Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 26 Februari 2024

Teken Kerjasama, PPB IAIN Cirebon dan ILMA Indonesia, Kembangkan Pelajaran Bahasa Arab

FOKUS CIREBON, FC -  Kepala Pusat Pengembangan Bahasa (PPB) IAIN Syekh Nurjati Cirebon Dra Hj Darrojatul Jannah, M.Ag, berperan aktif dalam  kegiatan Forum Group Discussion (FGD) dengan tema “Model Pengembangan Buku Ajar Bahasa Berbasis Teori Spasial”, Senin, 26 Februari 2024.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Pengurus Pusat Ittihad Mudarrisy Al-Lughah Al-Arabiyah Indonesia (IMLA Indonesia), bekerja sama dengan Prodi Bahasa dan Kebudayaan Arab Universitas Al Azhar Indonesia.

Narasumber utama dalam acara ini adalah Dr. Khalid Bani Umar dari Ewan Institute Jordan, yang memberikan wawasan mendalam mengenai “Model Pengembangan Buku Ajar Bahasa Berbasis Teori Spasial”.

Pada saat yang sama, perwakilan Pusat Pengembangan Bahasa IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dra Hj Darrojatul Jannah, M.Ag, yang juga menjabat sebagai Ketua PPB, melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) dengan Pengurus Pusat IMLA Indonesia. Prof. Dr. Uril Bahruddin, MA, selaku Ketua Umum Pengurus Pusat IMLA Indonesia, mewakili pihak IMLA Indonesia dalam penandatanganan tersebut.

Ruang lingkup kerjasama antara Pusat Pengembangan Bahasa IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan IMLA Indonesia melibatkan berbagai aspek, termasuk Sistem Penjaminan Mutu Pembelajaran, Sistem Informasi Manajemen berbasis IT, Kerjasama Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat, serta Pengembangan Metode Pembelajaran Bahasa Arab.

Berbagai pihak juga turut hadir dalam kegiatan ini, termasuk unsur Kementerian Tenaga Kerja RI, Balai Bahasa Kemendikbud, perwakilan prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab, serta Pusat Bahasa perguruan tinggi Islam. Dengan sinergi ini, diharapkan pengembangan bahasa Arab di Indonesia akan semakin berkualitas dan relevan dengan perkembangan zaman.

Cetak mahasiswa sukses, Febi IAIN Cirebon Gelar Workshop Kewirausahaan Digitial Mahasiswa

FOKUS CIREBON, FC - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menggelar Workshop Kewirausahaan Digital Mahasiswa dengan mengusung tema “Like Dapat, Cuan Mendekat! Strategi Membangun Bisnis dengan Membuat Konten Personal Branding”, Senin, 26 Februari 2024.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber yang berpengalaman yakni Agis, M. Ramdhani (Founder and CEO Holding Musim Indonesia Corporation). Kegiatan dilaksanakan di SBSN FEBI lantai 2 ruang 24 kampus setempat. 

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Dr. H. Didi Sukardi, M.H (Dekan FEBI) dalam sambutannya beliau berharap agar para mahasiswa yang ikut pada kegiatan tersebut serius mengikuti jalannya kegiatan dan bisa menyerap ilmu dari narasumber yang berpengalaman di bidangnya, sehingga diharapkan ke depan bisa menjadi wirausahawan yang sukses.

Kegiatan Workshop ini diikuti oleh mahasiswa-mahasiswa FEBI yang sudah mulai terjun ke dunia wirausaha dan diharapkan dengan kegiatan tersebut, para mahasiswa bisa mengembangkan usahanya, bisa mendapatkan pengalaman-pengalaman di bidang usaha dari mulai branding usahanya agar bisa dikenal masyarakat dan lain sebagainya.

DPRD Minta Perumda Air Minum Konsisten Layani Kebutuhan Masyarakat

CIREBON, FC – Ketua DPRD Kota Cirebon Ruri Tri Lesmana menghadiri upacara peringatan HUT Perumda Air Minum Tirta Giri Nata ke-66, Senin (26/2/2024). Pada kesempatan tersebut, Ruri mengapresiasi capaian kinerja PAM Tirta Giri Nata sepanjang tahun 2023.

Atas kinerja tersebut, dia berharap PAM Tirta Giri Nata mampu mempertahankan capaian tersebut, terutama dalam hal pemanfaatan air bersih maupun optimalisasi layanan kepada pelanggan.

“Perumda diharapkan terus mempertahankan capaian kinerjanya, sebab PDAM punya peran penting dalam menyediakan pasokan air bersih untuk masyarakat,” katanya usai upacara.

Menurut Ruri, tantangan ke depan semakin beragam. Seperti, bertambahnya jumlah penduduk, luasnya pelayanan, dan beberapa tantangan yang perlu disiapkan langkah tepat untuk mengantisipasinya.

Sehingga, PAM Tirta Giri Nata dapat terus mengakomodir aspirasi masyarakat dalam menyediakan ketersediaan air bersih.

“Tantangan kedepan semakin beragam, dan semoga PDAM bisa mengakomodir keluhan, dan kebutuhan masyarakat soal air bersih,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Giri Nata, Sofyan Satari SE MM menyampaikan, selama tahun 2023 PAM Tirta Giri Nata mampu menurunkan tingkat kehilangan air dari 42,39 persen menjadi 35 persen.

Terkait optimalisasi layanan umum, PAM Tirta Giri Nata pun memudahkan pembayaran air minum melalui Payment Point Online Banking (PPOB) dan pemanfaatan media sosial dalam keterbukaan informasi.

“Kemudian, kami juga ikut serta dalam program hibah air minum berbasis kinerja (HAMBK),” ujarnya.

Lalu, pada tahun 2023 pendapatan asli daerah (PAD) Perumda AM Tirta Giri Nata kepada Pemda Kota Cirebon berhasil mencapai angka sebesar Rp 3.729.203.851.

Sementara itu, rencana program ke depan Perumda menetapkan penekanan tingkat kebocoran, optimalisasi sumber air dan Sistem penyediaan air minum (SPAM).

“Serta pemeliharan kelestarian serta kesiapan dalam penambahan pelanggan Perumda,” pungkasnya.

Turut hadir Ketua dan Wakil Komisi II DPRD Kota Cirebon H Karso dan M Noupel SH MH. Hadir pula, Pj Walikota Cirebon Dr H Agus Mulyadi MSi, Pj Sekda Kota Cirebon M Arif Kurniawan ST, Direksi Perumda Tirta Giri Nata, dan pejabat Forkopimda Kota Cirebon. (din)

Raperda RTRW Belum Final, DPRD dan Tim Asistensi Fokus Bahas Perubahan Ruang TPU Sunyaragi

CIREBON, FC – Pembahasan Raperda Rencana Tata Ruang Tata Wilayah (RTRW) Kota Cirebon 2024-2044 masih menuai perdebatan. Sedikitnya, terdapat dua fokus pembahasan yang perlu diselesaikan antara Tim Asistensi Pemerintah Daerah dengan Pansus DPRD Kota Cirebon.

Kedua fokus pembahasan tersebut yaitu, alih fungsi lahan tempat pemakaman umum di Jalan Cipto MK, Kelurahan Sunyaragi dan kawasan olahraga Stadion Bima.

Ketua Pansus Raperda RTRW, Dani Mardani SH MH mengatakan, raperda tersebut belum bisa diambil persetujuan pada rapat paripurna. Mengingat, masih ada dinamika pembahasan secara menyeluruh mengenai substansi raperda tersebut.

“Persetujuan substantif raperda RTRW ternyata masih ada dinamika, sehingga perlu waktu tambahan untuk mendiskusikannya,” katanya di Griya Sawala, Senin (26/2/2024).

Sementara itu, Anggota Pansus Raperda RTRW, Andi Riyanto Lie mengaku beratan dengan rencana alih fungsi lahan TPU Sunyaragi.

Menurutnya, perubahan status dari Ruang Terbuka Hijau (RTH) menjadi kawasan perdagangan dan jasa tersebut sama sekali tidak memperhatikan potensi ancaman bencana dan ahli waris makam.

“Sekarang di Jalan Cipto, kalau hujan berpotensi banjir seperti lautan sungai. Apalagi kalau di depan kuburan dibangun mal. Perubahan itu jangan berpikir jangka pendek, tapi jangka panjang ke depan,” katanya.

Andi juga menilai, jika kawasan TPU itu dialihfungsikan, maka harus dipastikan lebih dulu dimana relokasi tempat pemakaman, persetujuan dari ahli waris, dan potensi bencana. Jangan sampai, demi kemajuan kota tetapi mengorbankan kawasan RTH.

“Saya sampaikan untuk menunda dulu rapat paripurna, agar masyarakat tahu pemerintah tidak pernah memikirkan jangka panjangnya, hanya berpikir singkat saja,” tegas Andi.

Sementara itu, Anggota Pansus Raperda RTRW, H Edi Suripno SIP MSi mengatakan, mengenai luasan RTH di Kota Cirebon mengalami penurunan dari 9 persen menjadi 7,4 persen akibat perubahan fungsinya.

Edi beranggapan, kapasitas pemakaman secara keseluruhan di Kota Cirebon sudah melebihi batas, sehingga perlu ada upaya penambahan TPU baru.

Upaya tersebut dapat ditempuh dengan metode pembelian lahan peruntukan pemakaman oleh pemerintah atau melalui pihak ketiga.

“Bisa dibeli oleh pemerintah atau para pengembang yang sudah mengerahkan dana pembelian tanah pemakaman,” ujarnya.

Mengenai kondisi kawasan Bima pun perlu diperhatikan peruntukannya, sebab terdapat perbedaan dalam dua kebijakan yang diterbitkan Kementerian Keuangan dan Walikota Cirebon.

Dalam Keputusan Menteri Keuangan (Kepmenkeu) Nomor 247/2018 disebut bahwa kompleks stadion Bima hanya diperuntukkan sebagai RTH dan sarana olahraga. Sedangkan di dalam Perwali Nomor 72/2021 menyebut, peruntukan kompleks stadion Bima bisa dilakukan pembangunan yang menjadi data dukung di wilayah tersebut.

“Kita masih belum secara detil membahas stadion Bima, kita tahu Kemenkeu 247 kompleks Bima diperuntukan RTH dan sarana olahraga sedangkan di Perwali 72/2021 ada perbedaan,” katanya.

Sementara itu, Kepala DPUTR Kota Cirebon, Rahman Hidayat ST mengatakan, alih fungsi TPU Sunyaragi masih perdebatan. Pihaknya pun masih menunggu hasil rapat internal pansus DPRD Kota Cirebon. Di samping itu, Tim Asistensi juga akan berkonsultasi dengan Pemprov Jabar.

Mengenai kawasan Bima, status tata ruang akan diubah menjadi sarana prasarana umum (SPU). Sebab, dalam Permen Nomor 21/2021 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang mengakomodir kondisi lokasi terkini.

Menurutnya, kawasan Bima sudah tidak relevan jika disebut sebagai kawasan RTH. Karena di kawasan tersebut terdapat gedung perkantoran, pelayanan umum, fasilitas olahraga dan sebagainya.

“Kantor DPUTR saja terdaftar sebagai RTH, jelas di sini perlu diubah. Di Kawasan Bima juga ada perdagangan, ruang olahraga dan perkantoran, sehingga lebih tepatnya adalah SPU,” tuturnya.

Turut hadir anggota Pansus Raperda RTRW M Noupel SH MH, Andi Riyanto Lie SH, Pj Sekda Kota Cirebon M Arif Kurniawan ST, dan Tim Asistensi Pemda. (Ara)

Songsong Indonesa Emas, Bupati Cirebon Minta Santri Harus Terus Belajar

KABUPATEN CIREBON — Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag secara resmi membuka Festival CIS (Competition for Islamic Students) Pondok Pesantren Al-Hikmah dengan tema “Ukir Akusara Abadi Ciptakan Nawasena Negeri” di Desa Bobos, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Senin (26/2/2024).

Bupati Imron meminta para santri untuk tetap semangat belajar dan menunjukkan prestasi terbaiknya. Tujuannya agar para santri dapat berkontribusi secara positif baik di lingkup kabupaten/kota, provinsi, maupun nasional.

“Tunjukkanlah bahwa kalian mampu berprestasi. Jadilah contoh yang baik untuk kabupaten/kota, provinsi, maupun nasional,” kata Imron.

Lebih lanjut, Imron mengucapkan rasa terima kasih dan apresiasi yang tinggi terhadap penyelenggaraan festival di Ponpes Al Hikmah yang telah menjadi wadah pembinaan dan pencapaian prestasi para santri.

“Saya beberapa kali berkunjung ke ponpes ini, banyak kemampuan dan pencapaian yang luar biasa dari santri Ponpes Al Hikmah,” ungkapnya.

Dalam arahannya, ia juga mengutip pendapat dari Ibnu Khaldun tentang tiga jenis penguasa di dunia, yakni penguasa alami, politik, dan kenabian.

Ia juga menekankan akan pentingnya model penguasaan kenabian, dimana pemerintah dan masyarakat berusaha untuk kemajuan dan kesejahteraan bersama dengan tujuan dunia dan akhirat.

“Ini adalah pekerjaan rumah kita semua, terutama para santri. Dengan prestasi dan dedikasi kalian, isi dan bangunlah negara kita tercinta ini, sesuai dengan nilai-nilai Pancasila yang kita junjung tinggi,” tutur Imron.

Menyongsong Indonesia Emas, Imron menekankan pentingnya peran generasi muda, khususnya para santri yang saat ini berusia 10-15 tahun, untuk memulai dan terus mengembangkan prestasi mereka dari sekarang.

“Diharapkan dapat menjadi pemimpin dan inovator di masa depan, yang akan membawa negara Indonesia menuju kemajuan yang lebih besar lagi,” imbuhnya. (din)

Jumat, 23 Februari 2024

IAIN Cirebon dan Al Madinah International University Malaysia Jalin Kerjasama

FOKUS CIREBON, FC - IAIN Syekh Nurjati pada lawatan keduanya di Al-Madinah International University (MEDIU) Malaysia menyepakati tindak lanjut Perjanjian Kerjasama (MoU) diantara dua institusi tersebut dalam beberapa program unggulan. 

Delegasi IAIN Syekh Nurjati dalam pertemuan tersebut, antara lain: Wakil Dekan Fakultas Ushuludin dan Adab (FUA) IAIN Syekh Nurjati, Wakhid Nashruddin, Ph.D, dan beberapa dosen Jurusan BSA, yaitu Erfan Gazali, MSI, Rijal Mahdi, Lc, MA, Mohammad Andi Hakim, M.Hum dan Ihsan Sa’dudin, M.Hum. 

Disambut seacara langsung oleh pihak MEDIU, yaitu Assoc. Prof. Dr. Wan Mat Bin Hj Sulaiman, Deputy CEO Academic Affair Division (Wakil Rektor Bidang Akademik) dan Assoc. Prof. Dr. Omar Bin Mohammed Din, Deputy CEO Student Affair Division (Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan), Jum’at, (23/02/2024).

Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat utama MEDIU tersebut merupakan momen penting dalam menyepakati beberapa program unggulan. 

Seperti yang diungkapkan oleh Rektor IAIN Syekh Nurjati, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag bahwa kerjasama dengan MEDIU menjadi penting dalam merealisasikan penguatan program Tri Dharma Perguruan Tinggi terutama di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. 

“Hal ini secara konsisten akan dilakukan sebagai program prioritas IAIN Syekh Nurjati mewujudkan visi sebagai World Class University (WCU) dan Center for Excellences,” tegas Prof Aan.

Wakhid Nashruddin, PhD menuturkan bahwa IAIN Syekh Nurjati yang akan bertransformasi menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati terus menggenjot partisipasi lembaganya dalam berbagai bidang Kerjasama global, termasuk dengan MEDIU. 

Menurutnya, pada tahun ini kampus Cirebon tersebut telah siap untuk melaksanakan program-program yang disepakati hari ini, yaitu pertukaran dosen dan mahasiswa, serta penguatan tridarma perguruan tinggi melalui riset kolaboratif dan Short Course pada bidang keilmuan bahasa dan keislaman.

Hal ini senada dengan pesan yang disampaikan oleh Dr. Anwar Sanusi, M.Ag, Dekan FUA IAIN Syekh Nurjati yang komitmen untuk melaksanakan kesepakatan Bersama dengan MEDIU, khususnya sebagai kampus tujuan pertukaran dosen, pertukaran mahasiswa dan penguatan riset dan pembelajaran. 

Pada tahun ini, disepakati bahwa IAIN Syekh Nurjati akan mengirimkan mahasiswa nya untuk belajar di MEDIU pada program Short Course dan perkuliahan satu semester, termasuk dosen IAIN Syekh Nurjati yang juga turut mengajar di kampus tersebut. 

“IAIN Syekh Nurjati telah menyiapkan berbagai sarana dan prasarana pendukung program tersebut secara optimal, baik akomodasi, teknis, termasuk desain penyiapan konsep dan segala perangkatnya,” ungkat Dr. Anwar Sanusi, M.Ag

Assoc. Prof. Dr. Wan Mat Bin Hj Sulaiman, menyambut baik kesepakatan tersebut. Pihaknya juga berkomitmen untuk melaksanakan program tersebut, yaitu mengirimkan mahasiswa dan dosen nya untuk belajar dan mengajar di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

Lebih lanjut, Kerjasama bidang penelitian juga dapat dioptimalkan Bersama dalam penguatan kajian kebahasaan dan keislaman,

Assoc. Prof. Dr. Omar Bin Mohammed Din mengungkapkan ketertarikanya terhadap kajian keisalaman di Indonesia, dan khususnya di Cirebon. 

Peran pentingnya keduanya tidak hanya dalam pengembangan ilmu bahasa, studi Islam, pendidikan karakter, sejarah dan yang lainya menjadi penting untuk dipertahankan dan kembangkan. 

“Potensi kerjasama MEDIU terkait pesantren akan dilakukan dengan program konkret, mengingat pesantren memiliki resources yang luar biasa,” harapnya.

Menurutnya, menambahkan bahwa kerjasama dengan IAIN Syekh Nurjati akan dlaksanakan secara terus menerus dengan program-program nyata dan berkelanjutan, khususnya dalam penguatan kelembagaan perguruan tinggi islam dan tridarma bereputasi internasional. 

“MEDIU dan IAIN Syekh Nurjati dapat saling merujuk dalam pengelolaan kurikulum. Selain itu bukan tidak mungkin, BSA akan menjadi partner MEDIU di Indonesia dalam penyelenggaraan pendidikan pascasarjana bagi alumni terbaiknya,” pungkasnya.

DPRD Sarankan Hasil Musbangkel Diinpit SIPD Agar Bisa Direalisasikan

CIREBON, FC – Pimpinan dan Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon menghadiri kegiatan Musyawarah Pembangunan (Musbang) Kelurahan Kecapi Tahun Perencanaan 2024 Pelaksanaan 2025, di salah satu hotel Cirebon.

DPRD pun menyarankan hasil dari Musbangkel tersebut segera diinput Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) agar bisa direalisasikan .

Ketua DPRD Kota Cirebon, Ruri Tri Lesmana menjelaskan, Musbangkel merupakan forum strategis kelurahan yang digelar tiap setahun sekali sebagai wadah warga merumuskan rencana pembangunan sesuai skala prioritas. Setelah dimusyawarahkan, keputusan Musbangkel dibawa ke Musrenbang tingkat Kota Cirebon.

Ruri menyarankan, usulan-usulan yang ditetapkan pada Musbangkel segera dikirim ke DPRD, sehingga dapat diperjuangkan untuk direalisasikan pada perencanaan 2024 untuk tahun 2025. Selain itu, ia juga mengimbau kepada seluruh komponen dari Kelurahan Kecapi untu memasukkan data ke SIPD sebelum bulan Maret 2024.

“Karena Musbangkel ini merupakan usulan yang berjenjang dari bawah hingga ke atas, kami berharap hasil dari forum ini dapat segera dimasukkan ke SIPD, agar kami juga dapat memantau dan mengawalnya,” kata Ketua DPRD Kota Cirebon, Ruri Tri Lesmana saat sambutan.

Senada, Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon, M Handarujati Kalamullah SSos MAP mengharapkan usulan program yang menjadi prioritas dapat dilaporkan kepada Dewan, terutama yang mendapatkan Dapil di wilayah Kecapi.

Ia mendukung dua program utama yang diusulkan Kelurahan Kecapi dalam mendukung Cirebon Smart City dan meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi usulan dalam Musbangkel Kecapi yang visioner untuk tujuan pembangunan yang berkelanjutan dan selaras dengan visi Cirebon Smart City,” ujarnya.

Terpisah, Lurah Kecapi, Wawan Gunawan SE menyebutkan dua program prioritas yang meliputi sarana prasarana CCTV Terpadu dan peningkatan kapasitas melalui pemberdayaan masyarakat.

Usulan tersebut menjadi komitmen Kelurahan Kecapi menuju Cirebon Smart City, serta upaya untuk meningkatkan keamanan wilayah yang terintegrasi dengan Dinas terkait serta kepolisian.

“Selain meningkatkan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, program CCTV yang terintegrasi, terutama, dapat menjadi detektor untuk menanggulangi bencana banjir sejak dini di Kecapi,” katanya.

Wawan juga akan memaksimalkan pelaporan program usulan tersebut pada awal Februari mendatang, sehingga dapat segera direalisasikan.

“Untuk program yang sudah dimasukkan bisa masuk ke SIPD RI, 10 Februari maksimal harus sudah masuk. Harapan saya usulan dari bawah ini, mudah-mudahan bisa dilaksanakan,” pungkasnya.

Turut hadir Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon H Karso SIP, Bappelitbangda Kota Cirebon, serta lurah-lurah di wilayah Kecamatan Harjamukti. (din)

Biar Kerja Mudah dan Tidak Bingung, Yuhh.. Intip Kegiatan Mahasiswa IAIN Cirebon

CIREBON, FC - Dunia kerja masih menjadi incaran tertinggi bagi para lulusan SLTA maupun mahasiswa. Jika harapan ini bisa terwujud, rasanya masa depan sudah ada di dalam pikirannya. Tapi jangan galau apalagi takut, karena IAIN Cirebon melalui kreatifitas mahasiswanya ikut membantu para mahasiswa lain untuk tidak gamang dalam persoalan mencari pekerjaan.

Hal itu dilakukan pula oleh mahasiswa/i Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang mengikuti dengan antusiasme tinggi di seminar bertajuk “Effective Preparation Of Competitive Mentality To Attend Job Competition”, Rabu, 21 Februari 2024.

Kegiatan ini diadakan sebagai langkah strategis untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi persaingan sengit di dunia kerja.

Kegiatan workshop yang berlangsung sepanjang hari ini dihadiri oleh jajaran pimpinan akademis, dosen, dan mahasiswa jurusan Pengembangan Masyarakat Islam. Tidak hanya itu, unsur pimpinan dari Cirebon Power juga turut hadir sebagai bagian dari kolaborasi antara dunia akademis dan industri.

Seminar dimulai dengan penuh semangat melalui pembukaan yang menginspirasi oleh ibu Messe, perwakilan Cirebon Power. Dalam sambutannya, Messe tidak hanya memperkenalkan pemateri namun juga menjelaskan dengan rinci tema seminar kepada peserta.

Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Sitti Fatimah M.Hum, dengan didampingi Dr Izzuddin, M.A., (Wadek I FDKI), Dr  Naila Farah, M.Ag., (Wadek II FDKI), Turasih, M.Si., (Kajur PMI), turut memberikan sambutan inspiratif. Beliau menyatakan keterlibatan aktif dalam kegiatan semacam ini memiliki nilai strategis dalam membantu mahasiswa melewati transisi dari dunia akademis ke dunia kerja yang dinamis.

“Seminar ini tidak hanya memberikan wawasan praktis, tetapi juga melatih keterampilan interpersonal dan memberikan pemahaman mendalam tentang tuntutan profesional di berbagai bidang dunia kerja. Dunia kerja tidak hanya membutuhkan keahlian teknis, tetapi juga kemampuan beradaptasi, kepemimpinan, dan kolaborasi,” ungkap Dr. Sitti Fatimah M.Hum.

Dalam sesi penyampaian materi, Senior Corporate Affairs Manager Cirebon Power, Yusuf Arianto, memberikan wawasan yang berharga mengenai “self development and career strategy”. Yusuf membahas tiga pilar penting dalam persiapan menghadapi dunia kerja, meliputi kegiatan saat ini, persiapan setelah lulus, dan pelaksanaan bekerja.

“Set your plan and set your goals,” tegas Yusuf, merangsang mahasiswa untuk merumuskan tujuan dan langkah konkret untuk mencapai keberhasilan. Beliau menekankan pentingnya memiliki tujuan dan visi yang jelas, serta mengembangkan keterampilan lunak, seperti komunikasi, kepemimpinan, dan adaptabilitas.

Dalam persiapan untuk memasuki dunia kerja, Yusuf menyoroti motivasi sebagai elemen krusial. “Motivasi yang kuat adalah kunci untuk menghadapi tantangan dan meraih sukses di dunia kerja. Renungkan sumber motivasi Anda, apakah itu untuk mencapai tujuan pribadi, kontribusi pada masyarakat, atau pengembangan diri,” ajak Yusuf.

Seminar ini tidak hanya memberikan wawasan mendalam tentang harapan dunia kerja, tetapi juga memberikan tips dan strategi praktis bagi mahasiswa untuk meraih kesuksesan profesional. Yusuf berharap agar mahasiswa dapat memanfaatkan sisa waktu kuliah mereka dengan optimal untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin.

Dengan penuh semangat, mahasiswa/i Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon siap menghadapi tantangan dan bersaing di dunia kerja yang kompetitif. Seminar ini diharapkan menjadi langkah awal yang kuat menuju kesuksesan karir mereka.

Kamis, 22 Februari 2024

Program AL-ILM, Dukung IAIN Cirebon Menjadi WCU

FOKUS CIREBON FC - Wakil Dekan FUA IAIN Syekh Nurjati, Wakhid Nashruddin, Ph.D memberikan apresiasi program Arabic Language and Literature Departement-International Lecture Mobility (AL-ILM) jilid II tahun 2024 di Universiti Islam Selangor (UIS) Malaysia.

Dalam paparanya pada sesi pembukaan kegiatan FGD hasil penelitian yang bertempat di UIS tersebut, secara kelembagaan FUA menekankan pentingnya rekognisi internasional melalui penguatan tridarma perguruan tinggi yang adaptif dan responsif terhadap dinamika globalisasi. Kamis, (22/02/2024).

Selain itu menurutnya, penting sekali membangun jejaring internasional sebagai daya dukung visi IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi World Class University (WCU). 

Hal ini sejalan dengan visi Direktorat PTKI, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam dan Kementerian Agama dalam mewujudkan institusi pendidikan Islam yang bereputasi dunia.

Lebih lanjut Erfan Gazali, MSI, Kordinator IMP menambahkan bahawa pada lawatan perdana di UIS, dosen BSA antara lain: Wakhid Nashruddin, Erfan Gazali, Rijal Mahdi, Mohammad Andi Hakim dan Ihsan Sadudin, diundang oleh UIS menjadi pemateri pada kegiatan Kuliah Umum dan FGD tentang kajian manuskrip dan sastra melayu.

Universiti Islam Selangor (UIS) Malaysia dan FUA IAIN Syekh Nurjati Cirebon kemudian menyepakati tindak lanjut kerjasama yang akan diteruskan pada perjanjian Kerjasama dan implementasinya dalam waktu dekat.

Hadir dalam kegiatan tersebut dari pihak UIS, antara lain: Dr. Rosni Bin Wazir (Dekan Fakulti Pengajian Peradaban Islam), Dr. Suriani Binti Sudi (Wakil Dekan), Dr. Ghazali Bin Zainuddin (Ketua Jurusan Bahasa dan Linguistik Arab).

Dalam sambutan pembukanya Dr. Rosni Bin Wazir menuturkan bahwa program International Mobility menjadi penting dalam mewujudkan visi pengembangan tridarma pendidikan tinggi bereputasi dunia. 

Selain pula sebagai media untuk membangun jejaring internasional yang konsisten dilakukan oleh UIS.

“Melalui kegiatan ini dan bekerjasama dengan IAIN Syekh Nurjati Cirebon, kami menyepakati beberapa usulan program bersama untuk kemaslahatan lembaga dan bangsa,” ungkap Dr Rosni Bin Wazir.

Beberapa program kerjasama yang potensial dikembangkan oleh FUA IAIN Syekh Nurjati dengan Fakulti Pengajian Peradaban Islam UIS antara lain; Visiting Profesor, Visiting Lecture, Student and Lecture Exchange, Publikasi jurnal dan buku mahasiswa dan dosen.

Dalam kesempatan yang lain, Dr. Anwar Sanusi, M.Ag, Dekan FUA IAIN Syekh Nurjati menguraikan pentingnya kerjasama tersebut dalam pengembangan profesionalitas dan kompetensi civitas akademika kedua kampus. 

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan upaya pendidikan tinggi untuk memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap perubahan zaman, lebih berdampak langsung bagi masyarakat, serta mampu mencapai standar pendidikan tinggi internasional. 

“Melalui Jurusan BSA sebagai piloting, FUA berupaya mendukung pengembangan visi IAIN Syekh Nurjati sebagai PTKIN bereputasi Internasional,” pungkas Anwar.

Rabu, 21 Februari 2024

DPPKBP3A Kabupaten Cirebon Gelar Bakti Sosial Pelayanan KB Serentak

KAB. CIREBON -Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cirebon menggelar bakti sosial pelayanan KB serentak berupa metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP).

Kegiatan tersebut berlangsung di Puskesmas Plumbon, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon.

Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag mengatakan, MKJP merupakan kontrasepsi yang paling efektif untuk mengendalikan kehamilan dan kelahiran. Oleh sebab itu, MKJP merupakan bagian dari upaya pengendalian penduduk di Kabupaten Cirebon.

Jumlah warga yang mendapatkan bantuan tersebut, yakni 245 perempuan dan empat orang laki-laki. “Kontrasepsi yang digunakan berupa tubektomi untuk perempuan dan vasektomi untuk pria,” kata Imron.

Menurut Imron, MKJP sangat penting bagi perempuan yang sudah melahirkan lebih dari dua kali. Setelah mendapatkan MKJP, bisa terhindar dari kehamilan yang tidak diinginkan.

Kepala DPPKBP3A Kabupaten Cirebon, Hj. Eni Suhaeni, SKM., M.Kes mengatakan, permintaan warga yang ingin mendapatkan kontrasepsi cukup tersebut sangat tinggi. Namun, karena keterbatasan jumlah anggaran, hanya bisa dilakukan di waktu tertentu.

Selama ini, kata Eni, sebagian warga di Kabupaten Cirebon masih menggunakan kontrasepsi jangka pendek, diantaranya metode amenore laktasi (MAL), kondom, suntik progestin, suntik kombinasi, pil laktasi, dan pil kombinasi.

“Saat ini masyarakat mulai sadar, kalau pakai pil, banyak yang sering lupa. Suntik yang harus tiga bulan sekali juga kelewat,” ujarnya.

Tahun ini, lanjut Eni, Pemerintah Kabupaten Cirebon menargetkan 500 perempuan agar mendapatkan metode operasi wanita (MOW), sedangkan untuk metode operasi pria (MOP), hanya dua orang. (din)

IAIN Cirebon Raih Penghargaan Cirebon Satu Data Award 2023

CIREBON, FC - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, yang kini tengah bertransformasi menuju Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon (UIN SSC), kembali meraih prestasi gemilang. Pada Rabu (21/02/2024), IAIN Cirebon mendapatkan penghargaan sebagai juara terbaik ketiga dalam kategori Produsen Data Lingkup Non Perangkat Daerah Kota Cirebon pada Cirebon Satu Data Award 2023.

Penghargaan tersebut diserahkan secara resmi oleh M. Arif Kurniawan ST, Pj Sekda Kota Cirebon kepada Prof Dr Hajam, M.Ag., Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan disaksikan Drs H Agus Mulyadi, M.Si., Pj. Wali Kota Cirebon. Upacara penyerahan penghargaan ini berlangsung  di ruang rapat Gotrasawala Bappelitbangda Jln.Monumen No.1.

Dalam kesempatan itu, Drs H Agus Mulyadi, M.Si., menyampaikan apresiasinya terhadap kontribusi positif yang telah diberikan oleh IAIN Cirebon dalam pengelolaan data. “Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi dan pengakuan atas dedikasi serta kualitas kerja IAIN Cirebon dalam menghasilkan data lingkup non perangkat daerah yang berkualitas,” ujar Pj. Wali Kota Cirebon.

Sementara itu, Prof Dr Hajam, M.Ag., Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama IAIN Syekh Nurjati Cirebon, menyampaikan rasa syukurnya atas penghargaan yang diterima. “Alhamdulillah, IAIN Cirebon mendapatkan penghargaan sebagai juara terbaik III kategori Produsen Data Lingkup Non Perangkat Daerah Kota Cirebon pada Cirebon Satu Data Award 2023,” ungkapnya dengan senyum sumringah.

Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag., Rektor IAIN Cirebon, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Kota Cirebon atas penghargaan yang diberikan kepada institusi pendidikan tersebut. IAIN Cirebon meraih penghargaan sebagai juara terbaik ketiga dalam kategori Produsen Data Lingkup Non Perangkat Daerah pada Cirebon Satu Data Award 2023.

Prof Aan menyampaikan apresiasinya terhadap kerjasama yang telah terjalin antara IAIN Cirebon dan Pemerintah Kota Cirebon. “Kami bersyukur atas penghargaan ini, yang menandakan bahwa IAIN Cirebon diakui sebagai mitra strategis pemerintah kota dalam pembangunan sumber daya manusia,” ujar Prof Aan dengan penuh rasa bangga.

Lebih lanjut, Prof Aan menyebut IAIN Cirebon sebagai aset terbesar yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Cirebon di bidang pembangunan sumber daya manusia. “Kami berkomitmen untuk terus berkontribusi maksimal dalam mendukung visi dan misi pembangunan kota Cirebon, khususnya dalam hal pengembangan potensi dan kualitas sumber daya manusia,” tambahnya.

Penghargaan ini menjadi motivasi tambahan bagi IAIN Cirebon untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan kepada masyarakat. Prof Aan juga menegaskan bahwa IAIN Cirebon akan terus berkolaborasi dengan pemerintah dan pihak terkait untuk menciptakan sinergi yang positif demi kemajuan bersama.

DPRD Kota Cirebon Sampaikan Tiga Usulan Program Prioritas di RKPD 2025

CIREBON, FC – Ketua DPRD Kota Cirebon Ruri Tri Lesmana, menyampaikan tiga usulan program prioritas dalam forum konsultasi publik Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) 2025 di Aula Gotrasawala Kantor Bapelitbangda, Rabu (21/2/2024).

Tiga usulan tersebut meliputi pembangunan infrastruktur, penurunan angka stunting dan kesejahteraan UMKM.

Ruri menilai ketiga aspek tersebut menjadi yang tertinggi diusulkan masyarakat kepada DPRD ketika dilaksanakan reses masa sidang I Januari 2024.

Dari infrastruktur, hampir 60 persen berkaitan dengan kondisi jalan raya yang rusak, dan perbaikan kondisi bangunan.

“Kemudian, yg menjadi prioritas kita semua program stunting yang sekiranya menjadi perhatian bersama,” tambahnya.

Sedangkan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, DPRD mengusulkan penganggaran modal usaha bagi para pelaku UMKM agar mampu memaksimalkan pendapatan usaha.

“Kami harap ini menjadi suatu program yang sangat diprioritaskan, apalagi untuk kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Pj Walikota Cirebon Drs H Agus Mulyadi MSi menjelaskan perencanaan tahun 2025 merupakan perencanaan tahun kedua , sebagai penjabaran dari Rencana Pembangunan Daerah (RPD) Tahun 2024-2026

Di dalamnya, terdapat tujuh program prioritas pembangunan daerah Kita Cirebon, meliputi ditetapkan pemda dalam meningkatkan pembangunan di Kota Cirebon meliputi; Penanggulangan Kemiskinan, Percepatan Penurunan Stunting dan Penanggulangan ATM, Pemerataan Pembangunan Infrastruktur dan Peningkatan Kualitas Lingkungan, Pemajuan Kebudayaan dan Pelestarian Nilai Sejarah, Pemulihan dan Penguatan Ekonomi Berkelanjutan, Peningkatan Profesionalisme ASN dan Menjaga Stabilitas Politik di Daerah.

Atas dasar itu, Agus berharap Prioritas Pembangunan Daerah yang sudah dijabarkan ke dalam Renstra Perangkat Daerah tersebut dapat direalisasikan melalui Program dan Kegiatan dalam RKPD Tahun 2025.

“Untuk menyelaraskan prioritas pembangunan tersebut, dapat diawali dengan menggelar forum perangkat daerah sebagai langkah sinkronisasi,” ungkapnya.

Meski kondisi keuangan daerah dalam APBD belum dapat dipastikan kestabilannya, Agus optimis rencana pembangunan kota Cirebon terus berjalan.

“Kami optimis dan berharap, agar pada Tahun Perencanaan 2025 kemampuan APBD Kota Cirebon terus membaik, sehingga perencanaan yang disusun dapat dilaksanakan sesuai harapan,” pungkasnya.

Turut hadir Pj Sekda Kota Cirebon M Arif Kurniawan ST, seluruh SKPD di Kota Cirebon, Pimpinan Universitas di Kota Cirebon, serta pejabat terkait lainnya. (din)

Selasa, 20 Februari 2024

IAIN Cirebon dan International Open University Resmi Tandatangani MoU

CIREBON, FC - IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan International Open University (IOU) telah secara resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dalam sebuah acara virtual yang dihadiri oleh perwakilan dari kedua institusi pada hari ini. Selasa, (20/02/2024).

Acara penandatanganan MoU tersebut dihadiri oleh Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. Aan Jaelani, M.Ag.,Wakil Rektor III Prof Dr Hajam, M.Ag., serta Dr. Faqihudin Abdul Qodir selaku Ketua LP2M, yang didampingi oleh beberapa tamu undangan dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Sementara dari pihak IOU, turut hadir Dr. Bilal Philips, Dr. Cherno Omar Barry, Dr. Afroza Bulbul, dan beberapa perwakilan lainnya.

Kerjasama yang ditekankan dalam MoU ini adalah kolaborasi dalam bidang riset antar perguruan tinggi. Dr. Afroza Bulbul dari IOU dan Dr. Faqihudin Abdul Qodir dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon memaparkan pentingnya kerjasama ini dalam memajukan dunia riset serta memberikan kontribusi positif bagi perkembangan ilmu pengetahuan.

Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag., Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, beliau menuturkan “MoU ini diharapkan akan membuka jalan bagi pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara dua institusi, memungkinkan adanya kerjasama dalam penelitian bersama, serta memperluas jaringan akademik bagi mahasiswa dan staf kedua institusi.” tutur Prof Aan.

Kerjasama antara IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan IOU diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi kedua belah pihak, serta memberikan kontribusi yang signifikan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat. Prof Aan menambahkan.

PKBH IAIN Cirebon Konsultasikan Pendaftaran HaKI dan Penjajakan MoU Dwngan Kemenkumham RI

FOKUS CIREBON, FC - Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum (PKBH) IAIN Syekh Nurjati Cirebon berkunjung ke Kantor Pusat Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) di Jalan H. R. Rasuna Said, Jakarta Selatan, guna konsultasi tentang pendaftaran Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) dan penjajakan Memorandum of Understanding (MoU), yang dalam hal ini langsung dipimpin oleh KPKetua PKBH H. Ahmad Khoirudin, MH beserta jajarannya yang terdiri dari Wakil Ketua PKBH Ahmad Dzu Izzin, MH, Sekretaris PKBH Ahmad Ibrizul Izzi, MH dan Bendahara PKBH Ema Nurkhaerani, MH, Jum'at, (16/2/2024).

Pada prinsipnya, mendaftarkan HaKI sangatah penting mengingat semakin banyaknya kemunculan produk-produk baru, ketatnya persaingan usaha dan ramainya penggunaan teknologi informasi serta semakin banyak pula cara yang dapat dilakukan untuk memajukan usaha. 

Selain itu, tidak sedikit dijumpai kecurangan-kecurangan terjadi dalam dunia usaha, baik dalam penggunaan merek, paten, dan sebagainya. 

Untuk itu, diperlukan proteksi akan hak kekayaan intelektual (HKI), yakni hak yang timbul dari kemampuan berfikir, atau olah pikir yang menghasilkan suatu produk, atau proses yang berguna untuk manusia. 

Pendaftaran Kekayaan Intelektual (KI) menjadi sangat urgen bagi setiap perusahaan atau pelaku usaha dalam bisnis. Kepemilikan HKI terbagi menjadi dua bidang, yaitu, pertama Kepemilikan Perorangan yang meliputi Paten, Merek, Hak Cipta, Desain Industri, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu (DTLST), Rahasia Dagang, dan Perlindungan Varietas Tanaman. Kedua, yaitu Kepemilikan Komunal yang meliputi Ekspresi Budaya Tradisional, Sumber Daya Genetik, dan Indikasi Geografis (IG).

Hal ini bertujuan untuk mendorong timbulnya inovasi, pengalihan dan penyebaran teknologi, dan diperolehnya manfaat bersama antara penghasil dan pengguna pengetahuan teknologi, serta menciptakan kesejahteraan sosial dan ekonomi serta keseimbangan antara hak dan kewajiban.

Selain itu pula, dalam dunia akademik pada Tri Dharma Perguruan Tinggi, bahwasanya banyak para dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa telah menulis dan berkarya berupa buku, jurnal dan artikel. Yang mana mereka masih banyak belum mendaftar kekayaan intelektualnya pada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (Ditjen KI) Kemenkumham. Hal ini sangat disayangkan karena banyak karya ilmiah yang dihasilkan oleh perguruan tinggi terkhusus pada kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Pada kesempatan tersebut disampaikan tentang pentingnya memberikan perlindungan hukum kepada hak Kekayaan Intelektual, tata cara pendaftaran HKI, hingga langkah yang harus dilakukan apabila terjadi sengketa dalam HKI serta kendala-kendala terkait pendaftaran KI.

Pentingnya pendaftaran KI untuk melindungi suatu karya, serta mendorong industri-industri lokal untuk terus kreatif dan berinovasi. Hak Kekayaan Intelektual adalah hak eksklusif yang diberikan suatu hukum atau peraturan kepada seseorang atau sekelompok orang atas karya ciptanya. Objek yang diatur dalam HKI adalah karya-karya yang timbul atau lahir karena kemampuan intelektual manusia.

Pada akhirnya, PKBH IAIN Syekh Nurjati Cirebon bertekad untuk mengawal program pendaftaran HKI dengan melakukan sosialisasi kepada UMKM di wilayah Cirebon dan sekitarnya akan pentingnya pendaftaran HKI terutama hak merek yang mereka miliki ke Ditjen KI Kemenkumham. 

PKBH siap melakukan jasa pelayanan UMKM dalam mengurus pendaftaran hak merek mereka dari awal sampai resmi terdaftar di Ditjen KI. Dengan demikian, para UMKM mendapatkan  salah satu bentuk perlindungan HKI dari negara, dan pemiliknya bisa memakai merek dagang/bisnis mereka secara eksklusif.

Perjuangan Aliya Aulia Pratiwi Sebagai Duta Pariwisata Jawa Barat Harus Diapresiasi Oleh Kampus IAIN Cirebon

FOKUS CIREBON, FC - Meraih 0restasi gemilang bukanlah sebuah hal yang kebetulan, tetapi harus dilakukan dengan usaha nyata, gigih dan perjuangan. Hal ini yang dilakukan oleh mahasiswi Jurusan Pariwisata Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon, semester 4, Allya Aulia Pratiwi, hingga berhasil menyabet predikat 1st Runner Up Duta Pariwisata Jawa Barat pada ajang bergengsi tingkat nasional.  

Kegiatan yang diselenggarakan Yayasan Abhiyya Parama Mavendra ini merupakan pemilik lisensi Pemilihan Duta Pariwisata Indonesia.

Allya Aulia Pratiwi menceritakan perjalanan luar biasanya dalam sebuah wawancara melalui telepon dengan Humas IAIN Cirebon. Ia menjelaskan bahwa inspirasi untuk mengikuti ajang duta pariwisata Jawa Barat muncul setelah dosen membuat story di WhatsApp tentang pendaftaran. Dengan dukungan dari dosen, Pak Arief Pradana, Allya memutuskan untuk mencoba hal baru tersebut. Selasa, (20/02/2024).

“Berawal dari penasaran, saya mulai mencari informasi dan persiapan melalui media sosial serta bimbingan dari Pak Arief Pradana mengenai materi pariwisata,” ungkap Allya. Dalam perjalanannya, dari tahap pendaftaran hingga tahap wawancara, Allya berhasil melalui semua dengan lancar.

Lanjut Allya Aulia, lalu tepatnya pada tanggal 13 Januari 2024 saya ke Bandung untuk melaksanakan prakarantina dan juga photoshoot yang dimana pada saat itu penilaian sudah mulai berjalan, long story short dari prakarantina menuju karantina penilaian tetap berjalan melalui ke aktifan media sosial sampai akhirnya karantina dimana saat ini penilaian sangat berpengaruh untuk menuju 8 besar.” alhamdulillah saat sesi deepth interview saya lancar tidak ada kendala”.tutur Allya.

Pada grand final, Allya mengalami momen yang menegangkan ketika hampir tidak lolos ke babak 8 besar. Namun, keberuntungan berpihak padanya saat diberi kesempatan menjadi “Duta Favorite” melalui voting publik. Ia kemudian berhasil meraih predikat sebagai 1st Runner Up Duta Pariwisata Jawa Barat.

Allya juga mengungkapkan, “ini adalah hal yang paling tak terduga, yang paling tak di sangka saya bisa sampai di titik ini. terimakasih kepada kerabat, sahabat, keluarga, dosen beserta jajaran, juga kepala dinas budaya dan pariwisata beserta jajaran yang selalu beri saya doa yang tak henti henti juga selalu support agar saya tetap semangat dan selalu berjuang. tidak ada doa dan dukungan kalian saya belum tentu bisa sejauh ini, terimakasih banyak.” ungkapnya.

“Sebagai 1st runner up duta pariwisata jawa barat, saya memiliki tanggung jawab untuk menginfluence banyak orang juga mengajak masyarakat jawa barat khususnya cirebon untuk peduli akan potensi yang ada juga melestarikan sejarah dan budaya yang ada. besar harapan saya untuk menjadikan pariwisata yg ada di jawa barat khususnya cirebon bisa maju, berkelanjutan dan yang pasti bermanfaat bagi masyarakat sekitar.” tegas Allya mengakhiri sesi wawancara dengan humas.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Dr. H. Didi Sukardi, M.H., menyambut gembira atas prestasi Allya Aulia Pratiwi. Ia berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi semua mahasiswa, tidak hanya di Jurusan Pariwisata Islam, namun juga untuk seluruh jurusan di FEBI, serta menjadi tradisi untuk terus berprestasi.

SMSI Minta Presiden Tertibkan Perpu UU Pers, Pengganti UU Pers No 40 Tahun 1999

FOKUS CIREBON, FC - Ini cerita tentang ibu bernama Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) yang berusaha menyelamatkan hidup anak-anaknya, 2.000 lebih media start up dan media kecil yang dinaunginya.

Meskipun seringkali dianggap kecil dan hanya sebagai komoditas alias alat tawar-menawar, di era revolusi informasi ini, konsep besar dan kecil telah bergeser, media besar dan kecil sama-sama punya hak hidup.

Sekarang ini terdapat perubahan perilaku. Masyarakat menjadi yang memproduksi informasi, bahkan kemudian mengubah media menjadi konsumen. Hal ini mengindikasikan bahwa media yang tidak beradaptasi akan tertinggal.

Dengan bergesernya peran media, kemudian diperparah dengan lahirnya konsep Perpres tentang Publisher Right yang menjadi ancaman terhadap kemerdekaan pers dan bisnis ribuan media start up. Perpres tersebut tampaknya lebih melindungi media arus utama dan para pemegang kepentingan besar, sehingga mengancam eksistensi media start up dan mengurangi esensi media sebagai pilar keempat.

"Negara ini sedang tidak baik-baik saja. Negara ini sakit karena persnya sakit. Penting adanya penataan ulang," demikian seperti terlontar dalam Rakernas SMSI di Ancol, Jakarta Utara, Senin 18 Februari 2024 malam.

Pengurus SMSI yang dinobatkan MURI sebagai organisasi media siber terbesar di dunia ini berjuang untuk menghapuskan pasal verifikasi dalam Perpres, sementara ribuan anggotanya di daerah terus bertahan.

Forum rakernas yang diikuti seluruh pengurus pusat dan perwakilan 38 provinsi itu memandang Perpres Publisher Right berbanding terbalik dengan penerbitan perpu UU kedaulatan digital yang menjadi penting karena mencerminkan kerangka hukum yang lebih baik untuk mengatur lingkungan digital yang terus berkembang pesat.

UU kedaulatan digital dapat menjadi instrumen yang efektif untuk mengatasi tantangan-tantangan yang timbul dalam dunia digital, seperti keamanan data, privasi, kejahatan cyber, dan pengaturan konten online.

UU kedaulatan digital merupakan undang-undang yang bertujuan untuk mengatur dan melindungi kedaulatan negara dalam ranah digital.

Hal ini mencakup berbagai aspek, termasuk pengaturan penggunaan data, perlindungan privasi online, keamanan cyber, regulasi platform digital, serta pengelolaan konten digital yang sesuai dengan nilai dan norma-norma yang berlaku di masyarakat.

Dengan menerbitkan perpu UU kedaulatan digital, pemerintah dapat memberikan kerangka hukum yang jelas dan kuat untuk mengatur berbagai aspek kehidupan digital. Ini akan membantu menciptakan lingkungan digital yang lebih aman, terpercaya, dan dapat diandalkan bagi masyarakat dan bisnis. (din)