Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 12 Juni 2025

Wali Kota Serahkan SK Pensiun dan Tanda Penghargaan kepada 29 ASN Purna Tugas

 

CIREBON  — Wali Kota Cirebon, Effendi Edo menyerahkan Surat Keputusan Pensiun dan Tanda Penghargaan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon yang purna tugas, Kamis (12/6/2025). 

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada para ASN yang telah menyelesaikan masa pengabdian. 

Ia menegaskan bahwa menjadi ASN bukan sekadar menjalankan tugas administratif, tetapi juga merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat dan negara. 

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Cirebon, saya mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya atas dedikasi dan pengabdian Bapak dan Ibu selama ini,” ujarnya.

Lebih jauh, Wali Kota menyampaikan bahwa masa pensiun bukanlah akhir dari kontribusi seseorang terhadap lingkungan. Justru, dengan pengalaman panjang yang dimiliki, para pensiunan tetap dapat berperan aktif dalam masyarakat. 

“Saya yakin, ilmu, kebijaksanaan, dan pengalaman Bapak dan Ibu akan tetap bermanfaat, baik di tengah keluarga maupun lingkungan sosial,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan harapan agar nilai-nilai positif yang telah ditunjukkan para ASN purna tugas bisa menjadi teladan bagi generasi ASN yang masih aktif saat ini. 

Menurutnya, dedikasi, loyalitas, dan etika kerja para pensiunan adalah pondasi penting dalam membangun pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan profesional.

“Ini menjadi momen penting untuk menegaskan kembali bahwa reformasi birokrasi tidak cukup hanya dengan regulasi. Kita butuh karakter ASN yang kuat, berintegritas, dan punya semangat melayani. Nilai-nilai itulah yang telah diwariskan oleh Bapak dan Ibu sekalian,” ujar Wali Kota.

Pemerintah Kota Cirebon, lanjutnya, saat ini tengah berkomitmen dalam melanjutkan agenda reformasi birokrasi melalui penguatan manajemen sumber daya manusia aparatur. Tujuannya tak lain adalah untuk mendukung terwujudnya visi pembangunan daerah yang Setara Berkelanjutan, yakni Sejahtera, Tertata, Aspiratif, Aman, dan Berkelanjutan.

Di akhir sambutannya, Wali Kota mengajak para pensiunan untuk tetap menjaga silaturahmi dan kedekatan dengan instansi. 

“Kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi Bapak dan Ibu untuk tetap menjadi bagian dari keluarga besar Pemerintah Kota Cirebon. Jangan sungkan untuk datang, berbagi cerita, dan terus menjaga semangat kebersamaan,” ucapnya penuh kehangatan.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Kota Cirebon, Sri Lakshmi Stanyawati mengungkapkan bahwa pada kesempatan ini terdapat 29 ASN yang akan memasuki masa purna tugas per 1 Juli 2025. 

“Hari ini, kita memberikan penghargaan kepada 29 ASN yang telah mencapai batas usia pensiun. Ini bentuk apresiasi negara atas jasa dan pengabdian yang telah diberikan selama puluhan tahun,” katanya.

Acara ini menjadi momen reflektif, bukan hanya bagi para pensiunan, tapi juga bagi seluruh ASN aktif untuk terus menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam menjalankan tugas negara. (din)



Wakil Wali Kota Apresiasi Seminar Internasional Paliatif, Perpaduan Teknologi dan Kemanusiaan

CIREBON - Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati menghadiri Seminar Internasional yang digelar Institut Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Mahardika di Grage Hotel, Kamis (12/6/2025). 

Kegiatan yang bertemakan “The Future of Palliative Care: Technology, Innovation, and a Holistic Approach” ini dihadiri oleh para akademisi, hingga praktisi kesehatan.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada ITEKES Mahardika, khususnya Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, atas penyelenggaraan seminar yang dinilai sangat relevan dengan tantangan dunia kesehatan saat ini. 

"Seminar seperti ini merupakan refleksi nyata dari semangat kemajuan, kolaborasi, dan dedikasi akademik yang menjadi fondasi utama dalam membangun sistem kesehatan yang inklusif dan adaptif terhadap perubahan zaman," ujar Wakil Wali Kota.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pelayanan paliatif bukan hanya menyangkut perawatan bagi pasien di akhir hayat, tetapi merupakan wujud empati tertinggi dalam praktik keperawatan. 

“Ketika sains bertemu dengan rasa kemanusiaan, di situlah nilai sejati pelayanan paliatif bekerja. Ini bukan hanya soal medis, tapi juga menyentuh aspek spiritual, sosial, dan emosional,” tambahnya.

Namun demikian, ia juga menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi dalam pengembangan layanan paliatif, seperti perubahan demografi, meningkatnya prevalensi penyakit kronis, hingga keterbatasan tenaga kesehatan yang kompeten di bidang ini.

 "Perlu ada terobosan. Di sinilah peran teknologi menjadi kunci, mulai dari artificial intelligence, telemedicine, hingga wearable devices yang harus dipadukan dengan pendekatan budaya dan spiritual yang tepat," jelasnya.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Cirebon terus berkomitmen dalam mendorong penguatan sektor kesehatan yang berpihak pada kelompok rentan dan pasien dengan kebutuhan khusus. 

“Kami percaya bahwa kolaborasi antara akademisi, tenaga kesehatan, masyarakat, dan pemerintah adalah pilar penting untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkeadilan dan berkesinambungan,” ujarnya.

Dengan semangat kolaboratif dan visi yang menyatukan teknologi dan nilai-nilai kemanusiaan, seminar ini diharapkan menjadi titik awal bagi transformasi pelayanan paliatif di Indonesia. 

“Mari kita jadikan forum ini sebagai pijakan untuk menciptakan masa depan yang lebih baik, lebih manusiawi, dan lebih adaptif dalam dunia kesehatan,” ajaknya.

Sementara itu, Rektor ITEKES Mahardika, Yani Kamasturyani dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini bukan hanya memperluas wawasan, tetapi juga berperan dalam peningkatan kualitas pendidikan dan profesionalisme tenaga kesehatan.

“Semoga acara ini dapat meningkatkan kompetensi mahasiswa, dosen, dan seluruh peserta. Melalui kehadiran para narasumber internasional, kita bisa memperluas cakrawala dan mengadopsi pendekatan baru dalam praktik pelayanan kesehatan,” tuturnya.

Yani juga berharap agar seminar ini tidak berhenti pada tataran diskusi teoritis saja, melainkan dapat menghasilkan aksi nyata yang berdampak langsung pada sistem kesehatan.

"Baik dalam bentuk pengembangan kurikulum, riset terapan, hingga pengabdian kepada masyarakat," harapnya. (Ara)



LPKBH-KERIS : Hadir untuk Rakyat, Bangun Sinergi dengan Pemerintah Wilayah III Cirebon

CIREBON, FC — Lembaga Pengkajian, Konsultasi dan Bantuan Hukum - Komunitas Rakyat Independen Strategis (LPKBH-KERIS) menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah se-Wilayah III Cirebon dalam berbagai program strategis pembangunan. 

Kolaborasi ini meliputi sektor pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi daerah, peningkatan mutu pendidikan, hingga pendampingan hukum dan advokasi kepada masyarakat.

Dalam pernyataan resminya, Ketua Umum LPKBH-KERIS, Umar Amaro, SH, menegaskan bahwa lembaganya siap mendukung publikasi dan sosialisasi seluruh kebijakan serta rencana pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah daerah. Termasuk pula pencapaian-pencapaian yang telah berhasil diraih dalam rangka memajukan wilayah.

“Kami ingin menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menyebarluaskan informasi terkait kemajuan dan rencana pembangunan yang pro-rakyat. Namun tentu saja, LPKBH-KERIS tetap menjaga jati dirinya sebagai lembaga yang lahir dari kepentingan rakyat,” tegas Umar.

Lebih lanjut, Umar menyampaikan bahwa meskipun LPKBH-KERIS membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah, namun lembaganya tidak akan meninggalkan komitmen kritis terhadap ketidakadilan maupun kebijakan yang tidak berpihak kepada masyarakat. 

“Kami tetap menjadi bagian dari kontrol sosial yang konstruktif. Mengkritisi kebijakan yang tidak adil adalah bagian dari tanggung jawab kami demi tegaknya keadilan dan keberpihakan kepada rakyat,” ujarnya.

Guna memperkuat peran dan efektivitas kerja organisasi, LPKBH-KERIS terus melakukan konsolidasi internal melalui penguatan komunikasi antar pengurus dan aktivis. 

Berbagai program kerja serta kegiatan silaturrahmi rutin dilakukan untuk mempererat solidaritas dan memastikan seluruh elemen organisasi tetap solid dalam menjalankan misi sosial dan kemasyarakatan.

Dengan semangat kolaboratif namun tetap kritis, LPKBH-KERIS diharapkan mampu menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah dalam menciptakan tata kelola pembangunan yang adil, transparan, dan berpihak kepada kepentingan rakyat.

Sementara itu, Pimprus Koran Cirebon, Firda Asih menyambut baik langkah LPKBH-KERIS untuk menggandeng Pemda Sewilayah III Cirebon. 

Langkah ini kata Firda merupakan bukti jika LPKBH-KERIS yang di dalamnya terdapat organ-organ media dan wartawan bisa bekerjasama dengan dalam rangka percepatan pembangunan dan kemajuan daerah. 

"Sebagai pemilik perusahaan media dan para awak media menyambut baik langkah ini, karena kerjasama tersebut adalah sebuah bukti untuk turut memajukan daerah dari berbagai bidang yang ada. Semoga langkah ini mendapat apresiasi dari pemerintah daerah, dan kolaborasi ini bisa segera terjalin," tandasnya. (din)

Cirebon Economic Forum 2025: Pondasi Investasi Menuju Kabupaten Cirebon sebagai Jantung Ekonomi Rebana

 

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menyelenggarakan Cirebon Economic Forum di ruang rapat Nyimas Gandasari, Setda Kabupaten Cirebon, Kamis (12/6/2025).

Forum ini mengusung tema “One Step, One Vision: Aligning Cirebon’s Investment Future”, sebagai langkah awal menuju Cirebon Investment Summit yang direncanakan akan digelar pada November mendatang.

Bupati Cirebon, Imron, dalam sambutannya menegaskan kesiapan daerah untuk menerima investor. Ia menyebutkan bahwa Kabupaten Cirebon memiliki potensi besar, baik dari segi sumber daya alam maupun sumber daya manusia.

“Kabupaten Cirebon ini memiliki potensi yang sangat besar. Ada sektor pertanian, perikanan laut, hingga tanah yang subur dan cocok untuk pengembangan investasi,” kata Imron.

Ia juga menyoroti keunggulan aksesibilitas Kabupaten Cirebon yang didukung banyak pintu tol, serta ketersediaan SDM dari sejumlah perguruan tinggi di wilayah tersebut.

Pemerintah daerah, lanjutnya, telah membentuk tim percepatan investasi untuk mempermudah proses masuknya investasi.

Imron juga mengajak seluruh pejabat dan masyarakat untuk bersinergi mendukung program-program pembangunan demi kemajuan bersama.

Dalam semangat keterbukaan, ia menyatakan komitmen pemerintah daerah bersama Forkopimda untuk mendukung investor selama memberi manfaat bagi masyarakat.

“Kami membuka diri kepada investor. Mangga datang ke Kabupaten Cirebon. Kami dukung selama membawa manfaat untuk kemajuan masyarakat,” ujarnya.

Imron turut menginstruksikan kepada seluruh perangkat daerah agar membantu dan mempermudah segala proses perizinan investasi, serta mengajak masyarakat untuk aktif menyampaikan aspirasi apabila terdapat hambatan di lapangan.

“Kami juga instrusikan kepada seluruh perangkat daerah, agar turut membantu dan memudahkan keinginan (investasi) juga dalam memprosesnya,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kabupaten Cirebon, Dede Sudiono, menyampaikan bahwa forum ini merupakan kegiatan berkelanjutan sebagai pondasi strategis untuk memperkuat kesiapan Kabupaten Cirebon dalam menyambut dan melayani investasi.

“Forum ini bukan hanya soal potensi, tapi juga kesiapan narasi, data, hingga komunikasi. Ini adalah ajang pembuktian bahwa Kabupaten Cirebon serius dan siap melayani investasi secara menyeluruh,” ungkap Dede.

Dede menjelaskan, bahwa forum ini bertujuan menyatukan persepsi antar pemangku kepentingan, agar pesan yang disampaikan kepada investor solid dan selaras.

Selain itu, forum ini juga dimaksudkan untuk mengidentifikasi sektor unggulan seperti pertanian, peternakan, pariwisata, dan ekonomi digital yang dapat didorong secara terarah.

Ia juga menegaskan pentingnya strategi promosi investasi yang terukur dan tidak asal-asalan.

Lebih jauh, kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah dan pelaku usaha untuk saling memahami kebutuhan dan harapan satu sama lain.

Dede menekankan, bahwa keberhasilan investasi memerlukan kolaborasi lintas perangkat daerah serta dukungan masyarakat luas. (din)

Bupati Imron Tinjau SDN 2 Kertawinangun, Pastikan Perbaikan Ruang Kelas dan Toilet

KABUPATEN CIREBON — Bupati Cirebon, Imron, langsung bergegas usai mendapatkan laporan terkait kerusakan ruangan kelas dan fasilitas toilet di SDN 2 Kertawinangun, Kecamatan Kedawung.

Imron meninjau langsung sejumlah kerusakan di SDN 2 Kertawinangun, dan memastikan perbaikan ruangan kelas dan toilet yang rusak segera dilakukan dalam waktu dekat.

“Pada hari ini saya kunjungan langsung ke SDN 2 Kertawinangun. Ini di Kedawung, berbatasan dengan kota (Cirebon),” ujar Imron saat meninjau langsung kerusakan di SDN 2 Kertawinangun, Kamis (12/6/2025).

“Saya ingin sekolah di Kedawung ini (memiliki fasilitas) baik dan anak-anaknya berprestasi, ternyata ada yang rusak,” kata Imron.

Di sela-sela peninjauan fasilitas yang rusak, Imron juga langsung menghubungi Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cirebon, Ronianto, melalui sambungan telepon.

Imron meminta agar Disdik Kabupaten Cirebon segera melakukan perbaikan ruangan kelas dan toilet yang rusak. Ronianto pun mengamini instruksi orang nomor satu di Kabupaten Cirebon itu.

“Ada dua ruangan yang rusak. Saya sudah telepon Kepala Dinas Pendidikan, ini akan diperbaiki. Toilet pun besok akan diperbaiki,” tuturnya.

Kepala SDN 2 Kertawinangun, Slamet Firdaus pun berterima kasih atas upaya Bupati Imron dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

“Terima kasih atas kunjungan Pak Bupati,” ucap Slamet.

Slamet mengaku sudah berupaya maksimal dan melaporkan kerusakan bangunan ke Disdik Kabupaten Cirebon sesuai dengan aturan yang berlaku. Ia bersyukur SDN 2 Kertawinangun bakal segera diperbaiki.

“Toilet akan dibantu perbaikannya dalam waktu singkat. Pendidikan di Kabupaten Cirebon harus mendapatkan tempat yang baik untuk anak-anak kita, supaya mendapatkan ruang yang layak,” tukasnya. (din)

Pemkab Cirebon Genjot Aksi Terpadu Turunkan Angka Stunting

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon mengintensifkan upaya percepatan pencegahan dan penurunan stunting melalui rapat koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang digelar di ruang rapat Paseban, Setda Kabupaten Cirebon, Kamis (12/6/2025).

Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, mengatakan pelaksanaan aksi konvergensi menjadi sangat krusial mengingat target penurunan prevalensi stunting secara nasional mencapai 18,8 persen pada 2025, dan 14,2 persen pada 2029 sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 59 Tahun 2024 tentang RPJPN 2025–2045.

“Pemerintah daerah harus memastikan langkah-langkah percepatan penurunan stunting tetap terkonvergensi dan fokus pada kelompok sasaran seperti ibu hamil, ibu menyusui, anak usia bawah lima tahun, hingga remaja putri dan calon pengantin,” ujar pria yang akrab disapa Jigus ini.

Data menunjukkan, prevalensi stunting di Kabupaten Cirebon sempat mengalami penurunan signifikan dari 26,5 persen pada 2021 menjadi 18,6 persen di tahun 2022, namun kembali meningkat menjadi 22,9 persen pada 2023. Sementara data tahun 2024 belum dipublikasikan.

“Ini artinya kita tidak bisa lengah. Perlu kerja keras lintas sektor agar kita bisa mencapai target nasional, minimal 14,2 persen pada tahun 2029,” tegas Jigus.

Ia menekankan, upaya penurunan stunting bukan hanya menjadi tugas Dinas Kesehatan dan instansi terkait, namun juga seluruh unsur pemerintah, swasta, akademisi hingga masyarakat.

Wabup Jigus meminta kepada semua perangkat daerah menjadikan aksi konvergensi stunting sebagai program prioritas dan strategis.

Pemkab Cirebon akan memperkuat peran TPPS dari tingkat kabupaten hingga desa, serta mendorong pendampingan keluarga melalui Tim Pendamping Keluarga (TPK) guna melakukan skrining dan pendampingan keluarga berisiko stunting.

Selain itu, gerakan Orang Tua Asuh Anak Stunting juga akan terus digalakkan.

“Langkah lainnya adalah meningkatkan pelayanan program keluarga berencana, sistem rujukan kesehatan bagi keluarga tidak mampu, serta pemberian makanan tambahan (PMT) pemulihan dan penyuluhan sebagai bentuk intervensi langsung kepada kelompok sasaran,” katanya.

Sementara itu, Kepala DPPKBP3A Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni, mengatakan pihaknya mendukung penuh target pembangunan keluarga berkualitas melalui lima program unggulan BKKBN seperti Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Lansia Berdaya (SIDAYA), dan aplikasi digital “Keluarga Indonesia”.

“Kunci keberhasilan ada pada sinergi dan komitmen semua pihak. Konvergensi adalah pendekatan terbaik untuk memastikan intervensi dilakukan secara tepat sasaran dan berkelanjutan,” ungkap Eni.

Ia menjelaskan, tujuan utama dari kegiatan ini adalah memperkuat koordinasi lintas sektor dalam evaluasi dan pelaksanaan program stunting di seluruh tingkatan pemerintahan, dari kabupaten, kecamatan, hingga desa dan kelurahan.

Koordinasi ini juga diharapkan memperkuat perencanaan terintegrasi serta menjamin optimalisasi alokasi sumber daya yang berkelanjutan, termasuk memastikan dukungan regulasi dan publikasi yang memperkuat akuntabilitas program kepada masyarakat.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh jajaran kepala perangkat daerah terkait, Bappelitbangda, Dinas Kesehatan, Ketua TP PKK, Direktur RSUD Arjawinangun dan Waled, perwakilan dunia usaha, serta akademisi dari Universitas Gunung Jati dan Universitas Muhammadiyah Cirebon, serta kepala UPTDP5A dan kepala Puskesmas dari 10 kecamatan. (Anin)

Bupati Imron Instruksikan Seluruh Perangkat Daerah Permudah Izin Investasi

KABUPATEN CIREBON — Bupati Cirebon, Imron, memberikan instruksi kepada seluruh perangkat daerah untuk mempermudah izin investasi di Kabupaten Cirebon.

Hal ini disampaikan Imron pada gelaran Cirebon Economic Forum 2025 yang berlangsung di ruang rapat Nyimas Gandasari, Setda Kabupaten Cirebon, Kamis (12/6/2025).

“Kami juga instruksikan kepada seluruh perangkat daerah untuk turut aktif membantu dan memudahkan keinginan (investasi) dan memprosesnya,” kata Imron.

Imron mengungkapkan, Kabupaten Cirebon memiliki beragam potensi, sehingga perlu dioptimalisasi untuk kemajuan Kabupaten Cirebon.

Dirinya meminta masyarakat untuk terbuka menyambut investasi yang masuk ke Kabupaten Cirebon.

Hal senada juga diungkapkan Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, yang akrab disapa Jigus. Ia meminta persoalan hambatan investasi di Kabupaten Cirebon harus segera diselesaikan.

“Mendukung semua investasi di Kabupaten Cirebon. Terkait keamanan, kami berkolaborasi dengan Forkopimda untuk menjamin keamanan dan kenyamanan,” ucap Jigus.

Selain itu, dirinya memberikan tiga kepastian, yakni kepastian hukum, waktu, dan biaya bagi para investor. Jigus menyebut, dirinya tidak ingin investasi yang masuk di Kabupaten Cirebon terganggu.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Cirebon berkomitmen untuk mendampingi investor. Jigus juga meminta untuk membangun komunikasi yang baik antara pemerintah dengan dunia usaha.

“Supaya investor yang datang ke Kabupaten Cirebon terjamin keamanan dan kenyamanannya. Kami pemerintah daerah membantu semaksimal mungkin,” tutupnya.  (din)

Rabu, 11 Juni 2025

Silaturrahmi Antar Media: LBH KERIS Perkuat Sinergi dan Rasa Kekeluargaan


CIREBON, FC – Suasana kehangatan dan kekeluargaan begitu terasa dalam kegiatan silaturrahmi antar media yang digagas oleh Lembaga Pelayanan Konsultasi dan Bantuan Hukum Keadilan Rakyat Indonesia (LPKBH KERIS). 

Acara tersebut dikemas dalam bentuk makan bersama yang dihadiri sejumlah tokoh dan insan media di Kabupaten Cirebon, Selasa, 11 Juni 2025.

Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Dewan Kehormatan LPKBH KERIS, Hartono Supandi, Ketua DPD Himpunan Insan Pers dan Wartawan Indonesia (HIPWI) Jawa Barat, dan Ketua Umum LPKBH KERIS Umar Amaro SH, Pimpinan Redaksi Koran Cirebon, Firda Asih, Dewan Penasehat LPKBH KERIS, Drs. Mahmud Mansyur, M.Pd, serta para aktivis dan jurnalis dari berbagai media cetak maupun online di Kabupaten Cirebon.

LPKBH KERIS sendiri merupakan lembaga bantuan hukum yang bernaung di bawah Perhimpunan Advokat Indonesia. Lembaga ini berkomitmen memberikan pelayanan konsultasi dan bantuan hukum secara adil dan merata, khususnya kepada masyarakat kecil dan kelompok marjinal.

Dalam suasana santai namun sarat makna tersebut, tampak satu sama lain saling berdialog dan berkomunikasi hangat, mempererat hubungan dan memperkuat sinergitas antarmedia serta lembaga-lembaga yang bergerak di bidang hukum dan jurnalistik.

Ketua Umum LPKLBH KERIS, Umar Amaro, SH, dalam sambutannya memberikan sejumlah masukan konstruktif demi kemajuan bersama. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara KERIS, HIPWI, serta media cetak dan online beserta para jurnalisnya agar tetap solid, profesional, dan berintegritas dalam menjalankan tugas dan fungsi sosialnya.

“Silaturrahmi seperti ini penting untuk memperkuat komunikasi dan kekeluargaan. Kita berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi bisa menjadi agenda rutin setiap tiga bulan sekali,” ungkap Umar Amaro.

Menurutnya, kegiatan makan bersama yang berlangsung sederhana namun penuh makna ini menjadi momen reflektif sekaligus inspiratif bagi para jurnalis dan aktivis yang hadir. 

Tak hanya mempererat hubungan personal, acara ini juga membuka ruang dialog lintas organisasi dan profesi demi kemajuan bersama.

LPKBH KERIS berharap, kegiatan seperti ini ke depannya dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, sebagai bagian dari penguatan solidaritas dan rasa memiliki terhadap rumah besar media di Kabupaten Cirebon.

Rencananya, kegiatan serupa akan dijadwalkan ulang setiap tiga bulan sekali sebagai agenda rutin LPKBH KERIS bersama jaringan media di Kabupaten Cirebon, demi memperkuat sinergi, menjaga kekompakan, serta mempererat rasa kekeluargaan dalam dunia pers dan advokasi. 

Senada dengan hal tersebut, Dewan Kehormatan LPKBH Keris, Hartono Supandi, menyambut baik inisiatif LPKBH KERIS yang mampu menjadi ruang berkumpulnya berbagai elemen media dan aktivis. Ia menilai, kegiatan ini menjadi bagian penting dari pembangunan ekosistem pers yang sehat dan berwawasan kebangsaan.

Ia menilai forum semacam ini sangat penting sebagai wadah komunikasi dan konsolidasi antarmedia dan lembaga pendamping masyarakat.

Sementara itu, Firda Asih dan Drs Mahmud Mansyur, M.Pd mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai langkah awal membangun “rumah besar” silaturrahmi antar insan pers di Cirebon. Mereka sepakat bahwa kegiatan semacam ini perlu dilanjutkan secara berkala. (din)

Bupati Imron Pastikan SPMB 2025 Tanpa Pungutan dan Titipan

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon menggelar deklarasi bersama dan penandatanganan pakta integritas pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Kabupaten Cirebon 2025 yang bersih, berkualitas, dan berintegritas, di SMPN 1 Suranenggala, Rabu (11/6/2025).

Bupati Cirebon, Imron, memastikan pelaksanaan SPMB tahun 2025 menjunjung tinggi keadilan dan tanpa pungutan biaya.

Imron mengatakan, pemkab menggandeng Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Cirebon bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sepakat menggelar deklarasi, serta penandatanganan pakta integritas terkait pelaksanaan SPMB Kabupaten Cirebon 2025.

“Intinya adalah kita deklarasi bersama bahwa penerimaan siswa baru itu tidak ada diskriminasi masyarakat, yang kaya atau anak pejabat, atau orang miskin,” ucap Imron.

Imron juga menegaskan pelaksanaan SPMB Kabupaten Cirebon 2025 tidak memungut biaya. Dari pendaftaran hingga proses akhir penerimaan siswa baru tak ada pungutan biaya.

“Kita sama sesuai aturan dan tidak ada pungutan. Ini kesepatan se-Kabupaten Cirebon. Tidak ada titip menitip dan tidak ada pungutan. Semua gratis,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik), Ronianto, menjelaskan penandatanganan pakta integritas sebagai bentuk komitmen semua pihak agar menciptakan pelaksanaan SPMB Kabupaten Cirebon 2025 bersih, berkualitas, dan berintegritas.

Ronianto berharap pelaksanaan SPMB Kabupaten Cirebon berjalan sesuai aturan dan menjunjung keadilan.

“Kami jangan diintervensi apapun. Biarkan kami bekerja dengan tenang sesuai dengan regulasi,” kata Ronianto.

Ia juga mengatakan, pelaksanaan SPMB berbeda dengan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Jalur zonasi diganti dengan jalur domisili.

“Perbedaaan sedikit dari tahun sebelumnya. Sekarang ada desa kedudukan. Desa kedudukan ini, contohnya SMPN 1 Suranenggala ini berada di Desa Keraton, maka anak-anak dari Desa Keraton jadi prioritas. Zonasi tidak ada, tapi berubah domisili,” jelasnya.

Untuk mengetahui informasi lengkap mengenai jadwal, pendaftaran, hingga persyaratan mengenai SPMB jenjang sekolah menengah pertama (SMP) bisa kunjungi langsung situs resmi pelaksanaan SPMB Kabupaten Cirebon 2025.

Berikut link resmi SPMB Kabupaten Cirebon 2025 tingkat SMP, https://spmbsmp.disdik.cirebonkab.go.id/. (Ara)

Wakil Wali Kota Buka Sosialisasi SPMB, Akses Pendidikan Harus Setara untuk Semua

CIREBON - Pemerintah Kota Cirebon melalui Dinas Pendidikan secara resmi menggelar kegiatan Sosialisasi Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2025/2026. 

Acara ini dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, di Aula Dinas Pendidikan, Rabu (11/6/2025), sebagai langkah awal menyambut perubahan besar dalam mekanisme penerimaan peserta didik baru di wilayah Kota Cirebon.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menegaskan bahwa SPMB merupakan sistem baru yang menggantikan skema lama, yaitu Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 3 Tahun 2025. 

Menurutnya, perubahan ini bukan sekadar pergantian istilah administratif, namun mencerminkan semangat reformasi pendidikan yang lebih menyeluruh.

"SPMB dirancang untuk lebih inklusif, adil, dan transparan. Kami ingin memastikan bahwa setiap anak di Kota Cirebon memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan berkualitas, tanpa hambatan sosial ataupun ekonomi," ujar Wakil Wali Kota dalam pidatonya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa SPMB menyediakan berbagai jalur penerimaan seperti jalur prestasi, jalur domisili, jalur afirmasi, dan jalur mutasi. 

Masing-masing jalur memiliki fungsi strategis untuk memastikan pemerataan akses pendidikan, terutama bagi masyarakat tidak mampu, siswa berprestasi, serta keluarga yang berpindah tempat tinggal karena alasan pekerjaan atau lainnya.

Namun demikian, Wakil Wali Kota juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menyukseskan pelaksanaan SPMB. 

"Kebijakan pendidikan tidak akan berarti jika tidak dipahami dan didukung oleh masyarakat. Sosialisasi ini menjadi jembatan penting antara pemerintah, satuan pendidikan, dan warga," ungkapnya.

Ia juga menyampaikan pesan khusus kepada para pemangku kepentingan, mulai dari Dinas Pendidikan, kepala sekolah, hingga orang tua murid. 

Ia mengajak dan memastikan proses selama SPMB berjalan transparan, akuntabel, dan ramah bagi semua, termasuk penyandang disabilitas. 

"Hindari segala bentuk kecurangan karena hal itu justru merugikan masa depan anak-anak kita," katanya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Kadini, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan sistem SPMB dengan prinsip-prinsip utama yang kuat. 

"Kami berkomitmen penuh bahwa pelaksanaan SPMB tahun ini mengacu pada asas objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, dan tanpa diskriminasi," ujar Kadini.

Kadini juga menambahkan bahwa seluruh informasi pendaftaran akan diumumkan secara terbuka melalui kanal resmi Disdik. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal proses ini.

"Mari kita jaga agar pelaksanaannya berjalan lancar, jujur, dan menjunjung tinggi etika serta semangat gotong royong," tuturnya.

Dengan semangat Kota Cirebon Setara Berkelanjutan, Pemkot Cirebon berharap SPMB tidak hanya menjadi instrumen seleksi, tetapi juga menjadi refleksi dari karakter masyarakat yang menjunjung nilai-nilai keadilan, transparansi, dan kepedulian sosial. (din)



Komisi II Soroti Rendahnya PAD Perumda Pasar Berintan: Satu Pasar Harusnya Bisa Rp300 Juta

CIREBON – Komisi II DPRD Kota Cirebon menyoroti rendahnya kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pasar tradisional yang dikelola Perumda Pasar Berintan Kota Cirebon. 

Saat rapat kerja bersama jajaran Perumda Pasar, Karso mengungkapkan, total 10 pasar yang dikelola hanya mampu menghasilkan PAD sebesar Rp307 juta per tahun.

“Ini sangat miris. Di daerah lain, satu pasar saja bisa menyumbang PAD lebih dari Rp300 juta. Kita 10 pasar hanya menghasilkan Rp307 selama satu tahun,” ujar Karso usai rapat kerja Komisi II DPRD bersama jajaran Direksi Perumda Pasar di ruang rapat DPRD, Kamis (5/6/2025).

Menurutnya, kondisi ini menunjukkan adanya persoalan serius dalam manajemen pasar. Ia meminta agar hal ini menjadi perhatian khusus baik oleh Kuasa Pemilik Modal (KPM) maupun Direktur Utama Perumda Pasar Berintan.

“Perumda ini didirikan bukan hanya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, tapi juga untuk menghasilkan PAD bagi daerah. Kalau pasar sebagai sumber transaksasi ekonomi masyarakat saja tidak menguntungkan, bagaimana dengan sektor lain?” tegas Karso.

Ia juga menyebutkan bahwa beberapa potensi pasar belum digarap maksimal, seperti sistem sewa jangka panjang kios, retribusi harian, dan pengelolaan parkir. Bahkan, menurutnya, satu kios yang beroperasi 24 jam bisa memberikan kontribusi retribusi dua kali lipat dalam sehari.

“Potensi parkirnya luar biasa. Harusnya satu kawasan parkir di Pasar Jagasatru itu bisa menghasilkan lebih dari Rp300 juta per tahun. Tapi faktanya, beberapa pasar seperti Harjamukti dan Jagasatru justru pengelolaan parkirnya diserahkan kepada pihak ketiga,” ujarnya.

Karso menambahkan, untuk Pasar Harjamukti, pemerintah daerah sama sekali tidak menerima pajak maupun retribusi parkir karena sepenuhnya dikelola pihak swasta. Sedangkan di Pasar Jagasatru, pengelolaan sejak awal juga sudah dikontrakkan kepada pihak ketiga.

Meski demikian, Karso optimistis ke depan akan ada perbaikan. Ia berharap kontrak pengelolaan Pasar Jagasatru yang akan berakhir tahun ini, tidak diperpanjang, sehingga pemerintah daerah dapat mengambil alih pengelolaannya secara langsung.

Diketahui, pasar tradisional di Kota Cirebon sebagian besar dikelola pihak ketiga. Untuk Pasar Harjamukti masa sewa berakhir pada tahun 2032, Pasar Gunungsari Trade Center (GTC) berakhir pada tahun 2036, dan masa sewa Pasar Balong (lantai bawah) berakhir hingga 2033.

“Jika pengelolaan pasar dilakukan secara transparan dan profesional, saya yakin kontribusi PAD bisa meningkat hingga 10 kali lipat dari yang sekarang,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Perumda Pasar Berintan Kota Cirebon, Sekhurohman, mengungkapkan rapat kerja bersama Komisi II DPRD memaparkan hasil evaluasi kinerja Triwulan I tahun 2025, sekaligus menyampaikan sejumlah program strategis ke depan.

Ia mengakui, realisasi PAD tahun 2024 tercatat sebesar Rp300 juta. Angka Tersebut dinilai masih jauh dari potensi riil yang dimiliki. Proyeksi program kerja Perumda Pasar Berintan ini adalah berupaya menerapkan e-retribusi. Akan tetapi, hal tersebut perlu adanya kerja sama dengan pihak vendor.

Untuk menerapkan e-retribusi, ia menyebut akan menjadikan satu hingga dua pasar menjadi model terlebih dahulu. Menurutnya, program ini ditujukan agar pendapatan asli daerah tidak ada lagi kebocoran.

“Tadi kami juga meminta agar keluhan para pedagang ini ditindaklanjuti, karena pasar tumpah cukup mengganggu aktivitas pasar resmi dan berpotensi merugikan PAD,” katanya. (din)

Tadris Kimia UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Raih Akreditasi 'Baik Sekali'

CIREBON, FC – Dalam pencapaian yang luar biasa, Prodi Tadris Kimia Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berhasil meraih akreditasi “Baik Sekali” dengan skor 307 pada akreditasi perdana. Prestasi ini diraih saat program studi tersebut bahkan belum meluluskan satu pun angkatan.

Berdasarkan Keputusan LAMDIK Nomor 731/SK/LAMDIK/Ak/S/VI/2025 yang dikeluarkan pada 5 Juni 2025, Prodi Tadris Kimia resmi menyandang predikat akreditasi “Baik Sekali” hingga 4 Juni 2030. 

Proses asesmen lapangan yang berlangsung pada 23–24 April 2025 ini dinilai langsung oleh dua pakar ternama, yakni Prof. Dr. Hari Sutrisno, M.Si. dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Prof. Dr. Agung Purwanto, M.Si. dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Rektor UIN Siber, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menyatakan kebanggaannya. Menurutnya, ini adalah bukti nyata bahwa kualitas pendidikan tidak selalu harus menunggu waktu lama. Kami membuka Prodi Tadris Kimia dengan standar tinggi sejak awal, dan pengakuan ini membuktikan bahwa pilihan kami tepat."

Keberhasilan ini semakin istimewa mengingat program studi ini belum memiliki alumni sama sekali. Dr. Azmi Azhari, M.Si., Ketua Prodi Tadris Kimia, menjelaskan:

"Kami fokus pada pembangunan sistem pendidikan yang solid sejak awal. Mulai dari kurikulum terintegrasi, fasilitas laboratorium mumpuni, hingga tim pengajar berkualitas. Predikat 'Baik Sekali' ini menjadi pengakuan atas kerja keras kami bersama," terangnya.

Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Dr. H. Saifuddin, M.Ag., turut memberikan apresiasi mendalam atas capaian ini:

"Hasil akreditasi ini adalah refleksi dari kerja kolektif seluruh sivitas akademika. Kami percaya bahwa mutu pendidikan adalah hasil dari kolaborasi yang terencana dan visioner. Tadris Kimia adalah contoh konkret bahwa dengan perencanaan matang, sinergi tim, dan kepemimpinan akademik yang kuat, prestasi luar biasa dapat dicapai bahkan pada tahap awal," katanya.

Dengan pencapaian ini, Tadris Kimia UIN Siber Cirebon langsung menempatkan diri sebagai salah satu program studi pendidikan kimia yang mumpuni di Indonesia, siap bersaing dengan program studi yang telah lama berdiri. Pencapaian ini juga menjadi bukti bahwa usia muda bukan penghalang untuk meraih kualitas pendidikan terbaik. (Ara)

Selasa, 10 Juni 2025

Audiensi Bersama Para Mahasiswa, Bupati Imron Bahas Program 100 Hari Kerja

KABUPATEN CIREBON — Bupati Cirebon, Imron, mengapresiasi langkah para mahasiswa untuk beraudiensi terkait program 100 hari kerja dan upaya pemerintah daerah dalam mengurai persoalan yang ada di masyarakat.

Audiensi bersama mahasiswa itu digelar di ruang Paseban Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Cirebon, Selasa (10/6/2025).

Imron mengatakan, audensi dengan para mahasiswa merupakan lanjutan dari demonstrasi yang dilakukan pada 2 Juni 2025.

“Para mahasiswa ingin mengetahui tentang 100 hari kerja kami,” ucap Imron usai audiensi.

Imron mengaku mengundang para kepala perangkat daerah untuk menjelaskan kepada mahasiswa secara gamblang tentang program yang akan dan sudah berjalan.

Ia mengatakan, dirinya sengaja mengundang para kepala perangkat daerah agar para mahasiswa bisa mengetahui lebih detail tentang program-program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon untuk menyejahterakan masyarakat.

“Saya instruksikan kepada perangkat daerah, apabila itu ada usulan dari mahasiswa dan ada di masyarakat harus kita tindak lanjuti,” ucap Imron.

“Misal soal sampah, masalah sampah silakan kemukakan bagaimana permasalahannya dan penanganannya. Kalau belum selesai, sebabnya apa, maka silakan jelaskan,” tuturnya.

Imron memastikan, segala upaya yang telah dilakukan Pemkab Cirebon untuk mengurai persoalan di masyarakat harus terbuka dan transparan.

Ia juga berharap, para mahasiswa bisa mengetahui upaya dari pemkab dan kendala yang dihadapi di lapangan.

“Supaya para mahasiswa tahu, bahwa sehabat apapun bupati memiliki programnya, apabila masyarakatnya tidak merespons, itu akan kesulitan,” ujarnya.

“Misalnya, masalah sampah. Kami sudah ada program di desa, tapi tidak berjalan, karena masih ada masyarakat yang tidak disiplin membuang sampah pada tempatnya,” ucapnya menambahkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon, Iwan Ridwan Hardiawan, mengapresiasi kritik dan saran yang telah disampaikan mahasiswa.

Ia berharap, hasil audiensi dengan para mahasiswa ini bisa ditindaklanjuti.

“Saran dan kritik itu menjadi bahan untuk tindakan. Akan lebih berkulitas ketika teman-teman mahasiswa ini tahu lebih dalam yang disoroti. Misal soal sampah, seperti apa kendalanya,” ujar Iwan.

Iwan juga mengajak para mahasiswa untuk turut aktif terlibat dalam membangun kemajuan Kabupaten Cirebon, salah satunya terlibat dalam penanganan sampah. (Ara)

Mahasiswa UIN Siber Cirebon, Ahmad Yani Torehkan Prestasi Menjadi Duta Motivator Pendidikan 2025

CIREBON, FC - Sejumlah mahasiswa UIN Siber Cirebon merasa bangga dengan torehan prestasi yang diraih oleh salah satu mahasiswa yang tengah menuntut ilmu di kampus Siber ini. 

Tentu dari kebahagiaan ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menorehkan prestasi membanggakan katena Ahmad Yani, mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah angkatan 2024, resmi terpilih sebagai Duta Motivator Pendidikan 2025. 

"Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa semangat, dedikasi, dan komitmen Ahmad Yani terhadap dunia pendidikan mampu menginspirasi banyak pihak," terang Agus, mahasiswa setempat.

Hal senada disampaikan mahasiswa lainya, Wawan, bahwa dengan semangat yang tinggi dan visi yang jelas, Ahmad Yani menunjukkan bahwa generasi muda mampu menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar, khususnya dalam ranah pendidikan.

Sementara menurut Humas UIN Siber Cirebon, H.M.Arifin M.Ag, semoga amanah yang kini diemban dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan terus memberi kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan, baik di tingkat lokal maupun nasional.

"Kami percaya, di tangan para pemuda seperti Ahmad Yani, masa depan pendidikan Indonesia akan semakin cerah. Teruslah menjadi inspirasi dan bawa semangat perubahan menuju arah yang lebih baik!l. Selamat dan sukses, Ahmad Yani!UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon bangga padamu," ujar,H.M.Arifin kepada Fokus Cirebon. (din)

Pemkab Cirebon Gercep Jemput 25 Warga yang Terlantar di Subang

 

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon bergerak cepat menjemput 25 warganya yang terlantar di Kabupaten Subang, Jawa Barat, setelah menjadi korban penipuan lowongan kerja fiktif di proyek pembangunan pabrik mobil listrik.

Salah satu korban penelantaran pekerja, Nadmudin, membagikan kisah menyedihkan yang dialaminya bersama puluhan rekan lainnya.

Mereka awalnya dijanjikan pekerjaan di proyek pembangunan perusahaan otomotif yang berlokasi di Desa Sawangan, Kecamatan Cipendeuy, Kabupaten Subang.

Namun, kenyataan pahit harus mereka terima. Dari total sekitar 30 orang yang datang, hanya tiga orang yang diterima bekerja oleh pihak perusahaan.

Sisanya termasuk Nadmudin yang ditelantarkan begitu saja, tanpa diberikan kejelasan maupun makanan.

“Kami semua datang dengan harapan tinggi, tapi ternyata cuma tiga orang yang diterima. Sisanya, ya ditelantarkan. Tidak diberi makan, tidak tahu harus ke mana,” ujar Nadmudin di Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Cirebon, Selasa (10/6/2025).

Sebagian besar dari mereka datang dalam kondisi ekonomi yang pas-pasan. Tidak ada cukup uang untuk pulang, bahkan untuk sekadar makan pun harus mengandalkan solidaritas sesama.

“Kami akhirnya memutuskan keluar dari kawasan proyek, karena tidak tahu harus bagaimana. Jalan kaki sejauh 30 kilometer, karena memang tidak punya ongkos pulang,” tambahnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cirebon, Hilmy Riva’i, mengatakan bahwa peristiwa ini menjadi atensi serius, karena biasanya penanganan pekerja terlantar dilakukan terhadap warga yang berada di luar negeri, namun kali ini terjadi di dalam negeri.

“Ini memilukan. Mereka dijanjikan oleh seseorang warga negara Cina untuk bekerja di proyek pabrik. Awalnya diminta 30 orang, lalu dikurangi menjadi 25, dan ternyata hanya tiga orang yang benar-benar diterima bekerja,” katanya.

Menurutnya, karena rasa solidaritas terhadap teman-temannya yang tidak diterima, ketiga orang yang sempat diterima pun akhirnya menolak bekerja. Seluruhnya pun akhirnya ditelantarkan oleh pihak yang merekrut.

Para korban tidak diberikan makan maupun ongkos untuk kembali ke Cirebon. Bahkan mereka terpaksa berjalan kaki sejauh 30 km untuk mencari bantuan.

Beruntung, dalam perjalanan ada warga yang menolong dan mengantarkannya ke Kota Subang. Namun karena tidak memiliki kenalan di sana, mereka kembali terlantar hingga akhirnya diarahkan oleh anggota kepolisian ke Dinsos Subang.

Hilmy mengatakan, kasus ini kemudian menjadi viral di media sosial, dan langsung mendapat atensi dari pemerintah daerah melalui Dinsos Kabupaten Cirebon.

“Mereka semua dalam kondisi sehat meski sempat terlantar tiga hari. Mereka berasal dari wilayah Talun, Sumber, Sedong, Plered, dan Beber,” jelas Hilmy.

Sementara itu, Kepala Dinsos Kabupaten Cirebon, Indra Fitriani, menjelaskan pihaknya menerima laporan dari Dinsos Subang pada Selasa pagi sekitar pukul 07.36 WIB, bahwa ada 25 warga Kabupaten Cirebon yang sedang ditangani.

“Lima orang sebelumnya sudah lebih dulu pulang sendiri dengan menumpang truk. Sementara 25 orang lainnya ditampung sementara di Kantor Dinsos Subang,” katanya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Dinsos Kabupaten Cirebon mengirim empat mobil dan delapan petugas gabungan untuk menjemput para korban ke Subang. Penjemputan dilakukan setelah data dan identitas korban diverifikasi lewat WhatsApp.

“Pukul 10.38 WIB tim kami sampai di Subang dan melakukan briefing singkat. Sekitar pukul 13.30 WIB, para korban sudah tiba di kantor Dinsos Kabupaten Cirebon,” ujarnya.

Setibanya di Cirebon, para korban langsung difasilitasi proses reunifikasi dengan pihak desa dan keluarga masing-masing.

Dinsos Kabupaten Cirebon juga akan melibatkan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) untuk memberikan edukasi dan sosialisasi terkait ketenagakerjaan.

“Atas dukungan penuh dari Bupati dan Wakil Bupati Cirebon, kami bisa memulangkan kembali 25 warga yang terlantar dan bahkan masing-masing dari korban juga mendapatkan pengganti ongkos dari BAZNAS Kabupaten Cirebon,” tuturnya.

Pemkab Cirebon mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran kerja dari pihak yang tidak resmi, agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. (din)

Pembahasan Penyusunan RIPARDA Kota Cirebon Libatkan Akademisi

CIREBON – DPRD Kota Cirebon kembali menggelar rapat gabungan membahas Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPARDA), Rabu (5/6/2025). Pada rapat kali ini, DPRD melibatkan sejumlah akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Cirebon.

Beberapa institusi pendidikan tinggi yang turut hadir di antaranya Universitas Gunung Jati (UGJ), UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Universitas 17 Agustus (Untag) Cirebon, Sekolah Tinggi Teknik Cirebon (STTC), serta Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Prima Internasional.

Rapat gabungan RIPARDA melibatkan Komisi I, II dan III DPRD Kota Cirebon dan sejumlah perangkat daerah terkait seperti Disbudpar, Bappelitbangda, BPKPD, DPUTR, DPRKP, dan RSD Gunungjati.

Memimpin langsung jalannya rapat, Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon, Yusuf MPd menegaskan pentingnya peran seluruh elemen masyarakat, khususnya kalangan akademisi dalam menyusun RIPARDA secara komprehensif dan aplikatif.

“RIPARDA ini sangat penting bagi perencanaan masa depan pariwisata di Kota Cirebon. Karena itu, kami mengajak seluruh elemen, termasuk kalangan akademisi, untuk duduk bersama dan berkontribusi dalam penyusunan dokumen perencanaan ini,” ujar Yusuf.

Yusuf juga menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk menghasilkan konsep pembangunan pariwisata yang tertata rapi dan berkelanjutan.

“Kami perlu memikirkan bersama konsep pembangunan kepariwisataan yang tidak hanya bagus, tapi juga bisa diimplementasikan secara terarah. Dengan demikian, arah pembangunan pariwisata di Cirebon akan lebih tertata,” tambahnya.

Melalui forum ini, DPRD berharap RIPARDA yang sedang disusun mampu menjawab tantangan dan kebutuhan sektor pariwisata di Kota Cirebon secara menyeluruh, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis potensi lokal.

Kepala Disbudpar Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya SSos MSi mengatakanm, RIPARDA terus dimatangkan. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah melibatkan kalangan perguruan tinggi dalam proses perencanaan hingga pengembangan ke depan.

Ia menjelaskan bahwa pengembangan sektor pariwisata menyangkut kepentingan banyak pihak. Oleh karena itu, koordinasi dan kolaborasi lintas sektor menjadi penting sejak awal perencanaan.

“Beberapa tahapan awal sudah kami lakukan, mulai dari rapat pembahasan dengan perangkat daerah, pelaku industri pariwisata, dan hari ini bersama kalangan perguruan tinggi,” ujarnya, Senin (10/6/2025).

Menurut Agus, keterlibatan akademisi memiliki korelasi erat dengan kajian teknis pengembangan pariwisata jangka panjang. Masukan dari perguruan tinggi akan memperkuat substansi RIPARDA, terutama dalam hal konsep pengembangan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).

Agus menambahkan, Disbudpar bersama Komisi III DPRD Kota Cirebon akan terus mendorong agar isu pengembangan pariwisata menjadi perhatian bersama, mengingat sektor ini melibatkan banyak pihak dan berpotensi besar bagi kemajuan daerah.

“Alhamdulillah, perwakilan perguruan tinggi menyambut baik upaya ini. Ke depan, kerja sama bisa dalam bentuk kajian teknis, seperti pengembangan SDM pariwisata dan sebagainya,” jelasnya.

Hadir dalam rapat tersebut Ketua Komisi II M Handarujati Kalamullah SSos MAP, Sekretaris Komisi III R. Endah Arisyanasakanti SH dan Anggota Komisi III DPRD Kota Cirebon, Stanis Klau. (din)

Akademisi Didorong Terlibat dalam Pengembangan Pariwisata Jangka Panjang

 


CIREBON, FC - Keterlibatan akademisi dinilai memiliki korelasi erat dengan penyusunan kajian teknis dalam pengembangan pariwisata jangka panjang. 

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya, masukan dari kalangan perguruan tinggi akan memperkuat substansi Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPARDA), khususnya dalam aspek konsep pengembangan serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).

"Kontribusi akademisi sangat penting, terutama dalam memberikan perspektif ilmiah dan teknis yang dibutuhkan untuk pengembangan sektor pariwisata secara berkelanjutan," ujarnya.

Agus menambahkan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) bersama Komisi III DPRD Kota Cirebon akan terus mendorong agar isu pengembangan pariwisata menjadi perhatian bersama. 

Sektor ini, kata dia, melibatkan banyak pemangku kepentingan dan memiliki potensi besar untuk mendorong kemajuan daerah.

“Alhamdulillah, perwakilan perguruan tinggi menyambut baik inisiatif ini. Ke depan, bentuk kerja sama bisa berupa kajian teknis, seperti pengembangan SDM pariwisata dan program lainnya,” jelasnya.

Rapat tersebut turut dihadiri Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon, M. Handarujati Kalamullah, S.Sos., M.AP., Sekretaris Komisi III, R. Endah Arisyanasakanti, S.H., serta Anggota Komisi III, Stanis Klau. 

Sementara itu, Beberapa institusi pendidikan tinggi yang turut hadir di antaranya Universitas Gunung Jati (UGJ), UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Universitas 17 Agustus (Untag) Cirebon, Sekolah Tinggi Teknik Cirebon (STTC), serta Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Prima Internasional. (din)


Wali Kota Cirebon Buka Orientasi PPPK Formasi 2023, Tekankan Etika, Kolaborasi, dan Profesionalisme

CIREBON – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, secara resmi membuka kegiatan Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kurikulum Pengenalan Nilai dan Etika pada Instansi Pemerintah Formasi Tahun 2023, Senin (10/6/2025). 

Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan bagi PPPK yang telah lulus seleksi dan mengemban tugas di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon Tahun Anggaran 2025.

Dalam sambutannya, Wali Kota menekankan pentingnya peran aparatur pemerintah dalam menjawab tantangan zaman yang terus berubah. 

“Kita hidup di tengah era perubahan yang sangat cepat. Globalisasi, kemajuan teknologi, dan dinamika sosial menuntut kita untuk tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga kokoh dalam karakter, etika, dan integritas,” ujarnya.

Wali Kota juga mengingatkan bahwa orientasi ini bukanlah acara seremonial biasa, melainkan sebuah titik penting dalam membentuk kultur kerja yang profesional dan berorientasi pada pelayanan publik. 

Ia berharap para peserta mampu menginternalisasi nilai-nilai dasar ASN dan etika birokrasi dalam setiap langkah kerja. “Aparatur bukan sekadar pelaksana tugas, tapi harus jadi penggerak perubahan yang strategis dan kolaboratif,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota menyampaikan lima prinsip kunci yang harus menjadi pedoman dalam pelaksanaan tugas ke depan. Mulai dari pentingnya belajar terus-menerus, memahami tupoksi secara utuh, menjaga profesionalisme, menjauhi pelanggaran etika dan hukum, hingga membangun kerja sama yang solid antarpegawai.

“Kita ingin melahirkan ASN yang tidak hanya mampu menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga mampu menghadirkan solusi. ASN yang punya orientasi pada hasil dan pelayanan publik yang prima. Semoga seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat dan menjadikannya sebagai bekal awal dalam perjalanan karier sebagai abdi negara," harapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga memberikan arahan kepada para peserta orientasi. Wali Kota mengajak para PPPK untuk menjalankan tugas dan tanggungjawabnya yang berorientasi pada Visi Misi Kota Cirebon, yakni Setara Berkelanjutan dan menjadi ASN yang Berakhlak (Berorientasi, Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif).

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Cirebon, Sri Lakshmi Stanyawati menjelaskan bahwa kegiatan orientasi dilaksanakan dalam tiga angkatan. 

“Angkatan I dilaksanakan pada 10 hingga 12 Juni, Angkatan II pada 16 hingga 18 Juni, dan Angkatan III pada 23 hingga 25 Juni 2025,” jelasnya. Menurutnya, pembagian ini dilakukan untuk menyesuaikan kapasitas pelatihan dan agar proses pendampingan dapat berjalan maksimal.

Sri Laksmi juga menyampaikan apresiasinya atas dukungan dari Lembaga Administrasi Negara, khususnya Direktorat Pembelajaran Karakter dan Sosial Kultural. 

“Tanpa kerja sama dan dukungan dari LAN, kegiatan ini tidak mungkin terlaksana dengan baik. Harapan kami, kolaborasi ini terus berlanjut guna meningkatkan kualitas SDM ASN di Kota Cirebon,” ujarnya.

Orientasi ini sendiri mencakup berbagai materi penting, mulai dari nilai-nilai dasar ASN, penguatan etika profesi, pengenalan sistem birokrasi, hingga penguatan sikap integritas dan pelayanan publik. Materi disampaikan dengan pendekatan partisipatif dan interaktif agar peserta bisa terlibat aktif dalam proses pembelajaran. (Anin)

Wujudkan Hunian Layak, Pemkot Cirebon dan Baznas Salurkan Bantuan Rehab untuk 22 Rumah

Cirebon — Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menghadiri langsung penyerahan kunci secara simbolis kepada penerima manfaat program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Cirebon dan Baznas Kota Cirebon, Selasa (10/6/2025). 

Acara ini menandai bentuk nyata dari komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya warga yang tinggal di hunian yang sebelumnya tidak layak.

Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan pentingnya sinergi semua pihak agar program seperti ini bisa tepat sasaran dan berkelanjutan. 

Ia juga menyoroti perlunya data yang akurat dan sinkron di tingkat kelurahan dan kecamatan agar bantuan benar-benar menyentuh warga yang membutuhkan.

“Kebutuhan kita di lapangan banyak, dan itu artinya kita tidak bisa hanya menunggu. Kita harus jemput bola, baik ke provinsi, bahkan ke pusat. Camat dan lurah juga punya peran besar untuk memastikan data benar dan sesuai kondisi lapangan," tegasnya.

Di akhir acara, Wali Kota menegaskan bahwa upaya perbaikan rumah tidak layak huni akan terus digencarkan, dengan menggandeng berbagai elemen, baik pemerintah daerah, lembaga zakat, hingga bantuan dari tingkat provinsi dan pusat.

"Kolaborasi yang sudah terjalin dengan baik, semoga semakin baik. Agar persoalan Rutilahu  di Kota Cirebon bisa tuntas," harapnya.

Dalam program kali ini, sebanyak 22 rumah warga mendapat bantuan. Ketua Baznas Kota Cirebon, H Hamdan, menjelaskan bahwa program Rutilahu ini dibagi menjadi dua kategori, yakni 11 rumah yang direhab total dan 11 rumah lainnya mendapatkan bantuan stimulan untuk perbaikan.

“Baznas hadir sebagai mitra pemerintah untuk membantu percepatan program sosial. Alhamdulillah hari ini, kami bersama Pemkot Cirebon menyerahkan hasil kerja nyata berupa rumah yang lebih layak untuk dihuni,” ungkap Hamdan. 

Penyerahan kunci simbolis ini tidak hanya menjadi bentuk seremonial semata, melainkan juga menjadi momen refleksi dan komitmen untuk terus melanjutkan program serupa. Kolaborasi antara Pemkot dan Baznas dinilai menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam menjawab kebutuhan riil masyarakat. (din)



Fitri Nurkholipah Mahasiswi PBA UIN Siber Cirebon Raih Beasiswa dari Harvard University

CIREBON, FC – Kabar membanggakan datang dari Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang juga dikenal Cyber Islamic University (CIU), Fitri Nurkholipah, mahasiswi semester 6 Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), sukses meraih beasiswa penuh dalam Program Aspire Leaders 2025, yang digagas oleh akademisi Harvard University dan Harvard Business School.

Program elit ini dirancang untuk mengasah kepemimpinan global, keterampilan profesional, dan soft skill mahasiswa dari seluruh dunia, serta menjadi batu loncatan menuju dunia internasional. 

Fitri berhasil lolos seleksi ketat dan menjadi delegasi mahasiswa Indonesia yang akan mengikuti program selama 9 minggu secara daring.

"Saya merasa terhormat bisa menjadi salah satu delegasi dari Indonesia yang mendapat fully funded scholarship dari Aspire Institute. Ini adalah kesempatan emas untuk belajar langsung dari para akademisi Harvard," ujar Fitri antusias.

Diakses dari 195 Negara, Diampu Langsung oleh Dosen Harvard

Program Aspire Leaders diikuti peserta dari lebih 195 negara dan sepenuhnya gratis. Materi diajarkan oleh dosen-dosen terkemuka Harvard, serta menampilkan seminar eksklusif bersama akademisi dan profesional kelas dunia. 

Program ini tidak hanya menawarkan pelatihan akademik, tetapi juga membuka akses pada jejaring global, mentorship, dan peluang karier di tingkat internasional.

Ketua Prodi PBA, Nanin Sumiarni, M.Ag, menyambut prestasi Fitri dengan bangga. Ia menyebutkan bahwa keberhasilan ini merupakan bukti bahwa mahasiswa PBA UIN Cirebon mampu bersaing di level global.

“Program ini akan memperkuat kapasitas kepemimpinan mahasiswi kami, serta membukakan pintu jejaring Aspire alumni yang tersebar di seluruh dunia. Ini prestasi luar biasa,” ungkapnya.

Nanin juga mengajak mahasiswa lain untuk aktif mencari peluang serupa demi meningkatkan kompetensi dan daya saing global.

Rektor: Cermin UIN Siber Cirebon Menuju Kampus Berkelas Dunia

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag, turut memberikan apresiasi tinggi atas prestasi Fitri. Menurutnya, pencapaian ini selaras dengan visi UIN Siber Cirebon sebagai kampus unggul dan berkelas dunia.

"Kami bangga atas pencapaian Fitri. Ini membuktikan bahwa mahasiswa kita mampu tampil di level global dan mewujudkan visi universitas sebagai institusi pendidikan yang unggul berkelas dunia," ujar Prof Aan.

Langkah Kecil, Dampak Global

Dengan semangat belajar dan tekad kuat, Fitri Nurkholipah kini tak hanya menjadi inspirasi bagi mahasiswa UIN Cirebon, tapi juga simbol harapan generasi muda Indonesia untuk menembus batas-batas dunia. Lewat Aspire Leaders Program, langkah kecil dari Cirebon kini menggema di panggung global. (din)

UIN Siber Cirebon Unjuk Gigi di International Converence KRAXII 2025

SURABAYA, FC – Dunia akuntansi tengah menghadapi era baru yang penuh tantangan dan peluang, seiring melesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI). Isu transformasi profesi akuntansi di tengah revolusi teknologi menjadi sorotan utama dalam International Conference KRAXII yang digelar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga, 2–3 Juni 2025.

Mengangkat tema besar tentang masa depan profesi akuntan di era digital, konferensi yang diselenggarakan oleh Ikatan Akuntan Indonesia Kompartemen Akuntan Pendidik (IAI KAPd) ini berhasil mencuri perhatian komunitas akademik global. 

Sebanyak 470 makalah ilmiah dari berbagai negara seperti Malaysia, Australia, Inggris, dan Tiongkok dikurasi ketat melalui proses blind peer-review, mempertegas reputasi KRAXII sebagai forum ilmiah unggulan di bidang akuntansi.

Dekan FEB Universitas Airlangga sekaligus Ketua IAI KAPd, Prof. Dr. Dian Agustia, S.E., M.Si., Ak., CA, menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam pendidikan dan praktik akuntansi.

“Kita berada di titik kritis. Inovasi teknologi, khususnya AI, tidak hanya mengubah metode pembelajaran, tapi juga mendesak akuntan menjadi pemimpin pemikiran, penjaga etika, dan penggerak keberlanjutan,” ungkapnya saat membuka konferensi.

Salah satu sorotan menarik datang dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang menegaskan kiprahnya dalam kancah akademik internasional. 

Dosen muda Aditya Achmad Rakim, S.E, M.E, membedah strategi pemilihan saham berbasis potensi apresiasi modal dan stabilitas dividen, memberikan wawasan praktis untuk pengambilan keputusan investasi yang lebih cerdas dan berbasis data.

Sementara itu, dua mahasiswa dari jurusan Akuntansi Syariah dan Perbankan Syariah, Raditya Rabert Priatna dan Palagan Abiyyu Gumelar, sukses memikat audiens dengan presentasi mengenai penerapan strategi Magic Formula Greenblatt. 

Mereka membuktikan bagaimana metode analisis keuangan yang sistematis, jika dikombinasikan dengan pendekatan teknologi, dapat menghasilkan seleksi saham yang bernilai tinggi di pasar modal Indonesia.

Menurut H. Ridwan Widagdo, M.Si., Ketua Jurusan Akuntansi Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, partisipasi aktif sivitas kampusnya mencerminkan komitmen dalam mencetak akademisi dan praktisi yang relevan, adaptif, dan siap bersaing di era AI.

“Kami percaya bahwa integrasi antara teknologi dan akuntansi adalah keniscayaan. Konferensi ini memperlihatkan bahwa generasi baru akuntan tidak hanya mampu membaca angka, tapi juga menavigasi kompleksitas dunia digital dengan integritas dan visi keberlanjutan,” tuturnya.

Sementara Dr. H. Didi Sukardi, S.H., M.H., selaku Dekan FEBI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, menyampaikan apresiasi mendalam terhadap pencapaian tersebut.

“Saya sangat bangga dengan capaian dosen dan mahasiswa kami. Partisipasi mereka di konferensi ilmiah internasional ini tidak hanya membuktikan kualitas akademik FEBI, tetapi juga menunjukkan bahwa mahasiswa kami siap bersaing secara global, dengan riset yang aplikatif dan relevan di era digital,” ujarnya.

Seluruh makalah yang dipresentasikan dalam konferensi ini telah melalui proses blind peer-review yang ketat dan kredibel, memastikan kualitas dan integritas ilmiah tetap terjaga. 

Kehadiran UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam KRAXII 2025 menegaskan komitmen kampus dalam membentuk generasi akuntan yang adaptif, inovatif, dan menjunjung tinggi nilai-nilai keberlanjutan dan etika di tengah arus teknologi.

Konferensi KRAXII 2025 menegaskan bahwa masa depan akuntansi bukan hanya soal neraca dan laporan laba rugi—tetapi tentang bagaimana teknologi, etika, dan pendidikan berpadu menciptakan masa depan profesi yang lebih cerdas dan bermakna. (din)

Sambangi DPMPTSP Jabar, Wabup Jigus Bahas Percepatan Izin PLTB Pertama di Pulau Jawa

KABUPATEN CIREBON — Harapan besar untuk kemandirian energi di Kabupaten Cirebon semakin dekat menjadi kenyataan. Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman atau yang akrab disapa Jigus, bertemu dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Barat pada Selasa (10/6/2025).

Hal tersebut dilakukan guna membahas percepatan proses perizinan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) yang akan dibangun di wilayah Kabupaten Cirebon.

Pertemuan penting ini berlangsung di Kantor DPMPTSP Provinsi Jawa Barat dan menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mendukung proyek strategis nasional dalam bidang energi terbarukan.

“Alhamdulillah, hari ini kami hadir di DPMPTSP Provinsi Jawa Barat untuk membahas kelanjutan pembangunan PLTB yang akan dibangun di Kabupaten Cirebon,” ujar Jigus.

“Tujuan kami adalah memfasilitasi dan menyempurnakan proses perizinan agar proyek ini bisa segera terealisasi,” sambungnya.

Menurut Jigus, pihaknya datang bersama Kepala DPMPTSP Kabupaten Cirebon, Dede Sudiono, untuk mendengarkan secara langsung apa saja kendala yang dihadapi oleh pihak pengembang, sekaligus menyelaraskan koordinasi antara pemerintah kabupaten dan provinsi.

“Saat ini sedang dibahas berbagai kendala yang dialami oleh pengembang. Pihak DPMPTSP Provinsi Jawa Barat pun menunjukkan dukungannya, agar proyek PLTB ini bisa cepat selesai dan bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Pembangkit Listrik Tenaga Bayu atau lebih dikenal sebagai pembangkit listrik tenaga angin, merupakan salah satu bentuk energi terbarukan yang ramah lingkungan.

Proyek ini menjadi sangat istimewa, karena akan menjadi PLTB pertama di Pulau Jawa, sekaligus menandai transformasi Kabupaten Cirebon sebagai daerah pionir dalam pemanfaatan energi hijau.

Menurut Jigus, keberadaan PLTB di Kabupaten Cirebon akan memberikan dampak positif dalam berbagai aspek.

“Harapan kami, pembangunan PLTB ini bisa segera berhasil. Selain bisa menyerap tenaga kerja lokal, terutama warga Kabupaten Cirebon, proyek ini juga akan memperkuat pasokan listrik, tidak hanya untuk Cirebon, tapi juga Jawa dan Bali. Ini adalah langkah besar untuk kemajuan daerah,” ungkapnya. (din)

Senin, 09 Juni 2025

SMSI Indramayu Laksanakan Qurban, Wujud Kepedulian di Hari Raya Idul Adha

 

INDRAMAYU – Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1446 H, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Indramayu melaksanakan kegiatan qurban sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan ini dilaksanakan di Sekretariat SMSI Indramayu pada Senin, 9 Juni 2025. Pada kesempatan tersebut, SMSI menyembelih se-ekor kambing yang kemudian dagingnya didistribusikan kepada warga sekitar dan masyarakat kurang mampu di lingkungan sekitar sekretariat.

Acara qurban ini turut dihadiri oleh para pengurus SMSI Indramayu serta warga setempat. Mereka bersama-sama menyaksikan proses penyembelihan hingga pembagian daging qurban yang berlangsung dengan tertib dan penuh khidmat.

Ketua SMSI Kabupaten Indramayu, Ihsan Mahfudz, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan ungkapan rasa syukur serta bentuk kepedulian sosial SMSI terhadap sesama.

“Kami berharap daging qurban ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan dan menjadi berkah bagi semua pihak,” ujar Ihsan.

Ia juga menambahkan bahwa semangat berbagi di Hari Raya Idul Adha ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat luas untuk saling peduli dan membantu satu sama lain.

“Sebagai organisasi yang menaungi perusahaan media siber, SMSI juga memiliki tanggung jawab sosial. Kepedulian terhadap lingkungan dan sesama adalah bagian penting dari nilai-nilai yang kami junjung,” pungkasnya.

SMSI Indramayu berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahunnya sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam membangun solidaritas sosial di tengah masyarakat. (din)


Jumat, 06 Juni 2025

Wali Kota Ajak Warga Jadikan Idul Adha Sebagai Refleksi dan Penguatan Nilai Sosial

CIREBON – Ribuan warga Kota Cirebon memadati Alun-alun Kejaksan untuk melaksanakan Salat Idul Adha 1446 Hijriah pada Jumat (6/6/2025). Turut hadir Wali Kota Cirebon, Effendi Edo bersama Sekretaris Daerah Agus Mulyadi, unsur forkopimda, dan jajaran perangkat daerah.

Wali Kota menekankan bahwa Idul Adha merupakan momentum spiritual yang mengingatkan umat pada nilai-nilai luhur yang tercermin dalam kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. 

Menurutnya, kisah tersebut mengajarkan ketaatan, keikhlasan, serta keberanian untuk berkorban demi kebaikan yang lebih besar.

"Kisah itu bukan hanya bagian dari sejarah keagamaan, tapi cermin kehidupan kita hari ini. Dalam hidup, kita juga dihadapkan pada pilihan-pilihan sulit. Mengutamakan kepentingan bersama, menunda kenyamanan pribadi, dan berbagi kepada yang membutuhkan, itulah makna kurban yang sesungguhnya," ujar Wali Kota.

Wali Kota juga mengutip Surah Al-Hajj ayat 37 yang menekankan bahwa bukan daging atau darah kurban yang sampai kepada Allah, melainkan ketakwaan. Ini menjadi pengingat bahwa esensi kurban terletak pada nilai moral dan spiritual yang dibangun melalui ibadah tersebut.

Lebih jauh, ia menyebut bahwa Idul Adha juga sarat nilai sosial. Kurban bukan sekadar bentuk ibadah personal, tetapi juga sarana pemerataan yang dapat mempererat kepedulian sosial. 

"Yang berkecukupan berbagi dengan yang kekurangan, yang kuat peduli pada yang lemah. Kurban adalah alat perajut keadilan," tegasnya.

Dalam semangat tersebut, Wali Kota menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Cirebon berkomitmen membangun kota secara fisik sekaligus spiritual. 

“Kami ingin menjadikan Cirebon bukan hanya maju, tapi juga Setara Berkelanjutan, berangkat dari nilai moral, keadilan, dan kebersamaan,” tuturnya.

Ia juga mengajak seluruh warga untuk menjadikan Iduladha sebagai titik tolak pembaruan diri dan semangat gotong royong. 

“Mari kita rawat nilai-nilai luhur Cirebon sebagai kota para wali, kota yang toleran, dan kota yang memuliakan budaya,” tutupnya.

Sementara itu, Plh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Cirebon, Hj Asep Fauzi Firmansyah, turut menyampaikan apresiasinya atas dukungan berbagai pihak dalam pelaksanaan Idul Adha dan keberangkatan jemaah haji asal Kota Cirebon. 

“Terima kasih kepada Pemkot, Forkopimda, dan seluruh masyarakat atas peran sertanya dalam memastikan jemaah kita berangkat dengan lancar,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh jamaah mendoakan saudara-saudara yang tengah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.

“Mereka menjalani ibadah yang sangat menguras energi, mulai dari thawaf hingga melontar jumrah. Semoga mereka meraih haji mabrur dan kembali dalam keadaan sehat serta membawa keberkahan bagi lingkungan sekitarnya,” tambah Asep.

Di akhir pesannya, Asep mengajak masyarakat menjadikan Idul Adha sebagai refleksi untuk memperkuat iman, memperdalam keikhlasan, dan memperluas manfaat kepada sesama. 

“Semoga kurban kita menjadikan kita insan yang lebih rendah hati dan lebih taat kepada Allah SWT,” pungkasnya. (Olan)



Panitia Qurban DKM Al Muhajirin RW 05 Sumber Asri Sukses Laksanakan Penyembelihan dan Pembagian Hewan Qurban

Kompak dan Guyub 

TALUN, CIREBON – Semangat gotong royong dan kekompakan warga kembali terpancar dalam pelaksanaan penyembelihan dan pembagian hewan qurban yang digelar oleh DKM Al Muhajirin RW 05, Sumber Asri, Desa Kecomberan, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, dalam rangka Idul Adha 1446 H / 2025 M.

Dengan jumlah hewan qurban yang cukup banyak, yaitu 14 ekor kambing dan 4 ekor sapi, kerja keras panitia benar-benar diuji. Namun berkat kerja sama yang solid antar panitia serta dukungan warga, seluruh rangkaian kegiatan dapat dilaksanakan dengan lancar dan tertib.

Sekretaris DKM Al Muhajirin, Oman Rochmana, menyampaikan rasa bangganya atas kinerja dan kekompakan panitia serta warga yang terlibat. 

"Saya sangat bangga melihat bagaimana warga Sumber Asri bisa begitu kompak dan saling membantu. Ini membuktikan bahwa pengurus DKM dan masyarakat Sumber Asri selalu guyub dan bersatu dalam setiap kegiatan," ujarnya.

Idul Adha yang tahun ini bertepatan dengan hari Jumat menjadi tantangan tersendiri bagi panitia. Mereka harus menyesuaikan waktu dengan pelaksanaan Shalat Jumat yang mengharuskan semua kegiatan dihentikan sementara pada pukul 11.00 siang. 

Meskipun demikian, para panitia tetap mampu menuntaskan seluruh proses penyembelihan sebelum waktu Shalat Jumat dan melanjutkan pembagian daging qurban setelahnya, baik kepada warga sekitar maupun penerima dari luar wilayah.

"Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana ibadah, namun juga momentum mempererat silaturahmi dan memperkuat semangat kebersamaan antarwarga. Keberhasilan ini pun menjadi cerminan nyata bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial masih sangat kuat di tengah masyarakat Sumber Asri", terang Oman Rochmana, M.Pd. (din)

H. Acep Komara Kembali Berqurban di Idul Adha 2025 : Tebar 7 Ekor Kambing untuk Pendidikan dan Sosial


CIREBON, FC - Dalam semangat pengorbanan dan kepedulian sosial yang menyatu dalam makna Idul Adha, H. Acep Komara kembali menunjukkan komitmennya dalam menebar manfaat untuk masyarakat.  

Pada momen Idul Adha tahun 2025 ini, beliau menyalurkan hewan qurban sebanyak 7 ekor kambing ke berbagai lembaga pendidikan dan sosial yang tersebar di wilayah Cirebon.

Tujuh kambing tersebut didistribusikan ke lima titik utama, yaitu:

1. Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon sebanyak 3 ekor kambing, sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan sosial di lingkungan kampus.

2. Masjid Al Muhajirin, Sumber Asri, yang setiap tahunnya aktif melaksanakan shalat Idul Adha dan pembagian daging qurban kepada warga sekitar.

3. Kampung Qur’an, Grenjeng, tempat pendidikan dan pembinaan generasi muda dalam bidang Al-Qur’an dan akhlak mulia.

4. Pondok Pesantren Ashobirin, Wanasaba Lor, sebagai dukungan moral dan spiritual untuk para santri dan pengasuh pondok.

5. Panti Asuhan Ashabul Kahfi, Grenjeng, untuk membantu anak-anak yatim dan dhuafa merasakan kebahagiaan di hari raya.

“Qurban ini adalah bentuk rasa syukur dan ikhtiar kami untuk berbagi kebahagiaan, khususnya dengan lembaga-lembaga yang bergerak di bidang pendidikan dan sosial keagamaan,” ujar H. Acep Komara saat diwawancarai usai pelaksanaan Shalat Idul Adha.

Ia juga berharap agar semangat berqurban tidak hanya dimaknai sebagai ibadah tahunan semata, tetapi menjadi inspirasi untuk terus peduli terhadap sesama, terutama mereka yang membutuhkan.

Penyaluran qurban ini mendapat sambutan hangat dari masing-masing penerima. Para pengurus masjid, pesantren, hingga panti asuhan mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian dan kontribusi H. Acep Komara.

Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa makna sejati Idul Adha adalah berbagi dan memperkuat tali silaturahmi antarumat. (din)



Ketua RW 05 Sumber Asri Terjun Langsung Bagikan Daging Qurban Kepada Ratusan Warga

TALUN, CIREBON – Suasana penuh kebersamaan dan antusiasme mewarnai kegiatan penyembelihan dan pembagian hewan qurban yang dilaksanakan oleh DKM Al Muhajirin di lingkungan Sumber Asri, RW 05 Desa Kecomberan, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jumat (6/6/2025).

Sebanyak 14 ekor kambing dan 4 ekor sapi disembelih sebagai bentuk pelaksanaan ibadah qurban tahun ini. Ratusan warga dari berbagai desa datang sejak pagi hari sambil membawa kupon pembagian daging, dengan sabar menanti giliran untuk mendapatkan bagian.

Ketua panitia pelaksana qurban, Ajat Sudrajat, menyampaikan bahwa proses pembagian dilakukan setelah pelaksanaan salat Jumat. 

“Alhamdulillah, seluruh warga yang hadir baik dari lingkungan Sumber Asri maupun luar, semuanya mendapatkan bagian daging qurban. Panitia telah kami bagi tugasnya agar proses pembagian berjalan adil dan merata,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua RW 05 Sumber Asri, Didi Supriadi. Ia menegaskan bahwa seluruh daging, baik dari kambing maupun sapi, dibagikan secara adil kepada masyarakat yang berhak menerimanya. “Kami pastikan tidak ada yang terlewat. Semua mendapatkan haknya,” katanya.

Ketua DKM Al Muhajirin, Gaos Asyari, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras dalam pelaksanaan kegiatan ini. “Segala urusan teknis pembagian daging diserahkan kepada panitia yang sudah terbentuk sebelumnya. Mereka bekerja sesuai tugas masing-masing, dan semuanya berjalan lancar,” ungkapnya.

Kegiatan ini juga melibatkan ibu ibu jam'iyah yasinan Sumber Asri dan ibu ibu PKK. Dan kegiatan ini bukan hanya menjadi wujud ketaatan kepada Allah SWT, tetapi juga sebagai momentum untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga, serta meningkatkan rasa kepedulian sosial di tengah masyarakat. (din)

Dua Tokoh Inspiratif, Kapten (Purn) Hariri dan Dr. H. Acep Komara, Turun Langsung dalam Kegiatan Qurban di Perumahan Sumber Asri

Foto H Acep Komara bersama sejumlah warga saat mengikuti prosesi pernikahan warga Sumber Asri pada Minggu, 8 Mei 2025



TALUN, FC — Momen Hari Raya Idul Adha tahun ini menjadi bukti nyata kepedulian sosial dua tokoh penting di lingkungan Perumahan Sumber Asri, yakni Kapten (Purn) Hariri dan Dr. H. Acep Komara, SE, MM, M.Si. 

Keduanya tampak hadir sejak pagi dan terlibat langsung dalam kegiatan penyembelihan, penetelan hingga pembagian hewan qurban kepada warga.

Kehadiran mereka bukan hanya sebagai simbol, melainkan wujud komitmen nyata dalam membangun kehidupan sosial dan keagamaan di tengah masyarakat. 

Kapten (Purn) Hariri yang dikenal dekat dengan warga dan aktif dalam kegiatan kemasyarakatan tampak membantu proses pembagian hewan qurban dengan penuh semangat.

Sementara itu, Dr. H. Acep Komara yang juga merupakan akademisi dan tokoh ekonomi lokal, turut mengatur distribusi daging qurban agar merata dan tepat sasaran. Beliau juga memberikan arahan kepada panitia agar kegiatan berjalan tertib dan sesuai syariat.

“Kegiatan seperti ini bukan hanya soal ibadah, tetapi juga momentum memperkuat ukhuwah islamiyah dan semangat gotong royong di antara warga,” ujar Dr. Acep saat ditemui di lokasi.

Keduanya memang dikenal sebagai sosok yang konsisten mendukung kemajuan Perumahan Sumber Asri. 

Kapten Hariri dengan latar belakang militernya, aktif dalam kegiatan sosial dan keamanan lingkungan. Sementara Dr. Acep Komara berkontribusi besar dalam program-program pemberdayaan ekonomi dan pembinaan keagamaan.

Dengan partisipasi aktif dua tokoh tersebut, diharapkan semangat kebersamaan dan pengabdian kepada masyarakat terus tumbuh dan menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya. (din)