Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 23 Februari 2025

Wali Kota Cirebon Ikuti Retret Pembekalan Kepala Daerah di Magelang

CIREBON - Wali Kota Cirebon, Effendi Edo SAP MSi, bersama dengan ratusan kepala daerah lainnya mengikuti Retret Pembekalan Kepala Daerah 2025 yang digelar di Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah.

Dalam acara ini, para kepala daerah mengikuti serangkaian kegiatan, termasuk pengarahan dari Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, serta materi pembekalan terkait isu-isu penting seperti pencegahan korupsi, pertumbuhan ekonomi, hilirisasi, dan reformasi birokrasi.

Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, secara resmi membuka acara Retret Pembekalan Kepala Daerah 2025 pada Sabtu (22/2/2025). 

Dalam sambutannya, Tito menyampaikan pentingnya kegiatan ini sebagai ajang untuk memperkuat koordinasi antar kepala daerah, agar mereka dapat bekerja secara lebih sinkron dan efektif. 

"Retret ini menjadi momentum bagi kepala daerah untuk saling mengenal dan berkolaborasi demi kemajuan daerah masing-masing," ujar Tito.

Retret tersebut dihadiri oleh para kepala daerah dari seluruh Indonesia, termasuk gubernur, bupati, dan wali kota. Mereka mengenakan seragam Satpol PP sebagai bagian dari simbol kebersamaan dan kedisiplinan. 

Tito juga mengapresiasi sejumlah daerah yang sudah memanfaatkan kesempatan ini untuk mempererat hubungan antar kepala daerah. 

"Saya berharap hubungan yang terjalin di sini akan membantu mengurangi hambatan-hambatan yang selama ini ada, dan memudahkan kita untuk mewujudkan pemerintahan yang lebih baik," tambahnya.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menyatakan bahwa acara ini sangat bermanfaat dalam membentuk mental seorang pemimpin daerah. 

"Di sini, kami dilatih untuk menjadi pemimpin yang lebih baik dan lebih dekat dengan masyarakat. Selain itu, kegiatan seperti senam pagi dan latihan baris-berbaris menjadi sarana yang efektif untuk memperkuat kebersamaan dan disiplin di kalangan kami sebagai pemimpin daerah," kata Effendi.

Retret ini terdiri dari dua gelombang. Gelombang pertama, yang berlangsung dari 21 hingga 28 Februari 2025, diikuti oleh 505 kepala daerah dari seluruh Indonesia. 

Acara ini dilaksanakan setelah pelantikan kepala daerah pada 20 Februari 2025 di Jakarta. Sementara itu, gelombang kedua akan melibatkan 40 kepala daerah lainnya, dan penjadwalan kegiatan ini akan menunggu keputusan dari Mahkamah Konstitusi terkait hasil Pilkada.




Bakti Amal dan Kajian Terjemah Al-Qur'an : Bangun Peradaban Ilmu Melalui Cinta Pustaka UIN Siber Cirebon

CIREBON  – Dalam semangat kebersamaan menyambut bulan suci Ramadhan dan kecintaan terhadap Al-Qur’an, Komunitas Cinta Pustaka Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang juga dikenal dengan Cyber Islamic University (CIU), berkolaborasi dengan Perpustakaan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Jami’ Al-Munawwarah dalam menyelenggarakan Bakti Literasi & Kajian Terjemah Al-Qur'an bertajuk “Membangun Peradaban Melalui Ilmu dan Kepedulian”. 

Bertempat di Masjid Jami’ Al-Munawwarah, Kota Cirebon, acara ini sukses mempertemukan masyarakat, pelajar, dan akademisi dalam satu momen penuh inspirasi dan kepedulian sosial.

Hadir sebagai pemateri utama, Ustadz H. Ahmad Khoirudin, Lc., M.H. (Ketua Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum/PKBH UIN SSC) memberikan kajian mendalam mengenai terjemahan ayat-ayat suci Al-Qur’an serta mengulas nilai-nilai aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. Tausiyah inspiratif yang beliau sampaikan menggugah semangat peserta untuk semakin memahami makna Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

Acara ini juga mendapatkan dukungan penuh dari Komunitas Cinta Pustaka UIN SSC, dengan keterlibatan aktif Syibli Maufur, M.Pd. (Kepala Perpustakaan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon), Rifaldi Shafar (Ketua Komunitas Cinta Pustaka), Rahmadian Fatmawati (Ketua Pelaksana Komunitas Cinta Pustaka), serta jajaran panitia lainnya. Kehadiran Bapak Suwarso, S.Kom. dari DKM Masjid Al-Munawwarah beserta Remaja Masjid semakin menguatkan sinergi dalam menyukseskan acara ini.

Selain kajian, acara ini juga diisi dengan kegiatan bakti amal, sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama. Bantuan disalurkan kepada mereka yang membutuhkan, menegaskan pentingnya berbagi dalam meraih keberkahan hidup.

Keterlibatan aktif pelajar dari berbagai sekolah di Cirebon turut memperkaya acara ini. Peserta dari SMAN 1 Kota Cirebon, SMAN 2 Kota Cirebon, SMAN 6 Kota Cirebon, SMAN 8 Kota Cirebon, SMA Yadika Kota Cirebon, SMK Yadika Kota Cirebon, dan SMPN 3 Kota Cirebon hadir dengan antusias, berpartisipasi dalam sesi kajian dan diskusi yang menggugah pemikiran.

Lebih dari sekadar kajian dan bakti sosial, acara ini juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan UIN SSC kepada masyarakat, khususnya di wilayah Cirebon dan sekitarnya (Wilayah 3). Dengan memperkenalkan lingkungan akademik dan keislaman yang kuat, acara ini juga menjadi ajang promosi bagi Perpustakaan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai pusat literasi keislaman dan PKBH UIN SSC sebagai layanan hukum berbasis syariah.

Dengan harapan yang besar, kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai jembatan dalam memperkuat pemahaman terhadap Al-Qur’an, membangun kepedulian sosial, serta mempererat hubungan antara UIN SSC, masyarakat, dan dunia pendidikan. Semoga langkah kecil ini menjadi pijakan menuju ridho Ilahi dan keberkahan bagi kita semua.

UKM EL-FAHD UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Juara Dinus Futsal Cup 2025

 

SEMARANG – Prestasi gemilang kembali diraih oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) EL-FAHD UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang jugadikenal dengan Cyber Islamic University (CIU). 

Tim futsal kebanggaan kampus ini berhasil menjuarai Dinus Futsal Cup 2025, sebuah turnamen nasional bergengsi yang diselenggarakan oleh UKM Bola dan Futsal Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) Semarang pada tanggal 20-23 Februari 2025 di GOR Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang.

Perjalanan UKM EL-FAHD menuju juara penuh tantangan dan semangat pantang menyerah. Mengawali turnamen dengan kemenangan meyakinkan di Grup A, tim ini sukses melaju ke babak semifinal. 

Di semifinal, mereka berhadapan dengan Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung dalam pertandingan yang sangat ketat. Dengan strategi yang matang dan kerja sama tim yang solid, UKM EL-FAHD berhasil mengalahkan ITENAS dan melaju ke final, bertemu Universitas Semarang (USM).

Partai final berjalan sengit, dengan kedua tim menampilkan permainan terbaik mereka. Namun, semangat juang tinggi dan determinasi tim EL-FAHD akhirnya membuahkan hasil. 

Ahmad Dendi, mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), menjadi pahlawan kemenangan setelah mencetak gol tunggal yang menakjubkan di babak kedua, membawa timnya meraih kemenangan 1-0. Gol tersebut menjadi penentu, dan sorak-sorai kemenangan bergema di lapangan.

Tak hanya berhasil meraih gelar juara, dua pemain EL-FAHD juga meraih penghargaan individu. Ahmad Dendi dinobatkan sebagai Top Skor dengan 7 gol sepanjang turnamen, sementara Tubagus Al-Furqon Sasi Kirana terpilih sebagai Best Player berkat penampilan luar biasanya di setiap pertandingan. 

Kedua pemain ini berasal dari Program Studi Ekonomi Syariah FEBI, membuktikan bahwa prestasi akademik dan olahraga bisa berjalan seiring.

Sebagai Manajer; M. Rifqie Iskak Dimyatie, Pelatih; Dody Dahwana Putera, Asisten Pelatih; Dika Arif Darmawan. Dan inilah nama para pemain UKM EL-FADH:

1. Abin Dwi Ramadhan (Hukum Tata Negara - Fasya)

2. Fadel Muhamad Rizki (IAT - FUA)

3. Juliyanto (SKI - FUA)

4. Perdi Pirmansyah (SKI - FUA)

5. Zamaluddin (BKI - FDKI)

6. Dadan Ramdhan (PMI - FDI)

7. Tubagus Al-Furqon Sasi Kirana (Ekos - FEBI)

8. M. Irfan Padang (Ekos - FEBI)

9. Daffa Ahmad Faqih (Ekos - FEBI)

10. M. Fuad Ismail (Ekos - FEBI)

11. Oying Abdul Muhyi (HTN - Fasya)

12. Febri Aulia (HTN - Fasya)

13. Febry Zendry Maulana (HTN - Fasya)

14. Ahmad Dendi (Ekos - FEBI)

Keberhasilan ini tak lepas dari dukungan penuh berbagai pihak. Ketua Umum UKM EL-FAHD, Fadel Muhamad Rizki, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag, Wakil Rektor III, Prof. Dr. H. Hajam, M.Ag, Pembina UKM EL-FAHD, Tommy Saladin, M.Ag, serta Presiden DEMA Universitas Miftahul Rizqi yang mendukung tim melalui Kementerian Olahraga. Dukungan moral dan materi dari pimpinan universitas sangat berarti dalam perjalanan tim menuju prestasi ini.

Fadel berharap kemenangan ini akan menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon untuk terus berprestasi baik di bidang akademik maupun non-akademik. 

"Dengan semangat kemenangan ini, UKM EL-FAHD berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas permainan dan berusaha meraih prestasi lebih tinggi di turnamen-turnamen mendatang," ujarnya. (din)


Mahasiswa UIN Siber Cirebon Luncurkan Aplikasi Poricare untuk Mitigasi Banjir

CIREBON - Mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dari Jurusan Tadris Biologi yang tergabung dalam tim N2M dengan penuh semangat menyelenggarakan acara peluncuran aplikasi Poricare. 

Kegiatan ini menjadi tahap akhir implementasi inovasi mereka dalam ajang lomba Innovillage, sebagai bentuk kontribusi nyata dalam menghadirkan solusi berbasis teknologi untuk mitigasi banjir. Sabtu, (22/02/2025).

Poricare merupakan sistem digital berbasis sensor dan pemetaan yang dirancang untuk mendukung pembuatan serta pemeliharaan biopori secara lebih efektif dan efisien. 

Acara peluncuran ini berlangsung di ruang kelas MA Nurul Huda Munjul dan dihadiri oleh berbagai pihak yang memberikan dukungan terhadap inovasi ini, termasuk masyarakat sekitar, siswa, para guru, Ketua Jurusan Dr. Evi Roviati, S.Si., M.Pd., dosen pembimbing tim N2M Bambang Ekanara, M.Pd., pihak desa, serta mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Kegiatan yang dimulai pukul 14.00 WIB hingga 16.00 WIB diawali dengan sambutan dari berbagai pihak, termasuk perwakilan desa yang berharap aplikasi ini dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan. 

Ketua Jurusan serta dosen pembimbing turut memberikan apresiasi atas kerja keras tim N2M dalam menghadirkan solusi inovatif yang berbasis ilmu pengetahuan dan berdampak nyata di lapangan.

Selanjutnya, tim N2M memaparkan berbagai fitur unggulan dalam aplikasi Poricare, di antaranya:

1. Sensor Water Level - Memungkinkan pengguna untuk memantau ketinggian air tanah guna menganalisis efektivitas biopori dalam menyerap air hujan.

2. Peta Lokasi Biopori (Map) - Memudahkan pengguna untuk melihat lokasi biopori yang telah dibuat.

3. Sensor Curah Hujan - Memberikan informasi terkait intensitas curah hujan yang dapat digunakan untuk menentukan strategi terbaik dalam mitigasi banjir.

Penerapan biopori sebagai solusi resapan air sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 11: Kota dan Komunitas Berkelanjutan, yang bertujuan menciptakan lingkungan perkotaan yang aman dan tangguh. 

Dengan fitur-fitur unggulan yang dimiliki, Poricare tidak hanya menjadi alat edukasi tetapi juga solusi nyata dalam membangun komunitas yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim.

Tim N2M juga melakukan demonstrasi langsung mengenai cara kerja aplikasi Poricare. Peserta yang hadir dapat melihat secara langsung cara mengakses aplikasi, tampilan antarmuka yang mudah digunakan, hingga fitur-fitur utama yang telah dikembangkan. 

Demonstrasi ini bertujuan agar masyarakat, terutama siswa dan perangkat desa, dapat memahami cara menggunakan aplikasi dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Antusiasme peserta sangat tinggi, terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi yang terjadi selama sesi presentasi dan demonstrasi. 

Para peserta menunjukkan minat besar terhadap inovasi ini, terutama dalam hal potensi implementasi Poricare di daerah lain yang menghadapi permasalahan banjir serupa.

Peluncuran aplikasi Poricare ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran dan aksi nyata untuk mengatasi permasalahan banjir dengan pendekatan yang lebih modern dan berbasis teknologi. 

Dengan kolaborasi antara mahasiswa, akademisi, masyarakat, dan pemerintah desa, inovasi ini berpotensi berkembang lebih luas serta memberikan dampak positif jangka panjang bagi lingkungan.

Sebagai tim pengembang, tim N2M berharap aplikasi ini tidak hanya berhenti pada tahap perlombaan, tetapi juga dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan oleh berbagai pihak untuk menciptakan lingkungan yang lebih ramah air, hijau, dan bebas banjir.

Jumat, 21 Februari 2025

Pemkab Cirebon Persiapkan Verifikasi ODF Oleh Tim Provinsi Jawa Barat

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menggelar Sosialisasi Verifikasi Open Defecation Free (ODF) secara hybrid di Ruang Nyi Mas Gandasari, Setda Kabupaten Cirebon, Jumat (21/2/2025).

Kegiatan ini merupakan langkah persiapan sebelum verifikasi ODF oleh tim dari Provinsi Jawa Barat yang dijadwalkan berlangsung pada 24-26 Februari 2025.

Dalam sambutan Bupati Cirebon Imron, yang dibacakan oleh Asisten Daerah Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Mochamad Syafrudin, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan akses sanitasi sebagai bagian dari upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam persiapan verifikasi ODF ini,” katanya.

Ia menjelaskan, kesehatan adalah hak asasi setiap warga masyarakat, dan pemerintah memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa semua warga mendapatkan akses terhadap fasilitas sanitasi yang layak.

Oleh karena itu, Pemkab Cirebon harus berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan yang sehat dan bersih.

Ia menambahkan, bahwa keberhasilan verifikasi ODF, merupakan bukti nyata dari komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Sanitasi yang baik adalah faktor penting dalam mendukung kualitas hidup. Praktik buang air besar sembarangan (BABS) tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga menjadi sumber utama penyebaran penyakit, seperti diare, kolera, dan kecacingan,” ujarnya.

Dengan adanya verifikasi ini, kata dia, dipastikan bahwa seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Cirebon benar-benar terbebas dari kebiasaan tersebut.

“Saya mengajak seluruh pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun dunia usaha, untuk bersama-sama memastikan bahwa fasilitas sanitasi di setiap wilayah terus terjaga dan berfungsi dengan baik,” sambungnya.

“Mari kita tunjukkan kepedulian kita, dengan turut serta dalam pemenuhan kebutuhan sanitasi berupa jamban sehat bagi masyarakat,” tukasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinkes Kabupaten Cirebon, Edi Susanto, menjelaskan bahwa deklarasi ODF Kabupaten Cirebon telah dilakukan pada 27 Desember 2024 lalu.

Deklarasi ini merupakan pernyataan kepala daerah, bahwa masyarakat Kabupaten Cirebon telah terbebas dari perilaku BABS.

“Kini, kami bersiap untuk proses verifikasi oleh Tim Verifikator ODF Provinsi Jawa Barat,” ungkap dia.

Verifikasi ODF akan berlangsung dalam tiga tahap. Pada 24 Februari 2025, dilakukan verifikasi dokumen secara daring yang melibatkan kepala daerah, kepala perangkat daerah, camat, kepala puskesmas, serta kepala desa/kelurahan.

Selanjutnya, pada 25 Februari 2025, tim akan turun ke lapangan untuk meninjau kondisi di 12 kecamatan dan desa/kelurahan yang dipilih berdasarkan beberapa kriteria.

Seperti, desa pertama dan terakhir yang mendeklarasikan ODF, desa rawan BABS, serta desa dengan akses jamban tertinggi dan terendah.

Terakhir, pada 26 Februari 2025, hasil verifikasi akan diplenokan dan dipresentasikan kepada pemerintah daerah.

Edi menyampaikan, berbagai persiapan telah dilakukan sebelum pelaksanaan verifikasi, termasuk koordinasi dengan 60 petugas kesehatan lingkungan puskesmas pada 18 Februari 2025 dan diskusi lintas sektor dengan Bagian Kesra, perangkat daerah terkait, serta BAZNAS pada 19 Februari 2025.

“Kami berharap dengan adanya verifikasi ini, Kabupaten Cirebon benar-benar bisa mendapatkan pengakuan sebagai daerah bebas BABS,” ungkapnya.

“Selain itu, status ODF ini juga menjadi pintu masuk untuk verifikasi Kabupaten/Kota Sehat tahun 2025,” pungkasnya. (din)

Kamis, 20 Februari 2025

Usai Resmi Dilantik, Effendi Edo dan Siti Farida Rosmawati Berkomitmen Wujudkan Visi Kota Cirebon Tahun 2029

 

JAKARTA – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melantik 961 kepala daerah terpilih dalam acara serentak yang berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (20/1/2025). Pelantikan ini mencakup 33 gubernur-wakil gubernur, 363 bupati-wakil bupati, serta 85 wali kota-wakil wali kota dari seluruh Indonesia.

Di antara kepala daerah yang dilantik, Effendi Edo dan Siti Farida Rosmawati resmi dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cirebon untuk periode 2025-2030.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa acara pelantikan serentak ini merupakan momen bersejarah dalam pemerintahan Indonesia. "Saudara-saudara saya ingin ingatkan atas nama negara dan bangsa Indonesia bahwa saudara dipilih, saudara adalah pelayan rakyat," ujar Prabowo.

Ia juga mengingatkan para kepala daerah yang baru dilantik agar senantiasa mengutamakan kepentingan rakyat, serta berkomitmen untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat. Tak hanya itu, Prabowo menekankan bahwa meskipun para kepala daerah berasal dari berbagai latar belakang politik, agama, dan suku, mereka semua merupakan bagian dari satu bangsa besar, Indonesia. 

"Kita telah lahir dalam keluarga besar nusantara, keluarga besar Republik Indonesia, keluarga besar Merah Putih, keluarga besar Bhinneka Tunggal Ika, kita berbeda-beda tapi kita satu," tegas Prabowo.

Prabowo menilai, para kepala daerah yang dilantik ini telah melaksanakan suatu kampanye yang tidak ringan. Untuk itu, lanjut Prabowo, kepercayaan rakyat adalah amanah yang harus dijaga dengan kerja keras. 

"Saudara telah turun ke rakyat, saudara telah minta kepercayaan rakyat dan alhamdulillah saudara berhasil meraih kepercayaan rakyat masing-masing. Harus membela kepentingan rakyat, dan berjuang untuk perbaikan hidup masyarakat," pesannya.

Usai pelantikan, Effendi Edo menyampaikan komitmennya untuk mewujudkan visi terwujudnya Kota Cirebon Sejahtera, Tertata, Aspiratif, Religius, Aman dan Berkelanjutan Tahun 2029. 

"Semoga ini awal dari komitmen kerja bersama untuk Kota Cirebon yang lebih baik. Kami mengajak semua pihak untuk berkontribusi dalam mewujudkannya," ujar Edo.

Edo juga menegaskan bahwa kedekatan dengan masyarakat akan terus dijaga. Ia berkomitmen untuk terus berdialog dengan warga, serta menerima kritik dan saran demi kemajuan kota. “Selama itu untuk kebaikan Kota Cirebon saya menerima kritik, saran dan masukan,” katanya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida, turut menyatakan kesiapannya untuk bekerja bersama Edo dalam menata pemerintahan dan meningkatkan pelayanan publik. “Kami akan saling mendukung untuk mewujudkan visi SETARA, dan kami memohon dukungan dari seluruh masyarakat Cirebon,” ujarnya. (din)



Pemkab Cirebon Tekankan Keberlanjutan Program Dalam Pelantikan Bupati Definitif

KABUPATEN CIREBON — Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para kepala perangkat daerah menyaksikan Pelantikan Kepala Daerah (KDH) dan Wakil Kepala Daerah (WKDH) secara serentak tahun 2025.

Acara tersebut berlangsung di Ruang Nyi Mas Gandasari, Setda Kabupaten Cirebon, pada Kamis (20/2/2025).

Dalam kesempatan itu, Wahyu menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya pelantikan Imron serta Agus Kurniawan Budiman sebagai Bupati dan Wakil Bupati Cirebon definitif periode 2025-2030.

Ia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja sama, selama masa jabatannya sebagai Pj Bupati sekitar 9 bulan tiga hari di Kabupaten Cirebon.

“Banyak hal yang telah kami lakukan bersama, namun ada juga yang masih belum terselesaikan. Mudah-mudahan program yang belum tuntas dapat dilanjutkan oleh Bupati dan Wakil Bupati definitif,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Kabupaten Cirebon atas dukungan dan partisipasi mereka dalam pembangunan daerah.

Selain itu, ia memohon maaf, jika selama masa jabatannya masih terdapat hal yang belum optimal dalam upaya memajukan Kabupaten Cirebon.

“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, dan mudah-mudahan ke depan Kabupaten Cirebon semakin maju, gemilang, dan menyejahterakan masyarakat,” tambahnya.

Wahyu berharap, Bupati dan Wakil Bupati Cirebon definitif mampu menyelesaikan berbagai tantangan daerah, termasuk infrastruktur, investasi, pengelolaan sampah, ketahanan pangan, irigasi, serta penanganan stunting, kemiskinan, dan pengangguran.

“Saya menekankan pentingnya sinergi semua pihak dalam mengatasi persoalan tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dalam sambutannya menegaskan pelantikan serentak ini merupakan momen bersejarah bagi Indonesia.

Sebanyak 961 kepala daerah, termasuk gubernur, bupati, dan walikota, dilantik serentak di Istana Merdeka Jakarta oleh kepala negara.

“Ini menunjukkan, Indonesia memiliki demokrasi yang hidup dan dinamis. Saudara-saudara yang telah terpilih berasal dari latar belakang berbeda dan telah berhasil meraih kepercayaan rakyat,” kata Presiden Prabowo.

Ia mengingatkan para kepala daerah yang baru dilantik, bahwa mereka adalah pelayan rakyat yang harus mengutamakan kepentingan masyarakat di atas segalanya.

Presiden juga menegaskan pentingnya menjaga persatuan dalam keberagaman suku, agama, dan latar belakang politik.

“Saudara adalah pelayan rakyat, saudara adalah abdi rakyat. Tugas saudara adalah membela kepentingan rakyat dan memperjuangkan kesejahteraan mereka,” tegasnya. 

Rabu, 19 Februari 2025

Pelantikan PWI Kota Cirebon, Pj Wali Kota Ajak Pers Dukung Ketahanan Pangan

CIREBON – Pj Wali Kota Cirebon mengajak Pers Dukung Ketahanan Pangan, hal itu disampaikan pada acara Peringatan Hari Pers Nasional Tahun 2025 serta pelantikan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Cirebon periode 2024-2027 ya g berlangsung di Balai Kota Cirebon, Rabu, 19 Februari 2025.

Acara ini dihadiri oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Cirebon, Dr. Drs. H. Agus Mulyadi, M.Si., Pj Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Dr. H. Iing Daiman, S.I.P., M.Si., serta Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon, Ma'ruf Nuryasa, A.P., M.M.

Peringatan Hari Pers Nasional kali ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan kontribusi besar insan pers dalam memberikan informasi yang mendidik, menjaga transparansi, serta memperjuangkan hak-hak publik melalui pemberitaan yang objektif dan profesional.

Dalam kesempatan tersebut, Pj Wali Kota Cirebon mengucapkan selamat kepada pengurus PWI yang baru dilantik dan berharap agar mereka dapat menjaga serta meningkatkan kualitas organisasi.

"Semoga PWI Kota Cirebon semakin solid dalam memberikan peran yang positif bagi dunia pers dan pembangunan daerah," ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada pengurus PWI sebelumnya yang telah berkontribusi dalam mengembangkan dunia jurnalistik, menjaga kebebasan pers, serta mendukung pembangunan di Cirebon dan Indonesia. Pj Wali Kota menyampaikan terima kasih atas dedikasi mereka dalam memajukan sektor jurnalistik.

Tema peringatan Hari Pers Nasional tahun ini adalah "Pers Mengawal Ketahanan Pangan untuk Kemandirian Bangsa". Pj Wali Kota menegaskan bahwa ketahanan pangan adalah salah satu pilar utama dalam menjaga stabilitas negara, sehingga pers memiliki peran penting dalam mengawal isu-isu terkait sektor pertanian dan pangan.

"Pers dapat memastikan kebijakan pemerintah berjalan dengan baik dengan memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat, serta mendorong kesadaran akan pentingnya konsumsi pangan lokal yang bergizi dan berkelanjutan," jelasnya.

Ia juga mengajak pers untuk berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat agar lebih sadar akan pentingnya bertani dan memanfaatkan potensi alam guna mengurangi ketergantungan terhadap impor pangan.

"Mari kita berkolaborasi untuk menciptakan ketahanan pangan yang mandiri di Cirebon," tambahnya.

Selain itu, Pj Wali Kota menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pers dalam pembangunan daerah. Pers yang profesional dan berintegritas sangat diperlukan untuk mendukung berbagai program pro-rakyat, termasuk di bidang kesehatan, pendidikan, infrastruktur, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

"Pemerintah Kota Cirebon selalu membuka ruang untuk berdialog dengan para wartawan, karena masukan dan kritik konstruktif dari media sangat membantu pemerintah dalam bekerja lebih baik lagi," tuturnya.

Ketua PWI Kota Cirebon juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh insan pers atas dedikasi dan profesionalisme mereka dalam menjalankan tugas.

"Semoga kerja sama yang baik antarwartawan dapat terus terjalin, dan pers tetap menjadi garda terdepan dalam menyuarakan kebenaran serta berkontribusi dalam pembangunan Cirebon," harapnya. (din)


Pelantikan Pengurus PWI Kota Cirebon 2024-2027 Berlangsung Meriah, Dibarengi Diskusi Urun Rembuk Wartawan

 

Prosesi Pelantikan Pengurus PWI Kota Cirebon oleh Pengurus PWI Jawa Barat


CIREBON, FC - Pelantikan Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Cirebon periode 2024-2027 berlangsung khidmat dan meriah pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2025 tingkat Kota Cirebon, Rabu, (19/02/2024).

Acara yang digelar di ballroom Kota Cirebon ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Pj Wali Kota Cirebon, Sekda Kota Cirebon, Kapolres Cirebon, unsur Muspida, Kepala DKIS, OKP, Ormas, para pemilik media dan wartawan serta tamu undangan lainnya.

Pelantikan pengurus PWI Kota Cirebon dilakukan langsung oleh PWI Jawa Barat, menandai awal kepemimpinan baru dalam organisasi kewartawanan tersebut. 

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS didapuk sebagai keynote speaker, memberikan wawasan mendalam terkait peran pers dalam pembangunan daerah.

Usia melantik, Ketua PWI Jawa Barat, Ilman Hidayat menekankan bahwa organisasi PWI harus menjadi garda terdepan dalam membangun bangsa melalui karya-karya berita, melalui kerja jurnalis profesional dengan tetap mengedepankan UU PERS No 40 Tahun 1999 dan menjalankan Kode Etik Jurnalistik. 

Ilman juga meminta agar Alif Santosa sebagai Ketua PWI Kota Cirebon terlantik untuk terus bisa mengawal pembangunan di Kota Cirebon, serta merangkul semua wartawan dan juga memberikan pembinaan pada internal keanggotaan di PWI Kota Cirebon.

"Jadi mas Alip harus banyak merangkul teman-teman. Selain juga pembinaan, juga keanggotaan PWI harus terus ditambah, dibesarkan," pesannya.

PJ Walikota Kota Cirebon, Dr H Agus Mulyadi, M.Si pada sambutannya menyampaikan ucapan selamat atas peringatan Hari Pers Nasional ke-79 serta menekankan pentingnya peran pers dalam mendukung pembangunan Kota Cirebon. 

Ia juga menjelaskan tentang ketahanan pangan yang tengah menjadi fokus pemerintah daerah. 

"Kota Cirebon saat ini memiliki ketahanan pangan yang baik, baik dari sisi ketersediaan pasokan maupun produksi, bahkan kita dalam kondisi surplus," ungkapnya.

Sementara pada prosesi pelantikan, acara ini dirangkaikan dengan diskusi urun rembuk wartawan dalam membangun Kota Cirebon ke depan. 

Menurut Ketua PWI Kota Cirebon terlantik, Alif Santosa, bahwa wartawan harus jeli dalam tugasnya. Sebagai garda terdepan dalam memberikan informasi, wartawan harus kuat dalam menjalankan Kode Etik Jurnalistik. 

Alif juga menyinggung soal diskusi wartawan sebagai wadah bagi para jurnalis untuk memberikan masukan dan pandangan strategis guna mendukung pembangunan daerah, terutama dalam hal transparansi, informasi publik, dan keterlibatan masyarakat dalam kebijakan pemerintah.

"Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi insan pers di Kota Cirebon untuk terus berkontribusi dalam membangun daerah melalui jurnalisme yang profesional, kritis, dan konstruktif," ucapnya.

Di akhir sambutannya, Alip berharap kepengurusan PWI yang baru dapat semakin memperkuat peran wartawan sebagai mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam menyebarluaskan informasi yang akurat dan mendidik.(din)

Selasa, 18 Februari 2025

Catatan Positif Pemkab Cirebon, Dari Stunting Hingga Kemantapan Jalan

KABUPATEN CIREBON — Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya menyampaikan capaian kinerjanya selama menjabat. Hal tersebut disampaikannya pada saat melakukan silaturahmi bersama insan media di Kabupaten Cirebon, Senin (17/2/2025).

Sebanyak 11 program prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon yang digenjot, dari mulai peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) hingga normalisasi sungai dan tanggul.

Sekadar diketahui, Wahyu menjabat dilantik sebagai Pj Bupati Cirebon pada Jumat, 17 Mei 2024. Selama menjabat, Wahyu langsung ‘ngegas’ membenahi Kabupaten Cirebon.

Dari mulai persoalan IPM, stunting, kemiskinan, pengangguran, layanan publik, investasi, pengelolaan sampah, tenaga honorer, kerja sama daerah, infrastruktur, hingga normalisasi sungai dan tanggul.

Pertama, soal IPM. Pada 2023, IPM Kabupaten Cirebon mencapai 71,81. Selama masa kepemimpinan Wahyu Mijaya, IPM di Kabupaten Cirebon mengalami peningkatan. Pada 2024, IPM Kabupaten Cirebon mencapai 72,30.

Beberapa komponen yang menjadi penunjang kenaikan IPM itu di antaranya, harapan lama sekolah, rata-rata lama sekolah, usia harapan hidup, dan pengeluaran per kapita. Empat komponen ini mengalami kenaikan.

Sementara itu, persoalan stunting atau tengkes juga berhasil ditekan. Angka stunting sejak Mei 2024 hingga Januari 2025 mengalami penurunan.

Pada Mei 2024, angka stunting di Kabupaten Cirebon mencapai 12.379 kasus. Kemudian, menurun menjadi 8.364 kasus pada Januari 2025.

Selama menjabat, Wahyu juga berhasil menurunkan angka kemiskinan esktrem di Kabupaten Cirebon. Angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Cirebon pada 2023 sebesar 36.640 orang atau 1,65 persen.

Sementara itu, angka kemiskinan ekstrem pada 2024 menurun menjadi 27.714 orang atau 1,13 persen.

Penduduk miskin juga menurun. Jumlah penduduk miskin pada 2023 sebesar 11,20 persen dari jumlah penduduk, atau 249,18 ribu orang. Pada 2024, jumlah penduduk miskin sebesar 245,92 ribu atau 11 persen.

Capaian lainnya adalah penurunan angka pengangguran. Jumlah pengangguran pada 2024 menurun sebanyak 7.029 jiwa dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada 2023, jumlah pengangguran di Kabupaten Cirebon mencapai 10.204 jiwa, kemudian menurun menjadi 3.175 pada 2024.

Sementara itu, jika dihitung sejak Mei 2024 hingga Februari 2025, jumlah penurunan pengangguran mencapai 7.698 orang.

Capaian penurunan pengangguran itu berhasil diganjar penghargaan oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI pada 2024 dalam ajang Naker Festival yang digelar pada 23 Agustus 2024.

Pemkab Cirebon mendapatkan penghargaan kategori ‘Layanan terpadu Satu Atap Pekerja Migran (LTSA-PMI) Terbaik’.

Sementara itu, di sektor pelayanan publik juga meningkat. Angka kepatuhan penyelenggaraan pelayanan publik meningkat dari 84,24 persen pada 2023, menjadi 93,64 persen pada 2024.

Kemudian, tingkat kepuasan masyarakat meningkat menjadi 85,45 persen pada 2024, sebelumnya 84,17 persen pada 2023.

Dan, Indeks Pelayanan Publik (IPP) juga meningkat menjadi 4,24 (A-) pada 2024, sebelumnya 3,82 (B) pada 2023.

Selama Wahyu Mijaya menjabat sebagai Pj Bupati Cirebon, sektor ekonomi juga mengalami peningkatan. Investasi di Kabupaten Cirebon mencapai Rp 3,1 triliun pada 2024, sebelumnya pada 2023 sebesar Rp 3 triliun. Dan, berhasil menyerap tenaga kerja sebanyak 17.311 orang.

Proses pengelolaan sampah juga membaik. Saat ini potensi timbunan sampah di Kabupaten Cirebon mencapai 1.324,38 ton per hari. Sampah yang berhasil dikelola sebanyak 381 ton per hari pada 2024.

Sebelumnya, hanya 327 ton per hari pada 2023. Penanganan sampah berbasis desa sudah dilakukan dan mencapai 27 ton hari, kemudian berbasis masyarakat 23 ton per hari pada 2024.

Selain pengelolaan, sejumlah gebrakan juga dilakukan Wahyu Mijaya melalui penanggulangan sampah di TPS liar. Sejumlah TPS liar ditutup selama Wahyu menjabat sebagai Pj Bupati Cirebon, seperti di Kecamatan Pabedilan, Losari, dan Jamblang.

Pemkab Cirebon pada 2024 telah melaksanakan penataan tenaga non-ASN dengan jumlah formasi PPPK. Jumlah pelamar yang lulus seleksi sebanyak 1.737 orang. Sedangkan pelamar yang tidak lulus sebanyak 1.656 orang dan dapat diusulkan menjadi PPPK paruh waktu.

Kemudian, pada tahap II pelamar mencapai 3.240 orang, kebutuhannya 303 orang. Pelamar yang tidak lulus 2.937 yang diusulkan menjadi PPPK paruh waktu.

Sementara itu, soal kerja sama daerah juga banyak dilakukan sepanjang Wahyu Mijaya menjabat sebagai Pj Bupati Cirebon.

Sebanyak 11 kerja sama dengan pemerintah dan instansi lainnya sudah dilakukan, salah satunya kesepakatan kerja sama dengan Pemkab Kuningan tentang penanggulangan bencana.

Kemudian, saat ini ada empat kerja sama daerah yang sedang dilakukan, salah satunya kerja sama dengan ITB tentang program makan bergizi gratis di Kabupaten Cirebon.

Pemkab Cirebon juga berupaya untuk mengurai persoalan banjir dengan 35 normalisasi sungai di beberapa titik. Pemkab Cirebon sudah melakukan sebanyak 35 kali pengerjaan untuk menanggulangi banjir, dari normalisasi sungai, pengangkatan eceng gondok, pembersihan pantai, tanggap darurat penutupan tanggul dan lainnya sepanjang 2024.

Terakhir, soal kemantapan jalan di Kabupaten Cirebon. Kemantapan jalan di Kabupaten Cirebon meningkat menjadi 84,91 persen pada 2024, sebelumnya 84,56 persen pada 2023.

Kondisi mantap ini merupakan jalan kategori baik ditambah dengan kategori sedang, totalnya sepanjang 1.053,10 kilometer dari total panjang jalan di Kabupaten Cirebon yang mencapai 1.240,30 kilometer.

Selebihnya masuk kategori rusak ringan dan berat, yakni sepanjang 187,2 kilometer atau 15,09 persen dari total panjang jalan di Kabupaten Cirebon. (Azis)

Forum Anak Kabupaten Cirebon Ciptakan Ruang Keratifitas dan Karakter Anak Sejak Dini

 


KABUPATEN CIREBON — Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya, menghadiri Forum Anak Kabupaten Cirebon (FONKACI) yang diselenggarakan oleh TP PKK Kabupaten Cirebon berkolaborasi dengan DPPKBP3A Kabupaten Cirebon di ruang Nyi Mas Gandasari, Setda Kabupaten Cirebon, Selasa (18/2/2025).

Hadir pula Kepala dan Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cirebon, Hj. Eni Suhaeni, S.KM, M.Kes. dan dr. Dwi Sudarni, MARS, beserta jajaran.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka pemenuhan hak anak dalam menciptakan lingkungan yang ramah anak, serta memberikan ruang bagi anak-anak dan para Bunda Forum Anak Kecamatan, untuk berkarya dan mengekspresikan diri.

Sekaligus peluncuran buku “Ayah, Ibu Tolong Dengarkan Suara Kami”, di mana isinya merupakan rangkuman hasil lomba surat cinta untuk ayah dan bunda hasil karya anak-anak Kabupaten Cirebon, yang kemudian dibukukan.

Hal ini dilakukan agar anak-anak merasa bangga bahwa hasil karya mereka dapat diabadikan dalam sebuah buku dan pastinya akan dikenang oleh mereka seumur hidup.

Dalam sambutannya, Wahyu Mijaya menegaskan, bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang positif bagi anak-anak.

“Melalui berbagai lomba yang diselenggarakan, seperti lomba desain batik, lomba menulis surat cinta untuk ayah dan bunda, serta lomba vlog Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital Cegah Kekerasan (PAAREDI CEKAS), anak-anak tidak hanya berkompetisi, tetapi juga mendapatkan edukasi yang berharga,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bahwa setiap perlombaan memiliki nilai edukatif tersendiri. Lomba desain batik, misalnya, menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal, di mana temanya adalah tumbuhan berkolaborasi dengan mega mendung khas batik Kabupaten Cirebon, dengan tujuan untuk mendorong ekonomi kreatif daerah.

Sementara itu, lomba menulis surat cinta untuk ayah dan bunda bertujuan menyuarakan hati anak-anak terhadap orang tuanya. Selain mempererat komunikasi dalam keluarga, hal ini juga menjadi pondasi utama tumbuh kembang anak.

Lomba vlog PAAREDI CEKAS memberikan ruang bagi orang tua untuk berbagi praktik pola asuh terbaik, guna mencegah kekerasan terhadap anak di era digital.

Agar pemerintah maupun masyarakat memahami betapa pentingnya kegiatan anak-anak untuk mengisi waktu luang mereka, sehingga tidak kecanduan gadget.

Wahyu juga mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak, termasuk sponsor dan mitra atau CSR yang telah menunjukkan kepedulian terhadap masa depan anak-anak.

“Dukungan dari sektor swasta membuktikan bahwa semakin banyak pihak memahami pentingnya investasi dalam pembangunan karakter generasi penerus,” tambahnya.

Sementara itu, Pj Ketua TP PKK sekaligus Bunda Forum Anak Kabupaten Cirebon, Risfa Wahyu Mijaya menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan kegiatan ini.

Menurutnya, TP PKK memiliki peran penting dalam mendukung pendidikan karakter anak melalui 10 program pokok PKK.

“Kami ingin memastikan bahwa anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang penuh kasih sayang, bimbingan, serta nilai-nilai moral yang kuat,” katanya.

Risfa juga menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung tumbuh kembang anak.

“Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui DPPKBP3A berperan dalam merancang kebijakan perlindungan anak, TP PKK mendukung pendidikan karakter melalui pemberdayaan keluarga, dan Forum Anak Kabupaten Cirebon (FONKACI) dengan jargon ”Sing alit kang suwanten”, artinya yang kecil yang bersuara, menjadi wadah bagi anak-anak untuk menyuarakan aspirasi mereka,” jelasnya.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan anak-anak Kabupaten Cirebon dapat lebih berkembang secara optimal dalam lingkungan yang mendukung, dalam hal ini yang ramah anak.

“Kami berharap, kegiatan ini dapat terus berlanjut dan semakin berkembang, karena anak-anak hari ini adalah pemimpin masa depan,” pungkasnya. (Nur)

Senin, 17 Februari 2025

Pj Wali Kota Apresiasi Inisiatif Spectrum 2025 Lestarikan Kesenian dan Kearifan Lokal

CIREBON -  Pj Wali Kota Cirebon, Dr Drs H Agus Mulyadi MSi didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon Kadini Ssos MAP menghadiri acara Spensa Creatrix Artes Festum (Spectrum) 2025 yang digelar di SMPN 1 Cirebon, Senin (17/2/2025). 

Festival yang mengusung tema "Pelestarian Kesenian Cirebon yang Hampir Punah" ini juga menjadi momen spesial dalam rangka menyambut peringatan 100 tahun berdirinya SMPN 1 Cirebon. 

Dalam sambutannya, Pj Wali Kota menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap sekolah dan para siswa yang telah berinisiatif untuk melestarikan kesenian tradisional dan kearifan lokal Cirebon.

"Gong Renteng, Lais, dan berbagai kesenian lainnya yang ditampilkan di sini adalah bagian dari warisan budaya kita yang perlu dijaga dan diteruskan. Saya sangat mengapresiasi bahwa anak-anak kita kini tidak hanya memahami, tetapi juga ikut melestarikan kesenian-kesenian tradisional yang menjadi kebanggaan Kota Cirebon," ungkapnya. 

Tak hanya menampilkan kreasi seni, festival ini juga memberikan ruang bagi siswa untuk menyalurkan kreativitasnya dalam bidang kuliner dengan menggelar bazar kuliner khas Nusantara. Hal ini sejalan dengan tujuan Spectrum untuk memberikan wadah bagi generasi muda dalam berekspresi, tidak hanya di bidang seni, tetapi juga dalam dunia ekonomi.

Kepala SMPN 1 Cirebon, Lilik Agus Darmawan, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Kota Cirebon, Dinas Pendidikan, dan seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya acara ini. 

"Spectrum sudah berjalan selama beberapa tahun dan selalu diselenggarakan dengan semangat yang luar biasa. Kami berharap acara ini bisa terus memberi ruang bagi anak-anak untuk berkembang dan mengekspresikan diri, tidak hanya di bidang seni, tetapi juga di bidang ekonomi," ujarnya.

Lilik juga menekankan pentingnya pendidikan yang seimbang, yang tidak hanya mengutamakan aspek intelektual, tetapi juga pengembangan kreativitas dan kearifan lokal. 

"Kami ingin mencetak generasi emas 2045 yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga mampu menjaga dan melestarikan budaya yang ada," tambahnya. (dim)



Catatan Positif Pemkab Cirebon, Dari Stunting Hingga Kemantapan Jalan

KAB CIREBON — Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya menyampaikan capaian kinerjanya selama menjabat. Hal tersebut disampaikannya pada saat melakukan silaturahmi bersama insan media di Kabupaten Cirebon, Senin (17/2/2025).

Sebanyak 11 program prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon yang digenjot, dari mulai peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) hingga normalisasi sungai dan tanggul.

Sekadar diketahui, Wahyu menjabat dilantik sebagai Pj Bupati Cirebon pada Jumat, 17 Mei 2024. Selama menjabat, Wahyu langsung ‘ngegas’ membenahi Kabupaten Cirebon.

Dari mulai persoalan IPM, stunting, kemiskinan, pengangguran, layanan publik, investasi, pengelolaan sampah, tenaga honorer, kerja sama daerah, infrastruktur, hingga normalisasi sungai dan tanggul.

Pertama, soal IPM. Pada 2023, IPM Kabupaten Cirebon mencapai 71,81. Selama masa kepemimpinan Wahyu Mijaya, IPM di Kabupaten Cirebon mengalami peningkatan. Pada 2024, IPM Kabupaten Cirebon mencapai 72,30.

Beberapa komponen yang menjadi penunjang kenaikan IPM itu di antaranya, harapan lama sekolah, rata-rata lama sekolah, usia harapan hidup, dan pengeluaran per kapita. Empat komponen ini mengalami kenaikan.

Sementara itu, persoalan stunting atau tengkes juga berhasil ditekan. Angka stunting sejak Mei 2024 hingga Januari 2025 mengalami penurunan.

Pada Mei 2024, angka stunting di Kabupaten Cirebon mencapai 12.379 kasus. Kemudian, menurun menjadi 8.364 kasus pada Januari 2025.

Selama menjabat, Wahyu juga berhasil menurunkan angka kemiskinan esktrem di Kabupaten Cirebon. Angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Cirebon pada 2023 sebesar 36.640 orang atau 1,65 persen.

Sementara itu, angka kemiskinan ekstrem pada 2024 menurun menjadi 27.714 orang atau 1,13 persen.

Penduduk miskin juga menurun. Jumlah penduduk miskin pada 2023 sebesar 11,20 persen dari jumlah penduduk, atau 249,18 ribu orang. Pada 2024, jumlah penduduk miskin sebesar 245,92 ribu atau 11 persen.

Capaian lainnya adalah penurunan angka pengangguran. Jumlah pengangguran pada 2024 menurun sebanyak 7.029 jiwa dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada 2023, jumlah pengangguran di Kabupaten Cirebon mencapai 10.204 jiwa, kemudian menurun menjadi 3.175 pada 2024.

Sementara itu, jika dihitung sejak Mei 2024 hingga Februari 2025, jumlah penurunan pengangguran mencapai 7.698 orang.

Capaian penurunan pengangguran itu berhasil diganjar penghargaan oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI pada 2024 dalam ajang Naker Festival yang digelar pada 23 Agustus 2024.

Pemkab Cirebon mendapatkan penghargaan kategori ‘Layanan terpadu Satu Atap Pekerja Migran (LTSA-PMI) Terbaik’.

Sementara itu, di sektor pelayanan publik juga meningkat. Angka kepatuhan penyelenggaraan pelayanan publik meningkat dari 84,24 persen pada 2023, menjadi 93,64 persen pada 2024.

Kemudian, tingkat kepuasan masyarakat meningkat menjadi 85,45 persen pada 2024, sebelumnya 84,17 persen pada 2023.

Dan, Indeks Pelayanan Publik (IPP) juga meningkat menjadi 4,24 (A-) pada 2024, sebelumnya 3,82 (B) pada 2023.

Selama Wahyu Mijaya menjabat sebagai Pj Bupati Cirebon, sektor ekonomi juga mengalami peningkatan. Investasi di Kabupaten Cirebon mencapai Rp 3,1 triliun pada 2024, sebelumnya pada 2023 sebesar Rp 3 triliun. Dan, berhasil menyerap tenaga kerja sebanyak 17.311 orang.

Proses pengelolaan sampah juga membaik. Saat ini potensi timbunan sampah di Kabupaten Cirebon mencapai 1.324,38 ton per hari. Sampah yang berhasil dikelola sebanyak 381 ton per hari pada 2024.

Sebelumnya, hanya 327 ton per hari pada 2023. Penanganan sampah berbasis desa sudah dilakukan dan mencapai 27 ton hari, kemudian berbasis masyarakat 23 ton per hari pada 2024.

Selain pengelolaan, sejumlah gebrakan juga dilakukan Wahyu Mijaya melalui penanggulangan sampah di TPS liar. Sejumlah TPS liar ditutup selama Wahyu menjabat sebagai Pj Bupati Cirebon, seperti di Kecamatan Pabedilan, Losari, dan Jamblang.

Pemkab Cirebon pada 2024 telah melaksanakan penataan tenaga non-ASN dengan jumlah formasi PPPK. Jumlah pelamar yang lulus seleksi sebanyak 1.737 orang. Sedangkan pelamar yang tidak lulus sebanyak 1.656 orang dan dapat diusulkan menjadi PPPK paruh waktu.

Kemudian, pada tahap II pelamar mencapai 3.240 orang, kebutuhannya 303 orang. Pelamar yang tidak lulus 2.937 yang diusulkan menjadi PPPK paruh waktu.

Sementara itu, soal kerja sama daerah juga banyak dilakukan sepanjang Wahyu Mijaya menjabat sebagai Pj Bupati Cirebon.

Sebanyak 11 kerja sama dengan pemerintah dan instansi lainnya sudah dilakukan, salah satunya kesepakatan kerja sama dengan Pemkab Kuningan tentang penanggulangan bencana.

Kemudian, saat ini ada empat kerja sama daerah yang sedang dilakukan, salah satunya kerja sama dengan ITB tentang program makan bergizi gratis di Kabupaten Cirebon.

Pemkab Cirebon juga berupaya untuk mengurai persoalan banjir dengan 35 normalisasi sungai di beberapa titik. Pemkab Cirebon sudah melakukan sebanyak 35 kali pengerjaan untuk menanggulangi banjir, dari normalisasi sungai, pengangkatan eceng gondok, pembersihan pantai, tanggap darurat penutupan tanggul dan lainnya sepanjang 2024.

Terakhir, soal kemantapan jalan di Kabupaten Cirebon. Kemantapan jalan di Kabupaten Cirebon meningkat menjadi 84,91 persen pada 2024, sebelumnya 84,56 persen pada 2023.

Kondisi mantap ini merupakan jalan kategori baik ditambah dengan kategori sedang, totalnya sepanjang 1.053,10 kilometer dari total panjang jalan di Kabupaten Cirebon yang mencapai 1.240,30 kilometer.

Selebihnya masuk kategori rusak ringan dan berat, yakni sepanjang 187,2 kilometer atau 15,09 persen dari total panjang jalan di Kabupaten Cirebon. (Nur)