Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 15 Mei 2024

Hadiri Agro Expo, Bupati Minta Petani Olah Sawah Dengan Baik

KABUPATEN CIREBON, FC - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag menghadiri Cirebon Agro Expo Pertanian di Desa Karangsari, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Rabu (15/5/2024).

Bupati Imron mengatakan, Cirebon Agro Expo Pertanian bertujuan menghadirkan produk-produk hasil olahan yang diolah oleh masyarakat. Kedua, pada kesempatan ini juga, ia mengajak kepada petani dan juga dari Dinas Pertanian, agar mengolah sawah dengan baik supaya hasilnya maksimal.

Selain itu, Imron berkesempatan memberikan bantuan berupa 69 unit pompa air kepada petani. Menurutnya, dari 69 pompa ini, mampu mengairi 690 hektare sawah.

“Harapannya, dengan adanya bantuan pompa air ini, agar para petani tidak lagi mengeluh kaitan dengan kelangkaan air,” ujar Imron.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Dr. Alex Suheriyawan, S.P, M.Pd.I mengatakan, Cirebon Agro Expo Pertanian tahun ini, tersebar di tiga titik. Di Kecamatan Weru ini memang bukan sentra pertanian, tetapi disini menjadi sentra industri.

“Jadi mudah-mudahan, di wilayah tengah ini, menggeliat berbicara tentang agro bisnisnya dari hasil pertanian yang dikembangkan. Sedangkan untuk wilayah timur dan wilayah barat, cenderung mengarah ke arah budidaya,” jelas Alex.

Ia juga berterima kasih kepada Bupati Cirebon, karena menurutnya, di tangan Bupati Imronlah Kabupaten Cirebon menjadi barometer nasional maupun Jawa Barat.

“Hal tersebut, berkat arahan Pak Bupati, Kabupaten Cirebon menjadi barometer tabel pertanian yang berkelanjutan,” tukasnya.

Jurusan Tadris Biologi IAIN Cirebon Berperan Aktif Dalam Kegiatan Seminar Nasional ADBPB PTKI

CIREBON, FC - Jurusan Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon turut berperan aktif dalam kegiatan Seminar Nasional Asosiasi Dosen Biologi dan Pendidikan Biologi (ADBPB) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) yang diselenggarakan pada 14-15 Mei 2024 di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang. 

Seminar ini menghadirkan berbagai narasumber ternama, termasuk Prof. Dr. Ikhfan Haris, M.Phill, Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) Timor Leste, dan Badrus Sholeh, S.Ag. M.A, PhD, Atdikbud KBRI Riyadh Arab Saudi.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Rektor UIN Raden Fatah, Prof. Dr. Nyayu Khodijah, S.Ag. M.Si, yang menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai bagian tak terpisahkan dari pengakuan dan pengembangan kompetensi dosen. “Kami berterima kasih kepada Asosiasi DBPB atas kepercayaannya kepada UIN Raden Fatah sebagai tuan rumah. UIN Raden Fatah berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui berbagai kegiatan akademik,” ujar Rektor UIN Raden Fatah Palembang. Selasa, (14/05/2024).

Prof. Dr. Mashuri Masri, S.Si. M.Kes, Ketua ADBPB PTKI se-Indonesia dari UIN Alaudin Makassar, menyampaikan bahwa asosiasi ini berdiri sejak 2012 dan telah rutin mengadakan kegiatan akademik di berbagai perguruan tinggi di bawah Kementerian Agama. “Tujuan dari seminar ini adalah untuk meningkatkan kompetensi dosen biologi dan pendidikan biologi melalui kegiatan silaturahmi dan pertukaran ilmu,” jelas Mashuri Masri.

Dalam sesi presentasinya, Prof. Dr. Ikhfan Haris mengungkapkan kesiapan Timor Leste untuk menjalin kerja sama dengan Indonesia di bidang pendidikan, termasuk program magang bersertifikat internasional dan dosen mengabdi internasional. “Kami berharap mendapatkan beasiswa dari Indonesia untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Timor Leste,” tambah Ikhfan Haris.

Sementara itu, Badrus Sholeh menekankan visi Saudi Arabia 2030 yang berfokus pada kemajuan dalam perdagangan, pendidikan, dan keagamaan, serta keterbukaan Arab Saudi untuk kerja sama internasional. “Saudi Arabia menyediakan banyak beasiswa di bidang sains dan teknologi,” ujarnya.

Dr. Delima E. Maretha dari Fakultas Saintek UIN Raden Fatah Palembang menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pendidikan dalam menyongsong Indonesia emas tahun 2045. “Diperlukan berbagai program untuk mempersiapkan generasi mendatang menghadapi tantangan global,” kata Delima Maretha.

Dr. Evi Roviati, S.Si. M.Pd, perwakilan dari Jurusan Tadris Biologi IAIN Syekh Nurjati Cirebon, menyatakan dukungan penuh terhadap seminar ini. “Kegiatan ini menjadi sarana silaturahmi dan menjembatani kerja sama yang lebih luas, baik dengan program studi pendidikan di PTKI maupun di tingkat internasional,” ujar Ketua Jurusan Tadris Biologi IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Seminar nasional ini diikuti oleh berbagai kalangan, baik dosen biologi dan pendidikan biologi, melalui metode hybrid, baik online maupun offline. Partisipasi aktif Jurusan Tadris Biologi IAIN Syekh Nurjati Cirebon dalam acara ini menunjukkan komitmen mereka untuk terus berkontribusi dalam pengembangan pendidikan biologi di Indonesia.(din)

Selasa, 14 Mei 2024

Antisipasi Banjir, Komisi II DPRD Ingatkan Pemerintah Soal Perbaikan Drainase



CIREBON – Komisi II DPRD mengingatkan kepada Pemerintah Daerah Kota Cirebon untuk memperbaiki sejumlah drainase guna mengantisipasi banjir.

Masalahnya, terdapat banyak drainase di Kota Cirebon yang mengalami kerusakan atau bahkan penyumbatan. Kondisi itu berdampak beberapa lokasi di Kota Cirebon terjadi genangan dan banjir ketika hujan deras dan debit aliran dari hulu sungai meningkat.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi II DPRD H Karso SIP dalam rapat kerja, bersama Dinas PUPR dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung, Senin (13/5/2024) di Griya Sawala.

“Beberapa titik masih ada drainase tidak berfungsi maksimal, apalagi diperparah dengan kebiasaan masyarakat yang kurang disiplin dalam membuang sampah,” ujarnya.

Sehingga, penumpukan sedimentasi di beberapa wilayah aliran sungai perlu segera dilakukan tindakan dari instansi terkait.

Selain itu, Karso pun merasa prihatin dengan masih adanya bangunan-bangunan yang berdiri di atas drainase ataupun saluran air.

Menurutnya, hal tersebut perlu ditinjau ulang sejauh mana perizinan yang telah dikantongi bangunan tersebut.

“Kalau izinnya tidak ada berarti masuk bangunan liar dan perlu tindakan lanjut,” tambahnya.

Sementara itu, anggota Komisi II Ir Watid Sahriar MBA menilai Dinas PUPR dapat melibatkan BBWS dalam penanganan persoalan drainase.

Sehingga, keduanya bisa bersinergi dalam membuat rumusan perencanaan teknis yang nantinya dituangkan dalam Detail Engineering Design (DED).

DED sendiri merupakan perencanaan yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan untuk pembangunan sistem saluran drainase.

“Kalau inisiasi instansi terkait masih belum terealisasi, kan bisa mengajukan usulan ke provinsi atau pusat,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas PUPR Kota Cirebon Rachman ST menyebut, akan menormalisasi aliran sungai yang sedimentasinya menumpuk.

Adapun aliran sungai tersebut meliputi; sungai Sijarak 1, sungai Sijarak 2, sungai Cikenis, sungai Cikalong, sungai Bedeng, sungai Sigujeg dan sungai Cimanggu.

“Kami juga meminta BBWS bisa ikut membantu penyelesaian tersebut, terutama menangani drainase jalan yang dipenuhi sampah, sedimentasi bahkan ketutup plat beton,” tuturnya.

Selain itu, upaya peningkatan kesadaran pun akan ditingkatkan dalam mengelola sampah yang berasal dari limbah rumah tangga.

“Nanti, kami juga memetakan dan koordinasi dengan berbagai stakeholder dalam upaya peningkatan kesadaran masyarakat,” pungkasnya.

Pihak BBWS pun menyatakan siap dalam langkah strategis yang disampaikan Dinas PUPR dalam penanganan banjir di Kota Cirebon.

Turut hadir anggota Komisi II DPRD Kota Cirebon Syarif Maulana dan Agung Supirno SH.

IAIN Cirebon dan UIN KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan Gelar Konsinyering Penyusunan Pagu Anggaran 2025

PEKALONGAN FC – Dalam rangka mempersiapkan penyusunan pagu indikatif (pagu sementara) Ditjen Pendis tahun 2025, IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan UIN KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan mengadakan kegiatan Konsinyering Penyusunan Pagu Kegiatan dan Anggaran Tahun 2025. 

Kegiatan yang berlangsung dari 14 hingga 17 Mei 2024 ini dihadiri oleh 89 peserta dari berbagai unit kerja.Selasa, (14/05/2024).

Ketua pelaksana kegiatan, Nining Suryaningsih, SE., melaporkan bahwa persiapan telah dimulai dengan sukses pada 13 Mei 2024 melalui Bimbingan Teknis Aplikasi E-Planning yang diikuti oleh 29 peserta dari masing-masing unit. 

“Alhamdulillah, Bimbingan Teknis ini berjalan lancar dan menjadi dasar kuat bagi tahapan konsinyering selanjutnya,” ujar Nining.

Kegiatan konsinyering ini menghadirkan sejumlah pemateri. Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, dan Prof. Dr. H. Zaenal Mustaqim, M.Ag., Rektor UIN Gusdur Pekalongan. Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag., membuka sesi dengan materi tentang Penguatan Rencana Kerja dan Anggaran Berbasis Kinerja. 

Nining menegaskan pentingnya acara ini untuk menghasilkan perencanaan program anggaran yang berkualitas dan berdampak.

“Konsinyering ini menjadi dasar dalam menjalankan Indikator Kinerja Utama (IKU) PTN dan Perjanjian Kinerja (Perkin) baik dengan Dirjen Perbendaharaan Negara Kementerian Keuangan maupun dengan Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama,” ujar Prof. Aan.

Tema penyusunan program dan anggaran tahun 2025 yang diusung adalah “Digitalisasi Layanan Publik dan Internasionalisasi Menuju Keunggulan Kampus yang Berdampak.” 

Menurut Prof. Aan, tema ini sejalan dengan visi meningkatkan kualitas pendidikan tinggi melalui digitalisasi dan internasionalisasi.

Prof. Aan juga menjelaskan bahwa Perkin Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI pada Program Pendidikan Tinggi mencakup penguatan sistem pendidikan yang moderat, peningkatan kualitas tenaga pendidik, standar dan sistem penjaminan mutu pendidikan, serta pemanfaatan penelitian. 

Selain itu, program dukungan manajemen juga fokus pada peningkatan tata kelola organisasi yang efektif dan akuntabel.

Adapun delapan Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi Negeri adalah sebagai berikut:

Persentase lulusan S1 dan Program Diploma setahun terakhir yang berhasil mendapatkan pekerjaan layak, melanjutkan studi, atau menjadi wirausaha.

Persentase lulusan S1 dan D4/D3/D2 setahun terakhir yang menghabiskan paling tidak 20 SKS di luar kampus atau meraih prestasi minimal tingkat nasional seperti magang, proyek desa, mengajar, riset, atau pertukaran pelajar.

Persentase dosen yang berkegiatan tridharma di kampus lain, di QS100 (berdasarkan ilmu), bekerja sebagai praktisi di dunia industri, atau membina mahasiswa yang berhasil meraih prestasi minimal tingkat nasional dalam lima tahun terakhir.

Persentase dosen tetap berkualifikasi S3, memiliki sertifikasi kompetensi/profesi yang diakui oleh industri dan dunia kerja, atau berasal dari kalangan praktisi profesional, dunia industri, atau dunia kerja.

Jumlah keluaran penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang mendapatkan rekognisi internasional atau diterapkan oleh masyarakat per jumlah dosen.

Persentase program studi S1 dan Diploma yang melaksanakan kerjasama dengan mitra.

Persentase mata kuliah S1 dan Diploma yang menggunakan metode pemecahan kasus (case method) atau pembelajaran berbasis proyek sebagai sebagian bobot evaluasi.

Persentase program studi S1 dan Diploma yang memiliki akreditasi atau sertifikasi internasional yang diakui pemerintah.

Dengan kegiatan ini, IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan UIN KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan berharap dapat meningkatkan kualitas perencanaan anggaran yang lebih baik dan berdampak positif bagi kemajuan pendidikan tinggi Islam di Indonesia. (din)

Bangun Perilaku Jujur Siswa, PJ Walikota Cirebon Resmikan Kantin Kejujuran

CIREBON, FC - Program ini merupakan kerjasama Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon dan Kejaksaan Negeri Kota Cirebon dengan tema “Aksi Nyata Implementasi Pendidikan Anti Korupsi”.

Launching program secara serentak di SD dan SMP se-Kota Cirebon ini dihadiri unsur forkopimda, Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Sekolah Dasar Kota Cirebon dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP., Selasa, (14/5/2024).

Kantin kejujuran sebagaimana kantin pada umumnya, yakni sebuah tempat di sekolah yang menjual makanan dan minuman. Kantin biasa dikunjungi siswa saat istirahat.

Namun, ada hal pokok yang membedakan kantin kejujuran dengan kantin biasa, yaitu tidak adanya penjaga kantin atau kasir sehingga si pembeli harus mengambil sendiri makanan dan minuman yang diinginkan, lalu menyelesaikan sendiri pembayarannya.

Si pembeli meletakkan uang tepat sejumlah rupiah yang harus dibayarkannya di kotak uang. Jika uangnya lebih besar daripada harga yang harus dia bayar, uang kembali dia ambil sendiri dari kotak uang itu.

Dengan demikian, kantin kejujuran bisa menjadi ajang pembelajaran bagi generasi muda tentang pentingnya perilaku jujur terhadap diri sendiri.

Pada akhirnya akan bermuara kepada lahirnya generasi yang menghormati kejujuran sekaligus memunculkan generasi antikorupsi.

Pj Wali Kota mengatakan bahwa dirinya berharap, tertanam dalam hati siswa di sekolah dan pembeli untuk selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran.

“Semoga program kantin kejujuran ini dapat menjadi gerakan yang terus menerus dengan perilaku dan integritas anak-anak kita akan terbentuk,” ujarnya.

Pj Wali Kota juga menyampaikan terimakasih kepada Kejaksaan Negeri Kota Cirebon yang sudah mendukung program ini. Sebelumnya, kata Pj Wali Kota, sudah ada beberapa program yang dilaksanakan di sekolah seperti tokoh mengajar, jaksa masuk sekolah dan lainnya.

Pj Wali Kota menginginkan, kantin kejujuran bisa menjadi langkah awal pelajaran antikorupsi sejak dini untuk menuju masa depan Indonesia yang lebih baik.

“Kami mempunyai keyakinan bahwa pembentukan karakter dan perilaku jujur dari kantin kejujuran ini sebagai dasar sekaligus bekal untuk para siswa dalam hidup bernegara dan bermasyarakat,” tandasnya.

Ditambahkan Pj Wali Kota, meminta kepada Kadisdik untuk berkoordinasi dengan Kantor Cabang Dinas (KCD) X Provinsi Jawa Barat, untuk menerapkan kantin kejujuran di SMA, SMK, maupun SLB, termasuk juga di perguruan tinggi.

Sementara itu, Kajari Kota Cirebon, Umaryadi menegaskan, kantin kejujuran merupakan salah satu program pendidikan anti korupsi yang diterapkan di sekolah.

“Kantin kejujuran ini juga bagian dari mendukung program pemerintah berkaitan dengan pemberantasan korupsi,” ujarnya.

Masih kata Kajari, tidak hanya mengedepankan aspek pencegahan dan penindakan, kantin kejujuran juga mengedepankan sisi edukatif, yaitu memberikan pendidikan kepada semua orang agar memiliki budaya malu terhadap korupsi.

“Sehingga ini akan menjadi bekal untuk siswa kedepannya bagaimana bersikap dan berperilaku yang sesuai norma di masyarakat,” harapnya. (Ara)

FITK IAIN Cirebon Mengirim 5 Mahasiswa ke Program PLP-KKN Integrasi Internasional di Malaysia


CIREBON, FC – Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) mengirimkan lima mahasiswa dari jurusan yang akan re akreditasi unggul ke dalam program Pengenalan Lapangan Persekolahan – Kuliah Kerja Nyata (PLP-KKN) Integrasi Internasional. 

Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan global serta memberikan kontribusi positif kepada masyarakat di tingkat internasional.

Dalam upaya penguatan pengabdian masyarakat dan pengalaman internasional bagi mahasiswa, FITK telah memilih peserta dari berbagai jurusan yang dianggap memiliki potensi unggul. 

Kelima mahasiswa tersebut adalah Aulia Khoirunnisa (Tadris Bahasa Inggris), Rizqi Adella (Tadris Matematika), Dede Sarah (MPI), Egina Bumiarti (Tadris Biologi), dan Lisnawati (PGMI).

Pelepasan peserta PLP-KKN Integrasi Internasional dilakukan secara langsung oleh Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, menekankan pentingnya program ini sebagai langkah strategis dalam mempercepat Internasionalisasi Kampus dan Implementasi MBKM. Senin,(13/05/2024).

Dr. H. Saifuddin, M.Ag, Dekan FITK, dalam sambutannya menyatakan bahwa program ini memberikan kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan akademis, membentuk karakter, serta kepemimpinan dalam lingkungan global.

“Periode Kedua akan menyusul 15 mahasiswa untuk lokasi Kuala lumpur dan Jeddah Arab Saudi.” Dr Saifuddin menambahkan.

Kepala Program PLP-KKN Integrasi Internasional sekaligus Wakil Dekan I FITK, Dr. Atikah Syamsi, M.Pd.I, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya memberikan pengalaman akademis, tetapi juga membantu mahasiswa untuk memahami beragam budaya dan bahasa sesuai dengan destinasi mereka.

Para peserta program juga akan mendapatkan pendampingan dan supervisi dari dosen-dosen berpengalaman selama menjalani PLP-KKN Integrasi Internasional di Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) Malaysia. 

Program ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi fakultas-fakultas lain di IAIN Syekh Nurjati Cirebon untuk mengembangkan inovasi dalam pembelajaran mahasiswa.

Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag., Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, berpesan agar peserta melaksanakan kegiatan dengan semangat dan inovasi, serta mempublikasikan pengalaman mereka ke media sosial untuk memberikan citra positif bagi lembaga yang sedang bertransformasi dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon menuju Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Dengan diselenggarakannya program ini, diharapkan mahasiswa FITK semakin tertarik dan memahami manfaat serta peluang yang ditawarkan oleh PLP-KKN Integrasi Internasional, sehingga dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan akademis dan masyarakat di berbagai belahan dunia. (din)

PSGA IAIN Cirebon Adakan Bedah Buku 'Dari Aborsi Sampai Childfree'

CIREBON, FC - Pusat Studi Gender dan Anak Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Cirebon mengadakan acara bedah buku yang berjudul "Dari Aborsi Sampai Childfree" pada hari Selasa,14 Mei 2024. Acara ini diselenggarakan di Auditorium Lp2m dan dihadiri oleh 70 peserta dari berbagai kalangan, termasuk akademisi, aktivis, mahasiswa, dan masyarakat umum. 

Buku "Dari Aborsi Sampai Childfree" merupakan karya dari Dr. Faqihuddin Abdul Kodir,Lc,M.A seorang pendiri mubadallah,pakar gender sekaligus kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (Lp2m) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Cirebon yang telah banyak menulis tentang isu-isu perempuan dan anak. 

Buku ini mengeksplorasi berbagai fenomena sosial yang berkembang di masyarakat terkait pilihan-pilihan reproduktif perempuan, mulai dari aborsi, hak reproduksi, hingga keputusan untuk tidak memiliki anak (childfree).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh wakil rektor 3 bidang kemahasiswaan IAIN Syekh Nurjati Cirebon dalam sambutannya, Prof.Dr. Hajam,M.Ag 

Ketua Pusat Studi Gender dan Anak, Dr.Masri'ah,M.Ag juga menekankan pentingnya diskusi terbuka mengenai topik-topik yang sering dianggap tabu dalam masyarakat. 

"Buku ini memberikan perspektif yang komprehensif tentang dinamika pilihan reproduktif perempuan, yang sering kali tidak mendapatkan perhatian yang memadai dalam wacana publik," tuturnya.

Bedah buku ini menghadirkan beberapa pembicara terkemuka, termasuk penulis buku Dr. Faqihuddin Abdul Kodir,Lc,M.A dan Prof.Dr.Hj.Septi Gumiandari,M.Ag. Dalam sesi diskusi, Dr. Faqihuddin Abdul Kodir,Lc,M.A menyebutkan bahwa buku ini merupakan buku ke-3 yang beliau keluarkan. 

Ketiga buku tersebut dibahas mengenai bagaimana memahami terutama hadits secara lebih praktis dengan menggunakan metode mubadalah. 

Menurutnya laki-laki dan perempuan sama-sama subyek guna melakukan maqoshid dan menikmati maqoshid tersebut. Pembahasan utama dalam buku yang ke-3 ini ialah bagaimana mubadalah digunakan untuk membaca isu isu kontemporer seperti aborsi dan childfree. 

Sementara itu, Prof.Dr.Hj.Septi Gumiandari,M.Ag memberikan penjelasan bahwa buku ini sangat praktis, terdiri dari 5 bab. 

Banyak hal-hal positif yang bisa kita ambil dalam buku tersebut. Dalam buku ini terkait dengan aborsi, penulis mengungkapkan bahwa aborsi tidak dijelaskan secara jelas dalam hadits maupun al-qur'an. Childfree juga merupakan ruang yang diberikan kepada perempuan untuk memilih. 

Dalam isu isu kontemporer tersebut, penulis menggunakan kemampuannya sehingga melahirkan pemahaman pemahaman yang adil terhadap laki laki dan perempuan. 

Aborsi merupakan isu yang kontroversial dan sering diperdebatkan. Bedah buku tentang aborsi mungkin akan membahas berbagai perspektif, baik pro maupun kontra, serta implikasinya secara hukum, etika, dan kesehatan. 

Diskusi akan difokuskan pada memahami kompleksitas isu aborsi dan menghindari penilaian moral yang terlalu subjektif.

Topik childfree juga menarik untuk didiskusikan. Bedah buku tentang childfree akan mengupas alasan-alasan seseorang memilih untuk tidak memiliki anak, serta dampaknya bagi individu, keluarga, dan masyarakat. 

Ketua pelaksana kegiatan, Wulan, menyatakan bahwa diskusi ini berusaha untuk memahami dan menghargai pilihan hidup yang berbeda-beda.

Selain itu kata Wulan, seminar "Dari Aborsi sampai Childfree" di IAIN Syekh Nurjati Cirebon berlangsung kondusif dan menarik, dengan peserta yang tampak sangat antusias. 

Sedangkan tujuan seminar ini adalah untuk membuka dialog dan memberikan pemahaman yang lebih luas tentang isu-isu aborsi dan pilihan hidup tanpa anak dari perspektif Islam.

"Sebagai Ketua Relawan Pusat Studi Gender dan Anak IAIN Syekh Nurjati Cirebon, saya ingin menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya atas terselenggaranya acara bedah buku "Aborsi dan Childfree", ucapnya.

Menurutnya, acara ini adalah wujud nyata dari upaya kita untuk terus memperkaya wawasan dan diskursus mengenai isu-isu gender yang krusial dan kerap kali kontroversial di masyarakat. Ujar imelda

Selain itu, diskusi tentang aborsi dan pilihan untuk childfree tidak hanya berkaitan dengan hak-hak reproduksi perempuan, tetapi juga melibatkan berbagai aspek sosial, budaya, dan moral yang perlu kita pahami bersama. 

"Bedah buku ini membuka ruang dialog yang konstruktif, di mana kita dapat saling mendengarkan dan belajar dari perspektif yang berbeda-beda," tutur Wulan.

Sehingga acara ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman kita mengenai hak-hak individu dalam mengambil keputusan yang menyangkut tubuh dan kehidupan mereka sendiri. 

Selain itu, kita juga mengajak seluruh peserta untuk terus mendukung dan memperjuangkan kesetaraan gender dan keadilan sosial di lingkungan kita masing-masing. Pungkas imelda

"Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan acara ini. Mari kita terus bergandengan tangan dalam mengedukasi dan memberdayakan masyarakat menuju kehidupan yang lebih adil dan setara," ujarnya.

Sementara itu, sesi tanya jawab yang interaktif ini menunjukkan antusiasme peserta dalam mendiskusikan topik ini. Banyak peserta yang berbagi pengalaman pribadi dan pandangan mereka mengenai isu-isu yang dibahas dalam buku. 

"Dengan adanya acara seperti ini, Pusat Studi Gender dan Anak berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai isu-isu penting seputar hak reproduktif dan pilihan hidup perempuan," tutup Wulan. (Kontributor Imelda)

Buka Rembuk Stunting, Wabup Ayu : Perlunya Sinergitas, Kolaborasi dan Kerjasama Semua Stakeholder

KABUPATEN CIREBON, FC — Wakil Bupati Cirebon, Hj .Wahyu Tjiptaningsih, SE.,M.Si membuka acara Rembuk Stunting dalam rangka koordinasi konvergensi dan konsolidasi penurunan dan pencegahan stunting terintegrasi Kabupaten Cirebon tahun 2024 di ruang Paseban Setda Kabupaten Cirebon, Selasa (14/5/2024).

Ayu–sapaan akrab Wabup Cirebon mengatakan, Rembuk Stunting merupakan suatu langkah penting yang harus dilakukan Pemerintah Kabupaten Cirebon untuk memastikan pelaksanaan rencana kegiatan intervensi pencegahan dan penurunan stunting yang dilakukan secara bersama-sama antara perangkat daerah penanggung jawab layanan dengan sektor atau lembaga non pemerintah dan masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Cirebon juga berkomitmen dalam percepatan penurunan stunting di bawah angka 14 persen tahun 2024, dengan kolaborasi dan sinergitas seluruh elemen melalui konvergensi kegiatan, yang mengarah kepada terciptanya upaya-upaya strategis dan terarah dalam percepatan penurunan stunting,” ujarnya.

Ia menjelaskan, aksi konvergensi tahun 2024 yang sedang berjalan saat ini terus dilakukan sesuai dengan jadwal dan arahan dari Kementerian Dalam Negeri.

Menurut Ayu, angka prevalensi stunting di Kabupaten Cirebon tahun 2022 sebesar 18,6 persen, sedangkan di tahun 2023 naik menjadi 22,9 persen. Artinya, terjadi kenaikan angka stunting sebesar 4,3 persen.

“Tahun 2023 kemarin, ada kenaikan sebesar 4,3 persen stunting di Kabupaten Cirebon. Dan di tahun 2024, ini perlu kerja keras dan upaya terus menerus untuk mencapai target penurunan angka stunting 14 persen,” sambungnya.

Ayu menyebut, tugas dan upaya percepatan penurunan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab dinas terkait saja, seperti Dinas Kesehatan, DPPKBP3A, serta Bappelitbangda, melainkan tanggung jawab semua sektor, termasuk sektor swasta, dan seluruh elemen masyarakat.

“Sebagaimana yang sudah menjadi tagline percepatan penurunan stunting Provinsi Jawa Barat “Ngabring” (ngawal bareng Jabar zero new stunting). Saya meminta kepada perangkat daerah terkait untuk menjadikan upaya percepatan penurunan stunting ini sebagai program prioritas dan strategis,” imbuhnya. (din)

Wakil Bupati Cirebon Hadiri Penganugrahan Badan Publik dan Tokoh Penggerak Keterbukaan informasi Publik Tahun 2023

KABUPATEN CIREBON, FC — Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, S.E., M.Si menghadiri penganugerahan badan publik dan tokoh penggerak keterbukaan informasi publik tahun 2023 di Ruang Nyimas Gandasari, Setda Kabupaten Cirebon, Selasa (14/5/2024).

Wakil Bupati yang kerap disapa Ayu ini mengatakan, pihaknya atas nama pemerintah Kabupaten Cirebon, menyambut baik atas dilaksanakannya penganugerahan badan publik dan tokoh penggerak keterbukaan informasi publik tahun 2023 untuk tingkat Kabupaten Cirebon.

“Jangan hanya dilihat dari pemberian apresiasi kepada badan publik dan tokoh di Kabupaten Cirebon, tapi memang sebagai penyelenggara dan stakeholder pemerintah daerah, kita tentu wajib mempublikasikan informasi publik kepada masyarakat sebagai bentuk pertanggungjawaban kita dalam mewujudkan “good governance” di Kabupaten Cirebon,” ujar Ayu.

Apresiasi ini, lanjut Ayu, harapannya dapat menjadi motivasi kepada para penerima, baik badan publik maupun tokoh penggerak keterbukaan informasi publik untuk dapat selalu konsisten dalam mewujudkan keterbukaan informasi publik di Kabupaten Cirebon.

“Bagi badan publik di Kabupaten Cirebon yang tahun ini belum mendapatkan apresiasi, agar termotivasi kedepannya untuk dapat meningkatkan keterbukaan informasi publik di masing-masing SKPD, sehingga di tahun mendatang dapat meraihnya,” sambungnya.

Menurut Ayu, keterbukaan informasi yang dilakukan oleh badan publik di lingkup Kabupaten Cirebon ini, tentu juga akan mempengaruhi penilaian terhadap Kabupaten Cirebon dalam memperoleh predikat kabupaten informatif di tingkat Jawa Barat.

“Apabila badan publik kita ini informatif, tentu akan menumbuhkan “public trust” (kepercayaan publik) kepada pemerintah Kabupaten Cirebon,” imbuhnya.

Sementara, Ketua Komisi Informasi Daerah Kabupaten Cirebon, Muhammad Idrus, M.Ag mengatakan, acara penganugerahan ini menjadi momentum puncak dari monitoring dan evaluasi (monev) tahun 2023, yang dilakukan oleh Komisi Informasi Daerah Kabupaten Cirebon.

“Penganugerahan ini bukanlah kompetisi, tetapi lebih kepada upaya pengawasan dan dorongan, agar badan publik terus meningkatkan keterbukaan informasi,” ujar Idrus.

Ia berharap, dengan adanya monitoring dan evaluasi ini dapat memberikan angin segar bagi berlangsungnya keterbukaan informasi publik di Kabupaten Cirebon.

“Keterbukaan informasi publik bukanlah kompetisi, tetapi lebih kepada pengawasan terhadap kepatuhan badan publik dalam melaksanakan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Nomor 14 Tahun 2008,” sambungnya.

“Harapan kami, tahun ini 80 persen badan publik yang ada di lingkungan Kabupaten Cirebon ini masuk dalam kategori informatif,” tambahnya.

“Ini bukan sekadar target angka, tetapi bagaimana badan publik memahami dan menjadikan keterbukaan informasi sebagai prioritas utama,” pungkasnya.

Senin, 13 Mei 2024

Buat Mahasiswa IAIN Cirebon Ini Kabar Gembira, Wisuda Ke 29 Sudah Diumumkan

CIREBON, FC - Kabar gembira, bagi mahasiswa IAIN Cirebon, di mana pada pertengahan tahun 2024 ini akan melaksanakan kegiatan wisuda. Siap-siap saja, sebab waktunya hanya tinggal menghitung hari. Hal itu dilihat dari Pengumuman yang di keluarkan IAIN Syekh Nurjati Cirebon tentang pelaksanaan wisuda ke 29 semester genap tahun akademik 2023/2024.

Dalam surat pengumuman tersebut tertuang 6 ketentuan 0ada pelaksana wisuda ke 29 ini, dan pengumuman tersebut resmi dikeluarkan berdasarkan SK Rektor No 726 tahun 2023, tentang kalender akademik program strata 1, strata 2 dan strata 3 tahun akademik 2023/2024.

Pranata Muda, Humas IAIN Syekh Nurjati Cirebon, H.M.Arifin, M.PdI kepada media ini mengatakan, bahwa mengenai ketentuan  wisuda tersebut sudah tertuang di dalam Surat Keputusan (SK) Rektor IAIN Cirebon yang disampaikan ke dalam surat pengumuman.

"Jadi ketentuannya harus dijalankan, dan wisuda ke 29 akan dilaksanakan berdasarkan yang disampaikan surat pengumuman tersebut," jelasnya. 

Kata Arifin, untuk Informasi Link Pendaftaran Online dan Cut Off  Pendaftaran selengkapnya dibawah ini:

Pendaftaran online dapat dilakukan pada link https://siak.syekhnurjati.ac.id pada tanggal 08 Mei 2024;

Cut off pendaftaran untuk wisuda ke-29 melalui https://siak.syekhnurjati.ac.id adalah tanggal 07 Juni 2024;

Pengumuman Nomor B-2069 Tentang Pelaksanaan Wisuda Ke 29 dan tata cara Pendaftaran Wisuda. 

(Rep : din)

Penguatan Kapabilitas SPI di IAIN Syekh Nurjati Cirebon Dorong Inovasi Kampus Berbasis Digital

CIREBON, FC - Satuan Pengawas Internal (SPI) IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar kegiatan Implementasi Penguatan Kapabilitas Satuan Pengawasan Internal (SPI) Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) pada IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Kota Cirebon, Provinsi Jawa Barat, Senin, (13/5/2024). Kegiatan tersebut dalam upaya meningkatkan kapabilitas SPI. 

Kegiatan tersebut berlangsung di auditorium Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) dan dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, antara lain Rektor, Wakil Rektor, hingga perwakilan dari berbagai unit di lingkungan IAIN Syekh Nurjati Cirebon serta Tim Inspektorat Jenderal Kementerian Agama yang dipimpin oleh Mochamad Fajar Ilham dengan didampingi Mia Rahmiawati dan Nisa Hertina. Senin, (13/05/2024).

Dalam laporannya, Budi Affandi, S.Ag., M.Pd.I., yang menjabat sebagai Auditor Ahli Madya selaku Kepala Satuan Pengawas Internal, mengungkapkan bahwa penguatan kapabilitas SPI ini merupakan langkah strategis untuk mendukung visi IAIN Syekh Nurjati Cirebon menuju ke arah kampus yang inovatif, terutama dalam menyongsong era Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, dalam sambutannya menyatakan, penguatan peran dan fungsi SPI di IAIN Syekh Nurjati Cirebon sangat penting salah satunya dalam menyongsong Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Prof. Aan menambahkan terkait Perjanjian Kinerja Rektor terdapat 6 (enam) program pakta integritas, seperti Internasionalisasi Kampus, Penguatan Ekosistem Kampus, Penguatan Peran SPI, Akreditasi Program Studi, Moderasi Beragama, dan Implementasi Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal. 

Prof Aan juga menyampaikan tentang sistem kerja terprogram dengan baik terdapat tahapan, timeline, dan output dari program tersebut.

“Adanya penguatan SPI, kita berharap berdampak kepada kampus, yang akan melakukan percepatan-percepatan target kinerja yang diperjanjikan, seperti halnya percepatan layanan digital pada masing-masing unit guna mendukung menuju kampus berbasis digital (siber).” tandas Rektor.

Mochamad Fajar Ilham, sebagai ketua tim dari Inspektorat Jenderal Kementerian Agama, menjelaskan bahwa kegiatan penguatan kapabilitas SPI bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dalam melakukan peran, fungsi, dan wewenang pada SPI sebagai unit pengawas non-akademik pada Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri. 

Dengan demikian, diharapkan tata kelola PTKN dapat menjadi lebih efektif, efisien, transparan, dan akuntabel sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Langkah-langkah kerja SPI yang dijabarkan oleh Fajar mencakup pemetaan SPI pada PTKN, pengumpulan perangkat (dokumen pendukung), penilaian SPI dalam aspek kelembagaan, SDM, dan kualitas pengawasan, serta memberikan pertimbangan dalam perbaikan strategi penguatan kapabilitas SPI. 

Dukungan dari Ditjen Pendis Kementerian Agama RI juga dianggap penting dalam menjalankan proses penguatan ini.

Dengan adanya program penguatan kapabilitas SPI, diharapkan IAIN Syekh Nurjati Cirebon dapat mempercepat target kinerjanya, termasuk dalam hal penerapan layanan digital yang mendukung transformasi menjadi kampus berbasis digital (siber). 

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya nasional untuk meningkatkan akses, mutu, relevansi, dan daya saing pendidikan tinggi di Indonesia. (din)

Grebeg Cirebon Katon Dibuka, Ini Pesan Bupati Imron

KABUPATEN CIREBON — Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag melaksanakan opening ceremony gelaran Grebeg Cirebon Katon pada Senin malam (13/5/2024) di Halaman SOR Watubelah Sumber, Kabupaten Cirebon.

Gelaran yang akan berlangsung hingga Minggu tanggal 19 Mei 2024 nanti, diharapkan menjadi daya tarik baru untuk mengundang wisatawan.

Gelaran Grebeg Cirebon Katon merupakan salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi ke-542 Kabupaten Cirebon. Tahun ini, pemerintah daerah memilih tema “Cirebon Sun Kelangon, Cirebon Aku Rindu Berat”.

Beragam pertunjukan dalam Grebeg Cirebon Katon disajikan untuk masyarakat, mulai dari tari topeng kolosal, sandiwara, parade burok, street magician, otomotif show, hingga penampilan band ternama.

Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag mengatakan, pemerintah daerah memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada masyarakat Kabupaten Cirebon yang sangat antusias untuk menghadiri Grebeg Cirebon Katon.

Keberadaan gelaran tersebut, kata Imron, mampu membangkitkan gairah para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Puluhan tenant usaha tersebut berdiri selama acara berlangsung.

“Setiap kegiatan yang digelar di Kabupaten Cirebon harus menyelipkan unsur kearifan lokal. Ini harus dipertahankan oleh semua,” ujar Imron.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon, Drs. Abraham Mohammad, M.Si mengatakan, kegiatan serupa harus terus digelar oleh pemerintah daerah. Hal tersebut dalam rangka menggenjot minat wisatawan mancanegara dan domestik.

Selama ini, lanjut Abraham, minat wisatawan berkunjung ke Kabupaten Cirebon masih rendah. “Saat kunjungan wisatawan itu meningkat, otomatis perekonomian warga naik. Sektor wisata merupakan salah satu kontributor PAD terbesar,” imbuhnya. (din)

Minggu, 12 Mei 2024

IAIN Cirebon Kembali Raih Opini WTP dalam Laporan Keuangan Tahun 2023

CIREBON, FC - IAIN Syekh Nurjati Cirebon kembali mendapat pengakuan atas kinerja keuangannya yang solid dengan meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam Laporan Keuangan tahun anggaran 2023. 

Pengumuman ini disampaikan setelah menerima Laporan Auditor Independen (LAI) dari Kantor Akuntan Publik Abdul Hamid dan Rekan pada Jumat (10/05/2024).

Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) menandakan bahwa laporan keuangan entitas yang diperiksa disajikan secara wajar dalam semua hal yang material, mencakup posisi keuangan, realisasi anggaran, operasional, dan arus kas, sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, khususnya Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP).

Seluruh proses audit dilakukan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI), memastikan hasil audit dapat dipertanggungjawabkan. Laporan keuangan merupakan cerminan kinerja sebuah institusi dan menjadi salah satu elemen pembentuk Good University Governance (GUG).

Dengan perolehan predikat Wajar Tanpa Pengecualian, IAIN Syekh Nurjati Cirebon semakin memperkuat kepercayaan publik terhadap manajemennya. 

Hal ini juga menjadi pemicu bagi manajemen IAIN Syekh Nurjati Cirebon untuk terus meningkatkan kinerjanya, terutama dalam persiapan menyambut transformasi menjadi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Prestasi ini tidak hanya menunjukkan komitmen IAIN Syekh Nurjati Cirebon dalam menjaga kualitas pengelolaan keuangannya, tetapi juga memberikan dorongan bagi lembaga pendidikan tinggi lainnya untuk mengikuti jejak dalam mencapai standar tertinggi dalam akuntabilitas dan transparansi keuangan. (Ara)

Bangun Keluarga Harmoni, Mahasiswa IAIN Cirebon Terlibat Berbegai Kegiatan di Desa Sandramantra Kuningan

KUNINGAN, FC - Mahasiswa Jurusan Bimbingan Konseling Islam (BKI) dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon turun ke lapangan untuk melaksanakan kegiatan Praktek Bimbingan dan Konseling Keluarga di Desa Sadamantra, Kabupaten Kuningan, Minggu, (12/5/2024). 

Kegiatan ini bertajuk “Harmoni Keluarga Meraih Masa Depan Cerah, Melalui Konseling dan Bimbingan Pra Nikah untuk Generasi Penerus yang Berkualitas".

Muhamad Nurhasan Kosma, mahasiswa kelas BKI F, memimpin kegiatan ini yang merupakan bagian dari tugas praktek mahasiswa semester 6 pada mata kuliah konseling keluarga. Praktek ini berlangsung selama dua minggu dengan setiap kelas diberikan tanggung jawab di desa yang berbeda.

Dr. Jaja Suteja, M.Pd.I, selaku dosen pengampu mata kuliah Konseling Keluarga dan Ketua Jurusan BKI, menjelaskan bahwa kegiatan praktek ini bukan hanya sebagai tugas akademis, tetapi juga sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. 

Mahasiswa terlibat dalam berbagai kegiatan, termasuk bimbingan karir dan pernikahan untuk remaja, serta konseling keluarga.

Kepala Desa Sadamantra, Muhammad Dimyati, dalam sambutannya menyambut baik kedatangan mahasiswa untuk melaksanakan praktek bimbingan dan konseling keluarga di desanya. 

M.Dimyati berharap bahwa melalui kehadiran mahasiswa, kesadaran masyarakat akan pentingnya peran keluarga dalam pendidikan anak-anak akan meningkat. Dia juga berharap bahwa pendekatan konseling keluarga yang dilakukan oleh mahasiswa BKI akan memperkuat keharmonisan keluarga di desa Sadamantra.

Muhammad Dimyati berharap agar kegiatan ini tidak hanya berakhir di sini, tetapi dapat ditingkatkan seperti kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di desa Sadamantra. Baginya, kehadiran KKN sangat bermanfaat bagi kemajuan masyarakat desa secara keseluruhan. (din)

Divisi PAO HMJ IQTAF IAIN Cirebon Gelar Kegiatan Upgrading dan Makrab


CIREBON, FC - Divisi Pengembangan Aparatur Organisasi (PAO) Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IQTAF) IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar Upgrading dan Makrab  dengan tema 'Bersatu Bersinergi, Melangkah dalam Kolaborasi, Menciptakan Harmonisasi untuk Progresif HMJ IQTAF yang Berintergritas' pada Sabtu-Minggu (11-12/5/2024).

Acara berlangsung di Aula Ponpes Ihya Ulumuddin Kota Cirebon dan Villa Anugrah Kuningan ini menghadirkan Bapak Muhammad Maimun M.A.,M.Si sebagai pemateri Leadership, Dinda Febriani sebagai pemateri Administrasi Persuratan dan Nur Alifah Sebagai pemateri Administrasi Keuangan.

Acara ini resmi dibuka pada pukul 10.18 WIB oleh Ketua Umum Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Adab (SEMA FUA) Saudara Abdul Muhyi di Aula ponpes Ihya Ulumuddin Kota Cirebon.

Acara ini diketuai oleh Nissa Nurhasanah, dalam sambutannya dia mengatakan semoga dengan diadakannya upgrading ini diharapkan meningkatkan kinerja kepengurusan HMJ IQTAF menjadi lebih baik lagi.

"Semoga dalam acara makrab dan upgrading ini kita bisa lebih meng-upgrade diri dan memperbaiki internal perdivisi," ucap Nissa.

Ketua Umum HMJ IQTAF, Saudari Isyfa Aslihatul Latifah juga menyapaikan empat point penting mengapa harus diadakanya makrab & upgrading dalam sambutannya, yang pertama yaitu untuk meningkatkan rasa kepemimpinan, selanjutnya untuk mempererat hubungan antar pengurus, juga meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta meningkatkan lagi semangat dan motivasi berorganisasi.

"Makrab dan upgrading ini sebagai ajang wawasan serta tugas dan tanggung jawab sebagai pengurus", ujar Isyfa.

Ketua Umum Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Adab (DEMA FUA), Saudara Wahil Hamdi mengatakan dalam sambutannya bahwa di acara makrab dan upgrading ini berguna untuk mencari ide dan gagasan ketua setelah ditinggal estafet kepemimpinan sebelumnya.

"Di acara makrab dan upgrading ini kita perlu meng-upgrade apa yang telah ditinggalkan dan apa yang ada di HMJ IQTAF ini agar nantinya lebih baik lagi", tambah Wahil.

Ketua Umum Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Adab (SEMA FUA) Saudara Abdul Muhyi mengatakan dalam sambutannya harapan kepada HMJ IQTAF agar setelah makrab dan upgrading ini bisa mendatangkan pemateri Internasional.

"Semoga setelah makrab dan upgrading ini HMJ IQTAF bisa mendatangkan pemateri dari level Internasional baik dialog, Seminar atau yang lainya karena itu amanah dari rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon," tandasnya.

(Reporter : Marits Mada Sungkar/Yusvina Azzahra)

Praktek Bimbingan dan Konseling Keluarga Mahasiswa IAIN Cirebon di Dedikasikan di Desa Sadamantra Jalaksana

KUNINGAN, FC - Sebanyak 29 mahasiswa  Jurusan Bimbingan Konseling Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon, menggelar kegiatan Praktek Bimbingan dan Konseling Keluarga di Desa Sadamantra, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Minggu, 12 Mei 2024.

Kegiatan dengan tema “Harmoni Keluarga Meraih Masa Depan Cerah, Melalui Konseling dan Bimbingan Pra Nikah untuk Generasi Penerus yang Berkualitas” ini dijalankan dengan penuh semangat dan dedikasi tinggi para mahasiswa kepada masyarakat.

Tiara Hoeroliyah Safitri, perwakilan dari BKI kelas F, menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat secara menyeluruh. 

Melalui bimbingan dan konseling, diharapkan keluarga dapat memahami dinamika internal mereka, meningkatkan komunikasi, serta mengelola konflik dengan lebih efektif. Menurutnya, kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat merupakan sebuah proses belajar bersama.

Lailatus Saidah menambahkan bahwa kegiatan ini berlangsung selama 1 hari dengan melibatkan berbagai panitia yang bertanggung jawab atas pelaksanaan bimbingan dan konseling keluarga di Desa Sadamatera. 

Harapannya, melalui upaya ini, masyarakat desa dapat menjadi lebih stabil, sejahtera, dan berdaya. Selain itu, mereka juga memberikan bimbingan kepada remaja dengan tujuan sesuai tema yang diusung, yaitu menciptakan harmoni keluarga dan membentuk generasi penerus yang berkualitas.

Dr. Jaja Suteja, M.Pd.I., Ketua Jurusan BKI dan dosen pengampu mata kuliah Konseling Keluarga, menekankan bahwa harapan dari kegiatan ini adalah terciptanya keluarga yang harmonis, sehat secara emosional, dan mampu mengatasi berbagai masalah. 

Dr Jaja Suteja berharap ada peningkatan kesadaran akan pentingnya komunikasi yang efektif serta kemampuan mengelola konflik dalam keluarga.

Dengan demikian, melalui praktek bimbingan dan konseling ini, mahasiswa BKI IAIN Syekh Nurjati Cirebon tidak hanya mendapatkan pengalaman praktis, tetapi juga turut berkontribusi dalam memperkuat ikatan keluarga dan membangun masa depan yang lebih cerah bagi masyarakat desa Sadamatera. (din)

Sabtu, 11 Mei 2024

DPC Pimpinan Anak Cabang Pejuang Siliwangi Indonesia Bersatu Kecamatan WERU Resmi Dilantik

Bidang Hukum PSIB Provinsi Jawa Barat MUSTAMID. A.M, S.Pd., S.H., M.H., C.L.A. yang juga sebagai Penasehat Kongres Advokat Indonesia Provinsi Jawa Barat.


CIREBON, FC - Ketua DPC PSIB Kabupaten Cirebon Marwah, S.ST., M.M resmi melantik kepengurusan Dewan Pimpinan Anak Cabang Pejuang Siliwangi Indonesia Bersatu, Kecamatan Weru, di Aula Kantor Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon Jawa Barat, Sabtu (11/5/2024).

Pelantikan tersebut dihadiri Perwakilan Camat Weru, yaitu Sekmat IIP Ma`rifah, S.Sos.,M.Si., Babinmas, Bhabinkamtibmas, Kuwu Setu Kulon dan undangan terkait lainnya.

Dalam sambutanya, Ketua DPC, Marwah mengajak kepada seluruh pengurus yang dipimpinnya agar tidak mencari perbedaan, akan tetapi carilah persamaan, karena dengan adanya perbedaan akan terjadi kesenjangan bahkan akan timbul perpecahan.

”Mari kita kuatkan dan wujudkan tujuan untuk mempersatukan,” ajaknya.

Dikatakan Marwah yang juga masih berstatus PNS Kasi Yanmas Kecamatan Krangkeng, meminta kepada DPAC PSIB Kecamatan Weru setelah dilantik agar menyusun prorgam kerja, dan laksanakan sesuai tupoksinya masing-masing serta menjaga nama baik organisasi.

Bidang Hukum PSIB Provinsi Jawa Barat MUSTAMID. A.M, S.Pd., S.H., M.H., C.L.A. yang juga sebagai Penasehat Kongres Advokat Indonesia Provinsi Jawa Barat, mewakili Ketua DPD PSIB Provinsi Jawa Barat Brigadir Jendral (P) H. KEMAL HENDRAYADI, S.IP. menjelaskan, bahwa ormas yang dipimpinnya adalah organisasi yang tertua karena Pejuang Siliwangi Indonesia lahir pada tanggal 2 Juli 1922.

“Jadi, satu abad sudah, kiprahnya sudah ditorehkan pada republik ini dari mulai pada masa Kolonial Belanda ikut melakukan pertempuran dengan menggunkan bambu runcing dan golok di beberapa daerah seperti bekasi, karawang, tasikmalaya dan lainnya,” ungkapnya.

Kemudian lanjut Mustamid, pada masa penjajahan Jepang tahun 1942 Pejuang Siliwangi pernah dididik kemiliteran oleh tentara Jepang Haiho dengan tujuan akan digunakan untuk membantu Jepang melawan tentara sekutu / Belanda.

Namun akhirnya sadar, dan berbalik melakukan perlawanan terhadap Jepang dan Belanda.

Tak hanya itu, pada masa kemerdekaan tahun 1948 pejuang Siliwangi diperbantukan pada Gerakan Operasi Militer Devisi I dan Devisi II Siliwangi di bawah komando Kolonel Sungkono dan Kolonel Subroto untuk melakukan penumpasan Gerakan 30 September 1948 di Madiun.

Akhirnya pada 9 September 1949 Pejuang Siliwangi di panggil Presiden Soekarno di Istana Negara disanalah diberikan bintang jasa berupa bintang gerilya.

Tidak berhenti di situ, Pejuang Siliwangi tetap eksis pada masa pemerintahan Orde Baru dibawah kepemimpinan Presiden Soeharto Pejuang Siliwangi membantu program pemerintah dalam rangka pemerataan populasi penduduk dengan program Transmigrasi, sepuluh ribuh anggota Pejuang siliwangi dari pulau jawa dikirim ke Sumatra untuk membuka lahan dan bercocok tanam disana.

"Makanya tidak aneh kalau di sana banyak anggota Pejuang Siliwangi karena nenek moyangnya sudah berada di sini," tuturnya.

Dijelaskan juga bahwa kabarnya nama organisasi ini telah berganti-ganti nama seperti Pengembangan Syahadat (PS), Pengawal Salawat (PS), Penunjuk Sirotolmustaqim (PS), Pendekar saktu atau Patrior Sejati (PS), Pasukan Sulaiman / Pasukan Siluman (PS), Pengawal Satria (PS), Pasukan Sukarela (PS), Panca Sila (PS), Partisan Siliwangi /Prajurit Siliwangi (PS) dikutif dari dokumen tanggal 2 Maret 2011 pada masa kepemimpinan Letnan Jendral DjaDja Suparman, M.M.

Menurut kabarnya nama Partisan Siliwangi muncul pada tahun 1967 dari seorang Jendral Abdul Haris Nasution dan kemudian didaftarkan pada Kementrian Dalam Negeri dan pada tahun 1992 pada masa Pejuang Siliwangi dipimpin oleh Letnan Jendral H. Wiyogo Atmodarminto/mantan Gubernur DKI, nama Partisan Siliwangi dirubah menjadi Pejuang Siliwangi oleh Panglima Jendral Faishal Tanjung. (din)

Jumat, 10 Mei 2024

Buka Pameran Keris Nasional, Bupati Imron Pesan Lestarikan dan Ceritakan Sejarah Kepada Anak Anak

KABUPATEN CIREBON, FC — Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag membuka kegiatan Pameran Keris Nasional yang diselenggarakan oleh Paguyuban Seni Tosan Aji dengan tema “Kebangkitan Gaman Cirebon” di Pendopo Bupati Cirebon, Jumat (10/5/2024).

Gelaran Pameran Keris Nasional ini berlangsung selama dua hari, dari Jumat sampai dengan Sabtu (10-11/5/2024).

Imron mengatakan, pameran keris (Gaman) ini merupakan cara untuk menghargai budaya dan peninggalan zaman dulu. Pasalnya, Cirebon mempunyai banyak peninggalan bersejarah.

“Jadi, Cirebon ini suatu daerah yang memang dari dulu menjadi sentral peradaban manusia. Banyak peninggalan sejarah yang ada di Cirebon,” kata Imron.

Imron mengungkapkan, Cirebon merupakan salah satu kabupaten yang didalam peradaban manusia, sudah ada catatan sejarahnya.

“Di Indonesia ada Sembilan Wali Songo, salah satunya ada di Cirebon, yakni Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah,” lanjutnya.

Ia menjelaskan, pemerintah sudah melakukan kerjasama dengan negara China terkait peninggalan bersejarah yang ada di Cirebon. Bahkan nanti, dalam perjanjian tersebut akan dibuat museum barang bersejarah di Cirebon.

“Peninggalan China sangat banyak, baik itu di laut maupun di darat, sehingga kita melakukan kerjasama untuk membuat museum peningalan benda-benda milik China yang ada di Cirebon. Dan negara China tidak akan mengambil barang bersejarah itu, malah nanti akan dibuatkan museum,” jelasnya.

Ia berharap, dengan adanya pameran keris (Gaman) ini, peninggalan sejarah yang ada di Cirebon bisa terus dilestarikan.

“Sering-sering melakukan pameran keris ini atau benda pusaka lainnya, agar bisa terus dilestarikan. Jangan lupa, ceritakan juga sejarahnya kepada anak-anak kita, agar semuanya tahu tentang sejarah,” pungkasnya. (din)

Kamis, 09 Mei 2024

Melalui Cinofest, Bupati Imron Dorong Masyarakat dan Perangkat Daerah Lahirkan Inovasi

KABUPATEN CIREBON — Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag mendorong seluruh warga maupun perangkat daerah di Kabupaten Cirebon mampu melahirkan inovasi terbaru. Lahirnya inovasi, diharapkan mampu membawa daerah menjadi lebih baik.

Hal tersebut disampaikan Imron saat menghadiri Cirebon Inovasi Festival (Cinofest) Kabupaten Cirebon tahun 2024 yang dipersembahkan oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Cirebon di Taman Parkir dan Hutan Kota Sumber, Kabupaten Cirebon, Kamis malam (9/4/2024).

“Silakan berinovasi dalam bidang seni, budaya, ekonomi dan lainnya untuk kemajuan kita bersama. Kabupaten Cirebon sudah dikenal maju sejak dahulu,” kata Imron.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Cirebon, Dangi, S.Si, M.Sc, M.T mengatakan, Cinofest merupakan ajang untuk memamerkan hasil karya berbagai perangkat daerah maupun masyarakat.

Ia mengharapkan, Cinofest ini bisa terus menjadi wadah bagi para inovator di Kabupaten Cirebon. “Ide-ide cerdas, kreatif dan solusi terbaik untuk mengatasi permasalahan di Kabupaten Cirebon,” ujarnya.

Dalam Cinofest 2024 ini, Bappelitbangda Kabupaten Cirebon memberikan penghargaan kepada perangkat daerah yang mampu melahirkan inovasi terbaiknya.

Untuk kategori Perangkat Daerah Kabupaten Cirebon Terinovatif, yakni Juara I diraih Dinas Kesehatan, Juara II diraih RSUD Arjawinangun, dan Juara III diraih Dinas Sosial.

Sedangkan untuk kategori Video Inovasi Terbaik, yaitu Juara I diraih Dinas Kesehatan (Inovasi Aplikasi Gizi Seimbang Cegah Stunting (Zibanting)), Juara II diraih RSUD Waled (Inovasi Skrining/Pelayanan Talasemia dan Tuberkolosis Resisten Obat), dan Juara III diraih Dinas Sosial (Inovasi Sistem Administrasi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (Sipepek). (Ara)