Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 23 Agustus 2023

Polresta Cirebon Bersama Pemerintah Kabupaten Cirebon Adakan Penanaman Pohon Untuk Penghijauan

Kapolresta Cirebon beserta jajaran dan pemerintah Kabupaten Cirebon, dalam kegiatan penanaman pohon untuk penghijauan.

 

FOKUS CIREBON, FC - Polres Cirebon beserta jajaran dan pemerintah Kabupaten Cirebon mengadakan kegiatan penanaman pohon di Tanggul Sungai Desa Krandon, Kecamatan Talun, tepatnya arah Situs Kramat Talun, Rabu, (23/8/23).

Kegiatan penanaman ratusan pohon ini  untuk menghijaukan wilayahnya juga untuk meminimalisir polisi udara yang kini mengepung Jakarta dan sejumlah daerah di Jawa Barat.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Arif Budiman didampingi Bupati Cirebon, Imron turun langsung menanam pohon.

Arif mengatakan, ada sebanyak 7.927 pohon berbagai jenis yang ditanam serentak baik di Desa Krandon maupun di wilayah hukum Polsek Jajaran Polresta Cirebon.

"Penghijauan dengan penanaman pohon ini dilaksanakan  di seluruh Polsek. Ada sekitar 33 titik yang kita laksanakan di wilayah Kabupaten Cirebon ini dan hasil rekap seluruhnya ada sebanyak 7.927 bibit tanaman yang kita tanam di 33 titik yang dimaksud," ujar Arif kepada awak media.

Ia menyampaikan, pelaksanaan itu dalam rangka 'Polri Lestarikan Negeri, Penghijauan Sejak Dini'.

Jumlah pohon itu terdiri dari berbagai macam jenis, seperti tanaman keras, trenggesi dan juga tanaman buah-buahan.

Di wilayah sampiran, masih di Kecamatan Talun juga direspon secara baik oleh masyarakat, yang terdiri dari ibu-ibu pemerhati lingkungan sampiran.

"Yang memang mereka request secara khusus tanaman-tanaman produktif, utaman buah-buahan. Kita droping juga di situ, hari ini juga dilaksanakan penanaman pohon di sana dan mereka juga berkomitmen untuk tetap merawat," ucapnya.

Kapolresta menjelaskan, dengan penanaman pohon ini diharap bisa meminimalisir polusi udara sehingga kualitas hidup lebih baik.

"Dengan penanaman pohon yang masif dilaksanakan diharapkan bisa meminimalisir polusi udara sehingga kualitas hidup bisa lebih baik. Dalam giat ini kita bersinergi dalam stakeholder lainnya yaitu pemerintah daerah, TNI dan berbagai unsur masyarakat."

Tujuan digelar di pinggir sungai ini juga untuk menjaga aliran irigasi yang ada, sekaligus lebih memudahkan nanti untuk merawat dalam artian menyirami tanaman di sini. (Bam)

Polresta Cirebon Tanam 7927 Bibit Pohon, Bupati Imron: Mari Bersama Menjaga Alam

KABUPATEN CIREBON - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag ikut melakukan penanaman bibit pohon yang diadakan oleh jajaran Polresta Cirebon di Desa Krandon, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Rabu (23/8/2023).

Dalam kegiatan penanaman pohon yang dilakukan secara serentak oleh jajaran Polri se-Indonesia tersebut, dihadiri oleh Forkopimda, TNI/Polri, masyarakat dan pelajar.

Imron mengatakan, pihaknya mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Polresta Cirebon dalam menjaga lingkungan (alam). Menurutnya, lingkungan harus tetap dijaga untuk kehidupan dan agar tidak menjadi bencana.

"Dengan adanya penanaman bibit pohon ini, setidaknya Kabupaten Cirebon bisa lebih hijau lagi," ujar Imron.

Imron mengungkapkan, pihaknya juga mengajak kepada semua lapisan masyarat untuk tetap menjaga lingkungan sekitar.

"Mari bersama-sama menjaga lingkungan sekitar, agar Kabupaten Cirebon bisa lebih hijau dan adem," katanya. 

Sementara Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Arif Budiman mengatakan, pihaknya melakukan penanaman 7927 bibit pohon berbagai jenis yang tersebar di wilayah Kabupaten Cirebon.

Arif mengatakan penanaman pohon ini dilakukan secara serentak se-Indonesia dengan tema" Polri Lestarikan Negeri" dengan penghijauan sejak dini. Sementara untuk wilayah hukum Polresta Cirebon, ada 33 titik yang dilakukan penanaman bibit pohon.

"Ada 7927 pohon dengan jenis tanaman keras dan buah-buahan yang ditanam di 33 titik wilayah hukum Polresta Cirebon," jelas Arif.

Ia menjelaskan, bahwa dalam penanaman bibit pohon ini, pihaknya menggandeng Pemkab Cirebon, Forkopimda, masyarakat dan para pelajar.

"Untuk Polresta Cirebon, kita pusatkan di Desa Krandon, Kecamatan Talun. Dan uniknya lagi, kita libatkan pelajar yang biasa melakukan tawuran untuk menumbuhkan kepedulian  terhadap lingkungan, sekaligus memberikan edukasi bagi mereka," lanjutnya.

Labih lanjut, kata Arif, pihaknya sengaja memilih lokasi penanaman bibit pohon di pingir aliran irigasi atau sungai.

"Dengan ditanamnya pohon ini, setidaknya kita ikut menjaga irigasi, serta mempermudah dalam perawatan, karena dekat dengan aliran sungai, sehingga bisa untuk melakukan penyiraman," harap Arif. (din)

Selasa, 22 Agustus 2023

Gubernur Jabar Resmikan Tapal Desa Leuit Juara di Cirebon



KABUPATEN CIREBON - Gubernur Jawa Barat, Dr. (H.C.) H. Mochamad Ridwan Kamil, S.T., M.U.D. meresmikan Ketahanan Pangan Digital Desa (Tapal Desa) Leuit Juara di Desa Tersana dan Desa Babakansari, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon, Selasa (22/8/2023).

Selain itu, Kang Emil sapaan akrabnya, juga mengukuhkan Kelembagaan Masyarakat Hukum Adat (KMHA) Jawa Barat, penghargaan bagi BUMDes Bintang 5, dan lainnya.

Emil mengungkapkan, program Tapal Desa merupakan komitmen Pemda Provinsi Jabar dalam menjaga ketahanan pangan di desa. Konsep bangunan Leuit atau lumbung padi zaman dulu disinkronisasikan dengan kecanggihan teknologi digital.

 "Di Jabar tidak boleh ada rakyat yang kelaparan, karena di setiap desa kita membuat lumbung padi ini,” kata Emil. 

Kepada masyarakat Kabupaten Cirebon, ia berpesan, agar Leuit ini dijaga sebaik mungkin. Hal itu agar ketersediaan pangan tetap terpenuhi bagi masyarakat yang membutuhkan. 

Selain itu, Emil juga menjelaskan, bangunan Leuit merupakan budaya leluhur warga Jawa Barat untuk menyimpan beras, agar tetap tersedia sambil menunggu panen padi di bulan-bulan selanjutnya. 

"Salah satu budaya di Jawa Barat dalam rangka menjaga ketahanan pangan adalah Leuit. Selain untuk kepentingan pangan sehari-hari, Leuit juga berfungsi untuk menyimpan padi yang merupakan cadangan hingga panen berikutnya," ungkap Emil.  

"Saya berharap agar warisan budaya berupa Leuit ini tidak luntur dan tetap lestari, sehingga budaya Leuit ini akan selalu ada untuk anak cucu kita. Saya juga berharap, agar ketahanan pangan di Jawa Barat dapat selalu terjaga dan tetap juara," pungkas Emil.

Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag mengajak masyarakatnya untuk tetap melestarikan budaya Leuit yang sudah ada sejak zaman nenek moyang. 

"Inilah masyarakat kami, yang budayanya tetap dilestarikan," ungkap Imron. 

Imron menyebutkan, Pemerintah Kabupaten Cirebon mendukung penuh keberhasilan pembangunan desa dengan menghadirkan Leuit Juara demi ketahanan pangan warganya. 

"Saya ingin menyampaikan, bahwa Pemkab Cirebon sangat mendukung keberhasilan pembangunan desa dengan menghadirkan Leuit Juara Ketahanan Pangan Tapal Desa," tandasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DMPD) Provinsi Jawa Barat, Ir. H. Dicky Saromi, M.Sc mengatakan, pembangunan Leuit Juara ini, salah satu upaya menjaga ketahanan pangan di tingkat desa, khususnya di Jawa Barat. 

Sekaligus untuk membangkitkan dan mengangkat kembali kearifan lokal. Menurutnya, keberadaan Leuit atau lumbung pangan ini sebagai cadangan pangan, karena saat ini inflasi terjadi bukan saja terjadi di Indonesia, akan tetapi di dunia.

"Untuk mengantisipasi hal tersebut, maka Leuit ini dibangun, karena pangan adalah komoditi strategis dan itu harus dijaga di seluruh desa, agar desa dapat menampung pangan di Leuit yang dapat menampung hingga 10 ton gabah atau beras," kata Dicky.

Dicky menyebut, pihaknya di tahun 2023 ini akan membangun sedikitnya 17 Leuit yang tersebar di beberapa desa di Jawa Barat. Diantaranya di Kabupaten Cirebon, yakni di Desa Babakan Losari dan Tersana, Kecamatan Pabedilan.

"Di sini memang merupakan salah satu penghasil padi dengan lahan basahnya yang sangat luar biasa, dan memang disini dulunya ada budaya yang namanya lumbung pangan, serta kesediaan dari desa itu sendiri termasuk lahan yang merupakan lahan milik desa," ungkapnya.

Menurutnya, manajemen Leuit Juara ini dapat difungsikan menggunakan sebuah aplikasi yang dirancang agar dapat menyusun dan memprogram cadangan pangan yang ada di Leuit.

 “Jadi, ini salah satu wujud nyata dan kepedulian Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Bapak Gubernur untuk pembangunan ketahanan pangan di Jawa Barat, sesuai dengan visi Jabar Juara Lahir Batin" pungkas Dicky. (din)

Mahasiswa IAIN Cirebon Terpilih Menjadi Koordinator Chapter Cirebon Raya Bersama Indonesia

FOKUS CIREBON, FC - Kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon, kembali mendulang nama baik atas peran mahasiswanya. Kali ini nama baik tersebut oleh Omar Qad Panity, mahasiswa IAIN Cirebon yang terpilih menjadi Koordinator Chapter Cirebon Raya Bersama Indonesia.

Pada acara ini juga dilangsungkan kegiatan diskusi dan lounching Bersama Indonesia, bertempat di Lattar Cafe, kawasan Stadion Bima, Kota Cirebon, Minggu, (20/8/2023).

Chapter Cirebon Raya dengan tema “Keadilan Antargenerasi: Menuntut Hak Milenial-Gen Z, Kini dan Nanti” yang diselenggarakan Bersama Indonesia.

Dalam acaranya hadir beberapa pembicara seperti Grady Nagara, Co-Founder Bersama Indonesia, Nissa Rengganis, Dosen UMC dan Penulis, Omar Qad Panity, Aktivis Kampus, Francis Widaswara, Tokoh Pemuda Desa. Tak hanya itu, peserta juga hadir dari berbagai kalangan yang terdiri dari elemen pelajar, mahasiswa, dan masyarakat secara umum sekitar 50 orang.

"Sebagai Gen-Z yang lahir di tahun 1997-2012, saat kini kita sedang menjadi dominasi di Indonesia. Dalam konteks lintas generasi, tak hanya zilennial yang berperan penting tetapi juga lintas generasi termasuk milennial dapat membawa perubahan menuntut keadilan sosial." ujar Omar Qad Panity dalam presentasinya dihadapan peserta diskusi yang mayoritas mahasiswa dan pelajar.

Francis Widaswara, pembicara kedua di kegiatan tersebut mengajak anak muda untuk berkontribusi aktif dari mulai hal-hal di sekitaran lingkungan terdekat, seperti di desa. "menuntut hak-hak dan kewajiban kita sebagai generasi muda, tidak perlu jauh-jauh, cukup mulai dari lingkup terdekatnya dulu, yakni dari Desa. 

Banyak kejanggalan yang terjadi di Desa dari segi keuangan maupun lainnya, mari mengkritisi hal itu." kata Francis Widaswara yang juga Alumni Forum Indonesia Muda dan Penggerak Desa penuh semangat.

Sementara itu, penulis dan pegiat literasi Nissa Rengganis mengatakan bahwa generasi muda selalu menjadi aktor bagi sejarah Indonesia. Sejak 1912, 1998, 2019, bahkan saat ini.l, sehingga penting adanya untuk dapat menjadi generasi muda yang melek politik, agar tidak mudah terombang-ambing oleh derasnya arus informasi.

"Seringkali terjadi framing yang hanya mengarah pada aspek pemerintahan, padahal kan anak muda yang ada disana berjuang lebih keras. Banyak isu yang bisa dikawal," katanya.

Pamungkas dari Co-Founder Bersama Indonesia, Grady Nagara, Bersama Indonesia adalah Non Government Organization (NGO) yang memiliki visi merangkul anak muda untuk bergerak bersama demi mewujudkan tujuan negara Indonesia, yaitu, Keadilan Sosial. 

Bersama Indonesia sendiri sudah tersebar di seluruh Indonesia. Bersama Indonesia chapter Cirebon sendiri merupakan chapter ke-22 yang sudah dideklarasikan.

Kegiatan ditutup dengan Pembacaan Deklarasi BersamaIndonesia chapter Cirebon Raya yang dipimpin langsung oleh Omar Qad Panity sebagai Koordinator chapter Cirebon Raya. 

"Semoga kegiatan seperti ini sering digelar supaya menambah wawasan kami sebagai anak muda," ujar Fadlih pelajar, aktif di Forum OSIS Cirebon. 

Selaras dengan Ai pengasuh Majlid Diniyah di Cirebon, bahwa anak-anak muda ini progresif dan semoga walau tak sesama generasi, bisa saling support, sehingga gerakan ini tidak berhenti sampai di sini saja.

"Ya harapannya akan ada aksi-aksi diskusi atau lapangan lainnya yang langsung dikomandoi oleh Omar di Bersama Indonesia Chapter Cirebon Raya, Bersama Indonesia, untuk Keadilan Sosial," jelasnya. 

Minggu, 20 Agustus 2023

Bripka Suja, Selalu Ada di Tengah Masyarakat

 

Bripka Suja, saat mengamankan jalan raya untuk perlintasan ratusan warga Desa Sampiran di acara HUT RI Ke 78


FOKUS CIREBON, FC - Anggota Polisi dari kesatuan Polsek Talun, Bripka Suja kesehariannya selalu ada di tengah masyarakat. Bripka Suja memang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon.

Terlebih ketika ada kegiatan yang melibatkan banyak orang, Bripka Suja selalu standby berjaga dan berkomunikasi dengan pihak penyelenggara maupun warga.

Kegiatan ini ditekuninya dengan senang dan sabar, mengingat karakteristik warga yang bermacam-macam. Selain itu, rasa lelah dan kantuk juga terkadang sesekali menyerangnya, namun demi menjaga ketertiban dan keamanan suatu wilayah, tugas Bhabinkamtibmas ini selalu dijalaninya dengan baik.

Seperti yang terlihat di hari perayaan HUT RI Ke 78 di Desa Sampiran, Bripka Suja, dengan cepat dan cekatan langsung mengamankan jalan raya yang akan dilintasi warga saat kegiatan jalan santai berlangsung.

Bukan itu saja, Bripka Suja bersama Babinsa juga ikut mendampingi Kuwu Sujito saat akan melepas ratusan warga di kegiatan jalan santai. Saat dilepas dengan mengangkat bendera, warga pun secara serentak melangkahkan kakinya dan berjalan rapi menyusuri route jalan santai yang sudah ditentukan panitia.

Saat dikonfirmasi, Bripka Suja mengatakan, bahwa tugas Bhabinkamtibmas adalah untuk menanggulangi masalah sosial yang dapat mengganggu utuhnya persatuan dan kesatuan di masyarakat.

"Kami bersama Babinsa sering terlibat aktif dalam kegiatan masyarakat di wilayah binaan dan juga aktif dalam melakukan kegiatan yang meningkatkan kesadaran bela negara di masyarakat," ujar Bripka Suja, Minggu, (20/8/202).

Bripka Suja mengaku, tugas Bhabinkamtibmas adalah tugas yang harus dilaksanakan dengan sebaik mungkin, agar semuanya berjalan baik, termasuk bagaimana melakukan koordinasi dengan pihak-pihak tertentu saat menyangkut keramaian serta membangun komunikasi dengan warga masyarakat. (din)

Kendalikan Inflasi dan Dampak El Nino, Pemkab Cirebon Gelar Gerakan Pangan Murah

Bupati Cirebon, Drs H Imron, M.Ag 


KABUPATEN CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) tahun 2023 di halaman kantor Bupati Cirebon, Minggu (20/8/2023).

Kegiatan GPM 2023 sendiri dibuka langsung oleh Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag dan dihadiri oleh perwakilan Forkopimda serta sejumlah instansi terkait.

Bupati Imron mengatakan, kegiatan GPM ini dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan di masyarakat sekaligus merupakan rangkaian peringatan HUT ke-78 Kemerdekaan RI tingkat Kabupaten Cirebon tahun 2023.

Menurut Imron, acara ini sangat penting dan strategis, khususnya sebagai salah satu upaya pemerintah untuk mempermudah masyarakat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga terjangkau, selain juga sebagai upaya pengendalian inflasi dan dalam menjamin stabilisasi pasokan dan harga pangan. 

"Salah satu tujuan dilaksanakannya Gerakan Pangan Murah (GPM), yaitu pengendalian inflasi serta meningkatkan keterjangkauan daya beli pangan masyarakat dan strategis bagi masyarakat," katanya.

Ia menjelaskan, untuk mengantisipasi musim kemarau ini, banyak kebutuhan pangan di pasar mengalami kenaikan, mulai dari beras, minyak, telur, cabai, bawang serta kebutuhan pokok lainnya.

"Ada beberapa indikator yang mempengaruhi stabilisasi harga pangan, yang berakibat pada gejolak harga adalah terganggunya distribusi pangan, yang juga disebabkan kurangnya pasokan atau permintaan pangan yang meningkat,” jelas Imron.

“Ketidakcukupan pasokan pangan di suatu wilayah, dapat menjadi indikator tidak meratanya distribusi bahan pangan antar wilayah yang membuat adanya kenaikan harga kebutuhan pokok," lanjutnya.

Ia menyebut, dengan adanya GPM ini sebagai salah satu upaya untuk mengatasi dan mengurangi dampak inflasi, khususnya di wilayah Kabupaten Cirebon.

"Dengan adanya gerakan pangan murah ini semoga dapat memberi manfaat, khususnya bagi masyarakat Sumber dan sekitarnya untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan dalam rangka menekan tingkat inflasi, khususnya di Kabupaten Cirebon," tambah Imron.

"Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menjadi program yang bersinergi sebagai upaya Pemerintah Kabupaten Cirebon untuk pengendalian inflasi serta sebagai upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan," pungkasnya.

Di tempat yang sama, Kepala DKPP Kabupaten Cirebon sekaligus ketua penyelenggara, Drs. Erus Rusmana, M.Si mengatakan, musim kemarau panjang dan gelombang El Nino menjadi perhatian khsusus Pemerintah Kabupaten Cirebon. Pasalnya, dengan adanya fenomena tersebut akan berpengaruh terhadap stabilisasi pasokan pangan di masyarakat.

"Kalau pasokan pangan masyarakat terganggu, maka akan berdampak terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok. Sehingga, dengan adanya GPM 2023 ini kita ikut mengendalikan inflasi untuk menjaga harga pangan," ujar Erus.

Ia mengungkapkan, pihaknya akan memberikan peluang kepada masyarakat untuk mendapatkan harga yang wajar dalam mendapatkan harga kebutuhan pangannya.

"Banyak kebutuhan pangan yang dijual di GPM ini. Harganya pun sangat wajar dan murah, karena kita bekerjasama dengan beberapa distributor. Dan di GPM ini, disediakan pula bahan pangan lokal produk UMKM Kabupaten Cirebon," tambah Erus. (din)

Peringati HUT Ke 78, Ribuan Warga Sampiran Antusias Ikuti Jalan Santai

 

Kuwu Desa Sampiran, Sujito, saat bersama warga dalam kegiatan jalan santai, dalam rangka merayakan HUT RI Ke 78. 


FOKUS CIREBON, FC - Sejak pukul 06.30 pagi, warga Desa Sampiran berdatangan ke titik kumpul kegiatan. Mereka datang secara bergelombang hingga memerah putihkan GOR Sampiran, Minggu, (20/8/2023).

Warga yang antusias mendatangi GOR tersebut untuk mengikuti kegiatan jalan santai dalam rangka merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 78 tahun.

"Alhamdulillah, dalam memperingati HUT RI Ke 78 ini, masyarakat Sampiran begitu antusias. Mereka begitu gembira dalam merayakan HUT RI ini. Inilah kerukunan dan kebersamaan yang terus kita bangun di masyarakat Sampiran," ujar Kuwu Desa Sampiran, Sujito.

Dalam kegiatan HUT RI Ke 78 ini, kata Sujito, pihaknya sudah menggulirkan sejumlah kegiatan kemasyarakatan, baik melalui lomba-lomba maupun kegiatan  lainnya. Namun yang paling berkesan pada perayaan HUT RI Ke 78 ini, pihak desa memberikan penghargaan kepada para Kuwu sebelumnya atas jasa-jasa yang diberikan.

Tampak dalam gambar, Kuwu Sujito bersama istri tengah disalami warga, bak keluarga besar pada kegiatan jalan santai di lapangan GOR Sampiran.


"Ini adalah sebagai bentuk penghormatan kami, dan ini adalah  momentum yang baik di Hari Kemerdekaan RI," tutur Kuwu Sujito didampingi istri di lokasi kegiatan.

Demikian juga Sujito menjelaskan, bahwa pembangunan di Desa Sampiran tengah terus digalakan. Baik itu Indeks Pembangunan Manusia (IPM), prasarana tata lingkungan, serta peningkatan SDM yakni melalui pendidikan dan peningkatan sektor ekonomi.

Semua ini merupakan program desa yang secara bertahap dilakukan agar kita bisa selaras dalam mendukung program-program yang canangkan pemerintah Kabupaten Cirebon.

"Alhamdulillah, berdasarkan perkembangan yang ada, kemajuan terus kita kembangkan di berbagai sektor, hal itu bisa dilihat dari hasil-hasil pembangunan baik dari kuwu sebelumnya, maupun pemerintah desa  sekarang," terangnya.

Hal itu dapat dilihat dari kemajuan pembangunan yang ada, seperti sudah adanya Pasar, Gedung GOR, dan lainnya. Semua ini adalah untuk masyarakat, agar potensi-potensi masyarakat bisa terasah dan terdorong maju.

Kuwu Sujito bersama istri tengah memberi semangat di Hari Perayaan HUT RI Ke 78, 'Ayo bangkit warga ku dan maju desa ku'.


Selain itu, dalam hal ketertiban, kerukunan dan keamanan, warga masyarakat Sampiran bisa di bilang sangat membanggakan. Sebab kita selalu turun ke bawah bersama aparatur desa yang lain, melalui sejumlah kegiatan untuk mewujudkan program ini. (din)


Sabtu, 19 Agustus 2023

Mahasiswa KKN Tematik UPI Dukung Desa Bodelor Dalam Mewujudkan SDGs Desa

Mahasiswa KKN Tematik UPI di Desa Bodelor, Kabupaten Cirebon.



FOKUS CIREBON, FC - Pemerintah Desa Bodelor mengoptimalkan prasarana ketahanan pangan melalui pembangunan 'Gastronomy Tourism' untuk mewujudkan SDGs Desa.

Implementasi SDGs Desa tidak hanya menjadi tugas besar dari pemerintah pusat, daerah maupun desa. Oleh karena itu, akademisi perguruan tinggi dapat berperan mendukung percepatan implementasi SDGs Desa melalui berbagai macam program kerja dan kegiatan penyelesaian permasalahan desa. 

Peran mahasiswa KKN Tematik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Desa Bodelor 2023 dalam hal ini adalah men-support pembangunan Prasarana Ketahanan Pangan dan mempromosikan Gastronomy Tourism tersebut melalui Digital Marketing serta memberikan masukan dan saran kepada para Tim Pelaksana Kegiatan (TPK). 

“Pak Kuwu sangat senang dan bangga ketika ada akademisi berkontribusi untuk pengembangan desa,” ujar pak Cahyo, ketua perencanaan dan perancang desa. 

Desa Bodelor, Plumbon Kabupaten Cirebon memiliki banyak potensi wisata yang menarik bagi wisatawan, namun potensi desa ini belum banyak diketahui oleh banyak orang. 

Potensi wisata salah satunya adalah tanah bengkok atau aset kebun seluas sekitar kurang lebih dari 2.200 Hektar milik desa Bodelor, kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon sedang dalam proses pembangunan Gastronomy Tourism dengan target market kepada warga sekitar dan tamu dinas perangkat desa. 

Selaras dengan pernyataan Sri Mulyani, bahwa tidak boleh ada aset desa yang diam,  maka perangkat desa mencetuskan untuk membuat Prasarana Ketahanan Pangan, Gastronomy Tourism. 

Gastronomy Tourism dikenal sebagai food tourism atau culinary tourism yang berfokus pada eksplorasi dan pengalaman kuliner suatu daerah. 

"Gastronomy tourism ini dapat menjadi daya tarik wisatawan dan memberikan kontribusi positif bagi pengembangan pariwisata dan ekonomi lokal," ujarnya.

Maa, konsep gambaran Gastronomy Tourism mengenai ketahanan pangan ini seperti Cirebon rasa Bali. "Mungkin ini bisa jadi kalimat yang menggambarkan Gastronomy Tourism, saat pertama memasuki objek wisata ini, pengunjung bakal langsung disuguhi nuansa Bali," katanya.

Sementara itu, observasi yang dilakukan oleh Kelompok mahasiswa KKN Tematik 2023 dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengungkapkan peran prasarana ketahanan pangan melalui pembangunan Gastronomy Tourism ini dapat mengurangi kesenjangan ekonomi antara daerah perkotaan dan pedesaan, serta antara kelompok masyarakat yang berbeda.

Optimalisasi pengembangan gastronomy tourism juga merupakan Langkah strategis dalam mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Dalam Diskusi terbuka dengan para jajaran perangkat desa mengenai ketahanan pangan terlihat mereka sangat antusias dan mempunyai harapan yang besar dengan adanya proses pembangunan ini karena gastronomy tourism ini dapat dijadikan break time Karyawan/karyawati PT. CMW, masyarakat sekitar dan dapat memperkenalkan kepada tamu-tamu dinas bahwa Desa Bodelor sudah memiliki fasilitas resort dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan. 

Pemerintah Desa Bodelor telah memberikan dukungan kepada pengusaha lokal dalam pengembangan usaha kuliner dan promosi produk lokal. 

Melalui sinergi antara Pertemuan Wanita Tani (PWT) dan ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), produsen makanan, dan sektor pariwisata. 

"Target penyelesaian Pembangunan Gastronomy Tourism ini dan bisa di promosikan pada bulan September 2023," ujar Awang, Ketua Ekonomi dan Pembangunan.  

Kendati demikian, Kepala Desa Bodelor, H Rofii menyatakan bahwa nama untuk tempat wisata ini masih dalam proses diskusi bersama Tim Pelaksana Kegiatan (TPK).

Peran pemerintah Desa Bodelor telah melakukan upaya optimalisasi yang signifikan dalam mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) desa melalui pembangunan gastronomy tourism. 

Dengan menggabungkan potensi wisata kuliner tradisional dan keberlanjutan, sehingga pemerintah Desa Bodelor berkomitmen untuk mencapai SDGs yang berkaitan dengan pangan yang cukup, aman, dan bergizi, pengentasan kemiskinan, dan pertumbuhan ekonomi yang merata dan berkelanjutan. 

Dalam konteks Pembangunan berkelanjutan, gastronomy tourism dapat berkonstribusi pada pencapaian tujuan SDGs terkait dengan pangan yang cukup, aman, dan bergizi, pertumbuhan ekonomi yang merata, berkelanjutan. 

Maka, dengan memanfaatkan potensi Kuliner Tradisional dan keberlanjutan, Gastronomy Tourism memberikan dampak positif bagi Pembangunan berkelanjutan desa Bode lor.  (Red/Nurrul) 

Jumat, 18 Agustus 2023

Perluas Kerjasama, IAIN Cirebon Kolaborasi Program dengan UIN Gus Dur Pekalongan

PEKALONGAN, FC - UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur) jalin kerjasama dengan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon melalui Memorandum of Agreement (MoA) pada 18 Agustus 2023.

Penandatangan kerjasama ini dilakukan  langsung oleh Rektor UIN Gus Dur Pekalongan Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag., dengan Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., pukul 08.00 WIB di Ballroom Hotel Santika, Kota Pekalongan.

MoA ini sebagai upaya membangun kerjasama dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan peningkatan sumber daya manusia, sesuai dengan tugas, fungsi dan wewenang masing-masing. Adapun masa berlaku MoA untuk jangka waktu 5 tahun ke depan.

MoA ini diharapkan akan menjadi dasar bagi upaya kolaboratif yang lebih erat antara UIN Gus Dur dan IAIN Syekh Nurjati Cirebon, dengan tujuan akhir memajukan pendidikan tinggi dan sumber daya manusia ke tingkat yang lebih tinggi. 

“Dengan semangat kebersamaan dan komitmen bersama, kita melangkah menuju masa depan yang lebih cerah,” ungkap Prof. Zaenal saat ditemui di lokasi penandatanganan MoA.

Prof. Zaenal berharap melalui MoA ini kedepannya Tri Dharma Perguruan Tinggi dapat diwujudkan dengan lebih baik, dan sumber daya manusia akan lebih siap menghadapi tantangan global di masa depan. 

"Penandatanganan MoA ini adalah langkah monumental dalam mengangkat kualitas pendidikan tinggi,” pungkasnya.

Penandatangan MoA didampingi Wakil Rektor III dan Direktur Pascasarjana UIN Gus Dur Pekalongan dengan IAIN Syekh Nurjati Cirebon, serta disaksikan oleh seluruh peserta Forum PTKIN Jawa Tengah, Ponorogo dan Cirebon. 

Prosesi penandatangan MoA tersebut bersamaan dengan acara Fokus Group Discussion (FGD) Penguatan Bidang Akademik, Keuangan dan Kelembagaan PTKIN Jawa Tengah, Ponorogo dan Cirebon. (din)

Kamis, 17 Agustus 2023

Peringati HUT ke-78 RI, Bupati Imron: Isi Kemerdekaan dengan Gerakan Pembangunan Daerah

KABUPATEN CIREBON -- Pemerintah Kabupaten Cirebon menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2023 di lapangan Ranggajati Sumber, Kamis (17/8/2023). 

Pada upacara peringatan tersebut, Bupati Cirebon, Drs. H. Imron.M.Ag menjadi pembina upacara.

Tampak hadir Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, SE., M.Si, Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, Dr. H. Hilmy Riva'i., M.Pd., Anggota DPR RI, Ono Surono, jajaran Forkopimda, anggota DPRD Kabupaten Cirebon, para kepala perangkat daerah, instansi terkait dan para veteran.

Dalam sambutannya, Bupati Imron mengatakan, momentum pagi ini merupakan yang paling membahagiakan bagi seluruh bangsa Indonesia, termasuk kita yang berada di lapangan upacara Kabupaten Cirebon.

"Karena dalam suasana jiwa yang segar dan raga yang sehat, kita semua dapat hadir bersama, untuk menyelenggarakan satu upacara yang paling penting dalam kedudukan kita sebagai warga Negara Republik Indonesia, yaitu upacara peringatan HUT ke-78 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia," ujar Imron.

Imron mengungkapkan, bahwa pengorbanan yang dilakukan oleh para pahlawan syuhada pembela tanah air, berisikan amanat luhur kepada generasi penerus, agar momentum kemerdekaan dapat dipelihara dan diisi dengan aktivitas yang positif. 

"Tujuan utama kemerdekaan adalah terciptanya tatanan masyarakat yang maju dan sejahtera, kehidupan bangsa yang cerdas, serta membina perdamaian dan keadilan sosial dalam pergaulan dunia yang makin bersahabat sebagaimana yang termaktub dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945," kata Imron.

"Yang berisikan: melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia, yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial," lanjutnya.

Ia mengajak kepada seluruh masyarakat Kabupaten Cirebon untuk memberikan penghormatan dan penghargaan kepada para pahlawan yang telah gugur memperjuangkan kemerdekaan,l. Maka, salah satu tindakan yang paling terpuji adalah melalui pengisian kemerdekaan dengan gerakan pembangunan.

"Strategi peningkatan kesejahteraan yang telah dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Cirebon merupakan langkah yang tepat untuk bisa membawa masyarakat berada pada suasana kehidupan yang lebih sejahtera," sambung Imron.

Lebih lanjut, Imron mengatakan, kita sekarang yang berada di masa ini berkewajiban untuk melanjutkan perjuangan generasi pendahulu, sekaligus menanggung konsekuensi perjuangan yang sesuai dengan jamannya. 

"Mari kita hadapi berbagai hambatan, gangguan dan tantangan dengan memperteguh semangat untuk terus berjuang. Mari kita bahu-membahu dan bersama-sama bersatu dalam perbedaan dan melanjutkan perjuangan untuk menjadi bangsa yang terhormat, bangsa Indonesia," tambahnya.

"Mari kita susun kekuatan, agar kita dapat melangkah maju dan lebih maju untuk menyelesaikan pekerjaan rumah menuju cita-cita mewujudkan masyarakat sejahtera sesuai amanat kemerdekaan, yakni terselenggaranya kesinambungan sendi-sendi perekonomian, khususnya di Kabupaten Cirebon," pungkas Imron. (Hanin)