Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 09 Desember 2024

UIN Siber Cirebon, Pemerintah Desa Matangaji dan Relawan Bank Sampah dalam FGD Pengelolaan Sampah

FOKUS CIREBON, (FC)– Dalam upaya mengatasi tantangan pengelolaan sampah di Desa Matangaji, Kabupaten Cirebon, Tim Pengabdian Masyarakat UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon (Cyber Islamic University/CIU) menggandeng Pemerintah Desa, masyarakat, dan relawan bank sampah “Harapan Kita” melalui forum Focus Group Discussion (FGD). 

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (7/12/2024) ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan dan merumuskan solusi kolaboratif terkait pengelolaan sampah organik dan anorganik.

Acara dibuka oleh Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Bambang Ekanara, M.Pd., yang menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam mengatasi persoalan lingkungan.

“Melalui kerja sama lintas sektor ini, kami berharap dapat menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” ujarnya. Kepala Desa Matangaji, Rusnadi, dalam sambutannya menggarisbawahi komitmen pemerintah desa untuk mendukung pengelolaan sampah melalui penerapan Peraturan Desa.

Koordinator Relawan Bank Sampah “Harapan Kita” memaparkan kondisi terkini pengelolaan sampah di Desa Matangaji. Ia mengungkapkan bahwa meskipun pengelolaan sampah anorganik, seperti pemisahan botol dan tutupnya, telah berjalan secara rutin setiap Sabtu pagi, pengelolaan sampah organik masih menjadi tantangan utama. 

“Kurangnya fasilitas dan rendahnya kesadaran masyarakat menjadi hambatan dalam mengelola sampah organik secara efektif,” jelasnya.

Dalam diskusi, Kepala Desa Matangaji menegaskan pentingnya kolaborasi yang lebih erat antara semua pihak. “Kami terus menggalakkan sosialisasi dan menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam mendukung kebijakan pengelolaan sampah. Relawan TPS 3R menjadi mitra penting dalam mencapai tujuan ini,” katanya.

Bambang Ekanara menyatakan bahwa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon siap menjadi mitra strategis dalam mendampingi pemerintah desa dan masyarakat. 

“Kami berkomitmen untuk membantu menemukan solusi berkelanjutan, terutama dalam pengelolaan sampah organik yang selama ini belum optimal,” tegasnya.

Komitmen Bersama untuk Lingkungan Berkelanjutan

FGD ini diakhiri dengan penandatanganan komitmen bersama oleh seluruh pihak yang hadir. Mereka sepakat untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah anorganik sekaligus mencari inovasi dalam pengelolaan sampah organik. Langkah ini diharapkan menjadikan Desa Matangaji sebagai percontohan dalam pengelolaan sampah yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Kegiatan ini menjadi bukti pentingnya pendekatan kolaboratif dalam menghadapi isu lingkungan. Dengan sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat, Desa Matangaji memiliki peluang besar untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, hijau, dan inspiratif bagi desa-desa lain di Kabupaten Cirebon. (Nur)

Program Ithla Abroad UIN Siber Cirebon di Luar Negeri Tingkatkan Kemampuan Mengajar dan Memperluas jaringan internasional

CIREBON, FC - Mahasiswi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Telah Mengikuti Program ITHLA ABROAD BATCH 6 Ke Malaysia, Thailand dan Singapura.

Nur Faizah dan Ai Nur Azizah, Mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon telah mengikuti  program Arabic International Arabic Language Teachers Program (ITHLA ABROAD) Batch 6 selama kurang lebih 3 minggu di Malaysia, Thailand dan Singapura.

Adapun agenda kegiatan ITHLA Abroad International Arabic Teaching Program ini meliputi.:

Mengajar Bahasa Arab yang bertempat di Mutiara Integrated  Secondary School (MISS), Hulu Langat, Selangor, Malaysia. 

Memberikan pelajaran di bidang maharotul kalam, khususnya dalam khitobah ‘arobiyah (pidato Bahasa Arab).

Kerjasama MOA antara Jurusan Bahasa dan sastra Arab dan Pendidikan Bahasa Arab dengan Sekolah Mutiara Integrated Secondary School (MISS). 

Studi budaya dengan mengunjungi tempat atau layanan yang berfokus pada bidang tertentu diantaranya yaitu kesehatan. 

Faizah sebagai mahasiswi Bahasa dan Sastra Arab sedangkan Ai Mahasiswi Pendidikan Bahasa Arab telah mengikuti Kegiatan Mengajar Bahasa Arab didalam kelas. 

Selain itu, memberikan pelajaran di bidang maharotul kalam, khususnya dalam khitobah ‘arobiyah (pidato Bahasa Arab) seperti mengajarkan Penyusunan Kalimat dalam Bahasa Arab serta mengajarkan metode berbicara bahasa arab dengan membangun lingkungan dua bahasa (Bilingual) yaitu bahasa Arab dan Inggris. 

Selain itu para peserta ITHLA Abroad termasuk Faizah dan Ai mengadakan Acara Puncak Mahrojan Gemilang Pembelajaran Bahasa Arab. Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui capaian progres pembelajaran serta pengajaran bahasa Arab selama mengajar di Mutiara Integrated Secondary School (MISS).  

Kepala Sekolah Mutiara Integrated School menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dedikasi dan metode pengajaran serta dedikasinya kepada para peserta ITHLA Abroad termasuk Faizah dan Ai. Menurutnya, kehadiran  mahasiswa yang mengabdi disekolah Mutiara Integrated Secondary School (MISS). 

Menunjukkan bagaimana program akademik di seluruh Indonesia khususnya di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mampu membekali mahasiswa dengan kompetensi yang sangat dibutuhkan untuk menghadapi tantangan pendidikan lintas budaya sampai Internasional. 

Program Ithla Abroad diharapkan tidak hanya dapat meningkatkan kemampuan mengajar, tetapi dapat memperkaya pengalaman serta memperluas jaringan internasional bagi para peserta. 

Pengalaman ini juga tidak hanya memberi kesempatan bagi Faizah dan Ai untuk mengasah kemampuan mengajar serta memperdalam keilmuannya, tetapi juga dapat mengenalkan metode pembelajaran Bahasa Arab kepada siswa internasional. 

Pengalaman mengajar di Malaysia ini juga sejalan dengan misi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan pemikiran global. (Nur)

Menteri Agama RI Resmi Membuka PMB PTKIN 2025, UIN Siber Cirebon Tawarkan 36 Prodi Unggulan

CIREBON FC — Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, resmi membuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Tahun 2025 dengan mengusung tema “Change the World” di Kampus Jakabaring UIN Raden Fatah, Palembang, pada Selasa, 3 Desember 2024. Tema ini menjadi panggilan untuk semua pihak agar berani melakukan perubahan mulai dari dalam diri sendiri, demi mengubah dunia.

Dalam pidatonya, Menag Nasaruddin Umar menekankan pentingnya PMB sebagai sarana transformasi psikologi bagi para mahasiswa, yang merupakan generasi muda dengan potensi besar untuk membawa perubahan. 

“PMB ini bukan hanya soal memilih perguruan tinggi, tapi juga sebagai alat untuk mengukur seberapa besar pengaruh lembaga pendidikan dalam membentuk karakter dan kesadaran mahasiswa,” ungkap Menag.

Diikuti oleh lebih dari 58 PTKIN di seluruh Indonesia, PMB PTKIN Tahun 2025 memiliki dua jalur utama seleksi, yaitu Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN-PTKIN) dan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN). 

Proses pendaftaran untuk jalur SPAN-PTKIN akan dimulai pada 6 Januari 2025 hingga 25 Januari 2025, sedangkan pendaftaran jalur UM-PTKIN dibuka dari 22 April 2025 hingga 28 Mei 2025.

Dalam rangkaian peluncuran Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Tahun 2025, Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., memaparkan berbagai program studi (Prodi) unggulan yang dapat dipilih oleh calon mahasiswa. 

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang dikenal sebagai Cyber Islamic University (CIU), menjadi salah satu kampus inovatif yang memanfaatkan teknologi untuk mendukung pembelajaran berbasis digital.

Rektor menjelaskan, sebanyak 36 Prodi yang tersebar di berbagai fakultas ditawarkan melalui dua jalur utama, yaitu Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN-PTKIN) dan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN). Berikut rincian program studi yang tersedia:

1. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK)

Pendidikan Agama Islam (Unggul)

Pendidikan Bahasa Arab (Unggul)

Tadris Bahasa Inggris (Baik Sekali)

Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (Unggul)

Tadris Matematika (Baik Sekali)

Tadris Biologi (Unggul)

Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (Unggul)

Pendidikan Islam Anak Usia Dini (Baik Sekali)

Manajemen Pendidikan Islam (Baik Sekali)

Tadris Bahasa Indonesia (Unggul)

Tadris Kimia (Memenuhi Syarat)

Program Jarak Jauh (PJJ): PAI, PGMI, PBA (Izin Operasional)

Informatika (Baik)

Matematika (Baik)

2. Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA)

Sejarah Peradaban Islam (Unggul)

Aqidah dan Filsafat Islam (Unggul)

Ilmu Al-Quran dan Tafsir (Baik Sekali)

Ilmu Hadis (Baik Sekali)

Bahasa dan Sastra Arab (Baik)

Tasawuf dan Psikoterapi (Baik)

PJJ Sejarah Peradaban Islam (Izin Operasional)

3. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI)

Perbankan Syariah (Baik Sekali)

Ekonomi Syariah (Baik Sekali)

Akuntansi Syariah (Baik)

Pariwisata Syariah (Baik)

4. Fakultas Syariah (FS)

Hukum Keluarga (Unggul)

Hukum Ekonomi Syariah (Baik Sekali)

Hukum Tata Negara (Baik)

Ilmu Falak (Izin Operasional)

PJJ Hukum Keluarga Islam (Izin Operasional)

5. Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI)

Komunikasi dan Penyiaran Islam (Baik Sekali)

Pengembangan Masyarakat Islam (Baik Sekali)

Bimbingan Konseling Islam (Baik Sekali)

Sosiologi Agama (Baik)

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berkomitmen untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas, inovatif, dan berwawasan global melalui program-program studi yang relevan dengan kebutuhan zaman. Dengan berbagai pilihan program studi tersebut, diharapkan calon mahasiswa dapat memilih jurusan yang sesuai dengan minat dan bakat mereka.

Bagi calon mahasiswa yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai PMB PTKIN Tahun 2025 di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, informasi lebih detail dapat diakses melalui laman resmi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon di https://admisi.syekhnurjati.ac.id.

PMB PTKIN Tahun 2025 merupakan kesempatan bagi calon mahasiswa untuk berkontribusi dalam membentuk masa depan yang lebih baik, sesuai dengan tema besar “Change the World” yang mengajak generasi muda untuk berani melakukan perubahan dari dalam diri mereka. (Nur)

Kinerja Kuwu Sampiran KH Sujito Sukses Jalankan Program Desa Tahun 2024

KH Sujito, Kuwu Sampiran

CIREBON, FC – Kepemimpinan KH Sujito sebagai Kuwu Desa Sampiran mendapatkan apresiasi luas atas keberhasilannya dalam merealisasikan berbagai program kerja desa selama tahun 2024. 

Melalui sinergi yang solid antara aparatur desa dan dukungan masyarakat, berbagai sektor utama seperti ekonomi, infrastruktur, dan pelaksanaan kewajiban Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) berhasil menunjukkan pencapaian yang signifikan.

Di bidang ekonomi, program-program pemberdayaan masyarakat berhasil meningkatkan taraf hidup warga. Berbagai kegiatan seperti pelatihan keterampilan, pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), hingga peningkatan akses pemasaran produk lokal menjadi fokus utama. Hasilnya, perekonomian desa menunjukkan tren positif sepanjang tahun.

Sementara itu, di bidang infrastruktur, pembangunan dan perbaikan sarana desa seperti jalan, saluran irigasi, dan fasilitas umum terus dilakukan. Hal ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan dan meningkatkan produktivitas warga desa. 

Dalam pelaksanaan PBB, partisipasi masyarakat yang tinggi menunjukkan keberhasilan pendekatan persuasif dan komunikasi yang efektif dari aparatur desa.

Namun demikian, KH Sujito juga mengingatkan bahwa masih ada tantangan yang harus dihadapi, khususnya dalam bidang lingkungan dan infrastruktur. Musim hujan menjadi perhatian utama karena seringkali menimbulkan genangan dan kerusakan pada beberapa titik infrastruktur desa. 

KH Sujito mengimbau seluruh warga Desa Sampiran untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, ketertiban, dan keamanan, sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.

“Alhamdulillah, seluruh tugas di tahun 2024 telah berhasil kita laksanakan dengan baik. Namun, masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita perhatikan, terutama di bidang lingkungan dan infrastruktur. Mari kita tingkatkan kerjasama dan kepedulian untuk menjadikan Desa Sampiran lebih baik lagi,” ujar KH Sujito.

Melalui Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) tahun 2025 yang telah dilaksanakan, KH Sujito berharap berbagai program yang dicanangkan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat. 

“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan dan bimbingan kepada kita semua dalam menjalankan tugas-tugas di tahun mendatang,” tambahnya.

Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat, Desa Sampiran terus melangkah maju untuk mewujudkan visi sebagai desa yang sejahtera, nyaman, dan harmonis. (Ara)







Minggu, 08 Desember 2024

Mahasiswa PMI UIN SSC dan Kolaborator Kebaikan ID Bersinergi dalam Aksi Clean Up di Pantai Kesenden

FOKUS CIREBON, FC – Mahasiswa Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon bersama Kolaborator Kebaikan ID sukses mengadakan aksi bersih-bersih pantai di Pantai Kesenden, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon. 

Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi sampah di kawasan pantai sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, tentang pentingnya menjaga lingkungan.

Dimulai pukul 07.00 WIB hingga 11.00 WIB, aksi ini melibatkan berbagai pihak, termasuk mahasiswa, relawan, masyarakat setempat, remaja dari berbagai wilayah, serta instansi seperti Himpunan Mahasiswa Biologi, BPBD, DLH, dan perangkat Desa Kesenden.

Acara diawali dengan apel pembukaan, di mana Ketua Pelaksana, Junaedi, mengucapkan terima kasih kepada perangkat Desa Kesenden atas dukungan mereka. “Semoga kegiatan ini dapat berjalan lancar dan mencapai tujuan yang kita inginkan bersama,” ujarnya.

Sambutan juga disampaikan oleh perwakilan Kolaborator Kebaikan ID, Rafiqhi, yang menyampaikan apresiasinya kepada seluruh relawan dan pihak terkait. “Terima kasih kepada pemerintah desa dan semua yang hadir. Semoga aksi clean up ini dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan,” tuturnya.

Perwakilan aparat Desa Kesenden turut mengapresiasi semangat para peserta. “Saya sangat mengapresiasi semangat teman-teman dalam kegiatan ini. Semoga aksi ini memberikan manfaat nyata bagi lingkungan kita,” ungkapnya.

Selama sekitar dua jam, para relawan bergotong royong membersihkan sampah di area bibir pantai. Kegiatan ditutup dengan upacara penutup yang dipimpin oleh Koramil Kesenden, yang memberikan apresiasi atas kontribusi semua pihak yang terlibat.

Aksi ini menjadi simbol kepedulian terhadap pelestarian alam dan upaya nyata untuk mengurangi dampak sampah di kawasan pantai. Selain itu, kegiatan ini juga menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

“Semoga kegiatan ini menjadi awal yang baik untuk keberlanjutan gerakan peduli lingkungan di masa depan,” ujar salah satu peserta.

Dengan semangat kolaborasi, aksi ini membuktikan bahwa sinergi berbagai pihak mampu memberikan dampak signifikan bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. (Red/Ajeng)

Hasil Swadaya Warga, Jalan Di Sampiran Sepanjang 500 Meter Di Aspal

SAMPIRAN – Warga Desa Sampiran secara swadaya berhasil melaksanakan pengaspalan jalan sepanjang 500 meter. Inisiatif ini muncul dari kebutuhan mendesak akan akses jalan yang lebih baik guna mendukung aktivitas sehari-hari masyarakat setempat. Namun, proses pengerjaan ini masih menemui kendala, terutama dalam hal kekurangan material.

Tokoh masyarakat Sampiran, Bambang HS, mengungkapkan bahwa upaya ini sepenuhnya berasal dari swadaya masyarakat, baik dalam bentuk tenaga maupun dana. 

“Kami sangat berharap adanya perhatian dari Pemkab Cirebon dan Pemerintah Desa Sampiran untuk membantu menyelesaikan pengaspalan ini. Kekurangan material masih menjadi tantangan terbesar bagi kami,” ujarnya.

Jalan yang tengah diperbaiki ini memiliki peran strategis sebagai jalur penghubung antarpermukiman dan juga mendukung perekonomian warga, khususnya untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ada di sekitar wilayah tersebut.

Bambang juga menyatakan apresiasi kepada warga yang telah bergotong-royong untuk mewujudkan infrastruktur jalan yang lebih baik. Ia juga menyebut akan berkoordinasi dengan Pemkab Cirebon untuk mencari solusi atas kendala yang ada.

“Kami akan berupaya untuk menyampaikan kebutuhan warga ini kepada dinas terkait di Pemkab Cirebon agar bisa mendapatkan dukungan tambahan,” ungkapnya.

Diharapkan, dengan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan Pemkab Cirebon, pengerjaan jalan ini dapat segera rampung sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat. Jalan yang layak diharapkan dapat meningkatkan mobilitas warga dan pertumbuhan ekonomi lokal.

Dengan semangat gotong-royong dan dukungan berbagai pihak, perbaikan infrastruktur di Desa Sampiran diharapkan menjadi contoh baik bagi wilayah lain di Kabupaten Cirebon. (din)

PJ Bupati Yakin Kabupaten Cirebon Juara P2WKSS Tingkat Jawa Barat

KABUPATEN CIREBON — Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya menghadiri pelaksanaan evaluasi akhir Program Terpadu Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS) tingkat Provinsi Jawa Barat (Jabar) di Balai Desa Karangwangi, Kecamatan Depok, Jumat (6/12/2024).

Wahyu optimistis Kabupaten Cirebon juara P2WKSS tingkat Provinsi Jabar pada tahun ini.

Wahyu mengatakan, evaluasi akhir P2WKSS merupakan peninjauan lapangan terkait kolaborasi berbagai program peningkatan peran wanita di Desa Karangwangi.

Pemkab Cirebon berkoordinasi dengan berbagai elemen untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan wanita.

“Harapannya, mudah-mudahan hasil evaluasi ini kita bisa mendapatkan raihan terbaik, tentunya berharap menjadi juara pertama tingkat Provinsi Jawa Barat,” ucap Wahyu usai menghadiri evaluasi akhir P2WKSS di Desa Karangwangi.

Ia juga berharap, berbagai program yang telah dilakukan mampu meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan wanita, khususnya di Desa Karangwangi dan umumnya di Kabupaten Cirebon.

Sehingga, lanjut dia, program yang telah dilaksanakan itu mampu mendongkrak perekonomian masyarakat.

“Untuk tahun ini, kita konsen dulu di sini. Untuk tahun 2025 itu yang kita ajukan Desa Cangkoak,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A), Hj Eni Suhaeni SKM MKes mengatakan, dasar pelaksanaan P2WKSS ini merupakan amanat peraturan menteri hingga surat keputusan bupati.

Eni memastikan, seluruh elemen, baik dari perguruan tinggi, BUMD, hingga perangkat daerah terlibat dalam P2WKSS.

Ia berharap, P2WKSS bisa mewujudkan dan mengembangkan keluarga sehat serta sejahtera. Program ini juga bertujuan untuk meningkatkan ketahanan mental spiritual kaum perempuan.

“Melalui kegiatan yang telah diberikan selama delapan bulan, ini adalah untuk meningkatkan peran serta perempuan dalam pembangunan ekonomi, sosial, dan politik di tingkat keluarga hingga masyarakat,” ucap Eni.

“Kemudian, meningkatkan kualitas ibu dan anak, serta akses layanan kesehatan lebih baik. Membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui pemberdayaan ekonomi perempuan, seperti pelatih keterampilan usaha mikro, mendorong pendidikan perempuan, menciptakan lingkungan bersih dan sehat,” imbuhnya. (din)

Sabtu, 07 Desember 2024

Inilah Peran Strategis Media Partner dalam Membangun Kepercayaan Publik terhadap Kampus Siber UIN Cirebon

FOKUS CIREBON, FC – Transformasi digital menjadi agenda utama Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Cirebon dalam menghadirkan pendidikan berbasis teknologi modern. 

Dalam upaya membangun kepercayaan publik, UIN Siber Cirebon terus menjalin kolaborasi strategis dengan sejumlah media partner, seperti fokuscirebon.com, Rakyat Cirebon, KabarCirebon.com, Suara Cirebon, dan Radar Cirebon. Upaya ini sebagai penegasan terhadap visi.

Media partner tersebut memainkan peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat mengenai inovasi, program unggulan, dan capaian UIN Siber Cirebon dalam mewujudkan konsep kampus siber. Dengan jaringan luas dan kredibilitas tinggi, media-media ini menjadi jembatan komunikasi antara kampus dan masyarakat.

Sinergi Media dan Kampus

Kolaborasi dengan media lokal memiliki dampak besar dalam membangun citra positif kampus. “Media partner adalah mitra strategis kami untuk memastikan masyarakat dapat memahami dan mendukung langkah-langkah transformasi digital yang tengah dijalankan,” ungkap Ka. Humas UIN Siber Cirebon.

Setiap media partner memiliki kontribusi unik. fokuscirebon.com, misalnya, secara aktif memberitakan inovasi digital UIN Siber Cirebon melalui artikel mendalam yang memberikan wawasan edukatif. Sementara itu, Rakyat Cirebon dan Radar Cirebon fokus pada distribusi informasi melalui media cetak dan daring yang menjangkau berbagai segmen masyarakat.

KabarCirebon.com dan Suara Cirebon juga berperan penting dalam memberikan pembaruan terkait agenda kampus, seperti peluncuran program digital, seminar, dan workshop. Media-media ini membantu memperluas cakupan informasi hingga ke daerah-daerah yang membutuhkan akses pendidikan berkualitas.

Meningkatkan Kepercayaan Publik

Keberadaan media partner ini memberikan dampak nyata terhadap tingkat kepercayaan masyarakat terhadap UIN Siber Cirebon. Berdasarkan survei internal, lebih dari 80% responden menyatakan bahwa pemberitaan media lokal membantu mereka memahami pentingnya transformasi digital di dunia pendidikan.

“Kami merasa lebih percaya untuk menyekolahkan anak-anak kami di UIN Siber Cirebon setelah membaca informasi tentang fasilitas, inovasi, dan komitmen kampus yang disampaikan oleh media,” ujar seorang mahasiswa.

Komitmen Berkelanjutan

Para media partner juga menyatakan komitmenya untuk terus mendukung UIN Siber Cirebon dalam membangun reputasi sebagai kampus siber terkemuka. [Nama Perwakilan Media] dari Radar Cirebon menyebutkan bahwa kolaborasi ini tidak hanya menguntungkan kampus, tetapi juga memperkuat peran media sebagai pilar informasi yang edukatif.

“Kami berkomitmen untuk terus memberikan informasi yang faktual dan bermanfaat bagi masyarakat, sehingga mereka bisa melihat manfaat nyata dari transformasi digital yang dilakukan UIN Siber Cirebon,” ujarnya.

Menuju Masa Depan Pendidikan Digital

Dengan sinergi yang kuat antara UIN Siber Cirebon dan media partner seperti FokusCirebon.com, Rakyat Cirebon, KabarCirebon.com, Suara Cirebon, dan Radar Cirebon, transformasi digital kampus semakin mendapat tempat di hati masyarakat.

Kolaborasi ini menjadi contoh nyata bagaimana media dan institusi pendidikan dapat bersama-sama membangun kepercayaan publik demi menciptakan masa depan pendidikan yang lebih inklusif dan berbasis teknologi. (Nur)

BSA-FIA UIN Siber Cirebon Ikuti Program ITHLA ABROAD BATCH 6 Ke Malaysia, Thailand dan Singapura

CIREBON, FC - Mahasiswi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Telah Mengikuti Program ITHLA ABROAD BATCH 6 Ke Malaysia, Thailand dan Singapura.

Nur Faizah, Mahasiswi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Ushuluddin dan Adab Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon telah mengikuti  program Arabic International Arabic Language Teachers Program (ITHLA ABROAD) Batch 6 selama kurang lebih 3 minggu di Malaysia, Thailand dan Singapura.

Adapun agenda kegiatan ITHLA Abroad International Arabic Teaching Program ini meliputi :

Mengajar Bahasa Arab yang bertempat di Mutiara Integrated  Secondary School (MISS), Hulu Langat, Selangor, Malaysia. 

Memberikan pelajaran di bidang maharotul kalam, khususnya dalam khitobah ‘arobiyah (pidato Bahasa Arab).

Puncak Mahrojan Gemilang Pembelajaran Bahasa Arab. 

Kerjasama MOA antara Jurusan Bahasa dan sastra Arab dan Sekolah Mutiara Integrated Secondary School (MISS). 

Studi budaya dengan mengunjungi tempat atau layanan yang berfokus pada bidang tertentu diantaranya yaitu kesehatan. 

Faizah Mengajar Bahasa Arab Badar 5 atau setara dengan tingkat SMA akhir selain mengajar dikelas, Faizah  Memberikan pelajaran di bidang maharotul kalam, khususnya dalam khitobah ‘arobiyah (pidato Bahasa Arab) seperti mengajarkan Penyusunan Kalimat dalam Bahasa Arab serta mengajarkan metode berbicara bahasa arab dengan membangun lingkungan dua bahasa (Bilingual) yaitu bahasa Arab dan Inggris. 

Selain itu para peserta ITHLA Abroad termasuk Faizah mengadakan Acara Puncak Mahrojan Gemilang Pembelajaran Bahasa Arab. Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui capaian progres pembelajaran bahasa Arab selama mengajar di Mutiara Integrated Secondary School (MISS).  

Program Ithla Abroad diharapkan tidak hanya dapat meningkatkan kemampuan mengajar, tetapi dapat memperkaya pengalaman serta memperluas jaringan internasional bagi para peserta. 

Pengalaman ini juga tidak hanya memberi kesempatan bagi Faizah untuk mengasah kemampuan mengajar serta memperdalam keilmuannya, tetapi juga dapat mengenalkan metode pembelajaran Bahasa Arab kepada siswa internasional. 

Di Mutiara Integrated Secondary School, Faizah menggunakan pendekatan yang interaktif dan menyenangkan, sebagai mahasiswi Bahasa dan Sastra Arab ia juga turut memperkenalkan budaya-budaya serta keterampilan Arab yang bertujuan untuk membangun kepercayaan diri siswa dalam berbicara, mengetahui budaya serta memahami bahasa Arab.  

Pengalaman mengajar di Malaysia ini juga sejalan dengan misi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan pemikiran global. 

Kepala Mutiara Integrated School menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dedikasi dan metode pengajaran yang dibawa oleh Faizah. 

Menurutnya, kehadiran  mahasiswa yang mengabdi disekolah Mutiara Integrated Secondary School (MISS). Menunjukkan bagaimana program akademik di seluruh Indonesia khususnya di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mampu membekali mahasiswa dengan kompetensi yang sangat dibutuhkan untuk menghadapi tantangan pendidikan lintas budaya sampai Internasional. (din)

Komisi II DPRD Kota Cirebon Soroti Sejumlah Masalah di Pasar Tradisional

CIREBON – Komisi II DPRD Kota Cirebon menemukan sejumlah permasalahan yang terjadi di pasar-pasar Kota Cirebon. Salah satunya adalah kian maraknya keberadaan pasar tumpah.

Hal itu disampaikan saat rapat kerja komisi II DPRD bersama Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), Perumda Pasar Berintan Kota Cirebon, DKUKMPP Kota Cirebon, Satpol PP, dan Administrasi Umum Setda Kota Cirebon.

Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon M Handarujati Kalamullah SSos MAP menyebut, bahwa keberadaan pasar tumpah yang berada di luar wilayah pasar tradisional membuat perbedaan harga jadi lebih murah.

Hal itu disebabkan karena pelaku pasar tumpah tidak membayar retribusi kepada pemda, akan tetapi hanya membayar sewa kepada pemilik lahan.

Kendati demikian, ketika hal tersebut kian marak dapat dilakukan penertiban oleh petugas Satpol PP. Apalagi jika melihat status pasar tumpah masuk dalam kategori pedagang kaki lima.

“Contohnya di pasar Kramat, Gunung Sari. Itu pedagang (pasar tumpah) harganya lebih murah, daripada yang di dalam pasar tradisional. Seharusnya masuk di dalam, tetapi berjualan di luar pasar,” kata Handarujati bersama APPSI dan sejumlah pedagang pasar tradisional Kota Cirebon di Griya Sawala, Kamis (7/11/2024).

Begitu pula dengan ketentuan retribusi di dalam peraturan walikota yang harus sudah disesuaikan. Sebab, pedagang mengaku keberatan dengan tarif Rp22 ribu untuk kios dan Rp9 ribu untuk los.

Meski begitu, Perumda Pasar Kota Cirebon memberikan kelonggaran dengan menyesuaikan kondisi pedagang sehingga tarif menjadi Rp10 ribu untuk kios dan Rp5 ribu untuk los.

“Hal ini menjadi bahan kami ke depan untuk berkomunikasi dengan pemda, agar merasionalisasikan target dan mengurangi resistensi ke depan,” tambah Andru, sapaan akrabnya.

Komisi II juga menyoroti perihal penataan pasar tradisional dan modern agar tercipta situasi yang perlu pembaharuan. Sebab, sampai saat ini pedagang pasar tradisional kian berkurang. Dari semula sejumlah 6000 pedagang, kini hanya tersisa 2500 pedagang.

Menurut Andru, pembahasan peraturan walikota terkait pasar tradisional dan modern dapat segera dilakukan, mengingat perwal tentang RDTR juga telah diterbitkan oleh pemda Kota Cirebon.

“Ke depan, kami akan meminta pemda untuk merevisi tentang toko modern tersebut. Pemda juga harus bisa mendengarkan aspirasi dari pedagang pasar, seperti berkaitan dengan jarak, jam operasional, termasuk mengundang pelaku usaha toko modern,” ungkapnya.

Andru juga berpesan agar keberadaan pasar tradisional dapat dilestarikan dengan pengelolaan yang baik, mulai dari kebersihan, ketertiban dan kemanan, agar pengunjung tetap nyaman berbelanja serta tak kalah saing dengan toko-toko modern.

Ia pun berkomitmen, DPRD akan menindaklanjuti permasalahan-permasalahan tersebut. Mengingat keberadaan pasar tradisional juga menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD) potensial di Kota Cirebon.

“DPRD akan menindaklanjuti permasalahan ini, karena merupakan hal serius yang tengah dihadapi pedagang pasar di Kota Cirebon,” tuturnya.

Sementara itu, pedagang dari Pasar Kramat, Siti Rahayu (48) berharap pihak terkait dapat meninjau langsung ke pasar-pasar tradisional di Kota Cirebon. Terlebih, penindakan pedagang di luar pasar yang makin banyak.

“Kita juga berharap Pak Direktur Perumda Pasar turun langsung. Karena dari 2012 itu saling lempar tanggung jawab. Kita juga sudah komunikasi ke satpol PP, walikota, mereka (pedagang pasar tumpah) mau masuk, asal bisa difasilitasi pemerintah,” ungkapnya.

Di samping itu, Ketua APPSI Kota Cirebon Romy Arief Hidajat SE juga berharap agar keberadaan pasar tradisional harus tetap eksis, meski toko-toko modern pun kian banyak.

“Kami harapannya pasar tradisional harus dilesatarikan jangan dihilangkan, bagaimana pun juga karena suatu budaya, dan mengangkat perekonomian masyarakat Kota Cirebon,” ujarnya.

Rapat dihadiri Wakil Ketua II DPRD Kota Cirebon Fitrah Malik SH, Sekretaris Komisi II Subagja dan anggota Komisi II Anton Octavianto SE MM MTr dan Abdul Wahid Wadinih SSos.

Turut hadir Asisten Administrasi dan Umum Setda Kota Cirebon M Arif Kurniawan ST, Dirut Perumda Pasar Berintan Kota Cirebon Drs Sekhurohman, perwakilan DKUKMPP Kota Cirebon, dan sejumlah pedagang pasar di Kota Cireblon. (Silmy)


Jumat, 06 Desember 2024

Atasi Inflasi Pemkab Cirebon Adakan Gerakan Pangan Murah

KABUPATEN CIREBON — Dalam upaya mengatasi inflasi dan menjaga ketahanan pangan, Pemerintah Kabupaten Cirebon menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kecamatan Kedawung, Kamis (5/12/2024).

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk menyediakan bahan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat, khususnya menjelang momen hari besar keagamaan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cirebon, Dr H Hilmy Riva’i MPd memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif yang diusung oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP).

Menurutnya, GPM adalah program berkelanjutan yang melibatkan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan sektor swasta.

“Kegiatan ini sudah dilakukan di 21 titik, dan ini merupakan yang ke-22. Ini menjadi bukti nyata, bahwa pemerintah Kabupaten Cirebon serius dalam menjaga ketersediaan bahan pokok yang berpengaruh pada inflasi,” ujar Hilmy.

Meskipun inflasi di Indonesia tinggi, Kabupaten Cirebon berhasil mempertahankan angka inflasi di bawah 2 persen, bahkan cenderung mendekati deflasi.

Meski demikian, Pemkab Cirebon tetap proaktif, berkoordinasi dengan Bulog dan pengusaha bahan pokok untuk memastikan ketersediaan bahan pangan, seperti beras, minyak goreng, daging, dan terigu, tetap terjangkau.

“Dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar, masyarakat diuntungkan, dan ini juga mempermudah mereka untuk mendapatkan bahan pokok tanpa harus pergi jauh ke pasar besar,” tambahnya.

Kepala DKPP Kabupaten Cirebon, Drs Erus Rusmana MSi juga menyoroti keberhasilan GPM yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kami memastikan ketersediaan pasokan pangan mencukupi hingga akhir tahun ini, terutama beras. Kami bekerja sama dengan Bulog untuk memastikan stok aman, bahkan untuk tahun 2025 kami berharap ada lebih banyak titik GPM yang bisa dilaksanakan,” jelas Erus.

Salah satu faktor penting yang mendukung keberhasilan program ini adalah aksesibilitas bagi masyarakat.

Dengan harga yang lebih murah dan distribusi yang lebih dekat, GPM diharapkan dapat mengurangi beban masyarakat, terlebih pada saat cuaca buruk yang berpotensi mengganggu pasokan pangan.

Ke depan, program ini tidak hanya akan terus dilaksanakan, tetapi juga diperluas dengan dukungan anggaran dari pemerintah desa dan kerja sama dengan unsur TNI-POLRI.

“Di Kabupaten Cirebon, tidak ada lagi desa yang rawan pangan. Kita akan terus mendukung dengan memperkuat ketahanan pangan di setiap desa,” pungkasnya. (din)

HIMAPA PIAUD STAI Kuningan Gelar Piknik Keakraban di Woodland, Tingkatkan Solidaritas dan Kebersamaan

KUNINGAN, FC – Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (HIMAPA) Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan (STAIKU) menggelar kegiatan Piknik Keakraban (PIKRAB) di destinasi wisata alam Woodland, Kuningan pada Kamis, 5 Desember 2024. 

Kegiatan ini dihadiri puluhan peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, hingga unsur pimpinan kampus, dan berlangsung meriah dengan penuh kehangatan.

Ketua pelaksana, Ayi Hendayani, menjelaskan bahwa PIKRAB dirancang untuk mempererat hubungan antaranggota HIMAPA, terutama mahasiswa baru. 

“Ini lebih dari sekadar rekreasi. PIKRAB menjadi ruang untuk saling mengenal, memperkuat solidaritas, dan menciptakan suasana kekeluargaan dalam organisasi,” ujar Ayi.

Ketua HIMAPA, Rita, menambahkan bahwa PIKRAB telah menjadi tradisi HIMAPA setiap kali menyambut mahasiswa baru. 

“Kami ingin HIMAPA menjadi keluarga kedua bagi seluruh mahasiswa PIAUD. Kegiatan seperti ini membantu menciptakan kenyamanan dan semangat baru dalam perkuliahan,” ungkap Rita.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Ketua IGRA PC Jalaksana, Ai Nunung Nurani, M.Pd., yang menilai PIKRAB sebagai simbol semangat kolaborasi. 

“Kegiatan ini adalah cerminan nyata bagaimana HIMAPA mampu mengintegrasikan nilai akademik dan sosial. Saya sangat mengapresiasi inisiatif ini,” kata Ai Nunung.

Ketua STAI Kuningan, Dedy Setiawan, ME., juga turut memberikan apresiasi. Menurutnya, PIKRAB bukan hanya sekadar piknik, tetapi menjadi strategi dalam membangun hubungan baik antara mahasiswa, dosen, dan pimpinan. 

“HIMAPA telah menunjukkan kreativitas yang luar biasa. Semoga kegiatan ini terus menjadi tradisi untuk memperkuat persaudaraan,” ujar Dedy.

Apresiasi serupa disampaikan Ketua Jurusan PIAUD, Mar’atus Salamah, M.Pd. Ia berharap PIKRAB menjadi ruang sinergi positif antara mahasiswa dan dosen. 

“Saya bangga dengan HIMAPA yang tidak hanya fokus pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembangunan karakter melalui kegiatan sosial seperti ini,” jelas Salamah.


Berbagai aktivitas menarik mewarnai PIKRAB, seperti permainan kelompok, diskusi ringan, hingga penjelajahan alam Woodland. Keindahan alam Kuningan menjadi latar sempurna untuk mempererat kebersamaan antar peserta.

HIMAPA STAIKU berharap keberhasilan PIKRAB 2024 ini menjadi inspirasi untuk kegiatan-kegiatan serupa di masa mendatang. Selain memperkuat solidaritas, acara ini menjadi bukti bahwa HIMAPA berkomitmen membangun ikatan emosional dan rasa kekeluargaan dalam lingkungan kampus. (din)

Kamis, 05 Desember 2024

Perkuat Kerjasama, Fakultas Syariah UIN Siber Cirebon Adakan Seminar : Bahas AI, Islam dan Realitas Kekinian

CIREBON, FC - Fakultas Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar seminar dengan tujuan membuka wawasan mahasiswa tentang AI, Islam dan realitas kekinian. Seminar ini menghadirkan Wakil Rektor I UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Ilman Nafiah, M.Ag, yang memberikan pandangan tentang tantangan dan peluang yang dihadapi kampus dalam menghadapi perubahan zaman.

Prof. Ilman menekankan bahwa perubahan luar biasa di era digital membawa konsekuensi besar, sehingga civitas akademika harus beradaptasi. "Kampus ini tidak boleh melupakan studi keilmuannya, tetapi juga harus menambahkan unsur siber dalam setiap programnya," ujar Prof. Ilman.

Ia menekankan pentingnya penguasaan teknologi informasi bagi seluruh mahasiswa, tanpa memandang jurusan. "Prodi seperti Tafsir Hadis pun harus menjadi ahli IT," tambahnya.

Prof. Ilman juga menyampaikan harapan agar ke depan, kegiatan ini menjadi jembatan untuk program pertukaran mahasiswa, seperti studi S2 ke Australia, serta kolaborasi riset bagi dosen. "Kami mengapresiasi Fakultas Syariah atas penyelenggaraan seminar ini, dan berharap semua mahasiswa mendapatkan pencerahan dari kegiatan ini," tuturnya.

Sementara itu, pembicara utama dalam seminar ini, Prof. Dr. Nadirsyah Hosen, Associate Professor dan Deputy Director CILIS (Centre for Islamic Law and Society), memaparkan pentingnya memahami teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam konteks Islam. "AI memiliki dua sisi, positif dan negatif. Penggunaannya tergantung pada kebutuhan dan tujuan kita," ujar Prof. Nadirsyah. 

Ia juga membahas dampak media sosial seperti TikTok, Instagram, dan Facebook terhadap masyarakat, yang bisa menjadi peluang atau tantangan tergantung cara menyikapinya. Banyak hal yang dibahas pada momen seminar ini, bersama Lala Bumala, Prof Nadirsyah banyak memberikan pengetahuan terkait keunggulan dan kelemahan siber atau AI bagi masyarakat.

Acara ditutup dengan penyerahan cinderamata kepada Prof. Dr. Nadirsyah Hosen sebagai bentuk penghargaan atas kontribusinya dalam memberikan pencerahan kepada mahasiswa dan civitas akademika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. (din)

UIN Siber Cirebon dan Radio Elshinta Bangun Kolaborasi Mengasah Kompetensi Era Digital

CIREBON, FC – Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang juga dikenal dengan Cyber Islamic University (CIU),  memperkuat kerja sama strategis dengan Radio Elshinta melalui kunjungan resmi yang dilakukan oleh Wakil Dekan Naila Farah, Ketua Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Arief Rachman, serta Sekretaris Jurusan Abdu Zikrillah.

 Kunjungan ini menjadi langkah konkret untuk mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa dan dosen di era digital. Kamis, (05/12/2024).

Kegiatan diawali dengan tur singkat ke ruang produksi Radio Elshinta, termasuk studio siaran, ruang podcast, tim media sosial, hingga ruang editing dan rekaman. Selain itu, pihak Elshinta memperkenalkan sejarah perjalanan mereka sebagai radio berita terkemuka di Indonesia, beserta sederet pencapaiannya.

Kunjungan ini dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) yang membahas kelanjutan program magang mahasiswa serta pelatihan dosen. Remon Fauzi, Sekretaris Redaksi Elshinta, menyambut positif kerja sama ini dengan membuka kuota magang bagi 4-8 mahasiswa setiap periode. 

Ia menekankan bahwa pengalaman magang di Elshinta memberikan nilai tambah karena karya mahasiswa akan dipublikasikan di berbagai platform resmi Elshinta, seperti situs web dan media sosial, disertai sertifikat resmi sebagai pengakuan profesional.

Lebih dari itu, Radio Elshinta juga menawarkan pelatihan bagi dosen dan mahasiswa, meliputi penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam produksi berita, teknik menulis berita yang efektif, hingga pelatihan voice over.

Melalui kolaborasi ini, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam berharap dapat memberikan dampak positif bagi mahasiswa, baik dari segi pengalaman praktis maupun kompetensi profesional. Kerja sama ini menjadi langkah signifikan dalam mendukung visi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai universitas unggul yang mendunia. (din)

Gus Nadir dan Lala Bumela Sosok Inspirasi Dunia

CIREBON, FC – Fakultas Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang juga dikenal sebagai Cyber Islamic University (CIU), bekerja sama dengan Yayasan Gos Nadir Hosen (GNH), sukses menggelar Seminar Internasional bertema "AI, Social Media and Islam in a Globalized World: Challenges and Opportunities". 

Acara berlangsung di Auditorium Pascasarjana B lantai 3 dan menghadirkan dua narasumber ahli, yakni Prof. Dr. Nadirsyah Hosen, LL.M., MA (Hons), Ph.D. dari Monash University, Australia, serta Lala Bumela Sudimantara, Ph.D.,Direktur International Office & Partnership UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Kamis, (05/12/2024).

Dalam Seminar Internasional bertema "AI, Social Media and Islam in a Globalized World: Challenges and Opportunities", Prof. Dr. Nadirsyah Hosen, LL.M., MA (Hons), Ph.D., yang akrab disapa Gus Nadir, menyampaikan pandangan mendalam mengenai pengaruh teknologi kecerdasan buatan (AI) dan media sosial terhadap kehidupan umat Islam.

"Media sosial dan AI adalah pedang bermata dua. Di satu sisi, keduanya menawarkan peluang dakwah yang luas, namun di sisi lain, juga berpotensi menjadi alat disinformasi dan penyebaran kebencian," ungkapnya.

Dalam pemaparannya, Gus Nadir menekankan pentingnya bijak menggunakan teknologi untuk mendukung syiar Islam tanpa melanggar nilai-nilai etika. Menurutnya, tantangan umat Islam saat ini bukan hanya memahami teknologi, tetapi juga memastikan penggunaan yang selaras dengan ajaran dan prinsip Islam.

"Umat Islam harus mampu memanfaatkan teknologi ini untuk menciptakan narasi positif, memperluas jaringan dakwah, serta memperkuat ukhuwah. Namun, semua itu harus dilakukan dengan tetap menjaga akhlak dan etika yang Islami," tambahnya.

Lala Bumela Sudimantara, Ph.D., Direktur International Office & Partnership UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, menekankan pentingnya literasi digital bagi umat Islam di tengah arus globalisasi.

"Umat Islam tidak hanya dituntut untuk memahami teknologi, tetapi juga bagaimana mengintegrasikan etika Islam dalam interaksi di dunia maya. Literasi digital yang baik adalah kunci untuk menghadapi tantangan ini," tegas Lala.

Dalam paparannya, Lala menjelaskan bahwa literasi digital tidak hanya sekadar memahami cara menggunakan teknologi, tetapi juga menyangkut pemahaman mendalam tentang etika berkomunikasi, validasi informasi, dan upaya membangun konten positif di media sosial.

"Media sosial adalah wadah yang luar biasa untuk berdakwah dan menyampaikan pesan kebaikan. Namun, jika tidak digunakan dengan bijak, justru bisa menciptakan polarisasi dan memperburuk hubungan antarumat beragama. Oleh karena itu, membangun narasi positif adalah tugas kita semua," tambahnya.

Lala Bumela juga mendorong peserta untuk menciptakan konten yang berdampak luas bagi masyarakat, mengedukasi, sekaligus mempromosikan nilai-nilai Islam yang inklusif dan penuh kedamaian.

Seminar yang digelar di Auditorium Pascasarjana B lantai 3 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon ini, selain menghadirkan Lala Bumela Sudimantara,Ph.D, juga menampilkan Prof. Dr. Nadirsyah Hosen, LL.M., MA (Hons), Ph.D, sebagai narasumber utama, memberikan perspektif yang holistik tentang tantangan dan peluang di era teknologi digital bagi umat Islam.

Acara ini dihadiri oleh ratusan peserta dari kalangan akademisi, mahasiswa, dan masyarakat umum yang antusias mengikuti diskusi terkait isu-isu kontemporer dalam Islam. Kolaborasi antara Fakultas Syariah UIN Siber dan Yayasan GNH ini mencerminkan komitmen kedua pihak untuk menjawab tantangan global melalui pendekatan Islam yang modern dan inklusif.

Fakultas Syariah UIN Siber Cirebon Kolaborasi Dengan Yayasan Khazanah GNH Gelar Seminar Internasional

CIREBON, FC – UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang juga dikenal sebagai Cyber Islamic University (CIU), melalui fakultas syariah bekerja sama dengan Yayasan Gos Nadir Hosen (GNH), menggelar Seminar Internasional bertema "AI, Social Media and Islam in a Globalized World : Challenges and Opportunities". 

Acara ini berlangsung di Auditorium Pascasarjana B lantai 3 dan menghadirkan narasumber ternama, yaitu Prof. Dr. Nadirsyah Hosen, LL.M., MA (Hons), Ph.D. dari Monash University, Australia, serta Dr. Lala Bumela Sudimantara, Dosen sekaligus Direktur Intenasional Office & Patnership UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Kamis, (05/12/2024).

Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Keuangan, dan Perencanaan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Ilman Nafi’a, M.Ag., yang menekankan pentingnya seminar ini dalam memperkuat kajian keislaman di tengah tantangan era digital.

"Kehadiran Gus Nadir semakin memperkokoh kajian Islam di kampus kami, yang merupakan satu-satunya PTKIN di wilayah Ciayumajakuning. Momentum ini juga menjadi bagian dari perjalanan transformasi kami dari IAIN menjadi UIN Siber," ujarnya.

Prof. Ilman menambahkan, UIN Siber sedang menghadapi tantangan luar biasa. Yakni menjadi PTKIN namun harus tetap terbuka pada kajian-kajian keilmuan umum. "Kampus ini sedang menghadapi tantangan luar biasa. Mau tidak mau sebagai perguruan tinggi Islam tidak bisa lepas dari kajian Islam," tambah dia. 

Menurut Ilman, datangnya Nadir juga diharapkan membuka peluang kerja sama antara UIN Siber dan Melbourne University.  Tujuannya memperluas jejaring internasional sesama perguruan tinggi. 

"Saya berharap kehadiran Gus Nadir ke depan menjadi jembatan untuk mahasiswa apakah student exchange atau beasiswa S2 di Australia, termasuk dosen-dosennya apakah riset dan lain sebagainya," pungkas Ilman.

Prof. Ilman menambahkan bahwa kehadiran Gus Nadir membuka peluang kerja sama antara UIN Siber dan universitas internasional, termasuk Melbourne University. "Kami berharap ini menjadi jembatan untuk pertukaran mahasiswa, beasiswa S2, hingga kolaborasi riset bagi dosen dan mahasiswa," ungkapnya.

Wakil Dekan Fakultas Syariah, Ahmad Rofi’i, LL.M., MA., Ph.D., dalam sambutannya, menggarisbawahi urgensi tema seminar ini. "AI dan media sosial adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern. Sebagai institusi pendidikan Islam, kami memiliki tanggung jawab untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang bagaimana Islam dapat menjawab tantangan ini," katanya.

Ketua Yayasan Khazanah GNH, Tajwini Jahari dalam sambutannya pada Seminar Internasional bertema "AI, Social Media and Islam in a Globalized World : Challenges and Opportunities", menegaskan pentingnya pembahasan isu-isu kontemporer seperti kecerdasan buatan dan media sosial dalam perspektif Islam.

"Seminar ini adalah langkah strategis untuk menjembatani pemahaman antara teknologi modern dan nilai-nilai keislaman. AI dan media sosial telah mengubah wajah dunia, termasuk cara umat Islam berkomunikasi, belajar, dan berdakwah. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang bijak agar teknologi ini bisa menjadi alat yang bermanfaat dan tidak justru merugikan," ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi kolaborasi antara Yayasan GNH dan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam menghadirkan diskusi yang relevan dengan tantangan global. 

"Kami berharap seminar ini tidak hanya memberikan wawasan, tetapi juga menjadi pemicu inovasi dan solusi nyata bagi komunitas Muslim di era digital," tambahnya.

Sambutan ini menegaskan komitmen Yayasan Khazanah GNH untuk terus mendukung kajian Islam yang relevan dengan dinamika global, termasuk melalui kerja sama dengan lembaga pendidikan tinggi seperti UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Seminar ini menjadi salah satu upaya UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon untuk menghadapi tantangan transformasi sebagai PTKIN berbasis digital pertama di Indonesia. Dengan semangat kolaborasi, acara ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menjawab isu-isu global melalui pendekatan Islam yang inklusif dan inovatif. (Nur)

UIN Siber Cirebon Gelar Program Pemberdayaan Nelayan di Citemu, Olah Cangkang Rajungan Jadi Produk Bernilai Ekonomis

 

CIREBON, FC – UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon melalui program Litapdimas Pusat: Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2024 menyelenggarakan kegiatan pemberdayaan masyarakat nelayan bertema “Pemberdayaan Masyarakat Nelayan Melalui Pengolahan Cangkang Rajungan sebagai Program Pelestarian Lingkungan Pesisir Kabupaten Cirebon.” 

Acara yang berlangsung di Balai Desa Citemu ini bertujuan meningkatkan kesadaran lingkungan sekaligus memberdayakan masyarakat melalui inovasi berbasis limbah.

Acara diawali dengan sambutan dari Ketua Program Pengabdian kepada Masyarakat, Dr. H. Mustopa, M.Ag., yang menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi dan masyarakat. 

“Dosen seringkali terhalang tembok ruang kelas, tapi lewat kegiatan ini, kita bisa langsung melihat kondisi di lapangan dan belajar bersama. Kita akan mengolah limbah cangkang rajungan menjadi produk bernilai ekonomis yang ramah lingkungan,” ujarnya.

Kepala Desa Citemu, Heritianto, turut mengapresiasi inisiatif UIN Siber Syekh Nurjati. “Kami sangat bersyukur desa kami dipilih untuk program pembinaan ini. Kehadiran para dosen dan mahasiswa di sini sangat berarti bagi masyarakat kami,” katanya.

Kegiatan pemberdayaan ini terdiri dari dua sesi. Sesi pertama berupa edukasi tentang pentingnya menjaga ekosistem pesisir, disampaikan oleh Eko Putra. 

Dalam paparannya, ia menjelaskan dampak negatif limbah yang tidak dikelola dengan baik terhadap lingkungan, serta pentingnya pengelolaan limbah berbasis masyarakat.

Pada sesi kedua, peserta diajak langsung mempraktikkan cara mengolah limbah cangkang rajungan menjadi produk bernilai jual, seperti pupuk organik dan tepung. 

Dipandu oleh mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati, Faiz Naufal, sesi ini berhasil menarik antusiasme peserta. “Kami berharap keterampilan yang diajarkan dapat menjadi peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” ujar Faiz.

Program ini menjadi bukti nyata bagaimana kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, dan masyarakat dapat menciptakan solusi terhadap tantangan lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi. 

“Harapan kami, program ini menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk ikut serta menjaga kelestarian lingkungan sambil meningkatkan perekonomian lokal,” tutup Dr. Mustopa.

Acara ditutup dengan pemberian cenderamata kepada peserta yang aktif, simbol semangat kerja sama antara UIN Siber Syekh Nurjati, yang juga dikenal dengan Cyber Islamic University (CIU) bersama masyarakat Desa Citemu dalam menciptakan masa depan pesisir yang lebih berkelanjutan. (Nur)

Selasa, 03 Desember 2024

Rektor UIN Siber Cirebon Ikut Serta Dalam Pembukaan PMB PTKIN 2025 di Palembang

CIREBON – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., turut serta dalam pembukaan Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PMB PTKIN) Tahun 2025 yang dibuka secara resmi oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, di Kampus Jakabaring UIN Raden Fatah Palembang pada Selasa (03/12/2024). Acara ini dilaksanakan secara hybrid dengan tema inspiratif “Change the World.”

Dalam sambutannya, Menteri Agama menegaskan pentingnya PMB PTKIN sebagai momentum transformasi psikologi, kesadaran, dan tingkat kematangan anak muda.

“Jadikan PMB ini sebagai alat untuk mengukur sejauh mana pengaruh lembaga pendidikan ini terhadap transformasi psikologi anak-anak muda,” ujar Nasaruddin Umar.

Ia juga menambahkan bahwa tema "Change the World" mengandung makna perubahan diri sebagai langkah awal untuk mengubah dunia.

“Jika institusi ini ingin mengubah dunia, mulailah dari diri sendiri. Harus berani berpikir berbeda, memberikan inovasi, dan melakukan evaluasi,” tambahnya.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Abu Rokhmad, menekankan bahwa PMB PTKIN menjadi langkah strategis dalam membentuk sumber daya manusia unggul yang mampu bersaing di tingkat global.

“Kami harus bergerak cepat untuk meresmikan PMB PTKIN tahun 2025 ini, mengingat persaingan antar kampus semakin ketat,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia PMB PTKIN sekaligus Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Nyayu Khodijah, mengungkapkan bahwa proses seleksi nasional tahun ini dilakukan melalui Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN-PTKIN) dan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN).

“Sebanyak 58 PTKIN dan satu PTN di Indonesia akan melaksanakan seleksi dengan total kuota penerimaan 165.894 mahasiswa melalui jalur SPAN-PTKIN dan UM-PTKIN. Selain itu, terdapat jalur PMB Mandiri yang memberikan kesempatan tambahan,” jelas Nyayu.

Pendaftaran jalur SPAN-PTKIN akan dimulai pada 6 Januari 2025 hingga 25 Januari 2025, sementara jalur UM-PTKIN dibuka pada 22 April 2025 hingga 28 Mei 2025. Informasi lengkap dapat diakses melalui situs resmi www.ptkin.ac.id.

Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menyampaikan rasa optimisnya terkait penerimaan mahasiswa baru UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang kini resmi menggunakan nama baru sesuai dengan Perpres Nomor 60 Tahun 2024.

“Tahun ini adalah momen istimewa bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Dengan status baru ini, saya yakin akan semakin banyak mahasiswa yang antusias memilih UIN Siber sebagai tempat mereka menimba ilmu,” ungkap Prof. Aan.

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang juga dikenal sebagai Cyber Islamic University (CIU), terus berkomitmen menghadirkan pendidikan tinggi berbasis digital dengan pendekatan inovatif dan kompetitif, sejalan dengan tema besar PMB PTKIN 2025. (Nur)

Menteri Agama RI, Nasarudin Umar Membuka Secara Resmi PMB PTKIN 2025

PALEMBANG - Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia, Nasaruddin Umar membuka secara resmi Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PMB PTKIN) Tahun 2025 dengan mengusung tema “change the world” di Kampus Jakabaring UIN Raden Fatah, Palembang. Selasa, (03/12/2024).

Dalam sambutannya, Menteri Agama menekankan untuk memaknai PMB ini sebagai transformasi psikologi, transformasi kesadaran dan transformasi tingkat kematangan psikologis anak-anak muda.

“Jadikan PMB ini sebagai alat untuk mengukur seberapa besar pengaruh lembaga pendidikan ini terhadap transformasi psikoligi anak,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Menag juga mengatakan dengan tema yang diambil “change the world”, maka sebelum mengubah dunia, kita harus berani melakukan perubahan pada diri sendiri.

“Jika institusi ini ingin mengubah dunia, mulailah dari diri sendiri. Harus berani berpikir berbeda, memberikan berbagai inovasi dan berani melakukan evaluasi,” ujarnya.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Abu Rokhmad, menambahkan bahwa PMB PTKIN merupakan langkah strategis untuk membentuk sumber daya manusia yang berkualitas di berbagai aspek.

“Kami harus bergegas lebih awal, bergerak lebih cepat untuk meresmikan PMB PTKIN tahun 2025 ini, karena persaingan antar kampus sungguh luar biasa ketatnya,” tegas Abu Rokhmad.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia PMB PTKIN sekaligus Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Nyayu Khodijah, menjelaskan bahwa seleksi nasional tahun ini akan dilakukan melalui dua pola utama, yaitu Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN-PTKIN) dan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN).

“Tema yang diangkat pada PMB PTKIN tahun 2025 yaitu chage the world ini sangat relavan dengan perubahan dunia yang begitu cepat. Melalui PMB PTKIN 2025 ini, kami mengajak para mahasiswa PTKIN untuk mengubah dunia,” jelas Rektor.

Nyayu Khodijah juga menjelaskan sebanyak 58 PTKIN dan 1 PTN di seluruh Indonesia akan melaksanakan proses seleksi dengan menawarkan berbagai program studi.

“Kuota penerimaan SPAN-PTKIN akan menampung 74.337 orang, sementara UM-PTKIN menyediakan kuota 91.557 orang. Selain itu, terdapat jalur tambahan berupa PMB Mandiri di masing-masing perguruan tinggi yang memberikan kesempatan lebih luas kepada calon mahasiswa,” jelasnya.

Rektor juga menambahkan, ada dua hal yang dititikberatkan pada PMB PTKIN 2025 ini, yaitu PTKIN untuk dunia yang peduli, inovatif dan juga inspiratif. Serta PTKIN untuk Nusantara yang merangkul, terhubung dan kekayaan budaya.

Selain itu, Nyayu Khodijah berharap dengan peluncuran PMB PTKIN 2025 ini diharapkan dapat melahirkan generasi religius dan generasi yang selalu mengikuti perkembangan zaman,” harapnya.

Proses pendaftaran melalui jalur SPAN-PTKIN akan dimulai pada tanggal 06 Januari 2025 dan berakhir pada 25 Januari 2025. Sementara itu, pendaftaran melalui jalur UM-PTKIN akan dibuka mulai tanggal 22 April 2025 hingga 28 Mei 2025.

Informasi lebih lanjut mengenai PMB PTKIN Tahun 2025 dapat diakses melalui laman resmi di www.ptkin.ac.id.

Acara peluncuran ini turut dihadiri oleh pejabat Kementerian Agama, diantaranya Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Abu Rokhmad, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Ahmad Zainul Hamdi, Tenaga Ahli Muhammad Ainul Yaqin, Ketua Forum PTKIN beserta jajarannya, Panitia PMB PTKIN 2025, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sumsel, serta siswa dan siswi MAN, SMA di Sumatera Selatan, Pondok Pesantren, dan mahasiswa asing UIN Raden Fatah Palembang. (Nur)

Pemkab Cirebon Menggelar Hari Bakti Ke 79 Pekerjaan Umum

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon menggelar apel akbar dalam rangka memperingati Hari Bhakti ke-79 Pekerjaan Umum, bertempat di UPT Peralatan dan Perbengkelan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), Selasa (3/12/2024).

Acara tersebut menjadi momentum untuk menegaskan komitmen dalam pembangunan infrastruktur di wilayah Kabupaten Cirebon.

Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya menyampaikan, apresiasi atas dedikasi jajaran pekerjaan umum yang telah berkontribusi besar dalam pembangunan daerah.

Ia menekankan pentingnya peningkatan kinerja, terutama dalam menghadapi tantangan, seperti perbaikan infrastruktur, memenuhi harapan masyarakat, serta mitigasi banjir yang kerap terjadi di musim hujan.

“Selamat ulang tahun ke-79 untuk rekan-rekan pekerjaan umum. Semoga dedikasi yang telah diberikan membawa kebaikan bagi Kabupaten Cirebon,” katanya.

“Ke depan, tantangan pembangunan infrastruktur, harapan masyarakat, hingga mitigasi bencana seperti banjir di musim hujan, harus ditangani dengan baik,” ujar Wahyu menambahkan.

Ia menegaskan, revitalisasi dan pemeliharaan jalan menjadi prioritas pemerintah daerah. “Kita harus bekerja lebih baik lagi untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala DPUTR Kabupaten Cirebon, Ir Iwan Rizki menjelaskan, capaian dan tantangan dalam perbaikan infrastruktur jalan.

Menurutnya, sepanjang 71 kilometer jalan telah direvitalisasi tahun ini, dari total kebutuhan perbaikan sekitar 200 kilometer.

“Ini menunjukkan progres yang signifikan, meskipun bertahap. Setiap tahun kami hanya mampu merevitalisasi 50-60 kilometer jalan,” kata Iwan.

Iwan juga menyebut, bahwa perbaikan infrastruktur tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Cirebon, yang membutuhkan upaya berkelanjutan.

Hari Bhakti ke-79 ini, diharapkan menjadi momen refleksi sekaligus dorongan untuk meningkatkan kinerja, dalam membangun infrastruktur yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. (din)

Batik Khas Merawit Resmi Mendapat Sertifikat Indikasi Geografis Dari Kementerian Hukum dan HAM

KABUPATEN CIREBON — Kabupaten Cirebon kini memiliki batik dengan teknik khasnya, merawit, yang resmi mendapatkan sertifikat Indikasi Geografis (IG) dari Kementerian Hukum dan HAM.

Sertifikat ini, yang ditetapkan pada 4 November 2024, menjadikan batik merawit sebagai produk batik IG pertama di Kabupaten Cirebon dan menjadi yang keenam di Indonesia.

Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya menyampaikan, bahwa penerimaan sertifikat IG ini merupakan tonggak penting dalam upaya mempromosikan batik merawit, serta meningkatkan daya saing produk lokal.

“Ini adalah kebanggaan bagi kami. Ke depan, kami akan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan batik merawit dapat berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat, baik dari segi ekonomi maupun pelestarian budaya,” ujar Wahyu di Kantor Bupati Cirebon.

Penerimaan sertifikat IG juga membuka peluang untuk regenerasi perajin batik. Meskipun tantangan dalam melahirkan generasi baru perajin batik cukup besar, baik di Kabupaten Cirebon maupun di Indonesia.

Wahyu menekankan pentingnya pelatihan dan pemberdayaan bagi generasi muda, agar terus menjaga tradisi membatik.

“Kami berharap dengan adanya sertifikat IG ini, para perajin dapat lebih semangat dan bangga dengan produk mereka. Kami akan terus mendukung upaya-upaya yang bisa membantu regenerasi perajin batik di Cirebon,” katanya.

Dengan pengakuan IG ini, batik merawit bukan hanya menjadi kebanggaan lokal, melainkan dapat berkembang menjadi produk unggulan yang mendunia, membawa dampak positif bagi industri budaya Cirebon.

Batik merawit sendiri dikenal dengan teknik pembuatan garis tipis, seperti ranting atau rambut, yang membedakannya dari jenis batik lainnya.

Menurut Ketua Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik Indonesia (APPBI), Komarudin Kudiya, garis-garis halus tersebut memerlukan keahlian tinggi dan peralatan berkualitas.

“Proses pembuatan batik merawit tidak mudah. Canting yang digunakan harus berkualitas, begitu juga malam (lilin) yang harus dipanaskan dengan suhu yang tepat, agar garis tipisnya tetap terjaga,” ungkap Komarudin.

Batik merawit hanya diproduksi oleh perajin di delapan desa di Kabupaten Cirebon, yakni Trusmi Kulon, Trusmi Wetan, Kaliwulu, Wotgali, Gamel, Sarabau, Panembahan, dan Kalitengah.

Dan diperkirakan terdapat sekitar 1.000 perajin yang menguasai teknik ini di Kabupaten Cirebon.

Sertifikat IG diharapkan dapat meningkatkan nilai jual batik merawit, di mana setiap produk akan dilengkapi dengan barcode yang mencantumkan informasi mengenai motif dan pembuatnya.

Hal ini diharapkan, dapat memberikan insentif tambahan bagi perajin dan meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan.

“Motif sawat pengantin adalah salah satu motif yang banyak menggunakan teknik merawit. Dengan adanya sertifikasi IG, produk ini dapat lebih dikenal luas dan memiliki daya saing lebih tinggi,” jelasnya. (Nur)

Program Beasiswa BAZNAS Jawa Barat : 16 Mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Terima Manfaat

BANDUNG, FC – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Jawa Barat sukses menggelar Ceremony Program Beasiswa di Aula DMI Provinsi Jawa Barat, Jl. Soekarno-Hatta No. 458 Bandung. Acara ini dihadiri perwakilan dari 23 perguruan tinggi, termasuk UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, dan Universitas Padjadjaran. Senin, (02/12/2024).

Dalam program ini, sebanyak 110 mahasiswa dari 23 perguruan tinggi menerima beasiswa, termasuk 16 mahasiswa dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Program ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS untuk mendukung keberlanjutan pendidikan mahasiswa melalui dana zakat yang dikelola secara amanah.

Wakil Ketua IV BAZNAS Jawa Barat, H. Achmad Faisal, S.Pd., menyampaikan apresiasi kepada para penerima beasiswa dalam sambutannya. 

"Semoga bantuan ini menjadi jalan bagi keberhasilan pendidikan kalian, sehingga dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua II BAZNAS Jawa Barat, Dr. Ali Khosim, S.H.I., M.Ag., mengajak semua pihak untuk terus memperkuat kolaborasi dengan mengedepankan empat prinsip utama: Silaturahmi, Silatul Fikri (konektivitas pemikiran), Silatul Kasbi (konektivitas usaha), dan Silatud Du’a (saling mendoakan). 

“Zakat harus menjadi instrumen penting dalam kehidupan masyarakat. Kesadaran menunaikan zakat adalah kunci untuk membangun kesejahteraan umat,” tegasnya.

Ia juga menambahkan semoga kita semua menjadi manusia yang terbaik, sebagaimana sabda Rasulullah, Khoirun naas anfa’uhum lin naas (sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya).

Dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Ketua UPZ Syarifah Mudaim, Syifauzakia, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kerja sama strategis dengan BAZNAS Jawa Barat. 

Dalam testimoninya dijelaskan bahwa sebagian besar dana zakat yang dihimpun oleh UPZ UIN Siber berasal dari zakat profesi dosen dan ASN. Dana ini disetorkan secara rutin kepada BAZNAS Jawa Barat untuk mendukung berbagai program, termasuk beasiswa.

“Kerja sama ini adalah contoh nyata pengelolaan zakat yang profesional dan amanah. Kami berharap sinergi ini terus diperkuat dengan inovasi program yang memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat,” ujar Syifauzakia.

Dari total 1.907 pendaftar beasiswa BAZNAS Jawa Barat, hanya 143 mahasiswa dari 27 perguruan tinggi yang lolos seleksi administrasi. Akhirnya, 110 mahasiswa dari 23 perguruan tinggi dinyatakan layak menerima beasiswa, termasuk 16 mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang terpilih berdasarkan prestasi dan kebutuhan ekonomi.

Acara ini menjadi momen penting dalam memperkuat sinergi antara BAZNAS, Unit Pengumpul Zakat (UPZ), dan masyarakat dalam optimalisasi pemberdayaan zakat, khususnya untuk pendidikan. 

Dengan dukungan ini, para mahasiswa diharapkan dapat terus berkarya dan menjadi kebanggaan bagi perguruan tinggi serta masyarakat luas.

Melalui acara ini, BAZNAS Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk menjadikan zakat sebagai instrumen penting dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan inklusif. 

Harapan ke depan, kolaborasi dengan UPZ di perguruan tinggi dapat terus dikembangkan dengan program-program inovatif untuk kemajuan pendidikan dan kesejahteraan masyarakat. (Nur)