Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 03 Juni 2023

Perpisahan Kelas IX Siswa SMPN 2 Lele Sukses dan Meriah

INDRAMAYU, FC - Acara perpisahan di SMPN 2 Lelea, Kabupaten Indramayu, terasa hangat dan meriah. Keakraban satu sama lain pun terjalin baik, bak keluarga besar hingga membuat acara berjalan khidmat dan sukses.

Tak hanya itu, hadir pada acara ini Camat Lelea Achmad Fauzie Romdhon, S.Sos.,M.Si, bersama Danramil Lelea Kapten Infantri Sugiyanto yang hadir pada acara Perpisahan Kelas IX di SMP Negeri 2 Lelea, Sabtu, 3 Juni 2023.

"Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Lelea Tutus Pramono, M.Pd dalam sambutannya berharap semoga para anak didiknya dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya, serta dapat mengharumkan nama SMP Negeri 2 Lelea dan membanggakan orang tua.

"Acara Perpisahan diisi dengan kegiatan siraman rohani yang di sampaikan oleh Ustadz Muhammad Zaky, S.Pd. Kepala Sekolah Tutus Pramono mengungkapkan, dengan diisi kegiatan siraman rohani semoga dapat membawa berkah bagi sekolah, para guru serta anak didik.

"Camat Lelea berharap semoga SMP Negeri 2 Lelea dapat menjadi kebanggaan Kabupaten Indramayu, khususnya Kecamatan Lelea, dengan terus menoreh segudang prestasi serta mengutamakan kualitas pendidikan untuk anak didiknya, pungkasnya. (Bambang)

Jumat, 02 Juni 2023

Tadris Bahasa Indonesia IAIN Cirebon Bangun Kerjasama dengan APPBIPA Thailand

Berada di Bangkok, Thailand, Ketua Tadris Bahas Indonesia dan para dosen mengikuti seminar dan membuka kerjasama sebagai upaya pengenalan, promosi dan pelatihan bahasa indonesia bagi warga Thailand.


FOKUS CIREBON, FC - Ketua Jurusan dan para dosen Tadris Bahasa Indonesia FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon mengikuti kegiatan Seminar Internasional APPBIPA ke-3 di KBRI Bangkok, Kerajaan Thailand tanggal 1-2 Juni 2023.

Adapun nama-nama yang dimaksud adalah sebagai berikut, Tato Nuryanto, M.Pd. (Ketua Jurusan Tadris Bahasa Indonesia) sebagai Pemakalah; Dr. Indrya Mulyaningsih, M.Pd. sebagai Narasumber; Dra. Tati Sri Uswati, M.Pd. sebagai Pemakalah; Lilik Herawati, M.A., M.Pd. sebagai Pemakalah; Rianto, M.Pd. sebagai Pemakalah, dan Veni Nurpadilah, M.Pd.l, sebagai pemakalah.

Menurut Ketua Jurusan Tadris Bahasa Indonesia Tato Nuryanto, M.Pd, 
Kegiatan tersebut merupakan 
upaya pengenalan, promosi, dan pelatihan bahasa Indonesia bagi warga Thailand yang dimotori oleh Kedutaaan Besar Republik Indonesia di Bangkok, Kerajaan Thailand yang berkantor di The Embassy of the Republic of Indonesia 600-602 Petchburi Road Ratchatewi, Bangok 10400, Thailand, (662)2523135-40.

Menurutnya, keberadaan Bahasa Indonesia memiliki fungsi untuk menyatukan bangsa Indonesia yang memiliki beragam suku, bahasa, budaya serta dapat menyatukan bangsa-bangsa di ASEAN dan EROPA melalui bahasa, seni, budaya, film, dan aneka keragaman kearifan lokal yang dimiliki oleh Indonesia.

Melalui momen baik ini, Ketua Jurusan Tadris Bahasa Indonesia FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Tato Nuryanto, M.Pd menandatangani Nota Kesepahaman bersama dengan Puji Leksono, Ketua APPBIPA Thailand yang beralamat di Naresuan University Faculty of Humanities Thapoo, Muang Phitsanulok 65000 Thailand.

"Kerjasama ini, untuk saling menunjang dalam melaksanakan tugas-tugas pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pembangunan masyarakat dan bangsa, serta untuk mendukung Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM)," terang Tato Nuryanto, M.Pd. (din)

Kamis, 01 Juni 2023

Gaungkan Moderasi Beragama, HMJ IQTAF Adakan Seminar Fiqih Multikultural

CIREBON, FC - Himpunan Mahasiswa Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (HMJ IQTAF) IAIN Syekh Nurjati Cirebon mengadakan Seminar Fikih Kontemporer pada Senin, 29 Mei 2023.

Acara tersebut mengusung tema 'Fiqih Multikultural Interaksi Antar Masyarakat di Era Globalisasi dalam Kacamata Fiqih' dengan pemateri Alwi Bani Rakhman, S.T.H.I, M.H.I., seorang Dosen dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang mengajar di Jurusan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir dan Jurusan Ilmu Hadis.

Acara seminar secara resmi dibuka oleh Abdul Azizul Hakim selaku Ketua Umum Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Ushuluddin dan Adab (UA).

Seminar Fikih Kontemporer ini merupakan seminar kedua yang diselenggarakan oleh Divisi Kajian dan Keilmuan HMJ IQTAF, sebagaimana yang telah diungkapkan oleh Ketua Pelaksana, Ratu Arabiah dalam sambutannya. 

"Acara ini, acara yang kedua dalam Divisi Kajian dan Keilmuan yang bulan lalu sudah diisi dengan Kajian Asbabun Nuzul," ungkap Ratu. 

Ketua Umum HMJ IQTAF, Fachry Maulana Rivaldi memaparkan tujuan diadakannya acara seminar ini di dalam sambutannya. Tujuan tersebut antara lain melaksanakan amanat dari Bapak H. Muhammad Maimun, M.A, M.Si. selaku Ketua Jurusan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, agar mengadakan sebuah acara dengan menyematkan konsep moderasi beragama, juga untuk melatih tiap individu agar mampu bermasyarakat dengan baik. 

"Beliau juga berpesan, tolong adain acara di HMJ, seminar atau apapun itu yang intinya menggaungkan moderasi beragama, dan Alhamdulillah sekarang terlaksana. Dan saya harap nanti teman-teman semua, karib-karib semua mengikuti acara ini dengan sampai selesai, karena bagaimanapun kita sebagai masyarakat yang sosial kita harus tahu bagaimana caranya kita bermasyarakat dengan masyarakat yang lain," ungkap Fachry. 

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi dan tanya jawab yang berlangsung selama lebih kurang 3 jam. (Wildan/Kontributor)

Tinjau Pelaksanaan UM-PTKIN 2023, Menag : Terbuka Bagi Semua Agama

 


SERANG, FC - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas hari ini meninjau pelaksanaan Sistem Seleksi Elektronik (SSE) Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) 2023 di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

Menag yang didampingi para Staf Ahli, Staf Khusus dan Tenaga Ahli ini mengapresiasi pelaksanaan seleksi yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia ini, karena ternyata tidak hanya diikuti oleh calon peserta beragama muslim saja.

“Saya mengapresiasi dalam UM-PTKIN tahun ini ada calon mahasiswa non muslim yang mengikuti ujian," kata Menag yang hadir didampingi Penasihat DWP Kemenag RI Eny Retno Yaqut, Selasa (30/5/2023).

Menteri Agama juga menyebutkan bahwa ujian masuk dilaksanakan secara online melalui sistem seleksi elektronik atau SSE agar objektif, adil, transparan, dan inklusif. “Seluruh peserta mendapatkan kesempatan yang sama untuk mendapatkan akses ke PTKIN tanpa memandang suku, asal daerah ataupun disabilitas,” tegas Menag.

Menag berharap UM-PTKIN tahun ini akan lebih baik dan memberikan hasil yang lebih valid dari tahun sebelumnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menag juga sempat menyapa para peserta serta mengecek sejumlah komputer dan jaringan internet untuk memastikan berjalannya SSE UM-PTKIN 2023 di UIN Banten.

SSE adalah aplikasi ujian yang menggunakan komputer (PC/Laptop). Melalui SSE, pelaksanaan ujian tidak lagi menggunakan kertas (paperless), baik untuk naskah soal maupun lembar jawaban.

Turut menyambut Menag, Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar, Wakil Ketua MPR RI Yandri Susanto, Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Wawan Wahyuddin, Wali Kota Serang dan Forkopimda Pemprov Banten.

Ketua Panitia Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru PTKIN Imam Taufiq menjelaskan bahwa dari 95.769 peserta, sebanyak 63 persen adalah peserta perempuan sisanya sebanyak 37 persen adalah laki-laki.

Dari sisi keagamaan, 98 persen beragama Islam dan 2 persen non muslim, terdiri dari 12 orang beragama Kristen, 2 orang beragama Hindu, Budha 2 orang, 1 orang beragama Katolik dan 7 orang penganut kepercayaan.

“Ini membuktikan bahwa UMPTKIN bersifat inklusif dan terbuka bagi semua agama” jelasnya.

Selain itu, UMPTKIN kali ini juga diikuti oleh 79 orang peserta difabel yang terdiri dari 22 orang tunadaksa, 29 orang tunagrahita, 16 orang tunanetra, 14 orang tunarungu dan 1 orang tunawicara. “Untuk peserta difable, panita akan melakukan pendampingan,” tambah Imam.

UMPTKIN akan berlangsung secara online-onsite selama 7 hari mulai 29 - 31 Mei dan 5 - 8 Juni 2023 di 59 titik lokasi ujian. “Setiap hari akan ada tiga sesi di setiap lokasi ujian dikalikan dengan jumlah peserta yang mendaftar di lokasi PTKI/N tersebut, sehingga jumlah sesi dimasing-masing titik lokasi berbeda-beda,” ungkapnya.

Imam menghimbau kepada para peserta untuk menggunakan kesempatan ini dengan sebaik mungkin dengan datang tepat waktu sesuai jadwal dan mengikuti semua tata tertib ujian. (din)

Viqia Wardana, Mahasiswa IAIN Cirebon Raih Medali Perak Dalam Ajang Olimpiade Sains Indonesia Tingkat Nasional

FOKUS CIREBON, FC - Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Viqia Sastrawardana, berhasil merebut piala perak pada kejuaraan Olimpiade Sains Indonesia 0.5 di Semarang. Mahasiswa semester 2, kelahiran Tanggerang 04 Juni 2004 ini, bangga dan bahagia karena berhasil mempersembahkan yang terbaik bagi kampusnya.

Kepada Fokus Cirebon, Viqia Sastrawardana mengaku sudah hampir satu bulan mempersiapkan diri dengan cara terus berlatih. Dia juga sudah sangat maksimal dalam laga ajang bergengsi ini, dengan bekal yang cukup dan motivasi yang kuat, Viqia terus berusaha untuk menjadi yang terbaik.

Kejuaraan Olimpiade Sains Indonesia 0.5 yang diselenggarakan oleh Divya Cahaya Prestasi dengan jumlah peserta 250 mahasiswa, bertarung kuat untuk menampilkan kemampuan terbaiknya. 

"Ya, saya membawakan materi terkait Interaksi Desa dan Kota, Dinamika Demografi, Konsep Geografi, Pembangunan Berkelanjutan, Dinamika Atmosfer, Dinamika Litosfer, Dinamika Hidrosfer, Tata kelola Ruang Kota dan Desa, Penanggulangan Bencana (Berbahasa Inggris), dan lainnya," terang Viqia.

Kendati demikian, Viqia mengaku bahwa lawan terberat pada ajang ini adalah Universitas Mataram, Universitas Negeri Yogyakarta, UIN Syarif Kasim Riau, tetapi dengan motivasi kuat, membuat pribadi yang sinergi dan inovatif, sehingga membuatnya Juara.

Dari perjuangan yang ditoreh dengan kesuksesan ini, Viqia dipenghujung percakapan dengan Fokus Cirebon berharap, pendidikan di negara Indonesia merata satu sama lain dan terus berkembang, sehingga menciptakan inovatif dan motivatif bagi kalangan pelajar. (din)



Rabu, 31 Mei 2023

Bupati Cirebon Lepas 366 Calon Jemaah Haji Kloter 4

KABUPATEN CIREBON -- Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag bersama istri, Dra. Hj. Nunung Roosmini, melepas 366 calon jemaah haji asal Kabupaten Cirebon di Asrama Haji Watubelah, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Rabu (31/5/2023).

Dalam sambutannya, Imron menyampaikan selamat kepada ratusan warga Kabupaten Cirebon, yang pada hari ini akan bertolak ke tanah suci untuk melaksanakan salah satu rukun Islam tersebut.

“Calon jemaah haji ini adalah orang-orang pilihan. Apalagi, saat ini daftar tunggu haji di Kabupaten Cirebon itu 23 tahun,” kata Imron.

Imron berpesan, kepada seluruh calon jemaah haji untuk menjaga kesehatan selama ibadah berlangsung. Hal ini dikarenakan cuaca di Arab Saudi tercatat mencapai 40 derajat celcius atau lebih panas dari Indonesia.

Menurutnya, calon jemaah harus mengikuti seluruh arahan dan petunjuk dari petugas pembimbing haji, agar tetap lancar selama proses ibadah serta kembali pulang dalam kondisi sehat.

“Arab saat ini sedang panas sekali. Dipastikan akan kaget, jemaah haji harus ikuti perintah pendamping, karena semua orang sedunia hadir di sana,” ujar Imron.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Cirebon, Dr. H. Moh. Ahsan, M.Ag menyebutkan, jumlah calon jemaah haji asal Kabupaten Cirebon yang berangkat pada 2023 ini sebanyak 2.421 orang.

Ratusan orang tersebut, berangkat kedalam delapan kelompok terbang (kloter), yakni kloter 4,7,13,16,19,21,23, dan 24. Berangkat perdana pada Kamis (1/6/2023) dari Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.

“Pada 31 Mei ini, ada 374 orang yang berangkat. Dari jumlah tersebut, 366 merupakan calon jemaah haji dan 8 orang pendamping haji. Kloter perdana itu kloter 4,” ujar Ahsan. (din)

Serah Terima Hibah Aset Milik Daerah Kepada Desa Cirebon Girang Ditandai dengan Peletakan Batu Pertama


Kuwu Desa Cirebon Girang, Ruslani Abdullah SE tengah menunjukkan surat dokumen pelimpahan aset daerah kepada Desa Cirebon Girang bersama Sekda didampingi Camat Talun, H Abadi dan Korwil.



FOKUS CIREBON, FC - Serah terima hibah aset milik daerah berupa bangunan gedung eks ruang guru dan ruang kelas SDN 1 Cirebon Girang kepada Desa Cirebon Girang yang ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Asisten Daerah (Asda)  Kabupaten, H. Muhammad Safrudin, berjalan sukses, Rabu, (31/5/2023).

Serah terima hibah kepemilikan aset ini, berupa dokumen yang diserahkan langsung oleh Bupati Cirebon melalui Asisten Daerah kepada Kuwu Desa Cirebon Girang, Ruslani Abdullah SE di kantor desa setempat.

Serah terima aset ini digelar pada pukul 10.00 WIB dihadiri oleh unsur Muspika, tokoh ulama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, unsur BPD, perangkat desa, Kecamatan dan para guru serta pegiat pendidikan.

Bupati Cirebon melalui Asisten Daerah Muhammad Safrudin menyatakan, serah terima aset ini merupakan tindak lanjut dari perjuangan Kuwu Desa Cirebon Girang untuk memanfaatkan aset daerah yang bisa dimanfaatkan oleh desa.

"Aset ini diharapkan bisa dimanfaatkan dengan baik oleh desa untuk kemanfaatan bagi  masyarakat dan hibah ini bisa dikelola sebagai aset desa," terangnya.

Penyerahan dokumen aset milik daerah dari Bupati Cirebon melalui Asda Kabupaten Cirebon kepada Kuwu Cirebon Girang, Ruslani Abdullah SE di kantor Desa Cirebon Girang.

Kepala Desa Cirebon Girang, Ruslani Abdullah SE dalam sambutannya mengatakan, pihaknya sangat bersyukur atas hibah aset ini, mengingat perjalanan dan perjuangannya cukup panjang, di mana gedung ex ini sudah tidak digunakan lagi hampir selama tiga tahunan.

Dengan serah terima hibah aset daerah ini, Kuwu Cirebon Girang mengucapkan rasa terimakasihnya atas kepercayaan pemerintah Kabupaten Cirebon kepada Pemerintah desa dalam hal ini Desa Cirebon Girang. 

"Saya ucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Cirebon atas hibah aset daerah ini dan nantinya akan dibangun gedung serba guna milik Desa Cirebon Girang. Tetapi dalam pembangunannya akan dilakukan secara bertahap mengingat anggaran. Yang pasti pada saat gedung serba guna ini sudah berdiri dan berfungsi nanti, akan menjadi manfaat bagi masyarakat di Desa Cirebon Girang," kata Kuwu Ruslani.

Peletakan batu pertama Gedung Serba Guna oleh Asisten Daerah Kabupaten Cirebon di Desa Cirebon Girang

Terkait pembangunan nanti, Kuwu Ruslani berharap adanya dukungan dari seluruh aparatur desa dan masyarakat terhadap pembangunan gedung serba guna agar bisa berjalan baik dan tidak berhenti ditengah jalan. Maka peran serta masyarakat Cirebon Girang, BPD dan LPM sangat dibutuhkan agar pembangunan gedung nanti bisa berjalan sesuai harapan," tandasnya (Bambang)

Selasa, 30 Mei 2023

Bupati Imron : PPKBD dan Sub PPKBD Garda Terdepan Pengendalian Penduduk

CIREBON - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag menghadiri acara pertemuan dengan Pembantu Pembina Keluarga Berencana (PPKBD) dan Sub PPKBD se-Kabupaten Cirebon di GOR Ranggajati, Kecamatan Sumber, Selasa (30/5/2023).

Dalam pertemuan tersebut, Imron menjelaskan, ini merupakan salah satu upaya dalam rangka meningkatkan motivasi seluruh PPKBD dan Sub PPKBD dalam pelaksanaan program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana (bangga kencana). 

Menurut Imron, salah satu indikator keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah, adalah terwujudnya keberdayaan masyarakat dalam menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan hidupnya, baik sebagai individu, keluarga maupun masyarakat. 

"Program keluarga berencana menjadi program andalan yang harus mendapatkan dukungan seluruh elemen masyarakat, dalam rangka menciptakan sumber daya manusia yang potensial melalui pendekatan keluarga yang berkualitas, baik dari aspek pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial budaya maupun aspek lainnya," kata Imron.

Imron mengungkapkan, program keluarga berencana di Kabupaten Cirebon dari tahun ke tahun sudah menunjukan keberhasilan. Demikian halnya dengan keberhasilan penyelenggaraan pembangunan kesehatan, yang pada prinsipnya memiliki keterkaitan erat dengan keberhasilan penyelenggaraan program keluarga berencana (KB).

Ia pun meminta kepada seluruh PPKBD dan Sub PPKBD, agar mendukung pelaksanaan program KB, memantapkan kelembagaan pengelolaan program KB di tingkat kecamatan dan desa/kelurahan, serta memanfaatkan dukungan dana, sarana dan metode operasional program KB di Kabupaten Cirebon.

Lebih lanjut, Imron menjelaskan, bahwa PPKBD dan Sub PPKBD merupakan salah satu komponen penting dalam upaya peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, juga sebagai indikator kemajuan yang telah dicapai oleh suatu daerah.

"Mereka semua bersentuhan langsung dengan masyarakat dalam memberikan penyuluhan program keluarga berencana,” jelas Imron.

“Selain itu, bertujuan meningkatkan pembinaan kelangsungan penggunaan alat kontrasepsi, mendekatkan pelayanan kepada akseptor keluarga berencana yang berada di pedesaan, serta membantu menyebarluaskan gagasan keluarga berencana melalui kampung keluarga berencana, sehingga dapat membantu terwujudnya akseptor keluarga berencana yang lestari," sambungnya.

Di tempat yang sama, Kepala DPPKBP3A Kabupaten Cirebon, Hj. Eni Suhaeni, SKM., M.Kes mengatakan, para PPKBD ini merupakan kepanjangan tangan pemerintah daerah untuk ikut mengendalikan penduduk, supaya masyarakat mau ikut KB. 

"Jumlah PPKBD mencapai 2.700 orang dari 412 desa," kata Eni.

Ia mengungkapkan, hingga saat ini, target masyarakat untuk ikut KB sudah tercapai, karena mereka (PPKBD) memberikan konseling, serta penyuluhan dari jangka pendek ke jangka panjang.

"Mereka (PPKBD) ini, melakukan penyuluhan agar masyarakat mau ber KB. Yang tadinya mengunakan pil atau kondom, agar mau beralih ke Intrauterine device (IUD), Implan dan Metoda Operasi Wanita (MOW),” ungkap Eni.

“Bahkan, kalau misalkan istrinya bermasalah dan ada gangguan kesehatan, jadi suaminya yang ikut KB dengan metode Kontrasepsi Medis Operasi Pria (MOP)," lanjutnya.

Ia juga menjelaskan, para PPKBD mempunyai tugas, seperti penanganan stunting dan pendampingan, baik calon pengantin dan ibu hamil, maupun pasca persalinan dan juga sebagai duta balita. 

Namun, salah satu kendalanya adalah jarak, karena jarak di beberapa desa begitu jauh ketika melakukan penyuluhan KB.

Selain itu, minimnya alat transportasi, seperti sepeda, yang mereka keluhkan, juga terbatasnya alat komunikasi, seperti HP, karena tak mendukung untuk menggunakan aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil). (din)