Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 13 September 2024

Mahasiswa FITK UIN Siber Cirebon, Naila Sa'adatu Darain, Raih Juara 2 Lomba MTQ Tingkat Kabupaten Cirebon

CIREBON, FC - Naila Sa'adatu Darain, seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Jurusan Bahasa Arab, Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Cirebon, berhasil mengharumkan nama kampus dengan meraih Juara 2 Putri Cabang MHQ 30 Juz pada penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadits (MTQH) ke 50 tingkat Kabupaten Cirebon. 

Tentu saja, prestasi ini menjadi kebanggaan bagi seluruh sivitas akademika UIN Siber Cirebon. 

Lomba MTQ yang diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai lembaga pendidikan dan pondok pesantren di Kabupaten Cirebon ini merupakan ajang bergengsi yang menguji kemampuan tilawah, hafalan, serta pemahaman terhadap Al-Quran. 

Naila tampil memukau di hadapan dewan juri dengan bacaan yang merdu dan penuh penghayatan, serta penguasaan tajwid yang sangat baik. 

Humas UIN Siber, H.M.Arifin, M.PdI  menyatakan rasa bangganya atas pencapaian Naila. 

"Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa kita tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga mampu bersaing di bidang-bidang keagamaan seperti MTQ. Kami sangat mendukung dan mengapresiasi bakat serta usaha keras Naila," ungkapnya. 

Tentu saja, pencapaian prestasi ini  merupakan hasil dari kerja keras Naila serta iringan doa keluarga, orang-orang terdekat Naila serta bimbingan dari para dosen dan dukungan teman-teman Naila di kampus. 

"Ini adalah pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Saya berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung saya, terutama keluarga dan lingkungan kampus yang selalu memberikan semangat," ujar Naila. 

Prestasi Naila ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik. UIN Siber Cirebon berharap dapat terus melahirkan generasi muda yang berprestasi dan berkontribusi positif bagi masyarakat. (din)

Monev TPPS 2024: Soroti Capaian dan Rencana Percepatan Penurunan Stunting

CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon menyambut kehadiran perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat, Kamis (12/9/2024).

Kunjungan tersebut dalam rangka Monitoring dan Evaluasi (Monev) Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Semester II tahun 2024. Acara berlangsung di aula Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Cirebon.

Hadir sejumlah perangkat daerah termasuk Kepala DP3APPKB Kota Cirebon, Suwarso Budi Winarno, AP., M.Si, yang juga menjabat Sekretaris TPPS Kota Cirebon. 

Lalu ada Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera DP3APPKB, Lis Triswanah, S.K.M. serta sejumlah undangan dari berbagai instansi terkait: Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kota Cirebon, Dinas Kesehatan Kota Cirebon, Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Cirebon, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cirebon. Tak terkecuali perwakilan TPPS Kecamatan Kejaksan, Puskesmas Kejaksan, Puskesmas Pamitran, serta perwakilan TPPS Kelurahan Sukapura.

Kepala DP3APPKB, Suwarso Budi Winarno menjelaskan, pentingnya komitmen seluruh stakeholder dan pimpinan dalam upaya percepatan penurunan stunting. Hal ini sejalan dengan arahan Wakil Presiden dalam Rapat Koordinasi Nasional Percepatan Stunting Tahun 2024.

“Kita perlu menjaga dan melampaui target capaian penurunan stunting, serta memperluas fokus pada pencegahan stunting. Tidak hanya pada keluarga yang sudah mengalami stunting, tetapi juga keluarga yang berisiko,” katanya.

Budi mengungkapkan pula hasil Rakor Forum Komunikasi Perubahan Perilaku Lintas Agama. Ada intervensi untuk keluarga berisiko stunting, lantas memperjelas langkah kolaborasi kegiatan pencegahan stunting yang melibatkan pembagian makanan untuk keluarga berisiko stunting.

Pembagian peran yang jelas dalam penanganan percepatan dan penurunan stunting bagi lintas sektor dan lainnya, diatur dalam Peraturan Wali Kota Nomor 34 Tahun 2022 tentang Percepatan Penurunan Stunting Di Kota Cirebon, yang memuat detail tugas dan target setiap pihak terkait.

Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera (KBKS), Lis Triswanah menyebutkan, data prevalensi stunting di Kota Cirebon berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2023 menunjukkan peningkatan menjadi 19,90% dari sebelumnya 17%.

Namun, prevalensi stunting berdasarkan data pengukuran Rutin Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) tahun 2023, menunjukkan penurunan menjadi 11,66% dari 12,83% pada tahun sebelumnya. Ini merupakan harapan dari capaian percepatan penurunan stunting. “Data e-PPGBM diperoleh melalui posyandu dan penimbangan balita,” bebernya.

Lis menambahkan hasil intervensi pencegahan stunting yang dilaksanakan pada bulan Juni 2024, 99,71% balita diukur dengan prevalensi stunting sebesar 13,01%. Dari 185 calon pengantin yang diperiksa, ditemukan tujuh mengalami Kurang Energi Kronis (KEK). Inovasi terbaru dari TPPS Kota Cirebon termasuk aplikasi data stunting di ekosistem Cirebon Satu Data dan program “Sehate” (satu hari satu telur) serta “Sipenting” (Siaga Penanggulangan Stunting) untuk sinergitas lintas sektor.

Tim Monev TPPS Provinsi Jawa Barat meliputi Bappeda Provinsi Jawa Barat dan BKKBN Provinsi Jawa Barat. Ada Virta Pramudita, Ekawati Agustiana, Hendra Kurniawan, Safira Dian Maryadianti, Ricky Perdana Kusuma, dan Juanto.

Monev bertujuan memantau aktivitas dan kesesuaian TPPS Kota Cirebon dengan arahan pusat. Evaluasi memastikan fungsi-fungsi koordinasi TPPS berjalan efektif, dan identifikasi intervensi yang perlu dilakukan. Termasuk edukasi perubahan perilaku dan pemantauan gizi.

Rekomendasi kegiatan monev mencakup perlunya komitmen bersama dalam mencapai sasaran, memantau data sasaran, dan memastikan intervensi dilakukan dengan tepat. Program BAAS (Bapak Asuh Anak Stunting) yang sudah berjalan baik di Kota Cirebon serta perlu dokumentasi data yang lengkap untuk mencerminkan hasil kerja TPPS.

Akhir kegiatan, Kepala Bidang KBKS, Lis Triswanah, menyampaikan terima kasih kepada tim Monev TPPS Provinsi Jawa Barat. Pihaknya berharap Kota Cirebon dapat mencapai zero stunting pada tahun 2024. “Semoga ke depannya Kota Cirebon dapat mencapai zero stunting dan tidak ada lagi balita stunting baru,” harapnya.

PJ Bupati : Kabupaten Cirebon Targetkan 15.097 Jiwa Ikuti Program KB

KABUPATEN CIREBON — Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya memantau kegiatan pelayanan Keluarga Berencana (KB) Metode Operasi Wanita (MOW) atau tubektomi di Rumah Sakit (RS) Sentra Medika, Kecamatan Gempol, Kamis (12/9/2024).

Pelayanan KB MOW tersebut merupakan bagian dari rangkaian Hari Kontrasepsi Sedunia, yang diperingati setiap 26 September.

Wahyu mengatakan, rangkaian kegiatan peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia di Kabupaten Cirebon dimulai sejak tanggal 11 hingga 25 September 2024.

Kabupaten Cirebon menargetkan 15.097 jiwa mengikuti program KB, dari mulai kondom, MOW, hingga intra uterine device (IUD).

“Untuk (target) MOW, kita targetkan 83 orang. Hari ini, di Rumah Sakit Sentra Medika sudah dilaksanakan dan sudah melebihi target,” ujar Wahyu.

“Di sini sudah ada 119 orang, dimana 118 perempuan dan satu laki-laki. Ini dalam satu hari sudah melebihi target,” ucapnya usai memantau pelayanan KB MOW di RS Sentra Medika.

Ia menyebut, jumlah pengakses layanan KB di RS Sentra Medika kemungkinan besar akan terus bertambah. Ia juga berharap, Pemkab Cirebon mampu mencapai target secara keseluruhan.

“Kalau untuk yang 15.097 itu, layanan di berbagai fasilitas kesehatan, puskesmas, dan lainnya,” imbuhnya.

“Kami mengimbau kepada pasangan yang sudah menikah, untuk mengikuti program Keluarga Berencana. Sehingga tingkat kelahiran kualitasnya terjaga, disamping kualitas pendidikan, kesehatan dan lainnya untuk putra-putri kita. Supaya lebih baik kualitas hidupnya,” tutup Wahyu.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Jabar Fazar Supriadi Sentosa mengatakan, KB MOW merupakan Metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP).

Ia tak menampik, di Jabar pengguna MKJP masih rendah, sehingga perlu adanya akselerasi. BKKBN Jabar mengapresiasi antusiasme masyarakat Kabupaten Cirebon, yang telah mengakses pelayanan KB MOW.

“Mudah-mudahan pelayanannya terus berjalan, baik saat ada momentum maupun yang statis,” ucap Fazar.

Fazar menyebut, Jabar memiliki target paling tinggi dibandingkan dengan provinsi lainnya terkait pelayanan KB, baik yang jangka panjang maupun pendek.

Jabar menargetkan 299.000 jiwa mengakses layanan KB pada peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia tahun ini.

Senada disampaikan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cirebon Eni Suhaeni, ia mengapresiasi masyarakat Kabupaten Cirebon yang telah mengakses layanan KB di momen rangkaian peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia.

Eni mengatakan, Pemkab Cirebon bekerja sama dengan rumah sakit terkait pendistribusian tenaga medis yang melayani program KB pada peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia.

“Di sini semua dilayani, baik yang menggunakan kondom, IUD, MOW dan lainnya. MOW itu (target) 83, sudah melebih target. Hari ini sudah 119,” kata Eni. (din)

Kamis, 12 September 2024

Pemkab Cirebon Pastikan Stok Pangan Beras Aman Untuk Beberapa Bulan Ke Depan

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon memastikan ketersediaan pangan, khususnya beras, berada dalam kondisi aman untuk beberapa bulan mendatang.

Hal ini disampaikan oleh Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya, yang menyebutkan bahwa stok beras di wilayahnya mencapai 35 ribu ton.

“Informasi dari Bulog, ketersediaan pangan untuk Cirebon, khususnya Kabupaten Cirebon, sudah aman. Untuk beras saja, tersedia 35 ribu ton, dengan 14 ribu ton tersimpan di salah satu gudang di Kabupaten Cirebon,” katanya usai meninjau kondisi gudang di Tuk Kedawung, Cirebon, Kamis (12/9/2024).

Ia menambahkan, bahwa penyaluran bantuan pangan di Kabupaten Cirebon akan mencapai 2.800 ton, sementara penyaluran Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) diperkirakan sekitar 1.000 ton per bulan.

Selain beras, Wahyu juga menyebutkan, bahwa stok komoditas lain, seperti gula dan minyak goreng masih mencukupi.

“Cadangan gula ada 62 ton dan minyak goreng 17 ton. Jadi, untuk beberapa komoditas yang menjadi perhatian kami, stoknya cukup aman,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Perum Bulog Cabang Cirebon, Ramaijon Purba menegaskan, bahwa ketersediaan beras di wilayahnya sangat aman, dengan stok mencapai 61 ribu ton. Bulog Cirebon telah menyerap 76 ribu ton gabah dan beras dari panen lokal.

“Kami menyerap gabah 5.400 ton dan beras 72.500 ton. Jika disetarakan dengan beras, totalnya 76 ribu ton. Kebutuhan penyaluran wilayah kami hanya 6.100 ton, artinya stok ini bisa bertahan hingga 10 bulan ke depan,” ungkap Ramaijon.

Ia berharap, panen tidak terganggu, sehingga beras yang ada saat ini dapat tersalurkan sebelum masa panen berikutnya, guna menjaga kesegaran dan kualitas stok.

Dengan ketersediaan yang memadai, Pemerintah Kabupaten Cirebon optimis dapat memenuhi kebutuhan pangan masyarakat tanpa kendala dalam waktu dekat. (Olan)

Rabu, 11 September 2024

Penutupan MTQH Ke-50 Tingkat Kabupaten, Ini Pesan PJ Bupati

KABUPATEN CIREBON — Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya menghadiri penutupan Musabaqah Tillawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) ke-50 tingkat Kabupaten Cirebon 2024 di Kecamatan Pasaleman, Selasa (10/9/2024) malam. Wahyu Mijaya memberikan motivasi kepada para pemenang dan peserta lainnya yang gagal menjadi juara.

Dalam sambutannya, Wahyu mengucapkan selamat kepada kontingen Kecamatan Pasaleman yang menjadi juara umum MTQH ke-50 tingkat Kabupaten Cirebon.

Ia berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam perencanaan hingga penutupan MTQH ke-50, termasuk kepada dewan juri, kepala Polsek, Komandan Danramil, dan lainnya.

“Selamat untuk Kecamatan Pasaleman yang menjadi juara umum MTQH ke-50,” ucap Wahyu dalam sambutannya di acara penutupan MTQH ke-50 tingkat Kabupaten Cirebon.

“Selanjutnya, bagi yang belum mendapatkan juara, jangan pernah putus asa. Jangan pernah merasa gagal, jangan pernah demikian. Karena, bisa jadi yang hari ini belum berhasil, justru di kemudian hari yang akan berhasil dan mendapatkan lebih baik,” tambahnya.

Selain memotivasi peserta yang gagal menjadi juara, Wahyu juga mengingatkan kepada para juara, agar tak terlena dengan apa yang telah dicapai. Ia mengingatkan, agar terus belajar dan mempertahankan apa yang telah dicapai.

“Ini adalah sebuah proses. Suatu perlombaan itu pasti ada yang menang, ada yang belum berhasil. Dalam kehidupan kita, ini yang harus kita menangkan. Bagaimana kita bisa memenangkan, mengendalikan diri sendiri, bagaimana bisa menjawab tantangan kehidupan,” tuturnya.

Menurutnya, perlombaan merupakan media untuk mengukur kemampuan yang telah dipelajari. Namun, lanjut Wahyu, ada yang lebih penting dari sekadar perlombaan, yakni mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dan hadis dalam kehidupan sehari-hari.

“Yang paling penting, kita bisa mengimplementasikannya (Al-Qur’an dan hadis) dalam kehidupan kita,” ucapnya.

Sekadar diketahui, para pemenang pada gelaran MTQH ke-50 bakal bertanding mewakili Kabupaten Cirebon di tingkat Provinsi Jawa Barat. Wahyu berharap, mereka bisa bersaing dan terus belajar demi bisa mengharumkan Kabupaten Cirebon di tingkat provinsi. (Ara)

Upaya Lintas Agama dalam Percepatan Penurunan Stunting di Kota Cirebon

CIREBON - Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Cirebon menyelenggarakan Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Perubahan Perilaku Lintas Agama dalam Percepatan Penurunan Stunting. 

Dipimpin oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Cirebon (DP3APPKB) selaku Sekretaris TPPS Kota Cirebon, kegiatan rapat koordinasi tersebut  berlangsung di Aula Kantor DP3APPKB serta dihadiri oleh berbagai instansi terkait, termasuk Bapelitbangda, Bakesbangpol, Dinas Kesehatan, Disdukcapil, dan perwakilan penyuluh agama dari berbagai agama.

Peran Agama dalam Intervensi Perubahan Perilaku

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik menekankan pentingnya peran pemuka agama dalam melakukan intervensi perubahan perilaku di kalangan generasi muda. 

Intervensi ini terutama difokuskan pada edukasi persiapan pernikahan serta pentingnya menjaga hubungan sosial yang sehat untuk mencegah perilaku yang merugikan seperti seks bebas. Pemuka agama diharapkan terus berperan aktif dalam memberikan bimbingan di tempat ibadah masing-masing guna menciptakan mindset positif di kalangan masyarakat, khususnya dalam mencegah stunting.

Pendekatan Lintas Agama untuk Penurunan Stunting

Diskusi juga mengangkat pentingnya pendekatan lintas agama dalam membantu percepatan penurunan stunting melalui intervensi spesifik seperti:

Aktif minum tablet tambah darah (TTD)

Bumil teratur periksa kehamilan

Cukupi konsumsi protein hewan

Datang ke posyandu setiap bulan

Eksklusig ASI selama 6 bulan

Dalam konteks ini, kolaborasi antara Dinas Kesehatan, DP3APPKB, dan lembaga agama diharapkan dapat menjadi kekuatan utama untuk mempercepat upaya penurunan angka stunting di Kota Cirebon.

Kolaborasi dalam Edukasi Keluarga dan Pra-Nikah

Kepala DP3APPKB menekankan pentingnya peran KUA dalam bimbingan perkawinan sebagai bagian dari strategi penurunan stunting. Bimbingan ini dilakukan dengan berkolaborasi bersama puskesmas, Komisi Perlindungan Anak, dan DP3APPKB. Hal ini menjadi upaya untuk memberikan pembekalan bagi calon pengantin agar lebih siap secara fisik dan mental, serta memahami pentingnya pemberian ASI eksklusif bagi bayi selama enam bulan pertama.

Gereja Katolik Santo Yusuf Bunda Maria juga mendukung upaya ini dengan menyelenggarakan kursus pra-perkawinan selama tiga bulan. Kursus tersebut mencakup materi tentang pencegahan stunting bagi pasangan calon pengantin. Selain itu, gereja juga telah menyalurkan bantuan berupa sembako kepada keluarga yang berisiko mengalami stunting.

Pelayanan Kesehatan pra Nikah, Bimbingan Perkaawinan dan Pendampingan Keluarga bagi Catin, Ibu Hamil dan Pasca Persalinan Ibu Menyusui adalah hak semua warga negara tanpa memandang agama namun teknis pelaksanaan  dan pencatatan pernikahan dilakukan oleh pemangku kepentingan yg berbeda sesuai agama masing masing diharapkan tidak menjadi kendalakendala.

Sementara itu, pengakuan pernikahan secara agama (Isbath Nikah) telah dilakukan secara aktif dan rutin setiap tahun dengan melibatkan kolaborasi seluruh stakeholder.

Solusi untuk Tantangan Administratif dan Ekonomi

Beberapa perwakilan peserta rapat menyoroti masalah administratif dan biaya pernikahan. Dinas Sosial menyinggung banyaknya anak yang tidak memiliki NIK karena orang tuanya tidak memiliki buku nikah. KUA menyarankan agar keluarga yang belum memiliki buku nikah dapat mengunjungi kantor KUA untuk melakukan pengukuhan pernikahan.

Sementara itu, Kepala DP3APPKB menyatakan bahwa sosialisasi mengenai stunting ditujukan untuk semua keluarga, termasuk keluarga yang mampu, agar mereka dapat memberikan asupan gizi yang tepat bagi anak-anaknya. Terkait biaya pernikahan, pihak DP3APPKB menegaskan bahwa biaya tersebut sebenarnya dapat ditekan jika dokumen persyaratan diurus secara mandiri.

Penutup

Rapat ini menegaskan pentingnya sinergi lintas agama dan lembaga dalam percepatan penurunan stunting di Kota Cirebon. Kolaborasi yang solid antara pemerintah, lembaga agama, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan perubahan perilaku yang signifikan dalam upaya mengurangi angka stunting.

DKIS Kota Cirebon

Pemkab Cirebon Terus Mengakselerasi Penangan Penyakit Menular dan Tidak Menular

KABUPATEN CIREBON — Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya menghadiri rapat koordinasi pelaksanaan deteksi dini preventif dan respons penyakit di Hotel Aston Cirebon, Selasa (10/9/2024).

Wahyu menyebut, Pemkab Cirebon terus mengakselerasi penanganan penyakit, baik menular maupun tidak menular.

Rapat koordinasi yang diinisiasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon itu dihadiri camat, kapolsek, komandan koramil, direktur rumah sakit, Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), hingga profesi lainnya.

Wahyu mengatakan, Pemkab Cirebon berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk bisa menangani permasalahan kesehatan, seperti demam berdarah dengue (DBD), tuberkulosis (TB), kematian ibu dan anak, stunting, dan lainnya.

“Diharapkan, selain kita bisa sama-sama sinergi, juga agar dapat melihat pemetaan lebih jelas, seperti pemetaan per kecamatan. Apa masalahnya (di kecamatan), kita cari inovasi,” kata Wahyu usai menghadiri rapat koordinasi.

“Bisa lebih mudah selesaikan masalah. Penanganan itu bukan melulu urusan Dinkes, ini penanganan bersama,” ujarnya menambahkan.

Wahyu menyebut, Pemkab Cirebon memberikan perhatian khusus terhadap penanganan kasus DBD, TB, dan lainnya. Hingga Juli 2024, lanjutnya, DBD di Kabupaten Cirebon mencapai sekitar 1.400 kasus, enam di antaranya meninggal dunia.

“Ini menjadi perhatian lebih bagi kita. Bagaimana penanganannya. Kita buat acara ini untuk kolaborasi semuanya,” ucap Wahyu.

Senada disampaikan Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon, dr Hj Neneng Hasanah MM, bahwa kasus DBD sepanjang 2024 mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Kita terus mengupayakan untuk menekan, agar jangan sampai ada kematian,” ucap Neneng.

Ia menjelaskan, pasien DBD yang meninggal dikarenakan terlambat mendapatkan pelayanan kesehatan. Ia juga mengimbau, agar masyarakat menjaga lingkungannya, terutama soal jentik nyamuk di sekitar rumah.

“Harusnya ada Jumantik (juru pemantau jentik) dalam satu keluarga, harus memeriksa jentik. Nanti ada inovasi di kecamatan yang daerahnya endemis. Kasus (DBD) banyak menyebabkan kematian, maka kita dorong adanya Jumantik, bisa kasusnya menurun dan tidak ada kematian,” jelasnya. (din)

DKPP Kabupaten Cirebon Gelar Bazar Dan Bimtek Untuk Tingkatkan Konsumsi Ikan Masyarakat

KABUPATEN CIREBON — Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Cirebon menggelar kegiatan Bazar & Bimbingan Teknis (Bimtek) Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) dalam rangka menyosialisasikan gerakan gemar makan ikan di Kabupaten Cirebon.

Acara yang berlangsung di halaman Kantor DKPP Kabupaten Cirebon pada Selasa (10/9/2024) ini, dihadiri perwakilan perangkat daerah dan dibuka untuk masyarakat umum.

Kepala DKPP Kabupaten Cirebon, Drs Erus Rusmana MSi menyatakan, Kabupaten Cirebon memiliki produksi ikan yang melimpah, baik dari laut maupun budi daya.

Namun, komoditas ini lebih banyak dijual, karena nilai ekonominya yang tinggi, sehingga masyarakat cenderung mengesampingkan konsumsi ikan secara mandiri.

“Oleh karena itu, diperlukan sosialisasi dan intervensi pemerintah melalui berbagai program, termasuk bimtek ini, untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, mulai dari tingkat PKK hingga desa,” kata Erus.

Ia menjelaskan, DKPP akan membentuk Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) dari tingkat desa hingga kabupaten, guna mendorong konsumsi ikan sebagai kebutuhan penting bagi pengentasan stunting, peningkatan gizi, dan kesehatan masyarakat.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya menyampaikan, tingkat konsumsi ikan di Kabupaten Cirebon masih tergolong rendah, dengan rata-rata konsumsi per kapita sebesar 34,56 kilogram per tahun.

“Sementara itu, di Provinsi Jawa Barat sudah mencapai 41 kilogram, dan secara nasional 56 kilogram per tahun,” ungkap Wahyu.

Melalui sosialisasi ini, Wahyu berharap, gerakan gemar makan ikan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan manfaat konsumsi ikan bagi kesehatan dan gizi keluarga.

“Kami berupaya mengajak masyarakat untuk gemar makan ikan,” tutupnya. (Ida)

Wujudkan Wadah Kreasi, UIN Siber Cirebon Menggelar Kegiatan Cyber-X FITK 2024

CIREBON, FC - Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Siber Cirebon mengadakan kegiatan Siber-X FITK 2024 - Digital Creative Competition. Pembelajaran Digital: Cyber Islamic University ini menjadi momentum terbaik bagi para peserta di bidang digital creative competiton.

Ajang Digital Creative Competition 2024 ini bertujuan mendorong inovasi dalam bidang pendidikan digital di lingkungan universitas berbasis Islam. 

Sejak dibukan pada 10.September 2024, peserta berlomba-lomba menunjukkan kreativitas mereka dalam memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis daring.

Pembelajaran Digital : Cyber Islamic University ini mencerminkan visi UIN Siber Cirebon untuk menjadi pionir dalam transformasi digital di perguruan tinggi Islam. 

Kompetisi ini menjadi wadah bagi para peserta untuk berkreasi melalui karya digital yang mencakup aplikasi pendidikan, konten kreatif, hingga materi pembelajaran yang interaktif. 

Pranata Muda, H.M.Arifin, M.Pd.I  menyatakan bahwa kompetisi ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga pada nilai-nilai Islam yang harus tercermin dalam setiap inovasi yang dikembangkan. 

"Kita ingin melihat bagaimana peserta mampu menggabungkan teknologi dengan prinsip-prinsip ajaran Islam, sehingga mampu menghasilkan produk yang tidak hanya canggih tetapi juga bernilai edukatif dan religius," ujarnya. 

M.Arifin juga memberikan apresiasi yang tinggi terhadap pelaksanaan kompetisi ini. Ia menilai bahwa tema yang diusung sangat relevan dengan tantangan pendidikan modern, khususnya di era digital.

“Transformasi digital dalam pendidikan adalah keharusan yang tidak bisa dihindari. Dengan adanya kompetisi seperti ini, kita berharap dapat melahirkan generasi pendidik yang tidak hanya mahir secara teknologi, tetapi juga memiliki landasan spiritual yang kuat," ujar Aririn. 

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya inovasi dalam pendidikan Islam agar dapat bersaing di kancah global. 

"Cyber Islamic University yang menjadi tema besar kompetisi ini adalah refleksi dari keinginan kita untuk membangun universitas yang mampu memberikan akses pendidikan berkualitas dengan nilai-nilai Islam secara global. UIN Siber Cirebon harus menjadi pelopor dalam hal ini," tandasnya. (din)


Selasa, 10 September 2024

Pemkab Cirebon Gelar Pertandingan Persahabatan Lawan Persib Legend di Stadion Watubelah

KABUPATEN CIREBON — Pertandingan sepak bola persahabatan antara Forkopimda Kabupaten Cirebon dan Persib Legend digelar di Stadion Watubelah, Kecamatan Sumber, Senin (9/9/2024).

Gelaran ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) tingkat Kabupaten Cirebon tahun 2024 dan menjadi momentum apresiasi perkembangan infrastruktur olahraga di wilayah tersebut.

Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, Dr H Hilmy Riva’i, MPd turut mengomentari potensi para pemain lokal. Menurutnya, keberadaan stadion representatif seperti Watubelah, bisa menjadi sarana yang baik untuk pengembangan atlet lokal.

“Lapangan Stadion Watubelah sudah cukup representatif untuk digunakan, bahkan dalam kompetisi seperti Liga 3 atau Liga 2. Ini tentu bisa mendukung pembinaan atlet-atlet lokal,” jelas Hilmy.

Meski demikian, Hilmy mengakui, bahwa aspek keamanan stadion, terutama di area pemagaran, masih diperlukan perhatian yang lebih.

“Kami sudah menganggarkan perbaikan pagar di tahun 2025, walaupun hanya sebagian. Dalam waktu dekat, saya juga akan mengajukan proposal ke Kemenpora,” tambahnya.

Dengan potensi besar dari para pemain lokal dan dukungan infrastruktur yang semakin baik, Hilmy berharap, Kabupaten Cirebon bisa menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang.

Ia menuturkan, bahwa revitalisasi stadion diperkirakan membutuhkan anggaran sebesar Rp250 miliar. “Kita harus siap jadi tuan rumah Porprov, dan potensi atlet lokal kita juga semakin baik,” tutupnya.

Sementara itu, Zaenal Arif, salah satu pemain Persib Legend, memuji kualitas Stadion Watubelah yang dinilai sudah memenuhi standar internasional.

“Kalau melihat Stadion Watubelah Kabupaten Cirebon, saya menilai sudah sangat bagus, karena standarnya internasional. Rumput dan lapangannya telah memenuhi syarat,” ujar Zaenal usai laga.

Namun, ia juga mencatat beberapa hal yang perlu diperbaiki, terutama dalam hal penataan dan pengamanan. “Ada beberapa hal yang harus dibenahi, seperti penataan dan pengamanan,” tambahnya.

Selain menyoroti fasilitas stadion, Zaenal juga mengapresiasi potensi para pemain muda dari Kabupaten Cirebon, yang dinilainya memiliki talenta menjanjikan.

“Saya lihat ada beberapa pemain lokal yang punya skill dan semangat bagus. Mereka hanya butuh pembinaan dan kesempatan lebih untuk mengasah kemampuan mereka,” imbuhnya. (Ara)

Pemkab Cirebon Gelar FOP Kemenpora 2024

KABUPATEN CIREBON — Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya menghadiri pembukaan Festival Olahraga Pendidikan (FOP) Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Tingkat Kabupaten Cirebon 2024 di Stadion Ranggajati, Kecamatan Sumber, Senin (9/8/2024).

Kegiatan FOP merupakan upaya menyiapkan generasi mendatang yang kompetitif, kompak, dan memiliki daya juang tinggi sebagai pemimpin.

FOP Kemenpora tahun ini bertema ‘Play Today, Lead Tomorrow’. Tema yang mengharapkan lahirnya kepimpinan di generasi mendatang. Kegiatan ini digelar selama dua hari.

FOP Kemenpora Kabupaten Cirebon 2024 diikuti 50 sekolah, dari tingkat SD, SMP, SMA maupun SMK. Kegiatan ini mempertandingkan berbagai olahraga masyarakat, seperti lompat tali, bola menggelinding, bola keranjang, estafet lokomotor dan lainnya.

Wahyu Mijaya mengapresiasi Kemenpora yang telah memercayakan Kabupaten Cirebon untuk menggelar FOP tahun ini. Sebab, dari 500 lebih daerah, hanya 30 daerah yang bisa menggelar FOP, salah satunya Kabupaten Cirebon.

“Kegiatan ini melibatkan 50 sekolah yang ada di Kabupaten Cirebon, baik dari tingkat SD, SMP, SMA dan SMK. Mudah-mudahan berbagai kegiatan yang kita laksanakan ini, bisa terus mengolah fisik siswa-siswi kita, selain kebersamaan dan semangat juangnya,” ujar Wahyu.

“Mudah-mudahan putra-putri kita tetap dalam kegiatan positif,” kata Wahyu saat menghadiri pembukaan FOP Kemenpora Kabupaten Cirebon 2024.

Wahyu berharap, FOP dapat melatih kekompakan pelajar dan semangat juangnya. Disamping itu, FOP juga merupakan bagian dari pendidikan inklusi.

“Mereka jiwanya terlatih dengan kekompakan. Mudah-mudahan bukan hanya saat ini saja, semoga bisa dilaksanakan juga tahun depan,” sambungnya.

Senada, disampaikan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Cirebon, Ikin Asikin SSos MSi mengapresiasi Kemenpora yang telah memercayakan Kabupaten Cirebon untuk menggelar FOP.

“Ini program baru dari Kemenpora, alhamdulillah kita dapat kepercayaan. Dua hari acaranya. Tingkat SD sampai SMA,” kata Ikin

Sementara itu, Asisten Deputi Wawasan Pemuda pada Deputi Pemberdayaan Pemuda Kemenpora, Edi Nurindah Susila mengatakan, gelaran FOP merupakan langkah yang baik dalam membangun keolahragaan di masa depan, khususnya di Kabupaten Cirebon.

Gelaran FOP bertepatan dengan Hari Olahraga Nasional, yang juga bakal dimeriahkan dengan pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024.

“Pelajar dan generasi muda memiliki peran penting untuk menentukan masa depan bangsa, tingginya kualitas pelajar serta makin terjaminnya masa yang akan datang, dapat dicapai melalui olahraga pendidikan,” ujar Edi.

Edi juga menyinggung capaian prestasi atlet Indonesia di Olimpiade Paris 2024. Indonesia berhasil meraih dua emas dan satu perunggu dalam perhelatan akbar yang digelar di Kota Mode itu.

Ia berharap, dengan adanya FOP bisa melahirkan generasi atlet yang mampu berprestasi di SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade.

“Ajang ini (FOP) mengenalkan, menerapkan prinsip-prinsip fair play, inklusi, kerja sama tim, rasa hormat, dan kepemimpinan anak muda di masa datang,” lanjutnya.

“Hal ini mendasari Surat Keputusan Menpora untuk menyelenggarakan Festival Olahraga Pendidikan 2024 bertema ‘Play Today, Lead Tomorrow’ dengan mendorong peserta didik bermain dan berliterasi fisik,” jelas Edi.

“Festival ini diharapkan, mempersiapkan anak muda untuk menjadi pemimpin yang percaya diri, cakap dan tangguh di masa yang akan datang,” imbuhnya. (din)

Prof Dr Ilman Nafi'a : Pelantikan dan Pengukuhan ini Menuju ASN Profesional dan Berintegritas

CIREBON, FC – UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon turut berpartisipasi dalam acara serempak Pelantikan dan Pengukuhan Jabatan Fungsional di lingkungan Kementerian Agama yang digelar pada hari Selasa, 10 September 2024. 

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Sekretatis Jenderal Kemenag RI Nomor B2789/SJ/B.II/2/KP.00.1/08/2024, menyusul Keputusan Menteri PANRB tentang Persetujuan Kebutuhan Jabatan Fungsional.

Acara pelantikan ini dilaksanakan secara daring untuk satuan kerja di berbagai daerah, termasuk UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, dan secara luring untuk unit Eselon I pusat di Jakarta. Di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, sebanyak 9 pejabat fungsional dilantik dan dikukuhkan.

Rinciannya, 4 orang dilantik sebagai Analis Pengelolaan Keuangan APBN, yang terdiri dari 1 orang Ahli Muda, 2 orang Ahli Pertama, dan 1 orang Pranata Keuangan APBN Penyelia. Sementara itu, 5 orang lainnya dikukuhkan, dengan 1 orang menjadi Analis SDM Aparatur Ahli Madya, 3 orang sebagai Analis SDM Aparatur Ahli Muda, dan 1 orang sebagai Analis SDM Aparatur Ahli Pertama.

Daftar pejabat yang di lantik dan dikukuhkan di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon:

No Nama

NIP Pangkat, Gol/Ruang Jabatan Lama Jabatan Baru

1 Drs. Mahmud

196607191997031001 Pembina Tk.I (IV/b) Analis Kepegawaian Ahli Madya Analis SDM Aparatur Ahli Madya

2 Dra. Hj. Siti Yayah Nurhidayah, M.Si.

196905271991032003 Pembina

(IV/a) Analis Kepegawaian Ahli Muda Analis SDM Aparatur Ahli Muda

3 H. A. Gojali, S.Ag.

197009121991031003 Penata Tk.I (III/d) Analis Kepegawaian Ahli Muda Analis SDM Aparatur Ahli Muda

4 Iin Muksin, S.Pd.I.

197911192011011008 Penata (III/c) Analis Kepegawaian Ahli Muda Analis SDM Aparatur Ahli Muda

5 Adi Heru Setiawan, S.E.

198905152019031020 Penata Muda (III/a) Analis Kepegawaian Ahli Pertama Analis SDM Aparatur Ahli Pertama

6 Mahmudin, S.E.

197505282009011007 Penata Tk.I (III/d) Kepala Subbagian Layanan Akademik Analis Pengelolaan Keuangan APBN Ahli Muda

7 Tatang Permana, SE., M.M.

197310122000121001 Pembina

(IV/a) Penyusun Laporan Keuangan Analis Pengelolaan Keuangan APBN Ahli Pertama

8 Sohibul Wapa Atoillah, S.H.I., M.H.

198702192015031004 Penata (III/c) Penata Laporan Keuangan Analis Pengelolaan Keuangan APBN Ahli Pertama

9 Faidatun Nashihah, S.E.I., M.E

198410162011012010 Penata Tk.I (III/d) Bendahara Pranata Keuangan APBN Penyelia

Pelantikan ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Agama dalam meningkatkan profesionalisme aparatur sipil negara (ASN) di seluruh unit kerja. Secara nasional, kegiatan ini melibatkan 113 satuan kerja dan melantik pejabat fungsional dalam berbagai posisi, termasuk Analis Pengelolaan Keuangan APBN, Pranata Keuangan APBN, Pengawas Sekolah, dan Penghulu, dengan jumlah total mencapai ribuan ASN yang dilantik dan dikukuhkan.

Acara pelantikan di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon disaksikan langsung oleh Kepala Biro AUAK, Drs. H. Khoirudin, M.M., serta Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan, Prof. Dr. H. Ilman Nafi'a, M.Ag. 

Dalam sambutannya, Prof. Ilman menekankan pentingnya amanat ini untuk mendukung peningkatan kapasitas dan profesionalitas ASN di lingkungan kampus, serta sebagai wujud komitmen Kementerian Agama dalam menghadirkan layanan pendidikan dan administrasi yang lebih baik.

"Pelantikan dan pengukuhan ini adalah langkah penting untuk memastikan bahwa ASN di lingkungan Kementerian Agama, khususnya UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, mampu menjalankan tugas dan fungsi mereka dengan lebih profesional dan berintegritas," ujar Prof. Ilman dalam penutupan acara.

Pelantikan ini menjadi tonggak penting bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam menghadapi era digital dan tantangan modern, dengan harapan para pejabat yang baru dilantik dapat memberikan kontribusi optimal dalam pembangunan sektor pendidikan di Indonesia. (din)

Bangun Jaringan Media, Wartawati Senior Firda Asih Dorong Jurnalisme Berkualitas di Daerah

Firda Asih, Owner Media Cetak dan Online Lokal di Cirebon


CIREBON, FC – Firda Asih, seorang wartawati senior dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di dunia jurnalisme, telah memulai inisiatif baru dengan membangun jaringan media lokal di Cirebon. 

Langkah ini bertujuan untuk memperkuat peran media dalam menyuarakan aspirasi masyarakat, memberikan informasi yang akurat, serta mendorong jurnalisme berkualitas di wilayah tersebut. 

Dalam keterangannya, Firda menyampaikan bahwa visi utamanya adalah menciptakan media yang berintegritas dan mendukung kebebasan pers yang bertanggung jawab.

“Media lokal memiliki peran strategis dalam membentuk opini publik dan menjadi kontrol sosial. Di tengah arus informasi global yang deras, penting bagi kita untuk menjaga kualitas informasi di tingkat lokal,” ungkap Firda. 

Jaringan media yang dibangunnya akan meliputi berbagai platform, mulai dari media cetak, digital, hingga multimedia yang interaktif. 

Firda juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan jurnalis muda dan komunitas lokal dalam mengangkat isu-isu penting seperti ekonomi, budaya, pendidikan, dan lingkungan yang relevan dengan kehidupan masyarakat Cirebon. 

Sambutan positif pun datang dari berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat dan pemerintah setempat. Mereka berharap kehadiran jaringan media ini mampu menjadi wadah yang lebih inklusif bagi masyarakat untuk menyuarakan pendapatnya, serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pemberitaan. 

Dengan langkah strategis ini, Firda Asih tak hanya ingin memperkuat sektor media di Cirebon, tetapi juga menciptakan ekosistem jurnalisme yang lebih sehat di tingkat daerah. 

Harapannya, jaringan media ini dapat menjadi contoh bagi wilayah lain untuk lebih mandiri dalam mengelola informasi yang relevan dan dapat dipercaya. 

Firda menutup pernyataannya dengan harapan besar agar jaringan media ini dapat menjadi sumber informasi yang bermanfaat dan mempersatukan masyarakat. 

"Ini bukan hanya tentang membangun bisnis media, tapi lebih kepada bagaimana kita memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui jurnalisme yang kredibel dan berdedikasi," tutup Firda. (din)

Sabtu, 07 September 2024

Generasi Muda Kota Cirebon Ajak Semua Elemen Sukseskan Pilkada 2024

CIREBON, FC - Sejumlah mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi, termasuk mahasiswa UIN Siber Cirebon yang tergabung dengan Komunitas Bersama Indonesia menggelar kegiatan diskusi publik bersama bakal pasangan calon Walikota Cirebon. Kegiatan ini menjadi yang pertama sebelum memasuki masa kampanye dari timeline Pilkada.

Gagasan tersebut diinisiasi oleh Omar Qad Panity lewat komunitas Bersama Indonesia yang concern pada nilai keadilan sosial. Berkolaborasi dengan Obrolan Teras Oemah dan At-Taqwa Center. 

Turut mengundang setiap bakal paslon sebagai narasuber, dan mahasiswa, pelajar, masyarakat umum sebagai peserta diskusi.

Kegiatan yang diagendakan pada malam minggu ini, dihadiri oleh dua bakal pasangan calon yakni Dani-Fitria dan Eti-Suhendrik, sedangkan Edo-Farida berhalangan karena bentrok jadwalnya. Antusiasme peserta cukup tinggi mencapai angka 200 yang didominasi oleh masyarakat umum dan mahasiswa.

Mengusung tema tentang "Mendesak calon pemimpin daerah untuk membangun Cirebon yang berkemajuan, berkeadaban, dan berkeadilan lintas generasi". Bukanlah tanpa alasan, sebab tema ini diusung dengan mempertimbangkan berbagai hal terkait budaya ke-NU-an dan ke-Muhammadiyah-an serta nilai keadilan sosial dari Bersama Indonesia itu sendiri, dielaborasikan menjadi tema tersebut.

Dalam sambutannya, selaku Ketua Pelaksana Omar menyampaikan bahwa "Di Cirebon dan daerah-daerah yang lain, keterbukaan calon pejabat dan rakyatnya masih minim, umumnya hanya ada debat publik yang digelar oleh KPU dan Bawaslu, akan tetapi apakah kita semua akan diundang? Tentu hanya orang tertentu. Sehingga perlu adanya ruang-ruang inklusif seperti ini"

Kemudian apakah Pilkada tahun ini akan tetap sama seperti sebelum-sebelumnya yang mencoblos tanpa mengenal siapa paslon dan apa gagasan yang dibawa? Tidak, Kota Cirebon sudah menolak kota kosong. Jadi mari selanjutnya kita pelajari dan kawal agar terciptanya sebaik-baik demokrasi. tegasnya.

Dengan digelarnya kegiatan ini, setidaknya sebagian kecil masyarakat dapat tercerdaskan. Atau sekedar menyampaikan aspirasi atas keresahan yang dirasakan, seperti dua diantaranya mengenai maraknya kasus kekerasan seksual dan fenomena parkir liar yang ada di sekitar Kota Cirebon.

Serangkaian sesi berjalan dari mulai pembukaan, pemaparan, diskusi, dan penutupan. Para bakal pasangan calon yang hadir tampil optimal. 

Seperti halnya dalam menjawab satu pertanyaan di atas, dari pasangan Dani-Fitria menjawab pertanyaan kasus KS dengan upaya efektif koordinasi dengan polisi dan pol PP, pemasangan CCTV di sudut-sudut jalan, dan penerangan lampu di jalan-jalan yang masih gelap. 

Sedangkan pasangan Eti-Suhendrik menjawab dengan harus ada pengawalan dan kolaborasi dari pemkot, pol PP, dan kepolisian untuk meningkatkan keamanan masyarakat.

"Berharap ruang-ruang intelektual seperti ini, semakin banyak digelar. Selagi belum memasuki masa kampanye dirasa aman dari ditunggangi kepentingan politik. Demi terciptanya atmosfer demokrasi yang sehat," tandas Omar. (Ara)