Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 11 Maret 2025

Perkuat Kerukunan Antar Umat, Wakil Wali Kota Dukung Rapat Kerja PGPI 2025

 

CIREBON - Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, menghadiri Rapat Kerja Persekutuan Gereja-gereja Pentakosta Indonesia (PGPI) Wilayah Kota Cirebon Tahun 2025 yang diselenggarakan di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Kalvari, Selasa (11/3/2025). 

Acara ini menjadi momentum penting untuk merumuskan langkah-langkah strategis dalam memperkuat peran PGPI di tengah masyarakat.

Seperti yang diketahui, PGPI sebagai salah satu organisasi keagamaan di Indonesia, memegang peran strategis dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat. Di Kota Cirebon, PGPI turut memberikan kontribusi besar dalam membina umat Kristiani serta menjaga kerukunan antarumat beragama.

“PGPI Kota Cirebon memiliki andil besar dalam membina umat Kristiani dan memperkuat kerukunan antarumat beragama di kota ini. Kami mendukung penuh kegiatan ini, yang tentunya bertujuan untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah dan masyarakat,” ujar Wakil Wali Kota dalam sambutannya.

Pemerintah Kota Cirebon menilai bahwa pembangunan bukan hanya terbatas pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga mencakup pembangunan karakter dan moral masyarakat. PGPI, dengan visi dan misinya, memiliki peran penting dalam menciptakan pribadi-pribadi berbudi pekerti luhur, penuh kasih, dan saling menghormati.

Wakil Wali Kota juga menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembangnya masyarakat yang toleran dan saling menghargai. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan seperti PGPI sangat krusial dalam mencapai tujuan tersebut.

“Program-program yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat, seperti bantuan sosial, pendidikan, dan pelatihan keterampilan, sangat kami harapkan terus diperluas, agar manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak warga Cirebon,” tambahnya.

PGPI Kota Cirebon, yang telah memberikan kontribusi positif dalam mempererat hubungan antarumat beragama, diharapkan dapat terus melaksanakan program-program yang tidak hanya fokus pada kebutuhan rohani, tetapi juga pada aspek sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat sekitar.

Lebih jauh, Wakil Wali Kota berharap PGPI dapat memperkuat peran serta dalam mendukung pemerintah daerah dalam menyelesaikan berbagai tantangan sosial, seperti kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan sosial. 

"Kolaborasi antara pemerintah dan PGPI diharapkan dapat menciptakan masyarakat yang sejahtera, damai, dan penuh kasih sayang," ungkapnya.

Pemerintah Kota Cirebon menyadari bahwa keberhasilan pembangunan kota ini sangat bergantung pada partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan seperti PGPI. Sinergi yang terjalin antara PGPI dan pemerintah sangat dihargai dan diharapkan semakin kuat di masa depan.

“Tantangan pembangunan kota bukan hal yang mudah, namun dengan semangat persatuan dan gotong royong, kita dapat mewujudkan cita-cita bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung program-program pemerintah demi kemajuan bersama," ajaknya.

Sebagai penutup, Wakil Wali Kota berharap Rapat Kerja PGPI Tahun 2025 dapat berjalan lancar dan menghasilkan keputusan-keputusan yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat Kota Cirebon dan sekitarnya.

“Saya berharap PGPI terus melaksanakan langkah-langkah strategis untuk membina umat dan mempererat hubungan antarumat beragama. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan petunjuk dan berkah-Nya dalam setiap langkah kita,” tutupnya. (din)



Patroli Sahur : Pemkab Cirebon Bersama Polresta Cirebon Pastikan Masyarakat Tunaikan Puasa Dengan Aman

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon bersinergi dengan Polresta Cirebon menggelar patroli sahur sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat di bulan suci Ramadan.

Kegiatan ini tidak hanya memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap terjaga, tetapi juga menjadi sarana berbagi dengan warga yang tengah menjalankan ibadah puasa.

Bupati Cirebon Imron yang turut serta dalam patroli sahur, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilakukan dengan membagikan ratusan paket makanan kepada masyarakat yang ditemui di sepanjang rute patroli.

“Kami bersama jajaran Forkopimda, mengikuti Ibu Kapolresta Cirebon dalam mengadakan sahur keliling. Tadi, kami telah membagikan 300 paket makanan kepada warga yang berada di jalan yang kami lalui. Alhamdulillah, semuanya sudah tersalurkan,” ujar Imron, selasa (10/2/2025) dini hari.

Patroli sahur yang digelar di tiga titik di Kecamatan Sumber dan Weru ini tidak hanya menyusuri jalan-jalan utama, tetapi juga masuk ke kawasan permukiman warga. Hal ini bertujuan untuk memastikan kondisi lingkungan tetap kondusif selama waktu sahur.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol Sumarni, menegaskan bahwa selain membagikan makanan, pihaknya juga memanfaatkan momen ini untuk menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas kepada masyarakat.

“Kami juga membagikan paket sembako dan makanan, sekaligus menyampaikan pesan Kamtibmas. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kami mengantisipasi potensi gangguan keamanan yang bisa terjadi di waktu subuh,” ucap Sumarni.

“Kami berharap, dengan adanya patroli ini, situasi tetap aman, masyarakat bisa beraktivitas dengan lancer dan menjalankan ibadah puasa dengan nyaman,” ungkapnya.

Inisiatif patroli sahur keliling ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Banyak warga yang merasa terbantu dengan adanya pembagian makanan sahur, terutama bagi mereka yang sedang dalam perjalanan atau belum sempat menyiapkan makanan.

“Alhamdulillah, saya kebetulan sedang di luar rumah dan belum sempat makan sahur. Tiba-tiba ada petugas yang membagikan makanan, jadi ini sangat membantu. Semoga kegiatan ini terus ada di Ramadan berikutnya,” ujar Rudi, salah seorang warga yang menerima paket makanan.

Selain memberikan manfaat secara sosial, patroli ini juga diharapkan dapat menekan angka kejahatan yang biasanya meningkat saat dini hari. Dengan kehadiran aparat keamanan yang berpatroli, masyarakat pun merasa lebih aman saat beraktivitas menjelang waktu subuh. (dim)

Noviyanti Edo Dilantik Sebagai Ketua TP-PKK Kota Cirebon 2025-2030

CIREBON – Noviyanti Edo resmi dilantik sebagai Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK), Pembina Posyandu, serta Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Cirebon untuk periode 2025-2030. 

Noviyanti dilantik bersamaan dengan Ketua TP PKK Kabupaten/Kota se-Jawa Barat (Jabar) oleh Ketua TP-PKK Jabar, Siska Gerfianti, di Aula Serba Guna Balaikota Depok, Selasa (11/3/2025).

Ketua TP-PKK Jawa Barat, Siska Gerfianti, dalam sambutannya mengungkapkan pentingnya peran PKK dan Posyandu dalam mendukung prioritas pemerintah, khususnya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. 

“Kami berharap Posyandu dapat semakin maksimal sebagai ujung tombak pelayanan kepada masyarakat, dengan prinsip kemitraan dan gotong royong yang menjadi dasar pelaksanaannya,” ungkapnya.

Siska juga menekankan penggunaan teknologi informasi dalam mendukung pengembangan kualitas kader dan program di daerah. 

“Pemanfaatan teknologi menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas pelayanan, baik itu melalui pelatihan daring bagi kader maupun penguatan sistem informasi yang lebih efisien,” lanjutnya.

Pelantikan ini juga merupakan implementasi dari Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 36 Tahun 2020 dan Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, yang menegaskan peran strategis TP-PKK dalam mendukung pencapaian program pemerintah baik pusat maupun daerah.

Menggarisbawahi pentingnya kolaborasi, Siska mendorong Ketua TP-PKK dan Tim Pembina Posyandu di setiap daerah untuk menggandeng Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan mitra lainnya dalam mengoptimalkan potensi daerah. 

“Kerja sama dan kemitraan yang baik akan mempercepat pencapaian program-program prioritas seperti ketahanan pangan, pemberian gizi anak, dan peningkatan ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua TP-PKK Kota Cirebon, Noviyanti Edo, yang baru saja dilantik, menyampaikan harapannya untuk membawa perubahan positif di Kota Cirebon. 

“Saya dan para kader PKK berkomitmen untuk mendukung kemajuan dan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat peran perempuan dalam pembangunan Kota Cirebon,” ujarnya.

Noviyanti juga menyatakan bahwa TP-PKK Kota Cirebon akan semakin fokus pada visi misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota, yang bertujuan untuk menciptakan pembangunan yang setara dan berkelanjutan. 

"Kami siap bekerja sama dengan seluruh stakeholder, termasuk TP-PKK di Jawa Barat, untuk mencapai visi tersebut," tuturnya. (Ara)



Evaluasi Tata Ruang di Jawa Barat, Wali Kota Hadiri Rapat Koordinasi dengan Menteri ATR/BPN

DEPOK – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, turut serta dalam rapat koordinasi evaluasi tata ruang bersama Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) di Balai Kota Depok pada Selasa (11/3/2025) sore.

Rapat tersebut dipimpin oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dan Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid. Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam membahas tata ruang dan pengembangan wilayah di Jawa Barat.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa agenda evaluasi tersebut bertujuan untuk memberikan dorongan dan arahan kepada seluruh pemerintah daerah agar segera mempercepat proses penyusunan dan penataan tata ruang. 

"Hari ini kita sudah rapat dengan Menteri ATR/BPN untuk memberikan evaluasi yang luar biasa bagi Provinsi Jawa Barat agar segera membenahi tata ruangannya,” ujarnya.

Salah satu hasil penting dari rapat ini adalah mendorong percepatan proses rancangan detail tata ruang (RDTR) bagi kabupaten dan kota di Jawa Barat. 

Gubernur menekankan bahwa banyak daerah yang proses RDTR-nya sudah terhambat dan harus segera diselesaikan agar pengembangan wilayah di Jabar dapat berjalan lebih optimal.

"RDTR harus segera diproses. Kita tidak ingin ada daerah yang tertinggal dalam hal penyusunan tata ruang yang memadai,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan bahwa penyusunan tata ruang yang jelas dan terencana dengan baik akan berdampak positif pada pembangunan wilayah dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Rapat koordinasi ini juga menjadi ajang bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk melakukan sinkronisasi RDTR antar daerah. Menurut Gubernur, hal ini sangat penting agar seluruh daerah di Jawa Barat memiliki keseragaman dalam pengelolaan tata ruang dan dapat saling mendukung dalam menciptakan keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan.

“Pada kesempatan ini kami mensinkronisasikan dua hal. Pertama, terbangunnya iklim investasi yang sehat, dan kedua, terbangunnya postur lingkungan yang sehat,” jelasnya. 

Gubernur menambahkan bahwa konsep 'sehat' dalam tata ruang berarti bebas dari masalah kesehatan dan bencana, yang tentunya akan menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi masyarakat.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, yang hadir dalam rapat ini turut menyatakan komitmennya untuk mendukung upaya tersebut. 

"Kami di Kota Cirebon berkomitmen untuk terus memperbaiki tata ruang agar bisa lebih mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Kami juga berharap, dengan adanya evaluasi ini, bisa lebih cepat dalam menyelesaikan RDTR dan memaksimalkan potensi yang ada,” ungkapnya. (din)


Senin, 10 Maret 2025

Safari Ramadan Di Desa Sumber Lor, Bupati Imron Bicara Perbaikan Pertanian Dan Infrastruktur

KABUPATEN CIREBON — Bupati Cirebon Imron menyampaikan rencananya untuk kemajuan pertanian dan infrastruktur di wilayah timur, khususnya di Desa Sumber Lor, Kecamatan Babakan.

Hal itu disampaikan Imron saat menghadiri Safari Ramadhan di Masjid Baiturrahman Desa Sumber Lor, Kecamatan Babakan, Senin (10/3/2025).

Imron berterima kasih atas antusiasme masyarakat yang hadir dalam kegiatan Safari Ramadhan. Selain menyampaikan tentang keberkahan Ramadan, Imron juga belanja masalah yang ada di Desa Sumber Lor, seperti persoalan pertanian dan infrastruktur jalan.

Ia mengatakan, Sumber Lor merupakan lumbung komoditas jagung manis. Ia mendukung agar distribusi jagung manis bisa lebih luas.

“Kebanyakan petani di sini (Sumber Lor) itu jagung manis. Dan, keunggulannya dikirim ke mana-mana, ke Kota Cirebon dan lainnya,” ucap Imron.

Orang nomor satu di Kabupaten Cirebon itu menjelaskan, dalam program Cirebon Beriman salah satu yang didorong adalah sektor pertanian. Imron ingin meningkatkan ketahanan pangan di Kabupaten Cirebon.

Untuk itu, ia ingin mengetahui lebih dulu masalah yang dihadapi para petani. Pemkab Cirebon akan menganalisis kebutuhan petani, agar produktivtas hingga distribusi hasil pertanian bisa lebih maju.

“Supaya petani menggunakan teknologi pertanian. Di samping hasilnya banyak dan kami berharap jaringan perdagangannya juga bisa ke mana-mana,” tuturnya.

“Makanya disini kami membuka diskusi. Apa yang perlu kami bantu, apakah selokannya, irigasinya, ataupun alat pertaniannya. Nanti kita bicarakan dengan kuwu dan camat,” ungkapnya.

Selama Safari Ramadhan, Imron didampingi Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman, Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon Hilmy Riva’i, beserta jajaran perangkat daerah.

Imron mendorong agar segala permasalahan yang disampaikan masyarakat bisa langsung direspons oleh perangkat daerah terkait.

Saat kegiatan Safari Ramadhan, Imron juga mengaku takjub dengan Masjid Baiturrahman Desa Sumber Lor. Ia memuji kemegahan Masjid Baiturrahman Desa Sumber Lor. “Ini megah dan istimewa sekali walaupun masjid desa,” kata Imron. (Ara)

Selain Sinergitas APH, Bupati Imron Apresiasi Langkah Polresta Cirebon Berikan Pembinaan Bagi ABH

KABUPATEN CIREBON — Bupati Imron mengapresiasi langkah Polresta Cirebon yang memberikan pembinaan berbasis keagamaan dan keterampilan bagi anak-anak yang tersangkut masalah hukum.

Hal itu disampaikan Bupati Imron usai menghadiri pembukaan Pembinaan Pesantren Kilat dan Ekonomi Kreatif kepada Anak yang Berhadapan dengan Hukum Polresta Cirebon di halaman Mapolresta Cirebon, Senin (10/3/2025).

Bupati Imron menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam membina anak-anak yang berhadapan dengan hukum (ABH).

Ia menilai, program ini menjadi solusi bagi anak-anak yang terjerumus dalam pergaulan negatif akibat berbagai faktor, termasuk kurangnya pengawasan keluarga.

“Kami sangat berterima kasih kepada Polresta Cirebon, karena memberikan kesempatan kepada anak-anak ini untuk memperbaiki diri,” ujarnya.

“Banyak di antara mereka yang masih usia sekolah, bahkan ada yang berasal dari pesantren, tetapi ikut terlibat tanpa menyadari konsekuensinya,” tambah Imron.

Untuk mencegah kasus serupa terulang, Imron menegaskan perlunya peran aktif sekolah, desa, dan berbagai elemen masyarakat dalam mengawasi dan membimbing anak-anak

“Kami akan bekerja sama dengan TNI dan Polri agar setiap sekolah memiliki pembina dari aparat untuk mendampingi anak-anak, serta memperkuat pengawasan di tingkat desa melalui kepala desa, Karang Taruna, dan tokoh agama,” katanya.

Sementara itu, Kapolresta Cirebon Kombes Pol Sumarni menyampaikan, pembinaan pesantren kilat ini berlangsung selama lima hari dengan berbagai materi, mulai dari keagamaan, kesadaran hukum, hingga pelatihan ekonomi kreatif.

Selain itu, para peserta juga diberikan sanksi sosial berupa kegiatan kebersihan di sekitar lingkungan pemerintahan dan asrama polisi untuk menanamkan disiplin serta kepedulian sosial.

“Kami ingin menyelamatkan anak-anak ini, agar mereka tidak kembali ke jalan yang salah. Mereka juga diberikan sesi tasawuf dan psikoterapi, agar lebih memahami dampak dari tindakan yang mereka lakukan terhadap keluarga dan lingkungan,” ujar Sumarni.

Ia menambahkan, banyak dari anak-anak ini berasal dari keluarga broken home atau memiliki orang tua yang bekerja di luar negeri, sehingga membutuhkan perhatian lebih dari berbagai pihak.

Dengan adanya program ini, diharapkan anak-anak yang berhadapan dengan hukum dapat memperoleh kesempatan baru untuk menjalani kehidupan yang lebih positif dan berkontribusi bagi masyarakat.

“Kita harus memberikan sentuhan dan dukungan, agar mereka bisa kembali ke masyarakat dengan karakter yang lebih baik,” tukasnya. (din)

Sabtu, 08 Maret 2025

Respon Keluhan Masyarakat, Edo-Farida Kompak Lakukan Peninjauan Jalan Rusak


Cirebon – Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cirebon sangat serius merespons keluhan masyarakat terkait jalan rusak. Hal itu langsung ditunjukkan Effendi Edo dan Siti Farida yang kembali melakukan peninjauan jalan rusak di sepanjang Jalan Cipto Mangunkusumo. 

Sebelumnya, Edo juga melakukan peninjauan jalan rusak di Jalan Ciremai Raya. Sabtu, (8/3/2025)

Disampaikan oleh Edo bahwa Pemerintah Kota Cirebon di masa kepemimpinan Edo-Farida akan terus berupaya agar Jalan Cipto Mangunkusumo tidak lagi mengalami genangan air ketika musim penghujan.

“Saya memerintahkan DPUPR dengan unsur-unsur lainnya untuk mencari saluran yang nantinya akan terhubung dalam beberapa titik sehingga akan mengurangi genangan air di Jalan Cipto,” ucap Edo.

Sejauh ini, telah ada tiga titik saluran air dan akan terus dicari titik lain untuk resapan air di sepanjang Jalan Cipto Mangunkusumo. Komitmen pasangan Edo-Farida untuk secara serius menanggulangi genangan air di Jalan Cipto Mangunkusumo didasari oleh strategisnya jalan ini sebagai ‘etalase’ Kota Cirebon. 

“Ini kan etalasenya kota nih. Saya tidak mau ketika ada orang dari luar Kota Cirebon justru disambut dengan genangan air yang tinggi. Saya tidak mau,” tegasnya.

Edo menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Cirebon akan secara bertahap dan menyeluruh melakukan perbaikan. Seluruh wilayah menjadi prioritas dan secara bertahap dilakukan perbaikan pada titik-titik yang telah dilakukan peninjauan.

“Kita perlu secara teliti melakukan pemetaan masalah sambal terus berupaya melakukan solusi yang terukur untuk mengurangi genangan air di beberapa jalan di Kota Cirebon,” pungkas Edo. (Ara)




Jumat, 07 Maret 2025

PSGA UIN Siber Cirebon Gelar Webinar Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan di Bulan Ramadhan

CIREBON – Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang juga dikenal dengan Cyber Islamic University (CIU),  sukses menggelar webinar bertajuk Pentingnya Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan di Bulan Ramadhan. 

Acara ini berlangsung pada Jumat, 7 Maret 2025, melalui platform Zoom Meeting dan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat serta upaya yang dapat dilakukan guna meningkatkan kualitas hidup mereka.

Webinar ini menghadirkan dua pemateri inspiratif, yaitu Prof. Dr. Hj. Ria Gloria, M.Pd. dan Dr. Naeila Rifatil Muna, M.Pd.I., serta dipandu oleh moderator Leliya, S.H., M.H.. Kegiatan ini merupakan agenda bulanan PSGA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang rutin diselenggarakan setiap Jumat pertama di awal bulan.

Dalam sambutannya, Ketua PSGA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Masriah, M.Ag menyampaikan harapannya agar webinar ini menjadi bagian dari ibadah di bulan Ramadhan. “Semoga acara ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua dan menjadi ladang amal di bulan suci ini,” ujarnya.

Manfaat Puasa untuk Kesehatan dan Kualitas Hidup

Pada sesi pertama, Prof. Dr. Hj. Ria Gloria, M.Pd. membawakan materi bertajuk Puasa untuk Lebih Sehat dan Berkualitas. Beliau menjelaskan berbagai manfaat puasa bagi kesehatan tubuh, termasuk detoksifikasi, peningkatan metabolisme, serta keseimbangan hormonal. “Bersyukurlah kita sebagai seorang Muslim diwajibkan berpuasa selama 30 hari dalam setahun. Ini adalah cara Islam dalam merawat kesehatan umatnya,” ungkapnya.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa puasa tidak selalu cocok untuk semua orang, terutama bagi mereka yang memiliki masalah kesehatan tertentu. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum menjalankan ibadah puasa.

Manajemen Mental dan Spiritual Keluarga

Sesi selanjutnya diisi oleh Dr. Naeila Rifatil Muna, M.Pd.I. dengan materi Manajemen Mental Spiritual Keluarga. Ia menekankan pentingnya peran keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat yang memiliki keterikatan erat antar anggotanya. Dalam paparannya, ia tidak hanya menjelaskan konsep keluarga dalam perspektif hukum negara, tetapi juga menurut Al-Qur’an.

Selain itu, peserta diberikan langkah-langkah praktis dalam mengelola mental dan spiritual selama bulan Ramadhan, sehingga setiap anggota keluarga dapat menjalani bulan suci dengan penuh ketenangan dan kebahagiaan. Webinar ini ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif antara peserta dan pemateri.

Komitmen PSGA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Dengan terselenggaranya webinar ini, PSGA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berharap dapat mendorong perubahan positif terkait kesejahteraan perempuan, terutama dalam konteks kehidupan selama bulan Ramadhan. PSGA berkomitmen untuk terus menghadirkan diskusi dan kegiatan serupa guna meningkatkan kesadaran serta memberikan wawasan yang lebih luas tentang isu-isu gender dan kesejahteraan perempuan di masyarakat.

Diharapkan, acara ini dapat menjadi inspirasi bagi perempuan dalam memaksimalkan potensi diri serta menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis dan penuh makna selama bulan suci Ramadhan. (din)

Usulkan Perda Religi, FKGN Kota Cirebon Gelar Rapat Dengar Pendapat dengan DPRD Kota Cirebon

Ketua DPRD Kota Cirebon apresiasi terhadap inisiatif FKGN dalam menyuarakan aspirasi dan berkontribusi terhadap pembangunan kota. 



CIREBON, FC – Forum Komunikasi Guru Ngaji (FKGN) Kota Cirebon menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPRD Kota Cirebon di Ruang Griya Sawala. 

Pertemuan ini dihadiri oleh Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon, anggota Komisi III DPRD, Asisten Kesejahteraan Rakyat, serta perwakilan dari Kementerian Agama Kota Cirebon.

Dalam RDP tersebut, FKGN Kota Cirebon mengusulkan rancangan Peraturan Daerah (Perda) yang berkaitan dengan kepentingan guru ngaji dan penguatan nilai-nilai keagamaan di Kota Cirebon. 

Selain itu, diskusi juga membahas strategi membranding Cirebon sebagai Kota Wali di masa depan, dengan menekankan aspek sejarah, budaya, serta peran keagamaan yang kuat di masyarakat.

Ketua DPRD Kota Cirebon menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif FKGN dalam menyuarakan aspirasi dan berkontribusi terhadap pembangunan kota. 

Ia juga menegaskan bahwa usulan yang telah disampaikan akan dikaji lebih lanjut bersama pihak eksekutif, termasuk Wali Kota Cirebon, agar dapat direalisasikan secara efektif.

Dengan tersampaikannya aspirasi dalam RDP ini, diharapkan terjalin sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam memperkuat identitas Cirebon sebagai Kota Wali serta meningkatkan kesejahteraan para guru ngaji. (din)







Wali Kota Cirebon Tinjau Jalan Rusak di Ciremai Raya

CIREBON – Sebagai bentuk respons cepat atas perbaikan kondisi jalan di Kota Cirebon, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, langsung meninjau kondisi jalan rusak di Jalan Ciremai Raya (7/3/2025). 

Didampingi oleh beberapa kepala perangkat daerah terkait, Edo secara teliti menyusuri dan meninjau beberapa titik jalan rusak yang berdampak pada terganggunya mobilitas masyarakat.

Dalam pernyataaanya, Edo menyampaikan bahwa rusaknya jalan tidak melulu soal kualitas jalan tetapi juga adanya faktor curah hujan yang tinggi dan genangan air yang pada akhirnya memperburuk kondisi aspal. 

Edo menjanjikan akan langsung melakukan penanganan sementara sembari mengupayakan perbaikan drainase.

“Penambalan sementara akan kita lakukan supaya tidak terjadi banyak kecelakaan, khusus untuk jalan ini nanti di bulan Mei kita akan melakukan peningkatan jalan dengan dibeton,” ucap Edo.

Edo juga menyoroti sistem drainase di kawasan tersebut. Sebagaimana diketahui bahwa peran drainase sangat penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan di daerah perkotaan. 

Sistem drainase yang baik mampu mencegah genangan air yang berpotensi menyebabkan banjir, terutama saat curah hujan tinggi. 

Drainase berfungsi untuk mengalirkan air hujan agar tidak menumpuk di permukaan tanah, sehingga lingkungan tetap aman dan nyaman. Drainase yang terencana dengan baik mampu mendukung pengelolaan air secara efektif dan membantu menjaga kualitas lingkungan perkotaan.

Oleh sebab itu, Wali Kota Cirebon juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama dapat menjaga drainase di hadapan rumah atau pertokoan agar aliran air tidak terganggu. “Ikut jagalah drainase supaya jalannya air lancer,” imbau Edo. (din)



UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Gelar "RANTAB RAMADHAN 1446 H": Transformasi Pasaran Kitab ke Era Digital

CIREBON, FC  – Mengawali bulan Maret 2025 yang bertepatan dengan datangnya bulan suci Ramadan 1446 H, Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon (UIN SSC), yang juga dikenal sebagai Cyber Islamic University (CIU), kembali menghadirkan inovasi dalam pengembangan tradisi keilmuan Islam.

Salah satu program unggulannya, "RANTAB RAMADHAN 1446 H" (Pasaran Ngaji Kitab Selama Bulan Ramadan), diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN SSC sebagai wujud implementasi Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. H. Faqiuddin Abdul Kodir, MA., mengungkapkan bahwa Pasaran Kitab merupakan tradisi keilmuan Islam yang berkembang di pesantren dan institusi pendidikan Islam, di mana para santri dan akademisi mendalami kitab-kitab klasik (turats) selama bulan Ramadan. 

Sebagai Cyber Islamic University, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menghadirkan tradisi ini dalam format digital, sehingga dapat diakses lebih luas oleh masyarakat melalui teknologi informasi.

Ngaji Kitab Digital : Memadukan Tradisi dan Teknologi

"RANTAB RAMADHAN 1446 H" disiarkan langsung dari Studio Kampus UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, memberikan kesempatan kepada mahasiswa, akademisi, dan masyarakat umum untuk mengikuti kajian kitab secara daring. 

Program ini menghadirkan para akademisi dan ulama terkemuka yang akan membahas berbagai kitab klasik dengan pendekatan sistematis dan interaktif.

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag, menegaskan bahwa program ini bukan hanya menjaga dan melestarikan tradisi keilmuan Islam yang telah berlangsung selama berabad-abad, tetapi juga memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jangkauan dakwah dan literasi keislaman.

"Melalui program ini, UIN Siber Cirebon berupaya menciptakan akses belajar yang lebih inklusif, tanpa batas geografis. Dengan teknologi digital, masyarakat dari berbagai daerah bahkan luar negeri dapat ikut serta dalam kajian kitab secara langsung. Ini adalah kontribusi nyata kami dalam mencerdaskan umat dan menjadikan Ramadan sebagai momentum penguatan spiritual dan intelektual," ujar Prof. Aan Jaelani.

Sebagai universitas berbasis siber, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus berinovasi dalam menghadirkan pendidikan Islam yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

"RANTAB RAMADHAN 1446 H" menjadi bukti nyata bahwa pendidikan Islam dapat berkembang dengan pendekatan digital tanpa meninggalkan esensi keilmuan tradisional.

Program ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi institusi pendidikan Islam lainnya untuk mengadopsi teknologi dalam mendukung penyebaran ilmu agama yang lebih luas dan inklusif. 

Dengan adanya program ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon semakin menegaskan perannya sebagai pelopor Cyber Islamic University yang menggabungkan tradisi keilmuan Islam dengan kecanggihan teknologi.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti "RANTAB RAMADHAN 1446 H", kajian ini dapat diakses melalui kanal digital resmi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. 

"Dengan semangat Ramadan, mari bersama-sama memperdalam ilmu agama dan menjadikan bulan suci ini sebagai momentum peningkatan spiritual dan intelektual," tandasnya. (din)

Kamis, 06 Maret 2025

Tiga Cluster di RW 008 KBK Semangat Tadarus Meski Tanpa Mushola

CIREBON, FC — Semangat ibadah di bulan Ramadan terlihat begitu kuat di RW 008, meski warga di tiga cluster—RT 001 Cluster Cordelia, RT 002 dan 003 Cluster Manara, serta RT 004 Cluster Drosia KBK Sindangjawa — belum memiliki mushola. Namun, hal ini tidak mengurangi kekhusyukan mereka dalam menjalankan tadarus Al-Qur'an serta shalat Isya dan Tarawih berjamaah.

Setiap malam, rumah warga menjadi tempat berkumpul untuk mengaji dan beribadah bersama. Dengan penuh kebersamaan, warga dari berbagai usia, mulai dari anak-anak hingga lansia, ikut serta dalam kegiatan ini.

“Kami memang belum memiliki mushola, tetapi semangat untuk beribadah tetap tinggi. Rumah warga kami jadikan tempat shalat dan tadarus bersama, sehingga silaturahmi antar warga juga semakin erat,” ujar Ucu, salah satu penggerak kegiatan ini.

Tadarus berlangsung dengan khidmat, di mana warga membaca Al-Qur'an secara bergiliran dan saling menyimak. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga menjadi ajang pembelajaran bagi anak-anak dan remaja untuk meningkatkan bacaan Al-Qur'an mereka.

“Kami berharap suatu hari nanti bisa memiliki mushola sendiri di RW 008 agar ibadah semakin nyaman. Namun, sementara ini, semangat dan kebersamaanlah yang menjadi kekuatan kami,” tambah Uus warga lainnya.

Sementara itu, kegiatan tadarus di tiga cluster RW 008 menjadi bukti bahwa keterbatasan fasilitas tidak menghalangi semangat beribadah. Dengan kebersamaan dan kekompakan, warga tetap menjalankan ibadah Ramadan dengan penuh kekhusyukan dan keikhlasan. (Hafiz)

Disdik Kota Cirebon Gelar Forum Perangkat Daerah untuk Mempertajam Indikator dan Target Kinerja Program 2026

Sekretaris Disdik Kota Cirebon, Sujana, A.Pd, M.Pd


CIREBON, FC – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon menggelar Forum Perangkat Daerah Penyusunan Rencana Kerja (Renja) Tahun 2026 di Aula Ki Hajar Dewantara, Disdik Kota Cirebon, pada Rabu (6/3/2025). 

Acara ini dibuka oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Sujana, S.Pd., M.Pd., dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan di bidang pendidikan.

Forum ini bertujuan untuk memastikan penyelarasan program, kegiatan, dan sub kegiatan yang akan dijalankan oleh Perangkat Daerah. 

Selain itu, forum ini juga bertujuan untuk mempertajam indikator program dan kegiatan agar sesuai dengan tugas dan fungsi Perangkat Daerah dalam rangka meningkatkan efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan pendidikan di Kota Cirebon.

Dalam forum ini, terdapat empat poin utama yang menjadi fokus pembahasan, yaitu : Menselaraskan program, kegiatan, dan sub kegiatan Perangkat Daerah dengan hasil desk yang telah dilakukan sebelumnya. Kemudian mempertajam indikator program dan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsi Perangkat Daerah guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan program.

Selain itu adalah mensinergikan program, kegiatan, dan sub-kegiatan antar Perangkat Daerah untuk mencapai indikator yang optimal dalam mendukung sasaran, prioritas, dan fokus pembangunan daerah.

Kemudian menyesuaikan kebutuhan pendanaan program dan kegiatan prioritas berdasarkan pagu indikatif Disdik, sehingga alokasi anggaran dapat lebih tepat sasaran dan efektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Menurut Sujana, S.Pd, M.Pd bahwa Dinas Pendidikan Kota Cirebon berperan sebagai Perangkat Daerah Kota yang bertanggung jawab atas pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang pendidikan. 

"Tugas pokoknya adalah membantu Wali Kota dalam menyelenggarakan pemerintahan daerah di sektor pendidikan, termasuk dalam perumusan kebijakan, penyusunan program strategis, serta peningkatan kualitas layanan pendidikan di Kota Cirebon," ujarnya.

Sujana berharap, Forum Perangkat Daerah ini diharapkan mampu menghasilkan program dan kebijakan yang lebih tajam, terukur, dan efektif dalam mendukung pembangunan sektor pendidikan di Kota Cirebon pada tahun 2026. 

"Dengan adanya sinergi antar Perangkat Daerah, diharapkan setiap program yang dijalankan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kota Cirebon," tandasnya. (din)

Pendamping P3H UIN Siber Cirebon Dukung 100 Hari Kerja Bupati Cirebon dengan Layanan Sertifikasi Halal

CIREBON, FC – Pendamping Proses Produk Halal (P3H) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon turut berperan aktif dalam mendukung program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Cirebon periode 2025-2030. 

Dalam kegiatan ini, P3H bersama tim memberikan layanan terpadu bagi masyarakat berpenghasilan rendah, meliputi pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPIRT), Sertifikat Halal, serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

Berlokasi di Pasar Desa Karangsari, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, program ini menjadi angin segar bagi para pelaku usaha mikro yang ingin mendapatkan sertifikasi halal secara gratis dan mudah. 

Warga yang ingin menghalalkan usahanya bisa langsung datang ke lokasi dan mendapatkan pendampingan dari tim ahli.

Kegiatan ini juga merupakan bagian dari realisasi kerja sama antara Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dengan Pemerintah Kabupaten Cirebon. 

Diharapkan, melalui program ini, pelaku usaha kecil dapat lebih mudah mengembangkan usahanya dengan legalitas yang jelas dan produk yang terjamin kehalalannya.

Dalam kesempatan ini, Muhammad Ade Syofyan, S.Ag., selaku Pendamping Proses Produk Halal UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, turut hadir dan berperan dalam mendukung suksesnya program ini.

Bagi para pelaku usaha yang ingin produknya tersertifikasi halal, jangan ragu! Segera datang ke lokasi dan manfaatkan layanan ini. (din)

Wakil Wali Kota Cirebon Tinjau Pelaksanaan GPM di Bulan Ramadan

CIREBON – Dalam rangka memastikan stabilitas harga di bulan Ramadan, Pemerintah Kota Cirebon kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) yang berlokasi di Lapangan Kesambi Dalam pada Kamis (6/3/2025). 

Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, secara langsung meninjau pelaksanaan GPM. Berbeda dari pelaksanaan GPM sebelumnya yang dilaksanakan pada pagi hari, GPM di bulan Ramadan dilaksanakan pada sore hari.

GPM merupakan upaya kolaboratif Pemerintah Kota Cirebon bersama berbagai mitra dalam menghadirkan berbagai kebutuhan pangan pokok seperti beras berkualitas, telur, bawang, minyak goreng dan lainnya, dengan harga lebih murah di bawah pasaran. 

Di saat yang bersamaan, GPM juga adalah upaya untuk menjaga Stabilitasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di tingkat produsen dan konsumen.

Dalam pernyataannya, Siti Farida berharap bahwa GPM ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan selama bulan Ramadan. 

Diakui oleh Siti Farida bahwa beberapa bahan pokok mengalami kekosongan dan kenaikan harga, tetapi dirinya optimis bahwa masalah tersebut dapat diatasi dengan berbagai intervensi yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Cirebon, salah satunya melalui pelaksanaan GPM.

“Semoga, masyarakat semua dapat menikmati belanja murah di GPM ini,” pungkasnya. (Azis)



Rabu, 05 Maret 2025

Pemkab Cirebon Luncurkan IPKD - MPC 2025, Perkuat Pemerintahan Yang Akuntantabel

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon menegaskan komitmennya dalam memperkuat pengawasan internal, untuk meningkatkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

Upaya ini dilakukan melalui partisipasi dalam peluncuran Indikator Indeks Pencegahan Korupsi Daerah (IPKD) Monitoring Center for Prevention (MCP) Tahun 2025 yang dihadiri secara virtual oleh Bupati Cirebon Imron, Sekretaris Daerah (Sekda) Hilmy Riva’i, serta Inspektur Kabupaten Cirebon Iyan Ediyana di Command Center, Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Cirebon, Rabu (5/3/2025).

Imron menegaskan, pengawasan internal harus menjadi prioritas utama dalam mencegah praktik korupsi di lingkungan pemerintah daerah (pemda).

Melalui MCP, tutur Imron, pemda bisa mendapatkan arahan dari KPK dan BPKP yang harus diimplementasikan agar sistem pemerintahan semakin kuat dalam hal transparansi dan akuntabilitas.

Imron pun mengungkapkan, bahwa saat ini nilai MCP Kabupaten Cirebon meningkat dari 87 persen menjadi 93 persen secara nasional, dan menjadi peringkat keempat di Jawa Barat.

“Ini menunjukkan, kita berada di jalur yang tepat dalam memperkuat pengawasan internal. Namun, pencapaian ini harus diiringi dengan langkah konkret di lapangan,” ujarnya.

Pelaksanaan MCP mencakup delapan area intervensi utama, salah satunya adalah pengawasan oleh Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP).

Peran APIP dinilai sangat strategis dalam memastikan pelaksanaan program pemerintahan berjalan sesuai aturan, serta mencegah potensi penyalahgunaan anggaran dan wewenang.

Ketua KPK RI, Setyo Budianto, dalam sambutannya menegaskan sistem pengawasan yang kuat akan membantu dalam upaya pemberantasan korupsi.

Setyo menyampaikan, pencegahan korupsi tidak hanya mengandalkan sanksi hukum, melainkan memerlukan sistem pengawasan internal yang efektif agar setiap kebijakan dapat dijalankan dengan transparan dan profesional.

Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Sang Made Mahendra Jaya, juga menekankan pentingnya efektivitas pengawasan internal.

“Nilai MCP yang tinggi harus sesuai dengan kondisi di lapangan. Jika pengawasan internal diperkuat, maka dampaknya akan sangat besar bagi tata kelola pemerintahan daerah,” ucapnya.

Made mengingatkan APIP di daerah untuk terus meningkatkan profesionalisme dan integritas dalam menjalankan tugasnya.

APIP harus menjadi pilar utama dalam menjaga tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi. (Ara)

Usai Sertijab, Bupati Imron Resmi Jalankan Tugasnya Untuk Periode 2025 - 2030

KABUPATEN CIREBON — Bupati Cirebon Imron bersama Wakil Bupati Agus Kurniawan Budiman resmi menjalankan tugasnya untuk periode 2025-2030 setelah melaksanakan serah terima jabatan (Sertijab) di ruang Abhimata Paripurna DPRD Kabupaten Cirebon, Rabu (5/3/2025).

Acara sertijab dan rapat paripurna tersebut dihadiri oleh jajaran DPRD Kabupaten Cirebon, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, serta perwakilan berbagai elemen masyarakat.

Dalam rapat paripurna tersebut, Bupati Imron menyampaikan pidato perdananya yang mengusung tema “Mewujudkan Kabupaten Cirebon Beriman”.

“Pada kesempatan yang bersejarah ini, saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Kabupaten Cirebon yang telah memberikan kepercayaan dan mandat untuk memimpin lima tahun ke depan,” ujar Imron.

Ia mengatakan, momen tersebut merupakan suatu kehormatan sekaligus tanggung jawab besar yang harus ditunaikan dengan dedikasi dan integritas.

Sebagai langkah strategis, pemerintah daerah telah merumuskan visi “Cirebon Beriman” yang berlandaskan lima pilar utama: Bersih, Inovatif, Maju, Agamis, dan Aman.

Imron menuturkan, implementasi visi tersebut dituangkan dalam program prioritas yang mencakup pemerintahan berbasis digital, penguatan ekonomi kreatif, pembangunan infrastruktur, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai inovasi dan kolaborasi lintas sektor.

Dalam pidatonya, Imron memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kabupaten Cirebon selama periode 2019-2024. Beberapa di antaranya adalah peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari 71,4 pada 2019 menjadi 72,30 pada 2024.

Kemudian penurunan angka kemiskinan dari 12,30% pada 2021 menjadi 11,00% pada 2024, serta pertumbuhan ekonomi yang sempat terkontraksi akibat pandemi, namun berhasil pulih ke angka 5,83% pada 2024.

“Selain itu, tingkat pengangguran terbuka juga mengalami penurunan dari 10,35% pada 2019 menjadi 6,74% pada 2024,” katanya.

Pada bidang infrastruktur, Imron mengungkapkan sekitar 84,91% dari total panjang jalan 1.240 km telah berada dalam kondisi mantap, sementara sisanya akan diselesaikan dalam dua tahun mendatang.

“Pengelolaan keuangan daerah pun mencatat prestasi dengan raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK selama empat tahun berturut-turut,” katanya.

Imron menegaskan, pencapaian tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh elemen, termasuk DPRD, Forkopimda, sektor swasta, serta masyarakat.

Ia menekankan pentingnya evaluasi untuk menghadapi tantangan pembangunan ke depan, seperti dinamika kebijakan makro, perubahan iklim, serta disrupsi teknologi.

Sementara itu, Penjabat Bupati Cirebon Wahyu Mijaya dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak selama ia menjabat.

Ia berharap, kepemimpinan yang baru dapat melanjutkan serta menyempurnakan program pembangunan yang telah dirancang.

“Tantangan ke depan tentu tidak mudah, namun dengan kebersamaan dan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, saya yakin Kabupaten Cirebon akan semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing,” ujar Wahyu. (Ara)