariah ( Sejarah Peradaban Islam); Khoirul Anam (Ilmu Hadits); Khilda Minhatul M (Ilmu Hadits); M Zulfan Nur Ramadhan (ilmu hadis); Muhammad Alamuliman (Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir); Salma Mumtazah (Sejarah Peradaban Islam); Abdul Hamid (Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir); Anisa Fadilla Az Zahra (Aqidah dan Filsafat Islam); Silfa Tamami S (Aqidah dan Filsafat Islam); Lisa Halizah (Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir); Fajar Abdul Rahman (Sejarah Peradaban Islam); Nurfadilah (Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir); Sandy Aji Suhada (Aqidah Filsafat Islam); Alfiyah Makarrim (Tasawuf dan Psikoterapi); Ainun Ni'mah Sorayya (Tasawuf dan Psikoterapi); dan Tyara Salsa Hidayat (Tasawuf dan Psikoterapi).

Pelaksanaan kegiatan Academic Writing dikawal langsung oleh Dekan, para wakil Dekan, para Ketua dan Sekretaris Prodi, dan pengelola jurnal. Kegiatan ini diharapkan berjalan sesuai target yang telah disusun dalam Terms of Reference (TOR). 

Senin, 27 Februari 2023

Video Viral Korban Terbakar dalam Peristiwa Kebakaran Arjawinangun, Dipastikan Hoaks

KABUPATEN CIREBON - Video penemuan korban terbakar yang belakangan viral dan dinarasikan sebagai korban kebakaran di pabrik busa PT. Aiyi Indonesia Internasional Desa Kebonturi, Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon, dipastikan hoaks.

Dalam video itu, menunjukkan seorang pria merekam banyaknya korban jiwa yang terbakar akibat insiden kebakaran tersebut, sambil menghitung jumlah korban. Walaupun tidak disebutkan lokasi kejadian tersebut, namun banyak yang menarasikan sebagai korban kebakaran pabrik busa di Arjawinangun, yang terjadi pada Senin 27 Februari 2023 kemarin.

Tim Saber Hoaks Kabupaten Cirebon, melalui akun instagramnya @cirebonkabsaberhoaks, menyebutkan bahwa video tersebut bukan merupakan korban kebakaran di pabrik busa Arjawinangun.

"Melainkan peristiwa kebakaran pabrik kembang api di Tangerang Banten," tulis akun tersebut.

Penanggungjawab Tim Saber Hoaks Kabupaten Cirebon sekaligus Kepala Diskominfo Kabupaten Cirebon, Bambang Sudaryanto, SH, MH menuturkan bahwa peristiwa kebakaran pabrik kembang api tersebut, terjadi pada 26 Oktober 2017. Namun, video itu kembali disebar bersamaan dengan kebakaran yang terjadi di Arjawinangun.

Selain itu, ujar Bambang, kepastian bahwa adanya korban jiwa pada peristiwa kebakaran di Arjawinangun adalah bohong, karena pihaknya telah mendapatkan informasi dari pihak kepolisian, bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

"Selain videonya memang salah, polisi juga sudah menyatakan tidak ada korban jiwa," ujar Bambang, Kamis (2/3/2023).

Ia juga menambahkan, informasi hoaks itu bukan hanya informasi yang memang sengaja dibuat untuk menyesatkan. Namun terkadang, ada juga informasi hoaks yang bersumber dari konten asli, tetapi dipadankan pada informasi yang salah.

"Dalam kasus ini, videonya memang benar, tapi informasinya yang salah," jelas Bambang.

Ia pun menambahkan, Saber Hoaks Kabupaten Cirebon yang diinisiasi oleh Diskominfo Kabupaten Cirebon, terus berupaya memberikan pemahaman dan penjelasan kepada masyarakat tentang informasi hoaks. 

Dalam pelaksanaannya, Saber Hoaks juga menggandeng Relawan TIK Kabupaten Cirebon, untuk menjadi bagian tim verifikasi informasi dari aduan warga yang masuk.

"Kami menggandeng Relawan TIK Kabupaten Cirebon untuk menjadi bagian Tim Saber Hoaks Kabupaten Cirebon, serta unsur masyarakat lainnya," ujar Bambang.

Sementara itu, Ketua Relawan TIK Kabupaten Cirebon, Akhmad Rofahan mengatakan, peristiwa-peristiwa besar yang sedang terjadi, berpotensi menjadi korban penyebaran hoaks.

Ia menyebut, banyak hoaks bermunculan biasanya pada saat terjadinya sejumlah peristiwa/bencana yang terjadi di Jawa Barat beberapa waktu lalu. Penyebaran hoaks ini, tentunya sangat meresahkan.

Biasanya, motif penyebaran informasi hoaks yang dilakukan oleh masyarakat, yaitu selain dirinya tidak mengetahui informasi itu salah, mereka juga ingin menjadi orang yang paling pertama mengabarkan informasi terbaru.

"Karena ingin jadi yang terdepan mengabarkan, mereka lupa untuk melakukan verifikasi kebenarannya terlebih dahulu," kata Rofahan.

Ia juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat, bahwa penyebaran hoaks bisa mendapatkan konsekuensi hukum. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk tidak cepat menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya.

"Kalau infonya belum jelas atau sumbernya tidak bisa dipercaya, jangan disebarkan," lanjut Rofahan.

Ia menambahkan, bagi warga yang ingin mengadukan atau mempertanyakan tentang kevalidan suatu informasi, bisa melalui media sosial resmi Saber Hoaks Kabupaten Cirebon, baik itu di Instagram (@cirebonkabsaberhoaks), maupun Facebook (Saber Hoaks Kabupaten Cirebon). (Nur)

Top 15 Mahasiswa Ushuluddin dan Adab IAIN Syekh Nurjati Cirebon Berhasil Menulis Artikel

FOKUS CIREBON, FC - Sebanyak 15 Mahasiswa berhasil tuntas menulis artikel ilmiah terstandar. Keberhasilan ini dicapai melalui kegiatan Academic Writing yang digelar oleh Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon. Acara dilaksanakan di Aula Lt. 5 Gedung Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) IAIN Syekh Nurjati Cirebon Sabtu-Minggu, 25-26 Februari 2023.

Kampus Unggul Terkemuka Dr. Anwar Sanusi, M.Ag., Dekan FUA IAIN Syekh Nurjati Cirebon, adalah sosok yang menginisiasi kegiatan Academic Writing for Student. Agenda ini khusus dilaksanakan bagi mahasiswa FUA IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

“Mahasiswa mesti mendapat dukungan fasilitas untuk mengembangkan kapasitas keterampilan. Salah satunya keterampilan menulis artikel untuk tujuan publikasi di jurnal ilmiah,” ungkapnya.

“Kampus unggul bisa terwujud melalui produktivitas publikasi ilmiah. Jika mahasiswa berhasil mempublikasikan artikel di jurnal ilmiah, tentu hal itu merupakan prestasi dan keunggulan,” lanjutnya.

“Kami optimis mahasiswa mampu menulis artikel dan mempublikasikannya di jurnal ilmiah. Academic Writing yang secara khusus diperuntukan bagi kalangan mahasiswa merupakan upaya menuju kampus terkemuka,” tuturnya.

Melatih Penggunaan Mendeley Kegiatan Academic Writing meliputi pra, pelaksanaan, dan pasca. Materi pra mencakup kerapian dalam menulis, penggunaan Mendeley, dan penyampaian modul latihan.

“Kerapian menjadi prinsip utama dalam menulis artikel ilmiah. Penggunaan manajemen pengutipan Mendeley sangat penting untuk kerapian tulisan dan validitas referensi. Mahasiswa kita arahkan supaya mampu mengoperasikan Mendeley. Juga diarahkan untuk menggunakan acuan modul latihan,” papar Dr. Anwar Sanusi, M.Ag.

Saat pelaksanaan, mahasiswa dilatih praktik menulis artikel menggunakan acuan modul terstandar. Modul ini mencakup tahapan mulai Tahap 1 sampai Tahap 11. Setelah mahasiswa tuntas menulis artikel, dosen melakukan Re-See untuk meninjau kembali mana area yang harus dipotong, ditambah, dan ditata ulang.

65% Peserta Tuntas Menulis Artikel Peserta sebanyak 30 Mahasiswa yang merupakan utusan dari masing-masing program studi di lingkungan FUA IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Yaitu Jurusan Sejarah Peradaban Islam (SPI), Jurusan Ilmu Hadis (IH), Jurusan Bahasa dan Sastra Arab (BSA), Jurusan Tasawuf dan Psikoterapi (TAPSI), Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam (AFI), dan Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT).

Kegiatan Academic dilaksanakan secara hybrid yaitu model online (tanggal 21-24 Februari) dan model offline (tanggal 25-26 Februari). Di masa pra pelaksanaan berhasil 3 (tiga) Mahasiswa tuntas menulis artikel tanggal 24 Februari. Yaitu Raka Ramandita Jurusan BSA, Khilda Minhatul Maula Jurusan IH, dan Muhammad Ali Jurusan SPI.

Disusul tuntas menulis 6 (enam) Mahasiswa tanggal 26 Februari, yaitu Abdul Hamid Jurusan IAT, Khoirul Anam Jurusan IH, Mia Rahmayanti Jurusan IH, Aisyah Jurusan IH, Nurlelah Jurusan IAT, dan Rofingatun Nguluwiyah Jurusan SPI.

Lalu disusul pula oleh 6 (enam) Mahasiswa, yaitu Aminaturrahma Jurusan BSA, Salma Mumtazah Jurusan SPI, Ummu Aiman Jurusan BSA, Imas Dariah Jurusan SPI, Rizqi Alfarel Jurusan AFI, dan Silfa Tamami Solihati Jurusan AFI. Keenam peserta ini hanya tersisa penyempurnaan Tahap 10 dan Tahap 11.

Jadi seluruhnya ada 15 Mahasiswa yang dinyatakan tuntas menulis artikel terstandar. Bahkan, sisanya ada 4 (empat) Mahasiswa telah sampai Tahap 6, yaitu Hapiz Ilham Maulana Jurusan IH, Alfiyah Makarrim Jurusan TAPSI, Nurfadilah Jurusan IAT, dan Raihan Athaya Mustafa Jurusan AFI.

“Sebanyak 65% mahasiswa tuntas menulis artikel terstandar. Sebelumnya peserta 30 orang tapi di tengah jalan ada yang mengundurkan diri 7 orang karena alasan sakit dan terkendala tidak punya laptop. Jadi total jumlah peserta 23 orang dan berhasil tuntas menulis 15 orang,” ungkap Dr. Anwar Sanusi, M.Ag.

Kegiatan dilaksanakan dengan strategi Writing Sprints di mana peserta mengerjakan tahapan secara balapan. Tiap tahap ada juara sebagai tercepat mengerjakan penulisan artikel ilmiah.

Kegiatan Academic Writing menggandeng Fakultas Ushuluddin (FU) UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Ini merupakan agenda tindak lanjut kerja sama antara FUA IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan FU UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Dr. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag., Dekan FU UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengaku senang bisa melaksanakan tindak lanjut kerja sama. “Ini merupakan bentuk kolaborasi yang menghubungkan potensi-potensi mahasiswa secara strategis,” tutur Dekan FU UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Dekan FU UIN Sunan Gunung Djati Bandung menerjunkan Tim Kelas Menulis yaitu Hidayatul Fikra, Susanti Vera, dan Fitriani. Ketiganya bertugas menjadi fasilitator dalam kegiatan Academic Writing. Mereka adalah pengelola jurnal-jurnal mahasiswa di FU UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Peserta yang telah tuntas menulis artikel diarahkan menjadi pendamping untuk teman-temanya yang sedang mengerjakan tahapan. Karena target kegiatan Academic Writing ini seluruh peserta harus tuntas menulis.

Selanjutnya, para peserta Academic Writing disiapkan untuk membagikan pengalamannya kepada adik-adik angkatan. Para peserta lulusan pelatihan mendapat tugas untuk membentuk Kelas Menulis.

Dari Kelas Menulis itu pasti dihasilkan sumber daya terlatih dalam pelaksanaan penelitian, penulisan artikel dan publikasi ilmiah. Bukan itu saja tetapi mahasiswa akan aktif dalam kegiatan konferensi dan pengelolaan jurnal ilmiah.

“Penulisan yang dikerjakan oleh mahasiswa telah memenuhi standar. Sehingga dipastikan 15 artikel mahasiswa hasil kegiatan Academic Writing terbit di jurnal ilmiah dalam waktu yang tidak akan lama lagi,” tutur Dr. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag., Dekan FU UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Kegiatan Academic Writing mendapat dukungan penuh dari jajaran pengelola jurusan, dosen-dosen, dan pengelola jurnal FUA IAIN Syekh Nurjati Cirebon. “Kegiatan ini menjadi rintisan pembentukan Kelas Menulis menuju kampus unggul terkemuka,” pungkas Dr. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag.

Dekan FUA IAIN Cirebon Resmi Membuka Kegiatan Workshop Pengembangan Life Skill dan Enterprenership

FOKUS CIREBON, FC - Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon Membuka secara resmi kegiatan Workshop Pengembangan Life Skill dan Enterprenership bagi mahasiswa.

Anwar Sanusi mengatakan bahwa kegiatan ini hadir atas kegelisahannya menghadapi tantangan dunia akademik sehingga dirinya menggandeng Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung Dr. Wahyudi Darmalaksana, M.Ag sebagai pemateri dalam kegiatan penulisan Journal. 

Mahasiswa Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung sudah 800 mahasiswa yang berhasil menulis di journal baik sinta maupun scopus.

Maka kegiatan ini tentunya sangat diharapkan bisa membawa perubahan dalam menulis journal bagi mahasiswa FUA IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Kegiatan ini menghadirkan mahasiswa dari pengurus SEMA, DEMA dan HMJ serta mahasiswa perwakilan darii setiap jurusan. Kehadiran mereka tentu menjadi harapan bagi Fakultas Ushuluddin dan Adab membawa perubahan akademik mahasiswa dalam menulis di journal.  

Acara pembukaan kegiatan Academic Writing for Student dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Ushuluddin dengan di damping beberapa Ketua jurusan di lingkungan Fakultas Ushuluddin dan beberapa dosen pengelola journal. 

Bertindak sebagai MC Ananda Viviyen Jensifa Harahap dari Jurusan Hukum Tata Negara Fakultas Syariah, dan dirigen oleh ayu amalia dari jurusan Perbannkkan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam serta qoriah Ananda Rossa mahasiswa Ilmu Hadis.

Mahasiswa Jurusan Sejarah Peradaban Islam (SPI), Bahasa dan Sastra Arab (BSA), Aqidah Filsafat Islam (AFI), Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), Ilmu Hadis (ILHA), dan Tasawuf Psikoterafi sangat antusias mengikuti sehingga ini menjadi indikator keberhasilan program Academic Writing for Student. (din)


Minggu, 26 Februari 2023

Rapat Kerja HMJ IQTAF Periode Baru, Kajur IAT Pentingnya Kolaborasi

FOKUS CIREBON, FC - Pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (HMJ IQTAF) Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA) IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar Rapat Kerja (Raker). Selasa, 21 Februari 2023.

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Gedung FDKI ini resmi dibuka oleh Ketua Jurusan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, H. Muhammad Maimun, M.A., M.Si,. (09/02/2023).

Raker kali ini mengusung tema 'Aktualisasi Program Kerja yang Optimal Demi Terciptanya HMJ IQTAF yang Progresif dan Aktif'. Dengan adanya Raker ini diharapkan program kerja yang sudah dibentuk sebelumnya bisa berjalan dengan optimal agar terciptanya HMJ IQTAF yang progresif dan aktif sesuai dengan tema yang diusung kali ini.

Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana, Hilal Faqieh Fadhilah mengatakan Raker ini menjadi ajang untuk kita membuka lembaran baru di kepengurusan kali ini dan untuk membenarkan kepengurusan sebelumnya.

"Raker ini adalah ajang kita untuk memulai langkah baru, untuk memulai lembaran baru di kepengurusan yang sekarang, dan juga membenarkan kepengurusan yang lama di kepengurusan sebelumnya," ucap Faqieh.

Fachry Maulana Rivaldi, Ketua umum HMJ IQTAF Periode 2023-2024, dalam sambutannya mengatakan bahwa seperti yang dikatakan oleh kajur IAT, jadikan IAT sebagai rumah dimana sebagai pengurus harus bisa untuk merealisasikannya.

“HMJ Ibarat sebuah perahu dimana kita semua sebagai awak kapal nya, dan ketika di tengah laut perahunya bocor kita perbaiki bareng-bareng, dan ketika perahunya diterjal ombak kita hadapi bareng-bareng, dan itulah yang pak maimun maksud sebagai rumah," ucapnya.

Dalam sambutan berikutnya, Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA) yang berhalangan hadir dan diwakili oleh wakilnya, Fahmi Jauharudin mengatakan bahwa dalam rapat kerja harus menjalankan beberapa prinsip dimana di dalamnya ada kepentingan HMJ untuk lebih maju lagi dan harus akuntable.

“Diharapkan dengan prinsip-prinsip tersebut gerbong kepengurusan kali ini, HMJ IQTAF mampu melaksanakan program kerja yang kongkrit dan memuaskan semua pihak di akhirnya," Jelas Fahmi.

Kemudian, Ketua Jurusan IAT, H. Muhammad Maimun, M.A., M.Si, menekankan pentingnya kolaborasi terutama untuk meningkatkan konten di media sosial yang ada, karena ciri khas dari program studi di IAT itu mengenai digital dan multimedia.

“Saya berharap yang mempunyai keahlian media terkait tentang tekniknya, bagi teman-teman yang punya bahan konten ada rekomendasi yaitu kolaborasi, karena tidak ada manusia yang hidupnya sukses sendiri pasti perlu untuk berkolaborasi," ucap Maimun.

Rekam Jejak Sugianto Anak Petani Tulen Yang Jadi Guru Besar Hukum

Prof Dr H.E.Sugianto, SH, MH Guru Besar Besar Hukum


CIREBON - Kisah Prof Dr H, E. Sugianto, SH, MH yang sukses menggapai mimpi menjadi akademisi,  ternyata lahir dari keluarga petani. Sugianto sendiri merupakan anak lelaki satu-satunya dari 8 perempuan bersaudara yang tinggal di Perkampungan Desa Gantar, Kec Gantar, Kabupaten Indramayu. 

Namun sebagai anak lelaki, Sugianto tidak pernah merasa berkecil hati, walaupun tinggal di wilayah perkampungan Indramayu Barat.

Kisahnya dimulai dari masa anak-anak, di masa kecil ini, Sugianto tak pernah bermimpi menjadi akademisi atau dosen di Perguruan Tinggi. Hal ini di dilatarbelakangi oleh rasa "minder" karena menjadi anak Petani Tulen.

Di usianya yang sudah cukup, Sugianto kemudian bercita-cita ingin menjadi TNI  AD yang dipandangnya begitu gagah di mata Sugianto. Pada tahun 1992, cita-cita tersebut kemudian diwujudkan setelah lulus kuliah S1 Hukum pada Fakultas Hukum UNPAS Bandung. Sugianto mendaftar AKABRI di Kodam III Siliwangi dengan Ijazah  S1. Tetapi keberuntungan belum berpihak kepadanya, Sugianto pun gagal saat dalam tes wawancara .

Setelah gagal tes masuk AKABRI, pada tahun 1994, Sugianto melamar menjadi dosen Fakultas Hukum UNTAG'45 Cirebon dan rupanya berhasil hingga mengajar  sampai tahun 2006.

Dikisahkan kembali, pada tahun 1996 sebelumnya, Sugianto melabuhkan hatinya pada seorang wanita yang dinikahinya dan dikaruniai 5 anak, yakni 4 anak perempuan dan 1 anak laki-laki. Dari 5 buah hati ini, pasangan suami istri, Sugianto dengan Hj Tintin Rostiani menjadi keluarga yang sakinah dan bahagia.

Kemudian pada tahun 2021, dengan Ijazah S2 Hukum yang dimiliki, Sugianto ikut mendaftar seleksi calon dosen STAIN Cirebon. 

“Kebetulan saat itu hanya dibutuhkan dosen mata Kuliah Hukum. Alhamdulilah lulus dan bekerja sampai sekarang sebagai dosen IAIN Syekh Nurjati Cirebon," tutur Prof Dr H.E. Sugianto SH, MH saat mengupas riwayat hidupnya.

Kemudian pada tahun 2011 Sugianto Lulus Doktor Hukum 'S3' Pasca Sarjana UNISBA Bandung dengan Gelar Doktor Hukum ”Kompetensi Keilmuan HTN & OTD“.

Pasca lulus Doktor Hukum 'S3', tak membuat Sugianto berhenti dan puas dengan gelar 'S3' yang disandangnya. Sugianto dengan kegigihan dan tanggung jawabnya, kemudian juga sebagai  tuntutan akademisi, pada tahun 2020  dilantik dan dikukuhkan menjadi Guru Besar, yakni Profesor Hukum.
                 
Menurut Sugianto, dalam perjalanan karir akademisnya, banyak sudah yang dilakukan dan diikutinya. Seperti pada tahun 2016, dirinya mengikuti Pendidikan “Diklat  Kepemimpinan"  PPRA (Program Pendidikan Reguler Angkatan) Lemhanas RI di Jakarta dengan peserta berjumlah 108 orang dari berbagai negara. "Alhamdulilah lulus dengan meraih Sertifikat," ucapnya. 

Menurut Sugianto, kelulusan ini secara pribadi semakin membuat percaya diri, apalagi seorang dosen perguruan tinggi harus berwawasan luas, baik nasional maupun global, sehingga ini menjadi  kekuatan Networking (jaringan), untuk membangun sinergitas dan kolaborasi sesama alumni Lemhanas RI di manapun berada.

”Kuncinya tetap komunikasi dan silaturahmi. Apalagi alumni 'IKAL'  Lemhanas termasuk banyak di Lingkungan Kementerian Agama RI," katanya. 

Sugianto juga menjelaskan, saat selama menjadi dosen, saat itu tahun 2005 dan  masih STAIN Cirebon, dirinya dipercaya  Pimpinan sebagai Ketua Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum (LKBH) hingga tahun 2010. Kemudian tahun 2011-2014, Ia dipercaya sebagai Wakil Dekan III Fakultas Syariah IAIN Syekh Nurjati Cirebon di bawah kepemimpinan Rektor Prof Dr H Maksum Muktar, M.Ag.

Di tahun 2017-2019, di bawah kepemimpinan Dr H Sumanta M.Ag, Sugianto juga dipercaya sebagai Ketua Team Rektor untuk Percepatan Pembangunan (TRUPP) kampus IAIN.

"Selama itu alhamdulilah IAIN Cirebon mendapatkan Hibah tanah dari Pemprov Jabar seluas seluas 4,9 Hektar dan Pemda Indramayu seluas 18 Hektar,“ ujar Sugianto mengingat hasil kerja kerasnya di TRUPP.

Kemudian, kata Sugianto, surat penyerahan, surat pernyataan Pemda Indramayu yang ditandatangani PLT Bupati H.Taufik Hidayat, kemudian diserahkan pada Kementerian Agama oleh ASDA II H.Maman Kostaman. Tanah tersebut terletak di Blok Ciputat Terisi Indramayu.

Kemudian pada tahun 2018 melakukan koordinasi dengan Dirjen AHU Kemenag RI, Prof Nizar Ali, yang merupakan senior Sugianto di Pendidikan Lemhanas RI. Prof Nizar Ali sendiri sebagai Sekjen di Kemenag RI, dan atas izin Prof Nizar Ali, Sugianto mencoba mengawal tanah hibah untuk Embarkasi Haji di Loh Bener Indramayu dengan luas 10 hektar.

"Saat itu Bupati Indramayu nya adalah Hj Ana Shopana dan alhamdulilah sudah terwujud pembangunan Embarkasi Haji," terangnya. 

Kemudian pada tahun 2019-2023, Sugianto juga dipercaya oleh Rektor Dr H SumantaM.Ag sebagai Ketua Program Studi Magister & Doktor Hukum (HKI) Pasca Sarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

"Saat ini saya memberanikan diri ikut kontestasi Pilrek dalam Pencalonan Rektor periode 2023-2027 (ini yang kedua kali), semoga Allah Ridhoi dan berkahi, amin," tutup Prof Dr H Sugianto SH MH. (din)

Sabtu, 25 Februari 2023

Bupati Cirebon Hadiri Pembukaan Muswil ke-21 Muhammadiyah Jawa Barat

KABUPATEN CIREBON - Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag menghadiri pembukaan Musyawarah Wilayah ke-21 Muhammadiyah Jawa Barat di Stadion Ranggajati Sumber, Sabtu (25/02/2023).

Kegiatan Muswil kali ini mengusung tema "Memajukan Jawa Barat, Mencerahkan Indonesia" akan membahas mengenai isu-isu strategis, evaluasi, sekaligus penetapan calon ketua dan calon anggota Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) periode 2022-2027.

Dalam sambutannya, Bupati Imron mengucapkan terima kasih kepada Muhammadiyah atas peran besarnya dalam bidang dakwah, pendidikan serta pembangunan di Kabupaten Cirebon.

"Terima kasih kepada Muhammadiyah, atas perannya dalam bidang dakwah, pendidikan dan lainnya dalam kemajuan Kabupaten Cirebon," kata Imron.

Ia mengatakan, bahwa Muswil ini diharapkan bisa memberikan motivasi dan inovasi, serta keteladanan dalam melaksanakan tata kelola berorganisasi sebagai wujud turut serta membangun bangsa.

Imron juga menuturkan, bahwa Muswil ini juga diharapkan bisa dijadikan sebagai salah satu moment penting untuk bisa merealisasikan cita-cita para pendiri Muhammadiyah, serta menghasilkan keputusan yang tepat.

"Semoga dengan adanya Muswil ini bisa menghasilkan keputusan-keputusan yang tepat, bisa membawa generasi muslim yang beriman, ilmiah, berwawasan kebangsaan serta selalu menjaga keutuhan NKRI," ujar Imron.

Rangkaian kegiatan yang berlangsung dari tanggal 24 s/d 26 Februari 2023 tersebut, dihadiri pula Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, serta Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy yang juga sebagai Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Pendidikan dan Kebudayaan. (din)

Bupati Berserta Jajaran Gotong Royong Bersihkan Sport Center Watubelah

CIREBON -  Sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon dan sejumlah perwakilan perangkat daerah Kabupaten Cirebon, bergotong royong membersihkan area Sport Center Watubelah Sumber, Jumat (24/2/2023).

Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag mengatakan, gotong royong ini sebagai salah satu permulaan pemanfaatan Sport Center Watubelah oleh Pemkab Cirebon sebagai persiapan peringatan Hari Jadi ke-541 Kabupaten Cirebon, yang rencananya akan berlangsung mulai tanggal 5 Maret 2023 mendatang.

"Setelah kegiatan peringatan hari jadi nanti, Sport Center Watubelah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berolahraga," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Cirebon, Wahyu Tjiptaningsih, SE, M.Si menuturkan, Pemkab Cirebon sudah menyiapkan anggaran guna optimalisasi perbaikan Sport Center Watubelah ini.

"Ada anggaran untuk Sport Center Watubelah ini, diharapkan nanti bisa dirasakan keberadaannya oleh masyarakat," kata Ayu.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, Hilmy Riva'i mengungkapkan, bahwa pada tahun ini telah dianggarkan dana untuk perbaikan Sport Center Watubelah sebesar Rp10 miliar.

"Dengan anggaran Rp10 miliar ini, minimalnya Sport Center ini nantinya bisa digunakan untuk sepak bola dan jogging," ujar Hilmi.

Selain itu, pihaknya juga sedang mengajukan anggaran sebesar Rp250 miliar untuk perbaikan Sport Center Watubelah. Walaupun menurut Hilmi, idealnya anggaran perbaikannya adalah sebesar Rp500 miliar.

Jika anggaran tersebut bisa didapatkan, maka perbaikan bisa dilakukan secara maksimal. Nantinya, pihaknya merencanakan akan memindah sebanyak 30 cabang olahraga (cabor) di tempat ini.

"Kalau perbaikannya maksimal, maka 30 cabor itu akan kita pindah kesini (Sport Center Watubelah)," sambung Hilmi. (Bam)

Jumat, 24 Februari 2023

Angka Stunting Turun 13 Persen, Komisi III Apresiasi DP3APPKB Kota Cirebon

CIREBON, FC – Komisi III DPRD mengapresiasi kinerja DP3APPKB Kota Cirebon dalam menurunkan jumlah kasus stunting. Sebab saat ini persentasenya berkurang sampai 13 persen.

Hal itu diungkapkan Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon, Benny Sujarwo, usai rapat kerja bersama DP3APPKB di Griya Sawala gedung DPRD, Kamis (23/2/2023). Dalam pertemuan yang dihadiri Anggota Komisi III seperti H Hendi Nurhudaya, Hj Neneng Sri Daiyah SE dan Cicih Sukaesih ini, sempat dibahas beberapa program unggulan dari perangkat daerah tersebut.

Benny menjelaskan, DP3APPKB memiliki peran yang penting dalam pembangunan masa depan Kota Cirebon. Apalagi instansi tersebut telah berkontribusi menurunkan angka stunting dari 30 persen di tahun sebelumnya menjadi 17 persen pada 2023.

“Kita menjadi salah satu kota yang bisa menurunkan angka stunting sampai di atas 10 persen. Kita menjadi empat terbaik se-Jawa Barat,” kata Benny usai rapat.

Melihat capaian kinerja yang baik, lanjut Benny, Komisi III mendorong agar Pemda Kota Cirebon menjadikan DP3APPKB sebagai instansi prioritas. Di mana mereka sangat memerlukan dukungan baik dari segi pemenuhan sumber daya dan anggarannya.

Dengan demikian, maka target Kota Cirebon menurunkan angka stunting menjadi 12 persen pada 2024 bisa terwujud. “Kita harus mengapresiasi ini. Kami dari Komisi III mendorong agar target di 2024 itu, angka stunting kita turun lagi pada angka 12 persen,” ujar Benny.

Sementara itu, Kepala DP3APPKB Kota Cirebon, Suwarso Budi Winarno SAP MSi menerangkan, salah satu program unggulan yang menjadi prioritas instansinya adalah berkaitan dengan percepatan penurunan stunting.

Di Kota Cirebon, sambung Suwarso, pihakya punya pekerjaan rumah untuk menjaga dan menurunkan angka stunting di bawah 14 persen yang menjadi target nasional.

“Tahun kemarin 30,6 persen prevalence, sekarang bisa 17 persen. Artinya turun 13 persen. Tapi itu masih di bawah target nasional yang mengharuskan 14 persen,” katanya.

Di samping itu, DP3APPKB memfokuskan diri untuk mempersiapkan generasi Kota Cirebon yang akan datang. Khususnya melalui pemenuhan dan perlindungan hak anak.

“Kalau pada programnya diterjemahkan dalam kota layak anak, meliputi empat cluster seperti dari sisi hukum, kesehatan dan sebagainya. Paling penting tentang perlindungan anak. Jangan sampai anak-anak kita masuk ke klaster kelima, perlu perlindungan khusus,” katanya.

Lantik 12 Pejabat Baru, Bupati Minta Bisa Bersinergi Secara Produktif

KABUPATEN CIREBON -  Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag melakukan pengambilan sumpah dan melantik pejabat pimpinan tinggi pratama dan pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon, bertempat di Pendopo Bupati Cirebon, Jum'at (24/2/2023).

Dalam sambutannya, Imron mengatakan bahwa rotasi pejabat di lingkungan ASN merupakan hal yang biasa. Sehingga harapannya setelah dilantik, pejabat yang dirotasi dapat langsung bekerja sesuai perundang-undangan.

"Di samping harus mampu mengemban seluruh aktivitas maupun tugas-tugas administratif, saudara juga harus mampu mengambil langkah-langkah strategis, mampu berkoordinasi, berkomunikasi, dan bersinergi secara produktif," ujar Imron.

Hasil dari proses rotasi ini sudah melalui tahapan uji kompetensi dan menjadi acuan untuk penempatan bagi pejabat baru tersebut.

"Pengangkatan saudara-saudara telah melalui uji kompetensi dan seleksi terbuka yang ketat dan telah dilaporkan, serta telah mendapatkan rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN)," lanjut Imron.

Berikut ini nama-nama pejabat Eselon II Kabupaten Cirebon yang baru saja dilantik oleh Bupati Cirebon :

1. Deni Nurcahya, sebelumnya Kepala Disbudpar kini menjadi Kepala Pelaksana BPBD

2. Abraham Mohamad, sebelumnya Kepala Dinas Ketahanan Pangan kini menjadi Kepala Disbudpar

3. Bambang Sudaryanto, sebelumnya Staf Ahli Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan kini menjadi Kepala Diskominfo

4. Avip Suherdian, sebelumnya Kepala Dispora kini menjadi Staf Ahli Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan

5. Erus Rusmana, sebelumnya Kepala DPMD kini menjadi Kepala DKPP

6. Ikin Asikin, sebelumnya Sekretaris DPRD kini menjadi Kepala Dispora

7. Asep Pamungkas, sebelumnya Kepala Dinas Pertanian kini menjadi Sekwan

8. Alex Suheriyawan, sebelumnya Kepala Pelaksana BPBD kini menjadi Kepala Dinas Pertanian

9. Nanan Abdul Manan, sebelumnya Kepala Diskominfo kini menjadi Kepala DPMD

10. Hafid Izwahyudi, sebelumnya Kabag Organisasi kini menjadi Asisten Perekonomian dan Pembangunan

11. Indra Fitriani, sebelumnya Camat Gegesik kini menjadi Kepala Dinsos

12. Sudiharjo, sebelumnya Sekretaris Disdik kini menjadi Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Setda Kabupaten Cirebon

Sedangkan, nama-nama pejabat fungsional yang juga dilantik oleh Bupati Cirebon yaitu :

1. Casta, jabatan baru : Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Madya pada Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cirebon.

2. Nana Mulyana, jabatan baru : Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Madya pada Bidang Promosi dan Ekonomi Kreatif Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cirebon. (Nur)

Kabupaten Cirebon Raih Trofi Penghargaan Badan Publik Informatif

 

KABUPATEN CIREBON - Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag menerima trofi penghargaan sebagai Badan Publik kategori Pemerintah Kabupaten/Kota Informatif Tahun 2022 dari Komisi Informasi (KI) Jawa Barat, bertempat di Pendopo Bupati Cirebon, Jum'at (24/2/2023). 

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Ketua KI Jawa Barat, H. Ijang Faisal, serta disaksikan pula oleh Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Cirebon, Nanan Abdul Manan dan Ketua KID Kabupaten Cirebon, Moch. Idrus beserta jajaran.

Menurut Imron, penghargaan ini menjadi indikator bahwa Kabupaten Cirebon terus berupaya dalam mengelola keterbukaan informasi publik, karena hal ini merupakan bagian terpenting dalam pelayanan publik. 

"Memang selama ini, Kabupaten Cirebon berupaya memenuhi amanah Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang KIP," ujar Imron

Imron menambahkan, bahwa kebutuhan masyarakat akan informasi semakin meningkat, sehingga harus diikuti dengan pelayanan informasi yang profesional dari pemerintah, yang dalam hal ini PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi). 

"Untuk itu, PPID harus menguasai banyak informasi tentang pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan publik melalui berbagai inovasi, salah satunya digitalisasi," lanjut Imron.

Di tempat yang sama, Ketua KI Jawa Barat, H. Ijang Faisal menjelaskan, penghargaan yang diraih Kabupaten Cirebon lantaran telah memiliki perangkat yang mudah diakses masyarakat, seperti website dan media sosial yang dimiliki perangkat daerah.

"Kemudahan masyarakat mengakses informasi, menjadi salah satu pertimbangan, sehingga Kabupaten Cirebon menjadi badan publik informatif," ujarnya. 

Ijang berharap, Pemkab Cirebon mampu mempertahankan capaian ini, sehingga memotivasi daerah lain di Jawa Barat untuk belajar dan mengadopsi inovasi yang dilakukan Pemkab Cirebon. 

"Semoga bisa dipertahankan. Kami minta KID Kabupaten Cirebon terus bersinergi dengan semua badan publik di Kabupaten Cirebon," pungkas Ijang. (Hiafid)

Kamis, 23 Februari 2023

Sejumlah Harga Bahan Pokok di Kabupaten Cirebon Mulai Alami Penurunan Harga

Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag saat meninjau langsung harga pasar 


KABUPATEN CIREBON -- Sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Cirebon mulai mengalami penurunan harga. Seperti yang terjadi di Pasar Cipejeuh, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon.

Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag yang memimpin langsung peninjauan harga pasar mengatakan, bahwa beberapa harga bahan pokok seperti beras, bawang, cabai dan lainnya sudah mengalami penurunan.

"Tadi kita cek harga pasar, ternyata harganya sudah alami penurunan," ujar Imron, Kamis (23/2/2023).

Imron menuturkan, pihaknya memang setiap minggu secara rutin melakukan pengecekan harga pasar. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi inflasi yang terjadi. Apalagi, ujar Imron, dalam waktu dekat ini akan masuk bulan puasa.

Pihaknya juga siap untuk melakukan operasi pasar, jika terdapat harga kenaikan bahan pokok yang signifikan. Pemkab Cirebon akan menggandeng Bulog untuk melaksanakan kegiatan tersebut.

"Kalau harganya naik, kita nanti lakukan operasi pasar," kata Imron.

Juni (40), pedagang Pasar Cipejeuh menuturkan, bahwa harga bawang dan cabai sudah mulai alami penurunan. Ia menyebut, harga cabai rawit yang sebelumnya mencapai Rp30.000,00 per kilo, saat ini dijual dikisaran Rp20.000,00 per kilo.

Selain itu, harga cabai merah beauty yang sebelumnya mencapai Rp45.000,00 per kilo, saat ini sudah turun menjadi Rp36.000,00 per kilonya. Harga lainnya yang juga mengalami penurunan, yaitu bawang merah.

"Bawang merah sebelumnya Rp40.000,00 per kilo, sekarang Rp25.000,00 per kilonya," ujar Juni.

Walaupun banyak yang mengalami penurunan harga, namun ada juga yang mengalami kenaikan, seperti harga tomat dan harga cabai rawit.

Juni menyebut, harga tomat sebelumnya Rp7.000,00 per kilo, sekarang menjadi Rp10.000,00 per kilonya. Kenaikan juga dialami cabai kriting, yang sebelumnya dijual dengan harga Rp40.000 00 per kilo, sekarang naik menjadi Rp60.000,00 per kilonya.

"Penurunan dan kenaikan harga ini, terjadi sejak seminggu lalu," sambung Juni. (Hanin)

Kunker ke Jakarta, Bupati Sambangi Kantor PBB dan Bappenas

KABUPATEN CIREBON -- Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI di Jakarta, Rabu (22/02/2023).

Dalam kunjungan ke kantor PBB, Bupati Imron membahas mengenai penanganan stunting dan kemiskinan yang ada di Kabupaten Cirebon.

Pertemuan tersebut, salah satunya membahas tentang solusi yang bisa dilakukan untuk penanganan kasus tersebut.

"Tadi kita diterima oleh perwakilan dari PBB, membahas tentang stunting, kemiskinan dan gender," ujar Imron.

Sementara itu, kunjungan Bupati Cirebon ke Kantor Bappenas RI, didampingi juga oleh Komisi 3 DPRD Kabupaten Cirebon. Kunjungan tersebut membahas tentang pembenahan infrastruktur di Kabupaten Cirebon.

Imron mengatakan, bahwa kunjungannya ke Bappenas bersama DPRD Kabupaten Cirebon itu, untuk mengusulkan adanya penambahan anggaran untuk infrastruktur jalan dan lainnya.

"Ke Bappenas, kita mengusulkan adanya peningkatan anggaran untuk infrastruktur, kesehatan, pendidikan dan lainnya," jelas Imron.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Teguh Rusiana menuturkan, bahwa kedatangannya bersama Bupati Cirebon ke Bappenas, untuk mendengarkan penjelasan arah kebijakan pusat dan provinsi.

Selain itu, pihaknya juga menyampaikan terkait kondisi infrastruktur di Kabupaten Cirebon yang membutuhkan dukungan dari pusat.

"Namun ada beberapa kriteria yang tidak bisa diakomodir oleh negara, yaitu dalam hal indeks keuangan fiskal daerah," kata Teguh.

Walaupun begitu, pihaknya tetap optimis dan akan terus mengusahakan infrastruktur di Kabupaten Cirebon menjadi yang terbaik. (Maulana)