Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 23 April 2025

Satpol PP Kabupaten Cirebon Gelar Pelatihan Penanggulangan Rokok Ilegal

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menggelar pelatihan Training of Trainer (ToT) terkait pemberantasan barang kena cukai (BKC) tembakau ilegal tahun 2025, yang berlangsung di Hotel Apita Cirebon, Rabu (23/4/2025).

Pelatihan tersebut diikuti oleh 25 anggota Satpol PP Kabupaten Cirebon dan menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur pemerintah daerah, kepolisian, TNI, kejaksaan, serta Bea Cukai.

Kepala Satpol PP Kabupaten Cirebon Imam Ustadi dalam sambutannya menegaskan, pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap legalitas produk tembakau yang dikonsumsi.

“Dalam keseharian, masyarakat selaku konsumen hasil tembakau sering kali tidak memperhatikan apakah rokok yang mereka beli dilekati pita cukai atau tidak. Yang penting bagi mereka adalah rasa dan harga yang terjangkau,” ujar Imam.

Ia menambahkan, bahwa sesuai dengan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007, cukai merupakan pungutan negara terhadap barang-barang tertentu, termasuk hasil tembakau seperti sigaret, cerutu, rokok daun, tembakau iris, hingga hasil olahan tembakau lainnya.

Oleh karena itu, lanjut Imam, Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Satpol PP akan terus berupaya mencegah peredaran cukai ilegal di wilayahnya.

Upaya ini dilakukan dengan menggelar pengumpulan informasi serta operasi bersama lintas sektor, termasuk dengan Bea Cukai, Polri, TNI, dan Kejaksaan.

“Kami sangat antusias dalam memerangi peredaran cukai palsu, karena hal ini sangat memengaruhi penerimaan negara,” tegas Imam.

“Kami juga terus menyosialisasikan kepada masyarakat agar tidak membeli rokok tanpa pita cukai atau dengan pita cukai palsu,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Penyidikan dan Penyelidikan pada Bidang Penegakkan Perundang-Undangan Daerah Setda Kabupaten Cirebon, Apip Sirojudin menyebutkan, kegiatan ini merupakan bagian dari sub kegiatan penanganan pelanggaran peraturan daerah dan peraturan kepala daerah.

Ia berharap, pelatihan ini bisa dimanfaatkan secara optimal oleh para peserta dalam mendukung langkah konkret pemberantasan peredaran rokok ilegal di Kabupaten Cirebon.

“Melalui pelatihan ini, diharapkan sinergi antarinstansi dan kesadaran masyarakat meningkat, sehingga ruang gerak rokok ilegal bisa semakin dipersempit,” kata Apip.

Pelaksanaan ToT ini mengacu pada Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 52/KM.4/2024 tentang Petunjuk Teknis Kegiatan Penegakan Hukum dalam Rangka Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau. (Ainin)

Reuni dan Halal Bihalal Alumni APDN Angkatan IX/1973, Wakil Wali Kota Ajak Perkuat Komitmen Pengabdian

 

CIREBON – Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, menghadiri kegiatan Reuni dan Halal Bihalal Alumni Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) Bandung Angkatan IX/1973 yang digelar di Bandar Jakarta, Rabu (23/4/2025).

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menyampaikan rasa syukur dan kehormatan karena dapat hadir di tengah para tokoh dan alumni yang telah banyak berkontribusi dalam dunia pemerintahan dan pelayanan publik. 

Menurut Wakil Wali Kota, reuni ini tidak hanya menjadi ajang nostalgia, namun juga momentum penting untuk mempererat kembali tali silaturahmi dan berbagi pengalaman.

“Pertemuan seperti ini menjadi pengingat bahwa menjaga hubungan dan semangat kebersamaan sangatlah penting. Silaturahmi yang erat dapat menjadi kekuatan besar dalam menjalankan amanah sebagai abdi negara,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wakil Wali Kota juga menekankan pentingnya peran para alumni APDN dalam mendukung pembangunan bangsa, khususnya melalui peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan transparan. 

Ia menyebut bahwa pengalaman panjang para alumni menjadi aset berharga yang harus terus diwariskan.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota menyampaikan komitmen Pemerintah Kota Cirebon dalam mewujudkan visi pembangunan daerah yaitu menciptakan Cirebon sebagai kota yang sejahtera, tertata, aspiratif, aman, dan berkelanjutan. 

Ia mengajak para alumni untuk terus berkontribusi dan bersinergi dalam mewujudkan hal tersebut.

“Kontribusi nyata Bapak dan Ibu sekalian sangat kami butuhkan. Semangat pengabdian yang telah ditunjukkan selama ini menjadi teladan dan inspirasi, baik bagi kami di pemerintahan maupun masyarakat luas,” tambahnya.

Dalam nuansa Syawal yang penuh berkah, Wakil Wali Kota turut mengucapkan selamat Idulfitri kepada seluruh peserta reuni.

“Minal ‘aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita semua senantiasa diberi kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat,” ucapnya.

Mengakhiri sambutannya, Wakil Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara atas dedikasi dan kerja keras dalam menyukseskan acara ini. 

Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilestarikan sebagai sarana memperkuat solidaritas, persatuan, dan semangat pengabdian.



Ketua DPRD Kota Cirebon Mengapresasi Araa Pelaksanaan Musrenbang RKPD 2026

CIREBON – Ketua DPRD Kota Cirebon, Andrie Sulistio menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Musrenbang RKPD 2026 yang disinergikan dengan Forum Konsultasi Publik penyusunan RPJMD Kota Cirebon 2025–2029.

Kegiatan yang dilaksankan di Auditorium FK UGJ tersebut, Andrie menekankan pentingnya perencanaan pembangunan daerah yang terarah agar pembangunan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Pembangunan daerah harus diawali perencanaan matang, baik dari sisi waktu, anggaran, maupun output, agar outcome-nya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya, Senin (21/4/2025).

Dalam sambutannya, Ketua DPRD Kota Cirebon juga menekankan bahwa tujuan utama pembangunan adalah meningkatkan penghasilan, membuka lapangan kerja, memperluas akses kebijakan, dan mendorong daya saing serta indeks pembangunan manusia (IPM).

Ia mengingatkan bahwa penyusunan RPJMD 2025–2029 harus selaras dengan RPJPD Kota Cirebon 2025–2045 yang telah ditetapkan melalui Perda Nomor 8 Tahun 2024.

Dengan keselarasan ini, visi dan misi Walikota dan Wakil Walikota dapat terintegrasi dalam dokumen perencanaan jangka panjang.

“Mewakili lembaga DPRD, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif berdiskusi dalam forum ini agar hasil perencanaan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat Kota Cirebon,” katanya.

Di kesempatan yang sama, Walikota Cirebon Effendi Edo SAP MSi menyatakan, tahun 2025 menjadi awal penting dalam pembangunan Kota Cirebon.

Setelah pelantikannya pada 20 Februari 2025 oleh Presiden RI di Istana Merdeka, Walikota dan Wakil Walikota berkewajiban menyusun dokumen RPJMD paling lambat enam bulan setelah pelantikan, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 23/2014.

RPJMD Kota Cirebon 2025–2029, menurutnya, memiliki kedudukan strategis karena menjadi penjabaran awal dari RPJPD Kota Cirebon 2025-2045 yang telah ditetapkan melalui Perda Nomor 8/2024.

“Penyusunan RPJMD bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi langkah fondasional dalam mewujudkan visi jangka panjang pembangunan kota,” ujarnya.

RPJMD ini akan dijabarkan lebih lanjut dalam dokumen RKPD tahunan, mulai dari RKPD 2026 hingga 2030.

“Karena itu, Musrenbang RKPD 2026 juga menjadi momen penting dalam menyelaraskan pembangunan jangka menengah dan tahunan,” katanya.

Lima Dosen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Ditunjuk Sebagai Reviewer Litapdimas 2025–2027


CIREBON, FC - UIN Siber Cirebon kembali menunjukkan eksistensinya dalam kancah akademik nasional. Hal ini dibuktikan dengan ditetapkannya lima dosen dari berbagai rumpun keilmuan sebagai Reviewer Nasional Litapdimas (Penelitian, Publikasi Ilmiah, dan Pengabdian kepada Masyarakat) untuk periode 2025–2027. 

Penunjukan ini tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 1049 Tahun 2025 dan diumumkan secara resmi melalui surat B-231/DJ.I/Dt.I.III/HM.01/04/2025.

Kelima dosen yang terpilih berasal dari disiplin ilmu yang beragam:

Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag. – Ekonomi dan Bisnis Islam

Prof. Dr. Hj. Septi Gumiandari, M.Ag. – Psikologi Islam

Prof. Dr. Ria Tulia Gloria, M.Pd. – Tarbiyah dan Ilmu Pendidikan

Prof. Dr. Widodo Winarso, M.Pd.I. – Tarbiyah dan Ilmu Pendidikan

Dr. Darwan, M.Kom. – Sains dan Teknologi

Penunjukan ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk memperkuat kualitas tridharma perguruan tinggi, khususnya di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). 

Para reviewer akan berperan penting dalam proses penilaian proposal, evaluasi hasil akhir, serta memastikan relevansi akademik dan dampak sosial dari kegiatan riset dan pengabdian.

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., yang juga menjadi salah satu reviewer terpilih, menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan oleh Kementerian Agama RI. 

“Penetapan ini adalah bentuk pengakuan terhadap kualitas sumber daya manusia di UIN Siber. Semoga kontribusi kami dapat memperkuat mutu riset dan pengabdian di level nasional,” ujarnya.

Dalam arahannya, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kemenag RI, Prof. Dr. Phil. Sahiron, MA., menekankan pentingnya peran reviewer dalam mendorong kemajuan keilmuan dan dampak sosial dari setiap kegiatan penelitian. 

Ia menyampaikan bahwa Diktis kini tengah memetakan dosen-dosen dengan kemampuan bahasa Arab dan Inggris yang mumpuni untuk didorong mengikuti joint research dengan berbagai institusi luar negeri, seperti di Belanda, Maroko, Tunisia, dan Jerman. 

Selain itu, program seperti visiting professor, magang pengabdian masyarakat, hingga kolaborasi penulisan dengan mitra luar negeri juga tengah diperluas. Tujuannya adalah menghasilkan artikel-artikel ilmiah yang layak dipublikasikan di jurnal bereputasi tinggi seperti Scopus dan Web of Science.

Lebih lanjut, Prof. Sahiron juga memberikan wejangan yang sarat nilai-nilai etika akademik kepada para reviewer. Ia menekankan pentingnya kerendahan hati dan sikap terbuka dalam menilai karya ilmiah. 

“Sebagai reviewer, Bapak/Ibu harus tetap menjadi pribadi yang tawadu’. Ilmu, jabatan, dan kedudukan bisa menjadi sumber kesombongan. Jangan menjadi orang yang mutakabbir. Ingatlah bahwa peneliti seringkali lebih memahami substansi dalam bidangnya. Tugas reviewer adalah menilai secara objektif, terus belajar, dan menghargai keberagaman keilmuan,” terangnya.

Keterlibatan lima dosen UIN Siber dalam skema nasional ini menjadi bukti nyata bahwa institusi pendidikan tinggi berbasis digital seperti UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mampu mengambil peran strategis dalam peningkatan mutu pendidikan tinggi Islam, tidak hanya dari sisi keilmuan, tetapi juga dalam membangun etika akademik dan jejaring kolaborasi global. (sin)

Transformasi Digital Penerimaan Mahasiswa Baru : UIN Siber Cirebon Luncurkan Pusat Admisi dan Promosi

 

CIREBON, FC – Dalam menyongsong era globalisasi dan transformasi digital yang semakin pesat, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon atau Cyber Islamic University (CIU) kembali menunjukkan langkah progresifnya. 

Salah satu terobosan penting yang baru saja diresmikan adalah pembentukan Pusat Admisi dan Promosi, unit baru yang menjadi ujung tombak dalam proses seleksi dan penerimaan mahasiswa baru dari jenjang Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3).

Transformasi ini merupakan wujud komitmen kampus dalam memperkuat tata kelola, meningkatkan efisiensi layanan, dan memperluas jangkauan penerimaan mahasiswa dalam lanskap pendidikan tinggi yang kini serba digital. 

Melalui Keputusan Rektor Nomor 334 Tahun 2025, unit ini secara resmi ditetapkan sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang bertanggung jawab penuh terhadap seluruh proses admisional dan promosi universitas.

Dari Verifikasi Digital hingga Branding Global

Berbeda dengan sistem konvensional sebelumnya, Pusat Admisi dan Promosi kini mengelola seluruh proses seleksi secara terintegrasi dan digital, mulai dari verifikasi data, validasi hasil seleksi, hingga penetapan mahasiswa aktif yang langsung terhubung dengan sistem akademik universitas.

Namun tugas unit ini tak hanya berhenti di urusan seleksi. Dengan mandat promosi yang kuat, Pusat Admisi dan Promosi juga bertanggung jawab dalam membangun citra institusional, memperluas branding universitas, dan melaksanakan kampanye penerimaan mahasiswa secara nasional dan internasional.

“Unit ini adalah wajah pertama yang akan dilihat oleh calon mahasiswa dan publik. Maka, kecepatan, transparansi, dan profesionalitas adalah harga mati,” ujar Basiran, S.Ag., M.A., yang kini memimpin unit ini sebagai Kepala Pusat, didampingi oleh Oktavianus Bere, S.Sos. sebagai Sekretaris.

Gerbang Digital Menuju Kampus Masa Depan

Sebagai universitas Islam negeri berbasis siber pertama di Indonesia, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memiliki visi besar untuk menjadi kampus yang menyelenggarakan pendidikan tinggi daring secara penuh (fully online) maupun hybrid. 

Dengan hadirnya Pusat Admisi dan Promosi, proses masuk ke universitas ini kini semakin mudah diakses, efisien, inklusif, dan berbasis teknologi.

“Ini bukan sekadar perubahan nama unit, melainkan transformasi paradigma. Kami ingin menjadikan proses penerimaan mahasiswa sebagai pengalaman yang nyaman, modern, dan membanggakan,” tegas Rektor Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., dalam peluncuran unit ini.

Pusat Admisi dan Promosi juga akan berperan strategis dalam menyebarluaskan program-program unggulan universitas ke berbagai wilayah di Indonesia dan luar negeri. 

Dengan semangat inklusivitas dan digitalisasi, universitas membuka pintu selebar-lebarnya bagi generasi muda yang ingin menempuh pendidikan tinggi Islam yang unggul dan berbasis teknologi.

Untuk informasi lengkap mengenai penerimaan mahasiswa baru di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, masyarakat dapat mengakses laman resmi Pusat Admisi dan Promosi di: https://pmb.uinssc.ac.id/ Digital PMB UIN Siber Cirebon Luncurkan Pusat Admisi dan Promosi

CIREBON, FC – Dalam menyongsong era globalisasi dan transformasi digital yang semakin pesat, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon atau Cyber Islamic University (CIU) kembali menunjukkan langkah progresifnya. 

Salah satu terobosan penting yang baru saja diresmikan adalah pembentukan Pusat Admisi dan Promosi, unit baru yang menjadi ujung tombak dalam proses seleksi dan penerimaan mahasiswa baru dari jenjang Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3).

Transformasi ini merupakan wujud komitmen kampus dalam memperkuat tata kelola, meningkatkan efisiensi layanan, dan memperluas jangkauan penerimaan mahasiswa dalam lanskap pendidikan tinggi yang kini serba digital. 

Melalui Keputusan Rektor Nomor 334 Tahun 2025, unit ini secara resmi ditetapkan sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang bertanggung jawab penuh terhadap seluruh proses admisional dan promosi universitas.

Dari Verifikasi Digital hingga Branding Global

Berbeda dengan sistem konvensional sebelumnya, Pusat Admisi dan Promosi kini mengelola seluruh proses seleksi secara terintegrasi dan digital, mulai dari verifikasi data, validasi hasil seleksi, hingga penetapan mahasiswa aktif yang langsung terhubung dengan sistem akademik universitas.

Namun tugas unit ini tak hanya berhenti di urusan seleksi. Dengan mandat promosi yang kuat, Pusat Admisi dan Promosi juga bertanggung jawab dalam membangun citra institusional, memperluas branding universitas, dan melaksanakan kampanye penerimaan mahasiswa secara nasional dan internasional.

“Unit ini adalah wajah pertama yang akan dilihat oleh calon mahasiswa dan publik. Maka, kecepatan, transparansi, dan profesionalitas adalah harga mati,” ujar Basiran, S.Ag., M.A., yang kini memimpin unit ini sebagai Kepala Pusat, didampingi oleh Oktavianus Bere, S.Sos. sebagai Sekretaris.

Gerbang Digital Menuju Kampus Masa Depan

Sebagai universitas Islam negeri berbasis siber pertama di Indonesia, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memiliki visi besar untuk menjadi kampus yang menyelenggarakan pendidikan tinggi daring secara penuh (fully online) maupun hybrid. 

Dengan hadirnya Pusat Admisi dan Promosi, proses masuk ke universitas ini kini semakin mudah diakses, efisien, inklusif, dan berbasis teknologi.

“Ini bukan sekadar perubahan nama unit, melainkan transformasi paradigma. Kami ingin menjadikan proses penerimaan mahasiswa sebagai pengalaman yang nyaman, modern, dan membanggakan,” tegas Rektor Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., dalam peluncuran unit ini.

Pusat Admisi dan Promosi juga akan berperan strategis dalam menyebarluaskan program-program unggulan universitas ke berbagai wilayah di Indonesia dan luar negeri. 

Dengan semangat inklusivitas dan digitalisasi, universitas membuka pintu selebar-lebarnya bagi generasi muda yang ingin menempuh pendidikan tinggi Islam yang unggul dan berbasis teknologi.

Untuk informasi lengkap mengenai penerimaan mahasiswa baru di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, masyarakat dapat mengakses laman resmi Pusat Admisi dan Promosi di: https://pmb.uinssc.ac.id/

Kendalikan Laju inflasi, Pemkab Gelar Gerakan Pangan Murah

KABUPATEN CIREBON — Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-543 Kabupaten Cirebon, Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kecamatan Weru, Selasa (22/4/2025).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan, serta pengendalian laju inflasi daerah.

Sambutan Bupati Cirebon Imron yang dibacakan oleh Kepala DKPP Kabupaten Cirebon, Erus Rusmana, menyampaikan bahwa pemerintah memiliki kewajiban dalam menjaga stabilitas pangan, baik dari sisi produsen maupun konsumen.

“Dalam rangka menjaga ketahanan pangan, pemerintah berkewajiban menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan pokok strategis, baik di tingkat produsen maupun konsumen, serta mewujudkan keterjangkauan pangan masyarakat, rumah tangga, dan perseorangan,” ujar Erus.

Ia menambahkan, diperlukan sinergi dan upaya berkesinambungan untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap pangan yang berkualitas dengan harga terjangkau.

“Untuk peningkatan aksesibilitas masyarakat guna memperoleh bahan pangan pokok strategis yang berkualitas dengan harga terjangkau dan di bawah harga pasar, diperlukan upaya berkesinambungan dan sinergi guna memenuhi konsumsi masyarakat,” jelasnya.

GPM menjadi salah satu program yang mendukung langkah tersebut. Kegiatan ini diharapkan dapat menjaga ketersediaan pangan dan memenuhi kebutuhan masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau.

Erus menjelaskan, GPM bertujuan menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, serta sebagai bentuk pengendalian inflasi daerah.

“Tujuan diselenggarakannya kegiatan Gerakan Pangan Murah adalah untuk menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan, serta upaya pengendalian laju inflasi daerah dan menyediakan bahan pangan pokok strategis dengan harga yang terjangkau dan berkualitas,” jelasnya.

Melalui pelaksanaan GPM, pemerintah berharap kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi secara merata, sekaligus menjaga daya beli di tengah dinamika harga pasar. (din)

DAKOCAN Diluncurkan, Bupati Imron : KIA Jadi Basis Data Pendukung Sistem Pendidikan bagi Anak-anak

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon resmi meluncurkan program Dokumen Adminduk KIA Bocah Kabupaten Cirebon (DAKOCAN) di SMP Negeri 1 Sumber, Selasa (22/4/2025).

Program ini merupakan langkah strategis untuk mempercepat penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA) sekaligus membangun basis data yang akurat untuk mendukung sistem pendidikan dan perlindungan anak di daerah.

Bupati Cirebon Imron mengatakan, program DAKOCAN bukan hanya sekadar program administrasi kependudukan, melainkan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam merancang pembangunan sumber daya manusia sejak dini.

“Selama ini kita punya data umum penduduk, tetapi belum terpetakan secara rinci berapa anak-anak usia sekolah, mana yang SD, SMP, atau SMA. Dengan KIA, kita bisa melihat data itu secara jelas dan akurat,” ujar Imron.

Ia menjelaskan, melalui program ini pemerintah bisa mengetahui potensi anak-anak di Kabupaten Cirebon secara lebih terukur.

Data KIA akan digunakan sebagai dasar dalam menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

“KIA ini menjadi pintu masuk untuk berbagai program. Misalnya, dalam hal bantuan pendidikan, kegiatan ekstrakurikuler, lomba, atau pembinaan anak berbakat, semua itu butuh data. Kalau datanya tidak jelas, kita susah menyusun kebijakan yang tepat,” jelasnya.

Menurutnya, dengan adanya data anak yang valid, pemda bisa lebih mudah menjalin kerja sama lintas sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga perlindungan sosial.

“Kita ingin semua anak punya identitas sejak dini. Ini juga penting untuk jaminan perlindungan hukum, akses layanan kesehatan, dan pendidikan,” tambahnya.

“Anak-anak ini aset kita. Maka kita harus tahu siapa mereka, di mana mereka, dan apa kebutuhannya,” tegas Imron.

Peluncuran program ini menjadi tonggak awal untuk penerbitan KIA secara kolektif di sekolah-sekolah. Dalam tahap awal, sasaran utamanya adalah siswa tingkat SMP.

“Hari ini kita mulai dari SMP Negeri 1 Sumber, nanti berlanjut ke SMP lainnya, lalu ke SMA. Kami ingin setiap anak di Kabupaten Cirebon memiliki KIA. Kami sangat mengapresiasi Disdukcapil yang menjalankan program ini secara proaktif,” tambahnya.

Imron juga menekankan, bahwa DAKOCAN mendukung sinkronisasi data antara sistem kependudukan dan sistem pendidikan nasional, terutama dalam menghadapi kebijakan baru dari Kementerian Pendidikan yang mulai menerapkan ijazah digital.

“Kalau datanya tidak sinkron, anak bisa kesulitan saat lulus atau mendaftar sekolah. Nama berbeda di ijazah dan di akta, ini jadi masalah. KIA menyelesaikan itu. Jadi ini bukan soal administrasi saja, tapi juga menjamin hak anak mendapatkan layanan yang layak,” kata Imron.

Ia berharap, dengan dukungan seluruh sekolah, orang tua, dan aparatur di lapangan, program DAKOCAN bisa mencapai target 62% dari total anak usia 0–16 tahun di tahun ini.

“Kami yakin program inibisa sukses, karena ini untuk kepentingan anak-anak kita. Mari kita kawal bersama,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Disdukcapil Kabupaten Cirebon Iman Supriadi, menyebutkan bahwa saat ini sudah tercetak sekitar 420 ribu KIA.

Pihaknya tengah mengejar pencetakan tambahan sebanyak 300 ribu blanko untuk mencapai target total 639.333 anak tahun ini.

“Kami sudah siapkan sistem kolektif melalui sekolah. Anak cukup kirim pas foto, lalu KIA kami cetak dan distribusikan. Di dalam KIA sudah tercantum seluruh data penting anak, jadi tidak perlu lagi membawa akta atau KK ke mana-mana,” tutur Iman.

Peluncuran DAKOCAN turut mendapat dukungan dari Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cirebon, Ronianto, yang menilai program ini mendukung sinkronisasi antara data pendidikan dan data kependudukan yang kini diwajibkan dalam sistem ijazah online.


“Dengan KIA, kami bisa pastikan nama anak, tanggal lahir, hingga nama orang tua sesuai. Ini penting untuk menghindari residu data,” ucap Ronianto.


“Saat ini masih ada sekitar 600 siswa yang data Dapodiknya belum cocok dengan data Capil,” tukasnya.

Bupati Imron Resmikan 25 Proyek Pembangunan Fisik Tahun Anggaran 2024

 

KABUPATEN CIREBON — Sebanyak 25 proyek pembangunan fisik yang dikerjakan selama tahun anggaran 2024 diresmikan oleh Bupati Cirebon Imron.

Peresmian dilakukan melalui penandatanganan prasasti di Lobby Kantor Bupati Cirebon, Senin (21/4/2025), yang juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-543 Kabupaten Cirebon.

Imron menegaskan, pembangunan ini merupakan bentuk nyata dari komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan pelayanan publik, pemerataan pembangunan, dan kualitas hidup masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa pembangunan tidak hanya berpusat di kota, tetapi merata hingga ke pelosok desa. Semua ini dilakukan demi mempercepat kemajuan Kabupaten Cirebon,” kata Imron.

Dari total proyek yang diresmikan, sebagian besar merupakan revitalisasi infrastruktur pendidikan. Sebanyak 11 sekolah dasar dan menengah direvitalisasi, antara lain SD Negeri Gegunung di Kecamatan Sumber, SD Negeri 2 Panggangsari di Kecamatan Losari, hingga SMP Negeri 1 Astanajapura.

Revitalisasi ini dilakukan guna mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman dan lebih layak.

Menurut Imron, pendidikan tetap menjadi prioritas utama dalam pembangunan daerah. “Kami percaya, pembangunan sumber daya manusia dimulai dari ruang kelas yang memadai. Maka, sekolah-sekolah yang rusak harus dibenahi,” ujarnya.

Di sektor penanggulangan bencana, Pemkab Cirebon meresmikan gedung sektor Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan di Kecamatan Greged. Keberadaan fasilitas ini diharapkan dapat mempercepat penanganan kebakaran dan evakuasi di wilayah timur Kabupaten Cirebon.

Pemerintah daerah juga memperkuat dukungan terhadap pelaku ekonomi kreatif melalui pengembangan Gedung Ekonomi Kreasi.

Gedung ini ditujukan sebagai ruang kolaborasi bagi seniman, pelaku UMKM, dan komunitas budaya lokal. “Kami ingin Kabupaten Cirebon menjadi pusat kreativitas yang bisa membanggakan daerah dan menciptakan lapangan kerja,” kata Imron.

Di bidang kesehatan, dua infrastruktur penting turut diresmikan, yakni Gedung Public Safety Center (PSC) 119 dan Unit Transfusi Darah di RSUD Waled.

Pembangunan ini menjadi bagian dari strategi peningkatan layanan darurat dan pemenuhan kebutuhan darah yang aman dan cepat.

Sementara itu, sejumlah jembatan penting juga telah selesai ditingkatkan. Di antaranya jembatan pada ruas Munjul–Gemulung Tonggoh, Cempaka–Karangsari, dan Keduanan–Kasugengan Kidul.

Peningkatan ini ditujukan untuk memperlancar konektivitas antarwilayah serta menunjang distribusi ekonomi lokal.

Peningkatan tiga instalasi pengolahan air (IPA) di Desa Pamengkang, Desa Gegunung, dan Desa Tukmudal turut menjadi fokus pembangunan infrastruktur dasar.

Uprating IPA ini ditujukan untuk menjamin ketersediaan air bersih yang layak konsumsi bagi masyarakat di wilayah Kecamatan Mundu dan Sumber.

Pemkab Cirebon juga meresmikan rehabilitasi jaringan irigasi di dua lokasi, yakni D.I Ciwado dan D.I Jatisawit. Proyek ini menjadi bagian dari strategi penguatan sektor pertanian agar para petani bisa mengakses air secara berkelanjutan.

Normalisasi Kali Soka di Kecamatan Plered juga turut diresmikan. Proyek ini berfungsi sebagai langkah pengendalian banjir musiman yang sering melanda daerah padat penduduk dan lahan pertanian.

Terakhir, pembangunan gedung Dekopinda Kabupaten Cirebon juga menjadi bagian dari proyek yang diresmikan. Gedung ini akan dimanfaatkan sebagai pusat koordinasi kegiatan koperasi dan UMKM. (sin)

Selasa, 22 April 2025

Kolaborasi Pemerintah dan Ketenagakerjaan, Dorong Atasi Pengangguran di Kota Cirebon

CIREBON – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, secara resmi membuka Rapat Kerja Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit Kota Cirebon yang digelar di Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cirebon, Selasa (22/4/2025). 

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota menyampaikan pentingnya pelatihan kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan agar penyerapan tenaga kerja lebih optimal, khususnya di wilayah Ciayumajakuning.

“Pelatihan itu penting, tapi jangan asal. Harus sesuai dengan klasifikasi dan spesifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan industri,” ujar Wali Kota.

Ia berharap kolaborasi antara lembaga ketenagakerjaan dan pemerintah bisa berjalan lebih erat demi menekan angka pengangguran yang masih menjadi tantangan bersama.

Wali Kota menyebutkan bahwa penurunan angka pengangguran di tahun 2024 merupakan bukti bahwa upaya yang dilakukan sudah berada di jalur yang benar. Ia pun mengapresiasi Dinas Tenaga Kerja dan para mitranya atas kerja keras selama ini. 

“Insya Allah, mudah-mudahan semua sepakat. Kita ingin bangun kerja sama yang lebih kuat,” ucapnya.

Senada dengan Wali Kota, Kepala Disnaker Kota Cirebon, Agus Suherman, menjelaskan bahwa tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Cirebon mengalami penurunan cukup signifikan. 

“Pada tahun 2023 tercatat sebesar 7,6 persen atau sekitar 13.800 orang. Tahun 2024 turun menjadi 6,29 persen, setara dengan 12.500 orang,” terangnya.

Agus menambahkan, penurunan ini tidak lepas dari kontribusi para mitra kerja Disnaker yang aktif membantu membuka peluang kerja. 

Salah satu langkah konkret yang sedang disiapkan adalah pembentukan Bursa Kerja Khusus (BKK) di lingkungan SMA, SMK, dan perguruan tinggi. BKK ini diharapkan mampu menjadi jembatan antara pencari kerja muda dengan dunia industri.

Lebih lanjut, Disnaker juga mendorong sinergi regional melalui forum ketenagakerjaan Ciayumajakuning. Forum ini berfungsi sebagai wadah komunikasi dan koordinasi antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja dalam mengatasi masalah ketenagakerjaan, termasuk dalam memperluas kesempatan kerja di wilayah tersebut.

“Kami juga fokus menjaga komunikasi yang baik antara pengusaha dan pekerja, agar tidak terjadi konflik yang bisa mengganggu iklim kerja. Kondusifitas kota tetap jadi prioritas,” kata Agus. 

Ia menyebut prinsip hubungan industrial Pancasila tetap menjadi dasar yang dipegang dalam setiap kebijakan yang dibuat.

Agus juga menegaskan bahwa di Kota Cirebon, praktik seperti penahanan ijazah oleh perusahaan ataupun kesenjangan yang terlalu jauh antara hak dan kewajiban pekerja dengan pengusaha terus diupayakan untuk dicegah. 

“Hubungan yang harmonis itu kunci. Kita ingin semua pihak merasa aman dan dihargai,” ujarnya.

Melalui forum dan rapat kerja seperti ini, Pemkot Cirebon berharap kolaborasi antara pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja bisa semakin solid. 

Harapannya, langkah ini bisa mempercepat penurunan pengangguran sekaligus menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang adil dan berkelanjutan di Kota Cirebon. (din)

Komisi II DPRD Desak Pemkot Prioritaskan Perbaikan Tata Kelola BUMD Kota Cirebon

CIREBON – Komisi II DPRD Kota Cirebon mendesak kepada Pemerintah Daerah Kota Cirebon untuk memperbaiki tata kelola keuangan lima Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), khususnya Perumda Air Minum Tirta Giri Nata.

Hal itu disampaikan saat rapat dengan pendapat (RDP) dengan Paguyuban Masyarakat Cirebon (PAMACI) Gema Damar membahas isu yang berkembang di Kota Cirebon, Selasa (22/4/2025), di ruang Griya Sawala DPRD.

Pada RDP tersebut, Komisi II DPRD didorong untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh terhadap lima Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang ada di Kota Cirebon. Hal itu sekaligus sebagai tuntutan PAMACI dan lintas ormas kepada Komisi II DPRD.

Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon, M Handarujati Kalamullah SSos MAP mengatakan, pembenahan terhadap lima BUMD milik Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon merupakan salah satu prioritas walikota dan wakil walikota Cirebon terpilih, yakni Effendi Edo dan Siti Farida Rosmawati.

Perbaikan yang dilakukan itu, dimulai dengan inventarisasi persoalan yang terjadi di setiap internal BUMD sebagai bahan perbaikan dan menyelesaikan dengan solusi yang terbaik.

“Pembenahan ini merupakan garapan besar bagi Komisi II DPRD Kota Cirebon. Terlebih ini salah satu program kerja pasangan walikota dan wakil walikota Cirebon. Dengan harapan pembenahan BUMD bisa secara terstruktur dan sehat,” tutur pria yang akrab disapa Andru.

Pihaknya juga mengaku terbuka, apabila ada masukan-masukan yang berkaitan dan pembenahan BUMD dari seluruh elemen untuk dibahas di Komisi II dan menjadi rekomendasi Pemkot Cirebon, terlebih walikota Cirebon sebagai Kuasa Pemilik Modal (KPM) di BUMD.

“Segala masukan yang masuk terkait pembenahan BUMD, kami tunggu dari seluruh elemen masyarakat, karena untuk menunjang visi Setara dengan target agar BUMD bisa memberikan deviden yang besar untuk kas daerah,” ungkapnya.

Perihal membentuk pansus, lanjut Andru, berkaitan dengan perkara dugaan penggelapan di tubuh PAM Tirta Giri Nata atau BUMD lainnya, Komisi II akan menindaklanjuti dengan rapat internal, dan hasilnya akan dilaporkan kepada pimpinan DPRD.

“Pimpinan DPRD yang memandang perlu ada atau tidak membentuk pansus. Tetapi untuk PAM Tirta Giri Nata Komisi II sudah melakukan telaah awal dan sudah mendesak untuk menyelesaikan masalah ini,” jelas Andru.

Andru menambahkan, akan ada rapat lanjutan tanggal 5 Mei mendatang. Ada dua poin yang menjadi pembahasan utama, yakni kinerja direksi dan proses hukumnya.

Ketua Harian Pamaci, Adji Priatna mengatakan, pada rapat dengar pendapat ini menuntut beberapa hal, salah satunya meminta Komisi II membenahi BUMD-BUMD yang ada.

Adji juga menyebutkan, pembenahan menyeluruh tersebut termasuk perkara hukum di internal PAM Tirta Giri Nata Kota Cirebon.

“Benahi secara terstruktur, sehingga BUMD bisa menyumbang PAD secara maksimal. Kami juga akan datang lagi pada 5 Mei mendatang,” katanya.

Hadir juga saat rapat Anggota Komisi II DPRD Kota Cirebon, Anton Octavianto SE MMTr, Abdul Wahid Wadinih S.Sos. (Ara)

Pemerintah Kabupaten Cirebon Lakukan Survei Awal Lokasi Pembangunan Sekolah Rakyat

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Sosial (Dinsos) bersama Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Dinas PUTR, serta Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melakukan survei awal lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di wilayah Kelurahan Kaliwadas, Kecamatan Sumber, Selasa (22/4/2025).

Kepala Dinsos Kabupaten Cirebon, Indra Fitriani mengatakan, pemerintah daerah telah menyiapkan lahan seluas 5,7 hektare untuk mendukung pembangunan Sekolah Rakyat tersebut.

“Hari ini kita mendapat kunjungan dari Kementerian PUPR untuk mensurvei calon lokasi Sekolah Rakyat yang Insyaa Allah akan dibangun di Kabupaten Cirebon,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pembangunan Sekolah Rakyat ini ditujukan untuk masyarakat miskin, khususnya yang termasuk dalam desil 1 dan 2 Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Harapannya, kata dia, generasi muda dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Cirebon bisa tumbuh menjadi agen perubahan.

“Anak-anak dari keluarga miskin bisa mendapat akses pendidikan yang layak, sehingga mereka dapat memperbaiki taraf hidupnya dan menjadi generasi yang lebih maju,” tambahnya.

Sementara itu, Tim Surveyor Kementerian PU, Nikolas Ananto menyampaikan, survei yang dilakukan merupakan tahap awal untuk mengidentifikasi kesiapan lahan.

“Kami identifikasi apakah lahan sudah aman secara sertifikat, cukup dari sisi luas, dan bagaimana kondisi kontur serta batas-batasnya. Dari hasil pengamatan hari ini, lahan tersebut secara umum sudah memenuhi kriteria,” jelasnya.

Ia menyebutkan, meskipun lahan ideal yang disyaratkan adalah 6,38 hektare, lahan seluas 5 hektare masih dapat digunakan sebagai batas minimum.

“Kontur lahan datar dan berada di kawasan permukiman, sehingga masih memungkinkan untuk dilakukan pembangunan,” katanya.

Rencana pembangunan fisik Sekolah Rakyat dijadwalkan dimulai pada Agustus 2025 dan berlangsung hingga Mei 2026, dengan target operasional pada tahun ajaran 2026.

“Pembangunannya akan mencakup fasilitas pendidikan seperti ruang belajar, laboratorium, asrama, lapangan, serta rumah dinas kepala sekolah dan guru,” pungkas Nikolas. (din)

Senin, 21 April 2025

Peringatan Hari Jadi ke-543, Gubernur Jawa Barat Apresiasi Capaian Pemkab Cirebon

KABUPATEN CIREBON — Memperingati Hari Jadi ke-543 Kabupaten Cirebon, Pemerintah Kabupaten Cirebon meneguhkan komitmen untuk terus bergerak maju menuju pembangunan yang lebih baik dan berkelanjutan.

Momentum ini turut dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Cirebon, Senin (21/4/2025).

Perayaan hari bersejarah ini diawali dengan Upacara Peringatan Hari Jadi di halaman Kantor Bupati Cirebon, dilanjutkan dengan prosesi budaya Mapag Kanjeng Dalem dan Gamelan Renteng, serta ditutup dengan Rapat Paripurna Istimewa di Gedung DPRD Kabupaten Cirebon.

Usai menghadiri Rapat Paripurna Istimewa, Kang Dedi Mulyadi (KDM) sapaan akrabnya, menyampaikan apresiasi atas berbagai capaian yang telah diraih Kabupaten Cirebon.

Ia juga mengungkapkan visi besar untuk menjadikan Cirebon sebagai salah satu destinasi unggulan di Jawa Barat, dengan menyebutnya sebagai “Yogyakartanya Jawa Barat”.

“Cirebon memiliki sejarah, budaya, dan potensi luar biasa. Banyak kemajuan yang telah diraih, namun kita tidak boleh berpuas diri. Harus ada semangat baru untuk menjadikan Cirebon lebih hebat lagi, yang berpotensi menjadi “Yogyakartanya Jawa Barat”,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya pembenahan infrastruktur sebagai kunci pengembangan daerah, termasuk penataan bangunan dengan mengedepankan arsitektur khas Cirebon.

“Infrastruktur bukan hanya jalan, tetapi juga wajah kota. Bangunan-bangunan perlu ditata ulang agar mencerminkan identitas budaya lokal yang kuat,” tambahnya.

KDM juga menyoroti sektor kuliner yang menjadi salah satu kekuatan Cirebon. Ia menilai makanan khas Cirebon telah berhasil menembus pasar nasional, namun masih membutuhkan penataan ruang dan fasilitas pendukung yang layak.

“Kuliner Cirebon sudah dikenal secara nasional. Pemerintah daerah harus menata outlet-outletnya dengan baik, termasuk trotoarnya. Pemprov Jawa Barat siap mendukung desain tata ruangnya agar menjadi daya tarik wisata,” ungkapnya.

Selain itu, kawasan batik Trusmi juga menjadi perhatian khusus. Ia meminta agar kawasan ini segera ditata, agar mampu mengangkat nilai ekonomi dan budaya masyarakat setempat.

“Sentra Batik Trusmi harus dibenahi, begitu pula dengan pasar-pasar tradisionalnya. Semua harus dikelola dengan rapi, agar menjadi magnet wisata yang membanggakan,” tegasnya.

Menanggapi persoalan infrastruktur jalan yang masih menjadi keluhan masyarakat, dirinya memastikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memberikan dukungan konkret.

Namun, ia juga mengingatkan pentingnya efisiensi dan skala prioritas dalam pengelolaan anggaran Pemerintah Kabupaten Cirebon.

“Kami akan evaluasi bersama. Tapi perbaikannya bertahap, disesuaikan dengan kemampuan anggaran. Provinsi Jabar juga sedang menyelesaikan jalan provinsi terlebih dahulu, baru kita intervensi ke jalan kabupaten di tahun 2026 dan ditargetkan selesai di 2027,” jelas KDM.

Sementara itu, Bupati Cirebon Imron menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dan arahan Gubernur Jawa Barat. Dia menegaskan, bahwa sinergi antara Pemprov dan Pemkab menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan infrastruktur, khususnya jalan.

Sesuai arahan Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi, untuk melakukan pendekatan langsung kepada masyarakat. Ia berkomitmen untuk turun langsung ke lapangan guna mengecek kondisi jalan dan kebutuhan masyarakat secara nyata.

“Yang paling utama adalah kehadiran pemerintah. Pemerintah tidak boleh absen dari permasalahan masyarakat. Kalau jalannya rusak, kita cek langsung. Kalau masyarakat butuh solusi, kita hadir,” ujarnya.

“Pemerintah kabupaten dan provinsi telah duduk bersama membahas tahapan perbaikannya. Fokus tahun ini dimulai dari titik-titik prioritas, terutama di wilayah Cirebon Timur,” tutur Imron.

“Dengan bantuan provinsi, kami optimistis pada 2027 seluruh jalan bisa selesai diperbaiki,” ucapnya menambahkan.

Ia juga mengakui keterbatasan anggaran saat ini, namun menyatakan optimisme melalui strategi pengelolaan anggaran yang tepat.

“Kami mulai perbaikan dengan pergeseran anggaran secara efisien. Ini langkah awal, dan kami yakin dua tahun ke depan, kondisi jalan akan jauh lebih baik,” pungkasnya.

Dengan semangat Peringatan Hari Jadi ke-543 Kabupaten Cirebon terus menatap masa depan dengan optimisme dan komitmen tinggi untuk menjadi salah satu kabupaten terdepan di Jawa Barat. (Maulan)


UM-PTKIN 2025 Segera Dibuka, UIN Siber Cirebon Tawarkan Puluhan Prodi Unggulan

 

CIREBON, FC — Jalur penerimaan mahasiswa baru Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) tahun 2025 resmi akan dibuka pada Selasa, 22 April 2025. 

Momen ini menjadi kesempatan emas bagi calon mahasiswa di seluruh Indonesia untuk menempuh pendidikan tinggi berbasis keislaman dengan standar mutu nasional dan internasional.

Salah satu kampus yang turut ambil bagian dalam UM-PTKIN 2025 adalah Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang dikenal luas sebagai Cyber Islamic University (CIU). 

Kampus ini menjadi pelopor perguruan tinggi keagamaan Islam berbasis digital pertama di Indonesia dan memiliki puluhan program studi unggulan yang telah terakreditasi Unggul dan Baik Sekali.

“UM-PTKIN 2025 menjadi pintu masuk generasi baru yang siap bersaing secara global, dan kami di UIN Siber Cirebon siap memberikan layanan akademik yang unggul dan adaptif terhadap perkembangan teknologi,” ungkap Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK)

UIN Siber Cirebon melalui FITK menawarkan berbagai prodi pendidikan yang sudah terbukti kualitasnya, seperti:

Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Bahasa Arab, Tadris IPS, Tadris Biologi, PGMI, dan Tadris Bahasa Indonesia (Akreditasi Unggul)

Tadris Bahasa Inggris, Tadris Matematika, PAUD, dan Manajemen Pendidikan Islam (Baik Sekali)

Selain itu, tersedia juga program PJJ (Pendidikan Jarak Jauh) untuk PAI, PBA, dan PGMI (Baik)

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Menjawab kebutuhan dunia industri halal dan keuangan syariah, fakultas ini menghadirkan:

Perbankan Syariah dan Ekonomi Syariah (Baik Sekali)

Akuntansi Syariah dan Pariwisata Syariah (Baik)

Fakultas Syariah

Memperkuat basis hukum Islam di Indonesia, fakultas ini memiliki:

Hukum Keluarga (Akhwal Syakhsiyah) (Unggul)

Hukum Ekonomi Syariah (Baik Sekali)

Hukum Tata Negara Islam, Ilmu Falak, dan PJJ Hukum Keluarga Islam (Baik)

Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Fakultas ini memfokuskan diri pada komunikasi publik dan pemberdayaan masyarakat berbasis nilai Islam:

Komunikasi dan Penyiaran Islam, Pengembangan Masyarakat Islam, Bimbingan dan Konseling Islam (Baik Sekali)

Sosiologi Agama (Baik)

Fakultas Ushuluddin dan Adab

Menjadi pusat studi keislaman klasik dan kontemporer, fakultas ini memiliki prodi unggulan:

Sejarah Peradaban Islam dan Aqidah dan Filsafat Islam (Unggul)

Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Ilmu Hadits (Baik Sekali)

Bahasa dan Sastra Arab, Tasawuf dan Psikoterapi, serta PJJ SPI (Baik)

Sebagai kampus cyber-based, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menyediakan layanan digital learning, sistem pembelajaran fleksibel, dan platform akademik berbasis teknologi informasi yang mendukung pembelajaran jarak jauh, sehingga sangat cocok untuk generasi muda yang dinamis.

“Kami bukan hanya membuka akses pendidikan, tapi juga membuka jalan menuju masa depan. UIN Siber Cirebon adalah pilihan cerdas untuk masa depan yang lebih berdaya saing,” ujar Mohamad Arifin, S.Pd.I., M.Pd.I, Penanggung Jawab Humas PMB UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Pendaftaran UM-PTKIN 2025 dilakukan secara daring melalui laman resmi https://um.ptkin.ac.id, dan terbuka bagi lulusan MA, MAN, SMA, SMK sederajat tahun 2023, 2024, dan 2025.

Jangan lewatkan kesempatan emas ini! Daftarkan dirimu dan jadilah bagian dari kampus Islam digital pertama di Indonesia yang siap mencetak generasi unggul, moderat, dan melek teknologi. (din)

Buka Pentas Seni Kreatif, Wabup Jigus: Perlu Kolaborasi untuk Kemajuan Kabupaten Cirebon

KABUPATEN CIREBON — Kolaborasi merupakan kunci untuk mewujudkan kemajuan dalam berbagai hal. Pernyataan itu dilontarkan Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman pada saat membuka kegiatan Pentas Seni Kreatif dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-543 Kabupaten Cirebon di Taman Parkir Sumber, Sabtu (19/4/2025) malam.

Pria yang akrab disapa Jigus ini mengatakan, dirinya bersama Bupati Cirebon Imron selalu mengedepankan kegiatan maupun program yang pro rakyat. Hanya saja, dirinya menyadari dibutuhkan peran serta berbagai pihak dalam mensukseskannya.

“Tanpa bantuan dan peran serta semua pihak, saya dan Pak Bupati tidak dapat mewujudkan program yang baik bagi masyarakat. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini, izinkan saya mengajak membangun Kabupaten Cirebon yang lebih baik lagi,” ujar Jigus.

Di samping itu, Jigus juga mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan berbagai pihak dalam kegiatan Hari Jadi ke-543 Kabupaten Cirebon, sehingga dapat berjalan lancar meskipun sempat diguyur hujan yang cukup besar.

“Jika dilihat dari angka 543 itu, bisa dibaca “SAE”. Maka, saya berharap, momentum hari jadi ini bisa membuat Kabupaten Cirebon yang lebih sejahtera dalam segala hal. Terima kasih juga saya ucapkan kepada semua pihak yang telah mensupport kegiatan ini,” tambahnya.

Mengenai Pentas Seni Kreatif, Jigus melihat kegiatan yang dilakukan ini merupakan implementasi dari amanah besar yang dititipkan kepada pemerintah daerah. Amanah yang dimaksud adalah dalam upaya melestarikan dan mengembangkan potensi seni budaya.

“Kegiatan ini juga menampilkan kesenian dan kebudayaan asli Kabupaten Cirebon. Semoga seni dan budaya Kabupaten Cirebon bisa terus lestari dan berkembang,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan sekaligus Ketua Panitia Hari Jadi ke-543 Kabupaten Cirebon Ronianto menjelaskan, dalam Pentas Seni Kreatif terdapat kesenian dan kebudayaan asli Kabupaten Cirebon yang telah dikolaborasikan dengan unsur modern.

Seni dan budaya yang ditampilkan, antara lain Kuda Lumping, Angklung Bungko, Burok, Macapat, Ronggeng Geol, Sintren, Topeng 5 Wanda, Topeng Geni, Sandiwara dan lain-lain.

“Tujuannya tak lain agar generasi muda lebih dapat memahami dan menimbulkan keinginan untuk mempelajari,” singkatnya. (Ara) 

Wali Kota Buka Forum Konsultasi Publik RPJMD 2025–2029 dan Musrenbang RKPD 2026

CIREBON -  Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, membuka Forum Konsultasi Publik Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Cirebon Tahun 2025–2029 sekaligus Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Cirebon Tahun 2026 di Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ), Senin (21/4/2025).

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan bahwa tahun 2025 merupakan fase awal yang sangat penting dalam membangun pondasi arah pembangunan Kota Cirebon lima tahun ke depan. 

“Sejak pelantikan kami pada 20 Februari 2025 oleh Presiden Republik Indonesia, maka sesuai amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, kami memiliki tanggung jawab untuk menyusun dan menetapkan RPJMD paling lambat enam bulan setelah pelantikan,” ujarnya.

Wali Kota menegaskan bahwa RPJMD bukan sekadar dokumen administratif, melainkan langkah strategis dan fondasional dalam menentukan masa depan Kota Cirebon. RPJMD 2025–2029 ini merupakan turunan dari RPJPD Kota Cirebon Tahun 2025–2045 yang telah ditetapkan melalui Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2024. 

“Dokumen ini akan menjadi peta jalan pembangunan yang berkelanjutan dan menyeluruh, yang kemudian dijabarkan secara lebih operasional melalui RKPD tahunan, dimulai dari RKPD Tahun 2026,” jelasnya. 

Menurutnya, Musrenbang kali ini memiliki dimensi yang sangat strategis, sebagai titik awal implementasi arah pembangunan jangka menengah. 

Pemerintah Kota Cirebon telah menetapkan visi pembangunan lima tahunan, yaitu “Terwujudnya Kota Cirebon yang Sejahtera, Tertata, Aspiratif, Religius, Aman dan Berkelanjutan Tahun 2029”, atau disingkat menjadi “Kota Cirebon yang Setara Berkelanjutan." Visi ini menjadi landasan bagi seluruh program dan kebijakan yang akan dijalankan selama masa pemerintahan.

Makna "Setara Berkelanjutan", dijelaskan Wali Kota, adalah memastikan kesetaraan akses, partisipasi, dan hasil pembangunan bagi seluruh warga, tanpa kecuali, dengan pendekatan berkelanjutan lintas waktu dan lintas generasi. 

Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemda telah merumuskan lima misi pembangunan daerah, mulai dari peningkatan kualitas SDM, penguatan ekonomi lokal, tata kelola pemerintahan yang baik, pelestarian lingkungan hidup, hingga pemberdayaan sosial dan budaya.

Kelima misi tersebut kemudian dijabarkan dalam lima prioritas pembangunan daerah, yakni peningkatan kualitas SDM dan daya saing tenaga kerja, penguatan ekonomi kota berbasis sektor unggulan, penguatan tata kelola pemerintahan, penataan lingkungan perkotaan yang berkualitas, serta pemberdayaan sosial masyarakat dan pelestarian budaya lokal. Implementasi dari prioritas ini akan mulai dilaksanakan secara nyata mulai tahun 2026.

Wali Kota juga memberikan arahan kepada seluruh kepala perangkat daerah untuk memastikan bahwa seluruh perencanaan dan pelaksanaan program selaras dengan visi dan misi kepala daerah. 

Ia menekankan pentingnya penyusunan Renstra perangkat daerah yang simultan dengan RPJMD, pemanfaatan data melalui sistem Cirebon Satu Data dan e-Walidata, serta pelaksanaan program secara tematik, holistik, integratif, dan spasial.

“Forum ini harus dimaknai sebagai bentuk kesungguhan bersama. Setiap masukan dan aspirasi yang muncul hari ini akan menjadi pondasi penting dalam menyusun kebijakan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada angka dan target, tapi juga pada kebermaknaan dan kesejahteraan nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Wali Kota menekankan pentingnya keterhubungan antara kebijakan daerah dengan kebijakan provinsi dan nasional. 

“Pembangunan yang berhasil adalah pembangunan yang saling terhubung. Kita tidak bisa berjalan sendiri. Harus sejalan, searah, dan saling memperkuat demi kemajuan Kota Cirebon yang kita cintai bersama,” pungkasnya.



Usai Terima Laporan, Dishub Kab Cirebon Gerak Cepat Perbaiki Kerusakan APILL di Kawasan Pabuaran

KABUPATEN CIREBON – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cirebon menunjukkan respons cepat terhadap laporan masyarakat terkait kerusakan lampu lalu lintas (APILL) di kawasan Pabuaran. 

Dipimpin langsung oleh Kepala Dinas, Hilman Firmansyah, bersama tim pemeliharaan prasarana perlengkapan jalan dari bidang Prasarana, perbaikan dilakukan pada Sabtu (19/4/2025), sehari setelah dilakukan survei lokasi.

“Setelah menerima laporan, kami langsung turun ke lapangan pada Jumat untuk mengecek kondisi. Ternyata, beberapa komponen seperti power supply, IC mesin CPU, dan program kontrol lampu mengalami gangguan. Kami juga mengganti beberapa lampu merah, kuning, dan hijau yang sudah tidak layak,” jelas Hilman.

Ia mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat yang melaporkan kerusakan melalui akun resmi call center Dishub. “Terima kasih atas laporan yang masuk. Informasi dari masyarakat sangat membantu kami dalam menindaklanjuti dan memperbaiki fasilitas yang rusak dengan cepat,” tambahnya.

Namun, Hilman juga mengakui adanya kendala dalam proses pelayanan, terutama terkait keterbatasan sarana operasional. Saat ini, Dishub hanya memiliki lima unit mobil crane, dengan dua di antaranya dalam kondisi tua dan sering mengalami kerusakan. Padahal, untuk menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Cirebon secara ideal, dibutuhkan setidaknya tujuh unit crane agar pelayanan dapat berjalan lebih optimal.

“Keterbatasan ini memang menjadi tantangan. Tapi kami tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik, kapan pun dibutuhkan siang maupun malam,” tegasnya.

Untuk itu, Hilman berharap ke depan dapat dibentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perhubungan di tiga wilayah mulai dari wilayah Barat, Tengah, dan Timur Kabupaten Cirebon. Dengan adanya UPT, kendaraan crane dan peralatan pendukung bisa standby di wilayah masing-masing, sehingga lebih efisien dari sisi anggaran, bahan bakar, dan waktu respons pelayanan.

“Dengan perbaikan ini, diharapkan arus lalu lintas di wilayah  kembali lancar dan masyarakat dapat berkendara dengan aman dan nyaman,” pungkasnya

Minggu, 20 April 2025

UPT Bahasa UIN Siber Cirebon Sukses Gelar Tes TOEFL ITP Onsite Digital Perdana

 

CIREBON, FC Tonggak sejarah baru resmi tercatat di lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon! Untuk pertama kalinya, UPT Bahasa sukses menyelenggarakan Tes TOEFL ITP Onsite Digital secara perdana di kampus yang juga dikenal dengan julukan Cyber Islamic University (CIU) ini. Sabtu, (19/04/2025).

Bertempat di Gedung Siber Lama Lantai 2, pelaksanaan tes perdana ini diikuti oleh 10 peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan alumni. Meski digelar dengan jumlah terbatas, acara ini sarat makna dan menjadi simbol komitmen nyata kampus dalam menghadirkan layanan internasional berbasis teknologi di daerah.

Momen Bersejarah dan Penuh Harapan

Kepala UPT Bahasa, Dra. Hj. Darrotul Jannah, M.Ag, tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya atas pencapaian ini.

“Kami sangat bersyukur dan bangga. Ini bukan hanya tentang ujian, tapi tentang langkah konkret menuju internasionalisasi pendidikan di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Dengan TOEFL ITP Onsite Digital, kami membuka akses seluas-luasnya bagi sivitas akademika dan masyarakat untuk memiliki sertifikasi bahasa Inggris yang diakui dunia,” ujarnya.

Menurut beliau, penyelenggaraan ini merupakan implementasi dari MoU dengan Indonesian International Education Foundation (IIEF), satu-satunya pemegang lisensi resmi ETS (Educational Testing Service) di Indonesia. Tes ini menjadi bekal strategis bagi peserta dalam melanjutkan studi, memasuki dunia kerja, atau sekadar mengembangkan potensi diri di era global.

Respons Positif Peserta: Profesional dan Aksesibel

Pelaksanaan yang profesional dan lokasi yang strategis turut mendapat apresiasi dari para peserta. Salah satunya adalah Ihsan Sa’dudin, dosen Prodi Bahasa dan Sastra Arab, yang menyebut pengalaman mengikuti tes ini sangat positif.

“Adanya tes TOEFL ITP di UIN SSC benar-benar memudahkan kami. Fasilitasnya lengkap, pelaksanaannya tertib, dan terasa sangat profesional. Saya berharap ini jadi awal dari banyak kegiatan serupa yang berkualitas,” ungkapnya.

Didukung Teknologi Kampus dan Siap Ekspansi Layanan

Keberhasilan pelaksanaan tes ini juga tak lepas dari dukungan penuh berbagai pihak. Zaenal Mutaqin, M.I.Kom., Sekretaris UPT Bahasa, mengucapkan terima kasih kepada pimpinan universitas, peserta, serta Pusat Teknologi dan Komunikasi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang telah memfasilitasi sarana dan prasarana digital secara optimal.

“Tes ini akan terus kami kembangkan, tidak hanya dalam format onsite digital, tetapi juga paper-based maupun online home edition untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas, bahkan hingga luar daerah,” jelas Zaenal.

Langkah Awal Menuju Layanan Bahasa Berstandar Global

Dengan suksesnya pelaksanaan perdana ini, UPT Bahasa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon membuktikan diri sebagai pionir dalam menghadirkan layanan bahasa internasional berbasis digital di wilayah Cirebon dan sekitarnya. 

"Ini bukan hanya kemajuan institusi, tapi juga kontribusi strategis untuk meningkatkan kualitas SDM lokal agar mampu bersaing di tingkat global," tandasnya.

Ke depan, UPT Bahasa akan menyelenggarakan Tes TOEFL ITP secara berkala, menjadikannya agenda rutin yang membuka peluang lebih luas bagi seluruh lapisan masyarakat. (din)

Sabtu, 19 April 2025

Dari Totebag hingga Trupark : HIMASOS UIN Siber Cirebon Tanamkan Cinta Budaya pada Generasi Muda

CIREBON, FC– Memperingati Hari Kebudayaan Universal, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Himpunan Mahasiswa Sosial (HIMASOS) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon (Cyber Islamic University/CIU) menggelar kegiatan Eksplorasi Budaya yang berfokus pada pelestarian budaya lokal, khususnya batik tradisional Cirebon. Sabtu, (19/04/2025)

Kegiatan ini merupakan salah satu agenda unggulan HIMASOS periode 2025–2026, dan diinisiasi langsung oleh Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK).

Mengusung semangat "Mengenal, Meresapi, dan Melestarikan Budaya Bangsa", kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu pagi ini berlangsung meriah di Rumah Produksi Batik milik Bapak Olga serta Museum Trupark, dua lokasi yang menjadi simbol kekayaan warisan budaya Cirebon.

Serunya Membatik di Atas Totebag

Rangkaian acara dimulai sejak pukul 09.00 WIB dengan titik kumpul di depan Sekretariat HIMASOS. Dipandu langsung oleh Ketua Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Hilmy Nadiyah Harits, peserta diberangkatkan menuju lokasi kegiatan.

Setibanya di Rumah Produksi Batik, peserta disambut dengan sesi menggambar pola batik di atas totebag canvas. Uniknya, setiap peserta bebas mengekspresikan kreativitas dan imajinasinya sendiri.

“Kami ingin peserta tidak hanya belajar tentang batik sebagai warisan budaya, tetapi juga merasakannya secara langsung dalam proses kreatif—dari menggambar, menyanting, hingga mewarnai,” ujar Hilmy.

Setelah menggambar pola, peserta diajarkan teknik menyanting—yakni menggambar lilin panas di atas pola batik agar warna tidak meluber. 

Dilanjutkan dengan proses pewarnaan sesuai pilihan warna masing-masing. Totebag batik hasil kreasi peserta kemudian dijemur sebagai tahap akhir proses produksi.

Menjelajahi Nilai dan Sejarah di Museum Trupark

Usai istirahat dan ibadah, peserta diajak mengunjungi Museum Trupark, sebuah museum budaya yang menampilkan ragam kekayaan budaya Cirebon. Mulai dari sejarah batik Trusmi, situs-situs budaya, hingga ragam tarian tradisional ditampilkan secara visual dan interaktif.

“Kunjungan ini memperkaya perspektif mahasiswa tentang akar budaya Cirebon, dan bagaimana budaya tersebut terus hidup di tengah masyarakat,” ujar salah satu panitia.

Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama pukul 14.25 WIB. Seluruh peserta menunjukkan antusiasme tinggi, tak hanya karena pengalaman barunya, tapi juga karena mereka merasa lebih dekat dengan budaya leluhur mereka sendiri.

Kegiatan eksplorasi budaya ini mendapat apresiasi positif dari pimpinan fakultas. Dr. H. Saifuddin, M.Ag., selaku Dekan FITK, serta Hj. Yeti Nurizzati, M.Si, menyampaikan dukungan penuh terhadap inisiatif mahasiswa dalam menjaga budaya bangsa.

“Kegiatan ini bukan hanya edukatif, tapi juga sarat makna. Mahasiswa belajar menghargai budaya bukan dari buku, tapi dari pengalaman nyata,” tutur Hj. Yeti.

Melalui kegiatan ini, HIMASOS berharap mahasiswa Tadris IPS UINSSC tidak hanya menjadi insan akademik yang cerdas, tetapi juga agen pelestari budaya bangsa di era globalisasi (din)

Jumat, 18 April 2025

Mahasiswa Tadris IPS UIN Siber Lakukan Mini Riset Gali Harmoni Budaya


CIREBON, FC – Dalam rangka memperkuat pemahaman mahasiswa tentang dinamika sosial masyarakat Indonesia yang multikultural, mahasiswa Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon atau Cyber Islamic University (CIU) menggelar mini riset bertema Relasi Antar Budaya pada 14–18 April 2025.

Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi mata kuliah Relasi Etnis dan Integrasi Bangsa, yang dirancang untuk mendorong mahasiswa agar terjun langsung mengamati realitas sosial di lingkungan tempat tinggal mereka masing-masing.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori di kelas, tetapi juga belajar langsung dari masyarakat. Observasi lapangan ini membangun kepekaan sosial sekaligus kemampuan analisis mahasiswa,” ujar dosen pengampu mata kuliah, Wisnu Hatami, M.Pd.

Riset dilakukan secara individu dengan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan meliputi wawancara ringan, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Topik yang diangkat pun beragam, mulai dari pola interaksi antar etnis, bentuk toleransi budaya dalam keseharian, hingga cara penyelesaian konflik dalam keluarga beda budaya.

Cerita dari Bandung hingga Kuningan: Harmoni di Tengah Perbedaan

Salah satu temuan menarik datang dari Ade Nur, mahasiswa yang meneliti sebuah keluarga lintas budaya di Kabupaten Bandung. Ia menggambarkan bagaimana budaya bisa menjadi jembatan dalam menghadapi kesulitan hidup.

“Istrinya orang Sunda, suaminya dari Solo. Mereka menggabungkan budaya dalam bisnis makanan—menjual Baso Solo di tanah Sunda. Ini bukan cuma adaptasi ekonomi, tapi juga bentuk penerimaan budaya oleh masyarakat sekitar,” ungkap Ade.

Kisah lainnya datang dari Vina Rahmawati yang menggali dinamika keluarga Sunda-Bugis di Kabupaten Kuningan. Ia menemukan bagaimana budaya lokal lebih dominan dikenalkan kepada anak, namun sang ayah tetap berupaya melestarikan identitas Bugis lewat pemberian nama.

“Anaknya diberi nama Mangasai Daeng Jari. Kata ‘Daeng’ itu khas Bugis, sebagai upaya agar anak tidak lupa asal-usul ayahnya yang dari Makassar,” kata Vina.

Presentasi & Refleksi: Dari Pengamatan Jadi Pembelajaran

Hasil dari riset ini kemudian dipresentasikan dalam forum diskusi kelas pada 22 April 2025, menjadi bahan refleksi dalam memahami pentingnya integrasi sosial dan pelestarian budaya di tengah keberagaman.

Kegiatan ini pun mendapat sambutan antusias dari mahasiswa. Banyak di antara mereka mengaku pengalaman lapangan ini menjadi pembelajaran yang paling membekas dan membuka wawasan baru tentang pentingnya toleransi, adaptasi, dan saling menghargai dalam masyarakat majemuk.

“Ternyata keberagaman bukan hanya teori. Di lapangan, kami melihat langsung bagaimana nilai-nilai itu hidup dalam interaksi sehari-hari,” pungkas salah satu mahasiswa.

Dengan kegiatan ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peka terhadap realitas sosial dan budaya bangsa. (sin)

Kamis, 17 April 2025

Diah Pitaloka Didapuk Sebagai Penasehat Kebijakan Pembangunan Kabupaten Cirebon

KABUPATEN CIREBON — Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Rieke Diah Pitaloka didapuk sebagai penasihat kebijakan pembangunan.

Penyerahan surat keputusan (SK) pengangkatan Rieke Diah Pitaloka itu diserahkan langsung Bupati Cirebon Imron di Pendopo Bupati Cirebon, Kamis (17/4/2025).

“Penyerahan surat keputusan Bupati Cirebon tentang pengangkatan Rieke Diah Pitaloka sebagai penasihat kebijakan pembangunan Kabupaten Cirebon,” Imron.

Pengangkatan Rieke Diah Pitaloka ini merupakan upaya untuk meningkatkan kemajuan pembangunan Kabupaten Cirebon, baik fisik maupun nonfisik. Arah kebijakan Kabupaten Cirebon ke depan juga diharapkan berbasis data agar tepat sasaran.

Rieke mengaku siap mengemban amanah untuk memajukan Kabupaten Cirebon ke depan. Terlebih lagi, leluhur Rieke berasal dari Cirebon.

“Bagi saya pribadi, SK yang diberikan ini adalah sesuatu yang sangat berharga, karena bagi saya Cirebon adalah tempat asal muasal kenapa seorang Rieke Diah Pitaloka jadi ada. Karena leluhur saya kebetulan dari Cirebon,” ucap Rieke saat memberikan sambutan usai menerima SK sebagai penasihat kebijakan pembangunan Kabupaten Cirebon.

Rieke menjelaskan, ada lima hak konstitusional rakyat yang harus diperjuangan dan penuhi. 

“Terpenuhinya sandang, pangan dan papan, pendidikan dan kebudayaan, kesehatan, pekerjaan dan jaminan sosial, kehidupan sosial perlindungan hukum dan HAM, serta infrastruktur dan lingkungan hidup yang aman dan nyaman,” tulis Rieke di akun Instagram pribadinya seusai menerima SK.

Ke depan, lanjut Rieke, program yang digagas dirancang dalam Sistem Pemerintah Daerah Berbasis Data Presisi Kabupaten Cirebon. Program ini sebagai ikhtiar kebijakan dan anggaran pembangunan yang terencana, terukur dan tepat sasaran.

“Kami akan mulai dari Desa Astana, desa tempat leluhur dipeluk bumi,” kata Rieke.

Bupati Cirebon : Hari Jadi Ke 543 Kabupaten Cirebon Jangan Lupakan Sejarah

KABUPATEN CIREBON — Bupati Cirebon Imron dan Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melaksanakan kegiatan napak tilas dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-543 Kabupaten Cirebon, Kamis (17/4/2025).

Bupati dan Wakil Bupati Cirebon serta rombongan, yang mengikuti napak tilas kompak mengenakan pakaian setelan adat Cirebon dengan corak dominan putih dan batik.

Rombongan bertolak ke Keraton Kasepuhan Cirebon sebagai lokasi napak tilas. Usai berkeliling dan menggelar persamuhan dengan keluarga Keraton Kasepuhan, rombongan bergeser menuju kompleks pemakaman Sunan Gunung Jati.

Ziarah dan doa bersama di kompleks pemakaman Sunan Gunung Jati merupakan bagian dari penghormatan terhadap leluhur.

Kegiatan napak tilas sejatinya rangkaian pengingat sejarah lahirnya Cirebon yang telah diperjuangkan oleh leluhur. Napak tilas adalah cara untuk mengenang dan meresapi setiap perjalanan yang telah dilalui leluhur dalam membangun Cirebon. Tentunya, mengambil pelajaran-pelajaran dalam setiap peristiwa yang terjadi.

“Dalam rangka napak tilas Hari Jadi ke-543 Kabupaten Cirebon, kami sebagai penerus dan generasi sekarang jangan lupakan sejarah,” ujar Imron.

“Karena apa yang telah diperjuangkan dan dilaksanakan pendahulu kita Syekh Syarif Hidayatullah, tidak lepas dari perjuangan pendahulu kita. Maka pada hari ini, kita melaksanakan napak tilas,” ungkapnya.

Imron menambahkan, Cirebon hari ini adalah hasil perjuangan dari pendahulu kita. Kami dan masyarakat tentunya jangan lupa pada sejarah, dan memahami spirit perjuangannya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Sophi Zulfia mengatakan, kegiatan napak tilas ini menjadi momen penting untuk mengenang sejarah berdirinya Kabupaten Cirebon sekaligus mempererat kecintaan masyarakat terhadap daerahnya.

“Kami melihat langsung bukti-bukti sejarah di Keraton Kasepuhan sebagai pengingat akan terbentuknya Kabupaten Cirebon, kata Sophi.

“Semoga dengan mengenang sejarah ini, kita semua bisa lebih mencintai Kabupaten Cirebon dan melanjutkan perjuangan para leluhur,” imbuhnya.

Wali Kota Tinjau Pengerukan Sungai Cipadu, Apresiasi Respons Cepat BBWS

 

CIREBON – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo melakukan peninjauan langsung terhadap kegiatan pengerukan Sungai Cipadu di kawasan Kesunenan, pada Kamis (17/4). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya normalisasi sungai guna mengurangi potensi banjir di wilayah Kota Cirebon.

Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota didampingi oleh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung, Dwi Agus Kuncoro  serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait. 

Peninjauan ini menjadi bentuk nyata sinergi antara Pemerintah Kota Cirebon dengan BBWS dalam mengelola sumber daya air secara berkelanjutan.

Wali Kota menyampaikan apresiasi atas langkah cepat BBWS yang telah memulai pengerjaan lebih awal dari jadwal semula.

“Alhamdulillah, luar biasa. Rencana awal pengerukan dimulai pada bulan Mei, namun saat ini sudah berjalan. Saya sangat mengapresiasi BBWS yang langsung menindaklanjuti,” ujar Wali Kota.

Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya pemeliharaan sungai-sungai di Kota Cirebon. Ia berharap sinergitas antara Pemerintah Daerah dan BBWS terus terjalin dengan baik. 

"Normalisasi ini penting agar aliran air saat hujan deras dapat mengalir lebih cepat dan mengurangi risiko banjir,” tambahnya.

Wali Kota juga menghimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai, agar tidak membuang sampah ke dalam aliran sungai. 

Pemerintah Kota Cirebon bersama BBWS, kecamatan, dan kelurahan terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di sekitar aliran sungai.

“Pembuangan sampah sembarangan menyebabkan aliran air tersumbat, untuk itu kami mengimbau kepada warga agar tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga kebersihan lingkungan," tegasnya.

Sementara itu, Kepala BBWS Cimanuk-Cisanggarung, Dwi Agus Kuncoro menjelaskan bahwa terdapat enam muara sungai yang menjadi target pengerukan. 

“Kami menargetkan satu muara selesai dalam waktu dua minggu. Ada dua alat berat untuk mendukung percepatan pekerjaan,” terangnya.

Ia menambahkan, BBWS telah melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cirebon untuk pemetaan ruas sungai yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. 

“Tingkat sedimentasi juga di beberapa sungai cukup tinggi, dan dalam beberapa titik mungkin akan dibutuhkan reklamasi. Namun, hal ini memerlukan koordinasi lebih lanjut dengan berbagai pihak,” ungkapnya. (Ara)