Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 11 September 2023

30 Dosen Dari Sejumlah Fakultas di IAIN Cirebon Dikirim Mengikuti Pelatihan di UT

CIREBON, FC - Transformasi IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi PTKIN berbasis siber, penyiapan sumber daya dan dilakukan secara paralel. Sumber daya yang diperlukan seperti ketrampilan dosen dalam menyusun bahan ajar dan kualitas bahan ajar yang akan digunakan. 

Sehingga kembali 30 orang dosen dari berbagai fakultas, di antaranya FITK, FUA, FDKI dan FEBI dikirim untuk mengikuti pelatihan di UT selama 3 hari, Senin, 11 September 2023.

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Aan Jaelani,  kembali mengutus 30 dosen untuk dilatih menyusun modul selama 3 hari, 10 – 13 September 2023 yang bertempat di Wisma 1 Universitas Terbuka di Pondok Cabe, Tangerang Selatan untuk batch 2.

Secara umum, ketrampilan yang dilatihkan adalah ketrampilan menyusun modul atau bahan ajar digital yang terstandar sesuai dengan karakteristik modul, seperti yang diharapkan Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, yang disampaikan melalui Ketua LPM, Ayus Ahmad Yusuf dalam sambutan dan pembukaannya.

Pada kegiatan batch 2 kali, Narasumber, Ibu Suci, ditemani fasilitator, Ibu DIna dan panitia, menyampaikan beberapa hal yang akan diterima dan dikerjakan oleh para peserta. 

Secara umum, materi yang disampaikan berkaitan dengan penyusunan peta kompetensi, penyusunan GBPP, penyusunan instrumen penilaian dan Penyusunan Modul/Bab sampling. Selain itu, Toheri, juga menyampaikan secara teknis para peserta dibagi beberapa kelompok, perorangan, akan tetapi, semua peserta diberikan beban yang sama.

Selain diberikan updating pemahaman terkait hal-hal apa saja yang termuat dalam modul, para peserta juga diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil kerja dari tiap tahapannya. Secara telaten, narasumber memberikan masukan baik dari aspek kontent peta kompetensi maupun susunan dari kompetensi-kompetensinya.

Hal yang sama juga, saat presentasi instrumen penilaian, sejumlah masukkan yang diberikan seperti; bagaimana menyusun soal pilihan ganda untuk tingkatan kognitif, C2, C3, dst, demikian juga untuk soal uraian. Kalau di UT soal uraian diberikan untuk mengukur tingkat kognitif pada level C3 ke atas.

Presentasi dilanjutkan dengan penampilan contoh bahan ajar yang dilengkapi dengan bagian-bagian terkait.

Para peserta sangat berantusias mengikuti serangkaian kegiatan yang dilaksanakan. Sejumlah peserta juga mendapatkan ketrampilan dan pemahaman baru, khususnya dalam merancang modul ajar yang selanjutnya dijadikan sebagai bahan ajar digital.

Narasumber juga mengatakan bahwa modul ajar digital tentu mesti lebih berhati-hati lagi apalagi disajikan secara online. Sejumlah presenter juga diberikan doorprize bagi yang berinisiatif menyajikan hasil kerjanya. (Hanin)

Minggu, 10 September 2023

MTQ ke-49 Resmi Dibuka, Bupati Imron: Dapat Melahirkan Qori-Qoriah dan Hafidz-Hafidzah

KABUPATEN CIREBON - Setelah membuka pawai ta'aruf Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-49 tahun 2023 tingkat Kabupaten Cirebon, Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag juga membuka secara resmi MTQ ke-49 tahun 2023 di Lapangan Desa Panambangan, Kecamatan Sedong, Sabtu malam (9/9/2023).

Bupati Imron mengatakan, penyelengaraan MTQ ini upaya bersama untuk membina dan meningkatkan dorongan kepada masyarakat dalam mempelajari dan mendalami isi kandungan Al-Qur"an. Bahkan, kegiatan ini juga sebagai evaluasi kemampuan para qori dan qoriah di Kabupaten Cirebon.

"Mari kita sukseskan kegiatan MTQ ke-49 ini, sehingga dapat melahirkan para qori-qoriah, hafidz dan hafidzah di tingkat Kabupaten Cirebon," katanya.

Imron mengungkapkan, pada kegiatan MTQ ini, Pemkab Cirebon juga akan mengirimkan perwakilannya untuk mengikuti MTQ tingkat Provinsi Jawa Barat. 

"Nanti yang juara, akan mewakili Kabupaten Cirebon untuk mengikuti ajang MTQ tingkat Jawa-Barat," ungkapnya.

Ia mengajak kepada seluruh masyarakat, untuk menjadikan MTQ kali ini sebagai bagian dari upaya guna meningkatkan karakter masyarakat Kabupaten Cirebon yang religius dan berakhlakul karimah. 

"Mari kita jadikan Al-Qur'an sebagai rujukan dalam pembinaan karakter yang tangguh, untuk menghadapi berbagai masalah cobaan dan ujian," lanjutnya.

Sementara, Asisten Pemerintahan dan Kesra sekaligus Ketua Pelaksana LPTQ, Drs. Mochamad Syafrudin mengatakan, tujuan diselenggarakannya MTQ ini adalah untuk menanamkan rasa cinta, terutama generasi muda Islam yang senang membaca dan mengamalkan isi kandungan Al-Qur'an 

"Dengan adanya MTQ ini, banyak hikmah yang didapat, selain mempererat tali silaturahmi, tentu kedepannya Kabupaten Cirebon akan mempunyai kader-kader pencinta dan penghafal Al-Qur'an," ujarnya.

Menurut Syafrudin, kegiatan MTQ ini merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan untuk meningkatkan pemahamam, penghayatan dan pengamalan isi yang tersirat dan tersurat dalam Al-Qur'an.

"MTQ ini diikuti oleh 40 kecamatan yang ada di Kabupaten Cirebon, dan kali ini Kecamatan Sedong menjadi tuan rumah," jelasnya. (din)

Jumat, 08 September 2023

IAIN Cirebon Adakan MoUDengan LSP Digital Teknologi Informasi Indonesia

CIREBON, FC - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon mengadakan MoU dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Digital Teknologi Informasi Indonesia dalam rangka penguatan transformasi lembaga menuju Kampus Siber. 

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M. Ag (Rektor), Prof. Dr. H. Hajam, M. Ag (Warek III), Dr. Siti Fatimah, M. Hum (Dekan FDKI), Agus Pamuji, M. Kom (Kepala PTIPD), Wahyono, M. Pd.I (Ketua Bimbingan Karir) , Dr. Taufik Ridwan, M. Hum dari LSP Digital Teknologi Informasi Indonesia beserta jajarannya dan tamu undangan, Jum’at (08/09/2023)

Prof. Aan dalam sambutanya menyampaikan bahwa pilot project IAIN Cirebon menjadi pilot projeck kampus siber harus segera harus ditindaklanjuti dengan banyak hal, termasuk juga dalam pengembangan SDM (dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa), di mana nantinya bisa dengan mengadakan workshop, bimtek dan pelatihan-pelatihan yang nantinya bisa dibuktikan dengan sertifikat setelah mengikuti uji kompetensi.

Prof. Aan juga menyampaikan, IAIN Sebgai kampus digital maka seluruh layanannya harus bentuk digital yang mana sekarang sudah mulai diaplikasikanya salah satunya yang sudah berjalan adalah tanda tangan digital yang sangat dirasakan manfaatnya.

Dr. Taufik Ridwan, M. Hum dalam sambutannya menyampaikan bahwa LSP Digital Teknologi Informasi yang peduli terhadap pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) terutama dalam hal ini adalah di bidang teknologi dan informasi ingin ikut berperan dalam bagian transformasi IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi universitas berbasis siber yang mana sudah mengajukan 10 skema dalam berkolaborasi dengan IAIN Syekh Nurjati Cirebon menuju universitas siber yakni tentang digitalisasi, digital marketing expert, multimedia, sosial media marketing, web developer, video editing, konten kreator dan lain-lain yang mana nantinya akan mendapatkan sertifikat profesi setelah menyelesaikan uji kompetensi.

Lembaga Sertifikasi Profesi Teknologi Digital atau disingkat LSP Teknologi Digital (LSP TD) mendapatkan lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk melakukan proses Sertifikasi di bidang Teknologi dan Informasi. 

Tugas pokok dan fungsi dari Lembaga Sertifikasi yang penting dalam pengembangan Sumber Daya Manusia menjadikan LSP TD harus lebih profesional dan independen dalam melakukan proses sertifikasi. Untuk memastikan Tenaga kerja Indonesia Kompeten pada bidangnya dan berdaya saing global pada industri Teknologi dan Informasi. (Ara)

Rindu Jalan Mulus, Warga Ikut Awasi Pekerjaan Jalan di Desa Babakan Gebang

 

Perbaikan jalan di Desa Gebang Mekar, Kabupaten Cirebon


BABAKAN GEBANG, FC - Bantuan pemerintah di Desa Babakan Gebang, berupa dana APBD Kabupaten Cirebon senilai Rp 484.452.000, guna untuk memperbaiki jalan desa, atau peningkatan jalan di desa babakan gebang blok belakang kantor pos dan giro, digelar. 

Pekerjaan peningkatan jalan di desa Babakan Gebang ini, digelar sepanjang  510,000 dan lebar 3,00 M dengan waktu  pelaksana'an 90 HK, oleh CV. CAESAR UTAMA  KARYA. 

Pada pekerjaan jalan ini, selain senang, warga Desa Babakan Gebang juga kritis, sehingga banyak warga ikut mengawasi dalam pekerjaan. "Pengawasan ini agar hasil pekerja'an bagus dan maximal," terang Muhammad Yasin, warga setempat kepada awak media.

Menurut Muhammad Yasin, pekerja'an yang dilaksanakan oleh CV Caesar,  sebaiknya selalu di kontrol, dan tak sungkan untuk memberikan masukan kepada para pekerjanya.

"Kita ingin hasil pekerjaan jalan ini bisa kuat dan maksimal, agar masyarakat menerima manfaat langsung dari hasil pekerjaan tersebut," ucapnya.

Muhammad Yasin juga menjelaskan, bahwa di Desa Babakan Gebang ini juga akan menghadapi pemilihan kuwu, sehingga dengan kondisi jalan yang sudah diperbaiki akan memberikan kenyamanan tersendiri bagi aktifitas warga.

Sementara itu, terkait bursa calon kiwi di wilayah timur ini, Yeni merupakan salah satu sosok yang ikut dalam bursa pencalonan kuwu di Desa Babakan Gebang. Yeni juga diketahui sebagai  incumben dan sudah dua (2) menjadi Kuwu Desa Babakan Gebang.

Pada Pilwu tahun 2023, Yeni juga kembali ikut meramaikan hajat demokrasi rakyat ini. Dengan daftarnya Yeni pada bursa calon kuwu tersebut, berarti ini adalah yang ketiga kalinya bagi Yeni ikut dalam pencalonan Kuwu.

" Terpilihnya sosok Yeni, pada Pilwu-Pilwu sebelumnya, karena memang sosoknya dengan warga. Dan kesuksesannya ini didulang berkat kepemimpinannya dan tentu saja semua karena ijin Allah SWT," tuturnya 


Kendati demikian, banyak harapan pada Pilwu serentak di Kabupaten Cirebon, khususnya di Desa Babakan Gebang, bisa berjalan baik dan kondusif. Dan berdasarkan pantau awak media di lapangan, dari masing-maisng pendukung mengedepankan kerukunan dan kedamaian. Sehingga situasi sampai saat ini kondusif dan baik-baik saja.

"Ya, kami bangga karena warga masyarakat Babakan Gebang, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon sudah pada dewasa-dewasa jadi tidak sampai ada terjadi sesuatu hal.yang tidak diinginkan," tandasnya.  (I'ing Solihin).

Kamis, 07 September 2023

Kabag Umum IAIN Cirebon Hadiri Rapat Koordinasi Bidang Kemahasiswaan Se-Indinesia di Bali

Zaenal Arifin, S.Ag, Kabag Umum dan Layanan Akademik, IAIN Syekh Nurjati Cirebon pada kegiatan Rapat Koordinasi Bidang Kemahasiswaan PTKIN 


CIREBON, FC - Rapat Koordinasi Bidang Kemahasiswaan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKIN) untuk mengevaluasi dan mempercepat penyaluran Bantuan KIP Kuliah Tahun Anggaran 2023, sukses dilaksanakan di Bali pada tanggal 6 hingga 8 September 2023. Acara ini dihadiri oleh 58 PTKIN dari seluruh Indonesia, Kamis, (07/09/2023).

Kegiatan ini resmi dibuka oleh Kasubdit Sarpras dan Kemahasiswaan PTKIN, Nur Shoib, yang juga menjadi pemimpin dalam penyelenggaraan rapat. 

Nur Shoib menjelaskan, kegiatan ini kita laksanakan dalam rangka Sosialisasi Juknis KIP Kuliah, Evaluasi Program KIP Kuliah Tahun 2023 serta Bintek tata cara pengoperasian aplikasi KIP Kuliah.

Kasubdit Sarpras dan Kemahasiswaan PTKIN, Nur Shoib, menekankan pentingnya transparansi dan efisiensi dalam penyaluran Bantuan KIP Kuliah. 

“Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa Bantuan KIP Kuliah ini tepat sasaran dan memberikan manfaat yang maksimal bagi mahasiswa PTKIN,” tegasnya.

Setelah pembukaan resmi, Sub-koordinator Seksi Kemahasiswaan, Abdul Basir, memandu proses evaluasi dengan mengumpulkan laporan dari PTKIN yang hadir. Salah satu laporan yang diminta mengenai proses rekrutmen KIP Kuliah IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Sedangkan Zaenal Arifin, S.Ag (Kabag Umum dan Layanan Akademik) didampingi Miin Sugiyanto , M.Pd.I. (Pramubakti Pengelola Layanan Akademik) pada Subbagian Layanan Akademik, sebagai duta dari IAIN Cirebon pada kegiatan rapat koordinasi bidang kemahasiswaan kali ini.

Zaenal mengungkapkan, kegiatan proses rekrutmen KIP kuliah di IAIN Syekh Nurjati Cirebon dilaksanakan sesuai Juknis KIP Kuliah dengan Menyusun formulir indikator penilaian  dan calon penerima KIP Kuliah tahun 2023 ini sedang dalam proses. Peminat calon KIP dari tahun ke tahun di kampus kita semakin bertambah.

Narasumber dalam rapat koordinasi ini berasal dari Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, serta Bank Mitra Kementerian Agama. Rapat ini diharapkan akan membawa perubahan positif dalam pelaksanaan Bantuan KIP Kuliah di seluruh PTKIN di Indonesia.


Dengan semangat kolaboratif yang tinggi, rapat koordinasi ini dianggap sebagai langkah positif dalam meningkatkan kualitas pendidikan di PTKIN dan memberikan peluang yang lebih baik bagi mahasiswa yang berusaha meraih ilmu di perguruan tinggi keagamaan Islam. 

Sebagai hasilnya, diharapkan Bantuan KIP Kuliah tahun 2023 akan lebih efektif dan memberikan dampak positif yang lebih besar bagi perkembangan pendidikan keagamaan di Indonesia. (din)

Rabu, 06 September 2023

Workshop PSGA IAIN Cirebon dan Yifos Indonesia Bahas Hak Kesehatan Seksual dan Pencegahan Kekerasan Seksual

CIREBON, FC - Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, bekerja sama dengan Lembaga YIFOS Indonesia, menggelar workshop yang berfokus pada pemahaman hak kesehatan seksual, pencegahan kekerasan seksual, dan peran orang muda dalam konteks keimanan. 

Workshop yang berlangsung pada 5 dan 6 September 2023 ini menarik perhatian mahasiswa, relawan PSGA, dosen IAIN Syekh Nurjati Cirebon, dan pemangku kebijakan di kampus.

Kegiatan tersebut bertema "Orang Muda untuk Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi serta Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi Berbasis Keimanan", dengan menghadirkan narasumber yang berpengalaman dalam bidangnya.

Narasumber tersebut di antaranya Pendeta Obertina Modesta Johanis, M.Tb (aktivis wanita Kristen), Pak Muis (aktivis gender), dan Prof. Dr. Situ Musdah Mulia, M.A (aktivis wanita Islam). Selain itu, terdapat juga perwakilan dari YIFOS Indonesia, Gemma dan Ael Napitupulu, yang memberikan wawasan penting terkait tema yang diangkat.

Kepala PSGA IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Masriah mengungkapkan pentingnya acara ini dalam memberikan pemahaman yang lebih baik kepada mahasiswa. 

Ia berharap dengan adanya acara ini mahasiswa lebih sadar tentang organ reproduksi dan kesehatan seksualnya serta menguatkan peran mahasiswa sebagai agen perubahan.

Imelda Triadhari, Ketua Relawan PSGA, menambahkan, adanya acara ini membuat mahasiswa sadar tentang hak-hak reproduksi dan hak-hak seksualnya. Diharapkan, dengan adanya acara ini, kita bisa menghormati hak-hak dari setiap individu serta mencegah terjadinya pelanggaran hak ataupun kekerasan seksual terutama di lingkungan kampus.

Ael, perwakilan dari YIFOS Indonesia, menyoroti pentingnya memegang teguh nilai-nilai keimanan dalam konteks hak dan kewajiban. 

"Hak dan kewajiban bukan berarti kita hanya berprinsip pada HAM, tetapi kita juga harus memegang teguh keimanan kita dan prinsip kita. Bukan berarti karena hal tersebut boleh dilakukan, maka kita melakukannya tanpa memikirkan resikonya maupun sudut pandang agama terkait hal tersebut," ujarnya.

Selama workshop berlangsung, peserta mendapat kesempatan untuk mendengarkan paparan dari para narasumber tentang berbagai aspek penting terkait kesehatan seksual, hak reproduksi, dan pencegahan kekerasan seksual. Diskusi-diskusi interaktif dan sesi tanya jawab juga menjadi bagian penting dari acara ini.

Dalam suasana yang penuh antusiasme, peserta workshop, yang terdiri dari mahasiswa, relawan, dosen, dan pemangku kebijakan, berbagi pemikiran dan pengalaman mereka mengenai tantangan yang dihadapi dalam konteks hak kesehatan seksual dan upaya pencegahan kekerasan seksual di perguruan tinggi.

Workshop ini bukan hanya memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga membuka peluang bagi peserta untuk mendiskusikan bagaimana menerapkan pemahaman tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Diskusi ini mencakup isu-isu sensitif seperti budaya, agama, dan pandangan moral yang mungkin mempengaruhi cara individu mendekati masalah-masalah tersebut.

Menyusul workshop ini, diharapkan bahwa para peserta akan membawa pemahaman yang lebih baik tentang hak kesehatan seksual dan pencegahan kekerasan seksual ke komunitas mereka. 

Hal ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman, inklusif, dan penuh penghargaan terhadap hak-hak individu, terutama di lingkungan kampus.

Acara workshop yang berfokus pada orang muda, agama, dan hak kesehatan seksual ini merupakan salah satu upaya untuk menciptakan kesadaran dan perubahan positif dalam masyarakat. 

Hal ini sejalan dengan semangat kolaborasi antara PSGA IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan YIFOS Indonesia dalam mempromosikan hak-hak kesehatan seksual dan pencegahan kekerasan seksual di kalangan pemuda, dengan tetap memegang teguh nilai-nilai keimanan. 

Dengan pengetahuan yang lebih baik dan semangat yang tulus, para peserta workshop diharapkan dapat berkontribusi pada menciptakan lingkungan yang lebih adil dan aman bagi semua individu, di mana hak-hak mereka dihormati dan dilindungi. (Red/Tria)

Hadiri Harpelnas, Wabup Ayu Apresiasi Inovasi Bank BJB Cabang Sumber

KABUPATEN CIREBON - Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, S.E., M.Si menghadiri acara peringatan Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) di kantor Bank BJB Cabang Sumber, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Senin (4/9/2023).

Menurut beberapa nasabah yang ia jumpai di kantor Bank BJB Cabang Sumber, menyatakan bahwa pelayanan disini ini sangat baik bahkan sangat prima. 

Pihaknya juga mengapresiasi kepada pimpinan Bank BJB Cabang Sumber, bahwa ada inovasi yang dilakukan diminggu pertama setiap bulannya, yaitu dilakukan pemeriksaan kesehatan gratis untuk nasabah disini.

"Ini salah satu upaya juga untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para nasabah Bank BJB Cabang Sumber," kata Ayu--sapaan akrabnya. 

Karena Bank BJB adalah salah satu bank yang bekerjasama dengan pemerintah daerah, Ayu berharap, semoga jalinan ini tetap terjaga. 

"Agar program-program yang ada di Pemda yang tidak secara keseluruhan tersupport APBD, Bank BJB bisa support ya," harapnya.

Sementara, Kepala Bank BJB Cabang Sumber, Taupan Selamat Wibawa mengatakan, baginya pelanggan adalah segalanya. Karena, pihaknya bergerak di bidang jasa perbankan, dimana pelayanan merupakan salah satu faktor utama.

Dan pemberian jasa kepada nasabah adalah bentuk segala jenis tingkat, diantaranya adalah peningkatan pelayanan terus diupayakan agar lebih baik lagi kedepannya. 

"Kita memiliki berbagai macam inovasi, yang pastinya memudahkan dan meningkatkan pelayanan kepada nasabah," kata Taupan.

Seperti untuk tahun ini, aku Taupan, dari sisi pelayanan setiap waktu juga ada evaluasi dan peningkatan. Apalagi, masih kata dia, ada lembaga khusus yang menilai bagaimana pelayanan terkait perbankan. 

"Alhamdulillah, kita (BJB Cabang Sumber) termasuk kategori bank sisi pelayanan yang sangat bagus," tutur Taupan. 

Ia melanjutkan, untuk lebih meningkatkan pelayanan, karena BJB merupakan bank persepsi pemerintah daerah. Artinya, melayani rata-rata pegawai pemerintah, kemudian pensiun ASN. 

Pelayanan prima yang diberikan setiap bulannya adalah memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada pelanggan. 

"Setiap sebulan sekali di minggu pertama, kita selalu mengadakan pelayanan kesehatan gratis untuk membantu dan kontrol para pensiunan ASN dan lainnya. Jadi, sambil nunggu antrian, bisa cek kesehatan dulu," jelas Taupan. (Anisa)

Motto Kerja GIRANG, Kang Soleh Siap Berikan Perubahan dan Kemajuan di Masyarakat

Motto GIRANG : Siap menjadi program kerja Kang Soleh untuk membangun dan memajukan masyarakat Desa Cirebon Girang



CIREBON, FC- Sosok lelaki berusia 53 tahun ini, terpaksa muncul di pencalonan Kuwu Desa Cirebon Girang, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon. Siapa dia ?, Dia adalah Solehudin dan biasa disapa Kang Soleh.

Alasan dia nyalon, karena Cirebon Girang ke depan membutuhkan pemimpin yang siap memajukan desa dan masyarakatnya. Karena itulah, lelaki bernama Soleh ini siap maju sebagai calon kuwu untuk membangun dan mensejahterakan masyarakat Cirebon Girang.

Kang Soleh, sapaan akrab di masyarakat kepada media menyatakan, jika dirinya  siap memimpin Desa Cirebon Girang. Kesiapannya bukan tanpa alasan, dirinya sudah mempersiapkan visi, misi dan program kerja jika terpilih nanti.

Mau tahu apa visinya, mari kita simak lebih dalam siapa sesungguhnya Kang Soleh ini ?. Visi Kang Soleh tidak tidak melambung ke langit alias muluk-muluk. Kang Soleh justru berbeda dan visi nya harus membumi, artinya realistik dan terukur.

Visi Kang Soleh adalah terwujudnya kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat desa yang Mandiri dan agamis melalui penyelenggaraan pemerintahan desa yang harmonis, transparan dan akuntabel.

Selain visi yang dibawa, Kang Soleh juga memiliki Motto Kerja. Motto ini diluncurkan ke program kerja saat nanti Kang Soleh terpilih. Motto Kerja tersebut adalah GIRANG, yang berarti Gerak, Inovatif, Ramah, Agamis, Nasionalis dan Guyub. 

"Program kerja yang bermottokan GIRANG ini akan diluncurkan pada saat saya terpilih sebagai Kuwu Cirebon Girang. GIRANG ini adalah konsep humanis yang akan membawa desa dan masyarakat ke depan lebih maju dan sejahtera. Saya juga akan menekankan aspek pelayanan untuk ditingkatkan, yakni pelayanan cepat masyarakat puas," tutur Kang Soleh.

Sementara itu, warga setempat saat ditanya media menyatakan, bahwa pencalonan Kang Soleh sebagai Kuwu Desa Cirebon Girang disambut baik. Sebab masyarakat merindukan sosok yang melakukan perubahan ke arah yang lebih maju dan baik. Motto GIRANG, pasti akan memberikan perubahan dan kemajuan," terangnya kepada media. (Bambang)

Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag Lepas 8 Mahasiswa PLP Internasional

CIREBON FC - Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag melepas 8 mahasiswa PLP Internasional di Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) Malaysia, Rabu, 06/09/2023.

Pelepasan ini langsung dipimpin oleh Rektor dengan didampingi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Prof. Dr. Hajam, M.Ag, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, Prof. Dr. H. Ilman Nafi’a, M.Ag dan Dekan FITK, Dr. H. Saefuddin, M.Ag, serta unsur pimpinan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan.

“Pengenalan Lapangan Persekolahan yang selanjutnya disingkat PLP adalah proses pengamatan/observasi dan pemagangan yang dilakukan mahasiswa Program Sarjana Pendidikan untuk mempelajari aspek pembelajaran dan pengelolaan pendidikan di satuan Pendidikan”. tutur Prof. Aan.

Selain itu, Program ini merupakan upaya untuk memperluas wawasan, memperkaya pengalaman budaya, dan meningkatkan kemampuan bahasa Asing mahasiswa dalam lingkungan internasional. 

“IAIN Syekh Nurjati yang dalam waktu dekat akan bertransformasi menjadi Universitas Islam Siber Syekh Nurjati Indonesia (UINSSI) terus mendorong civitas akademika membangun Global Academic Excellence. Sehingga visi mewujudkan UINSSI sebagai World Class University dapat terwujud” tegas Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag.

Prof Aan, juga mengucapkan, selamat kepada adik-adik mahasiswa yang akan mengikuti kegiatan PLP Internasional di Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) Malaysia. 

"Jaga nama baik almamater kalian, rajin bermedsos terkait kegiatan PLP, senantiasa berkoordinasi dengan pihak fakultas ketika ada hal-hal yang dianggap urgen, serta gaungkan nama  IAIN Syekh Nurjati Cirebon adalah Cyber Islamic University, yang merupakan salah satu dari 7 program prioritas Menteri Agama Republik Indonesia," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama Dr. H. Saifuddin, M.Ag, Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, melaporkan rangkaian kegiatan PLP ini mulai dari pendaftaran 5 Juli sampai dengan 4 Agustus, kemudian seleksi adminstrasi dan wawancara 5 sampai dengan 7 Agustus, dan pengumuman peserta yang dinyatakan lolos seleksi pada 8 Agustus 2023.

“Izin menyampaikan Pak Rektor, alhamdulillah ada 8 mahasiswa yang dinyatakan lolos seleksi dan mereka mewakili dari beberapa prodi yang ada di fakultas ilmu tarbiyah dan keguruan”. tutur Dr. Saifuddin,

Menurut Dr. H.Saifuddin, M.Ag, kedelapan mahasiswa tersebut adalah; Haris Maulana (Prodi MTK), Taufik Muhamad Haidir (Prodi Bio), Siti Nurlaela Sari (Prodi PGMI), Miftah Hudin (Prodi PAI), Misbahul Munir (Prodi PBA), Leonita (Prodi TB.Indo), Reyna Anastasia (Prodi PIAUD), dan Hanifah Animi (Prodi TB.Inggris).ungkapnya.

Sementara Dr. Atikah Syamsi (wakil Dekan bidang akademik) menuturkan, kegiatan PLP Internasional ini diawali dari agenda PKM kolaborasi Internasional hibah kompetitif Litapdimas Kemenag tahun 2022.

Oleh karenanya, berdasar rekomendasi dan hasil temuan di lapangan, maka FITK perlu menindaklanjuti agenda PKM Internasional ini melalui Program Kampus Mengajar dalam MBKM.

Tentu upaya yang dilakukan oleh FITK ini secara prosedural telah dilakukan sejak bulan Juni, diawali dengan koordinasi awal melalui virtual dengan pihak Humas SIKK Edi Purwanto.

“Kami atas nama sivitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon, mengucapkan terimakasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak Konjen RI Kota Kinabalu Malaysia yang sangat support serta mendukung dan menerima dengan sangat terbuka untuk kegiatan PLP Internasional di Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) Malaysia,” pungkasnya. (din)

FDKI IAIN Cirebon Buka Kerjasama dengan Fakultas Filsafat UNPAR Bandung

CIREBON, FC - Fakultas Dakwah Dan Komumikasi Islam (FDKI) IAIN Syekh Nurjati Cirebon, mengadakan  penandatanganan nota kesepahaman dengan Fakultas Filsafat Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) Bandung.

Dr. Siti Fatimah, M.Hum  menuturkan, kerjasama ini bertujuan untuk menambah wawasan objek riset dan pengabdian pada masyarakat berbasis moderasi dan toleransi beragama.

Menurutnya, mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam bisa banyak belajar  ke Universitas Parahyangan Bandung untuk menguatkan kajian ke-filsafat-an, dan akan berguna utk meluaskan wawasan pemikiran sebagai kader para dai masa depan.

“Kader dai yang toleran kepada sesama umat manusia, Kader Dai yang memiliki jiwa kemanusiaan yang tinggi dan bisa menghargai keragaman agama, budaya, dan keragaman lainnya,” pungkasnya. (din)

YIFOS Indonesia dan PSGA IAIN Cirebon Tandatangani Perjanjian Jangka Panjang

CIREBON, FC - Dua lembaga melakuka. Penandatanganan Perjanjian Jangka Panjang yakni Lembaga YIFOS Indonesia (Youth Interfaith Forum on Sexuality) dan Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon.

Penandatanganan ini merupakan langkah penting dalam upaya bersama kedua lembaga untuk memajukan pemahaman dan pelaksanaan hak kesehatan seksual, hak reproduksi, serta pencegahan kekerasan seksual.

Perjanjian ini merupakan bukti nyata komitmen dari kedua belah pihak dalam upaya mempromosikan pemahaman yang lebih baik tentang hak-hak kesehatan seksual dan hak reproduksi, terutama di kalangan pemuda. 

Penandatanganan ini juga mencerminkan semangat kolaborasi antara YIFOS Indonesia dan PSGA IAIN Syekh Nurjati Cirebon dalam memajukan isu-isu penting ini dalam masyarakat.

Penandatanganan Perjanjian ini berlangsung dengan suasana yang penuh semangat, dan dihadiri oleh perwakilan dari kedua lembaga. 

Dari pihak YIFOS Indonesia, perjanjian ini ditandatangani oleh Gemma, yang merupakan perwakilan dari YIFOS, dan Ael Napitupulu, juga sebagai perwakilan dari YIFOS. Sementara itu, PSGA IAIN Syekh Nurjati Cirebon diwakili oleh Bu Masriah, selaku Kepala PSGA.

Isi dari Perjanjian Jangka Panjang ini mencakup berbagai aspek kerja sama antara kedua lembaga, termasuk pelaksanaan workshop, seminar, penelitian bersama, dan program-program lain yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, terutama kalangan pemuda, tentang pentingnya hak kesehatan seksual, hak reproduksi, dan pencegahan kekerasan seksual. 

Selain itu, perjanjian ini juga mencakup komitmen untuk terus memegang teguh nilai-nilai keimanan dalam upaya memahami dan menerapkan hak-hak ini.

Bu Masriah, selaku Kepala PSGA IAIN Syekh Nurjati Cirebon, menyampaikan rasa syukur dan antusiasmenya terkait penandatanganan perjanjian ini. Perjanjian ini, katanya,  merupakan langkah konkret dalam memajukan isu-isu yang sangat penting dalam masyarakat. 

"Kami berharap kerja sama ini akan membawa dampak positif yang besar dalam meningkatkan pemahaman dan perlindungan hak-hak kesehatan seksual dan hak reproduksi, terutama di kalangan pemuda. PSGA IAIN Syekh Nurjati Cirebon sendiri membuka ruang selebar-lebarnya untuk berkolaborasi maupun berkerjasama terkait isu-isu gender," paparnya.

Gemma, perwakilan dari YIFOS Indonesia, menyatakan, pihaknya sangat bersemangat mengenai kerja sama ini. Dengan bergabungnya dua lembaga yang berkomitmen untuk perubahan positif, 

"Kami yakin bahwa kami dapat mencapai banyak hal yang baik bersama-sama. Perjanjian ini adalah langkah pertama dalam perjalanan panjang kami untuk meningkatkan kesadaran dan perlindungan hak-hak individu," ucapnya.

Ael Napitupulu, juga dari YIFOS Indonesia, menambahkan, dalam perjanjian ini, pihaknya memahami bahwa hak dan kewajiban kita bukan hanya berdasarkan pada pandangan dunia, tetapi juga pada nilai-nilai keimanan. "

Kami berkomitmen untuk menjalankan kerja sama ini dengan integritas dan penuh rasa hormat terhadap semua individu," tuturnya.

Imelda Triadhari selaku ketua relawan PSGA berpesan dengan adanya perjanjian ini, saya merasa senang karena nantinya semakin banyak pula orang-orang yang bisa kita tolong. 

"Pesan saya adalah jangan ragu untuk belajar lebih banyak tentang hak-hak kalian terkait kesehatan seksual dan reproduksi. Pengetahuan adalah kunci, dan semakin banyak yang kalian ketahui, semakin baik kalian dapat melindungi diri sendiri dan mendukung orang lain. Jangan takut untuk berbicara tentang isu-isu ini dan dukung upaya-upaya untuk mencegah kekerasan seksual. Bersama-sama, kita bisa menciptakan perubahan positif," ujarnya.

Sementara itu, dengan penandatanganan Perjanjian Jangka Panjang ini, diharapkan kedua lembaga akan dapat bekerja sama dengan lebih efektif dalam mencapai tujuan bersama mereka untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang hak kesehatan seksual, hak reproduksi, dan pencegahan kekerasan seksual. 

Langkah ini menciptakan dasar yang kuat untuk kolaborasi yang berkelanjutan dan dampak positif dalam masyarakat.

Kedua lembaga berharap bahwa perjanjian ini akan menjadi contoh bagi organisasi lain untuk memprioritaskan isu-isu penting ini dan menjalin kemitraan yang kuat dalam rangka menciptakan perubahan positif bagi masyarakat dan generasi yang akan datang. (Red/Tria)

Luncurkan Program MANTAP, Drs Yudi Rasudi Siap Bangun Kemajuan dan Kesejahteraan Warga Cirebon Girang

BAKAL CALON KUWU : Drs Yudi Rasudi siap bangun kemajuan masyarakat dan Desa Cirebon Girang melalui Program MANTAP 



CIREBON, FC - Desa Cirebon Girang akan memiliki bakal calon (balon) Kuwu yang siap membangun kemajuan desa dan masyarakatnya. Ini tentu kabar yang menggembirakan bagi warga setempat, mengingat ke depan Desa Cirebon Girang masih terdapat sejumlah Pekerjaan Rumah (PR) yang harus segera diwujudkan.

Siapa dia ?, Dia adalah Drs Yudi Rasudi, balon Kuwu Desa Cirebon Girang yang memiliki visi terwujudnya desa yang baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur. Visi ini sangat relevan dengan kondisi saat ini di mana Drs Yudi Rasudi ingin menyatukan itikad dan pemikiran antara masyarakat, pemerintah dan ulama yang berlandaskan sifat religuitas untuk mencapai pemerintahan desa yang Mandiri, Aman, Nyaman, Transparan, Adil dan  Peduli (MANTAP).

"Saya bangga dengan Motto kerja bapak Yudi Rasudi, dan saya yakin melalui program MANTAP ini, Desa Cirebon Girang akan lebih maju dan masyarakatnya lebih sejahtera," ucap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya. 

Program MANTAP Drs Yudi Rasudi ini,  bertujuan ingin memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, dan pelayanan ini tidak terhalang oleh waktu dan tempat (kapan saja dan di mana saja) dan tidak akan membeda-bedakan, semua sama dan harus terlayani. 

"Prinsipnya, semua masyarakat akan diberikan pelayanan yang sama. Inilah cara kerja saya untuk masyarakat, karena pelayanan tidak boleh pilih kasih, pandang sayang," terang Drs Yudi Rasudi.

Sehingga kata Yudi Rasudi, misi yang merupakan penjabaran atau program kerja yang akan dilaksanakan untuk pencapaian apa yang tertuang di dalam visi, akan tercapai dengan baik.

Drs Yudi Rasudi juga ingin membangun kemajuan desa melalui pendekatan-pendekatan lainnya. Semua indikator akan dilihat dan dilakukan, agar program kerja yang sudah dicanangkan bisa berjalan baik di pemerintahan desa maupun di masyarakat Cirebon Girang.

"Membangun desa dan masyarakat harus dengan visi dan program, dan saya siap membangun kemajuan desa dan masyarakat dengan visi dan program yang akan saya gulirkan. Mari kita bersama wujudkan desa dan masyarakat yang MANTAP," ungkap Drs Yudi Rasudi, menutup perbincangan dengan media. (Bambang)

Bupati Cirebon Acungkan Jempol untuk Layanan Green Service Polresta Cirebon

KABUPATEN CIREBON - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag mengapresiasi layanan Green Service yang digulirkan oleh Kepolisian Resor Kota (Polresta) Cirebon dalam pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Kelakuan Baik Catatan Kepolisian (SKCK).

Imron menuturkan, program yang sudah digulirkan oleh Polresta Cirebon sejak 2022 ini, terbukti membantu Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam mengatasi permasalahan sampah.

“Program Polresta Cirebon ini sangat hebat sekali. Sampah ini adalah permasalahan, salah satunya bisa menjadi wabah penyakit,” kata Imron saat menghadiri acara Upgrading Green Service Polresta Cirebon di Mapolresta Cirebon, Kecamatan Sumber, Selasa (5/9/2023).

Kabupaten Cirebon, lanjut Imron, dalam upaya menangani permasalahan sampah, memanfaatkan dua tempat pembuangan akhir sampah (TPAS), yakni di Gunung Santri, Kecamatan Palimanan dan di Kubangdeleg, Kecamatan Karangwareng.

Imron menambahkan, untuk TPAS Kubangdeleg masih dalam tahap proses perampungan. Diharapkan, bisa beroperasi dalam waktu dekat.

“Berharap, masyarakat harus sama-sama menjaga lingkungan. Harus menjaga alam beserta isinya, karena Allah SWT tidak menyukai orang-orang yang merusak alam ini,” ujar Imron.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Arif Budiman, S.I.K, M.H menuturkan, Layanan Green Service awalnya hanya memiliki 10 bank sampah. Saat ini, sudah mempunyai 27 bank sampah. 

Penanganan sampah, kata Arif, Kabupaten Cirebon semakin berjalan secara maksimal. 

“Dalam layanan Green Service, masyarakat bisa membayar biaya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dalam pembuatan SIM dan SKCK menggunakan sampah plastik,” kata Arif.

Nasabah bank sampah memiliki layanan prioritas di Satpas Polresta Cirebon. Nantinya, tidak perlu mengantre, mendapatkan tempat duduk prioritas, hingga proses penerbitan SIM dan SKCK lebih cepat.

Arif mengajak, masyarakat lebih peduli lagi dalam menjaga keindahan, kelestarian, dan ekosistem alam, khususnya dari pencemaran sampah plastik. (Nrd)

Selasa, 05 September 2023

Sub PPKBD Ujung Tombak Sukseskan Program KB dan Stunting

KABUPATEN CIREBON - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag menghadiri silaturahmi dan pembinaan Sub PPKBD se-Kabupaten Cirebon di GOR Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, Selasa (5/9/2023).

Imron mengungkapkan, kader Sub PPKBD merupakan kepanjangan tangan pemerintah, khususnya petugas lapangan keluarga berencana (PLKB) dalam pelaksanaan program pengendalian penduduk, keluarga berencana maupun mewujudkan ketahanan keluarga. 

Menurut Imron, kader Sub PPKBD adalah ujung tombak dan memegang peran penting dalam mensukseskan program keluarga berencana. Kader Sub PPKBD lah yang bertemu langsung dengan masyarakat dan berperan penting memberikan informasi dan edukasi kepada pasangan usia subur (PUS) untuk pencapaian akseptor KB. 

"Dalam rangka mewujudkan visi Kabupaten Cirebon, yakni berbudaya, sejahtera, agamis, maju dan aman. Pemkab Cirebon telah melakukan berbagai akselerasi pembangunan dalam upaya menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi di masyarakat, salah satunya adalah masalah KB dan stunting," kata Imron.

Menurutnya, masalah KB dan stunting harus mendapatkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, khususnya Sub PPKBD dalam rangka menciptakan sumber daya manusia yang potensial melalui pendekatan keluarga yang berkualitas, baik dari aspek pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial budaya, maupun aspek lainnya.

"Untuk itu, saya mengajak semua yang hadir disini, untuk membangun komitmen yang kuat dalam pencapaian penurunan stunting dan pelayanan KB bagi keluarga pra-KS di Kabupaten Cirebon," ajak Imron.

Imron menambahkan, semoga melalui acara ini dapat menginspirasi dan menambah ilmu pengetahuan kepada seluruh Sub PPKBD tentang bagaimana tantangan, dampak, dan solusi pengendalian jumlah penduduk pencegahan, serta penurunan stunting di Kabupaten Cirebon. (Ara)

Pernikahan Anak Masih Cukup Tinggi, Pemerintah Akan Gandeng Akademisi dan Swasta

KABUPATEN CIREBON -- Pemerintah Kabupaten Cirebon menyambut baik adanya kolaborasi dengan Kemenko PMK RI terkait pencegahan perkawinan anak di wilayahnya.

Hal tersebut disampikan Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, SE., M.Si saat menghadiri acara Penguatan Kapasitas Para Pihak yang Melakukan Pendampingan atau Penanganan Pencegahan Perkawinan Anak di Kabupaten Cirebon yang diselenggarakan oleh Kemenko PMK RI di Hotel Aston Cirebon, Selasa (5/9/2023).

Menurut Ayu, sapaan akrab Wabup, pihaknya mengaparesiasi terpilihnya Kabupaten Cirebon untuk diadakannya penanganan dan intervensi perkawinan anak.

Ayu menjelaskan, perkawinan anak di Kabupaten Cirebon masih cukup tinggi. Oleh karenanya, ada beberapa upaya yang lakukan agar prosentase perkawinan anak ini bisa ditekan dengan baik.

"Perkawinan anak akan menimbulkan dampak yang begitu besar, yakni kesehatan, kemiskinan dan stunting," katanya.

Ia mengungkapkan, perkawinan anak masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Pemerintah Kabupaten Cirebon.

"Pencegahan perkawinan anak bukan hanya tugas DPPKBP3A saja, melainkan semua pihak. Mari bergotong royong, agar perkawinan anak bisa ditekan, kemiskinan dan stunting juga bisa turun," lanjut Ayu.

Lebih lanjut, kata Ayu, ada dua kecamatan di Kabupaten Cirebon yang angka kasus perkawinan anaknya masih cukup tinggi, yakni Kecamatan Greged dan Mundu.

"Penyebab kasus perkawinan anak masih tinggi, diantaranya SDM, pergaulan bebas dan ketidaktahuan orang tua mengenai bahaya menikah di usia dini," tambahnya.

Ayu menyebut, dirinya meyakini pernikahan anak di Kabupaten Cirebon angkanya cukup tinggi, karena banyak pernikahan anak yang tidak tercatat.

"Masih banyak pernikahan anak yang tidak tercatat, ada 483 pernikahan dispensasi, tetapi saya menyakini masih banyak pernikahan anak yang tidak tercatat," sebut Ayu.

Di tempat yang sama, Deputi Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan dan Pemuda Kemenko PMK RI, Woro Sri Hastuti Sulistyaningrum, S.T, MIDS mengatakan, dipilihnya Kabupaten Cirebon ini, karena angka kemiskinan dan stunting serta pernikahan anak masih cukup tinggi, meski setiap tahun angka tersebut mengalami penurunan.

Menurut Sri, ini menjadi kolaborasi Kemenko PMK dan Pemkab Cirebon untuk mengatasi dan menekan angka pernikahan anak.

"Kalau kita lihat prosentase memang tidak terlalu tinggi, bahkan kalau kita lihat untuk pernikahan anak di Jawa Barat sedikit dari rata-rata nasional. Tetapi, kalau kita masuk ke Cirebon jumlahnya cukup besar, sehingga kenapa, hal ini mendasari kami untuk masuk ke Cirebon," jelasnya.

Ia pun mengungkapkan, pencegahan pernikahan anak bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tugas semua pihak. Bahkan pihaknya akan menggandeng akademisi dan swasta untuk ikut andil dalam penangganan pernikahan anak.

"Kita juga melibatkan akademisi dari perguruan tinggi, serta kami mengundang pihak Swasta," tutur Sri.

"Kami berharap, CSR yang dimiliki swasta juga diarahkan kepada pencegahan pernikahan anak, seperti memberikan edukasi. Karena semakin masif kita bergerak dan memperlihatkan, harapannya masyarakat terbuka agar tidak memaksa anaknya untuk menikah muda," pungkasnya. (din)

Berjuang Keras Dilaga Nasional, Mahasiswa IAIN Cirebon Toreh Prestasi Gemilang

CIREBON, FC - Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Ushuluddin dan Adab Institut Agama Islam Negeri Syekh Nurjati Cirebon, Ibnu Shihab Azzuhri, berhasil meraih medali emas dalam Kejuaraan Terbuka Pencak Silat Tenaga Dasar (PSTD) Indonesia tingkat daerah Jawa Barat yang diselenggarakan di Gedung Amphitheater UPI Bandung pada 26 s/d 27 Agustus 2023. (27/08/2023).

Prestasi gemilang ini membuktikan bahwa Ibnu Shihab Azzuhri tidak hanya memiliki bakat akademik sebagai mahasiswa BSA tetapi juga memiliki kemampuan luar biasa dalam bidang olahraga, khususnya pencak silat. Kejuaraan yang diikuti oleh puluhan atlet pencak silat dari seluruh Jawa Barat ini menjadi ajang pertandingan yang sangat ketat.

Dalam laga final yang berlangsung sangat seru, Ibnu Shihab Azzuhri berhasil mengalahkan lawan-lawannya dan memenangkan medali emas untuk kategori yang diikutinya. 

Kemenangan ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi bagi Ibnu Shihab Azzuhri tetapi juga merupakan kebanggaan bagi Jurusan BSA dan seluruh civitas akademika di IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Anwar Sanusi, M.Ag., menyatakan rasa bangga dan apresiasi yang mendalam atas pencapaian gemilang Ibnu Shihab Azzuhri. 

Menurutnya ini adalah contoh nyata bahwa mahasiswa kami memiliki potensi yang luar biasa di berbagai bidang. Prestasinya dalam olahraga pencak silat ini membuktikan bahwa dedikasi dan kerja kerasnya tidak hanya terfokus pada studi akademik,” tutur Dr. anwar.

Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Arab, Maman Dzul’iman, MA, juga memberikan selamat kepada Ibnu Shihab Azzuhri atas prestasi yang luar biasa ini. 

“Pencapaian Ibnu Shihab Azzuhri adalah inspirasi bagi mahasiswa BSA lainnya. Semoga prestasi ini memotivasi mereka untuk berprestasi dan berkontribusi dalam berbagai bidang, baik dalam akademik maupun non-akademik,” ujarnya.

Prestasi gemilang Ibnu Shihab Azzuhri dalam Kejuaraan Terbuka Pencak Silat Tenaga Dasar (PSTD) Indonesia Jawa Barat ini semakin menegaskan bahwa mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon memiliki potensi dan bakat yang sangat beragam. 

Semoga prestasi ini akan terus menginspirasi dan memotivasi para mahasiswa lainnya.