Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 21 April 2023

Sambut Idul Fitri 1444 H, Pengurus Surau Al Munawwar Adakan Kegiatan Takbir Keliling

MALAM KEGEMBIRAAN : Luapkan rasa syukur atas kemenangan satu bulan penuh dalam melaksanakan puasa di bulan suci ramadhan, warga Dusun Suka Damai, Desa Air Saga yang dilaksanakan Pengurus Surau Al Munawwar.



KABUPATEN BELITUNG, FC - Malam Idul Fitri 1444 H menjadi kegembiraan tersendiri bagi para warga di Dusun Suka Damai, Desa Air Saga. Melalui rasa syukur ini, Pengurus Surau Al Munawwar mengadakan gema takbir keliling di lingkungan Surau Al Munawwar.

Kegiatan tersebut dalam rangka menyambut hari Raya Idul Fitri dan kegiatannya melibatkan 4 Kepala RT di lingkungan Dusun Suka Damai Desa Air Saga.

"Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan Pengurus Surau Al Munawwar pada setiap menyambut hari Raya Idul Fitri maupun Idul adha," kata Farid Wajdi, tokoh masyarakat setempat.

Faris juga menjelaskan, pada agenda tahun ini berbeda dengan kegiatan sebelumnya, karena pada tahun ini panitia yang tergabung dalam Kepengurusan Surau Al Munawwar mengemas kegiatan ini menjadi ajang perlombaan yang diikuti oleh peserta dari masing-masing RT dan warganya.

Adapun peserta yg mengikuti lomba tersebut adalah Ketua RT 03 beserta warganya, Ketua RT 04 beserta warganya, Ketua RT 05 beserta warganya, Ketua RT 06 beserta warganya yang terdiri dari anak-anak dan orang dewasa.

Ketua Surau Al Munawwar, Rachmad mengatakan, bahwa tujuan kegiatan ini adalah melestarikan budaya positif yang sudah ada dan untuk mempererat hubungan silaturrahmi antara Ketua RT dan warga di lingkungan Surau Al Munawwar dan Dusun Suka Damai.

Sementara menurut Ketua Ikatan Qori-Qori'ah dan Hafidz- Hafidzoh (IPQAH) Kabupaten Belitung Feri Firdaus S.Pd.I menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan tersebut dengan memberikan support berupa piala bergilir dan uang pembinaan kepada para pemenang.

"Ya, para anggota IPQAH terlibat langsung dalam penjurian," jelas Feri Firdaus S.Pd.I kepada media.

Feri Firdaus juga menjelaskan terkait  kriteria penilaian lomba, di antaranya  meliputi tanda pengenal peserta (spanduk/ papan identitas), Kreatifitas, Jumlah peserta dan lainnya. 

"Alhamdulillah, animo masyarakat sangat luar biasa dalam menyambut baik kegiatan ini, hal itu dapat dilihat dari para Ketua RT dan warga yang sudah berkumpul mempersiapkan konsep dan bergotong royong sebelum kegiatan tersebut dilaksanakan.


Sedangkan rute yang akan dilewati, ujar Feri Firdaus, Start dimulai dari jalan Munir sebagai titik kumpul di Surau Al Munawar, Gang Barda, kemudian Jalan  Air Serkuk, Pak Tahau dan kembali Finish di Jalan Munir, yakni di lokasi Surau Al Munawwar. (din)


Selasa, 18 April 2023

IRMASHUDA Ciheurang adakan Santunan dan Buka Bersama Anak Yatim & Dhu’afa

Kegiatan bukber dan pembagian santunan bersama anak yatim dan dhuafa di Masjid Miftahul Huda Ciheurang, Desa Munjul.


MUNJUL, FC – Ikatan Remaja Masjid Miftahul Huda Ciheurang atau yang disingkat IRMASHUDA CIHEURANG Kembali mengadakan kegiatan santunan dan buka bersama anak yatim serta dhuafa, yang dilaksanakan di halaman Masjid Miftahul Huda Ciheurang, Desa Munjul, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Selasa (18/4/2023).

Kegiatan tersebut rutin dilaksanakan setiap bulan Ramadan. Pada bulan Ramadan 1444 H, IRMASHUDA memberikan santunan kepada 100 Anak Yatim dan Dhuafa. kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Habib Ali Ausath bin Yahya, DKM Masjid Miftahul Huda dan Masyarakat Ciheurang.

Ketua Pelaksana, Moh A’ip Saepul Rohman menyatakan ucapan terima kasih untuk semua pihak yang terlibat dalam acara santunan dan buka bersama anak yatim serta dhu’afa.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan berpartisipasi dalam kegiatan  ini, semoga semua amal baik dicatat Allah SWT sebagai amal salih” ungkapnya

Selain itu dalam wawancara bersama salah satu pengurus IRMASHUDA, Dea Arsita menyatakan bahwa kegiatan santunan dilaksanakan sebagai wadah bagi orang orang  khususnya pemuda yang ingin menyisihkan rezekinya.

“Santunan dan buka bersama ini, rutin kita laksanakan setiap tahun sekali, tepatnya dibulan Ramadan, adapun kegiatan santunan bertujuan untuk membantu anak yatim serta dhu’afa, dan santunan juga sebagai wadah bagi orang orang khususnya para pemuda untuk menyisihkan rezekinya”ungkapnya.

Pembina IRMASHUDA, Bapak Asep Saefudin,M.Pd berharap kegiatan santunan dan buka bersama ini terus dilaksanakan dengan istiqomah setap tahunnya. “saya berharap kegiatan ini bisa terus dilaksanakan setiap tahunnya", katanya. (Alim)

Senin, 17 April 2023

Diktis Kementerian Agama RI Luncurkan Program Sindikasi Media

FOKUS CIREBON, FC - Pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama, Prof Dr Ahmad Zainul Hamdi MAg menyatakan bahwa Diktis meluncurkan program sindikasi media.

Menurut Prof Dr Ahmad Zainul Hamdi bahwa sindikasi media tersebut bertujuan untuk mewarnai diskursus ruang publik tentang keagamaan di Indonesia yang moderat.

Dipaparkannya, kampus yang berada di bawah naungan Diktis Kementerian Agama berjumlah 59 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan 877 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS).

“Kalau saya bisa mengoptimalisasi suara kekuatan dari seluruh kampus yang berada di bawah naungan Diktis ini, itu bisa mewarnai diskursus ruang publik tentang keagamaan di Indonesia, pasti akan diwarnai dengan diskursus keagamaan yang moderat,” ujar Zainul kepada wartawan saat menghadiri focus group discussion (FGD) IAIN Cirebon di salah satu hotel di wilayah Cirebon, Senin, 17 April 2023.

Karena, menurut Zainul, PTKIN dan PTKIS merupakan pihak yang memiliki otoritas untuk bicara tentang keagamaan yang moderat.

“Kampus-kampus perguruan tinggi keislaman pasti narasinya itu adalah moderat, bahkan cenderung progresif,” terangnya.

Namun, dirinya pun menyoroti, konten-konten yang banyak beredar di media sosial adalah yang menyuarakan kebencian.

Untuk itu, Zainul mempertanyakan kemana suara-suara PTKI yang berdiri di bawah naungan Kementerian Agama tersebut.

“PTKI itu kampus yang wacananya terlalu ilmiah dan elit, produk-produk keilmuan itu dalam bentuk formal seperti skripsi, tesis, disertasi, jurnal ilmiah,” jelasnya.

Karena itu, di kepemimpinannya ini Zainul menekankan kepada seluruh PTKI membuat kanal baru untuk membumikan suara-suara moderat melalui media populer.

Konten yang dipublish di media tersebut harus dikemas dengan ringan dan bisa menjangkau ruang publik yang lebih luas dan tidak segmented.

“Melalui apa, yaitu melalui sindikasi media. Itu seluruh PTKI yang pilot project-nya di PTKIN saya minta untuk membuat media keislaman populer online,” tegasnya.

Media tersebut, Zainul menegaskan, tidak boleh jalan sendiri-sendiri, melainkan harus berjejaring sehingga akan menjadi media network seluruh PTKIN seluruh Indonesia.

“Itu salah satu yang sedang kita kerjakan. Memang belum terorkestrasi dengan baik, tapi hampir semua kampus sudah memilikinya,” akunya.

Zainul mengungkapkan, PTKI tidak akan kekurangan konten karena banyak yang banyak bisa digali, seperti dari ribuan skripsi, tesis, disertasi, jurnal, dan lainnya. “Kalau konten pasti banyak. Jadi ini adalah soal kemauan. Nah, di bawah saya ini harus mau!,” tegasnya. (din)

Bupati Cirebon Pastikan Mudik Lebaran Tahun Ini Berjalan Lancar

 

CIREBON - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag berharap, arus mudik pada Hari Raya Idul Fitri 1444 H ini berjalan lancar. Antisipasi dilakukan pemerintah daerah bersama sejumlah pihak untuk memastikan kelancaran momen tersebut.

Imron menyebutkan, dalam upaya memastikan kelancaran saat arus mudik Lebaran 2023, pemerintah daerah mengoperasikan 60 pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) dan 12 rumah sakit di Kabupaten Cirebon.

Selain itu, lanjut Imron, pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) juga mendirikan posko kesehatan yang disebar seluruh jalur mudik Kabupaten Cirebon, mulai dari jalur arteri, jalur wisata, hingga jalur tol.

“Diharapkan, mudik sekarang berjalan dengan baik dan lancar,” kata Imron saat apel gelar pasukan Operasi Ketupat Lodaya di Mapolresta Cirebon, Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon, Senin (17/4/2023).

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Arif Budiman menyebutkan, dalam Operasi Ketupat Lodaya 2023, jumlah personel yang dikerahkan sebanyak 1.661 orang. Ribuan orang itu akan berjaga selama 18 April sampai dengan 1 Mei 2023.

Ditambahkan Arif, Polresta Cirebon mendirikan 16 posko pelayanan yang tersebar di 12 jalur arteri, 3 di jalur tol, dan di Mapolresta Cirebon. Seluruhnya berada di perbatasan Indramayu, Kuningan, Majalengka, hingga Brebes, Jawa Tengah. 

“Personel juga akan melayani warga Kabupaten Cirebon yang mudik saat lebaran, karena ada ribuan warga Kabupaten Cirebon yang berada di luar kota akan pulang ke kampung halamannya," ujar Arif. (din)

Gebyar Ramadan di Desa Kalipasung, Pemkab Cirebon Salurkan CPP kepada 503 Warga

KABUPATEN CIREBON -- Pemerintah Kabupaten Cirebon menggelar Gebyar Ramadan sekaligus menyalurkan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) kepada 503 warga di Desa Kalipasung, Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon, Senin (17/4/2023).

Penyaluran CPP sendiri sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah kepada warganya. Dalam acara tersebut, Pemkab Cirebon juga memberikan bantuan rutilahu, permodalan dan bantuan untuk para petani dan sebagainya.

Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, SE, M.Si mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian Hari Jadi ke-541 Kabupaten Cirebon, serta Gebyar Ramadan 1444 Hijriah.

Menurut Ayu--sapaan akrab Wabup, CPP ini salah satunya untuk menekan inflasi yang ada di Kabupaten Cirebon. Pasalnya, sejumlah komoditi mulai mengalami kenaikan.

"Ini kan mendekati Hari Raya Idul Fitri, sehingga kebutuhan pokok, seperti beras, telur, cabai, minyak dan lainnya mengalami kenaikan. Jadi, dengan adanya Gebyar Ramadan dan CPP ini setidaknya pemerintah bisa membantu meringankan beban masyarakat," kata Ayu.

Ia mengungkapkan, pemerintah akan selalu hadir di tengah masyarakat. Apalagi dengan adanya kenaikan harga kebutuhan pokok ini menjelang Hari Raya Idul Fitri.

"Kami membantu masyarakat untuk mendapatkan harga kebutuhan pokok yang tidak terlalu mahal, sehingga kami dari Pemkab Cirebon hadir di tengah masyarakat," ungkap Ayu.

Ayu menjelaskan, pihaknya juga memberikan bibit cabai untuk diberikan kepada Tim Penggerak PKK Desa Kalipasung. Hal tersebut dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan di masyarakat.

"Setidaknya dengan adanya bantuan bibit cabai ini, mereka bisa menanam di pekarangan rumah, memanfaatkan lahan yang ada. Serta tidak khawatir kalau harga naik, karena sudah memiliki cadangan sendiri dirumahnya dan bisa membantu keuangan keluarga," jelas Ayu.

Di tempat yang sama, Camat Gebang Kabupaten Cirebon, Iman Santoso mengucapkan banyak terimakasih atas dipilihnya Desa Kalipasung sebagai lokasi acara Gebyar Ramadan 1444 Hijriah.

"Selain pemberian bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), ada juga bantuan rutilahu, anak yatim piatu dan bantuan lainya. Semoga bantuan ini bisa bermanfaat untuk masyarakat, khususnya Desa Kalipasung," singkatnya. (din)

Menjadi Program Prioritas Utama Menteri Agama, Tahun 2023 UINSSI Segera Terwujud

FOKUS CIREBON, FC - Direktur Diktis Kementerian Agama, Prof Dr Ahmad Zainul Hamdi MAg bersama Rektor IAIN Cirebon, Prof Dr Aan Jaelani MAg  dalam kegiatan FGD Review Grand Design UINSSI 2023, bertempat di salah satu hotel di wilayah Cirebon, Senin, 17 April 2023.

Dalam keterangan pers nya, Prof Dr Ahmad Zainul Hamdi M.Ag menyatakan, bahwa IAIN Cirebon menjadi perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI) yang istimewa.

Karena, kampus keagamaan Islam negeri satu-satunya di wilayah III Cirebon ini ditunjuk Kementerian Agama menjadi kampus siber pertama dan satu-satunya di lingkungan kementerian setempat.

Kemudian, transformasi lembaga IAIN Cirebon menjadi Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Indonesia (UINSSI) segera terwujud di tahun 2023 ini.

Menurut Direktur Diktis Kementerian Agama, Prof Dr Ahmad Zainul Hamdi MAg ini, UINSSI menjadi program prioritas Menteri Agama.

“IAIN Cirebon ada IAIN yang istimewa karena terpilih sebagai lembaga yang terpilih untuk mengimplementasikan program prioritas Menteri Agama,” kata Zainul kepada wartawan, Senin, 17 April 2023.

Diungkapkan Zainul, ada 2 alasan UINSSI menjadi program prioritas Menteri Agama, Pertama, sebagai bentuk kehadiran negara untuk memberikan pemerataan pendidikan ke seluruh wilayah Indonesia.

Pasalnya, faktanya hingga kini masih banyak masyarakat yang terkendala faktor geografis dan ekonomi belum mendapat layanan pendidikan yang baik, terutama di luar pulau Jawa.

Kemudian yang kedua adalah banyak juga warga negara Indonesia yang bekerja di luar yang ada waktu untuk mendapatkan pendidikan setingkat sarjana atau S1.

Maka, Zainul menerangkan, dibuatlah suatu kebijakan untuk menjawab kedua tantangan tersebut melalui konsep universitas siber atau UINSSI ini.

“Infrastruktur di IAIN Cirebon ini sangat memadai. Bahkan menurut sejumlah pakar di bidang pendidikan jarak jauh, infrastruktur di IAIN Cirebon ini sudah sangat memadai, kita telah memiliki 8 studio dengan perangkat yang sangat baik,” katanya.

Tidak hanya itu, transformasi menjadi UINSSI ini pun dibarengi dengan peningkatan kompetensi dosen di IAIN Cirebon. “Sudah ada ratusan dosen yang sudah lulus pelatihan dan telah memiliki kompetensi sebagai tutor di dalam kelas, yaitu memiliki kompetensi menyusun modul digital, konten kreator, itu sudah ada ratusan,” terangnya.


Sementara itu, Rektor IAIN Cirebon, Prof Dr Aan Jaelani MAg mengungkapkan, sebagai rintisan menuju UINSSI ini pihaknya telah membuka sejumlah prodi yang menggelar pendidikan jarak jauh (PJJ).

“Kita sudah memiliki prodi PJJ PAI dan sejumlah prodi PJJ non lainnya. Semoga tahun 2023 ini wujud UINSSI ini semakin riil,” tandasnya. (din/Adv)

Sabtu, 15 April 2023

Kabupaten Cirebon Peringkat ke-2 Terbaik dalam Bubos ke-7 Tingkat Jawa Barat

 

KABUPATEN CIREBON -- Pemerintah Kabupaten Cirebon menghadiri acara puncak Bulan Suci Berbagi on The Street (Bubos) ke-7 tingkat Jawa Barat secara daring di Pendopo Bupati Cirebon, Sabtu (15/4/2023).

Acara puncak Bubos 7 tingkat Jawa Barat ini diikuti oleh kepala daerah di 27 kota/kabupaten. Dan dalam kegiatan ini, Kabupaten Cirebon mendapatkan peringkat ke-2 terbaik dalam pelaksanaannya.

Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang sudah ikut melaksanakan program Bubos 7 ini. Ia juga mengatakan, bahwa dengan program dari Gubernur Jawa Barat ini, Bubos 7 mengajarkan kita untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

"Kabupaten Cirebon dinobatkan menduduki peringkat ke-2 pelaksanaan Bubos ke-7, terbanyak tingkat Jawa Barat," kata Imron.

Imron menjelaskan, penobatan peringkat ke-2 ini tidak luput dari peran serta semua pihak. Seperti untuk Rantang ASN sebanyak 15.274, Rantang Forkopimda 3.550, Rantang Komunitas 2.500, Rantang Pramuka 3.100 dan Rantang PKK 21.600.

"Total Rantang Cinta pada program Bubos 7 tingkat Kabupaten Cirebon terkumpul 45.824 yang dibagikan kepada masyarakat," jelas Imron.

Ia berharap, program Bubos ini terus berkelanjutan. “Tidak mesti menunggu bulan puasa, tetapi bisa dilakukan kapan saja,” sambung Imron.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, H. Ridwan Kamil yang akrab disapa Kang Emil ini, mengatakan bahwa Bubos 7 ini diinisiasi saat dirinya masih menjabat sebagai Walikota Bandung. Sehingga, ketika menjabat Gubernur Jabar, Kang Emil bersama Ibu Cinta (Atalia Praratya) meneruskan program tersebut.

"Bubos diinisiasi saat kami masih menjabat Walikota Bandung. Hari ini, saya bahagia acara Bubos bisa terlaksana dengan baik," ujar Kang Emil. 

Ia menjelaskan dalam program Bubos 7 ini, Rantang Cinta telah memecahkan Rekor Muri sebanyak 1.442.425 yang telah dibagikan kepada masyarakat yang tersebar di 27 kota/kabupaten di Jawa Barat.

"Dari angka tersebut, terbanyak pertama adalah Kabupaten Subang dan kedua Kabupaten Cirebon. Dan acara Bubos ke-7 ini juga dilakukan oleh komunitas Pasundan dari Lampung, NTB, Jepang dan Australia," ungkap Kang Emil.

Senada dengan Kang Emil, Atalia Praratya, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jabar juga mengatakan, bahwa program ini diharapkan terus dilakukan, tidak hanya di Jawa Barat, namun seluruh wilayah di Indonesia.

Selain itu, kata Atalia, selain memberikan Rantang Cinta atau makanan untuk berbuka puasa, Bubos juga memiliki sejumlah program. "Kami keliling untuk memberikan Rantang Cinta, ada bedah rumah, pengobatan gratis dan juga ada program pendidikan," ujarnya. (Ara)

Kuatkan Moderasi Beragama, Rektor IAIN Prof Aan Jaleni Bakal Buat Kurikulum dan Masuk Pada Mata Kuliah

Stafsus Menteri Agama RI, Dr Muhammad Nuruzzaman saat memberikan materi pada kegiatan Seminar Nasional tentang moderasi beragama dalam menghadapi tantangan globalisasi di era digital.


CIREBON, FC - Staf Khusus (Stafsus) Menteri Agama RI, Dr Muhammad Nuruzzaman, S.Ag, M.Si menjadi pembicara pada seminar nasional tentang moderasi beragama yang digelar di Gedung SBSN, FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebo, Lantai 5, kampus setempat, Sabtu, (15/4/2023). 

Dalam seminar ini, Stafsus Nuruzzaman tidak hanya membedah data aktifitas keagamaan di Indonesia tetapi juga bagaimana aktifitas keagamaan di media sosial, hal ini sangat berpengaruh terhadap kondite sosial masyarakat dan kebangsaan dalam keberagamaan di Indonesia.

Stafsus Nuruzzaman juga menyinggung soal moderasi beragama di lingkungan Perguruan Tinggi. Di mana menurut Nuruzzaman perguruan tinggi harus lebih memanfaatkan media sosial agar bisa membanjiri konten yang moderat.

Sehingga PTKIN, bukan saja mencetak lulusan intelektual Islam yang mumpuni, tetapi juga siap dalam digitalisasi, terutama media sosial. 

"IAIN Syekh Nurjati Cirebon harus mampu mencetak lulusannya menjadi intelektual Islam yang mumpuni dan menguasai media sosial," pinta Stafsus Nuruzzaman.

Apalagi IAIN Cirebon dalam waktu dekat akan menjadi UIN Siber, maka harus tertantang dalam memformula lulusannya karena membawa nama Siber. Sehingga pengaruh digitalisasi terutama media sosial sangat dahsyat terutama bagi perguruan tinggi itu sendiri. 

Demikian juga pengaruh globalisasi digital terhadap moderasi beragama, menurut Stafsus Nuruzzaman, bahwa dewasa ini pola pikir seseorang yang kemudian terimplementasi dipengaruhi oleh apa yang dilihat di media sosial. 

Maraknya paham fundamentalis agama di media sosial dan minimnya konten dan pembahasan moderasi beragama di media sosial membuat paham ini semakin menjamur yang kemudian memberikan dampak buruk terhadap toleransi beragama. 

"Jadi PTKIN harus ikut serta menggaungkan moderasi beragama di media sosial yang dimiliki semaksimal mungkin, karena media sosial efektif digunakan dalam mengikis paham konservatif dan menumbuh kembangkan paham beragama yang moderat," ucapnya.

Stafsus Nuruzzaman juga menjelaskan, bahwa moderasi beragama menjadi program Kementerian Agama Republik Indonesia. Bahkan tidak hanya menjadi  prioritas tetapi juga menjadi program Program Jangka Menengah Nasional (PJMN). 

Terkait moderasi beragama ini, kata Nuruzzaman karena muncul tiga tantangan, pertama kelompok yang klaim kebenaran dan ini berlaku pada semua agama. Yang kedua adalah tantangan pemahaman keagamaan yang tidak selaras dengan konsep kebangsaan, seperti Pancasila, UUD'45 dan lainnya dan mereka menolak bahkan ingin mendirikan NKRI Syariah, atau khilafah islamiyah (negara Islam). Tantangan yang ketiga ekstrimisme beragama, atau beragama berlebihan, seperti misalnya shalat di jalan raya, padahal kita banyak masjid dan mushola atau bisa dilakukan jamak atau qhosor dan masalah-masalah lainnya.

Selain munculnya tantangan, jelas Stafsus Nuruzzaman, harus mengetahui apa itu moderasi beragam dan ini terdapat 4 indikator, pertama orang beragama tapi tidak melanggar konsesus beragama. Kedua toleran, yakni tidak hanya menghargai perbedaan tetapi mau bekerjasama dengan orang yang berbeda atau perbedaan ini. Kerjasama ini bukan yang bersifat prinsip tetapi lebih bersifat sosial. Ketiga tidak melakukan kekerasan dan Keempat menghargai budaya lokal yang tidak bertentangan, Seperti misalnya wayang yang menjadi media keberagamaan saat itu dan saat ini menjadi warisan budaya, kearifan lokal.

Lalu tantangannya apa ?, lanjut Nuruzzaman, tantangan umat Islam saat ini adalah jumlah penduduk Indonesia selama 25 tahun mendatang terus meningkat yaitu dari 238,5 juta pada tahun 2010 menjadi 268 074,6 juta pada tahun 2019 dan mencapai 305,6 juta pada tahun 2035.

Kemudian presentase penduduk Indonesia yang tinggi di pulau Jawa terus menurun dari sekitar 57,4 persen pada tahun 2010 menjadi 54,7 persen pada tahun 2035.

Inilah komposisi demografi penduduk Indonesia dari aktif ke waktu semakin dinamis, hal ini berpengaruh terhadap komposisi dan karakter bangsa Indonesia.

Selain itu, Nuruzzaman juga menjelaskan, bahwa kita harus menguasai media sosial, karena sekarang saja Twitter memiliki tranding tertinggi, lalu kemudian disusul oleh tiktok. Bahkan kata Nuruzzaman nanti  pengguna smartphone diperkirakan mencapai 89 persen populasi pada 2025. 

Ditegaskan Nurzaman, bahwa aktifitas keagamaan di media sosial, itu moderat 17 Persen, teror 0,6 persen, radikal 40 persen, intoleran 43 persen. Kemudian Teror 1405, radikal 91,312, intoleran 98,231, dan moderat 38,229.

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag, dalam sambutannya menyatakan, pihaknya dalam moderasi beragama ini, sudah membuat rumah moderasi beragama dan akan membuat kurikulum moderasi beragama serta dimasukan ke dalam mata kuliah, karena moderasi beragama ini menjadi program prioritas Kementerian Agama Republik Indonesia. 

"Kalau kita melihat di dalam QS. Al Baqarah, kata moderasi beragama itu ummatan wasathon dan ini ada tiga, pertama Yaaron, bukan saja persepektif atau cara pandang tetapi perilaku untuk menjadi manusia yang baik atau sempurna. Maka yang kedua wasatho bermakna tengah-tengah atau moderat, yakni antara umat Yahudi, Nasrani dan munculah moderasi islam. Yang ketiga menggunakan kata adl, yakni menjadi manusia yang adil, buat untuk diri kita saja, tetapi adil juga untuk orang lain.

"Terimakasih kami sampaikan kepada Bapak Muhammad Nuruzzaman, Stafsus Kementerian Agama yang hadir di tengah-tengah kita dan juga atas bersilaturrahmi ini, dan semoga bisa menjadi keberlanjutan untuk membangun akademik dan kampus  kita ke depan," paparnya.

Sementara itu, hadir pada kegiatan ini, Staf Khusus (Stafsus) Kementerian Agama Republik Indonesia Dr Muhammad Nuruzzaman, S.Ag M.Si, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag, Warek 2, Prof Dr H Jamali, M.Ag, Warek 3, Prof Dr Hajam, M.Ag dan Direktur Pascasarjana, Prof Dr H Suteja M.Ag, serta Kepala Kantor Kementerian Agama se-wilayah 3 Cirebon. (din/Adv)



Perkuat Tri Dharma Perguruan Tinggi, Rektor IAIN Cirebon Hadiri FGD di Surakarta

FOKUS CIREBON, FC - Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon beserta jajaranya menghadiri acara Focus Group Discussion dalam rangka memperkuat Tri Dharma Perguruan Tinggi, kerjasama dan sharing pengalaman yang diselenggarakan di Hotel Sunan Surakarta. (15/04/2023).

FGD forum Pimpinan PTKIN Wilayah se Jawa Tengah Cirebon dan Ponorogo selama tiga hari mulai tgl 13 smp 15 April 2023. Adapun peserta acara FGD diikuti para Rektor, para kepala Biro, para Warek, para dekan,  dan para direktur pasca.

Prof.Dr.Mudhofar, M.Ag Rektor UIN Mas Said Surakarta sebagai ketua forum menyampaikan, Acara FGD tersebut bertujuan untuk saling bekerja sama dan saling sharing berbagi pengalaman dalam rangka memperkuat bidang Tri Dharma Perguruan dan sebagai forum silaturahmi antara pimpinan PTKIN. 

Dalam pertemuan tersebut membicarakan berbagai hal berkenaan dengan Persoalan- persolan aktual dan mencari solusi bersama.

Di samping itu Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M. Ag menyampaikan, ada beberapa program prioritas yang akan ditindaklanjuti antara lain penerapan MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) bagi program studi, percepatan kenaikan jabatan akademik dosen pasca regulasi Menpan & RB RI No. 1 Tahun 2023, keberlanjutan sistemik Tracer Study bagi alumni, pengembangan kewirausahaan bagi mahasiswa, dan akselerasi program prioritas Cyber Islamic University (CIU) di IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

“FGD Forum PTKIN Jawa Tengah, Cirebon dan Ponorogo ini untuk penguatan bidang akademik, keuangan, dan kelembagaan PTKIN. Forum ini untuk membangun kebersamaan untuk berkolaborasi dalam meningkatkan mutu akademik kampus”, ujarnya.

Acara forum FGD dibagi 3 Komisi, Komisi 1 beranggotakan para warek 1 dan para dekan merumuskan akademik berkenaan dengan kebijakan pelaksanaan MBKM, perkuliahan, penelitian dan pengabdian. Komisi 2 bidang ketenagaan dan keuangan berkenaan dengan PPPK, dosen kontrak, Tenaga kontrak dan UKT. Komisi 3 membahas kemahasiswaan dan kerja sama berkenaan beasiswa, MoU dengan realisasinya komposisi mahasiswa asing.

Untuk IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang hadir Rektor Prof.Dr.H.Aan Jaelani, warek 1 Prof.Dr.H.Jamali,  Warek 3 Prof.Dr.Hajam dan seluruh Dekan IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Adapun yang hadir dari PTKAIN di antaranya Prof.Dr.Imam Taufik Rektor UIN Walisongo Semarang. Prof.Dr.Zakiuddin/ Rektor UIN Salatiga, Prof.Dr.Mudofir Rektor UIN Surakarta, Prof.Dr.Aburahman Kasdi, Lc.M.Si Tektor IAIN KudusP, rof.Dr.Hj.Evi Muafah, M.Ag Rektor IAIN Ponorogo dan Prof.Dr.Zaenal Mustakim, M.Ag Rektor UIN KH.Abdurahman Wahid Pekalongan. (din)