Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 20 April 2025

UPT Bahasa UIN Siber Cirebon Sukses Gelar Tes TOEFL ITP Onsite Digital Perdana

 

CIREBON, FC Tonggak sejarah baru resmi tercatat di lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon! Untuk pertama kalinya, UPT Bahasa sukses menyelenggarakan Tes TOEFL ITP Onsite Digital secara perdana di kampus yang juga dikenal dengan julukan Cyber Islamic University (CIU) ini. Sabtu, (19/04/2025).

Bertempat di Gedung Siber Lama Lantai 2, pelaksanaan tes perdana ini diikuti oleh 10 peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan alumni. Meski digelar dengan jumlah terbatas, acara ini sarat makna dan menjadi simbol komitmen nyata kampus dalam menghadirkan layanan internasional berbasis teknologi di daerah.

Momen Bersejarah dan Penuh Harapan

Kepala UPT Bahasa, Dra. Hj. Darrotul Jannah, M.Ag, tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya atas pencapaian ini.

“Kami sangat bersyukur dan bangga. Ini bukan hanya tentang ujian, tapi tentang langkah konkret menuju internasionalisasi pendidikan di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Dengan TOEFL ITP Onsite Digital, kami membuka akses seluas-luasnya bagi sivitas akademika dan masyarakat untuk memiliki sertifikasi bahasa Inggris yang diakui dunia,” ujarnya.

Menurut beliau, penyelenggaraan ini merupakan implementasi dari MoU dengan Indonesian International Education Foundation (IIEF), satu-satunya pemegang lisensi resmi ETS (Educational Testing Service) di Indonesia. Tes ini menjadi bekal strategis bagi peserta dalam melanjutkan studi, memasuki dunia kerja, atau sekadar mengembangkan potensi diri di era global.

Respons Positif Peserta: Profesional dan Aksesibel

Pelaksanaan yang profesional dan lokasi yang strategis turut mendapat apresiasi dari para peserta. Salah satunya adalah Ihsan Sa’dudin, dosen Prodi Bahasa dan Sastra Arab, yang menyebut pengalaman mengikuti tes ini sangat positif.

“Adanya tes TOEFL ITP di UIN SSC benar-benar memudahkan kami. Fasilitasnya lengkap, pelaksanaannya tertib, dan terasa sangat profesional. Saya berharap ini jadi awal dari banyak kegiatan serupa yang berkualitas,” ungkapnya.

Didukung Teknologi Kampus dan Siap Ekspansi Layanan

Keberhasilan pelaksanaan tes ini juga tak lepas dari dukungan penuh berbagai pihak. Zaenal Mutaqin, M.I.Kom., Sekretaris UPT Bahasa, mengucapkan terima kasih kepada pimpinan universitas, peserta, serta Pusat Teknologi dan Komunikasi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang telah memfasilitasi sarana dan prasarana digital secara optimal.

“Tes ini akan terus kami kembangkan, tidak hanya dalam format onsite digital, tetapi juga paper-based maupun online home edition untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas, bahkan hingga luar daerah,” jelas Zaenal.

Langkah Awal Menuju Layanan Bahasa Berstandar Global

Dengan suksesnya pelaksanaan perdana ini, UPT Bahasa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon membuktikan diri sebagai pionir dalam menghadirkan layanan bahasa internasional berbasis digital di wilayah Cirebon dan sekitarnya. 

"Ini bukan hanya kemajuan institusi, tapi juga kontribusi strategis untuk meningkatkan kualitas SDM lokal agar mampu bersaing di tingkat global," tandasnya.

Ke depan, UPT Bahasa akan menyelenggarakan Tes TOEFL ITP secara berkala, menjadikannya agenda rutin yang membuka peluang lebih luas bagi seluruh lapisan masyarakat. (din)

Sabtu, 19 April 2025

Dari Totebag hingga Trupark : HIMASOS UIN Siber Cirebon Tanamkan Cinta Budaya pada Generasi Muda

CIREBON, FC– Memperingati Hari Kebudayaan Universal, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Himpunan Mahasiswa Sosial (HIMASOS) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon (Cyber Islamic University/CIU) menggelar kegiatan Eksplorasi Budaya yang berfokus pada pelestarian budaya lokal, khususnya batik tradisional Cirebon. Sabtu, (19/04/2025)

Kegiatan ini merupakan salah satu agenda unggulan HIMASOS periode 2025–2026, dan diinisiasi langsung oleh Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK).

Mengusung semangat "Mengenal, Meresapi, dan Melestarikan Budaya Bangsa", kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu pagi ini berlangsung meriah di Rumah Produksi Batik milik Bapak Olga serta Museum Trupark, dua lokasi yang menjadi simbol kekayaan warisan budaya Cirebon.

Serunya Membatik di Atas Totebag

Rangkaian acara dimulai sejak pukul 09.00 WIB dengan titik kumpul di depan Sekretariat HIMASOS. Dipandu langsung oleh Ketua Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Hilmy Nadiyah Harits, peserta diberangkatkan menuju lokasi kegiatan.

Setibanya di Rumah Produksi Batik, peserta disambut dengan sesi menggambar pola batik di atas totebag canvas. Uniknya, setiap peserta bebas mengekspresikan kreativitas dan imajinasinya sendiri.

“Kami ingin peserta tidak hanya belajar tentang batik sebagai warisan budaya, tetapi juga merasakannya secara langsung dalam proses kreatif—dari menggambar, menyanting, hingga mewarnai,” ujar Hilmy.

Setelah menggambar pola, peserta diajarkan teknik menyanting—yakni menggambar lilin panas di atas pola batik agar warna tidak meluber. 

Dilanjutkan dengan proses pewarnaan sesuai pilihan warna masing-masing. Totebag batik hasil kreasi peserta kemudian dijemur sebagai tahap akhir proses produksi.

Menjelajahi Nilai dan Sejarah di Museum Trupark

Usai istirahat dan ibadah, peserta diajak mengunjungi Museum Trupark, sebuah museum budaya yang menampilkan ragam kekayaan budaya Cirebon. Mulai dari sejarah batik Trusmi, situs-situs budaya, hingga ragam tarian tradisional ditampilkan secara visual dan interaktif.

“Kunjungan ini memperkaya perspektif mahasiswa tentang akar budaya Cirebon, dan bagaimana budaya tersebut terus hidup di tengah masyarakat,” ujar salah satu panitia.

Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama pukul 14.25 WIB. Seluruh peserta menunjukkan antusiasme tinggi, tak hanya karena pengalaman barunya, tapi juga karena mereka merasa lebih dekat dengan budaya leluhur mereka sendiri.

Kegiatan eksplorasi budaya ini mendapat apresiasi positif dari pimpinan fakultas. Dr. H. Saifuddin, M.Ag., selaku Dekan FITK, serta Hj. Yeti Nurizzati, M.Si, menyampaikan dukungan penuh terhadap inisiatif mahasiswa dalam menjaga budaya bangsa.

“Kegiatan ini bukan hanya edukatif, tapi juga sarat makna. Mahasiswa belajar menghargai budaya bukan dari buku, tapi dari pengalaman nyata,” tutur Hj. Yeti.

Melalui kegiatan ini, HIMASOS berharap mahasiswa Tadris IPS UINSSC tidak hanya menjadi insan akademik yang cerdas, tetapi juga agen pelestari budaya bangsa di era globalisasi (din)

Jumat, 18 April 2025

Mahasiswa Tadris IPS UIN Siber Lakukan Mini Riset Gali Harmoni Budaya


CIREBON, FC – Dalam rangka memperkuat pemahaman mahasiswa tentang dinamika sosial masyarakat Indonesia yang multikultural, mahasiswa Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon atau Cyber Islamic University (CIU) menggelar mini riset bertema Relasi Antar Budaya pada 14–18 April 2025.

Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi mata kuliah Relasi Etnis dan Integrasi Bangsa, yang dirancang untuk mendorong mahasiswa agar terjun langsung mengamati realitas sosial di lingkungan tempat tinggal mereka masing-masing.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori di kelas, tetapi juga belajar langsung dari masyarakat. Observasi lapangan ini membangun kepekaan sosial sekaligus kemampuan analisis mahasiswa,” ujar dosen pengampu mata kuliah, Wisnu Hatami, M.Pd.

Riset dilakukan secara individu dengan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan meliputi wawancara ringan, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Topik yang diangkat pun beragam, mulai dari pola interaksi antar etnis, bentuk toleransi budaya dalam keseharian, hingga cara penyelesaian konflik dalam keluarga beda budaya.

Cerita dari Bandung hingga Kuningan: Harmoni di Tengah Perbedaan

Salah satu temuan menarik datang dari Ade Nur, mahasiswa yang meneliti sebuah keluarga lintas budaya di Kabupaten Bandung. Ia menggambarkan bagaimana budaya bisa menjadi jembatan dalam menghadapi kesulitan hidup.

“Istrinya orang Sunda, suaminya dari Solo. Mereka menggabungkan budaya dalam bisnis makanan—menjual Baso Solo di tanah Sunda. Ini bukan cuma adaptasi ekonomi, tapi juga bentuk penerimaan budaya oleh masyarakat sekitar,” ungkap Ade.

Kisah lainnya datang dari Vina Rahmawati yang menggali dinamika keluarga Sunda-Bugis di Kabupaten Kuningan. Ia menemukan bagaimana budaya lokal lebih dominan dikenalkan kepada anak, namun sang ayah tetap berupaya melestarikan identitas Bugis lewat pemberian nama.

“Anaknya diberi nama Mangasai Daeng Jari. Kata ‘Daeng’ itu khas Bugis, sebagai upaya agar anak tidak lupa asal-usul ayahnya yang dari Makassar,” kata Vina.

Presentasi & Refleksi: Dari Pengamatan Jadi Pembelajaran

Hasil dari riset ini kemudian dipresentasikan dalam forum diskusi kelas pada 22 April 2025, menjadi bahan refleksi dalam memahami pentingnya integrasi sosial dan pelestarian budaya di tengah keberagaman.

Kegiatan ini pun mendapat sambutan antusias dari mahasiswa. Banyak di antara mereka mengaku pengalaman lapangan ini menjadi pembelajaran yang paling membekas dan membuka wawasan baru tentang pentingnya toleransi, adaptasi, dan saling menghargai dalam masyarakat majemuk.

“Ternyata keberagaman bukan hanya teori. Di lapangan, kami melihat langsung bagaimana nilai-nilai itu hidup dalam interaksi sehari-hari,” pungkas salah satu mahasiswa.

Dengan kegiatan ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peka terhadap realitas sosial dan budaya bangsa. (sin)

Kamis, 17 April 2025

Diah Pitaloka Didapuk Sebagai Penasehat Kebijakan Pembangunan Kabupaten Cirebon

KABUPATEN CIREBON — Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Rieke Diah Pitaloka didapuk sebagai penasihat kebijakan pembangunan.

Penyerahan surat keputusan (SK) pengangkatan Rieke Diah Pitaloka itu diserahkan langsung Bupati Cirebon Imron di Pendopo Bupati Cirebon, Kamis (17/4/2025).

“Penyerahan surat keputusan Bupati Cirebon tentang pengangkatan Rieke Diah Pitaloka sebagai penasihat kebijakan pembangunan Kabupaten Cirebon,” Imron.

Pengangkatan Rieke Diah Pitaloka ini merupakan upaya untuk meningkatkan kemajuan pembangunan Kabupaten Cirebon, baik fisik maupun nonfisik. Arah kebijakan Kabupaten Cirebon ke depan juga diharapkan berbasis data agar tepat sasaran.

Rieke mengaku siap mengemban amanah untuk memajukan Kabupaten Cirebon ke depan. Terlebih lagi, leluhur Rieke berasal dari Cirebon.

“Bagi saya pribadi, SK yang diberikan ini adalah sesuatu yang sangat berharga, karena bagi saya Cirebon adalah tempat asal muasal kenapa seorang Rieke Diah Pitaloka jadi ada. Karena leluhur saya kebetulan dari Cirebon,” ucap Rieke saat memberikan sambutan usai menerima SK sebagai penasihat kebijakan pembangunan Kabupaten Cirebon.

Rieke menjelaskan, ada lima hak konstitusional rakyat yang harus diperjuangan dan penuhi. 

“Terpenuhinya sandang, pangan dan papan, pendidikan dan kebudayaan, kesehatan, pekerjaan dan jaminan sosial, kehidupan sosial perlindungan hukum dan HAM, serta infrastruktur dan lingkungan hidup yang aman dan nyaman,” tulis Rieke di akun Instagram pribadinya seusai menerima SK.

Ke depan, lanjut Rieke, program yang digagas dirancang dalam Sistem Pemerintah Daerah Berbasis Data Presisi Kabupaten Cirebon. Program ini sebagai ikhtiar kebijakan dan anggaran pembangunan yang terencana, terukur dan tepat sasaran.

“Kami akan mulai dari Desa Astana, desa tempat leluhur dipeluk bumi,” kata Rieke.

Bupati Cirebon : Hari Jadi Ke 543 Kabupaten Cirebon Jangan Lupakan Sejarah

KABUPATEN CIREBON — Bupati Cirebon Imron dan Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melaksanakan kegiatan napak tilas dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-543 Kabupaten Cirebon, Kamis (17/4/2025).

Bupati dan Wakil Bupati Cirebon serta rombongan, yang mengikuti napak tilas kompak mengenakan pakaian setelan adat Cirebon dengan corak dominan putih dan batik.

Rombongan bertolak ke Keraton Kasepuhan Cirebon sebagai lokasi napak tilas. Usai berkeliling dan menggelar persamuhan dengan keluarga Keraton Kasepuhan, rombongan bergeser menuju kompleks pemakaman Sunan Gunung Jati.

Ziarah dan doa bersama di kompleks pemakaman Sunan Gunung Jati merupakan bagian dari penghormatan terhadap leluhur.

Kegiatan napak tilas sejatinya rangkaian pengingat sejarah lahirnya Cirebon yang telah diperjuangkan oleh leluhur. Napak tilas adalah cara untuk mengenang dan meresapi setiap perjalanan yang telah dilalui leluhur dalam membangun Cirebon. Tentunya, mengambil pelajaran-pelajaran dalam setiap peristiwa yang terjadi.

“Dalam rangka napak tilas Hari Jadi ke-543 Kabupaten Cirebon, kami sebagai penerus dan generasi sekarang jangan lupakan sejarah,” ujar Imron.

“Karena apa yang telah diperjuangkan dan dilaksanakan pendahulu kita Syekh Syarif Hidayatullah, tidak lepas dari perjuangan pendahulu kita. Maka pada hari ini, kita melaksanakan napak tilas,” ungkapnya.

Imron menambahkan, Cirebon hari ini adalah hasil perjuangan dari pendahulu kita. Kami dan masyarakat tentunya jangan lupa pada sejarah, dan memahami spirit perjuangannya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Sophi Zulfia mengatakan, kegiatan napak tilas ini menjadi momen penting untuk mengenang sejarah berdirinya Kabupaten Cirebon sekaligus mempererat kecintaan masyarakat terhadap daerahnya.

“Kami melihat langsung bukti-bukti sejarah di Keraton Kasepuhan sebagai pengingat akan terbentuknya Kabupaten Cirebon, kata Sophi.

“Semoga dengan mengenang sejarah ini, kita semua bisa lebih mencintai Kabupaten Cirebon dan melanjutkan perjuangan para leluhur,” imbuhnya.

Wali Kota Tinjau Pengerukan Sungai Cipadu, Apresiasi Respons Cepat BBWS

 

CIREBON – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo melakukan peninjauan langsung terhadap kegiatan pengerukan Sungai Cipadu di kawasan Kesunenan, pada Kamis (17/4). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya normalisasi sungai guna mengurangi potensi banjir di wilayah Kota Cirebon.

Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota didampingi oleh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung, Dwi Agus Kuncoro  serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait. 

Peninjauan ini menjadi bentuk nyata sinergi antara Pemerintah Kota Cirebon dengan BBWS dalam mengelola sumber daya air secara berkelanjutan.

Wali Kota menyampaikan apresiasi atas langkah cepat BBWS yang telah memulai pengerjaan lebih awal dari jadwal semula.

“Alhamdulillah, luar biasa. Rencana awal pengerukan dimulai pada bulan Mei, namun saat ini sudah berjalan. Saya sangat mengapresiasi BBWS yang langsung menindaklanjuti,” ujar Wali Kota.

Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya pemeliharaan sungai-sungai di Kota Cirebon. Ia berharap sinergitas antara Pemerintah Daerah dan BBWS terus terjalin dengan baik. 

"Normalisasi ini penting agar aliran air saat hujan deras dapat mengalir lebih cepat dan mengurangi risiko banjir,” tambahnya.

Wali Kota juga menghimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai, agar tidak membuang sampah ke dalam aliran sungai. 

Pemerintah Kota Cirebon bersama BBWS, kecamatan, dan kelurahan terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di sekitar aliran sungai.

“Pembuangan sampah sembarangan menyebabkan aliran air tersumbat, untuk itu kami mengimbau kepada warga agar tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga kebersihan lingkungan," tegasnya.

Sementara itu, Kepala BBWS Cimanuk-Cisanggarung, Dwi Agus Kuncoro menjelaskan bahwa terdapat enam muara sungai yang menjadi target pengerukan. 

“Kami menargetkan satu muara selesai dalam waktu dua minggu. Ada dua alat berat untuk mendukung percepatan pekerjaan,” terangnya.

Ia menambahkan, BBWS telah melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cirebon untuk pemetaan ruas sungai yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. 

“Tingkat sedimentasi juga di beberapa sungai cukup tinggi, dan dalam beberapa titik mungkin akan dibutuhkan reklamasi. Namun, hal ini memerlukan koordinasi lebih lanjut dengan berbagai pihak,” ungkapnya. (Ara)



Rabu, 16 April 2025

Pemkab Cirebon Lindungi Hak Hak Buruh dan Jaga Hubungan Industrial Yang Harmonis Antara Pekerja dan Pengusaha

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon menegaskan komitmennya dalam melindungi hak-hak buruh sekaligus menjaga hubungan industrial yang harmonis antara pekerja dan pengusaha.

Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Cirebon Imron pada saat menghadiri kegiatan Penyebarluasan Peraturan Daerah Tahun Anggaran 2024-2025 yang diselenggarakan oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Bambang Mujiarto.

Pertemuan yang juga dihadiri Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman dan Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Cirebon Novi Hendrianto, dengan para serikat pekerja serta perwakilan perusahaan di salah satu cafe di Kecamatan Sumber.

Imron mengingatkan pentingnya keseimbangan antara kewajiban dan hak para buruh. Ia menekankan, bahwa para pekerja harus tetap menjaga kualitas kerja dan loyalitas terhadap perusahaan, sembari memastikan hak-haknya—seperti jaminan sosial—tetap terpenuhi.

“Kami menghimbau para buruh agar tetap menjaga kualitas kerja. Jika ada permasalahan, segera komunikasikan dengan pihak berwenang agar tidak menimbulkan konflik berkepanjangan,” kata Imron, Rabu (16/4/2025).

Imron juga menambahkan bahwa pemerintah daerah siap menjadi jembatan komunikasi antara pekerja dan perusahaan. Bila ditemukan indikasi pelanggaran atau ketidaksesuaian dalam hubungan kerja, pemerintah siap turun tangan untuk melakukan mediasi.

“Begitu pula kepada para pengusaha, kami tekankan agar tidak mengabaikan hak-hak dasar buruh, seperti jaminan sosial dan keamanan kerja,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Disnaker Kabupaten Cirebon Novi Hendrianto menyampaikan, bahwa pihaknya terus aktif memfasilitasi dialog antara serikat pekerja, perusahaan, hingga kuasa hukum masing-masing pihak.

Hal ini dilakukan demi menjaga iklim investasi yang kondusif tanpa mengorbankan kepentingan pekerja lokal.

“Kami ingin menciptakan simbiosis mutualisme antara pengusaha dan buruh. Harmoni hubungan industrial ini sangat penting, karena di satu sisi kita ingin menarik investor, tapi di sisi lain, peluang kerja bagi masyarakat Cirebon harus tetap dijaga,” ujar Novi.

Dalam kesempatan tersebut, Novi juga menjelaskan bahwa isu outsourcing menjadi perhatian utama. Menurutnya, aturan ketenagakerjaan yang berlaku hanya membolehkan outsourcing untuk pekerjaan tertentu, seperti keamanan (security) dan layanan kebersihan (cleaning service).

Untuk pekerjaan inti, seperti operator dan produksi, perusahaan wajib mengikuti sistem kerja kontrak (PKWT) atau tetap (PKWTT) sesuai regulasi.

“Outsourcing hanya diperbolehkan untuk bidang tertentu. Kalau untuk operator atau tenaga inti, harus mengikuti ketentuan formal PKWT atau PKWTT. Kami juga mengawasi ketat praktik-praktik yang bisa merugikan pekerja,” imbuhnya.

Pemkab Cirebon juga telah memfasilitasi pertemuan antara serikat pekerja dan manajemen PT Yihong pada 11 April lalu.

Dalam pertemuan tersebut, disepakati adanya pembahasan internal terkait berbagai persoalan ketenagakerjaan yang terjadi di perusahaan tersebut.

Novi menambahkan, bahwa ke depan, pihaknya akan terus menjaga komunikasi terbuka dan aktif dengan seluruh elemen ketenagakerjaan, termasuk UPTD Pengawasan Ketenagakerjaan dan aparat kepolisian, guna memastikan tidak ada provokasi dari pihak luar yang dapat memperkeruh suasana.

“Kami ingin semua pihak memahami, bahwa proses ini bertujuan menciptakan ketenangan bekerja dan keberlangsungan usaha,” kata Novi.

“Data tenaga kerja lokal juga akan menjadi dasar dalam merancang rekrutmen tenaga kerja baru, agar masyarakat sekitar perusahaan tetap mendapatkan prioritas,” tutupnya. (Ara)

UIN Siber Cirebon Siapkan Asesmen Lapangan APT Melalui Penguatan Website Unit Kerja

CIREBON, FC – Menjelang Asesmen Lapangan Akreditasi Perguruan Tinggi (APT), UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar kegiatan intensif bertajuk “Pengelolaan Website untuk Persiapan Asesmen Lapangan APT”, yang berlangsung selama dua hari penuh, Selasa dan Rabu, 15–16 April 2025, di Hotel Grand Tryas, Kota Cirebon.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh perwakilan dari unit kerja di lingkungan universitas—mulai dari jurusan, UPT, fakultas, hingga lembaga—dengan membawa perangkat laptop serta berbagai data pendukung seperti profil unit, layanan, visi misi, struktur organisasi, profil lulusan, tridharma, artikel berita, FAQ, hingga testimoni alumni.

Dalam arahannya, Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menekankan pentingnya keterlibatan kolektif dan keseriusan seluruh sivitas akademika dalam menyukseskan agenda besar akreditasi ini.

“Ini bukan sekadar agenda institusi, tetapi kita anggap sebagai hajatan pribadi dan lembaga. Apapun kekurangan yang ada, harus kita cari solusinya bersama, karena hasil akreditasi ini akan menjadi bekal penting bagi kemajuan alumni dan institusi dalam delapan tahun ke depan,” ungkapnya penuh semangat.

Hal senada disampaikan oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr. H. Ayus Ahmad Yusuf, M.Si., yang menekankan bahwa Asesmen Lapangan (AL) mendatang, yang dijadwalkan pada bulan Mei 2025, akan berbasis digital sepenuhnya, tanpa kehadiran dokumen fisik.

“Karena asesor akan langsung menilai melalui website, maka semua kegiatan jurusan, UPT, dan fakultas harus terdokumentasi dengan baik di web, lengkap dengan bukti-bukti pendukungnya,” tegasnya. Ia pun berharap seluruh peserta fokus dan serius mengikuti rangkaian pelatihan yang berlangsung full day.

Sementara itu, Riyanto, M.Kom., selaku Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD), menjelaskan bahwa penguatan konten dan tampilan website bukan sekadar formalitas, melainkan kunci utama dalam mendukung asesmen digital yang akan dilakukan oleh tim asesor dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

“Semua unit kerja dituntut untuk aktif menampilkan dokumentasi kegiatan, layanan, dan capaian tridharma di website masing-masing. Ini bukan hanya soal penampilan, tetapi juga soal transparansi, akuntabilitas, dan rekam jejak digital institusi kita,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menunjukkan komitmen kuat dalam menjawab tantangan akreditasi era digital. Pengelolaan website bukan lagi sekadar media informasi, tetapi menjadi representasi citra dan kualitas institusi yang akan dinilai secara langsung oleh asesor nasional. (din)

Perkuat Komitmen Pencegahan, YIFoS Gandeng 5 Universitas Ternama, Cegah Kekerasan Seksual di Kampus

JAKARTA, FC - Dalam upaya memperkuat komitmen pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di perguruan tinggi berbasis keimanan, Youth Interfaith Forum on Sexuality (YIFoS) menyelenggarakan lokakarya intensif selama dua hari, pada 15–16 April 2025, bertempat di Hotel 88 Grogol, Jakarta Barat.

Acara ini menggandeng lima perguruan tinggi lintas agama dan kepercayaan, yakni UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta, Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Syailendra, dan Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) Jakarta. 

Hadir dalam kegiatan ini para dosen, tenaga pendidik, serta mahasiswa yang secara aktif terlibat dalam sesi diskusi dan pelatihan.

Dr. Hj. Masriah, M.Ag, Ketua Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang hadir sebagai duta institusi dalam komitmen penghapusan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi. 

Kehadirannya menegaskan pentingnya sinergi antara akademisi, birokrasi kampus, dan gerakan masyarakat sipil dalam membangun ekosistem pendidikan yang aman dan bermartabat.

"Kami dari PSGA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sangat mendukung langkah strategis lintas iman ini. Isu kekerasan seksual tidak bisa diselesaikan secara sektoral. Harus ada kolaborasi berbasis nilai keimanan, kemanusiaan, dan keadilan," ujar Dr. Masriah.

Lokakarya ini terdiri dari delapan sesi, dimulai dari pemahaman regulasi hingga simulasi dan penyusunan SOP. Sesi awal menekankan pada regulasi penting, yakni Permenag No. 73 Tahun 2022 dan Permendikbudristek No. 55 Tahun 2024, sebagai dasar hukum perlindungan warga kampus dari kekerasan seksual.

“Berdasarkan Permendikbudristek No. 55 Tahun 2024, bentuk kekerasan seksual yang diatur lebih beragam dibanding dalam PMA No. 73 Tahun 2022,” jelas Vitria, salah satu narasumber.

Vitria juga menekankan pentingnya kesadaran kolektif, membongkar selubung budaya yang kerap menyalahkan korban (victim blaming) dan pentingnya mengenali berbagai bentuk kekerasan, dari verbal hingga fisik.

Simulasi penanganan kasus menjadi highlight sesi ketiga dan keempat, di mana peserta menghadapi skenario kasus nyata dan diminta untuk merespons dengan prosedur yang tepat. 

"Diskusi terbuka memperkaya pemahaman peserta mengenai pendekatan sensitif terhadap korban, serta pentingnya menciptakan sistem pelaporan yang aman," ujarnya.

Hari kedua diisi dengan presentasi Standard Operating Procedure (SOP) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS). Setiap institusi merumuskan mekanisme pengaduan yang sesuai dengan konteks masing-masing kampus. Proses ini bertujuan menyusun sistem pengaduan yang adil, komprehensif, dan mudah diakses oleh seluruh warga kampus.

Lokakarya ini menegaskan kembali bahwa kampus seharusnya menjadi ruang aman, bukan tempat terjadinya kekerasan. Kolaborasi lintas iman dan institusi ini menunjukkan bahwa keberagaman justru dapat menjadi kekuatan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan seksual.

“Kami berharap hasil dari lokakarya ini tidak hanya menjadi wacana, tetapi diterapkan nyata di kampus masing-masing,” tutup panitia pelaksana. (din)

Kota Cirebon Terima Bantuan 85 Ribu Benih Ikan, Dorong Ketahanan Pangan dan Ekowisata Perairan


CIREBON - Kota Cirebon kembali mendapatkan bantuan benih ikan dari Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat. 

Sebanyak 85 ribu ekor benih ikan ditebar di perairan umum Sungai Kalijaga, tepatnya di wilayah Benda Kerep, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti.

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan secara simbolis dan disaksikan langsung oleh Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Cirebon, Elmi Masruroh, serta sejumlah pejabat lainnya, Rabu (16/4/2025). 

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga ekosistem perairan dan mendorong ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal.


"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas bantuan benih ikan ini. Terima kasih kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat. Ini akan membantu menambah populasi dan keberagaman ikan di perairan umum kita," ujar Wakil Wali Kota.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kawasan perairan seperti Sungai Kalijaga berpotensi dikembangkan menjadi destinasi wisata pemancingan. Menurutnya, selain sebagai sumber pangan, keberadaan ikan juga bisa dimanfaatkan untuk mendorong ekonomi warga melalui sektor pariwisata berbasis lingkungan.

"Tentunya saja akan memperkuat ketahanan pangan masyarakat," tutur Wakil Wali Kota.

Sementara itu, Kepala DKP3 Kota Cirebon, Elmi Masruroh, menyampaikan bahwa bantuan benih ikan ini rutin diterima oleh Kota Cirebon setiap tahunnya. 

"Tahun ini jenis yang kita terima adalah ikan patin sebanyak 70 ribu ekor dan ikan nilem sebanyak 15 ribu ekor. Penebaran kita fokuskan di wilayah Benda karena setelah dilakukan survei, banyak kolam dan perairan yang potensial untuk dikembangkan," jelasnya.

Elmi juga menyebutkan bahwa pihaknya telah memiliki rencana jangka panjang dalam pengelolaan bantuan benih ini. Salah satunya adalah dengan membentuk kelompok pembudidaya ikan di wilayah tersebut agar bantuan yang datang di masa mendatang bisa lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

Menurutnya, dengan makin terbatasnya lahan pertanian dan perikanan di wilayah perkotaan, pengelolaan perairan umum secara terpadu menjadi salah satu solusi. 

"Kami lihat wilayah Benda sangat mendukung untuk pengembangan budidaya ikan. Ini juga bisa menjadi alternatif mata pencaharian baru bagi masyarakat," tambahnya.

Dengan adanya penebaran benih ini, ekosistem perairan umum Kota Cirebon diharapkan semakin terjaga, dan masyarakat bisa ikut berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menikmati manfaat ekonomi dari hasil perairan yang sehat dan produktif.


Dokumentasi : Devi Triya Andriyani

Pengolah Informasi : Mike Dwi Setiawati



Selasa, 15 April 2025

Prof. Dr. Abdul Aziz Resmi Sandang Gelar Guru Besar : Bukti Komitmen, Konsistensi, dan Karya Nyata


CIREBON, FC -  Menjadi guru besar merupakan puncak tertinggi dalam karir Kadek, dan ini adalah impian setiap dosen. Namun bagi Prof. Dr. Abdul Aziz, S.Ag, S.M, M.Ag, impian itu bukan sekadar angan, melainkan sebuah komitmen yang ditegakkan sejak hari pertama ia mengabdi sebagai ASN di tahun 2005. 

Prinsip hidup yang ia pegang pun sederhana namun penuh makna,yakni setiap dua tahun, harus ada peningkatan jabatan dan golongan. Prinsip inilah yang menjadi kompas dalam perjalanan panjangnya menuju gerbang tertinggi dunia akademik.

Langkah strategisnya dimulai sejak tahun 2022, kala itu ia mulai menyiapkan dengan cermat seluruh dokumen dan persyaratan pengajuan Guru Besar. 

Di tengah berbagai tantangan, Prof. Abdul Aziz tetap teguh. Usahanya membuahkan hasil saat artikel ilmiahnya berhasil terbit di jurnal internasional bereputasi Quality - Access to Success (Scopus Q3) pada Februari 2023. 

Tanpa menunggu waktu, usulan Guru Besar diajukan Maret 2023. Proses panjang selama 18 bulan penilaian akhirnya berujung manis — pada 1 Desember 2024 terbitlah SK Guru Besar, dan pada Rabu, 19 Maret 2025, ia resmi dilantik.

Capaian ini tak lepas dari rekam jejak akademik yang mengesankan. Prof. Abdul Aziz dikenal aktif sebagai mitra bestari di jurnal internasional papan atas seperti Journal of Sustainable Finance & Investment dan International Journal of Islamic and Middle Eastern Finance and Management (keduanya Scopus Q2). 

Ia juga menjadi bagian dari Editorial Board Social Science Journal for Advanced Research, memperkuat kapasitas akademik sekaligus memperluas pengaruh ilmiahnya di kancah global.

Hingga kini, Prof. Abdul Aziz telah memiliki 6 publikasi internasional bereputasi, Sinta Score overall 1.686, dan AD Scientific Index ID: 214092, menunjukkan konsistensinya dalam meneliti dan menerbitkan karya-karya ilmiah berkualitas.

Dalam sambutannya seusai pelantikan, Prof. Abdul Aziz dengan penuh kerendahan hati menyampaikan, mohon doa dan dukungannya agar dirinya bisa menjaga amanah ini. Jika suatu saat dirinya khilaf, tolong ingatkan. Karena sejatinya, jabatan ini hanyalah titipan. 

"Saya berharap capaian ini bisa menjadi motivasi bagi generasi muda, bahwa belajar dan berkarya itu tak mengenal batas. Teruslah melangkah, karena manfaat kita bagi umat adalah warisan terbaik,” ujarnya.

Bagi keluarga besar UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, pencapaian ini bukan hanya menjadi kebanggaan institusi, tetapi juga menjadi sumber inspirasi dan bukti nyata bahwa dengan komitmen, konsistensi, dan keberanian untuk berjejaring serta berkarya, siapa pun bisa mencapai puncak tertinggi dalam dunia akademik.

Semoga capaian Prof. Dr. Abdul Aziz ini menjadi pemantik semangat bagi para dosen dan mahasiswa untuk terus melahirkan karya-karya ilmiah yang tak hanya membanggakan, tapi juga memberi manfaat nyata bagi ilmu pengetahuan, bangsa, dan umat. (din)

Pelantikan PPPK dan Serahkan SK CPNS Formasi 2024, Wali Kota Tekankan Kualitas Pelayanan Publik

CIREBON – Pemerintah Daerah Kota Cirebon melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Cirebon menggelar Pengambilan Sumpah/Janji dan Penyerahan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi tahun 2024, yang berlangsung di Sport Hall Bima, Selasa (15/4).  

Sebanyak 668 Aparatur Sipil Negara (ASN) resmi dilantik dan diambil sumpahnya oleh Wali Kota Cirebon, Effendi Edo. Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Haryomo Dwi Putranto, Wakil Wali Kota Siti Farida Rosmawati, Sekretaris Daerah Agus Mulyadi, para pejabat perangkat daerah, serta undangan lainnya.  

Dalam sambutannya, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo mengucapkan selamat kepada para ASN yang baru saja dilantik. Menurutnya, momen ini adalah awal dari perjalanan panjang yang penuh harapan.

"Saya harap momen dan perjalanan ini membawa manfaat, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat Kota Cirebon,” ujar Wali Kota.  

Jumlah 668 ASN tersebut terdiri dari 113 PPPK tenaga guru, 14 tenaga kesehatan, 442 tenaga teknis, dan 119 CPNS formasi tahun 2024. “Jumlah ini bukan hanya angka, tetapi potret harapan dan semangat perubahan untuk memperkuat kualitas pelayanan publik,” tambah Wali Kota.

Wali Kota menegaskan bahwa sumpah dan janji yang diucapkan bukan sekadar formalitas, melainkan komitmen moral. Ia juga mengajak para ASN untuk menjadi pelayan publik yang peka terhadap kebutuhan masyarakat dan mampu berinovasi demi kemajuan bersama.  

“Visi Kota Cirebon adalah Setara Berkelanjutan, dan itu hanya bisa terwujud dengan kontribusi aktif dari ASN yang bekerja sepenuh hati,” ungkap Wali Kota.

Wali Kota juga menyampaikan apresiasi kepada BKN dan seluruh perangkat daerah atas kelancaran proses seleksi yang berlangsung objektif dan berintegritas.  

Sementara itu, Wakil Kepala BKN, Haryomo Dwi Putranto, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya menjaga tanggung jawab sebagai ASN. “Sumpah yang diucapkan hari ini adalah awal pengabdian. Mari kita syukuri dengan meningkatkan disiplin dan integritas,” kata Haryomo.  

Ia juga menyoroti pentingnya manajemen talenta dalam sistem kepegawaian modern dan mendorong percepatan sistem merit. Menurut Haryomo, dari data yang ada, tingkat keterisian CPNS di Kota Cirebon sudah mencapai 96 persen, sementara PPPK 70 persen. 

"Masih ada 243 formasi yang perlu diisi dan seleksi tahap kedua akan dimulai 22 April mendatang,” jelasnya.  

Dengan pengangkatan ini juga disampaikan piagam penghargaan dari BKN untuk Kota Cirebon sebagai instansi di wilayah Kerja Kantor Regional III BKN yang melakukan percepatan pengangkatan CASN formasi tahun 2024. (din)



Senin, 14 April 2025

Lantik Jabatan Non Struktural Dosen, Inilah Pesan Yang Diaampaikan Rektor UIM.Aibwr Cirebon

 

CIREBON FC — Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang juga dikenal sebagai Cyber Islamic University (CIU), melalui Layanan Kepegawaian Biro AUAK menyelenggarakan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan Non Struktural Dosen dan Fungsional Dosen pada Senin, 14 April 2025. 

Bertempat di Auditorium Rektorat Lantai 3, kegiatan ini berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat profesionalisme ASN di era transformasi digital.

Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Rektor Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., serta dihadiri oleh para Wakil Rektor, tamu undangan, dan unsur pimpinan kampus lainnya. Acara ini dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil, yang mewajibkan setiap ASN yang diangkat dalam jabatan untuk dilantik dan mengucapkan sumpah/janji jabatan.

Dalam sambutannya, Prof. Aan menegaskan bahwa pelantikan ini merupakan bentuk komitmen institusi dalam memastikan akuntabilitas dan tanggung jawab moral setiap pegawai, khususnya dalam bidang akademik dan pengelolaan pendidikan tinggi berbasis digital.

“UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus mendorong profesionalisme ASN dalam mendukung transformasi kelembagaan menuju kampus digital berstandar global. Pelantikan ini adalah bagian dari upaya serius kita membangun budaya kerja yang berintegritas dan adaptif terhadap perubahan zaman,” ujar Prof. Aan.

Para pejabat yang dilantik dalam jabatan fungsional dosen adalah:

1. Prof. Dr. H. Saefudin Zuhri, M.Ag – Guru Besar

2. Dr. H. Iwan, M.Ag – Lektor Kepala

3. Dr. Muhamad Ali Misri, M.Si – Lektor Kepala

4. Dr. Leliya, S.H., M.H – Lektor Kepala

5. Afif Muamar, M.H.I – Lektor Kepala

6. Dr. Ahmad Arifuddin, M.Pd – Lektor

7. Dr. Evi Roviati, S.Si., M.Pd - sebagai Lektor Kepala

Selain itu, turut dilantik dalam Jabatan Non Struktural Dosen dengan tugas tambahan:

Dr. Zaenal Masduqi, M.Ag – sebagai Ketua Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) S2 Program Pascasarjana

Pelantikan ini menjadi simbol penguatan peran strategis dosen dalam pengembangan akademik dan tata kelola program studi di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Terlebih dalam konteks pendidikan tinggi berbasis daring (online), peran dosen tak hanya sebagai pengajar, melainkan juga sebagai inovator dan penggerak perubahan.

Melalui kegiatan ini, Layanan Kepegawaian Biro AUAK terus menunjukkan peran aktifnya dalam menghadirkan sistem kepegawaian yang modern, responsif, dan berbasis teknologi informasi, sejalan dengan visi UIN Siber Syekh Nurjati sebagai pionir pendidikan tinggi digital di Indonesia.

Wakil Bupati Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Cirebon

 

KABUPATEN CIREBON — Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman mendorong pengembangan kawasan Batu Lawang di Desa Cupang, Kecamatan Gempol, menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Cirebon.

Upaya itu ditunjukkan melalui dukungan terhadap kegiatan Batu Lawang Cupang Festival yang digelar pada Sabtu (12/4/2025).

Pria yang akrab disapa Jigus ini menegaskan, pemerintah daerah akan terus mensupport kegiatan promosi wisata seperti festival tersebut, sebagai bagian dari upaya mendorong kemajuan pariwisata di wilayah barat dan selatan Kabupaten Cirebon.

“Pemerintah daerah sangat mendukung kegiatan ini, karena potensinya besar untuk jadi promotor wisata lokal. Ke depan, kami ingin setiap wilayah punya pengembangan wisata yang sesuai karakter masing-masing,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemkab Cirebon tengah menyiapkan grand design atau cetak biru pengembangan kawasan wisata, dengan melibatkan akademisi dan pemangku kepentingan lain, agar perencanaan berjalan terarah selama masa kepemimpinan saat ini.

Dalam kesempatan itu, Jigus juga menanggapi usulan masyarakat terkait pembukaan akses jalan alternatif menuju kawasan wisata Batu Lawang, yang selama ini hanya dapat diakses melalui wilayah Majalengka.

Ia menegaskan, pemerintah daerah akan segera berkoordinasi dengan Perhutani, karena sebagian wilayah yang diusulkan merupakan kawasan hutan negara.

“Kami tidak bisa membangun akses jalan, karena wilayah tersebut merupakan kawasan Perhutani. Tapi tadi pihak Perhutani secara lisan sudah menyatakan dukungannya,” ucap Jigus.

“Selanjutnya kami akan intens berkomunikasi dengan Perhutani, pemerintah desa, dan kecamatan agar rencana ini bisa segera direalisasikan,” ujarnya menambahkan.

Dukungan tersebut juga ditegaskan Kepala Seksi Pembinaan Sumber Daya Hutan Perhutani KPH Majalengka, Tatang Koswara, yang menyatakan bahwa Perhutani siap mendukung rencana pembangunan jalan tembus tersebut.

“Kami siap mengawal proses perizinannya hingga ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Diharapkan akses ini bisa menjadi jalur utama wisatawan menuju Batu Lawang,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Promosi dan Ekonomi Kreatif Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon, Achmad Bayu Suradilaga menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan hasil usulan masyarakat dan pengelola wisata yang disampaikan dalam Musrenbang tahun 2024.

Batu Lawang Cupang Festival sendiri menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-543 Kabupaten Cirebon, yang digelar pada tanggal 12-13 April 2025.

Beragam kegiatan digelar mulai dari Jeep Adventure, Festival Band, Fun Climbing, Lomba Foto, hingga aksi penanaman pohon.

“Disbudpar hanya memfasilitasi agar kegiatan ini masuk ke agenda resmi Hari Jadi Cirebon tahun ini. Intinya, kita berkolaborasi untuk mempromosikan wisata di Kecamatan Gempol, khususnya Batu Lawang,” ujar Bayu.

Sementara itu, Lana, warga Palimanan yang juga pemilik layanan Jeep Adventure, mengapresiasi keterlibatan komunitasnya dalam kegiatan tersebut. Sebanyak 20 unit Jeep lokal turut ambil bagian dalam festival.

“Alhamdulillah komunitas Jeep wisata turut dilibatkan. Kami berharap kehadiran kami bisa memberi dampak ekonomi positif bagi warga sekitar,” kata Lana. (din)

UIN Siber Cirebon dan Dinas Pendidikan Indramayu Dorong Peningkatan IPM

INDRAMAYU - Suasana hangat penuh kekeluargaan menyelimuti Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu pada Jum’at pagi. Acara Halal bi Halal yang digelar antara Keluarga Besar Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu ini bukan sekadar ajang silaturahmi biasa, melainkan momentum strategis untuk menyatukan visi dalam peningkatan kualitas pendidikan daerah.Jum’at, (11/04/2025).

Acara ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, Dr. H. Caridin, S.Pd., M.Pd., beserta para kepala bidang, pengawas sekolah, serta jajaran pimpinan Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, di antaranya Dr. Akhmad Affandi, M.Ag., Dr. Iis Arifudin, M.Ag., Dr. Ahmad Khalimy, S.H., M.H., Dr. Hj. Mumun Munawaroh, M.Si., dan Dr. H. Rosidi Ridho, M.Ag.

Dalam sambutannya, Dr. Caridin menyampaikan urgensi kolaborasi antara dunia akademik dan institusi pendidikan daerah. Menurutnya, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Indramayu di bidang pendidikan masih tertinggal dibandingkan daerah lain seperti Kota Bandung. Salah satu penyebabnya, kata dia, adalah minimnya data penduduk berpendidikan tinggi yang menetap di Indramayu.

“Banyak warga Indramayu yang sudah sukses, lulusan S2 dan S3, tapi mereka tinggal di luar daerah. Akhirnya, data mereka tidak tercatat dalam IPM Indramayu. Maka dari itu, kami dorong para kepala sekolah, guru SD dan SMP, serta pengawas pendidikan untuk melanjutkan studi di Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon,” tegasnya.

Ajakan tersebut disambut antusias oleh pihak UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Dr. Iis Arifudin menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan amanat dari pimpinan pascasarjana, termasuk Prof. Dr. H. Sugianto, S.H., M.H., selaku Wakil Direktur Pascasarjana yang juga tergabung dalam Tim Komite Percepatan Pembangunan Indramayu Bidang Pendidikan.

“Kami siap bersinergi untuk meningkatkan SDM di Indramayu. Program S2 MPI kami sangat terjangkau, hanya Rp 3.750.000 per semester. Meski terjangkau, kami tetap menjaga kualitas pendidikan dengan dosen-dosen lulusan dalam dan luar negeri,” ujar Iis.

Pernyataan serupa juga disampaikan oleh para ketua program studi lainnya. Dr. Akhmad Affandi (S2 PAI), Dr. Ahmad Khalimy (S2 HKI), dan Dr. Hj. Mumun Munawaroh (S2 PMI), masing-masing mendorong para tenaga pendidik yang belum menempuh jenjang magister untuk segera bergabung.

Menariknya, acara ini juga dihadiri oleh Dr. H. Muhammad Ali, M.Pd., yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu dan kini menjadi dosen Pascasarjana UIN Syekh Nurjati. Kehadiran beliau menjadi simbol kuatnya kesinambungan antara pengalaman birokrasi dan dunia akademik.

Dengan penuh semangat, para peserta menyambut baik inisiatif ini. Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendorong pemerataan pendidikan berkualitas dan menaikkan IPM Kabupaten Indramayu secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.