Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 30 September 2023

Menteri LHK-RI Tinjau Lokasi Kebakaran Sampah Kopiluhur

CIREBON, FC – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (LHK-RI) Prof. Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc., meninjau lokasi kebakaran tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Kopiluhur, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Sabtu, (30/9/2023).

Pengecekan dilakukan, setelah pihaknya mendapat laporan dari masyarakat bahwa TPA Kopiluhur terbakar berulang kali dalam kurun waktu tiga pekan. Kebakaran serupa bukan hanya terjadi di Kota Cirebon, melainkan ada 15 lokasi kebakaran TPA di Indonesia.

“Saya mengikuti perkembangan, sudah sebulan lebih TPA sampah seperti ini terbakar dan yang terdata di kami ada 15 lokasi. TPA di Sarimukti di Bandung salah satunya,” ujar Siti Nurbaya.

Berdasarkan laporan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon, hampir sebagian area TPA terbakar. Hanya spotnya kecil-kecil, jadi kebakaran mudah dipadamkan. Kedatangan ke TPA, hanya ingin memastikan sudah tidak ada titik api yang menyala.

“Pada dasarnya, ketika sampah menimbulkan gas metana, maka akan muncul percikan api. Api membesar disebabkan angin besar. Kami ingin pastikan penanganan kebakaran sesuai prosedur,” terangnya.

Siti juga menyampaikan terimakasih, kepada pemerintah daerah, jajaran TNI dan Polri yang telah bahu membahu memadamkan api di TPA Kopiluhur. Pihaknya berharap, kebakaran di tempat tersebut tidak terjadi kembali.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati, M.A.P., menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang berada di dekat TPA Kopiluhur. Pasalnya, banyak warga mengeluh sesak nafas akibat asap kebakaran.

“Saya mohon maaf kepada masyarakat, akhir-akhir ini panas begitu tinggi. Kebetulan RW 08 paling dekat dengan TPA Kopiluhur, sehingga terdampak asap,” ucapnya.

Selain menemui warga, Eti juga menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat yang terdampak. Bantuan tersebut berupa makanan dan minuman, makanan cepat saji, susu dan lainnya.

“Semoga bantuan ini memberikan manfaat dan penanganan kebakaran TPA Kopiluhur cepat selesai. Sehingga tidak ada lagi warga yang merasakan dampak akibat dari kejadian tersebut,” katanya. (din)

Hadirkan Habib Hasanain, Warga Sumber Asri Bakal Padati Perayaan Maulid Nabi SAW

CIREBON - Nanti malam, warga Sumber Asri dan jamaah lainnya akan memadati Masjid Al Muhajirin untuk menghadiri pengajian Akbar, Maulid Nabi Muhammad SAW. Pada perayaan Maulid Nabi ini, panitia menghadirkan mubaligh kondang, Al Habib Hasanain bin Muhammad LC, Pengasuh Ponpes Jagasatru, juga Ketua MUI Kota Cirebon, Sabtu, (30/9/2023).

Ketua pelaksana kegiatan, Ustad Gito mengatakan, peringatan Maulid Nabi SAW sudah direncanakan pada sebulan sebelumnya. Panitia yang dibentuk sudah juga mempersiapkan segala sesuatunya untuk mensukseskan kegiatan tersebut. 

Demikian juga dengan berbagai persiapan yang ada, seluruhnya sudah dikoordinasikan melalui beberapa kali rapat sebagai bentuk laporan dan evaluasi kepanitiaan, sehingga hal-hal yang menjadi kendala, baik teknis maupun non teknis sudah dibahas dan dimusyawarahkan di dalam rapat.

"Alhamdulillah, nanti malam tinggal pelaksanaannya. Kami mengundang penceramah yakni Habib Hasan dari Pengasuh Ponpes Jagasatru sekaligus Ketua MUI Kota Cirebon," terangnya.

Dalam hal ini, ustad Gito berterimakasih kepada seluruh warga Sumber Asri yang sudah bergotong royong untuk ikut mensukseskan kegiatan pengajian dari perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW nanti malam.

"Semoga ini menjadi ladang amal bagi kita semua dan juga menjadi spirit atau semangat syiar Islam, agar kelak kita semua mendapatkan syafaatnya Nabi Muhammad SAW," paparnya.

Sementara itu, menurut Ketua DKM Al Muhajirin Sumber Asri, Ustad Gaos Asy'ar S.Ag, perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini akan dilaksanakan pada malam Minggu, ba'da Isya.

Menurut Ustad Gaos, acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Mesjid Masjid Al Muhajirin, Desa Kecomberan, Kecamatan Talun ini akan diisi dengan Siraman Rohani oleh Habib Hasanain. 

"Maka pada kesempatan ini, saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh panitia penyelenggara serta keluarga besar Mesjid Al Muhajirin  atas terselenggaranya acara Maulid Nabi Muhammad SAW pada malam nanti. 

Menurut Ustad Gaos, peringatan maulid ini sangat penting artinya, untuk merajut tali silaturrahmi yang lebih kuat, sekaligus menanamkan rasa kecintaan kita terhadap Nabi Muhammad SAW yang sepatutnya menjadi contoh dan teladan dalam menjalani kehidupan ini.

"Mudah-mudahan dengan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, kita  semakin cinta dan rindu kepada Nabi Muhammad SAW, dan juga sekaligus  bisa memakmurkan masjid melalui shalat berjamaah di Masjid Al Muhajirin. Mari kita semarakan syiar Islam melalui berbagai kegiatan di masjid, dan menjadikan masjid sebagai basis kekuatan Islam," tandasnya. (Ara)

Rabu, 27 September 2023

Dua Desa di Kecamatan Suranenggala Menjadi Lokasi Program PUGAR KKP 2023

CIREBON, FC - Kabupaten Cirebon mendapatkan Program Pembantuan Pengembangan Usaha Garam Rakyat (Pugar) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada tahun 2023. Dua desa di Kecamatan Suranenggala, yaitu Desa Muara dan Karangreja menjadi lokasi dalam program tersebut.

Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag mengatakan, Pugar merupakan salah satu strategi yang dicanangkan oleh pemerintah pusat melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Cirebon untuk meningkatkan kuantitas serta kualitas garam rakyat. 

Tujuan program itu, lanjut Imron, untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas, menjamin kontinuitas dan membangun kelembagaan usaha garam rakyat. 

“Empat tujuan itu dilakukan berdasarkan fakta, bahwa petambak garam cenderung masih berusaha secara individual dengan kepemilikan lahan yang terfragmentasi dan pemanfaatan teknologi sederhana,” ujar Imron saat menghadiri Sosialisasi Pugar di Hotel Sutan Raja Cirebon.

Atas dasar permasalahan tersebut, diperlukan program pengintegrasian lahan yang dapat menyatukan sumber daya pemilik garam agar dapat dikelola secara terpadu. 

Pemerintah Kabupaten Cirebon, kata Imron, menyambut baik adanya program tersebut, karena berupaya memfasilitasi upaya pengembangan usaha garam rakyat yang diberikan untuk Kabupaten Cirebon.

“Kami berharap, dengan adanya program ini, usaha pergaraman di Kabupaten Cirebon dapat berkembang dan dapat mensejahterakan masyarakat, serta dapat memberikan kontribusi dalam pencapaian target produksi garam nasional,” lanjutnya.

Direktur Jasa Kelautan KKP, Dr. Miftahul Huda, M.Si menyebutkan, Pugar merupakan implementasi dari teknis berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan, dan Petambak Garam.

Ada empat pendekatan dalam program tersebut, yakni meningkatkan produktivitas, kualitas, kontinuitas, dan kelembagaan usaha (korporatisasi).

“Jenis bantuan yang diberikan, diantaranya saluran air, integrasi lahan garam, geomembran, alat uji mutu, excavator, gudang garam, learning and business center, hingga alat angkut,” terang Miftahul.

Ia menyebutkan, program serupa pernah dilaksanakan di Kabupaten Cirebon sejak tahun 2011. Terakhir pada 2019, Kabupaten Cirebon mendapatkan alokasi anggaran hingga Rp14 miliar.

“Cirebon adalah satu dari 64 kabupaten di Indonesia yang merupakan sentra ekonomi garam rakyat. Maka dari itu, sangat pantas mendapatkan program tersebut,” kata Miftahul. (Ara)

Selasa, 26 September 2023

Tangani Kemiskinan Ektrem, Wabup Ayu Ajak Kuwu Urus Adminduk Warganya

KABUPATEN CIREBON -- Pemerintah Kabupaten Cirebon terus berupaya untuk menekan angka kemiskinan ektrem di wilayahnya.

Pasalnya, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), kurang lebih 81 ribu masyarakat Kabupaten Cirebon masuk kategori miskin ektrem.

Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, SE., M.Si mengajak semua stakeholder, terutama para kepala desa (kuwu) untuk memanfaatkan program-program dari pemerintah, baik pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten.

"Banyak program-program dari pemerintah pusat dan provinsi yang memang belum diketahui oleh para kepala desa (kuwu)," kata Ayu--sapaan akrab Wabup Cirebon, saat melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penanggulangan Kemiskinan di Desa Buyut, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, Senin (25/9/2023).

Ayu mengatakan, berdasarkan amanat UU 1945 pasal 34, fakir miskin dan anak terlantar menjadi tanggung jawab negara. Artinya, kita sebagai pelayan masyarakat, harus siap kapan saja untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

"Kita sebagai pemerintah daerah, camat, kuwu, diamanatkan oleh negara agar mengurusi masyarakat yang memang membutuhkan, dimulai dari Adminduk," ujarnya.

Menurutnya, Adminduk sangatlah penting kebutuhannya untuk masyarakat. Pasalnya, segala bantuan dari pemerintah dilihat dari Adminduk itu sendiri.

Ayu menjelaskan, miskin ektrem ini merupakan masyarakat yang memiliki pendapatan kurang dari Rp10.000 per harinya dan kebanyakan mereka tidak memiliki Adminduk, sehingga tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah.

"Mereka yang punya penghasilan Rp10.000 per hari, lansia, ODGJ dan penyandang disabilitas yang tidak bisa bekerja itu, masuk kategori miskin ekstrem dan mereka malas untuk mengurus Adminduk," lanjut Ayu.

Sehingga, kata Ayu, kepala desa (kuwu) harus jemput bola untuk membantu masyarakat yang belum memiliki Adminduk tersebut.

"Ini yang harus didorong kepada para kepala desa, untuk terjun langsung mendata, mana masyarakat yang memang tidak mampu dan tidak memiliki Adminduk. Sehingga ketika ada bantuan, mereka akan mendapatkannya," jelasnya. (Nisa)

PBA IAIN Cirebon Sukseskan Gebyar GBA 2023


CIREBON, FC – Semarak, itulah suasana kegiatan yang diluncurkan oleh Program studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon. Hasilnya, PBA sukses menggelar acara tahunan Gebyar Bahasa Arab (GBA) 2023. 

GBA yang bertemakan 'Revitalisasi Pendidikan Guna Meningkatkan Interpretasi Budaya Berbahasa Arab' ini menghadirkan seminar nasional dan beragam lomba-lomba ke bahasa Araban. 

Seminar nasional diisi oleh guru besar UIN Sunan Kalijaga Prof. Dr. Tulus Musthofa, Lc., MA. dan Muhammad Nandito, Lc., mahasiswa S2 Universitas Al-Azhar Kairo Mesir. 

Sementara peserta lomba dalam kegiatan ini dihadiri oleh para pelajar pesantren, madrasah aliyah, sekolah menengah atas, dan mahasiswa perguruan tinggi se- Pulau Jawa dan Sumatera.

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag berpesan agar perlombaan GBA tahun depan juga melibatkan sistem siber atau jaringan infrastruktur teknologi informasi yang meliputi internet, jaringan telekomunikasi, dan sistem komputer dalam konteks ke bahasa Araban. 

Pasalnya, IAIN Syekh Nurjati Cirebon dalam waktu dekat akan menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon. ”Kampus kita dalam waktu dekat akan menjadi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Saat ini statuta terkait itu sedang dalam proses perampungan. Saya berharap GBA tahun depan melibatkan perlombaan yang berwawasan dan akrab dengan budaya siber,” pesannya.

Dekan FITK Dr. H. Saifuddin, M.Ag menambahkan, bahwa GBA merupakan salah satu kawah candradimuka bagi mahasiswa Prodi PBA untuk penggemblengan diri agar menjadi orang yang memiliki karkater pribadi yang kuat, terlatih, dan tangkas dalam mengatur segala kegiatan seminar dan perlombaan bahasa Arab secara sistematis dan terstruktur.

Terlebih, mahasiswa tidak cukup hanya dibekali kecakapan intelektual, namun juga harus cakap sosial, organisasional, manajerial, emosional, dan spiritual.

”FITK terus berupaya meningkatkan dan mengakomodir segala kegiatan yang mendukung peningkatan kualitas mahasiswa dalam berbagai aspek, seperti intelektual, sosial, organisasional, manajerial, emosional, dan spiritual,” terangnya.

Menurut Ketua Prodi PBA Nanin Sumiarni, M.Ag, GBA tahun ini digelar selama empat hari mulai dari rabu (20/09/23) hingga sabtu (23/09/23) yang meliputi seminar dan bermacam-macam perlombaan kebahasaaraban seperti kaligrafi, pidato, cerdas cermat, lagu, syiir, MTQ, MQK, Qiroatul Akhbar dan debat bahasa Arab.

Sementara dari segi peserta, GBA tahun ini diikuti berbagai pelajar dan mahasiswa dari pesantren, madrasah, sekolah, dan perguruan tinggi seantero pulau Jawa dan Sumatera. Sebuah pencapaian yang patut disyukuri dan diapresiasi.

”Alhamdulillah, GBA tahun ini terlaksana dengan sangat baik dan diikuti oleh pelajar dan mahasiswa se Pulau Jawa dan Sumatera. Hal ini patut disyukuri dan apresiasi yang tinggi dari kami untuk seluruh panitia dan segenap pimpinan IAIN Syekh Nurjati Cirebon,” pungkasnya. (din)

Senin, 25 September 2023

Wabup Ayu: Program Pemerintah Pusat Membantu Atasi Kemiskinan di Kabupaten Cirebon

KABUPATEN CIREBON - Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, S.E., M.Si mendampingi anggota Komisi IV DPR RI, Ono Surono dan Kementerian Kelautan dan Perikanan saat kunjungan kerja di kampong nelayan Desa Waruduwur, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Minggu (24/9/2023).

Dalam sambutannya, Ayu--sapaan akrab Wabup Cirebon menyebut, Kabupaten Cirebon masuk menjadi salah satu daerah dengan kemiskinan ektrem yang cukup tinggi. Sehingga, segala upaya telah dilakukan oleh pemerintah daerah guna pengetasan kemiskinan tersebut.

"Ada 81 ribu lebih warga Kabupaten Cirebon masuk kategori miskin ektrem, sehingga kita sedang melakukan pendataan ulang," ujar Ayu.

Menurut Ayu, pihaknya sedang melakukan verifikasi dan validasi data, masyarakat mana yang memang miskin ektrem, mana yang tidak. Pasalnya, selama ini bantuan yang disalurkan sering tidak tepat sasaran 

"Karena selama ini, banyak bantuan tidak tepat sasaran, seharusnya yang mendapatkan bantuan malah tidak mendapatkan bantuan dan sebaliknya," ungkapnya.

Ia mengungkapkan, Pemkab Cirebon gencar berupaya melakukan penanganan angka kemiskinan di wilayahnya dengan membuka lapangan pekerjaan maupun program-program lainnya.

"Sekarang, untuk wilayah timur Kabupaten Cirebon, selain pertanian dan perikanan, kita buat Industri untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Artinya, di wilayah industri tersebut bisa mengurangi pengangguran, karena mereka bisa bekerja,” lanjut Ayu.

“Karena mengurangi angka kemiskinan, tidak hanya merupakan tanggung jawab pemerintah saja, melainkan semua stakeholder harus bergerak," imbuhnya.

Lebih lanjut, kata Ayu, bantuan program dari pemerintah pusat juga sangat membantu masyarakat Kabupaten Cirebon. 

"Dulu, banyak program larinya ke Indramayu. Sekarang, porsi bantuan banyak yang digelontorkan di Kabupaten Cirebon. Semoga masyarakat Kabupaten Cirebon lebih sejahtera dan pembangunan lebih merata," tambahnya. 

Di tempat yang sama, anggota Komisi IV DPR RI, Ono Surono mengatakan, perlu ada dorongan agar kampung nelayan, khususnya yang ada di Kabupaten Cirebon untuk menjadi lebih baik. Menurutnya, ada Program Kampung Nelayan Maju (Kalaju) yang merupakan sentra perkampungan di pesisir.

"Kampung nelayan banyak yang kumuh, mulai dari sanitasi, jalan dan air bersih, bahkan fasilitas perikanan. Sehingga, Kampung Nelayan Maju (Kalaju) ini bertujuan untuk bisa membantu membangun wilayah berbasis desa tersebut, dalam rangka menciptakan sebuah kampung yang asri yang bisa memenuhi kelayakan hidup terutama nelayan," jelasnya.

Ia mengungkapkan, keadaan kampung nelayan di Kabupaten Cirebon masih butuh perhatian serta butuh program-program yang bisa mengubah kampung nelayan menjadi lebih baik.

"Ke depan, kami akan dorong lagi anggaran di tingkat pusat, untuk kampung nelayan, khususnya di Kabupaten Cirebon. Sehingga para nelayan bisa sejahtera kehidupannya," imbuhnya. (Aida)

Bagikan Ribuan Sertifikat pada Peringatan HANTARU 2023, Bupati Imron: Manfaatkan Programnya

KABUPATEN CIREBON -- Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Cirebon membagikan 3.725 bidang sertifikat tanah milik pemerintah daerah, maupun masyarakat Kabupaten Cirebon. Ribuan sertifikat tersebut dibagikan usai Upacara Peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang (Hantaru) 2023 di kantor BPN Kabupaten Cirebon, Senin (25/9/2023).

Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag mengatakan, bahwa dalam peringatan Hantaru ini diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Cirebon. Sebaliknya, Imron juga meminta kepada masyarakat Kabupaten Cirebon agar dapat memanfaatkan program-program dari BPN Kabupaten Cirebon.

"Program PTSL ini agar disambut baik oleh masyarakat Kabupaten Cirebon untuk mensertifikat tanahnya, tujuannya agar hak-hak kita terpenuhi," kata Imron.

Kepala BPN Kabupaten Cirebon, Hesekiel Sijabat, ST mengatakan, dalam peringatan Hantaru, Bupati Cirebon secara simbolis menyerahkan hasil PTSL tahun 2023, yaitu sejumlah 3.725 bidang tanah yang berasal dari 51 desa.

Diakuinya, target PTSL PE tahun 2023 setelah dilakukan revisi sebanyak 70 ribu bidang tanah dan peta bidang tanah sebanyak 126 ribu, pihaknya mendapatkan tambahan 12 desa. 

Sedangkan, sisa waktu tanggal 4 Desember 2023, yaitu pemberkasan terakhir. "Kami harapkan, pemilik bidang tanah supaya bisa menghubungi kepala desa," kata Hesekiel. 

Menurutnya, pada fase pertama, pihaknya sudah menyelesaikan 74 desa yang sudah selesai diukur, diantaranya peta bidang tanah sudah terbit, tinggal hubungan hukumnya dan surat-surat hak atas tanahnya per hari ini mencapai 29.000 bidang tanah.

"Kendala kami, mungkin karena pemilik bidang tanah tidak ditemui atau mungkin belum terinformasi atas program ini. Padahal, pemerintah telah menyiapkan anggaran dan masyarakat tinggal mengumpulkan hak atas tanahnya. Dalam program ini, biayanya sangat terjangkau, yaitu Rp150 ribu. Jadi, manfaatkanlah dengan sebaik-baiknya," jelasnya. (din)

Minggu, 24 September 2023

Serahkan Bantuan Kemensos RI, Pemkab Cirebon Terus Tekan Angka Kemiskinan Ekstrem

KABUPATEN CIREBON -- Pemerintah Kabupaten Cirebon akan melakukan verifikasi dan validasi data penduduk yang masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem.

Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, SE., M.Si mengatakan, bahwa ada sekitar 81 ribu lebih warga Kabupaten Cirebon yang masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem.

"Kalau diprosentasekan, yaitu sekitar 3,7 persen dari jumlah penduduk," ujar Ayu, saat menghadiri penyerahan Bantuan ATENSI dari Sentra Phalamartha Sukabumi Kemensos RI bagi Lanjut Usia dan Disabilitas di Kabupaten Cirebon, bertempat di GOR Ranggajati, Sabtu (23/9/2023).

Menurut Ayu, untuk menurunkan angka kemiskinan ekstrem tersebut, pihaknya akan melakukan verifikasi dan validasi data. Hal tersebut perlu dilakukan, agar langkah yang dilakukan pemerintah daerah bisa tepat sasaran.

Verifikasi dan validasi data itu, nantinya akan digunakan sebagai bahan acuan program intervensi penanggulangan kemiskinan ekstrem.

Karena dengan adanya data yang tepat, maka intervensi yang akan dilakukan juga bisa tepat sasaran. Program yang dilaksanakan juga, bisa sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

"Sinergi antara Pemkab Cirebon, DPR RI dan pemerintah pusat ini, diharapkan bisa menurunkan angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Cirebon," lanjut Ayu.

Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Selly Andriany Gantina, A.Md menuturkan, bahwa pada hari ini dirinya bersama Kemensos RI memberikan bantuan atensi dari Kemensos RI untuk warga Kabupaten Cirebon.

Ia menyebut, ada sebanyak 563 penerima bantuan dengan total bantuan senilai Rp732 juta. Bantuan tersebut berbentuk sembako, bantuan warung untuk usaha penyandang disabilitas, kursi roda serta alat bantu kesehatan lainnya.

Harapannya, bantuan warung untuk penyandang disabilitas ini, setidaknya bisa membantu kemandirian keluarga. Selain itu juga dapat memberikan kemudahan bagi penyandang disabilitas untuk bekerja.

"Bantuan warung ini, agar bisa dijadikan modal untuk ketahanan keluarga," harap Selly. (Ara)