Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 26 Juni 2025

Pemkab Lepas Kontingen Kwarcab Pramuka Kabupaten Cirebon ke Jambore Daerah Jabar 2025

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon melepas kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Cirebon untuk mengikuti Jambore Daerah Jawa Barat 2025 yang digelar di Kabupaten Bekasi. Pelepasan kontingen itu digelar di Pendopo Bupati Cirebon, Kamis (26/6/2025).

Wakil Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Cirebon, Erus Rusmana, mengatakan bahwa sebanyak 70 anggota pramuka akan mewakili Kabupaten Cirebon di Kabupaten Bekasi pada Jambore Daerah Jawa Barat 2025.

Ia menyebut, kontingen Kabupaten Cirebon terbanyak kedua se-Jawa Barat, hanya kalah dari tuan rumah.

“Kami berharap jambore daerah ini menjadi ajang silaturahmi, ajang pembinaan dan pembentukan karakter dalam rangka menumbuhkan semangat kesatuan nasionalisme. Kemudian, ajang peningkatan disiplin,” ucap Erus usai melepas kontingen Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Cirebon.

Erus menegaskan, Jambore Daerah Jawa Barat 2025 bisa menjadi ruang menumbuhkan semangat untuk prestasi bagi Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Cirebon. Ia berharap semua pelaksanaan berjalan lancar.

“Peserta ini terdiri dari pramuka penggalang dan didampingi pembina,” katanya.

Senada disampaikan Wakil Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Waka Mabicab) Gerakan Pramuka Kabupaten Cirebon, Letkol Inf Mukhammad Uisron.

Ia berahap Pramuka Kabupaten Cirebon menjadi inspirasi bagi remaja ataupun pelajar lainnya untuk berprestasi.

“Harapannya kita dapat melaksanakan, dan mendukung yang sedang melaksanakan jambore. Ini akan membawa warna kegiatan positif, adik-adik ini semoga menularkan ke temannya dan dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai generasi muda,” kata Uisron yang juga menjabat sebagai Dandim 0620/Cirebon.

“Serta diharapkan bisa memberikan warna sendiri dalam mengisi kemerdekaan, serta melanjutkan tongkat estafet pembangunan di Kabupaten Cirebon,” ucapnya.(din)

Pemkab Cirebon Resmikan Bank Mini di SMPN 1 Weru

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon meresmikan operasional bank mini di SMP Negeri 1 Weru, Kabupaten Cirebon, Rabu (25/6/2025).

Kegiatan ini sebagai langkah untuk menumbuhkan budaya menabung dan meningkatkan literasi keuangan di kalangan pelajar.

Peresmian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon dan bank BJB Cabang Sumber. Program ini juga menjadi bagian dari implementasi gerakan “Satu Rekening Satu Pelajar”.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Cirebon, Hafidz Iswahyudi, menyebutkan pendirian bank mini di sekolah merupakan bentuk edukasi praktis mengenai pengelolaan keuangan sejak dini.

“Ini merupakan tindak lanjut dari program pemerintah daerah dalam mendukung literasi finansial siswa. Melalui kerja sama dengan bank BJB, para pelajar bisa mengenal dan mempraktikkan aktivitas keuangan secara langsung,” ujarnya.

Menurut Hafidz, saat ini sudah ada sembilan SMP di Kabupaten Cirebon yang menjalin kerja sama serupa. Program ini diharapkan menjadi bekal penting bagi siswa dalam memahami sistem keuangan formal.

“Siswa bisa belajar secara langsung tentang transaksi perbankan sederhana, yang kelak akan bermanfaat dalam kehidupan mereka,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Ronianto, mengatakan tujuan utama dari pendirian bank mini adalah untuk membiasakan siswa gemar menabung secara teratur dan bertanggung jawab.

“Kalau dulu anak-anak menabung di celengan, sekarang kami ajak mereka menabung melalui rekening. Ini bagian dari upaya membentuk kebiasaan positif sejak usia dini,” ujarnya.

Ia berharap, orang tua juga ikut mendukung dengan rutin menyisihkan dana ke dalam rekening pelajar yang telah dibuat, sehingga dapat dimanfaatkan anak untuk kebutuhan pendidikan ke depan.

Sementara itu, CEO bank BJB Region III, Arris Mirawan, menyampaikan pihaknya siap mendukung penuh program literasi keuangan di sekolah melalui penyediaan layanan dan edukasi perbankan yang sesuai dengan usia pelajar.

“Bank mini di sekolah ini adalah sarana pembelajaran yang efektif. Anak-anak diajak mengenal dunia keuangan dengan cara yang sederhana dan menyenangkan. Ini sejalan dengan komitmen kami dalam mendorong inklusi keuangan,” tuturnya.

Arris menambahkan, program ini juga menjadi bagian dari kontribusi bank BJB dalam mendukung pendidikan karakter keuangan dan kemandirian ekonomi pelajar.

“Program ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman pelajar tentang pentingnya perencanaan keuangan sejak usia dini,” katanya. (Ara)

Cirebon Festival 2025 Resmi Dibuka, Wali Kota: Panggung Sinergi Budaya dan Ekonomi Rakyat

CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon resmi membuka gelaran Cirebon Festival (Cifest) 2025 pada di area gedung BAT, Jumat (26/6/2025) . 

Acara pembukaan berlangsung meriah dan dihadiri langsung oleh Wali Kota Cirebon Effendi Edo, didampingi Sekretaris Daerah Agus Mulyadi, para staf ahli dan asisten serta jajaran kepala perangkat daerah. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Cirebon ke-598.

Dalam sambutannya, Wali Kota Effendi Edo menyampaikan apresiasi atas kehadiran Asisten Deputi Inkubasi di Kementerian Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Republik Indonesia dalam pembukaan Cifest 2025. 

Wali Kota juga menegaskan bahwa Cirebon Festival 2025 bukan sekadar panggung hiburan, melainkan perayaan kebersamaan yang mencerminkan identitas Kota Cirebon.

“Cifest tahun ini adalah bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas budaya, dunia pendidikan, dan masyarakat bisa menghadirkan sesuatu yang luar biasa. Ini bukan hanya festival seni atau bazar UMKM, tapi panggung semangat dan jati diri warga Kota Cirebon,” ungkapnya.

Lebih dari itu, Wali Kota menyoroti bagaimana festival ini menghadirkan kekayaan seni, budaya, dan kreasi ekonomi kreatif masyarakat yang dikemas dalam nuansa inovatif dan terbuka.

“Cirebon Festival adalah wujud dari komitmen kami untuk merawat budaya lokal sambil mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif. Ini adalah ruang di mana nilai-nilai tradisi dan semangat kemajuan berjalan berdampingan,” tambahnya.

Ia pun mengajak seluruh warga dan pengunjung untuk bersama-sama menjaga kondusivitas dan menikmati setiap rangkaian acara dengan penuh sukacita.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon yang juga Ketua Panitia Hari Jadi Cirebon ke-598, Iing Daiman, menjelaskan bahwa Cifest 2025 akan berlangsung selama tiga hari (27-29 Juni)  dengan ragam kegiatan yang menarik dan inklusif.

“Tahun ini kita hadirkan festival kuliner khas peranakan, yang di dalamnya termasuk menu Tionghoa halal, hidangan Arabian, hingga makanan tradisional lainnya. Ada juga layanan servis HP gratis, jalan santai berbatik, dan pertunjukan dari 18 perguruan tinggi,” jelas Iing.

Cifest 2025 juga akan menghadirkan parade budaya seperti Pesona Perempuan Berkebaya, penampilan Jawara IPSI, hingga peluncuran Cirebon Kopi Community yang akan membagikan 598 cangkir kopi secara gratis. 

“Kami menyiapkan 76 booth dengan konsep kolaboratif. Bukan hanya jualan, tapi menyatukan berbagai komunitas dan sektor ekonomi untuk saling mendukung dan tumbuh bersama,” tambah Iing.

Dengan semangat kebersamaan dan inovasi, Cirebon Festival 2025 menjadi penanda bahwa Kota Cirebon tidak hanya kaya akan sejarah dan budaya, tetapi juga terus bergerak maju sebagai kota kreatif dan inklusif. (din)



Penguatan Pendidikan Qur’ani Langkah Nyata Wujudkan Kota Cirebon Religius dan Berkarakter



CIREBON - Sebanyak 66 santri Rumah Tahfiz Qur’an (RTQ) Masjid Raya At-Taqwa Kota Cirebon resmi diwisuda dalam Haflah Akhirussanah 2025, Kamis (26/6/2025). 

Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, yang menyampaikan apresiasi serta pesan mendalam terkait pentingnya pendidikan Al-Qur’an bagi generasi muda.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menyampaikan bahwa kegiatan Haflah Akhirussanah bukan sekadar seremoni penutup tahun ajaran, tetapi juga merupakan momentum berharga yang mencerminkan keberhasilan pendidikan Qur’ani yang ditanamkan sejak dini.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Cirebon, saya menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas terselenggaranya Haflah Akhirussanah ini. Momentum ini bukan sekadar seremoni penutup tahun ajaran, tetapi juga sebuah penanda keberhasilan pendidikan Al-Qur’an yang ditanamkan di hati generasi muda kita,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wakil Wali Kota menekankan bahwa Rumah Tahfiz Qur’an Masjid Raya At-Taqwa tidak hanya mencetak para penghafal Al-Qur’an, tetapi juga membentuk karakter santri yang berakhlak, disiplin, serta mencintai ilmu agama dan kehidupan sosial secara seimbang.

“Inilah bekal yang sangat penting dalam membangun masa depan umat dan bangsa, khususnya di Kota Cirebon yang kita cintai,” imbuhnya.

Pemerintah Kota Cirebon, lanjutnya, akan terus berkomitmen mendukung pendidikan keagamaan yang berkualitas melalui berbagai kebijakan dan sinergi dengan lembaga-lembaga keagamaan.

“Kami percaya, membangun daerah tidak hanya dari sisi fisik dan infrastruktur, tetapi juga dari penguatan nilai spiritual dan karakter generasi muda,” katanya.

Kepada para santri, Wakil Wali Kota menyampaikan selamat atas capaian mereka dalam menghafal Al-Qur’an, seraya memberikan pesan agar hafalan tersebut dijadikan sebagai cahaya kehidupan yang senantiasa dijaga dan diamalkan.

“Menghafal Al-Qur’an bukan tugas ringan, namun kalian telah membuktikan bahwa dengan tekad, bimbingan guru, dan doa orang tua, semuanya bisa dilalui. Teruslah menjaga, memahami, dan mengamalkan isi Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.

Tak lupa, penghargaan tinggi juga diberikan kepada para ustadz dan ustadzah yang telah membimbing para santri dengan penuh kesabaran.

“Bapak dan Ibu adalah pejuang di jalan Allah, yang dengan sabar menanamkan kalam ilahi ke dalam jiwa anak-anak bangsa. Semoga acara ini membawa keberkahan dan memperkuat langkah kita dalam membentuk Kota Cirebon yang religius, berkarakter, dan berperadaban,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua At-Taqwa Center, Ahmad Yani, turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Cirebon atas dukungan yang terus diberikan kepada lembaga-lembaga pendidikan keagamaan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Cirebon atas  segala dukungannya. Kehadiran Ibu Wakil Wali Kota hari ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan dalam mencetak generasi Qur’ani,” ujarnya.

Acara Haflah Akhirussanah ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan Al-Qur’an terus berkembang dan menjadi bagian penting dalam membentuk karakter dan masa depan generasi muda Kota Cirebon. (Silmi)



Rabu, 25 Juni 2025

Upaya Pemkab Cirebon Tingkatkan IPLM Melalui Kampung Literasi


KABUPATEN CIREBON — Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, menghadiri sekaligus membuka peluncuran Kampung Literasi Tahun 2025 di Balai Desa Suranenggala Kidul, Kecamatan Suranenggala, Rabu (25/6/2025).

Pelucuran kampung literasi merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon dalam rangka meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM).

“Alhamdulillah, atas nama pemerintah daerah mewakili Pak Bupati, saya mendukung dan sangat mengapresiasi (program kampung literasi),” ujar pria yang akrab disapa Jigus, usai menghadiri peluncuran Kampung Literasi Tahun 2025 di Desa Suranenggala Kidul.

Jigus berharap, keberadaan kampung literasi mampu meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM). Ia mengatakan, kampung literasi ini bisa ditiru oleh desa-desa lainnya di Kabupaten Cirebon.

“Supaya bisa digetoktularkan ke desa-desa lainnya. Dan, yang paling penting, kampung literasi ini ke depan bisa meningkatkan budaya menulis dan membaca, serta mengatasi kesenjangan informasi dan pendidikan,” tuturnya.

“Kampung literasi ini juga diharapkan bisa meningkatkan keterampilan dan pengetahuan masyarakat,” ucap Jigus.

Lebih lanjut, Jigus menyebut, kampung literasi bertujuan untuk meningkatkan IPLM agar masyarakat lebih kritis dan mandiri. Sebab, kampung literasi memiliki beberapa sasaran, seperti literasi baca tulis, digital, dan keuangan.

“Intinya, Pemerintah Kabupaten Cirebon mendukung adanya program ini, karena program ini merupakan bagian dari program pasangan BERIMAN, yaitu Pak Bupati dan saya. Karena kampung literasi ini yang pertama di Kabupaten Cirebon, supaya bisa digetoktularkan,” jelas Jigus.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyerahkan Surat Keputusan (SK) Kampung Literasi Desa Suranenggala Kidul dari Pemkab Cirebon.

Ia berharap ke depan, pembangunan di segala bidang dari mulai pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi bisa mengikuti perkembangan zaman.

Senada disampaikan Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disarpus) Kabupaten Cirebon, Suhartono. Ia mengatakan, peluncuran kampung literasi merupakan salah satu program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Cirebon.

“Baru di Suranenggala Kidul. Nanti, 2026 rencananya dilaksanakan di beberapa desa di Kabupaten Cirebon (peluncuran program kampung literasi),” kata Suhartono.

“Indeks literasi masih jauh dari yang kita harapkan. Launching ini diharapkan IPLM di Kabupaten Cirebon bisa meningkat secara signifikan,” ucapnya menambahkan.

Sekadar diketahui, menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, angka IPLM di Kabupaten Cirebon pada 2024 sebesar 57,56.

Suhartono menegaskan, Pemkab Cirebon terus berupaya meningkatkan IPLM dengan menggandeng sejumlah pihak, seperti Bank Indonesia, bank BJB, Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ), dan lainnya.

Selain itu, Pemkab Cirebon selama ini terus menjalin koordinasi dengan pegiat literasi yang jumlahnya sekitar 82 orang.

“Kita bangun komunikasi dengan pegiat literasi dan mengadakan beberapa rapat koordinasi, sehingga terbangun sinergi,” tuturnya.

“Kita berupaya dengan adanya kampung literasi, kemudian bangun komunikasi dengan stakelholder guna meningkatkan IPLM. Karena ini perlu kolaborasi, maka diharapkan IPLM mengalami kenaikan,”pungkasnya. (din)

Pemkot Cirebon dan TNI AD Sinergi Dukung Program Strategis Percepatan Pembangunan Daerah

CIREBON -  Wali Kota Cirebon, Effendi Edo menghadiri acara penandatanganan komitmen bersama antara pemerintah daerah kabupaten/kota se-Jawa Barat dengan jajaran TNI AD, yang berlangsung di Aula Nasution, Markas Besar TNI Angkatan Darat, Jakarta, Rabu (25/6/2025).

Kegiatan ini diinisiasi sebagai bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan TNI AD, khususnya Korem dan Kodim yang berada di wilayah Kodam Jaya dan Kodam III/Siliwangi. 

Fokus utamanya adalah percepatan pembangunan, penguatan ketahanan wilayah, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program-program strategis seperti TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) dan Karya Bakti TNI.

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan pentingnya peran TNI AD dalam mendukung program-program prioritas pembangunan di daerah. 

Ia menilai keterlibatan TNI selama ini telah memberikan dampak nyata, terutama dalam penyediaan infrastruktur dasar, rehabilitasi pascabencana, dan pembinaan karakter bangsa.

“Pembangunan di Jawa Barat telah mencapai banyak target berkat kontribusi TMMD dan karya bakti TNI, bahkan menunjukkan over achievement di beberapa sektor,” ujar Kang Dedi.

Ke depan, lanjut Gubernur, Pemprov Jabar akan memberikan dukungan anggaran sebesar 50 persen bagi daerah yang mengalokasikan dana untuk TMMD dan Karya Bakti. 

"Kita akan terus gandeng TNI untuk menyelesaikan berbagai tantangan publik, mulai dari infrastruktur hingga pendidikan karakter. Saya optimis, perubahan besar di sektor pemuda, pangan, lingkungan, hingga pengelolaan sampah akan dimulai dari Jawa Barat,” pungkas Dedi.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah strategis bagi Pemerintah Daerah Kota Cirebon dalam memperkuat kolaborasi dengan TNI, khususnya Kodim 0614/Kota Cirebon. Ia menekankan bahwa sinergi ini sangat penting untuk menjawab berbagai persoalan pembangunan di daerah.

“Penandatanganan hari ini menandai komitmen kita bersama dalam mempercepat pembangunan di Kota Cirebon. Arahan Gubernur agar program kolaboratif ini bisa mulai dilaksanakan tahun ini langsung kami respon di tingkat daerah bersama Dandim,” tutur Wali Kota.

Dalam dokumen komitmen bersama tersebut, Pemerintah Daerah Kota Cirebon dan Kodim 0614 menyepakati pelaksanaan sinergitas kegiatan TNI Manunggal Karya Bakti Skala Besar Pembangunan Daerah. 

Ruang lingkup kerja sama mencakup antara lain pembangunan jalan, jembatan dan irigasi, pengelolaan sumber daya air, ketahanan pangan, hingga penanganan darurat bencana.

Poin-poin kerja sama juga mencakup pengelolaan sampah, rehabilitasi ruang kelas, elektrifikasi, pelatihan bela negara, serta peningkatan kualitas permukiman masyarakat berpenghasilan rendah.

Dengan komitmen yang telah ditandatangani, Wali Kota Cirebon berharap program-program strategis ini dapat segera direalisasikan di lapangan.

“Kami siap bersinergi untuk membangun Kota Cirebon yang lebih tangguh, berkelanjutan, dan sejahtera. Kolaborasi ini bukan sekadar program, tapi bentuk nyata gotong royong antara pemerintah daerah dan TNI demi masyarakat,” tutupnya. (Nur)



Selasa, 24 Juni 2025

Cinofest 2025 Resmi Dibuka, Bupati Imron Dorong Inovasi Jadi Solusi Pembangunan Daerah

 

CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong budaya inovasi lintas sektor melalui perhelatan Cirebon Inovasi Festival (Cinofest) 2025.

Acara bergengsi ini secara resmi dibuka oleh Bupati Cirebon, Imron, di Halaman Stadion Watubelah, Kecamatan Sumber, pada Selasa (24/6/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Imron menekankan bahwa inovasi kini menjadi kebutuhan mendesak, bukan sekadar pilihan.

“Inovasi adalah solusi atas kompleksitas permasalahan dan keterbatasan sumber daya yang kita hadapi. Posisi geostrategis Kabupaten Cirebon membawa banyak peluang sekaligus tantangan, sehingga diperlukan perencanaan dan tindakan yang cepat, cerdas, serta inovatif,” tegas Imron.

Cinofest 2025 hadir sebagai ruang kolaboratif untuk pemerintah, swasta, akademisi, hingga masyarakat. Dengan mengusung tema “Cirebon Mentereng”, festival ini bertujuan membangun ekosistem inovasi yang inklusif, mempertemukan pelaku inovasi, UMKM, dan komunitas kreatif.

Festival yang berlangsung selama tiga hari, mulai 24 hingga 26 Juni 2025, menghadirkan berbagai agenda utama, seperti Innovation Expo melalui pameran inovasi dari sektor publik dan swasta. Kemudian, talkshow inspiratif bersama tokoh nasional dan lokal.

Selain itu, juga ada kegiatan workshop digitalisasi UMKM dan Smart Government, panggung kreativitas dan pertunjukan budaya.

Lalu ada juga kegiatan bazar produk lokal dan layanan publik, pertunjukan marching band, grup akustik SKPD, 3D mapping hingga area immersive.

Festival ini diikuti oleh lebih dari 100 partisipan dari berbagai latar belakang diantaranya 17 perangkat daerah, 16 lembaga pendidikan dan akademisi, termasuk ITB, UIN Siber Syekh Nurjati, Universitas Swadaya Gunung Jati, hingga STIKOM dan Universitas Catur Insan Cendekia.

“Ada juga 11 perusahaan swasta dan BUMD, seperti PT Indocement Tbk, PT Indofood, Bukalapak, hingga Bank Cirebon Jabar dan 63 pelaku UMKM binaan dan komunitas kreatif,” ungkap Imron.

Secara khusus, Imron menyampaikan terima kasih kepada Bapperida Kabupaten Bandung atas partisipasi aktifnya dalam pameran inovasi.

Kepala Bappelitbangda Kabupaten Cirebon, Dangi, menyebut bahwa Cinofest menjadi ajang penting untuk menampilkan inovasi dalam tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, hingga teknologi terapan.

“Kami membuka ruang bagi para inovator dari masyarakat, perangkat daerah, dunia usaha, dan perguruan tinggi untuk menampilkan karya terbaiknya. Baik dalam bentuk produk maupun inovasi layanan,” kata Dangi.

Ia menambahkan, inovasi di bidang perencanaan publik seperti pengelolaan limbah (incinerator), keamanan digital (cyber security), hingga pengembangan layanan PDAM Tirta Jati dan sistem Curaweda menjadi sorotan penting dalam festival tahun ini.

Pemerintah Kabupaten Cirebon juga memberikan apresiasi kepada Bappelitbangda kabupaten/kota se-Jawa Barat yang turut meramaikan festival ini.

Ia melanjutkan, seluruh rangkaian Cinofest 2025 didukung melalui dana APBD Kabupaten Cirebon, dukungan sponsor dari mitra usaha lokal dan nasional, serta kontribusi swadaya komunitas.

“Dengan antusiasme tinggi dari ratusan pelajar, mahasiswa, komunitas, dan pengunjung umum, Cinofest 2025 tidak hanya menjadi festival inovasi, tapi juga simbol semangat kolaborasi dan optimisme Kabupaten Cirebon menuju daerah yang unggul dan adaptif di era digital,” pungkasnya. (din)

Pemkot Cirebon Berlakukan Jam Malam, Disiplin Waktu dan Lindungi Generasi Muda

CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon resmi memberlakukan jam malam bagi anak-anak dan pelajar mulai Senin (23/6/2025). Kebijakan ini diambil sebagai tindak lanjut atas instruksi Gubernur Jawa Barat terkait penguatan perlindungan terhadap generasi muda. 

Penerapan jam malam ini bertujuan untuk menjaga keamanan serta mencegah potensi kegiatan negatif yang bisa melibatkan remaja di malam hari.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menyampaikan langsung pemberlakuan jam malam tersebut saat menjadi pembina upacara di SMPN 7 Kota Cirebon, Senin (23/6/2025). 

Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa anak-anak merupakan aset bangsa yang harus dijaga bersama, dan pemerintah hadir sebagai pihak yang peduli dan bertanggung jawab.

“Alhamdulillaah, saya hadir di SMPN 7. Sekolah ini kebersihannya terjaga dan menjadi contoh. Sekolah-sekolah lain juga harus bisa mencontoh hal baik ini. Menjelang libur sekolah, mulai hari ini jam malam diberlakukan,” ujar Wali Kota di hadapan para siswa dan guru.

Menurutnya, mulai pukul 21.00 WIB, semua anak-anak diharapkan sudah berada di rumah. Pemerintah akan melibatkan unsur TNI, Polri, Satpol PP dan perangkat daerah terkait untuk melakukan patroli dan sweeping di beberapa titik strategis di Kota Cirebon. Mereka yang masih berkeliaran di luar rumah setelah jam yang ditentukan akan diarahkan untuk segera pulang.

“Kalau lewat jam 9 malam masih di luar, kita akan arahkan untuk kembali ke rumah. Ini bukan untuk membatasi, tetapi untuk melindungi. Anak-anak sebaiknya berada di rumah, belajar, atau membantu orang tua,” tambahnya.

Selain aspek keamanan, penerapan jam malam juga merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masa depan anak-anak. “Ini wujud rasa sayang pemerintah kepada anak-anak, yang merupakan generasi penerus bangsa. Jangan sampai masa depan kalian terganggu hanya karena kelalaian di masa muda,” tegas Wali Kota.

Wali Kota juga berharap agar para orang tua ikut aktif memantau kegiatan anak-anak di rumah selama libur sekolah. Sinergi antara keluarga, sekolah, dan pemerintah dinilai menjadi kunci keberhasilan dari kebijakan ini. 

"Mari dukung langkah ini sebagai bentuk tanggung jawab bersama," ajaknya.

Dengan penerapan jam malam ini, diharapkan anak-anak Kota Cirebon dapat lebih fokus pada hal-hal yang positif dan terarah, serta menjauhkan diri dari potensi kenakalan remaja. Pemerintah Kota Cirebon menegaskan bahwa pendekatan yang dilakukan dalam hal ini bersifat persuasif dan edukatif. (Ara)



Dukung Penuh Paskibraka, Wali Kota Cirebon Tekankan Pengabdian dan Integritas

CIREBON – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menghadiri rangkaian kegiatan Pradiklatsar, Diklatsar, serta Pemusatan Latihan Paskibraka Tingkat Kota Cirebon Tahun 2025 di Balai Kota Cirebon, Selasa (24/6/2025). 

Kegiatan ini juga dirangkai dengan pelepasan peserta seleksi tingkat nasional dan pertemuan khusus dengan para orang tua calon anggota Paskibraka.

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan penghargaan dan apresiasi tinggi kepada seluruh panitia, pelatih, dan pembina yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam proses pembinaan calon Paskibraka Kota Cirebon. 

Menurutnya, semangat kebangsaan yang ditanamkan dalam proses ini merupakan pondasi penting dalam membentuk generasi muda yang unggul.

“Atas nama Pemerintah Kota Cirebon, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, pelatih, dan pembina atas dedikasinya dalam membina para generasi unggul ini,” ujarnya. 

Wali Kota juga menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada para orang tua yang telah mendukung penuh putra-putrinya untuk ikut serta dalam proses seleksi dan pelatihan. 

"Saya harap para orang tua terus mendampingi dan mendoakan anak-anaknya. Restu orang tua adalah bekal yang sangat penting dalam perjalanan mereka,” tuturnya. 

Wali Kota menilai, menjadi anggota Paskibraka bukan hanya sekadar tugas mengibarkan bendera saat upacara kemerdekaan, tetapi lebih dari itu, merupakan bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara. 

“Ini adalah bentuk pembentukan karakter dan kecintaan terhadap tanah air. Tidak semua remaja diberi kesempatan ini,” lanjutnya.

Wali Kota juga mengakui bahwa perjalanan para calon Paskibraka tidaklah mudah. Mereka harus melewati proses panjang dari pradiklat, diklat, hingga latihan intensif yang menuntut komitmen, kekuatan fisik, serta ketahanan mental yang tinggi. 

“Tapi kalian harus percaya, bahwa proses ini akan membentuk kalian menjadi pribadi tangguh. Pemimpin-pemimpin masa depan lahir dari tempaan seperti ini,” pesannya kepada para peserta.

Pemerintah Kota Cirebon, lanjutnya, memberikan dukungan penuh bagi peserta yang akan melanjutkan seleksi di tingkat provinsi maupun nasional. Ia juga berpesan agar para peserta membawa semangat khas Wong Cirebon yang rendah hati namun berjiwa juang tinggi. 

“Tunjukkan bahwa anak-anak muda Kota Cirebon mampu bersaing dengan tetap menjunjung budaya, etika, dan integritas,” tegasnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Cirebon, Buntoro Tirto, menjelaskan bahwa total peserta yang mendaftar dalam seleksi Paskibraka tahun ini mencapai 301 siswa, terdiri dari 140 putra dan 161 putri yang berasal dari 24 sekolah se-Kota Cirebon. Seleksi dilakukan secara transparan menggunakan aplikasi khusus bernama Transparansi Paskibraka.

“Setelah melalui tahapan seleksi yang ketat, hanya 32 peserta yang dinyatakan lulus dan berhak mengikuti pelatihan intensif. Mereka terdiri dari 16 putra dan 16 putri terbaik,” ujar Buntoro.

Ia juga menambahkan bahwa satu siswa dari SMAN 3 Kota Cirebon terpilih sebagai perwakilan untuk tingkat Provinsi Jawa Barat, sementara satu siswa dari SMAN 1 Kota Cirebon melaju ke seleksi tingkat nasional.

Menutup kegiatan, Wali Kota berharap seluruh rangkaian pembinaan dan seleksi Paskibraka ini dapat berjalan lancar, tertib, dan melahirkan generasi muda Kota Cirebon yang siap mengemban tugas sebagai pengibar bendera dengan penuh tanggung jawab, kedisiplinan, dan jiwa nasionalisme yang kuat. (din)



Senin, 23 Juni 2025

Bappelitbangda Kabupaten Cirebon Mengawali Uji Coba Wisata Bahari Restoran Seafood Apung di Pantai Baro-Gebang Mekar

KABUPATEN CIREBON — Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Cirebon mengawali uji coba wisata bahari restoran seafood apung di Pantai Baro Desa Gebang Mekar, Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon.

Desa Gebang Mekar dipilih, karena memiliki potensi perikanan dan laut yang sangat besar. Tak sekadar wisata, restoran seafood apung ini adalah benih dari perubahan ekonomi masyarakat pesisir yang selama ini hanya menjadi penyuplai bahan mentah hasil laut.

Restoran seafood apung ini merupakan inisiasi baru pengembangan potensi wisata bahari di Pantai Baro Desa Gebang Mekar yang memadukan pola pemberdayaan masyarakat dan pengembangan wisata berbasis potensi wilayah.

Lebih dari sekadar makan di laut, restoran seafood apung ini merupakan simbol bahwa pembangunan daerah bisa berpijak pada kekuatan lokal.

Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Bappelitbangda ingin menunjukkan bahwa wisata bukan hanya tentang destinasi, tetapi juga tentang masyarakat yang menjadi bagian penting dari pengalaman wisata itu sendiri.

Mengusung konsep wisata bahari yang memadukan pesona alam dan cita rasa laut, restoran seafood apung ini menawarkan pengalaman unik: menyantap kuliner laut khas Gebang langsung di atas kapal nelayan, sambil menikmati panorama matahari tenggelam (sunset) yang indah dan romantis.

Konsep “sunset to dinner” dengan tema “Seafood Dinner on The Baro Beach” ini dirancang untuk memikat wisatawan dari sore hari pukul 15.00 hingga malam pukul 21.00 WIB.

Restoran seafood apung ini bukan sekadar tempat makan, tapi merupakan tonggak awal pembangunan kawasan wisata bahari terpadu. Memberikan peluang tambahan bagi nelayan, dari sewa perahu hingga menjual hasil laut dalam bentuk olahan kuliner khas Gebang yang bernilai ekonomi tinggi.

Ke depan, potensi lain pun diharapkan ikut bangkit: homestay warga, produk lokal, hingga aktivitas seni dan budaya bisa ikut tumbuh seiring geliat wisata.

Pengembangan restoran seafood apung ini diharapkan menjadi cikal bakal pengembangan olahan kuliner berbahan dasar hasil laut di Desa Gebang yang akan memberikan dampak ekonomi yang cukup signifikan bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya di Desa Gebang Mekar.

Tak sendiri, dalam uji coba ini Bappelitbangda melibatkan kolaborasi lintas sektor: Disbudpar, BKAD, DKPP, Diskominfo, Pemerintah Desa Gebang Mekar dan beberapa masyarakat turut ambil bagian.

Kolaborasi ini menunjukkan bahwa konsep wisata yang berkelanjutan memang harus melibatkan banyak pihak, dari hulu ke hilir.

Tak hanya soal atraksi wisata, tetapi juga mencakup penataan kawasan, perbaikan infrastruktur, pengelolaan sampah, promosi digital, hingga edukasi warga.

Bappelitbangda Kabupaten Cirebon berharap, wisata bahari restoran seafood apung ini selain menjadi pengembangan pemberdayaan nelayan juga menjadi bagian dari penataan kawasan pesisir Gebang, khususnya Desa Gebang Mekar.

Ke depan, akan ada perbaikan infrastruktur, jalan akses masuk ke tempat wisata akan diperbaiki, penerangan umum akan diperbaiki dan lingkungan akan di tata ulang.

“Sore ini, menguji coba rute dan suasana perjalanan wisata bahari Pantai Baro dengan konsep restoran di perahu atau resto apung, dan ternyata keren banget. Dari rasa masakan, enak dan luar biasa keren,” ujar Dangi, Kepala Bappelitbangda Kabupaten Cirebon, usai uji coba wisata bahari.

“Kemudian, suasana laut atau pantai juga bersih, tinggal kita benahi permukiman sebagai pintu akses ke perahu agar lebih nyaman ,” tuturnya, Jumat (20/6/2025).

Dangi mengatakan, Gebang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata bahari berbasis resto dan komoditas hasil laut.

Bappelitbangda Kabupaten Cirebon berharap, warga Gebang Mekar bisa bergerak bersama untuk mengembangkan wisata bahari.

“Sukses buat Pak Kuwu. Dan, warganya bisa kita komunikasikan untuk gerakan sosial, bagaimana kita bersama-sama untuk membenahi Gebang menjadi kawasan wisata bahari,” kata Dangi.

Sementara itu, Kuwu Gebang Mekar, Nurdianto, berterima kasih atas uji coba yang dilakukan Bappelitbangda Kabupaten Cirebon. Ia berharap, perbaikan infrastruktur untuk menunjang wisata bahari segera dilakukan.

“Harapan kami, sungai sesegera mungkin untuk dinormalisasi, karena itu penyebab utama rob ke permukiman,” kata Nurdianto.

“Untuk pengembangan wisata, mudah-mudahan diperbaiki akses jalan menuju perahu, dan lainnya sesuai harapan kami. Agar lebih menarik lagi bagi para wisatawan” tuturnya.

Bukan mustahil, ke depan, kawasan ini akan berkembang menjadi destinasi unggulan yang melibatkan banyak elemen masyarakat.

Dengan semangat kolaboratif dan inovatif ini, Kabupaten Cirebon membuktikan bahwa pembangunan tidak selalu harus dimulai dari proyek besar, tapi bisa dari gagasan sederhana yang berpihak pada masyarakat.

Restoran seafood apung di Pantai Baro menjadi bukti bahwa terobosan ekonomi bisa lahir dari potensi lokal dan berbasis pemberdayaan masyarakat, menghidupkan kembali harapan, dan menggerakkan ekonomi kerakyatan dengan cara yang berkelanjutan. (din)

Bismillah FC Raih Juara Pertama di IKB NTT Cup 2025, Ajang Silaturahmi dan Sportivitas Warga NTT di Cirebon

CIREBON, FC — Turnamen minisoccer bertajuk IKB NTT Cup 2025 sukses digelar pada 21–22 Juni 2025 di Minisoccer Sport Center Cirebon. Kompetisi yang mempertemukan berbagai tim asal dan pecinta Nusa Tenggara Timur (NTT) ini berhasil memikat perhatian warga serta menjadi ajang mempererat silaturahmi antar sesama perantau dan masyarakat sekitar.

Pada gelaran final yang berlangsung seru dan penuh sportivitas, Bismillah FC keluar sebagai juara pertama, disusul oleh Onne Team sebagai juara dua, dan Bansos FA di posisi juara tiga.

Turnamen dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Cirebon, sementara penutupan dilakukan oleh Ketua Ikatan Keluarga Besar Nusa Tenggara Timur (IKB NTT) Cirebon, Viktor Arnoldus Peny. Dalam sambutannya, Viktor menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta serta dukungan seluruh pihak yang telah menyukseskan acara ini.

“Turnamen ini bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga soal menjaga persaudaraan, mempererat persatuan, serta mengenalkan semangat kebersamaan warga NTT kepada masyarakat luas,” ujar Viktor.

Salah satu panitia, Rasit, mengungkapkan rasa syukur dan haru atas kelancaran acara. Ia juga menyampaikan bahwa antusiasme para peserta dan penonton luar biasa.

“Turnamen ini sangat menghibur, meriah, dan penuh kekeluargaan. Kami sangat berharap IKB NTT Cup bisa menjadi event tahunan yang lebih besar dan profesional ke depannya,” ujarnya.

Acara ini juga menjadi bukti bahwa olahraga bisa menjadi jembatan yang efektif dalam membangun kebersamaan lintas daerah, latar belakang, dan usia. Semangat sportivitas yang ditunjukkan para pemain menjadi cerminan nilai-nilai luhur yang ingin ditanamkan IKB NTT dalam setiap kegiatannya. (din)

Pemkab Cirebon Gelar Travel Mart untuk Promosikan Wisata Daerah

CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menggelar Caruban Nagari Travel Mart di Pendopo Bupati Cirebon, Senin (23/6/2025).

Gelaran ini sebagai upaya memperkenalkan potensi wisata daerah kepada para pelaku pariwisata yang tergabung dalam Insan Pariwisata Indonesia (IPI).

Bupati Cirebon, Imron, menyambut positif kegiatan tersebut dan menilai forum seperti ini, penting untuk mendongkrak sektor pariwisata daerah.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran para pelaku wisata dari berbagai daerah, termasuk Bali dan Yogyakarta,” ujar Imron.

“Harapannya, Kabupaten Cirebon bisa belajar dari daerah-daerah tersebut yang pariwisatanya telah berkembang pesat,” kata Imron.

Menurutnya, Kabupaten Cirebon memiliki kekayaan seni, budaya, dan kuliner yang dapat menjadi daya tarik wisatawan. Namun, potensi tersebut masih perlu dikemas dan dipromosikan lebih optimal oleh perangkat daerah terkait.

“Jika wisatawan datang ke Kabupaten Cirebon, otomatis ekonomi masyarakat akan ikut bergerak, dan pendapatan asli daerah pun meningkat,” ucapnya menambahkan.

Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Disbudpar Kabupaten Cirebon, Syafrudin Aryono, menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah mempromosikan dan memasarkan potensi wisata Kabupaten Cirebon kepada jaringan pelaku pariwisata nasional.

“Kami tidak sekadar sosialisasi, tapi mempromosikan kekayaan wisata Kabupaten Cirebon, mulai dari destinasi, kuliner, ekonomi kreatif, hingga budaya,” jelasnya.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, para peserta Travel Mart akan mengunjungi beberapa lokasi unggulan seperti sentra Batik Trusmi, Batu Lawang, dan pemandian air panas.

Malam harinya, peserta dijadwalkan menghadiri Gala Dinner di Baraja Ampitheater, lokasi pertunjukan seni yang kini menjadi ikon wisata budaya di Cirebon.

Syafrudin juga menyampaikan rencana pemerintah untuk mengadopsi konsep pertunjukan rutin seperti di Baraja Ampitheater.

Mulai 2026, pentas seni akan digelar setiap akhir pekan di tiga zona: wilayah barat, tengah, dan timur Kabupaten Cirebon.

“Pentas akan digelar secara konsisten setiap malam Sabtu dan malam Minggu, dengan atau tanpa kehadiran wisatawan. Ini bagian dari upaya menghidupkan ruang seni dan budaya lokal,” katanya.

Ia menekankan pentingnya membangun kesadaran kolektif warga sebagai bagian dari ekosistem pariwisata. Menurutnya, aksesibilitas di Kabupaten Cirebon sangat mendukung, dengan lima pintu tol, kedekatan dengan laut, dan kemudahan akses ke Bandara Kertajati.

“Sayangnya, masih banyak warga yang belum sadar bahwa mereka juga bisa menjadi insan pariwisata. Banyak kegiatan budaya seperti nadran dan wayang, yang hanya dinikmati sebagai tontonan, bukan sebagai atraksi yang bisa dipromosikan ke luar,” ujarnya.

Ia mengajak masyarakat untuk mulai aktif mengundang orang datang ke Kabupaten Cirebon, memperkenalkan tradisi dan kekayaan budaya yang dimiliki.

“Jangan remehkan potensi yang kita miliki. Batik yang menurut kita biasa saja, bisa jadi sangat berharga di mata wisatawan asing. Pariwisata itu industri dengan rantai ekonomi yang panjang, menyentuh banyak lapisan masyarakat,” tegasnya.

Syafrudin juga menyampaikan bahwa Dinas Kebudayaan dan Pariwisata tengah menjalin kerja sama dengan Politeknik Pariwisata Prima Internasional untuk memperkuat sumber daya manusia di sektor ini.

Sementara itu, Ketua Umum IPI, I Gede Susila Wisnawa, mengapresiasi inisiatif Pemkab Cirebon dan berharap promosi wisata dapat dilakukan secara berkelanjutan.

“Kami mendorong agar potensi wisata Kabupaten Cirebon dibuatkan kalender kegiatan tetap, seperti yang dilakukan Bali melalui Pesta Kesenian Bali setiap tahun. Dengan adanya kalender ini, pelaku industri bisa menyusun program kunjungan lebih terarah,” tuturnya.

Ia berharap, desa-desa wisata di Kabupaten Cirebon bisa tumbuh bersama dan menjadikan kegiatan seperti ini sebagai awal kebangkitan pariwisata lokal.

“Jangan hanya Bali dan Jogja yang maju. Daerah lain seperti Kabupaten Cirebon juga punya peluang besar jika digarap dengan serius dan berkesinambungan,” katanya. (din)

Minggu, 22 Juni 2025

Wakil Wali Kota Ajak Pemuda Jadi Garda Terdepan Perubahan dan Inovasi

CIREBON- Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, didampingi Sekretaris Daerah Agus Mulyadi, hadir dalam pelantikan pengurus DPD KNPI Kota Cirebon periode 2025–2028 yang berlangsung di Gedung DPRD Kota Cirebon, Minggu (22/6/2025). Acara ini menandai langkah baru bagi pemuda dalam mengawal pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang resmi dilantik. Atas nama Pemerintah Kota Cirebon, Wakil Wali Kota mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang hari ini resmi dilantik. 

"Pelantikan ini bukan sekadar seremoni administratif, melainkan peneguhan tanggung jawab moral dan sosial pemuda Kota Cirebon untuk menjadi garda terdepan dalam proses pembangunan,” ujarnya.

Wakil Wali Kota menegaskan bahwa pemuda bukan hanya sebagai generasi penerus, tetapi juga sebagai penggerak perubahan. “Di tangan pemuda yang berani, kreatif, dan berpikiran terbuka, masa depan Kota Cirebon dapat dibentuk dengan semangat baru: semangat kolaborasi, inovasi, dan kepedulian sosial,” katanya.

Menurutnya, KNPI sebagai wadah berhimpunnya organisasi kepemudaan memegang peranan strategis. “KNPI adalah jembatan antara generasi muda dan pemerintah, penyambung suara aspirasi, sekaligus motor perubahan di masyarakat,” tutur Wakil Wali Kota.

Ia berharap kepengurusan baru mampu menjaga soliditas antar organisasi kepemudaan (OKP) dan elemen pemuda. 

“Pengurus diharapkan mendorong partisipasi aktif pemuda dalam pembangunan daerah serta menjadi mitra kritis sekaligus konstruktif bagi Pemerintah Kota Cirebon,” lanjutnya.

Lebih jauh, Wakil Wali Kota menegaskan Pemerintah Kota Cirebon membuka ruang seluas-luasnya bagi pemuda untuk terlibat dalam berbagai program pembangunan, terutama dalam pemberdayaan masyarakat, kewirausahaan, transformasi digital, lingkungan hidup, dan penguatan karakter generasi muda.

Sebagai penutup, ia mengajak seluruh pemuda Kota Cirebon untuk bersama-sama menjaga energi positif dan semangat perubahan. 

“Mari kita buktikan bahwa pemuda Kota Cirebon mampu berperan aktif dan memberi makna besar bagi daerahnya. Selamat mengemban amanah," tutupnya.

Sementara itu, Ketua KNPI Kota Cirebon yang baru dilantik, Jaka Permana, menegaskan bahwa KNPI bukan sekadar organisasi biasa. “KNPI adalah rumah besar pemuda yang siap menampung aspirasi sekaligus menumbuhkan semangat perubahan di Kota Cirebon,” jelasnya.

Jaka menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan menggerakkan berbagai program strategis yang bertujuan mengedukasi dan memberdayakan pemuda. 

“Kami akan menjalankan program seperti Go To School, Go To Campus, dan Go To Fileks sebagai upaya mendekatkan diri dengan pemuda dan menguatkan peran mereka sebagai aset masa depan,” ujarnya penuh optimisme.

Pelantikan pengurus DPD KNPI Kota Cirebon ini diharapkan menjadi titik awal bagi kiprah pemuda yang lebih aktif dan berkontribusi nyata dalam pembangunan Kota Cirebon. Sinergi antara pemuda dan pemerintah menjadi kunci untuk mewujudkan perubahan positif demi kemajuan bersama. (din)



Jumat, 20 Juni 2025

Hartono Hadiri Doa Bersama dan Santunan Yatim Piatu DPD AKKI Kuningan, Dorong Penguatan Legalitas Bisnis di Wilayah Ciayumajakuning

KUNINGAN, FC– Tokoh masyarakat dan penggerak dunia usaha, Hartono, menghadiri acara doa bersama dan santunan untuk anak yatim piatu yang digelar oleh Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Kontraktor Konstruksi Indonesia (DPD AKKI) Kabupaten Kuningan, Jum'at, 20 Juni 2025. 

Acara ini berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan, dengan dihadiri para pengurus, anggota AKKI, serta perwakilan dari berbagai elemen masyarakat.

Dalam sambutannya, Hartono menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada DPD AKKI Kuningan atas penyelenggaraan kegiatan yang sarat nilai sosial dan spiritual ini. 

Ia menegaskan pentingnya peran pengusaha dan organisasi konstruksi dalam memperkuat sinergi sosial, sekaligus membangun jaringan usaha yang sehat dan legal.

“Momentum seperti ini bukan hanya untuk berbagi, tapi juga mempererat tali persaudaraan dan menyatukan visi kita dalam membangun usaha yang kuat, legal, dan terarah,” ujarnya.

Hartono juga menyampaikan harapannya kepada DPD AKKI di wilayah lain, khususnya Kabupaten Majalengka dan Indramayu, agar segera aktif dan solid dalam melebarkan kiprah organisasinya.

“DPD AKKI Majalengka dan Indramayu harus segera berkibar. Kita butuh sinergi kuat lintas daerah untuk memperkuat legalitas bisnis konstruksi dan usaha lainnya. Sudah saatnya kita semua bersatu bersama tim LPKBH Keris sebagai mitra strategis dalam penguatan aspek hukum dan advokasi,” tambahnya.

Menurut Hartono, kolaborasi antara AKKI dan LPKBH Keris akan menjadi kekuatan baru bagi para pelaku usaha dalam menghadapi tantangan regulasi dan birokrasi di lapangan.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan usaha dan keselamatan bangsa, serta penyerahan santunan kepada puluhan anak yatim piatu yang hadir, sebagai wujud nyata kepedulian dan rasa syukur para anggota AKKI Kuningan. (din)