Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 14 Mei 2025

Cirebon dan Guangzhou Bangkitkan Kembali Jejak Sejarah Jalur Sutra Maritim

KABUPATEN CIREBON — Di jantung pesisir utara Pulau Jawa, sebuah kisah agung tentang pertemuan peradaban kembali menggema. Kabupaten Cirebon menjadi tuan rumah Forum Perlindungan Warisan Jalur Sutra Maritim, sebuah agenda prestisius hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Cirebon dan Pemerintah Kota Guangzhou, Tiongkok.

Diselenggarakan di Hotel Patra Jasa di Kecamatan Kedawung, forum ini menjadi momen bersejarah dalam menggali kembali akar kejayaan pelayaran dan perdagangan antara dua bangsa yang telah terjalin sejak berabad-abad silam.

Bupati Cirebon, Imron, menegaskan bahwa kekayaan budaya Cirebon tak bisa dilepaskan dari peran besar para pelaut Tionghoa, khususnya tokoh legendaris Laksamana Cheng Ho dari Dinasti Ming.

Sosok pelaut ulung ini bukan hanya membawa rempah dan keramik, tetapi juga menyebarkan pengaruh budaya, ilmu pengetahuan, hingga nilai-nilai toleransi.

“Laksamana Cheng Ho membawa pengaruh besar terhadap perkembangan pelabuhan dan kerajaan di Cirebon. Pelabuhan Muara Jati bahkan dikenal luas hingga mancanegara,” ujar Imron.

“Dari sinilah akulturasi budaya mulai tumbuh dan membentuk identitas Cirebon seperti yang kita kenal hari ini,” ucapnya menambahkan.

Jejak percampuran budaya itu masih hidup dan nyata dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Kabupaten Cirebon. Dari cita rasa kuliner seperti nasi goreng, capcay, moho, bakpao, hingga sayuran kailan dan pakcoy yang kini menghiasi meja makan rumah tangga.

Arsitektur bergaya Tionghoa dan motif batik dengan sentuhan Tiongkok menjadi bukti visual dari harmoni budaya yang telah berlangsung berabad-abad.

Ekspedisi Cheng Ho dan Warisan yang Tenggelam

Bupati Imron juga mengisahkan tentang tujuh ekspedisi besar Cheng Ho yang melibatkan lebih dari 27.000 awak dan ratusan kapal. Salah satunya membawa sang laksamana ke Muara Jati pada sekitar tahun 1415.

Di sana, rombongan Cheng Ho tidak hanya berdagang, tapi juga membangun mercusuar, serta membentuk komunitas Muslim Tionghoa di wilayah seperti Srindil, Talang, dan Gunung Sembung, dipimpin oleh tokoh Qung Wu dari mazhab Hanafi.

“Jejak sejarah ini ingin kita hidupkan kembali. Bahkan kami berencana membangun museum khusus dan menggali data sejarah lebih mendalam,” tutur Imron.

“Para peneliti menyebutkan, masih banyak bangkai kapal karam era Cheng Ho di perairan Cirebon yang belum diungkap. Ini bisa menjadi bukti kuat hubungan historis antara Cirebon dan Tiongkok,” lanjutnya.

Dari Guangzhou untuk Dunia, Cirebon Menjadi Titik Terang Jalur Sutra

Ketua Delegasi Tiongkok, Liu Xiao Ming, menyampaikan apresiasinya terhadap kekayaan sejarah dan peran strategis Cirebon dalam Jalur Sutra Maritim.

Menurutnya, Cirebon adalah contoh hidup dari integrasi budaya lintas bangsa, tempat nilai-nilai Tionghoa, Arab, India, dan Jawa bertemu dan menyatu.

“Cirebon adalah simpul penting dalam jaringan perdagangan kuno Asia Tenggara. Temuan kapal karam Dinasti Song Utara tahun 2005 di laut Cirebon, yang memuat lebih dari 230.000 artefak seperti keramik dan uang logam, adalah bukti otentik kekuatan relasi itu,” ungkap Liu.

Ia juga menyebutkan bahwa sejak 2023, Guangzhou telah menginisiasi program budaya “Ungkapan Bunga Jalan Sutra” di Cirebon.

Puncaknya, pada November 2024, Cirebon resmi menjadi kota pertama di Indonesia yang tergabung dalam Aliansi Kota Warisan Jalur Sutra Maritim, memperkuat statusnya sebagai kota bertaraf internasional dalam pelestarian sejarah maritim dunia.

Forum ini menjadi lebih istimewa, karena bertepatan dengan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Tiongkok pada tahun 2025.

Kedua belah pihak menyatakan komitmennya untuk terus mempererat kerja sama, terutama dalam bidang budaya, sejarah, dan pariwisata berbasis warisan.

“Melalui kerja sama ini, kami berharap menciptakan model kolaborasi internasional yang nyata dalam perlindungan dan pengembangan warisan Jalur Sutra Maritim,” tutup Liu. (din)

UIN Siber Cirebon Gagas Langkah Besar Jadi “Islamic Green Campus”

 

CIREBON, FC  – Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang dikenal secara internasional sebagai Cyber Islamic University (CIU), kembali menunjukkan komitmen kuatnya sebagai pelopor kampus digital Islam yang berwawasan lingkungan. 

Melalui pertemuan perdana secara daring via Zoom Cloud Meeting bersama tim UI GreenMetric, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memulai langkah strategis untuk mewujudkan cita-cita besar sebagai Islamic Green Campus kelas dunia. Rabu, (14/5).

Pertemuan ini merupakan bagian awal dari rangkaian Paket Layanan UI GreenMetric yang fokus pada pengenalan, penilaian awal, dan pemetaan kesiapan UIN Siber dalam memenuhi enam indikator utama pada pemeringkatan kampus hijau dunia.

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Menuju UI Greenmetric merupakan bagian dari komitmen institusi untuk bertransformasi menjadi kampus yang berkelanjutan, hijau, dan ramah lingkungan. 

UI GreenMetric bukan hanya sekadar pemeringkatan universitas berbasis lingkungan, namun merupakan cerminan dari tanggungjawab sebagai bagian dari masyarakat akademik global untuk berkontribusi nyata terhadap pelestarian bumi dan pencapaianSustainable Development Goals (SDGs).

Mengusung Visi "Kampus Hijau Islami dan SDGs"

Dengan tema besar “Kampus Hijau Islami dan SDGs,” UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berambisi menjadi Perguruan Tinggi Islam Negeri berbasis digital pertama di Indonesia yang mengintegrasikan nilai-nilai rahmatan lil-‘alamin dengan prinsip keberlanjutan global berbasis Sustainable Development Goals (SDGs).

Pertemuan ini dipandu oleh Sabrina Hikmah dan dibuka dengan sambutan dari Dr. Junaidi, S.S., M.A., perwakilan UI GreenMetric. Ia menekankan pentingnya sinergi antara nilai keislaman dan keberlanjutan lingkungan dalam membangun ekosistem kampus masa depan. 

“UI GreenMetric menyambut baik langkah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai kampus digital Islam pertama yang serius menjajaki jalur kampus hijau. Pertemuan ini adalah awal penting untuk kolaborasi jangka panjang,” tegas Dr. Junaidi.

Arahan Penuh dari Pimpinan Kampus

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Prof. Dr. Hajam, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan komitmen penuh UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon untuk menjalani proses pada pemeringkatan UI GreenMetric. 

“Kami siap mengikuti arahan dan bimbingan dari para asesor GreenMetric. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi besar UIN Siber sebagai universitas unggul dan berkelas dunia,” ujarnya.

Pemaparan Visi, Strategi dan Implementasi oleh Tim Kampus Hijau sebagai motor penggerak UI GreenMetric UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Maulidya Ulfah, M.Pd. I. memaparkan peta jalan (roadmap) Islamic Green Campus yang mengintegrasikan tiga pilar utama: digitalisasi, nilai keislaman, dan keberlanjutan. 

“Agenda kampus hijau bukan sekadar slogan. Ini adalah bagian integral dari visi kami sebagai kampus Islam Negeri berbasis siber unggul mendunia,” tegas Maulidya.

Empat misi utama kampus yang ia sampaikan meliputi:

1.Mengadvokasi gerakan Open Islamic Educational Resources (OIER).

2.Menyelenggarakan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yang profesional dan berbasis multimedia.

3.Meningkatkan riset kolaboratif dan pengabdian global.

4.Menyempurnakan layanan akademik berbasis teknologi dan mutu berkelanjutan.

Pengembangan Islamic Green Campus dan pencapaian SDGs merupakan salah satu dari 10 program prioritas kampus, sebagai aksi nyata yang berbasis data Dr. Maulidya membeberkan beberapa langkah konkret yang telah dan akan dilakukan kampus:

•Kurikulum SDGs dan Ekoteologi Islam: Integrasi minimal 5 mata kuliah berbasis keberlanjutan.

•Energi Terbarukan: Target pengurangan konsumsi listrik ≥20% lewat panel surya.

•Pengelolaan Sampah: 70% sampah terpilah dan program urban farming berbasis pesantren.

•Penanaman 1.000 Pohon Matoa: Mendukung program nasional "Kemenag Hijaukan Indonesia".

Siap Penuhi 6 Kriteria UI GreenMetric

UIN Siber menyatakan siap memenuhi enam indikator penilaian UI GreenMetric:

1.Setting & Infrastructure: 90.006 m² lahan konservasi, 21.191 m² ruang hijau dan kebijakan pembangunan kampus berkelanjutan.

2.Energy & Climate Change: Digitalisasi kampus sebagai strategi efisiensi, kebijakan hemat energi dan pengurangan emisi karbon.

3.Waste: Program daur ulang sampah, pengurangan penggunaan plastik, pengelolaan limbah organik dan anorganik melalui Bank Sampah.

4.Water: Sistem pengguna aan air secara hemat dan kampanye kesadaran.

5.Transportation: Area bebas kendaraan dan jalur pejalan kaki hijau.

6.Education & Research: Mendesain Matakuliah yang berkelanjutan, mendorong penelitian dan pengabdian tentang lingkungan dan sustainability serta mendorong mahasiswa dalam proyek hijau di kampus (Green Entrepreneurship)

Diskusi Interaktif dan Sinergi Lintas Unit

Sesi diskusi yang dipandu Prof. Dr.-Ing. Ir. Dwita Sutjiningsih, Dipl. HE berlangsung interaktif. Perwakilan UIN Siber seperti Dr. Maulidya Ulfah, Afifi Hasbunallah, dan Mohamad Arifin aktif berdialog dan mengeksplorasi peluang sinergi bersama para asesor UI GreenMetric.

Tonggak Internasionalisasi dan Aksi Lingkungan Islam

Pertemuan perdana ini tidak hanya menjadi pintu masuk menuju pemeringkatan UI GreenMetric, akan tetapi juga menjadi tonggak penting dalam internasionalisasi kampus, dengan membawa nilai-nilai Islam sebagai solusi keberlanjutan global.

“Melalui pendekatan digital, ekologis, dan partisipatif, kami ingin menjadikan UIN Siber bukan hanya masuk peringkat UI GreenMetric, tapi menjadi benchmarks dunia untuk kampus hijau berbasis Islam dan teknologi,” pungkas Maulidya. (din)

Disdik Apresiasi, Pentas PAI Tingkat SD se-Kecamatan Pekalipan Kota Cirebon Sukses Digelar

CIREBON, FC - Kegiatan Pentas PAI (Pendidikan Agama Islam) tingkat Sekolah Dasar se-Kecamatan Pekalipan telah sukses diselenggarakan pada hari Rabu, 14 Mei 2025. Dengan tema “Mewujudkan Generasi yang Cerdas, Beriman, dan Bertaqwa sesuai dengan Semangat Islam Rahmatan Lil Alamin”.

Acara ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat keislaman yang moderat serta membina karakter peserta didik sejak usia dini melalui berbagai lomba bernuansa keagamaan, seperti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), adzan, cerdas cermat Islam, dan kaligrafi.

Sekretaris Dinas Pendidikan (Sekdis) Kota Cirebon, Sujana, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. 

Ia menyatakan bahwa kegiatan Pentas PAI merupakan salah satu bentuk nyata dari sinergi antara sekolah, pemerintah, dan masyarakat dalam membentuk generasi penerus bangsa yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga berakhlak mulia.

“Melalui Pentas PAI ini, kita tidak hanya mengasah kemampuan akademik siswa, tetapi juga membentuk karakter religius dan sosial mereka. Ini adalah bagian dari ikhtiar kita bersama dalam menghadirkan generasi cerdas yang beriman dan bertaqwa,” ujar Sujana.

Acara berlangsung dengan antusias dan penuh semangat dari para peserta, guru pembimbing, serta para orang tua yang turut hadir memberikan dukungan. 

Harapannya, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai sarana pembinaan spiritual dan pengembangan potensi siswa di bidang keagamaan. (din)

Cirebon Siap Jadi Sentra Ikan Nila di Jawa Barat, Inilah Keuanggulannya

KABUPATEN CIREBON – Pemerintah Kabupaten Cirebon terus menggenjot potensi sektor perikanan, khususnya dalam budidaya ikan nila, guna menjadikan daerah ini sebagai salah satu sentra produksi ikan nila unggulan di Jawa Barat. 

Salah satu upaya yang tengah digalakkan adalah pengembangan ikan nila sakti, yang digadang-gadang menjadi primadona baru dalam dunia budidaya perikanan.

Ikan nila (Oreochromis niloticus) bukanlah nama asing bagi masyarakat Indonesia. Ikan air tawar ini telah lama menjadi andalan di berbagai restoran dan rumah makan sebagai menu favorit karena cita rasanya yang lezat dan kandungan gizinya yang melimpah.

Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Cirebon, Erus Rusmana, ikan nila sakti memiliki sejumlah keunggulan yang menjadikannya pilihan utama untuk dibudidayakan.

“Ikan nila memiliki toleransi tinggi terhadap lingkungan, bisa hidup di air tawar maupun payau, pertumbuhannya cepat, dan kandungan proteinnya tinggi. Selain itu, harganya juga cukup bersaing di pasar,” ujarnya.

Berikut sejumlah keunggulan ikan nila yang membuatnya semakin diminati:

Kaya Protein: Menjadi sumber protein hewani berkualitas tinggi, penting untuk pertumbuhan dan regenerasi sel tubuh.

Mengandung Omega-3: Membantu menjaga kesehatan jantung dan fungsi otak.

Vitamin dan Mineral Lengkap: Termasuk vitamin B12, selenium, fosfor, dan nutrisi penting lainnya untuk kesehatan tulang dan sistem saraf.

Rendah Lemak Jenuh: Menjadikan ikan nila sebagai pilihan sehat bagi konsumen yang peduli akan pola makan.

Pertumbuhan Cepat & Efisien: Ikan nila tumbuh pesat meski dengan pakan yang hemat biaya.

Adaptif Terhadap Lingkungan: Cocok dibudidayakan di kolam, waduk, sawah, hingga kawasan pesisir dengan salinitas tertentu seperti varietas nila Srikandi.

Tingginya permintaan pasar baik lokal maupun ekspor turut mendorong semangat pembudidayaan ikan nila di Cirebon. Tidak hanya diminati untuk konsumsi dalam negeri, ikan nila kini juga menjadi komoditas ekspor unggulan, terutama ke Amerika Serikat dalam bentuk filet (fillet).

Senin, 12 Mei 2025

Hasil Perjuangan Panjang, Prodi Tadris IPS UIN Siber Cirebon Sukses Raih Akreditasi UNGGUL dari LAMDIK

CIREBON — Prestasi gemilang kembali diraih oleh Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon. 

Prodi ini berhasil meraih peringkat akreditasi UNGGUL dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) melalui Surat Keputusan Nomor 553/SK/LAMDIK/Ak/S/V/2025 tertanggal 6 Mei 2025, dengan masa berlaku hingga 5 Mei 2030.

Pencapaian ini menjadi tonggak sejarah penting dalam transformasi kelembagaan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang sebelumnya berstatus IAIN. 

Akreditasi unggul ini merupakan hasil panjang dari proses peningkatan mutu akademik dan tata kelola kelembagaan, yang dimulai dari konversi peringkat A ke UNGGUL oleh BAN-PT pada 27 Agustus 2024 dan berlaku sampai 22 Desember 2025.

Tak berhenti sampai di sana, Hj. Yetti Nurizzati, M.Si., selaku Ketua Jurusan Tadris IPS menyampaikan bahwa pihaknya terus melanjutkan proses reakreditasi ke LAMDIK untuk menjamin keberlanjutan status unggul di masa mendatang. 

"Kami masih berjuang menyusun LKPS dan LED yang diajukan ke LAMDIK pada 20 Desember 2024 sebagai antisipasi berlakunya instrumen akreditasi baru pada tahun 2025," ungkapnya.

Momen visitasi asesor lapangan (AL) pada 18–19 Maret 2025, yang bertepatan dengan 18–19 Ramadhan 1446 H, menjadi titik spiritual sekaligus motivasi besar bagi tim akreditasi. Dengan semangat Ramadan, seluruh tim task force bekerja keras dan cerdas dalam melengkapi dokumen serta menghadirkan kualitas terbaik dari prodi Tadris IPS.

Dr. H. Saifuddin, M.Ag., selaku Dekan FITK, menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil dari kombinasi ikhtiar akademik dan spiritual. 

"Ikhtiar ini kami lanjutkan dengan ikhtiar jalur langit. Bersama doa seluruh civitas akademika UIN SSC, akhirnya keluarlah SK akreditasi unggul ini. Semoga membawa berkah bagi kita semua. Aamiin," ujarnya penuh haru.

Dengan nilai akreditasi 367, Prodi Tadris IPS kini resmi menyandang status unggul hingga tahun 2030. Ini menjadi bukti komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai pelopor pendidikan Islam berbasis digital di Indonesia yang mampu bersaing secara nasional dan global.

Wali Kota Cirebon Lepas 353 Jamaah Haji Kloter 10 KJT Menuju Tanah Suci

CIREBON – Sebanyak 353 jamaah haji asal Kota Cirebon secara resmi dilepas keberangkatannya menuju Tanah Suci oleh Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, pada Senin (12/5/2025). 

Acara pelepasan berlangsung di Markas Korem 063/SGJ dan turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Agus Mulyadi, serta jajaran pejabat terkait. 

Para jamaah tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 10 Embarkasi Kertajati (KJT), yang selanjutnya diberangkatkan menuju Asrama Haji Indramayu.

Dalam sambutannya, Wali Kota Cirebon menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas keberangkatan para tamu Allah tersebut. 

“Izinkan saya mewakili seluruh masyarakat Kota Cirebon mengucapkan selamat menunaikan ibadah haji. Dari sekian banyak umat Islam, Bapak dan Ibu adalah yang terpilih, yang mendapat undangan khusus dari Allah SWT,” ujar Wali Kota dengan penuh haru.

Wali Kota juga mengingatkan bahwa haji bukan sekadar perjalanan fisik menuju Makkah, melainkan juga perjalanan spiritual yang menuntut pengendalian diri dan penguatan akhlak. 

“Menjadi tamu Allah berarti menjaga lisan, hati, dan perilaku. Jaga kebersamaan, saling bantu dan hormat. Karena hakikat ibadah haji mencerminkan kehidupan bersama yang harmonis,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wali Kota mengajak seluruh jamaah untuk memperkokoh niat, menguatkan tekad, dan menjaga semangat kebersamaan. Ia menekankan pentingnya membawa serta doa-doa terbaik bagi keluarga, masyarakat, dan Kota Cirebon. 

“Di tempat-tempat mustajab, mohonkanlah agar daerah kita senantiasa diberkahi dan dijauhkan dari musibah,” ucapnya.

Tak lupa, Wali Kota menyampaikan harapannya agar para jamaah diberi kesehatan dan keselamatan selama menjalani seluruh rangkaian ibadah haji. “Kami semua mendoakan Bapak dan Ibu sekalian kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan menjadi haji yang mabrur,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pemberangkatan dan Pemulangan Ibadah Haji (PPIH) Kota Cirebon, H Asep Fauzy Firmansyah, menjelaskan bahwa jamaah haji tahun ini terdiri dari 190 perempuan dan 163 laki-laki.

 “Kloter 10 KJT juga dilengkapi dengan tujuh petugas, termasuk pemandu, pembimbing ibadah, tenaga kesehatan, dan petugas haji daerah,” ungkapnya.

Menurut Asep, jamaah termuda dalam kloter ini berusia 18 tahun. Proses persiapan keberangkatan dilakukan secara terorganisir demi memastikan kenyamanan dan keamanan seluruh jamaah selama berada di asrama.

“Jamaah akan memasuki Bandara Kertajati pada 13 Mei 2025 dan kepulangan jamaah dijadwalkan pada 23 Juni 2025. Semoga seluruh jamaah diberikan kelancaran dan keselamatan selama menunaikan ibadah. Mari kita doakan agar mereka kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan mendapatkan haji yang mabrur dan mabruroh,” pungkasnya. (din)



Sabtu, 10 Mei 2025

Wali Kota Cirebon Tegaskan Komitmen Kolaborasi dalam Munas APEKSI VII

SURABAYA - Wali Kota Cirebon, Effendi Edo didampingi Wakil Wali Kota, Siti Farida Rosmawati, Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Agus Mulyadi, Ketua TP PKK Kota Cirebon, Noviyanti Edo dan jajaran kepala perangkat daerah mengikuti rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) ke-VII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI)  di Surabaya, 6-10 Mei 2025. 

Kegiatan Munas APEKSI VII dihadiri oleh 98 Wali Kota dari berbagai penjuru Indonesia. Munas ke-VII APEKSI ini menjadi momen strategis dalam mempererat kerja sama antar kota guna merespons tantangan pembangunan perkotaan yang semakin kompleks. 

Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Bima Arya Sugiarto, saat membuka kegiatan Munas APEKSI VII yang digelar di Exhibition Hall Grand City, Surabaya.

“Para kepala daerah perlu menjalin hubungan yang selaras demi menjaga stabilitas serta menyelesaikan berbagai persoalan melalui pendekatan yang bersifat kekeluargaan. Oleh karena itu, sinergi antara pemimpin daerah dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menjadi hal yang sangat penting,” ujar Bima Arya.

Ia juga menegaskan bahwa Munas APEKSI ini merupakan ajang penting bagi para wali kota untuk memperkuat kolaborasi lintas daerah.

“Forum ini juga menjadi sarana untuk memperluas cakupan inovasi serta memperkuat komitmen dalam membangun kota yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan,” lanjutnya.

Sebagai mantan Ketua Umum APEKSI, Bima Arya turut menyoroti pentingnya efisiensi anggaran. Menurutnya, efisiensi bukan hanya soal pengurangan biaya, tetapi merupakan langkah investasi jangka panjang untuk membentuk tata kelola keuangan daerah yang lebih sehat. 

"Contohnya, efisiensi dalam perjalanan dinas mampu menurunkan beban anggaran dari Rp44 triliun menjadi Rp34 triliun, sedangkan biaya seremonial turun dari Rp48 triliun menjadi Rp45 triliun,” jelasnya.

Selain sidang pleno, rangkaian kegiatan juga mencakup berbagai forum tematik seperti Forum Komunikasi Digital, Forum Lingkungan Hidup, Forum Kepala Bappeda, program untuk istri wali kota (Ladies Program), pameran Indonesia City Expo, serta karnaval budaya yang menampilkan keragaman tradisi dari seluruh nusantara.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, turut menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan Munas APEKSI ini dan menekankan peran penting forum tersebut dalam menemukan solusi bersama untuk tantangan pembangunan daerah.

“Munas APEKSI adalah kesempatan berharga untuk memperkuat kolaborasi antar kota. Lewat forum ini, kita dapat bertukar pengalaman, strategi, dan mendorong terobosan pelayanan publik yang lebih baik. Kami di Kota Cirebon selalu terbuka untuk kolaborasi demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Keterlibatan aktif Kota Cirebon dalam Munas ini mencerminkan komitmen pemerintah kota untuk memperluas jaringan antar daerah serta mendukung transformasi pelayanan publik yang adaptif dan inovatif. 

Kehadiran para wali kota, termasuk dari Cirebon, menjadi langkah nyata dalam memperkuat sinergi untuk menciptakan kota yang mandiri, maju, dan berkelanjutan. (din)



Mahasiswa SPI UIN Siber Cirebon Lakukan Studi Lapangan Mata Kuliah Apresiasi Seni Ke Sentra Gerabah Sitiwinangun Cirebon

CIREBON, FC – Mahasiswa Jurusan Sejarah Peradaban Islam (SPI) kelas 6A Fakultas Ushuluddin dan Adab, Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar kegiatan studi lapangan mata kuliah Apresiasi Seni di sentra kerajinan gerabah Desa Sitiwinangun, Kec Jamblang, Kab Cirebon, pada Kamis, 8 Mei 2025. 

Kegiatan ini didampingi langsung oleh dosen pengampu mata kuliah, Yunita Dwi Jayanti, M.Pd.

Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam memahami nilai-nilai artistik dan sejarah dari kerajinan gerabah, yang telah lama menjadi identitas budaya khas Desa Sitiwinangun. 

Para mahasiswa tidak hanya menyaksikan proses pembuatan gerabah secara teknis, tetapi juga menelusuri sejarah desa tersebut sebagai pusat pengrajin gerabah yang kini berkembang menjadi desa wisata berbasis budaya lokal.

Dalam penjelasannya, dosen pendamping Yunita Dwi Jayanti menekankan pentingnya pembelajaran seni secara langsung di lapangan. “Apresiasi seni tidak cukup hanya dipelajari di ruang kelas. 

Melalui studi lapangan ini, mahasiswa bisa mengalami sendiri bagaimana nilai seni itu hidup dan diwariskan dalam masyarakat,” ujarnya.

Desa Sitiwinangun sendiri merupakan salah satu sentra pengrajin gerabah tertua di Cirebon yang masih aktif hingga kini. Nama desa ini memiliki makna filosofis yang kuat. ‘Siti’ berarti tanah dan ‘winangun’ berarti dibentuk atau dibangun. 

Hal ini mencerminkan kegiatan utama masyarakatnya yang sejak zaman dahulu membentuk tanah menjadi karya seni bernilai tinggi, yaitu gerabah.

Selama kegiatan, mahasiswa dibekali pengetahuan mengenai proses pembuatan gerabah mulai dari pemilihan tanah liat, teknik pembentukan dengan alat tradisional, pengeringan alami, hingga pembakaran di tungku terbuka. 

Tidak hanya itu, mahasiswa juga diajak berinteraksi langsung dengan pengrajin lokal dan mencoba sendiri membentuk gerabah sederhana, sebuah pengalaman yang membuka wawasan baru tentang proses kreatif seni tradisional.

Salah satu mahasiswa peserta kegiatan, Aisyah Nurul Fadilah, mengungkapkan antusiasmenya, ia melihat langsung dan mencoba membuat gerabah sendiri membuat dirinya lebih memahami bagaimana nilai seni dan budaya itu terbentuk dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab, Dr. H. Anwar Sanusi, M.Ag., menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. 

Ia menilai bahwa pembelajaran berbasis lapangan seperti ini sangat relevan dengan karakter ilmu humaniora yang menekankan pentingnya interaksi langsung dengan objek budaya.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif dosen dan antusiasme mahasiswa dalam kegiatan studi lapangan ini. Ini adalah bentuk nyata dari pendidikan kontekstual yang membumi dan bernilai. Seni dan budaya adalah bagian penting dari peradaban Islam yang perlu terus dikaji dan dilestarikan,” ujar Anwar Sanusi.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian seni tradisional sebagai bagian dari khazanah peradaban Islam dan budaya Nusantara. 

Studi lapangan ini juga menjadi refleksi bahwa seni bukan hanya ekspresi estetika, melainkan juga simbol peradaban, identitas, dan kearifan lokal yang perlu dijaga dalam menghadapi era modernisasi.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mengintegrasikan pembelajaran berbasis pengalaman langsung (experiential learning) ke dalam kurikulum, serta mendukung mahasiswa untuk lebih aktif mengenal dan mencintai budaya lokal Indonesia. (din)

Jumat, 09 Mei 2025

Mahasiswa UIN Siber Cirebon Lolos Sertifikasi Nasional Video Editor, Tunjukkan Potensi Kreatif di Ajang VISION Kabupaten Bandung

BANDUNG – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Abdul Rofi, mahasiswa semester 8 Program Studi Tadris Biologi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon atau yang lebih dikenal dengan Cyber Islamic University (CIU). 

Rofi berhasil lolos dalam Sertifikasi Video Editor bertajuk VISION (Video Editor Certification Program) yang digelar oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bandung pada 6–7 Mei 2025 di Gedung Pusat Kreasi Destinasi Pariwisata (PKDP) Kabupaten Bandung.

Kegiatan bergengsi ini diikuti oleh 24 peserta dari kalangan pelaku ekonomi kreatif yang sebelumnya telah melewati tahap seleksi ketat. 

Tujuannya adalah mendukung dan meningkatkan kompetensi insan kreatif di era digital. Dalam program ini, peserta mendapatkan Bimbingan Teknis pada hari pertama dan menjalani Uji Kompetensi Sertifikasi pada hari kedua.

“VISION adalah ruang tumbuh bagi para editor video lokal karena kreativitas perlu difasilitasi agar mampu memberi dampak yang lebih besar,” ungkap Abdul Rofi dalam sesi wawancaranya.

Sebagai relawan editor aktif di Pusat Inovasi Pembelajaran Digital (PIPD) UIN Siber Cirebon serta pengelola media sosial Ma’had Al-Jami’ah UIN Siber selama hampir dua tahun, Rofi menilai sertifikasi ini sebagai batu loncatan penting menuju dunia profesional. 

Ia menyampaikan terima kasih kepada kampusnya atas dukungan yang terus diberikan terhadap minat dan bakat mahasiswa di bidang videografi.

“Saya sangat berterima kasih kepada UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang telah memberi ruang bagi mahasiswa untuk berkembang. Sertifikasi ini bukan hanya tentang belajar teknis editing, tapi juga soal menyampaikan gagasan dan cerita yang bermakna,” tambah Rofi.

Sambutan apresiatif datang dari Ir. Gunawan Ramli, M.Kom selaku perwakilan PT. LSP Digital Teknologi, lembaga penyelenggara sertifikasi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa penilaian sertifikasi meliputi attitude (sikap), knowledge (pengetahuan), dan skill (kemampuan).

“Kehadiran kami adalah bentuk komitmen untuk mendukung peningkatan kompetensi sumber daya manusia, khususnya di sektor kebudayaan dan pariwisata yang kini turut bertransformasi ke arah digital,” ujarnya.

Sementara itu, Muhammad Sofiyurahman, S.St.Par, MM, Adyatama Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bandung, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap pelaku ekonomi kreatif.

“Ini adalah peluang emas untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing di industri kreatif. Peserta dibekali keahlian serta sertifikat resmi yang diakui secara nasional,” ucapnya.

Pada sesi Bimbingan Teknis, peserta mendapat materi langsung dari praktisi multimedia nasional, Dr. Sugata Salim, S.TH., M.M., M.Ag., MOS, yang membawakan materi mulai dari dasar scriptwriting, perencanaan produksi, hingga praktik membuat video sesuai standar industri.

Dalam sesi uji kompetensi, Abdul Rofi mempresentasikan karya videonya yang berjudul “TEKO: Teh dan Kopi untuk Semua Cerita”, yang dapat disaksikan melalui tautan Instagram Reel.

“Kegiatan ini mengajarkan saya bahwa membuat video bukan hanya soal visual yang bagus, tapi juga konsep, cerita, dan bagaimana ide dikemas secara profesional,” tutup Rofi.

Keikutsertaan Rofi dalam sertifikasi ini menjadi contoh nyata bahwa mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tapi juga aktif dalam mengasah keterampilan digital kreatif untuk menyongsong masa depan industri kreatif nasional.

Bukti Transparan dan Akuntabel Dalam Tata Kelola Keuangan, UIN Siber Cirebon Raih Opini WTP Tiga Kali Berturut-Turut

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon


CIREBON, FC – Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam pengelolaan keuangan negara. 

Untuk ketiga kalinya secara berturut-turut, kampus yang dikenal sebagai Cyber Islamic University (CIU) ini berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Badan Layanan Umum (BLU) tahun 2022, 2023, dan 2024.

Opini tertinggi dalam audit keuangan ini diberikan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Abdul Hamid dan Rekan, yang secara independen menilai laporan keuangan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. 

Opini WTP menjadi indikator kuat bahwa lembaga ini telah memenuhi standar tertinggi dalam akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan.

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh sivitas akademika dan jajaran pengelola keuangan yang telah menunjukkan komitmen luar biasa dalam membangun tata kelola yang profesional dan terpercaya.

“Opini WTP ini bukan sekadar prestasi administratif. Ini adalah wujud nyata dari budaya kerja yang akuntabel, kolaboratif, dan transparan. Kami bangga dapat menjaga kepercayaan publik dalam pengelolaan dana negara, khususnya di sektor pendidikan tinggi,” ungkap Prof. Aan.

Pencapaian tiga tahun berturut-turut ini semakin menegaskan posisi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai perguruan tinggi keagamaan negeri yang adaptif dan responsif, terutama dalam menghadapi era digitalisasi keuangan dan penguatan peran BLU sebagai lembaga layanan publik yang efisien dan berdaya saing.

Lebih dari sekadar catatan keuangan, keberhasilan ini juga mencerminkan transformasi kelembagaan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang terus bergerak maju dalam mendukung reformasi birokrasi dan sistem manajemen berbasis teknologi.

 Dengan konsistensi meraih WTP, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menunjukkan keseriusannya dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang bersih, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik.

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berkomitmen untuk terus memperkuat mutu layanan pendidikan tinggi berbasis keislaman, keilmuan, dan keindonesiaan, sebagai kontribusi nyata dalam membangun SDM unggul untuk masa depan Indonesia. (din)

Polresta Cirebon Amankan 4.118 Knalpot Tak Sesuai Spesifikasi, Siap Dijadikan Monumen Edukasi

 

CIREBON – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Cirebon mengamankan sebanyak 4.118 unit knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis selama periode Januari hingga April 2025. 

Langkah ini merupakan bagian dari upaya penertiban kendaraan dalam rangka mendukung keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, mengungkapkan bahwa ribuan knalpot tersebut diamankan hasil razia yang digelar secara rutin oleh jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) dan Polsek di bawah naungan Polresta Cirebon.

“Hasil pelaksanaan razia yang kami lakukan terkait Kamseltibcarlantas, Polresta Cirebon berhasil mengamankan sebanyak 4.118 knalpot yang tidak sesuai spesifikasi,” ujar Kombes Pol Sumarni dalam keterangan resminya.

Tak hanya sekadar penindakan hukum, Polresta Cirebon juga merencanakan langkah edukatif yang unik. Ribuan knalpot yang disita rencananya akan disulap menjadi sebuah monumen sebagai pengingat dan edukasi bagi masyarakat agar tidak lagi menggunakan knalpot bising yang melanggar aturan.

“Nantinya, sebagian dari knalpot yang diamankan akan kami jadikan tugu atau monumen sebagai simbol edukasi agar masyarakat tidak lagi menggunakan knalpot yang tidak sesuai spek,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kombes Pol Sumarni menegaskan bahwa penggunaan knalpot tidak standar tidak hanya melanggar ketentuan lalu lintas, tetapi juga berpotensi mengganggu ketertiban umum, kenyamanan, bahkan keamanan masyarakat.

Upaya ini menjadi salah satu bentuk komitmen Polresta Cirebon dalam menciptakan lingkungan berlalu lintas yang aman dan tertib serta meningkatkan kesadaran hukum di tengah masyarakat. (din)

Polresta Cirebon Musnahkan Ribuan Botol Miras Hasil Operasi Rutin

 

CIREBON – Ribuan botol minuman keras (miras) hasil dari operasi rutin yang ditingkatkan dimusnahkan oleh Kepolisian Resor Kota (Polresta) Cirebon. Pemusnahan ini digelar usai konferensi pers yang berlangsung di Mapolresta Cirebon pada Kamis (8/5/2025), dan dipimpin langsung oleh Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni.

Dalam keterangannya, Kombes Pol Sumarni menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polresta Cirebon dalam menjaga kondusivitas wilayah, khususnya menjelang transformasi Kabupaten Cirebon sebagai kawasan industri yang ramah investasi.

"Total miras pabrikan yang kami musnahkan hari ini sebanyak 4.974 botol dengan nilai taksiran mencapai Rp258.440.000. Selain itu, terdapat pula 4.310 botol miras tradisional jenis ciu senilai Rp86.200.000, serta 1.342 liter tuak senilai Rp6.710.000 yang ikut dimusnahkan," ujar Kapolresta.

Barang bukti tersebut merupakan hasil dari operasi rutin malam hari yang dilakukan oleh jajaran Satres Narkoba dan fungsi lainnya di lingkungan Polresta Cirebon sepanjang Mei 2025. 

Selain memusnahkan miras, pihak kepolisian juga memaparkan keberhasilan pengungkapan sejumlah kasus peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang.

Kombes Pol Sumarni menegaskan bahwa konsumsi miras tidak hanya merusak kesehatan, namun juga kerap menjadi pemicu berbagai tindakan kriminal di masyarakat. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk aktif menjaga keamanan lingkungan dan menjauhi penyalahgunaan barang terlarang.

"Mari kita bersama-sama ciptakan Kabupaten Cirebon yang aman, kondusif, dan ramah bagi investor. Jangan ragu melaporkan tindak kejahatan melalui layanan Call Center 110 atau WhatsApp pengaduan di nomor 08112497497," tegasnya.

Pemusnahan miras ini juga dihadiri oleh sejumlah perwakilan instansi dan unsur Forkopimda, antara lain Kasdim 0620 Kab. Cirebon Mayor Arm. Zulhkan, Kasi Pengelolaan Barang Bukti Kejari Cirebon Santoso, SH, MH, Sekdishub Kab. Cirebon Yayan Sunarya, serta perwakilan dari Dinas Kesehatan. Hadir pula para pejabat Polresta Cirebon seperti Kasat Resnarkoba AKP Heri Nurcahyo, Kasi Propam Iptu Enjay Sonjaya, dan Kasi Humas Ipda Ivan Arief Munandar, serta para Kanit Sat Resnarkoba dan awak media.

Dengan kegiatan ini, Polresta Cirebon berharap kesadaran hukum masyarakat semakin meningkat dan peredaran miras serta narkotika dapat ditekan secara signifikan di wilayah hukumnya. (din)

Kamis, 08 Mei 2025

Pemkab Cirebon Targetkan Seluruh Desa Miliki Koperasi Merah Putih, Siap Dilaunching Juli 2025

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon menargetkan seluruh desa di wilayahnya memiliki Koperasi Merah Putih.

Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, memastikan bahwa saat ini sebanyak 412 desa telah siap membentuk koperasi tersebut.

Kesiapan itu disampaikannya usai memimpin rapat koordinasi bersama seluruh camat di Ruang Paseban, Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon, Rabu (7/5/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Bupati yang akrab disapa Jigus ini, menegaskan bahwa pembentukan Koperasi Merah Putih merupakan salah satu program strategis daerah dalam mendongkrak perekonomian desa.

Program ini akan dijalankan secara bertahap dengan fokus pada tiga aspek utama: pembentukan, pembangunan, dan pengembangan koperasi.

“Saat ini kita berada di tahap pembentukan. Pemerintah daerah sedang berupaya agar seluruh desa di Kabupaten Cirebon bisa menyelesaikan proses ini sebelum launching yang dijadwalkan pada bulan Juli mendatang,” ujar Jigus.

Menurut data terakhir, sudah 17 desa yang merampungkan pembentukan Koperasi Merah Putih. Pemerintah daerah pun berkomitmen untuk melakukan percepatan di 395 desa lainnya melalui koordinasi lintas sektor, termasuk dengan para camat dan kepala desa.

“Kemarin baru 10, sekarang sudah 17 desa yang tuntas. Kita akan lakukan secara maraton pembentukan agar pada Juli nanti saat launching, semua desa sudah punya koperasi,” jelasnya.

Dengan 412 desa yang siap membentuk koperasi, Pemkab Cirebon menunjukkan komitmennya dalam membangun kemandirian desa melalui jalur ekonomi.

Launching Koperasi Merah Putih yang direncanakan pada Juli 2025 mendatang pun dipandang sebagai momen penting menuju babak baru pembangunan desa berbasis ekonomi rakyat.

Masyarakat pun diharapkan bisa turut aktif menjadi bagian dari koperasi, baik sebagai anggota maupun sebagai pelaku usaha lokal yang memanfaatkan layanan dan fasilitas yang disediakan.

“Insya Allah 412 desa siap. Kita optimis. Ini adalah ikhtiar bersama demi masa depan desa yang mandiri dan sejahtera,” ucapnya menambahkan.

Koperasi Merah Putih ini diharapkan bukan hanya menjadi simbol semangat kemandirian ekonomi desa, tapi juga menjadi instrumen konkret untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, petani, dan nelayan di wilayah pedesaan.

Pemerintah Kabupaten Cirebon menjanjikan dukungan penuh untuk keberhasilan program ini, termasuk dalam hal pelatihan, bantuan manajerial, serta akses ke pembiayaan dan pemasaran.

Para camat diminta untuk mengawal pelaksanaan di wilayah masing-masing dan memastikan setiap desa menyelesaikan proses pembentukan tepat waktu.

“Kita ingin ada warisan ekonomi baru dari desa. Jangan sampai koperasi hanya jadi pajangan, tapi betul-betul bisa jadi tempat berputarnya roda ekonomi masyarakat desa,” pungkasnya. (din)

Pemkab Cirebon Dukung Temu Inklusi untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon menyampaikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Temu Inklusi #6 yang diinisiasi oleh Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB) Indonesia.

Puncak kegiatan ini rencananya akan digelar di Desa Durajaya, Kecamatan Greged, pada 2 hingga 4 September 2025 mendatang.

Dalam sambutannya, Bupati Cirebon, Imron, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada SIGAB Indonesia selaku penyelenggara.

Menurutnya, tema yang diusung dalam Temu Inklusi, yakni ‘Komitmen, Sinergi, Aksi, dan Kebhinnekaan untuk Indonesia Emas 2045’, merupakan pengingat penting bahwa inklusi adalah proses yang berkelanjutan.

“Tema ini menegaskan bahwa inklusi bukan hanya sebuah tujuan, melainkan proses berkelanjutan yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa,” ujar Imron.

“Kebhinnekaan harus menjadi fondasi, serta mendorong sinergi lintas sektor untuk menerjemahkan komitmen ke dalam aksi nyata yang inovatif,” kata Imron dalam sambutannya di Gedung PGRI, Kecamatan Sumber, Rabu (8/5/2025).

Imron juga menyebut, kegiatan pada hari ini merupakan bagian awal dari rangkaian Temu Inklusi yang akan terus bergulir hingga puncaknya pada awal September.

Ia berharap, kegiatan ini dapat menjadi pemantik semangat membangun masyarakat Kabupaten Cirebon yang lebih inklusif.

“Saya berharap, Temu Inklusi ini dapat menjadi bagian dari upaya untuk mendorong terwujudnya masyarakat Kabupaten Cirebon yang inklusif, serta menjadi motivasi dan semangat untuk membangun masyarakat inklusif secara bersama,” tuturnya.

Lebih jauh, Imron menegaskan pentingnya sinergi antara organisasi masyarakat dan pemerintah dalam membangun ruang-ruang berbagi praktik baik. Ia menyatakan, kegiatan ini juga dapat menjadi penguat gerakan difabel di Kabupaten Cirebon.

“Diharapkan juga dapat menjadi ruang berbagi praktik, baik antarorganisasi masyarakat dengan pemerintah dalam mendorong kehidupan yang inklusif, serta menjadi penguat difabel pada gerakan difabel di Kabupaten Cirebon,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur PKPM Bappenas RI, Tirta Sutedjo, turut mengapresiasi penyelenggaraan Temu Inklusi. Even tersebut menjadi ruang untuk menguatkan beberapa indikator pembangunan inklusif dan RPJMN yang harus dicapai dalam pembangunan.

Salah satunya jumlah Unit Layanan Disabilitas Bidang Ketenagakerjaan yang tersedia di tingkat kabupaten/kota dan provinsi.

Serta jumlah difabel yang mendapatkan fasilitas dari ULD Bidang Ketenagakerjaan dan atau dari dinas yang menangani urusan ketenagakerjaan.

Menurut Tirta, tema Temu Inklusi sangat menarik dan dapat menjadi spirit untuk membangun inklusifitas di berbagai sektor.

Temu Inklusi juga penting untuk mendorong partisipasi difabel untuk memperkuat relevansi dokumen perencanaan dan penganggaran daerah dan nasional yang menjawab kebutuhan.

“Organisasi difabel, masyarakat, CSO diharapkan juga dapat berperan sebagai mitra strategis, serta penggerak inovasi pemberdayaan dan partisipasi penyandang disabilitas,” tandasnya dalam sesi sambutan.

Sementara itu, Direktur SIGAB Indonesia, M Joni Yulianto, menjelaskan bahwa sejak 2024 SIGAB Indonesia telah melangsungkan kerja sama bersama Forum Komunikasi Difabel Cirebon (FKDC) dan Pemkab Cirebon.

Dalam kerangka program Strengthening Inclusion for Diffability equity and Rights (SOLIDER) melalui dukungan program INKLUSI-Kemitraan Australia dan Indonesia Menuju Masyarakat yang Inklusif, FKDC telah mendukung perintisan enam desa inklusif, tiga di Kecamatan Greged dan tiga di Kecamatan Lemahabang.

“Kami juga melakukan penguatan ULD Ketenagakerjaan, yang hingga saat ini ada 600 lebih tenaga kerja tersalurkan. Musrembang tematik yang dimulai oleh Bappelitbangda, dan itu semua menjadi bukti, Kabupaten Cirebon menuju pembangunan yang inklusif difabel,” jelasnya.

Joni menerangkan, Temu Inklusi telah berjalan selama 5 periode dan di periode ke-6 akan dilaksanakan di desa Durajaya.

Pemilihan Kabupaten Cirebon sebagai tuan rumah ditentukan melalui tahap asesmen yang dilakukan sejak Desember 2024 lalu.

Salah satu alasan kuatnya adalah telah banyak praktik baik, bukti baik bagaimana Kabupaten Cirebon mengimplementasikan pembangunan inklusif.

Joni melanjutkan, dalam mempersiapkan penyelenggaraan Temu Inklusi, pihaknya telah melangsungkan beberapa pertemuan, baik dengan FKDC, koordinasi dengan perangkat daerah yang difasilitasi Bappelitbangda, termasuk pembentukan panitia di bulan lalu.

“Harapannya, kepanitiaan yang telah terbentuk menjadi tim yang kuat dalam proses penyelenggaraan Temu Inklusi ke-6 ini,” katanya.

Ia juga menargetkan pada Temu Inklusi ke-6 ini dihadiri oleh 2.000 peserta, dengan harapan berdampak secara ekonomi bagi pemerintah desa yang menjadi lokasi penyelenggaraan Temu Inklusi.

“Ini menjadi ruang interaksi, belajar, menjadikan perbedaan itu bukan sekat, melainkan rahmat dari Tuhan,” imbuhnya. (din)

Wabup Jigus Serahkan Santunan untuk PMI Bermasalah

KABUPATEN CIREBON — Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, menyerahkan bantuan santunan kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Cirebon yang pulang dalam kondisi bermasalah.

Pada acara tersebut, didampingi Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Cirebon, Novi Hendrianto dan berlangsung di Ruang Paseban, Setda Kabupaten Cirebon, Kamis (8/5/2025).

Pria yang akrab disapa Jigus ini, ia menyampaikan apresiasi kepada Disnaker atas terlaksananya program ini. Ia menyebutkan, program tersebut merupakan satu-satunya di Indonesia yang memberikan santunan khusus bagi PMI bermasalah.

“Terima kasih kepada Dinas Ketenagakerjaan yang sudah memfasilitasi program ini. Ini adalah satu-satunya program di Indonesia yang memberikan santunan kepada PMI bermasalah, dan baru dilaksanakan di Kabupaten Cirebon,” ujarnya.

Selain itu, Jigus menyatakan, pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan perlindungan sosial, termasuk memastikan akses layanan kesehatan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat.

“Kami sedang berusaha mensinkronisasi BPJS Kesehatan untuk masyarakat Kabupaten Cirebon, agar seluruh warga bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang mudah dan maksimal,” katanya.

Ia juga menyoroti upaya pemerintah untuk melindungi para nelayan di Kabupaten Cirebon. Dari sekitar 6.000 nelayan yang terdata, 3.000 di antaranya aktif melaut dan akan mendapatkan perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan.

“Kami hadir untuk memastikan jika terjadi sesuatu, masyarakat bisa mendapatkan bantuan yang layak,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Disnaker Kabupaten Cirebon, Novi Hendrianto, memaparkan bahwa jumlah penempatan PMI asal Kabupaten Cirebon terus meningkat.

Pada 2023 tercatat sebanyak 10.545 orang, dan pada 2024 jumlahnya naik menjadi 11.420 orang, dengan mayoritas bekerja di sektor domestik (78,30 persen) dan sektor formal (21,70 persen), terutama di Taiwan.

“Dari segi ekonomi, remitansi para PMI ini sangat besar. Jika kita rata-ratakan, transfer mereka sekitar Rp5 juta per bulan, maka total remitansi pada 2024 mencapai sekitar Rp685 miliar,” jelas Novi.

Ia menambahkan, bahwa program perlindungan bagi PMI ini merupakan bagian dari rencana pemerintah untuk periode 2025-2030, yang bertujuan memastikan perlindungan sejak pra-penempatan hingga purna tugas.

“Pada 2023, ada 47 PMI bermasalah yang difasilitasi, dan pada 2024 jumlahnya meningkat menjadi 67 orang,” pungkasnya. (din)