Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 19 Januari 2025

Pj Wali Kota Pimpin Rapat Penanganan Bencana Alam, Tingkatkan Koordinasi dan Kesiapsiagaan

CIREBON – Pj Wali Kota Cirebon, Dr (c ) Drs H Agus Mulyadi MSi, memimpin rapat penanganan bencana alam di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cirebon pada Sabtu malam (18/1/2025). Rapat tersebut bertujuan untuk memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana alam yang dapat terjadi di wilayah Kota Cirebon.

Dalam kesempatan tersebut, Pj Wali Kota memberikan apresiasi kepada perangkat daerah terkait yang telah bergerak cepat dalam merespons ancaman bencana.

“Saya mengapresiasi seluruh perangkat daerah yang telah menunjukkan kecepatan dalam bergerak. Ini penting untuk menjaga kesiapsiagaan kita,” ujarnya.

Ia juga menegaskan perlunya peningkatan koordinasi antar instansi terkait dalam penanggulangan bencana, agar penanganan dapat dilakukan secara efektif dan efisien.

Pj Wali Kota menambahkan, saat ini Kota Cirebon telah memiliki tim reaksi cepat yang siap dikerahkan apabila terjadi bencana. Selain itu, ia menyebutkan bahwa ada empat tahap dalam penanganan bencana yang harus diperhatikan, yaitu mitigasi, tanggap darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi.

“Kita harus siap dalam setiap tahapannya. Tim reaksi cepat sudah ada, dan kita terus tingkatkan kemampuannya,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Pj Wali Kota juga menyampaikan bahwa ke depan akan dibuka posko penanganan bencana di beberapa titik strategis.

“Potensi bencana bisa terjadi hingga bulan Juni, sehingga kami akan memastikan posko-posko tetap berfungsi dengan baik. Fungsi komunikasi juga sangat penting, harus ada satu komando dalam setiap aksi,” tambahnya.

Dalam hal ini, Pj Wali Kota juga menekankan pentingnya menjaga sarana dan prasarana yang ada, serta ketersediaan personil yang siap sedia. Ia juga mengingatkan pentingnya kesadaran bersama dalam menghadapi bencana. Pj Wali Kota mengajak seluruh elemen masyarakat untuk selalu waspada dan tidak lengah.

“Meskipun kita berharap tidak ada bencana, tetapi kita harus selalu siap menghadapi berbagai kemungkinan. Pemerintah akan terus melakukan langkah-langkah preventif, namun peran masyarakat juga sangat penting,” tambahnya.

Sementara itu, Pj Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Dr H Iing Daiman SIP MSi, turut memberikan informasi terkait layanan darurat bagi masyarakat. Ia menjelaskan bahwa masyarakat dapat menghubungi layanan Cirebon Siaga 112, yang merupakan saluran komunikasi darurat yang dapat diakses tanpa biaya pulsa.

Layanan ini terintegrasi dengan seluruh perangkat daerah, sehingga masyarakat bisa mendapatkan bantuan dengan cepat.

“Layanan ini sangat penting untuk memastikan bahwa setiap laporan darurat dapat segera ditindaklanjuti oleh tim terkait,” ujar Pj Sekda.

Lebih lanjut, Pj Sekda menjelaskan bahwa kecepatan dalam penanganan bencana sangat bergantung pada kemampuan komunikasi dan koordinasi antar instansi yang terlibat.

“Melalui sistem komunikasi yang terintegrasi ini, kita bisa memantau situasi dengan lebih baik dan memberikan respons yang cepat kepada masyarakat,” imbuhnya. (din)

Sabtu, 18 Januari 2025

Pemkab Cirebon Gerak Cepat Atasi Banjir Semalam

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon tengah menyiapkan langkah konkret untuk menangani dampak banjir yang melanda di lima kecamatan dan delapan desa.

Salah satunya dengan melakukan penanganan infrastruktur serta distribusi bantuan kepada warga terdampak.

Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya, menyampaikan hal tersebut saat meninjau Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khairiyah di Kelurahan Watubelah, Kecamatan Sumber, yang terdampak banjir bandang pada Jumat (17/1/2025) malam.

“Banjir ini berdampak pada lima kecamatan, yaitu Beber, Sumber, Weru, Tengah Tani, dan Talun, meliputi delapan desa dengan 2.430 jiwa terdampak dan 666 rumah yang terendam,” kata Wahyu, Sabtu (18/1/2025).

Ia menjelaskan, bahwa air di sejumlah titik sudah mulai surut, seperti di Desa Dawuan. Namun, ada satu perumahan yang masih tergenang, sehingga dilakukan upaya penyedotan air.

“Insya Allah, setelah debit air sungai menurun, kami akan menuntaskan penanganan di area tersebut,” ujarnya.

Pemkab Cirebon juga telah mendistribusikan bantuan berupa makanan, air bersih, serta alat kebersihan kepada warga terdampak.

Selain itu, petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dikerahkan untuk membersihkan area banjir.

“Pembersihan di beberapa titik sudah melibatkan Damkar, sementara DLH menangani pengangkutan sampah. Alat kebersihan juga kami bagikan kepada masyarakat untuk membantu proses ini,” jelas Wahyu.

Di Ponpes Al-Khairiyah, banjir menyebabkan kerusakan pada pagar, kaca, dan tanggul penahan tanah (TPT) di tepi sungai.

Wahyu mengungkapkan, kerusakan TPT menjadi perhatian utama, karena berisiko bagi rumah di sekitarnya jika banjir kembali terjadi.

Selain itu, tercatat satu korban luka akibat terkena benda tajam saat membantu evakuasi. “Korban sudah mendapatkan perawatan dan kondisinya berangsur membaik,” tambahnya.

Pemkab Cirebon juga akan bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan pemerintah provinsi untuk menyelesaikan masalah banjir secara menyeluruh.

“Kami akan berkoordinasi sesuai kewenangan masing-masing untuk menangani titik-titik yang membutuhkan perhatian,” tegasnya.

Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Sophi Zulfia, mengapresiasi langkah cepat Pemkab Cirebon dalam menangani banjir.

Ia juga mendorong koordinasi lebih lanjut dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk solusi jangka panjang.

“Ke depan, kami akan mencoba komunikasi lanjutan dengan pihak terkait untuk memperkuat upaya penanganan,” ujar Sophi. (Ara)

Pj Wali Kota Tinjau Lokasi Banjir dan Siapkan Langkah Antisipasi Lebih Lanjut

CIREBON – Pj Wali Kota Cirebon, Dr (c) Drs H Agus Mulyadi MSi, yang didampingi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Cirebon (BPBD), Andi Wibowo SSos MSi, serta kepala perangkat daerah terkait meninjau ke lokasi yang terdampak banjir di beberapa wilayah Kota Cirebon, Jumat (17/1/2025) malam. Hadir juga sejumlah unsur Forkopimda, termasuk Kalpores, Dandim, dan Danlanal.

Kunjungan ini dilakukan sebagai langkah untuk memantau kondisi sekaligus memastikan bahwa penanganan bencana berjalan dengan baik. Dalam kunjungan tersebut, Pj Wali Kota bersama pihak terkait melakukan asesmen langsung terhadap wilayah yang terdampak banjir, baik di kawasan perumahan maupun fasilitas publik.

Dari hasil asesmen yang dilaporkan, ditemukan bahwa empat kecamatan di Kota Cirebon mengalami dampak signifikan dari banjir kali ini. Keempat kecamatan tersebut adalah Harjamukti, Kesambi, Pekalipan, dan Lemahwungkuk.

Selain itu, terdapat enam kelurahan yang juga terdampak, dengan beberapa wilayah mengalami genangan air yang cukup tinggi.

“Beberapa titik terendam karena hujan deras yang berlangsung di wilayah hulu dan di hilir juga terjadi pasang,” ujar Pj Wali Kota.

Sebagai upaya untuk membantu warga yang terdampak, Pj Wali Kota menyatakan bahwa pihaknya sudah menyiapkan beberapa titik evakuasi di berbagai tempat yang lebih aman, seperti Baperkam, masjid, dan musola. Fasilitas-fasilitas ini akan dijadikan tempat penampungan sementara bagi warga yang perlu dievakuasi.

“Kami memastikan bahwa fasilitas-fasilitas ini siap digunakan untuk membantu warga yang membutuhkan tempat aman. Selain itu, kami juga terus berkoordinasi dengan Forkopimda dan BBWS untuk memastikan bantuan dapat segera disalurkan,” lanjut Pj Wali Kota.

Dalam situasi darurat ini, kolaborasi antara pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait sangat penting. Pj Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan bantuan, baik dalam bentuk tim evakuasi maupun tim medis.

“Terima kasih kepada Forkopimda, BBWS, dan semua pihak yang telah memberikan bantuan langsung. Tim medis dan evakuasi sudah dikerahkan untuk membantu warga yang terdampak. Kami juga akan segera mendistribusikan makanan cepat saji serta life saving kit untuk kebutuhan dasar warga yang membutuhkan,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Pj Wali Kota juga mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap perkembangan situasi. Mengingat hujan masih terus turun di beberapa wilayah hulu, dia berharap warga selalu memantau kondisi cuaca dan mengikuti arahan dari pemerintah serta petugas di lapangan.

“Kami minta warga untuk tetap mengikuti informasi terbaru dari pemerintah dan petugas, serta mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan terburuk,” ujarnya.

Pj Wali Kota menambahkan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan secara intensif, baik terhadap cuaca maupun kondisi di lapangan. Sebuah posko penanganan bencana juga akan didirikan di Kelurahan Pegambiran, yang akan menjadi pusat koordinasi dan distribusi bantuan untuk membantu warga yang terdampak banjir.

“Posko ini akan menjadi pusat informasi dan distribusi bantuan, serta tempat bagi warga untuk mendapatkan bantuan medis dan kebutuhan lainnya,” kata Pj Wali Kota.

Pemerintah Kota Cirebon berkomitmen untuk memberikan perhatian serius terhadap penanganan bencana ini. Pj Wali Kota menegaskan bahwa seluruh jajaran pemerintah akan terus berupaya seoptimal mungkin untuk membantu warga, baik dalam penanganan darurat maupun pemulihan pasca-bencana.

“Kami akan terus bekerja keras untuk memastikan warga yang terdampak bisa mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan, dan kita akan segera melakukan langkah-langkah pemulihan pasca-banjir,” tutup Pj Wali Kota. (din)

Jumat, 17 Januari 2025

DLH Kota Cirebon Tunjukkan Kinerja untuk Lingkungan Bersih dan Sehat

Kepala DLH Kota Cirebon, dr Yuni Darti, Sp.GK (dok)


CIREBON, FC - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon terus menunjukkan dedikasi dan kinerja yang baik dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Melalui pelayanan yang cepat dan efektif, baik dari para pegawai maupun pimpinan, DLH berhasil mewujudkan perubahan signifikan dalam upaya penanganan isu lingkungan di kota ini.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, yang dikenal tanggap dan sigap dalam menyikapi berbagai persoalan lingkungan, menjadi teladan bagi para pegawai dan masyarakat. 

Di bawah kepemimpinannya, DLH telah melaksanakan berbagai program, seperti penanaman pohon di berbagai area kota untuk mengurangi polusi udara dan meningkatkan ruang hijau. Selain itu, program pembersihan sampah secara rutin dilakukan, baik di saluran sungai maupun di kawasan pinggir pantai.

“Kerja keras ini adalah hasil kolaborasi semua pihak. Kami ingin menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat untuk masyarakat Kota Cirebon,” ujar Kepala Dinas LH.


Langkah cepat dan responsif DLH dalam menangani keluhan masyarakat terkait lingkungan mendapat apresiasi dari warga. Salah satu warga mengungkapkan kebanggaannya terhadap kinerja DLH, khususnya kepala dinas yang selalu hadir memberikan solusi terhadap masalah lingkungan.

“Saya sangat senang melihat kerja cepat DLH, terutama saat ada masalah seperti saluran sungai yang tersumbat atau tumpukan sampah di pinggir pantai. Dalam waktu singkat, masalah tersebut langsung diatasi. Kami sebagai warga merasa bangga dan sangat terbantu,” ujar Sintia, warga setempat.

Dengan komitmen tinggi dari seluruh jajaran DLH, Kota Cirebon diharapkan terus menjadi kota yang bersih, hijau, dan nyaman bagi seluruh warganya. Masyarakat juga diajak untuk turut menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama. (din)

Kamis, 16 Januari 2025

Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD 2026, Pj Bupati Cirebon: Fokus Pada Isu Strategis

KABUPATEN CIREBON — Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya, menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi dalam perencanaan pembangunan daerah.

Hal ini disampaikan dalam forum konsultasi publik untuk rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Cirebon tahun 2026 yang digelar di Hotel Aston Cirebon, Kamis (16/1/2025).

Turut hadir berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perangkat daerah, unsur kewilayahan, akademisi, hingga insan media.

“Hari ini kita melakukan forum konsultasi publik untuk rancangan awal RKPD Kabupaten Cirebon 2026. Kami melibatkan berbagai pihak, agar perencanaan ini lebih komprehensif dan mampu menjawab isu-isu strategis yang ada di masyarakat,” ujar Wahyu.

Ia mengapresiasi capaian pembangunan yang telah dilakukan pada tahun 2024, meskipun beberapa sektor masih membutuhkan perbaikan.

“Progres kita alhamdulillah baik. Ada sektor yang menunjukkan lompatan capaian, namun ada juga yang capaiannya belum memuaskan. Meski demikian, semuanya terus mengalami peningkatan,” katanya.

Melalui forum ini, Wahyu berharap, pemerintah daerah dapat mempertajam fokus pada isu-isu penting, seperti penanganan sampah, pengendalian banjir, perbaikan infrastruktur jalan, serta pengembangan sumber daya manusia.

“Untuk 2026, kita ingin lebih fokus menangani permasalahan mendesak yang dihadapi masyarakat. Misalnya, bagaimana pengelolaan sampah yang lebih efektif, pengendalian banjir yang sistematis, hingga pengembangan infrastruktur jalan yang merata,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan pembangunan bergantung pada sinergi antara semua pihak. Langkah yang simultan dan berkesinambungan diyakini mampu menghasilkan capaian yang lebih baik.

“Setiap langkah ini harus dilakukan secara simultan, berkesinambungan, sehingga capaian-capaian bisa terlihat jelas,” tutur Wahyu.

“Tahapan-tahapan pembangunan harus terukur dan transparan, agar visi besar kita untuk 2026 dapat terwujud,” lanjutnya.

Forum konsultasi publik ini menjadi ajang penting untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus memformulasikan solusi bersama.

Dengan melibatkan berbagai elemen, pemerintah daerah berupaya memastikan bahwa rencana kerja yang disusun benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Kami berharap diskusi ini dapat menghasilkan pemikiran yang tajam, sehingga mampu menjawab permasalahan masyarakat secara konkret. Dengan kebersamaan, kita pasti bisa mencapai hasil yang lebih baik,” pungkasnya. (din)

Selasa, 14 Januari 2025

Buka Rapat Kerja LPTQ 2025, Pj Bupati Cirebon Optimis Prestasi Tahun Ini Melejit

KABUPATEN CIREBON — Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya menghadiri rapat kerja Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Cirebon 2025 di Hotel Apita Cirebon, Selasa (14/1/2025).

Wahyu mengapresiasi capaian kinerja LPTQ Kabupaten Cirebon di tingkat provinsi.

Ia mengatakan, prestasi Kabupaten Cirebon pada gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-38 tingkat Jawa Barat 2024, berhasil tembus 10 besar dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya berada di posisi 16.

“Jadi, alhamdulillah, pada 2024 prestasi kita di level provinsi meningkat. Sebelumnya berada di posisi 16, sekarang masuk 10 besar,” ujar Wahyu.

“Ini sebuah prestasi, upaya besar dari seluruh perangkat bersinergi bisa tembus 10 besar,” kata Wahyu usai membuka rapat kerja LPTQ Kabupaten Cirebon 2025.

Ia menegaskan, capaian di tingkat provinsi itu menjadi motivasi untuk LPTQ Kabupaten Cirebon agar bisa lebih baik lagi.

Ia berharap, prestasi Kabupaten Cirebon pada gelaran MTQ tingkat Jabar bisa melebihi capaian pada 2024.

“Dengan rapat kerja ini, ingin mengupayakan supaya posisi kita 10 besar setidaknya bisa bertahan. Tapi, lebih baik lagi makin meningkat. Upaya-upaya, dan langkah-langkah jadi bagian pemikiran untuk mencapai itu,” ucapnya.

Wahyu menilai, proses seleksi dan pencarian bakat akan diperketat untuk meningkatkan prestasi Kabupaten Cirebon di level provinsi.

Sebab, lanjut dia, semakin serius dalam mengevaluasi, maka hasilnya pun akan lebih baik di kemudian hari.

“Semakin kita serius, semakin kita fokus memahami, mengevaluasi apa yang sedang dan akan dilakukan, maka mudah-mudahan, ke depan hasilnya lebih baik lagi,” tutur Wahyu.

Sementara itu, Ketua LPTQ Kabupaten Cirebon, M Syafrudin mengatakan, rapat kerja yang digelar ini merupakan upaya untuk mempersiapkan seleksi MTQ untuk tingkat Jabar.


Selain itu, rapat kerja juga merupakan bagian dari persiapan pelaksanaan MTQ tingkat Kabupaten Cirebon 2025.


“Tujuannya adalah mengevaluasi program dan kegiatan LPTQ 2024,” katanya. (DISKOMINFO)



Senin, 13 Januari 2025

DPRD Umumkan Pengusulan Pengangkatan Efendi Edo-Siti Farida sebagai Walikota-Wakil Walikota Cirebon

CIREBON – Rapat paripurna DPRD Kota Cirebon mengumumkan pengusulan pengangkatan Efendi Edo SAP MSi dan Siti Farida Rosmawati SPdI sebagai Walikota dan Wakil Walikota Cirebon di Griya Sawala, Senin (13/1/2025).

Selanjutnya, hasil usulan tersebut akan disampaikan DPRD kepada Kemendagri melalui pemerintah provinsi Jawa Barat.

Ketua DPRD Kota Cirebon Andrie Sulistyo SE menyampaikan, rapat paripurna pengusulan pengangkatan Walikota dan Wakil Walikota Cirebon itu merupakan amanat pasal 25 huruf e peraturan DPRD Kota Cirebon Nomor 1/2021 tentang Tata Tertib DPRD, dan pasal 154 ayat 1 huruf e UU nomor 23/2014 tentang Pemerintah Daerah.

“Alhamdulillah penetapan berjalan lancar, dan semua anggota DPRD bisa hadir dalam pengusulan penetapan yang diparipurnakan hari ini. Setelah ini kita akan segera langsung bawa ke Pemprovda Jawa Barat,” kata Andrie usai rapat.

Sedangkan tahap berikutnya, Andrie menjelaskan pelaksanaan pelantikan Walikota dan Wakil Walikota secara serentak masih mengacu pada Perpres Nomor 80/2024 tentang tata cara pelantikan kepala daerah, yakni pada tanggal 10 Februari 2025.

Kendati demikian, keputusan tersebut masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat, karena hingga saat ini masih ada sejumlah daerah yang mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi terkait pemilihan kepala daerah.

“Untuk pelantikan masih menunggu, secara aturan masih menggunakan Perpres 80 yang artinya belum ada perubahan. Tapi jika nanti berubah, kita ikuti peraturan selanjutnya seperti apa,” ujarnya.

Meski belum ada penyampaian visi misi dari kepala daerah, Andrie berpesan kepada kepala daerah terpilih untuk memprioritaskan infrastuktur serta kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat dalam penyusunan program kerja ke depan.

Ia pun menyatakan siap bekerja sama untuk melaksanakan program-program yang menjadi bagian dari upaya memajukan Kota Cirebon.

“Tentu kami siap bekerja sama, bersinergi untuk kepentingan Kota Cirebon sehingga dengan pimpinan yang baru dapat terjalin sinergitas antar DPRD dan eksekutif bisa beriringan berjalan bersama,” katanya.

Sementara itu, Walikota terpilih Efendi Edo SAP MSi akan segera berkomunikasi dengan Gubernur terpilih untuk menyelaraskan program kerja, seperti visi misi dan target 100 hari pertama kerja.

Ia juga berpesan kepada seluruh masyarakat Kota Cirebon agar tidak menjadikan perbedaan pilihan selama pilkada jadi alasan tidak kembali bersatu.

“Tentunya, kemarin kompetisi sudah selesai, sehingga sebagai warga Kota Cirebon tidak membedakan apapun, semua harus bersatu,” katanya. (din)

Pj Wali Kota Tinjau Hari Pertama Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis



CIREBON, FC – Pj Wali Kota Cirebon, Drs H Agus Mulyadi MSi didampingi Pj Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Dr H Iing Daiman SIP MSi meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Karyamulya 1, Senin (13/1/2025).

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cirebon terpilih, Effendi Edo SAP MSi dan Siti Farida Rosmawati SPdI, Bunda PAUD Kota Cirebon, Hj NR Madyawati SH MPd, dan perangkat daerah terkait.

Program MBG yang digagas oleh pemerintah ini menjadi langkah penting dalam memastikan generasi muda mendapatkan asupan gizi yang baik. Sebagai langkah awal, program MBG di Cirebon dimulai di dua lokasi, yakni di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Unit Dapur Jalan Karangjalak, Sunyaragi, dan Yayasan Miftahul Ulum di Jalan Sekar Kemuning.

Dalam kesempatan tersebut, Pj Wali Kota mengungkapkan bahwa program MBG di Kota Cirebon hari pertama pelaksanaannya sudah berjalan dengan lancar dan sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan.

“Alhamdulillah, pelaksanaan MBG salah satunya di SDN Karyamulya 1 berjalan dengan baik. Kami berharap program ini dapat terus berjalan lancar dan memberikan manfaat yang besar bagi anak-anak kita. Terima kasih kepada seluruh penyelenggara di SPPG,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, program ini akan terus berkembang, dengan kuota penerima manfaat yang akan ditambah sesuai dengan penugasan dari Badan Gizi Nasional (BGN).

“Kita menunggu petunjuk pelaksanaan (juklak) dari pemerintah pusat. Menu makanan yang disajikan sudah mencukupi kebutuhan gizi bagi anak-anak, dan kerjasama dengan yayasan juga berjalan baik untuk mendukung pelaksanaan program ini,” lanjutnya.

Rencananya, tambah Pj Wali Kota, kerjasama antar daerah juga akan dilakukan untuk memastikan kecukupan gizi di masing-masing wilayah terjamin.

“Harga dan mutu makanan akan tetap terjaga. Kami berharap program ini dapat menyentuh lebih banyak wilayah di Cirebon, terutama di kecamatan-kecamatan lain yang membutuhkan,” tambahnya.

Pj Wali Kota berharap, program MBG dapat membantu meningkatkan kualitas gizi anak-anak di Kota Cirebon, yang pada akhirnya akan mendukung perkembangan fisik dan kognitif mereka.

“Melalui program ini, semoga generasi muda di Kota Cirebon dapat tumbuh sehat dan cerdas, siap menghadapi tantangan di masa depan,” harapnya.

Sementara itu, salah satu siswa SDN Karyamulya 1, Muhammad Ardan, mengungkapkan rasa syukurnya atas program ini. “Makanannya enak, ada nasi, jeruk, ayam, tahu, dan sayuran. Semoga program ini terus berlanjut,” ujar Muhammad dengan senang. (Ara)